0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan49 halaman

RKT SD Negeri 6 Bukit Tunggal 2025

Diunggah oleh

edysugianor87
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan49 halaman

RKT SD Negeri 6 Bukit Tunggal 2025

Diunggah oleh

edysugianor87
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA TAHUNAN

(RKT)
TAHUN 2025

DISUSUN OLEH
EDY SUGIANOR, [Link]
KEPALA SEKOLAH

DINAS PENDIDIKAN KOTA PALANGKA RAYA


SD NEGERI 6 BUKIT TUNGGAL
LEMBAR PENGESAHAN
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2025

SD NEGERI 6 BUKIT TUNGGAL

Rencana Kerja Tahunan (RKT) SD Negeri 6 Bukit Tunggal Kecamatan Jekan


Raya telah disusun sesuai mekanisme Perencanaan Berbasis data (PBD) dan
merupakan penjabaran dari Rapor Pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal tahun
2024 selanjutnya RKT ini diimplementasikan pada Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2025 dan tahun 2026, maka sebagai wujud
legalitas RKT ini perlu pengesahan dari pemangku kepentingan.

6 Bukit Tunggal, Juli 2024


Ketua Komite Kepala Sekolah
SD Negeri 6 Bukit Tunggal, SD Negeri 6 Bukit Tunggal,

Bendie, [Link] Edy Sugianor, [Link]


NIP 198407282006041008

1
KATA PENGANTAR

Berkat rahmat dan karunia-Nya semata, kami telah dapat menyusun rencana Kerja
Tahunan Kepala Sekolah, yang akan digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan
program pendidikan. Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah yang tertib dan teratur
sangat diperlukan untuk peningkatan kemampuan dalam pengelolaan pendidikan di
sekolah. Peningkatan tersebut akan berdampak positif, yaitu makin meningkatnya
efisiensi, mutu, dan perluasan pendidikan dasar.
Program Kerja Kepala Sekolah ini disusun sebagai penyesuaian dari Perencanaan
Berbasis Data (PBD) yang didasarkan pada rapor pendidikan Sekolah, serta digunakan
sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan operasional di sekolah, sehingga akan
memperlancar kerja Kepala Sekolah. Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah
ini melibatkan unsur yang terkait, yaitu unsur Kepala Sekolah, Guru, tendik dan Pengurus
Komite Sekolah, yang sebelumnya telah diuji kelayakannya.
Program Kerja Kepala Sekolah ini meliputi:
1. Pendahuluan
2. Profil dan Rapor Pendidikan
3. Perencanaan Berbasis Data (PBD)
4. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
5. Jadwal Kegiatan Tahunan
6. Penutup

Dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini, kami sudah
berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kekurangan maupun kesalahan,
namun demikian tentunya pasti masih banyak terdapat kekurangan maupun kesalahan.
Untuk itu kami sangat berterima kasih apabila dari semua pihak sudi memberikan saran
maupun kritik, demi kelancaran tugas yang kami emban.
Akhirnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
mendukung kami, utamanya kepada Kepala Dinas, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Pengawas SD, Ketua MKKS Kecamatan Jekan
Raya yang telah banyak memberikan bimbingan dan petunjuk demi kelancaran
penyusunan program kerja ini. Terima kasih

Palangka Raya, Juli 2024


Kepala SD Negeri 6 Bukit Tunggal,

Edy Sugianor, [Link]


NIP 198407282006041008

2
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................................................................1
KATA PENGANTAR..................................................................................................................................2
DAFTAR ISI.................................................................................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................................................................3
A. Latar Belakang Masalah..............................................................................................................3
B. Dasar Hukum..................................................................................................................................5
BAB 2 PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN........................................................................................................6
A. Profil Pendidikan.........................................................................................................................6
B. Rapor Pendidikan...........................................................................................................................7
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA.......................................................................................................15
1. Identifikasi Masalah....................................................................................................................15
2. Refleksi............................................................................................................................................16
3. Benahi...............................................................................................................................................17
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN.........................................................................................................22
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)...............................................................................................22
B. Jadwal Kegiatan Tahunan........................................................................................................39
BAB 5 PENUTUP.....................................................................................................................................................42
A. KESIMPULAN...............................................................................................................................................42
B. REKOMENDASI...........................................................................................................................................42

3
BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam


pembangunan sumber daya manusia, oleh sebab itu sebagai upaya untuk
meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan, maka dipandang perlu adanya upaya
yang dilaksanakan secara terencana, terarah, dan terpadu untuk menyempurnakan
kegiatan-kegiatan sekolah , sehingga penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan lebih
optimal dan memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders).
Upaya-upaya yang terus bergulir dalam rangka peningkatan kualitas (quality)
dan pemerataan kesempatan (equity) pendidikan diantaranya melalui penerapan
program wajib belajar 9 dan 12 tahun, standarisasi kurikulum, proses, ketenagaan,
pembiayaan, sarana/prasarana, kompetensi lulusan, penilaian, dan manajemen dan
pencitraan publik.
Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja yang akan digunakan
sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang akan datang.
Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar
untuk mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan menjadi lebih
ringan dan ringkas dan juga mencari cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
SD Negeri 6 Bukit Tunggal merupakan satuan pendidikan dasar yang berlokasi di
Kecamatan Jekan Raya yang memiliki pendidik dan tenaga kependidikan yang terdiri dari
1 kepala sekolah, 17 guru kelas, 3 orang guru mata pelajaran PJOK , 3 orang guru
mata pelajaran pendidikan agama Islam, dan 4 orang tenaga kependidikan yaitu penjaga
sekolah dan petugas keamanan serta operator dan TU sekolah. SD Negeri 6 Bukit Tunggal
mempunyai jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2024/2025 adalah 537 siswa,
sedangkan untuk tahun pelajaran 2025/2026 adalah 504 siswa.
Pada tahun 2024 telah dilaksanakan asesmen nasional berbasis komputer
(ANBK) untuk siswa kelas V (lima) sejumlah 30 siswa. Hasil dari asesmen tersebut
maka keluarlah profil pendidikan yang menjadi laporan rapor pendidikan yang
diperoleh melalui platform rapor pendidikan. Rapor pendidikan inilah yang
memberikan gambaran nilai capaian siswa dari dimensi A, B, C, D dan E yang
selanjutnya oleh satuan pendidikan dasar dijadikan acuan untuk membuat
perencanaan baik rencana kerja tahunan (RKT) maupun rencana kegiatan dan
anggaran sekolah (RKAS).
Rencana Kerja Tahunan SD Negeri 6 Bukit Tunggal Tahun 2023 ini merupakan
hasil dari proses identifikasi, refleksi dan benahi (IRB) dari laporan rapor pendidikan
tahun 2024 yang merupakan hasil dari proses asesmen nasional tahun 2023 yang
terkenal dengan istilah ANBK.
Dalam laporan rapor pendidikan yang merupakan indikator prioritas pendidikan
dasar dan menengah meliputi: kemampuan literasi, kemampuan numerasi, karakter,
iklim keamanan sekolah dan iklim kebhinekaan. Dari indikator prioritas tersebut
dianalisis berdasarkan nilai capaian yang diperoleh berdasarkan proporsi kemampuan
siswa. Selanjutnya dari nilai capaian tersebut dianalisis melalui proses identifikasi,
refleksi dan benahi (IRB) yang akan menjadi dasar untuk perencanaan berbasis data
(PBD).
Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan data pada
4
platform Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan maupun dinas pendidikan
maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan
untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang
berkesinambungan.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) bertujuan untuk memberikan perbaikan
pembelanjaan anggaran serta pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan yang
efektif, akuntabel dan konkret. Selain itu, Perencanaan Berbasis Data (PBD) juga
disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan identifikasi
masalah yang berasal dari data pada platform Rapor Pendidikan, yang kemudian
mendorong satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk melakukan pembenahan
melalui penyusunan kegiatan peningkatan capaian berdasarkan hasil identifikasi dan
refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan dan kondisi lapangan. Terdapat 3
langkah sederhana dalam proses Perencanaan Berbasis Data (PBD), yaitu Identifikasi,
Refleksi, dan Benahi (IRB) yang selanjutnya disebut RKT.

B. Dasar Hukum
1. Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57 tahun 2021 tentang
Standar Nasional Pendidikan ;
Pasal 28 berbunyi
● Perencanaan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk peningkatan kualitas proses
dan hasil belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri Satuan
Pendidikan.
● Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka pendek
dan rencana kerja jangka menengah.
Pasal 48 berbunyi:
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan terhadap: a. pendidikan anak usia dini; dan b.
pendidikan dasar dan menengah.
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) bertujuan untuk perluasan akses dan peningkatan mutu layanan
Pendidikan daerah sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan program
Pendidikan.
2. Permendikbud Ristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Pasal 24 Berbunyi :
● Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan profil
pendidikan daerah.
● Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan terhadap:
a. Pendidikan Anak Usia Dini; dan
b. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Pasal 26 berbunyi:
● Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh
Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk melakukan penyesuaian kebijakan dan
perencanaan program dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi, dan tata
kelola penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 28
5
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
dimanfaatkan oleh Satuan Pendidikan untuk:

● mengidentifikasi masalah pendidikan yang perlu mendapatkan prioritas


berdasarkan indikator dalam profil Satuan Pendidikan atau profil program
pendidikan kesetaraan;
● mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk menemukan akar
masalah dan merumuskan langkah perbaikan; dan
● melakukan perencanaan program untuk mengatasi akar masalah

BAB 2 PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN


6
A. Profil Pendidikan
Profil pendidikan adalah Laporan Komprehensif mengenai layanan pendidikan
sebagai hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan sebagai landasan untuk
peningkatan mutu layanan pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan.
Profil Pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan delapan
Standar Nasional Pendidikan dan mencakup area yang berkaitan dengan input, proses,
dan output pembelajaran

Gambar 1. Kerangka Profil Pendidikan

Gambar 2. Struktur Profil Pendidikan

B. Rapor Pendidikan
1. Pengertian
Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih Dari Profil Pendidikan yang
merefleksikan prioritas Kemendikbud Ristek yang digunakan untuk menilai kinerja
daerah dan satuan pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh dari perbandingan nilai
indikator antar tahun.
Untuk mengetahui rapor pendidikan satuan pendidikan maka Kepala sekolah
atau pun admin sekolah dapat melihat dan mengunduh rapor pendidikan melalui
tautan [Link] atau Platform rapor pendidikan.
Platform Rapor pendidikan adalah aplikasi berbasis web yang menampilkan informasi
Profil Pendidikan dan Rapor Pendidikan. Platform Rapor Pendidikan dapat diakses oleh
pengguna yang memiliki akun belajar sesuai dengan kewenangannya.

7
Pada rapor pendidikan terdapat indikator yang menjadi prioritas pendidikan
dasar diantaranya:
1) A.1 Kemampuan literasi
2) A.2 Kemampuan Numerasi
3) A.3 Karakter
4) D.4 Iklim Keamanan Sekolah
5) D.8 Iklim Kebhinekaan Sekolah.
Setelah melihat hasil dari Rapor Pendidikan, satuan pendidikan dapat
melakukan refleksi dan evaluasi atas kualitas dari pendidikannya Selain itu hasil Rapor
Pendidikan juga dapat dijadikan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang
tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan dapat membantu proses dan
meningkatkan kualitas belajar mengajar satuan pendidikan. Adapun tahapan dalam
melakukan perencanaan berbasis data (PBD) adalh dengan melakukan Identifikasi,
Refleksi, dan Benahi (IRB).
1) Tahapan proses identifikasi (memilih dan menetapkan masalah) yang dilakukan
oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut:
● Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
● Merujuk kepada daftar indikator prioritas
● Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan diintervensi.
2) Tahapan proses refleksi (merumuskan akar masalah) yang dilakukan oleh kepala
sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, dilakukan analisis untuk mencari akar
masalah
3) Tahapan proses refleksi (menentukan program dan kegiatan) yang dilakukan oleh
kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Membuat program, dan
● menyusun kegiatan sebagai solusi untuk setiap akar masalah yang ditetapkan

Berdasarkan hasil analisis dari platform rapor pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal
maka didapat data berikut ini:
1) Mutu Hasil Peserta Didik
Hasil belajar peserta didik bisa dilihat dari aspek kognitif dan nonkognitif. Aspek
kognitif diukur dari kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, sementara
aspek non kognitif diukur dari karakter dan perilaku yang sejalan dengan nilai
Pancasila.

8
a) Kemampuan literasi peserta didik SD Negeri 6 Bukit Tunggal Kurang dari 50%
peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk literasi membaca. dan
mengalami peningkatan cukup signifikan.

b) Kemampuan Numerasi peserta didik SD Negeri 6 Bukit Tunggal Kurang dari


50% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi.

c) Indek karakter Peserta didik SD Negeri 6 Bukit Tunggal terbiasa menerapkan


nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong,
mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global dalam kehidupan
sehari hari

Tahun 2023 mengalami peningkatan yang sangat signifikan, dan SD 6 Bukit Tunggal
masuk sekolah berkemajuan baik.

9
2) Iklim Keamanan dan Inklusivitas di Satuan Pendidikan
Perasaan dan interaksi peserta didik di sekolah sangat menentukan kualitas
pembelajaran. Peserta didik yang merasa tidak aman, misalnya karena mengalami
perundungan atau diskriminasi agama, ras, sosial ekonomi, atau kondisi fisiknya,
akan kesulitan dalam mengikuti pelajaran.
a) Iklim Keamanan SD Negeri 6 Bukit Tunggal memiliki lingkungan sekolah yang
aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus
perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba.
Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga sekolah dalam
mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di
lingkungan sekolah.

b) Kesetaraan Gender SD Negeri 6 Bukit Tunggal mendukung kesetaraan hak-hak


sipil antar kelompok gender. Dukungan tersebut seringkali didasari oleh alasan
pragmatis dan cenderung bersifat pasif.

c) Iklim Kebhinekaan SD Negeri 6 Bukit Tunggal sudah mampu menghadirkan


suasana proses pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi
agama/kepercayaan dan budaya; mendapatkan pengalaman belajar yang
berkualitas; mendukung kesetaraan agama/kepercayaan, dan budaya; serta

10
memperkuat nasionalisme.

11
d) Iklim Inklusivitas di SD Negeri 6 Bukit Tunggal mulai mengembangkan suasana
proses pembelajaran yang menyediakan layanan yang ramah bagi peserta didik
dengan disabilitas dan cerdas berbakat istimewa.

3) Kompetensi GTK
Tingkat kompetensi GTK bisa dilihat dari proporsi GTK yang bersertifikat dan nilai Uji
Kompetensi Guru (UKG). Sementara itu, jumlah kehadiran GTK di kelas bisa
menggambarkan bagaimana kinerja mereka sehari-hari. Tak hanya melihat
kondisi saat ini, kita juga perlu melihat potensi perkembangan mutu dengan
keikutsertaan GTK ke berbagai pelatihan dan keterlibatan mereka menjadi GTK
penggerak.

12
a) Nilai Uji Kompetensi Guru di SD Negeri 6 Bukit Tunggal dengan rata-rata nilai
UKG sudah baik.
b) Pengalaman Pelatihan guru di SD Negeri 6 Bukit Tunggal telah berkembang
dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan.
c) Kehadiran Guru di Kelas terdiri dari: Kehadiran guru menurut laporan murid
dan Kehadiran guru menurut laporan kepala sekolah
d) Proporsi GTK Penggerak di SD Negeri 6 Bukit Tunggal baik KS/Wakil
KS/KS Penggerak belum berasal dari guru penggerak.

4) Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel


Dalam pelaksanaan dan pengembangan aktivitas, sekolah penting untuk
melibatkan warga sekolah (orang tua dan peserta didik). Dari sisi pengelolaan
dana, perlu diperhatikan proporsi jenis belanja yang dilakukan, dan bagaimana
tingkat pemanfaatan TIK dalam melakukan perencanaan dan pembelanjaan
anggaran.

13
a) Partisipasi Warga Sekolah
Partisipasi warga sekolah terdiri dari: Partisipasi orang tua dan Partisipasi
murid
b) Pemanfaatan Sumber Daya Sekolah
Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu terdiri
dari:
● Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan
● Proporsi pembelanjaan non personil mutu pembelajaran
c) Pemanfaatan TIK untuk Administrasi
Pemanfaatan TIK di SD Negeri 6 Bukit Tunggal telah Tinggi untuk pengelolaan
anggaran yang terdiri dari:
● Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring
● Indeks penggunaan platform SDS sumber daya sekolah - ketepatan waktu
dan kelengkapan pelaporan

14
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA

Perencanaan Berbasis Data adalah bentuk pemanfaatan data pada platform


Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan Pendidikan, dinas pendidikan
maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan
untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang
berkesinambungan. Tahapan yang dilakukan oleh SD Negeri 6 Bukit Tunggal dalam
Perencanaan Berbasis Data(PBD) dari rapor pendidikan adalah sebagai berikut.

1. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapkan masalah yang didapat dari rapor
pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal dengan tahapan sebagai berikut.
● Mengunduh Profil Pendidikan dari Platform Rapor Pendidikan.
● mempelajari indikator-indikator yang ada dan petakan indikator yang masih
bermasalah.
● Kemendikbud Ristek telah menetapkan indikator prioritas bagi satuan
pendidikan sebagai fokus untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai
indikator yang perlu diprioritaskan.
● memilih indikator yang ingin diintervensi dengan mempertimbangkan indikator
prioritas dan indikator yang bermasalah.
● Dari Rapor pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal diperoleh data/indikator yang
bermasalah melalui proses identifikasi berdasarkan nilai capai setiap indikator
yang diidentifikasi seperti yang terdapat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1. Proses Identifikasi
Rapor Pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal tahun 2024
Indikator yang Indikator Prioritas Indikator yang akan
Bermasalah Dikdasmen diintervensi

A.1 K. Literasi A.1 Kemampuan Literasi A.1 K. Literasi

A.2 K. Numerasi A.2 Kemampuan Numerasi A.2 K. Numerasi

A.3 Karakter

D.4 Iklim Keamanan

D.5 Iklim Kebhinekaan


Tabel 2. Proses Identifikasi
Rapor Pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal tahun 2023
Indikator yang Indikator Prioritas Indikator yang akan
Bermasalah Dikdasmen diintervensi
A.1 Kemampuan Literasi A.1 K. Literasi

A.2 Kemampuan Numerasi A.2 K. Numerasi

A.3 Karakter

D.4 Iklim Keamanan

D.5 Iklim Kebhinekaan

15
Keterangan:
★ A.1 Kemampuan literasi termasuk indikator bermasalah karena pada rapor
pendidikan nilai capaian mencapai kompetensi minimum (58,62)
★ A.2 Kemampuan Numerasi termasuk indikator bermasalah karena pada rapor
pendidikan nilai capaiannya sudah mencapai kompetensi minimum (27,59) dan
berwarna kuning
★ Definisi Capaian kemampuan Literasi siswa SD Negeri 6 Bukit Tunggal Kurang
dari 50% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk literasi
membaca.
★ Definisi Capaian Kemampuan Numerasi siswa SD Negeri 6 Bukit Tunggal Kurang
dari 50% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi.
★ Dua indikator tersebut (Literasi dan Nmerasi) dari 5 indikator prioritas
termasuk indikator yang akan diintervensi oleh SD Negeri 6 Bukit Tunggal
2. Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan SD Negeri 6
Bukit Tunggal dari rapor pendidikan pada indikator prioritas yang masih
bermasalah dan mengakibatkan capaian untuk indikator A.1 Kemampuan Literasi
dan A2 Kemampuan Numerasi siswa SD Negeri 6 Bukit Tunggal masih di bawah
kompetensi minimum. Adapun tahapan yang dilakukan SD Negeri 6 Bukit Tunggal
dalam melakukan refleksi adalah sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap masalah
yang dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat dilakukan dengan cara
yang beragam dari yang paling sederhana sampai penggunaan analisis data
yang kompleks.
● Akar masalah dapat dilakukan dengan:
1) Melihat indikator level 2 yang bermasalah (warna merah dan atau kuning)
2) Melihat indikator dari dimensi lain yang capaiannya rendah
● Dari rapor pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal diperoleh akar masalah dari
indikator yang diintervensi seperti yang tertera pada tabel di bawah ini
Tabel 2. Proses Refleksi
Rapor Pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal
Identifikasi Refleksi (Akar Masalah)

A.1 Kemampuan A.1 Sebagian besar peserta didik dalam kategori cakap dan dasar
Literasi terutama dalam hal kompetensi membaca teks informasi (48,91)*,
kompetensi membaca teks sastra (47.9)*, kompetensi mengakses
dan menemukan isi teks (L1) (52.65)*, kompetensi
menginterpretasi dan memahami isi teks (L2) (41.96)*, dan
kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3) (43.45)*
*Angka dalam kurung "()" merupakan nilai domain tersebut
D.1 Kualitas pembelajaran masih rendah
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru masih kurang

A.2 Numerasi A.2 Sebagian besar peserta didik dalam kategori cakap dan dasar
terutama dalam Kompetensi pada domain Bilangan (35,88)*,
Aljabar(35,57)*, Geometri (35,88), Data dan
Ketidakpastian(40,74), Kompetensi mengetahui (L1) (42,45),

16
menerapkan (L2) (34,42), menalar (L3) (31,13)
D.1 Kualitas pembelajaran masih rendah
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru masih kurang

A.3 Karakter A.3 Seluruh Karakter peserta didik dalam kategori Berkembang dalam
karakter Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, Gotong Royong, kreativitas, Nalar kritis,
kebhinekaan global dan Kemandirian

D.4 Keamanan D.4.5 Kekerasan seksual dalam keadaan waspada

2. Benahi
Proses benahi adalah proses menentukan program dan kegiatan dengan tahapan
sebagai berikut.
● Dari akar masalah yang sudah dirumuskan, SD Negeri 6 Bukit Tunggal
menentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah yang
teridentifikasi.
● Dalam Penentuan program dan kegiatan SD Negeri 6 Bukit Tunggal merujuk
pada contoh program dan kegiatan yang dirumuskan oleh Kemendikbud Ristek
(ada pada lampiran)
● Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui proses refleksi terhadap
rapor pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal, maka proses benahi atau
menentukan program dan kegiatan bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

17
Tabel 3. Proses Benahi
Rapor Pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal
Refleksi Benahi

A.1 Sebagian besar peserta didik ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
dalam kategori cakap dan dasar peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terutama dalam hal kompetensi terkait materi literasi (Benahi 1)
membaca teks informasi ● Penguatan pembelajaran literasi dengan
(43.14)*, kompetensi membaca menggunakan modul literasi berbasis tema dan
teks sastra (47.9)*, kompetensi sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar
mengakses dan menemukan isi (Benahi 2)
teks (L1) (52.65)*, kompetensi ● Kegiatan membaca dan mendiskusikan beragam
menginterpretasi dan buku dari berbagai sumber dan genre secara rutin
memahami isi teks (L2) (41.96)*, oleh guru dan siswa (Benahi 3)
dan kompetensi mengevaluasi ● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
dan merefleksikan isi teks (L3) untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
(43.45)* *Angka dalam kurung sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
"()" merupakan nilai domain terkait literasi (Benahi 4)
tersebut ● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran literasi dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan literasi
sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah,
contohnya, dengan penerapan kurikulum merdeka

18
Refleksi Benahi

D.1 Kualitas pembelajaran kurang ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


baik peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi kualitas pembelajaran. (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kualitas pembelajaran (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)

D.2. Kemampuan guru melakukan ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


refleksi masih rendah peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi refleksi pembelajaran. (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kemampuan melakukan refleksi (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)

A.2 Sebagian besar peserta didik ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
dalam kategori cakap dan dasar peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terutama dalam Kompetensi terkait materi numerasi (Benahi 1)
pada domain Bilangan (35,88)*, ● Penguatan pembelajaran numerasi dengan
Aljabar (35,57)*, Geometri menggunakan modul numerasi berbasis tema dan
(35,88), Data dan Ketidakpastian sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar
(40,74), Kompetensi mengetahui (Benahi 2)
(L1) (42,45), menerapkan (L2) ● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
(34,42), menalar (L3) (31,13) untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait numerasi (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran numerasi dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan
numerasi sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (Benahi 6)

D.1 Kualitas pembelajaran Kurang ● peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
baik terkait materi kualitas pembelajaran. (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kualitas pembelajaran (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)

D.2. Kemampuan guru melakukan ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


refleksi masih rendah peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah

● 19
Refleksi Benahi

terkait materi refleksi pembelajaran. (Benahi 1)


● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kemampuan melakukan refleksi (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)

A.3.1. Beriman, bertakwa kepada ● pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


Tuhan YME dan berakhlak peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
mulia sudah berkembang terkait materi beriman, bertakwa kepada Tuhan
YME dan berakhlak mulia (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan
berakhlak mulia dengan menggunakan sumber lain
di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Beriman, bertakwa kepada Tuhan
YME dan berakhlak mulia (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME dan berakhlak mulia dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan
karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan
berakhlak mulia sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (Benahi 6)

A.3.2Gotong royong Berkembang ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter gotong royong (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter gotong royong
dengan menggunakan sumber lain di luar platform
merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter gotong royong (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter gotong royong dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi
5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan
karakter gotong royong sesuai dengan kebutuhan
siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)

A.3.3 Kreativitas masih Berkembang ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah

20
Refleksi Benahi

terkait materi kreativitas (Benahi 1)


● Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
kreativitas dengan menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter kreativitas (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter kreativitas dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
kreativitas sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (Benahi 6)

A.3.4 Nalar Kritis masih kurang ● pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter nalar kritis (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter nalar kritis dengan
menggunakan sumber lain di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter nalar kritis (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter nalar kritis dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
nalar kritis sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (Benahi 6)

[Link] Global masih ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


rendah peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Kebhinekaan Global (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter Kebhinekaan
Global dengan menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Kebhinekaan Global (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Kebhinekaan Global dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi
5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
Kebhinekaan Global sesuai dengan kebutuhan siswa
dan kondisi sekolah (Benahi 6)

21
Refleksi Benahi

[Link] masih rendah ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter Kemandirian (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter Kemandirian
dengan menggunakan sumber lain di luar platform
merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Kemandirian (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Kemandirian dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi
5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan
karakter Kemandirian sesuai dengan kebutuhan
siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)

[Link] pembelajaran kurang ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


baik peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi kualitas pembelajaran (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kualitas pembelajaran (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)

D.4 Keamanan ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Kekerasan Seksual (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait Kekerasan Seksual (Benahi 4)
● Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran
terkait Kekerasan Seksual (Benahi 7)
● Sekolah mengadopsi program ROOTS untuk
pencegahan Kekerasan Seksual (Benahi 8)
● Pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah terkait
Kekerasan Seksual (Benahi 9)

22
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN

A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)


Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja yang akan digunakan
sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang akan datang.
Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar
untuk mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan menjadi lebih
ringan dan ringkas dan juga mencari cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2025 SD Negeri 6 Bukit Tunggal disusun
berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang diambil dari Rapor Pendidikan
TAHUN 2024. Proses penyusunan RKT SD Negeri 6 Bukit Tunggal dirumuskan mengacu
pada hasil Identifikasi, Refleksi dan Benahi dari rapor pendidikan tahun 2024/2025.
Alur penyusunan RKT ini dengan cara seperti
● Dari tahapan identifikasi, refleksi dan benahi sebelumnya, selanjutnya dimasukkan
dalam format RKT
● Ditambahkan satu kolom untuk menerjemahkan Benahi menjadi kegiatan yang akan
masuk ke dalam RKAS
● Kegiatan yang tidak perlu pembiayaan tetap dijalankan meski tidak ada di dalam
RKAS
● Format RKT ini adalah bentuk yang lebih sederhana dari format RKT yang ada
sebelumnya
● RKT ini disusun dalam bentuk matrik seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel 4. Rencana Kerja Tahunan
SD Negeri 6 Bukit Tunggal
Tahun 2025
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

A.1 Literasi A.1 Sebagian ● Pemanfaatan ● Guru mengunduh dan


besar peserta platform merdeka menggunakan platform
didik dalam mengajar untuk Merdeka Mengajar
kategori peningkatan secara rutin
cakap dan kapasitas guru dan untuk meningkatkan
dasar kepala sekolah kompetensi sesuai
kebutuhannya.
terutama terkait materi literasi
● Kepala Sekolah
dalam hal (Benahi 1)
mengunduh dan
kompetensi menggunakan platform
membaca Merdeka Mengajar
teks secara rutin
informasi untuk meningkatkan
(43.14)*, kompetensi sesuai
kompetensi kebutuhannya.
membaca ● Pemasangan internet
teks sastra dan pembayaran biaya
(47.9)*, berlangganan internet
kompetensi untuk membantu guru
mengakses dan kepala sekolah
dan dalam melakukan

23
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

menemukan peningkatan
isi teks (L1) kompetensi secara
(52.65)*, daring. Guru dan kepala
kompetensi sekolah dapat
menginterpre bersama-sama
tasi dan menggunakan fasilitas
internet untuk
memahami
mengakses berbagai
isi teks (L2)
fitur yang menunjang
(41.96)*, dan kompetensi diri.
kompetensi
mengevaluasi ● Pengadaan berbagai
dan referensi untuk guru dan
merefleksika siswa yang
n isi teks (L3) dapat menunjang
(43.45)* ● Penguatan pembelajaran,
*Angka dalam pembelajaran literasi pengembangan
kurung "()" dengan minat baca, dan
merupakan menggunakan modul upaya
nilai domain literasi berbasis tema peningkatan kompetensi
tersebut literasi dan numerasi
dan sumber lainnya
untuk siswa, guru dan
di luar platform
kepala sekolah.
merdeka mengajar ● Peningkatan kompetensi
(Benahi 2) untuk pembelajaran
literasi dan numerasi
perlu dilakukan guru
berbagai mata pelajaran.
Peningkatan kualitas ini
dapat dilakukan secara
daring maupun luring,
secara berkelompok
atau individu.
● Peningkatan
wawasan pembelajaran
literasi dan numerasi
kepala sekolah perlu
dilakukan dengan
berbagai cara, baik
secara daring maupun
luring, secara
berkelompok maupun
individu. Tujuan
utamanya adalah agar
kepala sekolah dapat
mengembangkan
kebijakan yang
mendukung
peningkatan kompetensi
literasi dan numerasi
siswa.
● Optimalisasi peran
perpustakaan sebagai
sentra pembelajaran
literasi, di antaranya

24
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

dengan
menyelenggarakan
kegiatan, forum,
dan/atau program
diskusi dan membuat
karya berbasis buku
● Kegiatan membaca
bacaan sesuai minat,
dan mendiskusikan
konteks, atau topik
berbagai buku dari tertentu.
berbagai sumber dan ● Penambahan dan/atau
genre secara rutin perawatan buku dan
oleh guru dan siswa koleksi perpustakaan.
(Benahi 3)
● Guru dan kepala sekolah
belajar bersama dalam
komunitas belajar di
sekolah secara rutin 2-4
kali setiap bulannya.
Agenda pertemuan
di antaranya
mendiskusikan
permasalahan atau
peningkatan kualitas
● Pembentukan dan pembelajaran, iklim
optimalisasi keamanan sekolah, dan
komunitas belajar peningkatan kompetensi
guru secara umum.
untuk peningkatan
● Komunitas belajar
kompetensi guru dan
merupakan kelompok
kepala sekolah
pendidik, tenaga
dengan berbagi kependidikan, serta
pengetahuan dan anggota masyarakat
diskusi terkait lainnya, dan dapat
literasi (Benahi 4) berwujud MGMP/KKG,
KKKS/MKKS, atau
lainnya. Guru dan kepala
sekolah juga dapat aktif
berkegiatan dalam
MGMP/KKG atau
MKKS/KKKS untuk
meningkatan
kompetensi diri melalui
interaksi bersama rekan
sejawat.

25
● Proses refleksi adalah
kegiatan mengingat
kembali dan menilai
strategi yang sudah
dilakukan dalam proses
pembelajaran. Tujuannya
yaitu untuk
mengidentifikasi praktik

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

baik dan hal-hal yang


perlu diperbaiki serta
strategi yang perlu
dilakukan oleh guru dan
kepala sekolah.
● Secara mandiri, guru
dapat melakukan proses
refleksi bersama peserta
● Refleksi didik setiap selesai satu
pembelajaran oleh tujuan pembelajaran.
guru dan kepala Kepala sekolah bisa
sekolah untuk berefleksi bersama guru
mengidentifikasi setidaknya satu
tantangan dalam semester sekali, serta
pembelajaran literasi dapat melibatkan orang
dengan melibatkan tua siswa atau
pemangku pemangku kepentingan
kepentingan sekolah agar proses refleksi
(Benahi 5) dapat lebih bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses
refleksi.

26
● Di tingkat
satuan pendidikan,
kurikulum yang
dikembangkan
adalah kurikulum
operasional satuan
pendidikan. Tercakup di
dalamnya yaitu
pengembangan
perencanaan
pembelajaran dan
asesmen; misalnya alur
tujuan pembelajaran
atau silabus, rencana
pembelajaran dan
asesmen, perencanaan
projek penguatan Profil
Pelajar Pancasila,
pengembangan modul
ajar dan modul projek
penguatan Profil Pelajar
Pancasila, dan lainnya.

● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
literasi sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah, contohnya,
dengan penerapan
kurikulum merdeka
atau kurikulum
darurat (Benahi 6)

27
D.1 Kualitas ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari dan
pembelajaran platform merdeka mendiskusikan video
kurang baik mengajar untuk inspirasi seri Guru Abad
peningkatan 21 di Platform Merdeka
kapasitas guru dan Mengajar
kepala sekolah ● Guru mempelajari
terkait materi Pelatihan Mandiri dalam
kualitas Platform Merdeka
pembelajaran. Mengajar dan
(Benahi 1) membahasnya di
komunitas belajar di
topik Penyesuaian
Pembelajaran dengan
Kebutuhan dan
Karakteristik Murid
● Pembentukan komunitas
belajar
● Pembentukan dan ● Guru dan kepala sekolah
optimalisasi belajar bersama dalam
komunitas belajar komunitas belajar di
untuk peningkatan sekolah secara rutin 2-4
kompetensi guru dan kali setiap bulannya.
kepala sekolah Agenda pertemuan
dengan berbagi di antaranya
pengetahuan dan mendiskusikan
diskusi terkait permasalahan atau
kualitas peningkatan kualitas
pembelajaran pembelajaran, iklim
(Benahi 4) keamanan sekolah, dan
peningkatan kompetensi
guru secara umum.
● Refleksi kepala sekolah
dan guru terhadap proses
pembelajaran
● Proses refleksi adalah
kegiatan mengingat
kembali dan menilai
strategi yang sudah

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

28
● Refleksi dilakukan dalam proses
pembelajaran oleh pembelajaran. Tujuannya
guru dan kepala yaitu untuk
sekolah untuk mengidentifikasi praktik
mengidentifikasi baik dan hal-hal yang
tantangan dalam perlu diperbaiki serta
kualitas strategi yang perlu
pembelajaran dilakukan oleh guru dan
dengan melibatkan kepala sekolah.
pemangku ● Secara mandiri, guru
kepentingan sekolah dapat melakukan proses
(Benahi 5) refleksi bersama peserta
didik setiap selesai satu
tujuan pembelajaran.
Kepala sekolah bisa
berefleksi bersama guru
setidaknya satu semester
sekali, serta dapat
melibatkan orang tua
siswa atau pemangku
kepentingan agar proses
refleksi dapat lebih
bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses refleksi.

[Link] ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari topik


guru platform merdeka Perencanaan
melakukan mengajar untuk Pembelajaran pada PMM
refleksi peningkatan dan mendiskusikan
masih rendah kapasitas guru dan modul Refleksi
kepala sekolah Pembelajaran dalam
terkait materi Komunitas Belajar Guru
refleksi di Sekolah
pembelajaran.
(Benahi 1) ● Guru dan kepala sekolah
belajar bersama dalam
● Pembentukan dan komunitas belajar di
optimalisasi sekolah secara rutin 2-4
komunitas belajar kali setiap bulannya.
untuk peningkatan Agenda pertemuan
kompetensi guru dan di antaranya
kepala sekolah mendiskusikan
dengan berbagi permasalahan atau
pengetahuan dan peningkatan kualitas
diskusi terkait pembelajaran, iklim
kemampuan keamanan sekolah, dan

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


29
melakukan refleksi peningkatan kompetensi
(Benahi 4) guru secara umum.
● Proses refleksi adalah
kegiatan mengingat
kembali dan menilai
strategi yang sudah
dilakukan dalam proses
pembelajaran. Tujuannya
yaitu untuk
● Refleksi mengidentifikasi praktik
pembelajaran oleh baik dan hal-hal yang
guru dan kepala perlu diperbaiki serta
sekolah untuk strategi yang perlu
mengidentifikasi dilakukan oleh guru dan
tantangan dalam kepala sekolah.
kualitas ●
pembelajaran ● Secara mandiri, guru
dengan melibatkan dapat melakukan proses
pemangku refleksi bersama peserta
kepentingan sekolah didik setiap selesai satu
(Benahi 5) tujuan pembelajaran.
Kepala sekolah bisa
berefleksi bersama guru
setidaknya satu semester
sekali, serta dapat
melibatkan orang tua
siswa atau pemangku
kepentingan agar proses
refleksi dapat lebih
bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses refleksi.

A.2 Numerasi A.2Sebagian ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari buku


besar peserta platform merdeka matematika yang sudah
didik dalam mengajar untuk tersedia di PMM
kategori peningkatan ● Guru membaca modul
cakap dan kapasitas guru dan numerasi di laman
dasar kepala sekolah bersama hadapi
terutama terkait materi korona
dalam numerasi (Benahi 1) ● Guru mempelajari
Kompetensi asesmen awal
pada domain pembelajaran dan akm
Bilangan kelas pada domain
(35,88)*,
aljabar, geometri dan
Aljabar
data-ketidakpastian
kemudian

30
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

(35,57)*, merefleksikan diri


Geometri kemampuannya dan
(35,88), Data bagaimana akan
dan mengajarkannya
Ketidakpastia ● Peningkatan kapasitas
n (40,74), satuan pendidikan secara
Kompetensi mandiri untuk mengajar
mengetahui literasi dan numerasi
(L1) (42,45), secara lebih efektif.
menerapkan
(L2) (34,42),
menalar ● Pembentukan komunitas
● Penguatan belajar
(L3) (31,13) pembelajaran
numerasi
dengan
menggunakan modul
numerasi berbasis
tema dan sumber
lainnya di luar
platform merdeka ● Refleksi kepala sekolah
mengajar (Benahi 2) dan guru terhadap proses
● Pembentukan dan pembelajaran
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait ● Dalam Kurikulum
numerasi (Benahi 4) Merdeka, projek
● Refleksi penguatan profil pelajar
pembelajaran oleh Pancasila dirancang
guru dan kepala untuk mengembangkan
sekolah untuk karakter. Projek
mengidentifikasi penguatan profil pelajar
tantangan dalam Pancasila dapat
diterapkan juga untuk
pembelajaran
sekolah yang
numerasi dengan
menggunakan Kurikulum
melibatkan 2013, dengan
pemangku konsekuensi
kepentingan sekolah penambahan jam
(Benahi 5) pelajaran.
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
numerasi sesuai
dengan kebutuhan
31
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

siswa dan kondisi


sekolah (Benahi 6)

D.1Kualitas ● peningkatan ● Guru mempelajari dan


pembelajaran kapasitas guru dan mendiskusikan video
Kurang baik kepala sekolah inspirasi seri Guru Abad
terkait materi 21 di Platform Merdeka
kualitas Mengajar
pembelajaran. ● Guru mempelajari
(Benahi 1) Pelatihan Mandiri dalam
Platform Merdeka
Mengajar dan
membahasnya di
komunitas belajar di
topik Penyesuaian
Pembelajaran dengan
Kebutuhan dan
Karakteristik Murid

● Pembentukan dan ● Pembentukan Komunitas


optimalisasi Belajar
komunitas belajar ● Kegiatan KKG dan KKKS
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
kualitas
pembelajaran
(Benahi 4)
● Refleksi ● Melakukan Refleksi dan
pembelajaran oleh monitoring
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
kualitas
pembelajaran
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)

D.2. Kemampuan ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari topik


guru platform merdeka Perencanaan
melakukan mengajar untuk Pembelajaran pada PMM
refleksi peningkatan dan mendiskusikan
masih kapasitas guru dan modul Refleksi
rendah kepala sekolah Pembelajaran dalam

32
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

terkait materi Komunitas Belajar Guru


refleksi di Sekolah
pembelajaran.
(Benahi 1)
● Pembentukan dan ● Membentuk komunitas
optimalisasi bekajar
komunitas belajar ● Kegiatan KKG dan KKKS
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan
berbagi pengetahuan
dan
diskusi terkait
kemampuan
melakukan refleksi
(Benahi 4) ● Refleksi kepala sekolah
● Refleksi dan guru terhadap proses
pembelajaran oleh pembelajaran
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
kualitas
pembelajaran
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)

33
A.3 Karakter A.3.1. Beriman, ● pemanfaatan ● Guru mempelajari
bertakwa platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
kepada mengajar untuk Platform Merdeka
Tuhan YME peningkatan Mengajar dan
dan kapasitas guru dan membahasnya di
berakhlak kepala sekolah komunitas belajar di
mulia sudah terkait materi topik Proyek Penguatan
berkembang beriman, bertakwa Profil Pelajar pancasila
kepada Tuhan YME ●
dan berakhlak mulia
(Benahi 1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter terkait tema
Beriman, bertakwa
kepada Tuhan YME
dan berakhlak mulia
dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter Beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak mulia
(Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter Beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak
mulia dengan
melibatkan
pemangku

34
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak mulia
sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)
A.3.2Gotong ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
royong platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
Berkemban mengajar untuk Platform Merdeka
g peningkatan Mengajar dan
kapasitas guru dan membahasnya di
kepala sekolah komunitas belajar di
terkait materi topik Proyek Penguatan

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

35
karakter gotong Profil Pelajar pancasila
royong (Benahi 1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter gotong
royong dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter gotong
royong (Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter gotong
royong dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter gotong
royong sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)

A.3.3 Kreativitas ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari


masih platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
Berkemban mengajar untuk Platform Merdeka
g peningkatan kapasitas Mengajar dan
guru dan kepala membahasnya di

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


36
sekolah terkait materi komunitas belajar di
kreativitas (Benahi 1) topik Proyek Penguatan
● Penguatan Profil Pelajar pancasila
pembelajaran
karakter terkait tema
kreativitas dengan
menggunakan sumber
lain di luar platform
merdeka mengajar
(Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan
dan diskusi
terkait karakter
kreativitas
(Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran
oleh guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter kreativitas
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter kreativitas
sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)
A.3.4 Nalar Kritis ● pemanfaatan platform ● Guru mempelajari
masih merdeka mengajar Pelatihan Mandiri dalam
kurang untuk peningkatan Platform Merdeka
kapasitas guru dan Mengajar dan
kepala sekolah terkait membahasnya di
materi karakter nalar komunitas belajar di
kritis (Benahi 1) topik Proyek Penguatan
● Penguatan Profil Pelajar pancasila
pembelajaran

37
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

karakter nalar kritis


dengan menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan
dan diskusi
terkait karakter
nalar kritis
(Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran
oleh guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter nalar kritis
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter nalar kritis
sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)
[Link] ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
n Global platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
masih mengajar untuk Platform Merdeka
rendah peningkatan kapasitas Mengajar dan
guru dan kepala membahasnya di
sekolah terkait materi komunitas belajar di
Kebhinekaan Global topik Proyek Penguatan
(Benahi 1) Profil Pelajar pancasila
● Penguatan
pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
menggunakan sumber
lain di luar platform

38
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

merdeka mengajar
(Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan
dan diskusi
terkait karakter
Kebhinekaan Global
(Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran
oleh guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
melibatkan pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter Kebhinekaan
Global sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)

39
[Link] ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
n masih platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
rendah mengajar untuk Platform Merdeka
peningkatan Mengajar dan
kapasitas guru dan membahasnya di
kepala sekolah komunitas belajar di
terkait materi topik Proyek Penguatan
karakter Profil Pelajar pancasila
Kemandirian (Benahi
1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter
Kemandirian dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

40
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter
Kemandirian (Benahi
4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter
Kemandirian dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter
Kemandirian sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)

[Link] ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari


pembelajaran platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
kurang baik mengajar untuk Platform Merdeka
peningkatan kapasitas Mengajar dan
guru dan kepala membahasnya di
sekolah terkait materi komunitas belajar di
kualitas pembelajaran topik Proyek Penguatan
(Benahi 1) Profil Pelajar pancasila
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


41
kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan
dan diskusi terkait
kualitas pembelajaran
(Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran
oleh guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
kualitas pembelajaran
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)

D.4 Keamanan Kekerasan ● Pemanfaatan ● Peraturan dan tata


Seksual platform merdeka tertib mengatur hal hal
mengajar untuk yang harus dilakukan
peningkatan kapasitas dan tidak boleh
guru dan kepala dilakukan untuk
sekolah terkait materi menjaga agar tidak
Kekerasan Seksual terjadi perundungan,
(Benahi 1) kekerasan seksual,
● Pembentukan dan intoleransi dan
optimalisasi penggunaan narkoba di
komunitas belajar sekolah. Peraturan yang
untuk peningkatan dapat menjadi rujukan
kompetensi guru dan adalah Permendikbud
kepala sekolah dengan 82/2015 tentang
berbagi pengetahuan Pencegahan
dan diskusi Penanggulangan Tindak
terkait Kekerasan Kekerasan di
Seksual (Benahi Lingkungan Satuan
4) Pendidikan.
● Pelatihan guru dan ● Peraturan yang sudah
kepala sekolah serta disepakati perlu diuji
pembelajaran terkait coba dan ditegakkan
Kekerasan Seksual bersama sama warga
(Benahi 7) sekolah dan dilakukan
● Sekolah mengadopsi evaluasi secara periodik
program ROOTS sebagai masukan untuk
untuk pencegahan revisi jika diperlukan.
Kekerasan Seksual
(Benahi 8)
● Pembuatan peraturan
dan tata tertib sekolah
terkait Kekerasan
Seksual (Benahi 9)
D.4.5 kekerasan ● Pembuatan peraturan ● Pembuatan Program
seksual, dan tata tertib sekolah Kerja Kepala

Sekolah/ Pembuatan
dan
42
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

D.4.3 terkait kekerasan pelaksanaan peraturan


perundungan, seksual, pencegahan
intoleransi, dan perundungan,
D.4.6 pencegahan intoleransi, dan dan penanganan
penggunaan pencegahan kekerasan di sekolah
narkoba penggunaan narkoba dapat diwujudkan
melalui program kerja
kepala sekolah yaitu:
● 1. Pencegahan
kekerasan termasuk

kekerasan seksual,
perundungan,
intoleransi
dan
penggunaan narkoba
● 2. Penanganan
kekerasan melalui
pembentukan tim
khusus

penanganan kekerasan,
penyediaan kanal
aduan dan berjejaring

dengan
lembaga lain seperti
UPTD PPA (Unit
Pelaksana Teknis
Daerah Perlindungan
Perempuan dan Anak)
dan pekerja sosial
untuk melakukan
penanganan kasus-
kasus kekerasan
yang
membutuhkan
konseling, bantuan
hukum, bantuan sosial,
dan penanganan kasus
lebih lanjut.

● Rencana Kerja Tahunan di atas disusun berdasarkan rapor pendidikan yang telah
dipelajari dan dianalisis dari 5 Indikator Prioritas yakni Dimensi A (A1,A2,A3) dan
Dimensi D (D4, D8)

B. Jadwal Kegiatan Tahunan


Jadwal Kegiatan Tahunan ini merupakan implementasi dari RKT yang telah disusun
berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang mengacu pada hasil analisis dari rapor
pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal. Penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini tidak lepas
dari analisis kegiatan yang berdasarkan kalender pendidikan pada tahun berjalan. Selain
43
pada kalender pendidikan penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini mengacu pada
permendikbud Ristek Nomor 63 Tahun 2023 Tentang Juknis BOSP (Biaya Operasional
Satuan Pendidikan).

Permendikbud nomor 63 tahun 2023 mengatur tentang penyaluran dana BOS reguler
untuk SD menjadi tahap yaitu TAHAP 1 periode Januari-Juni dan tahap 2 periode
Juli-Desember 2023. Dengan demikian sangat berpengaruh terhadap jadwal kegiatan
tahunan di SD Negeri 6 Bukit Tunggal. Berikut jadwal kegiatan tahunan SD Negeri 6 Bukit
Tunggal:

44
Tabel 5. Jadwal Kegiatan Tahunan
SD Negeri 6 Bukit Tunggal
Tahun 2025

Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana

1 Standar Isi

1) Penyusunan Kurikulum ● Kepala sekolah Juli 2024 BOSP

2 Standar GTK

1) Workshop Penentuan KKM Guru dan KS Januari 2025 BOSP


2) Workshop Kekerasan Seksual Pebruari
3) Workshop Manajemen Kelas Januari
4) Workshop Metode Januari
Pembelajaran Jan-Agustus
5) Workshop Penilaian Juli-Des
6) Workshop Evaluasi Jan-Des
7) Kegiatan KKG dan KKKS

3 Standar Proses

1) Ekstrakurikuler Pramuka Guru dan siswa Jan-Des BOSP


2) Ekstrakurikuler Seni Budaya
3) Ekstrakurikuler Olahraga

4 Pengembangan Sarpras

1) Pengadaan Buku Siswa Siswa Mei-Agustus BOSP


2) Buku Referensi Januari-feb
3) Pemeliharaan Listrik sekolah Juli-Des
4) Pemeliharan WC Sekolah Jan-Des
5) Pengecatan sekolah Sekolah Jan-Des
6) Pemeliharaan Halaman Sekolah Desember
7) Pemeliharaan Komputer sekolah Jan-Sept.
8) Pengadaan Laptop sekolah Jul-Sept

5 Standar Pengelolaan

1) PPDB Siswa Juni-Juli BOSP


2) Lomba FTBI Jan-Maret
3) FL2SN Jan-Maret
4) OSN Jan-Maret
5) O2SN Jan-Maret
6) PAI Jan-Maret
7) Pendataan Dapodik Guru KS Sekolah Jan-Desember
dan ARKAS
8) UKS Jan-Des

45
Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana

9) Program Kerja KS KS Juli


10) Penyusunan RKT/RKAS KS/Guru/Sekolah Jan-Des
11) Belanja ATK Sekolah Sekolah Jan-Des
12) Pengadaan Alat Kebersihan sekolah Jan-Des
13) Langganan Listrik Sekolah Jan-Des
14) Langganan Internet Sekolah

7 Standar Pembiayaan

1) Honorarium Guru Guru Jan-Des BOSP


2) Honor Tendik Tendik Jan-Des

8 Standar Penilaian
1) UAS Siswa Kelas 1-6 Juni dan BOSP
Desember
2) ANBK
Kelas 5 Agustus

46
BAB 5 PENUTUP

A. KESIMPULAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan perencanaan yang disusun oleh
sekolah setiap tahun berdasarkan perencanaan yang berbasis data (PBD) yang
didasarkan pada rapor pendidikan sekolah. Penyusunan RKT ini tersusun melalui
proses analisis terhadap rapor pendidikan dengan mekanisme Identifikasi, Refleksi,
dan Benahi (IRB). Hasil dari proses IRB ini maka dijadikan Rencana kerja tahunan yang
selanjutnya jadi rujukan dalam penyusunan RKAS.
Proses IRB terhadap Rapor Pendidikan fokus pada indikator prioritas
pendidikan dasar yakni indikator:
1) A1. Kemampuan Literasi
2) A2. Kemampuan Numerasi
3) A3. Karakter
4) D4. Iklim Keamanan sekolah
5) D8. Iklim Kebhinekaan sekolah
Dari kelima indikator tersebut di atas maka diperoleh indikator yang kurang baik
(bermasalah), maka indikator yang bermasalah yang akan diintervensi khusus dalam
pengembangan perencanaan sekolah berdasarkan akar masalah yang diperoleh dari
level 2 (sub indikator) atau dari sub indikator dimensi lain yang dianggap berpengaruh
terhadap nilai capaian satuan pendidikan.
Dengan demikian akhirnya RKT SD Negeri 6 Bukit Tunggal untuk tahun 2025
tersusun dengan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang berdasarkan Laporan Raport
Pendidikan Tahun 2023/2024.

B. REKOMENDASI
1) Satuan Pendidikan
● diharapkan satuan pendidikan bisa dan wajib melaksanakan program
sesuai program yang telah disusun dalam RKT
● diharapkan satuan pendidikan mampu melakukan penyesuaian dengan
biaya dan anggaran yang tersedia serta menggunakan prinsip
pengelolaan pembiayaan.
2) Warga Sekolah
● Kepala Sekolah sebagai kepala satuan pendidikan agar mampu menjadi
manajer dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran sesuai
dengan tugas dan fungsinya serta mengacu pada peraturan yang berlaku
● Guru dan tendik agar bisa melaksanakan seluruh program yang sudah
direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja dari kepala sekolah dalam
pengelolaan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik.
3) Dinas Pendidikan
● Dinas Pendidikan diharapkan agar selalu memberikan bimbingan teknis
kepada satuan pendidikan dalam melakukan perencanaan berbasis data
● Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga agar selalu melakukan sosialisasi
47
Juknis BOSP setiap tahunnya agar para kepala satuan pendidikan
memahami dengan tuntas terkait penggunaan dana BOSP.

48

Anda mungkin juga menyukai