1. Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Terdapat 2 hal yang memotivasi saya menjadi Guru Penggerak. Pertama, motivasi intrinsik, yaitu
motivasi yang bersumber dari saya sendiri.
Dengan adanya program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tentang rekrutmen Guru
Penggerak berhasil menggerakkan hati nurani saya untuk ikut berpartisipasi mengikuti program
tersebut.
Saya termotivasi untuk menjadi Guru Penggerak karena ingin mengupgrade diri menjadi guru
yang dapat berkontribusi dalam kemajuan pendidikan. Kedua, motivasi Ekstrinsik.
Selain adanya keinginan yang kuat dari diri sendiri untuk menjadi Guru Penggerak, pihak Kepala
Sekolah, rekan guru, dan keluarga juga mendukung saya untuk mengikuti program ini. Hal itu
memudahkan saya untuk memulai proses.
Saya menjadi lebih semangat dalam melakukan perubahan terhadap mutu pendidikan
kedepannya. Pendidikan akan lebih maju apabila ada upaya-upaya positif untuk
mewujudkannya.
Adapun upaya-upaya yang saya lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut antara lain
adalah:
1. Meningkatkan Kapasitas diri
Dalam upaya meningkatkan kapasitas diri, saya mengikuti berbagai macam pelatihan yang
bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pelatihan-pelatihan yang dimaksud berupa
seminar nasional, diklat pendidikan tentang kurikulum merdeka, dan pelatihan menulis bagi guru.
Dengan banyak mengikuti pelatihan maka akan menambah kapasitas diri sehingga saya bisa
memperbaiki segala kelemahan yang ada pada diri.
2. Menumbuhkan Potensi Peserta Didik
Guru yang hebat adalah guru yang dapat menumbuhkan potensi siswa. Guru yang dapat
mengetahui gaya belajar masing-masing peserta didiknya. Untuk itu, guru diharuskan
melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik. Peserta didik dijadikan
Subjek pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dengan menjadi Guru
Penggerak, saya tidak hanya bergerak sendiri, tetapi jugma tergerak untuk menggerakkan
Peserta didik agar dapat menggali potensi yang ada pada diri mereka.
3. Memengaruhi Teman Sejawat
Teman sejawat yang saya maksud adalah rekan-rekan guru . Dengan menjadi Guru Penggerak,
saya dapat berbagi praktik baik dengan guru-guru yang lain sehingga dapat memacu semangat
mereka agar turut serta berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia dengan cara
meningkatkan kualitas pembelajarannya.
4. Memperluas Relasi
Dengan memperbanyak relasi dan jaringan, saya dapat berkolaborasi dengan orang-orang
hebat sehingga saya dapat mengevaluasi kelebihan dan kelemahan yang ada pada diri. Selain
itu, banyaknya relasi membuat kita dapat memperoleh ilmu-ilmu baru. Dengan demikian, kita
bisa mengamati, meniru, lalu memodifikasi menjadi sesuatu yang lebih menarik.
2. Apa kelebihan Anda yang dapat mendukung Anda mengikuti program Guru
Penggerak? Upaya apa saja yang telah Anda lakukan untuk memajukan sekolah
tempat Anda bekerja yang menurut Anda sejalan dengan program Guru
Penggerak? (Jawaban harus mencakup nama program, contoh implementasi yang
dilakukan)
kemampuan Anda untuk membuat metode pembelajaran yang
menyenangkan dan berpusat pada siswa.
Program Guru Penggerak merupakan program pendidikan kepemimpinan
bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini memberikan
berbagai manfaat positif bagi pesertanya, di antaranya:
Meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada
murid
Mengembangkan kompetensi dalam lokakarya bersama
Pengalaman belajar mandiri dan kelompok terbimbing, terstruktur, dan
menyenangkan
Upaya yang dapat dilakukan untuk memajukan sekolah tempat Anda
bekerja yang sejalan dengan program Guru Penggerak
adalah: Membentuk komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah maupun
wilayahnya, Membagikan praktik baik yang dimiliki guru dalam komunitas,
Memimpin proses kegiatan pembelajaran, Memimpin pengembangan
sekolah, Memimpin manajemen sekolah.
3. Ceritakan pengalaman Anda dalam menggunakan atau mengelola IT dalam proses
pembelajaran?
Pengalaman dalam menggunakan atau mengelola IT dalam proses
pembelajaran dapat sangat bervariasi. Beberapa aspek yang sering
ditemukan adalah:
1. Penggunaan Platform Pembelajaran Online: Mengelola dan
menggunakan platform pembelajaran seperti Google Classroom, Moodle,
atau Microsoft Teams untuk menyampaikan materi, berkomunikasi dengan
siswa, dan memantau kemajuan belajar.
2. Integrasi Alat dan Aplikasi Pendidikan: Memanfaatkan aplikasi
pendidikan dan alat digital seperti Quizizz, Kahoot!, atau Prezi untuk
membuat materi yang interaktif dan menarik. Ini dapat membantu
meningkatkan keterlibatan siswa dan mempermudah pemahaman konsep.
3. Pembuatan Konten Multimedia: Menggunakan alat seperti Canva atau
Adobe Spark untuk membuat materi pembelajaran yang visual dan
menarik, termasuk presentasi, video, dan infografis.
4. Manajemen Data dan Penilaian: Mengelola data siswa dan penilaian
menggunakan sistem manajemen pembelajaran (LMS) untuk
mempermudah pelacakan dan analisis hasil belajar serta memberikan
umpan balik yang lebih efektif.
5. Penggunaan Teknologi Kelas: Menggunakan perangkat seperti
proyektor, papan interaktif, atau tablet untuk mendukung pengajaran dan
membuat sesi belajar lebih interaktif.
Mengelola IT dalam pembelajaran memerlukan keterampilan dalam
memilih dan menggunakan teknologi yang tepat serta kemampuan untuk
menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan dan preferensi siswa.