0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan18 halaman

Analisa Interaksi Terapeutik Klien

Diunggah oleh

dyaha6331
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan18 halaman

Analisa Interaksi Terapeutik Klien

Diunggah oleh

dyaha6331
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama Mahasiswa : Elisabeth Banger


Tanggal : Selasa, 19 Agustus 2025
Waktu : Pkl. 09.00 – 09.30 WIB (30 Menit)
Tempat : Wisma Kenari,PSBL harapan Sentosa 1
Inisial Klien : Tn. J
Usia : 29 Tahun
Interaksi ke : 4 (Fase mengulang kegiatan yang sudah dilatih) – SP4 Harga diri Rendah
Tujuan komunikasi : Klien dapat mengulang kegiatan yang sudah dilatih dan meningkatkan harga diri pasien

KOMUNIKASI KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT TEKNIK


RASIONAL
VERBAL VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN KOMUNIKASI
P : Selamat Pagi pak, P: Memandang K dan P : Ingin membuka K masih ragu terhadap Giving recognition Salam merupakan
boleh saya duduk di tersenyum percakapan dengan klien orang baru yang masuk ke (memberikan kalimat pembuka untuk
sini ? K: Ekpresi datar dan berharap dengan lingkungannya pengakuan/penghargaan) memulai suatu
sapaan sederhana P bisa percakapan sehingga
diterima oleh K. dapat terjalin rasa
K ragu terhadap orang baru percaya.
K : Pagi, silahkan. K: Ekpresi datar P merasa senang ada
P: Memandang K tanggapan atas salam
walaupun belum
diekpresikan secara tulus
P : Wah, suasana Pagi ini P : Memandang ke P ingin memulai K memberikan respon Giving broad opening Topik ringan akan
cerah sekali ya mba halaman sambil melirik K percakapan dengan topik sepintas dan menunjukkan (memberikan pertanyaan memudahkan interaksi
ringan sebelum masuk ke perhatian cukup terhadap P terbuka) lebih lanjut
K : Ikut melihat ke kondisi K
K : (diam) halaman lalu menunduk
lagi
P : Oh ya, perkenalkan P : Memandang K sambil P merasa bahwa K harus K masih memberikan Giving recognition Memperkenalkan diri
saya Desy, saya menjulurkan tangan ke K diberikan penjelasan tanggapan secara ragu-ragu (memberikan dapat menciptakan rasa
mahasiswa praktek disini tentang kedatangan P pengakuan/penghargaan) percaya klien terhadap
yang akan merawat mba. perawat
K: Ekpresi datar
K : (diam) P: Memandang K
P : Nama mba siapa ? P : Masih menjabat P ingin tahu nama pasien K ragu-ragu Bertanya Mengenal nama pasien
tangan pasien dan akan memudahkan
mendekatkan diri ke-K interaksi
K : Menoleh sebentar

K : Wati, wati maharani. K : Menyebut nama P merasa pasien enggan K merasa perkenalan
dengan menunduk dan berkenalan hanya formalitas belaka
menarik tangannya
P : Mba senangnya P : Memandang K P ingin menjalin K mencoba mengingat Bertanya Nama panggilan
dipanggil dengan nama K : Menoleh ke halaman kedekatan dengan pasien nama yang disukainya merupakan nama akrab
apa? klien sehingga
K : Melihat ke arah P dan P senang walaupun K mulai tertarik dengan menciptakan rasa senang
K : Wati. menjawab singkat lalu jawaban singkat perkenalan dengan P akan adanya pengakuan
menunduk lagi atas namanya
P : Wah, kedengarannya P : Memandang K sambil P mencoba K berpikir sejenak, Bertanya Pujian berguna untuk
enak kalau saya manggil tersenyum mengakrabkan suasana mengngingat nama yang mendekatkan perawat
mba wati K : Menunduk disukainya menjalin hubungan
therapeutik dengan klien
K : Menoleh ke P P merasa pertanyaan
K : Iya P : Memperhatikan K mendapatkan respon K mulai merasa bahwa P
datang untuk membantu K

P : mba wati asalnya dari P : Memandang K P masih berusaha K berpikir dan mengingat- Bertanya Topik sederhana
mana ? K : Menunduk dan membangun keakraban ingat membantu menjalin
berpikir dengan topik sederhana kedekatan dengan klien

K : Jakarta
K : Menoleh ke P lalu P senang karena K K senang karena ingat
menunduk lagi memberi respon daerah asalnya dan
P : Memperhatikan K kembali membayangkan
daerah asalnya tersebut
P : mba wati sudah P : Memandang K sambil P mulai mengkaji data K berpikir dan berusaha Bertanya Lama rawat menentukan
berapa lama disini? tersenyum umum pasien mengingat apakah klien kronis atau
K : Menunduk akut

K : hmm. K: Ekpresi datar P khawatir kalau K membayangkan keadaan


P: Memandang K pertanyaan membuat K yang telah lama dijalaninya
tersinggung
P : Sekarang mba wanti P : Mendekatkan diri ke P mengkaji daya ingat K K berusaha mengingat- Bertanya Umur mempengaruhi
umurnya berapa? K ingat daya ingat klien
K : Menoleh ke halaman
dan terdiam beberapa
K : Em…26 tahun lama P merasa arah pertanyaan
sudah dapat dijawab jelas K menjawab sesuai dengan
K : Menoleh P sebentar oleh K daya ingat yang
lalu menunduk lagi dimilikinya
P : Tersenyum
P : Mba wati ingat P : Menunjukkan P berhati-hati karena K mengingat-ingat Bertanya Keluhan utama
nggak, kenapa bisa keseriusan pertanyaan tsb sangat merupakan dasar pasien
dirawat disini K : Menunduk spesifik dan takut dirawat di RS Jiwa
menyinggung pasien K menjawab ragu-ragu
K : stress K : Masih menunduk P lega karena K tidak
P : Memperhatikan tersinggung

P : Mba Wati, kegiatan P : Menepuk bahu K P mencoba mengalihkan K teralih karena Memberikan pertanyaan Pengalihan agar klien
sehari-hari ngapain saja K : Menoleh P pembicaraan terkait pertanyaan baru terbuka tidak larut dalam isi
mba ? waham pikirannya sendiri
K : Menggaruk-garuk
K : Mandi, makan ehm… kepalanya P merasa senang karena K bingung tentang yang
ya itu. P : Memperhatikan pasien bisa beralih dilakukannya sehari-hari
respon K
P : ehm, apakah pagi ini P : Memandang K P memikirkan topik lain K merenungkan Bertanya Diam berguna untuk
mba wati sudah mandi ? K : Menunduk yang terkait keadaannya memikirkan interaksi
selanjutnya
K : Masih menunduk P bingung harus ngobrol
K : (diam) P : Memperhatikan tentang apa lagi K menikmati halusinasi
lihatnya

P : Bagaimana perasaan P : Memandang K P mengalihkan topik K bingung dengan Bertanya Mengetahui perasaan
mba wati sekarang? K : Menunduk bahasan pertanyaan yang diberikan klien saat ini

K : gak tau. K : Menggaruk-garuk K menjawab tentang


kepala P bingung harus ngobrol keadaannya
P : Memperhatikan tentang apa lagi
P : menurut mba wati P : Memandang K P mengali pemahaman K bingung dengan Bertanya Untuk mengetahui
mandi itu penting tidak K : Menoleh klien tentang perawatan pertanyaan yang diberikan tanggapan pasien
ya ? diri terhadap kebersihan diri
K : Menggaruk-garuk
K : Gak tau, bingung kepala
P : Memperhatikan
P : Ya sudah, besok kita P : Memandang K P ingin mengakhiri fase I K memperhatikan P Bertanya dan membuat Evaluasi fase I
akan ngobrol lagi yaa K : Menoleh karena K tampak tidak kontrak
terkait pentingnya mandi kooperatif

K : hmm K : Memandang P sekilas


P : Memperhatikan
P : Nah, saya senang P : Memandang K P memberikan K ragu-ragu diberikan Bertanya dan membuat Kontrak berikutnya harus
sekali bisa ngobrol K : Menoleh reinforcement pada K reinforcement kontrak ditentukan dan harus
dengan mba wati. mendapatkan persetujuan
Bagaimana kalau selesai klien agar klien ingat
makan kita ngobrol lagi? terhadap kontrak
Sebentar saja kok, yach
cukup 20 menit saja. P senang karena K mau K ikut menentukan kontrak
K : Mengangguk menentukan kontrak
K : yaa P : Tersenyum berikutnya
P : Nah kalau mba wati P : Memandang K P menentukan topik dan K memikirkan tentang Giving recognition Kegiatan yang akan
setuju, nanti kita ngobrol K : Menunduk aktivitas pada kontrak kegiatan yang ditawarkan (memberikan dilaksanakan harus
tentang perawatan diri. berikutnya pengakuan/penghargaan) mendapat persetujuan K
Sekalian saya periksa sehingga bila K keluar
tekanan darahnya ya dari kegiatan dimaksud,
mba. bisa diingatkan tentang
K : Mengangguk P senang karena K setuju K setuju tentang kegiatan batasan kegiatan sesuai
K : Ya, ya…. P : Tersenyum dengan kegiatan yang yang akan dilaksanakan kontrak
akan dilaksanakan
P : Terimakasih atas P : Mengulurkan jabat P menutup fase I K menunjukkan rasa Giving recognition Salam penutup
kesediaan mba wati tangan percaya pada P (memberikan merupakan akhir fase
ngobrol dengan saya, K : Menoleh pengakuan/penghargaan) yang harus dilakukan
selamat pagi untuk mencegah tidak
K : menunduk P senang karena K mau K menyambut salam P percaya pada klien
K : pagi. P : Tersenyum berinteraksi dengan P

KESAN PERAWAT :

Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik. Perawat menganalisis bahwa dalam pertemuan pertama perawat belum berhasil mencapai
hubungan saling percaya dengan klien. Hasil interaksi menunjukkan klien masih belum bisa kooperatif. Interaksi perlu ditingkatkan untuk membantu klien
mengoptimalkan kemampuan soialisasi (verbal dan non verbal) yang telah dimiliki. Data yang tergali adalah data mengenai harga diri rendah kronik, menarik
diri, koping individu tidak efektif, deficit perawatan diri. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut.

Mahasiswa

Desy Ashari
Nama Mahasiswa : Desy Ashari
Tanggal : Selasa, 30 Juli 2024
Waktu : Pkl. 10.00 – 10.30 WIB (30 Menit)
Tempat : Ruang Ambarwati RSJ Mitra Plumbon Cibitung
Inisial Klien : Nn. W
Usia : 26 Tahun
Interaksi ke : 2 (Fase Perkenalan) - SP1 Defisit Perawat Diri
Tujuan komunikasi : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahnya
ANALISA PROSES INTERAKSI

KOMUNIKASI KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT TEKNIK


RASIONAL
VERBAL VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN KOMUNIKASI
P : Selamat Pagi Mba, P: Memandang K dan P : Ingin membuka K masih ragu terhadap Giving recognition Salam merupakan
boleh saya duduk di tersenyum percakapan dengan klien orang baru yang masuk ke (memberikan kalimat pembuka untuk
sebelah Mbanya ? K: Ekpresi datar dan berharap dengan lingkungannya pengakuan/penghargaan) memulai suatu
sapaan sederhana P bisa percakapan sehingga
diterima oleh K. dapat terjalin rasa
K ragu terhadap orang baru percaya.
K : Pagi, silahkan. K: Ekpresi datar P merasa senang ada
P: Memandang K tanggapan atas salam
walaupun belum
diekpresikan secara tulus
P : ap amba wati ingat P : Memandang ke P ingin memulai K memberikan respon Giving broad opening Topik ringan akan
dengan saya ? halaman sambil melirik K percakapan dengan topik sepintas dan menunjukkan (memberikan pertanyaan memudahkan interaksi
ringan sebelum masuk ke perhatian cukup terhadap P terbuka) lebih lanjut
K : Ikut melihat ke kondisi K
K : (diam) halaman lalu menunduk
lagi
P : Oh ya, perkenalkan P : Memandang K sambil P merasa bahwa K harus K masih memberikan Giving recognition Memperkenalkan diri
saya Desy, saya menjulurkan tangan ke K diberikan penjelasan tanggapan secara ragu-ragu (memberikan dapat menciptakan rasa
mahasiswa praktek disini tentang kedatangan P pengakuan/penghargaan) percaya klien terhadap
yang akan merawat mba. perawat
K: Ekpresi datar
K : ah iya mba yang tadi P: Memandang K
ya
P : Wah, senangnya mba P : Memandang K sambil P mencoba K berpikir sejenak, Bertanya Pujian berguna untuk
wati ingat dengan saya tersenyum mengakrabkan suasana mengngingat nama yang mendekatkan perawat
K : Menunduk disukainya menjalin hubungan
therapeutik dengan klien
K : Iya K : Menoleh ke P P merasa pertanyaan
P : Memperhatikan K mendapatkan respon K mulai merasa bahwa P
datang untuk membantu K
P : Nama mba siapa ? P : Masih menjabat P ingin tahu nama pasien K ragu-ragu Bertanya Mengenal nama pasien
tangan pasien dan akan memudahkan
mendekatkan diri ke-K interaksi
K : Menoleh sebentar

K : Wati, wati maharani. K : Menyebut nama P merasa pasien enggan K merasa perkenalan
dengan menunduk dan berkenalan hanya formalitas belaka
menarik tangannya
P : Mba senangnya P : Memandang K P ingin menjalin K mencoba mengingat Bertanya Nama panggilan
dipanggil dengan nama K : Menoleh ke halaman kedekatan dengan pasien nama yang disukainya merupakan nama akrab
apa? klien sehingga
K : Melihat ke arah P dan P senang walaupun K mulai tertarik dengan menciptakan rasa senang
K : Wati. menjawab singkat lalu jawaban singkat perkenalan dengan P akan adanya pengakuan
menunduk lagi atas namanya
P : mba wati sudah P : Memandang K sambil P mulai mengkaji data K berpikir dan berusaha Bertanya Lama rawat menentukan
berapa lama disini? tersenyum umum pasien mengingat apakah klien kronis atau
K : Menunduk akut

K : sudah 6 bln K: Ekpresi datar P khawatir kalau K membayangkan keadaan


P: Memandang K pertanyaan membuat K yang telah lama dijalaninya
tersinggung
P : Mba wati ingat P : Menunjukkan P berhati-hati karena K mengingat-ingat Bertanya Keluhan utama
nggak, kenapa bisa keseriusan pertanyaan tsb sangat merupakan dasar pasien
dirawat disini K : Menunduk spesifik dan takut dirawat di RS Jiwa
menyinggung pasien K menjawab ragu-ragu
K : saya pernah K : Masih menunduk P lega karena K tidak
memukul orang tua saya P : Memperhatikan tersinggung
P : Mba Wati, kegiatan P : Menepuk bahu K P mencoba mengalihkan K teralih karena Memberikan pertanyaan Pengalihan agar klien
sehari-hari ngapain saja K : Menoleh P pembicaraan terkait pertanyaan baru terbuka tidak larut dalam isi
mba ? waham pikirannya sendiri
K : Menggaruk-garuk
K : Mandi, makan ehm… kepalanya P merasa senang karena K bingung tentang yang
ya itu. P : Memperhatikan pasien bisa beralih dilakukannya sehari-hari
respon K
P : ehm, apakah pagi ini P : Memandang K P memikirkan topik lain K merenungkan Bertanya Diam berguna untuk
mba wati sudah mandi ? K : Menunduk yang terkait keadaannya memikirkan interaksi
selanjutnya
K : Masih menunduk P bingung harus ngobrol
K : belum P : Memperhatikan tentang apa lagi K menjawab
P : Bagaimana perasaan P : Memandang K P mengalihkan topik K bingung dengan Bertanya Mengetahui perasaan
mba wati sekarang? K : Menunduk bahasan pertanyaan yang diberikan klien saat ini

K : biasa saja K : Menggaruk-garuk K menjawab tentang


kepala P bingung harus ngobrol keadaannya
P : Memperhatikan tentang apa lagi
P : menurut mba wati P : Memandang K P mengali pemahaman K bingung dengan Bertanya Untuk mengetahui
mandi itu penting tidak K : Menoleh klien tentang perawatan pertanyaan yang diberikan tanggapan pasien
ya ? diri terhadap kebersihan diri
K : Menggaruk-garuk
K : seharusnya si penting kepala
P : Memperhatikan
P : iya mba, mandi itu P : Memandang K P ingin meningkatkan K memperhatikan P Bertanya Untuk memotivasi pasien
penting karna untuk K : Menoleh motivasi K untuk mandi agar mandi
menjaga kebersihan diri
kita dri kuman-kuman
dan bikin tubuh kita jadi
tampak segar K : Memandang P sekilas
P : Memperhatikan
K : hmm
P: apa bersedia mba wati P : Memandang K Bersikap persuasif agar K memperhatikan P Bertanya Informing menjelaskan
saya bantu untuk mandi K : Menatap P klien dapat bekerja sama kontak untuk memudahkan
sekarang ? menjalankan kontrak intervensi selanjutnya.
sebelumnya.
K: jangan sekarang, nanti K : Masih menunduk
saja P : Memperhatikan dan
tersenyum
P : baik, saya senang P : Memandang K P memberikan K ragu-ragu diberikan Bertanya dan membuat Kontrak berikutnya harus
sekali bisa ngobrol K : Menoleh reinforcement pada K reinforcement kontrak ditentukan dan harus
dengan mba wati. mendapatkan persetujuan
Bagaimana kalau selesai klien agar klien ingat
makan kita ngobrol lagi? terhadap kontrak
Sebentar saja kok, yach
cukup 20 menit saja. P senang karena K mau K ikut menentukan kontrak
K : Mengangguk menentukan kontrak
K : yaa P : Tersenyum berikutnya
P : Nah kalau mba wati P : Memandang K P menentukan topik dan K memikirkan tentang Giving recognition Kegiatan yang akan
setuju, nanti kita ngobrol K : Menunduk aktivitas pada kontrak kegiatan yang ditawarkan (memberikan dilaksanakan harus
tentangkemampuan berikutnya pengakuan/penghargaan) mendapat persetujuan K
positif yang mba wati sehingga bila K keluar
punya yaa. dari kegiatan dimaksud,
K : Mengangguk P senang karena K setuju K setuju tentang kegiatan bisa diingatkan tentang
K : Ya, ya…. P : Tersenyum dengan kegiatan yang yang akan dilaksanakan batasan kegiatan sesuai
akan dilaksanakan kontrak
P : Terimakasih atas P : Mengulurkan jabat P menutup fase I K menunjukkan rasa Giving recognition Salam penutup
kesediaan mba wati tangan percaya pada P (memberikan merupakan akhir fase
ngobrol dengan saya, K : Menoleh pengakuan/penghargaan) yang harus dilakukan
selamat pagi untuk mencegah tidak
K : menunduk P senang karena K mau K menyambut salam P percaya pada klien
K : pagi. P : Tersenyum berinteraksi dengan P

KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase 2 (lanjutan perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik. Perawat menganalisis bahwa dalam pertemuan kedua perawat sudah berhasil
mencapai hubungan saling percaya dengan klien. Hasil interaksi menunjukkan klien bisa kooperatif, klien dapat mengingat perawat dan klien mulai terbuka
dengan perawat. Interaksi perlu ditingkatkan untuk membantu klien mengoptimalkan kemampuan soialisasi (verbal dan non verbal) yang telah dimiliki. Data
yang tergali adalah data mengenai harga diri rendah kronik, menarik diri, koping individu tidak efektif, deficit perawatan diri. Kontrak selanjutnya telah
dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut.

Mahasiswa

Desy Ashari
ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama Mahasiswa : Desy Ashari


Tanggal : Selasa, 30 Juli 2024
Waktu : Pkl. 13.00 – 13.30 WIB (30 Menit)
Tempat : Ruang Ambarwati RSJ Mitra Plumbon Cibitung
Inisial Klien : Nn. W
Usia : 26 Tahun
Interaksi ke : 3 (Fase Perkenalan) – SP1 Harga Diri rendah
Tujuan komunikasi : Perkenalan dan mengidentifikasi kmanpuan dan nilai atau aspek positif

ANALISA TEKNIK
KOMUNIKASI KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT
BERPUSAT PADA KOMUNIKASI RASIONAL
VERBAL VERBAL PADA KLIEN
PERAWAT
P : Selamat siang Mba, P: Memandang K dan P : Ingin membuka K masih ragu terhadap Giving recognition Salam merupakan
boleh saya duduk di tersenyum percakapan dengan orang baru yang masuk ke (memberikan kalimat pembuka untuk
sebelah Mbanya ? K: Ekpresi datar klien dan berharap lingkungannya pengakuan/pengharga memulai suatu
dengan sapaan an) percakapan sehingga
sederhana P bisa dapat terjalin rasa
diterima oleh K. K ragu terhadap orang percaya.
K : ya, silahkan. K: Ekpresi datar baru
P: Memandang K P merasa senang ada
tanggapan atas salam
walaupun belum
diekpresikan secara
tulus
P : ap amba wati ingat P : Memandang ke P ingin memulai K memberikan respon Giving broad opening Topik ringan akan
dengan saya ? halaman sambil melirik percakapan dengan sepintas dan menunjukkan (memberikan memudahkan interaksi
K topik ringan sebelum perhatian cukup terhadap pertanyaan terbuka) lebih lanjut
masuk ke kondisi K P
K : zr. desy K : Ikut melihat ke
halaman lalu
menunduk lagi
P : Wah, senangnya P : Memandang K P mencoba K berpikir sejenak, Bertanya Pujian berguna untuk
mba wati sudah ingat sambil tersenyum mengakrabkan suasana mengngingat nama yang mendekatkan perawat
dengan nama saya K : Menunduk disukainya menjalin hubungan
therapeutik dengan
K : Menoleh ke P P merasa pertanyaan K mulai merasa bahwa P klien
K : Iya P : Memperhatikan K mendapatkan respon datang untuk membantu K
P : Baiklah, mba wati P: Mempertahankan P membuat kontrak Klien sudah mulai Bertanya Klien sudah mulai
sesuai dengan kontak mata, suara pertemuan dengan bersikap terbuka dengan membuka diri dengan
kesepakatan tadi penuh perhatian klien perawat perawat. Ini merupakan
bagaimana kalau kita K: Memandang awal yang baik untuk
membicarakan tentang perawat, mendengarkan mengetahui lebih
perasaan mba wati dan dan menjawab dalam lagi tentang
kemampuan yang mba pertanyaan masalah yang
miliki? Setelah itu kita dihadapinya
akan menilai kegiatan
mana yang masih
dapat mba lakukan,
setelah kita nilai, kita
akan pilih beberapa
kegiatan untuk kita
latih.”

K : iya, boleh sus


P : Baiklah kita akan P: Mempertahankan P ingin menjalin K mulai paham maksud Bertanya Perawat melakukan
berbicang bincang ya kontak mata, suara kedekatan dengan kedatangan p kontrak waktu agar
mba penuh perhatian pasien klien mengetahui
untuk tempat dan K: Memandang durasi interaksi
waktunya, tempatnya perawat, mendengarkan P senang dan jawaban
mba mau dimana? dan menjawab
Yang bisa membuat pertanyaan
mba nyaman? kalau
begitu disni saja yaa
bu. Waktunya sekitar
10-15 menit yaa mba

K : iya boleh sus


P : Sebelumnya saya P: Mempertahankan Perawat mencoba Klien menjelaskan tentang Memberikan Klien sudah mulai
ingin menanyakan kontak mata, suara membuka diri dan hal yang ditanyakan oleh pertanyaan terbuka membuka diri dengan
tentang penilaian mba penuh perhatian mencoba menggali data perawat perawat. Ini merupakan
terhadap diri mba K: Memandang baru yang mungkin awal yang baik untuk
sendiri, tadi mba perawat, mendengarkan sangat diperlukan dari mengetahui lebih
mengatakan merasa dan menjawab klien dalam lagi tentang
tidak berharga pertanyaan masalah yang
sekarang, apa yang dihadapinya
menyebabkan mba
seperti demikian?

K: Sekarang saya
merasa tidak berharga
dan tidak dicintai
P: Apa yang membuat P: mempertahankan Perawat mencoba Klien mendengarkan Bertanya Untuk mengidentifikasi
iu tidak merasa di sikap terbuka, suara untuk menggali lebih pertanyaan perawat penyebab kondisi klien
cintai ? terbuka dan tetap jauh tentang kondisi saat ini
menggali masalah yang klien saat ini
dihadapi klien
K: karena saya K: memandang dan Klien menjelaskan tentang
diputusin sama pacar menjawab pertanyaan Perawat mendengarkan hal yang ditanyakan oleh
yang saya cintai perawat. keterangan yang perawat
disampaikan klien
P: mba wati kalau P: mempertahankan Perawat mencoba Klien mendengarkan Bertanya Perawat berusaha
dirumah suka cerita sikap terbuka, suara untuk menggali lebih pertanyaan perawat mengeksplorasi dengan
kesiapa ? terbuka dan tetap jauh tentang kapan memberikan
K: Saya tidak pernah menggali masalah yang klien menyakiti dirinya Klien menjelaskan tentang pertanyaan yang
cerita kesiapapun saya dihadapi klien hal yang ditanyakan oleh bertujuan untuk
lebih banyak berdiam K: memandang dan Perawat mendengarkan perawat menggali waktu
di rumah menjawab pertanyaan keterangan yang kejadian
perawat. disampaikan klien
P: Baik mba. Kira-kira P: Mempertahankan Perawat mencoba Klien mendengarkan Bertanya Perawat berusaha
apa yang membuat sikap terbuka, suara untuk menggali gejala pertanyaan perawat mengeksplorasi gejala
mba wati rasakan jelas, yang dirasakan klien yang dirasakan klien
ketika tidak berharga ketika sedang cemas saat cemas
K: Mendengarkan
K: Saya hanya diam di pertanyaan perawat, Perawat mendengarkan Klien menjelaskan tentang Klarifikasi dari klien
rumah memandang perawat, jawaban yang hal yang ditanyakan oleh menandakan klien
Terlihat sedih. disampaikan klien perawat dengan rinci sudah mencoba terbuka
dengan perawat
P : bagaimana kalau P: Mempertahankan Perawat mencoba Klien mendengarkan Bertanya Perawat berusaha
kita menilai sikap terbuka, suara menjelaskan apa saja pertanyaan perawat mengeksplorasi dengan
kemampuan positif jelas, gejala yang dirasakan memberikan
yang mba miliki untuk K: Mendengarkan klien ketika sedang pertanyaan terbuka
dilatih dan pertanyaan perawat, cemas yang bertujuan untuk
dikembangkan. Coba memandang perawat menggali penyebab
mba sebutkan kecemasan klien
kemampuan apa saja
yang mba miliki?

K: Saya tidak
mempunyai kelebihan,
saya suka menyapu,
menulis,
membersihkan tempat
tidur. Menyapu dan
mencuci pakian.

P : “wah bagus sekali K: Tampak Perawat mendengarkan Klien menjawab Memberikan Perawat berusaha
ada 5 kemampuan bersemangat, jawaban yang pertanyaan perawat pertanyaan terbuka mengeksplorasi dengan
positif yang mba tersenyum dengan disampaikan klien memberikan
miliki, nah sekarang perawat Klien mendengarkan pertanyaan terbuka
dari kelima P: Perawat pertanyaan perawat yang bertujuan untuk
kemampuan yang mba mendengarkan menggali penyebab
miliki mana yang keterangan yang kecemasan klien
masih dapat dilakukan disampaikan klien
sekarang

K : menyapu
P: baik mari kita K: Tampak Perawat menjelaskan Klien memperhatikan Giving recognition Membantu mengali
latihan menyapu, bersemangat, dan langkah-langkah nafas perawat cara latihan nafas (memberikan kemampuan positif
tujuannya agar mba antusias dalam dalam pengakuan/pengharga pasien
dapat meningkatkan P: Perawat an)
kemampuan merapikan mendengarkan
menyapu dan keterangan yang
merasakan disampaikan klien
manfaatnya.

K: boleh sus
P: Alhamdulillah bu, P: Mempertahankan Perawat mencoba Klien mendengarkan Giving recognition Membantu motivasi
benar sekali. Sangat sikap terbuka, suara memberi sedikit permintaan perawat (memberikan pasien dalam
bagus jika mba saat ini jelas reinforcment positif pengakuan/pengharga kemampuan positif
sudah bisa K: Mendengarkan kepada klien an)
memperagakannya pertanyaan perawat,
memandang perawat
K: iya sus, terima
kasih
P: Bagaimana perasaan P: Tersenyum, Perawat melakukan Klien mendengarkan Bertanya Mengevaluasi secara
ibu setelah ngobrol- mempertahankan sikap evaluasi secara pertanyaan subjektif setelah
ngobrol dengan saya terbuka, suara jelas subjektif setelah diberikan intervensi
hari ini, mba ? K: Mendengarkan berbincang mengenai untuk mengetahui
K: Senang sus dan jadi pertanyaan perawat, cara mengendalikan apakah kegiatan SP
tau gimana tanda-tanda memandang perawat. kecemasan berjalan dengan baik
kalo saya sedang sesuai dengan tujuan
merasa tidak berharga, kegiatan
sebelumnya kan saya
ga sadar tentang itu
P: Nah kitakan sudah P: Tersenyum, Perawat membuat Klien mendengarkan Bertanya dan Membuat kontrak
berbicara banyak hari mempertahankan sikap kontrak selanjutnya perawat membuat kontrak untuk pertemuan
ini, Kalau kita bertemu terbuka, suara jelas selanjutnya
lagi besok ya mba K: Mendengarkan Menunggu feedback
pukul 08.00 bagaimana pertanyaan perawat, klien Memberikan feedback ke
mba bisa? Kalau memandang perawat. perawat
diruang tamu lagi
gimana?

K: Boleh sus, saya bisa


kok pada hari dan jam
itu.
P: Kalau begitu, P: Mengucapkan Salam Perawat berpamitan Klien mendengarkan Giving recognition Mengucapkan salam,
Sekarang saya pamit (Mengulurkan Tangan), salam dan menjawab (memberikan sikap yang ramah dan
pulang ya mba wati. tersenyum salam pengakuan/pengharga terminasi yang baik
Terima kasih mba K: Mendengarkan an) akan meningkatkan
sudah meluangkan (mengulurkan tangan hubungan saling
waktunya, untuk berjabatan percaya
Assalamu’alaikum tangan), tersenyum
K:
Wa’alaikumussalam,
makasih juga ya sus
KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase 3 ( Perkenalan dan mengidentifikasi kmanpuan dan nilai atau aspek positif) dapat dilaksanakan dengan baik. Perawat menganalisis bahwa dalam
pertemuan ketiga perawat sudah berhasil mencapai hubungan saling percaya dengan klien. Hasil interaksi menunjukkan klien bisa kooperatif, klien dapat
mengingat nama perawat dan klien mampu mengikuti instruksi perawat dalam menggali dan memotivasi dalam hal kemampuan positif yang dimiliki pasien.
Interaksi perlu ditingkatkan untuk membantu klien mengoptimalkan kemampuan soialisasi (verbal dan non verbal) yang telah dimiliki. Data yang tergali
adalah data mengenai harga diri rendah kronik, menarik diri, koping individu tidak efektif, deficit perawatan diri. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan
pasien menerima kontrak tersebut.

Mahasiswa

Desy Ashari

Anda mungkin juga menyukai