Menghubungkan ke dua buah router dengan menggunakan Teknik RIP
pada aplikasi Cisco Packet Tracer
1. Pengertian Routing RIP
Routing Information Protocol (RIP) adalah Protokol Routing dinamis yang
digunakan dalam jaringan LAN(Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network).
Protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP)
2. Versi Routing RIP
Ada tiga versi routing RIP
1. RIP versi 1
Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058, classful menggunakan routing.
2. RIP versi 2
Karena kekurangan RIP asli spesifikasi, RIP versi 2 (RIPv2) dikembangkan pada tahun
1993 dan standar terakhir pada tahun 1998. Ini termasuk kemampuan untuk membawa
informasi subnet, sehingga mendukung Classless Inter-Domain Routing (CIDR).
3. RIPng
RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam
RFC 2080, adalah perluasan dari RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet
Protocol berikutnya.
3. Kelebihan Routing RIP
Menggunakan metode Triggered Update.
RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali
memberikan informasi routing.
Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router
tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan
tersebut (triggered update).
Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil
yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link
jaringan.
4. Kekurangan Routing RIP
Jumlah host Terbatas
RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya
sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan
tempatnya berada
5. Konfigurasi RIP di Cisco Packet Tracer
1. Konfigurasi IP Address pada PC
2. konfigurasikan interface FastEthernet0/0 dan serial
3. Konfigurasikan RIP pada masing masing router
A. Topologi Jaringan
Deskripsi Topologi :
No. Nama Port Ip Address Subnetmask Tipe Kabel
Perangakat
1. Router-PT Fa0/0 [Link] [Link] Copper Cross Over
Router 0
Fa1/0 [Link] [Link] Copper Straight-
Through
2. Router-PT Fa0/0 [Link] [Link] Copper Cross Over
Router 1
Fa1/0 [Link] [Link] Copper Straight-
Through
3. Switch 2950-24 Fa0/1 - Copper Straight-
Switch 2 Through
Fa0/2 - Copper Straight-
Through
Fa0/3 - Copper Straight-
Through
Fa0/4 - Copper Straight-
Through
4. Switch 2950-24 Fa0/1 - Copper Straight-
Switch 3 Through
Fa0/2 - Copper Straight-
Through
Fa0/3 - Copper Straight-
Through
Fa0/4 - Copper Straight-
Through
5. PC-PT PC0 Fa0 [Link] [Link] Copper Straight-
Through
6. PC-PT PC1 Fa0 [Link] [Link] Copper Straight-
Through
7. PC-PT PC2 Fa0 [Link] [Link] Copper Straight-
Through
8. PC-PT PC3 Fa0 [Link] [Link] Copper Straight-
Through
9. PC-PT PC4 Fa0 [Link] [Link] Copper Straight-
Through
10. PC-PT PC5 Fa0 [Link] [Link] Copper Straight-
Through
B. Langkah-langkah Konfigurasi :
Pertama-tama kalian klik aplikasi cisco paket tracker, hingga muncul tampilan seperti
di atas.
Kalian cari router di pojok kiri bawah, lalu kalian klik router tipe generic sebanyak 2
buah.
Selanjutnya kalian cari connections di pojok kiri bawah, lalu pilih kabel COPPER
CROSS-OVER untuk menghubungkan router1 dengan router lainnya.
Klik router pertama lalu klik config, kemudian pilih FatsEthernet0/0, ceklis pada
bagian port status dan isi IP Addres dengan alamat [Link], tab subnet mask
nanti akan terisi secara otomatis.
Selanjutnya kalian klik router kedua, dan lakukan cara yang sama seperti router
pertama, tetapi dengan alamat yang berbeda ([Link]).
Setelah router di config, kalian test router aktif atau tidak dengan cara kalian pilih
add simple PDU yang ada di sebelah kanan (seperti gambar amplop) kalian klik dari
router0 ke router1.
Jika tertera successful tandanya gerbang router sudah terbuka.
Kalian cari switch di pojok kiri bawah, lalu kalian klik switch tipe 2950-24
Setelah itu kalian cari connections di pojok kiri bawah, lalu pilih kabel COPPER
STRAIGHT-THROUGH untuk menghubungkan router dengan switch.
Kalian klik lagi router pertama lalu klik config, kemudian pilih FastEthernet1/0, ceklis
pada bagian port status dan isi IP Address dengan alamat [Link], klik subnet
mask nanti akan terisi secara otomatis.
Selanjutnya kalian pilih lagi router kedua, lakukan cara yang sama seperti router
pertama, tetapi dengan alamat yang berbeda ([Link]).
Kalian cari end devices di pojok kiri bawah, lalu kalian klik komputer tipe generic.
Selanjutnya kalian klik connections, lalu kalian pilih kabel COPPER STRAIGHT-
THROUGH untuk menghubungkan PC ke Switch.
Kalian klik PC0, pilih desktop lalu klik IP Configuration.
Selanjutnya kalian isi IP Address dengan alamat [Link], tab subnet mask nanti
akan terisi secara otomatis, kemudian isi default gateway sesuai dengan router,
lakukan cara yang sama pada PC1-PC2 sesuai alamat masing masing PC.
Kalian klik komputer PC3, lakukan cara yang sama dengan PC0 tetapi dengan alamat
[Link], tab subnet mask nanti akan terisi secara otomatis, kemudian isi default
gateway sesuai dengan router, lakukan cara yang sama pada PC4-PC5 sesuai dengan
alamat masing masing PC.
Selanjutnya, kalian pilih router yang pertama, tab klik config pilih RIP dan masukan
semua network ID. Lakukan cara yang sama pada router kedua.
Kalian klik add simple PDU yang ada di sebelah kanan (seperti gambar amplop)
kalian klik dari PC1 ke PC4, jika tertera successful di pojok kanan bawah tandanya
jaringan sudah saling terhubung.