ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
FASE D (KELAS VIII) SMP/MTs
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN PANCASILA
Satuan Pendidikan : MTsS Darul Falah
Nama Penyusun : Nuraini, [Link]
Mata Pelajaran : PKN
Kelas : VIII
Fase :D
A. RASIONAL MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
Pendidikan merupakan kunci untuk menumbuh kembangkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila sesuai tujuan
pendidikan nasional, yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pancasila adalah dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan adalah
nilai-nilai yang harus ditumbuhkembangkan dan diinternalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai itu kemudian
ditetapkan sebagai norma dasar atau grundnorm Indonesia dan diberi nama Pancasila, sehingga menjadi landasan filosofis bagi pengembangan seluruh aturan di
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa Indonesia, nilai-nilai Pancasila semestinya mewujud dalam setiap sikap dan perbuatan segenap
warga negara Indonesia. Keterwujudan dalam sikap dan perbuatan tersebut akan dapat mengantarkan seluruh bangsa pada kehidupan yang adil makmur
sebagaimana cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Gambaran ideal cita-cita bangsa tersebut masih jauh dari terwujud walaupun negara Indonesia telah
menempuh perjalanan lebih dari tiga perempat abad. Masih banyak tantangan yang harus diatasi baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa dan
bernegara.
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap warga negara perlu diarahkan menjadi warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen),
sehingga dapat memahami negara dan bangsa Indonesia, memiliki kepribadian Indonesia, memiliki rasa kebangsaan Indonesia, dan mencintai tanah air. Dengan
demikian, warga negara Indonesia dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, juga turut aktif membentengi masyarakat, bangsa dan
negara Indonesia dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang akan merusak ketahanan bangsa dan negara Indonesia.
Pendidikan Pancasila memuat nilai-nilai karakter Pancasila yang ditumbuhkembangkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk
menyiapkan warga negara yang cerdas dan baik. Pendidikan Pancasila berisi elemen: Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam upaya meningkatkan keyakinan dan pemahaman filosofi bangsa perlu dilakukan perbaikan secara konten maupun proses pembelajaran pada mata
pelajaran Pendidikan Pancasila yang di dalamnya terkandung penumbuhkembangan karakter, literasinumerasi, dan kecakapan abad 21 yang disesuaikan dengan
kebutuhan dan perubahan zaman. Dengan demikian, Pendidikan Pancasila akan menghasilkan warganegara yang mampu berpikir global ( think globally) dengan
cara-cara bertindak lokal (act locally) berdasarkan Pancasila sebagai jati diri dan identitas bangsa.
Mata pelajaran Pendidikan Pancasila mempunyai kedudukan strategis dalam upaya menanamkan dan mewariskan karakter yang sesuai dengan Pancasila kepada
setiap warga negara, dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bintang penuntun untuk mencapai Indonesia emas.
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE D (UMUR 13-15 TAHUN)
Pada fase ini, peserta didik dapat:
Menganalisis kronologis lahirnya Pancasila; mengkaji fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta mengenal
Pancasila sebagai ideologi negara; memahami implementasi Pancasila dalam kehidupan bernegara dari masa ke masa; mengidentifikasi hubungan Pancasila
dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; serta melaksanakan
nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari; dan mengidentifikasi kontribusi Pancasila sebagai pandangan hidup dalam menyelesaikan persoalan lokal dan
global dengan menggunakan sudut pandang Pancasila.
Memahami periodisasi pemberlakuan dan perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; memahami Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai sumber hukum tertinggi; memahami bentuk pemerintahan yang berlaku dalam kerangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia; memahami peraturan perundang-undangan dan tata urutannya; dan mematuhi pentingnya norma dan aturan, menyeimbangkan hak dan
kewajiban warga negara.
Mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, dan mampu menerima keragaman dan perubahan
budaya sebagai suatu kenyataan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat, dan menanggapi secara proporsional terhadap kondisi yang ada di lingkungan
sesuai dengan peran dan kebutuhan yang ada di masyarakat; memahami urgensi pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya; menunjukkan contoh
pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya; dan menumbuhkan sikap tanggung jawab dan berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan praktik nilai
tradisi, kearifan lokal dan budaya dalam masyarakat global.
Mengidentifikasi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai satu kesatuan utuh dan wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik
Indonesia; menjaga keutuhan wilayah NKRI; menunjukkan perwujudan demokrasi yang didasari oleh nilai-nilai Pancasila serta menunjukkan contoh serta
praktik kemerdekaan berpendapat warga negara dalam era keterbukaan informasi; mengidentifikasi sistem pemerintahan Indonesia, kedudukan, tugas,
wewenang, dan hubungan antarlembaga-lembaga negara, hubungan negara dengan warga negara baik di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya maupun
pertahanan dan keamanan; dan menyusun laporan singkat tentang sistem pemerintahan Indonesia, kedudukan, tugas, wewenang, dan hubungan antarlembaga-
lembaga negara, hubungan negara dengan warga negara.
CAPAIAN BERDASARKAN ELEMEN.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pancasila Peserta didik mampu menganalisis kronologis lahirnya Pancasila; mengkaji fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai
dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta mengenal Pancasila sebagai ideologi negara. Peserta didik
memahami implementasi Pancasila dalam kehidupan bernegara dari masa ke masa. Peserta didik mampu
mengidentifikasi hubungan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; serta melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengidentifikasi kontribusi Pancasila sebagai pandangan hidup dalam
menyelesaikan persoalan lokal dan global dengan menggunakan sudut pandang Pancasila.
Undang-Undang Dasar Negara Peserta didik memahami periodisasi pemberlakuan dan perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Republik Indonesia Tahun 1945 Indonesia Tahun 1945; memahami Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai sumber
hukum tertinggi. Peserta didik memahami bentuk pemerintahan yang berlaku dalam kerangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Peserta didik memahami peraturan perundang-undangan dan tata urutannya; mematuhi
pentingnya norma dan aturan, menyeimbangkan hak dan kewajiban warga negara.
Bhinneka Tunggal Ika Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika, dan mampu menerima keragaman dan perubahan budaya sebagai suatu kenyataan yang ada di dalam
kehidupan bermasyarakat, dan menanggapi secara proporsional terhadap kondisi yang ada di lingkungan sesuai
dengan peran dan kebutuhan yang ada di masyarakat. Peserta didik memahami urgensi pelestarian nilai tradisi,
kearifan lokal dan budaya; menunjukkan contoh pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya. Peserta didik
menumbuhkan sikap tanggung jawab dan berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan praktik nilai tradisi,
kearifan lokal dan budaya dalam masyarakat global.
Negara Kesatuan Republik Peserta didik mampu mengidentifikasi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai satu kesatuan utuh dan
Indonesia wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia; peserta didik turut menjaga keutuhan
wilayah NKRI. Peserta didik mampu menunjukkan perwujudan demokrasi yang didasari oleh nilai-nilai Pancasila
serta menunjukkan contoh serta praktik kemerdekaan berpendapat warga negara dalam era keterbukaan informasi.
Peserta didik mampu mengidentifikasi Indonesia, kedudukan, tugas, wewenang, dan hubungan antar lembaga-
lembaga negara, hubungan negara dengan warga negara baik di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya maupun
pertahanan dan keamanan. Peserta didik menyusun laporan singkat tentang sistem pemerintahan Indonesia,
kedudukan, tugas, wewenang, dan hubungan antar lembaga-lembaga negara, hubungan negara dengan warga negara.
ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PERANGKAT AJAR
(PPKN FASE D KELAS VIII)
Profil Pelajar Alokasi
Elemen Capaian Pembelajaran (CP) Alur Tujuan Pembelajaran Kata Kunci
Pancasila Waktu
BAB I KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA
Pancasila Peserta didik mampu menganalisis 1. Peserta didik mampu • Beriman, bertakwa A. Pancasila sebagai 16 JP
kronologis lahirnya Pancasila; mengkaji menjelaskan kedudukan kepada Tuhan Dasar Negara
fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai dan fungsi Pancasila. Yang Maha Esa, B. Pancasila sebagai
dasar negara dan pandangan hidup 2. Peserta didik mampu berakhlak mulai. Pandangan Hidup
bangsa, serta mengenal Pancasila menghayati pentingnya • Berkebinekaan Bangsa
sebagai ideologi negara. Peserta didik kedudukan dan fungsi global.
memahami implementasi Pancasila C. Pancasila sebagai
Pancasila. • Bergotong royong. Sumber dari Segala
dalam kehidupan bernegara dari masa
ke masa. Peserta didik mampu 3. Peserta didik mampu Sumber Hukum
mengidentifikasi hubungan Pancasila mempraktikkan nilai-nilai D. Pancasila sebagai
dengan Undang-Undang Dasar Negara Pancasila dalam Kepribadian Bangsa
Republik Indonesia Tahun 1945, kehidupan.
E. Pancasila sebagai Cita-
Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara
Cita dan Tujuan
Kesatuan Republik Indonesia; serta
Bangsa
melaksanakan nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari. Peserta
didik mengidentifikasi kontribusi
Pancasila sebagai pandangan hidup
dalam menyelesaikan persoalan lokal
dan global dengan menggunakan sudut
pandang Pancasila.
BAB II BENTUK DAN KEDAULATAN NEGARA
Undang-Undang Peserta didik memahami periodisasi 1. Peserta didik mampu • Beriman, bertakwa A. Indonesia sebagai 12 JP
Dasar Negara pemberlakuan dan perubahan Undang- menunjukkan sikap syukur kepada Tuhan Negara Kesatuan
Republik Undang Dasar Negara Republik atas terjaganya negara Yang Maha Esa, B. Indonesia sebagai
Indonesia Tahun Indonesia Tahun 1945; memahami kesatuan Republik berakhlak mulai. Negara Republik
1945 Undang-Undang Dasar Negara Indonesia sebagai bentuk • Berkebinekaan C. Indonesia sebagai
Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai anugerah dari Tuhan Yang global. Negara Hukum
sumber hukum tertinggi. Peserta didik Maha Esa.
memahami bentuk pemerintahan yang • Bergotong royong. D. Indonesia sebagai
2. Peserta didik mampu Negara yang
berlaku dalam kerangka Negara menampilkan perilaku
Kesatuan Republik Indonesia. Peserta Berkedaulatan Rakyat
menjaga keutuhan Negara
didik memahami peraturan perundang- Kesatuan Republik
undangan dan tata urutannya; mematuhi Indonesia di lingkungan
pentingnya norma dan aturan, sekolah dan masyarakat.
menyeimbangkan hak dan kewajiban
warga negara. 3. Peserta didik mampu
menampilkan perilaku taat
hukum di lingkungan
sekolah dan masyarakat.
4. Peserta didik mampu
mempraktikkan
kedaulatan pada organisasi
di sekolah.
BAB III TATA NEGARA DAN PEMERINTAHAN
Negara Kesatuan Peserta didik mampu mengidentifikasi 1. Peserta didik mampu • Berkebinekaan A. Lembaga 12 JP
Republik wilayah Negara Kesatuan Republik menyadari pentingnya global. Penyelenggara Negara
Indonesia Indonesia sebagai satu kesatuan utuh fungsi lembaga • Bergotong royong. B. Sistem Pemerintahan
dan wawasan nusantara dalam konteks penyelenggara negara dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia; sistem pemerintahan C. Pemerintahan Daerah
peserta didik turut menjaga keutuhan dalam menjalankan Provinsi, Kabupaten,
wilayah NKRI. Peserta didik mampu negara. dan Kota
menunjukkan perwujudan demokrasi 2. Peserta didik mampu D. Pemerintahan Daerah
yang didasari oleh nilai-nilai Pancasila membedakan kewenangan Istimewa
serta menunjukkan contoh serta praktik pemerintahan pusat,
kemerdekaan berpendapat warga negara
dalam era keterbukaan informasi. provinsi, kabupaten dan
Peserta didik mampu mengidentifikasi kota.
sistem pemerintahan Indonesia, 3. Peserta didik menunjukkan
kedudukan, tugas, wewenang, dan sikap disiplin mematuhi
hubungan antarlembaga-lembaga peraturan daerah sebagai
negara, hubungan negara dengan warga bentuk pengamalan ajaran
negara baik di bidang politik, ekonomi, agama.
sosial, dan budaya maupun pertahanan
dan keamanan. Peserta didik menyusun 4. Peserta didik menunjukkan
laporan singkat tentang sistem sikap berjiwa besar
pemerintahan Indonesia, kedudukan, sebagai peneladanan sikap
tugas, wewenang, dan hubungan para pemimpin daerah
antarlembaga-lembaga negara, swapraja.
hubungan negara dengan warga negara.
BAB IV. KEBANGKITAN NASIONAL DAN SUMPAH PEMUDA
Bhinneka Peserta didik mampu mengidentifikasi 1. Peserta didik mampu • Berkebinekaan A. Sejarah Lahirnya
Tunggal Ika keberagaman suku, agama, ras dan menceritakan latar global. Kebangkitan Nasional
antargolongan dalam bingkai Bhinneka belakang semangat • Bergotong royong. dan Sumpah Pemuda
Tunggal Ika, dan mampu menerima Kebangkitan Nasional dan
keragaman dan perubahan budaya Sumpah Pemuda. • Beriman, bertakwa B. Nilai-Nilai Luhur
kepada Tuhan dalam Sumpah
sebagai suatu kenyataan yang ada di 2. Peserta didik mampu Pemuda
dalam kehidupan bermasyarakat, dan Yang Maha Esa,
mempraktikkan nilai-nilai berakhlak mulai. C. Sumpah Pemuda dan
menanggapi secara proporsional luhur yang terkandung
terhadap kondisi yang ada di • Bernalar kritis Kontribusi di Era
dalam Sumpah Pemuda. Reformasi
lingkungan sesuai dengan peran dan
kebutuhan yang ada di masyarakat. 3. Peserta didik mampu
Peserta didik memahami urgensi mensyukuri persatuan
pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal Bangsa Indonesia sebagai
dan budaya; menunjukkan contoh bentuk karunia Tuhan
pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal Yang Maha Esa.
dan budaya. Peserta didik 4. Peserta didik mampu
menumbuhkan sikap tanggung jawab menuliskan rencana
dan berperan aktif dalam menjaga dan kontribusi bagi bangsa dan
melestarikan praktik nilai tradisi, negara serta peta jalannya
kearifan lokal dan budaya dalam sebagai perwujudan spirit
masyarakat global. Sumpah Pemuda di era
reformasi.
BAB V. DIRI BANGSA DAN BUDAYA NASIONAL
Bhinneka Peserta didik mampu mengidentifikasi 1. Peserta didik mampu • Beriman, bertakwa A. Budaya Nasional
Tunggal Ika keberagaman suku, agama, ras dan menunjukkan sikap syukur kepada Tuhan sebagai Identitas dan
antargolongan dalam bingkai Bhinneka kepada Tuhan Yang Maha Yang Maha Esa, Jati Diri Bangsa
Tunggal Ika, dan mampu menerima Esa atas nilai-nilai luhur berakhlak mulai. B. Pelestarian dan
keragaman dan perubahan budaya kebudayaan yang dimiliki • Berkebinekaan Pemajuan Budaya
sebagai suatu kenyataan yang ada di masyarakat Indonesia. global. Nasional
dalam kehidupan bermasyarakat, dan 2. Peserta didik mampu
menanggapi secara proporsional • Bergotong royong. C. Budaya Nasional
menunjukkan perilaku sebagai Alat
terhadap kondisi yang ada di berpartisipasi dalam upaya • Bernalar kritis
lingkungan sesuai dengan peran dan Pemersatu Bangsa
pelestarian dan pemajuan
kebutuhan yang ada di masyarakat. kebudayaan nasional. D. Tantangan Budaya
Peserta didik memahami urgensi Nasional di Era
pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal 3. Peserta didik mampu Globalisasi.
dan budaya; menunjukkan contoh menunjukkan sikap
pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal menghayati budaya
dan budaya. Peserta didik nasional sebagai alat
menumbuhkan sikap tanggung jawab pemersatu bangsa.
dan berperan aktif dalam menjaga dan 4. Peserta didik mampu
melestarikan praktik nilai tradisi, menunjukkan sikap
kearifan lokal dan budaya dalam bangga terhadap budaya
masyarakat global. nasional dalam kancah
global.
BAB VI. LITERASI DIGITAL DALAM KEBINEKAAN BANGSA
Bhinneka Peserta didik mampu mengidentifikasi 1. Peserta didik mampu • Berkebinekaan A. Merawat Kebinekaan
Tunggal Ika keberagaman suku, agama, ras dan menghayati pentingnya global. Bangsa melalui
antargolongan dalam bingkai Bhinneka merawat kebinekaan • Beriman, bertakwa Literasi Digital
Tunggal Ika, dan mampu menerima bangsa melalui literasi kepada Tuhan B. Etika Berinternet
keragaman dan perubahan budaya digital. Yang Maha Esa, (Netiket)
sebagai suatu kenyataan yang ada di 2. Peserta didik mampu berakhlak mulai.
dalam kehidupan bermasyarakat, dan C. Literasi Digital untuk
menerapkan etika • Bergotong royong. Kemajuan Bangsa
menanggapi secara proporsional berinternet dalam interaksi
terhadap kondisi yang ada di di dunia digital sebagai
lingkungan sesuai dengan peran dan bentuk keimanan kepada
kebutuhan yang ada di masyarakat. Tuhan Yang Maha Esa.
Peserta didik memahami urgensi
pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal 3. Peserta didik mampu
dan budaya; menunjukkan contoh menjelaskan hubungan
pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal literasi digital dengan
dan budaya. Peserta didik kemajuan bangsa.
menumbuhkan sikap tanggung jawab
dan berperan aktif dalam menjaga dan
melestarikan praktik nilai tradisi,
kearifan lokal dan budaya dalam
masyarakat global.
JUMLAH JAM PELAJARAN
Mengetahui, Calok Giri, 15 Juli 2024
Kepala MTsS Darul Falah Guru Bidang Studi
Sarmi, [Link] Nuraini, [Link]
NIP.- NIP.-