Nama : Faris Fardani
Kelas : XI TKJ B
Fiber optik adalah jenis kabel yang digunakan untuk
mentransmisikan data dalam bentuk sinyal cahaya melalui
serat kaca atau plastik yang sangat tipis. Teknologi ini
menjadi solusi unggul dalam komunikasi modern karena
kemampuannya mentransfer data dengan kecepatan tinggi
dan jarak yang jauh dibandingkan dengan kabel tembaga
konvensional.
[Link] Optik Single Mode [Link] Optik Multi Mode
Fiber optik single mode memiliki ukuran inti (diameter core) fiber optik multimode memiliki keunggulan unggul dari segi
sebesar 9 mikrometer dan mampu melakukan transmisi kecepatan transmisi bandwidth yang dihantarkan. Memiliki
cahaya secara tunggal. Keunggulan kabel fiber optik single diameter inti 50-62,5 mikrometer, kabel ini mampu membawa
mode terletak dari aspek jangkauannya yang cukup luas. beberapa cahaya secara bersamaan pada panjang
Kabel jenis ini bahkan dapat mentransmisi cahaya hingga gelombang 850 nm. Kecepatan yang dihasilkan pada kabel
jarak mencapai 100 km. Transmisi cahaya yang dilakukan fiber optik multimode tergolong lebih pesat lantaran kabel ini
pada kabel ini dapat melesat hingga 100 Mb/detik hingga 1 memiliki ukuran inti yang jauh lebih besar. Namun, karena
Gb/detik. Kabel fiber optik single mode memiliki kekurangan memiliki jangkauan yang cukup terbatas, kabel ini lebih cocok
dari aspek kecepatan. digunakan untuk kebutuhan jarak dekat.
1. Inti (core) 3. Buffer/coating
Bagian core (inti) pada serat optik terbuat dari kaca Lapisan setelah cladding adalah coating atau buffering,
dan plastik halus dengan diameter yang tebalnya terbuat dari bahan plastik dengan sifat elastis yang
sangat kecil, yakni 2-50 mikrometer. Fungsinya adalah gunanya untuk melindungi serat optik dari segala
sebagai media merambatnya cahaya. gangguan fisik. Contoh gangguannya, misalnya terjadi
lekukan pada kabel serta ketidak-seimbangan
kelembaban udara.
2. Cladding 4. Strength member dan outer jacket
Cladding merupakan bagian yang menyelubungi lapisan Adapun lapisan paling luar adalah strength member dan
inti (core) pada serat optik, ukurannya 5-250 mikrometer. outer jacket. Fungsinya untuk melindungi kabel serat optik
Cladding terbuat dari bahan silikon, sehingga memiliki dari gangguan fisik secara langsung maupun gangguan
indeks bias berbeda agar cahaya dapat dipantulkan dalam bentuk lainnya.
kembali sekaligus membuat cahaya tetap berada dalam
serat optik.
Fungsi cladding tidak hanya sebagai lapisan pelindung inti
serat optik saja, tetapi juga untuk melindungi gelombang
cahaya. Itulah mengapa, adanya cladding membantu
supaya cahaya dapat tembus kembali ke inti.
Prinsip kerja serat optik adalah dengan
memanfaatkan sifat pemantulan dan
pembiasan cahaya. Sinyal cahaya yang
dipancarkan oleh laser atau LED akan
dihantarkan melalui serat optik.
Serat optik mempunyai inti (core) yang
terbuat dari kaca atau plastik yang jernih
dan dikelilingi oleh lapisan selubung
(cladding). Sinyal cahaya akan dibelokkan
dan dipantulkan oleh lapisan selubung
sehingga dapat merambat sepanjang serat
optik.
Mendukung kapasitas bandwidth Fiber optik umumnya lebih mahal
yang lebih tinggi. daripada kabel tembaga.
Sinyal cahaya dapat melakukan Serat kaca dalam fiber optik
perjalanan lebih jauh tanpa memerlukan perlindungan lebih
memerlukan penguatan sinyal banyak daripada kabel tembaga.
berlebih. Kabel serat optik bisa lebih rapuh.
Fiber optik lebih kuat terhadap Misalnya, serat bisa patah atau sinyal
interferensi atau gangguan seperti bisa hilang jika kabel dibengkokkan
interferensi elektromagnetik. atau ditekuk beberapa sentimeter.
Fiber optik lebih tahan untuk
tenggelam dalam air.
Kabel fiber optik lebih kuat, lebih
tipis, dan lebih ringan dibandingkan
kabel tembaga.
Fiber optik tidak perlu sering diganti,
sehingga pemeliharaannya lebih
mudah.
Macam - Macam
Perangkat Fiber
Optik dan
Fungsinya
Optical Line Terminal (OLT) adalah
perangkat utama dalam jaringan fiber
optic berbasis GPON atau EPON yang
berfungsi sebagai titik pusat untuk
mengelola dan menghubungkan sinyal
data dari penyedia layanan ke
pelanggan melalui kabel serat optik. OLT
bertugas mengubah sinyal listrik
menjadi sinyal optik (dan sebaliknya),
membagi jalur ke beberapa Optical
Network Unit (ONU) atau Optical
Network Terminal (ONT), serta mengatur
alokasi bandwidth, pengaturan jaringan,
dan manajemen lalu lintas data agar
koneksi internet, TV, maupun layanan
komunikasi lainnya dapat berjalan stabil
dan efisien.
ODC (Optical Distribution Cabinet)
adalah perangkat dalam jaringan fiber
optik yang berfungsi sebagai tempat
distribusi dan penghubung antara kabel
primer dari sentral (OLT) dengan kabel
sekunder yang menuju ke pelanggan
melalui ODP. ODC memiliki peran
penting untuk melindungi sambungan
kabel optik, mengatur manajemen
kabel, serta memudahkan proses
penyambungan, pembagian sinyal
(splitting), dan perawatan jaringan.
Dengan adanya ODC, distribusi jaringan
fiber optik menjadi lebih teratur, aman,
dan efisien sehingga kualitas layanan ke
pelanggan tetap terjaga.
ODP (Optical Distribution Point) adalah
titik distribusi dalam jaringan fiber optic
yang berfungsi menghubungkan kabel
distribusi dari ODC/OTB ke kabel drop
menuju pelanggan, sekaligus
melindungi sambungan optik serta
memudahkan instalasi, perawatan, dan
pembagian layanan internet ke
beberapa pengguna.
ONU (Optical Network Unit) adalah
perangkat di sisi pelanggan yang
menerima sinyal optik dari OLT melalui
ODP, lalu mengubahnya menjadi sinyal
elektrik agar bisa digunakan perangkat
seperti modem, komputer, telepon, atau
IPTV, serta berfungsi sebagai
penghubung antara jaringan fiber optic
dengan pengguna akhir.
Alat ini berfungsi sebagai pengecek
koneksi jaringan TDM (Time Divisio
Multipleksi) yang mana jaringan TDM
aplikasinya yaitu layanan Clear Channel
yang sedang coba di uraikan penulis.
Secara spesifiknya BER TES untuk
mengecek dan mengetahui TX atau RX
yang error, melalui pengiriman paket
dan lup.
STB (Set Top Box) adalah perangkat
yang berfungsi menghubungkan televisi
dengan jaringan internet atau siaran
digital, sehingga TV biasa dapat
menampilkan konten digital, IPTV,
maupun layanan streaming. Fungsinya
adalah mengubah sinyal digital menjadi
gambar dan suara yang bisa
ditampilkan di layar TV, sekaligus
memberikan akses fitur tambahan
seperti aplikasi, video on demand, dan
layanan interaktif.
Joint Closure merupakan sebuah box
atau tempat untuk menaruh hasil
sambungan dari fiber optic. Sebagai
contoh : Jika ada kebel fiber optic putus
karena terpotong atau terbakar maka
kabel tersebut di sambung/splicing dan
hasil splicingan di taruh di Closure.
Untuk Kapasitas Closure ber variasi
mulai dari closure 6 core, Closure 12core,
closure 24core,Closure 48core hingga
closure 256core.
Roset fiber optic adalah perangkat kecil
yang dipasang di dinding rumah atau
gedung sebagai titik terminasi akhir
kabel drop fiber optic dari ODP sebelum
disambungkan ke perangkat pelanggan
seperti ONU atau modem. Fungsinya
adalah merapikan dan melindungi
sambungan kabel fiber agar lebih aman,
serta mempermudah instalasi,
perawatan, dan penghubungan layanan
internet di sisi pengguna.
Fiber Optik Adapter merupakan
suatu komponen yang digunakan
untuk melakukan
penyambungan/menghubungkan
kabel fiber optik satu dengan yang
lain. jika penyambungan dilakukan
terhadap kabel fiber optik yang
Jenis- jenis : memiliki konektor berbeda maka
[Link] Fiber optik Adapter fiber optik adapter disebut fiber optik
[Link] Adapter Fiber Optik adapter hibrid atau Special Adapter.
[Link] Fiber Optik Adapter
[Link] Fiber Optik Adapter
Splitter merupakan komponen yang
bersifat pasif dan dapat memisahkan
daya optik dari satu input serat ke dua
atau beberapa output serat. Splitter
pada PON dikatakan pasif sebab
optimasi tidak dilakukan terhadap daya
yang digunakan terhadap pelanggan
yang jaraknya berbeda dari node splitter,
sehingga sifatnya idle dan cara kerjanya
membagi daya optic sama rata
1 : 2 (tanpa back up)
1 : 4 (tanpa back up)
1 : 8 (tanpa back up)
1 : 16 (tanpa back up)
1 : 32 (tanpa back up)
2 : 2 (dengan back up)
2 : 4 (dengan back up)
2 : 8 (dengan back up)
2 : 16 (dengan back up)
2 : 32 (dengan back up)
Pigtail fiber optic merupakan sepotong
kabel yang hanya memiliki satu buah
konektor diujungnya, pigtail akan
disambungkan dengan kabel fiber yang
belum memiliki konektor. Biasanya
kabel pigtail di install di OTB (Optical
Distribution Box) dan disambung /
splicing dengan tarikan kabel Optic
yang glondongan (Loose tube cable /
Tight buffered cable).
Optical Termination Box, berfungsi
sebagai pendistribusian fiber seperti
FDF yang menampung maksimum 72
core. Optical Terminal Box juga
digunakan untuk menghubungkan
kabel serat optik indoor maupun
outdoor dan patchcord. OTB dapat
dipasang di dinding maupun tiang.
Fiber node merupakan suatu titik
terminasi antara jaringan optik dengan
jaringan koaksial. Fiber nod eberupa
perangkat opto elektronik yang
berfungsi untuk mengubah sinyal optik
yang berasal dari distribution hub
menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan
ke rumah rumah pelanggan melalui
kabel koaksial dan sebaliknya.
Fiber node sendiri adalah salah satu
device yang berhubungan dengan
teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial) dan
banyak diaplikasikan untuk sistem
jaringan TV Kabel.
Macam - Macam
Alat yg digunakan
Fiber Optik dan
Fungsinya
Fusion splicer atau sering dikenal
sebagai alat untuk menyambungkan
serat optik ini merupakan salah satu alat
yang diganti untuk menyambungkan
sebuah core serat optik, dimana serat
tersebut terbuat / berbasis kaca, dan
mengimplementasikan suatu daya
listrik yang telah dirubah menjadi
sebuah media sinar berbentuk laser.
Cleaver Tools ini mempunyai fungsi
untuk memotong core yang kulit kabel
optic-nya sudah dikupas, perlu kalian
ketahui juga bahwa pemotongan core
ini wajib menggunakan alat khusus ini,
karena pada serat kacanya akan
terpotong dengan rapih. Jika proses ini
berhasil dilakukan dengan baik maka
tahapan selanjutnya, kalian bisa
teruskan ke tahap Jointing
Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk
mengetahui seberapa kuat daya dari
signal cahaya yang sudah masuk, OPM
ini juga mempunyai interface FC yang
langsung berhubungan dengan
pathcore FC. Bagi kalian yang belum
mengetahui rumus yang digunakan
untuk melakukan proses ini, berikut
adalah rumusnya
(TX – RX =…dB dibagi jarak (Km))
Pada dasarnya, alat yang satu ini mempunyai fungsi untuk memberikan suatu signal
untuk jalur yang akan dilaluinya, misalnya untuk mengukur suatu redaman jalur atu
end to end dimana Light Source ini akan berfungsi sebagai media yang memberi
signal-nya.
OTDR merupakan salah satu alat yang digunakan
untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu
kabel serat ptik dalam jarak tempuh tertentu,
sehingga dengan adanya alat ini diharapkan
mampu menghasilkan jarak dari dua sisi yang
merupakan ukuran gangguan yang terjadi.
Sehingga untuk melakukan troubleshooting dapat
dilakukan dengan baik, karena akan sangat mudah
menentukan suatu letak lokasi gangguan yang
tengah terjadi.
Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk
mengetahui arah signal dengan
penunjuk arah dan besar daya yang di
laluinya.
Alat ini sering disebut juga Laser fiber
optic atau senter fiber optic. Fungsinya
untuk melakukan pengetesan pada core
fiber optic. Laser akan mengikuti serat
Optik pada Kabel Fiber Optik dari POP
Sampai Ke User (end to end) , bila core
tidak bermasalah laser akan sampai
pada titik tujuan.
Sama seperti kabel - kabel yang lain,
salah satunya seperti kabel coaxial dan
UTP, kabel fiber optic juga memerlukan
alat ini. Alat ini berfungsi sebagai media
untuk memotong dan mengupas kulit
dan daging kabel.
Splice Protection Sleeve adalah tabung
pelindung khusus yang digunakan pada
sambungan fiber optik hasil fusion
splicing, terdiri dari bahan plastik
transparan dengan batang penguat
(stainless steel atau keramik) di
dalamnya; fungsinya adalah melindungi
titik sambungan serat optik dari tekanan
fisik, kelembaban, dan kerusakan
mekanis, sekaligus menjaga agar
sambungan tetap stabil, kuat, serta
memiliki kualitas transmisi cahaya yang
optimal.
Alkohol dan tisu khusus/lint free tissue
berfungsi untuk membersihkan ferrule
konektor, kabel serat optik, maupun alat
splicing dari debu, minyak, dan kotoran
mikroskopis; tujuannya agar sambungan
atau koneksi optik tetap bersih,
mengurangi redaman (loss), serta
menjaga kualitas transmisi cahaya
sehingga jaringan fiber optik dapat
bekerja secara optimal.