BAB 94: MENANG?
Pembunuh level 60 itu mengangkat belatinya dan berhasil menghentikan serangan
Gerf, ia juga tahu sekarang bahwa ia sama sekali tidak bisa kehilangan perhatiannya
pada serangan Gerf sehingga pembunuh tersebut hanya menggertakkan giginya
dan tidak bisa membatu rekan yang sudah terlempar ke magma tersebut. Pembunuh
level 60 ini juga tahu bahwa tombak Gerf beracun seperti ular yang mematikan, tapi
ia sama sekali tidak memiliki ide untuk membantu rekannya tersebut.
Ketika ia sedang berpikir, ia tidak menyadari bahwa tombak Gerf diam-diam
memanjang dan langsung bergegas ke leher pembunuh tersebut. Untungnya
pembunuh itu menyadari tepat waktu sehingga ia langsung membungkukkan
tubuhnya dan menghindari tombak tersebut.
Tapi krisis belum selesai dan ia melihat tombak Gerf berubah arah lagi dan kepala
ular itu langsung menyerang ke arah bawah yaitu menuju dirinya. Pembunuh itu
langsung melompat mundur dan menghindari gigitan ular tersebut.
"Brak!".
Karena pembunuh itu berhasil menghindar sehingga tombak ular Gerf hanya bisa
menggigit tanah, tapi pembunuh itu dapat melihat bahwa tanah yang digigit oleh
tombak ular Gerf langsung meleleh dan hancur dengan sangat buruk. Pembunuh itu
tersenyum pahit dan tahu bahwa ia akan langsung mati setelah digigit oleh ular
tersebut, bahkan rekannya yang sudah digigit masih berbaring di magma serta sama
sekali tidak bisa bergerak. Jadi walaupun ia belum mati tapi setidaknya sudah
sangat dekat dengan kematian.
Pembunuh level 60 ini melihat rekanya yang lain dan mereka juga sama sekali
belum membunuh Scarlet, mereka dihentikan oleh para pengawal Scarlet. Bahkan
mereka juga dirugikan yang menunjukkan bahwa pengawal Scarlet jauh lebih kuat
daripada para pembunuh mereka, terutama pembunuh level 60 yang harus melawan
2 orang level 50 dan penyihir level 60. tangan kiri pembunuh tersebut sudah terbakar
sepenuhnya oleh api, nampaknya itu terjadi karena kekuatan sihir musuh.
Pembunuh ini menghela nafas dan tahu bahwa tugas sudah gagal sehingga ia maju
dengan cepat menuju Gerf untuk bertarung sampai mati.
Gerf juga sama sekali tidak meremehkan pembunuh ini walaupun ia sudah terlihat
menyerah, Gerf tahu bahwa jika seseorang sudah siap untuk bertarung sampai mati
maka serangannya akan menjadi lebih ganas. Oleh karena itu, Gerf langsung
menggerakkan ular pada tombaknya dan menyerang pembunuh tersebut, Gerf tidak
akan membiarkan pembunuh ini mendekatinya karena pembunuh ini memakai
belati. Selama ia tidak mendekati Gerf maka belatinya juga tidak akan mengenai
Gerf.
Pembunuh itu berusaha sekuat tenaga untuk menghindari serangan ular Gerf dan
menjadi semakin dekat dengan Gerf, tapi tiba-tiba ia menyadari bahwa ular tersebut
sudah memutari dirinya dengan tubuh ular.
Ular itu langsung mengikat pembunuh tersebut dengan tubuhnya hingga pembunuh
itu tidak bisa bergerak lagi. Pembunuh itu berusaha sekuat tenaga untuk
melepaskan ikatan tubuh ular ini, tapi ular itu hanya mendesis dengan mengejek
terhadap usaha pembunuh itu yang sama sekali tidak berguna.
Ular itu mengikat pembunuh level 60 itu dengan semakin kuat dan pembunuh itu
mulai kehilangan nafasnya. Ular itu terus mengikat dengan semakin kuat, bahkan
pembunuh itu menjadi kesulitan untuk bernafas. Lalu tubuhnya perlahan-lahan
melemah dan belati ditangannya juga dilepaskan serta jatuh ke tanah.
Pembunuh itu melihat ular perak yang mendesis mengejek terhadap dirinya sebelum
ia kehilangan kesadaran dan mati, jika ia tahu bahwa Scarlet dijaga oleh Gerf sang
Tombak Ular Perak maka ia tidak akan berani menerima tugas ini dari ketua.
Setelah melihat bahwa pembunuh itu benar-benar mati, Gerf membiarkan ularnya
kembali memendek dan menjadi tombak lagi. Setelah ularnya kembali menjadi
tombak, tubuh pembunuh itu jatuh berbaring di tanah dan sudah tidak hidup lagi.
Gerf juga sama sekali tidak peduli lagi dengan mayat pembunuh tersebut dan mulai
melihat keadaan para pengawal Scarlet, bagaimanpun tujuan Gerf adalah
melindungi Scarlet karena jika Scarlet mati maka muridnya, Jugernaut akan
mengalami kerugian dan harus melawan keluarga Malt dan Grand Sage. Karena
alasan ini juga sehingga Gerf yang sudah lama tidak aktif di guild petualang kembali
muncul.
Pembunuh yang melawan pendekar pedang sudah hampir dikalahkan, walaupun
pembunuh itu berusaha mencari celah berkali-kali untuk menyerang Scarlet tapi
pendekar pedang itu tidak pernah memberikan pembunuh itu kesempatan. Gerf
hanya bisa mengakui bahwa kakak Scarlet benar-benar mengirim pengawal yang
cukup hebat, lagipula yang mengirim pendekar pedang ini adalah kakak Scarlet
yang merupakan petualang rank S.
Sedangkan untuk pembunuh yang melawan Lisie dan 2 orang level 50, ia sudah
hampir mati. Pembunuh itu berbaring di. tanah dengan penuh luka dan Gerf tahu
bahwa pembunuh itu tidak akan hidup lebih lama lagi.
Gerf meletakan tombaknya dan berkata "Nampaknya kita bisa menang dengan
mudah kali ini, untungnya aku adalah orang yang mengambil tugas ini. Jika itu
petualang level 60 yang lain maka mereka mungkin akan mati".
Setelah mengatakan hal tersebut dan berpikir akan menang, Gerf merasakan krisis
hidup dan mati yang mendekat ke arahnya dengan cepat. Walaupun krisis itu sangat
cepat, Gerf adalah seorang petualang tua yang sudah memiliki banyak pengalaman
sehingga ia langsung mengangkat tombak miliknya.
Sebuah pedang dengan cepat menabrak tombak Gerf dan membuat Gerf terbang
puluhan meter jauhnya dan menabrak tumpukan magma di kejauhan, Gerf sama
sekali tidak peduli dengan magma karena benda ini sama sekali tidak bisa
melukainya. Tapi Gerf berdiri dengan cepat dan memuntahkan seteguk darah akibat
serangan tersebut, Gerf yang bisa membunuh petualang level 60 dengan mudah kini
terluka.
Baik itu pendekar pedang, Lisie dan Gerf melihat ke arah 2 orang yang datang dari
kejauhan. 2 orang itu adalah seorang pria dengan pedang panjang ditangannya dan
merupakan orang yang menyerang Gerf sebelumnya dan orang yang lain adalah
seorang wanita dengan rambut seperti api dan 2 belati ditangannya. Baik pria
ataupun wanita itu memiliki tanda belati di wajah mereka yang merupakan tanda dari
Pembunuh Labirin.
Pria yang datang itu tersenyum dan berkata "Kau memang benar-benar guru
Jugernaut, jika itu orang level 60 lain maka mereka pasti tidak akan bisa menahan
pedangku dan akan langsung mati. Untungnya ketua langsung memberitahu kami
untuk datang kesini, jika tidak maka tugas pembunuhan Scarlet hanya akan berakhir
dengan kegagalan".
Gerf memegang pedangnya dengan gemetar dan terlihat sangat suram ketika
melihat 2 orang tersebut, Gerf langsung berteriak dengan marah "Apakah kalian
mencoba melanggar aturan? Semua orang rank A ke atas sama sekali tidak boleh
bertindak sembarangan kecuali itu untuk melawan iblis atau melindungi wilayah
mereka. Apakah pembunuh labirin kalian berusaha menjadi musuh seluruh dunia!".
Myro terkejut karena dari kata-kata Gerf bahwa 2 orang ini memiliki kekuatan rank A
berasal dari Pembunuh Labirin, Myro harus berkata bahwa kelompok Pembunuh
Labirin ini terlalu berani karena jika dunia mengetahui bahwa mereka membiarkan
orang-orang rank A untuk menyerang maka seluruh kekuatan di dunia kecuali iblis
akan memusuhi mereka.
"Bukankan kau terlalu banyak bicara orang tua?", kata wanita dari Pembunuh Labirin
itu lalu berkata lagi "Jika kami membunuh kalian semua disini maka siapa yang akan
mengetahui bahwa Pembunuh Labirin mengirim orang-orang di atas rank A?".