Panduan Penggunaan Perkakas Tangan
Panduan Penggunaan Perkakas Tangan
Perkakas tangan yang sering digunakan sehari-hari diantaranya adalah: obeng (screw
driver), tang (pliers), kunci inggris (adjumstable wrench), kunci pipa (pipe wrench), kunci
kombinasi (combination wrench), hammer wrench, kunci socket (socket wrench), dan
martil (hammer).
2 4
Bagian-bagian Obeng:
1. Handle (tangkai)
2. Shank (batang) atau length of blade
3. Blade (mata obeng)
Bagian-bagian obeng
2. Tang (Pliers)
Dipergunakan untuk memotong kabel atau kawat. Kacamata pengaman harus
selalu dipakai saat menggunakannya.
Jenis-jenis tang (pliers)
Digunakan untuk
memotong wire, paku,
rivets dan sebagainya.
Digunakan untuk
mengunci box
connector’s , lock
nuts dan small
conduit coupling.
Catatan:
Sebelum dipakai, semua alat harus diperiksa untuk meyakinkan bahwa semuanya berada
dalam kondisi yang baik. Hal ini harus dipertimbangkan sebagai salah satu praktek
pengoperasian.
3. Kunci Inggris (Adjustable Wrench)
Berikut ini dua cara menggunakan kunci inggris:
a. Menyetel kunci sehingga rahang-rahangnya pas pada bidang mur dengan memutar
tombol pemutar
b. Memutar kunci sehingga kekuatannya ada pada rahang tetap (fixed jaw), baik pada
saat diketatkan atau dilonggarkan
Adjustable wrench
1 = Hook jaw
1
b 2 = Hill jaw
2
3 = Adjuster
4 = Handle
3
a = Panjang kunci pipa
b = Maksimum ukuran pipa
a
6“ ¾“
8” 1“
10” 1 ½”
12” 2”
14” 2”
18” 2 ½”
24” 3 “
36” 5 “
48” 6 “
Ukuran Kunci Pipa
c. Pemakaian Kunci Pipa
Cara menggunakan kunci pipa yang benar dan selamat:
• Periksa obyek (contoh: pipa, fitting) yang akan dikerjakan, dan bersihkan bila perlu
• Pilih kunci pipa yang sesuai dengan obyek yang akan dibuka/dikunci
• Sesuaikan ukuran kunci dengan obyek yang akan dibuka/dikunci
• Pasangkan kunci pada obyek sehingga betul-betul berada di tengah gigi-gigi kunci,
tujuannya agar ada ruang antara obyek dengan punggung kunci
• Atur posisi berdiri dan cara memegang kunci yang benar sesuai dengan analisa
bahaya
• Tekan kunci perlahan-lahan, pastikan penguncian/pembukaan sesuai dengan yang
dibutuhkan
Catatan:
• Selalu gunakan PPE (sarung tangan)
• Housekeeping sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan
• Jangan gunakan kunci pipa untuk memukul
• Jangan gunakan kunci pipa sebagai alat pembengkok
• Jangan gunakan kunci pipa untuk me-reset standing valve (polished rod bisa
rusak, kunci mengenai pemakai/orang lain)
• Jangan posisikan diri anda di bawah obyek yang akan dikunci/dibuka
• Jangan berdiri di atas kunci pipa untuk memberi tambahan tenaga waktu
membuka/mengunci
• Pastikan sarana di bawah yang akan dikunci dalam keadaan tertutup (cellar
box, pit, MFU, dan lain-lain)
• Perhatikan kemungkinan bahaya terjepit pada saat mengunci dan membuka
B
A = Outside diameter box end
B = Outside diameter open end
C = Length
Hammer wrench
kunci Sacket
A = Flex handle
B = Extension
C = Ratchet
B
Extension Bar
D = Length
B E = Opening depth
8. Martil (Hammer)
a. Martil godam (sledge hammer)
Digunakan untuk jenis pekerjaan berat, martil ini beratnya 2.5 lbs sampai dengan
10 lbs.
Sledge Hammer
Mason’s brick
c. Martil lunak (soft hammer)
Digunakan untuk memukul benda kerja yang terbuat dari bahan lunak agar tidak
cacat, dan tidak menimbulkan percikan api.
Jenis martil lunak: Martil kuningan, martil timah, martil rubber, dan martil kayu.
Soft hammer
Bagian atas yang berbentuk kuku kambing digunakan untuk mencabut paku dan
bagian yang permukaannya rata digunakan untuk memukul, meratakan dan
memaku.
Claw hammer
Catatan:
• Selalu gunakan PPE (sarung tangan, pelindung mata dan atau muka)
• Housekeeping sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan
• Gunakan penjepit (vise) apabila memukul benda kecil
Alat Angkat (Lifting Equipment)
• Elevator crane
Overhead crane dan low-head crane bergerak maju mundur dan kiri kanan,
sepanjang rel. Overhead crane menggunakan motor listrik atau air compressor, sementara
low-head crane menggunakan tenagamanusia sehingga kapasitasnya terbatas (lebih kecil).
Jib crane dapat bergerak 360o seputar tiang penyangganya (post) dalam radius
maksimal sepanjang jib-nya. Jib wall crane hanya dapat bergerak180o karena menempel di
dinding. Baik jib crane atau jib wall crane digerakkan oleh motor listrik atau tenaga
manusia untuk menaikkan/ menurunkan benda yang diangkat.
Catatan: Alat angkat (crane) hanya boleh dioperasikan oleh seorang operator yang
mempunyai SIO (surat izin operasi) dari Lifting Operation Permit (LOP) dari PHR.
• Truck crane
Truck crane sangat praktis dalam penggunaannya dengan jarak jangkauan yang
bisa diatur panjang pendek boom crane-nya (disebuttelescoping boom), dengan
sudut kemiringan boom yang bervariasi, dan bisa mengangkat dengan berputar
360°. Alat angkat ini digerakkan oleh tenaga hydraulic.
• Crawler crane
Berbeda dengan truck crane, lifting truck ini menggunakan boomyang statis
(lattice boom).
• Forklift
Forklift dapat mengangkat sambal berpindah. Hal ini tidak diperkenankan
pada jenis lifting truck lain yang mempunyai crane.
• Radius kerja
• Sudut boom
• Tinggi angkatan/panjang boom
• Kapasitas beban yang ditentukan
• Penggunaan outrigger
Pada setiap boom akan terdapat indikator, yang mencantumkan besar sudut dan
jumlah beban kerja aman yang dapat diangkat. Selain pada boom indicator, juga ada
indikator yang ditempatkan pada kabin agar Operator dapat membaca dengan mudah dan
jelas.
Dalam pengoperasian lifting truck, aba-aba tangan merupakan faktor pendukung
keamanan dan kelancaran pekerjaan. Aba-aba yang ada saat ini merupakan standard yang
dipakai secara umum. Bila operator melihat aba-aba diluar standard maka operator harus
menghentikan operasi. Seorang yang ditunjuk sebagai pemberi aba-aba (biasa disebut signal
man) haruslah orang yang bersertifikat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memindahkan benda kerja dengan alat
angkat:
Peringatan!
Alat angkat harus digunakan untuk mengangkat secara tegak lurus.
Dilarang mengangkat sambil menarik dari samping (menyeret).
Checkpoint
Fasilitas fire fighting system secara umum berfungsi untuk memberikan proteksi
(early warning system) serta menanggulangi kejadian atau indikasi kebakaran di area
fasilitas produksi dan penampungan minyak dan gas di area kerja PHR WK Rokan. Fasilitas
yang terpasang mampu mengidentifikasi keberadaan flame/api di area kerja dan dapat
beroperasi secara automatic maupun secara manual oleh tim operation.
Fasilitas dilengkapi dengan 2 sistem alat pendeteksi api, yaitu automatic flame
detector dan manual call point. Secara automatic, infrared sensor akan membaca signal
flame/api dan mengaktifkan flame detector. Secara manual, operator dapat mengaktifkan
alarm dengan mengaktifkan manual call point. Ketika alat pendeteksi flame api aktif, maka
akan memberikan alarm berupa sounder alarm dan beacon lamp. Operator dapat
memonitor HMI di control room untuk status alarm melalui monitor PC yang sudah
terintegrasi dengan sistem di lapangan.
Perhatian!
Jika terjadi kebakaran dan kondisi emergency pada fasilitas di lokasi kerja segera hubungi
Fire & Emergency Response Team (FERT) PT. Pertamina Hulu Rokan WK Rokan pada
nomor:
Fasilitas fire fighting dilengkapi dengan jockey pump dan fire pump. Fire Pump
berfungsi sebagai pendukung utama debit air yang diperlukan ketika fire/foam monitor atau
hydrant dibuka untuk digunakan sebagai pemadam kebakaran. Semua unit Fire pump
difungsikan ketika pressure pada fire line sudah <100 psig. Fasilitas fire pump juga
dilengkapi dengan relief valve, yang berfungsi release pressure ke fire pit ketika over
pressure terjadi di fire line.
1. Fire Hydrant
Fire hydrant (untuk selanjutnya disebut hydrant) adalah keran air yang digunakan
sebagai sarana pasokan air untuk pemadam kebakaran. Hydrant ini selalu dicat merah.
Dalam pemakaiannya hydrant disambung dengan reducer, fire hose dan fire nozzle. Tekanan
air pada hydrant dalam keadaan “standby” cukup rendah, yaitu sekitar 30 – 40 psi (pound
per square inch). Sebagian hydrant dilengkapi dengan booster pump sehingga dalam
keadaan darurat, tekanan air pada hydrant dapat dinaikkan sampai 100 psi. Selain itu
hydrant juga merupakan sarana pasokan air untuk fire truck (truk pemadam kebakaran)
pada saat pemadaman kebakaran. Hydrant banyak dijumpai di sekitar gathering station,
perkantoran dan kompleks perumahan milik perusahaan.
Fire monitor
Fire Monitor (FM) adalah fire nozzle yang tidak portable dan dicat merah. FM
dipasang permanen sehingga tidak dapat dipindah-pindahkan. FM harus dapat digerakkan
atau diarahkan naik-turun dan kekanan-kiri sesuai dengan kebutuhan. FM banyak dijumpai
di sekitar tangki minyak di dalam gathering station dan ada satu unit di atas masing-masing
fire truck. FM yang berada di sekitar tangki minyak memperoleh pasokan air dari fire pit
sesudah dipompakan oleh fire pump.
Hydrant hanya boleh dibuka/ditutup oleh pegawai yang berwenang dan untuk tujuan
tertentu yang jelas (pada saat terjadi kebakaran atau untuk tujuan pengujian) dengan
menggunakan kunci khusus (special fire tools). Membuka dan menutup hydrant harus
dilakukan dengan posisi yang benar yaitu posisi tubuh tidak berada pada arah yang sama
dengan aliran air yang akan keluar dari hydrant tersebut.
Fire hydrant tipe barrel Fire hydrant tipe standpipe
Fire hydrant
Adjustable combination
Nozzle hydrant wrench & spanner
Checkpoint