22 Juni 2015
MAKALAH EMOSI
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Salah satu materi psikologi yang akrab sekali dengan kehidupan sehari-hari kita adalah munculnya
emosi, banyak orang yang beranggapan bahwasanya emosi itu adalah sesuatu hal yang buruk,
sesuatu yang diidentikan dengan [Link] pada kenyataannya emosi itu tidaklah hanya
berupa amarah, emosi juga bisa dalam hal [Link] dari mana emosi itu muncul, apakah timbul
dari pikiran atau dari tubuh, agaknya tak seorangpun dapat menjawabnya dengan pasti. Ada yang
mengatakan itu merupakan tindakan dahulu (tubuh), baru muncul emosi, ada yang mengemukakan
emosi dulu(pikiran), baru timbul tindakan.
Emosi tidak hanya berupa amarah, ada beberapa macam emosi dasar yang sudah dimiliki oleh
manusia sejak lahir. Oleh karena itu kita perlu mempelajari materi psikologi tentang psikologi agar
kita dapat mengenali emosi pada diri kita sendiri sehingga kita dapat mengendalikan dan
mengembangkan emosi kita dengan baik.
Pandangan umum tentang emosi adalah ketika seseorang mengalami suatu kejadian di
lingkungannya dan kejadian tersebutlah yang membentuk emosi dalam diri kita. Awalnya dari
lingkungan lalu tubuh bereaksi sebagai respon, berikutnya perubahan fisiologis ini memunculkan
emosi. Bukan sebaliknya, emosi memunculkan reaksi, emosi yang berbeda diasosiasikan dengan
keadaan identik psikofisiologis yang terjadi dalam tubuh, organ dalam tubuh tidaklah sangat sensitif.
Karena tidak selalu bisa memilah informasi yang berbeda ketika seseorang butuh pengalaman untuk
mendapatkan suatu emosi, contohnya rasa takut dan tegang. Perkembangan perubahan dalam tubuh
diasosiasikan dengan pembentukan emosi, jika tidak terjadi stimulus normal yang terbangkitkan,
individu takkan mengalami suatu emosi yang mekorespondasi reaksi fisik. Terkait dengan uraian
tersebut dalam kalah ini akan dibahas mengenai emosi khususnya tentang bentuk reaksi emosi dan
perkembangan emosi.
1. Rumusan Masalah
2. Apa yang dimaksud denganemosi?
3. Apa saja macam-macam dan ciri-ciriemosi?
4. Apa saja faktor penyebab emosi ?
5. Apa saja teori – teori emosi?
6. Apa saja perubahan – perubahan pada tubuh saat terjadi emosi ?
1. Tujuan
2. Untukmengetahui apa yang dimaksut dengan emosi
3. Untuk mengetahui macam-macam emosi
4. Untuk mengetahui apa saja faktor-faktaor yang menyebabkan emosi
5. Untuk mengetahui apa saja teori – teori tentang emosi
6. Untuk mengetahui apa saja perubahan yang terjadi pada tubuh saat terjadi emosi
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Emosi
Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini
menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel
Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan
biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya
adalah dorongan untuk [Link] emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar
dan dalam diri [Link] contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati
seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku
menangis.
Menurut Williams James (Amerika serikat) dan Carl Large (Denmark)emosi adalah hasil presepsi
seseorang terhadap perubahan- perubahan yang terjadi pada tubuh sebagai respons terhadap
rangsangan-rangsangan yang datang dari luar[1]. Emosi terkadang juga diidentikan dengan
perasaan, yaitu suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang
atau tidak senang dalam hubungannya dengan peristiwa mengenal dan bersifat subjektif.
Menurut Chaplin (1989) dalam Dictionary of psychology, emosi adalah sebagai suatu keadaan yang
terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya
dari perubahan perilaku. Chaplin (1989) membedakan emosi dengan perasaan, parasaan (feelings)
adalah pengalaman disadari yang diaktifkan baik oleh perangsang eksternal maupun oleh bermacam-
macam keadaan jasmaniah.
Pertumbuhan dan perkembangan emosi seperti juga pada tingkah laku lainnya ditentukan oleh
pematangan dan proses belajar seorang bayi yang baru lahir dapat menangis tetapi ia harus
mencapai ringkas kematangan tertentu untuk dapat tertawa setelah anak itu sudah besar maka ia
akan belajar bahwa menangis dan tertawa digunakan untuk maksud-maksud tertentu atau untuk
situasi tertentu.
Makin besar anak itu makin besar pula kemampuannya untuk belajar sehingga perkembangan
emosinya makin rumit. Perkembangan emosi melalui proses kematangan hanya terjadi sampai usia
satu tahun. Setelah itu perkembangan selanjutnya lebih banyak ditentukan oleh proses belajar.
1. Macam-Macam dan Ciri-Ciri Emosi
Emosi ada dua macam yaitu emosi positif dan emosi [Link] positif (emosi yang
menyenangkan), yaitu emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya,
diataranya adalah cinta, sayang, senang, gembira, kagum dan [Link] negatif (emosi yang
tidak menyenangkan), yaitu emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang
mengalaminya, diantaranya adalah sedih, marah, benci, takut dan [Link] positif adalah
emosi yang harus dipupuk dan dikembangkan, sedangkan emosi negatif hendaklah diminimalkan
atau dikendalikan sehingga ekspresinya tidak meledak-ledak.
1. Emosi marah
Sumber utama dari kemarahan adalah hal-hal yang mengganggu aktivitas untuk mencapai tujuannya.
Dengan demikian, ketegangan yang terjadi dalam aktivitas itu tidak mereda, bahkan bertambah
untuk menyalurkan ketegangan itu seseorang mengekpresikannya dengan marah karena tujuannya
tidak tercapai dan tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan.
2. Emosi Takut
Takut adalah perasaan yang sangat mendorong individu untuk menjauhi sesuatu dan sedapat
mungkin menghindari kontak dengan hal itu
3. Emosi Cinta
Emosi ini merupakan gambaran kesenangan bagi si pelaku, tentunya mereka akan mendekatinya.
Lalu apa itu definisi cinta sendiri? Tentunya sama halnya jika kita dsisuruh untuk mendefinisikan ihwal
dalam kebahagiaan. Dalam bukunya The Art of Loving, erich Fromm sedemikian jauh telah berbicara
mengenai cinta sebagai alat untk mengatasi keterpisahan manusia, sebagai pemenuhan kerinduan
akan kesatuan.
4. Emosi Depresi
Seseorang mulai menutup ekspresi terbuka daripada emosi-emosinya, dan akan
meluapkandalamdirinyasaja.
5. Emosi Gembira
Gembira adalah ekspresi dari kalangan, yaitu perasaan terbebas dari ketegangan. Biasanya
kegembiran itu disebabkan oleh hal-hal yang bersifat tiba-tiba(surprise) dan kegembiraan biasanya
bersifat sosial, yaitu melibatkan orang-orang lain disekitar orang yang gembira tersebut,
6. Emosi cemburu
Cemburu adalah bentuk khusus dari kekhawatiran yang didasari oleh kurang adanya keyakinan
terhadap diri sendiri dan ketakutan akan kehilangan kasih [2]sayang dari seseorang. Seseorang yang
mempunyai rasa cemburu selalu mempunyai sikap benci terhadap saingannya.
7. Emosi khawatir
Khawatir atau was-was adalah rasa takut yang tidak mempunyai objek yang jelas atau atau tidak ada
objeknya sama sekali. Kekhawatiran menyebabkan rasa tidak senang,gelisah,tidak tenang,tidak
aman.
Bila dilihat dari sebab dan reaksi yang ditimbulkannya, emosi dapat dikelompokkan menjadi tiga,
yaitu berikut ini:
1. Emosi yang berkaitan dengan perasaan, misalnya perasaan dingin, panas, hangat, sejuk dan
sebagainya. Munculnya emosi seperti ini lebih banyak dirasakan karena faktor fisik di luar
individu, misalnya cuaca, kondisi ruangan, dan tempat dimana individu itu berbeda.
2. Emosi yang berkaitan dengan kondisi fisiologis, misalnya sakit, meriang, dan sebagainya.
Munculnya emosi seperti ini lebih banyak dirasakan karena faktor kesehatan.
3. Emosi yang berkaitan dengan kondisi psikologis, misalnya cinta, rindu, sayang, benci dan
sejenisnya.
Menurut Nana Syaodih Sukmadinata mengemukakan empat ciri emosi, yaitu:
1. Pengalaman emosional bersifat pribadi dan subyektif. Pengalaman seseorang memegang
peranan penting dalam pertumbuhan rasa takut, sayang dan jenis-jenis emosi lainnya.
Pengalaman emosional ini kadang–kadang berlangsung tanpa disadari dan tidak dimengerti
oleh yang bersangkutan kenapa ia merasa takut pada sesuatu yang sesungguhnya tidak perlu
ditakuti.
2. Adanya perubahan aspek jasmaniah. Pada waktu individu menghayati suatu
emosi, maka terjadi perubahan pada aspek [Link]-tersebut tidak selalu
terjadi serempak, mungkin yang satu mengikuti yang lainnya. Seseorang jika marah maka
perubahan yang paling kuat terjadi debar jantungnya, sedang yang lain adalah pada
pernafasannya, dan sebagainya.
3. Emosi diekspresikan dalam perilaku. Emosi yang dihayati oleh seseorang
diekspresikan dalam perilakunya, terutama dalam ekspresi roman muka dan
suara/[Link] emosi ini juga dipengaruhi oleh pengalaman, belajar dan kematangan.
4. Emosi sebagai motif. Motif merupakan suatu tenaga yang mendorong seseorang untuk
melakukan [Link] juga dengan emosi, dapat mendorong sesuatu kegiatan,
kendati demikian di antara keduanya merupakan konsep yang [Link] atau dorongan
pemunculannya berlangsung secara siklik, bergantung pada adanya perubahan dalam irama
psikologis, sedangkan emosi tampaknya lebih bergantung pada situasi merangsang dan arti
signifikansi personalnya bagi individu.
1. Faktor Penyebab Emosi
2. Faktor Internal
Umumnya emosi seseorang muncul berkaitan erat dengan apa yang dirasakan seseorang secara
individu. Mereka merasa tidak puas, benci terhadap diri sendiri dan tidak bahagia. Adapun gangguan
emosi yang mereka alami antara lain adalah:
1. Merasa tidak terpenuhi kebutuhan fisik mereka secara layak sehingga timbul ketidakpuasan,
kecemasan dan kebencian terhadap apa yang mereka alami.
2. Merasa dibenci, disia-siakan, tidak mengerti dan tidak diterima oleh siapapun termasuk
orang tua mereka.
3. Merasa lebih banyak dirintangi, dibantah, dihina serta dipatahkan dari pada disokong,
disayangi dan ditanggapi, khususnya ide-ide mereka.
4. Merasa tidak mampu atau bodoh.
5. Merasa tidak menyenangi kehidupan keluarga mereka yang tidak harmonis seperti sering
bertengkar, kasar, pemarah, cerewet dan bercerai.
6. Merasa menderita karena iri terhadap saudara karena disikapi dan dibedakan secara tidak
adil.
2. Faktor eksternal
Menurut Hurlock (1980) dan Cole (1963) faktor yang mempengaruhi emosi negatif adalah berikut ini.
1. Orang tua atau guru memperlakukan mereka seperti anak kecil yang membuat harga diri
mereka dilecehkan.
2. Apabila dirintangi, anak membina keakraban dengan lawan jenis.
3. Terlalu banyak dirintangi dari pada disokong, misalnya mereka lebih banyak disalahkan,
dikritik oleh orang tua atau guru, akan cenderung menjadi marah dan mengekspresikannya
dengan cara menentang keinginan orang tua, mencaci maki guru, atau masuk geng dan
bertindak merusak (destruktif).
4. Disikapi secara tidak adil oleh orang tua, misalnya dengan cara membandingkan dengan
saudaranya yang lebih berprestasi dan lainnya.
5. Merasa kebutuhan tidak dipenuhi oleh orang tua padahal orang tua mampu.
6. Merasa disikapi secara otoriter, seperti dituntut untuk patuh, banyak dicela, dihukum dan
dihina.[3]
1. Teori-Teori Emosi
1. Teori Sentral
Menurut teori ini gejala kejasmanian merupakan satu akibat dari emosi yang dialami oleh individu,
jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan-perubahan
dalam [Link] itu teori atau pendapat ini dikenal dengan teori sentral, yang
dikemukakan oleh [Link] menurut teori ini, gejala kejasmanian merupakan akibat datangnya
emosi pada individu.
2. TeoriPerifir
Uraian teori ini merupakan kebalikan dari teori diatas, bahwasanya gejala jasmani justru penyebab
dari emosi tersebut. Menurut teori ini orang menangis bukan karena ia susah, tetapi ia susah karena
menangis. Teori ini dikemukakan oleh James dan Lange, sehingga sering disebut sebagai teori James-
Lange dalam [Link] ahli mengadakan eksperimen-eksperimen tentang sejauh mana
kebenaran teori ini, dan pada umunya menyatakan teori ini tidak tepat.
3. Teorikepribadian
Menurut pendapat ini bahwa emosi merupakan suatu aktivitas pribadi, di mana pribadi ini tidak
dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis dalam substansi yang [Link] setiap emosi dalam
perasaan memang secara otomatis mempengaruh ke [Link] ini dikemukakan oleh J.
Linchoten.
4. Teori James-Lange
Emosi yang dirasakan adalah persepsi tentang perubahan tubuh. Salah satu dari teori paling awal
dalam emosi dengan ringkas dinyatakan oleh Psikolog Amerika William James: “Kita merasa sedih
karena kita menangis, marah karena kita menyerang, takut mereka gemetar”.Teori ini dinyatakan di
akhir abad ke-19 oleh James dan psikolog Eropa yaitu Carl Lange, yang membelokkan gagasan umum
tentang emosi dari dalam ke luar. Di usulkan serangkaian kejadian disaat kita emosi : Kita menerima
situasi yang akan menghasilkan emosi. Kita bereaksi ke situasi tersebut,Kita memperhatikan reaksi
kita. Persepsi kita terhadap reaksi itu adalah dasar untuk emosi yang kita alami. Sehingga
pengalaman emosi-emosi yang dirasakan terjadi setelah perubahan tubuh, perubahan tubuh
(perubahan internal dalam sistem syaraf otomatis atau gerakan dari tubuh memunculkan
pengalaman emosi. Agar teori ini berfungsi, harus ada suatu perbedaan antara perubahan internal
dan eksternal tubuh untuk setiap emosi, dan individu harus dapat menerima mereka. Di samping ada
bukti perbedaan pola respon tubuh dalam emosi tertentu, khususnya dalam emosi yang lebih halus
dan kurang intens, persepsi kita terhadap perubahan internal tidak terlalu teliti.
1. Perubahan Padatubuh Saat Terjadi Emosi
Terutama pada emosi yang kuat, sering kali terjadi perubahan – perubahan pada tubuh kita,antara
lain:
1. Reaksi elektris pada kulit : meningkat bila terpesona
2. Peredaran darah : bertambah cepat ketika sedang marah
3. Denyut jantung : bertambah cepat bila sedang terkejut
4. Pupil mata : membesar bila sakit atau marah
5. Liur : mongering bila takut dan tegang
6. Bulu roma : berdiri bila takut
7. Otot : ketegangan dan ketakutan menyebabkan otot menegang dan bergetar (tremor)
8. Komposisi darah : komposisi darah akan pucatberubah dalam keadaan emosional karena
kelenjar – kelenjar lebih aktif
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
1. Pengertian Emosi
Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini
menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel
Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan
biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya
adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar
dan dalam diri individu.
2. Macam-Macam dan Ciri-Ciri Emosi
Emosi ada dua macam yaitu emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif (emosi yang
menyenangkan), yaitu emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya,
diataranya adalah cinta, sayang, senang, gembira, kagum dan sebagainya.
a). Emosi marah
Sumber utama dari kemarahan adalah hal-hal yang mengganggu aktivitas untuk mencapai tujuannya.
Dengan demikian, ketegangan yang terjadi dalam aktivitas itu tidak mereda, bahkan bertambah
untuk menyalurkan ketegangan itu seseorang mengekpresikannya dengan marah karena tujuannya
tidak tercapai dan tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan.
b). Emosi Takut
Takut adalah perasaan yang sangat mendorong individu untuk menjauhi sesuatu dan sedapat
mungkin menghindari kontak dengan hal itu.
Sedangkan ciri-ciri emosi :
a). Pengalaman emosional bersifat pribadi dan subyektif. Pengalaman seseorang memegang peranan
penting dalam pertumbuhan rasa takut, sayang dan jenis-jenis emosi lainnya. Pengalaman emosional
ini kadang–kadang berlangsung tanpa disadari dan tidak dimengerti oleh yang bersangkutan kenapa
ia merasa takut pada sesuatu yang sesungguhnya tidak perlu ditakuti.
b). Adanya perubahan aspek jasmaniah. Pada waktu individu menghayati suatu
emosi, maka terjadi perubahan pada aspek jasmaniah. Perubahan- tersebut tidak selalu terjadi
serempak, mungkin yang satu mengikuti yang lainnya. Seseorang jika marah maka perubahan yang
paling kuat terjadi debar jantungnya, sedang yang lain adalah pada pernafasannya, dan sebagainya.
3. Faktor Timbulnya Emosi
4. Faktor Internal
Umumnya emosi seseorang muncul berkaitan erat dengan apa yang dirasakan seseorang secara
individu. Mereka merasa tidak puas, benci terhadap diri sendiri dan tidak bahagia. Adapun gangguan
emosi yang mereka alami antara lain adalah:
1. a) Merasa tidak terpenuhi kebutuhan fisik mereka secara layak sehingga timbul
ketidakpuasan, kecemasan dan kebencian terhadap apa yang mereka alami.
2. Faktor eksternal
Menurut Hurlock (1980) dan Cole (1963) faktor yang mempengaruhi emosi negatif adalah berikut ini.
1. a) Orang tua atau guru memperlakukan mereka seperti anak kecil yang membuat harga diri
mereka dilecehkan.
2. b) Apabila dirintangi, anak membina keakraban dengan lawan jenis.
4. Perubahan Pada tubuh Saat Terjadi Emosi
Terutama pada emosi yang kuat, sering kali terjadi perubahan – perubahan pada tubuh kita,antara
lain:
1. Reaksi elektris pada kulit : meningkat bila terpesona
2. Peredaran darah : bertambah cepat ketika sedang marah
3. Denyut jantung : bertambah cepat bila sedang terkejut
4. Pupil mata : membesar bila sakit atau marah
5. Liur : mongering bila takut dan tegang
1. Saran
Dari pemaparan materi tentang emosi kami selaku penulis menyarankan :
Managelah emosi anda dengan baik. Karena keberhasilan sesorang tidak hanya ditentukan
kecerdasannya semata tetapi emosi juga berpengaruh besar terhadap kesuksesan anda.
Daftar Pustaka
Sarlito W Sarwono, [Link] Psikologi Umum, Jakarta : [Link] Grafindo Persada
Ahmadi [Link] Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Suryabrata, Sumadi. 1991. Psikologi Pendidikan. Jakarta : C.V. Rajawali
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[1]Ahmadi Abu. Psikologi Umum. Rineka Cipta. Jakarta. 2003
Sarwono W Sarwito, Pengantar Psikologi Umum,[Link] Grafindo Persada:Jakarta,2010.
[2][Link] 13/04/2013 23:00
[Link] 14/042013 13.30
[3][Link] 13/04/2013 23:20