SYARAT –SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)
a. Korespondensi Alamat para pihak sebagai berikut:
Satuan Kerja : Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan
Permukiman dan Pertanahan
Prov. Sultra
Nama : Muhammad Nurjaya, ST., MT
Alamat : Kompleks Perkantoran Bumi Praja,
Anduonohu Kota Kendari,
Telepon : -
Email :
Faximile dinasperumahansultra20@[Link]
: -
Penyedia
Nama : ………………………………………
Alamat : ………………………………………
Telepon : ………………………………………
Email : ………………………………………
Faximile : ………………………………………
: ………………………………………
b. Wakil Sah Para Pihak Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:
Untuk PA : MUHAMMAD NURJAYA, ST., MT
Untuk : ………………………………………..
Penyedia
c. Jenis Kontrak Kontrak Lumsum
d Tanggal berlaku Kontrak Kontrak mulai berlaku terhitung sejak tanggal
……………. 2025 s/d ………………..2025
e. Waktu Penyelesaian Jangka Waktu Penyelesaian Pekerjaan Jasa
Konsultasi ini adalah 120 (Seratus Dua Puluh) Hari
Kalender terhitung sejak tanggal mulai Pekerjaan yang
tercantum dalam SPMK
f. Tindakan Penyedia yang Tindakan lain oleh penyedia yang memerlukan
Mensyaratkan Persetujuan PA adalah : TIDAK ADA
Persetujuan KPA atau
Pengawas Pekerjaan
g. Pelaporan Penyedia berkewajiban untuk menyampaikan laporan-
laporan berikut secara periodik selama Masa Kontrak:
1. Gambar Perencanaan (DED) sebanyak 7 buah
2. Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebanyak 7 buah
3. Rencana Kerja dan Syarat-Syarat sebanyak 7 buah
4. Soft Copy/Hardisk sebanyak 1 buah
h. Serah Terima Laporan Ketentuan serah terima Laporan Akhir berlaku untuk
Akhir Penyerahan setiap hasil kerja Jasa Konsultasi
(YA/TIDAK).
i. Pembatasan Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan
Penggunaan Dokumen dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari
pekerjaan Jasa Konsultasi ini dengan pembatasan
hanya untuk kebutuhan kegiatan tersebut diatas.
j. Sumber Dana Kontrak Pengadaan Jasa Konsultasi ini dibiayai dari
DPA Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman
dan Pertanahan Tahun Anggaran 2025
k. Pembayaran Prestasi a. Pembayaran prestasi pekerjaan yang disepakati
Pekerjaan dilakukan oleh Kepala SKPD dengan ketentuan :
1. Penyedia telah mengajukan tagihan disertai
laporan kemajuan hasil pekerjaan;
2. Pembayaran dilakukan dengan system termin
1) Uang muka diberikan sebesar 20% (Dua
Puluh Persen) dari nilai kontrak Rp.
…………………………….. = Rp.
……………………… ( …………………….
Rupiah), dibayarkan oleh Kepala SKPD
setelah Pihak Penyedia mengajukan
permohonan secara tertulis Rencana
Penggunaan Uang Muka sebesar 20% dari
nilai kontrak.
2) Pembayaran akan dilaksanakan secara
angsuran berdasarkan presentase pekerjaan
yang telah dicapai dan dinyatakan dalam
Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan melalui
PT. BANK …………. atas nama perusahaan
…………………………. dengan nomor
rekening …………………………
3) Dengan rincian sebagai:
a) Angsuran I (Pertama)
Sebesar 50% (Lima Puluh Persen) dari
Nilai Kontrak Rp. ……………………. =
Rp. ……………………………. dikurangi
angsuran uang muka secara proposional
Rp. ……………….. x 50% = Rp.
………………………….
Sehingga besar angsuran Rp.
……………… – Rp. …………………. =
Rp. …………………………….
(…………………………………...
Rupiah), dibayarkan kepada pihak
Penyedia dinyatakan dengan Berita
Acara Pelaksanaan Progress Pekerjaan
serta dilengkapi dengan Laporan
Pendahuluan dan Dokumen Hasil
Analisis.
b) Angsuran II (Kedua)
Sebesar 50% (Lima Puluh Persen) dari
Nilai Kontrak Rp. ……………………. =
Rp. ……………………………. dikurangi
angsuran uang muka secara proposional
Rp. ……………….. x 50% = Rp.
………………………….
Sehingga besar angsuran Rp.
……………… – Rp. …………………. =
Rp. …………………………….
(…………………………………...
Rupiah), dibayarkan kepada pihak
Penyedia dinyatakan dengan Berita
Acara Pelaksanaan Progress Pekerjaan
serta dilengkapi dengan Laporan Akhir
dan Softcopy.
3. Pembayaran harus dipotong denda (apabila
ada) dan pajak;
b. Pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah
pekerjaan 100% (seratus persen) dan Berita Acara
Penyerahan Pekerjaan diterbitkan.
c. Persetujuan Direksi Teknis; pembayaran tidak
memperhatikan rincian biaya.
d. Rincian harga penawaran merupakan lampiran
untuk memenuhi kontrak lumsum.
e. Kepala SKPD dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja
setelah pengajuan permintaan pembayaran dari
Penyedia harus sudah mengajukan surat
permintaan pembayaran kepada Pejabat
Penandatanganan Surat Perintah Membayar (PP
SPM)
Bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan
angsuran, tidak akan menjadi alas an untuk menunda
pembayaran. Kepala SKPD dapat meminta Penyedia
untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara
dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang
menjadi perselisihan.
l. Denda Penyedia berkewajiban membayar sanksi finansial
berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera
janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam
SPK ini. Untuk pekerjaan ini besar denda
keterlambatan untuk setiap hari keterlambatan adalah
1/1000 (satu perseribu) dari bagian Kontrak yang
terlambat.
m. Sanksi Pelanggaran terhadap ketentuan Pengalihan dan atau
Subkontrak dikenakan sanksi : Pemutusan Kontrak
secara sepihak dan perusahaan tersebut dimasukan
dalam daftar hitam (Black List).
n. Larangan Pemberian Penyedia Jasa Konsultasi menjamin bahwa tidak satu
Komisi pun personil proyek/satuan kerja Kepala SKPD telah
atau akan menerima komisi atau keuntungan tidak sah
lainnya baik langsung maupun tidak langsung dari SPK
ini. Penyedia Jasa Konsultasi menyetujui bahwa
pelanggaran syarat ini merupakan pelanggaran yang
mendasar terhadap SPK ini.
o. Penyelesaian Jika perselisihan para pihak mengenai
Perselisihan pelaksanaan kontrak tidak dapat diselesaikan secara
damai maka para pihak menetapkan lembaga
penyelesaian perselisihan tersebut dibawah sebagai
pemutus sengketa badan Arbitrase Nasional
Indonesia (BANI).
Klasul Arbitrase dimaksud sebagai berikut : “Semua
sengketa yang timbul dari kontrak ini, akan
diselesaikan dan diputuskan oleh Badan Arbitrase
Nasional Indonesia (BANI) menurut peraturan-
peraturan administrasi dan peraturan-praturan
prosedur Arbitrase BANI, yang keputusannya mengikat
kedua belah pihak yang bersengketa sebagai
keputusan tingkat pertama dan terakhir. Para pihak
setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang.
Masing-masing pihak harus menunjukkan seorang
Arbitrator dan kedua Arbitrator yang ditunjuk oleh
para pihak akan memilih Arbitrator ketiga yang akan
bertindak sebagai pimpinan Arbitrator”.