0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan31 halaman

Pelatihan Perencanaan Berbasis Risiko

Risk Based Planning & Risk Modeling dari KBUMN - Hari kedua

Diunggah oleh

adly.rendrahady
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan31 halaman

Pelatihan Perencanaan Berbasis Risiko

Risk Based Planning & Risk Modeling dari KBUMN - Hari kedua

Diunggah oleh

adly.rendrahady
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Training

Risk Based Planning and


Risk Modeling

Bogor, 3-4 September 2024


Outline: Risk Based Planning and Risk Modeling (hari kedua)

Strategi Risiko

Risk Appetite Statement

Risk Capacity

Risk Tolerance

Risk Appetite

Risk Limit

Matrik Strategi Risiko Risk Modeling Decision Making Tools

Rencana Sasaran dan Strategi Bisnis Identifikasi Kuantifikasi Rencana Perlakuan Prioritisasi

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 2


Penetapan rencana sasaran
Hasil Yang Diharapkan Nilai Risiko Yang Akan Nilai limit risiko sesuai dengan Keputusan
Pilihan Sasaran Pilihan Strategi
Dapat Diterima Perusahaan Timbul parameter Metrik Strategi Risiko (lanjut/tidak lanjut)

Rpxx Rpxx
Strategi 1 Rpxx lanjut
Kualitatif Kuallitatif
Sasaran A
Strategi 2
Rpxx Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut

Strategi 3

Strategi 1 Rpxx
Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut
Kualitatif
Strategi 2
Sasaran B

Strategi 3
Non keuangan Kuantitatif Parameter dengan nilai tertentu lanjut

Strategi 4

Strategi 1 Rpxx
Sasaran B Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut
Kualitatif
Strategi 2

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 3


Penetapan rencana sasaran
Accept/
Hasil Yang Diharapkan Nilai Risiko Yang Akan Nilai limit risiko sesuai dengan Keputusan
monitor
Pilihan Sasaran Pilihan Strategi
Dapat Diterima Perusahaan Timbul parameter Metrik Strategi Risiko (lanjut/tidak lanjut)
Reduce/
Rpxx Rpxx Lanjut
Strategi 1 Rpxx lanjut mitigate
Kualitatif Kuallitatif
Sasaran A
Strategi 2
Rpxx Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut Transfer/
Strategi 3 sharing
Keputusan
Strategi 1 Rpxx
Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut
Kualitatif
Strategi 2
Sasaran B

Strategi 3 Tidak Avoid/


Non keuangan Kuantitatif Parameter dengan nilai tertentu lanjut
Lanjut hindari
Strategi 4

Strategi disusun sebagai langkah yang


Sasaran disusun secara spesifik, dapat diukur, jelas jangka
ditempuh untuk mencapai atau Hasil yang diharapkan
waktunya serta secara rasional dapat dilaksanakan/dicapai
merealisasikan sasaran

Penilaian Risiko

Sasaran Aspirasi Rencana


Sikap risiko Identifikasi Hasil Hasil non
KBUMN (peta Pemegang Jangka
dalam RAS keuangan keuangan
jalan BUMN) Saham Panjang

Kuantifikasi

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 4


Penetapan rencana sasaran

Strategi Jangka Panjang


Kementerian BUMN
B C
1) memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian
Inovasi Model Bisnis Kepemimpinan
Teknologi nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada
khususnya; Value Creation
2) mengejar keuntungan;

A
3) menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan
Nilai Ekonomi barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi
dan Sosial
untuk Indonesia
pemenuhan hajat hidup orang banyak;
E D Agent of
Pengembangan
Talenta
Peningkatan
Investasi
4) menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat Development
dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi;
5) turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada
pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.

Perencanaan Strategis BUMN

RJP RKAP Audit


q PER-1/MBU/03/2023
q PER-2/MBU/03/2023
q PER-3/MBU/03/2023
q Anggaran Dasar Perusahaan • Berbasis Manajemen Risiko
q Persetujuan Kewenangan • Tata Kelola Perusahaan yang Baik

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 5


Hasil yang diharapkan sama dengan return
Keuntungan atau kerugian dari investasi atau usaha bisnis yang dilakukan

RETURN ON INVESTMENT (ROI) RETURN ON EQUITY (ROE) RETURN ON ASSET (ROA)

Persentase keuntungan yang diperoleh dari Menilai seberapa efektif sebuah perusahaan Menilai seberapa baik aset perusahaan digunakan
investasi bisnis tertentu relatif terhadap biaya menggunakan modalnya untuk menghasilkan untuk menghasilkan keuntungan
investasi keuntungan

INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) NET PRESENT VALUE (NPV) PAYBACK PERIOD

Tingkat pengembalian yang membuat Net Present Nilai sekarang dari arus kas bersih yang dihasilkan Waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan
Value dari semua arus kas (baik positif maupun oleh investasi. Jika NPV positif, investasi dianggap biaya investasi dari arus kas yang dihasilkan oleh
negatif) dari suatu investasi sama dengan nol. IRR menguntungkan; jika negatif, investasi mungkin bisnis. Semakin pendek periode pengembalian,
sering digunakan untuk mengevaluasi kelayakan tidak layak. semakin baik.
investasi, dengan aturan umum bahwa jika IRR
lebih besar dari biaya modal, investasi tersebut
dianggap menguntungkan.

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 6


Identifikasi Risiko Penyusunan Rencana Sasaran
Identifikasi Kontrol

Identifikasi efektivitas
Identifikasi kecukupan Kontrol Operasi Kontrol Kepatuhan Kontrol Pelaporan
pelaksanaan
desan pengendalian
pengendalian

Kontrol
Strategi 1

Sasaran
Strategi 2

Strategi 3 Risiko

Risiko emerging adanya gejala dan


Risiko eksisting yang melekat pada Risiko baru yang muncul karena
ancaman perubahan lingkungan
kegiatan usaha inisiatit sasaran dan strategi
bisnis

Penyebab 1 Penyebab 2 Penyebab 3 Penyebab 4 Penyebab 5

KRI 1 KRI 2 KRI 3 KRI 1 KRI 2 KRI 3 KRI 1 KRI 2 KRI 3 KRI 1 KRI 2 KRI 3 KRI 1 KRI 2 KRI 3

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 7


Ketepatan Identifikasi Risiko Penyusunan Rencana Sasaran

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 8


Kuantifikasi Risiko Inheren Penyusunan Rencana Sasaran

Kuantifikasi Risiko Inheren

Eksposur Risiko Skala Risiko Level Risiko

Eksposur Risiko Eksposur Risiko Skala


Level Risiko
Risiko
Kuantitatif Kualitatif
1-5 Low
6 - 11 Low to Moderate
Skala Dampak (skala 1- 12 - 15 Moderate
Nilai Dampak (Rp) x
5) x Nilai Probabilitas (%) 16 - 19 Moderate to High
Nilai Probabilitas (%)
x 1% dari Batasan Risiko
20 - 25 High

Perhitungan Dampak

Risiko Penilaian Kontrol

Perhitungan
Probabilitas

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 9


Kuantifikasi Risiko Inheren Penyusunan Rencana Sasaran

Bagi unit kerja profit generator

Dihitung sebesar potensi penurunan laba yang hilang jika risiko


terjadi (dapat menggunakan pendekatan gross profit, revenue
dikalikan profit margin, EBITDA, atau net income

Bagi unit kerja non-profit generator


Dampak Kuantitatif
Dihitung sebesar potensi penambahan biaya yang muncul yang
belum dianggarkan jika risiko tersebut terjadi.
§ Untuk unit operasional yang excellence (sikap risiko tidak
tolerance atau konservatif), cerminan anggarannya adalah
biaya untuk menjaga dan mempertahankan control eksisting.
Perhitungan Dampak § Untuk unti pengembangan bisnis atau operasional yang
sedang improve to excllence(sikap risiko moderate atau
strategis), cerminan anggarannya adalah biaya investasi yang
diperlukan.

Diperoleh dari penilaian skala dampak dikali dengan 1% dari


Kuantitfikasi Dampak Kualitatif batasan risiko (nilai limit risiko dalam strategi risiko) dikali dengan
Risiko nilai probabilitas (%).

Nilai probabilitas dihitung berdasarkan:


§ data historis paling sedikit 3 tahun terakhir
Perhitungan § Data proyeksi dari penilaian pihak independent
Probabilitas § Expert judgement dari internal atau eksternal
§ Metode probabilistic secara statistic atau machine learning
§ Metode lain yang dapat diuji secara ilmiah

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 10


Penilaian kontrol sebagai bagian dari penilaian dampak dan probabilitas

Apakah desain pengendalian telah mampu


membuat membuat manajemen atau karyawan
menjalankan tugasnya untuk mencegah atau
mendeteksi terjadinya risiko?
Kontrol Preventif

Akan Menurunkan Probabilitas


Terjadinya Risiko Apakah desain pengendalian telah dirancang untuk
memitigasi risiko termasuk risiko pelaporan
keuangan? Cukup atau tidak
Penilaian Kecukupan
cukup
Desan Pengendalian
Apakah pengendalian yang sudah dijalankan di
lapngan telah terdapat dokumentasi desain
pengendalina yang memadai?
§ Cukup dan efektif
§ Cukup dan efektif
Penilaian Kontrol Apakah terdapat risiko Perusahaan yang belum Sebagian
memiliki desain pengendalian § Cukup dan tidak efektif
§ Tidak cukup dan efektif
Sebagian
§ Tidak cukup dan tidak
efektif
Apakah pelaksanaan pengendalian telah efektif
mencapai tujuan pengendalian?

Penilaian Efektivitas Apakah pengendalian telah dilaksanakan sesuai Efektif, efektif


pengendalian dengan desain pengendalian secara konsisten di Sebagian, atau
Kontrol Detekttif dan Korektif lapangan? tidak efektif

Akan Menurunkan Dampak Risiko Apakah manajemen dan karywan telah


melaksanakan tugas sesuai dengan pengendalian
intern untuk memitigasi risiko?

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 11


Kuantifikasi Risiko: Probabilistic model dalam machine learning
Tujuan probabilistic model untuk menilai setiap penyebab risiko yang telah diidentifikasi atas kemungkinan keterjadiannya. Machine learning dapat memodelnya yang lebih akurat
dibandingkan dengan pendeatan conventional statistical model.

Peristiwa Risiko Penyebab Risiko Lv 1 Penyebab Risiko Lv 2 Penyebab Risiko Lv 3 Penyebab Risiko Lv 4

Rendahnya risk awareness lini 1 Human: Rendahnya terdapat reward & punishment
Proses inisiasi tidak sesuai terkait proses inisiasi
ketentuan Human: Rendahnya terdapat reward & punishment

Human: Rendahnya kesadaran AO dalam memenuhi kelengkapan


dokumen X
Adanya kelompok dgn jumlah
nasabah yg tidak sesuai % Anggota kelompok tidak sesuai
Rendahnya kualitas ketentuan
pencairan
Target nasabah terhadap potensi Procedure: Feasibility study pembukaan kantor unit kurang optimal
Penagihan angsuran
nasabah tidak optimal tidak sesuai
Procedure: Overcapacity daerah garapan
Penurunan kualitas/tingkat
Kesehatan portfolio Verifikasi nasabah tidak dilakukan IT/System: Aplikasi X belum mengakomodir verifikasi di rumah nasabah
pembiayaan di Lokasi rumah nasabah
IT/System: Kendala pada jaringan internet
Rendahnya aktivitas
monitoring pasca pencairan
Rendahnya kedisiplinan pegawai Procedure: Tidak ada punishment terhadap nasabah
Weekly Meeting
Human: Formasi AO tidak terpenuhi
Kesalahan input data
Fungsi checker tidak maksimal Procedure: Monitoring surprise visit tidak optimal
Kelengkapan dan
ketepatan dokumen Penyalahgunaan
Kredit
pembiayaan rendah kewenangan persetujuan

Pemalsuan dokumen
pengajuan pembiayaan

Rendahnya pengetahuan
atas pemenuhan dokumen
pembiayaan
Kenaikan BBM
Melemahnya daya
beli/konsumsi masyarakat Kenaikan harga barang
Kurs rupiah melemah

Konsentrasi portfolio Tidak ada pemetaan


Kurangnya potensi pasar di Data BPS terkait populasi tidak
pembiayaan meningkat potensi pembiayaan
wilayah baru terupdate
secara merata

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 12


Kuantifikasi Risiko: Probabilistic model dalam machine learning

Tujuan probabilistic model untuk menilai setiap penyebab risiko yang telah diidentifikasi atas kemungkinan keterjadiannya.
Machine learning dapat memodelnya yang lebih akurat dibandingkan dengan pendeatan conventional statistical model.

Sumber: Probabilistic Machine Learning for Finance and Investing, Deepak K. Kanungo, 2023 RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 13
Kuantifikasi Risiko: Probabilistic model dalam machine learning

Setiap penyebab kejadian memiliki hukum ketidakpastikan (The Trinity of Uncertainty):

Aleatory Uncertainty Epistemic Uncertainty (Knowledge/Model Ontological Uncertainty (Unknown


(Randomness/Variability) Uncertainty) Unknowns)

Ketidakpastian aleatorik merujuk pada Ketidakpastian epistemik muncul karena Ketidakpastian ontologis merujuk pada
ketidakpastian yang muncul akibat kurangnya pengetahuan atau informasi ketidakpastian yang muncul karena
keacakan atau variabilitas alami dalam tentang suatu sistem atau proses. adanya faktor atau kejadian yang tidak
suatu sistem atau proses. Ini adalah Ketidakpastian ini sering kali disebabkan diketahui atau belum dipertimbangkan.
ketidakpastian yang berasal dari sifat oleh keterbatasan data, model, atau Ketidakpastian ini sering kali terkait dengan
stokastik (acak) dalam dunia nyata. pemahaman tentang sistem. Berbeda kompleksitas sistem dan kemungkinan
Ketidakpastian ini seringkali tidak dapat dengan ketidakpastian aleatorik, terjadinya peristiwa baru yang tidak
dikurangi karena merupakan bagian dari ketidakpastian epistemik dapat dikurangi terduga. Ketidakpastian ontologis adalah
sistem yang sedang dipelajari. seiring dengan bertambahnya informasi yang paling sulit dihadapi karena
atau perbaikan model. melibatkan hal-hal yang tidak diketahui
Contoh: atau belum dikenali.
Contoh:
Dalam produksi manufaktur, variasi ukuran Contoh:
produk akibat variabilitas alami dalam § Ketidakpastian dalam memprediksi efek
bahan dan proses. dari obat baru karena data uji klinis yang § Pandemi COVID-19, yang merupakan
terbatas. kejadian tak terduga yang membawa
§ Ketidakpastian dalam prakiraan ekonomi dampak besar pada masyarakat dan
karena pengetahuan yang tidak ekonomi global.
lengkap tentang semua faktor yang § Penemuan teknologi baru yang
mempengaruhi. mengubah total dinamika pasar atau
industri.

Sumber: Probabilistic Machine Learning for Finance and Investing, Deepak K. Kanungo, 2023 RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 14
Kuantifikasi Risiko: Probabilistic model dalam machine learning

Cara menghitung probabilitas suatu kejadian atau dari beberapa kejadian sebuah risiko.

A Risiko kejadian telah dihitung mempertimbangkan control yang telah


A dirancang dan dijalankan

§ Prior probability adalah probabilitas yang mewakili keyakinan awal atau


pengetahuan awal kita tentang suatu parameter sebelum kita melihat data.
Dalam konteks Bayesian, probabilitas ini menggambarkan asumsi awal atau
distribusi keyakinan yang kita miliki terhadap parameter model.
§ Prior digunakan untuk memasukkan pengetahuan sebelumnya atau
keyakinan awal ke dalam analisis, yang kemudian akan diperbarui dengan
informasi baru (data) untuk menghasilkan posterior probability.
D B
B
Variasi dari suatu event berdasarkan parameter yang dibuat dalam model

C Variasi dari suatu event berdasarkan ketidakpastian dari suatu kejadian yang
belum lengkap, seperti emerging risk atau risiko baru.
C
D Kemungkinan terjadinya risiko dari penyebab yang ada setelah diperbaharui
dengan data yang diamati.

§ Teorema Bayes: Posterior probability dihitung menggunakan Teorema Bayes,


yang dinyatakan sebagai berikut:.

Sumber: Probabilistic Machine Learning for Finance and Investing, Deepak K. Kanungo, 2023 RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 15
Contoh Ilustrasi: perhitungan probabilistic model dalam machine learning

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 16


Pertimbangan keputusan dalam penetapan rencana sasaran yang akan dilanjutkan
dalam usulan dokumen RKAP kepada Dewan Komisaris atau Pemegang Saham

Return
Apakah nilai return melebihi nilai risk?
Nilai keuangan atau non keuangan
no Apakah strategi tersebut untuk
menjalankan area sasaran atas sikap
risiko konservatif, moderat atau strategis
Pilihan Sasaran Pilihan Strategi
Hasil Yang Diharapkan
Dapat Diterima Perusahaan
Nilai Risiko Yang Akan
Timbul
Nilai limit risiko sesuai dengan
parameter Metrik Strategi Risiko
Keputusan
(lanjut/tidak lanjut)
yes
Rpxx Rpxx

yes no
Strategi 1 Rpxx lanjut
Kualitatif Kuallitatif
Apakah nilai risk masih dalam batas
Strategi tidak dilanjutkan
Sasaran A
Strategi 2

limit risiko?
Rpxx Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut

Strategi 3

Strategi 1 Rpxx
Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut

Sasaran B
Strategi 2
Kualitatif
no Apakah nilai risiko dapat diturunkan
sampai dengan batas limit risiko
Strategi 3
Non keuangan Kuantitatif Parameter dengan nilai tertentu lanjut

Strategi 4

Strategi 1
yes
Rpxx
Sasaran B Rpxx Parameter dengan nilai tertentu tidak lanjut
Kualitatif

no
Strategi 2

Strategi dilanjutkan dengan pilihan


risiko accept/monitor
yes
Risk
Strategi dilanjutkan dengan pilihan risiko
reduce/mitigate atau transfer/sharing
Nilai risiko yang telah dihitung

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 17


Strategi yang dilanjutkan menjadi usulan perencanaan strategis dilakukan profiling risiko
Taksonomi risiko

Peristiwa risiko

Harus leading indicator


Refining Indentifikasi Penyebab risiko
Ditetapkan Batasan/ithreshold: batas bahaya, hati-hati, aman.
§ Batas aman merupakan limit risiko dalam RKAP

Key Risk Indicator (KRI)


Kontrol yang dimiliki perusahaan untuk mencegah terjadinya
penyebab risiko atau mendeteksi sekaligus memperbaiki
apabila suatu risiko terjadi
Kontrol

Berdasarkan waktu bagi perusahaan akan terpapar dengan


suatu riisko. Perkiraan waktu tersebut didasarkan atas
Perkiraan waktu terjadinya eksposur risiko pertimbangan data historis, proyeksi lingkungan yang
mempengaruhi, atau keumuman sesuai dengan risiko yang
melekat pada industry.

Eksposur risiko kuantitatif: nilai dampak kuantitatif x


probabilitas
Disajikan paling sedikit:
§ Nilai dampak tiap triwulan
Eksposur risiko kualitatif: penilaian skala dampak
§ Skala dampak tiap triwulan
dikali 1% dari batasan risiko (limit risiko dalam strategi
Refining Kuantifikasi § Nilai probabilitas tiap triwulan
risiko dikali nilai probabilitas (%)
§ Skala probabilitas tiap triwulan
§ Eksposur risiko tiap triiwulan untuk risko kuantitatif
Skala risiko (1 s.d 25) § Skala risiko tiap triiwulan
§ Level risiko tiap triwulan
Level risiko (low s.d high)

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 18


Strategi yang dilanjutkan menjadi usulan perencanaan strategis dilakukan profiling risiko
Opsi
Cukup dengan konsistensi menjalnakna kontrol yang dimiliki perusahaan untuk mencegah terjadinya penyebab
Accept/Monitor risiko atau mendeteksi sekaligus memperbaiki apabila suatu risiko terjadi

Mengalihkan sebagai risiko ke entitas lain (misalnya pihak ketiga atau mitra) yang dapat mengontrol atau
Penyusunan Rencana menyerap risiko.
Perlakuan dan Biaya § Langkah ini akan mengurangi dampak dan/atau probabilitas risiko.
Perlakuan § Tanggung jawab risiko menjadi tanggungan bersama/dibagi bersama pihak eksternal.
§ Contoh: pembelian asuransi, pembelian produk lindung nilai/hedging, outsourcing, pengalokasian risiko sesuai
kontrak dengan mitra/vendor/supplier.
Transfer/Sharing

Reduce/Mitigate Kegiatan yang disusun harus:


§ Meningkatkan kecukupan desain pengendalian
Kegiatan rencana perlakuan risiko § Meningkatkan efektivitas pelaksanaan
pengendalian
Jenis program kegiatan perlakuan risiko dalam RKAP § Perbaikan terhadap proses bisnis yang lebih
efektif dan efisien
§ Kegiatan merupakan breakthrough.
Output kegiatan perlakuan risiko

Anggaran biaya kegiatan perlakuan risiko


Contoh ilustrasi:
Biaya SDM:
Pejabat yang bertanggung jawab - Biaya pelatihan
- Biaya pelatihan program mitigasi risiko ….. [R]
Timeline pelaksanaan kegiatan perlakuan risiko - Biaya gaji
- Biaya gaji experience hire ML engineer …. [R]

Biaya Administrasi dan Umum Operasi:


- Biaya ……
- Biaya …… [R]

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 19


Kuantifikasi risiko residual setelah dilakukan perlakuan risiko

Bagi unit kerja profit generator Risiko Inheren

Dihitung sebesar potensi penurunan laba yang hilang jika risiko


terjadi (dapat menggunakan pendekatan gross profit, revenue
dikalikan profit margin, EBITDA, atau net income Harus
diturunkan
Bagi unit kerja non-profit generator
Dampak Kuantitatif
Dihitung sebesar potensi penambahan biaya yang muncul yang
belum dianggarkan jika risiko tersebut terjadi.
§ Untuk unit operasional yang excellence (sikap risiko tidak
Rencana
tolerance atau konservatif), cerminan anggarannya adalah Perlakuan Risiko
biaya untuk menjaga dan mempertahankan control eksisting.
Perhitungan Dampak § Untuk unti pengembangan bisnis atau operasional yang
sedang improve to excllence(sikap risiko moderate atau Harus dijalankan
strategis), cerminan anggarannya adalah biaya investasi yang untuk mencapai
diperlukan. risiko residual

Diperoleh dari penilaian skala dampak dikali dengan 1% dari


Kuantitfikasi Dampak Kualitatif batasan risiko (nilai limit risiko dalam strategi risiko) dikali dengan
Risiko nilai probabilitas (%).
Risiko Residual

Nilai risiko residual


Nilai probabilitas dihitung berdasarkan: maksimal harus
§ data historis paling sedikit 3 tahun terakhir sama dengan limit
Perhitungan § Data proyeksi dari penilaian pihak independent risiko, lebih kecil
Probabilitas § Expert judgement dari internal atau eksternal lebih baik
§ Metode probabilistic secara statistic atau machine learning
§ Metode lain yang dapat diuji secara ilmiah
Limit Risiko

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 20


Prioritisasi Risiko

Bertujuan untuk memperoleh daftar risiko utama yang akan dicantumkan dalam dokumen perencanaan strategis serta akan
dilakukan pemantaua dan evaluasi pada level enterprises

Ketentuan Integrasi Risiko BUMN Pola Integrasi


1) Integrasi Risiko harus dapat mengidentifikasi Risiko yang dapat berdampak
secara konsolidasi yang berasal dari struktur korporasi di bawah BUMN Induk
secara lengkap dan mendetail. Bottom up

Pola 1
2) Risiko yang dinilai kecil di masing-masing level entitas anak namun menyebar
di banyak anak perusahaan harus dapat ditangkap untuk dilakukan integrasi Top down
dan rencana perlakuan Risiko pada level enterprise BUMN Induk.

3) Proses integrasi Risiko harus dapat mengungkap Risiko tersembunyi pada level
struktur korporasi di bawah BUMN Induk. Bottom up

Pola 2
4) Proses integrasi Risiko digunakan sebagai media penyelarasan terhadap
Top down
penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi.

5) BUMN Induk harus memiliki analisa sensitivitas terhadap setiap faktor risiko
yang dapat mempengaruhi setiap jenis portofolio dan pengelolaan anak
perusahaan sehingga Risiko dapat dibagi atau dialokasikan antar portofolio
secara optimal sesuai dengan strategi Risiko.

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 21


Prioritisasi Risiko: Pola 1

Bottom Up Top Down

Pendekatan Top-down dilakukan berdasarkan pertimbangan:


§ Pareto kontributor laba/rugi dan/atau biaya berdasarkan ffigur
RKAP.
§ Arahan strategis dari pemegang saham atau top manajemen.

Harus melalui proses challenge session berjenjang sampai dengan diperoleh profil kandidat
risiko utama enterprise.

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 22


Prioritisasi Risiko: Pola 2

Bottom Up Top Down

Skala
Level Risiko
Risiko Pendekatan Top-down dilakukan berdasarkan
1-5 Low pertimbangan:
6 - 11 Low to Moderate § Aspirasi Pemegang Saham (APS)
§ RKAP
12 - 15 Moderate
§ Key Performance Indicator (KPI)
16 - 19 Moderate to High
20 - 25 High

Kandidat risiko utama diperoleh dari perkalian Skala Risiko dengan Skala Kriteria: (i) Velocity, (ii) Contingency and
Preparedness, (iii) Persistence, dan (iv) Complexity.

Velocity:
Prediksi waktu terjadinya suatu Risiko yang dihitung sejak identifikasi Risiko dilakukan. Semakin dekat jarak waktu
terjadinya Risiko, maka semakin tinggi skala velocity

Contingency and Preparedness:


Kemampuan entitas terkait dengan kesiapan dan kemampuan beradaptasi dengan cepat untuk memitigasi Risiko.

Persistence:
Mengukur lamanya Dampak dari suatu peristiwa Risiko pada entitas.

Complexity:
Mengukur tingkat kompleksitas entitas yang dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut:
§ value yang menggambarkan kontribusi Dampak Risiko entitas terhadap Dampak Risiko konsolidasi.
§ cost yang menggambarkan kontribusi biaya mitigasi entitas terhadap biaya mitigasi konsolidasi atau total
biaya operasional entitas terhadap total biaya operasional konsolidasi.
§ investment yang menggambarkan kontribusi investasi entitas terhadap total investasi konsolidasi.
Semakin tinggi kontribusi entitas, maka semakin tinggi tingkat kompleksitasnya.

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 23


Heatmap/Peta Risiko

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 24


Agregasi Risiko

Ø BUMN menyampaikan kertas kerja hasil perhitungan


nilai ambang strategi Risiko, hasil penilaian Risiko, dan
hasil integrasi Risiko yang telah dilengkapi dengan
proses agregasi Risiko pada Taksonomi Risiko
Kementerian BUMN

Ø Penentuan kandidat Risiko utama Kementerian BUMN


secara Bottom-Up dengan ketentuan sebagai
berikut:
§ Risiko kualitatif dan risiko kuantitatif dikelompokkan
dan dihitung IRE masing-masing.
§ IRE kuantiatif dilakukan perhitungan EMI per klister
atau per taksonomi.
§ IRE kualitatif berdasarkan skor risiko kemudian
dilakukan perhitungan EMI per klister atau per
taksonomi.
§ IRE di atas EMI menjadi kandidat risiko utama
portofolio BUMN.

Ø Penetapan Risiko utama Kementerian BUMN yang


diputuskan oleh Deputi Bidang Keuangan dan
Manajemen Risiko dengan mempertimbangkan hasil
pendekatan Bottom-Up, berdasarkan usulan dari
Asdep Bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan
atau dengan pertimbangan lainnya secara Top-
Down.

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 25


Peringkat Komposit Risiko
Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR)

Indikator
1. Pencapaian Nilai Eksposur Risiko
2. Pencapaian output pelaksanaan perlakuan Risiko
3. Realisasi biaya pelaksanaan perlakuan Risiko
4. Ketepatan penilaian Risiko

KPMR Skor Penilaian


Strong >90
Satisfactory 85-90
Fair 80-84
Marginal 75-79
Unsatisfactory <75

Kinerja

Indikator
1. Capaian KPI Kolegial
2. Capaian Kinerja Keuangan
3. Capaian Kinerja Operasi/Produksi Utama

Kinerja Skor Penilaian


Sangat Baik >95
Baik 90-94
Cukup 80-89
Kurang 70-79
Buruk <70

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 26


Parameter Penentuan Hasil Penilaian Kualitas Penerapan Manajemen Risiko

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 27


Perencanaan Audit Intern

Mengevaluasi
penilaian risiko

1 Pengumpulan dan
analisis input utama
Wajib melakukan penyelarasan pelaksanaan audit
Menilai tingkat anak perusahaan secara terintegrasi melalui
kematangan risiko penentuan strategi pelaksanaan audit dan perumusan
2 Penentuan jenis prinsip audit intern yang mencakup metodologi audit
penugasan audit
dan Langkah pelaksanaan pengendalian mutu.

Menyusun Penetapan subjek,


3
perencanaan audit objek, ruang lingkup
Tanggung intern audit
Wajib memenuhi kebutuhan sumber daya SPI terkait
Jawab Lini personil dan teknologi secara memadai.
Ketiga Penetapan strategi,
4 sumber daya dan
Melaksanakan jadwal audit
perencanaan audit
intern Personil SPI harus memiliki pemahaman terhadap
5 Persetujuan rencana analisis data, kemampuan bisnis dan minimum
audit intern
kualifikasi yang ditetapkan dalam SK-
Melaporkan hasil 3/[Link]/05/2023 tentang Petunjuk Teknis Komposisi
pemeriksaan dan dan Kualifikasi Organ Pengelola Risiko BUMN
audit terintegrasi

Monitoring tindak
lanjut temuan audit

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 28


Peringkat Tata Kelola Terintegrasi

BOC dan BOD Melaporkan Hasil


BOC Membentuk KTKT BOC dan BOD Menjalankan Peran TKT
TKT ke KBUMN

KOMITE TATA KELOLA TERINTEGRASI


1. Mengevaluasi penerapan TKT
2. Merekomendasikan penyempurnaan kebijakan TKT

DEWAN KOMISARIS/DEWAN
PENGAWAS BUMN INDUK
Komite TKT terdiri dari:
a. Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas 1. Menyetujui kebijakan TKT
menjabat sebagai Ketua TKT. 2. Mengevaluasi pelaksanaan TKT 1. Penyempurnaan Kebijakan Tata
b. Anggota Komisaris BUMN induk sebagai 3. Memberikan arahan Kelola Terintegrasi
anggota TKT. 2. Realisasi tindak lanjut daftar
c. Komisaris yang mewakili masing-masing DIREKSI BUMN INDUK temuan MR terintegrasi, audit
anper sebagai anggota TKT. terintegrasi dan kepatuhan
1. Menyusun kebijakan TKT terintegrasi
KOMISARIS PERWAKILAN 2. Menindaklanjuti arahan Dekom Pelaporan
3. Realisasi penataan portofolio
ANAK PERUSAHAAN 3. Mengevaluasi penerapan TKT dan perbaikan kinerja anak
Pelaporan 4. Menindaklanjuti temuan dan perusahaan
rekomendasi SPI Terintegrasi dan 4. Realisasi penguatan unit kerja
Anper 1 Anper 2
Unit Kerja MR Terintegrasi MR terintegrasi dan SPI
terintegrasi
Anper 3 Anper 4 Laporan evaluasi 1. Laporan
kinerja DIREKTUR UTAMA 5. Realisasi area fokus rencana
penilaian TKT
kerja Komite TKT
Laporan efektivitas 2. Laporan
Anper 5 Anper ..dst
kebijakan fungsional kepatuhan
terintegrasi TKT
Pelaporan: DIREKTUR
a. Laporan Kinerja DIREKTUR PEMBINA DIREKTUR FUNGSIONAL
MANAJEMEN RISIKO
b. Laporan Manajemen Risiko
c. Laporan Audit Intern Laporan MR
terintegrasi
Laporan TKT disampaikan setiap
Laporan audit intern terintegrasi dan semester.
kepatuhan
UNIT KERJA MR
SPI TERINTEGRASI terintegrasi
TERINTEGRASI
Memantau pelaksanaan audit Memantau pelaksanaan kebijakan
intern pada Anper manajemen risiko dan fungsi
kepatuhan pada Anper

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 29


Partisipasi 3 lini dalam penyusunan perencanaan strategis berbasis risiko

PERENCANAAN PELAKSANAAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI

Lini Kedua

Memonitor dan
Menyusun Mereviu risiko dan mengevaluasi Mengidentifikasi
Mengklasifikasikan Memprioritisasikan
kebijakan strategi rencana perlakuan pelaksanaan perubahan risiko
risiko korporat risiko korporat
risiko korporat risiko korporat perlakuan risiko korporat
korporat

Lini Pertama
Identifikasi proses Monitor dan
Identifikasi Identifikasi risiko
bisnis dan evaluasi
sasaran dan dan rencana
pelaksanaan pelaksanaan
strategi perlakuan risiko
sasaran perlakuan risiko

Lini Ketiga

Feeding Loss Event


Menyusun Melaksanakan Melaporkan hasil Monitoring
Database dan Menilai tingkat
perencanaan audit perencanaan pemeriksaan dan tindak lanjut
Mengevaluasi kematangan risiko
intern audit intern audit terintegrasi temuan audit
kebijakan risiko dan

RAHASIA DAN TERBATAS | HALAMAN 30


Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai