0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan12 halaman

PBL dan Liveworksheet Tingkatkan Pemecahan Masalah Matematika

Diunggah oleh

diah amanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan12 halaman

PBL dan Liveworksheet Tingkatkan Pemecahan Masalah Matematika

Diunggah oleh

diah amanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,

ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950


Volume 10 Nomor 01, Maret 2025

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN


LIVEWORKSHEET TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
MATEMATIKA SISWA

Putri Surya1, Arjudin2, Ulfa Lu’luilmaknun3, Nurul Hikmah4


1
Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram
234
Dosen Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram
Alamat e-mail : sputri926@[Link]

ABSTRACT

This research aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL)
model assisted by liveworksheet on the mathematical problem solving ability of
class VIII students of SMP Negeri 19 Mataram in the 2024/2025 school year and
describe the application of the PBL model on liveworksheet. This study used a
quasi-experimental method with a posttest only control design. Based on the results
of the t-test calculation using SPSS with a significance level of 5%, the sig value
was obtained. = 0.045 which indicates that the sig value. ≤ 0.05 from these results,
there is a significant difference between the average value of students problem
solving ability using the PBL model assisted by liveworksheet and the class using
direct learning, where the average experimental class is superior to the control
class. Thus, it can be concluded that PBL assisted by liveworksheet has an effect
on students mathematical problem solving skills with a large difference in the
moderate category.

Keywords: Problem Based Learning (PBL), Liveworksheet, problem-solving


abilities.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning
(PBL) berbantuan liveworksheet terhadap kemampuan pemecahan masalah
matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Mataram tahun ajaran 2024/2025 dan
mendeskripsikan penerapan model PBL pada liveworksheet. Penelitian ini
menggunakan metode quasi eskperimental dengan desain posttest only control
design. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t menggunakan SPSS dengan taraf
signifikansi 5% didapatkan nilai sig. = 0,045 yang menunjukkan bahwa nilai sig.
≤ 0,05 dari hasil tersebut maka terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-
rata kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunakan model PBL
berbantuan liveworksheet dengan kelas yang menggunakan pembelajaran
langsung, dimana rata-rata kelas eksperimen lebih unggul daripada kelas kontrol.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa PBL berbantuan liveworksheet
berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan
besar perbedaan yaitu pada kategori sedang.

Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Liveworksheet, kemampuan


pemecahan masalah

221
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950
Volume 10 Nomor 01, Maret 2025

A. Pendahuluan kemampuan dasar matematika.


Pendidikan adalah upaya untuk Namun, kenyataannya beberapa
mengembangkan nilai kemanusiaan siswa di SMP Negeri 19 Mataram
dalam diri individu. Salah satu mata masih sering melakukan kesalahan
pelajaran yang diajarkan di setiap dalam memecahkan masalah dan
tingkat pendidikan yakni matematika. belum sepenuhnya memahami
matematika juga merupakan salah prosedur penyelesaian masalah pada
satu mata pelajaran yang memiliki soal yang diberikan. Hal tersebut
peran penting dalam pendidikan yang didasarkan pada tes kemampuan
membahas pola dan tingkatan untuk awal siswa yang dilakukan oleh guru
memecahkan masalah. Setiap matematika pada siswa kelas VIII
individu memiliki kemampuan yang SMP Negeri 19 Mataram Tahun
berbeda dalam penguasaan konsep Ajaran 2024/2025 pada Gambar 1
matematika, sehingga akan
berpengaruh pada kemampuan dalam
menyelesaikan masalah matematika.
Pentingnyakemampuan memecahkan
masalah ini tidak hanya dalam Gambar 1 Hasil tes awal siswa
matematika, melainkan juga berguna
Gambar 1 menunjukkan siswa
dalam kehidupan sehari-hari. Oleh
masih keliru dalam memahami soal
sebab itu, kemampuan pemecahan
yang mengubah ke dalam bentuk
masalah ini sangat penting, terlihat
model matematikanya. Sehingga
dalam pernyataan (Deviyani
pada proses penyelesaian siswa
Anggrianti, & Zanthy, 2019) dalam
keliru saat mengoperasikan bilangan
penelitiannya yang menyatakan
kuadrat yang mengakibatkan hasil
bahwa: 1) kemampuan pemecahan
yang diperoleh belum tepat. Selain itu,
masalah adalah tujuan umum dari
hasil sumatif tengah semester siswa
pembelajaran matematika; 2)
menunjukkan bahwa siswa yang
pemecahan masalah meliputi metode,
memperoleh nilai diatas KKM yang
prosedur, dan strategi yang
sebesar 75 yaitu sebanyak 32 siswa
merupakan proses inti dan utama
dari 160 siswa dengan persentase
dalam kurikulum matematika; 3)
ketuntasan sebesar 20%. Rendahnya
pemecahan masalah merupakan

222
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950
Volume 10 Nomor 01, Maret 2025

kemampuan pemecahan masalah sedangkan siswa berperan pasif


yang dialami oleh siswa SMPN 19 dalam menerima informasi (Purnomo,
Mataram menunjukkan bahwa siswa Kanusta, Fitriyah, Guntur, Siregar &
belum sepenuhnya menguasai Listantia, 2022). Selain itu, salah satu
masalah matematika. Berdasarkan model pembelajaran yang menunjang
hasil observasi yang dilakukan pada kebutuhan peserta didik akan hal
kelas A, C, dan D guru memberikan tersebut adalah Problem Based
soal dalam bentuk soal cerita kepada Learning (PBL).
siswa. Soal cerita matematika adalah Model PBL merupakan suatu
soal matematika yang menggunakan model pembelajaran dimana siswa
rangkaian kata-kata yang berbentuk mengerjakan permasalahan autentik
cerita dan konteksnya berhubungan agar siswa mampu menyusun
dengan kehidupan sehari-hari (Diva & pengetahuannya sendiri,
Purwaningrum, 2022). Oleh karena mengembangkan inkuiri dan
itu, dari soal yang diberikan masih keterampilan berpikir tingkat tinggi,
beberapa siswa yang belum mampu mengembangkan kemandirian dan
mengerjakan soal latihan berupa soal percaya diri (Arends, 2012).
cerita dan masih butuh bimbingan dari Pelaksanaan model PBL terdiri dari 5
guru. Berdasarkan hasil wawancara tahapan, yaitu (1) orientasi siswa pada
jika diberikan latihan soal, siwa lebih masalah, (2) mengorganisasi siswa
dominan langsung menuliskan hasil untuk belajar, (3) membimbing
akhirnya saja tanpa menuliskan penyelidikan individu maupun
langkah-langkah pengerjaan serta kelompok, (4) mengembangkan dan
hasil yang diperoleh masih tidak tepat. menyajikan hasil karya, (5) serta
Adapun faktor lainnya yaitu, tidak menganalisis dan mengevaluasi
mendukungnya model pembelajaran proses pemecahan masalah.
yang digunakan di dalam kelas yang Sebelumnya juga sudah dilakukan
dimana guru masih sering penelitian tentang PBL sudah
menggunakan model pembelajaran dilakukan sebelumnya oleh Ikasari
konvensional. Model pembelajaran dan Firmansyah (2023) serta Azkia,
konvensional adalah model Setiadi, Jufri, dan Sukarso (2024)
pembelajaran yang dimana guru lebih yang menyimpulkan bahwa terdapat
dominan memberikan ceramah pengaruh penerapan model PBL.

223
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950
Volume 10 Nomor 01, Maret 2025

Dalam penelitian ini menjelaskan masalah tidak rutin. Menurut Polya


untuk menjadikan model PBL lebih (1988) terdapat 4 tahapan pemecahan
efektif, guru sebaiknya menggunakan masalah matematika siswa yaitu,
bantuan media pembelajaran seperti memahami masalah, menyusun
lembar kerja online atau lembar kerja rencana pemecahan masalah,
langsung. Liveworksheets mampu melaksanakan penyelesaian
menghasilkan audio, menampilkan masalah, dan memeriksa kembali
video, dan bahkan membuat pesan kebenaran hasil.
suara (Lestari & Jusra, 2022). Salah satu materi mata pelajaran
Platform ini dapat diakses dengan matematika SMP kelas VIII adalah
mudah melalui Google dengan alamat statistika. Berdasarkan penelitian
[Link] (Ramdani, materi statistika yang dilakukan oleh
Muslimin & Husein, 2022). Selain itu, Kraeng (2021), menunjukkan bahwa
alasan peneliti menggunakan LKPD siswa menghadapi kesulitan dalam
digital sebagai bahan ajar alternatif memahami makna kalimat yang
adalah lebih efisien karena tidak digunakan untuk mengungkapkan
menggunakan kertas serta dapat masalah, mengonversi soal cerita ke
menghilangkan kejenuhan peserta dalam bentuk matematika,
didik yang dapat menarik perhatian mengidentifikasi hubungan antara
peserta didik. unsur-unsur yang diberikan dan yang
Penerapan model problem diminta, menerapkan unsur-unsur
based learning berbantuan tersebut ke dalam rumus, serta
liveworksheet dalam meningkatkan menarik kesimpulan. Dengan
kemampuan pemecahan masalah demikian, penelitian ini bertujuan
(KPM) matematika siswa merupakan untuk mengetahui apakah terdapat
gagasan baru dalam pembelajaran pengaruh model PBL berbantuan
yang masih jarang diteliti. Sedangkan liveworksheet terhadap kemampuan
Roebyanto & Harmini (2017) pemecahan masalah matematika
menyatakan pemecahan masalah siswa pada materi statistika kelas VIII
dalam kurikulum matematika penting SMP Negeri 19 Mataram tahun ajaran
untuk memberi siswa pengalaman 2024/2025.
menerapkan pengetahuan dan
keterampilan dalam menyelesaikan

224
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950
Volume 10 Nomor 01, Maret 2025

B. Metode Penelitian yang digunakan yaitu, observasi dan


Jenis penelitian ini adalah quasi tes. Instrumen yang digunakan pada
eksperimental dengan desain posttest penelitian ini yakni, lembar observasi
only control design. Penelitian ini dan posttest. Validitas instrumen yang
dilakukan di SMP Negeri 19 Mataram. digunakan adalah validitas isi.
Populasi dalam penelitian ini adalah Menurut Sugiyono (2019) pengujian
seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri validitas ini dapat dilakukan dengan
19 Mataram tahun ajaran 2024/2025 membandingkan isi instrumen dengan
sejumlah 160 siswa yang terbagi materi. Ahli atau validator yang
menjadi 5 kelas. digunakan adalah sebanyak 2 orang,
Pemilihan sampel menggunakan yaitu validator 1 adalah salah satu
teknik Purposive sampling yaitu teknik dosen Pendidikan Matematika
dalam pengambilan sampel dengan Universitas Mataram dan validator 2
pertimbangan tertentu, yaitu dengan adalah salah satu guru matematika
memilih sampel yang memiliki kelas VIII SMP Negeri 19 Mataram.
kemampuan pemecahan masalah Hasil validasi instrumen dari validator
yang relatif sama. Hal ini didasarkan 1 dan validator 2 adalah instrumen
pada hasil nilai sumatif tengah layak digunakan dengan revisi-revisi
semester siswa, selain itu kelas yang sesuai saran. Setelah pengumpulan
memiliki kondisi yang relatif sama data penelitian, kemudian dilakukan
dalam hal faktor-faktor yang uji prasyarat berupa uji normalitas dan
mempengaruhi proses belajar. Dalam uji homogenitas. Setelah itu dilakukan
penelitian ini menggunakan kelas VIII uji-t yang bertujuan untuk mengetahui
A sebagai kelas eksperimen dan VIII perbedaan rata-rata dari masing-
D sebagai kelas kontrol. masing kelompok yaitu kelas yang
Variabel yang diselidiki pada menerapkan model problem based
penelitian ini adalah variabel bebas learning berbantuan liveworksheet
dan variabel terikat. Variabel bebas dengan kelas yang menerapkan
pada penelitian ini adalah model model pembelajaran konvensional,
pembelajaran (X) dan variabel dengan formula hipotesis yaitu:
terikatnya adalah kemampuan 𝐻! : tidak terdapat perbedaan nilai
pemecahan masalah matematika rata-rata kemampuan pemecahan
siswa (Y). Teknik pengumpulan data

225
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950
Volume 10 Nomor 01, Maret 2025

masalah matematika siswa kelas 25 28 89 Sangat Tinggi

eksperimen dengan kelas kontrol Kontrol


Nilai Nilai Max Skor Kategori
𝐻" : terdapat perbedaan nilai rata-rata 23 26 88 Sangat Tinggi
kemampuan pemecahan masalah
Tabel 3 Hasil Observasi Aktivitas Guru
matematika siswa kelas eksperimen Pertemuan 2
Eksperimen
dengan kelas kontrol, Selanjutnya
Nilai Nilai Max Skor Kategori
dilakukan uji effect size yang 28 28 100 Sangat Tinggi

bertujuan untuk mengetahui besar Kontrol


Nilai Nilai Max Skor Kategori
pengaruh model PBL berbantuan 25 26 96 Sangat Tinggi
liveworksheet terhadap kemampuan
Tabel 4 Hasil Observasi Aktivitas Siswa
pemecahan masalah matematika Pertemuan 2
Eksperimen
siswa kelas VIII SMPN 19 Mataram Nilai Nilai Max Skor Kategori
tahun ajaran 2024/2025. 26 28 93 Sangat Tinggi

Kontrol
Nilai Nilai Max Skor Kategori
[Link] Penelitian dan Pembahasan 24 26 92 Sangat Tinggi
Pengambilan data dilakukan
Pada Tabel 1, 2, 3 dan 4 kelas
pada tanggal 22 Febuari sampai 26
eksperimen memiliki skor lebih tinggi
Febuari 2025. Penelitian ini dilakukan
dengan kategori “Sangat Tinggi”,
masing-masing sebanyak 3 kali
sedangkan kelas kontrol memiliki skor
pertemuan pada kelas eksperimen
dengan kategori yang sama yaitu
dan kelas kontrol untuk menerapkan
“Sangat Tinggi”. Ini menunjukkan
model pembelajaran serta dilakukan
bahwa kedua model pembelajaran
posttest dengan alokasi waktu 2 x 40
yang digunakan terlaksana dengan
menit.
baik.
Tabel 1 Hasil Observasi Aktivitas Guru
Pertemuan 1 Hasil perhitungan posttest pada
Eksperimen
Nilai Nilai Max Skor Kategori
kelas eksperimen dan kelas kontrol
26 28 93 Sangat Tinggi dapat dilihat pada Tabel 5 yang
Kontrol menunjukkan bahwa nilai rata-rata
Nilai Nilai Max Skor Kategori
23 26 88 Sangat Tinggi siswa kelas eksperimen lebih tinggi
dari pada kelas kontrol, dengan rata-
Tabel 2 Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Pertemuan 1 rata 80,84 untuk kelas eksperimen
Eksperimen
Nilai Nilai Max Skor Kategori dan 75,06 untuk kelas kontrol. Selain

226
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950
Volume 10 Nomor 01, Maret 2025

itu perbedaan nilai tengah diperoleh Kolmogrov-Smirnov dimana hasil uji


sebesar 5,5 dari selisih median kelas normalitas posttest pada kelas
eksperimen yang sebesar 81,50 eksperimen dan kelas kontrol memiliki
dengan kelas kontrol 76 nilai sig. > 0,05 sehingga data

Tabel 5 Hasil Posttest berdistribusi normal


Data yang Kelas
Diperoleh Eksperimen Kontrol Tabel 8 Hasil Uji Homogenitas
N 32 31 Taraf
Kelas Df Sig. Kategori
𝑋!"#$ 96 93 sig.
𝑋!%& 56 53 Eksperimen
5% 61 0,754 Homogen
𝑥̿ 80,84 75,06 Kontrol
Me 81,50 76
𝑆' 130,394 121,596
S 11,419 11,027
Berdasarkan hasil uji
homogenitas hasil posttest kelas
Tabel 6 Rata-rata Persentase Indikator eksperimen dan kelas kontrol pada
KPM Siswa
No Indikator
Kelas Kelas Tabel 8, nilai sig. yang diperoleh yaitu
Eksperimen Kontrol
1.
Memahami
88,08 % 85,48 % 0,2754. Karena nilai sig. > 0,05 berarti
masalah
Menyusun data hasil posttest kedua kelas adalah
2. rencana 69,52 % 66,12 %
masalah homogen.
Penyelesai
3. an 85,93 % 76,60 %
Tabel 9 Hasil Uji-t
masalah
Memeriksa df Taraf Sig. Sig. Kriteria
4. 74,21 % 70,15 %
kembali 61 5% 0,045 𝐻" diterima

Dari Tabel 6 terlihat bahwa


Dari hasil uji-t diperoleh nilai sig.
pencapaian terendah indikator
= 0,045. Karena nilai sig. ≤ 0,05 maka
kemampuan pemecahan masalah
𝐻" diterima. Karena 𝐻" diterima, maka
matematika siswa kelas eksperimen
terdapat perbedaan yang signifikan
yaitu pada menyusun rencana
antara rata-rata kemampuan
masalah, begitu juga dengan kelas
pemecahan masalah matematika
kontrol.
siswa yang diajarkan menggunakan
Tabel 7 Hasil Uji Normalitas
Kolmogorov- model PBL dengan model
Smirnova pembelajaran langsung dimana rata-
Kelas Kriteria
Taraf
df Sig.
sig. rata kelas yang diajaran
Eksperimen 5% 32 0,165 Normal
Kontrol 31 0,156 Normal menggunakan PBL lebih besar
daripada kelas yang diajarkan dengan
Berdasarkan Tabel 7, uji
model pembelajaran langsung.
normalitas ini menggunakan uji

227
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950
Volume 10 Nomor 01, Maret 2025
Tabel 10 Hasil Perhitungan Effect Size Dalam kelas eskperimen, siswa
Confidence
Cohen's
Standardizer Point Interval dibagi menjadi 5-6 orang untuk
Lower Upper
11,228 0,515 .010 1.015 bekerja sama mengerjakan
liveworksheet. Selama pembelajaran
Berdasarkan Tabel 10 dapat
berlangsung, setiap kelompok
dilihat bahwa besar perbedaan antara
berpartisipasi secara aktif dan
kelas eksperimen dan kelas kontrol
berkomunikasi dengan baik dibuktikan
sebesar 0,515 berdasarkan kriteria
dengan siswa yang saling bertanya
termasuk dalam kategori sedang.
dan bertukar pendapat pada teman
Dari kriteria pengujian tersebut,
sekelompoknya sehingga terciptanya
didapatkan kesimpulan yaitu 𝐻"
diskusi antar kelompok. Hal ini sejalan
diterima, maka rata-rata kemampuan
dengan penelitian yang dilakukan oleh
pemecahan masalah matematika
Hotimah (2020), PBL digunakan
siswa yang diberi perlakuan model
sebagai tempat untuk diskusi dan
problem based learning lebih besar
komunikasi dengan tujuan agar siswa
daripada rata-rata kemampuan
saling menyampaikan pendapat dan
pemecahan masalah matematika
saling belajar berpikir kritis.
siswa yang diberi perlakuan model
Sebaliknya, di kelas yang
pembelajaran langsung.
menggunakan model pembelajaran
Berdasarkan hasil observasi
langsung, pembelajaran lebih
pembelajaran pengaruh model PBL
berpusat pada guru daripada siswa.
berbantuan liveworksheet terlaksana
Akibatnya, siswa menjadi kurang aktif,
dengan kategori sangat tinggi. Hal
lebih mudah merasa bosan, dan
tersebut terjadi karena guru
cenderung bergantung pada guru
menerapkan semua kegiatan sesuai
dalam memahami materi. Hal tersebut
dengan tahapan model PBL. Pada
terjadi karena pembelajaran berfokus
tahap orientasi terhadap masalah,
pada guru dan siswa hanya
siswa dibimbing untuk menyelesaikan
mendengarkan, dan mencatat materi
suatu permasalahan yang relevan
yang telah disampaikan oleh guru.
dengan kehidupan sehari-hari,
Menurut Shoimin (2014) jika guru
kemudian mencari strategi yang tepat
terlalu sering menggunakan model
dan menyelesaikannya.
pembelajaran secara langsung, siswa
akan percaya bahwa guru akan

228
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950
Volume 10 Nomor 01, Maret 2025

memberitahu siswa semua yang perlu Ditinjau dari hasil posttest pada
diketahui dan siswa akan kehilangan indikator memahami masalah terlihat
rasa tanggung jawab. bahwa rata-rata persentase kelas
Menurut Ramadhani, Pratiwi, eksperimen sebesar 88,08% dan rata-
Fajriah, dan Susilo (2024) model rata persentase kelas kontrol sebesar
problem based learning merupakan 85,48%. Pada kelas eksperimen,
solusi untuk meningkatkan kebanyakkan siswa sudah mampu
kemampuan pemecahan masalah menuliskan unsur yang diketahui dan
pada peserta didik yang sejalan ditanyakan namun ada beberapa
dengan penelitian sebelumnya yang siswa yang masih melakukan
dilakukan oleh Azkia, Setiadi, Jufri dan kesalahan dalam menuliskan
Sukarso (2024) menyatakan bahwa diketahui dan ditanya. Begitu juga
liveworksheet berbasis PBL sudah dengan kelas kontrol yang tidak jauh
efektif karena rata-rata tes berbeda dengan kelas eksperimen.
kemampuan computasional thinking Dari seluruh indikator, memahami
siswa berada pada kategori baik. masalah mendapatkan persentase
Selain itu, didukung juga dengan rata-rata tertinggi dibandingkan
penelitian Panjaitan, Mansyur, dan indikator lain.
Syahputra (2023) bahwa kemampuan Dari keseluruhan indikator, rata-
pemecahan masalah matematis siswa rata kelas eskperimen lebih unggul
yang diajarkan dengan menggunakan dibandingkan dengan kelas kontrol.
E-LKPD berbasis PBL dinyatakan Hal ini dapat terjadi karena pada kelas
meningkat dari uji coba I ke uji coba II eksperimen terbantu dengan adanya
dilihat dari nilai N-Gain pada uji coba I model PBL berbantuan liveworksheet
sebesar 0,56 (sedang) meningkat untuk membantu siswa dalam
menjadi 0,58 (sedang) pada uji coba menemukan strategi untuk digunakan
II. Hal tersebut terjadi karena siswa di dalam menyelesaikan masalah,
kelas eksperimen yang diberi membantu siswa untuk
perlakuan model PBL berbantuan menyelesaikan setiap langkah
LKPD digital merasa antusias dan penyelesaian hingga menarik
tidak mudah bosan saat pembelajaran kesimpulan.
berlangsung. Walaupun penelitian yang
dilakukan oleh peneliti sudah sesuai

229
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950
Volume 10 Nomor 01, Maret 2025

dengan prosedur penelitian, tetapi langsung. (2) Selain itu, saat


tidak menutup kemungkinan terdapat melaksanakan model Problem Based
kekurangan seperti kekeliruan Learning berbantuan Liveworksheet
maupun kesalahan. Terdapat dapat terlaksana dengan baik sebagai
beberapa kekurangan pada saat berikut. Pada tahap orientasi masalah,
proses pembelajaran, seperti siswa ketika peserta didik melihat tampilan
masih kesulitan dalam mencari materi Liveworksheet, beberapa siswa
sendiri sehingga penggunaan waktu mengalami kebingungan dalam
menjadi kurang efektif. Selain itu juga mengerjakan atau mengisi jawaban
karena media yang digunakan harus menggunakan fitur yang tersedia,
didukung dengan penggunaan seperti textfield maupun drag and
handphone menyebabkan beberapa drop. Untuk mengatasi hal tersebut,
siswa terlihat tidak membantu teman peneliti menggunakan bantuan LCD
kelompoknya untuk mengerjakan soal untuk memberikan arahan.
melainkan malah bermain dan Selanjutnya, pada tahap membimbing
mengobrol. penyelidikan individu maupun
kelompok, siswa masih mengalami
E. Kesimpulan kesulitan dalam submit jawaban
Berdasarkan hasil penelitian dan karena terdapat beberapa bagian
pembahasan, maka dapat yang harus diisi, demikian juga untuk
disimpulkan bahwa (1) terdapat mengatasi hal tersebut, peneliti
pengaruh model PBL berbantuan menggunakan bantuan LCD agar
liveworksheet terhadap kemampuan maksimal mengisi dengan benar
pemecahan masalah matematika peneliti mengecek progres masing-
siswa kelas VIII di SMPN 19 Mataram masing kelompok. Selain itu, adapun
tahun ajaran 2024/2025 karena nilai hasil temuan menunjukkan bahwa
rata-rata kemampuan pemecahan saat siswa mengirimkan jawaban,
masalah matematika siswa yang guru perlu melakukan pengecekan
diajarkan menggunakan model PBL secara manual. Hal ini terjadi karena
lebih besar dari nilai rata-rata beberapa fitur menggunakan textfield
kemampuan pemecahan masalah dalam bentuk kalimat, sehingga jika
matematika siswa yang diajarkan terdapat perbedaan dengan kunci
menggunakan model pembelajaran jawaban, meskipun hanya kesalahan

230
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950
Volume 10 Nomor 01, Maret 2025

penulisan, sistem tetap Meningkatkan Kemampuan


Bercerita Pada Siswa Sekolah
menganggapnya salah. Oleh karena
Dasar. Jurnal Edukasi, 7(3), 5–
itu, guru dapat menyesuaikan atau 11.
[Link]
mengedit nilai kelompok tersebut.
v7i3.21599

Ikasari, D., & Firmansyah, F. (2023).


DAFTAR PUSTAKA
Pengaruh Model Pembelajaran
Arends, R. (2012). Learning to Teach. Problem Based Learning
New York: McGraw-Hill. Berbantuan Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) terhadap
Kemampuan Penalaran
Azkia, N. A., Setiadi, D., Jufri, A. W., & Matematis Siswa di MTs. Lab
Sukarso, A. (2024). Pengaruh Ikip Al-Washliyah Medan.
Model Problem Based Learning Jurnal Ilmiah Pendidikan
Berbantuan Liveworksheet Matematika Al Qalasadi, 7(1),
Terhadap Kemampuan 55–65.
Computational Thinking Siswa. [Link]
Journal of Classroom Action di.v7i1.5882
Research, 5(4), 525–530.
[Link]
i3.8443 Kraeng, Y. F. (2021). Analisis
Kesulitan Siswa Dalam
Menyelesaikan Soal Cerita
Deviyani, R., Zanthy, L. S., & Pada Materi Statistika. Jurnal
Anggrianti, A. (2019). Analisis Ilmiah Pendidikan Matematika
Kemampuan Pemecahan Al Qalasadi, 5(1), 72–80.
Masalah dan Komunikasi [Link]
Matematik Pada Materi di.v5i1.2366
Himpunan. Journal On
Education, 01(03), 217–222.
[Link] Lestari, P. D. A., & Jusra, H. (2022).
3.141 Pengembangan Worksheets
Interaktif Berbasis Web
Dengan Video Pada Materi
Diva, S. A., & Purwaningrum, J. P. Pecahan. Jurnal Inovasi
(2022). Penyelesaian Soal Teknologi Pendidikan, 9(2),
Cerita pada Siswa Diskalkulia 194–203.
ditinjau dari Teori Bruner [Link]
dengan Metode Drill. Jurnal 2.51318
Pendidikan Matematika, 2(1),
1–16.
[Link] Panjaitan, S. N., Mansyur, A., &
nus.v2i1.1081 Syahputra, H. (2023).
Pengembangan LKPD
Elektronik (E-LKPD) Berbasis
Hotimah, H. (2020). Penerapan Problem- Solving untuk
Metode Pembelajaran Problem Meningkatkan Kemampuan
Based Learning Dalam Pemecahan Masalah

231
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950
Volume 10 Nomor 01, Maret 2025

Matematis dan Kemandirian Roebyanto, G., & Harmini, S. (2017).


Belajar Peserta Didik SMP IT Pemecahan Masalah
Indah Medan. Jurnal Matematika Untuk PGSD.
Cendekia : Jurnal Pendidikan Bandung: PT remaja
Matematika, 7(2), 1890–1901. rosdakarya.
[Link]
kia.v7i2.2341
Shoimin, A. (2014). 68 Model
Pembelajaran Inovatif dalam
Polya, G. (1988). How to solve it: A Kurikulum 2013.
new aspect of mathematical Yogyakarta:AR-Ruzz Media.
method. New York: Princeton
University Press.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.
Purnomo, A., Kanusta, M., Fitriyah, Bandung: Alfabeta.
Guntur, M., Adawiyah Siregar,
R., Nasution, S. I., Maulidah,
S., & Listantia, N. (2022).
Pengantar Model
Pembelajaran. Bima: Yayasan
Hamjah Diha.

Ramadhani, S. P., Pratiwi, F. M.,


Fajriah, Z. H., & Susilo, B. E.
(2024). Studi Literatur:
Efektivitas Model Problem
Based Learning (PBL) untuk
Meningkatkan Kemampuan
Pemecahan Masalah
Matematis terhadap
Pembelajaran Matematika. In
PRISMA, Prosiding Seminar
Nasional Matematika, 7(2),
724–730.
[Link]
.2.5366.303-314

Ramdani, R., Muslimin, N. A., &


Husein, H. (2022). Pengaruh
Liveworksheets Dalam Model
PBL Terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas XI IPA SMAN 3
Barru: Studi Pada Materi Pokok
Larutan Penyangga. Jurnal
Inovasi Pendidikan Berbantuan
Teknologi, 2(3), 243–251.
[Link]
h.v2i3.1471

232

Anda mungkin juga menyukai