0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan29 halaman

Panduan Penggunaan Perkakas Tangan

Diunggah oleh

muzikezia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan29 halaman

Panduan Penggunaan Perkakas Tangan

Diunggah oleh

muzikezia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul General

Basic Tools Application


BASIC TOOLS APPLICATION

Perkakas Tangan (Hand Tools)

Perkakas tangan yang sering digunakan sehari-hari diantaranya adalah: obeng (screw
driver), tang (pliers), kunci inggris (adjumstable wrench), kunci pipa (pipe wrench), kunci
kombinasi (combination wrench), hammer wrench, kunci socket (socket wrench), dan
martil (hammer).

1. Obeng (Screw Driver)


Digunakan untuk melonggarkan atau mengetatkan sekrup, bukan untuk keperluan
mencongkel, memahat, dan menusuk. Pergunakanlah obeng yang sesuai dengan ukuran
sekrup.
Petunjuk keselamatan dasar pemakaian obeng
a. Yakinkanlah bahwa ujung obeng cocok dengan celah sekrup, tidak terlalu longgar dan
juga tidak terlalu ketat
b. Jangan menggunakan obeng untuk memahat atau melubangi logam
c. Jangan biarkan obeng di tempat panas yang berlebihan
d. Kikirlah ujung obeng yang sudah aus untuk mendapatkan kembali sudut yang baik, ganti
obeng bila sudah tidak memadai lagi
e. Buanglah obeng yang sudah aus atau rusak handle-nya
f. Jangan gunakan tangan sebagai penahan bila memakai obeng. Bila obeng tersebut
tergelincir akan melukai tangan. Gunakan clamp atau jepitan untuk pengamanan kerja.
g. Bila membawa obeng ke tempat kerja, bawalah dalam tool box. Begitupun jika
diperlukan membawa obeng di tangan, bawalah dengan ujung menghadap ke bawah.
h. Untuk pekerjaan yang berkaitan dengan listrik, yakinkan bahwa pegangan terisiolasi
dengan baik. Bila mata obeng terbuat dari logam, sebaiknya tidak seluruhnya sampai ke
pegangan.
Jenis-jenis Obeng (screw driver)
– No. 1 obeng tumpul untuk kerja jarak dekat
– No. 2 obeng dengan tangkai persegi dimana kunci inggris bisa dipakai untuk memutar
sekrup yang susah dibuka
– No. 3 obeng bunga (Philips Screwdriver)
– No. 4 obeng kabinet dengan tangkai kecil untuk menjangkau sekrup yang dalam lubang
bor
3

2 4

Contoh Jenis Obeng

Jenis kepala sekrup


Kepala sekrup reed & prince agak mirip dengan type phillips (atas), tapi ada
perbedaan. Celah pada sekrup phillips bersilang dalam kurva, sementara reed & prince
alurnya bertemu pada sudut yang tepat.
Pasangan yang tepat antara obeng dan sekrup

Contoh tipe kepala sekrup


Pemakaian Obeng
Beberapa contoh pemakaian obeng yang benar dan salah:
Gambar disamping memperlihatkan obeng
dengan penahan sekrup diperlukan untuk
bekerja di celah atau ruang sempit.

Tipe yang sebelah kiri menunjukkan


pemakaian clips untuk menahan sekrup. Tipe
yang sebelah kanan, ujung obeng memiliki
celah penahan untuk memegang sekrup.
Setelah sekrup masuk dengan tepat, langkah berikutnya bisa dilakukan dengan obeng lain.

Bagian-bagian Obeng:
1. Handle (tangkai)
2. Shank (batang) atau length of blade
3. Blade (mata obeng)

Bagian-bagian obeng
2. Tang (Pliers)
Dipergunakan untuk memotong kabel atau kawat. Kacamata pengaman harus
selalu dipakai saat menggunakannya.
Jenis-jenis tang (pliers)

Lineman’s side cutting


pliers
Digunakan untuk
memotong kabel dan
melepaskan secara
paksa.

Lineman’s side cutting pliers

Long nose pliers


Digunakan untuk
membengkokkan dan
penempatan benda–
benda kecil.

Long nose pliers Utility pliers


Digunakan untuk
range yang lebih
besar, pemakaian
cengkraman,
pemutaran, dan
Utility pliers pembengkokan. Tang
jenis ini disebut juga
channellock.

Diagonal cutting pliers


Digunakan untuk
memotong kabel dan
wire yang sulit bagi Lineman’s side
cutting pliers.

Contoh Jenis Tang


Jenis-jenis tang (pliers)
Locking pliers

Digunakan untuk meng-


clamp benda kecil,
menggerakkan baut yang
sudah lecet. Biasanya
Locking pliers
disebut vise grips.

End cutting pliers

Digunakan untuk
memotong wire, paku,
rivets dan sebagainya.

End cutting pliers

Slip joint pliers

Digunakan untuk
mengunci box
connector’s , lock
nuts dan small
conduit coupling.

Contoh jenis tang

Catatan:
Sebelum dipakai, semua alat harus diperiksa untuk meyakinkan bahwa semuanya berada
dalam kondisi yang baik. Hal ini harus dipertimbangkan sebagai salah satu praktek
pengoperasian.
3. Kunci Inggris (Adjustable Wrench)
Berikut ini dua cara menggunakan kunci inggris:
a. Menyetel kunci sehingga rahang-rahangnya pas pada bidang mur dengan memutar
tombol pemutar
b. Memutar kunci sehingga kekuatannya ada pada rahang tetap (fixed jaw), baik pada
saat diketatkan atau dilonggarkan

Adjustable wrench

4. Kunci Pipa (Pipe Wrench)


Kunci pipa Digunakan untuk menguatkan dan melonggarkan pipa dan fitting.

Kunci Pipa (Pipe Wrench)


Dalam menggunakan kunci pipa boleh disambung dengan nipple, maksimum
panjang nipple 1½ kali dari gagang kunci.
a. Bagian-bagian Kunci Pipa

1 = Hook jaw
1
b 2 = Hill jaw
2
3 = Adjuster
4 = Handle
3
a = Panjang kunci pipa
b = Maksimum ukuran pipa
a

Bagian-bagian Kunci Pipa

b. Jenis Ukuran Kunci Pipa

Panjang kunci = a Maksimum ukuran pipa = b

6“ ¾“
8” 1“
10” 1 ½”
12” 2”
14” 2”
18” 2 ½”
24” 3 “
36” 5 “
48” 6 “
Ukuran Kunci Pipa
c. Pemakaian Kunci Pipa
Cara menggunakan kunci pipa yang benar dan selamat:
• Periksa obyek (contoh: pipa, fitting) yang akan dikerjakan, dan bersihkan bila perlu
• Pilih kunci pipa yang sesuai dengan obyek yang akan dibuka/dikunci
• Sesuaikan ukuran kunci dengan obyek yang akan dibuka/dikunci
• Pasangkan kunci pada obyek sehingga betul-betul berada di tengah gigi-gigi kunci,
tujuannya agar ada ruang antara obyek dengan punggung kunci
• Atur posisi berdiri dan cara memegang kunci yang benar sesuai dengan analisa
bahaya
• Tekan kunci perlahan-lahan, pastikan penguncian/pembukaan sesuai dengan yang
dibutuhkan

Catatan:
• Selalu gunakan PPE (sarung tangan)
• Housekeeping sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan
• Jangan gunakan kunci pipa untuk memukul
• Jangan gunakan kunci pipa sebagai alat pembengkok
• Jangan gunakan kunci pipa untuk me-reset standing valve (polished rod bisa
rusak, kunci mengenai pemakai/orang lain)
• Jangan posisikan diri anda di bawah obyek yang akan dikunci/dibuka
• Jangan berdiri di atas kunci pipa untuk memberi tambahan tenaga waktu
membuka/mengunci
• Pastikan sarana di bawah yang akan dikunci dalam keadaan tertutup (cellar
box, pit, MFU, dan lain-lain)
• Perhatikan kemungkinan bahaya terjepit pada saat mengunci dan membuka

5. Kunci Kombinasi (Combination Wrench)


Kunci ini sering juga disebut kunci ring pas karena merupakan kombinasi dari kunci
ring dan pas. Kunci ini tidak boleh disambung dengan alat bantu apapun. Kunci kombinasi
terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:
• Bagian ring yang berbentuk persegi enam dengan sudut 600, kunci ini dirancang
untuk penguncian beban berat (heavy duty)
• Bagian ring yang berbentuk persegi duabelas dengan sudut 300, kunci ini hanya
digunakan untuk penguncian beban sedang (medium duty)
a. Bagian-bagian kunci kombinasi

B
A = Outside diameter box end
B = Outside diameter open end
C = Length

Kunci ring (box end wrench)

Kunci pas (open end wrench)

Kunci ring pas (combination wrench)

Kunci ring, pas, dan kombinasi

b. Pemakaian kunci kombinasi


Cara menggunakan kunci kombinasi yang benar dan selamat:
• Periksa (nut/bolt) yang akan dibuka atau dikunci dan bersihkan bila perlu
• Pilih ukuran kunci yang sesuai dengan obyek yang akan dibuka atau dikunci
• Pasang kunci pada obyek yang akan dibuka atau dikunci
• Gunakan kunci ring untuk penyelesaian awal atau akhir (melonggarkan/mengunci)
• Menarik kunci sesuai dengan arah jarum jam jika mengunci dan sebaliknya jika
melonggarkan
Catatan:
• Selalu gunakan PPE (sarung tangan)
• Housekeeping sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan
• Jangan gunakan kunci kombinasi untuk memukul
• Jangan gunakan kunci kombinasi sebagai alat pembengkok
• Jangan posisikan diri anda di bawah obyek yang akan dikunci/dibuka
• Jangan menyambung kunci kombinasi dengan alat bantu apapun
• Pastikan sarana di bawah obyek yang akan dikunci dalam keadaan
kering dan tertutup (contoh: cellar box, pit, MFU, dan lain-lain)
• Perhatikan kemungkinan bahaya terjepit pada saat mengunci dan
membuka

6. Kunci Tokok (Hammer Wrench)


Kunci tokok digunakan untuk pekerjaan membuka nut dan bolt yang membutuhkan
tenaga putar (torsi) yang kuat. Kunci tokok tersedia dalam beberapa ukuran.

Hammer wrench

Cara menggunakan kunci tokok yang benar dan selamat:


1. Periksa obyek (nut/bolt) yang akan dibuka atau dikunci, bersihkan bila perlu
2. Pilih kunci yang sesuai dengan yang akan dibuka atau dikunci
3. Pasang kunci pada obyek yang akan dibuka atau dikunci
4. Pastikan kunci telah terpasang dengan benar dan pada posisi sesuai untuk menghindari
agar tidak terpelanting pada waktu memukulnya
5. Pukul kunci pada posisi yang benar
6. Gunakan martil yang sesuai dengan ukuran kunci tokok
Catatan:
• Selalu gunakan PPE (sarung tangan)
• Housekeeping sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan
• Jangan posisikan diri anda di bawah obyek yang akan dikunci/dibuka
• Pastikan sarana di bawah obyek yang akan dikunci dalam keadaan kering
dan tertutup (contoh: cellar box, pumping unit, dan lain-lain)
• Pastikan tidak ada orang lain di depan arah pukulan

7. Kunci Socket (Socket Wrench)


Bagian kunci socket yang berbentuk persegi empat berfungsi sebagai tempat
sambungan tangkai kunci, sedangkan pada ujung berikutnya berbentuk segi enam atau segi
dua-belas berfungsi sebagai tempat nut/bolt yang akan dibuka/dikuncikan.
• Bagian ring yang berbentuk persegi enam dengan sudut 600, kunci ini dirancang
untuk tugas berat (heavy duty)
• Bagian ring yang berbentuk persegi duabelas dengan sudut 300, kunci ini hanya
digunakan untuk tugas sedang (medium duty)

kunci Sacket

Sambungan atau pemegang (extension bar) terdiri dari bermacam-macam bentuk


dan ukuran panjang. Pada pemakaian socket dengan menggunakan flex handle maupun
ratchet tidak boleh menggunakan alat bantu nipple.
A

A = Flex handle
B = Extension
C = Ratchet
B

Extension Bar

A = Socket end diameter


E
C
B = Drive end diameter
D
C = Bolt clearance depth

D = Length
B E = Opening depth

Bagian-bagian kunci Socket

Cara menggunakan kunci socket yang benar dan selamat:


• Periksa obyek (nut/bolt) yang akan dibuka atau dikunci, bersihkan bila perlu
• Pilih ukuran kunci dan tangkai yang sesuai dengan obyek yang dibuka atau dikunci
• Pasang kunci socket pada obyek yang dibuka atau dikunci
• Gunakan flex handle untuk mengunci dan melonggarkan obyek yang keras
• Tarik tangkai sesuai dengan arah jarum jam jika mengunci dan sebaliknya jika
melonggarkan
Catatan:
• Selalu gunakan PPE (sarung tangan)
• Housekeeping sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan
• Jangan gunakan kunci socket untuk memukul
• Jangan menyambung kunci socket dengan alat bantu apapun
• Pastikan sarana di bawah obyek yang akan dikunci dalam keadaan kering dan
tertutup (contoh: cellar box, pit, MFU, dan lain-lain)

8. Martil (Hammer)
a. Martil godam (sledge hammer)

Digunakan untuk jenis pekerjaan berat, martil ini beratnya 2.5 lbs sampai dengan
10 lbs.

Sledge Hammer

b. Martil tukang batu (mason’s brick)

Digunakan untuk memecahkan tembok atau membelah batu bata.

Mason’s brick
c. Martil lunak (soft hammer)

Digunakan untuk memukul benda kerja yang terbuat dari bahan lunak agar tidak
cacat, dan tidak menimbulkan percikan api.
Jenis martil lunak: Martil kuningan, martil timah, martil rubber, dan martil kayu.

Soft hammer

d. Martil biasa (ball peen hammer)

Digunakan untuk meratakan kelingan atau membentuk permukaan khusus pada


logam.

Ball Peen Hammer


e. Martil Kuku Kambing (Claw Hammer)

Bagian atas yang berbentuk kuku kambing digunakan untuk mencabut paku dan
bagian yang permukaannya rata digunakan untuk memukul, meratakan dan
memaku.

Claw hammer

Cara menggunakan martil yang benar dan selamat:


• Pilih jenis dan berat martil yang sesuai dengan benda kerja yang akan dipukul
• Periksa keadaan tangkai martil dan kepala martil. Tangkai martil harus terbuat
dari bahan kayu, tidak boleh retak dan tidak boleh longgar dari kepala martil.
Kepala martil tidak boleh cacat (mengembang, berubah bentuk, pecah, dan lain-
lain).
• Pegang martil pada ujung tangkai (jangan terlampau dekat dengan kepala
martil)
• Pastikan tidak ada orang yang dekat di depannya

Catatan:
• Selalu gunakan PPE (sarung tangan, pelindung mata dan atau muka)
• Housekeeping sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan
• Gunakan penjepit (vise) apabila memukul benda kecil
Alat Angkat (Lifting Equipment)

Dalam pekerjaan operation dan maintenance biasanya memerlukan alat angkat


untuk mengangkat dan memindahkan benda-benda berat dari suatu tempat ke tempat lain.
Alat angkat yang umum digunakan adalah jenis alat angkat statis (overhead lifting
equipment) dan mobile (lifting truck).

1. Overhead lifting equipment

Merupakan alat angkat yang dirancang keberadaannya di dalam shop (bengkel


kerja), yang digerakkan oleh motor listrik atau air compressor.
Pada saat ini overhead lifting dirancang sedemikian rupa untuk mempermudah
manusia dalam pengoperasian alat angkat, dengan faktor safety yang sangat [Link] ini
mempunyai keterbatasanjangkauan gerak karena letak dan disainnya, untuk itu tersedia
banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan penanganan yang khusus, dengan kapasitas
angkat yang berbeda-beda berdasarkanspesifikasi pabrik pembuatnya, seperti:

• Overhead crane • Cantry crane

• Low head crane • Jib crane

• Cargo elevator • Monorail crane

• Elevator crane

Di lingkungan PHR hanya digunakan beberapa jenis, seperti berikut ini:

Overhead (kiri) dan low-head (kanan) crane


Jib (kiri) dan jib wall (kanan) crane

Overhead crane dan low-head crane bergerak maju mundur dan kiri kanan,
sepanjang rel. Overhead crane menggunakan motor listrik atau air compressor, sementara
low-head crane menggunakan tenagamanusia sehingga kapasitasnya terbatas (lebih kecil).

Jib crane dapat bergerak 360o seputar tiang penyangganya (post) dalam radius
maksimal sepanjang jib-nya. Jib wall crane hanya dapat bergerak180o karena menempel di
dinding. Baik jib crane atau jib wall crane digerakkan oleh motor listrik atau tenaga
manusia untuk menaikkan/ menurunkan benda yang diangkat.

Catatan: Alat angkat (crane) hanya boleh dioperasikan oleh seorang operator yang
mempunyai SIO (surat izin operasi) dari Lifting Operation Permit (LOP) dari PHR.

Hal-hal yang harus diperhatikan sewaktu mengoperasikan overhead crane:

• Jangan mengoperasikan crane jika limit switch (switch


pembatasbeban) rusak atau kabel crane rusak
• Jangan mengangkat benda kerja dengan menarik menyamping
• Jangan membiarkan seseorang menaiki benda yang diangkat
• Jangan meninggalkan sling yang masih tergantung pada hook
• Jangan menaikkan benda kerja dengan berlebihan tingginya
• Jangan melewatkan benda kerja diatas personil yang lain
• Jangan membalikkan putaran motor sebelum motor
tersebutberhenti berputar kecuali dalam keadaan darurat
• Jangan biarkan benda kerja tergantung untuk waktu yang lama
(selain untuk tujuan pemindahan)
2. Lifting Truck (Mobile Crane)

Merupakan alat angkat yang dirancang keberadaannya di atas unit truck/carrier


agar bisa berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain. Jenisnya bermacam-macam
mulai dari forklift sampai truck crane. Lifting truck hanya boleh dioperasikan oleh seorang
Operator yang mempunyai SIO (surat izin operasi) dengan spesifikasi/kelas yang sesuai
dengan kapasitas daya angkat lifting equipment yang dioperasikannya.
Jenis lifting truck sangat beragam, di antaranya:

• Truck crane

Truck crane sangat praktis dalam penggunaannya dengan jarak jangkauan yang
bisa diatur panjang pendek boom crane-nya (disebuttelescoping boom), dengan
sudut kemiringan boom yang bervariasi, dan bisa mengangkat dengan berputar
360°. Alat angkat ini digerakkan oleh tenaga hydraulic.

• Crawler crane
Berbeda dengan truck crane, lifting truck ini menggunakan boomyang statis
(lattice boom).
• Forklift
Forklift dapat mengangkat sambal berpindah. Hal ini tidak diperkenankan
pada jenis lifting truck lain yang mempunyai crane.

Dalam pekerjaan pengangkatan, radius kerja dapat mempengaruhi sudut dan


tentunya akan mempengaruhi kapasitas angkat dari crane. Semakin kecil radius kerja maka
sudut boom akan tambah besar, dan kemampuan angkat akan lebih besar. Demikian
sebaliknya, semakin besar radius maka sudut boom akan menjadi kecil dan daya angkat
akan berkurang. Beban kerja aman ditentukan oleh:

• Radius kerja
• Sudut boom
• Tinggi angkatan/panjang boom
• Kapasitas beban yang ditentukan
• Penggunaan outrigger

Pada setiap boom akan terdapat indikator, yang mencantumkan besar sudut dan
jumlah beban kerja aman yang dapat diangkat. Selain pada boom indicator, juga ada
indikator yang ditempatkan pada kabin agar Operator dapat membaca dengan mudah dan
jelas.
Dalam pengoperasian lifting truck, aba-aba tangan merupakan faktor pendukung
keamanan dan kelancaran pekerjaan. Aba-aba yang ada saat ini merupakan standard yang
dipakai secara umum. Bila operator melihat aba-aba diluar standard maka operator harus
menghentikan operasi. Seorang yang ditunjuk sebagai pemberi aba-aba (biasa disebut signal
man) haruslah orang yang bersertifikat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memindahkan benda kerja dengan alat
angkat:

• Pastikan bahwa benda yang akan diangkat tidak tersangkut padabenda


lainnya
• Ikatkan (sling, rope, chain, spreader bar) pada benda kerja denganbaik
sebelum mengangkat. Ikuti standar pengikatan yang berlaku.
• Pastikan bahwa alat bantu pengangkat (sling, rope, chain, spreaderbar)
sudah di posisi yang benar pada hook
• Pastikan hook dilengkapi latch yang bekerja baik
• Pastikan bahwa tidak ada orang di sekitar benda kerja yang akan diangkat

Cara memindahkan benda kerja dengan selamat:


• Pastikan bahwa tidak ada orang di sekitar laluan benda kerja yang dipindahkan
• Pastikan bahwa tidak ada sesuatu yang terkait dengan benda kerja dan
sling/rope/chain-nya sewaktu benda kerja tersebut bergerak
• Pastikan bahwa tidak ada sesuatu yang menghalangi pergerakan dari benda
kerja
• Gerakkan alat kontrol crane dengan gerakan yang lancar tapi perlahan, tidak
tersendat-sendat atau mendadak
• Jaga agar benda kerja selalu dikontrol selama gerakan turun/naik

Peringatan!
Alat angkat harus digunakan untuk mengangkat secara tegak lurus.
Dilarang mengangkat sambil menarik dari samping (menyeret).

Checkpoint

Topik Alat Angkat

Sasaran  Saudara mampu menjelaskan keselamatan


pengoperasian alat angkat
 Saudara mampu persyaratan bagi operator crane
Alat Pemadam Api (Fire Fighting Equipment)

Fire fighting system di lapangan

Fasilitas fire fighting system secara umum berfungsi untuk memberikan proteksi
(early warning system) serta menanggulangi kejadian atau indikasi kebakaran di area
fasilitas produksi dan penampungan minyak dan gas di area kerja PHR WK Rokan. Fasilitas
yang terpasang mampu mengidentifikasi keberadaan flame/api di area kerja dan dapat
beroperasi secara automatic maupun secara manual oleh tim operation.

Fasilitas dilengkapi dengan 2 sistem alat pendeteksi api, yaitu automatic flame
detector dan manual call point. Secara automatic, infrared sensor akan membaca signal
flame/api dan mengaktifkan flame detector. Secara manual, operator dapat mengaktifkan
alarm dengan mengaktifkan manual call point. Ketika alat pendeteksi flame api aktif, maka
akan memberikan alarm berupa sounder alarm dan beacon lamp. Operator dapat
memonitor HMI di control room untuk status alarm melalui monitor PC yang sudah
terintegrasi dengan sistem di lapangan.

Perhatian!
Jika terjadi kebakaran dan kondisi emergency pada fasilitas di lokasi kerja segera hubungi
Fire & Emergency Response Team (FERT) PT. Pertamina Hulu Rokan WK Rokan pada
nomor:

Emergency Call Number 123 or 0-800-1-800-123


Contok drawing lokasi fire fighting system

Fasilitas fire fighting dilengkapi dengan jockey pump dan fire pump. Fire Pump
berfungsi sebagai pendukung utama debit air yang diperlukan ketika fire/foam monitor atau
hydrant dibuka untuk digunakan sebagai pemadam kebakaran. Semua unit Fire pump
difungsikan ketika pressure pada fire line sudah <100 psig. Fasilitas fire pump juga
dilengkapi dengan relief valve, yang berfungsi release pressure ke fire pit ketika over
pressure terjadi di fire line.

1. Fire Hydrant
Fire hydrant (untuk selanjutnya disebut hydrant) adalah keran air yang digunakan
sebagai sarana pasokan air untuk pemadam kebakaran. Hydrant ini selalu dicat merah.
Dalam pemakaiannya hydrant disambung dengan reducer, fire hose dan fire nozzle. Tekanan
air pada hydrant dalam keadaan “standby” cukup rendah, yaitu sekitar 30 – 40 psi (pound
per square inch). Sebagian hydrant dilengkapi dengan booster pump sehingga dalam
keadaan darurat, tekanan air pada hydrant dapat dinaikkan sampai 100 psi. Selain itu
hydrant juga merupakan sarana pasokan air untuk fire truck (truk pemadam kebakaran)
pada saat pemadaman kebakaran. Hydrant banyak dijumpai di sekitar gathering station,
perkantoran dan kompleks perumahan milik perusahaan.
Fire monitor

Fire Monitor (FM) adalah fire nozzle yang tidak portable dan dicat merah. FM
dipasang permanen sehingga tidak dapat dipindah-pindahkan. FM harus dapat digerakkan
atau diarahkan naik-turun dan kekanan-kiri sesuai dengan kebutuhan. FM banyak dijumpai
di sekitar tangki minyak di dalam gathering station dan ada satu unit di atas masing-masing
fire truck. FM yang berada di sekitar tangki minyak memperoleh pasokan air dari fire pit
sesudah dipompakan oleh fire pump.

Hydrant hanya boleh dibuka/ditutup oleh pegawai yang berwenang dan untuk tujuan
tertentu yang jelas (pada saat terjadi kebakaran atau untuk tujuan pengujian) dengan
menggunakan kunci khusus (special fire tools). Membuka dan menutup hydrant harus
dilakukan dengan posisi yang benar yaitu posisi tubuh tidak berada pada arah yang sama
dengan aliran air yang akan keluar dari hydrant tersebut.
Fire hydrant tipe barrel Fire hydrant tipe standpipe

Fire hydrant

Fire hose Reducer Y-connector

Adjustable combination
Nozzle hydrant wrench & spanner

Perlengkapan fire hydrant

2. Pemadam Api (Fire Extinguisher)


Fire extinguisher terdiri dari beberapa jenis, sesuai dengan kelas kebakaran yang
akan dipadamkan. Untuk memonitor layak pakainya fire extinguisher dapat dilihat dari
pressure indicator atau dengan cara ditimbang untuk yang tidak punya pressure indicator.
Jika tekanan di dalam tabung berkurang, maka tabung harus dikirim ke fire shop untuk
ditambah tekanannya. Tekanan tabung harus diperiksa secara berkala, minimal sekali
dalam sebulan.
Menggunakan fire extinguisher

Cabut pin pengaman, tangan yang satu memegang


handle dan tangan yang lain memegang selang

Berdiri kira-kira 8 feet dari nyala api dan tekan


handle secara penuh
Arahkan ujung selang ke benda yang terbakar
(bukan pada nyala api) sambil tetap menekan
handle secara penuh

Gerakkan ujung selang kekanan dan kekiri sehingga


tepung racun api bisa menutupi seluruh permukaan
benda yang terbakar

Selamat – anda berhasil memadamkan


api dan lepaskan tekanan pada handle

Langkah penggunaan fire extinguiser yang benar:


a. Angkat fire extinguiser dari tempatnya atau gantungannya (untuk yang bisa diangkat)
dan letakkan di lantai. Peganglah tangkai/handle-nya dengan satu tangan dan cabut pin
pengamannya. Kemudian, tangan yang lain memegang selang/hose nya pada posisi 4 –
6 inci dari ujungnya. Fire extinguiser siap untuk dibawa ke dekat api.
b. Berdirilah kira-kira 8 feet dari nyala api dengan posisi tapak kaki berjarak selebar bahu.
Arahkan ujung selang pada benda yang terbakar (bukan pada nyala api) dan tekan secara
penuh pelatuk pada handle fire extinguiser tersebut sehingga tepungnya keluar selama
beberapa detik sesuai kebutuhan atau sampai api nya padam.
c. Ulangi menekan pelatuk fire extinguiser jika api belum padam. Selama menekan
pelatuk, gerakkan ujung selangnya kekanan dan kekiri sedikit sehingga tepung fire
extinguiser bisa menutupi seluruh permukaan benda yang terbakar. Jika
memungkinkan, sebaiknya fire extinguiser tersebut dipakai sampai habis, karena
walaupun tidak habis fire extinguiser tak bisa dipakai lagi beberapa hari kemudian
karena tekanannya sudah jauh berkurang akibat terjadi kebocoran pada katupnya.

Checkpoint

Topik Fire Fighting Equipment

Sasaran  Saudara mampu menjelaskan Fire Fighting System di fasilitas


produksi
 Saudara mampu memahami penggunaan fire extinguisher

Anda mungkin juga menyukai