Selain itu, teknologi blockchain akan dieksplorasi lebih jauh melampaui
mata uang kripto untuk meningkatkan keamanan rantai pasokan,
manajemen identitas digital, dan integritas data.
Aspek krusial lainnya adalah keamanan siber yang adaptif dan zero-
trust. Dengan meningkatnya serangan siber dan kompleksitas jaringan
yang kian meluas, pendekatan keamanan tradisional berbasis perimeter
tidak lagi memadai.
Rencana pengembangan akan melibatkan adopsi model Zero Trust
Architecture (ZTA) secara massal, yang mengharuskan verifikasi setiap
pengguna dan perangkat, terlepas dari lokasinya.
Upaya ini bertujuan untuk membangun sistem IT yang tangguh, di mana
deteksi ancaman dilakukan secara otomatis menggunakan AI dan
respons insiden dapat dieksekusi dalam hitungan detik.