0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan7 halaman

Optimalisasi Biaya Transportasi dan Produksi

Diunggah oleh

Ameliya Utari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan7 halaman

Optimalisasi Biaya Transportasi dan Produksi

Diunggah oleh

Ameliya Utari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS TUTORIAL 2

MATA KULIAH
RISET OPERASI
(EKMA4413)

Tutor pembimbing
Hj. Sri Yusriani., [Link]., M.M.
Disusun Oleh
Nama: Amelia Utari
Nim: 051164466
Kode Kelas: 240

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UPBJJ UT YOGYAKARTA
UNIVERSITAS TERBUKA
SOAL
1. Selesaikanlah masalah transportasi dibawah ini:

Gudang Langganan
Solo Yogyakarta Purwokerto Persediaan
Semarang Rp10,00 Rp15,00 Rp11,00 130
Bandung R0 8,00 Rp12,00 Rp14,00 170

Permintaan 110 130 60 300

Ditanyakan :
Dari gudang mana dikirim ke langganan mana yang meminimumkan biaya transportasi yang
tertera dalam sel matriks? (50)

2. Jelaskan cara mencari titik optimal dengan cara menggambarkan fungsi tujuan! Bila
diketahui berikut ini. (50)

“Perusahaan cat Warna Indah memiliki sebuah pabrik kecil yang memproduksi cat interior
dan eksterior. Dalam proses produksi, perusahaan ini membutuhkan dua jenis bahan baku
utama, yaitu bahan A dan bahan B. Ketersediaan bahan A dibatasi hingga 7 ton per hari,
sedangkan bahan B tersedia maksimal 9 ton per hari. Untuk memproduksi 1 unit cat
eksterior, diperlukan 1 ton bahan A dan 3 ton bahan B. Sementara itu, untuk memproduksi 1
unit cat interior, dibutuhkan 2 ton bahan A dan 1 ton bahan B. Perusahaan menjual cat
eksterior dengan harga Rp3.800 per unit dan cat interior dengan harga Rp2.400 per unit.
Manajemen ingin menentukan jumlah produksi optimal dari kedua jenis cat agar dapat
memaksimalkan pendapatan tanpa melebihi batasan bahan baku yang tersedia.”.

JAWAB
1. Diketahui:
Perusahaan memiliki dua gudang (Semarang dan Bandung) dan tiga tujuan pengiriman
(Solo, Yogyakarta, Purwokerto) dengan permintaan dan persediaan sebagai berikut:

Solo Yogyakarta Purwokerto


Gudang Persediaan
(110) (130) (60)

Semarang Rp10,00 Rp15,00 Rp11,00 130


Bandung Rp8,00 Rp12,00 Rp14,00 170

Permintaan 110 130 60 300

Jawab :
A. Cek keseimbangan
Total persediaan (supply): 130 (Semarang) + 170 (Bandung) = 300
Total permintaan (demand): 110 + 130 + 60 = 300
Masalah seimbang, jadi tidak memerlukan dummy row/column.

B. Metode Sudut Barat Laut (North West Corner)

Awal alokasi:
Semarang → Solo: permintaan Solo = 110, supply Semarang = 130 → kirim 110
o Sisa Semarang = 130 - 110 = 20
o Sisa Solo = 0
Semarang → Yogyakarta: permintaan Yogyakarta = 130, sisa supply Semarang = 20 →
kirim 20
o Semarang habis
o Sisa Yogyakarta = 130 - 20 = 110
Bandung → Yogyakarta: sisa Yogyakarta = 110 → kirim 110
o Sisa Bandung = 170 - 110 = 60
Bandung → Purwokerto: permintaan = 60 → kirim 60
o Bandung habis

Semarang ke Solo: 110 unit


Semarang ke Yogyakarta: 20 unit
Bandung ke Yogyakarta: 110 unit
Bandung ke Purwokerto: 60 unit

Total biaya awal:


Semarang → Solo: 110 x 10 = Rp1.100
Semarang → Yogyakarta: 20 x 15 = Rp300
Bandung → Yogyakarta: 110 x 12 = Rp1.320
Bandung → Purwokerto: 60 x 14 = Rp840
Total Biaya Awal: Rp3.560
C. Optimasi Menggunakan Metode MODI
Ditemukan bahwa sel kosong Semarang → Purwokerto memiliki nilai Δ = -17,
menunjukkan bahwa alokasi bisa diperbaiki.
Perbaikan alokasi:
 Semarang ke Purwokerto: +20
 Semarang ke Yogyakarta: -20
 Bandung ke Yogyakarta: +20
 Bandung ke Purwokerto: -20

D. Alokasi Optimal:
Gudang Solo Yogyakarta Purwokerto Total

Semarang 110 0 20 130

Bandung 0 130 40 170

Total Biaya Optimal:


 Semarang → Solo: 110 x 10 = Rp1.100
 Semarang → Purwokerto: 20 x 11 = Rp220
 Bandung → Yogyakarta: 130 x 12 = Rp1.560
 Bandung → Purwokerto: 40 x 14 = Rp560
Total Biaya Optimal: Rp3.220

Kesimpulannya, untuk meminimalkan biaya transportasi sebesar Rp3.220, rute pengiriman


adalah:
 Semarang → Solo: 110 unit
 Semarang → Purwokerto: 20 unit
 Bandung → Yogyakarta: 130 unit
 Bandung → Purwokerto: 40 unit

2. Diketahui:
eksterior Interior Persediaan
Bahan A 1 2 7 ton
Bahan B 3 1 9 ton
Harga 3.800 2.400

a. Fungsi tujuan
Z = 3.800x + 2.400y

b. Batasan
 1x+2y ≤ 7
 3x+1y ≤ 9
c. Membuat grafik
 1x+2y ≤ 7
X= 0
Y= 7/2 = 3,5

Y=0
X= 7

 3x+1y ≤ 9
X=0
Y=9

Y=0
X=3

d. Titik-titik
 A (0,0)
 B (3,0)
 C (2,2 , 2,4)
 D (0, 3,5)
Cara mencari titik c

e. Tujuan

Titik Koordinat (x, y) Hitung Z = 3800x + 2400y

A (0, 0) 0

3800×3=11.4003800×3
B (3, 0)
= 11.4003800×3=11.400

3800×(2.2)+2400×(2.4)
C (2.2, 2.4) = 8360 + 5760
=14.120

D (0, 3.5) 2400×3.5=8.4002400 × 3.5 = 8.4002400×3.5=8.400

Titik optimal adalah titik yang memberikan Z maksimum.


 Maksimum diperoleh di titik C (2.2, 2.4) dengan:
Z=Rp14.120

Kesimpulan, Perusahaan akan memperoleh pendapatan maksimum sebesar Rp14.120 jika


memproduksi:
 2.2 unit cat eksterior
 2.4 unit cat interior

Sumber referensi:
Subagyo, Pangestu. (2022). Riset Operasi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Anda mungkin juga menyukai