0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan3 halaman

Memahami Indikator Kekuatan Sinyal RSSI

Diunggah oleh

Jackie Chan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan3 halaman

Memahami Indikator Kekuatan Sinyal RSSI

Diunggah oleh

Jackie Chan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Received Signal Strength Indicator (RSSI) adalah ukuran kekuatan

sinyal yang diterima oleh perangkat (seperti ponsel, laptop, atau router).
Ini adalah indikator seberapa kuat sinyal radio yang sampai ke penerima
— semakin tinggi RSSI, semakin kuat sinyalnya.

🎯 Penjelasan Konsep RSSI

 RSSI biasanya diukur dalam dBm (decibel-milliwatts), dengan nilai


negatif.

o Contoh: -30 dBm adalah sinyal sangat kuat.

o -90 dBm berarti sinyal sangat lemah, mendekati tidak


terdeteksi.

👉 Semakin mendekati nol (kurang negatif), semakin baik sinyalnya.

📌 Rentang Nilai RSSI dan Artinya

RSSI (dBm) Kualitas Sinyal Keterangan

Sinyal sangat kuat (dekat dengan


-30 dBm Luar biasa
pemancar).

-50 dBm Sangat bagus Koneksi sangat stabil.

Cukup baik untuk streaming dan video


-60 dBm Bagus
call.

-70 dBm Lumayan Bisa browsing, tapi mungkin buffering.

-80 dBm Lemah Sinyal lemah, koneksi sering putus.

-90 dBm ke Sangat buruk / Hampir nggak ada sinyal, susah


bawah lost terhubung.

🔧 Contoh Perhitungan RSSI

Misalnya:

 Pemancar daya (EIRP): 20 dBm

 Free Space Path Loss (FSPL): 100 dB

 Gain antena penerima: 5 dBi

Rumus sederhana:
RSSI=EIRP−FSPL+Rx Antenna Gain

RSSI=20−100+5

RSSI=−75dBm

✅ Hasil RSSI: -75 dBm → Cukup buat browsing, tapi kurang stabil buat
video call.

🔥 Fungsi RSSI dalam jaringan wireless:

 Menentukan kualitas koneksi: Perangkat pakai RSSI buat


memilih akses point (AP) dengan sinyal terkuat.

 Handover di jaringan seluler/Wi-Fi: Perangkat berpindah ke


menara atau AP lain saat RSSI terlalu lemah.

 Optimasi jaringan: Engineer pakai RSSI untuk memposisikan


antena atau router biar cakupannya optimal.

 Monitoring sinyal: Tools seperti Wireshark atau inSSIDer


menampilkan RSSI untuk mendeteksi area dengan sinyal lemah.

Contoh Perhitungan

1. Sebuah laptop berada 100m dari Access Point yang memiliki


frekuensi Wi-Fi 5 GHz dan daya 100mW. Kabel yang digunakan
memiliki loss 3db. Antena yang digunakan memiliki gain 10dBi.
Tentukan RSSI laptop tersebut.

RSSI=EIRP−FSPL+Rx Antenna Gain

1. Langkah pertama adalah menghitung EIRP

### Diketahui:

- Daya pemancar (Pt) = 100 mW

- Kehilangan kabel = -3 dB

- Penguatan antena = 10 dBi

1.a. ### Langkah 1: Hitung ** IR ** (Intentional Radiator Output)

IR adalah daya yang disalurkan ke antena setelah kabel putus.


Kita mulai dengan mengonversi 100 mW ke dBm:

PdBm =10×log10(D)
PdBm =10×log10(100)

= 20dBm

Sehingga IR adalah:

IR=20dBm−3dB=17dBm

✅ IR = 17 dBm

1.b. ### Langkah 2: Hitung **EIRP** (Daya Radiasi Isotropik


Efektif)

Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) adalah ukuran


total daya yang dipancarkan dari sebuah antena ke arah
tertentu, seolah-olah antena tersebut adalah antenna
isotropic — yaitu antena yang memancarkan daya secara
merata ke segala arah.

EIRP = IR + Antenna Gain

EIRP = 17 dBm +10 dBi

= 27 dBm

✅ EIRP = 27 dBm

2. Langkah kedua adalah menghitung FSPL


FSPL=20log10(d)+20log10(f)+20log10(4π/c)
= 20 log(100)+20 log (5x109)+20 log ((4x3,14)/3x108)
= 20*2 + 20 * 9,7 + 20 * log(147,56)
= 40 + 194 -147,55
FSPL = 86,42db

RSSI=EIRP−FSPL+Rx Antenna Gain

RSSI=27−86,42db +10

RSSI=-49,42 dBm

✅ Hasil RSSI: -49,42 Sangat Koneksi sangat


dBm → bagus stabil.

Anda mungkin juga menyukai