Augmented Reality Tingkatkan Minat Belajar Fisika
Augmented Reality Tingkatkan Minat Belajar Fisika
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran
inkuiri terbimbing berbantuan media augmented reality terhadap peningkatan pemahaman
konsep dan minat belajar peserta didik pada materi cermin cembung. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen yang melibatkan dua
kelompok: kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan model inkuiri terbimbing
berbantuan augmented reality dan kelas kontrol dengan pembelajaran direct instruction. Hasil
uji normalitas (Shapiro-Wilk) dan uji homogenitas menunjukkan bahwa data berdistribusi
normal dan homogen (p > 0,05), sehingga layak dilakukan uji parametrik. Uji t menunjukkan
adanya perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep antara kelas eksperimen dan
kontrol (p = 0,000). Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,67 (kategori sedang), lebih
tinggi dibanding kelas kontrol sebesar 0,25 (kategori rendah). Selain itu, nilai effect size
sebesar 2,058 menunjukkan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan pemahaman konsep.
Hasil angket minat belajar peserta didik juga menunjukkan persentase respon sebesar 90%
yang berada dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan model
pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality terbukti efektif dalam
meningkatkan pemahaman konsep dan minat belajar peserta didik pada pembelajaran fisika.
Kata kunci: Inkuiri terbimbing, augmented reality, pemahaman konsep, minat belajar
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan
logis pada setiap individu. Dalam konteks fisika, pendidikan memainkan peran yang sangat
penting untuk mengenalkan siswa pada hukum-hukum alam dan prinsip-prinsip dasar yang
mengatur kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajari fisika, siswa tidak hanya memperoleh
pemahaman teoritis tentang alam semesta, tetapi juga belajar menerapkan konsep-konsep
tersebut untuk memecahkan masalah praktis dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, fisika
menjadi salah satu mata pelajaran kunci dalam sistem pendidikan modern. Namun, fisika
sering dianggap sulit karena konsep-konsepnya yang abstrak dan terkadang sulit dipahami
tanpa bantuan visualisasi atau demonstrasi (Juita et al., 2024). Di sinilah media pembelajaran
mengambil peran penting untuk membantu siswa memahami materi secara lebih konkret.
Penggunaan media pembelajaran tidak hanya membantu siswa memahami konsep tetapi juga
meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Media pembelajaran yang dirancang
secara kreatif, dapat memotivasi siswa untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang fisika dan
bagaimana ilmu tersebut relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari (Sevtia et al., 2022a).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Aisyah et al., 2022) mengungkapkan bahwa
media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada mata pelajaran fisika berpengaruh
terhadap hasil belajar. Selain terhadap hasil belajar, media pembelajaran Augmented
Reality juga berpengaruh terhadap aspek pembelajaran lainnya, diantaranya yaitu
pemahaman siswa, dan dinilai efektif untuk mendukung pembelajaran di kelas serta
membantu meningkatkan prestasi belajar siswa. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh
(Riska Dewi et al., 2020) menyatakan bahwa keefektifan penggunaan media yang diterapkan
pada kegiatan pembelajaran fisika dengan menggunakan Augmented Reality berbasis
Android pada materi alat optik telah memenuhi kriteria keefektifan dengan kategori sangat
baik.
Sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMK Darul Falah,
didapatkan bahwa dalam proses pembelajaran yang dilakukan di kelas, guru lebih dominan
dalam proses pengajaran dimana guru sebagai sumber utama pengetahuan. Siswa kurang
terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga sebagian siswa pasif dan kurang terlibat
dalam proses pembelajaran tersebut. Guru cenderung menggunakan metode ceramah tanpa
menggunakan media pembelajaran, sehingga guru hanya menjelaskan materi dan
memberikan soal sehingga guru kurang memotivasi siswa dalam menemukan suatu konsep.
Disamping itu, kesulitan yang dialami siswa karena kurangnya pemahaman dan ketertarikan
siswa pada pelajaran fisika. Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah suasana kelas
yang pasif serta sebagian siswa menganggap bahwa fisika adalah pelajaran yang sulit
sehingga kecenderungan kelas menjadi tegang dan monoton. Oleh karena itulah
diperlukannya guru yang aktif dan kreatif dan media pembelajaran yang menarik dalam
kegiatan pembelajaran sehingga siswa dapat menerima dan menguasai materi dan mencapai
tujuan pembelajaran yang diinginkan. Untuk itu peneliti ingin memberikan solusi dengan
judul pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality
terhadap peningkatan pemahaman konsep dan minat belajar peserta didik.
Media pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah augmented realty. AR
adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke
dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya
tersebut dalam waktu nyata (Kanti et al., 2022) . Penelitian dari (Affandi et al., 2014)
menyatakan bahwa Penggunaan media ini tidak hanya berhasil meningkatkan jenjang
kognitif di tingkat bawah saja, tetapi juga pada jenjang kognitif di tingkat atas. Artinya, tidak
hanya siswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi saja yang dapat memahami materi
dengan menggunakan media pembelajaran berbasis augmented reality ini. Hal ini sesuai
dengan penelitian dari (Azizaturredha et al., 2019) yang menyatakan bahwa penggunaan
model pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar
siswa.
METODOLOGI PENELITIAN
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif, pendekatan
kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang menggunakan data-data berupa angka dan
ilmu pasti untuk menjawab hipotesis penelitian (Charismana et al., 2022). Sedangkan metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yaitu dilakukan untuk melihat akibat
suatu perlakuan. Adapun jenis eksperimen yang digunakan peneliti adalah quasi eksperimen.
Penelitian quasi eksperimen yaitu dengan sengaja mengusahakan tumbuhnya variabel-
variabel dan selanjutnya dikontrol untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa
mata pelajaran fisika melalui pretest dan postest (eksperimen semu) (Zevender, 2021). Pada
penelitian ini, peneliti menggunakan jenis desain control group pre test post test
[Link] ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada
kelas eksperimen menggunakan model Inkuiri terbimbing dan kelas kontrol menggunakan
pembelajaran direct intruction.
Tabel 3. 1 Desain Penelitian Non Equivalent Control Group
Kelas
O
1
X1 O
2
Eksperimen
Kelas O
3
X2 O
4
Kontrol
Keterangan:
1
O = nilai pretest (sebelum diberi perlakuan) pada kelas eksperimen.
2
O = nilai posttest (setelah diberi perlakuan) pada kelas eksperimen.
3
O = nilai pretest (sebelum diberi perlakuan) pada kelas kontrol.
4
O = nilai posttest (setelah diberi perlakuan) pada kelas kontrol.
X 1= Perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen, yaitu kegiatan pembelajaran dengan
model inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality.
X 2 = Perlakuan yang diberikan pada kelas kontrol, yaitu kegiatan pembelajaran dengan model
direct instruction.
Dalam penelitian ini, peneliti memperoleh data dari hasil pretest dan posttest yang
dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan
memberikan soal pretest terlebih dahulu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kemudian
diberikan perlakuan, dimana kelas eksperimen menggunakan model inkuiri
terbimbingsedangkan di kelas kontrol menggunakan model stad. Pada saat diberikan
perlakuan guru juga melakukan observasi. Setelah diberi perlakuan, selanjutnya diberikan
posttest kepada kedua kelas tersebut dan kemudian data tersebut dianalisis. Hal ini dilakukan
untuk mengetahui pemahaman konsep siswa setelah diberikan perlakuan
Valid N (listwise) 18
Dari Tabel di atas menunjukan bahwa ada selisih antara nilai rata-rata pemahaman
konsep pretest dan posttest. Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen adalah 29,44 dan nilai
posttest menunjukan rata-rata pemahaman konsep sebesar 76,39. Sedangkan nilai rata-rata
pretest kelas kontrol adalah 33,06 dan nilai posttest menunjukan rata-rata pemahaman konsep
sebesar 50,00. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa ada peningkaan nilai pada dua
kelas setelah diberi perlakuan yang berbeda. Kelas eksperimen mengalami peningkatan
sebesar 46,95 dan kelas kontrol mengalami peningkatan sebesar 16,94.
orientasi 4 4 4 Baik
Rata-rata 4 Baik
Shapiro wilk
Variabel
Statistic df Sig.
Berdasarkan table di atas hasil uji shaphiro-wilk menujjukan bahwa data nilai
pemahaman konsep untuk kelas eksperimen terdistrubusi normal. Pada pretest kelas
eksperimen dengan angka signifikansi 0,335 > 0,05 dan potstest kelas eksperimen
terdistribusi normal dengan angka signifikansi 0,688 > 0,05. Pada pretest kelas kontrol
dengan angka signifikansi 0,126 > 0,05 pada posttes kelas kontrol dengan angka signifikansi
0,429 > 0,05. Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa data setiap kelompok
terdistribusi normal sehingga analisis data dapat dilanjutkan untuk uji prasyarat homogenitas
Levene
df1 df2 Sig.
Statistic
1.1.5 Uji-t
Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan analisis uji-t dengan
menggunakan uji t (paired sample t-test). Pengujian hipotesis dengan statistik parametrik
dibantu dengan menggunakan program SPSS 16 for Windows. Ringkasan hasil analisis data
uji hipotesis disajikan pada tabel
Sig. (2-
F Sig. t df tailed)
Equal variances
6.174 33.952 .000
not assumed
Dari tabel ini diperoleh angka signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari pada 0,05. Hasil ini
dapat diintepretasikan bahwa hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat perbedaan yang
signifikan antara pretest dan posttest melalui penggunaan model inkuiri terbimbing
berbantuan augmented reality di SMK Darul Falah. Hal ini menandakan bahwa penggunaan
model inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap pemahaman konsep fisika siswa SMK Darul Falah.
1.1.6 N-GAIN
Analisis data skor gain ternormalisasi dilakukan untuk menguji apakah ada peningkatan
atau tidak dari hasil yang telah uji. Hasil analisis data skor Gain Ternormalisasi terhadap
pemahaman konsep siswa dapat dilihat pada table
Interpertasi 2,058 %
Kategori Kuat
Berdasarkan hasil uji effect size, dapat disimpulkan bahwa nilai effect size sebesar
2,058 menunjukkan pengaruh yang tergolong kuat.
1.2 Pembahasan
Penelitian ini dilaksanakan di SMK DARUL FALAH Pamekasan, pada tanggal 10
hingga 12 juni 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model
pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality dalam meningkatkan
pemahaman konsep siswa kelas XI SMK DARUL FALAH. Jenis penelitian yang digunakan
adalah Quasi Experimental Design dengan rancangan Non-Equivalent Control Group
Design. Penelitian ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok
Kontrol. Sebelum pelaksanaan pembelajaran di kelas, penelitian ini diawali dengan
pemberian pretest kepada 18 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol, guna
mengetahui kemampuan awal siswa. Selanjutnya, kelas eksperimen diberikan perlakuan
dengan menggunakan model inkuiri terbimbing berbantuan augmented reality, sedangkan
kelas kontrol menggunakan model direct intruction. Setelah proses pembelajaran, kedua
kelompok diberikan posttest sebagai tes evaluasi untuk mengetahui pengaruh masing-masing
model pembelajaran terhadap pemahaman konsep fisika siswa.
Berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh dari prestest, postest, uji-t, uji N-Gain, dan
effect size dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan nilai baik pada kelas eksperimen
maupun kelas kontrol setelah diberi perlakuan. Namun, peningkatan yang terjadi pada kelas
eksperimen lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa
pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih besar.
Peningkatan tersebut diduga kuat disebabkan oleh keistimewaan pendekatan pembelajaran
yang digunakan, yaitu perpaduan antara media augmented reality dan model pembelajaran
ikuiri terbimbing. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen dengan menggunakan model
inkuiri terbimbing, peserta terlibat aktif dalam pembelajaran, seperti: merumuskan masalah,
merumuskan hipotesis, merancang percobaan, melakukan percobaan, mengumpulkan dan
menganalisis data, kemudian menarik kesimpulan. Keterlibatan aktif peserta didik dalam
pembelajaran, menjadikan peserta didik belajar bermakna. Peserta didik tidak hanya belajar
dengan cara menghafal akan tetapi membangun dan memahami konsep itu sendiri. Hal ini
sesuai dengan penelitian (Nurmayani et al., 2018) Yang menunjukkan bahwa penerapan
model pemebelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta
didik. Selain itu dengan adanya bantuan media augmented reality, peserta didik menjadi lebih
mudah untuk memahami materi yang dibahas. Hal ini dikarenakan augmented reality dapat
memvisualisasi hal yang bersifat abastrak kepada peserta didik seperti halnya pada materi
cermin cembung. Hasil dari penelitian ini Sesuai dengan penelitian dari (Aisyah et al., 2022)
yang mengungkapkan bahwa media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada mata
pelajaran fisika berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman konsep peserta didik.
Media augmented realtyyang digunakan pada kelas eksperimen dapat dilihat pada
gambar di bawah ini
Gambar 4. 1 Media Augmented Pemantulan
Pada gambar tersebut terdapat bagian yang bertuliskan ”pemantulan” yang mana Ketika
tulisan tersebut diklik maka akan memunculkan garis-garis yang menunjukkan bagaimana
gambaran dari sinar datang, dan sinar pantul pada cermin cembung.
Selain itu, pada augmented reality ini juga terdapat bagian yang bertulis “bayangan” yang
mana Ketika tulisan tersebut diklik maka akan memunculkan pembetukan bayangan pada
cermin cembung sekaligus akan menunjukkan bagia-bagian dari gambar-gambar yang ada
pada augmented reality tersebut.
Gambar 4. 3 media Augmented Reality
Adapun media augmented reality ini dapat diakses melalui link berikut
[Link]
Pada saat diberi perlakuan, peserta didik pada kelas eksperimen sangat antusias. Hal ini
dikarenakan adanya penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang membuat
peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan penelitian dari
(Azizaturredha et al., 2019) yang menyatakan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri
terbimbing memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar siswa. Media pembelajaran
augmented reality yang digunakan pada kelas eksperimen juga membuat peserta didik
menjadi antusias dalam kegiatan pembelajaran. Seseuai dengan penyataan dari
(Putra Socrates & Mufit, 2022)
dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa pengguanaan media
augmented realty memberikan dampak positif terhadap minat belajar, pemahaman konsep,
dan hasil belajar peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Affandi, H., Permana Suwarna, I., & Hertanti, E. (2014). Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis
Augmented Reality terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Konsep Dinamika Partikel. Jurnal
TARBIYA Pendidikan Masyarakat Muslim.
Aisyah, A., Tika Gustiani, W., Alyamuari, A., Izdihar, D., Candra Dewi, L., & Liliawati, W. (2022).
Systematic Literature Review: Pengaruh Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Terhadap
Hasil Belajar Siswa Fisika SMA. In Prosiding Seminar Nasional Fisika (Vol. 1, Issue 1).
Arif Ibrahim, M., Mumtaz Maulana, M., Ningsih Sri Sukowati, F., Abu Bakar Yogyakarta, S. I., &
Istimewa Yogyakarta, D. (2024). Aplikasi media pembelajaran berbasis Augmented Reality dalam
rangka cinta Fisika materi gerak dan gaya. In Jurnal Teknologi Komunikasi Pendidikan (Vol. 15,
Issue 2). [Link]
Azizaturredha, M., Fatmawati, S., Hadma Yuliani, dan, & Pendidikan Fisika IAIN Palangka Raya, P.
(2019). PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN MEDIA
LABORATORIUM VIRTUAL (PhET) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR,
KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MINAT BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN
ELASTISITAS. [Link]
Charismana, D. S., Retnawati, H., & Dhewantoro, H. N. S. (2022). Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar
Pada Mata Pelajaran Ppkn Di Indonesia: Kajian Analisis Meta. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori
Dan Praktik Pendidikan PKn, 9(2), 99–113. [Link]
Hidayati, P., Putri, L. P., Dewi, A. C., & Syukur, A. (2024). Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri
Terbimbing Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Fisika Siswa. Journal of Classroom Action
Research, 6(2). [Link]
Indrawaty Youllia, Ichwan M., & Putra Wahyu. (2013). MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
PENGENALAN ANATOMI MANUSIA MENGGUNAKAN METODE AUGMENTED REALITY (AR).
Iskandar, H., & Marwoto, P. (2020). Integrasi Simulasi Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung
menggunakan Visual Basic For Application Powerpoint dengan Nomograf Optik. PSEJ (Pancasakti
Science Education Journal), 5(1), 17–27. [Link]
Juita, D. P., Priya, P., Azwardi, M., & Amra, A. (2024). Pentingnya Pengembangan Sumber Daya Manusia
pada Lembaga Pendidikan. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(3), 3068–3077.
[Link]
Kanti, L., Rahayu, S. F., Apriana, E., & Susanti, E. (2022). Analisis Pengembangan Media Pembelajaran
Berbasis Augmented Reality dengan Model POE2WE Pada Materi Teori Kinetik Gas: Literature
Review. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Fisika, 2(1), 75–82. [Link]
Lailil, H., Rifah, M. ’, Ami, S., Nikmatus, F., Universitas, S., Wahab, K. A., Jalan, H. ;, No, G., &
Jombang, T. (2021). Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Melalui Pembelajaran Praktikum Terhadap
Kemampuan Psikomotor Peserta Didik Kelas Xi Mia Man 10 Jombang. Jurnal Biologi Dan
Pembelajarannya, 8(1), 14–18.
Murtiyasa, B., & Sari, N. K. P. M. (2022). ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA
MATERI BILANGAN BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM. AKSIOMA: Jurnal Program
Studi Pendidikan Matematika, 11(3), 2059. [Link]
Nurmayani, L., Doyan, A., & Nyoman Sri Putu Verawati, N. (2018). PENGARUH MODEL
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA
DIDIK. JPPIPA, 4(2).
Putra Socrates, T., & Mufit, F. (2022). EFEKTIVITAS PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA
BERBASIS AUGMENTED REALITY: STUDI LITERATUR.
Rahmani, Mustadi, A., Maulidar, & Senen, A. (2021). THE DEVELOPMENT OF TEACHING
MATERIALS BASED ON CONTEXT AND CREATIVITY TO INCREASE STUDENTS
SCIENTIFIC LITERACY. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 9(2), 345–364.
[Link]
Ririnsia Harra Hau, R. (2019). Pemahaman Siswa terhadap Konsep Hukum I Newton. 2(2), 56–61.
Riska Dewi, L., Anggaryani Jurusan Fisika, M., & Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, F. (2020).
Laily Riska Dewi, Mita Anggaryani PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN
AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID PADA MATERI ALAT OPTIK. 09(03), 369–376.
Schwarz, C. V., & Gwekwerere, Y. N. (2007). Using a guided inquiry and modeling instructional
framework (EIMA) to support preservice K-8 science teaching. Science Education, 91(1), 158–186.
[Link]
Sevtia, A. F., Taufik, M., & Doyan, A. (2022a). Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis
Google Sites untuk Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Konsep dan Berpikir Kritis Peserta Didik
SMA. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3), 1167–1173. [Link]
Sevtia, A. F., Taufik, M., & Doyan, A. (2022b). Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis
Google Sites untuk Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Konsep dan Berpikir Kritis Peserta Didik
SMA. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3), 1167–1173. [Link]
Wahid, S. (2023). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Fisika
Ditinjau Dari Minat Belajar Peserta Didik Kelas XI SMAN 9 Makassar. Jurnal Ilmiah Ecosystem,
23(3), 774–785. [Link]
Wawan Fatwa, M., & Harjono, A. (2018). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI
TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES DAN PENGUASAAN KONSEP SAINS
DITINJAU DARI PENGETAHUAN AWAL PESERTA DIDIK. In Jurnal Pendidikan Fisika dan
Teknologi (Vol. 4, Issue 1).
Wiyoko, T., & Astuti, N. (n.d.). Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa Kelas Iii Sekolah Dasar.
Wiyoko, T., & Astuti, N. (2020). PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Tri Wiyoko Nidar
Astuti. Jurnal Pendidikan, 5(1), 68–76.