0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan10 halaman

Sholat dan Kesehatan Mental: Penelitian

.

Diunggah oleh

irvanrahmanto67
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan10 halaman

Sholat dan Kesehatan Mental: Penelitian

.

Diunggah oleh

irvanrahmanto67
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL PENELITIAN

PENTINGNYA SHOLAT DALAM MENIGKATKAN


KESEHATAN MENTAL

Disusun oleh:
1. Arya Dji Darmawan (24531155)

Dosen pembimbing:
Herman Gusmanto, [Link]

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) CURUP
TAHUN AJARAN 2024/2025
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Allah [Link] segala Rahmat dan karunia nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah proposal penelitian yang berjudul “Pentingnya shola dalam
meningkatkan Kesehatan mental,” dapat disusun. Penelitian ini bertujuan untukmemberikan
wawasan mengenai hubunganantara praktik saholat sebagai ibadah harian umat islam dengan
Kesehatan mental seseorang, serta untuk menekan manfaat spiritual sholat dalam menjaga
keseimbangan mental.
Kesehatan mental menjadi isu yang semakin mendapat perhatian dalam masyarakat
modern, dimana berbagai tantangan kehidupan sering kali menimbulkan tekanan pisikologis.
Melalui penelitian ini, kami bermaksud mengeksplorasi bagai mana ibadah sholat, sebagai
bentuk pendekatan spiritual, dan berperan dalam menurunkan stress, menigkatkan
ketenangan batin, dan membantu dalam proses pemulihan Kesehatan mental.
Tentu saja,dalam penyusunan tugas makalah proposal penelitian ini,kami menyadari
masih banyak kekurangan dan jauh dari [Link] karena itu,dengan rendah hati
saya menanti saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pembaca.
Semoga penelitian ini bermanfaat dan memberikan wawasan baru bagi pembaca
mengenai pentingnya sholat dalam menjaga keseimbangan mental.

Curup,12 November 2024

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
BAB II KERANGKA TEORI
2.1 Kegiatan Ekstrakurikuler
2.2 Kerangka Fikir
2.3 Hepotesis
2.4 Metode Penelitian
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesehatan mental adalah aspek penting dalam kehidupan individu dan masyarakat.
Dalam beberapa decade terakhir, isu Kesehatan mental mendapat perhatian luas ,
terutama di tengah peningkatan khasus stres,depresi,dan kecemasan. Selain intervensi
medis dan pisikologis, praktik spiritual, termasuk sholat (sembhayang wajib dalam agama
islam), mulai diakui sebagai salah satu metode yang dapat membantu dalam mengelola
Kesehatan mental.
Sholat, sebagai bagian ibadah yang rutin di lakukan lima kali sehari, memiliki
potensi untuk memberikan ketenangan batin dan keseimbangan pisikologis. Bberapa
penelitian menunjukan bahwa praktik ibadah, temasuk sholat, dapat membantu
mengurangi gejala depresi serta meningkatkan ketenagan pikiran.
Penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara hubungan antara sholat dan
Kesehatan mental masih di perlukan untuk lebih memahami bagaimana mekanisme sholat
dalam membantu memperbaiki kondisi Kesehatan mental. Oleh karenaitu, penelitian ini
penting untuk mengidentifikasi manfaat sholat bagi Kesehatan mental serta menganalisis
peran sholat sebagai salahsatu bentuk intervensi yang dapat membantu meningkatkan
kesejateraan mental.
1.2 Rumusan masalah
1. Bagaimana pengaruh pelaksanaan sholat terhadap tingkat stress pada individu?
2. Apakah ada hubungan antara intensitas pelaksanaan sholat dengan tingkat kesejateraan
pisikologis?
3. Bagaimana aspek-aspek sholat (seperti gerakan fisik dan konteplasi spiritual) berperan
dalam meningkatkan Kesehatan mental?

1.3 Tujuan penelitian


1. Menganalisis pengaru pelaksanaan sholat terhadap penurunan tingkat stress.
2. Mengidentifikasi hubungan antara intensitas pelaksanaan sholat dan kesejateraan
pisikologi individu.
3. menjelaskan aspek-aspek dalam sholat yang berkontribusi pada peningkatan Kesehatan
mental.
1.4 Manfaat penelitian
Adapun manfaat penelitian ini dapat peneliti rangkum kedalam 2 bagian yaitu:
1. Manfaat Praktis :
Memberikan wawasan bagi masyarakat mengenai manfaat sholat sebagai metode
alternatif untuk mendukung Kesehatan mental.
2. Manfaat Teoritis :
Menambah literatur ilmiah mengenai pengaruh praktik spiritual terhadap
Kesehatan mental, khususnya dalam konteks islam.
BAB II
KERANGKA TEORI

2.1 Pengertian Kesehatan Mental


a. Pengertian Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur'an (PAI)
Kegiatan ekstrakurikuler adalah "kegiatan yang dilaksanakan disekolah atau
dilingkungan masyarakat untuk menunjang program pengajaran" (Sholihin A.
Nasir, 1997:58). Selain itu, Suharsimi Arikunto (1988:57) mendefinisikan
kegiatan ekstrakurikuler sebagai "kegiatan tambahan diluar struktur program yang
pada umumnya merupakan program pilihan".
Adapun pengertian pengajian Al-qur'an (PAI) adalah "usaha sadar untuk
menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan
agama islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan dengan
memperhatikan tuntunan untuk menghormati agama lain dalam kerukunan antar
umat beragama" (GBPP, 1996:1).

Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud


kegiatan ekstrakurikuler pengajian Al-Qur'an adalah kegiatan tambahan yang
dilaksankan diluar jam tambahan biasa dengan tujuan agar kegiatan tambahan
tersebut dapat membantu myakinkan siswa yang meyakini, memahami,
menghayati, dan mengamalkan agama Islam dengan memperhatikan tuntunan
untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama.

b. Prinsip-prinsip Program Ekstrakurikuler


Dengan berpedoman pada maksud dan tujuan kegiatan ekstrakurikuler
disekolah maka dapat dikemukakan prinsip-prinsip kegiatan ekstrakurikuler.
Menurut Oteng Sutisna (dalam B Suryosubroto, 1997:272) prinsip kegiatan
ekstrakurikuler adalah sebagai berikut:
1. Semua siswa, guru dan personil administrasi sekolah hendaknya ikut serta
dalam usaha meningkatkan program.
2. Kerjasama dalam team adalah fundamental.
3. Perbuatan untuk partisipasi hendaknya dibatasi.
4. Proses lebih penting daripada hasil.
5. Program hendaknya memperhitungkan kebutuhan khusus sekolah.

2.2 Aktivitas Belajar Siswa


a. Pengertian Aktivitas Belajar Siswa
Aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk
menghasilkan perubhan pengetahuan-pengetahua, nilai-nilai sikap, dan
keterampilan pada siswa sebgai latihan yang dilaksanakan secara sengaja.
b. Jenis Aktivitas Belajar Siswa
Berdasarkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip diatas, diharapkan kepada
guru untuk dapat mengembangkan aktivitas siswa. Diatas jenis-jenis aktivitas
yang dimaksud dapat digolongkan menjadi 4:
1. Visual Activities, yaitu segala kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas
siswa dalam melihat, mengamat, dan memperhatikan.
2. Oral Activities, yaitu aktivitas yang berhubungan dengan kemampuan siswa
dalam mengucapkan, melafazkan, dan berfikir.
3. Listening Aktivities, aktivitas yang berhubungan dengan kemampuan siswa
dalam berkonsentrasi menyimak pelajaran.
4. Motor Activities, yakni segala keterampilan jasmani siswa untuk
mengekspresikan bakat yang dimilikinya.

2.2 Kerangka Fikir

X>Y

Berdasarkan gambar diatas maka akan diketahui apakah ada pengaruh yang
ditimbulkan kegiatan ekstrakurikuler mata pelajaran PAI (variabel x), terhadap
aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PAI (variabel y). Lalu dengan
diketahui pengaruhnya sehingga memungkinkan kemudahan bagi guru untuk
menyusun rencana kerja yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

2.3 Hipotesis
Menurut Arikunto (1989:62) mendefinisikan hipotesis sebagai "suatu jawaban
yang besifat sementara terhadap masalah penelitian sampai terbukti melalui data
yang akan terkumpul". Berdasarkan pendapat diatas maka akan peneliti rumuskan
bahwa terdapat Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur'an terhadap
Aktivitas Belajar siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran PAI di MAN Rejang Lebong.
.

2.4 Metode Penelitian


1. Metode/Jenis Penelitian
Untuk menemukan Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur'an
terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran PAI di MAN
Rejang Lebong, dengan unsur pokok yang harus ditemukan sesuai dengan butir-
butir rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, maka digunakan jenis
penelitian kuantitatif dengan pendekatan determinatif yaitu dengan mencari
pengaruh yang ditimbulkan oleh kegiatan ekstrakurikuler pengajian Al-Qur'an
terhadap mata pelajaran PAI oleh siswa kelas 1 MAN Rejang Lebong.

2. Variabel yang diteliti dan Definisi Operasional


1. Variabel Penelitian
Variabel adalah objek pengamatan atau fenomena yang diteliti. Adapun
variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas dan variabel terikat dengan
rincian sebagai berikut:
a. Variabel Bebas
Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah kegiatan ekstrakurikuler
pengajian Al-qur'an pada mata pelajaran PAI. Hal ini didasarkan pada pendapat
Hadari Nawawi (1983:56) yang menyatakan variabel bebas adalah "sejumlah
gejala atau faktor yang menentukan/mempengaruhi ada atau muncul gejala atau
faktor yang kedua yang disebut variabel terikat".
b. Variabel Terikat
Menurut Hadari Nawawi (1983: 57) variabel terikat adalah "sejumlah faktor
atau gejala yang muncul karena dipengaruhi/ditentukan oleh adanya variabel
bebas". Variabel terikat dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa pada
mata pelajaran PAI.
2. Definisi Operasional
Adapun istilah yang akan didefinisikan secara operasional dalam penelitian ini
adalah:
a. Kegiatan ekstrakurikuler PAI adalah kegiatan tambahan yang dilaksanakan
diluar jam pelajaran dengan tujuan dapat memperkaya dan memperluas wawasan
pengetahuan serta kemampuan siswa khususnya pada mata pelajaran PAI.

b. Aktivitas belajar siswa adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh siswa
dikelas untuk mencapai tujuan belajar dan aktivitas yang dapat diukur. Misalnya,
menyimak, bertanya, menjawab dan mengutarakan pendapat.

3. Teknik, Prosedur dan Alat Pengumpulan Data


Untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler pada
mata pelajaran PAI maka peneliti akan menggunakan teknik langsung terjun
kelapangan yang berupa observasi. Karena dengan instrument pengumpulan data
semacam ini peneliti rasa data yang akan dikumpulkan lebih akurat bila kita
mengamati sendiri apa yang akan terjadi dilapangan tersebut.

4. Populasi dan Sampel


1. Populasi
Populasi merupakan keseluruhan subjek sebagai sumber data yang memiliki
ciri-ciri/karakteristik tertentu dalam suatu penelitian. Karakteristik dalam
penelitian ini adalah; (a) siswa kelas 1A, 1B dan 1C, (b) bukan siswa pindahan,
dan (c) bukan siswa tidak naik kelas. Berdasarkan karakteristik tersebut maka
jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 146 orang.
2. Sampel
Untuk menetapkan besarnya jumlah sampel, peneliti akan menggunakan
Nomogran Hari King (Sugiyono, 1999:68) dengan tingkat kesalahan 5%.
Berdasarkan ketentuan tersebut, diperoleh sample sebesar 51 (0,35 x 146 = 51,1
dibulatkan menjadi 51). Untuk menentukan sampel pada masing-msing kelas
peneliti menggunakan perhitungan persentase yang lebih lengkap dapat dilihat
dalam tabel berikut: Teknik sampling yang akan peneliti gunakan dalam penelitian
ini adalah probability sampling maksudnya adalah "teknik yang memberikan
kesempatan yang sama bagi setiap unsure atau anggota populasi untuk dipilih
menjadi sample" (Sugiyono, 1999:61). Selanjutnya untuk penentuan sample yang
digunakan adalah teknik sistematik random sampling. Alasannya karena peneliti
mengetahui nama atau identifikasi dari satuan-satuan individu populasi melalui
daftar hadir siswa dimasing-masing kelas.
5. Waktu dan Tempat Penelitian
Rencana waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian ini selama 6
bulan, mulai dari bulan Agustus dan berakhir pada bulan Februari. Penelitian ini
bertempat di MAN Rejang Lebong.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kegiatan ekstrakurikuler pengajian Alquran memiliki pengaruh yang
signifikan dalam pengembangan karakter dan kepribadian peserta didik. Melalui
kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang ajaran agama
Islam, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral, etika, dan spiritualitas. Kegiatan
pengajian Alquran dapat meningkatkan kedisiplinan, kesadaran diri, serta
mempererat hubungan sosial antar peserta. Selain itu, pengajian Alquran juga
membantu siswa dalam memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam yang
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, kegiatan
ekstrakurikuler ini berperan dalam membentuk individu yang lebih berakhlak
mulia dan memiliki dasar spiritual yang kuat.

3.2 Saran
Alhamdulillah tugas yang diamanatkan dosen kepada Saya telah terselesaikan.
Saya mohon saran dan kritikannya yang membangun karna memang dalam
makalah proposal penelitian yang telah saya buat ini, masih banyak kekurangan.
Saya sadar Saya bukanlah manusia yang sempurna dan saya ingin menjadi orang
yang lebih baik dari yang baik, maupun menjadi baik dari yang tadinya buruk.
Sebaik- baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.
DAFTAR PUSTAKA

Abror, Adurrahman. 1993. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PT Tiara Wacana


Yogya.

An Nahlawi, Abdurrahman. 1996. Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah dan


Masyarakat. Jakarta: Gema Insani Press.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia.


Jakarta: Balai Pustaka.

Anda mungkin juga menyukai