Analisis Akuntansi UMKM Gula Aren Rokan Hulu
Analisis Akuntansi UMKM Gula Aren Rokan Hulu
Disusun dan Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar
Sarjana Ekonomi Pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Riau
Oleh:
RITA PURWATI
NPM. 165310589
i
ABSTRACT
ii
KATA PENGANTAR
Allah S.W.T yang telah memberikan segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga
Usaha Pengolahan Gula Aren di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah
Kabupaten Rokan Hulu”. Adapun penulisan skripsi ini diajukan untuk memenuhi
salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (SE) pada Fakultas
bimbingan, arahan, dan motivasi dari berbagai pihak, oleh sebab itu penulis pada
Islam Riau.
2. Bapak Dr. Firdaus Ar, SE., [Link]., Ak., CA selaku Dekan Fakultas
3. Ibu Dr. Hj. Siska, SE., [Link]., Ak., CA selaku Ketua Program Studi
Studi Akuntansi S-1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Riau.
5. Bapak Dr. Abrar, SE., [Link]., Ak., CA selaku Dosen Pembimbing yang
iii
memberikan masukan, dorongan dan saran demi memberikan konsep
6. Ibu Alfurkaniati, SE., [Link]., Ak., CA dan Ibu Lintang Nur Agya, SE.,
7. Bapak dan Ibu seluruh Dosen di lingkungan civitas Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Islam Riau atas segala ilmu yang diberikan selama
kegiatan perkuliahan.
8. Bapak dan Ibu seluruh Staf dan Pegawai Tata Usaha Fakultas Ekonomi
dokumen akademik.
10. Teristimewa untuk orangtua beserta seluruh keluarga besar yang selalu
skripsi ini.
iv
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan skripsi ini masih
jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati penulis
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar menjadi bahan
koreksi yang ilmiah, sehingga skripsi ini kelak menjadi lebih baik dalam
RITA PURWATI
165310589
v
DAFTAR ISI
ABSTRAK....................................................................................................... i
KATA PENGANTAR.................................................................................... iii
DAFTAR ISI................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL........................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................... iii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah............................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah..................................................................... 6
1.3. Tujuan Penelitian...................................................................... 6
1.4. Manfaat Penelitian.................................................................... 6
1.5. Sistematika Penulisan................................................................ 7
BAB II TELAAH PUSTAKA DAN HIPOTESIS
2.1. Telaah Pustaka.......................................................................... 9
...................................................................................................
2.1.1. Pengertian Akuntansi....................................................... 9
2.1.2. Konsep Dasar Akuntansi................................................. 10
2.1.3. Siklus Akuntansi.............................................................. 14
2.1.4. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah................................. 24
2.1.5. Akuntansi EMKM........................................................... 26
2.2. Hipotesis.................................................................................... 29
BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Desain Penelitian....................................................................... 30
3.2. Objek Penelitian........................................................................ 30
3.3. Definisi Variabel Penelitian...................................................... 30
3.4. Populasi dan Sampel................................................................. 31
3.5. Jenis dan Sumber Data.............................................................. 32
3.6. Teknik Pengumpulan Data........................................................ 33
3.7. Teknik Analisis Data................................................................. 34
vi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Usaha Gula Aren......................................... 35
4.1.1. Identitas Responden...................................................... 35
4.1.2. Deskripsi Responden.................................................... 39
4.2. Hasil Penelitian dan Pembahasan.............................................. 45
4.2.1. Pencatatan Penerimaan dan Pengeluaran Kas.............. 45
4.2.2. Penjualan Kredit dan pencatatan Piutang..................... 46
4.2.3. Pembelian Kredit dan Pencatatan Hutang.................... 47
4.2.4. Pencatatan Persediaan................................................... 47
4.2.5. Pencatatan Aset Tetap................................................... 48
4.2.6. Perhitungan Laba Rugi................................................. 49
4.2.7. Periode Perhitungan Laba Rugi.................................... 49
4.2.8. Sumber Pendapatan...................................................... 50
4.2.9. Harga Pokok Penjualan................................................. 51
4.2.10. Biaya Yang Dikeluarkan............................................... 51
4.2.11. Fungsi Perhitungan Laba Rugi..................................... 54
4.3. Pembahasan............................................................................... 54
4.3.1. Konsep Kesatuan Usaha............................................... 54
4.3.2. Konsep Kelangsungan Usaha....................................... 54
4.3.3. Konsep Periode Waktu................................................. 55
4.3.4. Konsep Penandingan.................................................... 55
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan............................................................................... 56
5.2. Saran.......................................................................................... 57
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
vii
DAFTAR TABEL
viii
DAFTAR GAMBAR
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I. Kuesioner
Lampiran II. Data Jumlah UMKM yang terdaftar
Lampiran III. UMKM 1 Abdul Akhir
Lampiran IV. UMKM 2 Amner
Lampiran V. UMKM 3 Sahruddin
Lampiran VI. UMKM 4 Awirdan
Lampiran VII. UMKM 5 Rifardi Nasution
Lampiran VIII. UMKM 6 Ansari
Lampiran IX. UMKM 7 Munir
Lampiran X. UMKM 8 Paet
Lampiran XI. UMKM 9 Rifai Nasution
Lampiran XII. UMKM 10 Suardi
Lampiran XIII. UMKM 11 Suhelman
Lampiran XIV. UMKM 12 Nasrin
Lampiran XV. UMKM 13 Parmin
Lampiran XVI. UMKM 14 Jasril
Lampiran XVII.
................................................................................................
UMKM 15 Tabrani
x
BAB I
PENDAHULUAN
satu unsur utama penggerak perekonomian. Hal ini dibuktikan dari kontribusi
masyarakat.
tidak terlihat secara jelas terhadap kelangsungan usahanya (Hani, Mariati dan
Harahap, 2018:1).
Rahayu, Ramadhanti dan Widodo (2020:4) keuntungan utama yang didapat jika
keuangannya, dan meskipun hal ini terkadang cukup rumit untuk diterapkan bagi
1
2
seluruh UMKM pada dasarnya masih banyak bantuan seperti lembaga pemerintah
yang memiliki program bantuan fasilitas seminar dan pelatihan khusus bagi para
yang telah dijadikan rujukan dan dijadikan sebagai standar dalam menyampaikan
laporan keuangan yang rapi dan mudah dipahami. Konsep dasar akuntansi
setelah penutupan, dan 11) jurnal pembalik. Laporan keuangan dihasilkan dari
suatu proses yang disebut juga dengan siklus akuntansi, hal ini bermakna
dengan penyusunan laporan keuangan, dan proses ini terus terjadi berulang-ulang
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dapat digunakan sebagai acuan dalam
untuk digunakan oleh entitas yang tidak atau belum mampu memenuhi
persyaratan akuntansi yang diatur dalam SAK ETAP. SAK EMKM berlaku
efektif per 1 Januari 2018, informasi ini terdiri dari informasi mengenai aset,
liabilitas, dan ekuitas entitas pada tanggal tertentu yang disajikan dalam laporan
keputusan.
konsep dasar akuntansi yang benar dalam menerapkan konsep kesatuan usaha dan
usahanya, tidak memisahkan keuangan transaksi usaha dan non usaha, serta belum
usahanya.
ini dilakukan pada usaha pengolahan gula aren tepatnya di Desa Rambah Tengah
Barat. Desa Rambah Tengah Barat menjadi salah satu pusat industri pengolahan
gula aren di Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Hal ini didukung
satunya organisasi di desa ini. HPR merupakan organisasi yang diketuai oleh
Rifardi Nasution yang bertujuan menjadi perkumpulan pengusaha gula aren agar
pengolahan gula aren yang ada di Desa Rambah Tengah Barat. Survei awal
dilakukan terhadap tiga pengelola usaha yaitu Abdul Akhir, Amner, dan
Sahruddin.
Pada usaha pengolahan gula aren Bapak Abdul Akhir yang beralamatkan di
Jl. Kaiti II Desa Rambah Tengah Barat, dalam menjalankan usahanya pemilik
melakukan pemisahan pencatatan kas masuk dan kas keluar dalam satu buku
5
catatan harian (Lampiran 3), kas masuk terdiri dari jumlah pesanan gula aren
dengan satuan kg serta harga totalnya. Pengeluaran kas yang dicatat antara lain
adalah untuk usaha yaitu kayu bakar, plastik, minyak tanah, serta belanja rumah
tangga yaitu tagihan listrik, pulsa, bayar tagihan arisan, dan upah sawit. Untuk
Pada usaha pengolahan gula aren Bapak Sahruddin yang beralamatkan di Jl.
Kaiti III Desa Rambah Tengah Barat, dalam menjalankan usahanya pemilik
melakukan pemisahan pencatatan kas masuk dan kas keluar dalam satu buku
catatan harian (Lampiran 9), kas masuk terdiri dari jumlah pesanan gula aren
dengan satuan kg serta harga totalnya. Pengeluaran kas yang dicatat antara lain
adalah untuk usaha yaitu kayu bakar, minyak tanah, daun pisang, saringan, teka
(alat pencetak gula aren), serta belanja rumah tangga yaitu listrik, pulsa, rokok.
Pada usaha pengolahan gula aren Bapak Amner yang beralamatkan di Jl.
Suri Anjung Jati Desa Rambah Tengah Barat, dalam menjalankan usahanya
pemilik melakukan pencatatan kas masuk dan kas keluar dalam satu buku catatan
harian (Lampiran 15), kas masuk terdiri dari jumlah pesanan gula aren dengan
satuan kg serta harga totalnya. Pengeluaran kas yang dicatat antara lain adalah
untuk usaha yaitu box kemasan, plastik, ember, daun pisang, serta belanja rumah
tangga yaitu token listrik, pulsa, dan arisan. Untuk mengetahui keuntungan yang
6
pencatatan maka setiap pemilik usaha dapat mengetahui dengan jelas berapa
jumlah atau banyaknya barang produksi yang dibutuhkan dan berapa besar
keuntungan atau kerugian yang dialami oleh usahanya. Berdasarkan uraian latar
lanjut dengan topik berjudul “Analisis Akuntansi pada Usaha Pengolahan Gula
Hulu”.
“Apakah penerapan akuntansi pada Usaha pengolahan gula aren di Desa Rambah
Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu telah sesuai dengan
Adapun manfaat penelitian yang bisa diperoleh dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
7
gula aren atau UMKM sejenis pada umumnya dalam uapya mengetahui
dibidang penelitian dan aplikasi ilmu akuntansi yang telah diperoleh selama
Sistem penulisan dalam penelitian ini terbagi menjadi beberapa bagian yang
BAB I : PENDAHULUAN
diajukan.
Pada bab ini terdiri atas kesimpulan yang didapatkan dari hasil
gula aren.
BAB II
untuk memungkinkan penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka
sistematis dan kronologis, yang diukur dalam satuan mata uang tertentu.
9
10
pertukaran dan kesempatan yang pada umumnya yang bersifat moneter dan dalam
menguraikan hasil.
Menurut Hantono dan Rahmi (2018:2) akuntansi bermakna seni yang meliputi
dan pelaporan dengan cara yang optimal dalam suatu divisi moneter atas transaksi
Dari penjelasan ahli tersebut, maka disimpulkan akuntansi adalah ilmu dan
peristiwa, dan dapat melakukan pemikiran keuangan dengan cara yang dapat
dengan cepat memberikan instruksi yang dinyatakan dalam mata uang, dan dapat
Konsep dasar akuntansi adalah “suatu konsep yang berlaku secara umum
kesatuan usaha ini, perusahaan merupakan suatu kesatuan ekonomi yang terpisah
atau perusahaan. Dengan konsep dasar tersebut pengolahan data keuangan bisa
dijamin berjalan dengan baik. Konsep dasar akuntansi adalah berbagai konsep
yang telah dijadikan rujukan dan dijadikan sebagai standar dalam menyampaikan
laporan keuangan yang rapi dan mudah dipahami.” Konsep dasar akuntansi
Konsep akuntansi yang paling penting adalah konsep entitas, konsep entitas
bertujuan agar transaksi perusahaan tidak boleh digabung dengan transaksi pribadi
perusahaan dipandang sebagai sebuah unit usaha yang berdiri sendiri terpisah dari
pemiliknya dan dari kesatuan usaha lainnya dimana akuntansi itu berada. Artinya
akuntansi hanya akan melaporkan aktivitas ekonomis yang dialami perusahaan itu
SAK EMKM (2018:6) menjelaskan entitas usaha adalah konsep bisnis, baik
yang merupakan usaha perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum,
maupun badan usaha yang berbadan hukum, harus dapat dipisahkan secara jelas
yang berkaitan dengan bisnis tersebut harus dapat dipisahkan dari transaksi
pengeluaran akan dicatat atau diakui apabila kas sudah diterima atau dikeluarkan.
2) Dasar akrual, dimana penerimaan dan pengeluaran dicatat atau diakui pada saat
terjadinya transaksi tanpa melihat apakah kas telah diterima atau dikeluarkan.
transaksi dan penentuan nilai untuk setiap pos tersebut. Proses penentuan pos-pos
ini dikenal dengan istilah pengakuan sedangkan proses penentuan nilainya dikenal
akan terus melakukan usahanya untuk masa yang tak dapat diramalkan dimasa
yang akan datang. Untuk itu diperlukan laporan keuangan secara periodik untuk
material skala usahanya. Jika maksud atau keinginan tersebut timbul, laporan
keuangan mungkin harus disusun dengan dasar yang berbeda dan dasar yang
usaha.
harus disusun dan disajikan secara periodik. Asumsi ini diterapkan karena
perusahaan dianggap beroperasi secara terus menerus dalam jangka waktu yang
tidak terbatas. Kalau ada pihak pihak yang membutuhkan informasi mengenai
posisi keuangan dan kinerja perusahaan, sebetulnya cara yang paling akurat
waktu tertentu. Teknik atau cara ini tentu saja sangat tidak mungkin unutuk
14
dilaksanakan, karena pihak pihak yang membutuhkan informasi tadi harus segera
dipenuhi untuk membuat keputus harus dapat dipisahkan ke dalam periode waktu
misalnya tahunan, semesteran atau bulanan. Oleh karena itu akuntansi atau posisi
misalnya per tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan atau satu tahun. diadakannya
pelaporan secara berkala ini adalah untuk menentukan strategi dan kebijakan
menandingkan beban dan pendapatan. Beban diakui pada saat dibayarkan atau
ketika pekerjaan dilakukan atau pada saat produk diproduksi, tetapi ketika pekerja
Menurut Bahri (2018:18) siklus akuntasi adalah tahapan kegiatan mulai dari
sebuah analisis terhadap transaksi bisnis, mencatat dalam buku jurnal, dan diakhiri
Tahapan siklus akuntansi menurut Kieso dkk (2011:99) memiliki alur yang
Gambar 2.1.
Siklus Akuntansi
Identifikasi transaksi
Posting transaksi
Jurnal penutup
1) Identifikasi Transaksi
Transaksi atau merubah posisi keuangan atau dapat disebut bukti adalah
setiap kejadian yang merubah posisi keuangan atau hasil usaha entity yang
adanya dokumen. Suatu transaksi baru dikatakan sah atau benar bila
didukung oleh bukti-bukti yang sah. Bukti transaksi dapat berupa dokumen
intern yang dibuat sendiri oleh perusahaan atau bisa pula berupa dokumen
ekstren yang dibuat oleh pihak luar. Menurut Kieso dkk pembuatan atau
penerimaan bukti asli terdiri dari bukti kas keluar (cash voucher), bukti kas
masuk (official receipt), memo (voucher), sementara itu bukti ekstern terdiri
dari faktur (invoice), nota debit (debit note), nota kredit (crediti note).
berdasarkan urut waktu terjadi. Jurnal ini terdiri dari jurnal umum dan jurnal
khusus. Jurnal umum dibuat atas transaksi yang tidak dicatat dalam junal
khusus. Contohnya transaksi yang akan dicatat dalam jurnal umum adalah
4) Posting transaksi
Memposting (pemindahan buku) setiap saldo akun yang terdapat pada jurnal
ke dalam buku besar untuk masing – masing akun. Buku besar untuk masing
perubahan (mutasi debet dan mutasi kredit) yang ditimbulkan dari seluruh
transaksi yang terjadi selama periode akuntansi. Bentuk buku besar yang
1) Bentuk skontro, biasa disebut juga bentuk dua kolom atau bentuk T,
yang artinya sebelah menyebelah, sisi kiri disebut debet dan sisi kanan
disebut kredit.
1) Mencatat secara terperinci setiap jenis harta, hutang, dan modal beserta
masing-masing.
laporan keuangan.
Dari pengertian buku besar di atas, maka dapat diketahui bahwa buku
Neraca saldo adalah suatu daftar yang berisi seluruh jenis nama akun
beserta saldo total dari setiap akun yang disusun secara sistematis sesuai
dengan kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode
tidak adanya kesalahan di dalam memposting jurnal debet/ kredit dari jurnal
semua saldo perkiraan, sebagai alat untuk menguji apakah total debet sama
Banyak saldo akun dalam buku besar yang dapat segera dilaporkan
sesuai dengan konsep akrual dan konsep penandingan yang berlaku dalam
a) Beban yang harus dibayar atau beban akrual atau hutang akrual
piutang akrual
data-data transaksi tertentu pada akhir periode sehingga jumlah rupiah yang
terdapat dalam tiap rekening menjadi sesuai dengan kenyataan pada akhir
dalam sebuah entitas. Tujuan umum dari laporan keuangan ini untuk
(cash flow) dari entitas yang sangat berguna untuk membuat keputusan
ekonomis bagi para penggunanya. Untuk dapat mencapai tujuan ini, laporan
21
dari aset, kewajiban, networth, beban, dan pendapatan (termasuk gain dan
loss), perubahan ekuitas dan arus kas. Informasi tersebut diikuti dengan
berfokus pada satu atau lebih elemen kondisi keuangan atau hasil operasi
laporan arus kas, dimana neraca menunjukkan jumlah aset, kewajiban dan
ekuitas perusahaan.
jumlah dan jenis aktivitas (harta) dan passiva (kewajiban dan ekuitas)
suatu perusahaan.
perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dalam laporan laba rugi ini
Merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki
pada saat ini. Kemudian, laporan ini juga menjelaskan perubahan modal
Merupakan laporan yang menunjukkan arus kas masuk dan arus kas
dari pihak lain, sedangkan arus kas keluar merupakan biaya-biaya yang
telah dikeluarkan oleh perusahaan. Baik arus kas masuk maupun arus
9) Jurnal penutup
perlu mempersiapkan ayat jurnal penutup. Hal ini dilakukan dengan cara
semua perkiraan, tetapi yang dimaksudkan hanya biaya saldo akhirnya saja.
sehingga dapat dipelajari hubungan antara pos yang satu dan yang
neraca saldo merupakan ringkasan dari akun transaksi beserta saldonya yang
24
Setelah ayat jurnal penutup dibuat dan diposting ke masing – masing buku
besar akun terkait, adalah menyiapkan neraca saldo setelah penutupan (post-
adalah sifatnya pilihan (optional). Ayat jurnal pembalik ini biasanya dibuat
pada setiap awal periode akuntansi dengan cara membalik ayat jurnal
Menurut Rudjito (2012:82) “usaha kecil dan menengah adalah usaha yang
memiliki peran yang penting dalam perekonomian Indonesia, baik ditinjau dari
segi jumlah usaha maupuan dari segi penciptaan lapangan kerja. Dalam kaitannya
industri manufaktur, sumber daya manusia, dan bisnis kelautan. 2) Usaha kecil
Indonesia agar memperoleh jaminan kepastian dan keadilan usaha dan untuk
keuangan, aturannya telah jelas diatur dalam pasal 16 sampai 19 UU No. 20 tahun
Dalam penelitian ini, usaha pengolahan gula aren di Desa Rambah Tengah
Barat termasuk dalam kategori usaha mikro. Hal ini disesuaikan dengan
usaha mikro, kecil, dan menengah yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri
produktif yang independen atau berdiri sendiri baik yang dimiliki perorangan atau
kelompok dan bukan sebagai badan usaha cabang dari perusahaan utama.
Dikuasai dan dimiliki serta menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung
dari usaha menengah yaitu industri manufaktur, agribisnis, bisnis kelautan dan
sumberdaya manusia.”
gula aren termasuk dalam usaha mikro yaitu usaha ekonomi produktif yang
berdiri sendiri, karena dilakukan oleh orang atau perorangan dengan pendapatan
kelebihan jika UMKM berencana untuk menyusun laporan keuangan yang baik.
Sebuah usaha dapat mengetahui dengan pasti terkait kondisi keuangannya melalui
adanya laporan keuangan. Secara pajak ada banyak keuntungan yang dimiliki
laporan keuangan yang optimal. Pertama, pajak bisa dipotong dari keuntungan
usaha yang merupakan selisih penghasilan dengan beban titik jika tanpa
pembukuan, maka pajak dipotong kan langsung dari penghasilan tanpa beban.
27
tidak perlu lagi membayar pajak. Ada banyak lembaga pemerintah, perbankan dan
mengerti mengenai isi dari standar akuntansi tersebut. Terdapat tiga indikator
utama dalam SAK EMKM yakni pengukuran SAK EMKM, asumsi dasar SAK
EMKM dan penyajian laporan keuangan SAK EMKM. Sosialisasi dan tingkat
implementasi oleh UMKM oleh karena itu, kegiatan kegiatan sosialisasi dan
UMKM yang mampu menyusun laporan keuangannya sesuai dengan SAK yang
berlaku.
Kecil, dan Menengah dapat digunakan sebagai acuan dalam mendefinisikan dan
memberikan rentang kuantitatif EMKM. SAK ini ditujukan untuk digunakan oleh
entitas yang tidak atau belum mampu memenuhi persyaratan akuntansi yang
SAK EMKM berlaku efektif per 1 Januari 2018, informasi ini terdiri dari
informasi mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas entitas pada tanggal tertentu yang
28
a. Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari
peristiwa masa lalu dan yang dari mana manfaat ekonomik di masa depan
b. Liabilitas adalah kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa masa
c. Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh
liabilitasnya.
terhadap SAK EMKM dalam catatan atas laporan keuangan. Entitas tidak dapat
kecuali laporan keuangan tersebut telah patuh terhadap seluruh persyaratan dalam
SAK EMKM (2018:8) dengan laporan keuangan minimum yang terdiri dari:
c. Catatan atas laporan keuangan, yang berisi tambahan dan rincian akun-akun
atas laporan keuangan. Selain itu, entitas menunjukkan informasi berikut dengan
29
jelas dan diulangi bilamana perlu untuk pemahaman informasi yang disajikan
1.2. Hipotesis
dilakukan oleh Usaha pengolahan gula aren di Desa Rambah Tengah Barat
Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu belum sesuai dengan konsep dasar
akuntansi”.
BAB III
METODE PENELITIAN
suatu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti objek secara alamiah
Objek penelitian adalah UMKM pengolahan gula aren yang terletak di Desa
1) Dasar pencatatan, terdiri dari dasar kas dan dasar akrual. Dasar kas adalah
penerimaan dan pengeluaran akan dicatat atau diakui apabila kas sudah
dicatat atau diakui pada saat terjadinya transaksi tanpa melihat apakah kas
dapat terus hidup, dalam arti usaha diharapkan tidak akan mengalami
30
31
likuidasi dimasa yang akan datang. Terdiri dari perhitungan laba dan rugi
terhadap aset tetap, dan tingkat kebutuhan pada sistem pembukuan untuk
menyatakan bahwa umur ekonomis dari sebuah bisnis dapat dibagi ke dalam
beban yang dimiliki. Barang dagang yang dijual dalam sebuah usaha,
penelitian ini ialah pemilik UMKM pengolahan gula aren di Desa Rambah
Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu dengan rincian pada
tabel berikut:
32
Tabel 3.1
Populasi UMKM Pengolahan Gula Aren di Desa Rambah Tengah Barat
Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu
melibatkan seluruh jumlah populasi yang ada untuk diteliti dan ditarik
kesimpulannya.
Adapun dalam penelitian ini terbagi dalam data primer dan data sekunder,
yaitu:
data yang diperoleh secara langsung dilapangan dari responden melalui hasil
penelitian ini data sekunder merupakan laporan data kas masuk dan kas
Tenik pengumpulan data yang dipakai penulis secara umum terdiri beberapa
1) Wawancara
orang untuk saling bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga
dapat dibangun makna dalam topik tertentu. Dalam penelitian ini penulis
2) Dokumentasi
menjadi bukti yang autentik agar hasil penelitian lebih ilmiah dan
konsep dasarnya masing-masing sesuai jenis data tersebut. Setelah itu data akan
Aren di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu
Gula Aren di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan
1. Abdul Akhir
pengolahan gula aren ini terletak di Jl. Kaiti II Desa Rambah Tengah Barat.
Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 30 tahun dan merupakan mata
2. Ansari
gula aren ini terletak di Jl. Kaiti II Desa Rambah Tengah Barat. Usaha milik
pribadi ini sudah berjalan selama 20 tahun dan merupakan mata pencaharian
3. Awirdan
pengolahan gula aren ini terletak di Jl. Kaiti II Desa Rambah Tengah Barat.
35
36
Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 8 tahun dan merupakan mata
4. Munir
pengolahan gula aren ini terletak di Jl. Kaiti II Desa Rambah Tengah Barat.
Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 12 tahun dan merupakan mata
5. Paet
gula aren ini terletak di Jl. Suri Anjung Jati Desa Rambah Tengah Barat.
Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 30 tahun dan merupakan mata
6. Rifai Nasution
gula aren ini terletak di Jl. Suri Anjung Jati Desa Rambah Tengah Barat.
Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 11 tahun dan merupakan mata
7. Sahruddin
pengolahan gula aren ini terletak di Jl. Kaiti III Desa Rambah Tengah Barat.
Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 10 tahun dan merupakan mata
8. Suardi
pengolahan gula aren ini terletak di Jl. Haiti Karya Desa Rambah Tengah
Barat. Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 6 tahun dan merupakan
keluarga.
9. Suhelman
pengolahan gula aren ini terletak di Jl. Kaiti III Desa Rambah Tengah Barat.
Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 6 tahun dan merupakan mata
10. Nasrin
gula aren ini terletak di Jl. Kaiti II Desa Rambah Tengah Barat. Usaha milik
pribadi ini sudah berjalan selama 6 tahun dan merupakan mata pencaharian
pengolahan gula aren ini terletak di Jl. Suri Anjung Jati Desa Rambah
Tengah Barat. Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 19 tahun dan
ekonomi keluarga.
38
12. Parmin
pengolahan gula aren ini terletak di Jl. Haiti Karya Desa Rambah Tengah
Barat. Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 3 tahun dan merupakan
keluarga.
13. Amner
pengolahan gula aren ini terletak di Jl. Suri Anjung Jati Desa Rambah
Tengah Barat. Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 3 tahun dan
ekonomi keluarga.
14. Jasril
gula aren ini terletak di Jl. Haiti Karya Desa Rambah Tengah Barat. Usaha
milik pribadi ini sudah berjalan selama 20 tahun dan merupakan mata
15. Tabrani
pengolahan gula aren ini terletak di Jl. Kaiti III Desa Rambah Tengah Barat.
Usaha milik pribadi ini sudah berjalan selama 22 tahun dan merupakan mata
Tabel 5.1
Distribusi Responden Dirinci Menurut Jenis Kelamin
No
Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)
.
1 Laki-laki 15 100%
2 Perempuan 0 0%
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
berjenis kelamin pria (100%). Hal ini disebabkan karena pemilik usaha
Tabel 5.2
Distribusi Responden Dirinci Menurut Tingkat Umur
No
Tingkat umur (tahun) Jumlah Persentase (%)
.
1 30 – 35 1 7%
2 36 – 40 3 20%
3 41 – 45 2 13%
4 46 – 50 1 7%
5 51 – 55 2 13%
6 ≥ 56 6 40%
40
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
dan daya tahan tubuh pada rentang usia responden dalam penelitian ini tidak
gula aren.
3. Pendidikan Responden
Tabel 5.3
Distribusi Responden Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan
No
Pendidikan Jumlah Persentase (%)
.
1 Tamat SD 9 60%
2 Tamat SLTP 5 33%
3 Tamat SLTA 1 7%
Jumlah 15 100
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
sisanya adalah tamat SLTP dengan jumlah 5 orang (33%), dan tamatan
Lama berdiri usaha seluruh pengusaha gula aren dalam penelitian ini
Tabel 5.4
Distribusi Responden Dirinci Menurut Lama Usaha
No
Lama usaha (tahun) Jumlah Persentase (%)
.
1 1–5 2 13%
2 6 – 10 5 33%
3 11 – 15 2 13%
4 16 – 20 3 20%
5 21 – 25 1 7%
6 ≥ 26 2 13%
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
Dari tabel 5.4 di atas, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar usaha
jumlah 5 orang (33%). Hal ini disebabkan karena Desa Rambah Tengah
Barat sudah lama menjadi desa penghasil gula aren, dan memiliki
di Kecamatan Rambah.
Lama berdiri usaha seluruh pengusaha gula aren dalam penelitian ini
Tabel 5.5
Distribusi Responden Dirinci Menurut Status Kepemilikan Usaha
No
Kepemilikan Usaha Jumlah Persentase (%)
.
1 Pribadi 15 100%
2 Sewa 0 0%
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
42
(100%) usaha pengolahan gula aren adalah kepemilikan pribadi, dan tidak
6. Status Usaha
Tabel 5.6
Distribusi Responden Dirinci Menurut Status Usaha
No
Status Usaha Jumlah Persentase (%)
.
1 Utama 14 93%
2 Sampingan 1 7%
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
dengan jumlah 14 orang (93%) menjadikan usaha pengolahan gula aren ini
pengolahan gula aren ini sebagai usaha untuk menambah ekonomi keluarga,
Tabel 5.7
Distribusi Responden Dirinci Menurut Besar Modal yang Dikeluarkan
No Persentase
Modal usaha (Rp) Jumlah
. (%)
1 Rp.100.000 – Rp.1.000.000 5 33%
43
memanfaatkan dan mengolah gula aren yang berasal dari pohon nira yang
Jumlah tenaga kerja yang dimiliki seluruh pengusaha gula aren dalam
Tabel 5.8
Distribusi Responden Dirinci Menurut Jumlah Tenaga Kerja
No
Nama pemilik Jumlah karyawan
.
1 Abdul Akhir 1
2 Ansari -
3 Awirdan 1
4 Munir 1
5 Paet -
6 Rifai Nasution 1
7 Sahruddin 1
8 Suardi -
9 Suhelman 1
10 Nasrin 1
11 Rifardi Nasution 3
12 Parmin -
13 Amner 1
14 Jasril 1
15 Tabrani -
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
44
gula aren hanya memiliki 1 tenaga kerja saja, dan mayoritas berasal dari
Tabel 5.9
Distribusi Responden Dirinci Menurut Pemegang Keuangan Usaha
No
Respon responden Jumlah Persentase (%)
.
1 Pemilik usaha 15 100%
2 Karyawan 0 0%
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
keuangan usaha.
Tabel 5.10
Distribusi Responden Dirinci Menurut Kebutuhan Sistem Pembukuan
No
Respon responden Jumlah Persentase (%)
.
1 Membutuhkan 15 100%
pembukuan
2 Tidak membutuhkan 0 0%
pembukuan
Jumlah 15 100%
45
arus kas masuk dan kas keluar serta menjadi pedoman dalam melakukan
pencatatan keuangan.
Tabel 5.11
Pencatatan Penerimaan Kas dan Pengeluaran Kas
No
Pencatatan Penerimaan Kas Jumlah Persentase (%)
.
1 Melakukan pencatatan kas masuk 15 100%
dan kas keluar
2 Tidak melakukan pencatatan kas 0 0%
masuk dan kas keluar
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
masuk dan kas keluar yang diperoleh dari setiap transaksi penjualan, yang
terdiri dari tanggal, nama pemesan gula aren, jumlah berat, penerimaan uang
untuk menghitung laba rugi dari hasil penjualan. Seperti pengeluaran yang
dikeluarkan untuk biaya produksi mulai dari kayu bakar, plastik pelindung,
46
kemasan, minyak tanah, dan lainnya. Akan tetapi 15 orang pemilik usaha
juga mencatat biaya pengeluaran rumah tangga seperti biaya listrik, pulsa,
dan lainnya.
aren dalam penelitian ini hasilnya dijabarkan pada tabel 5.12 berikut.
Tabel 5.12
Penjualan Kredit dan pencatatan Piutang
No
Keterangan Jumlah Persentase (%)
.
1 Melakukan penjualan kredit dan 1 7%
pencatatan piutang
2 Tidak melakukan penjualan kredit 14 93%
dan pencatatan piutang
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
47
masih sangat sederhana, yaitu dicatat dalam kas masuk dan hanya ditandai
Akhir hanya mencatat besar total piutang dari jumlah total gula aren yang
dipesan. Tidak ada mencatat penerimaan uang muka dalam catatan harian,
aren dalam penelitian ini hasilnya dijabarkan pada tabel 5.13 berikut.
Tabel 5.13
Pembelian Kredit dan Pencatatan Hutang
No
Keterangan Jumlah Persentase (%)
.
1 Melakukan pembelian kredit dan 0 0%
pencatatan hutang
2 Tidak melakukan pembelian kredit 15 100%
dan pencatatan hutang
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
dengan jumlah 15 orang (100%) tidak melakukan pencatatan hutang. Hal ini
hutang. Dalam mengolah gula aren, produksi nira cair berasal dari pohon
aren milik sendiri, untuk pembelian kayu bakar lebih sering mencari sendiri
48
di hutan atau membeli dari masyarakat sekitar dengan harga yang relatif
murah, sementara untuk cetakan gula aren (teka) dibuat sendiri dari bahan
Tabel 5.14
Pencatatan Persediaan
No
Keterangan Jumlah Persentase (%)
.
1 Melakukan pencatatan persediaan 0 0%
2 Tidak melakukan pencatatan 15 100%
persediaan
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
jumlah tumpukan kayu bakar yang tersisa, sehingga menganggap tidak perlu
Tabel 5.15
49
No
Keterangan Jumlah Persentase (%)
.
1 Melakukan pencatatan aset tetap 0 0%
2 Tidak melakukan pencatatan aset 15 100%
tetap
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
dengan jumlah 15 orang (100%) tidak melakukan pencatatan aset tetap. Dari
adalah pohon aren milik pribadi. Adapun jenis pohon aren yang mayoritas
pengusaha ini miliki jenis ‘Hotang’ dengan usia produktif 8 tahun dan juga
jenis ‘Gajah’ dengan usia produktif 16 tahun. Air nira seharusnya juga
dicatat sebagai aset tetap karena nira yang dibiarkan lama rasanya akan
berubah menjadi asam dan tidak layak untuk diolah menjadi gula aren.
Tabel 5.16
Perhitungan Laba Rugi
No
Uraian Jumlah Persentase (%)
.
1 Melakukan perhitungan laba rugi 15 100%
2 Tidak melakukan perhitungan laba - -
rugi
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
orang (100%) telah melakukan perhitungan laba rugi atas usaha yang
usaha gula aren ini hanya menghitung seluruh penjualan dikurang dengan
Tabel 5.17
Periode Perhitungan Laba Rugi
No
Uraian Jumlah Persentase (%)
.
1 Perminggu 1 7%
2 Perbulan 14 93%
3 Pertriwulan - -
4 Tidak ada perhitungan laba rugi - -
Jumlah 15 100
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
itu juga terdapat 1 orang (7%) yang melakukan perhitungan setiap satu
pada usahanya. Perhitungan laba rugi yang dilakukan belum sesuai dengan
51
sumber pendapatan dari penjualan seperti gula aren, nira aren, kolang-
kaling, gula aren semut, dan bubuk gula aren. Nira cair juga dijual dengan
Tabel 5.18
Harga Pokok Penjualan
No
Uraian Jumlah Persentase (%)
.
1 Menghitung harga pokok penjualan - -
kedalam perhitungan laba rugi
2 Tidak menghitung harga pokok 15 100%
penjualan kedalam perhitungan laba
rugi
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
satu fungsi penting dari perhitungan harga pokok penjualan sangat krusial.
52
penjualan maka perhitungan laba rugi yang diperoleh akan semakin rinci
dan akurat. Dampak dari pelaku usaha yang tidak melakukan perhitungan
yang diperoleh.
Tabel 5.19
Biaya Yang Dikeluarkan
Jawaban
No Jumlah
Uraian biaya Tida
. Ya % % (%)
k
1 Biaya bahan 15 100 - - 100%
%
2 Biaya gaji karyawan 1 7% 14 93% 100%
3 Biaya listrik 15 100 - - 100%
%
4 Biaya alat-alat 15 100 - - 100%
%
5 Biaya rumah tangga 15 100 - - 100%
%
6 Biaya penyusutan - - 15 100 100%
%
7 Biaya lain-lain 10 67% 5 33% 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
(100%) melakukan perhitungan biaya bahan yang terdiri dari daun pisang,
kayu bakar, plastik kiloan, minyak tanah, dan kemasan. Air nira tidak
dihitung sebagai biaya bahan, karena nira tersebut dihasilkan dari pohon
karyawan karena dibantu oleh keluarganya sendiri seperti istri, anak dan
karena gaji karyawan memang tidak menjadi beban usaha oleh mayoritas
listrik dipakai bersama dengan keperluan rumah, dan usaha pengolahan gula
54
tanah jika proses memasak gula aren hingga larut malam. Tempat usaha ini
milik sendiri karena berada dalam prosesnya menggunakan kayu bakar dan
dekat dapur rumah. Hal ini tentu dapat menimbulkan keraguan atas
kewajaran informasi laba rugi karena biaya listrik yang seharusnya menjadi
aren yang terbuat dari bambu atau kayu). Biaya rumah tangga yang meliputi
pulsa, upah sawit, arisan, rokok, cicilan sepeda motor, dan lain-lain. Cicilan
sepeda motor tidak dianggap sebagai aset tetap, hal ini disebabkan dalam
itu sendiri yang menjemput ke rumah pemilik usaha. Hal ini tentu dapat
gula aren ini adalah biaya mendadak yaitu pembelian kayu bakar.
oleh pelanggan dalam jumlah yang banyak, pengusaha gula aren tidak
sempat pergi ke hutan mencari kayu bakar sendiri dan stok yang tersisa
Tabel 5.20
Fungsi Perhitungan Laba Rugi
No
Uraian Jumlah Persentase (%)
.
1 Menghitung laba rugi sebagai dasar 15 100%
pengukuran keberhasilan usaha
2 Tidak menghitung laba rugi sebagai - -
dasar pengukuran keberhasilan usaha
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
4.3. Pembahasan
menerapkan konsep kesatuan usaha sesuai konsep dasar akuntansi. Hal ini
ini disebabkan karena tidak ada satupun pemilik usaha yang melakukan
hal ini dapat diketahui waktu dari penyusutan setiap aset yang dimiliki
sehingga dapat dipisahkan keuangannya untuk membeli aset baru jika umur
menerapkan konsep periode waktu sesuai konsep dasar akuntansi. Hal ini
terbukti dari hasil penelitian diketahui para pemilik usaha sudah melakukan
jumlah beban beban dalam suatu periode waktu tertentu. Belum semua
PENUTUP
6.1. Kesimpulan
1. Konsep dasar pencatatan, yang dipakai pemilik usaha gula aren adalah cash
basic, yang mengakui atau mencatat transaksi pada saat kas sudah diterima
atau dibayarkan.
rumah tangga.
karena seluruh pemilik usaha melakukan perhitungan laba rugi setiap satu
bulan sekali.
58
59
6.2. Saran
sehingga setiap transaksi pesanan gula aren diakui pada saat kejadiaan tidak
tangga.
aset yang dimiliki, khususnya nira karena memiliki batas usia penyimpanan
selain itu juga nira dapat dijual mengikuti harga pasar yaitu antara
setiap satu bulan sekali, namun dengan pencatatan yang lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah.