0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan11 halaman

Metode Promosi Kesehatan dan Evaluasi

Diunggah oleh

KIA RAJAPOLAH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan11 halaman

Metode Promosi Kesehatan dan Evaluasi

Diunggah oleh

KIA RAJAPOLAH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

> Pa H.

Edi Estiga: Tes 6


1) Metode promosi kesehatan untuk strategi advokasi dapat dilakukan dengan cara ….
A. Menyebar brosur
B. Dialog
C. Pidato di televisi
D. Iklan
E. Artikel

2) Pemberdayaan metode promosi kesehatan dapat dilakukan dengan cara ….


A. Ceramah dan tanya jawab,
B. Dialog, debat,
C. Kampanye, petisi/resolusi
D. Menunggu keinginan klien

3) Berikut ini adalah hal yang mempengaruhi penggunaan metode mengajar


A. Tujuan yang berbagai jenis dan fungsinya,
B. Anak didik yang berbagai tingkat kematangannya,
C. Situasi yang berbagai macam keadaan,
D. Fasilitas yang berbagai kualitasnya

4) Metode yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan dilakukan


dengan cara ….
A. Meningkatkan kesadaran diri, mengambil keputusan Kerja kelompok, latihan
(training), simulasi, metode pemecahan masalah, peer teaching metho
B. Menyediakan informasi One-to-one teaching, seminar, media masa, kampanye,
group teaching
C. Mengubah gaya hidup individu Kerja kelompok, latihan keterampilan, training, metode debat.
D. Bekerja sama dengan pemerintah untuk membuat kebijakan berkaitan dengan kesehatan.
E. Ceramah, kerja kelompok, mass media, seminar, kampanye.

5) Metode yang bertujuan untuk mengubah kebiasaan dilakukan dengan cara ….


A. Meningkatkan kesadaran diri, mengambil keputusan Kerja kelompok, latihan
(training), simulasi, metode pemecahan masalah, peer teaching method
B. Menyediakan informasi One-to-one teaching, seminar, media masa, kampanye,
group teaching
C. Mengubah gaya hidup individu dengan kerja kelompok, latihan keterampilan, training, metode
debat
D. Bekerja sama dengan pemerintah untuk membuat kebijakan berkaitan dengan kesehatan
E. Ceramah, kerja kelompok, mass media, seminar, kampanye

6) Seorang ibu yang baru saja menjadi akseptor KB, agar bersedia menjadi akseptor lestari,
sebaiknya metode promosi kesehatan yang disampaikan kepadanya adalah:
A. Ceramah umum
B. Bimbingan dan penyuluhan pribadi
C. Billboard
D. Pidato / diskusi kesehatan
E. Artikel
7) Contoh jenis metode yang bersifat massa adalah ….
A. Pengajaran seorang ayah kepada anaknya tentang gunanya menggosok gigi
B. Nasehat seorang dokter kepada kliennya pada visiting dokter di instalasi rawat inap
C. Penyuluhan bidan terhadap ibu yang akan menggunakan alat kontrasepsi
D. Konsultasi dokter pada jam praktek dokter
E. Penyuluhan kesehatan di daerah padat penduduk mengenai sarana MCK yang layak untuk
kesehatan.

8) Di bawah ini adalah contoh metode promosi kesehatan yang bersifat interaksi hanya satu arah
antara penyampai dan penerima, kecuali ….
A. Konseling
B. Artikel
C. Billboard
D. Pidato
E. Petisi / resolusi

9) Untuk dapat menguasai sasaran secara psikologis, penceramah bisa melakukan hal-hal di bawah
ini, kecuali ….
A. Sikap dan penampilan yang meyakinkan, tidak boleh bersikap ragu-ragu dan gelisah.
B. Bersuara halus dan lembut
C. Pandangan harus tertuju ke seluruh peserta ceramah
D. Berdiri di depan (ditengah audience), seyogianya tidak duduk
E. Menggunakan alat-alat bantu lihat (AVA) semaksimal mungkin

10) Mengapa harus menggunakan metode ….


A. Supaya lebih bergaya
B. Ikut arus perkembangan zaman
C. Hanya karena instruksi pemerintah
D. Mengikuti kemauan klien
E. penyampaian promosi kesehatan lebih teratur/ sistematis > Pa H. Edi Estiga: TEST 7

1) Siapa saja yang perlu terlibat dalam penyusunan perencanaan program promosi kesehatan ….
A. Profesional kesehatan, termasuk promotor kesehatan dan masyarakat
B. Pasien
C. Keluarga pasien
D. Peserta didik
E. Tidak ada

2) Langkah pertama dalam merancang SAP ….


A. Menentukan materi ajar promosi kesehatan
B. Menentukan jadual pelaksanaan promosi kesehatan
C. Menyediakan sarana / fasilitas penunjang promosi kesehatan
D. Menetukan target pencapaian promosi kesehatan
E. Mengetahui siapa yang menjadi sasaran promosi kesehatan

3) Darimana kita bisa menentukan prioritas pelaksaan SAP ….


A. Dari motivasi klien
B. Dari materi yang akan disampaikan
C. Dari instruksi / saran ahli kesehatan
D. Dari waktu yang tersedia untuk melakukan promosi kesehatan
E. Dari biaya yang tersedia

4) Skala prioritas yang dikembangkan oleh Bailon & Maglaya (1988) lebih tepat digunakan
untuk pelaksanaan SAP dalam kelompok …. A. individu
B. Keluarga
C. Besar
D. Propinsi
E. Nasional

5) Prioritas pengajaran promosi kesehatan yang diberikan kepada klien seharusnya


berdasar pada ….
A. Motivasi klien
B. Permintaan masyarakat
C. Sponsor
D. Niat dan kesempatan yang ada pada stakeholder
E. Diagnosa keperawatan terhadap pasien yang bersangkutan berikut hasil pengkajiannya

6) Perilaku sekarang, dapat diidentifikasi dari ….


A. Observasi dan wawancara di lapangan berdasarkan epidemiologi masalah yang dianalisis dan
perilaku ideal.
B. Masalah yang dianalisa
C. Hasil analisis
D. Eksperimen
E. Prediksi perilaku yang akan muncul

7) Pada dasarnya tujuan utama promosi kesehatan adalah untuk mencapai 3 hal, salah
satunya yaitu …
A. Keuntungan dari bisnis kesehatan
B. Ketrampilan pelaksana promosi kesehatan
C. Peningkatan sarana dan teknologi kesehatan
D. Peningkatan status layanan kesehatan
E. Peningkatan pengetahuan atau sikap masyarakat

8) Tujuan pendidikan dalam promosi kesehatan menurut Green (1990) salah satunya
adalah ….
A. Tujuan pengajaran yang dibuat untuk keperluan khusus
B. Deskripsi perilaku yang akan dicapai untuk dapat mengatasi masalah kesehatan yang ada
C. Mudah dipahami oleh sasaran
D. Pernyataan tentang apa yang telah dicapai dalam periode waktu tertentu yang berhubungan
dengan status kesehatan
E. Merupakan hasil yang telah dicapai (perilaku yang telah terbentuk)
9) Peningkatan pemahaman klien terbimbing dalam rencana ajar promosi kesehatan
termasuk tujuan …. A. Kognitif
B. Afektif
C. Psikomotor
D. Tujuan instruksional khusus
E. Konsumtif

10) Contoh tujuan instruksional umum (TIU) dalam rencana ajar promosi kesehatan yang
bertajuk Pemberantasan Demam Berdarah adalah ….
A. Peserta didik dapat memahami bahaya penyakit demam berdarah
B. Peserta didik dapat membedakan ciri-ciri nyamuk penyebab demam berdarah dan yang bukan
C. Peserta didik dapat menyebutkan jenis nyamuk penyebab demam berdarah
D. Peserta didik dapat membedakan ciri-ciri penyakit demam berdarah dengan penyakit demam
lainnya
E. Peserta didik dapat menentukan tindakan yang tepat untuk penanganan pasien yang terjangkit
penyakit demam berdarah > Pa H. Edi Estiga: Tes 8

1) Monitoring pada dasarnya adalah ….


A. Upaya review kegiatan oleh pemerintah terhadap program-program sosial kemasyarakatan.
B. Upaya untuk mengembangkan pengawasan dari pemerintah terhadap instansi- instansi yang
terkait.
C. Upaya masyarakat untuk memonitor program yang dijalankan oleh pemerintah.
D. Upaya review kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis oleh pengelola program untuk
melihat pencapaian program tersebut.
E. Upaya untuk mengontrol pelaksanaan program oleh pihak yang independent.

2) Cara melakukan monitoring diantaranya adalah ….


A. Angket, observasi, interogasi, dan fokus grup diskusi.
B. Wawancara mendalam, observasi, pendelegasian, angket dan fokus grup diskusi.
C. Fokus grup diskusi, observasi, angket, dan interogasi.
D. Observasi, angket, delegasi, kunjungan rumah dan diskusi dengan anggota rumah tangga.
E. Wawancara yang mendalam, fokus grup diskusi, observasi, dan angket.

3) Evaluasi dari program promosi kesehatan adalah ….


A. Kegiatan yang dirancang untuk mengukur hasil dari program promosi kesehatan baik pada
aspek pengetahuan, sikap, praktek, maupun status kesehatan.
B. Kegiatan yang dilakukan untuk memanfaatkan program promosi kesehatan pada oorganisasi
sosial kemasyarakatan.
C. Kegiatan yang dirancang untuk mengukur sejauh mana masyarakat telah
berperilaku sehat.
D. Kegiatan yang dirancang untuk mengevaluasi aktifitas pribadi dari pelaksana promosi kesehatan.
E. Kegiatan yang dilakukan untuk menilai keberhasilan program kesehatan dalam organisasi sosial
kemasyarakatan.
4) Diagnostic Evaluation menurut Fraenkel, adalah ….
A. Evaluasi yang dilakukan pada waktu program promosi kesehatan sedang berlangsung.
B. Evaluasi yang dilakukan pada waktu penilaian kebutuhan atau identifikasi masalah.
C. Evaluasi yang dilakukan di akhir program, untuk melihat apakah program masih
akan dilanjutkan, atau tidak.
D. Evaluasi untuk mendiagnosa apakah terjadi perubahan dalam masyarakat atau tidak.
E. Evaluasi yang dilakukan dan bertujuan untuk memonitoring pelaksanaan.

5) Salah satu langkah evaluasi dalam program promosi kesehatan adalah rencana
pengumpulan data, yaitu tahap untuk ….
A. Menetapkan pengukuran evaluasi dengan instrukemn pengumpulan data yang akan dipilih.
B. Mengevaluasi dan membuat rencana untuk menganalisa data yang telah terkumpul.
C. Menetapkan siapa yang hendak mengevaluasi, dimana dan kapan evaluasi akan dilakukan,
berdasarkan aspek dan indicator yang telah ditetapkan.
D. Mencari desain evaluasi berdasarkan aspek dan indicator evaluasi.
E. Menetapkan indicator evaluasi dengan mengacu pada rencana program promosi kesehatan
tersebut.

6) Manfaat monitoring dari beberapa sisi, di antaranya adalah ….


1. Dapat memberikan informasi tentang proses dan cakupan program pada pimpinan program
serta memberikan umpan balik pelaksanaan program.
2. Dapat memberikan cara pandang baru mengenai hal-hal baru dari program promosi kesehatan itu
sendiri.
3. Monitoring yang baik dapat memberikan kesan bahwa pemimpin program sangat perduli
terhadap sumber dana dan daya yang dibutuhkan.
4. Dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

7) Beberapa indikator yang menjadi ukuran hasil dari promosi kesehatan, antara lain ….
A. Ukuran pengaruh dan gerakan masyarakat yang meliputi unsure partisipasi masyarakat,
pemberdayaan masyarakat, norma sosial dan opini public.
B. Ukuran yang mencakup kebijakan public yang berwawasan kesehatan.
C. Ukuran kondisi kesehatan dan gaya hidup sehat, salah satunya kesempatan untuk memperoleh
makanan sehat.
D. Ukuran jumlah masyarakat yang tidak keberatan bila tempat tinggalnya menjadi tuan rumah
kegiatan promosi kesehatan. > Pa H. Edi Estiga: Tes 9

1) Pengertian dari Advokasi dalam konteks penerapan Promosi Kesehatan adalah ....
A. Strategi untuk mempengaruhi para pengambil keputusan di insitusi kesehatan agar patuh pada
peraturan pemerintah.
B. Strategi untuk melakukan pendekatan pada masyarakat agar mampu menghadapi masalah-
masalah kesehatan yang potensial mengancam diri mereka.
C. Strategi untuk mengatasi masalah kesehatan yang telah terjadi secara efektif dan efisien.
D. Strategi untuk mempengaruhi pengambil keputusan dari berbagai sektor untuk mendukung
program kesehatan.
E. Strategi untuk menerapkan rencana promosi kesehatan pada masyarakat.
2) Metode atau cara untuk melakukan advokasi terhadap institusi pemerintahan diantaranya
adalah ....
A. Political lobbying, kegiatan sosial, memberikan arahan dan mensosialisasikan program kesehatan.
B. Political lobbying, kegiatan pengajaran, memberikan semangat dan
mensosialisasikan program kesehatan.
C. Political lobbying, kegiatan persuasive, memberikan semangat dan memberikan
pressure atau tekanan pada pemimpin institusi.
D. Political lobbying, kegiatan persuasive, memberikan arahan dan mensosialisasikan program
kesehatan.
E. Political lobbying, kegiatan pengajaran, memberikan arahan dan memberikan
semangat.

3) Ada lima pendekatan dalam melakukan advokasi, tiga diantaranya adalah ....
A. Melibatkan para pemimpin, membangun kemitraan, membangun rumah sakit.
B. Bekerja dengan media massa, membangun kemitraan, memobilisasi massa.
C. Membangun kemitraan, membangun klinik, memobilisasi massa.
D. Bekerja dengan media massa, memobilisasi massa, membangun puskesmas.
E. Membangun kemitraan, melibatkan institusi kesehatan, membangun klinik.

4) Tujuan advokasi dalam penerapan Promkes diantaranya adalah didapatnya komitmen politik serta
tiga faktor pendukung yang lain, diantaranya ....
A. Dukungan kebijakan, dan dukungan rumah sakit.
B. Dukungan kebijakan dan dukungan sistem.
C. Dukungan kebijakan dan penerimaan dari pihak pasien.
D. Penerimaan sosial dan dukungan rumah sakit.
E. Penerimaan sosial dan penerimaan dari rumah sakit.

5) Penerimaan sosial merupakan hal yang penting bagi keberhasilan promosi kesehatan, dari segi
advokasi, kegiatan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan penerimaan tersebut adalah ....

A. Membuat peraturan yang jelas bersama pemerintah yang berkaitan dengan kesehatan
masyarakat.
B. Membuat prosedur kerja yang jelas untuk mendukung program kesehatan.
C. Mensosialisasikan program kesehatan pada masyarakat.
D. Membuat kebijakan untuk mendukung program yang terkait dengan kesehatran
masyarakat.
E. Mengevaluasi program kesehatan bersama pemerintah.

6) Yang disebut sebagai pelaksana utama dalam promosi kesehatan adalah ....
A. Petugas kesehatan yang melayani klien di rumah sakit dan puskesmas saja.
B. Petugas medis yang melayani klien di institusi pemerintahan.
C. Penyuluh kesehatan yang telah ditunjuk oleh pemerintah saja.
D. Petugas medis dan tenaga profesional yang terlibat dalam penanganan klien.
E. Penyuluh kesehatan dan tenaga profesional di institusi pemerintahan.
7) Sebagai pelaksana advokasi, ada beberapa kiat komunikasi yang harus diikuti agar komunikasi
berjalan efektif, diantaranya ....
A. Jelas, benar, kongkret, lengkap dan ringkas.
B. Jelas, benar, mendalam, lengkap dan ringkas.
C. Jelas, benar, hati-hati, mendalam dan detail.
D. Jelas, benar, berani, detail dan sopan.
E. Jelas, benar, hati-hati, sopan dan detail. > Pa H. Edi Estiga: Tes 10

1) Bina suasana dalam promosi kesehatan merupakan suatu strategi untuk mendapat
dukungan sosial, yang pada dasarnya berupaya untuk ….
A. Membangun kesetaraan antara instansi kesehatan dengan instansi pemerintahan yang lain.
B. Memperkenalkan program-program kesehatan pada masyarakat.
C. Menjalin kemitraan untuk menciptakan opini public dengan berbagai kelompok yang ada di
masyarakat.
D. Mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan
agar mampu mengatasi masalah-masalah kesehatan.
E. Memberikan promosi kesehatan pada masyarakat agar mengenali masalah kesehatan, mengatasi
serta mengantisipasi masalah kesehatan yang baru.

2) Tujuan utama dari penerapan bina suasana adalah ….


A. Membina suasana yang nyaman, agar pelaksana promosi kesehatan dapat bekerja dengan tenang
saat menghadapi pasien.
B. Membina suasana persatuan agar petugas medis dapat bekerjasama secara harmonis dengan
petugas dari bidang kerja yang berbeda.
C. Membina suasana yang kondusif terhadap kesehatan dengan menggandeng para tokoh
masyarakat baik formal maupun informal.
D. Membina suasana kerja yang harmonis dalam lingkungan kesehatan sehingga
kesembuhan pasien akan lebih mudah tercapai.
E. Membina suasana kebersamaan agar antara petugas kesehatan tidak ada jarak satu sama lain dan
mudah untuk bekerjasama.

3) Salah satu pendeketan yang dapat dipilih dalam melakukan bina suasana adalah ….
A. Pendekatan kelompok, yaitu mempraktekkan perilaku sehat saat berada dalam masyarakat
umum.
B. Pendekatan individu, dengan melakukan pendekatan pada tokoh-tokoh masyarakat dan
menyebarluaskan opini yang positif tentang perilaku sehat.
C. Pendekatan individu, dengan memperkenalkan diri sebagai petugas kesehatan
pada tokoh-tokoh masyarakat.
D. Pendekatan kelompok, yaitu mengikuti perkumpulan seni, arisan maupun aktifitas kelompok lain
yang ada dalam masyarakat secara pribadi.
E. Pendekatan masyarakat umum, yaitu dengan melakukan pendekatan pada tokoh masyarakat yang
sedang berada dalam kegiatan sosial masyarakat.

4) Partisipasi masyarakat merupakan hal yang penting bagi keberhasilan promosi kesehatan,
karenanya selain pemberian informasi terhadap masyarakat, hal penting yang mendukung
keberhasilan bina suasana adalah ….
A. Dukungan informasi kesehatan yang lebih mendetail.
B. Dukungan sarana dan prasarana yang mendukung kesehatan.
C. Dukungan informasi kesehatan yang lengkap.
D. Dukungan hubungan baik dengan keluarga.
E. Dukungan emosional positif dari rekan kerja sebagai bagian dari masyarakat.

5) Salah satu bentuk bina suasana dalam masyarakat adalah ….


A. Memahami karakter masyarakat, serta memberikan fasilitas untuk mempermudah masyarakat
untuk memberikan umpan balik atas layanan kesehatan yang diberikan.
B. Mengajak masyarakat untuk bahu membahu dalam mengatasi wabah yang
terjadi dalam lingkungan mereka.
C. Mengajak masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada dalam lingkungan tempat
tinggal bersama-sama.
D. Membuat program kegiatan yang bertujuan untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal
warga.
E. Membuat program kegiatan bersama masyarakat secara saat terjadi bencana alam.

6) Bina suasana disebut juga sebagai dukungan sosial, yang pada prinsipnya ….
A. Bertujuan untuk memberdayakan masyarakat.
B. Membentuk opini publik bahwa instansi kesehatan setara dengan instansi lain.
C. Berupaya untuk mengajak masyarakat untuk membantu program kesehatan.
D. Membentuk opini publik agar mendukung perilaku hidup bersih dan sehat.

7) Beberapa penerapan bina suasana pada berbagai tingkatan adalah dengan melakukan ….
A. Pendekatan individual.
B. Pendekatan kelompok.
C. Pendekatan masyarakat umum.
D. Pendekatan kekeluargaan. > Pa H. Edi Estiga: 8) Esensi bina suasana adalah membangun opini
masyarakat dengan cara yang tepat,
karenanya ….
A. Perlu mendekati tokoh penting agar dapat membujuk masyarakat memiliki hidup sehat.
B. Perlu menyampaikan pentingnya hidup sehat melalui bahasa yang dapat dipahami oleh
masyarakat.
C. Perlu lebih sering mengajak masyarakat untuk membantu kegiatan sosial yang berkaitan dengan
hidup sehat. Perlu memberikan contoh mengenai gaya hidup sehat pada masyarakat dalam
kehidupan kita secara berkelanjutan.

9) Untuk menciptakan kelanggengan dan keseimbangan bina suasana, maka diperlukan ….


A. Forum komunikasi dengan masyarakat.
B. Mengikuti perkembangan masyarakat.
C. Menumbuhkan kecintaan pada kesehatan.
D. Dokumen dan data yang selalu diperbaharui.
10) Bina suasana yang dilakukan pada tokoh-tokoh masyarakat, merupakan salah satu pendekatan
yang diharapkan dapat ….
A. Menjadikan tokoh tersebut sebagai panutan dalam mempraktekan hidup sehat yang sedang
diperkenalkan pada masyarakat.
B. Menyebarluaskan opini yang positif terhadap perilaku sehat yang sedang diperkenalkan pada
masyarakat.
C. Membuat tokoh tersebut bersedia menjadi kader dan turut menyebarluaskan informasi agar
terjadi perubahan gaya hidup masyarakat menjadi sehat.
D. Menyebarluaskan opini yang positif mengenai petugas kesehatan yang dapat dipercaya oleh
masyarakat > Pa H. Edi Estiga: Tes 11

1) Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, pada prinsipnya adalah ....


A. Upaya untuk menumbuhkan semangat masyarakat untuk mengobati diri mereka secara mandiri.
B. Upaya untuk mengembangkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.
C. Upaya untuk mengembangkan kemauan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
D. Upaya untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatan.
E. Upaya untuk meningkatkan kesediaan masyarakat untuk bekerjasama dalam mengatasi wabah
penyakit di daerahnya.

2) Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk membangun kemandirian masyarakat, maka peran


petugas kesehatan dalam memberdayakan masyarakat diantaranya adalah ....
A. Mengorganisasikan kegiatan masyarakat, terutama dalam kegiatan sosial.
B. Membina persatuan antara tokoh masyarakat dengan petugas kesehatan saat berada dalam
instansi kesehatan.
C. Menumbuhkan suasana yang kondusif dalam masyarakat dengan menggandeng para tokoh
masyarakat baik formal maupun informal.
D. Membina suasana kerja yang harmonis dalam lingkungan kesehatan sehingga masyarakat dapat
meniru kerjasama yang sinergis dalam bidang kesehatan.
E. Memfasilitasi dan melakukan pengorganisasian masyarakat melalui kegiatan-
kegiatan maupun programpemberdayaan masyarakat.

3) Salah satu ciri pemberdayaan masyarakat adalah, adanya ....


A. Adanya kegiatan untuk menunjukkan perilaku sehat saat berada dalam masyarakat umum.
B. Pemanfaatan organisasi sosial kemasyarakatan, seperti karang taruna, najelis
taqlim dan lainnya, sebagai potensi yang dapat dijadikan mitra kerja.
C. Memanfaatkan tokoh-tokoh masyarakat maupun tokoh yang menjadi panutan untuk dijadikan
sebagai contoh yang berperilaku sehat.
D. Petugas kesehatan memiliki aktifitas pribadi dalam masyarakat dengan
mengikuti perkumpulan seni, arisan maupun aktifitas kelompok lain.
E. Memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mensosialisasikan program- program kesehatan
pada masyarakat umum.

4) Agar pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan optimal, maka hal yang perlu diperhatikan
dalam kaitannya dengan community knowledge adalah ....
A. Perlunya melakukan pendekatan pada tokoh masyarakat untuk mengenali karakter
masyarakatnya.
B. Perlunya melibatkan organisasi sosial masyarakat sebagai mitra kerja dalammemberdayakan
masyarakat.
C. Perlunya mengembangkan prinsip gotong royong dalam memelihara kesehatan bersama.
D. Perlunya meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan berbagai penyuluhan kesehatan.
E. Perlunya memahami potensi alam di daerah tempat tinggal masyarakat tersebut.

5) Upaya pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan informasi kesehatan
yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saja, namununtuk keberhasilannya masih
membutuhkan ....
A. Dukungan masyarakat, untuk memberikan fasilitas yang dapat mempermudah mereka
menjalankan aktifitas kesehatan seperti sarana olahraga.
B. Dukungan masyarakat untuk bahu membahu saat terjadi wabah penyakit dalam lingkungan
mereka.
C. Dukungan sarana, meliputi perundang-undangan, pelayanan kesehatan yang
memadai, serta sumber daya lain.
D. Dukungan instansi kesehatan untuk selalu memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat.
E. Dukungan program kegiatan bersama yang rutin dilakukan untuk menumbuhkan kebersamaan
dengan masyarakat.

6) Secara bertahap, tujuan dari pemberdayan masyarakat, diantaranya ....


a. Masyarakat mampu mengenali masalah kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
b. Masyarakat mampu memelihara dan melindungi diri mereka dari berbagai macam ancaman
kesehatan .
c. Masyarakat mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri dengan menggali potensi
masyarakat setempat.
d. Masyarakat mengikuti opini public agar untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat. > Pa H.
Edi Estiga: 7) Indikator hasil pemberdayaan masyarakat dapat dilihat dari beberapa aspek berikut,
antara lain ....
A. Proses, meliputi jumlah dan frekuensi penyuluhan dan pelatihan, jumlah tokoh yang terlibat.
B. Outcome, dilihat dari kontribusi masyarakat dalam menurunkan angka kesakitan, kematian dan
angka kelhairan serta status gizi masyarakat.
C. Input, sumber daya manusia, jumlah dana yang dipakai, maupun bahan dan alat unutk
pemberdayaan.
D. Output; jumalah dan jenis usaha kesehatan yang bersumber dari masyarakat, pengetahuan
tentang kesehatan umum dan perilaku sehat yang tampil.

8) Untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat, maka prinsip dari pemberdayaan yang perlu
diperhatikan diantaranya adalag ....
a. Menumbuhkembangkan potensi masyarakat.
b. Menggali kontribusi masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
c. Menjalin kemitraan, baik dengan LSM maupun organisasi masyarakat yang lain.
d. Perlu memberikan contoh mengenai gaya hidup sehat pada masyarakat dalam kehidupan kita
secara berkelanjutan.

9) Untuk memberdayakan masyarakat, ditinjau dari lingkup dan obyek pemberdayaannya, maka
mencakup beberapa aspek, diantaranya ....
A. Peningkatan kepemilikan asset (sumber daya fisik dan financial) serta kemampuan untuk
memanfaatkan asset tersebut.
B. Pemberdayaan dan reformasi kelembagaan.
C. Hubungan antara individu dan kelompok, kaitannya dengan kepemilikan asset dan
pemanfaatannya.
D. Pengembangan jaringan kemitraan-kerja, baik di tingkat local, regional maupun global.

10) Unsur-unsur pemberdayaan masyarakat yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah ....
A. Akuntabilitas, yaitu segala kegiatan yang dilakukan atas nama masyarakat harus dapat
dipertanggungjawabkan.
B. Kesediaan anggota kelompok masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan kesehatan.
C. Tersedianya aksesibilitas informasi terkait dengan peluang, layanan, penegakan hukum, efektifitas
negosiasi dan akuntabilitas itu sendiri.
D. Menjadikan tokoh masyarakat sebagai kader dan turut menyebarluaskan informasi agar terjadi
perubahan gaya hidup masyarakat menjadi sehat.

Anda mungkin juga menyukai