RKT SD Negeri 6 Bukit Tunggal 2025
RKT SD Negeri 6 Bukit Tunggal 2025
(RKT)
TAHUN 2025
DISUSUN OLEH
EDY SUGIANOR, [Link]
KEPALA SEKOLAH
1
KATA PENGANTAR
Berkat rahmat dan karunia-Nya semata, kami telah dapat menyusun rencana Kerja
Tahunan Kepala Sekolah, yang akan digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan
program pendidikan. Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah yang tertib dan teratur
sangat diperlukan untuk peningkatan kemampuan dalam pengelolaan pendidikan di
sekolah. Peningkatan tersebut akan berdampak positif, yaitu makin meningkatnya
efisiensi, mutu, dan perluasan pendidikan dasar.
Program Kerja Kepala Sekolah ini disusun sebagai penyesuaian dari Perencanaan
Berbasis Data (PBD) yang didasarkan pada rapor pendidikan Sekolah, serta digunakan
sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan operasional di sekolah, sehingga akan
memperlancar kerja Kepala Sekolah. Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah
ini melibatkan unsur yang terkait, yaitu unsur Kepala Sekolah, Guru, tendik dan Pengurus
Komite Sekolah, yang sebelumnya telah diuji kelayakannya.
Program Kerja Kepala Sekolah ini meliputi:
1. Pendahuluan
2. Profil dan Rapor Pendidikan
3. Perencanaan Berbasis Data (PBD)
4. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
5. Jadwal Kegiatan Tahunan
6. Penutup
Dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini, kami sudah
berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kekurangan maupun kesalahan,
namun demikian tentunya pasti masih banyak terdapat kekurangan maupun kesalahan.
Untuk itu kami sangat berterima kasih apabila dari semua pihak sudi memberikan saran
maupun kritik, demi kelancaran tugas yang kami emban.
Akhirnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
mendukung kami, utamanya kepada Kepala Dinas, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Pengawas SD, Ketua MKKS Kecamatan Jekan
Raya yang telah banyak memberikan bimbingan dan petunjuk demi kelancaran
penyusunan program kerja ini. Terima kasih
2
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................................................................1
KATA PENGANTAR..................................................................................................................................2
DAFTAR ISI.................................................................................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................................................................3
A. Latar Belakang Masalah..............................................................................................................3
B. Dasar Hukum..................................................................................................................................5
BAB 2 PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN........................................................................................................6
A. Profil Pendidikan.........................................................................................................................6
B. Rapor Pendidikan...........................................................................................................................7
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA.......................................................................................................15
1. Identifikasi Masalah....................................................................................................................15
2. Refleksi............................................................................................................................................16
3. Benahi...............................................................................................................................................17
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN.........................................................................................................22
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)...............................................................................................22
B. Jadwal Kegiatan Tahunan........................................................................................................39
BAB 5 PENUTUP.....................................................................................................................................................42
A. KESIMPULAN...............................................................................................................................................42
B. REKOMENDASI...........................................................................................................................................42
3
BAB 1 PENDAHULUAN
B. Dasar Hukum
1. Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57 tahun 2021 tentang
Standar Nasional Pendidikan ;
Pasal 28 berbunyi
● Perencanaan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk peningkatan kualitas proses
dan hasil belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri Satuan
Pendidikan.
● Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka pendek
dan rencana kerja jangka menengah.
Pasal 48 berbunyi:
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan terhadap: a. pendidikan anak usia dini; dan b.
pendidikan dasar dan menengah.
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) bertujuan untuk perluasan akses dan peningkatan mutu layanan
Pendidikan daerah sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan program
Pendidikan.
2. Permendikbud Ristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Pasal 24 Berbunyi :
● Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan profil
pendidikan daerah.
● Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan terhadap:
a. Pendidikan Anak Usia Dini; dan
b. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Pasal 26 berbunyi:
● Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh
Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk melakukan penyesuaian kebijakan dan
perencanaan program dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi, dan tata
kelola penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 28
5
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
dimanfaatkan oleh Satuan Pendidikan untuk:
B. Rapor Pendidikan
1. Pengertian
Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih Dari Profil Pendidikan yang
merefleksikan prioritas Kemendikbud Ristek yang digunakan untuk menilai kinerja
daerah dan satuan pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh dari perbandingan nilai
indikator antar tahun.
Untuk mengetahui rapor pendidikan satuan pendidikan maka Kepala sekolah
atau pun admin sekolah dapat melihat dan mengunduh rapor pendidikan melalui
tautan [Link] atau Platform rapor pendidikan.
Platform Rapor pendidikan adalah aplikasi berbasis web yang menampilkan informasi
Profil Pendidikan dan Rapor Pendidikan. Platform Rapor Pendidikan dapat diakses oleh
pengguna yang memiliki akun belajar sesuai dengan kewenangannya.
7
Pada rapor pendidikan terdapat indikator yang menjadi prioritas pendidikan
dasar diantaranya:
1) A.1 Kemampuan literasi
2) A.2 Kemampuan Numerasi
3) A.3 Karakter
4) D.4 Iklim Keamanan Sekolah
5) D.8 Iklim Kebhinekaan Sekolah.
Setelah melihat hasil dari Rapor Pendidikan, satuan pendidikan dapat
melakukan refleksi dan evaluasi atas kualitas dari pendidikannya Selain itu hasil Rapor
Pendidikan juga dapat dijadikan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang
tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan dapat membantu proses dan
meningkatkan kualitas belajar mengajar satuan pendidikan. Adapun tahapan dalam
melakukan perencanaan berbasis data (PBD) adalh dengan melakukan Identifikasi,
Refleksi, dan Benahi (IRB).
1) Tahapan proses identifikasi (memilih dan menetapkan masalah) yang dilakukan
oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut:
● Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
● Merujuk kepada daftar indikator prioritas
● Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan diintervensi.
2) Tahapan proses refleksi (merumuskan akar masalah) yang dilakukan oleh kepala
sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, dilakukan analisis untuk mencari akar
masalah
3) Tahapan proses refleksi (menentukan program dan kegiatan) yang dilakukan oleh
kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Membuat program, dan
● menyusun kegiatan sebagai solusi untuk setiap akar masalah yang ditetapkan
Berdasarkan hasil analisis dari platform rapor pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal
maka didapat data berikut ini:
1) Mutu Hasil Peserta Didik
Hasil belajar peserta didik bisa dilihat dari aspek kognitif dan nonkognitif. Aspek
kognitif diukur dari kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, sementara
aspek non kognitif diukur dari karakter dan perilaku yang sejalan dengan nilai
Pancasila.
8
a) Kemampuan literasi peserta didik SD Negeri 6 Bukit Tunggal Kurang dari 50%
peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk literasi membaca. dan
mengalami peningkatan cukup signifikan.
Tahun 2023 mengalami peningkatan yang sangat signifikan, dan SD 6 Bukit Tunggal
masuk sekolah berkemajuan baik.
9
2) Iklim Keamanan dan Inklusivitas di Satuan Pendidikan
Perasaan dan interaksi peserta didik di sekolah sangat menentukan kualitas
pembelajaran. Peserta didik yang merasa tidak aman, misalnya karena mengalami
perundungan atau diskriminasi agama, ras, sosial ekonomi, atau kondisi fisiknya,
akan kesulitan dalam mengikuti pelajaran.
a) Iklim Keamanan SD Negeri 6 Bukit Tunggal memiliki lingkungan sekolah yang
aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus
perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba.
Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga sekolah dalam
mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di
lingkungan sekolah.
10
memperkuat nasionalisme.
11
d) Iklim Inklusivitas di SD Negeri 6 Bukit Tunggal mulai mengembangkan suasana
proses pembelajaran yang menyediakan layanan yang ramah bagi peserta didik
dengan disabilitas dan cerdas berbakat istimewa.
3) Kompetensi GTK
Tingkat kompetensi GTK bisa dilihat dari proporsi GTK yang bersertifikat dan nilai Uji
Kompetensi Guru (UKG). Sementara itu, jumlah kehadiran GTK di kelas bisa
menggambarkan bagaimana kinerja mereka sehari-hari. Tak hanya melihat
kondisi saat ini, kita juga perlu melihat potensi perkembangan mutu dengan
keikutsertaan GTK ke berbagai pelatihan dan keterlibatan mereka menjadi GTK
penggerak.
12
a) Nilai Uji Kompetensi Guru di SD Negeri 6 Bukit Tunggal dengan rata-rata nilai
UKG sudah baik.
b) Pengalaman Pelatihan guru di SD Negeri 6 Bukit Tunggal telah berkembang
dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan.
c) Kehadiran Guru di Kelas terdiri dari: Kehadiran guru menurut laporan murid
dan Kehadiran guru menurut laporan kepala sekolah
d) Proporsi GTK Penggerak di SD Negeri 6 Bukit Tunggal baik KS/Wakil
KS/KS Penggerak belum berasal dari guru penggerak.
13
a) Partisipasi Warga Sekolah
Partisipasi warga sekolah terdiri dari: Partisipasi orang tua dan Partisipasi
murid
b) Pemanfaatan Sumber Daya Sekolah
Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu terdiri
dari:
● Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan
● Proporsi pembelanjaan non personil mutu pembelajaran
c) Pemanfaatan TIK untuk Administrasi
Pemanfaatan TIK di SD Negeri 6 Bukit Tunggal telah Tinggi untuk pengelolaan
anggaran yang terdiri dari:
● Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring
● Indeks penggunaan platform SDS sumber daya sekolah - ketepatan waktu
dan kelengkapan pelaporan
14
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA
1. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapkan masalah yang didapat dari rapor
pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal dengan tahapan sebagai berikut.
● Mengunduh Profil Pendidikan dari Platform Rapor Pendidikan.
● mempelajari indikator-indikator yang ada dan petakan indikator yang masih
bermasalah.
● Kemendikbud Ristek telah menetapkan indikator prioritas bagi satuan
pendidikan sebagai fokus untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai
indikator yang perlu diprioritaskan.
● memilih indikator yang ingin diintervensi dengan mempertimbangkan indikator
prioritas dan indikator yang bermasalah.
● Dari Rapor pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal diperoleh data/indikator yang
bermasalah melalui proses identifikasi berdasarkan nilai capai setiap indikator
yang diidentifikasi seperti yang terdapat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1. Proses Identifikasi
Rapor Pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal tahun 2024
Indikator yang Indikator Prioritas Indikator yang akan
Bermasalah Dikdasmen diintervensi
A.3 Karakter
A.3 Karakter
15
Keterangan:
★ A.1 Kemampuan literasi termasuk indikator bermasalah karena pada rapor
pendidikan nilai capaian mencapai kompetensi minimum (58,62)
★ A.2 Kemampuan Numerasi termasuk indikator bermasalah karena pada rapor
pendidikan nilai capaiannya sudah mencapai kompetensi minimum (27,59) dan
berwarna kuning
★ Definisi Capaian kemampuan Literasi siswa SD Negeri 6 Bukit Tunggal Kurang
dari 50% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk literasi
membaca.
★ Definisi Capaian Kemampuan Numerasi siswa SD Negeri 6 Bukit Tunggal Kurang
dari 50% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi.
★ Dua indikator tersebut (Literasi dan Nmerasi) dari 5 indikator prioritas
termasuk indikator yang akan diintervensi oleh SD Negeri 6 Bukit Tunggal
2. Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan SD Negeri 6
Bukit Tunggal dari rapor pendidikan pada indikator prioritas yang masih
bermasalah dan mengakibatkan capaian untuk indikator A.1 Kemampuan Literasi
dan A2 Kemampuan Numerasi siswa SD Negeri 6 Bukit Tunggal masih di bawah
kompetensi minimum. Adapun tahapan yang dilakukan SD Negeri 6 Bukit Tunggal
dalam melakukan refleksi adalah sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap masalah
yang dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat dilakukan dengan cara
yang beragam dari yang paling sederhana sampai penggunaan analisis data
yang kompleks.
● Akar masalah dapat dilakukan dengan:
1) Melihat indikator level 2 yang bermasalah (warna merah dan atau kuning)
2) Melihat indikator dari dimensi lain yang capaiannya rendah
● Dari rapor pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal diperoleh akar masalah dari
indikator yang diintervensi seperti yang tertera pada tabel di bawah ini
Tabel 2. Proses Refleksi
Rapor Pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal
Identifikasi Refleksi (Akar Masalah)
A.1 Kemampuan A.1 Sebagian besar peserta didik dalam kategori cakap dan dasar
Literasi terutama dalam hal kompetensi membaca teks informasi (48,91)*,
kompetensi membaca teks sastra (47.9)*, kompetensi mengakses
dan menemukan isi teks (L1) (52.65)*, kompetensi
menginterpretasi dan memahami isi teks (L2) (41.96)*, dan
kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3) (43.45)*
*Angka dalam kurung "()" merupakan nilai domain tersebut
D.1 Kualitas pembelajaran masih rendah
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru masih kurang
A.2 Numerasi A.2 Sebagian besar peserta didik dalam kategori cakap dan dasar
terutama dalam Kompetensi pada domain Bilangan (35,88)*,
Aljabar(35,57)*, Geometri (35,88), Data dan
Ketidakpastian(40,74), Kompetensi mengetahui (L1) (42,45),
16
menerapkan (L2) (34,42), menalar (L3) (31,13)
D.1 Kualitas pembelajaran masih rendah
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru masih kurang
A.3 Karakter A.3 Seluruh Karakter peserta didik dalam kategori Berkembang dalam
karakter Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, Gotong Royong, kreativitas, Nalar kritis,
kebhinekaan global dan Kemandirian
2. Benahi
Proses benahi adalah proses menentukan program dan kegiatan dengan tahapan
sebagai berikut.
● Dari akar masalah yang sudah dirumuskan, SD Negeri 6 Bukit Tunggal
menentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah yang
teridentifikasi.
● Dalam Penentuan program dan kegiatan SD Negeri 6 Bukit Tunggal merujuk
pada contoh program dan kegiatan yang dirumuskan oleh Kemendikbud Ristek
(ada pada lampiran)
● Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui proses refleksi terhadap
rapor pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal, maka proses benahi atau
menentukan program dan kegiatan bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
17
Tabel 3. Proses Benahi
Rapor Pendidikan SD Negeri 6 Bukit Tunggal
Refleksi Benahi
A.1 Sebagian besar peserta didik ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
dalam kategori cakap dan dasar peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terutama dalam hal kompetensi terkait materi literasi (Benahi 1)
membaca teks informasi ● Penguatan pembelajaran literasi dengan
(43.14)*, kompetensi membaca menggunakan modul literasi berbasis tema dan
teks sastra (47.9)*, kompetensi sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar
mengakses dan menemukan isi (Benahi 2)
teks (L1) (52.65)*, kompetensi ● Kegiatan membaca dan mendiskusikan beragam
menginterpretasi dan buku dari berbagai sumber dan genre secara rutin
memahami isi teks (L2) (41.96)*, oleh guru dan siswa (Benahi 3)
dan kompetensi mengevaluasi ● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
dan merefleksikan isi teks (L3) untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
(43.45)* *Angka dalam kurung sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
"()" merupakan nilai domain terkait literasi (Benahi 4)
tersebut ● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran literasi dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan literasi
sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah,
contohnya, dengan penerapan kurikulum merdeka
18
Refleksi Benahi
A.2 Sebagian besar peserta didik ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
dalam kategori cakap dan dasar peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terutama dalam Kompetensi terkait materi numerasi (Benahi 1)
pada domain Bilangan (35,88)*, ● Penguatan pembelajaran numerasi dengan
Aljabar (35,57)*, Geometri menggunakan modul numerasi berbasis tema dan
(35,88), Data dan Ketidakpastian sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar
(40,74), Kompetensi mengetahui (Benahi 2)
(L1) (42,45), menerapkan (L2) ● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
(34,42), menalar (L3) (31,13) untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait numerasi (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran numerasi dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan
numerasi sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (Benahi 6)
D.1 Kualitas pembelajaran Kurang ● peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
baik terkait materi kualitas pembelajaran. (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kualitas pembelajaran (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
● 19
Refleksi Benahi
20
Refleksi Benahi
A.3.4 Nalar Kritis masih kurang ● pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter nalar kritis (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter nalar kritis dengan
menggunakan sumber lain di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter nalar kritis (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter nalar kritis dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
nalar kritis sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (Benahi 6)
21
Refleksi Benahi
22
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN
23
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
menemukan peningkatan
isi teks (L1) kompetensi secara
(52.65)*, daring. Guru dan kepala
kompetensi sekolah dapat
menginterpre bersama-sama
tasi dan menggunakan fasilitas
internet untuk
memahami
mengakses berbagai
isi teks (L2)
fitur yang menunjang
(41.96)*, dan kompetensi diri.
kompetensi
mengevaluasi ● Pengadaan berbagai
dan referensi untuk guru dan
merefleksika siswa yang
n isi teks (L3) dapat menunjang
(43.45)* ● Penguatan pembelajaran,
*Angka dalam pembelajaran literasi pengembangan
kurung "()" dengan minat baca, dan
merupakan menggunakan modul upaya
nilai domain literasi berbasis tema peningkatan kompetensi
tersebut literasi dan numerasi
dan sumber lainnya
untuk siswa, guru dan
di luar platform
kepala sekolah.
merdeka mengajar ● Peningkatan kompetensi
(Benahi 2) untuk pembelajaran
literasi dan numerasi
perlu dilakukan guru
berbagai mata pelajaran.
Peningkatan kualitas ini
dapat dilakukan secara
daring maupun luring,
secara berkelompok
atau individu.
● Peningkatan
wawasan pembelajaran
literasi dan numerasi
kepala sekolah perlu
dilakukan dengan
berbagai cara, baik
secara daring maupun
luring, secara
berkelompok maupun
individu. Tujuan
utamanya adalah agar
kepala sekolah dapat
mengembangkan
kebijakan yang
mendukung
peningkatan kompetensi
literasi dan numerasi
siswa.
● Optimalisasi peran
perpustakaan sebagai
sentra pembelajaran
literasi, di antaranya
24
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
dengan
menyelenggarakan
kegiatan, forum,
dan/atau program
diskusi dan membuat
karya berbasis buku
● Kegiatan membaca
bacaan sesuai minat,
dan mendiskusikan
konteks, atau topik
berbagai buku dari tertentu.
berbagai sumber dan ● Penambahan dan/atau
genre secara rutin perawatan buku dan
oleh guru dan siswa koleksi perpustakaan.
(Benahi 3)
● Guru dan kepala sekolah
belajar bersama dalam
komunitas belajar di
sekolah secara rutin 2-4
kali setiap bulannya.
Agenda pertemuan
di antaranya
mendiskusikan
permasalahan atau
peningkatan kualitas
● Pembentukan dan pembelajaran, iklim
optimalisasi keamanan sekolah, dan
komunitas belajar peningkatan kompetensi
guru secara umum.
untuk peningkatan
● Komunitas belajar
kompetensi guru dan
merupakan kelompok
kepala sekolah
pendidik, tenaga
dengan berbagi kependidikan, serta
pengetahuan dan anggota masyarakat
diskusi terkait lainnya, dan dapat
literasi (Benahi 4) berwujud MGMP/KKG,
KKKS/MKKS, atau
lainnya. Guru dan kepala
sekolah juga dapat aktif
berkegiatan dalam
MGMP/KKG atau
MKKS/KKKS untuk
meningkatan
kompetensi diri melalui
interaksi bersama rekan
sejawat.
25
● Proses refleksi adalah
kegiatan mengingat
kembali dan menilai
strategi yang sudah
dilakukan dalam proses
pembelajaran. Tujuannya
yaitu untuk
mengidentifikasi praktik
26
● Di tingkat
satuan pendidikan,
kurikulum yang
dikembangkan
adalah kurikulum
operasional satuan
pendidikan. Tercakup di
dalamnya yaitu
pengembangan
perencanaan
pembelajaran dan
asesmen; misalnya alur
tujuan pembelajaran
atau silabus, rencana
pembelajaran dan
asesmen, perencanaan
projek penguatan Profil
Pelajar Pancasila,
pengembangan modul
ajar dan modul projek
penguatan Profil Pelajar
Pancasila, dan lainnya.
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
literasi sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah, contohnya,
dengan penerapan
kurikulum merdeka
atau kurikulum
darurat (Benahi 6)
27
D.1 Kualitas ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari dan
pembelajaran platform merdeka mendiskusikan video
kurang baik mengajar untuk inspirasi seri Guru Abad
peningkatan 21 di Platform Merdeka
kapasitas guru dan Mengajar
kepala sekolah ● Guru mempelajari
terkait materi Pelatihan Mandiri dalam
kualitas Platform Merdeka
pembelajaran. Mengajar dan
(Benahi 1) membahasnya di
komunitas belajar di
topik Penyesuaian
Pembelajaran dengan
Kebutuhan dan
Karakteristik Murid
● Pembentukan komunitas
belajar
● Pembentukan dan ● Guru dan kepala sekolah
optimalisasi belajar bersama dalam
komunitas belajar komunitas belajar di
untuk peningkatan sekolah secara rutin 2-4
kompetensi guru dan kali setiap bulannya.
kepala sekolah Agenda pertemuan
dengan berbagi di antaranya
pengetahuan dan mendiskusikan
diskusi terkait permasalahan atau
kualitas peningkatan kualitas
pembelajaran pembelajaran, iklim
(Benahi 4) keamanan sekolah, dan
peningkatan kompetensi
guru secara umum.
● Refleksi kepala sekolah
dan guru terhadap proses
pembelajaran
● Proses refleksi adalah
kegiatan mengingat
kembali dan menilai
strategi yang sudah
28
● Refleksi dilakukan dalam proses
pembelajaran oleh pembelajaran. Tujuannya
guru dan kepala yaitu untuk
sekolah untuk mengidentifikasi praktik
mengidentifikasi baik dan hal-hal yang
tantangan dalam perlu diperbaiki serta
kualitas strategi yang perlu
pembelajaran dilakukan oleh guru dan
dengan melibatkan kepala sekolah.
pemangku ● Secara mandiri, guru
kepentingan sekolah dapat melakukan proses
(Benahi 5) refleksi bersama peserta
didik setiap selesai satu
tujuan pembelajaran.
Kepala sekolah bisa
berefleksi bersama guru
setidaknya satu semester
sekali, serta dapat
melibatkan orang tua
siswa atau pemangku
kepentingan agar proses
refleksi dapat lebih
bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses refleksi.
30
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
32
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
33
A.3 Karakter A.3.1. Beriman, ● pemanfaatan ● Guru mempelajari
bertakwa platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
kepada mengajar untuk Platform Merdeka
Tuhan YME peningkatan Mengajar dan
dan kapasitas guru dan membahasnya di
berakhlak kepala sekolah komunitas belajar di
mulia sudah terkait materi topik Proyek Penguatan
berkembang beriman, bertakwa Profil Pelajar pancasila
kepada Tuhan YME ●
dan berakhlak mulia
(Benahi 1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter terkait tema
Beriman, bertakwa
kepada Tuhan YME
dan berakhlak mulia
dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter Beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak mulia
(Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter Beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak
mulia dengan
melibatkan
pemangku
34
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak mulia
sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)
A.3.2Gotong ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
royong platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
Berkemban mengajar untuk Platform Merdeka
g peningkatan Mengajar dan
kapasitas guru dan membahasnya di
kepala sekolah komunitas belajar di
terkait materi topik Proyek Penguatan
35
karakter gotong Profil Pelajar pancasila
royong (Benahi 1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter gotong
royong dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter gotong
royong (Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter gotong
royong dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter gotong
royong sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
37
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
38
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
merdeka mengajar
(Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan
dan diskusi
terkait karakter
Kebhinekaan Global
(Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran
oleh guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
melibatkan pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter Kebhinekaan
Global sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)
39
[Link] ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
n masih platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
rendah mengajar untuk Platform Merdeka
peningkatan Mengajar dan
kapasitas guru dan membahasnya di
kepala sekolah komunitas belajar di
terkait materi topik Proyek Penguatan
karakter Profil Pelajar pancasila
Kemandirian (Benahi
1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter
Kemandirian dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
40
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter
Kemandirian (Benahi
4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter
Kemandirian dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter
Kemandirian sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
Sekolah/ Pembuatan
dan
42
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
kekerasan seksual,
perundungan,
intoleransi
dan
penggunaan narkoba
● 2. Penanganan
kekerasan melalui
pembentukan tim
khusus
penanganan kekerasan,
penyediaan kanal
aduan dan berjejaring
dengan
lembaga lain seperti
UPTD PPA (Unit
Pelaksana Teknis
Daerah Perlindungan
Perempuan dan Anak)
dan pekerja sosial
untuk melakukan
penanganan kasus-
kasus kekerasan
yang
membutuhkan
konseling, bantuan
hukum, bantuan sosial,
dan penanganan kasus
lebih lanjut.
● Rencana Kerja Tahunan di atas disusun berdasarkan rapor pendidikan yang telah
dipelajari dan dianalisis dari 5 Indikator Prioritas yakni Dimensi A (A1,A2,A3) dan
Dimensi D (D4, D8)
Permendikbud nomor 63 tahun 2023 mengatur tentang penyaluran dana BOS reguler
untuk SD menjadi tahap yaitu TAHAP 1 periode Januari-Juni dan tahap 2 periode
Juli-Desember 2023. Dengan demikian sangat berpengaruh terhadap jadwal kegiatan
tahunan di SD Negeri 6 Bukit Tunggal. Berikut jadwal kegiatan tahunan SD Negeri 6 Bukit
Tunggal:
44
Tabel 5. Jadwal Kegiatan Tahunan
SD Negeri 6 Bukit Tunggal
Tahun 2025
Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana
1 Standar Isi
2 Standar GTK
3 Standar Proses
4 Pengembangan Sarpras
5 Standar Pengelolaan
45
Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana
7 Standar Pembiayaan
8 Standar Penilaian
1) UAS Siswa Kelas 1-6 Juni dan BOSP
Desember
2) ANBK
Kelas 5 Agustus
46
BAB 5 PENUTUP
A. KESIMPULAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan perencanaan yang disusun oleh
sekolah setiap tahun berdasarkan perencanaan yang berbasis data (PBD) yang
didasarkan pada rapor pendidikan sekolah. Penyusunan RKT ini tersusun melalui
proses analisis terhadap rapor pendidikan dengan mekanisme Identifikasi, Refleksi,
dan Benahi (IRB). Hasil dari proses IRB ini maka dijadikan Rencana kerja tahunan yang
selanjutnya jadi rujukan dalam penyusunan RKAS.
Proses IRB terhadap Rapor Pendidikan fokus pada indikator prioritas
pendidikan dasar yakni indikator:
1) A1. Kemampuan Literasi
2) A2. Kemampuan Numerasi
3) A3. Karakter
4) D4. Iklim Keamanan sekolah
5) D8. Iklim Kebhinekaan sekolah
Dari kelima indikator tersebut di atas maka diperoleh indikator yang kurang baik
(bermasalah), maka indikator yang bermasalah yang akan diintervensi khusus dalam
pengembangan perencanaan sekolah berdasarkan akar masalah yang diperoleh dari
level 2 (sub indikator) atau dari sub indikator dimensi lain yang dianggap berpengaruh
terhadap nilai capaian satuan pendidikan.
Dengan demikian akhirnya RKT SD Negeri 6 Bukit Tunggal untuk tahun 2025
tersusun dengan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang berdasarkan Laporan Raport
Pendidikan Tahun 2023/2024.
B. REKOMENDASI
1) Satuan Pendidikan
● diharapkan satuan pendidikan bisa dan wajib melaksanakan program
sesuai program yang telah disusun dalam RKT
● diharapkan satuan pendidikan mampu melakukan penyesuaian dengan
biaya dan anggaran yang tersedia serta menggunakan prinsip
pengelolaan pembiayaan.
2) Warga Sekolah
● Kepala Sekolah sebagai kepala satuan pendidikan agar mampu menjadi
manajer dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran sesuai
dengan tugas dan fungsinya serta mengacu pada peraturan yang berlaku
● Guru dan tendik agar bisa melaksanakan seluruh program yang sudah
direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja dari kepala sekolah dalam
pengelolaan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik.
3) Dinas Pendidikan
● Dinas Pendidikan diharapkan agar selalu memberikan bimbingan teknis
kepada satuan pendidikan dalam melakukan perencanaan berbasis data
● Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga agar selalu melakukan sosialisasi
47
Juknis BOSP setiap tahunnya agar para kepala satuan pendidikan
memahami dengan tuntas terkait penggunaan dana BOSP.
48