0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan13 halaman

Efektivitas Massage Effleurage Nyeri Persalinan

Diunggah oleh

Alief Novitasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan13 halaman

Efektivitas Massage Effleurage Nyeri Persalinan

Diunggah oleh

Alief Novitasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:

Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

EFEKTIFITAS MASSAGE EFFLEURAGE UNTUK MENGURANGI


NYERI PADA KALA I PERSALINAN
PRIMIGRAVIDA

Chrysa Falina1*, Iis Tri Utami2, Riyani Handayanti3, Yenny Susanti4


1-4
Fakultas Kesehatan, Universitas Aisyah Pringsewu

Email Korespondensi: cisafalina@[Link]

Disubmit: 26 April 2024 Diterima: 19 Mei 2024 Diterbitkan: 01 Juni 2024


Doi: [Link]

ABSTRAK

Nyeri persalinan merupakan suatu kondisi yang tidak bisa dipisahkan dari proses
persalinan. Nyeri yang tidak ditangani segera dapat menyebabkan kelelahan
pada ibu, peningkatan tingkat kecemasan dan stres. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui efektifitas massage effleurage untuk mengurangi nyeri pada
kala I Persalinan Primigravida di PMB Chrysa Falina Bandar Lampung tahun
2024. Metode penelitian ini menggunakan Studi Kasus dengan latar belakang
asuhan pada ibu primigravida dalam kala I persalinan dengan massage
effleurage untuk mengurangi nyeri persalinan. Populasi dalam studi kasus ini
adalah ibu primigravida yang bersalin di PMB Chrysa Falina Bandar Lampung.
Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah ibu primigravida yang bersalin
di PMB Chrysa Falina rentang November 2023 sd Januari 2024 sebanyak 9
responden. Analisis yang dilakukan dengan analisis univariat, dilakukan untuk
memberikan gambaran secara umum terhadap variabel-variabel yang diteliti
dengan persentase hingga penyajiannya dalam bentuk tabel. Hasil penelitian
didapatkan penurunan skala nyeri persalinan kala I dengan penilaian Numeric
Rating Scale (NRS) setelah diberikan massage effleurage dimana yang semula
nyeri berat (7 sd 10) menjadi nyeri sedang (4 sd 6). Kesimpulan: tindakan
massage effleurage sangat efektif dalam menanggulangi nyeri persalinan kala 1
pada primigravida yang dapat menimbulkan reaksi relaksasi dan dapat
diterapkan sejak awal bersalin (inpartu).

Kata Kunci: Effleurage, Massage, Nyeri, Persalinan, Kala I

ABSTRACT

Labor pain is a condition inseparable from the birthing process. Untreated pain
can lead to maternal fatigue, increased anxiety levels, and stress. This study
aims to investigate the effectiveness of effleurage massage in reducing pain
during the first stage of primigravida labor at PMB Chrysa Falina in Bandar
Lampung in 2024. The research methodology employed a Case Study approach,
focusing on primigravida mothers receiving effleurage massage during the first
stage of labor to alleviate labor pain. The population for this case study
comprised primigravida mothers delivering at PMB Chrysa Falina in Bandar
Lampung. The study sample included nine respondents who delivered at PMB
Chrysa Falina between November 2023 and January 2024. Univariate analysis
was conducted to provide a general overview of the variables under

2797
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

investigation, presented as percentages and in tabular form. The research


findings indicated a reduction in the pain scale during the first stage of labor,
as assessed by the Numeric Rating Scale (NRS), following the administration of
effleurage massage, with severe pain (scores 7 to 10) decreasing to moderate
pain (scores 4 to 6). Conclusion: Effleurage massage is highly effective in
managing first-stage labor pain in primigravida mothers, inducing relaxation
responses and can be applied from the beginning of labor (inpartu).

Keywords: Effleurage, Massage, Pain, Labour, Stage I

1. PENDAHULUAN
Persalinan merupakan proses membuka dan menipisnya serviks dan
janin turun kedalam jalan lahir kemudian berakhir dengan pengeluaran
bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan atau dapat hidup diluar
kandungan. Persalinan dimulai (inpartu) sejak uterus berkontraksi dan
menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis) kemudian
berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap. (Mutmainah, A. U.,
Johan, H., &Llyod, S. S. 2017). Masalah yang paling sering muncul pada ibu
bersalin adalah nyeri persalinan. Apabila masalah nyeri tidak di atasi akan
menimbulkan kecemasan, ketakutan serta stress pada ibu yang akan
meningkatkan lagi intensitas nyeri yang dirasakan. Nyeri selama proses
persalinan yang disertai dengan ketakutan akan memperlambat proses
persalinan. Nyeri persalinan akan menimbulkan hiperventilasi,
meningkatkan konsumsi oksigen, menimbulkan alkalosis respiratorik,
vasokontriksi pembuluh darah dalam uterus dan asidosis pada fetus.
Meningkatkan noradrenalin akan menurunkan darah ke plasenta dan
menurunkan kontraksi uterus sehingga mengganggu keselamatan ibu dan
fetus dan keberhasilan partus pervaginam. (Heni Setyowati, E. R., Kp, S., &
Kes, M. 2018).
WHO (world health organization) melalui riset di dunia bahwa ibu
hamil melahirkan di 121 pusat obsetri dari 36 negara hanya 15% persalinan
yang berlangsung tanpa nyeri atau nyeri ringan, 35% persalinan disertai
nyeri sedang, dan 30% persalinan disertai nyeri hebat, serta 20% persalinan
disertai nyeri sangat hebat.2 Profil kesehatan Indonesia mengenai kejadian
nyeri persalinan pada 2.700 ibu bersalin hanya 15% persalinan yang
berlangsung dengan nyeri ringan, 35% dengan nyeri sedang, 30% dengan
nyeri hebat, dan 20% persalinan disertai dengan nyeri sangat berat. Ibu
hamil di Indonesia rata-rata mengalami rasa nyeri persalinan yang berat
sebesar 85-90% dan yang tidak mengalami rasa nyeri persalinan sebesar 7-
15%.3 Hasil riset kesehatan Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa
hampir 90% ibu bersalin mengalami nyeri saat persalinan dengan pembagian
intensitas nyeri ringan-sedang 23%, nyeri sedang-berat 61%, dan ibu
bersalin yang mengalami nyeri sangat berat 16%, sedangkan hasil penelitian
di Kabupaten Bogor terhadap 1.000 ibu bersalin, didapatkan hasil bahwa
65% ibu bersalin mengeluhkan nyeri sedang, dan 35% ibu mengeluhkan
intensitas nyeri berat. (Rokhilah, S, Wulandari R, Tambunan, 2023)
Aktivitas simpatis yang berlebihan, karena rasa sakit dan stres, dapat
memperburuk kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi. Stress
meningkatkan adrenalin sehingga menyebabkan kontraksi uterus lemah
(Labor & Maguire, 2008). Nyeri pada persalinan dapat menimbulkan
kecemasan dan kelelahan pada ibu akibatnya membawa pengaruh

2798
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

negatif pada kemajuan persalinan dan kesejahteraan janin (Lestari Indah,


2012). Andarmoyo dan Suharti (2014) mengungkapkan bahwa penanganan
nyeri persalinan dapat dilakukan dengan manajemen farmokologis dan
manajemen nonfarmakologis, pemilihan terapi dalam memberikan
intervensi pereda nyeri ini dapat dilihat dari sifat nyeri yang dirasakan
serta sejauh mana rasa nyeri tersebut menggangu kesejahteraan individu
itu sendiri. Manajemen nyeri nonfarmakologis ini dapat diartikan sebagai
Tindakan mengurangi respon nyeri tanpa obat-obatan. Penanganan nyeri
dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yaitu dengan melakukan
pendekatan modulasi psikologis nyeri seperti hipnoterapi, relaksasi,
imajenasi, psikopropilaksis, umpan balik biologis dan distraksi. Sedangkan
untuk pendekatan mudulasi sensorik nyeri dengan massage, terapeutik,
akupresure, akupuntur, musik, hidroterapi zet, transcultanues electrical
nerve stimulation (tens), homeopati, modifikasi lingkungan, pengaturan
posisi dan postur serta ambulasi (Solehati & Kosasih, 2019).
Intensitas nyeri persalinan pada primipara sering kali lebih berat
daripada nyeri persalinan pada multipara. Hal ini karena multipara
mengalami penipisan servik (effacement) bersamaan denga dilatasi
serviks, sedangkan pada primipara proses effacement biasanya terjadi
lebih dahulu daripada dilatasi serviks. Proses ini menyebabkan intensitas
kontraksi yang dirasakan primipara lebih berat daripada multipara,
terutama pada kala I persalinan. Teknik pijat effleurage dapat
menimbulkan efek distraksi dan relaksasi, sehingga membantu ibu menjadi
lebih rileks, menciptakan perasaan nyaman, enak dan respon nyeri akan
menurun. (Alimah S, 2012)
Massage Effleurage adalah teknik pijatan yang dilakukan untuk
membantu mempercepat proses pemulihan nyeri dengan menggunakan
sentuhan tangan untuk menimbulkan efek relaksasi. Effleurage merupakan
manipulasi gosokan yang halus dengan tekanan relative ringan sampai kuat,
gosokan ini mempergunakan seluruh permukaan tangan satu atau
permukaan kedua belah tangan, sentuhan yang sempurna dan arah gosokan
selalu menuju ke jantung atau searah dengan jalannya aliran pembulu
darah balik, maka mempunyai pengaruh terhadap peredaran darah atau
membantu mengalirnya pembulu darah balik kembali ke jantung karena
adanya tekanan dan dorongan gosokan tersebut. Effleurage adalah suatu
pergerakan stroking dalam atau dangkal, effleurage pada umumnya
digunakan untuk membantu pengembalian kandungan getah bening dan
pembuluh darah di dalam ekstremitas tersebut. Effleurage juga digunakan
untuk memeriksa dan mengevaluasi area nyeri dan ketidakteraturan
jaringan lunak atau peregangan kelompok otot yang spesifik (Alimah,
2012).

2. RUMUSAN PERTANYAAN DAN MASALAH


Studi Kasus dengan latar belakang asuhan pada ibu bersalin
primigravida kala I fase aktif dengan massage effleurage untuk mengurangi
nyeri persalinan. Studi kasus adalah penelitian yang dilakukan dengan
meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari suatu
kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal dapat berarti satu orang
atau sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah Notoatmodjo,
(2014). Populasi dalam studi kasus ini adalah ibu bersalin di PMB Chrysa
Falina Bandar Lampung

2799
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

Gambar 1. lokasi PKM

3. KAJIAN PUSTAKA
Massage adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan
manipulasi tertentu dari jaringan lunak tubuh. Manipulasi tersebut
sebagian besar efektif dibentuk dengan tangan diatur guna tujuan untuk
mempengaruhi saraf, otot, sistem pernapasan, peredaran darah dan limphe
yang bersifat setempat dan menyeluruh (Alimah, 2012). Massage
merupakan salah satu manajemen nyeri non farmakologi untuk membuat
tubuh menjadi rileks, bermanfaat mengurangi rasa sakit atau nyeri,
menentramkan diri, relaksasi, menenangkan saraf dan menurunkan tekanan
darah (Maryunani, 2010); (Sulistyowati, 2023). Effleurage merupakan teknik
pijatan dengan menggunakan telapak jari tangan dengan pola gerakan
melingkar dibeberapa bagian tubuh atau usapan sepanjang punggung dan
ekstremitas. Effleurage pada abdomen biasanya digunakan dalam metode
Lamaze untuk mengurangi nyeri pada persalinan normal. Effleurage
merupakan salah satu metode non farmakologis untuk mengurangi nyeri
selama persalinan yang terdaftar dalam Summary of Pain Relief Measures
During Labor, dimana pada kala I fase latent (pembukaan 0-3 cm) dan fase
aktif (pembukaan 4-7 cm) aktifitas yang bias dilakukan oleh pasien
persalinan adalah Effleurage (Reeder, 1992); (Komariah, 2023).
Massage Effleurage adalah teknik pijatan yang dilakukan untuk
membantu mempercepat proses pemulihan nyeri dengan menggunakan
sentuhan tangan untuk menimbulkan efek relaksasi. Effleurage merupakan
manipulasi gosokan yang halus dengan tekanan relative ringan sampai kuat,
gosokan ini mempergunakan seluruh permukaan tangan satu atau
permukaan kedua belah tangan, sentuhan yang sempurna dan arah gosokan
selalu menuju ke jantung atau searah dengan jalannya aliran pembulu
darah balik, maka mempunyai pengaruh terhadap peredaran darah atau
membantu mengalirnya pembulu darah balik kembali ke jantung karena
adanya tekanan dan dorongan gosokan tersebut (Putri, 2022). Effleurage
adalah suatu pergerakan stroking dalam atau dangkal, effleurage pada
umumnya digunakan untuk membantu pengembalian kandungan getah
bening dan pembuluh darah di dalam ekstremitas tersebut. Effleurage juga
digunakan untuk memeriksa dan mengevaluasi area nyeri dan

2800
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

ketidakteraturan jaringan lunak atau peregangan kelompok otot yang


spesifik (Alimah, 2012). Menurut Wijanarko dan Riyadi (2010), ada
beberapa efek massage yaitu (Nugroho, 2023):
1) Efek terhadap peredaran darah dan lymphe. Massage effleurage
menimbulkan efek memperlancar peredaran darah. Manipulasi yang
dikerjakan dengan gerakan atau menuju kearah jantung, secara mekanis
akan membantu mendorong pengaliran darah dalam pembulu vena
menuju ke jantung. Massage juga membantu pengaliran cairan limphe
menjadi lebih cepat, ini berarti membantu penyerapan sisa-sisa
pembakaran yang tidak digunakan lagi.
2) Efek terhadap otot. Massage effleurage memberikan efek memperlancar
proses penyerapan sisa-sisa pembakaran yang berada di dalam jaringan
otot yang dapat menimbulkan kelelahan. Dengan manipulasi yang
memberikan penekanan kepada jaringan otot maka darah yang ada di
dalam jaringan otot, yang mengandung zat-zat sisa pembakaran yang
tidak diperlukan lagi terlepas keluar dari jaringan otot dan masuk
kedalam pembuluh vena. Kemudian saat penekanan kendor maka darah
yang mengandung bahan bakar baru mengalirkan bahan tersebut ke
jaringan, sehingga kelelahan dapat dikurangi. Selain itu massage juga
memberi efek bagi otot yang mengalami ketegangan atau pemendekan
karena massage pada otot berfungsi mendorong keluarnya sisa-sasa
metabolisme, merangsang saraf secara halus dan lembut agar
mengurangi atau melemahkan rangsang yang berlebihan pada saraf yang
dapat menimbulkan ketegangan.
3) Efek massage terhadap kulit. Massage effleurage memberikan efek
melonggarkan perlekatan dan menghilangkan penebalan-penebalan kecil
yang terjadi pada jaringan di bawah kulit, dengan demikian
memperbaiki penyerapan.
4) Efek massage terhadap saraf. Sistem saraf perifer adalah bagian dari
sistem saraf yang di dalam sarafnya terdiri dari sel-sel saraf motorik
yang terletak di luar otak dan susmsum tulang belakang. Sel-sel sistem
saraf sensorik mengirimkan informasi ke sistem saraf pusat dari organ-
organ internal atau dari rangsangan eksternal. Sel sistem saraf motorik
tersebut membawa informasi dari sistem saraf pusat (SSP) ke organ,
otot, dan kelenjar. Sistem saraf perifer dibagi menjadi dua cabang yaitu
sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf somatic
terutama merupakan sistem saraf motorik, yang semua sistem saraf ke
otot, sedangkan sistem saraf otonom adalah sistem saraf yang mewakili
persarafan motorik dari otot polos, otot jantung dan sel-sel kelenjar.
Sistem otonom ini terdiri dari dua komponen fisiologis dan anatomis
yang berbeda, yang saling bertentangan yaitu sistem saraf simpatik dan
parasimpatik, dapat melancarkan sistem saraf dan meningkatkan kinerja
saraf sehingga tubuh dapat lebih baik.
5) Efek massage terhadap respon nyeri. Menurut Alimul (2009), prosedur
tindakan massage dengan teknik effleurage efektif dilakukan 10 menit
untuk mengurangi nyeri. Stimulasi massage effleurage dapat merangsang
tubuh melepaskan senyawa endorphin yang merupakan pereda sakit
alami dan merangsang serat saraf yang menutup gerbang sinap sehingga
transmisi impuls nyeri ke medulla spinalis dan otak di hambat. Selain itu
teori gate control mengatakan bahwa massage effleurage mengaktifkan
transmisi serabut saraf sensori A – beta yang lebih besar dan lebih cepat.

2801
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

Proses ini menurunkan transmisi nyeri melalui serabut dan delta A


berdiameter kecil (Fatmawati, 2017).
Sejauh ini massage effleurage telah banyak digunakan untuk
mengurangi nyeri persalinan. Massage effleurage dapat mengurangi nyeri
selama 10-15 menit. Massage effleurage membantu ibu merasa lebih segar,
rileks, dan nyaman selama persalinan, lebih bebas dari rasa sakit, seperti
penelitian Fatmawati (2017), dengan judul efektifitas massage effleurage
terhadap pengurangan sensasi rasa nyeri persalinan pada ibu primipara,
dalam penelitian ini di dapatkan hasil bahwa nyeri persalinan sebelum
massage effleurage nyeri sedang sedangkan setelah massage effleurage
menjadi nyeri ringan, hal ini berarti massage effleurage efektif terhadap
pengurangan sensasi rasa nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin
primipara. Standar prosedur massage effleurage yang dilaksanakan di PMB
Chrysa Falina Bandar Lampung sebagai acuan bidan dalam penganan pasien
untuk memberikan rangsangan tubuh ibu melapaskan endorphin adalah
sebagai berikut:
a. Persiapan Alat :
1) Selimut mandi
2) Handuk besar bersih
3) Minyak zaitun atau minyak kelapa
b. Persiapan Pasien :
1) Mengatur posisi klien
2) Mengkaji kondisi klien
3) Mengkaji kondisi kulit
4) Mengkaji tekanan darah
c. Tatalaksana Massage effleurage
1) Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.
2) Mengkaji kondisi klien
3) Menjaga privacy klien
4) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan.
5) Mencuci tangan.
6) Minta ibu untuk melepaskan pakaian bagian atas.
7) Periksa keadaan kulit dan tekanan darah sebelum memulai pijat
punggung.
8) Aplikasikkan lotion atau lubrikan pada bagian yang akan di pijat.
9) Pijat punggung diberikan dengan menggunakan teknik pijat
punggung rutin seperti Effleurage (gerakan meluncur) dan Petrissage
(gerakan menguleni) di sela- sela kontraksi
10) Pada saat kontraksi dilakukan gosokan punggung obstetrik.
11) Effleurage dilakukan dengan cara menggesekkan telapak tangan rata
secara halus ke seluruh punggung dengan gerakan memutar
perlahan.
12) Petrissage yang dilakukan dengan menggunakan gerakan menguleni
dan mengaduk (knuckling).
13) Menguleni dilakukan dengan cara meremas massa berdaging di
punggung bawah di antara jari tangan dan ibu jari
14) Mengaduk (knuckling) dilakukan dengan menggunakan ruas-ruas jari
untuk menguleni dan mengangkat dengan gerakan memutar ke atas.
15) Gosok punggung obstetri dilakukan pada saat kontraksi dengan
menempelkan telapak tangan pada titik yang diidentifikasi ibu.
16) Evaluasi respon pasien.
17) Mencuci tangan.

2802
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

18) Dokumentasi

Gambar 2. Teknik Massage Effuerage Posisi Tidur Miring Kanan

4. METODE
Metode pada pengabdian ini menggunakan Studi Kasus dengan latar
belakang asuhan pada ibu bersalin primigravida kala I fase aktif dengan
massage effleurage untuk mengurangi nyeri persalinan. Studi kasus adalah
penelitian yang dilakukan dengan meneliti suatu permasalahan melalui
suatu kasus yang terdiri dari suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit
tunggal dapat berarti satu orang atau sekelompok penduduk yang terkena
suatu masalah Notoatmodjo, (2014). Stadi kasus dilakukan setelah
mendapat persetujuan tertulis dari ibu primi yang berpartisipasi dalam
penelitian ini. Rencana penelitian dijelaskan secara rinci kepada semua ibu
yang berpartisipasi. Populasi dalam studi kasus ini adalah ibu bersalin di
PMB Chrysa Falina Bandar Lampung. Sampel yang diambil dalam penelitian
ini adalah semua anggota populasi yang memenuhi kriteria sebagai subjek
penelitian yaitu ibu bersalin primigravida yang ada di PMB Chrysa Falina
rentang November 2023 sampai dengan Januari 2024 sebanyak 9
responden. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin
primigravida fisiologis, bersedia menjadi responden dan telah menanda
tangani lembar persetujuan. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah
ibu bersalin yang ada penyulit selama proses persalinan sehingga perlu
dilakukan rujukan.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini
accidental sampling. yaitu suatu metode penentuan sampel dengan
mengambil responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat
sesuai dengan konteks penelitian (Notoatmodjo, 2010). Data yang
digunakan dalam studi kasus ini adalah data primer dan data sekunder.
Data primer diperoleh dari:
a. Wawancara, dilakukan untuk mendapatkan data subyektif untuk
menggali informasi yang lengkap dan akurat melalui jawaban tentang
masalah-masalah yang terjadi pada ibu. Wawancara dilakukan dengan
menggunakan pedoman wawancara terstruktur berupa format
pengkajian
b. Observasi/pemeriksaan/pengukuran. Dilakukan untuk mendapatkan data
obyektif (pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang). Metode

2803
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

pengumpulan data melalui suatu pengamatan dengan menggunakan


panca indra maupun alat.
Data sekunder adalah sumber yang tidak langsung, dimana data
diperoleh dari keluarga responden, responden sendiri, buku KIA dan
catatan rekam medis responden. Alat dan bahan yang digunakan untuk
melakukan observasi dan pemeriksaan pemeriksaan fisik menggunakan
beberapa alat yaitu: tensimeter, tensimeter, stetoskop, dopler,
thermometer, timbangan berat badan. Alat dan bahan yang digunakan
untuk melakukan melakukan wawancara berupa format asuhan kebidanan
pada ibu hamil, bersalin, nifas, asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin,
nifas, bayi dan KB. Alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan studi
dokumentasi adalah catatan medik dari PMB, hasil USG dan buku KIA.
Instrumen penelitian yang digunakan dalam riset ini untuk variabel massage
effleurage dan nyeri persalinan dilakukan secara observasi dengan
menggunakan penilaian skala numerik (Numeric Rating Scale). Dalam hal
ini, pasien menilai nyeri dengan menggunakan skala 0-10. Skala digunakan
saat mengkaji intensitas tingkat nyeri persalinan ibu primipara pada kala
satu persalinan sebelum dan setelah intervensi terapeutik dilakukan
dengan penilaian (0 = tidak nyeri, 1-3 = nyeri ringan, 4-6 = nyeri sedang,
7-10 = nyeri berat).

Gambar 3. Numeric Rating Scale (NRS)

Jalannya asuhan kebidanan dilakukan dengan melakukan


pendokumentasian atau pencatatan manajemen kebidanan dengan tahapan
sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan
a) Penulis mengajukan permohonan surat ijin studi pendahuluan dan
studi dokumentasi dari kampus Universitas Asiyah
b) Peneliti mengajukan permohonan surat ijin studi pendahuluan dan
studi dokumentasi ke PMB yang ditunjuk
c) Menyusun pendahuluan, tinjauan teori dan metode pengambilan data
2. Tahap Pelaksanaan
a) Kunjungan saat menentukan subjek yaitu ibu hamil, melakukan
informed consent , sekaligus memberikan asuhan kebidanan pertama
pada responden
b) Kunjungan saat persalinan dilakukan secara langsung langsung dengan
melakukan observasi dan asuhan persalinan dari kala I sampai dengan
kala IV dan didokumentasikan.
3. Tahap Akhir (Menyusun Laporan)
Setelah melakukan pengambilan data, penulis melakukan analisis data,
menyimpulkan dan menampilkan data dalam bentuk laporan asuhan

2804
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

kebidanan. Kemudian melakukan bimbingan guna menyempurnakan


laporan asuhan kebidanan. Analisis yang dilakukan dengan analisis
univariat, dilakukan untuk memberikan gambaran secara umum
terhadap variabel-variabel yang diteliti dengan persentase hingga
penyajiannya dalam bentuk tabel. Tahap-tahap analisis data dalam
asuhan kebidanan komprehensif:
a) Melengkapi data subjektif data objektif
b) Mempelajari dan menelaah data
c) Mereduksi data dengan melakukan rangkuman dan menyimpulkan
sesuai data yang telah diteliti
d) Menyusun data dalam satuan
e) Membandingkan antara teori dan kasus yang diambil di lahan
f) Etika Studi kasus, yaitu dengan membagikan Informed Informed
Consent (Lembar persetujuan), kerahasiaan responden dan
keamanan responden.

5. HASIL DAN PEMBAHASAN


a. Hasil

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan


Usia

Presentase
No Usia Frekuensi
(%)
1 18 sd 21 tahun 0 0
2 22 sd 25 tahun 5 55,56
3 26 sd 29 tahun 3 33,33
4 >29 tahun 1 11,11

Berdasarkan tabel 1 diperoleh bahwa jumlah ibu bersalin


primigravida di PMB Chrysa Falina pada tahun 2024 sebagian besar
berusia 22 sd 25 tahun yaitu sebanyak 5 orang (55,56%)

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan


Skala Nyeri Sebelum Dilakukan Massage Effleurage

Presentase
No Intensitas Nyeri Frekuensi
(%)
1 Tidak Nyeri 0 0
0
2 Nyeri Ringan 0 0
1 sd 3
3 Nyeri Sedang 0 0
4 sd 6
4 Nyeri Berat 9 100
7 sd 10

Berdasarkan tabel 2 diperoleh bahwa jumlah ibu bersalin


primigravida di PMB Chrysa Falina keseluruhan merasakan skala nyeri
kategori berat dengan nilai 7 sd 10 yaitu sebanyak 9 orang (100%)

2805
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

Tabel 3. Distribusi frekwensi karakteristik responden berdasarkan


skala nyeri ssetelah dilakukan Massage Effleurage

Presentase
No Intensitas Nyeri Frekuensi
(%)
1 Tidak Nyeri 0 0
0
2 Nyeri Ringan 0 0
1 sd 3
3 Nyeri Sedang 9 100
4 sd 6
4 Nyeri Berat 0 0
7 sd 10

Berdasarkan tabel 3 diperoleh hasil bahwa jumlah ibu bersalin


primigravida di PMB Chrysa Falina terjadi penurunan skala nyeri numerik
setelah dilakukan Massge effleurage yaitu skala nyeri numerik menjadi
nyeri sedang berjumlah 9 orang (100%).

b. Pembahasan
Jumlah ibu bersalin primigravida di PMB Chrysa Falina terjadi
penurunan skala nyeri numerik setelah dilakukan Massge effleurage yaitu
skala nyeri numerik menjadi nyeri sedang berjumlah 9 orang (100%). .
Sakit yang dirasakan ibu merupakan hal yang wajar ketika seseorang
akan menghadapi persalinan karena peregangan dan pelebaran mulut
rahim selama kontraksi. Untuk mengatasi nyeri yang dirasakan dapat
dilakukan berbagai macam tindakan baik farmakologis maupun non
farmakologis, salah satunya dilakukan massage.
Hasil penelitian terkait, perhitungan uji statistik mean dan standar
deviasi lama pemberian rose effleurage terhadap intensitas nyeri kala I
fase aktif pada persalinan normal primigravida yaitu dua puluh menit
rose effleurage 7,2 ± 1,03 lebih kecil dari sepuluh menit rose effleurage
7,7 ± 0,95 maka perlakuan dua puluh menit rose effleurage lebih efektif
dibandingkan dengan sepuluh menit rose effleurage. Pada pengamatan
awal sebelum dilakukan terapi seluruh responden berada dalam kondisi
nyeri berat yaitu nyeri dengan skala tujuh hingga sepuluh pada Numeric
Rating Scale. Keadaan tersebut disebabkan karena responden
merupakan ibu primigravida yang belum mempunyai pengalaman baik
secara fisik maupun psikologis terhadap proses persalinan (Lestari,
2022).
Penelitian ini sejalan dengan teori yang menyebutkan bahwa
massage atau pijatan pada abdomen (effleurage) adalah bentuk
stimulasi kulit yang digunakan selama proses persalinan dalam
menurunkan nyeri secara efektif. Hal ini sesuai teori menurut Yuliatun
(2008), yaitu massage effleurage dalam persalinan dilakukan dengan
menggunakan ujung jari yang lembut dan ringan (Zanah, 2022). Lakukan
usapan dengan ringan dan tanpa tekanan kuat, tetapi usahakan ujung
jari tidak lepas dari permukaan kulit. Stimulasi kulit dengan teknik
effleurage menghasilkan impuls yang dikirim lewat serabut saraf besar
yang berada di permukaan kulit, serabut saraf besar ini akan menutup
gerbang sehingga otak tidak menerima pesan nyeri karena sudah diblokir
oleh stimulasi kulit dengan teknik ini, akibatnya persepsi nyeri akan

2806
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

berubah selain meredakan nyeri, massage akan merangsang otot-otot


uterus untuk berkontraksi. Menurut analisa peneliti maka dapat
disimpulkan bahwa massage effleurage memberikan pengaruh terhadap
pengurangan tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu
primigravida, meskipun dari hasil penelitian massageeffleurage dapat
mempengaruhi pengurangan tingkat nyeri persalinan, tetapi didapatkan
juga responden yang tidak memiliki pengaruh pengurangan atau
penambahan tingkat nyeri sesudah dilakukan massage effleurage, hal ini
karena faktor persepsi atau toleransi terhadap nyeri yang berbeda-beda.
Ibu dalam keadaan nyeri yang tidak percaya bahwa mereka mempunyai
kontrol/kendali terhadap nyeri, akan dapat meningkatkan kecemasan
dan ketakutannya yang kemudian menyebabkan ibu stress, dan tegang
selama kontraksi, hal ini yang dapat menyebabkan gagalnya pemberian
massage effleurage. Meskipun demikian metode ini sangat efisien dan
tidak menimbulkan efek samping dan dapat mengurangi nyeri persalinan
pada ibu primigravida kala 1 fase aktif saat terjadi kontraksi.
(Wulandari, 2018).

6. KESIMPULAN
Nyeri yang terjadi dapat mempengaruhi kondisi ibu saat proses
persalinan berlangsung, dimana ibu akan merasakan lelah, cemas, takut
dan khawatir dengan persalinan yang akan dihadapinya. Sakit yang
dirasakan ibu merupakan hal yang wajar ketika seseorang akan menghadapi
persalinan karena peregangan dan pelebaran mulut rahim selama kontraksi.
Untuk mengatasi nyeri yang dirasakan dapat dilakukan berbagai macam
tindakan baik farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya
dilakukan massage.
Metode yang sangat efektif dalam menanggulangi nyeri adalah
dengan memberikan tindakan massage effleurage yang yang dilakukan
sejak awal bersalin (inpartu), yang dapat menimbulkan reaksi relaksasi.
Effleurage merupakan teknik pijatan dengan menggunakan telapak jari
tangan dengan pola gerakan melingkar dibeberapa bagian tubuh atau
usapan sepanjang punggung dan ekstremitas. Effleurage merupakan salah
satu metode non farmakologis untuk mengurangi nyeri selama persalinan
yang terdaftar dalam Summary of Pain Relief Measures During Labor,
dimana pada kala I fase latent (pembukaan 0-3 cm) dan fase aktif
(pembukaan 4-7 cm) aktifitas yang bisa dilakukan oleh pasien persalinan
adalah Effleurage
Dari asuhan yang dilakukan tidak ada kesenjangan antara teori
dengan kasus, dimana menurut teori effleurage massage dapat mengurangi
intenstitas nyeri, begitu pula dengan kasus yang didapatkan, intensitas
nyeri yang dirasakan oleh pasien dapat berkurang karena adanya pemberian
effleurage pada saat terjadinya kontraksi.

2807
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

7. DAFTAR PUSTAKA

Alimah, S. (2012). Massage Exercise Therapy. Ed I. Akademik Fisioterapi.


Surakarta.
Davim, Et Al. (2017 )Non Pharmacological Strategies On Pain Relif During
Labour Pre Testing On An Instrumen Reviativano Am Emfermagen.
Munthe, Juliana, dkk, (2019). Buku Ajar Asuhan Kebidanan
Berkesinambungan (Continuity of Care) Edisi 2. Jakarta : CV Trans
Info Media
Janah, M., Widodo, A., & Fis, S. (2016). Manfaat Trancutaneus Electrical
Nerve Stimulation Dan Massage Pada Kasus Cervical Root Syndrome
Di Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta (Doctoral dissertation, Universitas
Muhammadiyah Surakarta).
Komariah, N., Wahyuni, S., Salsabilah, F., & Puspita, H. (2023). Upaya
Pengurangan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil dengan Massage
Effleurage. Madaniya, 4(4), 2043-2047.
Lestari, Y., Marsita, E., Hidayat, T., & Zakiyya, A. (2022). Efektivitas
Teknik Rebozo dan Aromaterapi Mawar dalam Mengurangi Waktu Fase
Aktif dan Nyeri Persalinan. Jurnal Sains Kebidanan, 4(2), 52-58.
Mukti, A. S., Hindiarti, Y. I., & Heryani, S. (2024). Sosialisasi Tehnik
Massage Efflurage Terhadap Penurunan Rasa Nyeri Desminore Pada
Remaja Putri di SMAN 1 Cihaurbeuti. JPKMU: Jurnal Pengabdian
Kepada Masyarakat Kesehatan Unigal, 1(1), 31-38.
Mutmainnah, A. U., Johan, H., & Llyod, S. S. (2017). asuhan persalinan
normal dan bayi baru lahir. In asuhan persalinan normal dan bayi baru
lahir (p.115).
Nugroho, R. A. (2023). Penerapan teknik effleurage massage dengan virgin
coconut oil dalam pemenuhan aebutuhan aman nyaman pada pasien
bed rest dengan diabetes melitus di ruang dahlia rsud
muntilan (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).
Pawale, M. P., & Salunkhe, J. A. (2020). Effectiveness of back massage on
pain relief during first stage of labor in primi mothers admitted at a
Tertiary care center. Journal of Family Medicine and Primary Care,
9(12), 5933.
Pratiwi, Dian, dkk. 2021. Asuhan Kebidanan Komplementer dalam
Mengatasi Nyeri Persalinan. Surabaya Pustaka Aksara.
Putri, S. M., & Juliarti, W. (2022). Effluarge Massage Pada Ibu Bersalin
Untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif. JUBIDA-Jurnal
Kebidanan, 1(1), 48-54.
Rika, V. N. A., & Aryanti, L. (2014). Pengaruh massage effleurage
terhadap nyeri persalinan pada ibu inpartu kala I fase aktif di rumah
sakit ibu dan anak Sinta Bandar Lampung. Holistik Jurnal
Kesehatan, 8(4).
Rokhilah, S., Wulandari, R., & Tambunan, N. (2023). Hubungan
Pengetahuan Ibu, Pendamping Persalinan, dan Massage Effleurage
terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I di PMB Ruswanti, S. ST
Cibeureum Bogor Tahun 2022: The Relationship between Mother's
Knowledge, Childbirth Companions, and Effleurage Massage on
Reducing First Stage Labor Pain at PMB Ruswanti, S. ST Cibeureum
Bogor in 2022. SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia, 2(4), 455-461
Sitompul, H. S. (2024). Efektifitas Aroma Terapi Lavender dan Massage
Effleurage terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif

2808
Tahun [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN:
Tahun
2024 2615-0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 7 NOMOR 6 TAHUN 2024] HAL 2797-2809
2023

Primigravida Di Klinik Pratama Tanjung Tahun 2022. Journal Health


Of Education, 4(1), 88-100.
Solehati, T. & Kosasih. (2019). Konsep dan Aplikasi Relaksasi dalam.
Keperawatan Maternitas. Bandung: PT Refika Aditama
Sulistyowati, N., & Yuriati, P. (2023). EDUKASI MASSAGE EFFLEURAGE
DALAM PERSALINAN. Jurnal Pengabdian Masyarakat Anugerah Bintan
(JPMAB), 4(2).
Ummah, S. (2021). Massage Counterpressure, Massage Effleurage dan
Murothal Efektif Menurunkan Nyeri Persalinan Primigravida Kala 1
Fase Aktif: Counterpressure Massage, Effleurage Massage and
Murothal are effective Reducing Labor Pain in Primigravida Stage 1
Active Phase. SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia, 1(1), 45-53.
Wulandari, P., & Hiba, P. D. N. (2018). Pengaruh Massage Effleurage
Terhadap Pengurangan Tingkat Nyeripersalinan Kala I Fase Aktif
Pada Primigravida Di Ruang Bougenville Rsud Tugurejo
Semarang. Jurnal Keperawatan Maternitas, 3(1), 59-67.
Yolanda , “Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Tingkat Nyeri Ibu
Bersalin Kala I Fase Aktif di RSUD RABAIN Muara Enim Tahun 2020,”
Repository Poltekkes Kemenkes Palembang, accessed March 18,
2024,
Zanah, M., & Armalini, R. (2022). Efektivitas Effleurage Massage Dengan
Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri
Persalinan Kala 1 Fase Aktif Di Bpm Yenita Kota Pariaman. Al-
Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery
Sciences), 11(2), 128-135.

2809

Anda mungkin juga menyukai