TUGAS REFLEKSI
MODUL 1 PROFESSIONAL
Di Susun Oleh:
NOVITA SARI
PESERTA PPG DALJAB KEMENAG BATCH 2
UNIVERSITAS NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG
TAHUN 2025
PEMBENTUKAN AKHLAK KARIMAH
Dekripsi Materi
Dalam Pembentukan akhlak karimah adalah upaya terprogram dan konsisten
untuk menanamkan sifat-sifat terpuji dan mulia pada diri seseorang, seperti kesabaran,
kejujuran, kedermawanan, dan rasa takut kepada Allah, agar terbentuk perilaku yang
baik dan sesuai dengan nilai-nilai agama dan masyarakat. Proses ini melibatkan
pembiasaan, teladan dari orang-orang sekitar, pendidikan yang terarah, serta
internalisasi nilai-nilai kebaikan sehingga menjadi bagian dari diri yang tak
terpisahkan.
Pembentukan akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari terwujud melalui
berbagai tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai mulia. Kejujuran, misalnya.
Diterapkan dengan berkata dan bertindak sesuai kebenaran, baik dalam urusan kecil
maupun besar. Kesabaran ditunjukkan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan
hidup, serta dalam berinteraksi dengan orang lain. Kasih sayang diwujudkan melalui
sikap peduli dan empati terhadap sesama, baik manusia maupun makhluk hidup
lainnya.
Analisis Penerapan Materi dalam Kehidupan Seahri-hari
Tanggung jawab tercermin dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dengan
sebaik-baiknya, serta dalam meniaga amanah yang diberikan. Pembentukan akhlak
karimah juga melibatkan konsistensi dalam berbuat baik dan keteladanan dari orang-
orang di sekitar, sehingga nilai-nilai mulia tersebut tidak hanya dipahami secara
teoritis, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam setiap aspek kehidupan.
Akhlak karimah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui
tindakan nyata, baik dalam lingkungan pribadi maupun sosial. Sebagai contoh, dalam
konteks pendidikan, guru dapat mengajarkan pentingnya berbicara dengan jujur,
menghargai pendapat orang lain, serta mengedepankan sifat sabar dan empati dalam
berinteraksi dengan peserta didik. Dalam masyarakat, sikap toleransi dan saling
menghormati sangat diperlukan, mengingat keberagaman yang ada. Akhlak karimah
juga relevan dalam dunia kerja, di mana profesionalisme, kejujuran, dan rasa
tanggung jawab sangat dihargai.
Pengalaman Praktis
Dalam praktik mengajar, saya sering melihat bahwa sikap peserta didik yang
berbicara dengan jujur dan berempati dapat menciptakan suasana yang kondusif di
kelas. Namun, saya juga mendapati beberapa peserta didik yang masih kesulitan
menerapkan akhlak karimah dalam situasi yang penuh tekanan atau persaingan. Ini
menunjukkan bahwa meskipun materi tentang akhlak karimah telah diajarkan, ada
tantangan dalam proses internalisasi nilai-nilai tersebut. Hal ini juga terjadi dalam
kehidupan sosial, di mana tidak semua individu dapat dengan mudah
mengimplementasikan akhlak mulia ketika menghadapi konflik atau masalah pribadi.
Pengalaman praktis dalam pembelajaran yang mendukung pembentukan
akhlak karimah meliputi teladan guru yang jujur dan sabar. Kegiatan gotong royong
yang menumbuhkan kepedulian diskusi kelompok yang memperdalam pemahaman
nilai moral, proyek sosial yang menumbuhkan empati, dan pemberian penghargaan
yang memotivasi perilaku baik.
Sebaliknya, pengalaman yang bertentangan dengan pembentukan akhlak
karimah mencakup perilaku bullying yang merusak akhlak, kecurangan dalam ujian
yang mengajarkan ketidakjujuran, diskriminasi yang merusak persatuan, guru yang
tidak memberikan teladan yang baik, dan kurangnya komunikasi dapat menyebabkan
kesalahpahaman. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang
kondusif dan mendukung pembentukan akhlak mulia melalui teladan, pembiasaan,
dan komunikasi efektif.
Tantangan dan Hikmah
Tantangan dalam pembentukan akhlak karimah antara lain :
Pengaruh Lingkungan dan Budaya: Lingkungan yang tidak mendukung nilai-nilai
Islam, tekanan dari teman sebaya, serta budaya modern yang seringkali
bertentangan dengan nilai-nilai agama menjadi tantangan besar.
Pengaruh Media Sosial: Media sosial mempromosikan gaya hidup konsumtif dan
hedonis, serta dapat mendorong perilaku negatif seperti berbohong, memfitnah,
dan mengejek.
Perubahan Struktur Sosial: Perubahan dalam struktur keluarga dan komunitas
dapat mengurangi pengawasan dan pembinaan moral, sehingga perilaku tercela
dapat dianggap wajar.
Tekanan Ekonomi: Tekanan ekonomi dapat mendorong perilaku yang tidak
sesuai dengan akhlak mulia demi memenuhi kebutuhan, sehingga integritas moral
terancam.
Hikmah dalam pembentukan akhlak karimah antara lain :
Mencapai Ridha Allah: Dengan akhlak yang baik, seorang Muslim dapat
mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih ridha-Nya.
Menciptakan Masyarakat Harmonis: Pembentukan akhlak mulia akan
menciptakan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh kasih sayang.
Pilar Pembangunan Karakter Bangsa: Akhlakul karimah menjadi dasar utama
dalam membangun karakter bangsa yang kuat, beretika, dan bertanggung jawab.
Meningkatkan Kontribusi Positif: Orang berakhlak mulia dapat memberikan
kontribusi positif kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya melalui tindakan
kebaikan dan empati.
Menciptakan Pribadi yang Unggul: Seseorang dengan akhlakul karimah akan
memiliki keimanan yang kokoh, kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur, menjadi
pribadi yang lebih baik dan berdaya.
Rencana Aksi Penerapan Materi
Untuk menerapkan materi ini dalam kegiatan pembelajaran, saya berencana untuk:
1. Menjadikan Akhlak Karimah sebagai Fokus Pembelajaran: Membuat program
pengajaran yang mengintegrasikan pembelajaran moral dan akhlak karimah dalam
setiap mata pelajaran.
2. Membiasakan Sikap Positif: Mengajak peserta didik untuk mempraktikkan akhlak
karimah dalam interaksi sehari-hari, baik di dalam kelas maupun di luar kelas,
seperti berbicara dengan sopan, menghargai teman, dan menyelesaikan perbedaan
pendapat dengan cara yang baik.
3. Menggunakan Metode Pembelajaran Aktif: Melakukan diskusi kelompok atau
role play tentang situasi- situasi yang melibatkan akhlak karimah, untuk melatih
mereka dalam mengambil keputusan yang bijaksana dan sesuai dengan ajaran
Islam.
4. Memberikan Teladan: Sebagai pendidik, saya akan berusaha menjadi contoh
yang baik dalam menunjukkan akhlak karimah, agar peserta didik dapat
mencontoh dan mengaplikasikan dalam kehidupan mereka.
Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta didik dapat memahami dan
mengamalkan akhlak karimah dalam kehidupan mereka, yang pada akhirnya akan
membentuk karakter bangsa yang lebih baik.