0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Diplomasi Perjuangan Kemerdekaan RI

Diunggah oleh

nopitriyantihalna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Diplomasi Perjuangan Kemerdekaan RI

Diunggah oleh

nopitriyantihalna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SEJARAH

Kelompok 2
• Dhiya Aqila A
• Kirani Azzalia S
• Nantia Wartika
NAMA ANGGOTA
• Aditya Prasatia
• Rizky Aditya P
[Link] perjuangan mempertahankan
kemerdekaan melalui diplomasi
[Link] pendahuluan dan konferensi
Malino
perundingan pendahuluan antara perdana
menteri Syahrir dan Van mook dilaksanakan di
kediaman utusan pemerintah Inggris,sir
Archibald clark kerr di jalan merdeka Selatan
(Jakarta) pada 10 februari 1946. selain Syahrir,
wakil Indonesia dalam perundingan tersebut
adalah H. Agus Salim dan A.K. pringgodiglo.
Van mook menyampaikan pernyataan politik
pemerintah Belanda yang isinya mengulangi
pidato ratu wilhelmina tanggal 7 Desember
1942, yakni Indonesia akan menjadi sebuah
negara berbentuk federasi atau Serikat yang
memiliki pemerintahan sendiri tetapi menjadi
bagian dari persemakmuran dengan kerajaan
belanda. kerjasama antara Belanda dan
Indonesia tetap dilanjutkan tetapi hal itu
merupakan kerjasama antara dua negara yang
merdeka. Van mook kemudian ikut
memprakarsai perundingan lanjutan yang
melibatkan pemerintah Belanda, yang kelak
diberi nama perundingan hoge veluwe
(Belanda), pada 12-24 April 1946.
2. perundingan Linggajati
a. hasil perundingan
perundingan Linggarjati dilangsungkan di
Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat, pada 10 November
1946 titik delegasi Indonesia terdiri dari Sultan Syahrir,
Muhammad Rohim, MRT Susanto Tirto prodjo, dan dr. a
titik Gani, sedangkan delegasi Belanda antara lain prof.
William schermerhorn,f. the boir, h. j. Van mook dan
max Van poll.
perundingan Linggajati menghasilkan perjanjian
Linggarjati yang isinya antara lain sebagai berikut.
[Link] mengakui secara de facto Republik Indonesia
dengan wilayah kekuasaan meliputi Sumatera, Jawa dan
Madura. Belanda harus meninggalkan wilayah de facto
tersebut paling lambat pada 1 Januari 1949.
[Link] Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam
membentuk negara serikat dengan nama Republik Indonesia
Serikat (RIS). pembentukan ris akan segera dilaksanakan
sebelum tanggal 1 Januari 1949. Representasi Sejarah dan Kebudayaan
[Link] dan Belanda akan membentuk Uni indonesia-belanda
yang diketuai oleh ratu Belanda

b. dinamika internal pasca perjanjian-Linggajati


1. perjanjian Linggarjati memicu gejolak di masyarakat
Indonesia
2. di Makassar, Sulawesi Selatan perjanjian Linggarjati
menimbulkan perlawanan rakyat Sulawesi Selatan dan
peristiwa pembantaian yang dilakukan Westerling dalam (7
Desember 1946).
3. berdirinya negara Indonesia Timur tanggal 24 Desember
1946
4. bubarnya kabinet Syahrir III tanggal 20 Juni 1947
menurut garis Van mook wilayah Indonesia hanya
mencakup Jawa Tengah bagian timur, dikurangi
pelabuhan-pelabuhan dan wilayah laut
3. komisi tiga negara (KTN)
pada 1 Agustus 1947 dewan keamanan PBB
mengadakan pertemuan yang sudah dihadiri diplomat
sekaligus wakil Indonesia Sultan Syahrir dan H. Agus
Salim. pada 25 Agustus 1947 DK-PBB membentuk
suatu komisi yang bertugas menengahi konflik
indonesia-belanda. namanya adalah commite of good
offices for Indonesia atau lebih dikenal dengan komisi
tiga negara (KTN). adapun untuk masalah politik KTN
hanya memberikan saran para anggota KTN tiba di
Indonesia pada 27 Oktober 1947.
4. perundingan renville
a. hasil perundingan
KTN mengusulkan agar perundingan dilakukan di tempat netral, yaitu
di kapal angkatan laut Amerika Serikat bernama USS renville. itulah
sebabnya perundingan ini dinamakan perundingan renville.
b. tanggapan Indonesia
wilayah Indonesia menjadi makin sempit hanya "sebesar daun lontar"
pemerintah dinilai gagal berdiplomasi. wilayah yang makin sempit
mempersulit posisi Indonesia, partai-partai besar seperti Masyumi dan PNI,
menyatakan mosi tidak percaya terhadap kabinet Amir Syarifuddin II.
kabinet ini pun jatuh titik perdana menteri Amir Syarifuddin menyerahkan
kembali mandat kepada presiden Soekarno pada 23 Januari 1948.
c. tanggapan Belanda: pembentukan negara-negara boneka dan agresi
militer II
dalam suasana genting, dibicarakan juga kemungkinan mengungsikan
presiden dan wakil presiden ke luar kota. namun, keduanya memilih
tinggal di Yogyakarta dengan risiko ditawan titik mereka akhirnya memang
ditawan pada hari berikutnya.
d. serangan umum 1 Maret 1949
TNI di bawah komando panglima besar jenderal Soedirman bersama para
tokoh sipil memutuskan melakukan sebuah serangan mendadak, dan
besar-besaran, serangan ini dikenal sebagai serangan umum 1 Maret
1949 yang dipimpin oleh letkol Soeharto. Serangan umum 1 Maret
bertujuan membuktikan eksistensi Republik Indonesia dan TNI kepada
dunia internasional serta mematahkan propaganda Belanda bahwa
Republik Indonesia tidak ada lagi.

5. perundingan Roem-Royen
melakukan pertemuan dengan para pemimpin Indonesia di Bangka
demikian dengan overlack (BFO) yang mengirim utusan menemui
presiden dan wakil presiden dalam rangka mencari [Link] 17
April 1949, dimulailah perundingan Roem royen yang berlangsung di
hotel desindent Jakarta. perundingan ini dimediasi oleh Merry Cochran.

6. konferensi inter Indonesia


konferensi inter Indonesia. kii bertujuan menyatukan pandangan politik
menghadapi Belanda dalam KMB. tahap pertama berlangsung tanggal 19-
22 Juli 1949 di Kaliurang,Yogyakarta, dipimpin oleh mo. Hatta. tahap
kedua berlangsung pada tanggal 31 Juli sampai 31 Agustus 1949 di
Jakarta di bawah pimpinan Sultan Hamid II selaku ketua BFO.
7. Konferensi meja bundar
konferensi meja bundar yang diselenggarakan di Ridderzaal, den haag,
Belanda dibuka pada 23 Agustus 1949 dengan dihadiri oleh delegasi dari
Indonesia, Belanda, BFO dan unci. delegasi Indonesia dipimpin oleh
Muhammad Hatta, delegasi Belanda dipimpin oleh j. v. Maarseven,
delegasi BFO dipimpin oleh Sultan Hamid II, dan unci diketuai oleh
Chritchley.
E. pengakuan kedaulatan
pada 23 Desember 1945, Moh. Hatta berangkat ke Belanda memimpin
delegasi ris. misi utamanya adalah menandatangani naskah penyerahan
dan pengakuan kedaulatan dari pemerintah Belanda upacara ini
dilangsungkan secara bersamaan baik di Indonesia maupun di Belanda
pada 27 Desember 1949 para penandatangan yang hadir adalah ratu
Juliana perdana menteri Dr Willem dress, menteri seberang lautan Mr a.
m. j. a. sassen, dan Muhammad Hatta.
pada 19 Desember 1949 kabinet ris telah terbentuk dengan Moh Hatta
sebagai perdana menteri kabinet Hatta merupakan zaken kabinet,
undang-undang dasar yang berlaku adalah UUD ris.
F. kembali ke bentuk negara kesatuan (17 Agustus 1950)
sejarah mencatat, ris tidak bertahan lama. para pemimpin negara bagian,
yang sebagian besar berasal dari kalangan Republik, menghendaki bentuk
negara kesatuan titik puncaknya, pada 17 Agustus 1950 Indonesia
kembali ke bentuk negara kesatuan titik NKRI kembali berdiri tegak.
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai