Pelatihan Perencanaan Berbasis Risiko
Pelatihan Perencanaan Berbasis Risiko
Strategi Risiko
Risk Capacity
Risk Tolerance
Risk Appetite
Risk Limit
Rencana Sasaran dan Strategi Bisnis Identifikasi Kuantifikasi Rencana Perlakuan Prioritisasi
Rpxx Rpxx
Strategi 1 Rpxx lanjut
Kualitatif Kuallitatif
Sasaran A
Strategi 2
Rpxx Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut
Strategi 3
Strategi 1 Rpxx
Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut
Kualitatif
Strategi 2
Sasaran B
Strategi 3
Non keuangan Kuantitatif Parameter dengan nilai tertentu lanjut
Strategi 4
Strategi 1 Rpxx
Sasaran B Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut
Kualitatif
Strategi 2
Penilaian Risiko
Kuantifikasi
A
3) menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan
Nilai Ekonomi barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi
dan Sosial
untuk Indonesia
pemenuhan hajat hidup orang banyak;
E D Agent of
Pengembangan
Talenta
Peningkatan
Investasi
4) menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat Development
dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi;
5) turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada
pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.
Persentase keuntungan yang diperoleh dari Menilai seberapa efektif sebuah perusahaan Menilai seberapa baik aset perusahaan digunakan
investasi bisnis tertentu relatif terhadap biaya menggunakan modalnya untuk menghasilkan untuk menghasilkan keuntungan
investasi keuntungan
INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) NET PRESENT VALUE (NPV) PAYBACK PERIOD
Tingkat pengembalian yang membuat Net Present Nilai sekarang dari arus kas bersih yang dihasilkan Waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan
Value dari semua arus kas (baik positif maupun oleh investasi. Jika NPV positif, investasi dianggap biaya investasi dari arus kas yang dihasilkan oleh
negatif) dari suatu investasi sama dengan nol. IRR menguntungkan; jika negatif, investasi mungkin bisnis. Semakin pendek periode pengembalian,
sering digunakan untuk mengevaluasi kelayakan tidak layak. semakin baik.
investasi, dengan aturan umum bahwa jika IRR
lebih besar dari biaya modal, investasi tersebut
dianggap menguntungkan.
Identifikasi efektivitas
Identifikasi kecukupan Kontrol Operasi Kontrol Kepatuhan Kontrol Pelaporan
pelaksanaan
desan pengendalian
pengendalian
Kontrol
Strategi 1
Sasaran
Strategi 2
Strategi 3 Risiko
KRI 1 KRI 2 KRI 3 KRI 1 KRI 2 KRI 3 KRI 1 KRI 2 KRI 3 KRI 1 KRI 2 KRI 3 KRI 1 KRI 2 KRI 3
Perhitungan Dampak
Perhitungan
Probabilitas
Peristiwa Risiko Penyebab Risiko Lv 1 Penyebab Risiko Lv 2 Penyebab Risiko Lv 3 Penyebab Risiko Lv 4
Rendahnya risk awareness lini 1 Human: Rendahnya terdapat reward & punishment
Proses inisiasi tidak sesuai terkait proses inisiasi
ketentuan Human: Rendahnya terdapat reward & punishment
Pemalsuan dokumen
pengajuan pembiayaan
Rendahnya pengetahuan
atas pemenuhan dokumen
pembiayaan
Kenaikan BBM
Melemahnya daya
beli/konsumsi masyarakat Kenaikan harga barang
Kurs rupiah melemah
Tujuan probabilistic model untuk menilai setiap penyebab risiko yang telah diidentifikasi atas kemungkinan keterjadiannya.
Machine learning dapat memodelnya yang lebih akurat dibandingkan dengan pendeatan conventional statistical model.
Sumber: Probabilistic Machine Learning for Finance and Investing, Deepak K. Kanungo, 2023 RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 13
Kuantifikasi Risiko: Probabilistic model dalam machine learning
Ketidakpastian aleatorik merujuk pada Ketidakpastian epistemik muncul karena Ketidakpastian ontologis merujuk pada
ketidakpastian yang muncul akibat kurangnya pengetahuan atau informasi ketidakpastian yang muncul karena
keacakan atau variabilitas alami dalam tentang suatu sistem atau proses. adanya faktor atau kejadian yang tidak
suatu sistem atau proses. Ini adalah Ketidakpastian ini sering kali disebabkan diketahui atau belum dipertimbangkan.
ketidakpastian yang berasal dari sifat oleh keterbatasan data, model, atau Ketidakpastian ini sering kali terkait dengan
stokastik (acak) dalam dunia nyata. pemahaman tentang sistem. Berbeda kompleksitas sistem dan kemungkinan
Ketidakpastian ini seringkali tidak dapat dengan ketidakpastian aleatorik, terjadinya peristiwa baru yang tidak
dikurangi karena merupakan bagian dari ketidakpastian epistemik dapat dikurangi terduga. Ketidakpastian ontologis adalah
sistem yang sedang dipelajari. seiring dengan bertambahnya informasi yang paling sulit dihadapi karena
atau perbaikan model. melibatkan hal-hal yang tidak diketahui
Contoh: atau belum dikenali.
Contoh:
Dalam produksi manufaktur, variasi ukuran Contoh:
produk akibat variabilitas alami dalam § Ketidakpastian dalam memprediksi efek
bahan dan proses. dari obat baru karena data uji klinis yang § Pandemi COVID-19, yang merupakan
terbatas. kejadian tak terduga yang membawa
§ Ketidakpastian dalam prakiraan ekonomi dampak besar pada masyarakat dan
karena pengetahuan yang tidak ekonomi global.
lengkap tentang semua faktor yang § Penemuan teknologi baru yang
mempengaruhi. mengubah total dinamika pasar atau
industri.
Sumber: Probabilistic Machine Learning for Finance and Investing, Deepak K. Kanungo, 2023 RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 14
Kuantifikasi Risiko: Probabilistic model dalam machine learning
Cara menghitung probabilitas suatu kejadian atau dari beberapa kejadian sebuah risiko.
C Variasi dari suatu event berdasarkan ketidakpastian dari suatu kejadian yang
belum lengkap, seperti emerging risk atau risiko baru.
C
D Kemungkinan terjadinya risiko dari penyebab yang ada setelah diperbaharui
dengan data yang diamati.
Sumber: Probabilistic Machine Learning for Finance and Investing, Deepak K. Kanungo, 2023 RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 15
Contoh Ilustrasi: perhitungan probabilistic model dalam machine learning
Return
Apakah nilai return melebihi nilai risk?
Nilai keuangan atau non keuangan
no Apakah strategi tersebut untuk
menjalankan area sasaran atas sikap
risiko konservatif, moderat atau strategis
Pilihan Sasaran Pilihan Strategi
Hasil Yang Diharapkan
Dapat Diterima Perusahaan
Nilai Risiko Yang Akan
Timbul
Nilai limit risiko sesuai dengan
parameter Metrik Strategi Risiko
Keputusan
(lanjut/tidak lanjut)
yes
Rpxx Rpxx
yes no
Strategi 1 Rpxx lanjut
Kualitatif Kuallitatif
Apakah nilai risk masih dalam batas
Strategi tidak dilanjutkan
Sasaran A
Strategi 2
limit risiko?
Rpxx Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut
Strategi 3
Strategi 1 Rpxx
Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut
Sasaran B
Strategi 2
Kualitatif
no Apakah nilai risiko dapat diturunkan
sampai dengan batas limit risiko
Strategi 3
Non keuangan Kuantitatif Parameter dengan nilai tertentu lanjut
Strategi 4
Strategi 1
yes
Rpxx
Sasaran B Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut
Kualitatif
no
Strategi 2
Peristiwa risiko
Mengalihkan sebagai risiko ke entitas lain (misalnya pihak ketiga atau mitra) yang dapat mengontrol atau
Penyusunan Rencana menyerap risiko.
Perlakuan dan Biaya § Langkah ini akan mengurangi dampak dan/atau probabilitas risiko.
Perlakuan § Tanggung jawab risiko menjadi tanggungan bersama/dibagi bersama pihak eksternal.
§ Contoh: pembelian asuransi, pembelian produk lindung nilai/hedging, outsourcing, pengalokasian risiko sesuai
kontrak dengan mitra/vendor/supplier.
Transfer/Sharing
Bertujuan untuk memperoleh daftar risiko utama yang akan dicantumkan dalam dokumen perencanaan strategis serta akan
dilakukan pemantaua dan evaluasi pada level enterprises
Pola 1
2) Risiko yang dinilai kecil di masing-masing level entitas anak namun menyebar
di banyak anak perusahaan harus dapat ditangkap untuk dilakukan integrasi Top down
dan rencana perlakuan Risiko pada level enterprise BUMN Induk.
3) Proses integrasi Risiko harus dapat mengungkap Risiko tersembunyi pada level
struktur korporasi di bawah BUMN Induk. Bottom up
Pola 2
4) Proses integrasi Risiko digunakan sebagai media penyelarasan terhadap
Top down
penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi.
5) BUMN Induk harus memiliki analisa sensitivitas terhadap setiap faktor risiko
yang dapat mempengaruhi setiap jenis portofolio dan pengelolaan anak
perusahaan sehingga Risiko dapat dibagi atau dialokasikan antar portofolio
secara optimal sesuai dengan strategi Risiko.
Harus melalui proses challenge session berjenjang sampai dengan diperoleh profil kandidat
risiko utama enterprise.
Skala
Level Risiko
Risiko Pendekatan Top-down dilakukan berdasarkan
1-5 Low pertimbangan:
6 - 11 Low to Moderate § Aspirasi Pemegang Saham (APS)
§ RKAP
12 - 15 Moderate
§ Key Performance Indicator (KPI)
16 - 19 Moderate to High
20 - 25 High
Kandidat risiko utama diperoleh dari perkalian Skala Risiko dengan Skala Kriteria: (i) Velocity, (ii) Contingency and
Preparedness, (iii) Persistence, dan (iv) Complexity.
Velocity:
Prediksi waktu terjadinya suatu Risiko yang dihitung sejak identifikasi Risiko dilakukan. Semakin dekat jarak waktu
terjadinya Risiko, maka semakin tinggi skala velocity
Persistence:
Mengukur lamanya Dampak dari suatu peristiwa Risiko pada entitas.
Complexity:
Mengukur tingkat kompleksitas entitas yang dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut:
§ value yang menggambarkan kontribusi Dampak Risiko entitas terhadap Dampak Risiko konsolidasi.
§ cost yang menggambarkan kontribusi biaya mitigasi entitas terhadap biaya mitigasi konsolidasi atau total
biaya operasional entitas terhadap total biaya operasional konsolidasi.
§ investment yang menggambarkan kontribusi investasi entitas terhadap total investasi konsolidasi.
Semakin tinggi kontribusi entitas, maka semakin tinggi tingkat kompleksitasnya.
Indikator
1. Pencapaian Nilai Eksposur Risiko
2. Pencapaian output pelaksanaan perlakuan Risiko
3. Realisasi biaya pelaksanaan perlakuan Risiko
4. Ketepatan penilaian Risiko
Kinerja
Indikator
1. Capaian KPI Kolegial
2. Capaian Kinerja Keuangan
3. Capaian Kinerja Operasi/Produksi Utama
Mengevaluasi
penilaian risiko
1 Pengumpulan dan
analisis input utama
Wajib melakukan penyelarasan pelaksanaan audit
Menilai tingkat anak perusahaan secara terintegrasi melalui
kematangan risiko penentuan strategi pelaksanaan audit dan perumusan
2 Penentuan jenis prinsip audit intern yang mencakup metodologi audit
penugasan audit
dan Langkah pelaksanaan pengendalian mutu.
Monitoring tindak
lanjut temuan audit
DEWAN KOMISARIS/DEWAN
PENGAWAS BUMN INDUK
Komite TKT terdiri dari:
a. Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas 1. Menyetujui kebijakan TKT
menjabat sebagai Ketua TKT. 2. Mengevaluasi pelaksanaan TKT 1. Penyempurnaan Kebijakan Tata
b. Anggota Komisaris BUMN induk sebagai 3. Memberikan arahan Kelola Terintegrasi
anggota TKT. 2. Realisasi tindak lanjut daftar
c. Komisaris yang mewakili masing-masing DIREKSI BUMN INDUK temuan MR terintegrasi, audit
anper sebagai anggota TKT. terintegrasi dan kepatuhan
1. Menyusun kebijakan TKT terintegrasi
KOMISARIS PERWAKILAN 2. Menindaklanjuti arahan Dekom Pelaporan
3. Realisasi penataan portofolio
ANAK PERUSAHAAN 3. Mengevaluasi penerapan TKT dan perbaikan kinerja anak
Pelaporan 4. Menindaklanjuti temuan dan perusahaan
rekomendasi SPI Terintegrasi dan 4. Realisasi penguatan unit kerja
Anper 1 Anper 2
Unit Kerja MR Terintegrasi MR terintegrasi dan SPI
terintegrasi
Anper 3 Anper 4 Laporan evaluasi 1. Laporan
kinerja DIREKTUR UTAMA 5. Realisasi area fokus rencana
penilaian TKT
kerja Komite TKT
Laporan efektivitas 2. Laporan
Anper 5 Anper ..dst
kebijakan fungsional kepatuhan
terintegrasi TKT
Pelaporan: DIREKTUR
a. Laporan Kinerja DIREKTUR PEMBINA DIREKTUR FUNGSIONAL
MANAJEMEN RISIKO
b. Laporan Manajemen Risiko
c. Laporan Audit Intern Laporan MR
terintegrasi
Laporan TKT disampaikan setiap
Laporan audit intern terintegrasi dan semester.
kepatuhan
UNIT KERJA MR
SPI TERINTEGRASI terintegrasi
TERINTEGRASI
Memantau pelaksanaan audit Memantau pelaksanaan kebijakan
intern pada Anper manajemen risiko dan fungsi
kepatuhan pada Anper
Lini Kedua
Memonitor dan
Menyusun Mereviu risiko dan mengevaluasi Mengidentifikasi
Mengklasifikasikan Memprioritisasikan
kebijakan strategi rencana perlakuan pelaksanaan perubahan risiko
risiko korporat risiko korporat
risiko korporat risiko korporat perlakuan risiko korporat
korporat
Lini Pertama
Identifikasi proses Monitor dan
Identifikasi Identifikasi risiko
bisnis dan evaluasi
sasaran dan dan rencana
pelaksanaan pelaksanaan
strategi perlakuan risiko
sasaran perlakuan risiko
Lini Ketiga