MODUL AJAR
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMP Negeri 4 Sape
Nama Penyusun : Salmanan, [Link].I
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI)
Kelas / Fase /Semester : VIII/ D / Ganjil
Alokasi Waktu : 3 Jam Pelajaran (1 Pertemuan @ 3 JP)
Tahun Pelajaran : 2024 / 2025
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik umumnya memiliki pemahaman dasar tentang ajaran
Islam mengenai akhlak mulia dan larangan perbuatan dosa. Beberapa mungkin sudah
familiar dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis terkait pergaulan bebas dan zina dari
pembelajaran di tingkat sebelumnya atau lingkungan keluarga/masyarakat.
● Minat: Minat peserta didik bervariasi. Beberapa mungkin sangat tertarik pada kajian
agama dan implementasinya dalam kehidupan, sementara yang lain mungkin lebih
tertarik pada diskusi tentang isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan remaja.
Mereka cenderung tertarik pada pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan
tantangan hidup mereka.
● Kebutuhan Belajar: Ada peserta didik yang belajar secara visual (membutuhkan peta
konsep, tayangan video), kinestetik (melalui diskusi kelompok, role playing), dan
auditori (melalui ceramah, mendengarkan tilawah). Mereka membutuhkan ruang aman
untuk berdiskusi, bimbingan dalam memahami konteks modern, serta penegasan nilai-
nilai agama yang kuat.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
√ Keimanan dan ketakwaan √ Kolaborasi
terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan √ Kemandirian
√ Penalaran Kritis Kesehatan
√ Kreativitas √ Komunikasi
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) (BSKAP NOMOR 046 TAHUN 2025)
Pada akhir Fase E, peserta didik mampu memahami beberapa ayat Al-Qur’an dan hadis,
beberapa cabang iman (syu‘ab al-īmān), manfaat menghindari penyakit hati, sumber hukum
Islam, dan sejarah Islam di Indonesia. Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran
Agama Islam dan Budi Pekerti adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Al-Qur’an Hadis Peserta didik memahami ayat Al- Qur’an dan hadis tentang
perintah berlomba-lomba dalam kebaikan, larangan pergaulan
bebas, dan zina.
Akidah Peserta didik memahami beberapa cabang iman (syu‘ab al-īmān).
Akhlak Peserta didik memahami manfaat menghindari penyakit hati.
Fikih Peserta didik memahami sumber hukum Islam dan pentingnya
menjaga lima prinsip dasar hukum Islam (al-kulliyāt al- khamsah).
Sejarah Peradaban Peserta didik memahami sejarah masuknya Islam ke Indonesia
Islam dan peran tokoh ulama dalam penyebarannya.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
● Pendidikan Kewarganegaraan: Norma dan hukum sosial, hak asasi manusia, tanggung
jawab warga negara.
● Sosiologi/Antropologi: Perilaku sosial remaja, budaya pergaulan, dampak media sosial,
dan dinamika masyarakat.
● Biologi/Pendidikan Jasmani dan Kesehatan: Kesehatan reproduksi, penyakit menular
seksual, dan menjaga kebersihan diri.
● Bahasa Indonesia: Kemampuan membaca, menganalisis teks, dan menyajikan
paparan/presentasi yang efektif.
● Seni Budaya: Untuk penyajian proyek kampanye yang kreatif (misalnya poster, video
pendek, drama).
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1:
● Membaca QS. Al-Baqarah: 2 dengan tartil.
● Menjelaskan pengertian iman kepada kitab Allah
● Menyebutkan kitab-kitab Allah dan nabi penerimanya.
● Merefleksikan nilai penting beriman kepada kitab Allah.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Penyebab dan dampak pergaulan bebas di kalangan remaja modern (media sosial,
tekanan teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua).
● Strategi efektif menjaga diri dari pergaulan bebas di era digital.
● Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentengi remaja dari pergaulan
bebas dan zina.
● Kisah-kisah inspiratif atau nyata tentang dampak positif menjaga diri dan dampak negatif
pergaulan bebas.
● Merancang kampanye digital atau poster edukatif tentang bahaya pergaulan bebas dan
pentingnya menjaga kehormatan diri.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. Praktik Pedagogik:
○ Model Pembelajaran: Project-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek) dan
Problem-Based Learning. Siswa akan terlibat dalam proyek kampanye/edukasi setelah
menganalisis masalah pergaulan bebas.
○ Strategi:
■ Pendekatan Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful
Learning):
■ Mindful Learning: Mendorong siswa untuk merenungkan makna setiap ayat dan
hadis, menyadari konsekuensi dari setiap tindakan, dan fokus pada
pengembangan diri yang positif.
■ Meaningful Learning: Menghubungkan ajaran agama dengan tantangan nyata
kehidupan remaja, sehingga materi terasa relevan dan memberikan solusi
praktis.
■ Joyful Learning: Menciptakan suasana diskusi yang terbuka dan tidak
menghakimi, serta kegiatan proyek yang memungkinkan siswa berekspresi
secara kreatif.
■ Reading Aloud dan The Power of Two: Untuk membaca dan menganalisis
ayat/hadis.
■ Muraja'ah dan Tasmi': Untuk menghafal ayat/hadis.
■ Make a Match, Card Sort, Information Search: Untuk menganalisis kandungan
ayat/hadis.
○ Metode: Tilawah Al-Qur'an, hafalan, diskusi kelompok, presentasi, role playing (jika
memungkinkan), proyek membuat media edukasi.
2. Kemitraan Pembelajaran:
○ Lingkungan Sekolah: Kolaborasi dengan guru BK (Bimbingan Konseling) untuk
memberikan pemahaman psikologis tentang pergaulan remaja, guru Bahasa Indonesia
untuk penulisan naskah/poster, dan guru Seni Budaya untuk desain media kampanye.
○ Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang tokoh agama/ulama, psikolog
remaja, atau praktisi kesehatan sebagai narasumber. Berinteraksi dengan orang tua/wali
untuk mendukung pemantauan dan pembimbingan di rumah.
3. Lingkungan Belajar:
○ Ruang Fisik: Ruang kelas yang kondusif untuk diskusi, dilengkapi proyektor untuk
menayangkan dalil dan media visual. Tersedia area untuk aktivitas kelompok.
○ Ruang Virtual: Pemanfaatan platform daring (Google Classroom, grup chat) untuk
berbagi materi, tautan video, mengumpulkan tugas, dan forum diskusi daring.
○ Budaya Belajar: Menciptakan budaya saling menghargai, empati, berani bertanya,
terbuka dalam berdiskusi, dan berkomitmen untuk menjaga kehormatan diri dan orang
lain.
4. Pemanfaatan Digital:
○ Perpustakaan Digital: Mendorong siswa untuk mencari tafsir ayat, kajian hadis, artikel
ilmiah tentang dampak pergaulan bebas, atau video edukasi terkait melalui internet.
○ Forum Diskusi Daring: Pemanfaatan Google Classroom atau grup chat untuk
melanjutkan diskusi di luar jam pelajaran, mengunggah pertanyaan, atau berbagi sumber
belajar.
○ Penilaian Daring: Pengumpulan tugas proyek (misalnya video pendek, desain poster
digital) dapat dilakukan melalui Google Classroom. Kuis daring (misalnya Kahoot atau
Mentimeter) untuk menguji pemahaman awal atau akhir.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
1. KEGIATAN PENDAHULUAN (PRINSIP PEMBELAJARAN BERKESADARAN,
BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN):
● Mindful Learning: Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa. Meminta siswa
untuk sejenak merenungkan tentang arti penting menjaga kehormatan diri dan
keluarga. Guru dapat memutarkan lantunan ayat Al-Qur'an (Q.S. al-Baqarah : 2)
untuk menciptakan suasana yang khusyuk dan fokus.
● Meaningful Learning: Guru mengajukan pertanyaan pemantik yang relevan dan
menggugah: "Menurut kalian, mengapa agama Islam melarang pergaulan bebas dan
zina?" atau "Apa saja tantangan pergaulan yang kalian hadapi di usia remaja saat
ini?". Guru mengaitkan jawaban siswa dengan pentingnya materi ini untuk
melindungi diri.
● Joyful Learning: Menayangkan video inspiratif atau case study singkat
(disamarkan) tentang dampak positif dan negatif dari pilihan pergaulan.
Membangkitkan rasa penasaran dan keinginan untuk belajar lebih dalam.
2. KEGIATAN INTI (PRINSIP PEMBELAJARAN MEMAHAMI,
MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI):
○ Memahami (Diferensiasi Konten dan Proses):
■ Membaca & Menghafal (Diferensiasi Proses): Guru memandu siswa
membaca Q.S. al-Isra'/17: 32, Q.S. an-Nur/24: 2, dan hadis terkait dengan
metode reading aloud atau muraja'ah. Guru memberikan bimbingan individual
bagi siswa yang kesulitan dalam tartil atau hafalan (diferensiasi berdasarkan
kesiapan).
■Analisis Kandungan (Diferensiasi Konten & Proses): Siswa dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan kartu berisi potongan ayat/hadis
dan kartu berisi maknanya (metode make a match atau card sort). Kelompok
lain bisa diberikan tugas information search untuk mencari tafsir lebih
mendalam atau konteks historis. Guru memfasilitasi diskusi makna dan relevansi
dalil tersebut.
■ Dampak Negatif: Siswa berdiskusi kelompok tentang dampak negatif pergaulan
bebas dan zina dari berbagai aspek (agama, kesehatan, sosial, psikologis)
melalui brainstorming atau mind mapping.
○ Mengaplikasi (Diferensiasi Produk & Proses):
■ Merumuskan Solusi: Setiap kelompok/individu merumuskan strategi atau cara-
cara praktis untuk membentengi diri dari pergaulan bebas dan zina, berdasarkan
pemahaman dalil dan dampak negatif.
■ Perencanaan Proyek: Siswa merencanakan proyek media edukasi/kampanye
(misalnya, membuat poster, video pendek, podcast singkat, skit drama) untuk
menyebarkan pesan tentang bahaya pergaulan bebas dan zina serta pentingnya
menjaga kehormatan diri. Guru memberikan kebebasan pilihan format proyek
(diferensiasi produk).
■ Pelaksanaan Proyek: Siswa bekerja dalam kelompok (atau mandiri jika proyek
individu) untuk memproduksi media edukasi mereka. Guru berperan sebagai
fasilitator dan pembimbing, memberikan masukan teknis dan konten.
○ Merefleksi (Diferensiasi Proses):
■ Guru memantau kemajuan proyek, memberikan umpan balik konstruktif, dan
mendorong siswa untuk terus merefleksikan nilai-nilai yang dipelajari dalam
proses pembuatan proyek.
■ Siswa secara berkala mengisi jurnal refleksi tentang tantangan dalam menjaga
diri, manfaat pembelajaran, dan komitmen pribadi untuk menjauhi pergaulan
bebas.
3. KEGIATAN PENUTUP (PRINSIP PEMBELAJARAN UMPAN BALIK
KONSTRUKTIF, MENYIMPULKAN, PERENCANAAN PEMBELAJARAN
SELANJUTNYA):
● Umpan Balik Konstruktif: Setelah presentasi proyek, guru memberikan umpan
balik menyeluruh terhadap kualitas proyek (pesan yang disampaikan, kreativitas,
keterkaitan dengan materi) dan juga proses kerja kelompok. Siswa lain juga
memberikan umpan balik konstruktif.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama siswa menyimpulkan poin-poin
kunci materi, mulai dari dalil larangan pergaulan bebas dan zina, dampaknya, hingga
cara membentengi diri. Guru menguatkan pentingnya menjaga harkat dan martabat
manusia.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru mendorong siswa untuk terus
mengimplementasikan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Memberikan inspirasi untuk menjadi agen perubahan positif di lingkungan mereka.
Mengajak siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya (misalnya,
"Minggu depan kita akan membahas tentang... apa yang ingin kalian eksplorasi lebih
dalam?").
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik):
○ Format: Kuis singkat lisan atau tertulis, atau pertanyaan pemantik diskusi.
○ Pertanyaan/Tugas:
■ "Sebutkan satu ayat Al-Qur'an atau hadis yang kamu ketahui tentang akhlak mulia!"
■ "Apa yang kamu pahami tentang pergaulan bebas?"
■ "Menurutmu, apa saja dampak negatif jika seseorang terlibat dalam pergaulan
bebas?"
■ Guru mengamati respons siswa untuk mengetahui pengetahuan awal dan pandangan
mereka.
Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif):
○ Format: Observasi guru saat tilawah/hafalan, penilaian diskusi kelompok, Lembar
Kerja Siswa (LKS) analisis dalil, rubrik pemantauan proyek.
○ Pertanyaan/Tugas (mengacu pada LKS):
■ "Tulislah kembali Q.S. al-Isra'/17: 32 dan Q.S. an-Nur/24: 2 beserta artinya!"
■ "Jelaskan kandungan utama Q.S. al-Isra'/17: 32 dan Q.S. an-Nur/24: 2 terkait
larangan pergaulan bebas dan zina!"
■ "Sebutkan minimal 3 dampak negatif pergaulan bebas dan zina bagi masa depan
remaja!"
■ "Jelaskan 3 cara efektif untuk membentengi diri dari pergaulan bebas!"
■ Observasi Guru: Guru memantau partisipasi siswa dalam diskusi, kemampuan
kolaborasi, dan kemandirian dalam mencari informasi.
Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif):
○ Format: Tes Tertulis, Penilaian Proyek, dan Presentasi Proyek.
○ Tugas Tes Tertulis:
■ "Bacalah Q.S. al-Isra'/17: 32 dengan tartil!" (Penilaian praktik membaca).
■ "Hafalkan Q.S. an-Nur/24: 2 beserta artinya dengan fasih!" (Penilaian praktik
menghafal).
■ "Analisislah makna 'wa lā taqrabū az-zinā' dalam Q.S. al-Isra'/17: 32 dan kaitannya
dengan perilaku pergaulan bebas!" (Soal uraian).
■ "Jelaskan hikmah diharamkannya pergaulan bebas dan zina bagi kehidupan
manusia!" (Soal uraian).
○ Tugas Proyek:
■ "Buatlah sebuah media edukasi (misalnya poster digital, video singkat, podcast
edukasi, atau skit drama) tentang bahaya pergaulan bebas dan perbuatan zina serta
upaya membentengi diri, yang ditujukan untuk remaja seusiamu."
■ Kriteria Penilaian Proyek:
■ Kesesuaian isi dengan materi dan dalil.
■ Kreativitas dan orisinalitas ide.
■ Efektivitas pesan yang disampaikan.
■ Kualitas teknis (misalnya, desain visual, kualitas audio/video).
■ Kolaborasi dalam kelompok (jika proyek kelompok).
○ Tugas Presentasi Proyek:
■ "Presentasikan media edukasi yang telah kamu buat di hadapan kelas, jelaskan
tujuan, pesan utama, dan bagaimana proyek ini dapat bermanfaat bagi teman-
temanmu."
■ Kriteria Penilaian Presentasi:
■ Kejelasan penyampaian pesan.
■ Sistematika presentasi.
■ Kemampuan berargumentasi dan menjawab pertanyaan.
■ Sikap percaya diri dan persuasif.