0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan42 halaman

Latihan Variasi dan Passing Bawah Voli

Diunggah oleh

Adeliaa putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan42 halaman

Latihan Variasi dan Passing Bawah Voli

Diunggah oleh

Adeliaa putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

Pengaruh Latihan Variasi Terhadap Ketepatan Passing Bawah Pada


Permainan Bola Voli Untuk Peserta Didik Kelas VIII SMPN 2
WAWO

Di susun oleh :
Nama: Agussalim
Nim : 2020040074
Prodi: Pjkr /B/VII

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN


REKREASI (PJKR)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
TAMAN SISWA BIMA TAHUN AJARAN 2023\2024
LEMBAR PERSETUJUAN

PENGARUH LATIHAN VARIASI TERHADAP KETEPATAN PASSING


BAWAH PADA PERMAINAN BOLA VOLI PESERTA DIDIK KELAS
VIII SMPN 2 WAWO

Oleh:
AGUSSALIM
20200400074

Telah Diperiksa dan Disetujui untuk Diseminarkan


pada Tanggal, 2024

Tim Pembimbing:

Pembimbing I Pembimbing II

Furkan, [Link].,[Link]
NIDN.0805058403 NIDN.0825068301

Mengetahui:

Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Suherman, S.H.,M.H
NIDN. 0805058403
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah Swt. yang telah

memberikan nikmat kesehatan dan waktu luang sehingga

proposal penelitian yang berjudul ”Pengaruh Latihan variasi

terhadap ketepatan passing bawah pada permainan bola voli

peserta didik kelas VIII SMPN 2 WAWO” dapat diselesaikan

dengan baik guna memenuhi persyaratan dalam melakukan

penelitian program sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Jasmani

Kesehatan dan Rekreasi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Bima. Sholawat dan salam kepada baginda Rasulullah

SAW yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyah menuju

zaman islamiyah.

Proposal penelitian ini dapat diseleaikan berkat bimbingan,

arahan, dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,

penulis berterima kasih kepada :

1. Bapak Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, [Link] selaku ketua STKIP

Taman Siswa Bima

2. Bapak Suherman, SH.,MH, selaku Ketua Program Studi

Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi sekaligus

selaku dosen pembimbing pertama yang telah memberikan

bimbingan dan arahan dalam penyelesaian proposal

penelitian ini.
3. Bapak Furkan, [Link].,[Link], selaku dosen pembimbing kedua

yang juga telah mengarahkan dan membimbing penulis

dalam menyelesaikan proposal penelitian ini.

4. Kedua orang tua, Ayahku tercinta Junaidin dan Ibuku

tersayang Nuhra yang tidak pernah lelah memanjatkan do’a

dan memberikan semangat kepada putranya untuk

menyelesaikan proposal penelitian ini.

5. Almamater merah kebanggaan, dan teman teman PJKR

angkatan 2020 yang tetap saling memberikan semangat

dalam penyusunan proposal penelitian ini.

Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih jauh

dari kata sempurna dan masih banyak kekurangnnya. Oleh

karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun dari

pembaca sangat diperlukan dan diharapkan agar kedepannya

bisa dilakukan perbaikan.

Bima , 2024

Penulis

Agussalim
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................i

LEMBAR PENGESAHAN..........................................................................ii

KATA PENGANTAR.................................................................................iii

DAFTAR ISI................................................................................................vi

BAB I PENDAHULUAN.............................................................................1

A. Latar Belakang Masalah............................................................................1

B. Identifikasi Masalah...................................................................................4

C. Pembatasan Masalah .................................................................................4

D. Rumusan Masalah......................................................................................4

E. Tujuan Penelitian .......................................................................................5

F. Manfaat Penelitian......................................................................................5

BAB II LANDASAN TEORI.......................................................................6

A. Kajian Teori Tentang Ketepatan Passing Bawah Pada Permain Bola Voli……..6

1. Hakikat permainan bola voli.......................................................................6


2. Hakikat passing bawah bola voli….............................................................

[Link] ketepatan.........................................................................................

B. Kajian teori tentang variasi Latihan passing bawah bola voli……………

[Link] variasi……………………………………………………………...

2. Hakikat latihan……………………………………………………………

C. Hasil Penelitian Relavan..............................................................................

[Link] berpikir………………………………………………………….

E. Hipotesi penelitian…………………………………………………………

BAB III PROSEDUR PENELITIAN............................................................

A. Jenis Penelitian...........................................................................................

B. Waktu dan Tempat Penelitian......................................................................

C. Populasi dan Sampel....................................................................................

D. Definisi operasional Variabel.....................................................................

E. Populasi dan sampel penelitian....................................................................

F. Teknik dan instrument penelitian.................................................................

G. Teknik analisis data.....................................................................................

H. Hasil uji instrument………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Olahraga sebagai salah satu unsur yang berpengaruh dalam
kehidupan manusia, telah ikut berperan dalam mengharumkan nama
daerah dan bangsa, baik melalui kompetisi di tingkat nasional maupun
internasional. Setiap bangsa di seluruh dunia berlomba-lomba
menciptakan prestasi dalam kegiatan olahraga, karena prestasi olahraga
yang baik akan meningkatkan citra bangsa mata dunia salah satunya
adalah olahraga bola boli.
Olahraga Bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang
sangat berkembang pesat di indonesia baik dilingkungan sekolah, instansi
pemerintah, swasta, perguruan tinggi maupun di lingkungan umum. Hal
ini dikarenakan cabang olahraga bola voli memerlukan peralatan
sederhana, olahraga bola voli ini dapat dimainkan oleh semua lapisan
masyarakat mulai dari anak-anak, orang dewasa sampai orang tua, laki-
laki maupun perempuan, baik masyarakat yang berada di kota maupun
masyarakat yang ada di desa. Bola voli merupakan cabang olahraga
permainan beregu yang terdiri dari setiap tim masing-masing enam orang
maka antar pemain harus bekerja sama dan saling mendukung agar
menjadi regu yang kompak.
Di dalam buku PBVSI (2010:2) menjelaskan bahwa “Bola voli
merupakan salah satu olahraga di dunia yang paling berhasil, popular,
penuh persaingan sekaligus menyenangkan. Gerakan-gerakanya cepat,
menegangkan, dan seru”. Selain itu permainan bola voli juga dapat
melatih seluruh fungsi tubuh disamping melatih kerja kelompok.
Berbagai segi positif dari permainan ini yaitu ukuran lapangan relatif
kecil, jumlah pemain cukup banyak, perlengkapan alat permainan
sederhana dan menimbulkan kegembiraan bagi yang memainkannya.
Pengertian bola voli menurut PBVSI (2010:1) bola voli adalah “Olahraga
yang dimainkan oleh dua tim dalam satu lapangan yang dipisahkan oleh
sebuah net”. Menurut Nuril, Ahmadi (2007:13) “Permainan bola voli
merupakan suatu permainan yang kompleks karena membutuhkan
teknik-teknik yang ada dalam bola voli diantaranya servis, passing,
smash, dan blok”, dan salah satu dari Teknik dasar akan di bahas dalam
penelitian ini yaitu Teknik passing bawah.
Belajar passing bawah memerlukan kesabaran dan ketekunan.
Keterampilan teknik passing bawah bisa cepat dipelajari apabila guru
mengusahakan peraga yang baik dan bisa mengetahui kekurangan dan
kelebihan masing-masing peserta didik. Kesalahan-kesalahan yang
dilakukan oleh peserta didik itulah guru dapat memperbaiki gerakan yang
salah dan memberikan program latihan yang lebih aman, efektif, dan
efisien, sehingga peserta didik bisa lebih cepat menguasai teknik yang
dilatihkan. Permainan bola voli adalah permainan cepat, di mana harus
benar-benar terfokus pada jalannya permainan. Bola yang akan diterima
belum tentu sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga mengharuskan
untuk bergerak mendekat ke bola dahulu sebelum memasingnya.
Saat melakukan passing bawah, peserta didik harus benar-benar siap
dan cermat, sehingga konsentrasi pada saat melakukan passing bawah
harus diperhatikan. Di samping itu, kontrol terhadap arah bola juga
sangat penting, maka dapat memberikan bola yang enak kepada teman,
sehingga serangan dapat berjalan dengan baik dan memperoleh poin.
Mengingat besarnya manfaat teknik passing bawah, maka perlu
dilatihkan dengan sungguh-sungguh. Passing bawah sering digunakan
untuk membangun serangan, jika passing bawah dilakukan dengan baik
dan mampu mengarahkan ke teman dengan tepat, maka dapat menjadi
sebuah serangan awal yang efektif dan efisien, hal ini dapat dilakukan
oleh setiap pemain jika pemain tersebut memiliki kinerja teknik passing
bawah yang baik.
Peserta didik yang tidak dibesarkan di klub atau yamg jarang berlatih
masih sering melakukan kesalahan saat melakukan passing, karena pada
dasar peserta didik hanya asal passing bawah tanpa mereka sadari
bagaiman posisi tangan, posisi tubuh, posisi kaki dan gerakan saat
melakukan ayunan tangan saat passing bawah. Passing bawah juga
sangat penting karena merupakan dasar dalam membangun sebuah
serangan jika passing bawah tidak tepat maka sebuah serangan tidak akan
terjadi untuk mematikan bola dan medapatkan poin.
Berdasarkan hasil sebuah penelitian yang dilakukan di SMPN 2
WAWO di temukan beberapa persoalan terkait tentang bola voli
diantaranya kemampuan passing bawah peserta didik masih kurang,
metode pelatihan bola voli monoton kurang variasi. Maka guru harus
mampu menciptakan dan membuat metode latihan yang lebih efektif dan
efisien. Juita (2017:4) menjelaskan bahwa, "Proses yang sistematis dari
berlatih atau bekerja, yang dilakukan secara berulang-ulang dengan kian
hari kian menambah jumlah beban latihan atau pekerjaannya”
Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab rendahnya tingkat
akurasi atau keterampilan dan gagal dalam passing bawah. Peserta didik
dalam melakukan eksekusi gerakan terkesan tergesa-gesa, sikap awal
yang salah, rangkaian gerakan yang tidak luwes, perkenaan tangan pada
bola tidak tepat, konsentrasi yang buyar, tingkat akurasi rendah, dan
kurang konsisten pada hasil yang diperoleh. Siswa pada saat berlatih
passing bawah tidak konsentrasi dengan baik terhadap rangkaian gerak
dan tujuan passing. Siswa hanya asal melakukan gerakan teknik passing
bawah dan tidak memaksimalkan waktu untuk berkonsentrasi terhadap
rangkaian gerak serta arah target passing bawah.
Porsi untuk latihan passing bawah juga dirasa kurang jika dilihat dari
porsi latihan, karena dalam waktu seminggu dua kali harus dapat
membagi beberapa teknik dasar, sehingga sangat kurang dalam
mematangkan teknik dasar passing terutama passing bawah. Selama ini,
latihan passing bawah dilakukan seperti biasanya yaitu berpasangan
dengan pemain lain dan kurang variasi. Maka dari itu dibutuhkan
berbagai macam variasi latihan passing bawah untuk menunjang
kemapuan passing bawah peserta didik dan menjadikan sebagai bahan
dalam melakukan pembelajran bagi guru dan terutama bagi saya sebagai
peneliti.
Berdasarkan hasil observasi yang lakukan pada saat pelaksanaan
PPL di SMPN 2 WAWO masih banyak ditemukan peserta didik yang
belum paham dalam teknik dasar permainan bola voli, kemudian peserta
didik belum menguasai teknik dasar passing bawah dalam permainan
bola voli, selain itu bentuk-bentuk latihan passing bawah masih
menggunakan program latihan sederhana, belum pernah dilakukan
penelitian tentang ketepatan passing bawah,
Maka perlu adanya pemilihan latihan ketepatan dengan
menggunakan variasi latihan passing bawah. Pengertian dari ketepatan
itu sendiri adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak
ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan atau melakukan gerakan tanpa
membuat kesalahan dan pada saat praktek pada pertandingan bola voli
peserta didik disuruh menerima bola menggunakan passing bawah malah
mereka melakukan passing menggunakan satu tangan hal itu juga yang
membuat mereka belum paham sepenuhnya dalam permainan bola voli,
peserta didik juga kurang terampil dalam passing bawah saat prakktek
dilakukan, peserta didik hanya asal ayun saat melakukan passing bawah
tanpa memperhatikan gerakan tangan dan posisi tubuh, hal itu terjadi
karena guru lebih banyak memberikan teori dari pada praktek secara
langsung dilapamgan. Hal itulah yang melatar belakangi dimana penulis
ingin melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Latihan Variasi
Terhadap Ketepatan Passing Bawah Pada Permainan Bola Voli Peserta
Didik Kelas VIII SMPN 2 WAWO”.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasi beberapa
masalah sebagai berikut:
1. Banyak peserta didik yang belum bisa menguasai teknik dasar
dalam permainan bola voli.
2. Masih banyak peserta didik kurang dalam melakukan teknik dasar
passing bawah dalam permainan bola voli.
3. Peserta didik saat melakukan praktek permainan bola voli di suruh
menerima dengan passing bawah malah mereka melakukan passing
menggunakan satu tangan.
4. Peserta didik hanya asal mengayun tanpa memahami teknik
passing bawah.
5. Belum diketahui pengaruh latihan variasi terhadap ketepatan
passing bawah pada permainan bola voli untuk peserta didik.
6. Kurangnya variasi latihan passing bawah pada peserta didik.
7. Kurangnya latihan ketepan passing bawah pada peserta didik.
C. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka penulis membatasi
masalah yang akan diteliti Adapun permasalahan yang akan diteliti
adalah varieel ketepatan passing bawah dan program Latihan variasi
dalam permainan bola voli untuk peserta didik.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan Batasan masalah diatas dapat dirumusukan
permasalahan penelitian yaitu: Apakah ada pengaruh Latihan variasi
terhadap ketepatan passing bawa bola voli?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas peneliti ingin mengetahui
pengaruh latihan variasi terhadap ketepatan passing bawah pada
permainan bola voli
F. Manfaat Penelitian
Berdasarkan ruang lingkup dan permasalahan yang diteliti,
penelitian ini mempunyai manfaat teoritis dan manfaat praktis.
1. Manfaat Teoritis
a) Hasil penelitian yang dilakukan diharapkan dapat digunakan sebagai
informasi untuk mengetahui pengaruh latihan variasi terhadap
ketepatan passing bawah pada permainan bola voli untuk peserta didik.
b) Hasil penelitian yang dilakukan diharapkan dapat berguna bagi guru
dan penulis sebagai bahan pemikiran dalam memberikan materi latihan
dan penilaian hasil latihan khusus teknik passing bawah.
2. Manfaat Praktis
Manfaat praktis sendiri terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagi siswa,
bagi guru, dan bagi sekolah:
a) Bagi siswa
Siswa akan tertarik dan menjadi semangat dalam melakukan
pembelarajan praktek karna mereka mengenal sesuatu hal yang baru
dengan adanya variasi Latihan ketepatan passing bawah bola voli.
b) Bagi guru
Guru mendapatkan pembelajaran yang baru dan tidak monoton dalam
melakukan praktek bola voli.
c) Bagi sekolah
Dengan adanya pelatihan ini sekolah dapat melatih bibit-bibit atlet
bola voli sebagai kegiatan ekstrakurikuller.
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Kajian Teori
1. Hakikat Permainan Bola Voli
a. Pengertian Permainan Bola Voli
Permainan bola voli sudah sangat familiar di Indonesia. PBVSI (2004:
1) menjelaskan bahwa bola voli adalah olahraga yang dimainkan oleh dua
tim dalam setiap lapangan dengan dipisahkan oleh sebuah net. Tujuan dari
permainan ini adalah melewatkan bola di atas net agar dapar jatuh
menyentuh lantai lapangan lawan dan untuk mencegah usaha yang sama
dari lawan. Setiap tim dapat melakukan tiga pantulan untuk mengembalikan
bola (di luar perkenaan blok). Bola dinyatakan dalam permainan setelah
dipukul oleh pelaku servis melewati atas net ke daerah lawan. Permainan
dilanjutkan hingga bola menyentuh lantai. Bola “keluar”, atau satu tim gagal
mengembalikan bola secara sempurna. Pendapat lain menurut Vierra &
Fergusson (2000: 2), bola voli dimainkan oleh dua tim di mana tiap tim
beranggotakan dua sampai enam orang dalam suatu lapangan berukuran 9
meter persegi bagi setiap tim, dan kedua tim dipisahkan oleh net.
Bola voli merupakan suatu permainan yang dimainkan dalam bentuk
team work atau kerjasama tim, di mana daerah masing-masing dibatasi oleh
net. Setiap tim berusaha untuk melewatkan bola secepat mungkin ke daerah
lawan, dengan menggunakan teknik dan taktik yang sah dalam memainkan
bolanya. Bola voli adalah olahraga yang dapat dimainkan oleh anak-anak
sampai orang dewasa wanita maupun pria. Dengan bermain bola voli akan
berkembang secara baik unsur-unsur daya pikir kemampuan dan perasaan.
Di samping itu, kepribadian juga dapat berkembang dengan baik terutama
kontrol pribadi, disiplin, kerjasama, dan rasa tanggung jawab terhadap apa
yang diperbuatnya (Koesyanto, 2003: 8).
Tujuan utama dari setiap tim adalah memukul bola ke arah bidang
musuh sedemikian rupa sehingga lawan tidak dapat mengembalikan bola.
Hal ini biasanya dapat dicapai lewat kombinasi tiga sentuhan yang terdiri
atas operan kepada pengumpan, kemudian diumpankan kepada penyerang,
dan sebuah spike yang diarahkan ke bidang lapangan lawan (Vierra &
Fergusson, 2000: 2). Ahmadi (2007: 20) menyatakan ”Permainan bola voli
merupakan permainan yang kompleks yang tidak mudah dilakukan oleh
setiap orang, sebab dalam permainan dibutuhkan koordinasi gerak yang
benar-benar bisa diandalkan untuk melakukan semua gerakan yang ada
dalam permainan bola voli”.
Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
permainan bola voli adalah permainan yang terdiri atas dua regu yang
beranggotakan enam pemain, dengan diawali memukul bola untuk
dilewatkan di atas net agar mendapatkan angka, namun tiap regu dapat
memainkan tiga pantulan untuk mengembalikan bola. Permainan dilakukan
di atas lapangan berbentuk persegi empat dengan ukuran 9x18 meter dan
dengan ketinggian net 2,24 m untuk putri dan 2,43 m untuk putra yang
memisahkan kedua bidang lapangan.
b. Teknik-teknik Dasar Permainan Bola voli
Permainan bola voli dalam bentuk pertandingan yang diikuti oleh dua
regu yang masing-masing regu terdiri atas enam orang pemain yang harus
memiliki dan menguasai aspek-aspek fisik, teknik, taktik dan mental untuk
memenangkan pertandingan tersebutSalah satu aspek yang perlu dikuasai
adalah aspek teknik. Mengenai istilah teknik dalam cabang olahraga
Bachtiar, dkk. (2018: 2.9) mengungkapkannya sebagai berikut.
Teknik dapat diartikan sebagai proses kegiatan jasmani atau cara
memainkan bola yang ditampilkan dalam bentuk gerakan secara efisien dan
efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan serta sesuai dengan
peraturan yang berlaku. Teknik yang baik selalu dilandasi oleh teori dan
hukum-hukum pengetahuan serta peraturan permainan yang ada.
Berdasar pada pendapat Bachtiar, dkk. di atas, dapat penulis katakan
bahwa teknik yang baik dalam permainan bola voli tentu dilandasi oleh teori
dan hukum-hukum serta peraturan permainan bola voli. Berkaitan dengan
teknik dalam permainan bola voli Ma’mun dan Subroto (2018: 51)
mengemukakan pendapatnya sebagai berikut, Bila kita amati permainan
bola voli dalam bentuk pertandingan yang diikuti oleh dua regu yang
seimbang dan yang memiliki keterampilan tinggi, maka keterampilan
tekniknya dapat kita tuliskan sebagai berikut:
1. Servis, fungsinya untuk mengawali permainan;
2. Passing, fungsinya untuk menerima/memainkan bola yang datang dari
daerah lawan atau teman seregu, passsing dalam permainan bola voli
juga terbagi menjadi dua yaitu passing atas dan passing bawah, passing
atas adalah passing menggunakan jari-jari tangan dengan posisi tangan
diatas kepala, sedangkan passing bawah adalah passing menggunakan
lengan dengan cara kedua tangan dipengan, lengan diluruskan dan kaki
kiri ato kanan dibelakang dan sedikit jongkok lalu pandangan lurus
kedepan arah bola datang tangan langsung diayunkan.
3. Umpan, fungsinya untuk menyajikan bola kepada teman seregu sesuai
dengan keinginannya sehingga teman seregu tersebut dapat melakukan
serangan dengan sempurna;
4. Block , fungsinya untuk menghadang serangan lawan dan dekat jaring
sekaligus sebagai serangan balik ke pihak lawan; dan Recieve, menjaga
bola menyentuh lantai.
Oleh karena itu, menurut Suhendro (2018: 2.40) “Untuk dapat bermain
bola voli seorang pemain atau regu harus memiliki keterampilan teknik-
teknik dalam permainan bola voli seperti: teknik passing atas, passing
bawah, servis, smash, dan block”.
Passing dalam permainan bola voli menurut Bachtiar, dkk. (2018: 2.10)
merupakan “suatu teknik memainkan bola yang dilakukan oleh seorang
pemain dengan satu atau dua tangan dengan tujuan untuk mengarahkan bola
ke suatu tempat atau teman seregu untuk untuk selanjutnya dimainkan
kembali”. Menurut Ma’mun, Amung dan Toto Subroto (2018: 53) “...pass
dan umpan adalah pukulan bola pertama setelah bola itu berada dalam
permainan akibat dari serangan, servis lawan, atau permainan net, arah bola
ditujukan kepada pengumpan atau penyerang regu. Pass lebih ditekankan
untuk menerima dan mengoperkan bola ke teman seregunya.
Berdasar pada kutipan di atas dapat penulis simpulkan bahwa passing
dalam permainan bola voli sangat penting. Kepentingan penguasaan teknik
pass bola voli membawa konsekuensi bahwa teknik itu harus dipelajari oleh
pemain sejak dini. Karena itu, para pemula atau pemain yang baru latihan
bola voli harus mengawali latihan nya dengan teknik pass. Hal itulah yang
menjadi landasan bagi pemain dan atlet untuk mempelajari terlebih dahulu
teknik passing karna passing merupakan kunci utama untuk membangun
serangan.
Berdasarkan paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa teknik
bermain bola voli cukup beragam sesuai dengan tuntutan peraturan
permainannya. Bagi para pemula penekanan dalam latihan bola voli lebih
difokuskan untuk penguasaan teknik passing karena passing dalam
permainan permainan bola voli cukup dominan, baik untuk mewujudkan
serangan maupun bertahan.
Jenis-jenis keterampilan passing menurut Mamun, dan Subroto (2018:
53) metiputi: “pass-bawah dan pass-atas normal, pass-bawah ke atas dan
pass-atas ke depan pada bola rendah, pass bawah dan pass-atas bergeser
diagonal 45 derajat ke depan, pass-bawah dan pass-atas pada bola jauh di
samping badan, pass-bawah dan pass-atas dengan bergerak mundur 45
derajat, pass-bawah dan pass-atas ke belakang”.
Bermain bola voli dengan baik, diperlukan penguasaan teknik dasar.
Beutelstahl (2008: 9) menyatakan “Teknik adalah prosedur yang
dikembangkan berdasarkan praktik dan bertujuan mencari penyelesaian
suatu problema gerakan tertentu dengan cara yang paling ekonomis dan
berguna”. Dalam permainan bola voli dikenal ada dua pola permainan, yaitu
pola penyerangan dan pola pertahanan. Kedua pola tersebut dapat
dilaksanakan dengan sempurna, pemain harus benar- benar dapat menguasai
teknik dasar bola voli dengan baik. Adapun teknik dasar dalam permainan
bola voli dijelaskan senada, Beutelsthal (2008: 8) menjelaskan ada enam
jenis teknik dasar dalam permainan bola voli, yaitu: service, dig
(penerimaan bola dengan menggali), attack (menyerang), volley
(melambungkan bola), block, dan defence (bertahan). Teknik dasar dalam
permainan bola voli meliputi: (a) service, (b) passing, (c) umpan (set-up),
(d) smash (spike), dan (e) bendungan (block).
2. Hakikat Teknik Dasar Passing Bawah
a. Teknik Dasar Passing Bawah
Passing bawah merupakan teknik dalam permainan bola voli yang
sangat mendasar, passing bawah digunakan sebagai langkah awal untuk
menbantu mengatur pola serangan kepada regu lawan. Passing bawah
dilakukan dengan cara mengayukan bola dari bawah dengan mengunakan
lengan tangan.
Menurut Mikanda (2014: 115) bahwa passing bawah adalah memukul
bola dari arah bawah, dengan tahap gerakan dimulai dari posisi tubuh
sedikit diturunkan, lutut agak ditekuk dan posisi kedua lengan dirapatkan.
Sedangkan menurut Herry Koesyanto (2003: 22) mengoperkan bola
kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu,
sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan.
Ahmadi (2007: 23) menyatakan bahwa memainkan bola dengan sisi
lengan dalam lengan bawah merupakan teknik bermain yang cukup
penting. Kegunaan teknik lengan bawah antara lain adalah untuk
penerimaan bola service, untuk menerima bola dari lawan yang berupa
serangan/smash, untuk pengembalian bola setelah terjadi blok atau bola
dari pantulan net, untuk menyelamatkan bola yang kadang-kadang
terpukul jauh di luar lapangan permainan dan untuk pengembalian bola
yang rendah. Passing bawah pada umumnya dilakukan untuk menerima
servis, atau smash atau bola-bola setinggi pinggang ke bawah. Lebih lanjut
Viera & Ferguson (2000: 19) menyatakan, “Operan tangan bawah
(underhand passing) atau bump, biasanya menjadi teknik pertama yang
digunakan jika tim tidak memegang servis. Operan ini digunakan untuk
menerima servis, menerima spike, memukul bola setinggi pinggang ke
bawah dan memukul bola yang memantul dari net”.
Teknik passing bawah merupakan rangkaian gerakan yang
dikombinasikan secara baik dan harmonis agar passing bawah yang
dilakukan menjadi lebih baik dan sempurna. Viera & Ferguson (2000: 20)
menyatakan, “Elemen dasar bagi pelaksanaan operan lengan depan yang
baik adalah; (1) gerakan mengambil bola, (2) mengatur posisi badan, (3)
memukul bola, dan (4) mengarahkan bola ke sasaran”. Menurut Yunus
(1992: 80) teknik passing bawah sebagai berikut:
Gambar posisi teknik passing bawah sebagai berikut:

Gambar 1. Teknik Passing Bawah (Sumber: Rosyid & Wicaksono, 2016)

1. Persiapan
 Kaki aktif bergerak ke arah datangnya bola
 Kedua tangan lurus sejajar saling berdekatan di depan badan
 Kaki dibuka selebar bahu dengan salah satu posisi kaki sedikit di
depan
 Tekuk lutut dan tahan tubuh dalam posisi rendah
 Punggung lurus dan pandangan fokus ke arah bola

Gambar 2. Fase Persiapan (Sumber: Rosyid & Wicaksono, 2016)

2. Pelaksanaan
 Pastikan menerima bola di depan badan
 Lengan diayun pada bahu, sementara pergelangan tangan, siku
tidak melakukan gerakan atau tetap lurus terkunci.
 Lutut bergerak meluruskan bersamaan mengayunkan lengan (satu
kali ayunan lengan)
 Perkenaan bola di antara siku dan pergelangan tangan
 Perhatikan dan rasakan saat bola menyentuh lengan

Gambar 3. Fase Pelaksanaan (Sumber: Rosyid & Wicaksono, 2016)

3. Gerak Lanjutan
 Pastikan menerima bola di depan badan
 Lengan diayun pada bahu, sementara pergelangan tangan, siku
tidak melakukan gerakan atau tetap lurus terkunci.
 Lutut bergerak meluruskan bersamaan mengayunkan lengan (satu
kali ayunan lengan)
 Perkenaan bola di antara siku dan pergelangan tangan
 Perhatikan dan rasakan saat bola menyentuh lengan
 Jari tangan tetap di genggam dan siku tetap terkunci
 Lengan lurus maksimal setinggi bahu
 Perhatikan bola bergerak ke arah sasaran
 Pindahkan berat badan ke arah sasaran
 Siap bergerak untuk rangkaian gerakan selanjutnya
Gambar 4. Gerak Lanjutan (Sumber: Rosyid & Wicaksono, 2016)

Berdasarkan batasan passing yang dikemukakan ahli di atas dapat


dirumuskan pengertian passing bawah adalah teknik dasar memainkan bola
dengan menggunakan kedua lengan tangan dengan cara mengayunkankan
tangan kedepan dan kebelakang, passing bawah juga menjadi dasar untuk
membuka pola serangan.
b. Pengertian Latihan Passing Bawah
Istilah latihan berasal dari kata dalam bahasa inggris yang dapat
mengandung beberapa makna seperti: practice, exercise, dan training.
Pengertian latihan yang berasal dari kata practice adalah aktivitas untuk
meningkatkan keterampilan (kemahiran) berolahraga dengan
menggunakan berbagai peralatan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan
cabang olahraga (Sukadiyanto, 2011: 7). Pengertian latihan yang berasal
dari kata exercise adalah perangkat utama dalam proses latihan harian
untuk meningkatkan kualitas fungsi organ tubuh manusia, sehingga
mempermudah olahragawan dalam penyempurnaan geraknya
(Sukadiyanto, 2011: 8). Sukadiyanto (2011: 6) menambahkan latihan yang
berasal dari kata training adalah suatu proses penyempurnaan kemampuan
berolahraga yang berisikan materi teori dan praktik, menggunakan
metode, dan aturan, sehingga tujuan dapat tercapai tepat pada waktunya.
Latihan merupakan cara seseorang untuk mempertinggi potensi diri,
dengan latihan, dimungkinkan untuk seseorang dapat mempelajari atau
memperbaiki gerakan-gerakan dalam suatu teknik pada olahraga yang
digeluti. Singh (2012: 26) menyatakan latihan merupakan proses dasar
persiapan untuk kinerja yang lebih tinggi yang prosesnya dirancang untuk
mengembangkan kemampuan motorik dan psikologis yang meningkatkan
kemampuan seseorang.
Kemudian Lumintuarso (2013: 21) menjelaskan latihan adalah proses
yang sistematik dan berkelanjutan untuk meningkatkan kondisi kebugaran
sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Irianto (2002: 11) menyatakan
latihan adalah proses mempersiapkan organisme atlet secara sistematis
untuk mencapai mutu prestasi maksimal dengan diberi beban fisik dan
mental yang teratur, terarah, meningkat dan berulang-ulang waktunya.
Pertandingan merupakan puncak dari proses berlatih melatih dalam
olahraga, dengan harapan agar atlet dapat berprestasi optimal. Untuk
mendapatkan prestasi yang optimal, seorang atlet tidak terlepas dari proses
latihan.
Berdasarkan berbagai pengertian latihan di atas, dapat disimpulkan
bahwa latihan adalah suatu bentuk aktivitas olahraga yang sistematik,
ditingkatkan secara progresif dan individual yang mengarah kepada ciri-
ciri fungsi fisiologis dan psikologis manusia untuk meningkatkan
keterampilan berolahraga dengan menggunakan berbagai peralatan sesuai
dengan tujuan dan kebutuhan cabang olahraga masing-masing. Dari
beberapa istilah latihan tersebut, setelah diaplikasikan di lapangan
memang nampak sama kegiatannya, yaitu aktivitas fisik. Pengertian
latihan yang berasal dari kata exercises adalah perangkat utama dalam
proses latihan harian untuk meningkatkan kualitas fungsi sistem organ
tubuh manusia, sehingga mempermudah olahragawan dalam
penyempurnaan geraknya. Keberhasilan seorang pemain dalam mencapai
prestasi dapat dicapai melalui latihan jangka panjang dan dirancang secara
sistematis.
c. Prinsip Latihan Passing Bawah
Dalam suatu pembinaan olahraga hal yang dilakukan adalah pelatihan
cabang olahraga tersebut. Sebelum memulai suatu pelatihan hal yang
harus diketahui oleh seorang pelatih adalah prinsip dari latihan tersebut.
Prinsip-prinsip latihan adalah yang menjadi landasan atau pedoman suatu
latihan agar maksud dan tujuan latihan tersebut dapat tercapai dan
memiliki hasil sesuai dengan yang diharapkan. Prinsip latihan merupakan
hal-hal yang harus ditaati, dilakukan atau dihindari agar tujuan latihan
dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan (Sukadiyanto, 2011: 18).
Prinsip- prinsip latihan adalah kesiapan, induvidual, adaptasi, beban lebih,
progresif, spesifikasi, variasi, pemanasan dan pendinginan
d. Tujuan Latiha Passing Bawah
Setiap latihan pasti akan terdapat tujuan yang akan dicapai baik oleh
atlet maupun pelatih. Tujuan utama dari latihan atau training adalah untuk
membantu atlet meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan prestasinya
semaksimal mungkin. Dengan demikian prestasi atlet benar-benar
merupakan satu totalitas akumulasi hasil latihan fisik maupun psikis.
Ditinjau dari aspek kesehatan secara umum, individu yang berlatih atau
berolahraga rutin, yaitu untuk mencapai kebugaran jasmani (Suharjana,
2013: 38).
Selain itu, Sukadiyanto (2011: 13) menyatakan bahwa tujuan latihan
secara garis besar terdapat beberapa aspek, antara lain: (1) meningkatkan
kualitas fisik dasar secara umum dan menyeluruh, (2) mengembangkan
dan meningkatkan potensi fisik khusus, (3) menambah dan
menyempurnakan teknik, (3) mengembangkan dan menyempurnakan
strategi, taktik, dan pola bermain, (4) meningkatkan kualitas dan
kemampuan psikis olahragawan dalam berlatih dan bertanding.
e. Frekuensi, Intensitas, Time, Tipe (FITT) Latihan Passing Bawah
Seorang guru mampu memahami dan menyusun rencana program
(sesi) olahraga/aktivitas jasmani bagi anak sekolah. Selain itu juga dapat
memahami karakteristik dasar anak dasar, serta mampu menentukan
(FITT) frekuensi, intensitas, time/waktu dan tipe/bentuk aktivitas jasmani
sesuai dengan karakteristik dasar anak dalam rangka meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan kesehatan dan kebugarannya.
Frekuensi menurut Tohar (1992: 55) adalah ulangan gerak
beberapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. Frekuensi
dapat juga diartikan beberap a kali latihan per-hari atau berapa hari
latihan per minggu. Jumlah treatment (perlakuan) yang diberikan
untuk latihan sebanyak 16 kali latihan, dengan frekuensi latihan yang
diberikan dalam penelitian ini adalah 4 kali perminggu selama 4
minggu, sehingga tidak terjadi kelelahan dengan lama latihan.
Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan
pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik
dalam latihan maupun pertandingan. Jadi intensitas secara sederhana dapat
dirumuskan sebagai usaha yang dilakukan oleh seseorang anak dengan
penuh semangat untuk mencapai tujuan. Namun usaha yang dilakukan
harus sesuai dengan kemampuan anak.
Menurut Suharto (2010: 98) menyatakan bahwa intensitas latihan
merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang
dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Intensitas latihan dapat
diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator, antara
lain: (1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan
dalam latihan, (2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban
latihan.
Suharto (2010: 99), waktu (time) juga sangat penting yaitu untuk
menentukan lamanya latihan. Waktu yang efektif untuk latihan dilakukan
minimal 12 kali pertemuan. Latihan pada intensitas yang lebih besar maka
waktu yang dibutuhkan lebih pendek, dan jika intensitas latihan lebih kecil
maka waktu latihan yang dibutuhkan lebuh lama, agar menghasilkan
latihan yang lebih baik.
3. Hakikat Ketepatan Passing Bawah
a) Pengertian Ketepatan
Ketepatan merupakan komponen penting yang harus dimiliki oleh
setiap atlet. Wahjoedi (Palmizal, 2011: 143) menyatakan bahwa akurasi
adalah kemampuan tubuh atau anggota tubuh untuk mengarahkan sesuatu
sesuai dengan sasaran yang dikehendaki. Artinya saat tubuh melakukan
suatu gerakan seperti smash dalam bulutangkis atau shooting dalam sepak
bola, tentu sangat membutuhkan akurasi, sebab kalau tidak akurat maka
hasilnya tentu tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sementara itu
Sikumbang, dkk., (Palmizal, 2011: 143) mengemukakan bahwa ketepatan
(accuracy) adalah kemampuan seseorang mengontrol gerakan-gerakan
volunter untuk tujuan. Seperti dalam pelaksanaan shooting bola basket,
menendang bola ke arah gawang, panahan, golf, dan lain- lain. Hal senada
diungkapkan oleh Moeslim (Palmizal, 2011: 143) bahwa ketepatan
(accuracy) diartikan sebagai kemampuan seseorang melakukan gerakan-
gerakan volunter untuk suatu tujuan. Gerakan volunter dimaksudkan di
sini adalah gerakan merubah arah untuk menempatkan posisi yang pas,
sehingga sasaran yang diharapkan tercapai.
Suharno (1985: 32) menyatakan bahwa ketepatan adalah kemampuan
seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan
tujuannya. Dengan kata lain bahwa ketepatan adalah kesesuain antara
kehendak (yang diinginkan) dan kenyataan (hasil) yang diperoleh terhadap
sasaran (tujuan) tertentu. Ketepatan merupakan faktor yang diperlukan
seseorang untuk mencapai target yang diinginkan. Ketepatan berhubungan
dengan keinginan seseorang untuk memberi arah kepada sasaran dengan
maksud dan tujuan tertentu. Lebih lanjut Suharno (1985: 35) menyatakan
bahwa manfaat ketepatan dalam yaitu; (1) meningkatkan prestasi atlet,
(2) gerakan anak latih dapat efektif dan efisien, (3) mencegah terjadinya
cedera, (4) mempermudah menguasai teknik dan taktik.
Berdasarkan pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
ketepatan adalah kemampuan dalam melakukan gerak ke arah sasaran
tertentu dengan melibatkan beberapa faktor pendukung dan terkoordinasi
dengan baik secara efektif dan efisien. Agar seseorang memiliki ketepatan
(accuracy) yang baik perludiberikan latihan-latihan tertentu. Suharno
(1985: 32) menyatakan bahwa latihan ketepatan mempunyai ciri-ciri,
antara lain harus ada target tertentu untuk sasaran gerak, kecermatan atau
ketelitian gerak sangat menonjol kelihatan dalam gerak (ketenangan),
waktu, dan frekuensi gerak tertentu sesuai dengan peraturan, adanya suatu
penilaian dalam target dan latihan mengarahkan gerakan secara teratur dan
terarah.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor
yang menentukan ketepatan adalah faktor yang berasal dari dalam diri
seseorang (internal) dan faktor yang berasal dari luar diri seseorang
(eksternal). Faktor internal antara lain keterampilan (koordinasi, kuat
lemah gerakan, cepat lambatnya gerakan, penguasaan teknik, kemampuan
mengantisipasi gerak), dan perasaan (feeling, ketelitian, ketajaman indera).
Sedangkan faktor eksternal antara lain tingkat kesulitan (besar kecilnya
sasaran, jarak), dan keadaan lingkungan.
4. Variasi Latihan Ketepatan Passing Bawah
Ada beberapa jenis latihan untuk meningkatkan ketepatan dari passing
bawah salah satunya adalah metode latihan passing bawah dengan dinding
danmetode latihan passing bawah berpasangan dengan teman latihannya. Bila
melakukan latihan bawah dengan dinding saat melakukan latihan Passing
bawah
dengan dinding pertama diawali berdiri di depan dinding ambil posisi
melempar
dan siap menerima Passing bola setelah terpantul kedua tangan menerima bola
dengan meluruskan kedua lengan (Muhyi, 2009). Jika bola melenceng atau
tidak
dapat di passing maka bola diambil dan dilemparkan atau dipantulkan lagi ke
dinding dan di passing lagi secara berulang-ulang (Winarno, 2013).
Metode latihan berpasangan disini dimaksudkan pemain berpasangan
dengan temannya dan melakukan passing bawah usahakan bola tidak jatuh dan
pantulan bola yang konsisten. Bola pertama dilemparkan oleh A dengan dua
tangan dari bawah kepada B. B menerima dengan passing bawah dan bola
diarahkan kepada A. A menerima passing bawah tersebut dan diarahkan
kepada B. Begitupun seterusnya menyesuainak dengan program latihan
(Bachtiar [Link] 2001). Kegiatan belajar secara berpasangan sangat baik
ditetapkan dalam keterampilan gerak yang memerlukan latihan secara
berpasangan. Keuntungan latihan passing bawah berpasangan banyak sisi
yang mengharuskan passing sesuai dengan keberadaan pasangannya.
Latiahan berpasanagn atau praktek berpasangan memiliki beberapa
manfaat yaitu meningkatkan keterampilan passing bawah permainan bola voli,
melatih peserta didik dalam belajar mandiri meningkatkan interaksi edukatif
yang baik diantara peserta didik dan guru.

75 75
50 cm cm
75 250

5
x

Gambar 2.5 passing di modifikasi


Sumber: (Dokumen pribadi)

Gambar 2.6 Pasing Berpasangan


(Sumber:Fatma,2015)
Gambar 2.6 passing segitiga
(Sumber:Fatma,2015)

Gambar 2.7 Passing Bawah Ke Dinding


(Sumber: Nur Esa Mulya Sakti, 2022)

5. Karakteristik Siswi
a. Karakteristik Anak di Bawah Usia 15 Tahun
Karaktersistik Usia Sekolah Menengah Pertama. Perkembangan pada
usia sekolah menengah pertama termasuk dalam masa adolesensi.
Sugiyanto
(2007:176) “Masa adolesensi merupakan masa transisi dari masa
kanakkanak menuju masa dewasa”. Rentangan usia tertentu terdapat
karakteristik yang berbeda. Karakteristik peserta didik sekolah menengah
pertama berkisar antara 14-15 tahun. Menurut Singgih(2008:204)
“persiapan untuk memasuki masa dewasa meliputi perubahan fisik,
perubahan hubungan sosial, bertambahnya kemampuan dan keterampilan”.
Perkembangan anak pada usia remaja, anak pada masa tersebut mempunyai
kemampuan dan keterampilan seiring bertambahnya usia, pada saat
melakukan gerakan, pada masa ini anak tingkat sekolah menengah pertama
tergolong anak remaja bisa melakukan gerakan yang terkontrol dan
koordinasi yang baik dengan dengan cara anak harus melakukan gerakan
terus menerus dengan latihan dan mendapatkan pengalaman gerak.
Menurut Widodo jurnal pendidikan dan pembelajaran dasar (2010: vol
2 no 2) tahap pembelajaran gerak anak usia sekolah menengah pertama: 1.
Tahapan verbal kognitif, memberikan pemahaman bentukgerak baru
kepada
peserta didik, sebagaimana pemula mereka belummemahami mengenai
apa,
kapan, dan bagaimanan gerak dilakukan, 2. Tahapan motorik, membentuk
organisasi pola gerak yang lebih efektif dalam menghasilkan gerak, yang
harus dikuasi oleh pesertadidik pertama kali dalam belajar motorik adalah
kontrol dan konsistensi sikap berdiri dan percaya diri;3. Tahapan
otomatisasi, setelah pesertadidik banyak melakukan latihan, secara
berangsur-angsung memasuki tahapan otomatisasi, program sudah
berkembang dengan baik dan dapat mengontrol gerak dalam waktu yang
singkat. Melalui tahapan-tahapan belajar motorik anak usia sekolah
menengah pertama, bertujuan ntuk meningkatkan keterampilan siswa
dalam menguasai suatu gerakan dari pemula menjadi terampil pada
kegiatan latihan olahraga bola voli khususnya pada teknik dasar passing
bawah.
Pada usia 13-14 anak-anak telah mendapatkan kekuatan dan
koordinasi
yang cukup baik, pada usia ini siap untuk mendapatkan tantangan yang
mendorong untuk berkembang dan harus dibantu dengan latihan, apabila
didukung dengan latihan yang baik maka pada usia ini akan mendapatkan
peningkatan keterampilan yang baik, salah satunya pada keterampilan
olahraga permainan bola voli.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka dalam pengembangan model
yang nantinya akan disampaikan, peneliti akan mempertimbangkan
karakteristik-karekteristik pada siswa sekolah menengah pertama dimana
siswa aktif dengan cabang olahraga yang dimainkan.
Hal ini dilakukan tentunya agar model yang akan disampaikan tepat
guna untuk latihan pada usia sekolah menengah pertama pada kegiatan
latihan. Secara keseluruhan tahapan gerak pada passing bawah tentunya
dilakukan dengan koordinasi yang baik, hal ini sejalan dengan pendapat
James Tangkudung (2006:68) yang menyatakan koordinasi merupakan hal
yang sangat penting dikarenakan koordinasi adalah kemampuan untuk
melakukan gerakan dengan berbagai tingkat kesukaran dengan cepat dan
efisien dan penuh ketepatan. Kemampuan untuk melaksanakan passing
bawah bola voli tidak dapat dilakukan tanpa adanya koordinasi yang baik,
maka dari itu perlu adanya latihan yang sesuai dengan karaktersitik usia
sekolah menengah pertama.

A. Penelitian yang Relevan


Manfaat dari penelitian yang relevan yaitu sebagai acuan agar
penelitian yang sedang dilakukan menjadi lebih jelas. Beberapa penelitian
yang relevan dengan penelitian ini yaitu sebagai berikut.
1. Penelitian yang dilakukan oleh Hendrawan (2013) yang berjudul
“Pengaruh
Latihan Berbagai Macam Latihan Drill Passing Bawah Aktif terhadap
Peningkatan Ketepatan Passing Bawah Atlet Bola Voli Remaja Putra
Yuso
Sleman”. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, desain
penelitian
ini adalah “Control Groups Pretest-Posttest Design”. Populasi dalam
penelitian ini adalah atlet bola voli remaja putra Yuso Sleman yang
berjumlah
24 atlet. Sampel yang diambil dari hasil total sampling berjumlah 24
atlet.
Instrumen yang digunakan untuk tes ketepatan pasing bawah adalah
Braddy
Volley Ball Test yang sudahdimodifikasi. Analisis data menggunakan
uji t.
Hasil analisismenunjukkan bahwa: (1) Ada pengaruh yang signifikan
latihan
berbagai macam latihan drill pasing bawah aktif terhadap peningkatan
ketepatan pasing bawah atlet bola voli remaja putra Yuso Sleman,
dengan t
hitung 5.409 > t tabel 2.20, dan nilai signifikansi 0.000 < 0.05,
kenaikan
persentase sebesar 22.22%. (2) Kelompok eksperimen dengan
latihanberbagai
macam latihan drill pasing bawah aktif lebih baik terhadap
peningkatan
ketepatan pasing bawah atlet bola voli remaja putra Yuso Sleman
daripada
kelompok kontrol, dengan t hitung 2.902 > t tabel = 2.07 dan sig. 0.008
<
0.05 dan selisih rata-rata sebesar 3.6667.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Risma Purba 2020 yang berjudul
“Pengaruh
Latihan Passing Bawah Terhadap Ketepatan Passing Bawah Dalam
Permainan Bola Voli Siswa Putri Kelas VII SMP Negeri 33
Sarolangun”.
Program Studi Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Jambi,
Pembimbing:
(I) Dr. Atri Widowati, S,Pd., [Link]. (II) Roli Mardian, [Link]., [Link].
Kata kunci : Variasi Latihan Passing Bawah, Ketepatan Passing
Bawah. Banyak
sekali pola latihan yang dapat mempengaruhi ketepatan passing bawah.
Salah
satunya dengan latihan variasi latihan passing bawah. Dengan latihan
variasi
latihan passing bawah dapat digunnakan sebagai bentuk latihan siswa
dalam
upaya meningkatkan ketepatan passing bawah bola voli. Penelitian ini
bertujuanuntuk mengetahui pengaruh variasi latihan passing bawah
terhadap
ketepatan passing bawah dalam permainan bola voli siswa putri SMP
Negeri
33 Sarolangun. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen
research.
Penelitian ini menggunakan rancangan one group pre test – post test
design,
dengan populasi adalah siswa putri kelas VII SMP N 33 Sarolangun
yang
berjumlah 12 orang dengan teknik penarikan sampel yang digunakan
adalah
purposive sampling sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian
ini
putri kelas VII sebanyak 12 orang. Adapun tes yang digunakan adalah
tes
ketepatan passing bawah. Dalam penelitian ini penguji hipotesis
menggunakan statistic Uji-t, hasil analisis pada tes awal dan tes akhir
di
peroleh harga thitung sebesar 4,186. Bila dibandingkan dengan ttabel
1,796,
ini menunjukkan terdapatnya peningkatan yang berarti, hipotesis
alternative
(HI) yang dikemukakan dalam penelitian ini diterima sebenarnya,
antara tes
awal dan tes akhir mempunyai hasil yang berbeda. Dengan demikian
kesimpulan dari oenelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dari
variasi
latihan passing bawah terhadap ketepatan passing bawah dalam
permainan
bola voli siswa putri kelas VII SMP Negeri 33 Sarolangun
3. Penelitian yang dilakukan oleh Nastiti Ari Murti. 2015 yang
berjudul
“Pengaruh Latihan Passing Bawah Dengan Dinding Dan Berpasangan
Terhadap Ketepatan Passing Bawah Dalam Permainan Bola voli
(Eksperimen
Terhadap Club Bola voli Putri IVOKAS KabupatenSemarang tahun
2015)”.
Skripsi Jurusan PKLO FIK [Link]. [Link], [Link], Tri Aji
[Link].
[Link] bawah merupakan teknik dasar yang penting untuk
dikuasai
pemain bolavoli ketepatan passing sangat memepengaruhi awal
penyerangan
suatu tim didalam permainan. Tujuan 1) Untuk mengetahui pangaruh
latihan
passing bawah dengan dinding terhadap ketepatan passing bawah. 2)
Untuk
mengetahui pangaruh latihan passing berpasangan terhadap ketepatan
passing bawah. 3) Untuk mengetahui latihan mana yang lebih baik
untuk
ketepatan passing [Link] ini merupakan penelitian
eksperimen
dengan rancangan Matched Subject Design. Sampel dalam penelitian
ini
berjumlah 12 atlet putri dan dibagi menjadi kelompok eksperimen 1
dan
kelompok eksperimen 2 dengan rumus AB-BA. Analisis data dalam
penelitian ini menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5% db [Link]
1) ada
pengaruh latihan passing bawah dengan dinding, dengan hasil t- hitung
3.512> t-tabel 2.571, 2) ada pengaruh latihan passing bawah
berpasangan,
dengan hasil t-hitung 2,649 > t-tabel 2.571, 3) Latihan passing bawah
berpasangan lebih baik daripada latihan passing bawah dengan dinding
dengan hasil mean post test 10.83 > [Link] dalam penelitian
ini
adalah : 1) ada pengaruh latihan passing bawah dengan dinding
terhadap
ketepatan passing bawah dalam permainan boalvoli. 2) ada pengaruh
latihan
passing bawah berpasangan terhadap ketepatan passing bawah dalam
permainan boal voli. 3) Pasing bawah berpasangan lebih berpengaruh
terhadap ketepatan passing bawah dalam permainan boal voli.
Saran dari simpulan di atas adalah dalam melatih dan membina para
atlet khususnya olahraga bola voli teknik dasar passing bawah latihan
passing bawah dengan dinding dan berpasangan dapadijadikan sebagai
alternatif pilihan dalam menentukan metode latihan
B. Kerangka Berpikir
Kerangka berfikir adalah gambaran tentang keterkaitan antara variable
penelitian yang dikaji, dari penelitian yang disentesiskan dari fakta-fakta,
observasi dan telah kepustakaan yang akan dibangun oleh peneliti untuk
memecahkan masalah atau mencapai tujuan penelitian berdasarkan hasil
tinjauan
Pustaka. Berdasarkan kajian teori di atas, maka dapat digambarkan kerangka
berfikir mengenai pengaruh latihan passing di tembok terhadap ketepatan
passing bawah.
Gambar 5. Bagan Kerangka pikir
Passing Bawah Siswa Smp
Negri 2 Wawo

Ketepatan passing Kurang variasi Belum adanya


bawah berkurang latihan Passing latihan variasi
passing
Hasil

Variasi latihan passing bawah


menggunakan tembok dan
berpasangan
C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan uraian pada latar belakang, rumusan masalah, tinjauan pustaka
dan kerangka berpikir pada penelitian ini, maka dapat dirumuskan hipotesis
penelitian yaitu:
Ho: Tidak terdapat Pengaruh latihan variasi Terhadap Ketepatan Passing
Bawah pada permainan bola voli untuk Peserta didik SMP Negri 2 Wawo .
Ha: terdapat Pengaruh latihan variasi Terhadap Ketepatan Passing Bawah
pada permainan bola voli untuk Peserta didik SMP Negri 2 Wawo
D. Devisi Operasional Variabel Penelitian
Adapun definisi variabel penelitiaan ini adalah sebagai berikut:
1. Metode latihan variasi passing adalah bentuk latihan untuk
meningkatkan kemampuan passing bawah dengan durarasi tertentu.
2. Kemampuan passing bawah bola voli adalah kemampuan tubuh saat
mengayunkan kedua lengan tangan sangat penting untuk
meningkatkan akurasi atau ketepatan passing bawah.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini termasuk eksperimen. Metode eksperimen
didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang
mengandung fenomena sebab akibat (Causal-effect relationship) (Sukardi,
2015: 178). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Two Groups
Pretest- Posttest Design”, yaitu desain penelitian yang terdapat pretest
sebelum diberi perlakuan dan posttest
Kelompok A
setelah diberi perlakuan, dengan
demikian dapat diketahui lebih akurat,
karena dapat membandingkan dengan
diadakan sebelum diberi perlakuan
(Sugiyono, 2007: 64). Adapun
rancangan tersebut dapat digambarkan
sebagai berikut:

Tes akhir
Kelompok B (posttest)

Kelompok C

Kelompok D

Gambar 6. Two Group Pretest-Postest Design(Sugiyono, 2007: 32)


Keterangan:
MSOP : Matched Subject Ordinal Pairing
Pre-test : Tes awal dengan tes passing bawah
Kelompok A : Perlakuan (treatment) yang menggunakan latihan passing bawah
modifikasi
Kelompok B : Kelompok (treatment) yang menggunakan latihan
passing bawah berpasangan
Kelompok C : kelompok ( treatment) yang menggunakan passing bawah
pasangan
bentuk segitiga
Kelompok D : Kelompok ( treatment) yang menggunkan metode latihan passing
bawah memantulkan di dinding
Post-test : Tes akhir dengan tes passing bawah setelah mendapat
perlakuan eksperimen selama 16 kali

B. Tempat dan Waktu Penelitian


Tempat penelitian yaitu di SMPN 2 WAWO. Penelitian ini dilaksanakan
di lapangan voli SMPN 2 WAWO. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan
juli-September 2023. Pemberian perlakuan (treatment) dilaksanakan
sebanyak 16 kali pertemuan, dengan frekuensi 3 kali dalam satu Minggu,
yaitu hari Rabu, Sabtu, dan Minggu.
C. Definisi Operasional Variabel
Penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu latihan variasi passing bawah
sebagai variabel bebas dan ketepatan passing bawah sebagai variabel terikat.
Adapun definisi variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Kelompok latihan modifikasi passing bawah dilakukan selama 16
pertemuan.
2. Kelompok latihan passing bawah berpasangan dilakukan selama 16 kali
pertemuan.
3. Kelompok latihan passing bawah bentuk segitiga dilakukan selama 16 kali
pertemuan.
4. Kelompok paasing bawah ke tembok dilakukan selama satu menit, tes
dilakukan sebanyak dua kali dan diambil nilai yang terbaik, diukur dengan
memvoli bola ke tembok.
D. Populasi dan Sampel Penelitian
1) Populasi
Jumlah keselurahan peserta didik di sekolah Smp N 2 Wawo sebanyak 107
peserta didik
2) Sampel
Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII 2
di SMPN 2 Wawo

E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data


Arikunto (2006: 134) menyatakan instrumen penelitian adalah alat
bantu yang digunakan dan dipilih peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan
agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah. Instrumen tes yang
digunakan untuk pengukuran awal (pretest) maupun pengukuran akhir
(posttest) menggunakan tes passing berpasangan, passing bawah berpasangan
bentuk segitiga dan memvoli bola ke sasaran di tembok dengan membuat
lingkaran di tembok sebagai sasaran atau target untuk melakukan passing
bawah.

F. Teknik Analisis Data


Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, maka perlu dilakukan uji
prasyarat. Pengujian data hasil pengukuran yang berhubungan dengan hasil
penelitian bertujuan untuk membantu analisis agar menjadi lebih baik. Untuk
itu dalam penelitian ini akan diuji normalitas dan uji homogenitas data.
Sebelum melangkah ke uji-t, ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh
peneliti bahwa data yang dianalisis harus berdistribusi normal, untuk itu perlu
dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas (Arikunto, 2006: 299).
1. Uji Prasyarat
a) Uji Normalitas
Uji normalitas tidak lain sebenarnya adalah mengadakan pengujian
terhadap normal tidaknya sebaran data yang akan dianalisis. Pengujian
dilakukan tergantung variabel yang akan diolah. Pengujian normalitas
sebaran data menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test dengan bantuan
SPSS 16.
b) Uji Homogenitas
Di samping pengujian terhadap penyebaran nilai yang akan
dianalisis, perlu uji homogenitas agar yakin bahwa kelompok-
kelompok yang membentuk sampel berasal dari populasi yang
homogen. Homogenitas dicari dengan uji F dari data pretest dan
posttest dengan menggunakan bantuan program SPSS 16.

2. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis menggunakan uji-t dengan bantuan program
SPSS 16 yaitu dengan membandingkan mean antara kelompok 1,
kelompok 2, kelompok 3, dan kelompok 4. Apabila nilai t hitung lebih kecil
dari t , maka Ha ditolak, jika t
tabel hitung lebih besar dibanding t tabel dan nilai
sig p < 0,05, maka Ha diterima. Untuk mengetahui persentase peningkatan
setelah diberi perlakuan digunakan perhitungan persentase peningkatan
dengan rumus sebagai berikut:
Persentase peningkatan = Mean Different x 100%
Mean Pretest Mean Different = mean posttest-mean pretest

fix
X= ⅀
n

Keterangan :

X : Nilai rata-rata yang dicari

: Sigma atau Jumlah fi : Frekuensi


n : jumlah sampel

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, N. (2007). Panduan olahraga bola voli. Solo: Era Pustaka

Utama. Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan

praktek. Jakarta: PT
Bina Aksara.

. (2010). Prosedur penelitian; suatu pendekatan praktik.


(Edisi revisi) Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, S. (2001). Fungsi dan pengembangan pengukuran tes dan


prestasi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Beutelstahl, D. (2008). Belajar bermain bola voli. Bandung. Pionir

Jaya. Desminta. (2009). Psikologi perkembangan. Bandung: PT

Remaja Rosdakarya. Harsono. (2015). Kepelatihan olahraga.

(teori dan metodologi). Bandung:


Remaja Rosdakarya.

Hendrawan, S. (2013). Pengaruh latihan berbagai macam latihan drill


passing bawah aktif terhadap peningkatan ketepatan pasing
bawah atlet bola voli remaja putra Yuso Sleman. Skripsi
sarjana, tidak diterbitkan. Universitas Negeri Yogyakarta,
Yogyakarta.

Husin. (2012). Pengaruh metode latihan passing bawah terhadap


peningkatan kemampuan passing bawah atlet pemula Baja 78
Bantul. Skripsi sarjana, tidak diterbitkan. Universitas Negeri
Yogyakarta, Yogyakarta.

Irianto, D.P. (2002). Dasar kepelatihan. Diktat Mata Kuliah PPL. FIK

UNY. Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta: Kencana


Media Group. Koesyanto, H. (2003). Belajar bermain bola volley.

Semarang: FIK UNNES. Kumar, R. (2012). Scientic methods of

coaching and training. Delhi : Jain Media


Graphics.

Lumintuarso, R. (2013). Pembinaan multilateral bagi atlet pemula.


Yogyakarta: UNY Press.

Mikanda. (2014). Buku super lengkap olahraga. Jakarta: Dunia Cerdas.


Nala, N. (2005). Prinsip pelatihan fisik olahraga. Denpasar: Komite Olahraga
Nasional Indonesia Daerah Bali.

Nossek, Y. (1982). Teori umum latihan. (Terjemahan M. Furqon). Logos: Pan


African Press Ltd. (Buku asli diterbitkan tahun 1992).

Palmizal, A. (2011). Pengaruh metode latihan global terhadap akurasi ground


stroke forehand dalam permainan tenis. Jurnal Media Ilmu
Keolahragaan Indonesia, Volume 1. Edisi 2, pp.112-117.

PBVSI. (2004). Peraturan permainan bola voli. Jakarta: PP. PBVSI.

Rahyubi, H. (2012). Teori-teori belajar dan aplikasi pembelajaran motorik


deskripsi dan tinjauan kritis. Bandung: Nusa Media.

Reynaud, C. (2011). Coaching volleyball technical and tactical skill. Champaign:


Human Kinetics.

Rosyid, M.H & Wicaksono, D. (2016). Buku saku. teknik dasar bola voli untuk
pemula. Yogyakarta: FIK UNY.

Schmidt, R.A & Lee, T.D. (2008). Motor learning and performance (5th ed).
Champaign: Human Kinetics.

Singh, A.B. (2012). Sport training. Delhi: Chawla Offset Printers.

Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung:


Alfabeta.

Suhadi & Sujarwo. (2009). Volleyball for all. Yogyakarta: UNY Press.

Suharjana. (2013). Kebugaran jasmani. Yogyakarta. Jogja Global Media.

Suharno. (1985). Ilmu coaching umum. Yogyakarta: Yayasan Sekolah Tinggi


Olahraga Yogyakarta.

. (1993). Metodik melatih permainan bola volley. Yogyakarta: Yayasan


Sekolah Tinggi Olahraga Yogyakarta.

Suharto. (2010). Pedoman dan modul pelatihan kesehatan olahraga bagi pelatih
olahragawan pelajar. Jakarta: Depdiknas Pusat Pengembangan Kualitas
Jasmani.

Sukadiyanto. (2005). Pengantar teori dan metodologi melatih fisik. Yogyakarta:


UNY Press.

Anda mungkin juga menyukai