0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan15 halaman

Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan15 halaman

Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tujuan nasional yang
tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang harus dilaksanakan dan
diwujudkan. Dalam pelaksanaanya pemerintah mempunyai suatu usaha yang juga harus
dijalankan yaitu menuntaskan Pendidikan Dasar. Untuk memudahkan dalam pencapaiannya,
pemerintah membuat undang-undang yang mengatur tentang pendidikan yaitu Undang-
Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan-Peraturan lain yang mendukung Undang-
Undang Sistem Pendidikan Nasional. Hal tersebut sebagai bukti nyata bahwa pemerintah
sangat serius dalam menyediakan pendidikan dasar bagi semua anak berumur 7 sampai 15
tahun.
Dalam hal tersebut Sekolah merupakan pelaksana dari tujuan yang harus dicapai,
sebagai pelaksana kita harus menanggapai dan melaksanakan secara serius program
pendidikan dasar tersebut sehingga penyelenggaraan program pendidikan dasar ini dapat
benar-benar direalisasikan, baik dari jumlah maupun mutu.
Sekolah Dasar diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memenuhi kompetensi
yang dipersyaratkan untuk melajutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Sekolah
Dasar harus memperbaiki proses pembelajaran, termasuk meningkatkan manajemen di ruang
kelas selain hal tersebut Sekolah Dasar harus menyediakan, mengembangkan, mengelola dan
mengerahkan saran dan prasarana pendidikan serta sumber daya lainnya secara baik.
Sekolah Dasar juga harus bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk
mewujudkan hal-hal tersebut diatas, untuk itu semua tindakan yang dilakukan harus
akuntabel dan transparan agar Sekolah memperoleh kepercayaan dari semua pemangku
kepentingan.
Untuk mencapai hal tersebut diatas, sekolah harus merencanakan secara baik sebelum
melaksanakannya dengan demikian dana yang tersedia dapat dibelanjakan secara bijaksana.
Rencana Kegiatan Sekolah yang disusun diusahakan secara akurat dan melibatkan
pemangku kepentingan akan membantu sekolah dalam menlaksanakannya sehingga dapat
diakses oleh semua pihak dan dilaporkan pada publik.
Salah satu usaha dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan
adalah mengembangkan otonomi sekolah dalam melaksanakan kegiatan sekolah. Manajemen
berbasis sekolah (MBS) merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kebijakan tersebut.
Perencanaan sekolah yang matang dan terarah merupakan aspek kunci dalam melaksanakan
Manajemen Berbasis Ssekolah. Dengan melalui perencanaan baik, mutu pendidikan akan
dapat ditingkatkan dan kewajiban untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun dapat dipenuhi,
terutama untuk anak dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.
Rencana Kerja Sekolah dirumuskan berdasarkan perturan perundangan yang berlaku,
terutama peraturan Pemerintahan Nomor 19 tahu 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(SNP) yang secara implisit dinyatakan bahwa setiap sekolah pada semua satuan, jenis dan
jenjang pendidikan termasuk Sekolah Dasar harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan
tersebut. Salah satu upaya untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan, maka setiap sekolah
wajib membuat RKJM. dalam Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan pendidikan dinyatakan bahwa sekolah dharuskan membuat Rencana Kerja
Jangka Menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu 4
tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang
mendukung peningkatan mutu lulusan

1
B. LANDASAN HUKUM
Landasan Hukum Perumusan RKJM ini sebagai berikut :
1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4 (Pengelolaan Dana
Pendidikan berdasar pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas
publik).
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional.
3. PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 53 (Setiap Satuan
Pendidikan dikelola atas dasar Rencana Kerja Tahunan yang merupakan penjabaran rinci
dari Rencana Kerja Jangka Menengah Satuan Pendidikan yang meliputi masa 4 tahun).
4. Permendiknas No.19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. Sekolah
membuat Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) 4 tahun, Recana Kerja Tahunan
(RKT) dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan
berdasarkan RKJM. RKJM disetujui rapat dewan pendidik dan tenaga kependidikan
setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah dan disyahkan berlakunya oleh
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, atau diwakilkan oleh ketua yayasan apabila sekolah
tersebut adalah sekolah swasta.

C. TUJUAN
Program sekolah dirumuskan dengan tujuan sebagai berikut :
1. Menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat
dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko kecil.
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah.
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar
pelaku sekolah, antar sekolah dan dinas pendidikan.
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan,
dan pengawasan.
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat.
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif,
berkeadilan dan berkelanjutan

D. MANFAAT
Program sekolah ini penting dimiliki untuk memberi arahan dan bimbingan para
pelaku sekolah dalam rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih baik
(peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi
ketidakpastian masa depan. Dengan adanya RKJM diharapkan dapat memberikan manfaat
bagi sekolah antara lain:
1. Sebagai pedoman kerja untuk perbaikan dan pengembangan sekolah.
2. Sebagai Sarana untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan
sekolah.
3. Sebagai bahan untuk mengajukan usulan pendanaan pengembangan sekolah.

E. RUANG LINGKUP
Proses penyusunan Program sekolah ini dilakukan melalui tiga jenjang, yaitu :
persiapan, perumusan RKJM, dan pengesahan RKJM. Alur proses penyusunan RKJM
tersebut dapat dilukiskan sebagai berikut :
1. Persiapan
Sebelum perumusan Program sekolah dilakukan, Kepala Sekolah dan Dewan guru
bersama Komite Sekolah membentuk tim Pengurus Program sekolah yang disebut
Kelompok Kerja Program Kegiatan Sekolah (KKPKS). KKPKS ini beranggotakan 4

2
orang yang terdiri dari unsur : Kepala Sekolah, guru, TU, dan 2 wakil dari komite
Sekolah.
2. Perumusan Program Sekolah
Perumusan Program Sekolah dilakukan melalui 4 tahap, sebagai berikut :
Tahap Kesatu : Identifikasi Tantangan
Tujuan tahap I ini adalah untuk mengidentifikasikan tantangan Sekolah, yaitu dengan cara
membandingkan antara ”apa yang diinginkan (harapan)” dengan ”apa yang ada saat ini”
di SD tersebut atau upaya dalam mempertahankan suatu keberhasilan yang telah dicapai
sekolah. Identifikasi tantangan dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini :
1. Menyusun Profil Sekolah Dasar.
2. Mengidentifikasikan Harapan Pemangku Kepentingan.
3. Merumuskan Tantangan Sekolah Dasar.
Tahap Kedua : Analisis Pemecahan Tantangan
Langkah-langkah dalam meganalisis Tantangan adalah sebagai berikut :
1. Menenukan Penyebab Tantangan Utama.
2. Menentukan Alternatif Pemecahan tantangan Utama.
Tahap Ketiga : Penyusunan Program
Dalam penyusunan program, ada 6 langkah yang diperlukan, yaitu :
1. Menetapkan Sasaran.
2. Menetapkan Program.
3. Menetapkan Penanggung jawab Program.
4. Menentukan Indikator Keberhasilan Program.
.
3. Pengesahan Program sekolah
Setelah Program kegiatan sekolah selesai dirumuskan oleh KKPKS, Program Kegiatan
sekolah dibahas bersama oleh Kepala Sekolah, Dewan Guru, dan Komite Sekolah untuk
dikaji ulang agar Program kegiatan sekolah yang telah dirumuskan sesuai dengan yang
diharapkan. Selanjutnya Program kegiatan sekolah yang telah dikaji ulang dan diperbaiki
disahkan oleh Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan Koordinator sekolah. Akhirnya,
Program Kegiatan Sekolah yang telah disahkan, disosialisasikan kepada para pemangku
kepentingan di Sekolah.

3
BAB II
PROFIL SEKOLAH

Sekolah berdiri dengan berpegangan dengan Visi, Misi dan Tujuan sebagai berikut:
A. VISI
Menjadi sekolah yang Berbudi luhur, Berkarakter, Berprestasi, dan Peduli Lingkungan
Adapun indikator dari visi tersebut adalah :
1. Menjadikan siswa berbudi luhur dan berjiwa sosial yang tinggi melalui kegiatan sosial
yang dilakukan untuk melatih empati siswa.
2. Menjadikan siswa yang berkarakter dan berkepribadian yang baik melalui pendidikan
agama, moral pancasila, tata tertib antara lain aturan umum sekolah, aturan seragam
sekolah, aturan mengikuti ulangan harian, semester maupun ujian akhir.
3. Menjadikan siswa berpotensi dan berprestasi, menjadi pribadi yang unggul dalam hasil
akademis dan non akademis, seperti hasil UN, kompetisi akademis dan non akademis.
4. Menjadikan siswa yang mandiri serta peduli pada lingkungan dengan cara menjaga
kebersihan di lingkungan sekolah, rumah, alam sekitar.

B. MISI
Misi Sekolah Eka Tjipta Hanau adalah sekolah yang mengarahkan, membina dan
mendorong setiap siswanya untuk:
a) Memiliki Budi Pekerti Luhur.
b) Memiliki karakter sesuai dengan nilai integritas, sikap positif, berkomitmen,
perbaikan berkelanjutan, inofatif dan loyal.
c) Memiliki prestasi akademik dan non akademik
d) Sadar dan peduli terhadap alam serta lingkungan sosial.
Adapun indikator dari visi tersebut adalah :
1. Mengasah hati nurani untuk mewujudkan sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja
keras, dan pantang menyerah
2. Mengembangkan nilai-nilai nilai-nilai kemanusiaan dan pluralitas
3. Menciptakan suasana yang kondusif, nyaman, pada lingkungan pembelajaran
4. Mengembangkan potensi akademik dan ketrampilan dengan memanfaatkan ilmu
pengetahuan dan teknologi sehingga mampu berprestasi hingga level tertinggi.
5. Menumbuh kembangkan kepedulian terhadap lingkungan
6. Menpersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

C. TUJUAN
Tujuan Program Kegiatan Sekolah ini adalah:
a. Merencanakan kegiatan yang terarah dan terukur baik secara administrasi maupun
pelaksanaannya.
b. Mensosialisasikan Kegiatan yang telah direncanakan
c. Memonitoring pelaksanaan kegiatan
d. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan

4
5
BAB III
ANALISIS SWOT

Sekolah Dasar Eka Tjipta Hanau adalah sekolah yang baru berdiri dan masih memerlukan perhatian khusus. Maka dari itu dalam mengembangkan sekolah SD Eka
Tjipta Hanau memperhatikan beberapa faktor, diantaranya adalah faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap program sekolah, sehingga bisa teridentifikasi
secara jelas dan rinci yang kemudian bisa disimpulkan bahwa SD Eka Tjipta Hanau memerlukan Program Konsolidasi (Perbaikan) dan Program Pengembangan. Beberapa
faktor tersebut dapat dilihat dalam rumusan analisis SWOT sebagai berikut:

A. RUMUSAN ANALISIS SWOT


INTERNAL ELEMENTS / UNSUR INTERNAL EXTERNAL ELEMENTS / UNSUR EKSTERNAL

S : Strength / Kekuatan O : Opportunity / Peluang

 Infrastruktur sekolah yang tercukupi  Peran serta komite Sekolah dapat dimaksimalkan dalam rangka kemajuan
 Stakeholders yang memadai sekolah.
 Prestasi Peserta didik sudah mulai muncul  Jumlah Peserta Didik yang tidak melebihi Kriteria standar BSNP

W : Weakness / Kelemahan T : Threat / Ancaman

 Penerimaan murid tanpa seleksi  Administrasi sekolah yang belum termaksimalkan


 Jumlah guru yang belum memadai  Biaya operasional masih belum bisa terpenuhi sepenuhnya
 Sarana dan Prasarana yang belum sepenuhnya tercukupi
 Penghijauan lingkungan sekolah kurang maksimal

6
B. HASIL ANALISIS SWOT
INTERNAL ELEMENTS / UNSUR INTERNAL EXTERNAL ELEMENTS / UNSUR EKSTERNAL

S : Strength / Kekuatan O : Opportunity / Peluang

S<W O=T
Diperlukan program Pengembangan Diperlukan Program Pengembangan

W : Weakness / Kelemahan T : Threat / Ancaman

W>S T=O
Diperlukan program Konsolidasi Diperlukan Program Konsolidasi

C. KESIMPULAN HASIL ANALISIS SWOT


TANTANGAN YANG HARAPAN TANTANGAN
NO SITUASI DAN KONDISI
TERKAIT SATU ( 1 ) TAHUN YANG HARUS
. SAAT INI
DENGAN SASARAN YANG AKAN DATANG DIPERJUANGKAN
1. Pengadaan Sarana Prasarana yang Ketersediaan dan pemanfaatan Ketersediaan dan pemanfaatan Penyediaan dan peningkatan
sesuai dengan standar pelayanan Fasilitas / Sarana-prasarana kurang Fasilitas / Sarana-prasarana sesuai pemanfaatan fasilitas / sarana-
minimal (SPM) sesuai dengan standar pelayanan dengan standar pelayanan minimal prasarana sesuai dengan standar
minimal (SPM) (SPM) pelayanan minimal (SPM)

2. Pembentukan kerjasama dengan Kerjasama disemua bidang belum Memiliki kerjasama dengan instansi Memiliki kerjasama disemua bidang
instansi yang terkait maksimal terkait dilingkungan sekitar sekolah. berlandaskan asas kebermanfaatan.

3. Pembentukan Team Work yang Kekurangan Team Work secara Memiliki Team Work yang solid dan Membentuk Team Work yang
handal berkompetensi tinggi dan terpadu karena jumlah guru masih handal serta berkompetensi tinggi dan handal menurut fungsi sebagai
Perumus, Perancang, Pelaksana,

7
profesional kurang tercukupi professional. Penilai, Pengembang dan Penasehat

4. Pencapaian Prestasi Akademik Rata-rata nilai rapor minimal masih Rata-rata nilai Raport minimal diatas Meraih prestasi akademik minimal
Tinggi dibawah standar kriteria Ketuntasan standar kriteria Ketuntasan Belajar rata-rata 75,00 atau lebih.
Belajar Mengajar (KBM) : 70,00 Mengajar (KBM) :70,00.

5. Pengembangan potensi dan prestasi Wadah yang menampung bakat dan Ketersediaan tim pengembang yang Memiliki tim yang solid untuk
di bidang sains, bahasa, seni minat siswa belum maksimal. berpotensi untuk menampung bakat dan pengembangan bakat dan minat
budaya dan olah raga. minat siswa . dibidang sains, bahasa, seni, budaya
dan olah raga.

6. Pembentukan dan Pengembangan Tim Pengembang Khusus yang Memaksimalkan Tim Pengembang Tim Pengembang Khusus yang
kepribadian, karakter, spiritualitas, berkompetensi dibidang Character Khusus yang berkompetensi dibidang berkompetensi dibidang Character
etika, moralitas, dan religiositas / Building and Personality secara Character Building and Personality Building and Personality secara
keagamaan. terpadu belum maksimal. secara terpadu. terpadu termaksimalkan.

Kesimpulan hasil dari Analisis SWOT tersebut diatas adalah sebagai pedoman Satuan Pendidikan khususnya SD Eka Tjipta Hanau untuk merancang rencana
kegiatan. Sehingga, sekolah mampu memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) seperti yang diharapkan.

8
BAB IV
RENCANA KERJA

Rencana Kerja Sekolah Dasar Eka Tjipta Hanau disusun dengan mempertimbangkan
keadaan sekolah, harapan pemangku kepentingan, dan tantangan dalam lingkungan strategi
pendidikan di sekolah agar sasaran dan program pengembangan sekolah dalam waktu 1 sampai 4
tahun ke depan lebih realistis dan konsisten dengan prinsip-prinsip pengelolaan pendidikan yang
efektif, efisien, akuntabel, dan demokratis.
Dalam bab ini dikemukakan hasil pengembangan program sekolah, yang mencakup telaah
mengenai :
1. Menganalisis keadaan nyata satuan pendidikan dengan keadaan yang diharapkan.
2. Menentukan Program kerja yang bisa dilakukan sekolah dalam kurun waktu 1
tahun pelajaran
3. Menghitung rencana biaya program dan operasional untuk jangka 1 tahun dalam
Rencana Kerja Anggaran (RKA).
Sasaran dalam program tersebut digunakan sebagai panduan dalam menyusun program dan
kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu 1 tahun guna merealisasikan rencana program yang
telah dibuat. Dalam menetapkan sasaran tersebut, antara lain dengan melihat kesiapan sumber
daya manusia, sarana dan prasarana, keuangan dan situasi serta kondisi sekolah.
Setelah rencana program dirumuskan, sekolah menetapkan program-program yang perlu
dikembangkan di sekolah dan berusaha semaksimal mungkin untuk direalisasikan. Program
merupakan pernyataan yang berisi kesimpulan dari satu atau beberapa yang memiliki
karakteristik yang saling mendukung, saling tergantung, atau saling berkaitan untuk mencapai
suatu tujuan yang sama. Berdasarkan hasil rencana pendapatan serta rencana penggunaanya maka
prgram-program yang akan dikembangkan di Sekolah Dasar Eka Tjipta Hanau mengacu pada
Standar Nasional Pendidikan yang meliputi 8 standar serta Permendiknas No. 19/2007.

RANCANGAN PROGRAM DAN KEGIATAN

A. RANCANGAN PROGRAM
Rancangan program ini akan dilaksanakan oleh sekolah dalam kurun waktu 1 tahun kedepan
dengan uraian dalam tabel berikut ini:
1. Bidang Sistem dan Prosedur Manajemen
2. Bidang pengembangan Manajemen ketatalaksanaan
3. Bidang pengembangan Manajemen Kurikulum dan pembelajaran
4. Bidang Pengembangan Manajemen Ketenagaan / Kepegawaian
5. Bidang Kesiswaan
6. Bidang Pengembangan Manajemen perlengkapan sarana prasarana
7. Bidang pengembangan Manajemen Pendanaan dan pembiayaan
8. Bidang Pengembangan Manajemen Perpustakaan
9. Bidang pengembangan manajemen Bimbingan konseling (BK)
10. Bidang Pengembangan Manajemen Hubungan Masyarakat
11. Bidang Pembangunan Citra Sekolah

B. MATRIK RANCANGAN PROGRAM

Matrik Rancangan Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh sekolah dalam kurun waktu 1 tahun
kedepan dengan uraian dalam tabel berikut ini:

9
Bulan Pencapaian
No Program
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

10
1 Bidang Sistem dan Prosedur Manajemen
a. Sosialisasi sistem & prosedur
√ √ √ √
manajemen sekolah
b. Menggalang dukungan semua
pihak yang terlibat
√ √ √ √
operasional sekolah program
Sekolah
c. Analisis potensi dan masalah
untuk penyusunan strategi &
√ √ √ √
solusi yang tepat untuk
operasional Sekolah
d. Pemantapan deskripsi tugas
dan rencana pelaksanaan √ √ √ √
operasional sekolah
e. Perbaikan sistem pengelolaan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
administrasi sekolah
f. Penataan sistem operasional
unit-unit khusus e.g., perpus, √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
UKS, Kantin, dll.
2 Bidang pengembangan Manajemen ketatalaksanaan

a. Penyusunan struktur
√ √ √ √
organisasi sekolah
b. Penyusunan kalender
√ √ √ √
pendidikan
c. Penyiapan dan pengadaan
perangkat manajemen √ √
kurikulum
d. Penyiapan, pengadaan dan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pengarsipan administrasi BK
e. Penyiapan, pengadaan dan
pengarsipan administrasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
manajemen perpustakaan
3 Bidang pengembangan Manajemen Kurikulum dan pembelajaran

a. Penyusunan pedoman
pengembangan operasional √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Program sekolah
b. Menyusun jadwal kegiatan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
belajar
c. Merencanakan dan
melaksanakan kegiatan proses √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
belajar mengajar
d. Pelaksanaan supervisi
akademik dan analisis tindak √ √
lanjut
e. Membentuk evaluasi dan uji
√ √ √ √ √ √
kompetensi
f. Perumusan konsep kurikulum
Budi Positif dan pedoman √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
penerapannya

11
g. Penyusunan tata tertib
√ √ √ √ √
kehidupan sekolah
4 Bidang Pengembangan Manajemen Ketenagaan / Kepegawaian

a. Menata dan Sosialisasi


√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
peraturan Sekolah
b. Pengembangan kualitas
tenaga edukatif dan non- √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
edukatif
c. Penilaian pegawai tenaga
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
edukatif dan non-edukatif
d. Pembinaan kegiatan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
ekstrakurikuler
e. Pembinaan peningkatan
ketakwaan terhadap Tuhan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Yang Maha Esa
f. Peningkatan pengawasan
terhadap siswa melalui buku √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
komunikasi sekolah
5 Bidang Kesiswaan

a. Tes kompetensi, inteligensi,


√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
minat, dan bakat untuk siswa
b. Penerapan tata tertib
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
kehidupan sekolah
c. Pembinaan & pemilihan siswa
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
berprestasi
d. Peningkatan mutu kegiatan
intrakurikuler, kokurikuler
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
dan ekstra kurikuler secara
terpadu
6 Bidang Pengembangan Manajemen perlengkapan sarana prasarana

a. Pengaturan dan
pemeliharaan penggunaan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
perlengkapan belajar
mengajar
b. Pengaturan dan
pemeliharaan media √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pembelajaran
c. Pengadaan dan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pemeliharaan alat-alat KBM
d. Pengadaan dan
pemeliharaan ruang √
perpustakaan dan gudang
e. Pengadaan komputer dan
perangkat multi media √
pembelajaran
f. Penambahan buku-buku √
referensi untuk Kepala
Sekolah, guru, staf
administrasi sekolah serta
12
buku siswa dan buku literasi
7 Bidang pengembangan Manajemen Pendanaan dan pembiayaan

a. Penyusunan RKS dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √


RKAS/RAPBS
b. Pelaksanaan dan pengawasan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
penggunaan dana BOS
c. Pelaksanaan monitoring dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
evaluasi dana BOS
d. Pelaporan realisasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
penggunaan BOS
8 Bidang Pengembangan Manajemen Perpustakaan

a. Peningkatan profesionalisme √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pustakawan
b. Penyusuanan program kerja √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
perpustakaan
c. Menyiapkan dan menata √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
perlengkapan perpustakaan
d. Pelaksanaan dan pengawasan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
kegiatan perpustakaan
e. Peningkatan pemanfaatan
perpustakaan sekolah dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
sumber belajar lainnya
9 Bidang pengembangan manajemen Bimbingan konseling (BK)

a. Menyusun program BK √ √
b. Membuat pemetaan kelas dan √ √
pemetaan siswa
c. Pengadaan konsultasi dengan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
orang tua siswa dan siswa
d. Monitoring dan pengawasan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pelaksanaan BK
10 Bidang Pengembangan Manajemen Hubungan Masyarakat

a. Pertemuan periodik dengan


√ √
orang tua siswa
b. Sosialisasi tata tertib sekolah
√ √
ke orang tua siswa
c. Meningkatkan hubungan
kerjasama dengan instansi /
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
dinas di wilayah Kabupaten
setempat
d. Mengadakan hubungan
kerjasama dengan sekolah-
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
sekolah di sekitar SD Eka
Tjipta Hanau
e. Penyebarluasan informasi
tentang berbagai kegiatan dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
prestasi sekolah
11. Bidang Pembangunan Citra Sekolah

a. Pembiasaan Sikap Positif dan


Kehidupan sosial yang sehat √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
di lingkungan sekolah
13
b. Peningkatan intensitas
hubungan eksternal dalam
aneka kegiatan positif
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
dibidang sosial, pendidikan
dan kemanusiaan bagi pihak-
pihak yang membutuhkan

Untuk mengetahui keberhasilan apakah program/sasaran yang ditetapkan berhasil atau


tidak, maka perlu diadakan pengecekan, pengawasan serta evaluasi setiap program-program yang
dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan agar program yang dijalankan dapat terpantau secara
maksimal, dengan demikian faktor-faktor pendukung serta faktor-faktor penghambat akan cepat
diketahui dan ditindak lanjuti dengan baik.

BAB V

PENUTUP

14
A. KESIMPULAN
Penyelenggaraan dan pengelolaan Sekolah sesuai dengan yang Standar Nasional
Pendidikan (SNP) yang unggul dalam prestasi, berkarakter, berbudi luhur serta berwawasan
lingkungan harus benar-benar dipersiapkan sedemikian rupa dengan melibatkan orang-orang
yang benar-benar memahai pendidikan dan mendalami pedagogi secara utuh dan menyeluruh
agar tidak terjadi salah didik (miseducating) dan salah bimbing (misguiding) ataupun salah
pimpin (misleading). Desain kurikulum dan fasilitas atau sarana & prasarana hanyalah
instrumen pendukung, kerena yang pertama dan paling utama adalah unsur SDM-nya.
Perencanaan, pengelolaan dan penyelenggaraan serta penilaian mutu program
Sekolah yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang unggul dalam prestasi,
berkarakter, berbudi luhur serta berwawasan lingkungan harus dilakukan secara profesional
karena akan menjadi titik sentral dan tolok ukur keberhasilan pendidikan dimasa depan yang
sekaligus akan menjadi alat ukur yang mampu menjamin kualitas pendidikan generasi muda
secara terpadu dalam tiga ranah (kognitif, afektif dan psikomotorik) dan memberi panduan
dengan arah dan tujuan yang tepat demi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian
mereka secara berkelanjutan sehingga menjadi manusia yang dewasa, mandiri dan
bertanggungjawab, berilmu, pengetahuan, memiliki kecakapan dan keahlian dibidang
teknologi modern serta memiliki karakter atau kepribadian yang positif dalam rangka
memnyiapkan generasi yang mampu hidup berbangsa, bernegara dan beragama atau beriman
Kepada Tuhan YME.

B. SARAN
Untuk kelancaran dalam melaksanakan program-program sekolah dalam rangka
mencapai tujuan yang diharapkan dalam pemenuhan 8 standar mutu pendidikan maka
sekolah hendaknya melaksanakan secara efektif disertai dengan pengawasan yang baik
dengan menejemen yang terencana dan terarah. Dengan demikian pelaksanaan program akan
berjalan dengan lancar serta keberhasilan tujuan yang diharapkan akan mudah untuk dicapai.
Tetapi tidak lupa juga koordinasi, integrasi, loyalitas yang tinggi dan perbaikan yang
berkelanjutan juga merupakan pondasi yang penting untuk menjadikan sekolah yang
bermutu tinggi seperti yang diharapkan.

15

Anda mungkin juga menyukai