Pewarnaan Gram dan Keanekaragaman Hayati
Pewarnaan Gram dan Keanekaragaman Hayati
Dalam dunia mikrobiologi kedokteran, pewarnaan Gram merupakan salah satu teknik paling fundamental untuk
mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bakteri berdasarkan perbedaan struktur dinding selnya. Perbedaan ini tidak hanya
menentukan warna yang dihasilkan setelah proses pewarnaan, tetapi juga memengaruhi virulensi (tingkat keganasan),
kerentanan terhadap antibiotik, dan peranannya dalam lingkungan.
Bakteri Gram positif, seperti Streptococcus pneumoniae (penyebab pneumonia) dan Lactobacillus casei (bakteri asam laktat),
memiliki dinding sel yang tebal dan homogen terutama terdiri dari peptidoglikan. Lapisan peptidoglikan yang tebal ini mampu
menahan kompleks kristal ungu (crystal violet) selama proses pencucian dengan alkohol, sehingga bakteri akan
mempertahankan warna ungu.
Sebaliknya, bakteri Gram negatif, seperti Escherichia coli (bakteri usus) dan Neisseria gonorrhoeae (penyebab gonore),
memiliki lapisan peptidoglikan yang jauh lebih tipis. Namun, mereka memiliki membran luar tambahan yang mengandung
lipopolisakarida (LPS). Membran luar ini bersifat impermeabel terhadap kompleks kristal ungu dan dapat dilarutkan oleh
alkohol. Saat dicuci dengan alkohol, pori-pori di dinding sel membesar, kompleks warna ungu terlepas, dan sel menyerap
warna tandingan safranin sehingga berwarna merah muda.
Struktur unik pada bakteri Gram negatif, yaitu LPS, sering bertindak sebagai endotoksin yang dapat memicu respons
peradangan yang parah dan syok septik pada inangnya. Di sisi lain, banyak bakteri dari kedua kelompok yang memiliki peran
menguntungkan, seperti dalam industri makanan (Lactobacillus untuk yoghurt), siklus nutrisi (Nitrosomonas dalam siklus
nitrogen), dan bahkan probiotik.
1. Berdasarkan teks tersebut, mengapa bakteri Gram positif mempertahankan warna ungu setelah proses pewarnaan
Gram?
C. Karena lapisan peptidoglikan yang tebal mampu menahan kompleks kristal ungu.
2. Seorang peneliti mengamati sampel bakteri yang telah diwarnai dengan metode Gram. Di bawah mikroskop, ia
menemukan bakteri berbentuk batang yang berwarna merah muda. Berdasarkan temuan dan teks, apa yang dapat
disimpulkan TEPAT mengenai bakteri tersebut?
A. Bakteri tersebut memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang sangat tebal.
D. Bakteri tersebut tidak memiliki dinding sel sehingga menyerap warna safranin.
E. Bakteri tersebut termasuk Gram positif karena mampu menahan warna ungu.
3. Pernyataan manakah yang PALING TEPAT mengenai peranan bakteri seperti yang dijelaskan dalam teks?
A. Hanya bakteri Gram positif yang memiliki peran menguntungkan bagi manusia.
B. Lipopolisakarida (LPS) pada Gram negatif selalu merugikan dan tidak memiliki fungsi menguntungkan.
C. Peran bakteri (menguntungkan atau merugikan) dapat ditemukan pada kedua kelompok Gram, terlepas dari struktur
dinding selnya.
D. Bakteri Gram negatif seperti E. coli tidak memiliki peran apa pun dalam tubuh manusia.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 4 hingga 6!
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu "hotspot" keanekaragaman hayati dunia. Di dalamnya, terdapat
beragam ekosistem, mulai dari hutan hujan tropis dataran rendah hingga ekosistem alpina. Sebuah tim peneliti melakukan
observasi dan menemukan beberapa fakta menarik:
1. Mereka mengamati populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan menemukan variasi dalam ukuran tubuh dan
warna rambut antar individu di populasi yang berbeda.
2. Di sepanjang sungai, mereka mencatat keberadaan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Badak Sumatera
(Dicerorhinus sumatrensis), dan Rusa Sambar (Rusa unicolor).
3. Dalam eksplorasi yang lebih detail, mereka menjumpai berbagai jenis anggrek. Dua di antaranya adalah
Grammatophyllum speciosum (anggrek tebu) yang hidup di pepohonan besar dan Vanda hookeriana (anggrek tanah)
yang hidup di antara serasah daun.
Keanekaragaman yang luar biasa ini menunjukkan kompleksitas kehidupan dan pentingnya sistem klasifikasi untuk
memetakan hubungan kekerabatan antar makhluk hidup. Klasifikasi modern tidak hanya melihat kesamaan morfologi, tetapi
juga hubungan genetika dan evolusioner.
4. Fakta yang ditemukan tim peneliti nomor 1 merupakan contoh nyata dari keanekaragaman hayati tingkat....
A. Ekosistem, karena menunjukkan variasi dalam satu spesies di habitat yang berbeda.
5. Berdasarkan fakta nomor 2, manakah pernyataan yang PALING TEPAT mengenai hubungan kekerabatan antar hewan
tersebut?
A. Harimau dan Badak memiliki kekerabatan paling dekat karena sama-sama mamalia besar.
B. Harimau dan Rusa memiliki kekerabatan lebih dekat karena sama-sama berasal dari Ordo Carnivora dan Artiodactyla
yang masih berkerabat dalam Kelas Mammalia.
C. Badak dan Rusa memiliki kekerabatan paling dekat karena sama-sama merupakan herbivora.
D. Ketiganya memiliki kekerabatan yang sama dekatnya karena hidup dalam ekosistem yang sama.
E. Harimau dan Badak memiliki kekerabatan lebih dekat karena sama-sama termasuk spesies yang terancam punah.
6. Analisislah fakta nomor 3 tentang kedua jenis anggrek tersebut. Dilihat dari cara hidupnya, perbedaan tersebut
menunjukkan keanekaragaman tingkat....
B. Spesies, karena merupakan dua spesies yang berbeda dari genus yang berbeda.
C. Ekosistem, karena menunjukkan peran (niche) yang berbeda dalam suatu komunitas.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 7 hingga 9!
Kawasan Hutan Mangrove di pesisir pantai merupakan contoh ekosistem yang unik dan kompleks. Ekosistem ini terdiri dari
komponen biotik seperti pohon bakau (Rhizophora sp.), burung bangau, ikan gelodok, kepiting, alga, serta bakteri pengurai
yang hidup di lumpur. Komponen abiotiknya meliputi air payau, lumpur, cahaya matahari, dan salinitas (kadar garam) yang
berfluktuasi.
Interaksi antar komponen biotik sangat dinamis. Akar pohon bakau berperan sebagai nursery ground bagi juvenil ikan dan
udang. Burung bangau memakan ikan dan kepiting di sekitar mangrove. Sementara itu, bakteri dan jamur menguraikan daun
bakau yang gugur menjadi detritus, yang kemudian menjadi sumber makanan bagi cacing dan organisme kecil lainnya.
Sayangnya, ekosistem mangrove sering terancam oleh aktivitas manusia, seperti alih fungsi lahan menjadi tambak dan
pemukiman, serta pencemaran limbah. Upaya pelestarian yang dilakukan antara lain adalah program rehabilitasi dengan
menanam bibit bakau dan memberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan hasil hutan bukan kayu, seperti wisata edukasi
dan produk olahan dari buah mangrove.
7. Berdasarkan teks, manakah pernyataan yang benar mengenai komponen ekosistem mangrove?
A. Ikan gelodok dan kepiting termasuk komponen abiotik karena hidup di air.
B. Cahaya matahari dan air payau termasuk komponen biotik karena mendukung kehidupan.
C. Bakteri pengurai berperan sebagai pengurai (dekomposer) dalam merombak materi organik.
D. Pohon bakau merupakan konsumen primer karena dapat membuat makanannya sendiri.
8. Interaksi yang terjadi antara burung bangau dengan ikan gelodok dalam ekosistem mangrove tersebut adalah....
D. Predasi, dimana burung bangau sebagai pemangsa dan ikan sebagai mangsa.
9. Upaya pelestarian ekosistem mangrove yang dijelaskan dalam teks merupakan contoh dari konsep konservasi yang
bersifat....
C. Restorasi penuh, karena mengembalikan ekosistem menjadi kondisi alamiah tanpa campur tangan manusia.
D. Konsumtif, karena berfokus pada pemanfaatan hasil hutan kayu.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 10 dan 11!
Proses metabolisme sel merupakan fondasi dari segala aktivitas kehidupan. Secara garis besar, metabolisme terbagi menjadi
dua jalur: katabolisme (penguraian molekul kompleks untuk menghasilkan energi) dan anabolisme (pembentukan molekul
kompleks yang membutuhkan energi).
Glukosa (C₆H₁₂O₆) adalah salah satu substrat utama dalam metabolisme energi. Jalur katabolisme glukosa tidak selalu
berlangsung dengan cara yang sama dan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan oksigen. Dalam kondisi normal dan cukup
oksigen (aerob), glukosa akan dipecah secara sempurna melalui respirasi seluler menjadi karbon dioksida (CO₂) dan air (H₂O),
dengan menghasilkan sejumlah besar energi dalam bentuk ATP. Namun, pada sel otot yang bekerja sangat intens atau pada sel
ragi, ketika pasokan oksigen tidak mencukupi (kondisi anaerob), glukosa hanya dapat diuraikan sebagian melalui proses
fermentasi. Fermentasi ini menghasilkan produk sampingan seperti asam laktat pada otot atau etanol dan CO₂ pada ragi,
dengan hasil energi ATP yang jauh lebih sedikit.
Pemahaman tentang jalur-jalur metabolisme ini memiliki aplikasi luas, mulai dari menjelaskan penyebab kram otot setelah
berolahraga hingga dimanfaatkan dalam industri pembuatan roti dan minuman beralkohol.
10. Berdasarkan teks, apa perbedaan mendasar antara respirasi aerob dan fermentasi?
B. Respirasi aerob menghasilkan lebih banyak ATP karena menguraikan glukosa secara sempurna, sedangkan fermentasi
menghasilkan lebih sedikit ATP karena penguraiannya tidak sempurna.
C. Fermentasi hanya terjadi pada tumbuhan, sedangkan respirasi aerob terjadi pada hewan.
11. Seorang atlet mengalami kram pada otot kakinya setelah melakukan lari sprint 100 meter. Berdasarkan teks, hal ini
dapat dijelaskan melalui proses metabolisme....
C. Fermentasi asam laktat yang menghasilkan produk sampingan asam laktat dalam kondisi kekurangan oksigen.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 12 dan 13!
Enzim adalah biokatalisator yang sangat penting untuk mempercepat laju reaksi kimia dalam sel makhluk hidup tanpa ikut
terkonsumsi dalam reaksi tersebut. Enzim bekerja dengan cara menurunkan energi aktivasi yang dibutuhkan untuk memulai
suatu reaksi. Struktur enzim yang khas, terutama pada bagian situs aktif, memungkinkannya berikatan sementara dengan
molekul substrat yang spesifik membentuk kompleks enzim-substrat.
Kerja enzim sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Setiap enzim memiliki suhu dan pH optimum dimana ia dapat
bekerja dengan paling efisien. Penyimpangan dari kondisi optimum ini dapat menyebabkan denaturasi, yaitu perubahan
bentuk tiga dimensi enzim (khususnya pada situs aktif) yang mengakibatkan penurunan atau bahkan kehilangan fungsi
katalatiknya sama sekali. Selain itu, kerja enzim juga dapat dihambat oleh adanya inhibitor. Inhibitor kompetitif bersaing
dengan substrat untuk menempati situs aktif, sedangkan inhibitor non-kompetitif mengikat enzim pada bagian lain yang
menyebabkan perubahan bentuk situs aktif.
12. Berdasarkan teks, mengapa enzim sangat penting dalam reaksi metabolisme sel?
C. Karena enzim menurunkan energi aktivasi yang dibutuhkan untuk memulai reaksi.
13. Sebuah enzim pencernaan yang biasanya bekerja optimal pada pH 2 di lingkungan lambung, dipindahkan ke
lingkungan dengan pH 7. Apa yang paling mungkin terjadi?
D. Substrat akan berubah bentuk dan tidak dapat berikatan dengan enzim.
E. Enzim akan berubah menjadi substrat untuk reaksi yang lain.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 14 hingga 16!
Sistem sirkulasi pada manusia merupakan sistem transportasi yang sangat kompleks, bertugas untuk mengedarkan oksigen,
nutrisi, hormon, dan zat-zat penting lainnya ke seluruh sel tubuh, serta mengangkut zat sisa metabolisme seperti karbon
dioksida untuk dikeluarkan dari tubuh. Sistem ini terdiri dari tiga komponen utama: jantung sebagai pemompa, pembuluh
darah sebagai saluran, dan darah sebagai medium pengangkut.
Jantung, organ berotot yang terbagi menjadi empat ruang (atrium kanan & kiri, ventrikel kanan & kiri), memastikan darah
mengalir dalam dua sirkuit yang terpisah namun terhubung. Sirkulasi sistemik mengalirkan darah kaya oksigen dari ventrikel
kiri melalui aorta ke seluruh tubuh dan kembali dengan darah miskin oksigen ke atrium kanan. Sementara itu, sirkulasi
pulmonal mengalirkan darah miskin oksigen dari ventrikel kanan ke paru-paru untuk diperkaya dengan oksigen dan
kemudian kembali ke atrium kiri.
Pembuluh darah arteri berfungsi membawa darah menjauhi jantung, umumnya kaya oksigen (kecuali arteri pulmonalis), dan
memiliki dinding yang tebal dan elastis untuk menahan tekanan pompa jantung. Sebaliknya, vena membawa darah menuju
jantung, umumnya miskin oksigen (kecuali vena pulmonalis), memiliki dinding lebih tipis, dan dilengkapi katup untuk
mencegah aliran balik darah. Pertukaran zat terjadi di pembuluh kapiler, yang memiliki dinding sangat tipis sehingga
memungkinkan difusi gas dan nutrisi dengan cairan jaringan.
15. Seorang pasien mengalami pembengkakan pada kaki akibat aliran darah yang tidak lancar kembali ke jantung.
Berdasarkan teks, gangguan pada struktur pembuluh darah manakah yang paling mungkin menjadi penyebabnya?
16. Pernyataan manakah yang sesuai dengan teks mengenai perbedaan arteri dan vena?
A. Semua arteri membawa darah kaya oksigen, dan semua vena membawa darah miskin oksigen.
B. Vena memiliki dinding yang lebih tebal dan elastis dibandingkan arteri.
C. Arteri umumnya membawa darah menjauhi jantung, sedangkan vena menuju jantung.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 17 hingga 19!
Sistem respirasi pada manusia adalah sistem organ yang bertanggung jawab untuk pertukaran gas oksigen (O₂) dan karbon
dioksida (CO₂) antara tubuh dan lingkungan. Sistem ini tidak hanya terdiri dari paru-paru, tetapi juga saluran-saluran
penghubung yang memastikan udara yang dihirup sampai ke tujuan dengan kondisi yang tepat.
Udara yang dihirup melalui hidung akan mengalami penyaringan oleh rambut-rambut hidung (vibrissae) dan dilembapkan
oleh selaput lendir. Udara kemudian melewati faring, laring (kotak suara), dan trakea (batang tenggorokan). Trakea bercabang
menjadi dua bronkus yang menuju masing-masing paru-paru. Di dalam paru-paru, bronkus bercabang-cabang lagi
membentuk bronkiolus yang semakin kecil, yang ujung-ujungnya berupa gelembung-gelembung kecil disebut alveolus.
Alveolus merupakan tempat utama pertukaran gas, dengan dinding yang sangat tipis dan diliputi oleh pembuluh kapiler
darah. Melalui proses difusi, O₂ dari alveolus masuk ke dalam darah, sedangkan CO₂ dari darah dilepaskan ke alveolus untuk
kemudian dihembuskan keluar.
Proses pertukaran gas ini sangat bergantung pada struktur alveolus yang memiliki luas permukaan yang sangat besar dan
kelembapan yang terjaga. Setiap gangguan pada struktur saluran napas, seperti penyempitan bronkiolus atau kerusakan pada
alveolus, dapat secara signifikan menurunkan efisiensi proses respirasi.
17. Berdasarkan teks, mengapa hidung merupakan pintu masuk udara yang lebih baik dibandingkan mulut?
B. Karena udara yang melalui hidung akan disaring dan dilembapkan terlebih dahulu.
18. Struktur manakah yang secara langsung menjadi tempat terjadinya pertukaran gas O₂ dan CO₂ antara udara dan
darah?
19. Seorang perokok berat sering mengalami sesak napas. Berdasarkan teks, kondisi ini paling mungkin disebabkan oleh...
B. Kerusakan pada dinding alveolus yang mengurangi luas permukaan pertukaran gas.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 20 hingga 22!
Sistem ekskresi pada manusia memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan internal tubuh (homeostasis). Sistem
ini bertugas untuk membuang zat-zat sisa metabolisme yang bersifat toksik jika terakumulasi, seperti urea dari pemecahan
protein, kreatinin dari metabolisme otot, dan kelebihan garam atau mineral. Organ utama yang menyusun sistem ini adalah
ginjal, kulit, paru-paru, dan hati.
Ginjal merupakan organ penyaring utama. Setiap ginjal terdiri dari sekitar satu juta nefron, yang merupakan unit fungsional
terkecil. Proses pembentukan urine dalam nefron melibatkan tiga tahap utama: filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. Darah
disaring di glomerulus untuk menghasilkan filtrat glomerulus (urine primer). Filtrat ini kemudian mengalir melalui tubulus-
tubulus nefron, dimana zat-zat yang masih berguna seperti glukosa, air, dan ion-ion direabsorpsi kembali ke dalam darah.
Sebaliknya, zat-zat sisa seperti urea dan kelebihan garam justru ditambahkan (augmentasi) untuk akhirnya dibentuk menjadi
urine sekunder yang akan dikeluarkan dari tubuh.
Selain ginjal, organ lain juga berkontribusi dalam proses ekskresi. Paru-paru mengeluarkan karbon dioksida (CO₂) dan uap air,
kulit mengeluarkan keringat yang mengandung air, garam, dan sedikit urea, sedangkan hati mengubah amonia yang beracun
menjadi urea yang kemudian akan dibuang oleh ginjal.
20. Berdasarkan teks, mengapa ginjal dianggap sebagai organ penyaring utama dalam sistem ekskresi?
C. Karena ginjal mengandung nefron yang menyaring darah dan membentuk urine.
22. Seorang pasien mengalami gagal ginjal, dimana ginjalnya tidak dapat berfungsi dengan baik. Berdasarkan teks, zat
sisa metabolisme apa yang paling berbahaya jika terakumulasi dalam darah pasien tersebut?
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 23 hingga 25!
Sistem reproduksi manusia adalah suatu sistem organ yang kompleks yang memiliki fungsi utama untuk menghasilkan
keturunan dan memastikan kelangsungan suatu spesies. Sistem ini berbeda antara laki-laki dan perempuan, baik dari segi
struktur, organ, maupun fungsinya, namun keduanya saling melengkapi dalam proses reproduksi.
Pada laki-laki, organ reproduksi utama adalah testis yang memiliki dua fungsi: memproduksi sel sperma (spermatogenesis)
dan menghasilkan hormon testosteron. Sperma yang dihasilkan kemudian disimpan dan dimatangkan di epididimis. Untuk
dikeluarkan, sperma berjalan melalui vas deferens dan bercampur dengan cairan dari kelenjar seminal, prostat, dan
bulbouretral untuk membentuk semen. Semen kemudian didorong keluar melalui uretra di dalam penis saat ejakulasi.
Pada perempuan, organ reproduksi utama adalah ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur (ovum) dan hormon
estrogen serta progesteron. Setiap bulan, biasanya satu sel telur dilepaskan dari ovarium dalam proses ovulasi. Sel telur ini
kemudian ditangkap oleh tuba fallopi (oviduk), yang juga merupakan tempat terjadinya fertilisasi jika bertemu dengan
sperma. Jika terjadi fertilisasi, zigot yang terbentuk akan bergerak menuju uterus (rahim), suatu organ berotot dengan dinding
tebal (endometrium) yang siap untuk menjadi tempat implantasi dan perkembangan janin. Jika tidak terjadi fertilisasi,
endometrium akan meluruh dan dikeluarkan melalui vagina dalam proses menstruasi.
23. Berdasarkan teks, manakah pernyataan yang benar mengenai kesamaan sistem reproduksi laki-laki dan perempuan?
A. Keduanya memiliki organ penghasil sel gamet yang terletak di luar tubuh.
B. Keduanya memiliki organ gonade yang berfungsi menghasilkan sel gamet dan hormon.
C. Keduanya memiliki saluran yang sama untuk mengeluarkan sel gamet dan urine.
E. Keduanya menghasilkan sel gamet dalam jumlah yang sama setiap harinya.
24. Proses fertilisasi (pembuahan) antara sel sperma dan sel telur secara normal terjadi di organ...
25. Seorang wanita mengalami gangguan dimana sel telur yang telah dibuahi tidak dapat menempel dan berkembang
pada dinding rahim. Berdasarkan teks, gangguan ini paling mungkin terjadi pada bagian...
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 26 hingga 28!
Sistem imun adalah sistem pertahanan tubuh yang sangat kompleks dan terorganisir, dirancang untuk melindungi tubuh dari
serangan patogen seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit, serta sel tubuh yang abnormal seperti sel kanker. Pertahanan ini
terbagi menjadi dua garis utama: imunitas non-spesifik (bawaan) dan imunitas spesifik (adaptif).
Imunitas non-spesifik merupakan pertahanan pertama dan langsung. Pertahanan ini termasuk barier fisik (seperti kulit dan
selaput lendir), barier kimia (seperti lisozim dalam air mata dan asam lambung), serta sel-sel fagosit seperti neutrofil dan
makrofag yang dapat menelan dan menghancurkan patogen secara umum. Respons peradangan juga bagian dari imunitas
bawaan, ditandai dengan kemerahan, bengkak, dan panas, yang bertujuan untuk mengisolasi area infeksi dan memanggil sel-
sel imun.
Jika patogen berhasil melewati pertahanan pertama, imunitas spesifik akan diaktifkan. Sistem ini melibatkan limfosit (sel B
dan sel T) dan bersifat sangat spesifik terhadap jenis patogen tertentu. Sel B akan memproduksi antibodi yang dapat
menetralkan patogen atau menandainya untuk dihancurkan oleh sel lain. Sel T memiliki peran beragam; sel T sitotoksik
langsung menghancurkan sel yang terinfeksi, sementara sel T helper mengkoordinasi seluruh respons imun dengan
mengaktifkan sel B dan sel T lainnya. Keunggulan utama imunitas adaptif adalah kemampuannya membentuk memori
imunologis, yang memungkinkan tubuh merespons lebih cepat dan kuat jika terpapar patogen yang sama di masa depan, yang
menjadi dasar dari prinsip vaksinasi.
26. Berdasarkan teks, apa perbedaan mendasar antara respons imun non-spesifik dan spesifik?
B. Respons non-spesifik langsung dan umum, sedangkan respons spesifik targetnya spesifik dan membentuk memori.
C. Respons non-spesifik hanya melibatkan barier fisik, sedangkan respons spesifik melibatkan barier kimia.
D. Respons non-spesifik diaktifkan oleh sel T helper, sedangkan respons spesifik diaktifkan oleh sel B.
E. Respons non-spesifik membutuhkan waktu lebih lama untuk aktif dibandingkan respons spesifik.
27. Seorang anak yang divaksinasi Campak tidak terjangkit penyakit tersebut saat terjadi wabah di sekolahnya.
Berdasarkan teks, mekanisme imun manakah yang paling bertanggung jawab atas perlindungan ini?
C. Memori imunologis dari sistem adaptif yang memicu respons cepat dan kuat.
28. Sel T helper memegang peran kunci dalam sistem imun adaptif. Berdasarkan teks, apa fungsi utama dari sel tersebut?
B. Mengkoordinasi dan mengaktifkan sel-sel imun lain seperti sel B dan sel T sitotoksik.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 29 dan 30!
Sistem saraf manusia berfungsi sebagai pusat kendali dan komunikasi tubuh. Kemampuannya untuk mengirimkan sinyal
dengan cepat bergantung pada sel-sel khusus yang disebut neuron. Setiap neuron terdiri dari tiga bagian utama: dendrit yang
menerima sinyal, badan sel yang mengintegrasikan sinyal, dan akson yang panjang yang menghantarkan sinyal ke sel target.
Proses penghantaran sinyal saraf melibatkan dua mekanisme utama: potensial aksi dan transmisi sinaptik. Potensial aksi
adalah gelombang perubahan muatan listrik yang berjalan sepanjang akson. Perubahan muatan ini terjadi akibat perpindahan
ion natrium (Na⁺) dan kalium (K⁺) melintasi membran neuron yang bersifat semipermeabel. Dalam keadaan istirahat, bagian
dalam neuron bermuatan negatif relatif terhadap bagian luarnya (disebut potensial istirahat). Ketika stimulus yang cukup kuat
diterima, terjadi depolarisasi (muatan dalam menjadi positif) yang memicu potensial akson yang kekuatannya selalu sama
(hukum semua atau tidak sama sekali).
Namun, aliran listrik ini tidak dapat langsung melompati celah antara satu neuron dengan neuron berikutnya, yang disebut
sinaps. Di sinaps, impuls diubah menjadi sinyal kimiawi. Ujung akson neuron prasinapsis melepaskan neurotransmitter, yaitu
molekul kimia yang berdifusi melintasi celah sinaps. Neurotransmitter ini kemudian berikatan dengan reseptor khusus pada
membran neuron pascasinapsis, yang dapat memicu potensial akson baru pada neuron tersebut atau menghambatnya.
29. Berdasarkan teks, mengapa potensial akson dikatakan mengikuti hukum "semua atau tidak sama sekali" (all-or-
none)?
B. Karena sebuah stimulus harus mencapai ambang batas tertentu untuk memicu potensial akson, dan sekali terpicu, besarnya
selalu sama.
C. Karena potensial akson hanya dapat dihantarkan melalui akson, tidak melalui dendrit.
D. Karena potensial akson melibatkan perpindahan ion Na⁺ dan K⁺ yang jumlahnya selalu tetap.
E. Karena potensial akson dapat terpicu oleh semua jenis stimulus, baik kuat maupun lemah.
30. Bagaimana peran sinaps dalam memastikan komunikasi antar neuron berjalan dengan tepat?
C. Dengan mengubah sinyal listrik menjadi sinyal kimia (neurotransmitter) yang spesifik untuk reseptor tertentu.
Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 31 dan 32!
Sistem hormon, atau sistem endokrin, bekerja sebagai sistem regulasi dan komunikasi kimiawi yang lambat namun
berpengaruh luas dan lama dalam tubuh. Berbeda dengan sistem saraf yang menyampaikan pesan dengan cepat melalui
impuls listrik, sistem hormon mengandalkan hormon yang dilepaskan oleh kelenjar endokrin langsung ke dalam aliran darah.
Hormon kemudian dibawa oleh darah untuk mencapai sel target yang memiliki reseptor khusus yang sesuai.
Cara kerja hormon sangat spesifik. Hanya sel yang memiliki reseptor protein yang cocok untuk suatu hormon tertentu yang
akan memberikan respons. Ikatan antara hormon dan reseptornya memicu serangkaian perubahan di dalam sel target, seperti
mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu, atau mengubah laju reaksi metabolisme. Beberapa hormon, seperti hormon
pertumbuhan dari kelenjar pituitari, memengaruhi hampir semua sel tubuh. Sementara hormon lainnya, seperti TSH
(Thyroid-Stimulating Hormone) dari pituitari, hanya menargetkan kelenjar tiroid untuk merangsang pelepasan hormon tiroid.
Sistem ini juga melibatkan mekanisme umpan balik yang rumit untuk menjaga keseimbangan tubuh (homeostasis). Sebagai
contoh, ketika kadar hormon tertentu dalam darah sudah mencukupi, hal ini akan memberikan sinyal kepada kelenjar
penghasilnya untuk menghentikan atau mengurangi produksi hormon tersebut. Mekanisme ini memastikan bahwa kadar
hormon dalam tubuh selalu berada dalam rentang yang normal.
31. Berdasarkan teks, apa perbedaan utama antara sistem hormon dan sistem saraf dalam menyampaikan informasi?
A. Sistem hormon menggunakan impuls listrik, sedangkan sistem saraf menggunakan pembuluh darah.
B. Sistem hormon bekerja secara lokal, sedangkan sistem saraf bekerja ke seluruh tubuh.
C. Sistem hormon lebih lambat dan berpengaruh lama, sedangkan sistem saraf lebih cepat dan langsung.
D. Sistem hormon menargetkan semua sel tanpa kecuali, sedangkan sistem saraf sangat spesifik.
32. Mengapa hormon TSH hanya memengaruhi kelenjar tiroid dan tidak memengaruhi sel-sel lain seperti sel otot?
C. Karena hanya sel-sel kelenjar tiroid yang memiliki reseptor khusus yang cocok dengan hormon TSH.
D. Karena hormon TSH dihancurkan oleh darah sebelum mencapai sel lain.