0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Augmented Reality Tingkatkan Minat Belajar Fisika

contoh art skripsi

Diunggah oleh

ferdiyansyah20167
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Augmented Reality Tingkatkan Minat Belajar Fisika

contoh art skripsi

Diunggah oleh

ferdiyansyah20167
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN

AUGMENTED REALITY TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP


DAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI CERMIN CEMBUNG

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran
inkuiri terbimbing berbantuan media augmented reality terhadap peningkatan pemahaman
konsep dan minat belajar peserta didik pada materi cermin cembung. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen yang melibatkan dua
kelompok: kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan model inkuiri terbimbing
berbantuan augmented reality dan kelas kontrol dengan pembelajaran direct instruction. Hasil
uji normalitas (Shapiro-Wilk) dan uji homogenitas menunjukkan bahwa data berdistribusi
normal dan homogen (p > 0,05), sehingga layak dilakukan uji parametrik. Uji t menunjukkan
adanya perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep antara kelas eksperimen dan
kontrol (p = 0,000). Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,67 (kategori sedang), lebih
tinggi dibanding kelas kontrol sebesar 0,25 (kategori rendah). Selain itu, nilai effect size
sebesar 2,058 menunjukkan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan pemahaman konsep.
Hasil angket minat belajar peserta didik juga menunjukkan persentase respon sebesar 90%
yang berada dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan model
pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality terbukti efektif dalam
meningkatkan pemahaman konsep dan minat belajar peserta didik pada pembelajaran fisika.

Kata kunci: Inkuiri terbimbing, augmented reality, pemahaman konsep, minat belajar
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan
logis pada setiap individu. Dalam konteks fisika, pendidikan memainkan peran yang sangat
penting untuk mengenalkan siswa pada hukum-hukum alam dan prinsip-prinsip dasar yang
mengatur kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajari fisika, siswa tidak hanya memperoleh
pemahaman teoritis tentang alam semesta, tetapi juga belajar menerapkan konsep-konsep
tersebut untuk memecahkan masalah praktis dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, fisika
menjadi salah satu mata pelajaran kunci dalam sistem pendidikan modern. Namun, fisika
sering dianggap sulit karena konsep-konsepnya yang abstrak dan terkadang sulit dipahami
tanpa bantuan visualisasi atau demonstrasi (Juita et al., 2024). Di sinilah media pembelajaran
mengambil peran penting untuk membantu siswa memahami materi secara lebih konkret.
Penggunaan media pembelajaran tidak hanya membantu siswa memahami konsep tetapi juga
meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Media pembelajaran yang dirancang
secara kreatif, dapat memotivasi siswa untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang fisika dan
bagaimana ilmu tersebut relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari (Sevtia et al., 2022a).

Seiring berkembangnya zaman, teknologi juga semakin canggih dan media


pembelajaran berbasis teknologi juga semakin banyak. Salah satu media pembelajaran
berbasis teknologi yang dapat digunakan adalah Augmented relity. Augmented Reality (AR)
merupakan media pembelajaran yang dapat menyajikan visualisasi dari sebuah model atau
desain objek yang menggabungkan dunia maya 2D maupun 3D kedalam sebuah dunia nyata.
Di dalam kartu Augmented Reality terdapat kode yang dapat discan oleh aplikasi scan
Augmented Reality. Setelah ter-scan, akan muncul bentuk 3D penjelasan, penerapan
persamaan fisika serta contoh gerak dan gaya dalam kehidupan. Hal ini akan
mempermudah para siswa belajar, serta dapat menarik perhatian sehingga akan banyak
siswa yang belajar hanya dengan melihat layar/proyeksi 3D yang di tampilkan
(Arif Ibrahim et al., 2024).

Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Aisyah et al., 2022) mengungkapkan bahwa
media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada mata pelajaran fisika berpengaruh
terhadap hasil belajar. Selain terhadap hasil belajar, media pembelajaran Augmented
Reality juga berpengaruh terhadap aspek pembelajaran lainnya, diantaranya yaitu
pemahaman siswa, dan dinilai efektif untuk mendukung pembelajaran di kelas serta
membantu meningkatkan prestasi belajar siswa. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh
(Riska Dewi et al., 2020) menyatakan bahwa keefektifan penggunaan media yang diterapkan
pada kegiatan pembelajaran fisika dengan menggunakan Augmented Reality berbasis
Android pada materi alat optik telah memenuhi kriteria keefektifan dengan kategori sangat
baik.

Sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMK Darul Falah,
didapatkan bahwa dalam proses pembelajaran yang dilakukan di kelas, guru lebih dominan
dalam proses pengajaran dimana guru sebagai sumber utama pengetahuan. Siswa kurang
terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga sebagian siswa pasif dan kurang terlibat
dalam proses pembelajaran tersebut. Guru cenderung menggunakan metode ceramah tanpa
menggunakan media pembelajaran, sehingga guru hanya menjelaskan materi dan
memberikan soal sehingga guru kurang memotivasi siswa dalam menemukan suatu konsep.
Disamping itu, kesulitan yang dialami siswa karena kurangnya pemahaman dan ketertarikan
siswa pada pelajaran fisika. Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah suasana kelas
yang pasif serta sebagian siswa menganggap bahwa fisika adalah pelajaran yang sulit
sehingga kecenderungan kelas menjadi tegang dan monoton. Oleh karena itulah
diperlukannya guru yang aktif dan kreatif dan media pembelajaran yang menarik dalam
kegiatan pembelajaran sehingga siswa dapat menerima dan menguasai materi dan mencapai
tujuan pembelajaran yang diinginkan. Untuk itu peneliti ingin memberikan solusi dengan
judul pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality
terhadap peningkatan pemahaman konsep dan minat belajar peserta didik.

Berdasarkan permasalahan yang terjadi, peneliti memfokuskan penggunaan model


pembelajaran inkuiri terbimbing dikarenakan model pembelajaran inkuiri terbimbing
merupakan model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran, yang
berarti setiap siswa didorong terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran
(Hidayati et al., 2024)
. Selain itu, Model pembelajaran inkuiri terbimbing juga merupakan model
pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir terutama dalam bidang
sains (Wawan Fatwa & Harjono, 2018). Hasil penelitian yang relevan dilakukan oleh
(Nurmayani et al., 2018) yang mengungkapkan bahwa model pembelajaran inkuiri
terbimbing berpengaruh terhadap hasil belajar fisika peserta didik. Selain dari itu, model
pembelajaran inkuiri terbimbing juga pernah diteliti oleh (Wahid, 2023) yang menyatakan
bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan berbantuan media dapat
meningkatkan minat dan pemahaman peserta didik terhadap pelajaran fisika.
Selain dari itu, peneliti juga memfokuskan adanya bantuan media pembelajaran pada
model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian. Hal ini dikarenakan akan adanya
minat belajar dari siswa ketika pemanfaatan media pembelajaran masih kurang
(Sevtia et al., 2022).
Media pembelajaran dapat digunakan sebagai upaya untuk membantu merangsang
peserta didik dalam berpikir, berperilaku, merasakan, serta kemampuan siswa selama proses
belajar mengajar didalam kelas. Penggunaan media pembelajaran dapat menjadi perantara
yang memudahkan komunikasi antara guru dengan peserta didik, sebab media memiliki peran
strategis dalam meningkatkan semangat dan motivasi peserta didik dalam belajar. Kehadiran
media ajar dapat mengakomodasi peserta didik untuk mendeskripsikan suatu fenomena
ilmiah, mengevaluasi riset ilmiah, dan kemampuan untuk menginterpertasikan fakta ilmiah
(Rahmani et al., 2021).

Media pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah augmented realty. AR
adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke
dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya
tersebut dalam waktu nyata (Kanti et al., 2022) . Penelitian dari (Affandi et al., 2014)
menyatakan bahwa Penggunaan media ini tidak hanya berhasil meningkatkan jenjang
kognitif di tingkat bawah saja, tetapi juga pada jenjang kognitif di tingkat atas. Artinya, tidak
hanya siswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi saja yang dapat memahami materi
dengan menggunakan media pembelajaran berbasis augmented reality ini. Hal ini sesuai
dengan penelitian dari (Azizaturredha et al., 2019) yang menyatakan bahwa penggunaan
model pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar
siswa.

METODOLOGI PENELITIAN
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif, pendekatan
kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang menggunakan data-data berupa angka dan
ilmu pasti untuk menjawab hipotesis penelitian (Charismana et al., 2022). Sedangkan metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yaitu dilakukan untuk melihat akibat
suatu perlakuan. Adapun jenis eksperimen yang digunakan peneliti adalah quasi eksperimen.
Penelitian quasi eksperimen yaitu dengan sengaja mengusahakan tumbuhnya variabel-
variabel dan selanjutnya dikontrol untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa
mata pelajaran fisika melalui pretest dan postest (eksperimen semu) (Zevender, 2021). Pada
penelitian ini, peneliti menggunakan jenis desain control group pre test post test
[Link] ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada
kelas eksperimen menggunakan model Inkuiri terbimbing dan kelas kontrol menggunakan
pembelajaran direct intruction.
Tabel 3. 1 Desain Penelitian Non Equivalent Control Group

Subjek Pretes Perlakuan Postes


t t

Kelas
O
1
X1 O
2

Eksperimen

Kelas O
3
X2 O
4

Kontrol

Keterangan:

1
O = nilai pretest (sebelum diberi perlakuan) pada kelas eksperimen.

2
O = nilai posttest (setelah diberi perlakuan) pada kelas eksperimen.

3
O = nilai pretest (sebelum diberi perlakuan) pada kelas kontrol.

4
O = nilai posttest (setelah diberi perlakuan) pada kelas kontrol.

X 1= Perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen, yaitu kegiatan pembelajaran dengan
model inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality.

X 2 = Perlakuan yang diberikan pada kelas kontrol, yaitu kegiatan pembelajaran dengan model
direct instruction.

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Hasil Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Penelitian ini mengangkat dua variabel
penelitian yaitu variabel bebas dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan
augmented reality serta variabel terikat yaitu pemahaman konsep Data penelitian terdiri dari
tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) tentang materi cermin cembung yang telah
dilaksanakan menggunakan model pembelajran ikuiri terbimbing berbantuan augmented
reality. Selain terdiri dari tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest), Data hasil pemahaman
konsep diperoleh dengan tes berbentuk pilihan ganda dengan jumlah 20 soal serta lembar
observasi pada kelas eksperimen ataupun kelas kontrol.

Dalam penelitian ini, peneliti memperoleh data dari hasil pretest dan posttest yang
dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan
memberikan soal pretest terlebih dahulu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kemudian
diberikan perlakuan, dimana kelas eksperimen menggunakan model inkuiri
terbimbingsedangkan di kelas kontrol menggunakan model stad. Pada saat diberikan
perlakuan guru juga melakukan observasi. Setelah diberi perlakuan, selanjutnya diberikan
posttest kepada kedua kelas tersebut dan kemudian data tersebut dianalisis. Hal ini dilakukan
untuk mengetahui pemahaman konsep siswa setelah diberikan perlakuan

1.1.1 Hasil pretest dan postest siswa


Data pemahaman konsep siswa diperoleh dari hasil pretest dan posttest pada kelas
eksperimen dan kelas kontrol dengan soal pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Data kelas
eksperimen diambil dari XI-A dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan
augmented reality. Sedangkan data kelas kontrol diambil dari kelas XI-B dengan model
direct intruction hasil ringkasan hasil pretest dan posttest siswa dapat dilihat pada Table
berikut:

Tabel 4. 1 Hasil PreTest dan PostTest Siswa

N Minimum Maximum Mean Std. deviation

PretesEks 18 10 50 29.44 9.835

PostestEks 18 50 95 76.39 12.580

PretestKon 18 15 55 33.06 12.619

PostestKon 18 30 75 50.00 13.061

Valid N (listwise) 18

Dari Tabel di atas menunjukan bahwa ada selisih antara nilai rata-rata pemahaman
konsep pretest dan posttest. Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen adalah 29,44 dan nilai
posttest menunjukan rata-rata pemahaman konsep sebesar 76,39. Sedangkan nilai rata-rata
pretest kelas kontrol adalah 33,06 dan nilai posttest menunjukan rata-rata pemahaman konsep
sebesar 50,00. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa ada peningkaan nilai pada dua
kelas setelah diberi perlakuan yang berbeda. Kelas eksperimen mengalami peningkatan
sebesar 46,95 dan kelas kontrol mengalami peningkatan sebesar 16,94.

1.1.2 Analisis data keterlaksanaan pembelajaran


Dalam proses pembelajaran, dilakukan obeservasi untuk mengetahui keterlaksanaan
pembelajaran dari kedua kelas. Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran
menggambarkan aktivitas guru dan siswa pada kelas eksperimen dan kelas control. Selama
pembelajaran berlangsung, dilakukan pengamatan pengelolaan pembelajaran oleh dua orang
observer yang bertugas menilai aktivitas guru dan siswa. Ringkasan hasil observasi proses
pembelajaran yang menggambarkan keterlaksanaan pembelajaran dikelas eksperimen dengan
model inkuiri terbimbing berbantuan augmentedreality dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 2 Hasil Keterlaksanaan Pembelajaran Eksperimen

Aspek Yang Diamati P1 P2 Rata-rata Kategori

orientasi 4 4 4 Baik

merumuskan masalah 4 4 4 Baik

merumuskan hipotesis 5 5 5 Sangat Baik

mengumpulkan data 4 5 4,5 sangat Baik

menguji hipotesis 5 4 4,5 Sangat Baik

menarik kesimpulan 4 5 4,5 Sangat Baik

Suasana Kelas 4 4 4 Baik

Pengelolaan Waktu 4 5 4,5 sangat Baik

Rata-rata 4,375 Sangat Baik

Adapun ringkasan hasil observasi proses pembelajaran yang menggambarkan


keterlaksanaan pembelajaran dikelas kontrol dengan direct intruction dapat dilihat pada Tabel
4.3

Tabel 4. 3 Hasil Keterlaksanaan Pembelajaran Kontrol

Aspek Yang Diamati P1 P2 Rata-rata Kategori


Mendemostrasikan pengetahuan dan 4 5 4,5 Sangat
keterampilan Baik

Membimbing pelatihan 4 4 4 Baik

Memeriksa pemahaman dan 4 4 4 Baik


memberikan umpan balik

Memberikan Kesempatan Untuk 4 4 4 Baik


Pelatihan Lanjutan dan Penerapan

Suasana Kelas 4 4 4 Baik

pengelolaan waktu 3 4 3,5 Baik

Rata-rata 4 Baik

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa keterlaksanaan pembelajaran di kelas


eksperimen memperoleh rata-rata sebesar 4,375 sedangkan kelas kontrol memperoleh
rata-rata sebesar 4,00. Nilai tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran pada
kedua kelas terlaksana dengan sangat baik, dan telah berjalan sesuai dengan ketentuan
dalam modul ajar.

1.1.3 Uji normalitas pemahaman konsep siswa


Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah semua kelompok data
terdistribusi secara normal. Uji normalitas data ini dilakukan terhadap data pemahaman
konsep siswa. Uji normalitas menggunakan rumus Shapiro-Wilk dalam perhitungan
menggunakan SPSS versi 16. Untuk mengetahui normal tidaknya adalah jika sig > 0,05 maka
normal dan jika sig < 0,05 dapat dikatakan tidak normal. Hasil perhitungan yang diperoleh
sebagai berikut.

Tabel 4. 4 Hasil uji Normalitas

Shapiro wilk
Variabel
Statistic df Sig.

Pretest Eksperimen .944 18 .335


Posttest Eksperimen .964 18 .688

Pretest Kontrol .919 18 .126

Posttest Kontrol .950 18 .429

Berdasarkan table di atas hasil uji shaphiro-wilk menujjukan bahwa data nilai
pemahaman konsep untuk kelas eksperimen terdistrubusi normal. Pada pretest kelas
eksperimen dengan angka signifikansi 0,335 > 0,05 dan potstest kelas eksperimen
terdistribusi normal dengan angka signifikansi 0,688 > 0,05. Pada pretest kelas kontrol
dengan angka signifikansi 0,126 > 0,05 pada posttes kelas kontrol dengan angka signifikansi
0,429 > 0,05. Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa data setiap kelompok
terdistribusi normal sehingga analisis data dapat dilanjutkan untuk uji prasyarat homogenitas

1.1.4 Uji homogenitas konsep pemahaman siswa


Setelah diketahui tingkat kenormalan data, maka selanjutnya dilakukan uji
homogenitas. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah dua kelompok data yang
diteliti memiliki varian yang homogen atau tidak. Homogenitas varian diuji dengan
menggunakan Test of Homogeneity of Variances untuk menerima atau menolak hipotesis
dengan membandingkan harga sig pada levene’s statistic dengan 0,05 ( sig > 0,05 ). Hasil uji
homogenitas dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4. 5 Hasil uji Homogenitas

Levene
df1 df2 Sig.
Statistic

Based on Mean .036 3 68 .991

Based on Median .015 3 68 .997

Based on Median and


.015 3 67.822 .997
with adjusted df

Based on trimmed mean .028 3 68 .993

1.1.5 Uji-t
Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan analisis uji-t dengan
menggunakan uji t (paired sample t-test). Pengujian hipotesis dengan statistik parametrik
dibantu dengan menggunakan program SPSS 16 for Windows. Ringkasan hasil analisis data
uji hipotesis disajikan pada tabel

Tabel 4. 6 Hasil Uji t

Sig. (2-
F Sig. t df tailed)

Hasil Equal variances


.002 .962 6.174 34 .000
assumed

Equal variances
6.174 33.952 .000
not assumed

Dari tabel ini diperoleh angka signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari pada 0,05. Hasil ini
dapat diintepretasikan bahwa hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat perbedaan yang
signifikan antara pretest dan posttest melalui penggunaan model inkuiri terbimbing
berbantuan augmented reality di SMK Darul Falah. Hal ini menandakan bahwa penggunaan
model inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap pemahaman konsep fisika siswa SMK Darul Falah.

1.1.6 N-GAIN
Analisis data skor gain ternormalisasi dilakukan untuk menguji apakah ada peningkatan
atau tidak dari hasil yang telah uji. Hasil analisis data skor Gain Ternormalisasi terhadap
pemahaman konsep siswa dapat dilihat pada table

Tabel 4. 7 hasl n Gain

Data Kelas ekperimen Kelas control

Rata-rata pretest 29,44 33,06

Rata-rata postest 76,39 50,00

Skor ideal 100 100

Gain ternormalisasi .6710 .2509

Persentase 67,1043 25,0875


Berdasarkan tabel di atas pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran inkuiri
terbimbing berbantuan augmented reality memiliki data yang meliputi: rata-rata pretest
sebesar 29,44 rata-rata posttest sebesar 76,39 skor ideal sebesar 100, gain ternormalisasi 6710
atau sebesar 67,1043 % yang termasuk kategori sedang. Sedangkan pada kelas kontrol
eksperimen dengan model pembelajaran direct intruction memperoleh data yang meliputi:
rata-rata pretest sebesar 33,06 rata-rata posttest sebesar 50,00 skor ideal sebesar 100, gain
ternormalisasi 2509 atau sebesar 25,0875% yang termasuk rendah. Hal ini menunjukkan
adanya peningkatan pemahaman konsep siswa fisika setelah diberikan perlakuan.

1.1.7 Effect size


Effect size menunjukkan sejauh mana suatu variabel mempengaruhi variabel lain
dalam suatu penelitian atau menunjukkan seberapa efektif suatu variabel mempengaruhi
variabel lainnya. Effect size merupakan ukuran mengenai signifikansi praktis hasil penelitian
yang berupa ukuran besarnya korelasi atau perbedaan, atau efek dari suatu variabel pada
variabel lain (Santoso, 2010). Hasil analisis data skor effect size dapat dilihat pada tabel
berikut

Tabel 4. 8 Hasil effect Size

Kelas Mean N Std.


Deviation

Postest Eksperimen 76,39 18 12,580

Postest Kontrol 50,00 18 13,061

Nilai Effect Size 2,058

Interpertasi 2,058 %

Kategori Kuat
Berdasarkan hasil uji effect size, dapat disimpulkan bahwa nilai effect size sebesar
2,058 menunjukkan pengaruh yang tergolong kuat.

1.1.8 Hasil angket minat belajar siswa


Untuk mengetahui sejauh mana minat belajar siswa saat diberikan pembelajaran inkuiri
terbimbing berbantuan augmented realiry, telah disebarkan angket yang terdiri dari
beberapa butir pernyataan. Setiap butir dinilai menggunakan skala Likert 1 sampai 5,
kemudian diolah untuk mendapatkan skor rata-rata dan persentase. Rekapitulasi hasil tersebut
telah disajikan pada tabe l dibawah ini.

Tabel 4. 9 Hasil Angket Respon Siswa


Indikator Rata-rata
Berdasarkan
hasil angket Rasa Senang 91,38% yang telah
dianalisis, Ketertarikan 90,27% diperoleh
skor rata- rata
keseluruhan Perhatian 87,22% persentase
sebesar 90%, keterlibatan 91,11% yang
termasuk dalam
Hasil 90%
kategori sangat baik.
Hal ini
menunjukkan bahwa mayoritas siswa memberikan tanggapan positif.

1.2 Pembahasan
Penelitian ini dilaksanakan di SMK DARUL FALAH Pamekasan, pada tanggal 10
hingga 12 juni 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model
pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality dalam meningkatkan
pemahaman konsep siswa kelas XI SMK DARUL FALAH. Jenis penelitian yang digunakan
adalah Quasi Experimental Design dengan rancangan Non-Equivalent Control Group
Design. Penelitian ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok
Kontrol. Sebelum pelaksanaan pembelajaran di kelas, penelitian ini diawali dengan
pemberian pretest kepada 18 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol, guna
mengetahui kemampuan awal siswa. Selanjutnya, kelas eksperimen diberikan perlakuan
dengan menggunakan model inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality, sedangkan
kelas kontrol menggunakan model direct intruction. Setelah proses pembelajaran, kedua
kelompok diberikan posttest sebagai tes evaluasi untuk mengetahui pengaruh masing-masing
model pembelajaran terhadap pemahaman konsep fisika siswa.

Untuk memastikan bahwa proses pembelajaran di kelas berjalan dengan baik,


dilakukan penilaian melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Hasil observasi menunjukkan bahwa
keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen memiliki rata-rata skor sebesar 4,375
yang tergolong kategori sangat baik. sedangkan pada kelas kontrol sebesar 4 yang tergolong
dalam kategori baik. Kondisi kelas yang kondusif membuat siswa lebih aktif dan
pembelajaran terasa menyenangkan. Meskipun pada awal pembelajaran siswa tampak kurang
bersemangat, setelah penerapan model inkuiri terbimbing antusiasme mereka meningkat.

Berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh dari prestest, postest, uji-t, uji N-Gain, dan
effect size dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan nilai baik pada kelas eksperimen
maupun kelas kontrol setelah diberi perlakuan. Namun, peningkatan yang terjadi pada kelas
eksperimen lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa
pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih besar.
Peningkatan tersebut diduga kuat disebabkan oleh keistimewaan pendekatan pembelajaran
yang digunakan, yaitu perpaduan antara media augmented reality dan model pembelajaran
ikuiri terbimbing. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen dengan menggunakan model
inkuiri terbimbing, peserta terlibat aktif dalam pembelajaran, seperti: merumuskan masalah,
merumuskan hipotesis, merancang percobaan, melakukan percobaan, mengumpulkan dan
menganalisis data, kemudian menarik kesimpulan. Keterlibatan aktif peserta didik dalam
pembelajaran, menjadikan peserta didik belajar bermakna. Peserta didik tidak hanya belajar
dengan cara menghafal akan tetapi membangun dan memahami konsep itu sendiri. Hal ini
sesuai dengan penelitian (Nurmayani et al., 2018) Yang menunjukkan bahwa penerapan
model pemebelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta
didik. Selain itu dengan adanya bantuan media augmented reality, peserta didik menjadi lebih
mudah untuk memahami materi yang dibahas. Hal ini dikarenakan augmented reality dapat
memvisualisasi hal yang bersifat abastrak kepada peserta didik seperti halnya pada materi
cermin cembung. Hasil dari penelitian ini Sesuai dengan penelitian dari (Aisyah et al., 2022)
yang mengungkapkan bahwa media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada mata
pelajaran fisika berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman konsep peserta didik.

Media augmented realtyyang digunakan pada kelas eksperimen dapat dilihat pada
gambar di bawah ini
Gambar 4. 1 Media Augmented Pemantulan

Pada gambar tersebut terdapat bagian yang bertuliskan ”pemantulan” yang mana Ketika
tulisan tersebut diklik maka akan memunculkan garis-garis yang menunjukkan bagaimana
gambaran dari sinar datang, dan sinar pantul pada cermin cembung.

Gambar 4. 2 Media Augmented Bayangan

Selain itu, pada augmented reality ini juga terdapat bagian yang bertulis “bayangan” yang
mana Ketika tulisan tersebut diklik maka akan memunculkan pembetukan bayangan pada
cermin cembung sekaligus akan menunjukkan bagia-bagian dari gambar-gambar yang ada
pada augmented reality tersebut.
Gambar 4. 3 media Augmented Reality

Adapun media augmented reality ini dapat diakses melalui link berikut
[Link]

Pada saat diberi perlakuan, peserta didik pada kelas eksperimen sangat antusias. Hal ini
dikarenakan adanya penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang membuat
peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan penelitian dari
(Azizaturredha et al., 2019) yang menyatakan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri
terbimbing memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar siswa. Media pembelajaran
augmented reality yang digunakan pada kelas eksperimen juga membuat peserta didik
menjadi antusias dalam kegiatan pembelajaran. Seseuai dengan penyataan dari
(Putra Socrates & Mufit, 2022)
dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa pengguanaan media
augmented realty memberikan dampak positif terhadap minat belajar, pemahaman konsep,
dan hasil belajar peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA

Affandi, H., Permana Suwarna, I., & Hertanti, E. (2014). Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis
Augmented Reality terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Konsep Dinamika Partikel. Jurnal
TARBIYA Pendidikan Masyarakat Muslim.

Aisyah, A., Tika Gustiani, W., Alyamuari, A., Izdihar, D., Candra Dewi, L., & Liliawati, W. (2022).
Systematic Literature Review: Pengaruh Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Terhadap
Hasil Belajar Siswa Fisika SMA. In Prosiding Seminar Nasional Fisika (Vol. 1, Issue 1).

Arif Ibrahim, M., Mumtaz Maulana, M., Ningsih Sri Sukowati, F., Abu Bakar Yogyakarta, S. I., &
Istimewa Yogyakarta, D. (2024). Aplikasi media pembelajaran berbasis Augmented Reality dalam
rangka cinta Fisika materi gerak dan gaya. In Jurnal Teknologi Komunikasi Pendidikan (Vol. 15,
Issue 2). [Link]

Azizaturredha, M., Fatmawati, S., Hadma Yuliani, dan, & Pendidikan Fisika IAIN Palangka Raya, P.
(2019). PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN MEDIA
LABORATORIUM VIRTUAL (PhET) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR,
KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MINAT BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN
ELASTISITAS. [Link]

Charismana, D. S., Retnawati, H., & Dhewantoro, H. N. S. (2022). Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar
Pada Mata Pelajaran Ppkn Di Indonesia: Kajian Analisis Meta. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori
Dan Praktik Pendidikan PKn, 9(2), 99–113. [Link]

Hidayati, P., Putri, L. P., Dewi, A. C., & Syukur, A. (2024). Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri
Terbimbing Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Fisika Siswa. Journal of Classroom Action
Research, 6(2). [Link]

Indrawaty Youllia, Ichwan M., & Putra Wahyu. (2013). MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
PENGENALAN ANATOMI MANUSIA MENGGUNAKAN METODE AUGMENTED REALITY (AR).
Iskandar, H., & Marwoto, P. (2020). Integrasi Simulasi Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung
menggunakan Visual Basic For Application Powerpoint dengan Nomograf Optik. PSEJ (Pancasakti
Science Education Journal), 5(1), 17–27. [Link]

Juita, D. P., Priya, P., Azwardi, M., & Amra, A. (2024). Pentingnya Pengembangan Sumber Daya Manusia
pada Lembaga Pendidikan. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(3), 3068–3077.
[Link]

Kanti, L., Rahayu, S. F., Apriana, E., & Susanti, E. (2022). Analisis Pengembangan Media Pembelajaran
Berbasis Augmented Reality dengan Model POE2WE Pada Materi Teori Kinetik Gas: Literature
Review. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Fisika, 2(1), 75–82. [Link]

Lailil, H., Rifah, M. ’, Ami, S., Nikmatus, F., Universitas, S., Wahab, K. A., Jalan, H. ;, No, G., &
Jombang, T. (2021). Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Melalui Pembelajaran Praktikum Terhadap
Kemampuan Psikomotor Peserta Didik Kelas Xi Mia Man 10 Jombang. Jurnal Biologi Dan
Pembelajarannya, 8(1), 14–18.

Murtiyasa, B., & Sari, N. K. P. M. (2022). ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA
MATERI BILANGAN BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM. AKSIOMA: Jurnal Program
Studi Pendidikan Matematika, 11(3), 2059. [Link]

Nurmayani, L., Doyan, A., & Nyoman Sri Putu Verawati, N. (2018). PENGARUH MODEL
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA
DIDIK. JPPIPA, 4(2).

Putra Socrates, T., & Mufit, F. (2022). EFEKTIVITAS PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA
BERBASIS AUGMENTED REALITY: STUDI LITERATUR.

Rahmani, Mustadi, A., Maulidar, & Senen, A. (2021). THE DEVELOPMENT OF TEACHING
MATERIALS BASED ON CONTEXT AND CREATIVITY TO INCREASE STUDENTS
SCIENTIFIC LITERACY. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 9(2), 345–364.
[Link]

Ririnsia Harra Hau, R. (2019). Pemahaman Siswa terhadap Konsep Hukum I Newton. 2(2), 56–61.

Riska Dewi, L., Anggaryani Jurusan Fisika, M., & Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, F. (2020).
Laily Riska Dewi, Mita Anggaryani PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN
AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID PADA MATERI ALAT OPTIK. 09(03), 369–376.

Schwarz, C. V., & Gwekwerere, Y. N. (2007). Using a guided inquiry and modeling instructional
framework (EIMA) to support preservice K-8 science teaching. Science Education, 91(1), 158–186.
[Link]

Sevtia, A. F., Taufik, M., & Doyan, A. (2022a). Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis
Google Sites untuk Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Konsep dan Berpikir Kritis Peserta Didik
SMA. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3), 1167–1173. [Link]

Sevtia, A. F., Taufik, M., & Doyan, A. (2022b). Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis
Google Sites untuk Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Konsep dan Berpikir Kritis Peserta Didik
SMA. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3), 1167–1173. [Link]

Wahid, S. (2023). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Fisika
Ditinjau Dari Minat Belajar Peserta Didik Kelas XI SMAN 9 Makassar. Jurnal Ilmiah Ecosystem,
23(3), 774–785. [Link]

Wawan Fatwa, M., & Harjono, A. (2018). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI
TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES DAN PENGUASAAN KONSEP SAINS
DITINJAU DARI PENGETAHUAN AWAL PESERTA DIDIK. In Jurnal Pendidikan Fisika dan
Teknologi (Vol. 4, Issue 1).

Wiyoko, T., & Astuti, N. (n.d.). Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa Kelas Iii Sekolah Dasar.

Wiyoko, T., & Astuti, N. (2020). PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Tri Wiyoko Nidar
Astuti. Jurnal Pendidikan, 5(1), 68–76.

Zevender, P. S. (2021). PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING TIPE QUIZ


TEAM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Penelitian Eksperimen Quasi Pada Mata Pelajaran
Ekonomi Kelas X di SMA Negeri 1 Gegesik Kabupaten Cirebon). SINAU : Jurnal Ilmu Pendidikan
Dan Humaniora, 7(2), 71–79. [Link]

Anda mungkin juga menyukai