PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API
Latar belakang :
Peristiwa bandung lautan api ini tejadi, diawali dengan mendaratnya pasukan sekutu
di Bandung pada tanggal 17 Oktober 1945. Pada waktu itu para pemuda dan pejuang
di kota bandung sedang gencar – gencarnya merebut senjata dan kekuasaan dari
tangan jepang. Oleh sekutu , senjata dari hasil pelucutan tentara jepang supaya di
serahkan kepadanya. Dan pada tanggal 21 November 1945, sekutu mengeluarkan
ultimatum agar kota Bandung bagian utara dikosongkan oleh pihak Indonesia paling
lambat tanggal 29 november 1945 dengan alasan untuk menjaga keamanan. Oleh
pejuang, ultimatum tersebut tidak diindahkan sehingga sejak saat itu sering terjadi
insiden peperangan dengan pasukan-pasukan sekutu.
Peristiwa :
Tentara Sekutu dan NICA Belanda, yang menguasai wilayah Bandung Utara (wilayah
di utara jalan kereta api yang membelah kota Bandung dari timur ke baratt),
memberikan ultimatum (23` Maret 1946) supaya Tentara Republik Indonesia (TRI)
mundur sejauh 11 km dari pusat kota (wilayah di selatan jalan kereta api dikuasai
TRI) paling lambat pada tengah malam tanggal 24 Maret 1946. Tuntutan itu disetujui
Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta, padahal Markas Besar di Yogyakarta telah
memerintahkan TRI untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Bandung. TRI dan
masyarakat Bandung memutuskan untuk mundur ke selatan, tetapi sambil
membumihanguskan Kota Bandung agar pihak musuh tidak dapat memanfaatkannya.
Kota Bandung saat dibumihanguskan
Sumber : [Link]
Pada siang tanggal 24 Maret 1946, TRI dan masyarakat mulai mengosongkan
Bandung Selatan dan mengungsi ke selatan kota. Pembakaran diawali pada pukul
21.00 di Indisch Restaurant di utara Alun-alun (BRI Tower sekarang). Para pejuan dan
masyarakat membakari bangunan penting di sekitar jalan kerata api dari Ujung
Berung hingga Cimahi. Bersamaan dengan itu, TRI melakukan serangan ke wilayah
utara sebagai “upacara”. pengunduran diri dari Bandung, yang diiringi kobaran api
sepanjang 12 km dari timur ke barat Bandung membara bak lautan api dan langit
memerah mengobarkan semangat juang. Tekad untuk merebut kembali Bandung
muncul di dalam hati setiap pejuang.
Sumber : asal –[Link]
Sejarah heroic itu tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai peristiwa Bandung
Lautan Api (BLA). Lagu Halo-halo Bandung ciptaan Ismail Marzuki menjadi lagi
perjuangan pada saat itu. Akhirnya, NICA Belanda berhasil menguasai Jawa Barat
sepenuhnya melalui Perjanjian Renville (17 Januari 1948) yang menekan Pemerintah
Republik Indonesia untuk mengosongkan Jawa barat dari seluruh pasukan tentara
Indonesia, menyusul kegagalan agresi militer 20 Juli – 4 Agustus 1947. NICA
melanggar`gencatan senjata dan terus menggempur basis pertahanan tentara Indonesia
hingga Januari 1948. Pasukan Indonesia (Divisi Sliwangi) terpaksa hijrah ke Jawa
Tengah pada`tanggal 1 – 22 Pebruari 1948.
Kesimpulan :
Bagi penduduk Bandung dan Jawa Barat pada umumnya, "Bandung Lautan
Api" menjadi kesan tersendiri di hatinya. Kita akan menemui nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya mengenai kesetiaan dan pengabdian yang terdiri dari:
a. Kesetiaan dan pengabdian atas amanat Tuhan Yang Maha Esa, yang
berbunyi: "Hubbul Wathon minal Iman" yang artinya: Mencintai Tanah Air
adalah sebagian dari Iman.
b. Menjunjung tinggi kepada "Amanat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia",
dimana penduduk mempertahankan wilayah dan kotanya, yang merupakan
Wilayah dari republik Indonesia.
c. Kesetiaan kepada "amanat Penderitaan Rakyat yang diwujudkan dalam
membela kebenaran dan keadilan.
Enam tokoh penting dalam peristiwa Bandung Lautan Api adalah:
Kolonel Abdul Haris Nasution: Komandan Divisi III Tentara
Republik Indonesia (TRI) yang memerintahkan evakuasi warga
Bandung
Mohammad Toha: Komandan pejuang yang meledakkan gudang
mesiu milik Belanda
Sutan Syahrir: Perdana Menteri Republik Indonesia yang terlibat
dalam operasi "Bumi Hangus"
Atje Bastaman: Wartawan muda yang menulis laporan tentang
peristiwa Bandung Lautan Api untuk koran Suara Merdeka
Mayor Rukana: Komandan Polisi Militer Bandung yang terlibat
dalam pembakaran kota Bandung
Mohammad Endang Karmas: Pemuda yang merobek bendera
Belanda dalam peristiwa Bandung Lautan Api
Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi pada tahun 1946. Peristiwa ini
diawali dengan ultimatum tentara Sekutu yang dikeluarkan pada 21
November 1945.
Tujuan dari peristiwa Bandung Lautan Api adalah membakar bangunan
penting dan meninggalkan rumah agar tentara NICA dan sekutu gagal
menggunakan Kota Bandung sebagai markas militer.