0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan6 halaman

Cita-Cita Tanpa Bullying di Sekolah

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan6 halaman

Cita-Cita Tanpa Bullying di Sekolah

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

“Bersama Meraih Mimpi, Tidak Perlu Membully”

Pemeran
Kelompok Ikhwan : (Dzaky abdurrahman, Zhafran, Al, Affuw, Rasyad, Kenzie).
Kelompok Akhwat : (Alysa, Early, Maisya, Syila, Afiqah, Raina, Sherrin).
Yang Dibully : Sherrin
Teman Sherrin : Raina
Preman : Ghazy, Abrar, Raffi
Guru : El

(Opening) “Dance Aku ingin begini, aku ingin begitu.........”


Pada suatu pagi yang cerah di SDIT Nurul Hikmah, terlihat anak-anak dengan tas di
punggungnya berjalan menuju kelas.
(Dance Kembali ke sekolah)
(Bell)
Guru : “Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh”
Murid : “waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh”
Guru : “Selamat Pagi semuanya?”
Murid : “Selamat Pagi ustadzaaah”
Guru : “Alhamdulillah ya, semuanya sehat dan ceria pagi ini. Ketua kelas silahkan pimpin
untuk berdoa!”
(Murid membaca Doa Sebelum Belajar)
Guru : “Siapa yang mau memimpin tepuk semangat pagi ini?”
Sherrin & Alysa : “Ana Ustadzah”
Alysa : “Apaan si Sherrin, ana duluan yang angkat tangan. Ana aja ustadzah yang pimpin.”
Early : “Iya ustadzah Alysa aja tuh lebih semangat, kalo Sherrin ntar loyo.”
Murid : “hahahahhaha (tertawa bersamaan)”
Guru : “Sudah sudah jangan berebut! baik silahkan Alysa yang pimpin tepuk semangat,
besok gantian Sherrin ya!”
Alysa : “Ayo temen-temen! Tepuk semangat.....
Murid : “Se... ma... ngat, seeeeemangat”
Guru : “Baiklah, pelajaran kita hari ini yaitu merangkai Cerita tentang Cita-Cita. Ustadzah
yakin anak-anak semua pasti punya cita-cita kan?”
Murid : “Punya....”
Guru : “anak-anak!!” (Nada memanggil agak sedikit berteriak)
“Apaa sih cita-cita kalian”
(Dance dengan kertas tulisan cita-cita. Musik “Squid game”)

Guru : “waaah keren-keren ini cita-citanya ya. Sherrin, Selain menjadi orang baik cita-cita
kamu ketika besar nanti mau jadi apa? Mau jadi polwan, dokter atau apa gitu?”
Sherrin : “Belum tau ustadzah. Saya hanya ingin menjadi orang baik dan bermanfaat bagi
orang lain”
Dzaky abd : “Liat tuh dia nggak punya cita-cita” (sambil menunjuk ke arah Sherrin)
Ikhwan : “HAHAHAHAHAAA” (Tertawa bersamaan)
Raina : “Apaan sih, biarin dong, itukan hak dia”
Guru : “Sudah-sudah. Sherrin, menjadi orang baik itu adalah keinginan yang mulia.
Namun, selain itu menjadi baik adalah sebuah keharusan bagi setiap manusia. Selain
menjadi orang baik, sherrin juga bisa memiliki mimpi yang besar di masa depan.
Karena bermimpi itu geratis nak.
Kalo dzaky, kenapa cita-citanya mau jadi jagoan?”
Dzaky abd : “Biar jago aja zah, bisa ditakuti sama orang-orang”
Alysa : “Dia mau jadi jagoan? Sama ulet aja takut kok mau jadi jagoan” (sambil menunjuk
ke arah Dzaky)
Early, Maisya, Syila, Afiqah : “HAHAHAHAHAA” (tertawa bersamaan)
Guru : “eeh sudah sudaah, mengejek, merendahkan dan menertawakan kelemahan atau
kesalahan orang lain itu termasuk bullyng, dan itu tidak boleh kita lakukan ya. Kita
harus bisa saling menghargai perbedaan pendapat dan hal-hal lain dari teman-teman
kita. Kalian sedih kan kalau pendapat kalian ditertawakan oleh orang lain? Kalian
tidak mau kan kalau diejek seperti itu?”
Murid : “Tidak Mauuu”
Guru :”semua punya cita-cita kan? Jadi wujudkanlah cita-cita kalian, dan jangan pernah
lupa kita harus selalu menjadi orang baik, bermanfaat dan saling memaafkan. Selalu
bersemangat dalam belajar, optimis dan percaya diri. Buktikan kita bisa menjadi
orang hebat, bermanfaat dan saling menyayangi, Mencegah dan melawan bullyng
serta beranilah untuk bermimpi!”
(Dance Berani Bermimpi)
BELL
Guru : “Ayo semuanya, kita istirahat dulu ya!”
Murid : “Yeeeeeeee”
Di sela-sela istirahat, anak-anak tadi melanjutkan pertengkarannya. Saling mengejek dan
saling membully.
Ikhwan : “Huuu ngga punya cita-cita huuuu” (mengejek sherrin)
Sherrin: “iiih apaan si kalian tuh” (dengan wajah sedih karna diejek)
Raina : “hei kalian aku aduin ke guru loh” (dengan nada marah ke arah ikhwan)
Maisya: “Sudah! Cukup!” (berusaha melerai perdebatan)
Alysa : “Apaaa? Apaa? Kamu mau ikutan?” (menantang ke arah ikhwan)
Dzaky Abd : “Apaaa? Kamu berani? (menantang balik)
(Dance “Dia pikir dia yang paling hebat)
Alysa : Dia pikiir, dia yang paling hebat, merasa paling jago, dan paling dahsyat
Ikhwan: Dia memang Jago
Akhwat : Ayam jago? Kukuruyuuk. Petok, petok, Ahahahahaha
Ikhwan: Dia memang dahsyat
Akhwat : Tapi, didorong aja jatoh ahahahahaha
Zhafran : “liat-liat dia ngeledek tu”
Dzaky abd : “aaaah sok tau”
Dzaky abd : Dia pikir, dia yang paling hebat, merasa paling pintar, dan paling kuat.
Akhwat : “Dia memang Pintar”
Ikhwan : “Pintar Ngibul? Ahahahahahha
Akhwat : “Dia memang kuat”
Ikhwan: “kuat makannya alias rakus. Ahahahahahaha

Akhwat: Yang namanya jagoan, harus membela yang lemah,
Ikhwan: yang namanya jagoan biasanya kagak kerok, ahahahahaha
Akhwat : yang namanya jagoan harus rela berkorban
Ikhwan: yang namanya jagoan biasanya nggak membela, hahahaha
Guru : “ada apa ini”
Murid : “dia zah, dia zah, dia zaaah” (saling tunjuk dan menyalahkan)
Guru : “sudah sudaah, nggak baik loh kalo saling musuhan tuh. Yuk maafan!”
Murid : “Nggaka mau.”
“BELL”
Bel masuk pun berbunyi, anak-anak masuk lagi ke kelas untuk melanjutkan pelajaran
Guru : “Masih pada marah-marahan ya ini? Hmmm baiklah, mari kita lanjutkan pelajaran!
Lihat ini ustadzah pegang apa?”
Murid “Donaaaat”
Guru :”Kalian tau bahan-bahan dari donat ini?
Sherrin: “Tepung”
Raina : “Telur”
Rasyad: “Gula”
Alysa : “Garam, susu”
Syila : “Keju”
Afiqah : “Coklat”
Guru : “Kemudian bahannya ini diapain?”
Kenzie : “Diaduk”
Alysa : “Dicampur”
Sherrin: “Dijadikan satu”
Afiqah : “Digoreng”
Guru : “Enak nggak kalo kita makan satu-satu bahan itu?”
Murid : “Nggak enaaaak”
Guru : “Kalau ini kalian mau makan nggak?” (sambil menjatuhkan donat)
Murid : “Nggak mauu, kotooor”
Guru : “Kalau yang di wadah ini?”
Murid : “Mauuuuu”
Guru : “Kalian tau? Kita itu seperti donat ini, kita bermacam-macam keragamannya, ada
yang cewek, ada yang cowok, ada yang pengen jadi polisi, dokter dan orang baik.
Banyak perbedaannya banyak ragamnya. Kita seperti bahan-bahan untuk membuat
donat tersebut. Kemudian sebelum jadi donat, bahan-bahan itu diolah dan diproses
dengan beberapa tahap. Dari dicampurkan, diaduk, dicetak, digoreng, barulah bisa
dinikmati. Nah sama, kita pun juga. Kita diproses dengan beberapa tahapan hidup
seperti donat yang juga diproses. Apa proses yang sedang kita lalui saat ini?”
Murid : “Sekolaaah”
Guru : “Bener sekali.”
Afiqah : “Ustadzah, ana mau nanya”
Guru : “Iya Afiqah? Nanya apa?”
Afiqah: “Itukan ada telurnya, kenapa kok nggak bau amis?”
Guru : “Nah itulah salah satu keuntungan, keunikan dan kebaikan, dari bersatunya
keberagaman. Menjadi pelengkap dan menjadikan yang lemah menjadi satu yang
lebih baik. Kita sekolah itu untuk belajar, belajar apa arti perbedaan keberagaman
yang menjadikan kita seperti donat itu. Dan ada yang tau perbedaan donat yang kotor
dan yang ada di wadah ini?”
Syila : “Anaa. Satu yang di wadah terjaga bersih, yang satunya kotor karena terkena tanah.”
Guru : benar, kita pun sama. Ada wadah yang mempersatukan kita dan menjaga kita dengan
berbagai keberagaman yang ada, yaitu INDONESIA.

(DANCE KEBERAGAMAN INDONESIA)
(BELL)
Bell pulang sekolah pun terdengar, anak-anak mulai bergegas pulang ke rumah mereka
masing-masing, dan kejadian yang tak terduga pun terjadi.
Kenzie :” eh kok kayanya ada yang ngikutin kita ya?”
Dzaky abd: “hallah perasaan mu aja itu”
Al :” ih kok tapi perasaan ku nggak enak ya”
Dzaky abd: “Udahlah kalo ada apa-apa nanti aku yang ngadepin”

(Preman: Abrar, Ghazy, Raffi)
Abrar : “Hey kalian berhenti!”
Ikwan : “Ada apa bang?”
Ghazi : “Sini, serahkan uang kalian”
Dzaky abdr: “Nggak punya Bang.”
Raffi :”Sini tas kalian”
Ikhwan : “Jangan bang jangaaan”

Di sisi lain, sekelompok anak perempuan sedang lewat didekat tempat kejadian.
Zafran : “ehh toloong, tolooong”
Alysa : “Ada apa?”
Zafran :“Itu dzaky sama teman-teman yang lain lagi di hadang preman disana”
Alysa :”Ayok yok kita tolongin”
Raina : “Aku punya ide”
Alysa :”Apaan”
(BERDISKUSI)
(akhwat melawan preman)
‘’
Setelah Raina dan teman-temannya membantu dzaky dan teman-teman melawan preman,
guru-pun meminta anak-anak kelas 4 untuk saling bermaafan.
‘’
Guru : “Yuk maafan!”
‘’
(Anak-anak saling bermaafan)
‘’
(DANCE SETIAP MANUSIA DI DUNIA...........)
‘’

Cerita “Bersama Meraih Mimpi, Tidak Perlu Membully” selesai. Semoga cerita
ini menghibur dan memberikan manfaat bagi semuanya.

Anda mungkin juga menyukai