0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan25 halaman

Perencanaan Pembelajaran Zat SMP

Diunggah oleh

Bintang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan25 halaman

Perencanaan Pembelajaran Zat SMP

Diunggah oleh

Bintang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan​ : SMP Negeri 4 Bukittinggi


Mata Pelajaran​ : IPA
Nama Guru​ : Miftahurrahmi, [Link].
Kelas/ Semester​ : VII/Ganjil
Alokasi Waktu​ : 5 x 40 menit (5 Pertemuan)
Tahun Ajaran​ : 2025 /2026

IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK:

Sebelum memulai pembelajaran Bab 2: Zat dan Perubahannya, identifikasi


kesiapan peserta didik adalah krusial. Penting untuk mengetahui
pengetahuan awal peserta didik mengenai tiga jenis wujud zat (padat, cair,
gas) dan sifat-sifatnya, yang seharusnya telah mereka pelajari pada jenjang
sebelumnya (Fase B kurikulum merdeka). Guru juga perlu mengecek
pemahaman peserta didik tentang konsep perubahan wujud zat, yang juga
telah dibahas di fase sebelumnya. Selain itu, kemampuan peserta didik
dalam melakukan penyelidikan ilmiah, seperti yang dipelajari di Bab 1,
sangat relevan karena akan digunakan dalam berbagai aktivitas inkuiri di
bab ini. Guru perlu mengidentifikasi apakah peserta didik sudah menguasai
langkah-langkah identifikasi variabel dan perumusan hipotesis. Pemetaan
awal ini akan membantu guru menyesuaikan strategi pembelajaran,
memberikan

review jika ada yang belum paham atau miskonsepsi, serta membentuk
kelompok belajar yang efektif.

MATERI PELAJARAN:

Materi pelajaran pada Bab 2: Zat dan Perubahannya berpusat pada


pemahaman bahwa sifat zat bergantung pada pengaturan partikel-partikel di
dalamnya. Peserta didik akan mempelajari perilaku partikel sebagai
penyusun zat untuk menjelaskan perbedaan sifat-sifat zat dalam tiga wujud
yang berbeda (padat, cair, gas). Relevansi dengan kehidupan nyata peserta
didik sangat tinggi, karena hampir semua materi di alam ini, baik makhluk
hidup maupun benda mati, terdiri dari zat. Materi ini juga mencakup
perubahan wujud zat akibat adanya energi panas yang diberikan atau
dilepaskan. Tingkat kesulitan materi disesuaikan dengan jenjang SMP,
dengan memperkenalkan konsep partikel yang lebih mendalam
dibandingkan sekolah dasar. Struktur materi mencakup wujud zat dan model
partikel, perubahan wujud zat, perubahan fisika dan kimia, serta kerapatan
zat dan aplikasinya. Materi ini juga mengintegrasikan nilai dan karakter
melalui proyek akhir bab yang berhubungan dengan isu lingkungan global
seperti perubahan iklim, yang mendorong peserta didik untuk berpikir
kreatif, bernalar kritis, dan bertindak sebagai warga dunia yang peduli
lingkungan.
DIMENSI PROFIL LULUSAN:

1.​ Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak
Mulia (Elemen: Akhlak kepada Alam )
2.​ Penalaran Kritis
3.​ Kolaborasi

DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Pada akhir fase D, peserta didik


PEMBELAJARAN memahami proses identifikasi makhluk hidup; sifat dan karakteristik zat;
sistem organisasi kehidupan; interaksi makhluk hidup dengan
lingkungannya; upaya mitigasi perubahan iklim; pewarisan sifat; dan
bioteknologi di lingkungan sekitarnya. Peserta didik juga memahami
pengukuran; gerak dan gaya; tekanan dan pesawat sederhana; konsep usaha
dan energi; pengaruh kalor dan perubahan suhu; gelombang; gejala
kemagnetan dan kelistrikan serta pemanfaatan sumber energi listrik ramah
lingkungan; posisi bulan-bumi-matahari, sifat fisika dan kimia tanah, dan
penggunaan zat aditif dalam penyelesaian masalah yang dihadapi dalam
kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep ini memungkinkan peserta didik
untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan inkuiri sains mereka.

Lintas Disiplin Ilmu:

●​ Bahasa Indonesia: untuk keterampilan menulis ringkasan, laporan


percobaan, dan menjelaskan konsep secara sistematis.
●​ Matematika: untuk menginterpretasi data titik leleh dan titik didih,
serta menghitung massa jenis.
●​ Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): untuk mengakses
simulasi digital dan video pembelajaran, serta menggunakan
perangkat lunak pengolah data.
●​ Seni Budaya/Prakarya: untuk membuat model partikel yang menarik.

TOPIK PEMBELAJARAN: Zat dan Perubahannya

TUJUAN PEMBELAJARAN::

a. Peserta didik Mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat berdasarkan


pengamatan dihubungkan dengan perbedaan keadaan partikel dalam zat
padat, cair, dan gas melalui pemodelan pergerakan partikel.

b. Peserta didik Menjelaskan perubahan wujud zat sebagai perubahan fisika


melalui pengamatan kegiatan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

c. Peserta didik Mendeskripsikan perbedaan antara perubahan fisika dan


perubahan kimia melalui pengamatan dalam percobaan.
d. Peserta didik Menjelaskan secara ilmiah fenomena dalam kehidupan
sehari-hari yang berkaitan dengan kerapatan zat.

PRAKTIK PEDAGOGIS:

1.​ Pembelajaran Berbasis Masalah


2.​ Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi

MITRA PEMBELAJARAN:

1.​ Orang tua/Wali: Mendukung kegiatan di rumah seperti membuat


ringkasan materi, mengamati perubahan fisika dan kimia, serta
mengawasi percobaan sederhana.
2.​ Guru Bidang Studi Lain (Matematika): Berkolaborasi untuk
membantu peserta didik dalam pengolahan data dan interpretasi
grafik.

LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:

1.​ Ruang Fisik: Kelas, Laboratorium (jika ada), lingkungan sekitar


sekolah/rumah (untuk mengamati zat dan perubahannya).
2.​ Ruang Virtual: Platform daring untuk simulasi digital (misalnya
Phet Interactive Simulations).
3.​ Budaya Belajar: Kolaboratif, konstruktivisme, partisipatif, dan
mendorong diskusi untuk menggali pengetahuan awal dan
mengembangkan pemahaman.

PEMANFAATAN DIGITAL:

1.​ Perencanaan: Google Scholar (untuk mencari data penelitian).


2.​ Pelaksanaan: Video pembelajaran (misalnya dari YouTube),
simulasi interaktif (misalnya Phet Interactive Simulations), perangkat
pengolah data (misalnya Microsoft Excel atau Google Sheet).
3.​ Asesmen: Aplikasi kuis daring (misalnya Quizizz), Google Form
(untuk asesmen awal dan refleksi).

PENGALAMAN BELAJAR Langkah-Langkah Pembelajaran


BELAJAR
Pertemuan 1 Topik: Wujud Zat dan Model Partikel Tujuan
Pembelajaran:

●​ Mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat berdasarkan pengamatan


dihubungkan dengan perbedaan keadaan partikel dalam zat padat,
cair, dan gas melalui pemodelan pergerakan partikel.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1.​ Peserta didik menjawab salam guru.


2.​ Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran
dengan dipimpin salah satu peserta didik.
3.​ Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4.​ Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5.​ Peserta didik menyimak motivasi dari guru terkait pentingnya
memahami zat di sekitar kita.
6.​ Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan seperti "Apa itu zat?" atau "Wujud zat apa saja yang
kalian ketahui?".
7.​ Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan di bab ini.
8.​ Guru memulai dengan menampilkan berbagai benda/barang/cairan di
meja peserta didik (misalnya buku, batu, paku, air, minyak, balon)
dan meminta peserta didik untuk mengelompokkan benda-benda
tersebut.
9.​ Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kalian
mengelompokkan benda-benda ini?" atau "Sifat-sifat apa yang
membedakan kelompok benda ini?".
10.​Peserta didik melakukan asesmen awal dengan menjawab pertanyaan
terkait wujud zat dan sifatnya.
11.​Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai jawaban asesmen
awal untuk menggali pengetahuan awal dan kemungkinan
miskonsepsi.
12.​Guru memaparkan tujuan pembelajaran hari ini dan
menghubungkannya dengan klasifikasi benda berdasarkan wujud zat.

Kegiatan Inti: Memahami, Mengaplikasikan (Berkesadaran,


Bermakna)

1.​ Orientasi pada Siswa pada Masalah:


o​ Peserta didik dalam kelompok kecil (4-5 orang) diminta
untuk mendiskusikan sifat-sifat yang membedakan zat padat,
cair, dan gas berdasarkan pengetahuan awal mereka.
2.​ Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
o​ Peserta didik mencari pengertian kata "materi" (Aktivitas
2.1).
o​ Peserta didik melakukan percobaan menyelidiki sifat-sifat zat
padat, cair, dan gas (Aktivitas 2.2).
o​ Guru memperkenalkan konsep "partikel" sebagai bagian
terkecil dari materi.
3.​ Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
o​ Peserta didik memodelkan pergerakan partikel dalam zat
padat, cair, dan gas menggunakan tubuh mereka (Aktivitas
2.3). Guru dapat memberikan skenario seperti menuang zat
padat atau cair, atau menyemprotkan parfum untuk gas.
o​ Peserta didik meringkas hubungan antara sifat-sifat zat
dengan keadaan partikel di dalam zat tersebut dalam bentuk
tabel (Aktivitas 2.4).
4.​ Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
o​ Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mengenai sifat-sifat zat dan hubungannya dengan pergerakan
partikel.
o​ Peserta didik menunjukkan model pergerakan partikel dan
menjelaskan fenomena sehari-hari yang terkait.
5.​ Menganalisis dan Mengevaluasi:
o​ Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi dan
model peserta didik, mengklarifikasi miskonsepsi tentang
partikel.
o​ Peserta didik melakukan refleksi tentang pemahaman mereka
terhadap wujud zat dan model partikel.

Kegiatan Penutup – Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan)

1.​ Guru dan Peserta didik menyimpulkan bahwa perilaku partikel


mempengaruhi wujud zat dan sifat-sifatnya.
2.​ Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya tentang perubahan wujud zat.
3.​ Guru mengapresiasi peserta didik atas partisipasi aktif dan kreativitas
mereka.
4.​ Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 2 Topik: Perubahan Wujud Zat Tujuan Pembelajaran:

●​ Menjelaskan perubahan wujud zat sebagai perubahan fisika melalui


pengamatan kegiatan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1.​ Peserta didik menjawab salam guru.


2.​ Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3.​ Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4.​ Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran hari ini.
5.​ Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa yang terjadi pada es
batu jika diletakkan di tempat terbuka?" atau "Mengapa air di dalam
panci bisa berkurang jika terus dipanaskan?".
6.​ Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan demonstrasi
pemanasan es batu dalam gelas transparan, mengukur suhu setiap
beberapa menit.
7.​ Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti: Memahami, Mengaplikasikan (Berkesadaran,


Bermakna)
1.​ Orientasi pada Siswa pada Masalah:
o​ Peserta didik dalam kelompok mengamati data suhu
pemanasan es batu yang dicatat di papan tulis dan
mendiskusikan apa yang terjadi pada es dan air saat
dipanaskan.
2.​ Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
o​ Guru memodelkan perubahan wujud mencair dan membeku
dengan menghubungkan pada pergerakan partikel.
o​ Guru menjelaskan konsep bahwa ketika materi dipanaskan,
partikel mendapatkan energi dan bergerak lebih cepat.
3.​ Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
o​ Peserta didik menjelaskan pergerakan partikel dalam zat cair
saat dipanaskan hingga menguap dan perbedaannya dengan
mengembun (Aktivitas 2.5).
o​ Peserta didik mencoba membuat hujan buatan (Aktivitas 2.6)
untuk melatih keterampilan inkuiri tentang faktor yang
mempengaruhi hujan buatan.
o​ Peserta didik menjawab soal untuk menentukan wujud materi
dalam berbagai suhu berdasarkan titik leleh dan titik didih
(Aktivitas 2.7).
4.​ Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
o​ Peserta didik menyajikan hasil pengamatan dan diskusi
mereka tentang perubahan wujud zat.
o​ Peserta didik dapat membuat tabel glosarium untuk
istilah-istilah baru terkait perubahan wujud zat.
5.​ Menganalisis dan Mengevaluasi:
o​ Guru memberikan umpan balik dan klarifikasi konsep-konsep
perubahan wujud zat, terutama jika ada miskonsepsi.
o​ Peserta didik melakukan refleksi tentang pemahaman mereka
terhadap perubahan wujud zat sebagai perubahan fisika.

Kegiatan Penutup – Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan)

1.​ Guru dan Peserta didik menyimpulkan bahwa perubahan wujud zat
adalah perubahan fisika karena zat yang berubah wujud dapat
kembali ke wujud semula dan partikelnya tetap sama.
2.​ Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya tentang perubahan fisika dan kimia.
3.​ Guru mengapresiasi peserta didik atas partisipasi dan kemampuan
mereka dalam menginterpretasi data.
4.​ Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 3 Topik: Perubahan Fisika dan Kimia Tujuan Pembelajaran:

●​ Mendeskripsikan perbedaan antara perubahan fisika dan perubahan


kimia melalui pengamatan dalam percobaan.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1.​ Peserta didik menjawab salam guru.


2.​ Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3.​ Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4.​ Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran hari ini.
5.​ Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa perbedaan antara
kertas yang disobek dengan kertas yang dibakar?".
6.​ Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan demonstrasi
menyobek kertas (perubahan fisika) dan membakar kertas
(perubahan kimia), menekankan pada sisa pembakaran.
7.​ Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti: Memahami, Mengaplikasikan (Berkesadaran,


Bermakna)

1.​ Orientasi pada Siswa pada Masalah:


o​ Peserta didik dalam kelompok kecil berdiskusi untuk
mengidentifikasi demonstrasi mana yang merupakan
perubahan fisika dan mana yang merupakan perubahan kimia,
disertai alasannya.
o​ Guru menuliskan kata kunci yang berhubungan dengan topik
yang disebutkan oleh peserta didik di papan tulis.
2.​ Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
o​ Guru mengaitkan topik ini dengan pembelajaran sebelumnya:
"Apakah perubahan wujud zat termasuk perubahan fisika atau
kimia?".
o​ Guru menjelaskan definisi perubahan fisika dan kimia,
menekankan bahwa perubahan kimia menghasilkan zat baru
dengan sifat yang berbeda dan bersifat

irreversible.

3.​ Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:


o​ Peserta didik mengamati dan mendaftarkan perubahan fisika
dan kimia yang terjadi di sekitar mereka (Aktivitas 2.8). Guru
dapat memberikan contoh-contoh tambahan seperti menyisir
rambut, melelehkan cokelat (fisika) dan membuat kue,
pencernaan makanan (kimia).
o​ Jika memungkinkan, peserta didik dapat melakukan
percobaan di laboratorium untuk mengamati tanda-tanda
reaksi kimia.
4.​ Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
o​ Peserta didik menyajikan daftar pengamatan mereka tentang
perubahan fisika dan kimia, disertai alasannya.
o​ Peserta didik dapat membuat penampilan kreatif mengenai
siklus air (pengayaan) sebagai bagian dari perubahan fisika.
5.​ Menganalisis dan Mengevaluasi:
o​ Guru memberikan umpan balik dan klarifikasi perbedaan
antara perubahan fisika dan kimia.
o​ Peserta didik melakukan refleksi tentang kemampuan mereka
membedakan kedua jenis perubahan ini.

Kegiatan Penutup – Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan)

1.​ Guru dan Peserta didik menyimpulkan perbedaan esensial antara


perubahan fisika dan kimia.
2.​ Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya tentang kerapatan zat.
3.​ Guru mengapresiasi peserta didik atas kemampuan analisis dan
observasi mereka.
4.​ Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 4 Topik: Kerapatan Zat Tujuan Pembelajaran:

●​ Menjelaskan secara ilmiah fenomena dalam kehidupan sehari-hari


yang berkaitan dengan kerapatan zat.

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1.​ Peserta didik menjawab salam guru.


2.​ Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3.​ Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4.​ Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran hari ini.
5.​ Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mengapa kapal yang
terbuat dari besi bisa mengapung di air, padahal besi sangat berat?"
atau "Mengapa ada benda yang mengapung dan ada yang tenggelam
di air?".
6.​ Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan demonstrasi
memasukkan berbagai benda ke dalam air (kelereng, bola bekel,
potongan kertas, dll.) dan meminta peserta didik menebak apakah
benda akan tenggelam atau mengapung disertai alasan.
7.​ Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti: Memahami, Mengaplikasikan (Berkesadaran,


Bermakna)

1.​ Orientasi pada Siswa pada Masalah:


o​ Peserta didik dalam kelompok berdiskusi mengenai benda
seperti apa yang akan mengapung dan tenggelam, serta
mengapa demikian.
2.​ Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
o​ Guru menjelaskan konsep kerapatan/massa jenis (

ρ) dan hubungannya dengan peristiwa mengapung, melayang,


dan tenggelam.

o​ Guru melakukan demonstrasi sederhana memasukkan telur ke


dalam air dan menambahkan garam secara bertahap sampai
telur melayang dan mengapung, meminta peserta didik
mencatat banyaknya garam yang dibutuhkan.
3.​ Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
o​ Peserta didik membandingkan massa jenis zat untuk
menentukan apakah zat tersebut mengapung, melayang, atau
tenggelam di dalam air (Aktivitas 2.9). Guru mengingatkan
penggunaan satuan yang sama.
o​ Peserta didik merancang percobaan untuk menentukan massa
jenis zat (Aktivitas 2.10).
4.​ Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
o​ Peserta didik menyajikan hasil perbandingan massa jenis dan
rancangan percobaan mereka.
o​ Peserta didik dapat menonton video percobaan kerapatan zat
jika percobaan langsung tidak memungkinkan.
5.​ Menganalisis dan Mengevaluasi:
o​ Guru memberikan umpan balik dan klarifikasi konsep
kerapatan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
(misalnya, mengapa kapal bisa mengapung).
o​ Peserta didik melakukan refleksi tentang pemahaman mereka
terhadap kerapatan zat dan fenomena terkait.

Kegiatan Penutup – Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan)

1.​ Guru dan Peserta didik menyimpulkan bahwa kerapatan suatu benda
menyebabkan benda tersebut dapat mengapung, melayang, atau
tenggelam dalam zat lain.
2.​ Guru mengajak peserta didik mempersiapkan diri untuk proyek akhir
bab.
3.​ Guru mengapresiasi peserta didik atas kemampuan berpikir kritis dan
pemahaman konsep mereka.
4.​ Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 5 Topik: Proyek Akhir Bab Tujuan Pembelajaran:

●​ Merancang penyelidikan, melakukan, dan melaporkan hasil


penyelidikan secara lengkap dengan menggunakan metode ilmiah
untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi waktu
melelehnya es.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1.​ Peserta didik menjawab salam guru.


2.​ Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3.​ Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4.​ Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran hari ini: menyelesaikan
dan melaporkan proyek akhir bab.
5.​ Guru memulai dengan pengenalan isu global perubahan iklim dan
tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) ke-13.
6.​ Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita, sebagai
warga dunia, dapat berkontribusi dalam mengatasi masalah
lingkungan seperti perubahan iklim?"
7.​ Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan (pengerjaan proyek dan pelaporan).

Kegiatan Inti: Memahami, Mengaplikasikan (Berkesadaran,


Bermakna)

1.​ Orientasi pada Siswa pada Masalah:


o​ Guru memberikan pilihan variabel untuk diuji dalam proyek
(ketebalan es, ukuran es, campuran dalam es, medium, cara
pemanasan) atau peserta didik dapat mengusulkan pilihan lain
yang relevan dengan topik melelehnya es di kutub.
2.​ Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
o​ Peserta didik dalam kelompok kecil (3-4 orang) membuat
rancangan percobaan untuk menyelidiki faktor yang
memengaruhi waktu melelehnya es.
o​ Guru memberikan umpan balik pada rancangan percobaan
peserta didik.
3.​ Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
o​ Peserta didik memperbaiki rancangan percobaan dan
mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
o​ Peserta didik melakukan percobaan sesuai rancangannya,
dengan diskusi dengan guru jika ada modifikasi yang
diperlukan. Percobaan dapat dilakukan di sekolah atau di
rumah.
4.​ Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
o​ Peserta didik secara individual membuat laporan hasil
percobaan lengkap menggunakan struktur metode ilmiah
(tujuan, hipotesis, variabel, alat dan bahan, prosedur,
pengumpulan dan pengolahan data, kesimpulan, daftar
pustaka).
o​ Peserta didik menyiapkan presentasi ringkasan hasil
percobaan dan usulan mereka untuk memperlambat
melelehnya es di kutub.
5.​ Menganalisis dan Mengevaluasi:
o​ Peserta didik menilai laporan percobaan mereka sendiri dan
laporan percobaan teman menggunakan rubrik penilaian yang
sama.
o​ Peserta didik mempresentasikan hasil proyek mereka,
mendapatkan umpan balik dari teman dan guru.
o​ Guru menilai proyek secara sumatif menggunakan rubrik
yang telah disepakati.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

1.​ Peserta didik melakukan refleksi tentang bagaimana kegiatan ini


mengembangkan kesadaran mereka sebagai warga dunia dan
kemampuan berpikir kritis serta kreativitas.
2.​ Peserta didik mengisi refleksi akhir bab terkait pemahaman konsep,
keterampilan inkuiri, dan sikap yang dikembangkan.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1.​ Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran Bab 2: Zat dan
Perubahannya, dengan penekanan pada dampak proyek terhadap
kesadaran lingkungan.
2.​ Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, dengan mempertimbangkan minat dan kebutuhan
mereka.
3.​ Guru mengapresiasi peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyek dan kontribusi mereka terhadap isu global.
4.​ Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:


PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik

Mengetahui, ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ Bukittinggi., Juli 2025


Kepala SMPN 4 Bukittinggi​ ​ ​ ​ ​ Guru Mapel

Drs. Edi Kosla​​ ​ ​ ​ ​ ​ Miftahurrahmi, [Link].


NIP. 196705021995121003 ​ ​ ​ ​ NIP. 200006202024212006
Bab II: Zat dan Perubahannya
Tujuan utama pembelajaran dalam bab ini adalah agar peserta didik dapat mengidentifikasi
dan melakukan penyelidikan sifat zat, perubahan fisika, dan kimia melalui percobaan
sederhana, pemodelan, dan diskusi. Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi sifat
dan karakteristik zat berdasarkan pengamatan yang dihubungkan dengan perbedaan keadaan
partikel dalam zat padat, cair, dan gas melalui pemodelan pergerakan partikel. Selain itu,
mereka diharapkan dapat menjelaskan perubahan wujud zat sebagai perubahan fisika melalui
pengamatan kegiatan sehari-hari, mendeskripsikan perbedaan antara perubahan fisika dan
kimia melalui percobaan, dan menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan kerapatan zat
secara ilmiah.
A. Wujud Zat dan Model Partikel
Zat adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Dalam kehidupan
sehari-hari, kita dapat menemukan berbagai benda yang termasuk materi, seperti jam dinding,
botol air, dan wortel. Materi dibedakan atas zat padat, zat cair, dan gas. Contohnya, air dapat
ditemukan dalam tiga wujud yang berbeda: es (zat padat), air (zat cair), dan uap air (gas).
Setiap wujud zat memiliki sifat-sifat yang berbeda, seperti kemampuan berubah bentuk dan
sifat kompresibilitas (kemampuan ditekan). Zat padat umumnya keras, sulit berubah bentuk,
dan tidak mudah ditekan. Zat cair dapat berubah bentuk sesuai wadahnya dan bisa mengalir.
Sedangkan gas adalah materi yang paling mudah ditekan.
Perbedaan sifat antara ketiga wujud zat ini dapat dijelaskan melalui model partikel. Partikel
adalah bagian terkecil dari materi yang selalu bergerak dan memiliki tarikan antar
partikelnya.
●​ Zat padat: partikel-partikelnya sangat teratur, berdekatan, dan memiliki ikatan yang
sangat kuat sehingga hanya dapat bergetar di tempatnya. Ini menjelaskan mengapa zat
padat sulit berubah bentuk dan tidak bisa ditekan.
●​ Zat cair: partikel-partikelnya memiliki sedikit jarak antara satu sama lain, sehingga
dapat bergerak, mengalir, dan berubah bentuk sesuai wadahnya, tetapi volumenya
tetap.
●​ Gas: partikel-partikelnya memiliki jarak yang sangat jauh, bergerak bebas secara
acak, dan terikat sangat lemah, sehingga gas paling mudah ditekan dan dapat mengisi
seluruh bagian ruang yang ditempati.
Proses
difusi terjadi karena pergerakan partikel. Difusi adalah pergerakan partikel dari daerah yang
konsentrasinya lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah hingga seimbang. Ini menjelaskan
mengapa aroma kopi atau masakan dapat tercium dari jarak jauh, karena partikel gas yang
membawa aroma bergerak cepat dan menyebar. Difusi juga terjadi pada zat cair.
B. Perubahan Wujud Zat
Materi dapat mengalami perubahan wujud. Perubahan wujud terjadi karena adanya
pemanasan atau pendinginan suatu materi.
●​ Meleleh/Mencair dan Membeku: Ketika es batu dipanaskan, es (zat padat) akan
meleleh atau mencair menjadi air (zat cair). Proses ini membutuhkan energi panas
yang membuat partikel-partikel dalam es bergetar lebih cepat, mengurangi ikatan
antarpartikel, dan menciptakan ruang antarpartikel.
Titik leleh adalah suhu saat padatan berubah menjadi cairan. Sebaliknya, air dapat
membeku menjadi es jika didinginkan, yaitu ketika partikel-partikel air kehilangan
energi panas, bergerak lebih lambat, dan membentuk ikatan yang lebih kuat.
Titik beku adalah suhu saat cairan berubah menjadi padatan, dan titik leleh serta titik
beku suatu zat adalah sama (untuk air adalah 0°C).
●​ Menguap dan Mengembun: Proses menguap adalah ketika zat cair berubah menjadi
gas. Menguap dapat terjadi di bawah titik didih zat cair, seperti air yang menguap saat
dijemur hingga kering.
Mendidih adalah peristiwa di mana air naik ke permukaan dan dilepaskan ke udara
berupa uap air. Menguap terjadi pada permukaan zat cair, sedangkan mendidih terjadi
pada semua bagian zat cair. Kebalikan dari menguap adalah
mengembun atau kondensasi, di mana panas dari gas berpindah ke udara sekitar,
menyebabkan gas berubah menjadi zat cair.
●​ Menyublim dan Mengkristal: Menyublim adalah perubahan wujud dari padatan
langsung menjadi gas tanpa melalui tahapan cairan. Contohnya adalah sublimasi es
kering yang digunakan untuk efek kabut. Kebalikan dari menyublim adalah
mengkristal, yaitu perubahan wujud dari gas langsung menjadi padatan.
Setiap materi memiliki
titik didih dan titik leleh masing-masing, yang dapat membedakannya dari zat lain. Grafik
perubahan wujud zat per satuan waktu menunjukkan bagaimana suhu berubah atau konstan
selama proses perubahan wujud.
C. Perubahan Fisika dan Kimia
Perubahan pada materi dapat berupa perubahan fisika atau perubahan kimia.
●​ Perubahan Fisika: Terjadi ketika materi sebelum dan sesudah perubahan tetap sama.
Contohnya adalah merobek kertas, di mana ukuran kertas berubah tetapi sifat
materinya tetap. Perubahan fisika bersifat reversibel (dapat kembali ke bentuk
semula). Perubahan wujud (meleleh, membeku, menguap, mengembun) juga
termasuk perubahan fisika karena zat asalnya tetap sama (misalnya H2O pada es dan
air). Melarutkan gula dalam air juga termasuk perubahan fisika karena tidak terbentuk
materi baru, dan gula masih bisa diperoleh kembali jika airnya diuapkan.
●​ Siklus Air: Air merupakan materi istimewa yang dijumpai dalam bentuk padatan,
cairan, dan gas di alam. Siklus air melibatkan penguapan (evaporasi) air dari laut,
sungai, danau, serta transpirasi dari tumbuhan karena panas matahari. Uap air
kemudian mengembun (kondensasi) membentuk awan. Awan yang mengandung
tetesan air akan turun sebagai hujan (presipitasi). Proses ini terus berulang, sehingga
disebut siklus air.
●​ Perubahan Kimia: Terjadi ketika materi sebelum perubahan berbeda dengan materi
setelah perubahan. Perubahan kimia bersifat ireversibel (tidak bisa kembali ke bentuk
semula). Contohnya adalah membakar kertas (menjadi abu), memasak beras menjadi
nasi.
Empat tanda terjadinya reaksi kimia:
1.​ Perubahan warna: seperti pada pengecatan rambut atau pencampuran dua
cairan bening yang menghasilkan warna baru.
2.​ Terbentuk gas: seperti reaksi logam magnesium dengan asam klorida yang
menghasilkan gelembung gas hidrogen.
3.​ Terbentuk endapan: di mana reaksi kimia menghasilkan padatan yang tidak
larut dan menumpuk di bagian bawah larutan.
4.​ Ada perubahan energi: reaksi kimia dapat menghasilkan atau menyerap
energi dalam bentuk cahaya atau panas, seperti pada ledakan atau pembakaran
logam.
D. Kerapatan Zat
Kerapatan atau massa jenis (ρ) adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda.
Semakin tinggi massa jenis suatu benda, semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa
jenis dapat dijadikan sebagai penanda suatu zat karena nilainya tetap sama untuk zat yang
sama, meskipun ukurannya berbeda. Massa jenis merupakan besaran turunan, yang dihitung
dari massa dan volume benda. Rumusnya adalah
ρ=m/V , dengan satuan kg/m3 atau g/cm3.
Untuk benda berbentuk tidak beraturan seperti batu, volumenya dapat diukur menggunakan
gelas berpancur atau gelas ukur. Jika menggunakan gelas berpancur, volume air yang keluar
setelah benda dimasukkan adalah volume benda tersebut. Jika menggunakan gelas ukur,
volume benda diperoleh dengan mengurangkan volume air tanpa benda dari volume air
dengan benda.
Prinsip kerapatan juga menjelaskan mengapa benda dapat mengapung, melayang, atau
tenggelam dalam cairan.
●​ Benda mengapung jika massa jenisnya kurang dari massa jenis cairan di
sekelilingnya.
●​ Benda tenggelam jika massa jenisnya lebih tinggi dari mediumnya.
●​ Benda melayang jika massa jenisnya sama dengan massa jenis cairan.
Contoh menarik adalah Laut Mati, di mana orang dapat mengapung dengan mudah karena
massa jenis airnya (1,24 g/cm³) lebih tinggi dari massa jenis tubuh manusia (0,985 g/cm³).
Perbedaan kerapatan juga terjadi pada berbagai jenis cairan dan gas, misalnya balon helium
bisa terbang karena gas helium kurang rapat dibanding udara.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Satuan Pendidikan​ : SMP Negeri 4 Bukittinggi​


Kelas / Semester​ : VII / Ganjil​
Mata Pelajaran​ : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pengamatan, diskusi, dan pemodelan, peserta didik diharapkan mampu:​
a. Mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat berdasarkan pengamatan dan memahami
perbedaan keadaan partikel zat padat, cair, dan gas.​
b. Menjelaskan perubahan wujud zat sebagai perubahan fisika dalam kehidupan sehari-hari.​
c. Mendeskripsikan perbedaan antara perubahan fisika dan perubahan kimia melalui
pengamatan sederhana.​
d. Menjelaskan secara ilmiah fenomena kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan
kerapatan zat.

Alat dan Bahan

●​ Es batu
●​ Air panas dalam gelas bening
●​ Minyak goreng
●​ Pewarna makanan
●​ Sendok logam
●​ Lilin kecil
●​ Sendok plastik
●​ Gelas ukur
●​ Balon kecil
●​ Air garam
●​ Detergen
●​ Botol plastik bekas

Tugas / Soal Diskusi (Berbasis Fenomena Kehidupan Sehari-hari)

1.​ Amati perbedaan bentuk dan volume antara es batu, air, dan uap air.​
Diskusikan dalam kelompokmu:
o​ Apa perbedaan sifat-sifat ketiganya?
o​ Bagaimana partikel-partikelnya bergerak di masing-masing keadaan?
o​ Buatlah gambar model partikel zat padat, cair, dan gas.
2.​ Panaskan es batu dalam sendok logam di atas lilin.​
Setelah mencair, lanjutkan memanaskannya hingga air mulai menguap.
o​ Apa saja perubahan wujud yang terjadi?
o​ Apakah perubahan tersebut termasuk perubahan fisika atau kimia? Jelaskan
alasannya.
3.​ Masukkan air, minyak goreng, dan pewarna makanan dalam gelas bening.
o​ Apa yang kamu amati?
o​ Jelaskan mengapa zat-zat tersebut tidak bercampur!
o​ Hubungkan fenomena ini dengan konsep kerapatan zat.
4.​ Campurkan air, detergen, dan pewarna makanan, lalu tiup menggunakan
sedotan hingga muncul busa.
o​ Apakah terjadi perubahan kimia atau fisika? Jelaskan alasanmu!
o​ Apa ciri yang bisa digunakan untuk membedakannya?

Kunci Jawaban (Jawaban Ideal)

1.​
o​ Es: bentuk tetap, volume tetap (padat)
o​ Air: bentuk mengikuti wadah, volume tetap (cair)
o​ Uap: bentuk dan volume mengikuti ruang (gas)
o​ Pergerakan partikel: padat (rapat dan bergetar), cair (agak renggang, saling
geser), gas (sangat renggang dan bebas)
2.​
o​ Es mencair (mencair), air menjadi uap (menguap)
o​ Perubahan fisika: tidak terbentuk zat baru, bisa kembali ke bentuk semula
(dengan pendinginan)
3.​
o​ Terbentuk tiga lapisan (minyak di atas, air di bawah, pewarna tenggelam)
o​ Karena kerapatan zat berbeda. Minyak lebih ringan daripada air. Pewarna larut
dalam air.
o​ Fenomena ini berkaitan dengan konsep massa jenis.
4.​
o​ Terjadi pembentukan gelembung/busa
o​ Tidak ada zat baru terbentuk secara kimia; ini adalah perubahan fisika (proses
fisik: penggabungan tanpa reaksi kimia)
o​ Tidak ada bau, warna baru, atau endapan khas perubahan kimia

Rubrik Penilaian

No Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian


Maksimal
1 Deskripsi sifat dan 20 Akurat dan lengkap (20), cukup jelas
karakteristik zat berdasarkan (15), kurang lengkap (10)
pengamatan
2 Gambar model partikel zat 15 Benar, rapi, dan sesuai konsep (15),
padat, cair, dan gas cukup tepat (10), kurang tepat (5)
3 Identifikasi perubahan wujud 20 Tepat klasifikasi dan alasan (20),
dan klasifikasi fisika/kimia cukup tepat (15), kurang tepat (10)
4 Penjelasan ilmiah fenomena 20 Logis dan menggunakan istilah
kerapatan zat ilmiah (20), cukup tepat (15), kurang
(10)
5 Keaktifan dalam diskusi 10 Aktif dan berkontribusi (10), cukup
kelompok aktif (7), pasif (5)
6 Kerapian dan kebenaran 15 Lengkap, rapi, bebas coretan (15),
jawaban tertulis cukup rapi (10), tidak rapi (5)

Total Nilai Maksimal: 100


ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN​ : SMP Negeri 4 Bukittinggi​


KELAS / SEMESTER​ : VII / GANJIL​
MATA PELAJARAN​ : IPA

TUJUAN PEMBELAJARAN

a. Mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat berdasarkan pengamatan dan pergerakan


partikel zat.​
b. Menjelaskan perubahan wujud zat sebagai perubahan fisika berdasarkan kegiatan
sehari-hari.​
c. Mendeskripsikan perbedaan perubahan fisika dan kimia melalui pengamatan percobaan.​
d. Menjelaskan fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan kerapatan zat.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

1.​ Menyusun model sederhana untuk menjelaskan pergerakan partikel pada zat padat,
cair, dan gas.
2.​ Mengamati dan menjelaskan perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari
sebagai perubahan fisika.
3.​ Mendesain dan melakukan percobaan untuk membedakan perubahan fisika dan kimia.
4.​ Menyusun eksperimen sederhana untuk menjelaskan perbedaan massa jenis pada
berbagai zat.

KISI-KISI SOAL PROYEK

No IPK Materi Bentuk Level


Pokok Soal Kognitif
1 Menyusun model partikel zat padat, cair, Partikel zat Proyek C4
gas (Analisis)
2 Mengamati perubahan wujud zat dalam Perubahan Proyek C4
kehidupan sehari-hari fisika (Analisis)
3 Mendesain percobaan membedakan Perubahan Proyek C5
perubahan fisika dan kimia zat (Evaluasi)
4 Melakukan eksperimen massa jenis dan Kerapatan zat Proyek C5
menyimpulkan hasilnya (Evaluasi)

SOAL PROYEK (PRAKTIK – HOTS)

1.​
Di rumah kamu memiliki air, minyak goreng, dan alkohol. Ketiganya tampak berbeda saat
dituangkan dalam satu gelas tabung.​
Tugasmu:​
Buatlah percobaan sederhana untuk membandingkan massa jenis (kerapatan) dari air,
minyak, dan alkohol. Tuliskan:

●​ Tujuan percobaan
●​ Alat dan bahan yang digunakan
●​ Langkah kerja
●​ Data pengamatan
●​ Kesimpulan yang kamu peroleh

✅ Kunci Jawaban:
●​ Air memiliki massa jenis paling besar dibanding minyak dan alkohol.
●​ Urutan posisi zat dari bawah ke atas biasanya: air → alkohol → minyak (tergantung
jenis alkohol).
●​ Percobaan menunjukkan bahwa zat yang memiliki massa jenis lebih besar akan
berada di bawah.

2.​
Saat kamu menyetrika pakaian atau menaruh es batu di dalam gelas, terjadi perubahan wujud
zat.​
Tugasmu:​
Lakukan pengamatan terhadap dua peristiwa berikut:

●​ Es batu mencair
●​ Air menguap saat dipanaskan​
Tuliskan:
●​ Jenis perubahan yang terjadi
●​ Penjelasan partikel zat pada masing-masing perubahan
●​ Alasan mengapa perubahan ini termasuk perubahan fisika

✅ Kunci Jawaban:
●​ Kedua perubahan adalah perubahan fisika karena tidak menghasilkan zat baru.
●​ Es mencair → zat padat menjadi cair
●​ Air menguap → zat cair menjadi gas
●​ Partikel hanya berubah jaraknya, bukan susunannya

3.​
Kamu diminta menyusun model visual atau 3D dari partikel zat padat, cair, dan gas.​
Tugasmu:​
Buatlah model partikel zat padat, cair, dan gas dari bahan yang tersedia di rumah seperti
plastisin, kertas, atau benda kecil lainnya.

●​ Jelaskan perbedaan susunan partikel


●​ Jelaskan bagaimana pergerakan partikel pada tiap wujud
●​ Sajikan dalam bentuk laporan disertai foto/model

✅ Kunci Jawaban:
●​ Zat padat: partikel tersusun rapat dan teratur
●​ Zat cair: partikel agak renggang dan dapat bergerak lebih bebas
●​ Zat gas: partikel sangat renggang dan bergerak bebas ke segala arah

4.​
Saat kamu membakar kertas dan membekukan air, kamu melihat dua hasil yang berbeda.​
Tugasmu:​
Lakukan dua percobaan:

●​ Membakar kertas (di bawah pengawasan orang dewasa)


●​ Membekukan air di freezer​
Tuliskan perbedaan keduanya dalam hal:
●​ Perubahan yang terjadi
●​ Apakah terbentuk zat baru?
●​ Kesimpulan tentang perubahan fisika dan kimia

✅ Kunci Jawaban:
●​ Membakar kertas → perubahan kimia (terbentuk zat baru berupa abu dan gas)
●​ Membekukan air → perubahan fisika (tidak terbentuk zat baru)
●​ Perubahan kimia menghasilkan zat baru, perubahan fisika tidak

RUBRIK PENILAIAN PROYEK

Kriteria Skor Maksimal


Kelengkapan langkah kerja 25
Ketepatan konsep dan penjelasan 30
Kreativitas dalam model/eksperimen 20
Ketepatan data dan kesimpulan 15
Kerapian dan sistematika laporan 10
Total Skor Maksimal 100
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan ​ : SMP Negeri 4 Bukittinggi​


Kelas/Semester​ : VII / Ganjil​
Mata Pelajaran ​ : IPA

Tujuan Pembelajaran

a. Mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat berdasarkan pengamatan, dihubungkan dengan


keadaan partikel zat padat, cair, dan gas.​
b. Menjelaskan perubahan wujud zat sebagai perubahan fisika melalui kegiatan sehari-hari.​
c. Mendeskripsikan perbedaan perubahan fisika dan kimia melalui pengamatan.​
d. Menjelaskan secara ilmiah fenomena yang berkaitan dengan kerapatan zat dalam
kehidupan sehari-hari.

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

No Indikator Pencapaian
1 Mengelompokkan sifat zat padat, cair, dan gas berdasarkan pengamatan
2 Menjelaskan pergerakan partikel dalam 3 wujud zat menggunakan model
Menjelaskan peristiwa perubahan wujud zat berdasarkan contoh dalam kehidupan
3
sehari-hari
4 Membedakan perubahan fisika dan kimia dari hasil pengamatan
Menjelaskan fenomena kerapatan zat yang berkaitan dengan benda mengapung atau
5
tenggelam

Kisi-Kisi Soal Pilihan Ganda

No IPK Bentuk Level Kognitif Soal


Soal Ke
1 Mengelompokkan sifat zat padat, cair, dan Pilihan C2 (Memahami) 1
gas Ganda
2 Menjelaskan perbedaan gerak partikel antar Pilihan C3 2
zat Ganda (Mengaplikasi)
3 Menjelaskan perubahan wujud zat dari Pilihan C2 (Memahami) 3
kegiatan sehari-hari Ganda
4 Menjelaskan mencair, membeku, Pilihan C2 (Memahami) 4
menyublim Ganda
5 Mengklasifikasikan perubahan fisika dan Pilihan C3 5
kimia berdasarkan ciri Ganda (Mengaplikasi)
6 Menganalisis contoh perubahan kimia dari Pilihan C4 6
lingkungan Ganda (Menganalisis)
7 Menyimpulkan perubahan fisika dari Pilihan C4 7
eksperimen atau peristiwa harian Ganda (Menganalisis)
8 Menghubungkan kerapatan zat dengan Pilihan C3 8
kejadian mengapung Ganda (Mengaplikasi)
9 Menganalisis perbedaan massa jenis Pilihan C4 9
berbagai zat Ganda (Menganalisis)
10 Menyimpulkan fenomena kerapatan dari Pilihan C5 10
percobaan sederhana (HOTS) Ganda (Mengevaluasi)

SOAL PILIHAN GANDA

Pilihlah jawaban yang paling tepat dari A, B, C, D, atau E!

1.​ Seorang siswa menuangkan air ke dalam gelas, lalu mengamati bentuk dan
volumenya. Air menyesuaikan bentuk gelas, tetapi volumenya tetap. Hal ini
menunjukkan bahwa air bersifat...​
A. Bentuk dan volumenya tetap​
B. Bentuk tetap, volume berubah​
C. Bentuk berubah, volume tetap​
D. Bentuk dan volume berubah​
E. Tidak dapat diamati
2.​ Perhatikan gambar berikut! Seorang guru menggambar model partikel zat padat, cair,
dan gas di papan tulis.​
Partikel zat cair digambarkan lebih renggang dibanding zat padat, tetapi tidak
menyebar seperti gas. Hal ini menunjukkan bahwa...​
A. Partikel zat cair saling menempel kuat​
B. Partikel zat cair sangat bebas bergerak​
C. Partikel zat cair lebih teratur dari zat padat​
D. Partikel zat cair lebih renggang dari zat padat namun tidak sebebas gas​
E. Partikel zat cair tidak memiliki gaya tarik
3.​ Ketika es batu dikeluarkan dari freezer dan dibiarkan di udara terbuka, es mencair
menjadi air. Proses ini disebut...​
A. Membeku​
B. Menguap​
C. Mengembun​
D. Mencair​
E. Menyublim
4.​ Ibu memasak air hingga mendidih. Uap air terlihat keluar dari panci. Perubahan
wujud yang terjadi adalah...​
A. Mencair → membeku​
B. Mencair → menguap​
C. Menguap → mengembun​
D. Membeku → mencair​
E. Mengembun → mencair
5.​ Seseorang memanaskan gula hingga berubah warna menjadi coklat dan menghasilkan
aroma gosong. Perubahan ini disebut...​
A. Perubahan fisika, karena hanya berubah bentuk​
B. Perubahan fisika, karena dapat kembali ke bentuk semula​
C. Perubahan kimia, karena membentuk zat baru​
D. Perubahan fisika, karena hanya mencair​
E. Perubahan campuran
6.​ Seseorang membuat teh dengan air panas dan mencampurnya dengan gula. Setelah
beberapa menit, larutan berubah warna dan rasanya manis. Perubahan ini termasuk...​
A. Fisika, karena tidak terbentuk zat baru​
B. Kimia, karena terbentuk larutan baru​
C. Kimia, karena dapat dipisahkan​
D. Fisika, karena perubahan bentuk​
E. Kimia, karena hanya memanaskan air
7.​ Seorang siswa membekukan air menjadi es batu dan kemudian melelehkannya
kembali. Berdasarkan hal tersebut, perubahan yang terjadi termasuk...​
A. Kimia, karena menghasilkan zat baru​
B. Fisika, karena tidak menghasilkan zat baru​
C. Fisika, karena zat berubah warna​
D. Kimia, karena terjadi reaksi kimia​
E. Kimia, karena perubahan suhu
8.​ Sebuah kayu terapung di atas air, sedangkan besi tenggelam. Hal ini menunjukkan
bahwa...​
A. Besi lebih ringan daripada kayu​
B. Kayu lebih padat dari air​
C. Massa jenis kayu lebih kecil dari air​
D. Massa jenis besi lebih kecil dari kayu​
E. Kayu tidak memiliki massa jenis
9.​ Diberikan tiga zat: minyak, air, dan pasir. Ketiganya dimasukkan ke dalam gelas.
Urutan zat dari atas ke bawah adalah: minyak, air, pasir. Hal ini menunjukkan...​
A. Semuanya memiliki massa jenis sama​
B. Pasir lebih ringan dari minyak​
C. Air memiliki massa jenis paling kecil​
D. Minyak memiliki massa jenis paling besar​
E. Pasir memiliki massa jenis paling besar
10.​Dalam percobaan sederhana, siswa mengamati dua benda dimasukkan ke dalam air.
Bola plastik mengapung, sedangkan kelereng tenggelam.​
Apa simpulan dari percobaan tersebut?​
A. Kelereng memiliki bentuk yang salah​
B. Bola plastik tidak padat​
C. Bola plastik lebih padat dari kelereng​
D. Kelereng memiliki massa jenis lebih besar dari air​
E. Bola plastik tidak memiliki massa

Kunci Jawaban

1.​ C
2.​ D
3.​ D
4.​ B
5.​ C
6.​ B
7.​ B
8.​ C
9.​ E
10.​D

Rubrik Penilaian (Total 100 poin)

Skor Benar Nilai Akhir


10 benar 100
9 benar 90
8 benar 80
7 benar 70
6 benar 60
5 benar 50
4 atau kurang Perlu Remedial

Anda mungkin juga menyukai