BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Strategi Pemasaran
1. Pengertian Strategi
Pada setiap perusahaan mempunyai suatu tujuan, baik dalam jangka
menengah maupun jangka panjang dan juga memiliki suatu kebijakan
umum yang digunakan dalam menjalankan proses pemasaran. Beberapa
tokoh ekonomi menyatakan bahwa pada setiap perusahaan harus
mempunyai suatu strategi dalam menentukan kesuksesan perusahaan itu
sendiri.
Berdasarkan perspektif yang pertama strategi dapat didefinisikan
sebagai program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan
mengimplementasikan misinya. Makna yang terkandung dari strategi ini
adalah bahwa para manajer memainkan peranan yang aktif, sadar dan
rasional dalam merumuskan strategi organisasi. Dalam lingkungan yang
turbulen dan selalu mengalami perubahan, pandangan ini lebih banyak
diterapkan.
Sedangkan berdasarkan perspektif kedua, strategi didefinisikan
sebagai pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungannya
sepanjang waktu. Pada definisi ini, setiap organisasi pasti memiliki
strategi, meskipun strategi tersebut tidak pernah dirumuskan secara
eksplisit. Pandangan ini diterapkan bagi para manajer yang bersifat reaktif,
yaitu hanya menanggapi dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan
12
13
secara pasif manakala dibutuhkan.1 Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa strategi adalah sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir
(sasaran). Tetapi strategi bukanlah sekedar rencana, melainkan rencana
yang utama, terpadu, menyeluruh dan menghubungkan antara perusahaan
dan lingkungannya.
2. Pengertian Pemasaran
Dalam perkembangan dewasa ini, pemasaran memegang peranan
penting dalam perusahaan, apalagi dalam perekonomian bebas, dimana
orang bebas untuk memproduksi barang dan membeli yang mereka suka.
Dengan demikian akan semakin terasa bagaimana sulitnya usaha dari
pihak perusahaan untuk memasarkan barang atau jasa yang dihasilkan
untuk mencapai keuntungan yang maksimal. Kegiatan pemasaran
perusahaan harus dapat memberikan kepuasan bagi pihak konsumen jika
menginginkan perusahaan berjalan terus atau konsumen mempunyai
pandangan yang baik terhadap perusahaan. Disamping itu apabila
perusahaan ingin memasukkan kebutuhan konsumen maka harus
menciptakan produk yang berkualitas. Dan inofasi serta menentukan cara-
cara promosi, penyaluran juga penjualan produk tersebut secara efektif dan
efisien. Pemasaran adalah sebagaimana kita ketahui bahwa kegiatan
pemasaran adalah berbeda dengan penjualan, transaksi ataupun
perdagangan.2 Pemasaran sendiri adalah salah satu bentuk muamalah yang
1
Tjiptono Fandy, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta, Andi Offset, 1997), hal 3
2
Cecep Hidayat, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: IPWI, 1998), hal 3
14
dibenarkan dalam Islam, sepanjang dalam segala proses transaksinya
terpelihara dari hal-hal yang terlarang oleh ketentuan syariah.
Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan
kelompok mendapatkan apa yang dibutuhkan dan inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai
dengan pihak lain. Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan
pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang
dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran individu
dan organisasi.3
Menurut Philip Kotler mendefinisikan pemasaran sebagai sebuah
proses sosial dan manajerial dimana individu-individu dan kelompok-
kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui
penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk-produk atau value dengan
pihak lainnya.
Sedangkan definisi pemasaran, menurut World Marketing
Association (WMA) adalah sebuah disiplin bisnis strategis yang
mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan perubahan value dari satu
inisiator kepada stakeholdernya.4 Pemasaran adalah pelaksanaan dunia
usaha yang mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen
ke konsumen atau pihak pemakai. Pemasaran secara lebih luas, pemasaran
adalah suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan
3
Sunarto, Manajemen Pemasaran, (Yogyakarta :AMUS, 2004), hal 4-5
4
Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula, Syariah
Marketing,(Bandung: PT Mizan Pustaka, 2006), hal 25-26
15
apa yang mereka butuhkan dan nilai dengan individu dan kelompok
lainnya. Pemasaran adalah semua kegiatan manusia yang diarahkan untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginannya melalui proses pertukaran.5
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pemasaran
adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga
produk yang ditawarkan cocok dengannya dan dapat terjual dengan
[Link] pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli
sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya telah
tersedia.
3. Pengertian Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran sangat mutlak dan penting sekali dalam
pengembangan sebuah perusahaan strategi pemasaran bukan merupakan
variabel bebas melainkan harus terkait dengan tujuan dan sasaran
perusahaan secara keseluruhannya. Tujuan dan sasaran pemasaran harus
merupakan bagian integral dari keseluruhan kagiatan-kegiatan perusahaan.
Dengan perkataan lain, agar bidang pemasaran mampu memainkan
peranannya dengan tingkat efektifitas yang tinggi, perumusan dan
penentuannya harus memperhatikan keunggulan kompetitif perusahaan,
sarana dan prasarana yang dimiliki dan proaktif tidaknya perusahaan
memanfaatkan peluang yang timbul.
Strategi Pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang
menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran, yang memberikan
5
Irawan, Faried wijaya dan Sudjoni, Pemasaran Prinsip dan Kasus, (Yogyakarta :
BPFE, 1996), hal 13
16
panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya
tujuan pemasaran suatu perusahaan. Dengan kata lain, strategi pemasaran
adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang
memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke
waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya,
terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan
dan keadaan persaingan yang selalu berubah. Oleh karena itu penentuan
strategi pemasaran harus didasarkan atas analisis lingkungan dan internal
perusahaan, serta analisis kesempatan dan ancaman yang dihadapi
perusahaan dari lingkungannya. 6
Strategi pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha dengan
hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan
keberhasilan strategi pemasaran. Strategi Pemasaran mempunyai
implikasi yang penting untuk berinteraksi antara perusahaan dan
konsumen, sebagai kunci untuk mendapatkan dan untuk mengidentifikasi
tujuan perusahaan, kepuasan dan kebutuhan pelanggan dengan baik
dibandingkan dengan pesaing. Strategi pemasaran adalah proses
manajerial dibidang pemasaran untuk mengembangkan dan menjaga agar
tujuan, skill, knowledge, resources, sesuai dengan peluang dan ancaman
pada pasar yang selalu berubah-ubah dan bertujuan untuk
menyempurnakan usaha dan produk perusahaan sehingga memenuhi target
laba dan pertumbuhan.
6
Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada,
2004), hal 168-169
17
Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran,
kebijakan serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran
dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan serta lokasinya.
Strategi pemasaran modern secara umum terdiri dari tiga tahap, yaitu
segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran, dan penetapan posisi pasar.7
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran
adalah suatu proses kegiatan dengan menggunakan fungsi manajemen
untuk memenuhi kebutuhan konsumen melalui transaksi.
B. Manajemen Pemasaran
1. Pengertian Manajemen
Manajemen terdiri dari dua kata yang masing-masing mempunyai
pengertian tersendiri. Akan tetapi, kedua rangkaian kata itu mengandung
satu kesatuan arti yang utuh. Istilah manajemen secara etimologis, berasal
dari bahasa Inggris “management” yang artinya ketatalaksanaan, tata
pimpinan, pengelolaan. Dengan demikian dapatlah diambil suatu
kesimpulan bahwa manajemen adalah suatu proses atau usaha daripada
orang-orang secara kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Manajemen adalah suatu proses sosial yang direncanakan untuk
menjamin kerjasama, partisipasi dan keterlibatan sejumlah orang dalam
mencapai sasaran dan tujuan tertentu yang ditetapkan secara efektif.8
7
Suliyanto, Studi Kelayakan Bisnis, (Yogyakarta, CV. Andi Offset, 2010), hal 93
8
Depag Dirjen Binbaga Islam, Manajemen Madrasah Aliyah, Proyek Pembinaan
Perguruan Agama IslamTingkat Menengah, 1998, hal.1.
18
Sedangkan menurut Made Pidarta dalam bukunya Manajemen
Pendidikan Indonesia, dalam pendidikan manajemen itu dapat diartikan
sebagai aktifitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat
dalam usahamencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan
sebelumnya.9
Pandangan yang lebih umum tentang pengertian manajemen
menurut Johnson yang dikutip oleh Made Pidarta, bahwa “manajemen
adalah proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan
menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan.” 10 Maksud
daripada sumber-sumber diatas adalah semua yang mencakup orang, alat,
media, bahan, uang dan sarana yang akan diarahkan dan dikoordinasikan
agar terpusat dalam rangka penyelesaian tujuan.
Sedangkan menurut Malayu S.P Hasibuan manajemen adalah ilmu
dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan
tertentu.11
Singkatnya manajemen berarti proses perencanan
pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan atau pengendalian.
Berdasarkan beberapa pengertian tentang manajemen diatas maka dapat
ditarik suatu kesimpulan bahwa manajemen adalah suatu cara pencapaian
tujuan dengan jalan pemanfatan semua sumber daya yang dimiliki secara
9
Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: Bina Aksara, 1988), hal 4.
10
Ibid.,hal 3
11
Malayu S.P Hasibuan, Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalahnya, (Jakarta: Haji
Masagung, 1989), hal 3
19
efektif dan efisien. yang mana agar tujuan itu dapat terlaksana sesuai
dengan yang diharapkan.
2. Pengertian Pemasaran
Perkembangan dewasa ini, pemasaran memegang peranan penting
dalam perusahaan, apalagi dalam perekonomian bebas, dimana orang
bebas untuk memproduksi barang dan membeli yang mereka suka. Dengan
demikian akan semakin terasa bagaimana sulitnya usaha dari pihak
perusahaan untuk memasarkan barang atau jasa yang dihasilkan untuk
mencapai keuntungan yang maksimal. Kegiatan pemasaran perusahaan
harus dapat memberikan kepuasan bagi pihak konsumen jika
menginginkan perusahaan berjalan terus atau konsumen mempunyai
pandangan yang baik terhadap perusahaan. Disamping itu apabila
perusahaan ingin memasukkan kebutuhan konsumen maka harus
menciptakan produk yang berkualitas. Dan inofasi serta menentukan cara-
cara promosi, penyaluran juga penjualan produk tersebut secara efektif dan
efisien. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang
dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan
mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan
jasa baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial.12
Pemasaran sendiri adalah salah satu bentuk muamalah yang dibenarkan
dalam Islam, sepanjang dalam segala proses transaksinya terpelihara dari
hal-hal yang terlarang oleh ketentuan syariah.
12
Thamrin Abdullah dan Francis Tantri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada, 2015), hal 2
20
Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan
kelompok mendapatkan apa yang dibutuhkan dan inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai
dengan pihak lain. Pemasaran merupakan pengenalan setiap konsumen
secara lebih dekat dengan menciptakan komunikasi dua arah dengan
mengelola suatu hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan
dan konsumen.13 Pemasaran sebagai sebuah proses sosial dan manajerial
dimana individu-individu dan kelompok-kelompok mendapatkan apa yang
mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan
pertukaran produk-produk atau value dengan pihak lainnya.
Sedangkan definisi pemasaran, menurut World Marketing
Association (WMA) adalah sebuah disiplin bisnis strategis yang
mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan perubahan value dari satu
inisiator kepada stakeholdernya. 14 Pemasaran adalah pelaksanaan dunia
usaha yang mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen
ke konsumen atau pihak pemakai. Pemasaran secara lebih luas, pemasaran
adalah suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan
apa yang mereka butuhkan dan nilai dengan individu dan kelompok
lainnya. Pemasaran adalah semua kegiatan manusia yang diarahkan untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginannya melalui proses pertukaran.15
13
Herry Sutanto dan Khaerul Umam, Manajemen Pemasaran, (Bandung:Pustaka Setia,
2013), hal 236
14
Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula, Syariah Marketing,(Bandung: PT
Mizan Pustaka, 2016), hal 25-26
15
Irawan, Faried wijaya dan Sudjoni, Pemasaran Prinsip dan Kasus, (Yogyakarta : BPFE,
2010), hal. 13.
21
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pemasaran
adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga
produk yang ditawarkan cocok dengannya dan dapat terjual dengan
[Link] pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli
sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya telah
tersedia.
3. Manajemen Pemasaran
Manajeman pemasaran menurut Buchori dan Djaslim adalah proses
perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan
distribusi gagasan, barang, dan jasa, untuk menghasilkan pertukaran yang
memuaskan individu dan memenuhi tujuan organisasi.16
Menurut Tjiptono manajemen pemasaran merupakan sistem total
aktivitas bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menetapkan harga, dan
mendistribusikan produk, jasa dan gagasan yang mampu memuaskan
keinginan pasar sasaran dalam rangka mencapai tujuan organisasional.17
Menurut Kotler dan Keller manajemen pemasaran diartikan sebagai
seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih, mempertahankan, serta
menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menghantarkan, dan
mengomunikasikan nilai pelanggan yang umum. 18
Dari ketiga definisi menurut para ahli tersebut, dapat disimpulkan
bahwa manajemen pemasaran adalah seni dan ilmu dalam melakukan
16
Buchori Alma dan Djaslim Saladin. Manajemen Pemasaran, (Bandung: CV. Linda
Karya, 2010), hal. 5.
17
Tjiptono Fandy, Service Management Mewujudkan Layanan Prima. (Yogyakarta: Andi
Fandy, 2011), hal. 2.
18
Philip Kotler and Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, diterj. Bob Sabran,
(Jakarta: Erlangga, 2011), hal. 2.
22
aktivitas perencanaan, penetapa harga, dan pendistribusian produk kepada
pasar sasaran untuk mencapai kepuasan pelanggan yang merpakan tujuan dari
organisasi.
4. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran sangat mutlak dan penting sekali dalam
pengembangan sebuah perusahaan strategi pemasaran bukan merupakan
variabel bebas melainkan harus terkait dengan tujuan dan sasaran
perusahaan secara keseluruhannya. Tujuan dan sasaran pemasaran harus
merupakan bagian integral dari keseluruhan kagiatan-kegiatan perusahaan.
Dengan perkataan lain, agar bidang pemasaran mampu memainkan
peranannya dengan tingkat efektifitas yang tinggi, perumusan dan
penentuannya harus memperhatikan keunggulan kompetitif perusahaan,
sarana dan prasarana yang dimiliki dan proaktif tidaknya perusahaan
memanfaatkan peluang yang timbul.
Strategi Pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang
menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran, yang memberikan
panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya
tujuan pemasaran suatu perusahaan.19 Dengan kata lain, strategi pemasaran
adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang
memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke
waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya,
terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan
19
Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2014), hal
168-169
23
dan keadaan persaingan yang selalu berubah. Oleh karena itu penentuan
strategi pemasaran harus didasarkan atas analisis lingkungan dan internal
perusahaan, serta analisis kesempatan dan ancaman yang dihadapi
perusahaan dari lingkungannya.
Strategi pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha dengan
hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan
keberhasilan strategi pemasaran. Strategi Pemasaran mempunyai
implikasi yang penting untuk berinteraksi antara perusahaan dan
konsumen, sebagai kunci untuk mendapatkan dan untuk mengidentifikasi
tujuan perusahaan, kepuasan dan kebutuhan pelanggan dengan baik
dibandingkan dengan pesaing. Strategi pemasaran adalah proses
manajerial dibidang pemasaran untuk mengembangkan dan menjaga agar
tujuan, skill, knowledge, resources, sesuai dengan peluang dan ancaman
pada pasar yang selalu berubah-ubah dan bertujuan untuk
menyempurnakan usaha dan produk perusahaan sehingga memenuhi target
laba dan pertumbuhan.
Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran,
kebijakan serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran
dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan serta lokasinya.
Strategi pemasaran modern secara umum terdiri dari tiga tahap, yaitu
segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran, dan penetapan posisi pasar.20
20
Suliyanto, Studi Kelayakan Bisnis, (Yogyakarta, CV. Andi Offset, 2010), hal 93
24
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran
adalah suatu proses kegiatan dengan menggunakan fungsi manajemen
untuk memenuhi kebutuhan konsumen melalui transaksi.
C. Marketing Mix
1. Pengertian Marketing Mix
Setiap perusahaan harus memutuskan sejauh mana menyesuikan
strategi pemasarannya dengan kondisi-kondisi yang ada. Pada sisi yang
satu terdapat perusahaan-perusahaan yang menggunakan marketing mix
yang terstandarisasi secara global di seluruh dunia. Standarisasi tersebut
adalah produk, iklan, distribusi dan biaya rendah. Pada sisi lainnya
terdapat penyesuaian pada marketing mix, dimana produsen tersebut
menyesuikan elemen-elemen marketing mix untuk masing “Bauran
pemasaran adalah variabel-variabel yang dapat dikendalikan oleh
perusahaan, yang terdiri dari produk, harga, distribusi, dan promosi”.21
Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan pengertian dari
marketing mix adalah dimensi-dimensi yang dikuasai dan dapat digunakan
oleh marketing manajer guna mempengaruhi penjualan atau bisa juga
diartikan sebagai pendapatan perusahaan. Dimensi-dimensi tersebut adalah
product, price, place, dan promotion.
2. Dimensi-dimensi Marketing Mix
Dimensi-dimensi tersebut adalah product, price, place, dan
promotion.
21
Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis. (Jakarta: PT. Rineka Cipta 2000) h.220.
25
a. Product
Situmorang menyatakan bahwa “produk adalah apa saja yang
dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh, digunakan,
atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan ataupun
kebutuhan”.22
Produk merupakan unsur terpenting dalam bauran pemasaran
yang memiliki berbagai macam arti dan makna, namun secara umum
produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk
diperhatikan, dibeli digunakan dan dikonsumsi.
Produk merupakan elemen kunci dari penawaran di pasar untuk
memenuhi kebutuhan dan keinginan [Link] Kotler produk
adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan.23
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan di pasar kepada
konsumen di mana didalamnya terdapat warna, harga, nama baik
pabrik, nama baik toko yang menjual dan pelayanan toko yang menjual
dimana semuanya dapat dirasakan pembeli untuk memuaskan
keinginan dan kebutuhan pembeli tersebut.
Terdapat 5 level produk yaitu:24
1) Manfaat inti yaitu keuntungan yang mendasar dari sesuatu yang
dibeli oleh pembeli.
22
Situmorang, Metrik Pemasaran Sebagai Alat Untuk Mengukur Kinerja Pemasaran
Perusahaan. Universitas Katolik Parahyangan, 2011, hal. 170
23
Kotler,. Manajemen Pemasaran..., hal. 4
24
Buchari, Manajemen Pemasaran .., hal. 140
26
2) Produk dasar sekarang di kenal dengan basic product
3) Produk yang diharapkan. Pembeli mempunyai harapan terhadap
barang dan jasa yang dibelinya.
4) Produk yang ditingkatkan.
Dari pernyataan di atas dapat dinyatakan bahwa suatu produk
lebih dari sekedar sekumpulan manfaat yang dapat memuaskan
pembeli. Hal inilah yang membuat toko-toko mencari cara baru untuk
memuaskan pelanggannya, serta membedakan penawarannya dengan
para pesaingnya.
Situmorang menyatakan bahwa “dari sebuah produk dapat lahir
sebuah brand jika produk itu menurut persepsi konsumen mempunyai
keunggulan fungsi (functional brand), menimbulkan asosiasi dan citra
yang diinginkan konsumen (image brand), serta membangkitkan
pengalaman tertentu ketika konsumen berinteraksi dengannya
(experiental brand).25 Rangkuti juga menyatakan “suatu merek
disebut kuat apabila merek tersebut memiliki brand equity yang
tinggi, seperti brand preference, brand loyalty, brand assosiation dan
brand assets yangdidukung oleh brand value yang bersifat khusus
serta sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat dalam diri pelanggan”.26
Asosiasi Merek (Brand Association) adalah segala kesan yang
muncul di benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai
suatu merek. Menurut Durianto “berbagai asosiasi merek yang saling
25
Situmorang, Metrik Pemasaran..., hal. 193
26
Freddy Rangkuti. Riset Pemasaran. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 2002), hal. 222.
27
berhubungan akan menimbulkan suatu rangkaian yang disebut brand
image.27
Product dapat diukur melalui:
1) Variasi produk bisa berwujud macam-macam, mulai dari warna
model, [Link] penerapannya, banyak produk yang variasinya
jadi tumpang tindih dan malah membingungkan konsumen.
2) Kualitas produk adalah keseluruhan ciri serta dari suatu produk atau
pelayanan yang berpengaruh pada kemampuan untuk memuaskan
kebutuhan yang dinyatakan / tersirat
3) Desain produk memiliki konsep yang lebih luas daripada gaya
(style). Desain selain mempertimbangkan faktor penampilan, juga
bertujuan untuk memperbaiki kinerja produk, mengurangi biaya
produksi, dan menambah keunggulan bersaing28
b. Price
Harga merupakan salah satu bagian dari bauran pemasaran
(marketing mix) yang penting dalam pemasaran produk. Menurut
Tjiptono “agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa,
setiap perusahaan harus menetapkan harganya secara tepat”.29
Harga semata-mata tergantung pada kebijakan perusahaan,
tetapi tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai hal. Harga
dikatakan mahal, murah, atau biasa-biasa saja bagi setiap individu
27
Durianto, Darmadi, dkk. Strategi Menaklukkan Pasar. (Jakarta: PT. Gramedia. Pustaka
Utama: 2004), hal. 69
28
Buchari, Manajemen Pemasaran ..., hal. 55
29
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran, (Yogyakarta: Andi, 1997), hal. 151
28
tidaklah harus sama, karena tergantung dari individu yang dilator
belakangi oleh lingkungan kehidupan dan kondisi individu. Agar dapat
sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa, setiap perusahaan
harus menetapkan harganya secara [Link] merupakan satu-
satunya unsur marketing mix yang memberikan pemasukan atau
pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsure lainnya (produk,
distribusi, dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya
(pengeluaran).Di samping itu harga merupakan unsur marketing mix
yang bersifat flexibel, artinya dapat diubah dengan [Link]
halnya dengan karakteristik produk atau komitmen terhadap saluran
distribusi. Kedua hal terakhir tidak dapat diubah/ disesuakan dengan
mudah dan cepat, karena biasanya menyangkut keputusan jangka
panjang. Harga sangat penting karena menentukan keuntungan dan
kelangsungan hidup perusahaan. Penentuan harga memiliki dampak
pada penyesuaian strategi pemasaran yang diambil. Elastisitas harga
dari suatu produk juga akan mempenagruhi permintaan dan penjualan.
Ada tiga indikator yang mencirikan harga yaitu: 1)
Keterjangkauan harga, 2) Kesesuaian harga dengan kualitas produk,
dan 3) Kesesuaian harga dengan manfaat.30
Tujuan penetapan harga memiliki implikasi penting terhadap
strategi bersaing perusahaan. Tujuan yang ditetapkan harus konsisten
dengan cara yang ditempuh perusahaan dalam menempatkan posisi
30
Stanton, Wiliam J. Prinsip Pemasaran. diterj:Yohannes Lamarto. edisi ketujuh. (Jakarta:
Penerbit Erlangga.1996), hal. 84
29
relatifnya dalam persaingan. Pada dasarnya ada empat jenis tujuan
penetapan harga yaitu:31
1) Tujuan berorientasi pada laba, asumsi teori ekonomi klasik
menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang
dapat menghasilkan laba paling tinggi. Tujuan ini dikenal dengan
istilah maksimalisasi laba. Dalam era persaingan global yang
kondisinya sangat kompleks dan banyak variabel yang
berpengaruh maksimalisasi laba sangat sulit dicapai, karena sukar
sekali untuk dapat memperkirakan secara akurat jumlah penjualan
yang dapat dicapai pada tingkat harga tertentu. Dengan demikian,
tidak mungkin suatu perusahaan dapat mengetahui secara pasti
tingkat harga yang dapat menghasilkan laba maksimum.
2) Tujuan beriorientasi pada volume, selain tujuan berorientasi pada
laba, ada pula perusahaan yang menetapkan harganya berdasarkan
tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang biasa
dikenal dengan istilah volume pricing objectives. Harga ditetapkan
sedemikian rupa agar dapat mencapai target volume penjualan
(dalam ton, kg, unit, m3, dan lain-lain) nilai penjualan (Rp) atau
pangsa pasar (absolut maupun relatif). Tujuan ini banyak
diterapkan oleh perusahan penerbangan, lembaga pendidikan,
perusahaan tour and travel, pengusaha bioskop dan pemilik bisnis
pertunjukan lainnya, serta penyelenggara seminar – seminar.
31
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran..., hal. 152
30
3) Tujuan berorientasi pada citra, citra (image) suatu perusahaan
dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga. Perusahaan dapat
menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan
citra prestisius. Sementara itu harga rendah dapat digunakan untuk
membentuk citra nilai tertentu (image of value), misalnya dengan
memberikan jaminan bahwa harganya merupakan harga yang
terendah di suatu wilayah terntentu. Pada hakikatnya, baik
penetapan harga tinggi maupun harga rendah bertujuan untuk
meningkatkan persepsi konsumen terhadap keseluruhan marketing
mix produk yang ditawarkan perusahaan.
4) Tujuan stabilisasi harga, dalam pasar yang konsumennya sangat
sensitive terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan
harganya, maka para pesaing harus menurunkan pula harga
mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan
stabilitasasi harga dalam industri-industri tertentu yang produknya
sangat terstandarisasi (misalnya minyak bumi). Tujuan stabilisasi
dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan
hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga
pemimpin industri (industry leader).
5) Tujuan lain-lainnya, harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan
mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas
pelanggan, mendukung penjualan ulang, atau menghindari campur
tangan pemerintah. Organisasi non profit juga dapat menetapkan
31
tujuan penetapan harga yang berbeda, misalnya untuk
mencapapartial cost recovery, full cost recovery, atau untuk
menetapkan social price.
c. Place
Place mengacu pada penyediaan produk pada suatu tempat
bagi konsumen, untuk lebih mudah untuk mengaksesnya. Place identik
dengan distribusi. Place meliputi masalah pemasaran seperti, jenis
saluran, eksposur, transportasi, distribusi, dan lokasi.
Saluran Distribusi yang dimaksud saluran distribusi (marketing
channel, trade channel, distribution channel) adalah rute atau
rangkaian perantara, baik yang dikelola pemasar maupun independen,
dalam menyampaikan barang dari produsen ke konsumen.32 Jumlah
perantara yang terlibat dalam suatu saluran distribusi sangat bervariasi.
Menurut Tjiptono (dikutip dari Kotler) terdapat tingkatan-tingkatan
dalam saluran distribusi berdasarkan jumlah perantara di dalamnya,
yaitu:
1) Zero level channel, menunjukkan bahwa pemasar tidak
menggunakan perantara dalam memasarkan produknya (disebut
juga direct marketingchannel).
2) One level channel, menunjukkan pemasar menggunakan satu tipe
perantara.
32
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran..., hal. 187.
32
3) Two level channel, berarti memakai dua tipe perantara, dan
seterusnya.
d. Promotion.33
Simamora “Promosi adalah segala bentuk komunikasi yang
digunakan untuk menginformasikan (to inform), membujuk (to
persuade), atau mengingatkan orang-orang tentang produk yang
dihasilkan organisasi, individu maupun rumah tangga”. 34
Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan
suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk,
bila konsumen belum pernah mendengarkannya dan tidak yakin bahwa
produk itu akan berguna bagi konsumen, maka konsumen tidak akan
pernah membelinya. Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk
komunikasi [Link] dimaksud dengan komunikasi pemasaran
adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi,
mempengaruhi, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan
produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk
yang ditawarkan perusahaan yang bersangkuatan.
Media promosi yang dapat digunakan pada bisnis ini antara
lain Periklanan, Promosi penjualan, Publisitas dan hubungan
masyarakat, dan Pemasaran langsung. Penentuan media promosi yang
akan digunakan didasarkan pada jenis dan bentuk produk itu sendiri.
33
Kotler,. Manajemen Pemasaran..., hal.
34
Simamora, Henry, Manajemen Sumber Daya Manusia , (Yogyakarta; STIE, 1997), hal.
285.
33
Tujuan dari promosi adalah mneginformasikan, mempengaruhi
dan membujuk, serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang
perusahaan dan bauran pemasaran”.35 Secara rinci ketiga tujuan
promosi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
1) Menginformasikan (informing), dapat berupa:
a) Menginformasikan pasar mengenai keberadaan suatu produk
baru
b) Memperkenalkan cara pemakain yang baru dari suatau produk
c) Menyampaikan perubahan harga kepada pasar
d) Menjelaskan cara kerja suatu produk
e) Menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan
f) Meluruskan kesan yang keliru
g) Mengurangi ketakutan atau kekhawatiran pembeli
h) Membangun citra perusahaan
2) Membujuk pelanggan sasaran (persuading) untuk:
a) Membentuk pilihan toko
b) Mengalihkan pilihan ke toko tertentu
c) Mengubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk
d) Mendorong pembeli untuk belanja saat itu juga
e) Mendorong pembeli untuk menerima kunjungan wiraniaga
3) Mengingatkan (remainding), dapat terdiri atas:
35
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran..., hal. 122
34
a) Mengingatkan pembeli bahwa produk yang bersangkutan
dibutuhkan dalam waktu dekat
b) Mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual
produk perusahaan
c) Membuat pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye
iklan
Menjaga agar ingatan pertama pembeli jatuh pada produk
perusahaan.
3. Macam-macam Marketing Mix
Marketing Mix menurut Tjiptono terdiri dari lima macam
yaitu:36
a. Personal Selling
Komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan
calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kapada
calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap
produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya.
b. Mass Selling
Merupakan pendekatan yang menggunakan media
komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai.
Mass Selling terdiri dari:
a) Periklanan
36
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran..., hal. 87.
35
Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang
didasari pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu
produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa
menyenangkan yang akan mengubah pikiran orang untuk membeli.
b) Publisitas
Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide
barang dan jasa secara non personal.
c. Sales Promotion
Sales promotion adalah bentuk persuasi langsung melalui
penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang
pembelian produk dengan segera atau meningkatkan jumlah barang
yang dibeli pelanggan.
e. Publik Relation
Publik relation merupakan upaya komunikasi menyeluruh
dari suatu organisasi untuk mempengaruhi persepsi, opini,
keyakinan dan sikap berbagai kelompok terhadap organisasi tersebut.
f. Direct Marketing
Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat
interaktif yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk
menimbulkan respon yang terukur atau transaksi di sembarang lokasi.
Faktor-Faktor Pertimbangan dalam pembelian Konfirmasi
dilakukan terhadap atribut produk yang dipersepsikan oleh pembeli, yang
dikelompokkan dalam dimensi-dimensi tertentu yang dianalisis. Dimensi
36
yang dipertimbangkan dalam pembelian dengan identifikasi Dimensi-
dimensi sebagai berikut :37
a. Dimensi Harga
Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya
(termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh
hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa.
b. Dimensi Kualitas
Kualitas adalah produk yang bebas cacat, dengan kata lain
kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang
menghasilkan manfaat bagi pelanggan.
c. Dimensi Brand / Merek
Merek sebagai nama, istilah, tanda, symbol, desain, atau
kombinasi di antaranya, yang dimaksudkan untuk mengindentifikasi
barang dan jasa dari satu penjual atau sekelompok penjual dan
mebedakannya dari barang dan jasa para pesaingnya.
d. Dimensi Kemasan
Secara umum kemasan adalah bagian terluar yang
membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk
dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan, terhadap benda lain.
Kemasan biasanya dibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga
pesan yang akan disampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai
produk dengan baik.
37
Tjiptono, F. Strategi Pemasaran..., hal. 465.
37
e. Dimensi Ketersediaan Barang
Faktor ketersediaan barang merupakan wujud kesiapan
produsen dalam menyediakan produknya dan juga melihat sejauh
mana sikap konsumen terhadap ketersediaan produk yang ada.
D. Daya Saing
1. Pengertian Daya Saing
Daya saing adalah konsep perbandingan kemampuan dan
kinerja perusahaan, sub-sektor atau negara untuk menjual dan memasok
barang dan atau jasa yang diberikan dalam pasar. Daya saing sebuah
negara dapat dicapai dari akumulasi daya saing strategis setiap perusahaan.
Menurut Muhardi daya saing operasi merupakan fungsi operasi yang tidak
saja berorientasi ke dalam (internal) tetapi juga keluar (eksternal), yakni
merespon pasar sasaran usahanya dengan proaktif.38
Daya saing adalah konsep perbandingan kemampuan dan
kinerja perusahaan, sub-sektor atau negara untuk menjual dan memasok
barang dan atau jasa yang diberikan dalam pasar. Daya saing sebuah
negara dapat dicapai dari akumulasi daya saing strategis setiap perusahaan.
Daya saing adalah konsep perbandingan kemampuan dan kinerja
perusahaan, sub-sektor atau negara untuk menjual dan memasok barang
dan atau jasa yang diberikan dalam pasar. Daya saing sebuah negara dapat
dicapai dari akumulasi daya saing strategis setiap perusahaan. Proses
38
Muhardi, Strategi Operasi untuk keunggulan bersaing, (Jakarta: Graha Ilmu, 2007), 39.
38
penciptaan nilai tambah (value added creation) berada pada lingkup
perusahaan.39
Daya saing adalah produktivitas yang didefinisikan sebagai output
yang dihasilkan oleh tenaga kerja. Menurut World Economic Forum, daya
saing nasional adalah kemampuan perrekonomian nasional untuk
mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.40 Daya
saing ditentukan oleh keunggulan bersaing suatu perusahaan dan sangat
bergantung pada tingkat sumber daya relatif yang dimilikinya atau biasa
kita sebut keunggulan kompetitif.
2. Dimensi-dimensi daya saing
Keempat dimensi dengan indikatornya sebagai berikut:
a. Biaya adalah dimensi daya saing operasi yang meliputi empat
indikator yaitu biaya produksi, produktifitas tenaga kerja, penggunaan
kapasitas produksi dan persediaan. Unsur daya saing yang terdiri dari
biaya merupakan modal yang mutlak dimiliki oleh suatu perusahaan
yang mencakup pembiayaan produksinya, produktifitas tenaga
kerjanya, pemanfaatan kapasitas produksi perusahaan dan adanya
cadangan produksi (persediaan) yang sewaktu-waktu dapat
dipergunakan oleh perusahaan untuk menunjang kelancaran
perusahaan tersebut.
39
Mudrajad Kuncoro, Ekonomika Industri Indonesia: Menuju Negara Industri Baru 2030?‛.
(Yogjakarta: Andi, 2007), 82
40
Micel E. Porter. Competitive Advantage, (Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia,
2001), 12-14
39
b. Kualitas seperti yang dimaksudkan oleh Muhardi adalah merupakan
dimensi daya saing yang juga sangat penting, yaitu meliputi berbagai
indikator diantaranya tampilan produk, jangka waktu penerimaan
produk, daya tahan produk, kecepatan penyelesaian keluhan
konsumen, dan kesesuaian produk terhadap spesifikasi desain.
Tampilan produk dapat tercermin dari desain produk atau layanannya,
tampilan produk yang baik adalah yang memiliki desain sederhana
namun mempunyai nilai yang [Link] waktu penerimaan produk
dimaksudkan dengan lamanya umur produk dapat diterima oleh pasar,
semakin lama umur produk di pasar menunjukkan kualitas produk
tersebut semakin [Link] daya tahan produk dapat diukur dari
umur ekonomis penggunaan produk.
c. Waktu penyampaian merupakan dimensi daya saing yang meliputi
berbagai indikator diantaranya ketepatan waktu produksi,
pengurangan waktu tunggu produksi, dan ketepatan waktu
penyampaian produk. Ketiga indikator tersebut berkaitan, ketepatan
waktu penyampaian produk dapat dipengaruhi oleh ketepatan waktu
produksi dan lamanya waktu tunggu produksi.
d. Adapun fleksibilitas merupakan dimensi daya saing operasi yang
meliputi berbagai indikator diantaranya macam produk yang
dihasilkan, kecepatan menyesuaikan dengan kepentingan lingkungan.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing adalah:
40
a. Lokasi
Memperhatikan lokasi usaha sangat penting untuk kemudahan
pembeli dan menjadi faktor utama bagi kelangsungan usaha. Lokasi
usaha yang strategis akan menarik perhatian pembeliLetak atau lokasi
akan menjadi sangat penting untuk memenuhi kemudahan pelanggan
dalam berkunjung, konsumen tentu akan mencari jarak tempuh
terpendek. Walau tidak menutup kemungkinan konsumen dari jarak
jauh juga akan membeli, tapi persentasenya kecil.
b. Harga
Harga adalah jumlah dari seluruh nilai yang ditukar konsumen
atas manfaat-manfaat memiliki atau menggunakan produk atau jasa
[Link] menentukan apakah sebuah supermarket, minimarket,
atau swalayan banyak dikunjungi konsumen atau [Link] harga
juga berpengaruh pada seorang pembeli untuk mengambilkeputusan.
Harga juga berhubungan dengan diskon, pemberian kupon berhadiah,
dan kebijakan penjualan.
c. Pelayanan
Program pelayanan/service seringkali menjadi pokok
pemikiran pertama seorang pengelola supermarket/minimarket.
Pelayanan melalui produk berarti konsumen dilayani sepenuhnya
melalui persediaan produk yang ada, produk yang [Link]
melalui kemampuan fisik lebih mengacu kepada kenyamanan
41
peralatan (trolley atau keranjang belanja), tempat parkir yang nyaman,
penerangan ruangan yang baik, juga keramahan dari karyawan.
d. Mutu atau kualitas
Keyakinan untuk memenangkan persaingan pasar akan sangat
ditentukan oleh kualitas produk yang dihasilkan perusahaan.
Berkenaan dengan kualitas produk, Muhardi dalam bukunya
Strategi operasi untuk keunggulan bersaing mengutip
pendapat Adam dan Ebert yang menyatakan : “product quality is the
appropriateness of design specifications to function and use as well as
the degree to which the product conforms to the design
specifications”. Kualitasproduk ditunjukkan oleh kesesuaian
spesifikasi desain dengan fungsi atau kegunaan produk itu sendiri, dan
juga kesesuaian produk dengan spesifikasi [Link] suatu
perusahaan memiliki daya saing apabila perusahaan itu menghasilkan
produk yang berkualitas dalam arti sesuai dengan kebutuhan pasarnya.
e. Promosi
Semakin sering suatu supermarket/swalayan melakukan
promosi, semakin banyak pengunjung dalam memenuhi
kebutuhannya. Promosi bisa dilakukan melalui berbagai iklan baik di
media cetak, elektronik, maupun media lain. Promosi penjualan
terdiri dari insentif jangka pendek untuk mendorong pembelanjaan
atau penjualan produk atau jasa, yang mana promosi penjualan ini
mencakup suatu variasi yang luas dari alat-alat promosi yang didesain
42
untuk merangsang respons pasar yang lebih cepat, atau yang lebih
kuat.41
Persaingan menentukan ketepatan aktivitas perusahaan yang dapat
menyokong kinerjanya, seperti inovasi budaya kohesif atau pelaksanaan
yang [Link] Bersaing adalah pencarian akan posisi bersaing yang
menguntungkan didalam suatu industri, arena fundamental tempat
persaingan terjadi. Startegi bersaing bertujuan untuk menegakan posisi
yang menguntungkan dan dapat dipertahankan terhadap kekuatan-
kekuatan yang menentukan persaingan industri.
E. Dampak Strategi Marketing Mix dalam meningkatkan Daya Saing
Dampak adalah suatu perubahan suatu aktivitas. Aktivitas tersebut dapat
bersifat alamiah, baik kimia, fisik maupun biologi. 42 Dampak secara sederhana
bisa diartikan sebagai pengaruh atau akibat. Dalam setiap keputusan yang diambil
oleh seorang atasan biasanya mempunyai dampak tersendiri, baik itu dampak
positif maupun dampak negative. Dampak juga bisa merupakan proses lanjutan
dari sebuah pelaksanaan pengawasan internal.
Dari penjabaran di atas maka kita dapat membagi dampak ke dalam
dua pengertian yaitu:
1. Pengertian Dampak Positif
Positif adalah pasti atau tegas dan nyata dari suatu pikiran terutama
memperhatikan hal-hal yang baik. Jadi dampak positif adalah keinginan
41
Kamanto Sunarto, Prinsip-prinsip Pemasaran, (Yogyakarta: Amus, 2004), 206
42
Otto Sumarwoto. Analisis Dampak Lingkungan. (Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press, 1999). hal. 38
43
untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada
orang lain, dengan tujuan agar mereka mengikuti atau mendukung
keinginannya yang baik.
2. Pengertian Dampak Negatif
Negatif adalah pengaruh kuat yang mendatangkan akibat negatif,
pengaruh buruk yang lebih besar dibandingkan dengan dampak positifnya.
Jadi, dampak negative adalah keinginan untuk membujuk, meyakinkan,
mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar
mereka mengikuti atau mendukung keinginannya yang buruk dan
menimbulkan akibat tertentu.43
Dua jenis batasan tentang dampak yaitu :
1. Dampak pembangunan terhadap lingkungan ialah perbedaan antara
kondisi lingkungan sebelum ada pembangunan dan yang diperkirakan
akan ada setelah ada pembangunan.
2. Dampak pembangunan terhadap lingkungan ialah perbedaan antara
kondisi lingkungan yang diperkirakan akan ada tanpa adanya
pembangunan dan yang diperkirakan akan ada dengan adanya
pembangunan tersebut.
Kedua batasan di atas adalah sama, apabila kondisi lingkungan tempat
pembangunan adalah statis, yaitu tidak berubah dengan waktu, akan tetapi
lingkungan tidak statis, melainkan selalu berubah dengan waktu. Gambar 2.1
melukiskan secara skematis terjadinya dampak. Sasaran pembangunan ialah
43
Ongki Satrio Sumantri, “Dampak budaya jalanan (Street Culture) terhadap Gaya Hidup
Remaja Perkotaan, [Link] diakses pada tanggal 30
Oktober 2019.
44
untuk menaikkan kesejahteraan rakyat. Pembangunan dapat mengakibatkan
dampak primer biofisik atau/ dan sosial-ekonomi-budaya. Dampak primer ini
akan mempengaruhi sasaran kesejahteraan yang ingin dicapai. Dapat juga
terjadi dampak primer itu menimbulkan dampak sekunder, tersier dan
seterusnya, yang masing-masing dapat bersifat biofisik atau sosial-ekonomi-
budaya. Dampak sekunder, tersier dan seterusnya itu juga akan mempengaruhi
sasaran yang ingin dicapai.
Untuk dapat melihat bahwa suatu dampak atau perubahan telah terjadi
kita harus mempunyai bahan pembanding sebagai acuan. Salah satu acuan
ialah keadaan sebelum terjadi perubahan.44
Gambar 2.1 Skema Terjadinya Dampak
F. Kendala Strategi Marketing Mix dalam meningkatkan Daya Saing
Kendala Internal yang dihadapi dalam menerapkan Marketing Mix
untuk meningkatkan daya saing antara lain kurangnya Sumber Daya Manusia
(SDM). Sehingga kendala tersebut berdampak pada kegiatan produksi yang
lambat dalam memenuhi permintaan konsumen. Sumber Daya Manusia
44
Otto Sumarwoto. Analisis Dampak Lingkungan..., hal. 39-40.
45
(SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu
perusahaan di samping faktor lain seperti modal. Oleh karena itu, SDM harus
dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi,
sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan.45 Proses produksi yang dihasilkan
tergantung pada kapasitas SDM yang dimiliki dan teknologi yang digunakan.
Apabila SDM berkualitas serta teknologi yang canggih maka produk yang
dihasilkan juga berkualitas tinggi. 46
Marihot Tua Efendi Hariandja bahwa Sumber Daya Manusia
menghadi berbagai macam kendala yang bersumber dari luar atau dalam
organisasi itu sendiri.47 Seperti tantangan eksternal yaitu perubahan yang
bersumber dari lingkungan luar yang dapat menyulitkan dan menghambat
usaha peningkatan fungsi SDM untuk mendukung dan membantu organisasi
dalam mencapai suatu [Link] kendala tantangan organisasi internal
yaitu, merupakan elemen-elemen yang berasal dari organisasi yang dapat
mempengaruhi atau berorientasi mempengaruhi efektivitas pelaksanaan
kegiatan [Link] tantangan professional yaitu SDM memerlukan
staf menajemen yang mana memiliki profesionalisme, keahlian, pengetahuan
tingkat pendidikan dan pengalaman yang cukup..
Selain itu, Kendala yang dihadapi yaitu peralatan yang digunakan
masih manual yang terkadang mempengaruhi proses produksi. Apabila ketika
permintaan dari konsumen mengalami peningkatan maka akan mengalami
45
Marihot Tua Efendi Hariandja, Sumber Daya Manusia, (Jakarta : PT Gramedia Widiasarana
Indonesia), hal 2.
46
[Link], Enterpreneurship(Kewirausahaan),(Jakarta:Guepedia Publisher ,2014), hal, 57.
47
Efendi Hariandja, Sumber Daya…, hal. 32.
46
kesulitas dalam memenuhi permintaan dengan tepat waktu. Alat produksi
adalah barang (sesuatu) yang digunakan untuk menghasilkan barang lain yang
lebih berguna. Jadi dalam hal ini barang produksi tidak langsung dikonsumsi,
melainkan dipergunakan sebagai sarana dalam memperoduksi atau
memperlancar proses produksi.48
Sedangkan kendala eksternal yang dihadapi oleh antara lain
kenaikan harga bahan baku, piutang dagang dan meningkatnya pesaing baru.
Kenaikan harga bahan baku dapat disebabkan ketika pemerintah membuat
peraturan maupun kebijakan baru. sebagai contohnya ketika pemerintah
membuat perubahan kebijakan terhadap tarif dasar listrik dan bahan bakar
minyak yang akan menyebabkan biaya produksi yang dikeluarkan juga ikut
naik.49
Kendala yang dialami oleh perusahaan terkait dengan adanya pesaing
baru yaitu menurunkan volume penjualan, karena disini pesaing baru
menciptakan kualitas yang bagus serta harga yang lebih murah.
G. Penelitian Terdahulu yang Relevan
1. Mukhamad Masrur. Jurnal. 2011. Langkah-Langkah Strategis Dalam
Peningkatan Daya Saing Universitas Menggunakan Teknologi Informasi.
Hasil penelitiannya adalah Universitas perlu memanfaatkan teknologi
informasi untuk meningkatkan daya saingnya, mengingat di era
48
Muhiddin Sirat, [Link], Peralatan Tradisonal dan Perkembangan Daerah Lampung, (Lampung :
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1993), hal 2.
49
Jackie Ambadar [Link], Rencana Usaha yang Rasional, (Jakarta: Yayasan Bina Karsa Mandiri,
2005), hal. 51.
47
globalisasi ini arena persaingan semakin kompetitif, dan bersifat
[Link] satu strategi untuk meningkatkan daya saing
universitas adalah dengan melalui pemanfaatan teknologi informasi
yang telah tersedia. Menjadikan website universitas sebagai portal
“jangkar” bagi masyarakat perguruan tinggi dan masyarakat umum
untuk berinteraksi dengan universitas dan juga sebagai alternative promosi
keunggulan perguruan tinggi secara cepat dan mudah. Dalam
meningkatkan daya saing menggunakan lagkah strategis melalui Search
Engine Optimization (SEO) dan webometric sebagai jalur alternative
pencapaian cita cita menuju World Class University yang semakin terbuka.
2. Ujang Muhyidin. Jurnal. Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan
Terhadap KeputusanMahasiswa Memilih Perguruan Tinggi Swasta Di
Jawa Barat. Hasil penelitiannya adalah Variabel-variabel bauran
pemasaran jasapendidikan yang berpengaruh terhadap
pertimbanganmahasiswa dalam memilih Perguruan Tinggi Swasta
(PTS) di Jawa barat sebagai berikut : Pertama, product berpengaruh
signifikan terhadap keputusan mahasiswamemilih PTS. Kedua, price
tidak berpengaruhsignifikan terhadap keputusan mahasiswa
[Link], place berpengaruh signifikan terhadapkeputusan
mahasiswa memilih PTS. Keempat,promotion tidak berpengaruh
signifikan terhadapkeputusan mahasiswa memilih [Link],
peopletidak berpengaruh signifikan terhadap keputusanmahasiswa
memilih [Link], process berpengaruhsignifikan terhadap
48
keputusan mahasiswa [Link], physical evidence
berpengaruh signifikanterhadap keputusan mahasiswa memilih PTS.
H. Paradigma Penelitian
Paradigma penelitian adalah pandangan atau model pola pikir yang
menunjukkan permasalahan yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan
jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian. 50
Paradigma penelitian dalam skripsi ini dapat digambarkan sebagai
berikut:
pelaksanaan marketing mix
dalam meningkatkan daya saing
Strategi faktor pendukung marketing
mix dalam meningkatkan daya
marketing mix
saing
faktor penghambat marketing
mix dalam meningkatkan daya
saing
Gambar 2.1 Paradigma Penelitian
Penelitian ini mendeskripsikan tentang Strategi Marketing Mix dalam
meningkatkan daya saing (Studi kasus di UD. Selo Indah Group Desa
50
Sugiono, Metode Penelitian Adminitrasi Dilengkapi dengan Metode R & D, (Bandung:
Alfabeta, 2006), 43.
49
Ngentrong Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung) yang
mencakup: pelaksanaan marketing mix dalam meningkatkan daya saing di
UD. Selo Indah Group Desa Ngentrong Kecamatan Campurdarat Kabupaten
Tulungagung, faktor pendukung dan faktor penghambat strategi marketing
mix dalam meningkatkan daya saing di UD. Selo Indah Group Desa
Ngentrong Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.