Efektivitas Massage Effleurage Nyeri Persalinan
Efektivitas Massage Effleurage Nyeri Persalinan
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
ABSTRAK
Nyeri persalinan merupakan suatu kondisi yang tidak bisa dipisahkan dari proses
persalinan. Nyeri yang tidak ditangani segera dapat menyebabkan kelelahan
pada ibu, peningkatan tingkat kecemasan dan stres. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui efektifitas massage effleurage untuk mengurangi nyeri pada
kala I Persalinan Primigravida di PMB Chrysa Falina Bandar Lampung tahun
2024. Metode penelitian ini menggunakan Studi Kasus dengan latar belakang
asuhan pada ibu primigravida dalam kala I persalinan dengan massage
effleurage untuk mengurangi nyeri persalinan. Populasi dalam studi kasus ini
adalah ibu primigravida yang bersalin di PMB Chrysa Falina Bandar Lampung.
Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah ibu primigravida yang bersalin
di PMB Chrysa Falina rentang November 2023 sd Januari 2024 sebanyak 9
responden. Analisis yang dilakukan dengan analisis univariat, dilakukan untuk
memberikan gambaran secara umum terhadap variabel-variabel yang diteliti
dengan persentase hingga penyajiannya dalam bentuk tabel. Hasil penelitian
didapatkan penurunan skala nyeri persalinan kala I dengan penilaian Numeric
Rating Scale (NRS) setelah diberikan massage effleurage dimana yang semula
nyeri berat (7 sd 10) menjadi nyeri sedang (4 sd 6). Kesimpulan: tindakan
massage effleurage sangat efektif dalam menanggulangi nyeri persalinan kala 1
pada primigravida yang dapat menimbulkan reaksi relaksasi dan dapat
diterapkan sejak awal bersalin (inpartu).
ABSTRACT
Labor pain is a condition inseparable from the birthing process. Untreated pain
can lead to maternal fatigue, increased anxiety levels, and stress. This study
aims to investigate the effectiveness of effleurage massage in reducing pain
during the first stage of primigravida labor at PMB Chrysa Falina in Bandar
Lampung in 2024. The research methodology employed a Case Study approach,
focusing on primigravida mothers receiving effleurage massage during the first
stage of labor to alleviate labor pain. The population for this case study
comprised primigravida mothers delivering at PMB Chrysa Falina in Bandar
Lampung. The study sample included nine respondents who delivered at PMB
Chrysa Falina between November 2023 and January 2024. Univariate analysis
was conducted to provide a general overview of the variables under
2797
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
1. PENDAHULUAN
Persalinan merupakan proses membuka dan menipisnya serviks dan
janin turun kedalam jalan lahir kemudian berakhir dengan pengeluaran
bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan atau dapat hidup diluar
kandungan. Persalinan dimulai (inpartu) sejak uterus berkontraksi dan
menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis) kemudian
berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap. (Mutmainah, A. U.,
Johan, H., &Llyod, S. S. 2017). Masalah yang paling sering muncul pada ibu
bersalin adalah nyeri persalinan. Apabila masalah nyeri tidak di atasi akan
menimbulkan kecemasan, ketakutan serta stress pada ibu yang akan
meningkatkan lagi intensitas nyeri yang dirasakan. Nyeri selama proses
persalinan yang disertai dengan ketakutan akan memperlambat proses
persalinan. Nyeri persalinan akan menimbulkan hiperventilasi,
meningkatkan konsumsi oksigen, menimbulkan alkalosis respiratorik,
vasokontriksi pembuluh darah dalam uterus dan asidosis pada fetus.
Meningkatkan noradrenalin akan menurunkan darah ke plasenta dan
menurunkan kontraksi uterus sehingga mengganggu keselamatan ibu dan
fetus dan keberhasilan partus pervaginam. (Heni Setyowati, E. R., Kp, S., &
Kes, M. 2018).
WHO (world health organization) melalui riset di dunia bahwa ibu
hamil melahirkan di 121 pusat obsetri dari 36 negara hanya 15% persalinan
yang berlangsung tanpa nyeri atau nyeri ringan, 35% persalinan disertai
nyeri sedang, dan 30% persalinan disertai nyeri hebat, serta 20% persalinan
disertai nyeri sangat hebat.2 Profil kesehatan Indonesia mengenai kejadian
nyeri persalinan pada 2.700 ibu bersalin hanya 15% persalinan yang
berlangsung dengan nyeri ringan, 35% dengan nyeri sedang, 30% dengan
nyeri hebat, dan 20% persalinan disertai dengan nyeri sangat berat. Ibu
hamil di Indonesia rata-rata mengalami rasa nyeri persalinan yang berat
sebesar 85-90% dan yang tidak mengalami rasa nyeri persalinan sebesar 7-
15%.3 Hasil riset kesehatan Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa
hampir 90% ibu bersalin mengalami nyeri saat persalinan dengan pembagian
intensitas nyeri ringan-sedang 23%, nyeri sedang-berat 61%, dan ibu
bersalin yang mengalami nyeri sangat berat 16%, sedangkan hasil penelitian
di Kabupaten Bogor terhadap 1.000 ibu bersalin, didapatkan hasil bahwa
65% ibu bersalin mengeluhkan nyeri sedang, dan 35% ibu mengeluhkan
intensitas nyeri berat. (Rokhilah, S, Wulandari R, Tambunan, 2023)
Aktivitas simpatis yang berlebihan, karena rasa sakit dan stres, dapat
memperburuk kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi. Stress
meningkatkan adrenalin sehingga menyebabkan kontraksi uterus lemah
(Labor & Maguire, 2008). Nyeri pada persalinan dapat menimbulkan
kecemasan dan kelelahan pada ibu akibatnya membawa pengaruh
2798
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
2799
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
3. KAJIAN PUSTAKA
Massage adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan
manipulasi tertentu dari jaringan lunak tubuh. Manipulasi tersebut
sebagian besar efektif dibentuk dengan tangan diatur guna tujuan untuk
mempengaruhi saraf, otot, sistem pernapasan, peredaran darah dan limphe
yang bersifat setempat dan menyeluruh (Alimah, 2012). Massage
merupakan salah satu manajemen nyeri non farmakologi untuk membuat
tubuh menjadi rileks, bermanfaat mengurangi rasa sakit atau nyeri,
menentramkan diri, relaksasi, menenangkan saraf dan menurunkan tekanan
darah (Maryunani, 2010); (Sulistyowati, 2023). Effleurage merupakan teknik
pijatan dengan menggunakan telapak jari tangan dengan pola gerakan
melingkar dibeberapa bagian tubuh atau usapan sepanjang punggung dan
ekstremitas. Effleurage pada abdomen biasanya digunakan dalam metode
Lamaze untuk mengurangi nyeri pada persalinan normal. Effleurage
merupakan salah satu metode non farmakologis untuk mengurangi nyeri
selama persalinan yang terdaftar dalam Summary of Pain Relief Measures
During Labor, dimana pada kala I fase latent (pembukaan 0-3 cm) dan fase
aktif (pembukaan 4-7 cm) aktifitas yang bias dilakukan oleh pasien
persalinan adalah Effleurage (Reeder, 1992); (Komariah, 2023).
Massage Effleurage adalah teknik pijatan yang dilakukan untuk
membantu mempercepat proses pemulihan nyeri dengan menggunakan
sentuhan tangan untuk menimbulkan efek relaksasi. Effleurage merupakan
manipulasi gosokan yang halus dengan tekanan relative ringan sampai kuat,
gosokan ini mempergunakan seluruh permukaan tangan satu atau
permukaan kedua belah tangan, sentuhan yang sempurna dan arah gosokan
selalu menuju ke jantung atau searah dengan jalannya aliran pembulu
darah balik, maka mempunyai pengaruh terhadap peredaran darah atau
membantu mengalirnya pembulu darah balik kembali ke jantung karena
adanya tekanan dan dorongan gosokan tersebut (Putri, 2022). Effleurage
adalah suatu pergerakan stroking dalam atau dangkal, effleurage pada
umumnya digunakan untuk membantu pengembalian kandungan getah
bening dan pembuluh darah di dalam ekstremitas tersebut. Effleurage juga
digunakan untuk memeriksa dan mengevaluasi area nyeri dan
2800
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
2801
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
2802
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
18) Dokumentasi
4. METODE
Metode pada pengabdian ini menggunakan Studi Kasus dengan latar
belakang asuhan pada ibu bersalin primigravida kala I fase aktif dengan
massage effleurage untuk mengurangi nyeri persalinan. Studi kasus adalah
penelitian yang dilakukan dengan meneliti suatu permasalahan melalui
suatu kasus yang terdiri dari suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit
tunggal dapat berarti satu orang atau sekelompok penduduk yang terkena
suatu masalah Notoatmodjo, (2014). Stadi kasus dilakukan setelah
mendapat persetujuan tertulis dari ibu primi yang berpartisipasi dalam
penelitian ini. Rencana penelitian dijelaskan secara rinci kepada semua ibu
yang berpartisipasi. Populasi dalam studi kasus ini adalah ibu bersalin di
PMB Chrysa Falina Bandar Lampung. Sampel yang diambil dalam penelitian
ini adalah semua anggota populasi yang memenuhi kriteria sebagai subjek
penelitian yaitu ibu bersalin primigravida yang ada di PMB Chrysa Falina
rentang November 2023 sampai dengan Januari 2024 sebanyak 9
responden. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin
primigravida fisiologis, bersedia menjadi responden dan telah menanda
tangani lembar persetujuan. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah
ibu bersalin yang ada penyulit selama proses persalinan sehingga perlu
dilakukan rujukan.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini
accidental sampling. yaitu suatu metode penentuan sampel dengan
mengambil responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat
sesuai dengan konteks penelitian (Notoatmodjo, 2010). Data yang
digunakan dalam studi kasus ini adalah data primer dan data sekunder.
Data primer diperoleh dari:
a. Wawancara, dilakukan untuk mendapatkan data subyektif untuk
menggali informasi yang lengkap dan akurat melalui jawaban tentang
masalah-masalah yang terjadi pada ibu. Wawancara dilakukan dengan
menggunakan pedoman wawancara terstruktur berupa format
pengkajian
b. Observasi/pemeriksaan/pengukuran. Dilakukan untuk mendapatkan data
obyektif (pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang). Metode
2803
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
2804
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
Presentase
No Usia Frekuensi
(%)
1 18 sd 21 tahun 0 0
2 22 sd 25 tahun 5 55,56
3 26 sd 29 tahun 3 33,33
4 >29 tahun 1 11,11
Presentase
No Intensitas Nyeri Frekuensi
(%)
1 Tidak Nyeri 0 0
0
2 Nyeri Ringan 0 0
1 sd 3
3 Nyeri Sedang 0 0
4 sd 6
4 Nyeri Berat 9 100
7 sd 10
2805
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
Presentase
No Intensitas Nyeri Frekuensi
(%)
1 Tidak Nyeri 0 0
0
2 Nyeri Ringan 0 0
1 sd 3
3 Nyeri Sedang 9 100
4 sd 6
4 Nyeri Berat 0 0
7 sd 10
b. Pembahasan
Jumlah ibu bersalin primigravida di PMB Chrysa Falina terjadi
penurunan skala nyeri numerik setelah dilakukan Massge effleurage yaitu
skala nyeri numerik menjadi nyeri sedang berjumlah 9 orang (100%). .
Sakit yang dirasakan ibu merupakan hal yang wajar ketika seseorang
akan menghadapi persalinan karena peregangan dan pelebaran mulut
rahim selama kontraksi. Untuk mengatasi nyeri yang dirasakan dapat
dilakukan berbagai macam tindakan baik farmakologis maupun non
farmakologis, salah satunya dilakukan massage.
Hasil penelitian terkait, perhitungan uji statistik mean dan standar
deviasi lama pemberian rose effleurage terhadap intensitas nyeri kala I
fase aktif pada persalinan normal primigravida yaitu dua puluh menit
rose effleurage 7,2 ± 1,03 lebih kecil dari sepuluh menit rose effleurage
7,7 ± 0,95 maka perlakuan dua puluh menit rose effleurage lebih efektif
dibandingkan dengan sepuluh menit rose effleurage. Pada pengamatan
awal sebelum dilakukan terapi seluruh responden berada dalam kondisi
nyeri berat yaitu nyeri dengan skala tujuh hingga sepuluh pada Numeric
Rating Scale. Keadaan tersebut disebabkan karena responden
merupakan ibu primigravida yang belum mempunyai pengalaman baik
secara fisik maupun psikologis terhadap proses persalinan (Lestari,
2022).
Penelitian ini sejalan dengan teori yang menyebutkan bahwa
massage atau pijatan pada abdomen (effleurage) adalah bentuk
stimulasi kulit yang digunakan selama proses persalinan dalam
menurunkan nyeri secara efektif. Hal ini sesuai teori menurut Yuliatun
(2008), yaitu massage effleurage dalam persalinan dilakukan dengan
menggunakan ujung jari yang lembut dan ringan (Zanah, 2022). Lakukan
usapan dengan ringan dan tanpa tekanan kuat, tetapi usahakan ujung
jari tidak lepas dari permukaan kulit. Stimulasi kulit dengan teknik
effleurage menghasilkan impuls yang dikirim lewat serabut saraf besar
yang berada di permukaan kulit, serabut saraf besar ini akan menutup
gerbang sehingga otak tidak menerima pesan nyeri karena sudah diblokir
oleh stimulasi kulit dengan teknik ini, akibatnya persepsi nyeri akan
2806
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
6. KESIMPULAN
Nyeri yang terjadi dapat mempengaruhi kondisi ibu saat proses
persalinan berlangsung, dimana ibu akan merasakan lelah, cemas, takut
dan khawatir dengan persalinan yang akan dihadapinya. Sakit yang
dirasakan ibu merupakan hal yang wajar ketika seseorang akan menghadapi
persalinan karena peregangan dan pelebaran mulut rahim selama kontraksi.
Untuk mengatasi nyeri yang dirasakan dapat dilakukan berbagai macam
tindakan baik farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya
dilakukan massage.
Metode yang sangat efektif dalam menanggulangi nyeri adalah
dengan memberikan tindakan massage effleurage yang yang dilakukan
sejak awal bersalin (inpartu), yang dapat menimbulkan reaksi relaksasi.
Effleurage merupakan teknik pijatan dengan menggunakan telapak jari
tangan dengan pola gerakan melingkar dibeberapa bagian tubuh atau
usapan sepanjang punggung dan ekstremitas. Effleurage merupakan salah
satu metode non farmakologis untuk mengurangi nyeri selama persalinan
yang terdaftar dalam Summary of Pain Relief Measures During Labor,
dimana pada kala I fase latent (pembukaan 0-3 cm) dan fase aktif
(pembukaan 4-7 cm) aktifitas yang bisa dilakukan oleh pasien persalinan
adalah Effleurage
Dari asuhan yang dilakukan tidak ada kesenjangan antara teori
dengan kasus, dimana menurut teori effleurage massage dapat mengurangi
intenstitas nyeri, begitu pula dengan kasus yang didapatkan, intensitas
nyeri yang dirasakan oleh pasien dapat berkurang karena adanya pemberian
effleurage pada saat terjadinya kontraksi.
2807
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
7. DAFTAR PUSTAKA
2808
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023
2809