0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan13 halaman

Pembelajaran Cerita Fantasi SMP

Diunggah oleh

Hespi Ciipoetz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan13 halaman

Pembelajaran Cerita Fantasi SMP

Diunggah oleh

Hespi Ciipoetz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

CERITA FANTASI

A. Informasi Umum

Nama Penyusun : Hespiyani, [Link].


Nama Sekolah : SMP Negeri 3 Dusun Utara
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SMP
Alokasi Waktu : 6 JP (2 kali pertemuan)
Pertemuan Ke- : 3 dan 4
Fase :D
Elemen : Membaca dan Memirsa
Capaian Pembelajaran : Peserta didik memahami informasi berupa
gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari
berbagai jenis teks misalnya teks deskripsi, narasi, puisi,
eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual
untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.
Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk
mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau
pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual.
Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk
menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan
informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi
dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan
dipirsa.

B. Tujuan Pembelajaran
7.2.3 Peserta didik memahami makna (amanat) tersurat atau tersirat
dalam teks cerita fantasi dari teks visual dan audiovisual atau teks
yang dibaca dan dipirsa.

Kata kunci yang akan dipelajari dan pertanyaan inti


(essential question) Kata/Frasa Kunci:
Teks cerita fantasi, makna (amanat), tersurat, tersirat

Pertanyaan Pemantik:
a. Bagaimana cara menentukan amanat cerita fantasi?
b. Apa saja isi (permasalahan) dalam teks cerita fantasi?

C. Profil Pelajar Pancasila


1. Kreatif, yang ditunjukkan melalui menangkap maksud dan makna dari
teks yang dibaca, menerapkan informasi positif yang dibaca dalam
kehidupan sehari-hari,
2. Jujur, yang ditunjukkan melalui menyebutkan sumber teks apabila
mengutip sebuah informasi.
3. Mandiri, yang ditunjukkan melalui selfregulator untuk aktif membaca.
4. Kritis, yang ditunjukkan melalui membandingkan teks satu dengan
teks lainnya, menguji setiap informasi yang dibaca.

D. Sarana dan Prasarana


Ponsel, jaringan internet, laptop, proyektor untuk menayangkan video
materi, alat tulis, buku bacaan
E. Target Peserta Didik
Peserta didik regular

F. Jumlah Peserta Didik


32 Orang

G. Metode
Pembelajaran
 Tatap muka
 PJJ daring
 PJJ luring
 Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning)

H. Materi Ajar, Alat, dan Bahan


1. Materi teks puisi rakyat diperoleh dari buku panduan siswa yang
diterbitkan oleh
Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik
Indonesia.
2. Alat dan
Bahan a.
Kertas
b. Pena/pensil/spidol
c. Sumber literasi (buku, majalah, koran, sumber internet)

I. Kegiatan Pembelajaran
Individu Berpasangan
Berkelompok (> 2
orang)

Catatan:
Grup fleksibel (flexible grouping)

Metode:
 Diskusi
 Presentasi
❏ Demonstrasi
❏ Proyek
❏ Eksperimen
❏ Eksplorasi
❏ Permainan
❏ Ceramah
❏ Kunjungan lapangan
❏ Simulasi
 Kaji Pustaka

J. Asesmen
1. Asesmen diagnosis
Penilaian diberikan di awal kegiatan pembelajaran, dilihat dari kesiapan
peserta didik di awal pembelajaran, peserta didik dapat menjawab atau
mengungkapkan pendapat tentang kompetensi awal yang diberikan guru.

2. Asesmen formatif
Penilaian saat pembelajaran
berlangsung
No Aspek yang dinilai Ya Tidak
.
1. Mengungkapkan pendapat
2. Mengungkapkan pertanyaan
3. Menjawab pertanyaan dengan benar
4. Menghargai pendapat/jawaban teman

3. Asesmen sumatif
Soal diberikan akhir pelajaran
Kemungkin Kategori Rencan
Soa an a
Penilaia
l
Jawaba n TindakLanj
1. Jelaskan amanat Teks cerita fantasi Paham Pembelajaran
(pesan) tersebut Utuh dapat
yang terdapat memberikan dilakukan
dalam teks yang pelajaran hidup pada
telah Anda baca! tentang …. materi
berikutnya
Paha Memberikan
m pelajaran
sebagia remidial
Tidak Menjawab Tidak
paham
2. Jelaskan isi Teks cerita Paham Pembelajaran
(permasalahan) fantasi Utuh dapat
yang muncul tersebut dilakukan
dalam teks berisi pada
tersebut! permasalah materi
an tentang berikutnya
…. Paha Memberikan
m pelajara
sebagia n
Tidak Menjawab Tidak remidial
paham

K. Persiapan
Pembelajaran
PERTEMUAN I
Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
• Guru membuka pembelajaran, peserta didik bersama guru melakukan doa
bersama.
• Guru mengecek kehadiran peserta didik.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
• Peserta didik bertanya jawab dengan guru mengenai materi yang akan
dipelajari.
• Dengan merujuk dimensi profil pelajar pancasila, guru menyampaikan
butir karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan
materi.

Kegiatan Inti (60 menit)


• Guru dan peserta didik bertanya jawab tentang makna (amanat) dan isi
(permasalahan)
yang terkandung dalam cerita
fantasi.
• Peserta didik menyaksikan video “Timun Mas” yang diputarkan guru
(sumber:
[Link] ).
• Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang isi cerita fantasi yang telah
ditonton.
• Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang pesan (amanat) yang
terkandung dalam video yang telah ditonton.
• Guru memberikan penguatan materi mengenai makna dan isi teks
cerita fantasi berdasarkan materi yang berasal dari buku siswa serta
sumber lainnya.

Kegiatan Penutup (10 menit)


• Peserta didik bersama guru merefleksikan hasil pembelajaran.
• Peserta didik bersama-sama dengan guru menyimpulkan materi yang telah
dibahas.
• Guru menugasi peserta didik menyampaikan materi yang akan
dipelajari pada pertemuan berikutnya.

PERTEMUAN II
Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
• Guru membuka pembelajaran, peserta didik bersama guru melakukan doa
bersama.
• Guru mengecek kehadiran peserta didik.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
• Peserta didik bertanya jawab dengan guru mengenai keterkaitan materi
yang akan dipelajari dengan pengalaman peserta didik saat mempelajari
materi sebelumnya.
• Dengan merujuk dimensi profil pelajar pancasila, guru menyampaikan
butir karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan
materi.

Kegiatan Inti (100 menit)


• Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membaca
komik (cerita
fantasi) dengan judul “Kue-Kue Mao” (halaman 54) dan “Keberanian Emas”
(halaman
59) atau dua cerita fantasi pilihan peserta didik berdasarkan waktu
yang telah ditentukan (literasi).
• Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri
atas 4 – 5 peserta didik.
• Peserta didik berdiskusi menjawab pertanyaan yang diberikan dalam
LKPD mengenai isi dan pesan teks cerita fantasi yang telah dibaca.
• Peserta didk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
• Peserta didik secara acak menyampaikan materi yang dipahami.
• Guru memberikan penguatan materi tentang isi teks puisi rakyat dan
materi yang berasal dari buku siswa serta sumber lainnya.

Kegiatan Penutup (10 menit)


• Peserta didik bersama guru merefleksikan hasil pembelajaran.
• Peserta didik bersama-sama dengan guru menyimpulkan materi yang telah
dibahas.
• Guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan dibahas untuk
pertemuan selanjutnya.

L. Refleksi Guru
1. Apa kesulitan peserta didik dalam menjelaskan isi/makna/pesan teks cerita
fantasi? Apa yang dilakukan oleh guru saat peserta didik mengalami
kesulitan tersebut?
2. Apa kesulitan peserta didik saat mengamati teks cerita fantasi yang
terdapat dalam buku bacaan? Apa yang dilakukan oleh guru saat peserta
didik mengalami kesulitan?
3. Apakah ada peserta didik yang tidak fokus saat mengikuti pembelajaran?
Apa yang
menyebabkan peserta didik tidak fokus saat mengikuti pembelajaran?
4. Apakah pembelajaran berlangsung sesuai dengan rencana pembelajaran
guru?
M. Refleksi Peserta Didik
No Refleksi Perl
Sudah u
Diri bisa
1. Saya dapat menyimpulkan isi/permasalahan belajar
dalam teks
2. cerita fantasi.
Saya dapat menyimpulkan makna/pesan dalam
teks
cerita fantasi.
Proses pembelajaran:
1. Kegiatan yang paling sulit saya ikuti dalam pembelajaran ini

2. Usaha yang saya lakukan untuk memperbaiki proses belajar:

3. Pandangan saya terhadap usaha belajar yang sudah saya lakukan (ceklis
salah satu)
 sangat tidak puas
 tidak puas
 biasa saja
 puas
 sangat puas

N. Daftar Pustaka
Dewayani, Sofie. dkk. 2021. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas
VII. Jakarta: Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia.

Subarna, Rakhma. 2021. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas
VII. Jakarta: Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia.

Subarna, Rakhma. 2021. Buku Panduan Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas
VII. Jakarta: Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
RepublikIndonesia.
O. Lembar Kerja Peserta Didik

Nama Peserta Didik


: ...................................... Nomor Daftar
Hadir : .....................................
Kelas/Semester : ....................
..................
Materi : Menjelaskan Isi dan Amanat
Cerita Fantasi

Petunjuk
Pengerjaan
1. Bacalah dengan saksama komik (cerita fantasi) dengan judul “Kue-Kue
Mao” (halaman
54) dan “Keberanian Emas” (halaman 59).
2. Diskusikan dalam kelompok Anda jawaban pertanyaan berikut berdasarkan
puisi rakyat yang dibagikan!

Kegiat
an
Isilah tabel berikut berdasarkan hasil diskusi
kelompok Anda!
No. Unsu Kue-Kue Mao Keberanian Emas
1. Tokoh r
Protagonis
2. Tokoh antagonis

3. Permasalahan
yang dihadapi
tokoh (isi
cerita)

4. Pesan (amanat)
yang
dapat
diambil

5. Tanggapan
Anda
tentang kedua
cerita
tersebut
dalam
kaitannya
dengan
kehidupan
P. Bahan Bacaan Peserta Didik
Subarna, Rakhma. 2021. Buku Panduan Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas
VII. Jakarta: Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia.

Q. Bahan Bacaan Guru


1. Dewayani, Sofie. dkk. 2021. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas
VII. Jakarta: Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia.
2. Subarna, Rakhma. 2021. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas
VII. Jakarta:
Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia.

R. Pembelajaran Remedial
Berdasarkan hasil analisis ulangan harian, peserta didik yang belum mencapai
ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran remedial dalam bentuk
sebagai berikut.
1. Bimbingan perorangan jika peserta didik yang belum
tuntas ≤ 20%;
2. Belajar kelompok jika peserta didik yang belum tuntas antara 20%
dan 50%, dan
3. Pembelajaran ulang jika peserta didik yang belum
tuntas ≥ 50%.

S. Pembelajaran Pengayaan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai
ketuntasan belajar diberi kegiatan pengayaan dalam bentuk penugasan untuk
mencari cerita rakyat (cerita fantasi setempat) untuk dianalisis isi dan pesan
ceritanya.
LAMPIRA
N
Bacaan Guru dan Peserta Didik

A. Menentukan Isi/Permasalahan Cerita Fantasi


Cerita fantasi adalah cerita hasil khayalan atau fantasi pengarang yang
tidak terjadi di dunia nyata. Pada cerita fantasi, terdapat unsur hal yang
mustahil dan tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata.
Wellek dan Warren (1995: 285), menyatakan bahwa konflik
(permasalahan) adalah
sesuatu yang dramatik, mengacu pada pertarungan antara dua kekuatan
yang seimbang, menyiratkan adanya aksi dan balasan aksi. Konflik akan
terjadi apabila tidak adanya kesepakatan atau pengaturan secara teratur
antara sebuah keinginan satu dan keinginan yang lain. Konflik juga dapat
terjadi jika tidak adanya kesepakatan antara ego satu dan ego yang lain.
Sayuti (2000: 42-43) membagi konflik menjadi tiga jenis, yaitu sebagai
berikut;
1. Konflik dalam diri seorang
(tokoh)
Konflik ini sering disebut juga dengan psychological conflict atau konflik
kejiwaan. Konflik jenis ini biasanya terjadi berupa perjuangan seorang
tokoh dalam melawan dirinya sendiri, sehingga dapat mengatasi dan
menentukan apa yang akan dilakukannya.
2. Konflik antara orang-orang atau seseorang dan
masyarakat
Konflik jenis ini sering disebut dengan istilah social conflict atau konflik
sosial. Konflik seperti ini biasanya terjadi antara tokoh dengan
lingkungan sekitarnya. Konflik ini timbul dari sikap individu terhadap
lingkungan sosial mengenai berbagai masalah yang terjadi pada
masyarakat.
3. Konflik antara manusia dan
alam
Konflik seperti ini sering disebut sebagai physical or element conflict
atau konflik alamiah. Konflik jenis ini biasanya terjadi ketika tokoh tidak
dapat menguasai dan atau memanfaatkan serta membudayakan alam
sekitar sebagaimana mestinya. Apabila hubungan manusia dengan
alamnya tidak serasi maka akan terjadi disharmoni yang dapat
menyebabkan terjadinya konflik itu.

Ketiga jenis konflik di atas dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok


jenis konflik yaitu konflik ekternal dan konflik internal. Konflik eksternal
( external conflict) adalah konflik yang terjadi antara seorang tokoh dengan
sesuatu yang di luar dirinya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa konflik
eksternal mencakup dua kategori konflik yaitu konflik antar manusia sosial
(social conflict) dan konflik antar manusia dan alam (physical or element
conflict). Konflik internal (internal conflict) adalah konflik yang terjadi dalam
hati atau jiwa seorang tokoh cerita. Konflik seperti ini biasanya dialami
oleh manusia dengan dirinya sendiri. Jenis konflik yang masuk dalam konflik
internal yaitu konflik dalam diri seorang tokoh (psychological conflict).
Konflik seperti di atas dapat terjadi secara bersamaan karena erat
hubungannya dengan manusia yang disebut tokoh dalam karya sastra
(Nurgiyantoro, 2007: 124).

Conto
h
"Ini tidak adil! Ini tidak adil!" teriak saya pada Jumat dini hari itu. Saya
tersedu-sedu di pojok ditunggui istri yang ikut berlelehan air matanya tak
mengerti. Saya memukul-mukul dinding sambil terus nyerocos.

''Mengapa justru Bibit yang dipilih! Kenapa bukan saya bangkotannya.


Kenapa bukan kamu, ibunya. Kenapa bukan Joko, atau Jarot, atau Anting,
atau Bening." Istri serta-merta memeluk saya sambil menangis sejadi-
jadinya. Sesungguhnya semesta ini digelar berdasarkan perikemanusiaan
dan periketuhanan?
Bibit, satu-satunya harapan saya di dunia, harus saya buang. Jika dia sudah
saya buang dan tidak lagi merupakan bagian dari saya, tidak ada lagi alasan
bagi Malaikat Izrail memburunya ...
(Dinding Anak,
Danarto)

Konflik dalam cerita di atas adalah Kekesalan dan kekecewaan


seseorang terhadap kejadian yang menimpanya.

(Sumber: [Link]
[Link])

B. Menentukan Makna/Pesan/Amanat Cerita Fantasi


Amanat adalah sebuah pesan moral dalam sebuah cerita atau karya
lainnya yang ingin disampaikan oleh si penulis atau pengarang kepada para
pembacanya. Menurut Waluyo (2006:29), jika tema memiliki kaitan dengan
arti, maka sebuah amanat itu memiliki kaitannya dengan makna. Kemudian
jika tema memiliki sifat yang sangat lugas, khusus dan objektif, maka
amanat itu memiliki sifat kias, umum, dan subjektif.
Amanat dapat disampaikan secara langsung (tertulis) dan tidak
langsung (tersirat).
Amanat tersurat adalah amanat atau pesan yang secara jelas atau eksplisit
dijabarkan melalui kata-kata dalam sebuah tulisan. Sedangkan amanat
tersirat, yaitu amanat atau pesan yang dengan sengaja tidak dijabarkan
secara tertulis dalam sebuah karya. Meskipun demikian, pesan ini bisa
diketahui oleh pembaca dari alur cerita yang ada dalam tulisan tersebut.
Jadi, amanat tersirat ini bersifat implisit atau tersembunyi, namun tetap bisa
diketahui dari jalan ceritanya atau melalui dialog antartokoh cerita.
Untuk menentukan amanat cerita dapat dilakukan dengan mengetahui
ciri-ciri amanat sebagai berikut.
1. Amanat berisi saran, ajakan, atau
imbauan.
2. Untuk hal-hal yang baik, pembaca diajak/diimbau untuk melakukan
(biasanya ditandai dengan kata kerja berpartikel –lah). Misalnya, pedulilah,
bantulah, dsb.
3. Untuk hal-hal negatif, pembaca diimbau untuk tidak melakukan
(biasanya ditandai dengan penggunaan kata jangan).

Conto
h
1. Amanat
Tersurat
Kemudian Pak Balam menutup matanya kembali, dan memandang
mencari muka Wak Katok, dan ketika pandangan mereka bertaut, Pak
Balam berkata kepada Wak Katok, “Akuilah dosa-dosamu, Wak Katok,
dan sujudlah ke hadirat Tuhan, mintalah ampun kepada Tuhan Yang
Maha Penyayang dan Maha Pengampun, akuilah dosa-dosamu, juga
kalian, supaya kalian dapat selamat keluar dari rimba ini, terjauh dari
rimba ini, terjauh dari bahaya yang dibawa harimau ... biarlah aku yang
jadi korban ...” (Harimau-Harimau, Muchtar Lubis)

Amanat yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah


“Bertaubatlah dan minta ampunan atas dosa yang telah diperbuat , pasti
Tuhan akan mengampuninya, dan hidupmu akan selamat.”

2. Amanat
Tersirat
Pak Balam kemudian terdengar berkata dengan suara seperti orang
mengigau,
”Awas, harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang
berdosa – awas harimau – dikirim Allah – awas harimau – akuilah dosa-
dosa kalian – akuilah dosa- dosa kalian – akuilah dosa-dosa kalian.”
(Harimau-Harimau, Muchtar
Lubis)
Amanat yang tersirat dalam kutipan tersebut adalah ... Akui dan
minta ampunlah atas dosa yang telah diperbuat karena Tuhan pasti akan
membalas perbuatan dosa itu.

(Sumber: [Link]
menentuakan-amanat- [Link])

Anda mungkin juga menyukai