BAB 91 BAYANGAN YANG MENDEKA
Myro benar-benar terkejut bahwa pria tua yang ia sebut sebagai guru ternyata
adalah guru Jugernaut juga. Gerf tersenyum percaya diri dan berkata "Nak Juger
merupakan murid terbaik yang pernah aku ajar, tapi kau juga nampaknya tidak kalah
dari nak Juger. Jadi jika kau ada masalah di masa depan maka kau bisa
memberitahu nak Juger, ia adalah kakak seniormu".
Myro tidak bisa berkata apa-apa lagi karena dengan Jugernaut sebagai kakak
seniornya maka Myro bisa bertindak dengan hebat di guild petualang, bahkan tidak
ada masalah jika Myro berencana mendapatkan banyak kekuasaan di guild
petualang. Tapi Myro langsung menggelengkan kepalanya dan menolak ide
tersebut, Myro bukanlah orang yang akan memanfaatkan kekuasaan kakak
seniornya seperti itu jadi Myro tidak akan menemui Jugernaut jika keadaan benar
benar tidak penting.
Oleh karena itu, Myro hanya tersenyum dan berkata sambil membungkuk "Terima
kasih atas perhatiannya guru, saya akan menemui senior Jugernaut jika keadaannya
benar benar penting. Aku tidak akan merepotkan nya hanya karena hal-hal yang
tidak penting".
Gerf melihat Myro dan tahu apa yang Myro pikirkan, lagipula Gerf sudah tua dan
dapat menilai orang lain dengan baik. Oleh karena itu, Gerf mengangguk dan lebih
menghargai Myro lalu berkata "Jika kau berada di depannya maka jangan
memanggilnya senior Jugernaut, tapi panggil ia senior Juger".
Myro menggelengkan kepalanya dan berkata "Jika guru memanggil senior Jugernaut
dengan sebutan Juger maka itu tidak masalah, tapi jika saya sebagai junior
memanggilnya seperti itu maka itu akan menjadi tidak sopan".
Gerf melihat Myro lalu berkata "Untuk apa kesopanan, kalian adalah keluarga. Mulai
hari ini nak juger bukan hanya kakak seniormu tapi juga kakakmu, ia pasti akan
marah jika kau memanggilnya Jugernaut jadi panggil senior Juger. Lalu kau juga
memiliki beberapa senior lainnya, tapi mereka sama sekali tidak penting dan tidak
sehebat Jugernaut jadi kau bisa bertanya sendiri kepada Jugernaut masalah
seniormu yang lain".
Myro merasa bahwa seniornya yang lain pasti tidak mudah juga dan merupakan
orang hebat, tapi tidak sehebat Jugernaut. Karena gurunya tidak memberitahu Myro
secara langsung dan membiarkan Myro bertanya ke Jugernaut di masa depan maka
Myro yakin bahwa gurunya memiliki tujuan sendiri, oleh karena itu Myro juga tidak
bertanya apapun lagi masalah senior yang lain.
Myro tiba-tiba memikirkan sesuatu dan bertanya "Guru, kenapa kau hanya memiliki
level 60? Dengan kemampuan Tombak Ular tingkat S maka tidak masalah untuk
meningkatkan kekuatan anda menjadi rank S atau paling tidak rank A, bahkan ada
beberapa orang rank S yang tidak memiliki kemampuan rank S".
Gerf menghela nafas dan berkata "Karena kau murid ku juga sekarang maka tidak
masalah untuk memberitahumu bahwa aku dulu dikhianati temanku sendiri sehingga
aku terluka dengan berat dan berada di level 60, tidak mungkin lagi bagiku untuk
naik level karena luka ini jadi aku memutuskan untuk melatih murid-murid yang bisa
melebihi diriku karena aku tidak memiliki kesempatan lagi".
Myro menjadi marah dan berkata "Siapa orang yang berani melukai guru? Selama
aku meningkatkan kekuatan di masa depan maka aku akan membalaskan dendam
guru".
Gerf melihat Myro lalu berkata "Apakah kau bodoh? Jugernaut jauh lebih kuat dari
aku dan sudah membalaskan dendam ku, pada akhirnya temanku itu juga hanya
berada di level 67 dan mati dibunuh setelah ditemukan oleh Jugernaut yang saat itu
adalah petualang rank S".
Myro merasa sedikit malu, Jugernaut adalah petualang rank SS jadi tidak mungkin
jika Jugernaut tidak bisa membalaskan dendam Gerf. Jika Jugernaut tidak bisa
maka hanya berarti bahwa musuh berada di atas level SS, siapa yang berada di
atas level SS di dunia ini atau orang yang tidak bisa dibunuh Jugernaut?
Jawabannya hanyalah raja iblis, tapi raja iblis tidak mungkin menjadi teman Gerf
ketika ia masih muda.
Gerf berdiri dan berkata "Karena kau sudah menguasai Tombak Ular milikku
sepenuhnya maka aku akan beristirahat sekarang. Kau bisa terus berlatih untuk
meningkatkan kemampuan Tombak Ular mu juga atau beristirahat, bagaimanapun
memerlukan banyak waktu untuk meningkatkan Tombak Ular menjadi rank SS. Aku
dengar bahwa nak Juger membutuhkan waktu puluhan tahun jadi itu membutuhkan
waktu lama".
Setelah itu Gerf kembali ke tendanya untuk beristirahat. Setelah Gerf pergi, Myro
memutuskan untuk latihan lagi selama sejam lalu tidur kembali ke tendanya juga.
---------
Hari ini merupakan hari terakhir para petualang baru dan semua orang langsung
menuju ke lantai 5.
Ketika sampai ke lantai 5, Myro bisa merasakan panas dari keadaan sekitarnya dan
melihat bahwa lantai 5 menara labirin adalah sebuah tempat yang penuh dengan
lahar dan api. Myro tidak merasa seperti di labirin, tapi lebih merasa seperti di atas
gunung berapi.
Scarlet yang ada di samping mulai berbicara "Panas! Kenapa disini panas sekali?
Bukankah kita seharusnya berada di labirin?".
Gerf melihat Scarlet yang setiap hari selalu mengeluh dan berkata "Labirin memiliki
hal unik mereka sendiri, keunikan menara labirin adalah setiap lantai memiliki bentuk
yang berbeda. Jika kau tidak bisa mengalami kehidupan yang seperti ini maka aku
sarankan lebih baik berhenti untuk menjadi petualang. Petualang memang hidup
dengan bebas tapi kebebasan mereka juga berarti hidup di kesulitan setiap hari".
Scarlet langsung menjadi tidak senang dan berkata "Ini bukan urusanmu pria tua,
jika aku berkata bahwa aku akan menjadi petualang maka aku akan menjadi
petualang".
Sudah itu Scarlet berjalan maju bersama Lisie dan para pengawalnya, Gerf melihat
Scarlet dan menggelengkan kepalanya. Walaupun Gerf bukanlah petualang terkenal
ataupun hebat, ia sangat ahli menilai orang lain setelah pengalaman hidupnya
selama puluhan tahun. Bahkan ia adalah orang yang melatih dan melihat bakat pada
Jugernaut, jadi ia dapat melihat melalui Scarlet dan tahu bahwa Scarlet sama sekali
tidak cocok menjadi petualang.
Gerf melihat Myro dan kelompoknya sambil berkata "Kalian juga bisa melawan
monster disekitar, tapi kalian harus berhati-hati karena monster di lantai 5 ini
memiliki level yang cukup tinggi. Bahkan ada juga bos monster yang menjaga lantai
5 ini, tapi ada pintu besar yang menghalangi jalan bos monster tersebut sehingga
kalian tidak perlu khawatir".
Myro, Frize, Tina dan Liras mengangguk lalu mulai mencari monster disekitar. Pada
saat berjalan, Liras melihat sekitar dengan hati-hati dan berkata "Apakan kalian
merasa bahwa jumlah petualang baru menjadi semakin banyak daripada saat
berada di lantai dasar?".
"Apakah begitu?", kata Frize dengan bingung "Apakah begitu?", kata Frize dengan
bingung lalu berkata lagi "Aku sama sekali tidak merasakan apapun".
Tina juga mengangguk dan berkata "Aku juga tidak tahu apakah jumlah petualang
baru disekitar bertambah".
Liras mengangguk lalu melihat para petualang baru disekitar yang sibuk melawan
monster sambil berkata "Mungkin hanya aku yang terlalu curiga".
Setelah mendengarkan kata-kata Liras, Myro juga melihat para petualang baru
disekitar dan sama sekali tidak merasa aneh karena Myro sama sekali tidak
mengenal semua petualang baru jadi Myro tidak tahu apakah jumlah mereka
bertambah.
Tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa bayangan yang gelap sedang
mendekati mereka, bahkan Scarlet yang merupakan pusat masalah ini juga tidak
menyadari apapun.