0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan38 halaman

Strategi dan Manajemen Pemasaran Efektif

skripsi bab 2

Diunggah oleh

lkpronariasta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan38 halaman

Strategi dan Manajemen Pemasaran Efektif

skripsi bab 2

Diunggah oleh

lkpronariasta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Strategi Pemasaran

1. Pengertian Strategi

Pada setiap perusahaan mempunyai suatu tujuan, baik dalam jangka

menengah maupun jangka panjang dan juga memiliki suatu kebijakan

umum yang digunakan dalam menjalankan proses pemasaran. Beberapa

tokoh ekonomi menyatakan bahwa pada setiap perusahaan harus

mempunyai suatu strategi dalam menentukan kesuksesan perusahaan itu

sendiri.

Berdasarkan perspektif yang pertama strategi dapat didefinisikan

sebagai program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan

mengimplementasikan misinya. Makna yang terkandung dari strategi ini

adalah bahwa para manajer memainkan peranan yang aktif, sadar dan

rasional dalam merumuskan strategi organisasi. Dalam lingkungan yang

turbulen dan selalu mengalami perubahan, pandangan ini lebih banyak

diterapkan.

Sedangkan berdasarkan perspektif kedua, strategi didefinisikan

sebagai pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungannya

sepanjang waktu. Pada definisi ini, setiap organisasi pasti memiliki

strategi, meskipun strategi tersebut tidak pernah dirumuskan secara

eksplisit. Pandangan ini diterapkan bagi para manajer yang bersifat reaktif,

yaitu hanya menanggapi dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan

12
13

secara pasif manakala dibutuhkan.1 Dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa strategi adalah sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir

(sasaran). Tetapi strategi bukanlah sekedar rencana, melainkan rencana

yang utama, terpadu, menyeluruh dan menghubungkan antara perusahaan

dan lingkungannya.

2. Pengertian Pemasaran

Dalam perkembangan dewasa ini, pemasaran memegang peranan

penting dalam perusahaan, apalagi dalam perekonomian bebas, dimana

orang bebas untuk memproduksi barang dan membeli yang mereka suka.

Dengan demikian akan semakin terasa bagaimana sulitnya usaha dari

pihak perusahaan untuk memasarkan barang atau jasa yang dihasilkan

untuk mencapai keuntungan yang maksimal. Kegiatan pemasaran

perusahaan harus dapat memberikan kepuasan bagi pihak konsumen jika

menginginkan perusahaan berjalan terus atau konsumen mempunyai

pandangan yang baik terhadap perusahaan. Disamping itu apabila

perusahaan ingin memasukkan kebutuhan konsumen maka harus

menciptakan produk yang berkualitas. Dan inofasi serta menentukan cara-

cara promosi, penyaluran juga penjualan produk tersebut secara efektif dan

efisien. Pemasaran adalah sebagaimana kita ketahui bahwa kegiatan

pemasaran adalah berbeda dengan penjualan, transaksi ataupun

perdagangan.2 Pemasaran sendiri adalah salah satu bentuk muamalah yang

1
Tjiptono Fandy, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta, Andi Offset, 1997), hal 3
2
Cecep Hidayat, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: IPWI, 1998), hal 3
14

dibenarkan dalam Islam, sepanjang dalam segala proses transaksinya

terpelihara dari hal-hal yang terlarang oleh ketentuan syariah.

Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan

kelompok mendapatkan apa yang dibutuhkan dan inginkan dengan

menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai

dengan pihak lain. Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan

pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang

dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran individu

dan organisasi.3

Menurut Philip Kotler mendefinisikan pemasaran sebagai sebuah

proses sosial dan manajerial dimana individu-individu dan kelompok-

kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui

penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk-produk atau value dengan

pihak lainnya.

Sedangkan definisi pemasaran, menurut World Marketing

Association (WMA) adalah sebuah disiplin bisnis strategis yang

mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan perubahan value dari satu

inisiator kepada stakeholdernya.4 Pemasaran adalah pelaksanaan dunia

usaha yang mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen

ke konsumen atau pihak pemakai. Pemasaran secara lebih luas, pemasaran

adalah suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan

3
Sunarto, Manajemen Pemasaran, (Yogyakarta :AMUS, 2004), hal 4-5
4
Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula, Syariah
Marketing,(Bandung: PT Mizan Pustaka, 2006), hal 25-26
15

apa yang mereka butuhkan dan nilai dengan individu dan kelompok

lainnya. Pemasaran adalah semua kegiatan manusia yang diarahkan untuk

memuaskan kebutuhan dan keinginannya melalui proses pertukaran.5

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pemasaran

adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga

produk yang ditawarkan cocok dengannya dan dapat terjual dengan

[Link] pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli

sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya telah

tersedia.

3. Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran sangat mutlak dan penting sekali dalam

pengembangan sebuah perusahaan strategi pemasaran bukan merupakan

variabel bebas melainkan harus terkait dengan tujuan dan sasaran

perusahaan secara keseluruhannya. Tujuan dan sasaran pemasaran harus

merupakan bagian integral dari keseluruhan kagiatan-kegiatan perusahaan.

Dengan perkataan lain, agar bidang pemasaran mampu memainkan

peranannya dengan tingkat efektifitas yang tinggi, perumusan dan

penentuannya harus memperhatikan keunggulan kompetitif perusahaan,

sarana dan prasarana yang dimiliki dan proaktif tidaknya perusahaan

memanfaatkan peluang yang timbul.

Strategi Pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang

menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran, yang memberikan

5
Irawan, Faried wijaya dan Sudjoni, Pemasaran Prinsip dan Kasus, (Yogyakarta :
BPFE, 1996), hal 13
16

panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya

tujuan pemasaran suatu perusahaan. Dengan kata lain, strategi pemasaran

adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang

memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke

waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya,

terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan

dan keadaan persaingan yang selalu berubah. Oleh karena itu penentuan

strategi pemasaran harus didasarkan atas analisis lingkungan dan internal

perusahaan, serta analisis kesempatan dan ancaman yang dihadapi

perusahaan dari lingkungannya. 6

Strategi pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha dengan

hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan

keberhasilan strategi pemasaran. Strategi Pemasaran mempunyai

implikasi yang penting untuk berinteraksi antara perusahaan dan

konsumen, sebagai kunci untuk mendapatkan dan untuk mengidentifikasi

tujuan perusahaan, kepuasan dan kebutuhan pelanggan dengan baik

dibandingkan dengan pesaing. Strategi pemasaran adalah proses

manajerial dibidang pemasaran untuk mengembangkan dan menjaga agar

tujuan, skill, knowledge, resources, sesuai dengan peluang dan ancaman

pada pasar yang selalu berubah-ubah dan bertujuan untuk

menyempurnakan usaha dan produk perusahaan sehingga memenuhi target

laba dan pertumbuhan.

6
Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada,
2004), hal 168-169
17

Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran,

kebijakan serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran

dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan serta lokasinya.

Strategi pemasaran modern secara umum terdiri dari tiga tahap, yaitu

segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran, dan penetapan posisi pasar.7

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran

adalah suatu proses kegiatan dengan menggunakan fungsi manajemen

untuk memenuhi kebutuhan konsumen melalui transaksi.

B. Manajemen Pemasaran

1. Pengertian Manajemen

Manajemen terdiri dari dua kata yang masing-masing mempunyai

pengertian tersendiri. Akan tetapi, kedua rangkaian kata itu mengandung

satu kesatuan arti yang utuh. Istilah manajemen secara etimologis, berasal

dari bahasa Inggris “management” yang artinya ketatalaksanaan, tata

pimpinan, pengelolaan. Dengan demikian dapatlah diambil suatu

kesimpulan bahwa manajemen adalah suatu proses atau usaha daripada

orang-orang secara kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah

ditetapkan.

Manajemen adalah suatu proses sosial yang direncanakan untuk

menjamin kerjasama, partisipasi dan keterlibatan sejumlah orang dalam

mencapai sasaran dan tujuan tertentu yang ditetapkan secara efektif.8

7
Suliyanto, Studi Kelayakan Bisnis, (Yogyakarta, CV. Andi Offset, 2010), hal 93
8
Depag Dirjen Binbaga Islam, Manajemen Madrasah Aliyah, Proyek Pembinaan
Perguruan Agama IslamTingkat Menengah, 1998, hal.1.
18

Sedangkan menurut Made Pidarta dalam bukunya Manajemen

Pendidikan Indonesia, dalam pendidikan manajemen itu dapat diartikan

sebagai aktifitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat

dalam usahamencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan

sebelumnya.9

Pandangan yang lebih umum tentang pengertian manajemen

menurut Johnson yang dikutip oleh Made Pidarta, bahwa “manajemen

adalah proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan

menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan.” 10 Maksud

daripada sumber-sumber diatas adalah semua yang mencakup orang, alat,

media, bahan, uang dan sarana yang akan diarahkan dan dikoordinasikan

agar terpusat dalam rangka penyelesaian tujuan.

Sedangkan menurut Malayu S.P Hasibuan manajemen adalah ilmu

dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan

sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan

tertentu.11

Singkatnya manajemen berarti proses perencanan

pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan atau pengendalian.

Berdasarkan beberapa pengertian tentang manajemen diatas maka dapat

ditarik suatu kesimpulan bahwa manajemen adalah suatu cara pencapaian

tujuan dengan jalan pemanfatan semua sumber daya yang dimiliki secara

9
Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: Bina Aksara, 1988), hal 4.
10
Ibid.,hal 3
11
Malayu S.P Hasibuan, Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalahnya, (Jakarta: Haji
Masagung, 1989), hal 3
19

efektif dan efisien. yang mana agar tujuan itu dapat terlaksana sesuai

dengan yang diharapkan.

2. Pengertian Pemasaran

Perkembangan dewasa ini, pemasaran memegang peranan penting

dalam perusahaan, apalagi dalam perekonomian bebas, dimana orang

bebas untuk memproduksi barang dan membeli yang mereka suka. Dengan

demikian akan semakin terasa bagaimana sulitnya usaha dari pihak

perusahaan untuk memasarkan barang atau jasa yang dihasilkan untuk

mencapai keuntungan yang maksimal. Kegiatan pemasaran perusahaan

harus dapat memberikan kepuasan bagi pihak konsumen jika

menginginkan perusahaan berjalan terus atau konsumen mempunyai

pandangan yang baik terhadap perusahaan. Disamping itu apabila

perusahaan ingin memasukkan kebutuhan konsumen maka harus

menciptakan produk yang berkualitas. Dan inofasi serta menentukan cara-

cara promosi, penyaluran juga penjualan produk tersebut secara efektif dan

efisien. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang

dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan

mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan

jasa baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial.12

Pemasaran sendiri adalah salah satu bentuk muamalah yang dibenarkan

dalam Islam, sepanjang dalam segala proses transaksinya terpelihara dari

hal-hal yang terlarang oleh ketentuan syariah.

12
Thamrin Abdullah dan Francis Tantri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada, 2015), hal 2
20

Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan

kelompok mendapatkan apa yang dibutuhkan dan inginkan dengan

menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai

dengan pihak lain. Pemasaran merupakan pengenalan setiap konsumen

secara lebih dekat dengan menciptakan komunikasi dua arah dengan

mengelola suatu hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan

dan konsumen.13 Pemasaran sebagai sebuah proses sosial dan manajerial

dimana individu-individu dan kelompok-kelompok mendapatkan apa yang

mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan

pertukaran produk-produk atau value dengan pihak lainnya.

Sedangkan definisi pemasaran, menurut World Marketing

Association (WMA) adalah sebuah disiplin bisnis strategis yang

mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan perubahan value dari satu

inisiator kepada stakeholdernya. 14 Pemasaran adalah pelaksanaan dunia

usaha yang mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen

ke konsumen atau pihak pemakai. Pemasaran secara lebih luas, pemasaran

adalah suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan

apa yang mereka butuhkan dan nilai dengan individu dan kelompok

lainnya. Pemasaran adalah semua kegiatan manusia yang diarahkan untuk

memuaskan kebutuhan dan keinginannya melalui proses pertukaran.15

13
Herry Sutanto dan Khaerul Umam, Manajemen Pemasaran, (Bandung:Pustaka Setia,
2013), hal 236
14
Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula, Syariah Marketing,(Bandung: PT
Mizan Pustaka, 2016), hal 25-26
15
Irawan, Faried wijaya dan Sudjoni, Pemasaran Prinsip dan Kasus, (Yogyakarta : BPFE,
2010), hal. 13.
21

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pemasaran

adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga

produk yang ditawarkan cocok dengannya dan dapat terjual dengan

[Link] pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli

sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya telah

tersedia.

3. Manajemen Pemasaran

Manajeman pemasaran menurut Buchori dan Djaslim adalah proses

perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan

distribusi gagasan, barang, dan jasa, untuk menghasilkan pertukaran yang

memuaskan individu dan memenuhi tujuan organisasi.16

Menurut Tjiptono manajemen pemasaran merupakan sistem total

aktivitas bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menetapkan harga, dan

mendistribusikan produk, jasa dan gagasan yang mampu memuaskan

keinginan pasar sasaran dalam rangka mencapai tujuan organisasional.17

Menurut Kotler dan Keller manajemen pemasaran diartikan sebagai

seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih, mempertahankan, serta

menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menghantarkan, dan

mengomunikasikan nilai pelanggan yang umum. 18

Dari ketiga definisi menurut para ahli tersebut, dapat disimpulkan

bahwa manajemen pemasaran adalah seni dan ilmu dalam melakukan

16
Buchori Alma dan Djaslim Saladin. Manajemen Pemasaran, (Bandung: CV. Linda
Karya, 2010), hal. 5.
17
Tjiptono Fandy, Service Management Mewujudkan Layanan Prima. (Yogyakarta: Andi
Fandy, 2011), hal. 2.
18
Philip Kotler and Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, diterj. Bob Sabran,
(Jakarta: Erlangga, 2011), hal. 2.
22

aktivitas perencanaan, penetapa harga, dan pendistribusian produk kepada

pasar sasaran untuk mencapai kepuasan pelanggan yang merpakan tujuan dari

organisasi.

4. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran sangat mutlak dan penting sekali dalam

pengembangan sebuah perusahaan strategi pemasaran bukan merupakan

variabel bebas melainkan harus terkait dengan tujuan dan sasaran

perusahaan secara keseluruhannya. Tujuan dan sasaran pemasaran harus

merupakan bagian integral dari keseluruhan kagiatan-kegiatan perusahaan.

Dengan perkataan lain, agar bidang pemasaran mampu memainkan

peranannya dengan tingkat efektifitas yang tinggi, perumusan dan

penentuannya harus memperhatikan keunggulan kompetitif perusahaan,

sarana dan prasarana yang dimiliki dan proaktif tidaknya perusahaan

memanfaatkan peluang yang timbul.

Strategi Pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang

menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran, yang memberikan

panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya

tujuan pemasaran suatu perusahaan.19 Dengan kata lain, strategi pemasaran

adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang

memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke

waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya,

terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan

19
Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2014), hal
168-169
23

dan keadaan persaingan yang selalu berubah. Oleh karena itu penentuan

strategi pemasaran harus didasarkan atas analisis lingkungan dan internal

perusahaan, serta analisis kesempatan dan ancaman yang dihadapi

perusahaan dari lingkungannya.

Strategi pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha dengan

hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan

keberhasilan strategi pemasaran. Strategi Pemasaran mempunyai

implikasi yang penting untuk berinteraksi antara perusahaan dan

konsumen, sebagai kunci untuk mendapatkan dan untuk mengidentifikasi

tujuan perusahaan, kepuasan dan kebutuhan pelanggan dengan baik

dibandingkan dengan pesaing. Strategi pemasaran adalah proses

manajerial dibidang pemasaran untuk mengembangkan dan menjaga agar

tujuan, skill, knowledge, resources, sesuai dengan peluang dan ancaman

pada pasar yang selalu berubah-ubah dan bertujuan untuk

menyempurnakan usaha dan produk perusahaan sehingga memenuhi target

laba dan pertumbuhan.

Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran,

kebijakan serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran

dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan serta lokasinya.

Strategi pemasaran modern secara umum terdiri dari tiga tahap, yaitu

segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran, dan penetapan posisi pasar.20

20
Suliyanto, Studi Kelayakan Bisnis, (Yogyakarta, CV. Andi Offset, 2010), hal 93
24

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran

adalah suatu proses kegiatan dengan menggunakan fungsi manajemen

untuk memenuhi kebutuhan konsumen melalui transaksi.

C. Marketing Mix

1. Pengertian Marketing Mix

Setiap perusahaan harus memutuskan sejauh mana menyesuikan

strategi pemasarannya dengan kondisi-kondisi yang ada. Pada sisi yang

satu terdapat perusahaan-perusahaan yang menggunakan marketing mix

yang terstandarisasi secara global di seluruh dunia. Standarisasi tersebut

adalah produk, iklan, distribusi dan biaya rendah. Pada sisi lainnya

terdapat penyesuaian pada marketing mix, dimana produsen tersebut

menyesuikan elemen-elemen marketing mix untuk masing “Bauran

pemasaran adalah variabel-variabel yang dapat dikendalikan oleh

perusahaan, yang terdiri dari produk, harga, distribusi, dan promosi”.21

Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan pengertian dari

marketing mix adalah dimensi-dimensi yang dikuasai dan dapat digunakan

oleh marketing manajer guna mempengaruhi penjualan atau bisa juga

diartikan sebagai pendapatan perusahaan. Dimensi-dimensi tersebut adalah

product, price, place, dan promotion.

2. Dimensi-dimensi Marketing Mix

Dimensi-dimensi tersebut adalah product, price, place, dan

promotion.

21
Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis. (Jakarta: PT. Rineka Cipta 2000) h.220.
25

a. Product

Situmorang menyatakan bahwa “produk adalah apa saja yang

dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh, digunakan,

atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan ataupun

kebutuhan”.22

Produk merupakan unsur terpenting dalam bauran pemasaran

yang memiliki berbagai macam arti dan makna, namun secara umum

produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk

diperhatikan, dibeli digunakan dan dikonsumsi.

Produk merupakan elemen kunci dari penawaran di pasar untuk

memenuhi kebutuhan dan keinginan [Link] Kotler produk

adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk

memuaskan kebutuhan dan keinginan.23

Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan di pasar kepada

konsumen di mana didalamnya terdapat warna, harga, nama baik

pabrik, nama baik toko yang menjual dan pelayanan toko yang menjual

dimana semuanya dapat dirasakan pembeli untuk memuaskan

keinginan dan kebutuhan pembeli tersebut.

Terdapat 5 level produk yaitu:24

1) Manfaat inti yaitu keuntungan yang mendasar dari sesuatu yang

dibeli oleh pembeli.

22
Situmorang, Metrik Pemasaran Sebagai Alat Untuk Mengukur Kinerja Pemasaran
Perusahaan. Universitas Katolik Parahyangan, 2011, hal. 170
23
Kotler,. Manajemen Pemasaran..., hal. 4
24
Buchari, Manajemen Pemasaran .., hal. 140
26

2) Produk dasar sekarang di kenal dengan basic product

3) Produk yang diharapkan. Pembeli mempunyai harapan terhadap

barang dan jasa yang dibelinya.

4) Produk yang ditingkatkan.

Dari pernyataan di atas dapat dinyatakan bahwa suatu produk

lebih dari sekedar sekumpulan manfaat yang dapat memuaskan

pembeli. Hal inilah yang membuat toko-toko mencari cara baru untuk

memuaskan pelanggannya, serta membedakan penawarannya dengan

para pesaingnya.

Situmorang menyatakan bahwa “dari sebuah produk dapat lahir

sebuah brand jika produk itu menurut persepsi konsumen mempunyai

keunggulan fungsi (functional brand), menimbulkan asosiasi dan citra

yang diinginkan konsumen (image brand), serta membangkitkan

pengalaman tertentu ketika konsumen berinteraksi dengannya

(experiental brand).25 Rangkuti juga menyatakan “suatu merek

disebut kuat apabila merek tersebut memiliki brand equity yang

tinggi, seperti brand preference, brand loyalty, brand assosiation dan

brand assets yangdidukung oleh brand value yang bersifat khusus

serta sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat dalam diri pelanggan”.26

Asosiasi Merek (Brand Association) adalah segala kesan yang

muncul di benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai

suatu merek. Menurut Durianto “berbagai asosiasi merek yang saling

25
Situmorang, Metrik Pemasaran..., hal. 193
26
Freddy Rangkuti. Riset Pemasaran. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 2002), hal. 222.
27

berhubungan akan menimbulkan suatu rangkaian yang disebut brand

image.27

Product dapat diukur melalui:

1) Variasi produk bisa berwujud macam-macam, mulai dari warna

model, [Link] penerapannya, banyak produk yang variasinya

jadi tumpang tindih dan malah membingungkan konsumen.

2) Kualitas produk adalah keseluruhan ciri serta dari suatu produk atau

pelayanan yang berpengaruh pada kemampuan untuk memuaskan

kebutuhan yang dinyatakan / tersirat

3) Desain produk memiliki konsep yang lebih luas daripada gaya

(style). Desain selain mempertimbangkan faktor penampilan, juga

bertujuan untuk memperbaiki kinerja produk, mengurangi biaya

produksi, dan menambah keunggulan bersaing28

b. Price

Harga merupakan salah satu bagian dari bauran pemasaran

(marketing mix) yang penting dalam pemasaran produk. Menurut

Tjiptono “agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa,

setiap perusahaan harus menetapkan harganya secara tepat”.29

Harga semata-mata tergantung pada kebijakan perusahaan,

tetapi tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai hal. Harga

dikatakan mahal, murah, atau biasa-biasa saja bagi setiap individu

27
Durianto, Darmadi, dkk. Strategi Menaklukkan Pasar. (Jakarta: PT. Gramedia. Pustaka
Utama: 2004), hal. 69
28
Buchari, Manajemen Pemasaran ..., hal. 55
29
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran, (Yogyakarta: Andi, 1997), hal. 151
28

tidaklah harus sama, karena tergantung dari individu yang dilator

belakangi oleh lingkungan kehidupan dan kondisi individu. Agar dapat

sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa, setiap perusahaan

harus menetapkan harganya secara [Link] merupakan satu-

satunya unsur marketing mix yang memberikan pemasukan atau

pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsure lainnya (produk,

distribusi, dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya

(pengeluaran).Di samping itu harga merupakan unsur marketing mix

yang bersifat flexibel, artinya dapat diubah dengan [Link]

halnya dengan karakteristik produk atau komitmen terhadap saluran

distribusi. Kedua hal terakhir tidak dapat diubah/ disesuakan dengan

mudah dan cepat, karena biasanya menyangkut keputusan jangka

panjang. Harga sangat penting karena menentukan keuntungan dan

kelangsungan hidup perusahaan. Penentuan harga memiliki dampak

pada penyesuaian strategi pemasaran yang diambil. Elastisitas harga

dari suatu produk juga akan mempenagruhi permintaan dan penjualan.

Ada tiga indikator yang mencirikan harga yaitu: 1)

Keterjangkauan harga, 2) Kesesuaian harga dengan kualitas produk,

dan 3) Kesesuaian harga dengan manfaat.30

Tujuan penetapan harga memiliki implikasi penting terhadap

strategi bersaing perusahaan. Tujuan yang ditetapkan harus konsisten

dengan cara yang ditempuh perusahaan dalam menempatkan posisi

30
Stanton, Wiliam J. Prinsip Pemasaran. diterj:Yohannes Lamarto. edisi ketujuh. (Jakarta:
Penerbit Erlangga.1996), hal. 84
29

relatifnya dalam persaingan. Pada dasarnya ada empat jenis tujuan

penetapan harga yaitu:31

1) Tujuan berorientasi pada laba, asumsi teori ekonomi klasik

menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang

dapat menghasilkan laba paling tinggi. Tujuan ini dikenal dengan

istilah maksimalisasi laba. Dalam era persaingan global yang

kondisinya sangat kompleks dan banyak variabel yang

berpengaruh maksimalisasi laba sangat sulit dicapai, karena sukar

sekali untuk dapat memperkirakan secara akurat jumlah penjualan

yang dapat dicapai pada tingkat harga tertentu. Dengan demikian,

tidak mungkin suatu perusahaan dapat mengetahui secara pasti

tingkat harga yang dapat menghasilkan laba maksimum.

2) Tujuan beriorientasi pada volume, selain tujuan berorientasi pada

laba, ada pula perusahaan yang menetapkan harganya berdasarkan

tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang biasa

dikenal dengan istilah volume pricing objectives. Harga ditetapkan

sedemikian rupa agar dapat mencapai target volume penjualan

(dalam ton, kg, unit, m3, dan lain-lain) nilai penjualan (Rp) atau

pangsa pasar (absolut maupun relatif). Tujuan ini banyak

diterapkan oleh perusahan penerbangan, lembaga pendidikan,

perusahaan tour and travel, pengusaha bioskop dan pemilik bisnis

pertunjukan lainnya, serta penyelenggara seminar – seminar.

31
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran..., hal. 152
30

3) Tujuan berorientasi pada citra, citra (image) suatu perusahaan

dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga. Perusahaan dapat

menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan

citra prestisius. Sementara itu harga rendah dapat digunakan untuk

membentuk citra nilai tertentu (image of value), misalnya dengan

memberikan jaminan bahwa harganya merupakan harga yang

terendah di suatu wilayah terntentu. Pada hakikatnya, baik

penetapan harga tinggi maupun harga rendah bertujuan untuk

meningkatkan persepsi konsumen terhadap keseluruhan marketing

mix produk yang ditawarkan perusahaan.

4) Tujuan stabilisasi harga, dalam pasar yang konsumennya sangat

sensitive terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan

harganya, maka para pesaing harus menurunkan pula harga

mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan

stabilitasasi harga dalam industri-industri tertentu yang produknya

sangat terstandarisasi (misalnya minyak bumi). Tujuan stabilisasi

dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan

hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga

pemimpin industri (industry leader).

5) Tujuan lain-lainnya, harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan

mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas

pelanggan, mendukung penjualan ulang, atau menghindari campur

tangan pemerintah. Organisasi non profit juga dapat menetapkan


31

tujuan penetapan harga yang berbeda, misalnya untuk

mencapapartial cost recovery, full cost recovery, atau untuk

menetapkan social price.

c. Place

Place mengacu pada penyediaan produk pada suatu tempat

bagi konsumen, untuk lebih mudah untuk mengaksesnya. Place identik

dengan distribusi. Place meliputi masalah pemasaran seperti, jenis

saluran, eksposur, transportasi, distribusi, dan lokasi.

Saluran Distribusi yang dimaksud saluran distribusi (marketing

channel, trade channel, distribution channel) adalah rute atau

rangkaian perantara, baik yang dikelola pemasar maupun independen,

dalam menyampaikan barang dari produsen ke konsumen.32 Jumlah

perantara yang terlibat dalam suatu saluran distribusi sangat bervariasi.

Menurut Tjiptono (dikutip dari Kotler) terdapat tingkatan-tingkatan

dalam saluran distribusi berdasarkan jumlah perantara di dalamnya,

yaitu:

1) Zero level channel, menunjukkan bahwa pemasar tidak

menggunakan perantara dalam memasarkan produknya (disebut

juga direct marketingchannel).

2) One level channel, menunjukkan pemasar menggunakan satu tipe

perantara.

32
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran..., hal. 187.
32

3) Two level channel, berarti memakai dua tipe perantara, dan

seterusnya.

d. Promotion.33

Simamora “Promosi adalah segala bentuk komunikasi yang

digunakan untuk menginformasikan (to inform), membujuk (to

persuade), atau mengingatkan orang-orang tentang produk yang

dihasilkan organisasi, individu maupun rumah tangga”. 34

Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan

suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk,

bila konsumen belum pernah mendengarkannya dan tidak yakin bahwa

produk itu akan berguna bagi konsumen, maka konsumen tidak akan

pernah membelinya. Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk

komunikasi [Link] dimaksud dengan komunikasi pemasaran

adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi,

mempengaruhi, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan

produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk

yang ditawarkan perusahaan yang bersangkuatan.

Media promosi yang dapat digunakan pada bisnis ini antara

lain Periklanan, Promosi penjualan, Publisitas dan hubungan

masyarakat, dan Pemasaran langsung. Penentuan media promosi yang

akan digunakan didasarkan pada jenis dan bentuk produk itu sendiri.

33
Kotler,. Manajemen Pemasaran..., hal.
34
Simamora, Henry, Manajemen Sumber Daya Manusia , (Yogyakarta; STIE, 1997), hal.
285.
33

Tujuan dari promosi adalah mneginformasikan, mempengaruhi

dan membujuk, serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang

perusahaan dan bauran pemasaran”.35 Secara rinci ketiga tujuan

promosi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

1) Menginformasikan (informing), dapat berupa:

a) Menginformasikan pasar mengenai keberadaan suatu produk

baru

b) Memperkenalkan cara pemakain yang baru dari suatau produk

c) Menyampaikan perubahan harga kepada pasar

d) Menjelaskan cara kerja suatu produk

e) Menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan

f) Meluruskan kesan yang keliru

g) Mengurangi ketakutan atau kekhawatiran pembeli

h) Membangun citra perusahaan

2) Membujuk pelanggan sasaran (persuading) untuk:

a) Membentuk pilihan toko

b) Mengalihkan pilihan ke toko tertentu

c) Mengubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk

d) Mendorong pembeli untuk belanja saat itu juga

e) Mendorong pembeli untuk menerima kunjungan wiraniaga

3) Mengingatkan (remainding), dapat terdiri atas:

35
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran..., hal. 122
34

a) Mengingatkan pembeli bahwa produk yang bersangkutan

dibutuhkan dalam waktu dekat

b) Mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual

produk perusahaan

c) Membuat pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye

iklan

Menjaga agar ingatan pertama pembeli jatuh pada produk

perusahaan.

3. Macam-macam Marketing Mix

Marketing Mix menurut Tjiptono terdiri dari lima macam

yaitu:36

a. Personal Selling

Komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan

calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kapada

calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap

produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya.

b. Mass Selling

Merupakan pendekatan yang menggunakan media

komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai.

Mass Selling terdiri dari:

a) Periklanan

36
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran..., hal. 87.
35

Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang

didasari pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu

produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa

menyenangkan yang akan mengubah pikiran orang untuk membeli.

b) Publisitas

Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide

barang dan jasa secara non personal.

c. Sales Promotion

Sales promotion adalah bentuk persuasi langsung melalui

penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang

pembelian produk dengan segera atau meningkatkan jumlah barang

yang dibeli pelanggan.

e. Publik Relation

Publik relation merupakan upaya komunikasi menyeluruh

dari suatu organisasi untuk mempengaruhi persepsi, opini,

keyakinan dan sikap berbagai kelompok terhadap organisasi tersebut.

f. Direct Marketing

Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat

interaktif yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk

menimbulkan respon yang terukur atau transaksi di sembarang lokasi.

Faktor-Faktor Pertimbangan dalam pembelian Konfirmasi

dilakukan terhadap atribut produk yang dipersepsikan oleh pembeli, yang

dikelompokkan dalam dimensi-dimensi tertentu yang dianalisis. Dimensi


36

yang dipertimbangkan dalam pembelian dengan identifikasi Dimensi-

dimensi sebagai berikut :37

a. Dimensi Harga

Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya

(termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh

hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa.

b. Dimensi Kualitas

Kualitas adalah produk yang bebas cacat, dengan kata lain

kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang

menghasilkan manfaat bagi pelanggan.

c. Dimensi Brand / Merek

Merek sebagai nama, istilah, tanda, symbol, desain, atau

kombinasi di antaranya, yang dimaksudkan untuk mengindentifikasi

barang dan jasa dari satu penjual atau sekelompok penjual dan

mebedakannya dari barang dan jasa para pesaingnya.

d. Dimensi Kemasan

Secara umum kemasan adalah bagian terluar yang

membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk

dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan, terhadap benda lain.

Kemasan biasanya dibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga

pesan yang akan disampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai

produk dengan baik.

37
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran..., hal. 465.
37

e. Dimensi Ketersediaan Barang

Faktor ketersediaan barang merupakan wujud kesiapan

produsen dalam menyediakan produknya dan juga melihat sejauh

mana sikap konsumen terhadap ketersediaan produk yang ada.

D. Daya Saing

1. Pengertian Daya Saing

Daya saing adalah konsep perbandingan kemampuan dan

kinerja perusahaan, sub-sektor atau negara untuk menjual dan memasok

barang dan atau jasa yang diberikan dalam pasar. Daya saing sebuah

negara dapat dicapai dari akumulasi daya saing strategis setiap perusahaan.

Menurut Muhardi daya saing operasi merupakan fungsi operasi yang tidak

saja berorientasi ke dalam (internal) tetapi juga keluar (eksternal), yakni

merespon pasar sasaran usahanya dengan proaktif.38

Daya saing adalah konsep perbandingan kemampuan dan

kinerja perusahaan, sub-sektor atau negara untuk menjual dan memasok

barang dan atau jasa yang diberikan dalam pasar. Daya saing sebuah

negara dapat dicapai dari akumulasi daya saing strategis setiap perusahaan.

Daya saing adalah konsep perbandingan kemampuan dan kinerja

perusahaan, sub-sektor atau negara untuk menjual dan memasok barang

dan atau jasa yang diberikan dalam pasar. Daya saing sebuah negara dapat

dicapai dari akumulasi daya saing strategis setiap perusahaan. Proses

38
Muhardi, Strategi Operasi untuk keunggulan bersaing, (Jakarta: Graha Ilmu, 2007), 39.
38

penciptaan nilai tambah (value added creation) berada pada lingkup

perusahaan.39

Daya saing adalah produktivitas yang didefinisikan sebagai output

yang dihasilkan oleh tenaga kerja. Menurut World Economic Forum, daya

saing nasional adalah kemampuan perrekonomian nasional untuk

mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.40 Daya

saing ditentukan oleh keunggulan bersaing suatu perusahaan dan sangat

bergantung pada tingkat sumber daya relatif yang dimilikinya atau biasa

kita sebut keunggulan kompetitif.

2. Dimensi-dimensi daya saing

Keempat dimensi dengan indikatornya sebagai berikut:

a. Biaya adalah dimensi daya saing operasi yang meliputi empat

indikator yaitu biaya produksi, produktifitas tenaga kerja, penggunaan

kapasitas produksi dan persediaan. Unsur daya saing yang terdiri dari

biaya merupakan modal yang mutlak dimiliki oleh suatu perusahaan

yang mencakup pembiayaan produksinya, produktifitas tenaga

kerjanya, pemanfaatan kapasitas produksi perusahaan dan adanya

cadangan produksi (persediaan) yang sewaktu-waktu dapat

dipergunakan oleh perusahaan untuk menunjang kelancaran

perusahaan tersebut.

39
Mudrajad Kuncoro, Ekonomika Industri Indonesia: Menuju Negara Industri Baru 2030?‛.
(Yogjakarta: Andi, 2007), 82
40
Micel E. Porter. Competitive Advantage, (Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia,
2001), 12-14
39

b. Kualitas seperti yang dimaksudkan oleh Muhardi adalah merupakan

dimensi daya saing yang juga sangat penting, yaitu meliputi berbagai

indikator diantaranya tampilan produk, jangka waktu penerimaan

produk, daya tahan produk, kecepatan penyelesaian keluhan

konsumen, dan kesesuaian produk terhadap spesifikasi desain.

Tampilan produk dapat tercermin dari desain produk atau layanannya,

tampilan produk yang baik adalah yang memiliki desain sederhana

namun mempunyai nilai yang [Link] waktu penerimaan produk

dimaksudkan dengan lamanya umur produk dapat diterima oleh pasar,

semakin lama umur produk di pasar menunjukkan kualitas produk

tersebut semakin [Link] daya tahan produk dapat diukur dari

umur ekonomis penggunaan produk.

c. Waktu penyampaian merupakan dimensi daya saing yang meliputi

berbagai indikator diantaranya ketepatan waktu produksi,

pengurangan waktu tunggu produksi, dan ketepatan waktu

penyampaian produk. Ketiga indikator tersebut berkaitan, ketepatan

waktu penyampaian produk dapat dipengaruhi oleh ketepatan waktu

produksi dan lamanya waktu tunggu produksi.

d. Adapun fleksibilitas merupakan dimensi daya saing operasi yang

meliputi berbagai indikator diantaranya macam produk yang

dihasilkan, kecepatan menyesuaikan dengan kepentingan lingkungan.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing adalah:


40

a. Lokasi

Memperhatikan lokasi usaha sangat penting untuk kemudahan

pembeli dan menjadi faktor utama bagi kelangsungan usaha. Lokasi

usaha yang strategis akan menarik perhatian pembeliLetak atau lokasi

akan menjadi sangat penting untuk memenuhi kemudahan pelanggan

dalam berkunjung, konsumen tentu akan mencari jarak tempuh

terpendek. Walau tidak menutup kemungkinan konsumen dari jarak

jauh juga akan membeli, tapi persentasenya kecil.

b. Harga

Harga adalah jumlah dari seluruh nilai yang ditukar konsumen

atas manfaat-manfaat memiliki atau menggunakan produk atau jasa

[Link] menentukan apakah sebuah supermarket, minimarket,

atau swalayan banyak dikunjungi konsumen atau [Link] harga

juga berpengaruh pada seorang pembeli untuk mengambilkeputusan.

Harga juga berhubungan dengan diskon, pemberian kupon berhadiah,

dan kebijakan penjualan.

c. Pelayanan

Program pelayanan/service seringkali menjadi pokok

pemikiran pertama seorang pengelola supermarket/minimarket.

Pelayanan melalui produk berarti konsumen dilayani sepenuhnya

melalui persediaan produk yang ada, produk yang [Link]

melalui kemampuan fisik lebih mengacu kepada kenyamanan


41

peralatan (trolley atau keranjang belanja), tempat parkir yang nyaman,

penerangan ruangan yang baik, juga keramahan dari karyawan.

d. Mutu atau kualitas

Keyakinan untuk memenangkan persaingan pasar akan sangat

ditentukan oleh kualitas produk yang dihasilkan perusahaan.

Berkenaan dengan kualitas produk, Muhardi dalam bukunya

Strategi operasi untuk keunggulan bersaing mengutip

pendapat Adam dan Ebert yang menyatakan : “product quality is the

appropriateness of design specifications to function and use as well as

the degree to which the product conforms to the design

specifications”. Kualitasproduk ditunjukkan oleh kesesuaian

spesifikasi desain dengan fungsi atau kegunaan produk itu sendiri, dan

juga kesesuaian produk dengan spesifikasi [Link] suatu

perusahaan memiliki daya saing apabila perusahaan itu menghasilkan

produk yang berkualitas dalam arti sesuai dengan kebutuhan pasarnya.

e. Promosi

Semakin sering suatu supermarket/swalayan melakukan

promosi, semakin banyak pengunjung dalam memenuhi

kebutuhannya. Promosi bisa dilakukan melalui berbagai iklan baik di

media cetak, elektronik, maupun media lain. Promosi penjualan

terdiri dari insentif jangka pendek untuk mendorong pembelanjaan

atau penjualan produk atau jasa, yang mana promosi penjualan ini

mencakup suatu variasi yang luas dari alat-alat promosi yang didesain
42

untuk merangsang respons pasar yang lebih cepat, atau yang lebih

kuat.41

Persaingan menentukan ketepatan aktivitas perusahaan yang dapat

menyokong kinerjanya, seperti inovasi budaya kohesif atau pelaksanaan

yang [Link] Bersaing adalah pencarian akan posisi bersaing yang

menguntungkan didalam suatu industri, arena fundamental tempat

persaingan terjadi. Startegi bersaing bertujuan untuk menegakan posisi

yang menguntungkan dan dapat dipertahankan terhadap kekuatan-

kekuatan yang menentukan persaingan industri.

E. Dampak Strategi Marketing Mix dalam meningkatkan Daya Saing

Dampak adalah suatu perubahan suatu aktivitas. Aktivitas tersebut dapat

bersifat alamiah, baik kimia, fisik maupun biologi. 42 Dampak secara sederhana

bisa diartikan sebagai pengaruh atau akibat. Dalam setiap keputusan yang diambil

oleh seorang atasan biasanya mempunyai dampak tersendiri, baik itu dampak

positif maupun dampak negative. Dampak juga bisa merupakan proses lanjutan

dari sebuah pelaksanaan pengawasan internal.

Dari penjabaran di atas maka kita dapat membagi dampak ke dalam

dua pengertian yaitu:

1. Pengertian Dampak Positif

Positif adalah pasti atau tegas dan nyata dari suatu pikiran terutama

memperhatikan hal-hal yang baik. Jadi dampak positif adalah keinginan

41
Kamanto Sunarto, Prinsip-prinsip Pemasaran, (Yogyakarta: Amus, 2004), 206
42
Otto Sumarwoto. Analisis Dampak Lingkungan. (Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press, 1999). hal. 38
43

untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada

orang lain, dengan tujuan agar mereka mengikuti atau mendukung

keinginannya yang baik.

2. Pengertian Dampak Negatif

Negatif adalah pengaruh kuat yang mendatangkan akibat negatif,

pengaruh buruk yang lebih besar dibandingkan dengan dampak positifnya.

Jadi, dampak negative adalah keinginan untuk membujuk, meyakinkan,

mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar

mereka mengikuti atau mendukung keinginannya yang buruk dan

menimbulkan akibat tertentu.43

Dua jenis batasan tentang dampak yaitu :

1. Dampak pembangunan terhadap lingkungan ialah perbedaan antara

kondisi lingkungan sebelum ada pembangunan dan yang diperkirakan

akan ada setelah ada pembangunan.

2. Dampak pembangunan terhadap lingkungan ialah perbedaan antara

kondisi lingkungan yang diperkirakan akan ada tanpa adanya

pembangunan dan yang diperkirakan akan ada dengan adanya

pembangunan tersebut.

Kedua batasan di atas adalah sama, apabila kondisi lingkungan tempat

pembangunan adalah statis, yaitu tidak berubah dengan waktu, akan tetapi

lingkungan tidak statis, melainkan selalu berubah dengan waktu. Gambar 2.1

melukiskan secara skematis terjadinya dampak. Sasaran pembangunan ialah


43
Ongki Satrio Sumantri, “Dampak budaya jalanan (Street Culture) terhadap Gaya Hidup
Remaja Perkotaan, [Link] diakses pada tanggal 30
Oktober 2019.
44

untuk menaikkan kesejahteraan rakyat. Pembangunan dapat mengakibatkan

dampak primer biofisik atau/ dan sosial-ekonomi-budaya. Dampak primer ini

akan mempengaruhi sasaran kesejahteraan yang ingin dicapai. Dapat juga

terjadi dampak primer itu menimbulkan dampak sekunder, tersier dan

seterusnya, yang masing-masing dapat bersifat biofisik atau sosial-ekonomi-

budaya. Dampak sekunder, tersier dan seterusnya itu juga akan mempengaruhi

sasaran yang ingin dicapai.

Untuk dapat melihat bahwa suatu dampak atau perubahan telah terjadi

kita harus mempunyai bahan pembanding sebagai acuan. Salah satu acuan

ialah keadaan sebelum terjadi perubahan.44

Gambar 2.1 Skema Terjadinya Dampak

F. Kendala Strategi Marketing Mix dalam meningkatkan Daya Saing

Kendala Internal yang dihadapi dalam menerapkan Marketing Mix

untuk meningkatkan daya saing antara lain kurangnya Sumber Daya Manusia

(SDM). Sehingga kendala tersebut berdampak pada kegiatan produksi yang

lambat dalam memenuhi permintaan konsumen. Sumber Daya Manusia


44
Otto Sumarwoto. Analisis Dampak Lingkungan..., hal. 39-40.
45

(SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu

perusahaan di samping faktor lain seperti modal. Oleh karena itu, SDM harus

dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi,

sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan.45 Proses produksi yang dihasilkan

tergantung pada kapasitas SDM yang dimiliki dan teknologi yang digunakan.

Apabila SDM berkualitas serta teknologi yang canggih maka produk yang

dihasilkan juga berkualitas tinggi. 46

Marihot Tua Efendi Hariandja bahwa Sumber Daya Manusia

menghadi berbagai macam kendala yang bersumber dari luar atau dalam

organisasi itu sendiri.47 Seperti tantangan eksternal yaitu perubahan yang

bersumber dari lingkungan luar yang dapat menyulitkan dan menghambat

usaha peningkatan fungsi SDM untuk mendukung dan membantu organisasi

dalam mencapai suatu [Link] kendala tantangan organisasi internal

yaitu, merupakan elemen-elemen yang berasal dari organisasi yang dapat

mempengaruhi atau berorientasi mempengaruhi efektivitas pelaksanaan

kegiatan [Link] tantangan professional yaitu SDM memerlukan

staf menajemen yang mana memiliki profesionalisme, keahlian, pengetahuan

tingkat pendidikan dan pengalaman yang cukup..

Selain itu, Kendala yang dihadapi yaitu peralatan yang digunakan

masih manual yang terkadang mempengaruhi proses produksi. Apabila ketika

permintaan dari konsumen mengalami peningkatan maka akan mengalami

45
Marihot Tua Efendi Hariandja, Sumber Daya Manusia, (Jakarta : PT Gramedia Widiasarana
Indonesia), hal 2.
46
[Link], Enterpreneurship(Kewirausahaan),(Jakarta:Guepedia Publisher ,2014), hal, 57.
47
Efendi Hariandja, Sumber Daya…, hal. 32.
46

kesulitas dalam memenuhi permintaan dengan tepat waktu. Alat produksi

adalah barang (sesuatu) yang digunakan untuk menghasilkan barang lain yang

lebih berguna. Jadi dalam hal ini barang produksi tidak langsung dikonsumsi,

melainkan dipergunakan sebagai sarana dalam memperoduksi atau

memperlancar proses produksi.48

Sedangkan kendala eksternal yang dihadapi oleh antara lain

kenaikan harga bahan baku, piutang dagang dan meningkatnya pesaing baru.

Kenaikan harga bahan baku dapat disebabkan ketika pemerintah membuat

peraturan maupun kebijakan baru. sebagai contohnya ketika pemerintah

membuat perubahan kebijakan terhadap tarif dasar listrik dan bahan bakar

minyak yang akan menyebabkan biaya produksi yang dikeluarkan juga ikut

naik.49

Kendala yang dialami oleh perusahaan terkait dengan adanya pesaing

baru yaitu menurunkan volume penjualan, karena disini pesaing baru

menciptakan kualitas yang bagus serta harga yang lebih murah.

G. Penelitian Terdahulu yang Relevan

1. Mukhamad Masrur. Jurnal. 2011. Langkah-Langkah Strategis Dalam

Peningkatan Daya Saing Universitas Menggunakan Teknologi Informasi.

Hasil penelitiannya adalah Universitas perlu memanfaatkan teknologi

informasi untuk meningkatkan daya saingnya, mengingat di era

48
Muhiddin Sirat, [Link], Peralatan Tradisonal dan Perkembangan Daerah Lampung, (Lampung :
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1993), hal 2.
49
Jackie Ambadar [Link], Rencana Usaha yang Rasional, (Jakarta: Yayasan Bina Karsa Mandiri,
2005), hal. 51.
47

globalisasi ini arena persaingan semakin kompetitif, dan bersifat

[Link] satu strategi untuk meningkatkan daya saing

universitas adalah dengan melalui pemanfaatan teknologi informasi

yang telah tersedia. Menjadikan website universitas sebagai portal

“jangkar” bagi masyarakat perguruan tinggi dan masyarakat umum

untuk berinteraksi dengan universitas dan juga sebagai alternative promosi

keunggulan perguruan tinggi secara cepat dan mudah. Dalam

meningkatkan daya saing menggunakan lagkah strategis melalui Search

Engine Optimization (SEO) dan webometric sebagai jalur alternative

pencapaian cita cita menuju World Class University yang semakin terbuka.

2. Ujang Muhyidin. Jurnal. Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan

Terhadap KeputusanMahasiswa Memilih Perguruan Tinggi Swasta Di

Jawa Barat. Hasil penelitiannya adalah Variabel-variabel bauran

pemasaran jasapendidikan yang berpengaruh terhadap

pertimbanganmahasiswa dalam memilih Perguruan Tinggi Swasta

(PTS) di Jawa barat sebagai berikut : Pertama, product berpengaruh

signifikan terhadap keputusan mahasiswamemilih PTS. Kedua, price

tidak berpengaruhsignifikan terhadap keputusan mahasiswa

[Link], place berpengaruh signifikan terhadapkeputusan

mahasiswa memilih PTS. Keempat,promotion tidak berpengaruh

signifikan terhadapkeputusan mahasiswa memilih [Link],

peopletidak berpengaruh signifikan terhadap keputusanmahasiswa

memilih [Link], process berpengaruhsignifikan terhadap


48

keputusan mahasiswa [Link], physical evidence

berpengaruh signifikanterhadap keputusan mahasiswa memilih PTS.

H. Paradigma Penelitian

Paradigma penelitian adalah pandangan atau model pola pikir yang

menunjukkan permasalahan yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan

jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian. 50

Paradigma penelitian dalam skripsi ini dapat digambarkan sebagai

berikut:

pelaksanaan marketing mix


dalam meningkatkan daya saing

Strategi faktor pendukung marketing


mix dalam meningkatkan daya
marketing mix
saing

faktor penghambat marketing


mix dalam meningkatkan daya
saing

Gambar 2.1 Paradigma Penelitian

Penelitian ini mendeskripsikan tentang Strategi Marketing Mix dalam

meningkatkan daya saing (Studi kasus di UD. Selo Indah Group Desa

50
Sugiono, Metode Penelitian Adminitrasi Dilengkapi dengan Metode R & D, (Bandung:
Alfabeta, 2006), 43.
49

Ngentrong Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung) yang

mencakup: pelaksanaan marketing mix dalam meningkatkan daya saing di

UD. Selo Indah Group Desa Ngentrong Kecamatan Campurdarat Kabupaten

Tulungagung, faktor pendukung dan faktor penghambat strategi marketing

mix dalam meningkatkan daya saing di UD. Selo Indah Group Desa

Ngentrong Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.

Anda mungkin juga menyukai