0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan4 halaman

Pertarungan Gerf Sang Tombak Ular Perak

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan4 halaman

Pertarungan Gerf Sang Tombak Ular Perak

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 93: KEHEBATAN TOMBAK ULAR

Gerf sudah memegang tombak peraknya dan melihat orang-orang berjubah hitam
ini, karena sebagian besar dari mereka menutupi wajah mereka sehingga Gerf sama
sekali tidak bisa mengetahui identitas mereka. Tapi Gerf masih mengetahui sesuatu
sehingga ia berkata "Orang-orang dari Pembunuh Labirin berani bertindak secara
langsung untuk membunuh seorang wanita penting? Apakah kalian tidak takut akan
dibunuh oleh guild setelah tugas kalian selesai? Atau kalian sebenarnya di lindungi
kekuatan lain sehingga menjadi berani melawan guild petualang secara langsung?".

Seorang petualang level 60 yang sama dengan Gerf berjalan maju di antara orang
orang berjubah hitam itu, lalu ia menatap Gerf dengan senyum mengejek dan
berkata "Aku tidak tahu apa yang dipikirkan guild dengan mengirim pria tua
sepertimu untuk masalah penting ini, tapi aku yakin bahwa guild memberimu tugas
ini agar kau mati karena guild tahu bahwa tugas ini terlalu berisiko. Jadi orang tua
sepertimu yang sama sekali tidak berkembang lagi sangat cocok untuk mati disini
dan guild tidak akan rugi. Tapi aku akan memberimu kesempatan untuk tidak mati,
kau tahu bahwa tujuan kami kesini hanyalah Scarlet jadi selama kau
memberikannya pada kami maka kami akan membiarkan orang tua sepertimu
hidup".

Gerf melihat para Pembunuh Labirin ini dengan dingin dan berkata "Kalian sama
sekali tidak tahu bahwa aku datang kesini bukan karena guild yang memberku
tugas, tapi aku yang menerima tugas ini secara langsung. Aku hanya berpikir bahwa
aku melihat resiko di balik tugas ini, oleh karena itu aku tidak bisa membiarkan para
petualang muda lainnya mengambil resiko dengan mengambil tugas ini Lagipula
sangat sedikit orang yang memanggilku orang tua karena beberapa alasan yaitu
mereka takut dengan murid mu, atau mereka takut dengan kekuatanku sendiri".

Pria dengan jubah hitam itu tersenyum mengejek dan berkata "Orang tua, apakah
kau sudah menjadi gila karena ketakutan? Apakah kau pikir bahwa kau adalah guru
Jugernaut sehingga kami akan merasa takut padamu? Hahahahaha".

Wajah Gerf dan Myro benar-benar terkejut setelah mendengarkan perkataan pria
tersebut, bahkan Myro harus mengakui bahwa pria ini sangat hebat dan bisa
mengatakan identitas guru Gerf hanya dengan waktu sebentar. Myro haru mengakui
kecerdasan orang ini, tapi Myro lebih tertarik untuk melihat wajah pria ini setelah
mengetahui kebenaran.

Gerf melihat bahwa pria itu tertawa dan tahu bahwa itu hanya kebetulan sehingga
Gerf menarik tombaknya lalu bergerak dengan cepat dan menebas kepala pria itu,
pria itu sama sekali tidak siap dan kepalanya langsung jatuh ke tanah tapi tubuhnya
masih tetap berdiri di tempat.

Gerf mengayunkan tombaknya dan membersihkan darah pada tombak sambil


berkata "Aku tidak pernah berpikir bahwa kau bisa mengetahui identitas ku dengan
benar, tapi aku tidak terlalu tertarik dipanggil sebagai guru Jugernaut. Lebih baik
dipanggil sebagai Gerf sang Tombak Ular Perak".

Seluruh Pembunuh Labirin langsung menjadi bodoh di tempat, mereka tidak pernah
berpikir bahwa guild benar-benar akan mengirim guru Jugernaut untuk menjaga
Scarlet. Guru Jugernaut juga terkenal di dunia, walaupun ia bukan seorang
petualang rank A tapi seluruh orang dapat berkata bahwa tidak ada orang di bawah
rank A yang bisa mengalahkan guru Jugernaut. Gerf sang Tombak Ular Perak bisa
dikatakan sebagai orang terkuat di bawah rank A.

Walaupun mereka merasa takut, tapi pada pembunuh itu langsung menarik belati
mereka secara bersamaan dan berlari untuk menyerang Gerf. Para Pembunuh
Labirin yang gagal sama sekali tidak bisa kembali lagi karena jika mereka berani
kembali maka hanya kematian yang akan menunggu mereka, ketua Pembunuh
Labirin akan membunuh anggotanya yang gagal melakukan tugas tanpa ragu.
Mereka juga tahu dengan kekejaman ketua mereka dan takut dengannya sehingga
mereka lebih memilih mati melawan Gerf daripada oleh ketua mereka.

"Bertarung dengan tuan Gerf dan lindungi Nona Scarlet!", teriak seorang petualang
level 50.

Setelah itu, para petualang rank tinggi itu bergegas maju dan bertarung dengan para
Pembunuh Labirin.

Para Pembunuh Labirin level 60 yang masih hidup saling melihat lalu seseorang
berkata "Kalian akan membunuh Scarlet dan kami akan mengulur waktu untuk
melawan Gerf, kita sama sekali tidak perlu membunuh Gerf. Selama Scarlet mati
maka tugas kita akan selesai dan kita bisa kembali".

Setelah itu para Pembunuh Labirin level 60 itu saling mengerti dan 2 orang melawan
Gerf dan 2 orang lagi berlari menuju Scarlet di kejauhan.

Pendekar pedang yang berdiri di samping Scarlet terlihat dingin dan berkata "Kalian
pikir membunuh nona akan sangat mudah? Kalian terlalu meremehkan kekuatanku".
Setelah itu, pendekar pedang itu maju dan menghentikan Pembunuh Labirin level 60
sendirian. 2 pria level 50 menghentikan seorang Pembunuh Labirin level 60 lain dan
Lisie mulai menggunakan sihir dari belakangnya.

Myro melihat pertarungan ini dan merasa terkejut, untungnya Lisie sudah memasang
pelindung untuk Myro dan yang lainnya serta Scarlet. Nampaknya Lisie tahu bahwa
Myro, Frize, Tina, dan Liras adalah orang-orang yang dikirim guild untuk melindungi
Scarlet sehingga Lisie menjaga mereka memakai sihir.

Myro terkejut karena pertarungan ini terlalu gila. Myro melihat gurunya, Gerf
mengayunkan tombaknya seperti ular dan setiap ayunan tombak pasti akan
menimbulkan ledakan besar. Bahkan tombak ular Gerf menabrak gunung berapi di
kejauhan dan langsung membuat ledakan besar pada gunung yang menunjukkan
bahwa kekuatan Gerf tidak kalah dengan Cyclop.

Tidak, Myro menyadari sesuatu sekarang bahwa sinar mata Cyclop sama sekali
tidak kuat dan manusia juga bisa melakukannya. Tapi level Myro terlalu kecil
sekarang karena Myro dapat melihat bahwa serangan 2 Pembunuh Labirin yang
melawan Gerf juga sama kuatnya dan tidak kalah dengan serangan Gerf.

Walaupun Myro dapat melihat bahwa mereka sedikit lebih lemah daripada Gerf, tapi
mereka ada 2 dan gerakan mereka sangat cepat sehingga mereka masih bisa
menghindari tombak ular Gerf.

Bahkan serangan pendekar pedang level 60 dan Lisie juga tidak kalah kuat dari
Gerf, apakah semua orang level 60 memang sangat kuat dan bukan hanya Cyclop?
Myro merasa bahwa penjelasan ini yang paling tepat karena jika tidak maka
bagaimana manusia bisa bertahan melawan iblis? Hal ini juga membuka dunia baru
bagi Myro tentang pentingnya level yang selama ini tidak terlalu Myro perhatikan.

Para petualang baru disekitar terus berlarian karena beberapa dari mereka sudah
mati akibat pertarungan dari para petualang level tinggi ini, Myro hanya merasa
beruntung karena Lisie memberinya perisai.

Pada awalnya semua pihak saling seimbang, tapi tombak ular Gerf tiba-tiba menjadi
ganas dan menggigit kaki seorang pembunuh level 60 lalu melemparkannya cukup
jauh ke arah magma. Orang level 60 tidak akan mati dengan mudah karena magma,
tapi tombak Gerf adalah tombak ular yang memiliki racun jadi Gerf yakin bahwa
orang itu akan mati.
Melihat rekannya yang terlempar, pembunuh level 60 lain akan mengejarnya. Tapi
tombak ular Gerf langsung berubah arah menuju pembunuh tersebut dan Gerf
berteriak "Jangan kehilangan perhatianmu ketika bertarung dengan orang lain
karena itu akan membuatmu mati lebih cepat".

Anda mungkin juga menyukai