0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan28 halaman

Menggunakan Django Shell dengan IPython

Diunggah oleh

mfauzan2477
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan28 halaman

Menggunakan Django Shell dengan IPython

Diunggah oleh

mfauzan2477
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Python

Apa itu Python?

Python adalah bahasa pemrograman yang banyak digunakan dalam aplikasi web, pengembangan
perangkat lunak, ilmu data, dan machine learning (ML). Developer menggunakan Python karena
efisien dan mudah dipelajari serta dapat dijalankan di berbagai platform. Perangkat lunak Python
dapat diunduh secara gratis, terintegrasi baik dengan semua tipe sistem, dan meningkatkan
kecepatan pengembangan.

Apa saja manfaat dari Phyton?

Manfaat Phython mencakup:

• Developer dapat dengan mudah membaca dan memahami program Phyton karena memiliki
sintaksis dasar seperti dalam bahasa Inggris.

• Phyton membuat developer lebih produktif karena mereka dapat menulis program Phyton
menggunakan baris kode yang lebih sedikit dibandingkan dengan bahasa lainnya.

• Phyton memiliki pustaka standar besar berisi kode yang dapat digunakan kembali untuk
hampir semua tugas. Sehingga, developer tidak perlu menulis kode dari awal.

• Developer dapat dengan mudah menggunakan Phtyon dengan bahasa pemrograman


populer lain seperti Java, C, dan C++.

• Komunitas aktif Phyton memiliki jutaan developer pendukung di seluruh dunia. Jika Anda
mengalami kesulitan, Anda bisa mendapatkan dukungan cepat dari komunitas.

• Tersedia banyak sumber daya bermanfaat di internet jika Anda ingin mempelajari Phyton.
Contohnya, Anda dapat dengan mudah menemukan video, tutorial, dokumentasi, dan
panduan developer.

• Phyton portabel untuk beragam sistem operasi komputer seperti Windows, macOS, Linux,
dan Unix.
Bagaimana cara penggunaan Phyton?

Bahasa Phyton memiliki beberapa kasus penggunaan dalam pengembangan aplikasi, termasuk
dalam contoh berikut:

Pengembangan web sisi server

Pengembangan web sisi server meliputi fungsi backend kompleks yang dijalankan situs web untuk
menampilkan informasi kepada pengguna. Contohnya, situs web harus berinteraksi dengan basis
data, berkomunikasi dengan situs web lain, dan melindungi data saat mengirimkannya melalui
jaringan.

Phyton bermanfaat untuk menulis kode sisi server karena menawarkan banyak pustaka yang berisi
kode yang telah ditulis sebelumnya untuk fungsi backend kompleks. Developer juga menggunakan
beragam kerangka kerja Phyton yang menyediakan semua peralatan yang dibutuhkan untuk
membangun aplikasi web dengan cepat dan lebih mudah. Contohnya, developer dapat membuat
kerangka aplikasi web dengan cepat karena mereka tidak perlu menulisnya dari awal. Mereka
kemudian dapat mengujinya menggunakan alat pengujian kerangka kerja, tanpa bergantung pada
alat pengujian eksternal.

Otomatisasi dengan skrip Phyton

Bahasa penulisan adalah bahasa pemrograman yang mengotomatiskan tugas yang biasanya
dikerjakan manusia. Pemrogram banyak menggunakan skrip Phton untuk mengotomatiskan tugas
sehari-hari seperti berikut:

• Mengganti nama file dalam jumlah besar sekaligus

• Mengoversi file ke dalam tipe file lain

• Menghapus kata-kata ganda dalam file teks

• Menjalankan operasi matematika dasar

• Mengirim pesan email

• Mengunduh konten

• Melakukan analisis log dasar


• Mencari kesalahan dalam beberapa file

Ilmu data dan machine learning

Ilmu data mengekstraksi pengetahuan berharga dari data, dan machine learning (ML) mengajari
komputer untuk secara otomatis belajar dari data dan membuat prediksi akurat. Ilmuwan data
menggunakan Phyton untuk tugas ilmu data seperti sebagai berikut:

• Memperbaiki dan menghapus data yang salah, yang disebut dengan pembersihan data

• Mengekstraksi dan memilih berbagai fitur data

• Pelabelan data, yaitu menambahkan nama yang bermakna untuk data

• Mencari statistik yang berbeda dari data

• Memvisualisasikan data dengan menggunakan diagram dan grafik seperti diagram garis,
grafik batang, histogram, dan diagram lingkaran

Ilmuwan data menggunakan pustaka ML Phyton untuk melatih model ML dan membangun
pengklasifikasi yang mengklasifikasikan data secara akurat. Orang-orang di berbagai bidang
menggunakan pengklasifikasi berbasis Phyton untuk melakukan tugas klasifikasi seperti klasifikasi
citra, teks, dan lalu lintas jaringan; pengenalan suara; dan pengenalan wajah. Ilmuwan data juga
menggunakan Phyton untuk deep learning, sebuah teknik ML lanjutan.

Pengembangan perangkat lunak

Developer perangkat lunak sering menggunakan Phyton untuk berbagai tugas pengembangan dan
aplikasi perangkat lunak seperti sebagai berikut:

• Melacak bug dalam kode perangkat lunak

• Secara otomatis membangun perangkat lunak

• Menangani manajemen proyek perangkat lunak

• Mengembangkan prototipe perangkat lunak

• Mengembangkan aplikasi desktop menggunakan pustaka Antarmuka Pengguna Grafis (GUI)

• Mengembangkan game sederhana berbasis teks hingga video game yang kompleks
Otomatisasi pengujian perangkat lunak

Pengujian perangkat lunak adalah proses pemeriksaan jika hasil aktual dari perangkat lunak cocok
dengan hasil yang diharapkan untuk memastikan bahwa perangkat lunak tersebut bebas dari
kesalahan.

• Developer menggunakan kerangka kerja pengujian unit Phyton, seperti Unittest, Robot, dan
PyUnit, untuk menguji fungsi yang ditulis.

• Para penguji perangkat lunak menggunakan Phyton guna menulis kasus pengujian untuk
berbagai skenario pengujian. Contohnya, mereka menggunakannya untuk menguji
antarmuka pengguna dari aplikasi web, beberapa komponen perangkat lunak, dan fitur baru.

Developer dapat menggunakan beberapa alat untuk menjalankan skrip pengujian secara otomatis.
Alat ini dikenal dengan alat Integrasi Berkelanjutan/Deployment Berkelanjutan (CI/CD). Penguji dan
pengembang perangkat lunak menggunakan alat CI/CD seperti Travis CI dan Jenkins untuk
mengotomatiskan pengujian. Alat CI/CD secara otomatis menjalankan skrip pengujian Phyton dan
melaporkan hasil pengujian kapan saja pengembang memperkenalkan perubahan kode baru.

Bagaimana sejarah Phyton?

Guido Van Rossum, seorang pemrogram komputer berkebangsaan Belanda, menciptakan Phyton.
Awalnya di tahun 1989, beliau memulainya di Centrum Wiskunde & Informatica (CWI) sebagai proyek
hobi agar tetap sibuk selama waktu Natal. Nama untuk bahasa ini terinspirasi dari acara TV BBC,
Monty Python’s Flying Circus karena Guido Van Rossum adalah penggemar acara tersebut.

Sejarah perilisan Phyton

• Guido Van Rossum memublikasikan versi pertama kode Python (versi 0.9.0) di tahun 1991.
Versi ini sudah memiliki fitur yang bagus seperti beberapa tipe data dan fungsi untuk
menangani kesalahan.

• Python 1.0 dirilis tahun 1994 dengan fungsi baru untuk memudahkan proses pencantuman
data, seperti memetakan, memfilter, dan mengurangi.
• Python 2.0 dirilis pada tanggal 16 Oktober 2000, dengan fitur baru yang berguna bagi
pemrogram, seperti dukungan untuk karakter Unicode dan me-loop daftar secara lebih
singkat.

• Pada 3 Desember 2008, Python 3.0 dirilis. Versi ini mencakup fitur seperti fungsi cetak dan
lebih banyak dukungan untuk pembagian nomor dan penanganan masalah.

Apa saja fitur Phyton?

Fitur bahasa pemrograman Phython berikut menjadikan Phyton unik:

Bahasa yang diinterpretasikan

Phyton adalah bahasa yang diinterpretasikan, artinya menjalankan kode secara langsung baris demi
baris. Jika ada kesalahan dalam kode program, maka akan berhenti. Oleh karena itu, pemrogram
dapat dengan cepat menemukan kesalahan dalam kode.

Bahasa yang mudah digunakan

Phyton menggunakan kata-kata seperti dalam bahasa Inggris. Tidak seperti bahasa pemrograman
lain, Phyton tidak menggunakan kurung kurawal. Phyton menggunakan indentasi.

Bahasa diketik secara dinamis

Pemrogram tidak perlu menyatakan tipe variabel saat menulis kode karena Phyton menentukannya
pada waktu aktif. Sehingga, Anda dapat menulis program Phyton dengan lebih cepat.

Bahasa dengan instruksi yang dapat dipahami manusia (high-level)

Phyton lebih mirip dengan bahasa manusia dibandingkan bahasa pemrograman lainnya. Oleh karena
itu, pemrogram tidak perlu khawatir mengenai fungsionalitasnya seperti arsitektur dan manajemen
memori.

Bahasa berorientasi objek

Phyton menganggap semua hal sebagai objek, namun juga mendukung tipe lain pemrograman
seperti pemrograman terstruktur dan fungsional.
Apa itu pustaka Phyton?

Pustaka adalah kumpulan kode yang sering digunakan yang dapat disertakan oleh developer dalam
program Phyton untuk menghindari menulis kode dari awal. Secara default, Phyton dilengkapi
dengan Pustaka Standar, yang memuat banyak fungsi yang dapat digunakan kembali. Selain itu,
lebih dari 137.000 pustaka Phyton tersedia untuk berbagai aplikasi, termasuk pengembangan web,
ilmu data, dan machine learning (ML).

Apa saja pustaka Phyton yang paling populer?


Matplotlib

Developer menggunakan Matplotlib untuk memplot data dalam grafik dua dan tiga dimensi (2D dan
3D) berkualitas tinggi. Matplotlib sering digunakan dalam aplikasi ilmiah. Dengan Matplotlib, Anda
dapat memvisualisasikan data dengan menampilkannya dalam diagram yang berbeda seperti
diagram batang dan diagram garis. Anda juga dapat memplot beberapa diagram sekaligus, dan
grafiknya portabel di seluruh platform.

Pandas

Pandas menyediakan struktur data fleksibel yang dioptimalkan yang dapat Anda gunakan untuk
memanipulasi data deret waktu dan data terstruktur, seperti tabel dan deret. Contohnya, Anda dapat
menggunakan Pandas untuk membaca, menulis, menggabungkan, memfilter, dan mengelompokkan
data. Banyak orang menggunakannya untuk tugas ilmu data, analisis data, dan ML.

NumPy

NumPy adalah pustaka populer yang digunakan developer untuk dengan mudah membuat dan
mengelola deret, memanipulasi bentuk logis, dan melakukan operasi aljabar linier. NumPy
mendukung integrasi dengan banyak bahasa seperti C dan C++.

Requests

Pustaka Requests menyediakan fungsi bermanfaat yang diperlukan untuk pengembangan web. Anda
dapat menggunakannya untuk mengirik permintaan HTTP, menambahkan header, dan
menambahkan parameter URL, menambahkan data, dan melakukan lebih banyak tugas saat
berkomunikasi dengan aplikasi web.
OpenCV-Python

OpenCV-Python adalah pustaka yang digunakan developer untuk memproses citra untuk aplikasi
penglihatan komputer. OpenCV-Python menyediakan banyak fungsi untuk tugas pemrosesan citra
seperti membaca dan menulis citra secara bersamaan, membangun lingkungan 3D dari 2D, serta
menangkap dan menganalisis citra dari video.

Keras

Keras adalah pustaka jaringan neural dalam milik Phyton dengan dukungan luar biasa untuk
pemrosesan data, visualisasi, dan masih banyak lagi. Keras mendukung banyak jaringan neural.
Keras memiliki struktur modular yang menawarkan fleksibilitas dalam menulis aplikasi inovasi.

Apa itu kerangka kerja Phyton?

Kerangka kerja Phyton adalah kumpulan paket dan modul. Modul berupa seperangkat kode yang
berkaitan, sedangkan paket berupa seperangkat modul. Developer dapat menggunakan kerangka
kerja Phyton untuk membangun aplikasi Phyton dengan lebih cepat karena mereka tidak perlu
khawatir mengenai detail tingkat rendah seperti cara komunikasi terjadi dalam aplikasi web atau cara
Phyton menjadikan program lebih cepat. Phyton memiliki dua tipe kerangka kerja:

• Kerangka kerja tumpukan penuh mencakup hampir semua hal yang diperlukan untuk
membangun aplikasi besar.

• Kerangka kerja mikro adalah kerangka kerja dasar yang menyediakan fungsionalitas
minimal untuk membangun aplikasi Phyton sederhana. Kerangka kerja ini juga menyediakan
ekstensi jika aplikasi memerlukan lebih banyak fungsi canggih.

Apa saja kerangka kerja Phyton yang paling populer?

Developer dapat menggunakan beberapa kerangka kerja Phyton untuk membuat pengembangan
efisien, termasuk kerangka kerja berikut:

Django

Django adalah salah satu kerangka kerja tumpukan penuh web Phyton yang paling umum digunakan
untuk mengembangkan aplikasi web berskala besar. Django menyediakan beberapa fitur
bermanfaat, termasuk server web untuk pengembangan dan pengujian, mesin templat untuk
membangun situs web frontend, dan berbagai mekanisme keamanan.

Flask

Flask adalah kerangka kerja mikro untuk mengembangkan aplikasi web kecil. Fiturnya mencakup
dukungan komunitas yang kuat, dokumentasi yang ditulis dengan baik, mesin templat, pengujian
unit, dan server web bawaan. Flask juga menyediakan ekstensi untuk dukungan validasi, lapisan
pemetaan basis data, dan keamanan web.

TurboGears

TurboGears adalah kerangka kerja yang didesain untuk membangun aplikasi web dengan lebih cepat
dan lebih mudah. Beberapa fitur populernya adalah:

• Struktur tabel basis data khusus

• Alat untuk membuat dan mengelola proyek

• Mesin templat untuk membangun basis data

• Mesin templat untuk membangun frontend

• Mekanisme untuk menangani keamanan web

Apache MXNet

Apache MXNet adalah kerangka kerja deep learning yang cepat, fleksibel, dan dapat diskalakan yang
digunakan developer untuk membangun prototipe penelitian dan aplikasi deep learning. Apache
MXNet mendukung beberapa bahasan pemrograman, termasuk Java, C++, R, dan Perl. Apache
MXNet menyediakan berbagai set peralatan dan pustaka untuk mendukung pengembangan.
Contohnya, Anda dapat menemukan buku machine learning (ML) yang interaktif, kit alat penglihatan
komputer, dan model deep learning untuk Pemrosesan Bahasa Alami (NLP), yang memproses
bahasa alami seperti teks dan ucapan.

PyTorch

PyTorch adalah kerangka kerja untuk ML yang telah dibangun di atas pustaka Torch, dan merupakan
salah satu pustaka ML sumber terbuka. Developer menggunakannya untuk aplikasi seperti NLP,
robotik, dan penglihatan komputer, mencari informasi penting di dalam citra dan video Mereka juga
menggunakannya untuk menjalankan aplikasi tersebut di CPU dan GPU.

Apa itu IDE Phyton?

Lingkungan pengembangan terintegrasi (IDE) adalah perangkat lunak yang menyediakan alat yang
dibutuhkan developer untuk menulis, mengedit, menguji, dan men-debug kode dalam satu tempat.

Apa saja IDE Phyton yang paling populer?


PyCharm

PyCharm dibuat oleh JetBrains, yaitu perusahaan Ceko yang mengembangkan peralatan perangkat
lunak. PyCharm memiliki edisi komunitas gratis yang cocok untuk aplikasi kecil Phyton dan edisi
profesional berbayar yang cocok untuk membangun aplikasi Phyton berskala besar, dengan
seperangkat fitur lengkap berikut ini:

• Penyelesaian kode dan inspeksi kode otomatis

• Penanganan kesalahan dan perbaikan cepat

• Pembersihan kode tanpa mengubah fungsionalitas

• Mendukung kerangka kerja aplikasi web seperti Django dan Flask

• Mendukung bahasa pemrograman lain, seperti JavaScript, CoffeeScript, TypeScript,


AngularJS, dan Node

• Alat dan pustaka ilmiah seperti Matplotlib dan NumPy

• Kemampuan untuk menjalankan, men-debug, menguji, dan men-deploy aplikasi dalam mesin
virtual secara terpisah

• Debugger untuk mencari kesalahan dalam kode, profiler untuk mengidentifikasi masalah
performa dalam kode, dan test runner untuk menjalankan pengujian unit

• Dukungan basis data

IDLE
Lingkungan Pengembangan dan Pembelajaran Terintegrasi (IDLE) adalah IDE Python yang terinstal
secara default. IDLE hanya dikembangkan dengan Phyton menggunakan kit alat Tkinter GUI dan
menawarkan fitur-fitur berikut:

• Pekerjaan di seluruh sistem operasi seperti Windows, Unix, dan macOS

• Menyediakan jendela shell untuk menjalankan perintah dan menampilkan output

• Menawarkan editor teks dengan beberapa jendela yang memberikan sorotan sintaksis kode
dan penyelesaian kode otomatis

• Memiliki debugger sendiri

Spyder

Spyder adalah IDE sumber terbuka yang banyak digunakan oleh ilmuwan dan analis data. Spyder
menawarkan pengalaman pengembangan yang komprehensif dengan fitur-fitur untuk analisis data
lanjutan, visualisasi data, dan debugging. Spyder juga memiliki fitur berikut:

• Berbagai editor kode yang mendukung beberapa bahasa

• Konsol IPython yang interaktif

• Debugger dasar

• Pustaka ilmiah seperti Matplotlib,SciPy, dan NumPy

• Kemampuan untuk menjelajah variabel di dalam kode

• Kemampuan untuk melihat dokumentasi secara real time

Atom

Atom adalah editor gratis yang dikembangkan oleh GitHub yang mendukung pengkodean di banyak
bahasa pemrograman, termasuk Python. Menggunakan Atom, developer dapat bekerja secara
langsung dengan GitHub, situs web tempat Anda dapat menyimpan kode secara terpusat. Atom
menawarkan fitur-fitur berikut:

• Kemampuan untuk menggunakan banyak sistem operasi

• Penginstalan atau pembuatan paket baru yang mudah

• Penyelesaian kode otomatis lebih cepat


• Kemampuan untuk mencari file dan proyek

• Kustomisasi antarmuka yang mudah

Apa itu SDK Phyton?

Kit pengembangan perangkat lunak (SDK) adalah kumpulan alat perangkat lunak yang dapat
digunakan developer untuk membuat aplikasi perangkat lunak dalam bahasa tertentu. Kebanyakan
SDK dikhususkan untuk platform perangkat keras dan sistem operasi yang berbeda. SDK Phyton
meliputi beragam alat seperti pustaka, kode sampel, dan panduan developer yang berguna bagi
developer saat menulis aplikasi.

Apa itu Boto3 dalam Python?

Boto3 adalah AWS SDK for Python. Anda dapat menggunakannya untuk membuat, mengonfigurasi,
dan mengelola layanan AWS seperti Amazon Elastic Compute Cloud (EC2), Amazon Simple Storage
Service (S3), dan Amazon DynamoDB. Boto3 juga menyediakan dua tipe API: API tingkat rendah dan
API Sumber Daya bagi developer.

Apa itu AWS PyCharm?

AWS Toolkit for PyCharm adalah plug-in untuk IDE PyCharm yang memudahkan untuk membuat,
men-debug, dan melakukan deployment aplikasi Phyton di AWS. Menggunakan AWS Toolkit for
PyCharm, developer dapat dengan mudah memulai dengan pengembangan Phyton. AWS PyCharm
menyediakan fitur-fitur bermanfaat bagi developer, termasuk panduan memulai, langkah-langkah
debugging, dan deployment IDE.

15+ Contoh Program Python Sederhana yang


Bisa Anda Coba
Salah satu cara paling cepat untuk belajar Python adalah mencoba membuat program
Python sendiri. Langkah ini bisa melatih kemampuan logika pemrograman Anda
sehingga bisa menguasai bahasa pemrograman ini dengan lebih cepat.

Nah, jika Anda sedang mencari contoh program Python untuk dipraktikkan, Anda berada
di tempat yang tepat. Kami telah merangkum berbagai contoh program sederhana
Python yang cocok untuk pemula.

Di artikel ini, Anda bisa belajar contoh program yang dibuat dengan Python lengkap
dengan penjelasan skrip, fungsi, dan modul yang digunakan.

15+ Contoh Program Sederhana Python

Berikut adalah daftar contoh program sederhana Python yang bisa Anda coba sekarang
juga:

1. Menampilkan Hello World


2. Menjumlahkan Dua Angka
3. Menghitung Akar Kuadrat
4. Menghitung Luas Segitiga
5. Menghitung Volume Kubus
6. Menyelesaikan Persamaan Kuadrat
7. Menukar Nilai Dua Variabel
8. Menghasilkan Angka Acak
9. Mengubah Kilometer jadi Mil
10. Mengubah Celcius jadi Fahrenheit
11. Menentukan Bilangan Positif, Negatif, atau Nol
12. Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap
13. Menentukan Tahun Kabisat
14. Menampilkan Kalender Masehi
15. Mengurutkan Kata Sesuai Abjad
16. Menampilkan Tabel Perkalian
17. Menentukan Nilai dan Kelulusan

Langsung saja, mari praktikkan bersama kami!

1. Menampilkan Hello World

Hello World adalah salah satu contoh program yang dibuat dengan Python. Program ini
menggunakan fungsi print untuk menampilkan output program berupa teks, angka,
atau karakter lain.

Untuk membuat program Hello World, tuliskan skrip berikut:

# Mencetak tampilan Hello World!


print('Hello World!')

Berikut hasilnya ketika dijalankan:

Hello World!

2. Menjumlahkan Dua Angka

Anda bisa membuat contoh program sederhana Python untuk menghitung jumlah dua
angka. Caranya, dengan menggunakan fungsi input untuk menuliskan angka. Tapi,
fungsi input ini hanya bisa menghasilkan format string.

Agar dapat dijumlahkan, Anda perlu mengubah inputan tersebut menjadi format angka
dengan fungsi int. Setelahnya, gunakan operator + untuk menjumlahkan kedua angka
dan tampilkan dengan fungsi print.

Berikut adalah skrip yang digunakan:


# Memasukkan Inputan Angka
angka1 = input('Tulis angka pertama: ')
angka2 = input('Tulis angka kedua: ')

# Mengkonversi Angka lalu Menjumlahkannya


sum = int(angka1) + int(angka2)

# Menampilkan Hasil Penjumlahan


print('Hasil Penjumlahan {0} dan {1} adalah {2}'.format(angka1, angka2, sum))

Jika dijalankan, hasilnya:

Tulis angka pertama: 1


Tulis angka kedua: 2
Hasil Penjumlahan 1 dan 2 adalah 3

3. Menghitung Akar Kuadrat

Selain menjumlahkan angka, Anda juga bisa menghitung akar kuadrat. Seperti biasa,
gunakan input untuk menuliskan angka. Kemudian konversikan menjadi angka
menggunakan fungsi float.

Apa bedanya dengan fungsi int pada program sebelumnya? Float bisa digunakan untuk
menghitung dan menampilkan angka pecahan atau desimal, sedangkan int hanya bisa
digunakan untuk angka bulat.

Setelah mengkonversi angka dengan float, lanjutkan dengan menghitung akar kuadrat
dengan fungsi ** 0.5. Untuk menampilkan 3 angka di belakang koma, gunakan
fungsi %0.3f.

Skrip yang perlu ditulis sebagai berikut:

# Memasukkan Inputan Angka


angka = float(input('Tuliskan Angka: '))
# Menghitung Akar Kuadrat
akar_kuadrat = angka ** 0.5

#Menampilkan Hasil Akar Kuadrat


print('Akar Kuadrat dari %0.3f adalah %0.3f'%(angka ,akar_kuadrat))

Hasilnya sebagai berikut:

Tuliskan Angka: 8
Akar Kuadrat dari 8.000 adalah 2.828

4. Menghitung Luas Segitiga

Anda bisa menghitung luas bangun datar, seperti segitiga, dengan program Python.
Caranya, dengan menginput alas dan tinggi, lalu hitung luas segitiga sesuai dengan
rumus. Kemudian tampilkan dua angka di belakang koma dengan %0.2f.

Berikut skrip untuk menghitung luas segitiga:

# Menginput Alas dan Tinggi Segitiga


alas = float(input('Tulis Alas Segitiga: '))
tinggi = float(input('Tulis Tinggi Segitiga: '))

# Hitung Luas Segitiga


luas = (alas * tinggi) / 2

#Menampilkan Hasil Perhitungan


print('Luas Segitiga adalah %0.2f' %luas)

Berikut hasilnya:

Tulis Alas Segitiga: 7


Tulis Tinggi Segitiga: 5
Luas Segitiga adalah 17.50

5. Menghitung Volume Kubus

Selain bangun datar, Anda juga bisa menghitung ukuran bangun ruang seperti kubus.
Caranya, tulislah rumus volume bangun tersebut.

Untuk menghitung volume kubus, skrip yang dipakai:

# Menginput Sisi Kubus


sisi = float(input('Tulis Sisi Kubus: '))

# Hitung Volume Kubus


volume = sisi ** 3

#Menampilkan Hasil Perhitungan


print('Volume Kubus adalah %0.2f' %volume)

Berikut hasilnya ketika dijalankan:

Tulis Sisi Kubus: 10


Volume Kubus adalah 1000.00

6. Menyelesaikan Persamaan Kuadrat

Berbeda dengan program sebelumnya, untuk membuat contoh program Python ini Anda
perlu mengimpor sebuah modul bernama cmath. Gunanya untuk menyelesaikan
perhitungan matematika yang rumit.

Nah, untuk menghitung persamaan kuadrat, kombinasikan modul cmath dengan


fungsi sqrt. Untuk skripnya bisa Anda lihat pada contoh berikut:
# Menyelesaikan Persamaan Kuadrat ax**2 + bx + c = 0

# Mengimpor Modul Cmath


import cmath

# Menginput Angka
a = int(input('Tulis a: '))
b = int(input('Tulis b: '))
c = int(input('Tulis c: '))

# Menghitung Diskriminan
d = (b**2) - (4*a*c)

# Menghitung x1 dan x2
x1 = (-[Link](d))/(2*a)
x2 = (-b+[Link](d))/(2*a)

#Menampilkan Hasil x1 dan x2


print('Hasil Persamaan Kuadrat adalah {0} dan {1}'.format(x1,x2))

Hasilnya sebagai berikut:

Tulis a: 1
Tulis b: 5
Tulis c: 6
Hasil Persamaan Kuadrat adalah (-3+0j) dan (-2+0j)

7. Menukar Nilai Variabel

Anda juga bisa membuat program Python yang bisa menukar nilai variabel. Caranya
cukup dengan membuat sebuah variabel sementara. Di sini kami memberi nama variabel
sementara tersebut dengan tukar.

Skrip yang digunakan adalah:

# Menginput Nilai Variabel


x = input('Tuliskan nilai x: ')
y = input('Tuliskan nilai y: ')

# Membuat Variabel tukar dan Menukar nilai Variabel lain


tukar = x
x = y
y = tukar

#Menampilkan Nilai Variabel Setelah Ditukar


print('Nilai x Setelah Ditukar adalah: {}'.format(x))
print('Nilai y Setelah Ditukar adalah: {}'.format(y))

Setelah dijalankan, hasilnya:

Tuliskan nilai x: saya


Tuliskan nilai y: kamu
Nilai x Setelah Ditukar adalah: kamu
Nilai y Setelah Ditukar adalah: saya

8. Menghasilkan Angka Acak

Untuk membuat program yang bisa menghasilkan angka acak, ada dua langkah yang
perlu dilakukan. Pertama-tama, mengimpor modul random, lalu mengkombinasikan
dengan fungsi randint.

Nah, skrip yang perlu ditulis adalah:

# Menampilkan Angka Acak antara 0 sampai 20

# Mengimpor Modul Random


import random

#Menampilkan Angka Acak


print([Link](0,20))
9. Mengubah Kilometer jadi Mil

Anda bisa membuat contoh program Python untuk mengkonversi satuan jarak.
Contohnya, konversi dari kilometer menjadi mil. Pastikan Anda sudah mengetahui nilai
faktor konversi terhadap satuan yang digunakan, ya.

# Menginput Jarak dalam Satuan Kilometer


kilometer = float(input("Tuliskan Jarak dalam Kilometer: "))

# Nilai Faktor Konversi


faktor_konversi = 0.621371

# Menghitung Jarak dalam Satuan Mil


mil = kilometer * faktor_konversi

# Menampilkan Hasil Konversi Jarak


print('%0.2f Kilometer sama dengan %0.2f Mil' %(kilometer,mil))

Jika dijalankan, hasilnya:

Tuliskan Jarak dalam Kilometer: 17


17.00 Kilometer sama dengan 10.56 Mil

10. Mengubah Celcius jadi Fahrenheit

Selain mengkonversi satuan jarak, Anda juga bisa mengkonversi satuan suhu.
Contohnya, konversi dari derajat celcius ke fahrenheit. Caranya sangat mudah,cukup
dengan memasukkan rumus perhitungan suhu pada program.

Berikut contoh skripnya:

# Menginput Suhu dalam Derajat Celcius


celcius = float(input("Tuliskan Suhu dalam Celcius: "))

# Menghitung Suhu dalam Derajat Fahrenheit


fahrenheit = (celcius * 1.8) + 32

#Menampilkan Hasil Konversi Jarak


print('%0.2f Derajat Celcius sama dengan %0.2f Derajat Fahrenheit' %(celcius,fahrenheit))

Berikut hasilnya jika dijalankan:

Tuliskan Suhu dalam Celcius: 30


30.00 Derajat Celcius sama dengan 86.00 Derajat Fahrenheit

11. Menentukan Bilangan Positif, Negatif, atau Nol

Contoh program sederhana Python berikutnya adalah menentukan bilangan positif,


negatif, atau nol. Caranya, menggunakan perulangan if else untuk menentukan hasil
dari kondisi yang diberikan.

Penerapannya ada pada skrip berikut:

#Menginput Angka
angka = float(input("Tulis Sebuah Angka: "))

#Menampilkan Kondisi Angka Positif


if angka > 0:
print("Angka Positif")

#Menampilkan Kondisi Angka Nol


elif angka == 0:
print("Angka Nol")

#Menampilkan Kondisi Angka Negatif


else:
print("Angka Negatif")
Jika dijalankan, hasilnya:

Tulis Sebuah Angka: -5


Angka Negatif

12. Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap

Anda juga bisa menggunakan if else untuk menentukan bilangan ganjil atau genap.
Penerapannya hampir mirip dengan penentuan bilang positif di atas. Bedanya, Anda
perlu menambahkan operator % agar bisa mengetahui apakah bilangan tersebut habis
dibagi nol.

Jika habis dibagi nol, maka merupakan bilangan genap. Jika sebaliknya, maka termasuk
bilangan ganjil.

Berikut contoh skrip programnya:

# Menginput Angka
angka = int(input("Tulis sebuah Angka: "))

#Jika Habis Dibagi Nol, Maka Genap


if (angka % 2) == 0:
print("{0} adalah Bilangan Genap".format(angka))

#Jika Tidak Habis Dibagi Nol, Maka Ganjil


else:
print("{0} adalah Bilangan Ganjil".format(angka))

Hasilnya sebagai berikut:

Tulis sebuah Angka: 8


8 adalah Bilangan Genap
13. Menentukan Tahun Kabisat

Anda bisa membuat program Python yang menentukan apakah sebuah tahun tergolong
tahun kabisat.

Tahun kabisat muncul setiap 4 tahun sekali, dan cirinya adalah habis dibagi [Link], untuk
tahun yang merupakan abad baru (1800, 1900, 2000), tahun tersebut harus habis dibagi
400 agar tergolong tahun kabisat.

Untuk itu, Anda perlu membuat perulangan if else secara [Link], terdapat
perulangan if else lain di dalam sebuah perulangan if else.

Nah, skrip programnya bisa Anda lihat pada contoh berikut:

# Menginput Tahun
tahun = int(input("Tulis Sebuah Tahun: "))

#Perulangan Pertama
if (tahun % 4) == 0:

#Perulangan Kedua
if (tahun % 100) == 0:

#Perulangan Ketiga
if (tahun % 400) == 0:

#Tergolong Tahun Kabisat


print("{0} adalah Tahun Kabisat".format(tahun))

#Bukan Tergolong Tahun Kabisat


else:
print("{0} bukan Tahun Kabisat".format(tahun))
#Tergolong Tahun Kabisat
else:
print("{0} adalah Tahun Kabisat".format(tahun))

#Bukan Tergolong Tahun Kabisat


else:
print("{0} bukan Tahun Kabisat".format(tahun))

Ini dia hasilnya jika dijalankan:

Tulis Sebuah Tahun: 1900


1900 bukan Tahun Kabisat

14. Menampilkan Kalender Masehi

Anda bisa membuat contoh program Python yang menampilkan kalender masehi.

Caranya, cukup dengan mengimpor sebuah modul bernama calendar. Kemudian,


gabungkan modul tersebut dengan fungsi month agar bisa memunculkan kalender
dalam tampilan bulanan.

Berikut skrip programnya:

# Mengimpor Modul Calendar


import calendar

# Menginput Tahun dan Bulan


yy = int(input("Masukkan Tahun: "))
mm = int(input("Masukkan Bulan: "))

# Menampilkan Kalender Bulanan


print([Link](yy, mm))

Berikut hasilnya:
Masukkan Tahun: 2021
Masukkan Bulan: 12
December 2021
Mo Tu We Th Fr Sa Su
1 2 3 4 5

6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

15. Mengurutkan Kata Sesuai Abjad

Anda bisa mengurutkan kata dan menampilkannya sesuai abjad dengan program
Python.

Caranya, gunakan fungsi split untuk memecah kalimat menjadi kata-kata. Kemudian
pakai fungsi sort untuk mengurutkan kata-kata tadi sesuai [Link], tambahkan
perulangan for untuk menampilkan daftar kata yang telah diurutkan dengan
fungsi sort.

Nah, penerapannya pada program bisa dilihat pada contoh berikut:

# Menginput Kalimat
kalimat = input("Tulis Sebuah Kalimat: ")

# Memecah Kalimat menjadi Kata-Kata


kata = [Link]()

# Mengurutkan Kata-Kata
[Link]()

# Menampilkan Kata-Kata yang Telah Diurutkan


print("Berikut Urutan Kata-Kata:")
for urut in kata:
print(urut)
Jika dijalankan, hasilnya:

Tulis Sebuah Kalimat: niagahoster adalah layanan hosting terbaik di indonesia


Berikut Urutan Kata-Kata:
adalah
di
hosting
indonesia
layanan
niagahoster
terbaik

16. Menampilkan Tabel Perkalian

Anda bisa membuat contoh program sederhana Python untuk menampilkan tabel
perkalian.

Caranya, menggunakan fungsi range untuk menghitung perkalian sesuai dengan kisaran
yang [Link], untuk menampilkan daftar perkalian secara urut, gunakan
perulangan for seperti pada program sebelumnya.

Berikut skrip program yang perlu Anda tulis:

# Menginput Angka
angka = int(input("Menampilkan Tabel Perkalian dari: "))

# Menghitung 10 Kali dari Kisaran 1 sampai 10


for i in range(1, 11):

#Menampilkan Tabel Perkalian


print(angka, 'x', i, '=', angka*i)
Hasilnya sebagai berikut:

Menampilkan Tabel Perkalian dari: 11


11 x 1 = 11
11 x 2 = 22
11 x 3 = 33
11 x 4 = 44
11 x 5 = 55
11 x 6 = 66
11 x 7 = 77
11 x 8 = 88
11 x 9 = 99
11 x 10 = 110

17. Menentukan Nilai dan Kelulusan

Terakhir, Anda bisa membuat program Python yang bisa menentukan nilai dan status
kelulusan.

Caranya, dengan menentukan bobot untuk masing-masing penilaian, misalnya nilai


tugas, UTS, dan [Link], hitung nilai akhir berdasarkan pembobotan nilai. Lalu,
tentukan grade dan status kelulusan dengan menggunakan perulangan if else.

Nah, skrip program yang digunakan sebagai berikut:

#Menginput Nilai Tugas, UTS, dan UAS


tugas = float(input("Masukkan nilai Tugas: "))
uts = float(input("Masukkan nilai UTS: "))
uas = float(input("Masukkan nilai UAS: "))

#Menghitung Nilai Akhir sesuai dengan Bobot

nilai = (0.15 * tugas) + (0.35 * uts) + (0.50 * uas)

#Menentukan Grade Berdasarkan Nilai Akhir


if nilai > 80:
grade = 'A'
elif nilai > 70:
grade = 'B'
elif nilai > 60:
grade = 'C'
elif nilai > 50:
grade = 'D'
else:
grade = 'E'

#Menentukan Status Kelulusan Berdasarkan Nilai Akhir


if nilai > 60:
status = 'Lulus'
else:
status = 'Tidak Lulus'

#Menampilkan Nilai Akhir, Grade, dan Status Kelulusan


print('Nilai Akhir: %0.2f' % nilai)
print('Grade: {}'.format(grade))
print('Status: {}'.format(status))

Ini dia hasilnya:

Masukkan nilai Tugas: 75


Masukkan nilai UTS: 80
Masukkan nilai UAS: 95
Nilai Akhir: 86.75
Grade: A
Status: Lulus
Kesimpulan

Berbagai contoh program Python di atas tentu membantu Anda belajar bahasa Python
dengan lebih cepat. Agar semakin terbiasa, Anda bisa memodifikasi contoh program
yang dibuat dengan Python tersebut untuk menghasilkan output yang berbeda.

Jika sudah mahir, Anda mengembangkan program Python yang lebih baik, lalu
melakukan deploy website Python tersebut di layanan hosting. Dengan begitu, akan
lebih mudah diakses banyak orang.

Yang terpenting, pastikan Anda menggunakan layanan hosting Python,


seperti Niagahoster.

Paket Bisnis Unlimited Hosting dan Cloud Hosting Niagahoster sudah support
Python. Jadi, Anda bisa dengan mudah mengonlinekan program Python yang sudah
dibuat.

Tak hanya itu, Niagahoster juga menggunakan layanan server tercepat LiteSpeed dan
perlindungan keamanan Imunify360. Jadi, program Python Anda juga bisa diakses
dengan cepat serta aman dari serangan malware.

Anda mungkin juga menyukai