0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan28 halaman

Hormon Estrogen dan Progesteron di Pubertas

Diunggah oleh

Bintang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan28 halaman

Hormon Estrogen dan Progesteron di Pubertas

Diunggah oleh

Bintang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan : ……………….


Mata Pelajaran : IPA
Nama Guru : ...........
Kelas/ Semester : IX/Gasal
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (4 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026

IDENTIFIKASI Identifikasi Peserta Didik: Peserta didik kelas IX umumnya berada pada
fase C (usia 13-15 tahun), di mana mereka sedang dalam tahap
perkembangan kognitif yang memungkinkan mereka untuk berpikir secara
lebih kompleks dan abstrak, serta mulai menunjukkan kemandirian dalam
belajar dan pengambilan keputusan. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang
tinggi terhadap fenomena alam dan lingkungan di sekitar mereka.
Pengetahuan awal peserta didik mengenai pertumbuhan dan perkembangan
makhluk hidup bervariasi, dipengaruhi oleh pengalaman pribadi dan
lingkungan sekitar. Mereka mungkin memiliki minat yang berbeda-beda
terkait aspek biologis, kimia, atau fisika dari IPA. Kebutuhan belajar mereka
juga beragam, ada yang memerlukan bimbingan lebih terstruktur, sementara
yang lain mungkin lebih mandiri dan dapat mengeksplorasi informasi secara
independen.

Materi Pelajaran: Materi pelajaran "Pertumbuhan dan Perkembangan" di


Bab 1 mencakup pertumbuhan dan perkembangan manusia, hewan, dan
tumbuhan. Materi ini memiliki relevansi tinggi dengan kehidupan nyata
peserta didik karena membahas perubahan yang terjadi pada diri mereka
sendiri, serta makhluk hidup di sekitar mereka. Tingkat kesulitan materi
disesuaikan dengan fase perkembangan peserta didik, dengan penekanan
pada pemahaman konsep dan keterampilan inkuiri. Struktur materi disajikan
secara terpadu, mengintegrasikan konsep biologi, dan melibatkan aplikasi
sains dalam pemecahan masalah sehari-hari, seperti pencegahan stunting.
Integrasi nilai dan karakter ditekankan melalui Profil Pelajar Pancasila,
seperti rasa ingin tahu, bernalar kritis, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dimensi Profil Lulusan:

1. Penalaran Kritis
2. Kreativitas
3. Kolaborasi

DESAIN Capaian Pembelajaran: Pada akhir Fase D, peserta didik diharapkan


PEMBELAJARAN memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap berbagai konsep dasar
sains yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Mereka memahami proses
identifikasi makhluk hidup, sifat dan karakteristik zat, sistem organisasi
kehidupan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya, serta pewarisan
sifat dan bioteknologi. Selain itu, peserta didik mampu menjelaskan upaya
mitigasi perubahan iklim secara ilmiah. Dalam bidang fisika, mereka
memahami konsep pengukuran, gerak dan gaya, tekanan, pesawat sederhana,
usaha dan energi, serta pengaruh kalor terhadap perubahan suhu. Mereka
juga menguasai konsep gelombang, kemagnetan, kelistrikan, dan
pemanfaatan energi listrik ramah lingkungan. Pemahaman tentang posisi
bulan, bumi, dan matahari serta sifat fisika dan kimia tanah juga menjadi
bagian penting. Di samping itu, peserta didik mampu mengaitkan
penggunaan zat aditif dengan penyelesaian masalah dalam kehidupan nyata.
Keseluruhan konsep tersebut menjadi landasan bagi peserta didik untuk
mengembangkan keterampilan inkuiri sains secara aktif, kritis, dan
kontekstual sesuai tantangan zaman.

Lintas Disiplin Ilmu:

1. IPA
2. Penjas Orkes

Topik Pembelajaran: Pertumbuhan dan Perkembangan

Tujuan Pembelajaran:

1. Peserta didik Membandingkan perbedaan antara pertumbuhan dan


perkembangan dengan benar.
2. Peserta didik Mendeskripsikan pertumbuhan dan perkembangan pada
manusia sejak bayi hingga dewasa dengan benar.
3. Peserta didik Mengenali budaya Indonesia yang mengapresiasi
pertumbuhan dan perkembangan manusia dengan benar.
4. Peserta didik Membandingkan pertumbuhan dan perkembangan pada
hewan ovipar, ovovivipar, dan vivipar dengan benar.
5. Peserta didik Membandingkan metamorfosis sempurna dan tidak
sempurna dengan benar.
6. Peserta didik Mengobservasi dan menganalisa perkembangan pada
hewan dengan benar.
7. Peserta didik Mendeskripsikan pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan mulai dari biji hingga menjadi tumbuhan dewasa dengan
benar.
8. Peserta didik Membandingkan antara pertumbuhan primer dengan
pertumbuhan sekunder dengan benar.
9. Peserta didik Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi
tumbuh tumbuhan dengan benar.
10. Peserta didik Menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan tumbuhan melalui suatu eksperimen dengan benar.
11. Peserta didik Mengumpulkan informasi tentang stunting yang
menjadi permasalahan di Indonesia dengan benar.
12. Peserta didik Memberikan solusi ke masyarakat mengenai stunting
melalui kampanye di posyandu-posyandu terdekat dengan benar.

Praktik Pedagogis:
1. Pendekatan : Deep learning
2. Model Pembelajarab : Problem Based Learning
3. Metode Pembelajaran : Diskusi

Mitra Pembelajaran:

1. Orang tua/wali (untuk mendampingi pencarian informasi dan tugas).


2. Dokter anak atau bidan (sebagai narasumber untuk informasi stunting
dan perkembangan janin).
3. Ketua adat setempat atau orang yang mengerti budaya Indonesia
(untuk informasi budaya yang mengapresiasi pertumbuhan anak).
4. Puskesmas/klinik (untuk informasi perkembangan janin dan
stunting).
5. Komunitas/Masyarakat sekitar (untuk kampanye pencegahan
stunting).

Lingkungan Pembelajaran:

1. Ruang Fisik: Kelas, kebun sekolah (untuk pengamatan serangga dan


tumbuhan), laboratorium (jika memungkinkan untuk eksperimen),
puskesmas/klinik, rumah (untuk tugas proyek).
2. Ruang Virtual: Internet (untuk mencari informasi, menonton video),
media sosial (untuk kampanye produk).
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, rasa ingin tahu,
reflektif, mandiri, bertanggung jawab, berpikir kritis, dan kreatif.

Pemanfaatan Digital:

1. Perencanaan: Canva (untuk desain poster/selebaran).


2. Pelaksanaan: Video pembelajaran (tentang pertumbuhan dan
perkembangan janin, siklus hidup serangga, pertumbuhan tumbuhan,
homeostasis). Simulasi interaktif (PhET Colorado untuk tekanan zat
cair).
3. Asesmen: Unggahan media sosial (untuk kampanye).

PENGALAMAN Langkah-Langkah Pembelajaran


BELAJAR
Pertemuan 1 (Topik: Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
6. Guru dapat memulai pembelajaran dengan bertanya kepada peserta
didik: "Apa perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan?".
Peserta didik juga bisa ditanya mengenai "Faktor apa saja yang
memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia?".
7. Guru mengajukan pertanyaan pemantik lebih dalam untuk
mengarahkan ke topik yang akan dipelajari:
o "Apa perbedaan motorik halus dan motorik kasar pada bayi?".
o "Sejak usia berapa anak-anak dikategorikan sebagai remaja,
apa itu perkembangan seksual sekunder, dan apa ciri-ciri
pubertas?".
8. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
9. Guru dan peserta didik mengisi kolom T pada umum T-I-S untuk
mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik sebelum membahas
materi lebih lanjut.

Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi pada Peserta Didik pada Masalah: Guru menampilkan


gambar cover Bab 1 yang menarik dan mengajukan pertanyaan
pemantik "Pernahkah kalian mengamati mengapa manusia dari bayi
hingga dewasa mengalami begitu banyak perubahan, bahkan begitu
cepat?". Peserta didik diajak membuat dugaan-dugaan awal.
● Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar: Guru membagi
peserta didik ke dalam kelompok (3 orang per kelompok). Guru juga
menyiapkan bahan-bahan untuk membuat diagram perkembangan
manusia yang bisa digunting dan ditempel, mulai dari fertilisasi,
zigot, blastula, morula, embrio, janin, bayi, balita, anak-anak, remaja,
kemudian dewasa. Keterangan untuk tiap perkembangan manusia
juga disediakan secara terpisah.
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
o Peserta didik diminta untuk mengurutkan perkembangan
manusia berikut keterangannya di selembar karton besar.
o Peserta didik membuat diagram alir (poster) mengenai
pertumbuhan dan perkembangan janin dari minggu ke satu
sampai lahir. Informasi bisa diperoleh dari internet atau
kunjungan ke puskesmas, klinik, atau bidan terdekat dengan
mewawancarai dokter atau bidan sebagai narasumber. Jika
ada peserta didik yang memiliki orang tua atau kerabat
berprofesi dokter/bidan, dapat diundang sebagai guru tamu.
o Peserta didik membaca secara mandiri materi tentang
pertumbuhan dan perkembangan manusia di umum.
o Peserta didik menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di
umum "Mari Uji Kemampuanmu" terkait pertumbuhan dan
perkembangan manusia.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:


o Setiap kelompok peserta didik mempresentasikan diagram alir
(poster) mengenai pertumbuhan dan perkembangan janin di
depan kelas.
o Peserta didik melakukan aktivitas "Ayo kita kenali budaya
Indonesia" yang membahas tentang remaja, pubertas, dan usia
dewasa. Peserta didik mencari informasi mengenai upacara
atau budaya di Indonesia yang merayakan perubahan status
dari anak-anak menjadi seorang remaja atau dewasa,
menggunakan internet, atau mewawancarai ketua
adat/mengunjungi cagar budaya. Produk yang dihasilkan bisa
berupa poster, video, PPT, atau bentuk lainnya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


o Peserta didik mengunjungi kembali umum T-I-S, mengecek
secara mandiri pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sudah
terjawab selama aktivitas utama. Peserta didik juga dapat
menambahkan jawaban pada pertanyaan teman jika ia
mengetahui jawabannya.
o Guru meminta peserta didik menuliskan di selembar kertas
apa yang mereka pelajari tentang pertumbuhan dan
perkembangan manusia. Setelah itu, peserta didik diminta
duduk melingkar di depan kelas, mengepal kertas tersebut dan
melemparkannya ke teman mereka. Teman yang
mendapatkan kertas tersebut harus menambahkan hal baru di
kertas tersebut, dan dilempar kembali ke teman yang lain.
Setelah beberapa putaran, beberapa peserta didik diminta
membacakan kertas yang mereka pegang.
o Guru meminta peserta didik menuliskan

skill atau pengalaman baru apa yang mereka dapati selama


aktivitas pembelajaran.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran.


2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (topik pertumbuhan dan perkembangan hewan) dan
strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 2 (Topik: Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
6. Guru dapat mengawali topik dengan mengingat kembali bahasan
pada subbab sebelumnya: "Apa perbedaan pertumbuhan dan
perkembangan manusia?".
7. Guru mulai mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan peserta didik
menuju topik yang akan dibahas: "Apakah perbedaan yang paling
nyata antara pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dengan
hewan?" , dan "Pernahkah mendengar tentang metamorfosis? Jika
pernah, apakah metamorfosis itu?".
8. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
9. Guru dan peserta didik mengisi kolom T pada umum T-I-S untuk
mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik sebelum membahas
materi lebih lanjut.

Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi pada Peserta Didik pada Masalah: Guru mengajak


peserta didik ke kebun sekolah untuk mengamati serangga. Guru
menanyakan "apakah ada serangga yang masih berupa larva? Atau
pupa? Atau serangga muda?".
● Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar: Peserta didik diajak
berdiskusi: "kira-kira larva ini akan menjadi apa? Kira-kira berapa
lama proses untuk menjadi serangga dewasa? Apakah proses ini
berlaku untuk semua serangga?". Guru membagi peserta didik
menjadi kelompok-kelompok (3-4 peserta didik).
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
o Peserta didik diminta untuk menginterpretasikan gambar
perkembangan lobster dari larva tingkat satu sampai fase
lobster dewasa. Peserta didik menuliskan jawabannya.
o Peserta didik mencari informasi cara memelihara serangga.
o Peserta didik berdiskusi untuk membagi tugas persiapan alat
atau bahan dalam memelihara serangga.
o Peserta didik mengamati siklus hidup serangga di kebun
sekolah dan menuliskannya di buku catatan.
o Peserta didik menuliskan perubahan setiap 4 hari sekali,
selama periode waktu pengamatan (disesuaikan jenis
serangga).
o Sebagai alternatif, guru dapat memberikan video mengenai
siklus hidup serangga (larva sampai dewasa).
o Peserta didik mengerjakan umum "Mari Uji Kemampuanmu"
terkait pertumbuhan dan perkembangan hewan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:


o Peserta didik membuat laporan mengenai pengamatan siklus
hidup serangga dan dinilai melalui rubrik.
o Jika di daerah peserta didik terdapat tempat pembudidayaan
lobster, guru bersama peserta didik dapat melakukan
kunjungan untuk mengamati pertumbuhan lobster dari telur
sampai dewasa.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


o Peserta didik mengunjungi kembali umum T-I-S, mengecek
secara mandiri pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sudah
terjawab selama aktivitas utama. Peserta didik juga dapat
menambahkan jawaban pada pertanyaan teman jika ia
mengetahui jawabannya.
o Peserta didik menuliskan pertanyaan-pertanyaan tambahan
terkait topik.
o Peserta didik menerangkan materi tentang pertumbuhan dan
perkembangan hewan ke teman sebangku (peer teaching) atau
teman lain yang dipilih guru. Peserta didik lain dapat
mengecek dengan indikator/daftar materi pembelajaran.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran.


2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (topik pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan) dan
strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 3 (Topik: Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan)


Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
6. Guru menanyakan kepada peserta didik mengenai subbab
sebelumnya tentang pertumbuhan dan perkembangan pada manusia
dan hewan: "Apakah ada faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan pada manusia dan hewan?".
7. Guru mengarahkan pada topik yang akan dibahas: "Apa yang
membedakan pertumbuhan tumbuhan dengan hewan dan manusia?" ,
dan "Kira-kira faktor apa saja yang menurut kalian memengaruhi
pertumbuhan tumbuhan?".
8. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi pada Peserta Didik pada Masalah: Guru mengajak


peserta didik berjalan-jalan di kebun sekolah sambil mengamati
tumbuhan. Guru menunjukkan pohon terbesar dan menanyakan "apa
yang membuat pohon tersebut bisa menjadi sangat besar?" Lalu
membandingkannya dengan tanaman kecil (monokotil) dan bertanya
"apa yang membuat tanaman ini (tanaman monokotil) tidak bisa
menjadi sangat besar?".
● Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar: Guru dapat
memberikan video mengenai pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan mulai dari biji sampai menjadi pohon yang besar. Peserta
didik dibagi menjadi kelompok (3 orang per kelompok).
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
o Peserta didik melakukan percobaan mengenai faktor eksternal
yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Peserta didik
diminta untuk menentukan satu faktor eksternal sebagai
variabel bebas (dengan minimal tiga perlakuan) untuk
mengetahui perlakuan mana yang cocok untuk tumbuhan
tersebut.
o Peserta didik menanam tumbuhan mulai dari biji (yang mudah
tumbuh) dan melakukan observasi selama 10 hari
(disesuaikan dengan jam pelajaran).
o Peserta didik membuat laporan, lengkap dengan umum dan
grafik.
o Peserta didik membaca secara mandiri umum tentang
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
o Peserta didik menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di
umum "Mari Uji Kemampuanmu" terkait pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:


o Peserta didik mempresentasikan laporan hasil percobaan
mereka. Guru menilai laporan dengan rubrik.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


o Guru dapat membuat kelompok (3 orang per kelompok). Satu
peserta didik menerangkan kembali subbab 1.1, satu
menerangkan subbab 1.2, dan satu menerangkan subbab 1.3.
Peserta didik yang menerangkan dapat membuat presentasi,
sementara yang lain membuat catatan berupa peta konsep dan
menanyakan materi yang belum jelas.
o Peserta didik mengunjungi kembali umum T-I-S untuk
mengecek pemahaman mereka mengenai Bab 1 dan
menjawab pertanyaan yang mungkin diajukan oleh teman
mereka.
o Peserta didik membuat peta konsep dari seluruh materi yang
sudah dipelajari.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran.


2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (Proyek Akhir Bab: Kampanye Pencegahan Stunting) dan
strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 4 (Proyek Akhir Bab: Kampanye Pencegahan Stunting)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
6. Guru memulai dengan mengulas kembali materi pertumbuhan dan
perkembangan manusia, khususnya perkembangan bayi secara
mendetail, yang menjadi dasar untuk proyek kampanye stunting.
7. Guru memperkenalkan permasalahan stunting di Indonesia sebagai
isu yang nyata dan relevan. Guru dapat menampilkan data atau
infografis tentang stunting.
8. Peserta didik menyimak garis besar cakupan proyek dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi pada Peserta Didik pada Masalah: Guru menjelaskan


bahwa proyek akhir adalah kampanye pencegahan stunting ke
posyandu atau masyarakat sekitar.
● Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar: Guru membagi
peserta didik ke dalam kelompok (sesuai kebutuhan proyek). Guru
menjelaskan alur pengerjaan sumatif untuk proyek kampanye
pencegahan stunting.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:


o Peserta didik mengumpulkan informasi mengenai stunting
dan bahayanya, serta faktor-faktor yang memengaruhi
stunting. Sumber informasi dapat berasal dari umum, website,
jurnal penelitian, atau narasumber terpercaya seperti dokter
anak dan bidan.
o Peserta didik membuat infografis mengenai pertumbuhan dan
perkembangan anak.
o Peserta didik membuat produk kampanye berupa poster atau
selebaran mengenai pencegahan stunting.
o Peserta didik mengkampanyekan pencegahan stunting ke
posyandu atau masyarakat sekitar.
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
o Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kampanye mereka
di depan kelas.
o Presentasi mencakup pengertian stunting dan bahayanya,
faktor-faktor yang memengaruhi stunting, data atau infografis
tentang tumbuh kembang anak per bulan/per tahunnya (tinggi
badan dan perkembangan motorik kasar), dan solusi yang
akan diberikan (menu makanan, sanitasi baik, dll.).
o Peserta didik mendiskusikan dan menganalisis efek dari solusi
yang diberikan berdasarkan faktor budaya, lingkungan,
ekonomi, dan sosial.
o Peserta didik menyimpulkan apakah solusi yang ditawarkan
merupakan solusi terbaik.
o Peserta didik mencantumkan minimal 3 sumber terpercaya
dan daftar pustaka di akhir produk.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


o Peserta didik melakukan refleksi proses pengerjaan proyek:
"Keberhasilan apa yang sudah kalian capai?" , "Adakah hal
yang menurut kalian perlu diperbaiki?" , dan "Hal baru apa
yang kalian pelajari dari proses pengerjaan proyek ini?".
o Guru melakukan penilaian sumatif proyek dengan rubrik.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran.


2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:


PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Proses Pembelajaran:


Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:


Proyek/Praktik

Mengetahui, ......., Juli 2025


Kepala Sekolah, Guru Mapel

………. ………..
Bahan Ajar: Bab 1 Pertumbuhan dan Perkembangan
Bab ini akan membahas secara mendalam tentang pertumbuhan dan perkembangan pada
berbagai makhluk hidup, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan. Kita akan membandingkan
definisi pertumbuhan dan perkembangan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang
memengaruhinya. Materi ini dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan kepedulian
terhadap fenomena alam di sekitar kita, serta mengajak Anda untuk berpikir secara ilmiah
dan berkontribusi dalam memecahkan masalah.
Subbab 1.1: Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Tujuan pembelajaran pada subbab ini adalah agar Anda dapat menjelaskan perbedaan antara
pertumbuhan dan perkembangan, serta mendeskripsikan siklus hidup manusia, termasuk
pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental dari masa bayi hingga dewasa.
Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan sepanjang
hidupnya. Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif, seperti pertambahan tinggi badan
atau berat, dan dapat diamati secara jelas. Sebaliknya, perkembangan lebih bersifat kualitatif,
mengacu pada peningkatan kemampuan atau fungsi, seperti seorang bayi yang belajar
berbicara atau berjalan.
Siklus hidup manusia dimulai dari proses fertilisasi, yaitu bertemunya sel sperma dan sel telur
di dalam tubuh wanita. Hasil fertilisasi ini adalah zigot, yang kemudian mengalami
pembelahan sel secara mitosis menjadi morula, lalu blastosis (fase blastula), dan selanjutnya
gastrula. Setelah delapan minggu, embrio berkembang menjadi fetus atau janin, di mana
organ-organ tubuh mulai terbentuk. Fetus akan terus berkembang hingga dilahirkan menjadi
bayi.
Fase bayi (0-1 tahun) adalah periode pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.
Lingkar kepala bayi bertumbuh signifikan dalam 12 bulan pertama kehidupannya. Bayi juga
sering bersin untuk membersihkan hidung, memiliki sekitar 300 tulang (yang akan menyatu
seiring waktu), dan belum memiliki tempurung lutut saat lahir. Warna pertama yang dapat
mereka kenali adalah merah. Lambung bayi saat lahir seukuran biji kenari atau sekitar 4 cm.
Masa anak-anak dimulai sekitar usia dua tahun, di mana mereka terus bertambah besar dan
tinggi, serta kemampuan motorik dan koordinasi mereka berkembang pesat. Rasa ingin tahu
yang tinggi dan kemampuan mental serta berbahasa juga meningkat drastis.
Fase remaja atau pubertas (9-15 tahun) ditandai dengan mulai aktifnya hormon-hormon
reproduksi. Hormon reproduksi wanita yaitu estrogen dan progesteron membuat remaja putri
memperlihatkan perkembangan seksual sekunder, berupa dimulainya periode menstruasi dan
perkembangan payudara. Untuk pria hormon testosteron akan memicu pertumbuhan seksual
sekunder dan produksi sperma.
Setelah pubertas, manusia memasuki masa dewasa, di mana pertumbuhan tinggi badan
berhenti dan fisik serta mental mulai stabil. Tanda-tanda penuaan seperti tumbuhnya rambut
putih atau berkurangnya massa otot dapat terjadi sekitar usia 30 tahun. Wanita mengalami
menopause (berhentinya menstruasi) antara usia 40-50 tahun, sementara produksi sperma
pada pria akan berkurang. Pola hidup sehat sangat dianjurkan untuk tetap aktif di sepanjang
usia dewasa.
Dalam masyarakat Indonesia, terdapat berbagai upacara atau tradisi yang merayakan
perubahan status anak-anak menjadi remaja atau dewasa, yang menunjukkan apresiasi
budaya terhadap tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Subbab 1.2: Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan
Pada subbab ini, Anda akan mendeskripsikan dan membandingkan pertumbuhan dan
perkembangan pada hewan ovipar (bertelur), ovovivipar (bertelur dan beranak), dan vivipar
(melahirkan), serta membandingkan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.
Hewan bereproduksi secara seksual, dan setelah fertilisasi, embrio hewan mengalami
perkembangan yang berbeda-beda, baik di dalam maupun di luar tubuh induk.

● Ovipar (Hewan Bertelur): Hewan ini mengembangkan embrionya di dalam telur


yang berada di luar tubuh induk. Kebanyakan hewan tidak bertulang belakang
(cacing, serangga) dan hewan bertulang belakang seperti ikan, reptil, amfibi, dan
burung mengerami embrionya di luar tubuh. Isi dari telur adalah nutrisi yang
dibutuhkan embrio untuk berkembang. Telur hewan vertebrata darat, seperti reptil dan
burung, memiliki telur amniotik yang dilapisi membran dan cangkang keras untuk
melindungi dan menjaga kelembaban embrio.

● Ovovivipar (Hewan Bertelur dan Beranak): Pada hewan ovovivipar, embrio


berkembang di dalam telur yang ada di dalam tubuh induk, hingga akhirnya telur siap
menetas dan individu baru dilahirkan. Embrio bertumbuh menggunakan asupan
makanan dari cadangan dalam telur. Contohnya adalah ikan hiu, ikan pari, kuda laut,
platypus, iguana, dan beberapa jenis ular.

● Vivipar (Hewan Melahirkan/Mamalia Berplasenta): Embrio hewan ini


berkembang di dalam tubuh induknya. Induk dan embrio terhubung melalui plasenta,
yang merupakan saluran tempat terjadinya pertukaran material antara embrio dengan
induk. Induk memberikan nutrisi dan oksigen, sementara embrio memberikan sampah
sisa metabolisme dan karbon dioksida ke plasenta, lalu ke darah induk.
Beberapa hewan mengalami metamorfosis, yaitu perubahan bentuk yang signifikan pada
struktur tubuhnya dari fase kecil hingga dewasa.

● Metamorfosis Sempurna: Ditandai dengan perubahan bentuk yang sangat berbeda


pada fase larva, pupa, dan imago (dewasa). Fase larva bertujuan untuk mencari makan
dan tumbuh, sementara fase pupa adalah waktu serangga membentuk struktur tubuh
dewasa seperti sayap dan antena. Contohnya adalah kupu-kupu dan katak.

● Metamorfosis Tidak Sempurna: Bentuk tubuh pada fase muda (nimfa) terlihat mirip
dengan fase dewasa, hanya bagian tertentu yang belum terbentuk, seperti sayap.
Pertumbuhan terus terjadi pada fase nimfa, dan nimfa mengalami pergantian kulit
beberapa kali sebelum memasuki fase dewasa. Tidak ada fase pupa dalam
metamorfosis tidak sempurna.
Subbab 1.3: Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Tujuan pembelajaran pada subbab ini adalah agar Anda dapat mendeskripsikan pertumbuhan
dan perkembangan tumbuhan dari biji hingga dewasa, membandingkan pertumbuhan primer
dan sekunder, serta menginvestigasi faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tumbuhan
melalui percobaan.
Banyak tumbuhan memulai hidupnya dari biji. Biji mengandung embrio tumbuhan yang
memiliki cikal bakal akar, batang, dan daun. Embrio ini menggunakan cadangan makanan
dari kotiledon, dan biji diselimuti oleh kulit biji yang keras untuk melindungi embrio dari
kekeringan. Ketika biji menemukan kondisi yang sesuai, proses pertumbuhan dimulai dengan
penyerapan air (imbibisi), lalu biji mulai berkecambah. Akar akan tumbuh lebih dulu, disusul
batang dan daun. Sel-sel meristem pada akar, batang, dan daun terus membelah hingga
mencapai panjang maksimal tanaman.
Pertumbuhan tumbuhan dibagi menjadi dua jenis:

● Pertumbuhan Primer: Pertumbuhan ini menyebabkan tumbuhan bertambah tinggi.


Pertumbuhan primer berhubungan dengan sel-sel meristem primer (apikal) yang aktif
membelah di ujung akar, batang, dan daun. Pertumbuhan ini terjadi pada semua
tumbuhan.

● Pertumbuhan Sekunder: Pertumbuhan ini menyebabkan tanaman bertambah lebar


atau diameter batangnya semakin besar. Hal ini disebabkan oleh pembelahan
meristem sekunder yang terletak pada kambium. Sel meristem sekunder ini terus
membelah; pembelahan ke arah dalam akan membentuk kayu, sementara ke luar akan
membentuk kulit kayu. Tidak semua tumbuhan mengalami pertumbuhan sekunder.
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh dua jenis faktor:

● Faktor Internal: Adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan, meliputi
genetika dan hormon. Tumbuhan dengan gen yang baik akan tumbuh dan berkembang
cepat, serta berbuah lebih banyak. Hormon pada tumbuhan, seperti auksin, giberelin,
dan sitokinin, berperan dalam mengendalikan metabolisme tubuh dan memengaruhi
pertumbuhan serta perkembangan.

● Faktor Eksternal: Adalah faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan, seperti sinar
matahari, air, tanah, kelembaban, suhu, dan nutrisi. Sinar matahari sangat berpengaruh
untuk proses fotosintesis. Air dan kelembaban berpengaruh dalam mengatur proses
penguapan. Seluruh proses seperti fotosintesis, penguapan, pernapasan, dan
penyerapan air bergantung pada suhu. Tanah dan nutrisi memengaruhi pertumbuhan
tumbuhan karena dari sanalah tumbuhan memperoleh nutrisinya.
Pengangkutan air pada tumbuhan terjadi melalui xilem dari akar menuju batang dan daun. Air
diserap oleh rambut-rambut akar, kemudian masuk ke sel epidermis, lalu melalui korteks,
endodermis, dan perisikel sebelum masuk ke jaringan xilem. Daya kapilaritas batang, yang
dipengaruhi oleh gaya kohesi (kecenderungan molekul sejenis berikatan) dan adhesi
(kecenderungan molekul tidak sejenis berikatan), menyebabkan air dapat diangkut dari akar
ke bagian tumbuhan yang lebih tinggi. Penggunaan air oleh daun melalui transpirasi
(penguapan) menciptakan tarikan yang membantu air naik ke daun.
Nutrisi hasil fotosintesis, berupa gula dan asam amino, diangkut ke seluruh tubuh tumbuhan
melalui pembuluh floem. Pengangkutan ini dimulai dari daun (sumber gula tinggi) ke bagian
tanaman lain yang membutuhkan (daerah gula rendah), dibantu oleh sirkulasi air melalui
xilem dan floem.
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : ....................................................


KELAS / SEMESTER : IX / GANJIL
MATA PELAJARAN : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Membandingkan perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan


2. Mendeskripsikan pertumbuhan dan perkembangan manusia dari bayi hingga dewasa
3. Mengenali budaya Indonesia yang mengapresiasi pertumbuhan manusia
4. Membandingkan pertumbuhan pada hewan ovipar, ovovivipar, dan vivipar
5. Membandingkan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna
6. Menganalisis perkembangan pada hewan melalui pengamatan
7. Mendeskripsikan pertumbuhan tumbuhan dari biji ke dewasa
8. Membandingkan pertumbuhan primer dan sekunder
9. Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan
10. Menganalisis faktor pertumbuhan tumbuhan melalui eksperimen
11. Mengumpulkan informasi tentang stunting
12. Memberikan solusi tentang stunting melalui kampanye masyarakat

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

1. Mengidentifikasi perbedaan pertumbuhan dan perkembangan


2. Menjelaskan tahapan pertumbuhan manusia
3. Menyebutkan budaya Indonesia yang berkaitan dengan perkembangan manusia
4. Menjelaskan perbedaan cara berkembang biak hewan ovipar, ovovivipar, dan vivipar
5. Membedakan jenis metamorfosis
6. Menganalisis hasil observasi perkembangan hewan
7. Menjelaskan proses pertumbuhan tumbuhan dari biji
8. Menjelaskan perbedaan pertumbuhan primer dan sekunder
9. Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tumbuhan
10. Menarik kesimpulan dari hasil eksperimen tentang faktor pertumbuhan tumbuhan
11. Menggali informasi penyebab stunting
12. Menyusun solusi dalam bentuk kampanye kesehatan masyarakat

KISI-KISI SOAL

No IPK Level Bentuk


Kognitif Soal
1 Mengidentifikasi perbedaan pertumbuhan dan LOTS (C2) Pilihan
perkembangan Ganda
2 Menjelaskan tahapan pertumbuhan manusia LOTS (C2) Pilihan
Ganda
3 Menyebutkan budaya Indonesia terkait pertumbuhan LOTS (C1) Pilihan
manusia Ganda
4 Membedakan cara berkembang biak ovipar, LOTS (C2) Pilihan
ovovivipar, dan vivipar Ganda
5 Membedakan jenis metamorfosis LOTS (C2) Pilihan
Ganda
6 Menganalisis pertumbuhan hewan hasil observasi HOTS (C4) Pilihan
Ganda
7 Menjelaskan pertumbuhan tumbuhan dari biji ke LOTS (C2) Pilihan
tumbuhan dewasa Ganda
8 Menjelaskan perbedaan pertumbuhan primer dan LOTS (C2) Pilihan
sekunder Ganda
9 Menarik kesimpulan dari eksperimen pertumbuhan HOTS (C4) Pilihan
tumbuhan Ganda
10 Menyusun solusi masalah stunting di lingkungan HOTS (C6) Pilihan
masyarakat Ganda

SOAL PILIHAN GANDA

1. Perhatikan pernyataan berikut:


(1) Bertambahnya tinggi badan
(2) Bertambahnya berat badan
(3) Perubahan kemampuan berbicara
(4) Munculnya sifat tanggung jawab
Yang termasuk dalam perkembangan adalah ...
A. (1) dan (2)
B. (2) dan (3)
C. (3) dan (4)
D. (1) dan (3)
E. (1), (2), dan (4)

2. Seorang bayi yang baru lahir belum bisa berjalan, tetapi seiring waktu ia belajar berdiri,
berjalan, dan berbicara. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ...
A. Bayi mengalami pertumbuhan fisik
B. Bayi mengalami perkembangan motorik dan kognitif
C. Bayi mengalami gangguan pertumbuhan
D. Bayi belum mengalami pertumbuhan
E. Bayi mengalami pertumbuhan sekunder
3. Salah satu budaya di Indonesia yang menandai perkembangan anak menjadi remaja
adalah ...
A. Upacara Nyepi
B. Tradisi Ngaben
C. Tradisi Potong Gigi di Bali
D. Upacara Tabuik di Sumatera Barat
E. Tradisi Kasada di Tengger

4. Hewan yang mengeluarkan telur dan menetas di luar tubuh induk disebut ...
A. Ovipar
B. Vivipar
C. Ovovivipar
D. Hermaprodit
E. Vertebrata

5. Katak mengalami perubahan bentuk tubuh secara drastis dari telur menjadi berudu,
kemudian menjadi katak dewasa. Proses ini disebut ...
A. Metamorfosis tidak sempurna
B. Regenerasi
C. Metamorfosis sempurna
D. Fertilisasi
E. Evolusi

6. Seorang siswa mengamati perkembangan kupu-kupu dari telur hingga menjadi imago. Ia
mencatat bahwa perubahan bentuk terjadi pada setiap tahapnya. Dari pengamatan itu, siswa
menyimpulkan bahwa ...
A. Semua serangga mengalami metamorfosis sempurna
B. Pertumbuhan terjadi hanya pada fase pupa
C. Kupu-kupu mengalami metamorfosis sempurna
D. Tidak ada perubahan ukuran tubuh
E. Serangga tidak mengalami pertumbuhan

7. Tumbuhan kacang hijau yang ditanam dari biji akan tumbuh batang dan daun. Proses ini
disebut ...
A. Perkecambahan
B. Fotosintesis
C. Respirasi
D. Difusi
E. Transpirasi

8. Pertumbuhan akar dan batang yang menyebabkan tumbuhan bertambah tinggi dan panjang
disebut ...
A. Pertumbuhan sekunder
B. Pertumbuhan berkala
C. Pertumbuhan primer
D. Pertumbuhan koleoptil
E. Pertumbuhan lateral

9. Seorang siswa melakukan eksperimen pertumbuhan tanaman dengan dua pot: satu pot
diletakkan di tempat gelap, dan satu lagi di tempat terang. Setelah 7 hari, tanaman di tempat
terang tumbuh lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa ...
A. Suhu sangat memengaruhi pertumbuhan
B. Air tidak diperlukan untuk tumbuhan
C. Cahaya matahari memengaruhi pertumbuhan
D. Tanah lebih penting dari sinar
E. Tumbuhan tidak membutuhkan cahaya

10. Di salah satu desa, ditemukan kasus anak-anak mengalami pertumbuhan lambat. Setelah
ditelusuri, mereka kurang asupan gizi dan tidak rutin ke posyandu. Solusi yang dapat
dilakukan siswa adalah ...
A. Membuat laporan ke dinas pendidikan
B. Menyalahkan orang tua anak tersebut
C. Membuat kampanye gizi di posyandu
D. Menyebarkan informasi di media sosial
E. Mewawancarai dokter anak

KUNCI JAWABAN

1. C
2. B
3. C
4. A
5. C
6. C
7. A
8. C
9. C
10. C

RUBRIK PENILAIAN

● Skor per soal benar: 10 poin


● Jumlah soal: 10
● Total skor maksimal: 100
● Konversi nilai:
o 86 – 100 : Sangat Baik
o 71 – 85 : Baik
o 56 – 70 : Cukup
o 55 : Perlu Bimbingan
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : ………………………………


KELAS / SEMESTER : IX / GANJIL
MATA PELAJARAN : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

1. Membandingkan perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan.


2. Mendeskripsikan pertumbuhan dan perkembangan manusia sejak bayi hingga dewasa.
3. Mengenali budaya Indonesia yang mengapresiasi pertumbuhan dan perkembangan
manusia.
4. Membandingkan pertumbuhan dan perkembangan pada hewan ovipar, ovovivipar,
dan vivipar.
5. Membandingkan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.
6. Mengobservasi dan menganalisa perkembangan pada hewan.
7. Mendeskripsikan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan mulai dari biji hingga
dewasa.
8. Membandingkan pertumbuhan primer dan sekunder.
9. Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan.
10. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan melalui
eksperimen.
11. Mengumpulkan informasi tentang stunting yang menjadi permasalahan di Indonesia.
12. Memberikan solusi ke masyarakat mengenai stunting melalui kampanye di posyandu
terdekat.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1. Menjelaskan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan.


2. Mengamati serta menyimpulkan tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia.
3. Menjelaskan nilai budaya dalam masyarakat Indonesia yang mengapresiasi proses
tumbuh kembang manusia.
4. Menganalisis jenis pertumbuhan dan perkembangan hewan berdasarkan cara
reproduksi.
5. Mengklasifikasi jenis metamorfosis pada hewan.
6. Melakukan pengamatan dan mencatat perkembangan hewan tertentu.
7. Menjelaskan tahapan pertumbuhan tanaman.
8. Membedakan pertumbuhan primer dan sekunder.
9. Menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman.
10. Melakukan eksperimen sederhana untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan
terhadap pertumbuhan tanaman.
11. Mengidentifikasi masalah stunting di lingkungan sekitarnya.
12. Menyusun kampanye edukatif terkait pencegahan stunting untuk masyarakat.
KISI-KISI SOAL PROYEK (ASESMEN PRAKTIK)

No Tujuan Indikator IPK Level Bentuk


Pembelajaran Pencapaian Kognitif Soal
1 10, 11, 12 Mengembangkan Menganalisis dan C5 Proyek
solusi atas masalah membuat (Evaluasi) Praktik
stunting berbasis kampanye edukatif
pengamatan dan
analisis lingkungan
sekitar
2 6, 7, 9, 10 Menguji faktor Melakukan C6 Proyek
lingkungan terhadap eksperimen dan (Mencipta) Praktik
pertumbuhan tanaman membuat laporan
melalui eksperimen pertumbuhan
tanaman
3 4, 5, 6 Mengamati dan Mengamati siklus C5 Proyek
menjelaskan proses hidup hewan dan (Evaluasi) Praktik
metamorfosis pada menyajikan
hewan hasilnya
4 3 Mengidentifikasi Mengumpulkan C4 Proyek
budaya lokal yang data dan menyusun (Analisis) Praktik
menghargai fase presentasi budaya
tumbuh kembang daerah
manusia

SOAL PROYEK

PROYEK 1: Kampanye Cegah Stunting di Sekitar Kita

Latar Belakang:
Stunting masih menjadi permasalahan utama dalam kesehatan anak-anak Indonesia. Di
lingkungan sekitar kita, masih ditemukan anak-anak dengan pertumbuhan tidak sesuai
usianya.

Tugas:
Lakukan survei sederhana di lingkungan rumah atau sekolah (boleh mewawancarai orang tua,
kader posyandu, atau guru UKS). Identifikasi pengetahuan masyarakat tentang stunting.
Berdasarkan hasil tersebut, rancang kampanye edukatif dalam bentuk poster, video pendek,
pamflet, atau media sosial untuk menyampaikan solusi pencegahan stunting.

PROYEK 2: Eksperimen Pertumbuhan Tanaman


Latar Belakang:
Faktor cahaya, air, dan jenis media tanam dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Tugas:
Lakukan eksperimen dengan menanam 3 biji kacang hijau pada media dan kondisi
lingkungan yang berbeda (misal: dengan cahaya – tanpa cahaya, banyak air – sedikit air,
tanah – kapas). Amati dan catat pertumbuhan setiap hari selama 1 minggu. Sajikan hasilnya
dalam bentuk grafik, tabel, dan kesimpulan.

PROYEK 3: Observasi Metamorfosis Hewan di Lingkungan Sekitar

Latar Belakang:
Berbagai jenis hewan mengalami metamorfosis sebagai proses perkembangan hidupnya.

Tugas:
Lakukan pengamatan pada hewan di sekitar rumah/sekolah yang mengalami metamorfosis
(misalnya kupu-kupu, katak, nyamuk). Catat fase perubahan bentuk tubuh hewan tersebut.
Sajikan hasilnya dalam bentuk laporan bergambar dan narasi deskriptif.

PROYEK 4: Budaya dan Tumbuh Kembang Anak di Daerahku

Latar Belakang:
Setiap daerah memiliki cara dan tradisi dalam menghargai pertumbuhan dan perkembangan
anak.

Tugas:
Wawancarai orang tua atau tokoh masyarakat di sekitarmu. Temukan tradisi atau budaya
yang dilakukan dalam menyambut pertumbuhan anak (seperti puputan, sunatan, ulang tahun,
dll). Sajikan hasil wawancara dan analisismu dalam bentuk presentasi atau laporan
bergambar.

KUNCI JAWABAN

Tidak ada satu jawaban benar karena bentuknya terbuka dan berbasis proses. Kriteria
penilaian ditentukan melalui rubrik berikut.

RUBRIK PENILAIAN PROYEK

Total Nilai: 100 poin

Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian


Maksim
al
Pemahaman Konsep 25 Menunjukkan pemahaman mendalam terhadap
materi
pertumbuhan/perkembangan/stunting/metamor
fosis dan mengaitkannya dengan kehidupan
nyata.
Kreativitas 20 Inovatif, menarik, komunikatif, dan sesuai
Produk/Kampanye/Present konteks.
asi
Penggunaan Data dan 20 Data hasil observasi lengkap, valid, disajikan
Observasi dengan format yang jelas
(tabel/grafik/laporan/video/foto).
Analisis dan Penyimpulan 20 Menyajikan analisis kritis dan kesimpulan
logis dari hasil eksperimen atau pengamatan.
Kerja Mandiri atau 15 Terlibat aktif, menyelesaikan tepat waktu,
Kelompok & Ketepatan mampu menjelaskan hasil kerja secara mandiri
Waktu atau dalam tim.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : .................................................
KELAS / SEMESTER : IX / GANJIL
MATA PELAJARAN : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
TOPIK PEMBELAJARAN : Pertumbuhan dan Perkembangan
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Membandingkan perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan.
2. Mendeskripsikan pertumbuhan dan perkembangan pada manusia sejak bayi hingga
dewasa.
3. Mengenali budaya Indonesia yang mengapresiasi pertumbuhan dan perkembangan
manusia.
4. Membandingkan pertumbuhan dan perkembangan pada hewan ovipar, ovovivipar,
dan vivipar.
5. Membandingkan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.
6. Mengobservasi dan menganalisis perkembangan pada hewan.
7. Mendeskripsikan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dari biji hingga dewasa.
8. Membandingkan antara pertumbuhan primer dan sekunder.
9. Mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tumbuhan.
10. Menganalisis faktor-faktor tersebut melalui eksperimen.
11. Mengumpulkan informasi tentang stunting sebagai masalah kesehatan di Indonesia.
12. Menyusun solusi dalam bentuk kampanye stunting untuk masyarakat.

ALAT DAN BAHAN


Untuk Praktik Pertumbuhan Tumbuhan:

● Kacang hijau/kacang tanah

● Kapas

● Air

● Gelas plastik bekas

● Penggaris

● Alat tulis

● Kamera/HP (opsional, untuk dokumentasi)


Untuk Observasi Hewan (Metamorfosis):

● Gambar/video/rekaman perkembangan katak atau kupu-kupu

● Kertas observasi

Untuk Kampanye Stunting:

● Kertas manila/karton

● Spidol/alat gambar

● Brosur/dokumen artikel stunting (dari internet atau pustaka)

TUGAS DAN KEGIATAN


A. Diskusi dan Analisis Awal
Pernahkah kamu melihat tanaman tumbuh dari biji yang kamu tanam sendiri? Atau melihat
bayi yang tumbuh menjadi anak-anak dan kemudian remaja? Apakah pertumbuhan dan
perkembangan itu sama?
Tugas 1: Diskusi Kelompok
Diskusikan perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan berdasarkan pengalaman
kalian sehari-hari.
Tuliskan hasil diskusimu dalam tabel berikut:
Aspek Pertumbuha Perkembangan
n
Pengertia
n
Contoh
Ciri-ciri

B. Eksperimen Pertumbuhan Tumbuhan


Untuk mengetahui bagaimana tumbuhan tumbuh dan berkembang, mari kita melakukan
percobaan sederhana menanam biji kacang hijau.
Tugas 2: Praktik Eksperimen
1. Siapkan alat dan bahan seperti di atas.
2. Basahi kapas dan letakkan di dasar gelas plastik.
3. Letakkan 3-5 biji kacang hijau di atas kapas.
4. Siram kapas setiap hari dan amati pertumbuhan selama 7 hari.
5. Ukur tinggi tanaman setiap hari.
6. Foto dan catat hasil pengamatanmu.
Catatan Pengamatan:
Hari Tinggi Tanaman (cm) Perubahan yang Terlihat
ke-
1
2
...
7
Analisis:

● Apakah tanaman tumbuh sama setiap hari?

● Faktor apa saja yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan tanamanmu?

C. Observasi Perkembangan Hewan


Beberapa hewan seperti kupu-kupu mengalami perubahan bentuk tubuh yang sangat drastis.
Mari kita pelajari proses metamorfosis!
Tugas 3: Analisis Gambar/Video
Amati gambar/video tentang metamorfosis sempurna (kupu-kupu) dan tidak sempurna
(belalang).
Tuliskan perbedaan keduanya dalam tabel berikut:
Jenis Metamorfosis Tahapan Ciri- Contoh Hewan
ciri
Sempurna
Tidak Sempurna

D. Proyek Mini: Kampanye Stunting


Indonesia masih menghadapi masalah stunting yang berdampak pada tumbuh kembang anak.
Bagaimana kamu bisa membantu mengedukasi masyarakat?
Tugas 4: Kampanye Edukasi
1. Cari informasi tentang stunting (pengertian, penyebab, dampak, dan pencegahannya).
2. Buat poster, brosur, atau presentasi untuk mengedukasi masyarakat.
3. Simulasikan kampanye di kelas atau, jika memungkinkan, di posyandu sekitar.

KUNCI JAWABAN (untuk Guru)


Tugas 1:

● Pertumbuhan: proses bertambahnya ukuran fisik

● Perkembangan: proses menuju kedewasaan (fungsi tubuh, mental)


● Contoh: tinggi badan naik vs mulai bisa berjalan

Tugas 2 & 3:

● Pertumbuhan tergantung air, cahaya, dan suhu.

● Metamorfosis sempurna (kupu-kupu): telur – larva – pupa – dewasa

● Tidak sempurna (belalang): telur – nimfa – dewasa

Tugas 4:

● Stunting: kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis

● Pencegahan: ASI eksklusif, MPASI bergizi, imunisasi, sanitasi baik


RUBRIK PENILAIAN
Aspek yang Dinilai Skor Kriteria Penilaian
Maksimal
Diskusi dan analisis perbedaan 15 Lengkap, logis, menggunakan contoh
(Tugas 1) relevan
Eksperimen pertumbuhan 25 Pengamatan lengkap, data akurat,
tumbuhan (Tugas 2) analisis logis
Observasi metamorfosis hewan 20 Informasi tepat, analisis perbedaan jelas
(Tugas 3)
Kampanye stunting (Tugas 4) 30 Isi kampanye relevan, kreatif, bahasa
mudah dipahami, edukatif
Sikap dan kerja sama 10 Aktif, tanggung jawab, menghargai
pendapat anggota lain
Total 100

Anda mungkin juga menyukai