0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan108 halaman

Peningkatan Hasil Belajar PAI dengan PBL

PTK Ida BePTK

Diunggah oleh

Guntur Makalew
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan108 halaman

Peningkatan Hasil Belajar PAI dengan PBL

PTK Ida BePTK

Diunggah oleh

Guntur Makalew
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kurikulum Merdeka menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan saat

ini. Di harapkan kurikulum merdeka dapat memperbaiki kurikulum sebelum-

sebelumnya. Dunia semakin cepat berubah maka anak didik di negeri ini pun

juga harus di didik sesuai zamannya. Apa lagi di sekolah kejuruan yang

mayoritas peserta didiknya berorientasi kepada pekerjaan setelah lulus

sekolah. Salah satu kompetensi awal yang harus dikuasai peserta didik pada

pelajaran PAI di kelas X.4/Multimedia adalah peserta didik dapat mengenal

dan memahami Syu’abul Iman, peserta didik diharapkan mampu memahami

pesan pokok tentang Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan dengan

baik.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa, bahwa peserta didik

masih merasa kesulitan pada materi Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan.

Dalam Kajian Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan peserta didik

cenderung tidak memiliki minat dan merasa jenuh dengan kegiatan tersebut.

Faktor yang mengakibatkan rendahnya HASIL BELAJAR PAI Materi Peran

Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan peserta didik; yaitu (1) minat belajar

peserta didik masih kurang dan cenderung bosan pada saat mengikuti kegiatan

pembelajaran, (2) peserta didik kurang konsentrasi dalam menerima pelajaran,

(3) Peserta Didik tidak serius belajar, rasa ingin tahu tidak ada, kemandirian

dan ketekunan dalam proses pembelajaran terlihat sedikit sekali, (4) hasil

1
belajar PAI kajian tentang Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan

masih terdapat beberapa siswa tidak memenuhi KKTP (Kriteria Ketercapaian

Tujuan Pembelajaran). Selain faktor di atas, faktor yang berpengaruh besar

dalam keberhasilan suatu pembelajaran adalah faktor pendidik sebagai

fasilitator, model, dan media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Untuk membuktikan kebenaran hasil wawancara tentang kesulitan peserta

didik dalam materi Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan, peneliti

mengadakan pre tes di kelas X.4/Multimedia SMK PGRI 2 Belitang.

Rendahnya hasil belajar siswa pada Peran Syu’abul Iman dalam Menata

Kehidupan peserta didik telah dibuktikan dengan adanya perolehan hasil pre tes

pada materi Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan dari 25 peserta didik

kelas X.4/Multimedia SMK PGRI 2 Belitang. Berdasarkan hasil pretes peserta

didik, diperoleh nilai ketuntasan klasikal sebanyak 8 siswa atau 32% yang

berhasil mencapai nilai KKTP. Dan siswa yang belum mencapai target

ketuntasan secara klasikal sebanyak 17 siswa atau 56%. Adapun nilai KKTP

sebesar 70.

Melihat pernyataan ini dapat dikatakan bahwa persoalan di atas penulis

tertarik untuk meneliti dan menguji sejauh mana HASIL BELAJAR PAI materi

Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan melalui model pembelajaran

problem based learning. Pengajaran berdasarkan masalah ini telah dikenal

sejak zaman John Dewey. Menurut Dewey (dalam Trianto, 2009:91) belajar

berdasarkan masalah adalah interaksi antara stimulus dan respon, merupakan

hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberikan

2
masukan kepada peserta didik berupa bantuan dan masalah, sedangkan sistem

saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah

yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai, dianalisis, serta dicari pemecahannya

dengan baik.

Pembelajaran Berbasis Masalah yang berasal dari bahasa Inggris Problem-

based Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dimulai dengan

menyelesaikan suatu masalah, tetapi untuk menyelesaikan masalah itu peserta

didik memerlukan pengetahuan baru untuk dapat menyelesaikannya.

Dari uraian latar belakang tersebut maka diambil judul penelitian sebagai

berikut: ”PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI DENGAN

METODE PBL PADA SISWA KELAS X.4/MULTIMEDIA SMK

PGRI 2 BELITANG TAHUN PELAJARAN 2024/2025”

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, ada beberapa masalah yang

dapat diidentifikasi, sebagai berikut:

1. Guru kurang optimal dalam menerapkan metode pembelajaran yang variatif.

2. hasil belajar PAI materi tentang Peran Syu’abul Iman dalam Menata

Kehidupan masih terdapat beberapa siswa tidak memenuhi KKTP (Kriteria

Ketercapaian Tujuan Pembelajaran).

3. Siswa tidak serius belajar, rasa ingin tahu tidak ada, kemandirian dan

ketekunan dalam proses pembelajaran terlihat sedikit sekali.

3
C. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah :

1. Bagaimana aktivitas belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

materi peran Syuabul Iman dalam menata kehidupan setelah di terapkan

model pembelajaran problem based learning?

2. Apakah penerapan model pembelajaran problem based learning dapat

meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

materi peran Syuabul Iman dalam menata kehidupan?

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini dilakukan Yaitu :

1. Untuk mengetahui hasil belajar PAI materi peran Syuabul Iman dalam

menata kehidupan sesudah di terapkan model pembelajaran problem based

learning

2. Untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran problem based

learning dapat Meningkatkan Hasil Belajar PAI Materi peran Syuabul Iman

dalam menata kehidupan.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut :

1. Bagi sekolah : sebagai bahan masukan dalam rangka meningkatkan mutu

pembelajaran di sekolah khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama

4
Islam Kajian tentang Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan.

2. Bagi kepala sekolah : sebagai bahan masukan dalam rangka

mengembangkan kreatifitas para guru dalam mengajar siswa

3. Bagi guru : diharapkan kepada guru dapat di terapkan model pembelajaran

problem based learning sebagai bahan alternative pembelajaran dalam upaya

membangkitkan motivasi, rasa ingin tahu dan keaktifan siswa dalam proses

belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

Materi Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan

5
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kajian Teori

1) Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Dalam seluruh proses pendidikan disekolah, kegiatan belajar

merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti berhasil tidaknya

pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung pada bagaimana proses

belajar yang dialami siswa sebagai anak didik. Belajar pada hakikatnya

adalah pembentukan asosiasi antara kesan yang ditangkap panca indra

dengan kecenderungan untuk bertindak atau hubungan antara stimulant dan

respon (John Locke dalam Sanjaya,2009:114).

Dengan demikian untuk mengukur tercapainya suatu pembelajaran

disekolah, maka seorang guru memberikan evaluasi. Evaluasi tersebut dapat

dilakukan dengan berbagai cara. Seperti dengan Tanya jawab, ulangan

harian, tes tertulis dan sebagainya. Dengan begitu hasil belajar siswa dapat

diketahui oleh seorang guru.

Azwar (2002:13) menyatakan bahwa hasil belajar adalah hasil yang

dicapai oleh siswa dalam belajar. Menurut kamus besar bahasa Indonesia

(KBBI) (2002:895) hasil belajar adalah hasil pelajaran yang diperoleh dari

kegiatan belajar disekolah yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan

melalui pengukiran dan nilai. Winkel (2007:102)

6
menjelaskan bahwa setiap kegiatan belajar yang menghasilkan suatu

perubahan yang khas disebut hasil belajar.

Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya kegiatan

pembelajaran disekolah. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha

sadar yang dilakukan secara sistematis mengarah kepada perubahan yang

positif. Menurut Sudjana (2010:22) hasil belajar adalah kemampuan yang

dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Wahidmurni

(2010:18) menjelaskan bahwa seseorang dapat dikatakan telah berhasil

dalam belajar jika ia mampu menunjukkan adanya perubahan dalam dirinya.

Perubahan-perubahan tersebut diantaranya dari segi berfikirnya,

ketrampilannya, atau sikap terhadap obyek.

Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai oleh siswa dalam kegiatan

belajar dengan mencapai nilai optimal. Yang dimaksud nilai optimal dalam

penelitian ini yaitu nilai diatas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar

merupakan tingkat kemampuan yang dimiliki siswa dalam menerima,

menolak dan menilai informasi yang diperoleh dalam proses pembelajaran.

Hasil belajar diukur dengan tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari

materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai ataukalimat.

b. Macam-Macam Hasil Belajar

Hasil belajar dibagi menjadi tiga taksonomi yang disebut dengan

ranah belajar, yaitu: (1) ranah kognitif yang mencakup: ingatan,

pemahaman, penerapan, analisi, sintesis, dan evaluasi, (2) ranah afektif

7
yang mencakup: penerimaan, penanggapan, penilaian,

pengorganisasian, dan pembetukan pola hidup, dan (3) ranah psikomotorik

yang mencakup: persepsi, kesiapan, gerakan bimbingan, gerakan biasa,

gerakan komplek, penyesuaian, dan kreatifitas (Benyamin S. Bloom dalam

Winkel,2007:273).

Menurut Sudjana (2005: 22) hasil belajar dibagi dalam tiga ranah,

yaitu: (1) Ranah Kognitif, (2) Ranah Afektif, dan (3) Ranah Psikomotorik.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa. Hasil belajar seseorang

dapat di bagi dan diukur menjadi tiga ranah belajar,yaitu: (1) ranah kognitif

yang mencakup: ingatan, pemahaman, penerapan, analisi, sintesis, dan

evaluasi, (2) ranah afektif yang mencakup: penerimaan, penanggapan,

penilaian, pengorganisasian, dan pembetukan pola hidup, dan (3) ranah

psikomotorik yang mencakup: persepsi, kesiapan, gerakan bimbingan,

gerakan biasa, gerakan komplek, penyesuaian, dankreatifitas.

c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Menurut Hamalik (2005: 183) perbedaan hasil belajar dikalangan para

siswa disebabkan oleh berbagai faktor-faktor, antara lain : faktor

kematangan, latar belakang siswa, dan bakat siswa. Untuk mencapai hasil

belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan

beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar, antara lain: faktor intern,

dan faktor ekstern. Faktor intern itu merupakan faktor IPAs anak seperti

kecerdasan,bakat,minat,danmotivasi.

8
Faktor ekstern itu berasal dari luar diri anak seperti keluarga, sekolah,

masyarakat, dan sebagainya (Slameto, 1998 : 54-71).

1) Faktor Internal : Faktor internal adalah faktor yang timbul dari diri

individu itu sendiri, adapun yang dapat digolongkan kedalam factor

intern yaitu kecerdasan, bakat, minat, dan motifasi.

a) Kecerdasan

Menurut Kartono (1995:1) kecerdasan merupakan salah satu aspek

yang penting ,dan sangat menentukan berhasil tidaknya belajar

seseorang. Kalau seorang siswa mempunyai tingkat kecerdasan tinggi

maka secara potensi ia dapat mencapai prestasi yang tinggi. Menurut

Slameto (1988:56) tingkat kecerdasan yang tinggi akan lebih berhasil

daripada yang mempunyai tingkat kecerdasan yang rendah. Dari

pendapat diatas sudah jelas bahwa kecerdasan yang tinggi merupakan

faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajar.

b) Bakat

Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang

sebagai kecakapan pembawaan. Hal ini sesuai dengan yang

dikemukakan oleh Kartono (1995:2) bahwa bakat adalah potesi atau

kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui

belajar dan menjadi kecakapan yang nyata. Menurut Muhibbin

(2002:41) menanga Pinohan bakat diartikan sebagai kemampuan

individu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya

pendidikan dan latihan. Dari pendapat diatas dijelaskan bahwa

9
tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang sangat ditentukan oleh

bakat yang dimilikinya sehubungan dengan bakat ini dapat

mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar.

c). Minat

Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan

mengenai beberapa kegiatan. Kegiatan yang dimiliki seseorang

diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa kasih sayang.

Winkel (2007:57) minat adalah kecenderungan yang menetap dalam

subjek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu dan merasa senang

berkecimpung dibidang itu. Kemudian Sardiman (1992:76)

mengemukakan minat adalah suatu kondisi yang terjadi apabila

seseorang melihat cirri-ciri atau arti sementara situasi yang

dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-

kebutuhansendiri.

Berdasarkan pendapat diatas, sudah jelas bahwa minat besar

pengaruhnya terhadap belajar. Bahkan pelajaran yang menarik minat

siswa lebih mudah dipelajari dan dipahami. Untuk memperoleh hasil

yang baik maka seorang siswa dituntut untu mengembangkan dirinya

sesuai dengan minat yang dimilikinya.

d) Motivasi

Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut

merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan

belajar. Persoalan mengenai motivasi dalam belajar adalah bagaimana

10
cara mengatur agar motivasi dapat ditingkatkan. Demikianpula dalam

kegiatan pembelajaran seoarang siswa akan berhasil jika mempunyai

motivasi untuk belajar.

Dalam memberikan motivasi seorang guru harus berusaha dengan

segala kemampuan yang ada untuk mengarahkan perhatian siswa

kepada sasaran tertentu. Dengan adanya dorongan ini seorang siswa

akan timbul inisiatif dalam dirinya. Untuk membangkitkan motivasi

kepada siswa, supaya dapat melakukan kegiatan pembelajaran dengan

kehendak sendiri dan belajar secara aktif.

2) Faktor Eksternal : Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang dapat

mempengaruhi hasil belajar yang sifatnya diluar diri siswa, yaitu

keadaan keluarga, keadaan sekolah, dan keadaan masyarakat.

a) Keadaan keluarga

Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat, tempat

seseorang dilahirkan dan dibesarkan. Menurut Slameto (1998:56)

keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Dalam hal

ini Hasbullah (1994:46) menNanga Pinohan keluarga adalah merupakan

lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilahanak

pertama-tama mendapatkan pendidikan dan bimbingan, sedangkan tugas

utama dalam keluarga adalah sebagai peletak dasar bagi pendidikan

akhlak dan pandangan hidup keagamaan.

Oleh karena itu orang tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan

dimulai dari keluarga. Sedangkan sekolah merupakan pendidikan

11
lanjutan. Peralihan pendidikan informal ke lembaga formal memerlukan

kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sebagai pendidik dalam

usaha meningkatkan hasil belajar.

b) Keadaan sekolah

Sekolah merupakan lembaga formal pertama yang sangat penting

dalam menentukan keberhasilan siswa, karena lingkungan sekolah yang

baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Keadaan sekolah ini

meliputi cara penyajian pelajaran, hubungan guru dengan siswa, alat-alat

pelajaran, dan kurikulum. Menurut Kartono (1995:6) menyatakan bahwa

guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, dan

memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar. Oleh sebab itu, guru

dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan, dan memiliki

metode yang tepat dalam mengajar.

c) Keadaan Masyarakat

Disamping orang tua, lingkungan juga merupakan salah satu faktor

yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalam proses

pembelajaran disekolah. Karena lingkungan alam sekitar sangat besar

pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak. Dalam hal ini

Kartono (1995:5) berpendapat lingkungan masyarakat dapat

menimbulkan kesukaran belajar anak, terutama anak-anak yang sebaya.

Oleh karena itu, lingkungan juga bisa berpengaruh terhadap belajar anak.

Apabila lingkungan nyaman dan tenang maka seorang anak juga dapat

12
belajar dengan tenang dan tidak terganggu. Hasil belajarnya pun akan

meningkat.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat

keberhasilan siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor tersebut sangat menentukan terhadap hasil belajar siswa. Faktor-

faktor tersebut dibagi menjadi dua, yaitu (1) Faktor internal : faktor yang

muncul dari dalam diri seseorang atau karena faktor bawaan, seperti

kecerdasan, bakat, minat dan motivasi, (2) Faktor eksternal : faktor yang

muncul dari luar diri seseorang, seperti keluarga, sekolah, dan

lingkunganmasyarakat.

2) Hakekat Pembalajaran Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam adalah disiplin ilmu pendidikan yang

berlandaskan ajaran Islam, yang teori dan konsep digali dan dikembangkan

melalui pemikiran dan penelitian ilmiyah berdasarkan tuntutan dan petunjuk

al-Quran dan as-Sunnah. Pendidikan Islam berorientasi kepada duniawi dan

ukhrawi, berbeda dengan konsep pendidikan barat yang hanya untuk

kepentingan dunia semata. Islam sebagai agama yang universal berisi

ajaran-ajaran yang dapat membimbing manusia kepada kebahagiaan hidup

di dunia dan akhirat. Karena itu ayat yang diturun surat al-Baqarah/1 ayat 1-

5: memerintahkan manusia untuk Beriman pada Alloh dan merupakan

petunjuk bagi orang yang bertaqwa. Pendidikan Islam tidak mengenal

pemisahan antara sains dengan agama, dan juga prinsipnya seimbang antara

13
dunia dan akhirat. Pendidikan seperti inilah yang perlu diwariskan kepada

generasi Islam, sehingga umat Islam mendapat tempat terhormat di dunia

dengan ilmunya, dan juga di akhirat juga dengan ilmunya. Tujuan

pendidikan merupakan seperangkat hasil yang harus di capai oleh peserta

didik setelah mengikuti pembelajaran. Rangkaian kegiatan pendidikan yang

diikuti melalui bimbingan, pengajaran, dan latihan, kesemuanya diarahkan

untuk tercapainya tujuan pendidikan.

3) Pengertian Syu’abul Iman

Pengertian Syu‘abul Īmān adalah: Cabang-cabang Iman, Syu‘abul

Īmān atau cabang-cabang iman meliputi ajaran-ajaran yang harus diamalkan

manusia, yaitu tentang keimanan, ibadah, dan akhlak.

Pengertian Iman adalah :

1. Qoulu Bilisan artinya: di Ikrarkan/ Diucapkan dengan Lisan

2. Wa Tashdiqu Biljinan/ : Membenarkan dengan biqolbu / Hati

3. Wa Af alu bil Arkan : Menjalankan dengan Seluruh Anggota Badan

Iman memiliki tujuh puluh tiga sampai tujuh puluh sembilan atau enam

puluh tiga sampai enam puluh sembilan cabang, dan yang paling tinggi

adalah kalimat Lā ilāha illallāh, sedang yang paling rendah adalah

menyingkirkan gangguan dari jalan.

4) Model Pembelajaran Problem Based Learning

1. Pengertian Model pembelajaran problem based learning

14
Pengajaran berdasarkan masalah ini telah dikenal sejak zaman John

Dewey. Menurut Dewey (dalam Trianto, 2009:91) belajar berdasarkan

masalah adalah interaksi antara stimulus dan respon, merupakan

hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan

memberikan masukan kepada peserta didik berupa bantuan dan masalah,

sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara

efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai,

dianalisis, serta dicari pemecahannya dengan baik.

Pembelajaran Berbasis Masalah yang berasal dari bahasa Inggris

Problem-based Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang

dimulai dengan menyelesaikan suatu masalah, tetapi untuk

menyelesaikan masalah itu peserta didik memerlukan pengetahuan baru

untuk dapat menyelesaikannya.

Pendekatan pembelajaran berbasis masalah (problem-based

learning / PBL) adalah konsep pembelajaran yang membantu guru

menciptakan lingkungan pembelajaran yang dimulai dengan masalah

yang penting dan relevan (bersangkut-paut) bagi peserta didik, dan

memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih

realistik (nyata).

Pembelajaran Berbasis Masalah melibatkan peserta didik dalam

proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, berpusat kepada peserta

didik, yang mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan

kemampuan belajar mandiri yang diperlukan untuk menghadapi

15
tantangan dalam kehidupan dan karier, dalam lingkungan yang

bertambah kompleks sekarang ini. Pembelajaran Berbasis Masalah dapat

pula dimulai dengan melakukan kerja kelompok antar peserta didik.

peserta didik menyelidiki sendiri, menemukan permasalahan, kemudian

menyelesaikan masalahnya di bawah petunjuk fasilitator (guru).

2. Ciri-ciri Pembelajaran Berbasis Masalah

1) Pertama, strategi pembelajaran berbasis masalah merupakan rangkaian

aktivitas pembelajaran artinya dalam pembelajaran ini tidak

mengharapkan peserta didik hanya sekedar mendengarkan, mencatat

kemudian menghafal materi pelajaran, akan tetapi melalui strategi

pembelajaran berbasis masalah peserta didik aktif berpikir,

berkomunikasi, mencari dan mengolah data dan akhirnya

menyimpulkannya.

2) Kedua, aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah.

Strategi pembelajaran berbasis masalah menempatkan masalah sebagai

kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah tidak

mungkin ada proses pembelajaran.

3) Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan

berpikir secara ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah

adalah proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini

dilakukan secara sistematis dan empiris, sistematis artinya berpikir

ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu, sedangkan empiris

artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada data dan fakta

16
yang jelas.

3. Komponen-Komponen Pembelajaran Berbasis Masalah

Komponen-komponen pembelajaran berbasisi masalah dikemkakan oleh

Arends, diantaranya adalah :

a. Permasalahan autentik. Model pembelajaran berbasis masalah

mengorganisasikan masalah nyata yang penting secara sosial dan

bermanfaat bagi peserta didik. Permasalahan yang dihadapi peserta didik

dalam dunia nyata tidak dapat dijawab dengan jawaban yang sederhana.

b. Fokus interdisipliner. Dimaksudkan agar peserta didik belajar berpikir

struktural dan belajar menggunakan berbagai perspektif keilmuan.

c. Pengamatan autentik. Hal ini dinaksudkan untuk menemukan solusi yang

nyata. Peserta didik diwajibkan untuk menganalisis dan menetapkan

masalahnya, mengembangkan hipotesis dan membuat prediksi,

mengumpulkan dan menganalisis informasi, melaksanakan eksperimen,

membuat inferensi, dan menarik kesimpulan.

d. Produk. Peserta didik dituntut untuk membuat produk hasil

[Link] bisa berupa kertas yang dideskripsikan dan

didemonstrasikan kepada orang lain.

e. Kolaborasi. Dapat mendorong penyelidikan dan dialog bersama untuk

mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan sosial.

4. Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah

John Dewey seorang ahli pendidikan berkebangsaan Amerika memaparkan

6 langkah dalam pembelajaran berbasis masalah ini :

17
a. Merumuskan masalah. Guru membimbing peserta didik untuk

menentukan masalah yang akan dipecahkan dalam proses pembelajaran,

walaupun sebenarnya guru telah menetapkan masalah tersebut.

b. Menganalisis masalah. Langkah peserta didik meninjau masalah secara

kritis dari berbagai sudut pandang.

c. Merumuskan hipotesis. Langkah peserta didik merumuskan berbagai

kemungkinan pemecahan sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki.

d. Mengumpulkan data. Langkah peserta didik mencari dan

menggambarkan berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan

masalah.

e. Pengujian hipotesis. Langkah peserta didik dalam merumuskan dan

mengambil kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan

hipotesis yang diajukan

f. Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah. Langkah peserta didik

menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil

pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan.

Sedangkan menurut David Johnson & Johnson memaparkan 5 langkah

melalui kegiatan kelompok :

a. Mendefinisikan masalah. Merumuskan masalah dari peristiwa tertentu

yang mengandung konflik hingga peserta didik jelas dengan masalah

yang dikaji. Dalam hal ini guru meminta pendapat peserta didik tentang

masalah yang sedang dikaji.

b. Mendiagnosis masalah, yaitu menentukan sebab-sebab terjadinya

18
masalah.

c. Merumuskan alternatif strategi. Menguji setiap tindakan yang telah

dirumuskan melalui diskusi kelas.

d. Menentukan & menerapkan strategi pilihan. Pengambilan keputusan

tentang strategi mana yang dilakukan.

e. Melakukan evaluasi. Baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil.

Secara umum langkah-langkah model pembelajaran ini adalah :

a. Menyadari Masalah. Dimulai dengan kesadaran akan masalah yang harus

dipecahkan. Kemampuan yang harus dicapai peserta didik adalah peserta

didik dapat menentukan atau menangkap kesenjangan yang dirasakan

oleh manusia dan lingkungan sosial.

b. Merumuskan Masalah. Rumusan masalah berhubungan dengan kejelasan

dan kesamaan persepsi tentang masalah dan berkaitan dengan data-data

yang harus dikumpulkan. Diharapkan peserta didik dapat menentukan

prioritas masalah.

c. Mengumpulkan Data. peserta didik didorong untuk mengumpulkan data

yang relevan. Kemampuan yang diharapkan adalah peserta didik dapat

mengumpulkan data dan memetakan serta menyajikan dalam berbagai

tampilan sehingga sudah dipahami.

19
B. Kerangka Berpikir

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi guru, maka kerangka berfikir

pelaksanaan tindakan kelas sebagai berikut :

Sebelum di terapkan Hasil belajar Pendidikan


model pembelajaran Agama Islam rendah
problem based learning
(Pra siklus)

Setelah di terapkan model Hasil belajar Pendidikan


pembelajaran problem Agama Islam mulai
based learning (siklus I) meningkat tapi belum
maksimal

Setelah di terapkan model Hasil belajar Pendidikan


pembelajaran PBL dan Agama Islam meningkat
TPACK (siklus II) pesat

Gambar 1 Kerangka Berfikir

20
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas

(Classroom Action Research). Pengertian penelitian tindakan kelas dapat

dipahami sebagai penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri

melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses

pembelajaran dikelas sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan

(Daryanto, 2011: 4). Menurut Mulyasa (2010: 3) Penelitian Tindakan Kelas

adalah sebuah bentuk refleksi diri yang melibatkan para guru sebagai

partisipasi atas proses pendidikan yang mereka lakukan dengan maksud untuk

meningkatkan kualitas pendidikan bagi diri sendiri maupun peserta didik.

Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2006: 3) bahwa penelitian

tindakan kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan di kelas dengan

tujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu praktik pembelajaran. Penelitian

tindakan kelas merupakan suatu tindakan yang secara khusus diamati terus

menerus dilihat plus minusnya kemudian diadakan pengubahan terkontrol

sampai pada upaya maksimal dalam bentuk tindakan yang paling tepat.

Dengan demikian penelitian tindakan kelas adalah proses pengkajian

masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk

memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang

terencana serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut.

21
Penelitian tindakan kelas di lakukan secara kolaborasi antara Kepala

Sekolah, dan peneliti. Dalam prosesnya terbentuk siklus yang terdiri dari empat

tahapan yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan

(observation), dan refleksi (reflection). Pelaksanaan siklus ini terdiri dari

beberapa tahapan sehingga akan dapat tercapai tujuan yang diinginkan.

B. Setting Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK PGRI 2 Belitang

Kelas X.4/Multimedia. Pemilihan kelas ini dengan pertimbangan bahwa

hasil belajar Pendidikan Agama Islam masih rendah. Harapannya guru dapat

meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Dalam penelitian tindakan

kelas ini peneliti juga berperan sebagai guru pelaksana tindakan.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan Bulan Agustus 2024 sampai Oktober 2024

secara garis besar pelaksanaan penilitian dapat dibagi menjadi 3 tahapan:

a. Tahap persiapan

Tahap ini dimulai dari pengajuan judul dan pembuatan proposal.

b. Tahap Pelaksanaan

Tahapan ini meliputi semua kegiatan yang berlangsung dilapangan.

c. Menyusun Laporan

Tahapan ini meliputi analisis data yang telah terkumpul dan penyusunan

laporan hasil penelitian yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

22
Untuk lebih jelasnya pelaksanaan penelitian ini dapat dilihat dalam tabel

berikut:

Tabel 1 Waktu penelitian

No Jenis Kegiatan Waktu


1 Izin penelitian 1 Agustus 2024
2 Pra Tindakan
Wawancara 3 Agustus 2024
Observasi Awal 4 Agustus 2024
3 Menentukan tema penelitian 5 Agustus 2024
4 Menyusun Proposal PTK 10 – 15 Agustus 2024
5 Menyusun Instrument 17-19 Agustus 2024
6 Sosialisasi rencana PTK 24-27 Agustus 2024
7 Pelaksanaan Siklus 1
Melaksanakan pembelajaran 4 September 2024
pertemuan 1
Melaksanakan pembelajaran 08 September 2024
pertemuan 2
Observasi 10-12 September 2024
Refleksi 14-15 September 2024
8 Pelaksanaan Siklus 2
Melaksanakan pembelajaran 20 September 2024
pertemuan 3
Melaksanakan pembelajaran 24 September 2024
pertemuan 4
Observasi 27-28 September 2024
Refleksi 1-2 Oktober 2024
9 Analisis Instrument penelitian 5-6 Oktober 2024
11 Penyusunan Laporan PTK 10-15 Oktober 2024

C. Subyek Penelitian

1. Subyek penelitian yang melaksanakan tindakan

Dalam penelitian ini guru Pendidikan Agama Islam SMK PGRI 2 Belitang

sebagai peneliti.

2. Subyek penelitian yang menerima tindakan

23
Subjek penelitian adalah siswa kelas X.4/Multimedia SMK PGRI 2 Belitang

tahun pelajaran 2024/2025. Jumlah Kelas X.4/Multimedia ada 25 siswa,

dalam penelitian ini semua siswa di kelas tersebut diambil sebagai subyek

penelitian.

D. Teknik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data merupakan suatu cara yang digunakan untuk

memperoleh data yang diperlukan dalam sebuah penelitian. Terkait cara untuk

mendapatkan data dari lapangan. Baik buruknya hasil penelitian tergantung

pada metode atau tehnik pengumpulan data yang dilakukan dan prosedur-

prosedur ataupun alat yang digunakan dalam penelitian. Adapun metodenya

adalah:

1. Metode observasi

Metode observasi, yaitu dengan mengamati perilaku, peristiwa, atau

mencatat karakteristik fisik dalam peraturan alamiah (Muhammad Yaumi,

Muljono Damopolii, 2014:112).

Metode ini digunakan untuk mengamati/ melihat secara langsung

bagaimana proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tindakan

dilakukan. Peneliti juga menggunakan lembar observasi siswa yang

bertujuan untuk mengetahui keterlibatan siswa terhadap proses

pembelajaran yang meliputi kehadiran, keaktifan, kerjasama / kekompakan

dan kemampuan.

24
2. Metode Interview (Wawancara)

Menurut Lexy J. Moleong (2010: 186) wawancara adalah percakapan

yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang

mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan

jawaban atas pertanyaan itu. Sedangkan menurut Nasution (2003: 113)

wawancara atau interview adalah suatu bentuk komunikasi verbal semacam

percakapan yang bertujuan memperoleh informasi. Wawancara membantu

peneliti untuk mengetahui informasi yang tidak dapat diperoleh pada saat

observasi Metode wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi

tentang pelaksanaan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan guru

kelas dan untuk mencari informasi terhadap siswa ketika peneliti

melaksanakan proses tindakan.

3. Metode Dokumentasi

Dokumentasi dari asal kata dokumen, yang berbentuk tulisan, gambar,

atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi dokumen merupakan

pelengkap dari penggunaan model pembelajaran problem based learning

dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian dari observasi

atau wawancara akan lebih kredibel atau dapat dipercaya jika didukung oleh

sejarah pribadi kehidupan di masa kecil, di sekolah, di tempat kerja, di

masyarakat, dan autobiografi. Hasil penelitian juga akan semakin kredibel

apabila didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik dan seni yang

telah ada (Sugiyono, 2014 : 82-83).

25
Data tersebut digunakan untuk memberi gambaran secara lebih

mendalam atau lebih detail sesuatu yang diteliti, yakni yang berkaitan

dengan pelaksanaan pembelajaran Kelas X.4/Multimedia di SMK PGRI 2

Belitang, yang berhubungan dengan Modul Ajar, kondisi sekolah, foto

kegiatan dan dokumentasi administrasi lainnya yang terkait dalam

pelaksanaan proses belajar mengajar khususnya pada kelas X.4/Multimedia

di SMK PGRI 2 Belitang.

4. Metode Tes

Menurut Arikunto dalam Purwanto (2009: 64) Tes adalah serangkaian

pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur

keterampilan, pengetahuan, intelegensia, kemampuan atau bakat yang

dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes aktivitas belajar bertujuan untuk

mengukur hasil yang telah dicapai siswa dalam belajar.

E. Teknik Analisis Data

Kegiatan menganalisa data merupakan hal yang yang sangat penting

dalam penelitian. Dengan menganalisa data akan mampu menyelesaikan

masalah dalam penelitian. Analisis data adalah proses pengorganisasian dan

pengurutan data ke dalam pola, kategori data satuan dasar sehingga dapat

ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan

oleh data (Moleong, 2010: 280).

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan statistik

26
diskriptif komparatif dan analisis interaktif. Statistik diskriptif komparatif

digunakan untuk data kuantitatif dan analisis interaktif digunakan untuk data

kualitatif. Jadi analisis data pada penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan

kualitatif.

1) Analisis Data Interaktif

Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini

adalah model analisis interaktif Milles dan Huberman yaitu dengan prosedur

1. Reduksi data 2. Pengumpulan data 3. Penyajian data 4. Penarikan

kesimpulan atau verifikasi, karena komponen tersebut saling berkaitan

dengan aktivitasnya berbentuk interaksi antar komponen dengan proses

pengumpulan data sebagai proses siklus (Sugiyono, 2014 : 91-99).

a) Pengumpulan Data

Bahwasanya dalam pengumpulan data selain mengumpulkan data

dengan wawancara, dokumentasi, observasi, penulis juga membuat catatan

lapangan dalam pengumpulan data itu. Catatan lapangan tidak lain daripada

catatan yang dibuat oleh peneliti sewaktu mengadakan pengamatan,

wawancara atau menyaksikan kejadian tertentu. Menurut Bogdan dan

Biklen, catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar,

dilihat, dialami dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data data refleksi

terhadap data dalam penelitian kualitatif (Moleong, 2010: 153)

b) Reduksi Data

Reduksi data artinya bentuk analisis yang mempertajam atau

memperdalam, menyortir, memusatkan, menyingkirkan, dan

27
mengorganisasi data untuk disimpulkan dan diverifikasi (Muhammad

Yaumi, Muljono Dalmopolii, 2014: 138).

Data yang direduksi memberi gambaran yang lebih tajam tentang hasil

pengamatan, juga mempermudah penelitian untuk mencari kembali data

yang diperoleh bila diperlukan.

c) Penyajian data

Setelah dilakukan reduksi data langkah selanjutnya adalah menyajikan

data secara jelas dan singkat. Dalam hal ini, data hasil kegiatan reduksi

kemudian disajikan berdasarkan pada aspek-aspek yang diteliti pada sekolah

yang menjadi lokasi penelitian. Dengan demikian penyajian data secara

singkat dan jelas dimungkinkan dapat mempermudah memahami gambaran

keseluruhan atau bagian tertentu dari aspek yang diteliti.

Penyajian data yaitu untuk membuat informasi terorganisasi dalam

bentuk yang tersedia, dapat diakses, dan terpadu, sehingga para pembaca

dapat melihat dengan mudah apa yang terjadi tentang sesuatu berdasarkan

pemaparan datanya (Muhammad Yaumi, Muljono Damopolii, 2014: 143).

d) Penarikan Kesimpulan/Verifikasi

Verifikasi data adalah pemeriksaan tentang benar dan tidaknya hasil

laporan penelitian. Kesimpulan adalah tinjauan ulang pada catatan

dilapangan atau kesimpulan dapat ditinjau sebagaimana yang muncul dari

data yang harus diuji kebenarannya, kekokohannya dan kecocokannya yaitu

yang merupakan validitasnya.

Langkah terakhir yang ditempuh setelah menganalisis data adalah

28
melakukan pengambilan kesimpulan dan verifikasi kesimpulan yang

dimaksud dalam tahap ini adalah memaknai terhadap data yang telah

terkumpul kesimpulan perlu dibuat dalam bentuk pernyataan singkat dan

mudah dipahami dengan mengacu pada pokok permasalahan yang akan

diteliti, karena merupakan intisari dari hasil penelitian.

2) Statistik Diskriptif Komparatif

Statistik deskriptif adalah prosedur matematis biasa yang menyajikan

data dengan jalan meringkas dan mengorganisasi secara relative jumlah

besar data numerik (Muhammad Yaumi, Muljono Damopolii, 2014: 73).

Analisa data dilakukan dengan membandingkan persentase aktivitas belajar

dengan indikator keberhasilan tindakan maka analisa data dilakukan dengan

langkah-langkah sebagai berikut:

1. Memberikan tes sebelum pemberian tindakan dan menghitung persentase

aktivitas belajar.

a) Data nilai hasil belajar siswa diperoleh menggunakan rumus: Nilai

Siswa= Jumlah jawaban benar X 10

Hasil belajar siswa dikatakan tuntas apabila nilai yang diperoleh > 70

b) Data nilai ketuntasan belajar siswa diperoleh menggunakan rumus:

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑑𝑎𝑟𝑖


Ketuntasan Belajar

70
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑡𝑖𝑎𝑛 X 100%

2. Memberikan tes setelah pemberian tindakan dan menghitung persentase

aktivitas belajar.

29
3. Menghitung selisih antara kedua persentase untuk mengetahui

peningkatan aktivitas belajar.

4. Membandingkan persentase aktivitas belajar dengan indikator

keberhasilan tindakan.

5. Membuat keputusan perbaikan.

F. Indikator Kinerja

Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari akan dijumpai berbagai

macam masalah yang terjadi pada siswa. Permasalahan yang dihadapi biasanya

terletak pada kegiatan belajar siswa. Siswa sulit meraih aktivitas belajar yang

baik meskipun mereka telah mengikuti kegiatan pembelajaran Pendidikan

Agama Islam disetiap jadwalnya.

Indikator pada tindakan penelitian ini dikatakan berhasil apabila setelah

pelaksanaan tindakan dengan menggunakan model pembelajaran problem

based learning dalam menyampaikan pelajaran Pendidikan Agama Islam

diharapkan minimal 75% dari 25 siswa mencapai aktivitas belajar minimal

mendapatkan nilai 70 sesuai dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan

Pembelajaran (KKTP) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas

X.4/Multimedia.

30
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Pra Tindakan

Pra tindakan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa

sebelum memulai siklus I dan II. Siswa diberikan tes dalam bentuk tes

tertulis. Adapun data hasil tes pra tindakan sebagai berikut :

Tabel 2

Daftar Nilai Pra Siklus

No Nama Siswa Nilai Pra Keterangan


Tindakan
1 ANGGA SAPUTRA 80 Tuntas
2 APRI ANSYAH 80 Tuntas
3 AYU RAMADANI 75 Tuntas
4 AZA DIA MAULIA 60 Belum Tuntas
5 BUNGA PUTRI LADILA 65 Belum Tuntas
6 CHELSI FEBRIANI 60 Belum Tuntas
7 CLARISTA OKTA VIANI 78 Tuntas
8 DEVITA NURUL AINI 50 Belum Tuntas
9 DISKA PRATAMA 55 Belum Tuntas
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA 80 Tuntas
11 FIONNA FEBIOLA 80 Tuntas
12 GALEN FADIL ANGGARA 65 Belum Tuntas
13 KAILA RATNASARI 66 Belum Tuntas
14 LAYLA NUR SABRINA 65 Belum Tuntas

31
15 MEICHA SASKIA 60 Belum Tuntas
16 NELI GUSTINA 65 Belum Tuntas
17 NISA DWI PRADESTI 80 Tuntas
18 NURHAMIDAH 60 Belum Tuntas
19 PUTRI MUTIASIH 60 Belum Tuntas
20 RAHAYU 60 Belum Tuntas
21 RAKA DAYONA 65 Belum Tuntas
22 RIDHO RAMA SAPUTRA 60 Belum Tuntas
23 TRYA PERTIWI 78 Tuntas
24 YUSUF INOVA 50 Belum Tuntas
25 ZAENAL MUSTAQIM 55 Belum Tuntas
Nilai Rata-rata 66,08
Jumlah Siswa Tuntas 8
Persentase Ketuntasan 32 %

Keterangan :

Nilai < 70 : Nilai Belum Tuntas. Nilai ≥ 70 : Nilai Tuntas.

Menghitung rata-rata nilai peserta didik

𝜒 = Σ𝜒𝑖
𝑁
Rumus :

= 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖


𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘
Jadi, rata-rata nilai

=1652
25
= 66,08.

Menghitung ketuntasan belajar klasikal

𝑃 = Σ𝑛1 × 100 %
Σ𝑛
Rumus :

32
𝑃 = 8 x 100% = 32 %
25

Setelah mengamati secara proses pembelajaran Pendidikan Agama

Islam materi Peran Syu’abul Iman dalam menata kehidupan kelas

X.4/Multimedia pada tahap pra siklus, kemudian peneliti mendiskusikan

dengan guru minta untuk tahap berikutnya yaitu tahap siklus I untuk

meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Siklus I

a. Perencanaan Tindakan

Perencanaan yang dilakukan oleh peneliti adalah menyiapkan dan

merancang Modul untuk dua kali pertemuan pada siklus I, tujuannya agar

dalam proses pembelajaran dapat terlaksana dengan efisien dan efektif.

Menganalisis

soal dimana letak kesulitan, sedang dan mudahnya soal,

mempersiapkan lembar observasi siswa dan guru untuk mengamati

proses belajar mengajar pada materi Pendidikan Agama Islam materi

kajian Hadits Nabi tentang Peran Syu’abul Iman dalam menata

kehidupan kelas X.4/Multimedia dengan menggunakan model

pembelajaran problem based learning.

Berdasarkan hasil pre test di atas, maka pada tahap ini yang

dilakukan peneliti adalah merencanakan tindakan yaitu sebagai berikut :

a) Membuat Modul Ajar, yang akan dilaksanakan pada siklus I dalam

upaya membantu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi

33
Pendidikan Agama Islam tentang Peran Syu’abul Iman dalam

menata kehidupan.

b) Mempersiapkan sarana pembelajaran yang mendukung terlaksananya

proses pembelajaran, yaitu buku ajar siswa.

c) Membuat format test hasil belajar siswa, untuk melihat hasil belajar

siswa pada materi Kajian Pendidikan Agama Islam materi tentang

Peran Syu’abul Iman dalam menata kehidupan.

d) Melakukan wawancara untuk siswa yang berkualitas dalam belajar.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pemberian tindakan I dengan melaksanakan pembelajaran dimana

peneliti bertindak sebagai guru di kelas. Pembelajaran dilaksanakan

adalah dengan menggunakan model pembelajaran problem based

learning. Materi yang diajarkan adalah materi Kajian Pendidikan Agama

Islam tentang Peran Syu’abul Iman dalam menata kehidupan. Peneliti

melaksanakan tindakan kegiatan pembelajaran berdasarkan mdul ajar.

Pelaksanaan tindakan ini dilakukan sebanyak 1 kali pertemuan dengan

alokasi waktu 3 x 45 menit.

1) Pendahuluan (15 Menit)

[Link] memberi salam dan menyapa peserta didik dengan

menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa dan

mengkondisikan kelas.

2. Berdo’a sebelum memulai pelajaran yang dipimpin salah satu siswa

34
3. Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang

sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3)

bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)

berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar

kelulusan dalam satuan pendidikan.

4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam

pembelajaran Mari Mengaji dan Mengkaji Pendidikan Agama

Islam materi Hadits Nabi tentang Peran Syu’abul Iman dalam

menata kehidupan.

2) Kegiatan Inti (105 Menit)

1. Guru menciptakan suasana kondusif selama proses pembelajaran.

2. Guru meminta peserta didik untuk mengamati artikel gambar dan

memberikan pendapatnya terkait dengan Syu’abul Iman.

3. Guru menjelaskan ruang lingkup materi Syuabul Iman.

4. Guru membagi siswa kedalam bebrapa kelompok yang terdiri dari

7/8 orang per kelompok

5. Guru meminta peserta didik untuk membaca Hadits yang

berkaitan dengan Syuabul Iman

6. Menerapkan model pembelajaran Problem Basic Learning (PBL),

Guru memberikan permasalahan terkait syu’abul iman (cabang-

cabang iman) pada masing-masing kelompok.

35
7. Guru meminta peserta didik merumuskan masalah terkait dengan

iman.

8. Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan masalah.

9. Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan

informasi dari buku-buku referensi atau dari internet untuk

menjawab rumusan masalah.

10. Peserta didik melakukan analisa perbandingan isi masing-masing

buku atau web rujukan.

11. Peserta didik mempresentasikan di depan kelas dan secara

bersama-sama menyimpulkan hasil temuan yang diperoleh.

12. Guru mengatur dan memanfaatkan kelompok siswa, secara

kolaboratif dengan pembelajaran aktif sehingga dapat

menumbuhkan kemampuan berfikir peserta didik tentang materi

membaca dan menghafal hadits tentang Syu’abul Iman

13. Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menyampaikan

pemahaman yang diperoleh dengan mempresentasikan hasil

potongan ayat yang sudah disusun oleh siswa, sedangkan siswa

yang lain memperhatikan, mengomentari, memberikan

pertanyaan dan sanggahan. Kegiatan ini terus berlangsug sampai

semua kelompok menyelesaikan kegiatan presentasi.

14. Guru memberikan fasilitas dan kesempatan agar siswa dapat

berkolaborasi dalam pembelajaran, sehingga siswa dapat

36
termotivasi untuk memahami hadist tentang Syu’abul Iman dari

berbagai sumber

15. Guru membimbing siswa untuk mencapai kompetensi yang

maksimal serta memberikan arahan terhadap kemampuan yang

ditampilkan siswa, sehingga siswa dapat membaca dan menghafal

hadist tentang Syu’abul Iman dengan benar dan lancar

16. Siswa dan guru melakukan tanya jawab terkait materi yang

belum dikuasai oleh siswa, serta membuat kesimpulan dari hasil

pembelajaran

3) Penutup (15 Menit)

1. Guru memberikan penguatan kepada peserta didik, dengan

menekankan pentingnya pembelajaran dalam kehidupan sehingga

siswa termotivasi untuk membaca dan menghafal hadist tentang

Syu’abul Iman karena dengan membaca maka akan memahami

makna Syu’abul Iman.

2. Guru melaksanakan penilaian serta refleksi dengan cara

memberikan pertanyaan dan bisa juga tanggapan siswa dari

kegiatan yang telah dilakukan sebagai bahan masukan dalam

perbaikan langkah selanjutnya

3. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan

tugas baik secara individu maupun kelompok pada peserta didik.

Dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan

berikutnya

37
4. Guru dan peserta didik menutup kegiatan pembelajaran dengan

membaca do’a.

Setelah kegiatan pembelajaran selesai dilaksanakan, guru

memberikan tes hasil belajar pada setiap siswa, yang bertujuan untuk

melihat sejauhmana motivasi siswa pada siklus I dan motivasi siswa pada

tahap perencanaan siklus I.

c. Pengamatan tindakan (observasi)

Langkah ini merupakan pengamatan terhadap motivasi peserta didik

dalam model pembelajaran problem based learning. Aktivitas belajar

yang diamati ada 5 kategori diantaranya :

a). Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta

menerapkan juga menjadi teladan untuk Peranan Syu’abul Iman

dalam menata Kehidupan dengan sangat baik dan benar.

b). Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta

menerapkan tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata

Kehidupan dengan baik dan benar.

c). Siswa memahami dan menjelaskan tentang Peranan Syu’abul Iman

dalam menata Kehidupan dengan benar

d). Siswa cukup memahami dan memjelaskan sebagian kajian tentang

Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan dengan baik

e). Siswa belum dapat memahami tentang Peranan Syu’abul Iman

dalam menata Kehidupan dengan baik.

Tabel 3

38
Hasil Pengamatan Aktivitas Peserta Didik Pada Tahap Siklus 1

Aspek Pengamatan Jumlah


No Nama
A B C D E Score
1 ANGGA SAPUTRA √ √ √ √ 4
2 APRI ANSYAH √ √ √ √ 3
3 AYU RAMADANI √ √ √ 3
4 AZA DIA MAULIA √ √ 2
5 BUNGA PUTRI LADILA √ √ √ 3
6 CHELSI FEBRIANI √ √ √ 3
7 CLARISTA OKTA VIANI √ √ √ 3
8 DEVITA NURUL AINI √ √ 2
9 DISKA PRATAMA √ √ 2
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA √ √ √ √ 4
11 FIONNA FEBIOLA √ √ √ √ 4
12 GALEN FADIL ANGGARA √ √ 2
13 KAILA RATNASARI √ √ √ 3
14 LAYLA NUR SABRINA √ √ √ 3
15 MEICHA SASKIA √ √ √ 3
16 NELI GUSTINA √ √ √ √ 4
17 NISA DWI PRADESTI √ √ √ √ 4
18 NURHAMIDAH √ √ √ 3
19 PUTRI MUTIASIH √ √ 2
20 RAHAYU √ √ √ √ 4
21 RAKA DAYONA √ √ √ √ 4
22 RIDHO RAMA SAPUTRA √ √ √ √ 4
23 TRYA PERTIWI √ √ √ √ 4
24 YUSUF INOVA √ √ √ 3
25 ZAENAL MUSTAQIM √ √ √ 3
Jumlah 79

Keterangan aspek pengamatan:

39
A: Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta

menerapkan juga menjadi teladan untuk Peranan Syu’abul Iman dalam

menata Kehidupan dengan sangat baik dan benar.

B: Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta

menerapkan tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan

dengan baik dan benar.

C: Siswa memahami dan menjelaskan tentang Peranan Syu’abul

Iman dalam menata Kehidupan dengan benar

D: Siswa cukup memahami dan memjelaskan sebagian kajian

tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan dengan baik

E: Siswa belum dapat memahami tentang Peranan Syu’abul Iman

dalam menata Kehidupan dengan baik.

Keterangan Skor :

Di cheklist : ya skor 1

Tidak di cheklist : tidak skor 0

Kriteria Penilaian:

Skor maksimal : 25 X 5 : 125

91-125 : Aktifitas siswa sangat baik

46-90 : Aktifitas siswa baik

10 - 45 : Aktifitas siswa cukup

Dari hasil pengamatan siklus I di dapatkan jumlah skor 79 artinya Aktifitas

siswa baik.

Dari hasil pengamatan aktifitas belajar peserta didik pada tahap siklus 1

40
Kajian tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan dengan model

pembelajaran problem based learning di dapatkan skor 79 dengan kategori

“baik”. Hal ini menujukkan bahwa strategi yang diterapkan dapat membuat

siswa termotivasi dalam Proses Belajar Mengajar. Keaktifan siswa juga akan

mempengaruhi hasil belajar siswa, maka dari itu peneliti melakukan tes (post

test) pada akhir pembelajaran dengan hasil belajar sebagai berikut:

Tabel 4

Daftar Nilai Siklus I

Nilai
No Nama Siswa Keterangan
Siklus I
1 ANGGA SAPUTRA 80 Tuntas
2 APRI ANSYAH 85 Tuntas
3 AYU RAMADANI 78 Tuntas
4 AZA DIA MAULIA 60 Belum Tuntas
5 BUNGA PUTRI LADILA 78 Tuntas
6 CHELSI FEBRIANI 75 Belum Tuntas
7 CLARISTA OKTA VIANI 80 Tuntas
8 DEVITA NURUL AINI 65 Belum Tuntas
9 DISKA PRATAMA 67 Belum Tuntas
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA 85 Tuntas
11 FIONNA FEBIOLA 85 Tuntas
12 GALEN FADIL ANGGARA 60 Belum Tuntas
13 KAILA RATNASARI 75 Tuntas
14 LAYLA NUR SABRINA 75 Tuntas
15 MEICHA SASKIA 65 Belum Tuntas
16 NELI GUSTINA 74 Tuntas
17 NISA DWI PRADESTI 82 Tuntas

41
18 NURHAMIDAH 65 Belum Tuntas
19 PUTRI MUTIASIH 65 Belum Tuntas
20 RAHAYU 60 Belum Tuntas
21 RAKA DAYONA 75 Tuntas
22 RIDHO RAMA SAPUTRA 65 Belum Tuntas
23 TRYA PERTIWI 80 Tuntas
24 YUSUF INOVA 60 Belum Tuntas
25 ZAENAL MUSTAQIM 70 Tuntas
Nilai Rata-rata 72,36

Jumlah Siswa Tuntas 14


Persentase Ketuntasan 56 %

Keterangan :

Nilai < 70 : Nilai Belum Tuntas. Nilai ≥ 70 : Nilai Tuntas.

Menghitung rata-rata nilai peserta didik

𝜒 = Σ𝜒𝑖
𝑁
Rumus :

= 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖


𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘
Jadi, rata-rata nilai

= 1809
25
= 72,36

Menghitung ketuntasan belajar klasikal

Rumus : 𝑃 = Σ𝑛1 × 100 %


Σ𝑛

𝑃 = 14 x 100 %
25

= 56 %

42
Berdasarkan tes hasil belajar klasikal memiliki persentase 56% dengan

kategori “tinggi”. Walaupun dengan kategori tersebut masih ada siswa yang

belum tuntas. Hal ini akan dilanjutkan dengan mengadakan siklus II. Dari hasil

analisis diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pada siklus I masih

butuh perbaikan, karena masih ada beberapa peserta didik yang belum

mencapai ketuntasan belajar dan ketuntasan belajar klasikal belum tercapai

yang artinya masih ada beberapa peserta didik yang memiliki hasil belajar yang

rendah .

d. Refleksi

Setelah proses pembelajaran siklus I peneliti dan guru mendiskusikan hasil

pengamatan pada penyajian siklus I yang kemudian di gunakan untuk

perbaikan pada siklus II, hasilnya adalah sebagai berikut:

1) Keterampilan dan kemampuan guru

a) Guru memberikan motivasi kepada peserta didik sebelum pelaksanaan

pembelajaran serta memberikan penegasan kepada peserta didik yang sering

berbuat ulah dan mengganggu temannya.

b) Guru memanfaatkan waktu secara optimal dengan masuk kelas tepat waktu

dan melakukan persiapan secara matang.

c) Peserta didik ditekankan lagi untuk lebih fokus dalam proses pembelajaran.

2) Pengamatan aktivitas peserta didik

a) Masing–masing kelompok kurang bisa saling mendengarkan pendapat

temannya.

43
b) Keterampilan masing–masing kelompok masih kurang, sehingga dalam

melakukan tugas saling berebut ingin menjadi yang terbaik.

c) Ada sebagian peserta didik yang masih diam saja, karena masih

mengharapkan temannya yang dapat melakukannya.

Dari hasil tes akhir siklus I ternyata ketuntasan belajar klasikal peserta didik

mencapai (56%) dengan nilai rata-rata (72,36) dengan melihat hasil ketuntasan

peserta didik tersebut maka perlu diadakan perbaikan pada siklus II.

3. Siklus II

a. Perencanaan Tindakan II

Untuk meningkatkan keberhasilan dan memperbaiki ketidak tuntasan

belajar yang terdapat pada siklus I, maka langkah-langkah yang dapat di

tempuh pada rencana tindakan II ini adalah :

1. Guru memperbaiki dan mengembangkan Modul pembelajaran

dengan TPACK melalui Quizizz

2. Guru lebih aktif membimbing dan mengarahkan siswa, serta

memberikan motivasi kepada siswa dalam melaksanakan

pembelajaran.

3. Guru menyusun format observasi hasil belajar siswa siklus II, untuk

mengamati hasil belajar siswa dan melihat apakah terjadi

peningkatan hasil belajar siswa.

4. Guru melakukan Pertanyaan terhadap siswa mealalui Aplikasi Quizizz

b. Pelaksanaan Tindakan II

44
Pembelajaran yang dilakukan pada tindakan II ini dilaksanakan sebanyak

1 kali pertemuan dengan alokasi waktu 3x45 menit. Kegiatan

pembelajaran merupakan pengembangan pelaksanaan Modul

Pembelajaran yang telah disusun. Berikut rincian kegiatan pembelajaran

yang dilakukan.

Sebagai tindakan II yang dilakukan dengan berbagai perbaikan pada

proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem

based learning. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah :

1) Pendahuluan (15 Menit)

1. Pada awal pembelajaran guru memberi salam dan menyapa peserta

didik dengan menanyakan kabar dan keadaan peserta didik pagi

hari ini.

2. Guru mengecek kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas apakah

sudah bersih dan rapi, agar siap untuk memulai pembelajaran

3. Sebelum pelajaran dimulai guru meminta salah satu siswa untuk

memimpin membaca do’a sebelum belajar diikuti semua peserta

didik

4. Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang

sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3)

bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)

berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar

kelulusan dalam satuan pendidikan.

45
5. Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik untuk

mengulang kembali materi sebelumnya yang sudah dipelajari.

2) Kegiatan Inti (105 Menit)

1. Sebelum pembelajaran dimulai, Guru menyampaikan Tujuan

Pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran Pesan Pokok

Kajian tentang Syuabul Iman

2. Guru menunjukkan gambar orang sedang melakukan aktivitas dan

guru menjelaskan tentang gambar pembelajaran tersebut yaitu

tentang pesan pokok yang ada pada tentang Syu’abul Iman, yang

ditampilkan oleh guru pada screen proyektor

3. Peserta didik mengamati gambar dan penjelasan yang ditampilkan

oleh guru pada screen proyektor

4. Peserta didik memberikan penjelasan atau pendapatnya setelah

mengamati gambar pembelajaran tersebut, Sehingga peserta didik

termotivasi untuk belajar materi Syuabul Iman

5. Kemudian Guru membagi berberapa kelompok belajar peserta

didik

6. Melalui model pembelajaran Problem based learning, guru

membagi Tugas kelompok berupa mencari pasangan gambar kepada

masing-masing kelompok.

7. Kemudian setiap kelompok memasangkan gambar yang sesuai

dengan artinya yang ditempelkan pada kertas karton dengan benar.

8. Guru mengatur dan memanfaatkan kelompok siswa, secara

46
kolaboratif dengan pembelajaran aktif sehingga dapat menumbuhkan

kemampuan berfikir siswa tentang pesan pokok dan isi kandungan

yang ada pada Kajian tentang Syuabul Iman dengan benar

9. Setelah selesai, siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan

pemahaman yang diperoleh dengan mempresentasikan hasil yang

sudah dipasangkan oleh siswa, sedangkan siswa yang lain

memperhatikan dan memberikan komentar, Kegiatan ini terus

berlangsung sampai semua kelompok menyelesaikan kegiatan

presentasi nya.

[Link] memberikan fasilitas dan kesempatan agar siswa dapat

berkolaborasi dalam pembelajaran, sehingga siswa dapat termotivasi

untuk memahami tentang pesan pokok Kajian tentang Syuabul Iman.

[Link] membimbing siswa untuk mencapai kompetensi yang

maksimal serta memberikan arahan terhadap kemampuan yang

ditampilkan siswa, sehingga siswa dapat menjelaskan pesan pokok

Kajian tentang Syuabul Iman dengan baik

[Link] selesai tugas kelompok, guru melakukan Ice Breaking

untuk menghilangkan kejenuhan, kebosanan serta rasa mengantuk

agar siswa semangat kembali dalam pembelajaran.

[Link] memberikan tugas kepada siswa berupa Lembar kerja peserta

didik (LKPD). Untuk mengetahui pemahaman siswa tentang pesan

pokok Kajian tentang Syuabul Iman melalui Quizizz.

14. Guru meminta siswa untuk masuk ke aplikasi Quizizz dan

47
menjawab soal dengan cepat dan tepat kemudian sebagai leader.

3) Penutup (15 Menit)

1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran dan Guru

memberikan penguatan kepada siswa, dengan menekankan

pentingnya pembelajaran hari ini dalam kehidupan sehari-hari.

2. Guru melakukan penilaian dan refleksi dengan mengajukan

pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah

dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah

selanjutnya.

3. Guru dan peserta didik menutup kegiatan pembelajaran dengan

membaca Hamdalah dan do’a

c. Pengamatan tindakan (observasi)

Langkah ini merupakan pengamatan terhadap motivasi peserta didik

melalui model pembelajaran problem based learning. Aktivitas belajar

yang diamati ada 5 kategori diantaranya :

a). Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta

menerapkan juga menjadi teladan untuk Peranan Syu’abul Iman

dalam menata Kehidupan dengan sangat baik dan benar.

b). Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta

menerapkan tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata

Kehidupan dengan baik dan benar.

c). Siswa memahami dan menjelaskan tentang Peranan Syu’abul Iman

dalam menata Kehidupan dengan benar

48
d). Siswa cukup memahami dan memjelaskan sebagian kajian tentang

Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan dengan baik

e). Siswa belum dapat memahami tentang Peranan Syu’abul Iman

dalam menata Kehidupan dengan baik.

Adapun keaktifan peserta didik pun diteliti. Seperti pada tabel berikut

ini:

Tabel 5

Hasil Pengamatan Aktivitas Peserta Didik Pada Tahap Siklus II

Aspek
Jumlah
No Nama Pengamatan
Score
A B C D E
1 ANGGA SAPUTRA √ √ √ √ √ 5
2 APRI ANSYAH √ √ √ √ √ 5
3 AYU RAMADANI √ √ √ √ 4
4 AZA DIA MAULIA √ √ √ √ √ 5
5 BUNGA PUTRI LADILA √ √ √ √ √ 5
6 CHELSI FEBRIANI √ √ √ √ √ 5
7 CLARISTA OKTA VIANI √ √ √ √ √ 5
8 DEVITA NURUL AINI √ √ √ √ √ 5
9 DISKA PRATAMA √ √ √ √ 4
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA √ √ √ √ 4
11 FIONNA FEBIOLA √ √ √ √ 4
12 GALEN FADIL ANGGARA √ √ √ 3
13 KAILA RATNASARI √ √ √ √ √ 5
14 LAYLA NUR SABRINA √ √ √ √ √ 5
15 MEICHA SASKIA √ √ √ √ √ 5
16 NELI GUSTINA √ √ √ √ √ 5
17 NISA DWI PRADESTI √ √ √ √ √ 5

49
18 NURHAMIDAH √ √ √ √ √ 5
19 PUTRI MUTIASIH √ √ √ √ 4
20 RAHAYU √ √ √ √ √ 5
21 RAKA DAYONA √ √ √ √ √ 5
22 RIDHO RAMA SAPUTRA √ √ √ √ √ 5
23 TRYA PERTIWI √ √ √ √ √ 5
24 YUSUF INOVA √ √ √ √ 4
25 ZAENAL MUSTAQIM √ √ √ √ 4
Jumlah 116

Keterangan aspek pengamatan:

A: Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta

menerapkan juga menjadi teladan untuk Peranan Syu’abul Iman dalam

menata Kehidupan dengan sangat baik dan benar.

B: Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta

menerapkan tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan

dengan baik dan benar.

C: Siswa memahami dan menjelaskan tentang Peranan Syu’abul

Iman dalam menata Kehidupan dengan benar

D: Siswa cukup memahami dan memjelaskan sebagian kajian

tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan dengan baik

E: Siswa belum dapat memahami tentang Peranan Syu’abul Iman

dalam menata Kehidupan dengan baik.

Keterangan Skor :

Di cheklist : ya skor 1

50
Tidak di cheklist : tidak skor 0

Kriteria Penilaian:

Skor maksimal : 25 X 5 : 125

91-135 : Aktifitas siswa sangat baik

46-90 : Aktifitas siswa baik

10 - 45 : Aktifitas siswa cukup

Dari hasil pengamatan siklus II di dapatkan jumlah skor 116 artinya

Aktifitas siswa sangat baik.

Adapun persentase untuk keaktifan siswa pada siklus II ini mendapatkan

skor 116 dengan kategori “sangat baik”. Hal ini menunjukkan bahwa dengan

model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan motivasi

siswa. Maka dari itu hasil belajar materi Kajian tentang Syu’abul Iman juga

akan dapat ditingkatkan. Sebagaimana hasil belajar di bawah ini:

Tabel 6

Daftar Nilai Siklus II

Nilai
No Nama Siswa Keterangan
Siklus II
1 ANGGA SAPUTRA 90 Tuntas
2 APRI ANSYAH 90 Tuntas
3 AYU RAMADANI 90 Tuntas
4 AZA DIA MAULIA 85 Tuntas
5 BUNGA PUTRI LADILA 90 Tuntas
6 CHELSI FEBRIANI 80 Tuntas
7 CLARISTA OKTA VIANI 90 Tuntas
8 DEVITA NURUL AINI 85 Tuntas
9 DISKA PRATAMA 80 Tuntas

51
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA 90 Tuntas
11 FIONNA FEBIOLA 90 Tuntas
12 GALEN FADIL ANGGARA 78 Tuntas
13 KAILA RATNASARI 90 Tuntas
14 LAYLA NUR SABRINA 90 Tuntas
15 MEICHA SASKIA 80 Tuntas
16 NELI GUSTINA 90 Tuntas
17 NISA DWI PRADESTI 85 Tuntas
18 NURHAMIDAH 90 Tuntas
19 PUTRI MUTIASIH 90 Tuntas
20 RAHAYU 90 Tuntas
21 RAKA DAYONA 90 Tuntas
22 RIDHO RAMA SAPUTRA 85 Tuntas
23 TRYA PERTIWI 90 Tuntas
24 YUSUF INOVA 80 Tuntas
25 ZAENAL MUSTAQIM 85 Tuntas
Nilai Rata-rata 86,52
Jumlah Siswa Tuntas 25
Persentase Ketuntasan 100%

Keterangan :

Nilai < 70 : Nilai Belum Tuntas. Nilai ≥ 70 : Nilai Tuntas.

Menghitung rata-rata nilai peserta didik

𝜒 = Σ𝜒𝑖
𝑁
Rumus :

= 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖


𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘
Jadi, rata-rata nilai

= 2163
25
= 86,52.

Menghitung ketuntasan belajar klasikal

52
Rumus : 𝑃 = Σ𝑛1 × 100 %
Σ𝑛
𝑃 = 25 x 100%
25
= 100 %
d. Refleksi

Hasil refleksi di siklus II diperoleh sebagai berikut:

1) Guru mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik serta

memberikan apersepsi kepada peserta didik sehingga peserta didik

tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti belajar mengajar.

2) Peserta didik sudah mampu menjelaskan secara rinci materi Kajian

tentang Syu’abul Iman.

3) Peserta didik aktif bertanya ketika tidak faham dengan pembelajaran.

4) Siklus II dipandang sudah cukup karena hasil belajar pada materi Kajian

tentang Syu’abul Iman sudah mengalami peningkatan.

5) Sesuai dengan hasil refleksi pada siklus II, ternyata dengan

menggunakan model pembelajaran problem based learning tepat

digunakan pada materi Kajian tentang Syu’abul Iman.

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada tanggal Bulan

Agustus-Oktober 2024 menunjukkan bahwa model pembelajaran problem

based learning dapat diterapkan pada materi Kajian tentang Syu’abul Iman.

Dalam model pembelajaran problem based learning ini, aktivitas belajar

peserta didik yang dinilai ada 5 kategori diantaranya:

53
1. Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta menerapkan juga

menjadi teladan untuk Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan

dengan sangat baik dan benar.

2. Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta menerapkan

tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan dengan baik dan

benar.

3. Siswa memahami dan menjelaskan tentang Peranan Syu’abul Iman dalam

menata Kehidupan dengan benar

4. Siswa dapat memahami dan memjelaskan sebagian kajian tentang Peranan

Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan dengan benar

5. Siswa belum dapat memahami materi Peran Syu’abul Iman dalam menata

Kehidupan.

Sebagaimana yang terdapat pada tabel-tabel diatas dinyatakan bahwa

dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning didalam

proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar. Pada pra siklus

menunjukkan hasil belajar siswa secara klasikal 32% dengan kategori “sangat

rendah”, pada siklus I memiliki persentase 56% kategori tinggi, sedangkan

pada siklus II persentase secara klasikalnya 100% kategori “sangat tinggi”.

Pada siklus I siswa secara klasikal 56% dengan kategori “baik” dan pada

siklus II persentasenya menjadi 100% dan kategorinya “sangat baik”. Selain

persentase keaktifan guru dan peserta didik, maka yang akan disimpulkan juga

adalah hasil belajar peserta didik.

Berikut adalah grafik peningkatan hasil belajar peserta didik dari pra

54
siklus, ke siklus I ke siklus II

Grafik 1 peningkatan Hasil belajar peserta didik dari pra siklus, ke siklus I ke

siklus II

Selain terjadi peningkatan terhadap aktivitas peserta didik seperti yang

terlihat pada tabel diatas, dalam penelitian juga terjadi peningkatan terhadap

hasil belajar peserta didik. Hasil evaluasi pada siklus II mengalami peningkatan

dibanding dengan evaluasi pada siklus I. Hasil evaluasi siklus II diketahui

ketuntasan belajar klasikal mencapai (100%) dengan rata–rata nilai terakhir

peserta didik mencapai (86,25) yang sebelumnya pada pra siklus diketahui

ketuntasan belajar klasikal mencapai (32% ) dengan rata-rata nilai tes akhir

peserta didik mencapai (66,08) dan pada siklus I ketuntasan belajar klasikal

mencapai (56%) dengan rata-rata nilai tes akhir peserta didik (72,36).

Dari analisis diatas, baik pada siklus I yang kemudian dilakukan refleksi

dengan pelaksanaan siklus II. Penelitian pada pembelajaran Pendidikan Agama

Islam materi tentang peranan Syu’abul Iman dalam menata kehidupan

menggunakan model pembelajaran problem based learning dapat diterapkan.

55
pada materi peranan Syu’abul Iman dalam menata kehidupan yang ditunjukkan

dengan meningkatnya hasil belajar peserta didik. Keaktifan peserta didik juga

mengalami peningkatan dari peserta didik yang kurang berani bertanya kepada

guru maupun teman sekelas menjadi berani bertanya, kurang berani menjawab

pertanyaan dari guru menjadi berani menjawab.

Model pembelajaran problem based learning dapat diterapkan pada materi

peranan Syu’abul Iman dalam menata kehidupan karena dapat memecahkan

masalah sehingga aktivitas dan kerjasama meningkat dan dapat

mengembangkan motivasi peserta didik dalam mempelajari materi tersebut

sehingga tujuan instruksional dimana peserta didik sebagai subjek pendidikan

dapat terwujud dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai peserta didik.

Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran

problem based learning dapat diterapkan pada materi tentang peranan Syu’abul

Iman dalam menata kehidupan dan dapat meningkatkan hasil belajar di kelas

X.4/Multimedia SMK PGRI 2 Belitang Tahun Ajaran 2024/2025.

56
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian PTK (Penelitian Tindakan kelas) hasil penelitian pada

Penelitian Tindakan Kelas dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat

diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Penerapan model pembelajaran problem based learning dalam pembelajaran

materi Peran Syu’abul Iman dalam meata kehidupan di Kelas

X.1/Akuntansi SMK PGRI 2 Belitang merupakan pembelajaran yang

menyenangkan didalam kelas dan mampu meningkatkan hasil belajar dan

motivasi belajar dengan melalui belajar dengan model pembelajaran yang

menyenangkan.

2. Respon siswa ketika proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran

problem based learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

materi Peran Syu’abul Iman dalam meata kehidupan di kelas

X.1/Akuntansi SMK PGRI 2 Belitang siswa lebih aktif dan antusias dalam

pembelajaran yang ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang berusaha

menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. Hasil belajar

siswa pada masa pra tindakan (pre test) sebelum diterapkan model

pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran Pendidikan

57
Agama Islam materi Peran Syu’abul Iman dalam meata kehidupan di

Kelas X.1/Akuntansi SMK PGRI 2 Belitang dalam menguasai materi

Peran Syu’abul Iman dalam meata kehidupan dapat dilihat dari hasil

belajar siswa, rata-rata hasil belajar 66,08 dengan ketuntasan kelas

mencapai 32%.

3. Hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran problem based

learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Peran

Syu’abul Iman dalam meata kehidupan di Kelas X.1/Akuntansi SMK

PGRI 2 Belitang khususnya dalam menguasai materi Peran Syu’abul Iman

dalam meata kehidupan dapat dilihat dari hasil belajar siswa, pada siklus I

rata-rata hasil belajar 76,32 dengan ketuntasan kelas mencapai 56%. Dan

pada siklus II rata-rata hasil belajar 86,52 dengan ketuntasan kelas

mencapai 100%.

B. Saran

Berdasarkan pembahasan dan hasil temuan penelitian ini selanjutnnya

dapat diberikan beberapa saran yang mungkin berguna untuk meningkatkan

kualitas pembelajaran maka disarankan :

1. Kepada guru bidang studi Pendidikan Agama Islam hendaknya

menggunakan model pembelajaran problem based learning karena dapat

meningkatkan hasil belajar siswa dan apabila hasil belajar siswa tinggi

maka hasil belajar siswa pun akan meningkat.

2. Kepada peneliti lain yang ingin melakukan penelitian yang sama hendaknya

58
lebih memperhatikan model pembelajaran yang akan digunakan agar

pembelajaran lebih efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Trianto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. Jakarta:


Kencana Prenada Media Group

Sanjaya, Wina. 2009. STRATEGI PEMBELAJARAN Berorientasi Standar


Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Azwar,A.2002. Pengantar Epidemiologi. Penerbit Binarupa Aksara. Edisi


Revisi. Jakarta Barat.
Sudjana, Nana. 2010. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar.
Bandung. Sinar Baru Algensindo.

Wahidmurni, dkk. (2010:18). Evaluasi Pembelajaran. Yogjakarta. Nuha Litera.


Sudjana, Nana. 2005. Dasar-dasar Proses\Belajar Mengajar. Bandung. Sinar
Baru Algensindo.

Hamalik, Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. (2005). Jakarta: Bumi Aksara

Kartini Kartono. 1995. Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung :


CV Mandar Maju.

Slameto. 1988. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT


Rineka Cipta.

Syah, Muhibbin. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Winkel, W.S. (2007). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi

AM, Sardiman .(1992). Interaksi dan Motivasi Belajar [Link]: PT.


RajaGrafindo Persada.

Slameto, 1998. Proses Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit Semester (SKS).
Jakarta: Bumi Aksara.

Hasbullah 2015 .Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers

Kartini Kartono. 1995. Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung :


CV Mandar Maju.

59
Trianto. (2009, hlm. 22). model pembelajaran terpadu. jakarta: kencana
prenadanmedia group

Daryanto. (2011). Media Pembelajaran. Bandung: Sarana Tutorial Nurani


Sejahtera.

E. Mulyasa, (2010). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Bandung:


PT. Remaja Rosdakarya

Arikunto, S. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.


Bandung: PT Alfabet.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung :


ALFABETA

ogiyanto Hartono,2004, Analisis dan Desain,Yogyakarta: Andi Offset.

Yaumi, Muhammad. dan Muljono Damopolii. Action Research: Teori, Model


& Aplikasi. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014.

Moleong, L.J. [Link] Penelitian Kualitatif. Bandung:PT Remaja


Rosdakarya

Nasution (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,


Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Purwanto.(2009).Evaluasi Hasil Belajar. Surakarta: Pustaka Belajar.

Moleong, L.J. [Link] Penelitian Kualitatif. Bandung:PT Remaja


Rosdakarya

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,


Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Moleong, L.J. [Link] Penelitian Kualitatif. Bandung:PT Remaja


Rosdakarya

60
Lampiran 1

MODUL AJAR 1
PERAN SYU’ABUL IMAN DALAM MENATA KEHIDUPAN

Tema : Pengertian Dan Dalil Syu'abul Iman (Cabang-Cabang Iman) Dalam


Menata Kehidupan

INFORMASI UMUM

I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Ida Royani, [Link].I
Satuan Pendidikan : SMA
Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti
Prediksi Alokasi Waktu : 3 JP (3 x 45 Menit)
Tahun Penyusunan : 2024/2025

II. KOMPETENSI AWAL


Guru bisa berkomunikasi dan diskusi dengan guru mata pelajaran PPKN
terkait dengan pendidikan karakter dan profil pelajar pancasila, yang
membahas tentang etika dan moral baik sebagai seorang pemeluk agama,
maupun sebagai seorang warga negara agar senantiasa membiasakan ucapan,
tindakan dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai sebagaimana layaknya
umat beragama yang beriman dan bertakwa serta sebagai warga negara yang
berkepribadian Pancasila.

III. PROFIL PELAJAR PANCASILA


Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah beriman, bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis dan
kreatif.

IV. SARANA DAN PRASARANA


Fasilitas pembelajaran yang diperlukan diantaranya :

61
1. Laptop.
2. LCD Projector
3. Kitab Hadits
4. Buku Paket PAI Kurikulum Merdeka Kelas X Terbitan Erlangga..

V. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
VI. MODEL PEMBELAJARAN
Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project
Based Learning (PBL) Dimana siswa dihadapkan berbagai masalah dalam
kehidupan sehari-hari sehingga dapat berfikir kritis, memgidentifikasi
masalah dan membuat kesimpulan.

KOMPONEN INTI

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan :
1. Mampu Menganalisis makna Syu’abul Iman, Pengertian, dan dalilnya.
2. Mampu Menjelaskan makana Syu’abul Iman, Pengertian, dan dalilnya.
3. Mampu Menjelaskan Nilai-nilai pendidikan dalam Syu’abul Iman Melalui
metode project-based learning dan mind map, peserta didik mampu
mempresentasikan makna syu’abul iman (cabang-cabang iman)

II. PEMAHAMAN BERMAKNA


Guru dapat menghubungkan pelajaran pada materi bab sebelumnya dengan
pengalaman peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada saat
yang terjadi pada dirinya dalam kehidupannya, Apakah dirinya membiasakan
konsep malu adalah sebagian dari iman, kebersihan sebagian dari iman,
kesabaran adalah sebagian dari iman.
Peserta didik diminta menceritakan gambar artikel yang ada dan peserta didik
diminta mengambil hikmah dan pelajaran dari apersepsi tersebut.

III. PERTANYAAN PEMANTIK


Kegiatan awal, peserta didik mengamati dan mempelajari infografis.
Tampilan menarik infografis akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan
memotivasi untuk mempelajari materi pelajaran. Sebaiknya guru memberikan
umpan balik dan penguatan terhadap komentar peserta didik bahwa
penanaman iman adalah hal yang paling mendasar yang harus dilakukan sejak
dini dari lingkungan keluarga. Pendidikan tentang tauhid, yang harus diterima
oleh seorang anak, tidak hanya berupa konsep teoritis saja, namun harus
termanifestasikan dalam 3 (tiga) cabang keimanan antara lain ucapan,

62
keyakinan dan amalan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal-hal kecil
sekali pun, bahkan hanya dengan masih memiliki rasa malu, menjaga
kebersihan dan bersabar ketika menghadapi musibah dan ujian kehidupan.
Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mencermati gambar terkait materi
dan menuliskan komentar atau pesan moral yang terkandung dalam gambar
tersebut (aktivitas 2.2).

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN


Langkah-langkah kegiatan
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
 Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan
penilaian hasil pembelajaran
 Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis,
4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan global, yang
merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan.
Kegiatan Inti (105 Menit)
Langkah-langkah metode inquiry learning pada materi ini adalah sebagai
berikut:
 Guru menciptakan suasana kondusif selama proses pembelajaran.
 Guru menjelaskan ruang lingkup materi dan tujuan pembelajaran.
 Guru memberikan permasalahan terkait syu’abul iman (cabang-cabang
iman).
 Guru meminta peserta didik untuk membaca Hadits yang berkaitan dengan
Syuabul Iman
 Guru meminta peserta didik merumuskan masalah terkait dengan iman.
 Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan masalah.
 Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan informasi dari
buku-buku referensi atau dari internet untuk menjawab rumusan masalah.
 Peserta didik melakukan analisa perbandingan isi masing-masing buku
atau web rujukan.
 Peserta didik mempresentasikan di depan kelas dan secara bersama-sama
menyimpulkan hasil temuan yang diperoleh.

Kegiatan Penutup (10 MENIT)


 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
 Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk
mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
 Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada
pertemuan berikutnya.

63
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi
tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.
V. ASESMEN/PENILAIAN
a. Penilaian Sikap
Penilaian sikap berupa observasi yang berasal dari catatan kegiatan rutin
peserta didik, baik yang terkait dengan ibadah mahdhah (seperti shalat,
puasa sunah, membaca Al-Qur`an, dll) maupun ibadah sosial (seperti
membantu orang lain, dll), begitu pula perilaku yang terkait dengan materi,
yakni Peran Syuabul Iman dalam menata kehidupan. Kemudian peserta
didik diminta mengisi lembar penilaian diri dengan cara membubuhkan
tanda centang (√ ) pada kolom yang sesuai. Apabila peserta didik belum
menunjukkan sikap yang diharapkan maka dapat ditindak lanjuti dengan
melakukan pembinaan, baik oleh guru, wali kelas maupun guru BK.

b. Penilaian Pengetahuan
Peserta didik diminta mengerjakan 5 soal uraian.

c. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan pada bab ini adalah:
1) Peserta didik dapat menyusun pengelompokan cabang-cabang iman
dengan metode fish bone secara digital (atau manual jika sarana dan
prasarana tidak mendukung).
Contoh rubrik penilaian menyusun presentasi digital (manual)
Nama kelompok :
Anggota :
Kelas :
Nama proyek :
Skor dan kriteria skor
Aspek
3 2 1
Persiapan Jika memuat Jika memuat Jika memuat
program, tujuan, program, tujuan, program, tujuan,
topik dan alasan, topik dan alasan, topik dan alasan,
dengan lengkap kurang lengkap tidak lengkap
Pengumpulan Jika daftar Jika daftar Jika daftar
data pertanyaan pertanyaan pertanyaan
untuk untuk untuk
perencanaan perencanaan perencanaan
program dapat program dapat program tidak
dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan
semua dan data semua, tetapi semua, tetapi
tercatat dengan data tidak data tidak

64
rapi dan lengkap tercatat dengan tercatat dengan
rapi dan lengkap rapi dan lengkap
Pengolahan Jika Jika Jika sekadar
data pembahasan pembahasan melaporkan
data sesuai data kurang perencanaan
tujuan proyek menggambarkan program tanpa
tujuan proyek membahas data
Pelaporan Jika sistematika Jika sistematika Jika penulisan
tertulis penulisan benar penulisan benar kurang
dan namun bahasa sistematis dan
menggunakan kurang bahasa kurang
bahasa komunikatif komunikatif
komunikatif

VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


1. Remedial/Perbaikan
Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan
kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti
kegiatan remedial. Kegiatan remedial dilakukan pada waktu tertentu
sesuai perencanaan penilaian.
2. Pengayaan
Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar berdasarkan
kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan dapat mengikuti kegiatan
pengayaan berupa pendalaman materi. Kegiatan pengayaan dilakukan
pada waktu tertentu sesuai perencanaan penilaian.

Untuk lebih memahami dan mengeksplorasi materi keilmuan tentang


syu’abul iman, disarankan kepada peserta didik untuk aktif melakukan library
search atau kajian pustaka, dengan memperbanyak perbendaharaan sumber
belajar dan melakukan kegiatan literasi dari sumber-sumber rujukan sebagai
berikut:
1. Ringkasan Syu’ab al-Iman karya Imam Abu al-Ma’ali al-Qazwaini
2. Qami’uth Thughyan, Menyingkap Rahasia Cabang Keimanan, karya
Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi

[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK


1. Prosentase penduduk muslim adalah 87,2% dari jumlah seluruh penduduk
Indonesia. Merupakan populasi penduduk muslim terbesar dari Negara-
negara di dunia. Namun ternyata, besarnya prosentase populasi penduduk
muslim tersebut tidak berkorelasi positif dengan kehidupan dan praktik
keberagamaan yang baik. Angka kriminalitas tetap tinggi bahkan
cenderung naik setiap waktu, pergaulan bebas pada remaja dan pemuda

65
semakin parah, praktik aborsi, dan tindakan melawan hukum yang lain
semakin meningkat. Dan yang lebih memprihatinkan, ternyata tidak sedikit
dari mereka yang beridentitas muslim.
2. Lakukan kajian dan analisis sederhana mengapa fenomena ini terjadi.
Adakah yang salah dengan praktik keberagamaan masyarakat kita?
Mengapa?

Karangsari, i20 iSeptember i2024

Mengetahui, i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i
Kepala iSMK iPGRI i2 iBelitang, i i i i i i i i i iGuru iMata iPelajaran iPAI

FERI i iSUMATOYO, [Link].I i i i i i i i i i i i i iIDA IROYANI, [Link].I


NIP. i- iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

66
LAMPIRAN- LAMPIRAN

Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
1. Penilaian Sikap
A. Buatlah tabel mingguan/bulanan berupa ceck list tentang aktivitas ibadah
harian kalian pada buku khusus untuk pemantauan individu! Mulailah dari
ibadah wajib seperti halnya shalat lima waktu dilanjutkan dengan ibadah
sunah harian misalnya tadarus Al-Qur`an, dzikir, shalawat, membantu
orangtua, membantu teman, aktif pada kegiatan sosial, aktif terlibat dalam
organisasi kepemudaan serta amaliah lainnya. Lakukan dengan rutin,
ikhlas dan penuh tanggungjawab kepada Allah Swt.!
B. Berilah tanda centang ( √ ) pada kolom berikut dan berikan alasannya!
No Pernyataan SS S R TS STS Alasan
1 Dengan memahami syu’abul
iman, maka saya tergerak untuk
melakukan amalan-amalan wajib
dan sunah yang terkait dengan
implementasi riil dari cabang-
cabang iman tersebut
2 Saya akan istiqamah untuk
shalat lima waktu, menjaga
perkataan dan menghindari
perbuatan tercela
3 Saya akan belajar dengan
sungguh-sungguh dan berjanji
untuk bisa menjadi anak yang
bisa dibanggakan kedua orang
tua saya
4 Saya berkomitmen selalu
berkata jujur dan
bertanggungjawab atas
kepercayaan orang tua dan guru
yang diberikan kepada saya
5 Saya akan rajin bersedekah,
mengeluarkan infaq dan ringan
memberikan bantuan kepada
orang yang membutuhkan
SS (sangat setuju); S (setuju); R (ragu-ragu); TS (tidak setuju); STS

67
(sangat tidak setuju)

2. Penilaian Pengetahuan
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada jawaban
yang paling tepat!
1) Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan yang
kemudian disebut dengan agama Islam. Berikut ini yang merupakan
pengertian dari iman adalah….
[Link] dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
B. mempercayai setengah hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
C. mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
[Link] dengan hati, menolak dengan ucapan dan membuktikan
dengan perbuatan
E. mempercayai dengan hati, menyangkal dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan

2) Seorang mukmin, adalah seorang yang beriman dan melaksanakan ibadah


hanya mengharap ridho Alloh, seakan-akan Allah Swt. melihatnya,
meskipun ia tidak melihat Allah Swt. Pernyataan tersebut merupakan
definisi dari ….
A. Ihsan
B. Iman
C. Islam
D. Ikhlas
E. Istishab

3) Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu ma'rifatun bil qalbi,
iqrarun bil lisan dan amalun bil arkan. Dari contoh-contoh amalan di
bawah ini yang merupakan cabang iman dalam ranah ma'rifatun bil qalbi
adalah….
A. belajar dan menuntut ilmu
B. membaca kalimat thayyibah
C. membaca kitab suci Al-Qur`an
D. mengajarkan ilmu kepada orang lain
E. mencintai dan membenci karena Allah Swt.

4) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah perbuatan

68
adalah….
A. mengurus perawatan jenazah
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. menunaikan dan membayar hutang
D. meluruskan muamalah dan menghindari riba
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran

5) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah ikrar bilisan
adalah….
A. Berdo’a kepada Alloh SWT
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. Tadarus Al-Qur’an
D. Mengucap Syahadatain
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!


1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan iman?
2) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah tashdiqun bil qalbi!
3) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah iqrarun bil lisan!
4) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah ‘amalun bil arkan!
5) Apa manfaat kita mempelajari Syu’abul Iman, sebutkan!

69
Lampiran 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
1. Setiap manusia dilahirkan dengan fitrah yang sama yaitu memiliki keyakinan
tentang zat Yang Maha Kuasa, yang dalam istilah agama disebut dengan iman.
2. Iman adalah suatu niat, ucapan dan perbuatan, di mana tidak sempurna iman itu
jika tidak bersama yang lain.
3. Pilar iman terdiri dari enam perkara yang disebut dengan rukun iman yaitu: 1)
iman kepada Allah Swt., 2) meyakini adanya rasul-rasul utusan Allah Swt., 3)
mengimani keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt., 4) meyakini dan
mengamalkan ajaran-ajaran suci dalam kitab-kitab-Nya, 5) meyakini akan
datangnya hari akhir dan 6) mempercayai qada dan qadar Allah Swt.
4. Iman yang terdiri dari enam pilar tersebut, memiliki beberapa bagian (unsur)
dan perilaku yang dapat menambah amal manusia jika dilakukan semuanya,
namun juga dapat mengurangi amal manusia apabila ditinggalkannya.
5. Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabang merupakan amalan atau
perbuatan yang harus dilakukan oleh seseorang yang mengaku beriman
(mukmin). Cabang yang 77 itulah yang disebut dengan syu’abul iman.
6. Untuk mempermudah memahami dan mempelajari Syu’abul iman, dibagi
menjadi 3 (tiga) bagian yang meliputi:
a. Niat, akidah dan hati terdiri dari 30 cabang iman
b. Lisan/ucapan terdiri dari 7 cabag iman
c. Seluruh anggota badan terdiri dari 40 cabang iman
7. Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara jika terbentuk dari
kumpulan orang-orang yang beriman, niscaya akan terbentuk masyarakat yang
aman, tenteram, damai, sejahtera dan berlimpah berkah dari Allah Swt.

70
Lampiran 3
GLOSARIUM
ahli kitab : orang-orang yg berpegang pada ajaran kitab suci selain Alquran
akhlak mahmudah : akhlak yang terpuji.
akhlak mazmumah : akhlak tercela.
aklamasi : pernyataan setuju secara lisan dari seluruh peserta rapat terhadap suatu
usul tanpa melalui pemungutan suara
amalun bil arkan : Ikrar Billisan ialah mengakui kebenaran seiringan dengan Hati
tentang ucapan kebenaran iman yang tidak perlu diragukan lagi dalam ucapan
animisme : kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda (pohon, batu,
sungai, gunung, dsb)
asuransi : pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak
satu berkewajiban membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak yang lainnya memiliki
kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/
premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya
sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat
autodidak : orang yang mendapat keahlian dengan belajar sendiri
bank : badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak
content creator : merupakan sebutan bagi seseorang yang melahirkan berbagai
materi konten baik berupa tulisan, gambar, video, suara, maupun gabungan dari
dua atau lebih materi.
dalil : suatu hal yang menunjuk pada apa yang dicari; berupa alasan, keterangan
dan pendapat yang merujuk pada pengertian, hukum dan hal-hal yang berkaitan
dengan apa yang dicari
dera : pukulan (dengan rotan, cemeti dan sebagainya) sebagai hukuman.
digital : berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu;
berhubungan dengan penomoran
dinamisme : kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan
yg dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam
mempertahankan hidup
egoisme : tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri
sendiri daripada untuk kesejahteraan orang lain
etnis : konsep yang diciptakan berdasarkan ciri khas sosial yang dimiliki
sekelompok masyarakat yang membedakannya dari kelompok yang lain
fitrah : asal kejadian, keadaan yang suci dan kembali ke asal.
Fondasi : dasar bangunan yang kuat
gaduh : rusuh dan gempar karena perkelahian (percekcokan dsb); ribut; huru-hara

71
ghadhab : marah. Orang yang memiliki sifat ini disebut pemarah.
gharar : suatu akad yang mengandung unsur penipuan karena tidak adanya
kepastian, baik mengenai ada atau tidaknya objek akad, besar kecilnya jumlah,
mahupun kemampuan menyerahkan objek yang disebutkan di dalam akad tersebut
had : menentukan batasnya supaya tidak melebihi jumlah, ukuran, dan
sebagainya; membatasi.
hati sanubari : perasaan batin
hawa nafsu desakan hati dan keinginan keras (untuk menurutkan hati,
melepaskan marah, dsb
hedonisme : pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi
sebagai tujuan utama dalam hidup
hidayah : petunjuk atau bimbingan dari Allah Swt
Hijrah : perpindahan Nabi Muhammad Saw. bersama sebagian pengikutnya dari
Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum
kafir Quraisy
hudud : memisahkan sesuatu agar tidak tercampur dengan yang lain, merupakan
bentuk tunggal dari kata ini, yakni had.
ihsan : seseorang yang menyembah Allah Swt. seolaholah ia melihat-Nya, dan
jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut
membayangkan bahwa sesungguhnya Allah Swt. melihat perbuatannya
ikhtiar : alat, syarat untuk mencapai maksud; daya upaya
iman : percaya atau membenarkan
import : pemasukan barang dan sebagainya dari luar negeri
instan : langsung (tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan
iqrarun bil lisan : mengakui kebenaran seiringan dengan hati tentang ucapan
kebenaran iman yang tidak perlu diragukan lagi dalam ucapan
islam : salah satu agama dari kelompok agama yang diterima oleh seorang nabi
(agama samawi) yang mengajarkan monoteisme tanpa kompromi, iman terhadap
wahyu, iman terhadap akhir zaman, dan tanggung jawab
islamisasi : pengislaman
karakteristik : mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu
khalifah : penguasa; pengelola
kodrat : kekuasaan Allah Swt.
kolektif : secara bersama; secara gabungan
kompetisi : persaingan
kontemporer : pada waktu yang sama; semasa; sewaktu; pada masa kini; dewasa
ini
koperasi : sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-
seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan
prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan
literasi : kemampuan menulis dan membaca

72
maslahat sesuatu yang mendatangkan kebaikan (keselamatan dan sebagainya)
materialisme : andangan hidup yang men-cari dasar segala sesuatu yang termasuk
kehidupan manusia di dl alam kebendaan semata-mata dng mengesampingkan
segala sesuatu yg mengatasi alam indra
pmetode : cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar
tercapai sesuai dengan yang dikehendaki
misi : perutusan yg dikirimkan oleh suatu negara ke negara lain untuk melakukan
tugas khusus dl bidang diplomatik, politik, perdagangan, kesenian
monopoli : situasi yang pengadaan barang dagangannya tertentu (di pasar lokal
atau nasional) sekurangkurangnya sepertiganya dikuasai oleh satu orang atau satu
kelompok, sehingga harganya dapat dikendalikan
mudharat : Bahaya, kerugian
mukimin : seseorang yang bermukim (bertempat tinggal disuatu tempat)
nasabah : orang yang mempercayakan pengurusan uangnya kepada bank untuk
digunakan dalam operasional bisnis perbankan yang dengan hal tersebut
mengharap imbalan berupa uang atas simpanan tersebut
niaga : kegiatan jual beli untuk memperoleh untung
optimis : orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam
menghadapi segala hal) otoritas hak melakukan tindakan atau hak membuat
peraturan untuk memerintah orang lain
platform : tempat untuk menjalankan perangkat lunak, merupakan dasar atau
tempat dimana sistem operasi bekerja
polis : sebuah bukti kontrak perjanjian yang tertulis antara kedua pihak dalam
asuransi yaitu pihak penanggung (perusahaan asuransi) dengan pihak tertanggung
(nasabah asuransi), yang berisi segala hak dan kewajiban antara masing-masing
pihak tersebut
premi : sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban
dari tertanggung atas keikutsertaannya di asuransi. Besarnya premi atas
keikutsertaan di asuransi yang harus dibayarkan telah ditetapkan oleh perusahaan
asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari tertanggung
revolusi : perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang
riba : penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian
berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan
kepada peminjam
rida : kelapangan jiwa dalam menerima takdir Allah Swt
santri : orang yang mendalami agama Islam, umumnya di pondok pesantren
selawat : doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan
sahabatnya.
Sentralisasi : penyatuan segala sesuatu ke suatu tempat yang dianggap sebagai
pusat; penyentralan; pemusatan
silaturahmi : tali persahabatan (persaudaraan)
syariah : hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat

73
manusia, baik muslim maupun non-muslim
syirik : menyekutukan Allah Swt
syu’abul iman : cabang-cabang iman
takaful : usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah
orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan /atau tabarru’ yang
memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad
(perikatan) yang sesuai syariah
talkshow : gelar wicara yaitu uatu jenis acara televisi atau radio yang berupa
perbincangan atau diskusi seorang atau sekelompok orang «tamu» tentang suatu
topik tertentu (atau beragam topik) dengan dipandu oleh pemandu gelar wicara.
tasdiqun bil qalbi : potensi dalam setiap jiwa manusia dalam pengakuan
kebenaran didalam hati
tasyakuran selamatan untuk bertasyakur
taubat sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan
berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan
tawakal pasrah diri kepada kehendak Allah; percaya dengan sepenuh hati kepada
Allah (dalam penderitaan, dsb)
toleran bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan,
membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan,
kelakuan, dsb) yang berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri
tradisi : adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih
dijalankan oleh masyarakat
ujub : sifat mengagumi serta senantiasa membanggakan dirinya sendiri
universal : umum (berlaku untuk semua orang atau untuk seluruh dunia); bersifat
(melingkupi) seluruh dunia;
wabah : penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah
besar orang di daerah yang luas (seperti wabah cacar, disentri, kolera, corona)
zina ghairu muhsan : zina yang dilakukan oleh orang yang sama-sama belum
menikah
zina muhsan : zina yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah dengan
dengan orang yang bukan pasangannya, baik orang tersebut sudah menikah atau
belum.

74
Lampiran 4
DAFTAR PUSTAKA
- Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati, Buku Guru dan Buku Siswa,
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X,
Jakarta: Kemdikbud RI, 2021
- Al-Quran dan Terjemahannya,oleh Kementerian Agama RI

75
MODUL AJAR 2
PERAN SYU’ABUL IMAN DALAM MENATA KEHIDUPAN

Tema : Pembiasaan Sikap Disiplin, Jujur, dan bertanggung Jawab

INFORMASI UMUM

I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Ida Royani, [Link].I
Satuan Pendidikan : SMK
Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti
Prediksi Alokasi Waktu : 3 JP (3 x 45 Menit)
Tahun Penyusunan : 2024/2025

II. KOMPETENSI AWAL


Peserta didik telah memiliki kemampuan awal mengenai pengertian dan dalil
yang berupa hadits nabi Muhammad SAW, serta memiliki pemahaman
tentang Cabang-cabang Syu’abul Iman dalam menata kehidupan dan juga
Pembiasaan sikap Disiplin, jujur dan bertanggung jawab.

III. PROFIL PELAJAR PANCASILA


1. Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah beriman, bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar
kritis dan kreatif.
2. Profil Pelajar RahamtanLilalamin yang ingin dicapai adalah berkeadaban
(Taaddub), Keteladanan (Qudwah), Berimbang (Tawazun), dan Dinamis
dan Inovatif (Tathawur waibtikar).

IV. SARANA DAN PRASARANA


Fasilitas pembelajaran yang diperlukan diantaranya :
 Laptop, LCD Projector, Multimedia pembelajaran interaktif seperti google chrome,
Power Point Presentation dan qiuzizz
 Buku Paket PAI Kurikulum Merdeka Kelas X Terbitan Erlangga..

V. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik kelas X tidak kesulitan dalam memahami dan mencerna isi

76
pelajaran yang disampaikan dan diharapkan peserta didik dapat
mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.

VI. MODEL PEMBELAJARAN


Model Pembelajaran TPACK (Technological Pedagogical Aplikasi Content
Knowledge) untuk menganalisis pengertian Syu’abul Iman, dalil dan
manfaatnya serta memahami dan mengkategorikan macam-macam syu’abul
iman juga bisa membiasakan sikap Disiplin, jujur dan bertanggung jawab
dalam kehidupan sehari-hari..

KOMPONEN INTI

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan :
1. Mampu Menganalisis makna Syu’abul Iman, Pengertian, dalil, macam dan
manfaatnya.
2. Mampu Menjelaskan makna Syu’abul Iman, Pengertian, dalil, macam dan
manfaatnya.
3. Mampu Menjelaskan bahwa dalam Iman terdapat banyak cabang-
cabangnya
4. Mampu mengimplementasikan sikap disiplin, jujur dan bertanggung jawab
yang merupakan beberapa cabang iman dalam kehidupan

II. PEMAHAMAN BERMAKNA


1. Guru dapat menghubungkan pelajaran pada materi sebelumnya dengan
pengalaman peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada saat
yang terjadi pada dirinya dalam kehidupannya dimasa kecil saat di SD,
SLTP maupun TPA
2. Guru dapat menghubungkan pelajaran dengan pengalaman peserta didik
dalam kehidupan sehari-hari dengan cara menceritakan kebiasaan
seseorang yang terbiasa dengan beramal dalam kebaikan, mereka akan
memiliki karakter yang baik dan mendapatkan kesuksesan dunia dan
akhirat.

III. PERTANYAAN PEMANTIK


Untuk mengetahui Kesiapan peserta didik dan memantik siswa dalam
pembelajaran pada materi ini guru menanyakan beberapa pertanyaan,
diantaranya :
1. Apakah sudah faham mengenai Pengertian Syu’abul iman ?
2. Cabang-cabang iman terbagi kedalam berapa kategori?

77
3. Kegiatan awal, peserta didik mengamati dan mempelajari infografis.
Tampilan menarik infografis akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan
memotivasi untuk mempelajari materi pelajaran. Sebaiknya guru
memberikan umpan balik dan penguatan terhadap komentar peserta didik
bahwa penanaman iman adalah hal yang paling mendasar yang harus
dilakukan sejak dini dari lingkungan keluarga. Pendidikan tentang tauhid,
yang harus diterima oleh seorang anak, tidak hanya berupa konsep teoritis
saja, namun harus termanifestasikan dalam 3 (tiga) cabang keimanan
antara lain ucapan, keyakinan dan amalan dalam kehidupan sehari-hari,
mulai dari hal-hal kecil sekali pun, bahkan hanya dengan masih memiliki
rasa malu, menjaga kebersihan dan bersabar ketika menghadapi musibah
dan ujian kehidupan.
4. Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mencermati gambar terkait
materi dan menuliskan komentar atau pesan moral yang terkandung dalam
gambar tersebut (aktivitas 2.2).

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN


Langkah-langkah kegiatan
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
 Salam, Doa; absensi; dan menyapa peserta didik.
 menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
 Memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang
sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3)
bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan
global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.

Kegiatan Inti (105 Menit)


Langkah-langkah Model Pembelajaran TPACK (Technological Pedagogical
Aplikasi Content Knowledge): Pembelajaran yang menggabungkan teknologi
dan aplikasi tertentu dengan pedagogik untuk mengembangkan konten pada
materi ini adalah sebagai berikut:

Guru mengajak peserta didik untuk berfikir yang menggabungkan


pengetahuan dengan Aplikasi konten yaitu :
1. Guru menciptakan suasana kondusif selama proses pembelajaran.
2. Guru menampilkan artikel gambar pada proyektor dan meminta peserta
didik untuk mengamati.

78
3. Guru menanya peserta didik tentang gambar yang ditampilkan, kemudian
meminta peserta didik untuk menjelaskan terkait materi tentang
memahami Syu’abul Iman.
4. Guru menunjuk peserta didik untuk menjelaskan secara bergantian.
5. Guru mengirimkan materi melalui Google Chrome dan menyuruh peserta
didik untuk mempelajarinya melalui akunnya masing-masing.
6. Guru melakukan pengawasan kepada peserta didik agar melaksanakan
kegiatan dengan benar dan sebagai proses guru melihat mana peserta didik
yang aktif dalam belajar.
7. Guru menjelaskan kepada pesrta didik mengenai aplikasi Quizizz sebagai
persiapan kegiatan Assesmen Formatif.
8. Guru menyuruh peserta didik untuk bergabung dalam Aplikasi Quizizz
menggunakan Emailnya masing-masing dan memasukan kode PIN yang
sudah dibagikan sebagai pertanda siap untuk melakukan Assesmen
formatif.
9. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal yang telah disediakan
pada Aplikasi Quizizz secara mandiri dengan kecepatan waktu dan
ketepatan dalam menjawab soal.
10. Guru akan memantau peserta didik selama proses assesmen
dilaksakan dan melihat hasilnya.

Kegiatan Penutup (15 MENIT)


 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
 Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk
mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
 Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada
pertemuan berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi
tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

V. ASESMEN/PENILAIAN
1) Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan
pertanyaan:

Teknik Bentuk
Aspek Indikator Waktu
Penilaian Instrumen
Pengetahua Peserta didik mempunyai Wawancara / Tanya jawab / Quis
n awal pengetahuan tentang

79
Teknik Bentuk
Aspek Indikator Waktu
Penilaian Instrumen
siswa pengertian Syu’abul Iman.
Pengetahua Peserta didik mempunyai
n awal pengetahuan tentang Wawancara / Tanya jawab / Quis
siswa Cabang-cabang Iman.
Pengetahua Peserta didik mempunyai
n awal pengetahuan tentang Wawancara / Tanya jawab / Quis
siswa Manfaat Syu’abul Iman.
Peserta didik mempunyai
Pengetahua pengetahuan tentang
n awal pengertian Sikap Disiplin, Wawancara / Tanya jawab / Quis
siswa Jujur dan Bertanggung
Jawab.
Peserta didik apakah sudah
Pengetahua menerapkan tentang Sikap
n awal Disiplin, Jujur dan Wawancara / Tanya jawab / Quis
siswa Bertanggung Jawab dalam
kehidupan sehari-hari.

Essay
No Pertanyaan Jawaban
Ya Tidak
1 Apakah sudah terbiasa menerapkan
perilaku yang menunjukkan sikap disiplin ?
2 Apakah sudah terbiasa menerapkan
perilaku yang menunjukkan Sikap Jujur ?
3 Apakah sudah terbiasa menerapkan
perilaku yang menunjukkan sikap
Bertanggung Jawab ?
4 Apakah kalian sudah memahami materi
pelajaran tentang pembiasaan sikap
disiplin, Sikap Jujur dan Bertanggung
Jawab?

2) Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)


Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran
berlangsung, khususnya saat siswa melakukan kegiatan Pembelajaran
melalui google Chrome dan refleksi tertulis lembar kerja pengamatan

80
kegiatan pembelajaran dengan metode TPACK (Technological
Pedagogical Aplikasi Content Knowledge) dan menjawab pertanyaan pada
Quizizz.

No Pertanyaan Jawaban
Ya Tidak
1 Apakah sudah terbiasa menggunakan
Aplikasi Quizizz ?
2 Apakah sudah terbiasa menjawab pertanyaan
dengan Cepat dan tepat ?
3 Apakah dapat mengikuti kegiatan Assesmen
melalui Aplikasi Quizizz secara mandiri ?
4 Apakah mengalami kesulitan dalam
menjawab soal melalui Aplikasi Quizizz ?
5 Apakah pembelajaran dengan Aplikasi
Quizizz dirasa menyenangkan ?

VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


1. Remedial/Perbaikan
Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan
kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti
kegiatan remedial. Kegiatan remedial dilakukan pada waktu tertentu
sesuai perencanaan penilaian.
2. Pengayaan
Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar berdasarkan
kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan dapat mengikuti kegiatan
pengayaan berupa pendalaman materi. Kegiatan pengayaan dilakukan
pada waktu tertentu sesuai perencanaan penilaian.

Untuk lebih memahami dan mengeksplorasi materi keilmuan tentang


syu’abul iman, disarankan kepada peserta didik untuk aktif melakukan library
search atau kajian pustaka, dengan memperbanyak perbendaharaan sumber
belajar dan melakukan kegiatan literasi dari sumber-sumber rujukan sebagai
berikut:
1. Ringkasan Syu’ab al-Iman karya Imam Abu al-Ma’ali al-Qazwaini
2. Qami’uth Thughyan, Menyingkap Rahasia Cabang Keimanan, karya
Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi
3. Buku Paket PAI Kurikulum Merdeka Kelas X Terbitan Erlangga

81
[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK
1. Prosentase penduduk muslim adalah 87,2% dari jumlah seluruh penduduk
Indonesia. Merupakan populasi penduduk muslim terbesar dari Negara-
negara di dunia. Namun ternyata, besarnya prosentase populasi penduduk
muslim tersebut tidak berkorelasi positif dengan kehidupan dan praktik
keberagamaan yang baik. Angka kriminalitas tetap tinggi bahkan

82
cenderung naik setiap waktu, pergaulan bebas pada remaja dan pemuda
semakin parah, praktik aborsi, dan tindakan melawan hukum yang lain
semakin meningkat. Dan yang lebih memprihatinkan, ternyata tidak sedikit
dari mereka yang beridentitas muslim.
2. Lakukan kajian dan analisis sederhana mengapa fenomena ini terjadi.
Adakah yang salah dengan praktik keberagamaan masyarakat kita?
Mengapa?

Karangsari, i1 iOktober i2024

Mengetahui, i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i
Kepala iSMK iPGRI i2 iBelitang, i i i i i i i iGuru iMata iPelajaran iPAI

FERI i iSUMATOYO, [Link].I i i i i i i i i i i iIDA IROYANI, [Link].I


NIP. i- iiiiiiiiiiiiiiiiii

iiiiiiiiiiiiiii

83
LAMPIRAN- LAMPIRAN

Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
1. Penilaian Sikap
A. Buatlah tabel mingguan/bulanan berupa ceck list tentang aktivitas ibadah
harian kalian pada buku khusus untuk pemantauan individu! Mulailah dari
ibadah wajib seperti halnya shalat lima waktu dilanjutkan dengan ibadah
sunah harian misalnya tadarus Al-Qur`an, dzikir, shalawat, membantu
orangtua, membantu teman, aktif pada kegiatan sosial, aktif terlibat dalam
organisasi kepemudaan serta amaliah lainnya. Lakukan dengan rutin,
ikhlas dan penuh tanggungjawab kepada Allah Swt.!
B. Berilah tanda centang ( √ ) pada kolom berikut dan berikan alasannya!
No Pernyataan SS S R TS STS Alasan
1 Dengan memahami Sikap
Disiplin, maka saya
tergerak untuk membuat
jadwal aktivitas agar hidup
lebih se imbang
2 Saya akan istiqamah untuk
bersikap Disiplin, Jujur
dan bertanggung Jawab
3 Saya akan belajar dengan
sungguh sungguh dan
berjanji untuk bisa
menjadi anak yang bisa
dibanggakan kedua orang
tua saya
4 Saya berkomitmen selalu
berkata jujur dan
bertanggungjawab atas
kepercayaan orang tua dan
guru yang diberikan
kepada saya
5 Saya akan rajin beribadah
seperti sholat lima waktu
sebagai bentuk tanggung
jawab dari kedisiplinan.
SS (sangat setuju); S (setuju); R (ragu-ragu); TS (tidak setuju); STS
(sangat tidak setuju)

84
2. Penilaian Pengetahuan
I. Pililah jawaban yang paling tepat dan cepat pada Aplikasi Quizizz!
1) Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan yang
kemudian disebut dengan agama Islam. Berikut ini yang merupakan
pengertian dari iman adalah….
[Link] dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
B. mempercayai setengah hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
C. mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
[Link] dengan hati, menolak dengan ucapan dan membuktikan
dengan perbuatan
E. mempercayai dengan hati, menyangkal dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan

2) Seorang mukmin, adalah seorang yang beriman yang melaksanakan ibadah


dengan sangat ikhlas, seakan-akan Allah Swt. melihatnya, meskipun ia tidak
melihat Allah Swt. Pernyataan tersebut merupakan definisi dari ….
A. Ihsan
B. Iman
C. Islam
D. Ikhlas
E. Istishab

3) Perhatikan pernyataan berikut!


[Link] hanya mengerjakan salat jamaah saat berada di sekolah saaat
dilihat oleh guru dan teman-temannya
B. Mamad selalu berbuat baik, berkata jujur, tetapi tidak pernah salat
C. Malik senantiasa mendirikan salat, berkata baik dan rajin bersedekah
[Link] selalu istiqamah dalam beribadah dan gemar membantu orang
tuanya
E. Marwan adalah ketua Rohis di sekolah tetapi saat di rumah sering
berbohong kepada orang tuanya

4) Dari pernyataan tersebut, yang perilakunya selaras dengan iman, Islam dan
ihsan adalah….
A. Malik dan Maman
B. Mamad dan Malik
C. Maman dan Marwan

85
D. Mahmud dan Mamad
E. Marwan dan Mahmud

4) Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu ma'rifatun bil qalbi,
iqrarun bil lisan dan amalun bil arkan. Dari contoh-contoh amalan di
bawah ini yang merupakan cabang iman dalam ranah ma'rifatun bil qalbi
adalah….
A. belajar dan menuntut ilmu
B. membaca kalimat thayyibah
C. membaca kitab suci Al-Qur`an
D. mengajarkan ilmu kepada orang lain
E. mencintai dan membenci karena Allah Swt.

5) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah perbuatan
adalah….
A. mengurus perawatan jenazah
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. menunaikan dan membayar hutang
D. meluruskan muamalah dan menghindari riba
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran

6) Perhatikan pernyataan berikut ini!


A. Belajar dan menuntut ilmu
B. Membaca kitab suci Al-Qur`an
C. Mengajarkan ilmu kepada orang lain
D. Berbakti dan menunaikan hak orang tua
E. Menikah untuk menghindarkan diri dari perbuatan keji dan haram

7) Dari pernyataan tersebut, yang merupakan cabang iman dari ranah niat, hati
dan akidah adalah….
A. a) – b) – c)
B. a) – c) – d)
C. a) – d) – e)
D. b) – c) – d)
E. b) – d) – e)

8) Berikut ini yang bukan merupakan tanda-tanda orang yang beriman


adalah….
A. istiqamah dan tertib menjalankan salatnya

86
B. bila disebutkan nama Allah swt. hatinya bergetar
C. menafkahkan sebagian hartanya di jalan Allah swt.
D. berjihad di jalan Allah swt. dengan harta dan jiwanya
E. mempengaruhi orang lain untuk memerangi orang kafir

9) Orang yang beriman, tidak akan luput dari ujian dan godaan yang terhadap
keimanannya. Semakin beriman seseorang, semakin bersar pula ujian dari
Allah Swt. baginya. Berikut ini yang bukan merupakan ujian bagi seorang
mukmin adalah….
A. mukmin yang saling membenci satu sama lain
B. mukmin yang saling mendukung satu sama lain
C. datangnya orang munafik yang membenci kaum mukmin
D. godaan hawa nafsu dari dalam diri setiap mukmin itu sendiri
E. orang kafir yang memerangi kaum mukmin dengan tipu dayanya

10) Orang yang beriman secara kaffah, akan senantiasa berhati-hati dalam
kehidupannya. Ia akan menempatkan Allah Swt. sebagai tujuan utama dari
setiap aktivitasnya. Dengan demikian, hikmah iman bagi seorang mukmin
adalah….
A. membuat seseorang menjadi resah dan gelisah hidupnya
B. mudah terserang ujub, riya dan sum’ah dalam hidupnya
C. membuat seseorang hanya mengharap rida Allah swt.
D. membuat seseorang terhindar dari keberuntungan
E. membuat seseorang tergantung kepada makhluk

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!


1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan iman?
2) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah tashdiqun bil qalbi!
3) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah iqrarun bil lisan!
4) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah ‘amalun bil arkan!
5) Apa manfaat kita mempelajari Syu’abul Iman, sebutkan!

87
Lampiran 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
1. Setiap manusia dilahirkan dengan fitrah yang sama yaitu memiliki keyakinan
tentang zat Yang Maha Kuasa, yang dalam istilah agama disebut dengan iman.
2. Iman adalah suatu niat, ucapan dan perbuatan, di mana tidak sempurna iman itu
jika tidak bersama yang lain.
3. Pilar iman terdiri dari enam perkara yang disebut dengan rukun iman yaitu: 1)
iman kepada Allah Swt., 2) meyakini adanya rasul-rasul utusan Allah Swt., 3)
mengimani keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt., 4) meyakini dan
mengamalkan ajaran-ajaran suci dalam kitab-kitab-Nya, 5) meyakini akan
datangnya hari akhir dan 6) mempercayai qada dan qadar Allah Swt.
4. Iman yang terdiri dari enam pilar tersebut, memiliki beberapa bagian (unsur)
dan perilaku yang dapat menambah amal manusia jika dilakukan semuanya,
namun juga dapat mengurangi amal manusia apabila ditinggalkannya.
5. Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabang merupakan amalan atau
perbuatan yang harus dilakukan oleh seseorang yang mengaku beriman
(mukmin). Cabang yang 77 itulah yang disebut dengan syu’abul iman.
6. Untuk mempermudah memahami dan mempelajari Syu’abul iman, dibagi
menjadi 3 (tiga) bagian yang meliputi:
a. Niat, akidah dan hati terdiri dari 30 cabang iman
b. Lisan/ucapan terdiri dari 7 cabag iman
c. Seluruh anggota badan terdiri dari 40 cabang iman
7. Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara jika terbentuk dari
kumpulan orang-orang yang beriman, niscaya akan terbentuk masyarakat yang
aman, tenteram, damai, sejahtera dan berlimpah berkah dari Allah Swt.

88
Lampiran 3
GLOSARIUM
autodidak : orang yang mendapat keahlian dengan belajar sendiri
content creator : merupakan sebutan bagi seseorang yang melahirkan berbagai
materi konten baik berupa tulisan, gambar, video, suara, maupun gabungan dari
dua atau lebih materi.
dalil : suatu hal yang menunjuk pada apa yang dicari; berupa alasan, keterangan
dan pendapat yang merujuk pada pengertian, hukum dan hal-hal yang berkaitan
dengan apa yang dicari
digital : berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu;
berhubungan dengan penomoran
dinamisme : kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan
yg dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam
mempertahankan hidup
egoisme : tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri
sendiri daripada untuk kesejahteraan orang lain
fitrah : asal kejadian, keadaan yang suci dan kembali ke asal.
Fondasi : dasar bangunan yang kuat
ihsan : seseorang yang menyembah Allah Swt. seolaholah ia melihat-Nya, dan
jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut
membayangkan bahwa sesungguhnya Allah Swt. melihat perbuatannya
ikhtiar : alat, syarat untuk mencapai maksud; daya upaya
iman : percaya atau membenarkan
iqrarun bil lisan : mengakui kebenaran seiringan dengan hati tentang ucapan
kebenaran iman yang tidak perlu diragukan lagi dalam ucapan
islam : salah satu agama dari kelompok agama yang diterima oleh seorang nabi
(agama samawi) yang mengajarkan monoteisme tanpa kompromi, iman terhadap
wahyu, iman terhadap akhir zaman, dan tanggung jawab
literasi : kemampuan menulis dan membaca
maslahat sesuatu yang mendatangkan kebaikan (keselamatan dan sebagainya)
metode : cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar
tercapai sesuai dengan yang dikehendaki
mudharat : Bahaya, kerugian
mukimin : seseorang yang bermukim (bertempat tinggal disuatu tempat)
optimis : orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam
menghadapi segala hal) otoritas hak melakukan tindakan atau hak membuat
peraturan untuk memerintah orang lain
platform : tempat untuk menjalankan perangkat lunak, merupakan dasar atau
tempat dimana sistem operasi bekerja
revolusi : perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang
riba : penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian

89
berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan
kepada peminjam
rida : kelapangan jiwa dalam menerima takdir Allah Swt
santri : orang yang mendalami agama Islam, umumnya di pondok pesantren
selawat : doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan
sahabatnya.
Sentralisasi : penyatuan segala sesuatu ke suatu tempat yang dianggap sebagai
pusat; penyentralan; pemusatan
silaturahmi : tali persahabatan (persaudaraan)
syariah : hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat
manusia, baik muslim maupun non-muslim
syirik : menyekutukan Allah Swt
syu’abul iman : cabang-cabang iman
takaful : usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah
orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan /atau tabarru’ yang
memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad
(perikatan) yang sesuai syariah
tasdiqun bil qalbi : potensi dalam setiap jiwa manusia dalam pengakuan
kebenaran didalam hati
tasyakuran selamatan untuk bertasyakur
taubat sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan
berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan
tawakal pasrah diri kepada kehendak Allah; percaya dengan sepenuh hati kepada
Allah (dalam penderitaan, dsb)
toleran bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan,
membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan,
kelakuan, dsb) yang berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri
tradisi : adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih
dijalankan oleh masyarakat
ujub : sifat mengagumi serta senantiasa membanggakan dirinya sendiri
universal : umum (berlaku untuk semua orang atau untuk seluruh dunia); bersifat
(melingkupi) seluruh dunia;

Lampiran 4
DAFTAR PUSTAKA
- Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati, Buku Guru dan Buku Siswa,
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X,
Jakarta: Kemdikbud RI, 2021
- Al-Quran dan Terjemahannya,oleh Kementerian Agama RI

90
Lampiran 2
Instrument Test
Siklus I
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada jawaban
yang paling tepat!
1) Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan yang
kemudian disebut dengan agama Islam. Berikut ini yang merupakan
pengertian dari iman adalah….
[Link] dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
B. mempercayai setengah hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
C. mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
[Link] dengan hati, menolak dengan ucapan dan membuktikan
dengan perbuatan
E. mempercayai dengan hati, menyangkal dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan

2) Seorang mukmin, adalah seorang yang beriman dan melaksanakan ibadah


hanya mengharap ridho Alloh, seakan-akan Allah Swt. melihatnya,
meskipun ia tidak melihat Allah Swt. Pernyataan tersebut merupakan
definisi dari ….
A. Ihsan
B. Iman
C. Islam
D. Ikhlas
E. Istishab

3) Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu ma'rifatun bil qalbi,
iqrarun bil lisan dan amalun bil arkan. Dari contoh-contoh amalan di
bawah ini yang merupakan cabang iman dalam ranah ma'rifatun bil qalbi
adalah….
A. belajar dan menuntut ilmu
B. membaca kalimat thayyibah
C. membaca kitab suci Al-Qur`an
D. mengajarkan ilmu kepada orang lain
E. mencintai dan membenci karena Allah Swt.

91
4) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah perbuatan
adalah….
A. mengurus perawatan jenazah
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. menunaikan dan membayar hutang
D. meluruskan muamalah dan menghindari riba
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran

5) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah ikrar bilisan
adalah….
A. Berdo’a kepada Alloh SWT
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. Tadarus Al-Qur’an
D. Mengucap Syahadatain
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!


1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan iman?
2) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah tashdiqun bil qalbi!
3) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah iqrarun bil lisan!
4) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah ‘amalun bil arkan!
5) Apa manfaat kita mempelajari Syu’abul Iman, sebutkan!

92
Siklus II
Jawablah soal berikut dengan jawaban yang benar!

I. Pililah jawaban yang paling tepat dan cepat pada Aplikasi Quizizz!
1) Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan yang
kemudian disebut dengan agama Islam. Berikut ini yang merupakan
pengertian dari iman adalah….
[Link] dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
B. mempercayai setengah hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
C. mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
[Link] dengan hati, menolak dengan ucapan dan membuktikan
dengan perbuatan
E. mempercayai dengan hati, menyangkal dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan

2) Seorang mukmin, adalah seorang yang beriman yang melaksanakan ibadah


dengan sangat ikhlas, seakan-akan Allah Swt. melihatnya, meskipun ia tidak
melihat Allah Swt. Pernyataan tersebut merupakan definisi dari ….
A. Ihsan
B. Iman
C. Islam
D. Ikhlas
E. Istishab

3) Perhatikan pernyataan berikut!


[Link] hanya mengerjakan salat jamaah saat berada di sekolah saaat
dilihat oleh guru dan teman-temannya
B. Mamad selalu berbuat baik, berkata jujur, tetapi tidak pernah salat
C. Malik senantiasa mendirikan salat, berkata baik dan rajin bersedekah
[Link] selalu istiqamah dalam beribadah dan gemar membantu orang
tuanya
E. Marwan adalah ketua Rohis di sekolah tetapi saat di rumah sering
berbohong kepada orang tuanya

4) Dari pernyataan tersebut, yang perilakunya selaras dengan iman, Islam dan

93
ihsan adalah….
A. Malik dan Maman
B. Mamad dan Malik
C. Maman dan Marwan
D. Mahmud dan Mamad
E. Marwan dan Mahmud

4) Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu ma'rifatun bil qalbi,
iqrarun bil lisan dan amalun bil arkan. Dari contoh-contoh amalan di
bawah ini yang merupakan cabang iman dalam ranah ma'rifatun bil qalbi
adalah….
A. belajar dan menuntut ilmu
B. membaca kalimat thayyibah
C. membaca kitab suci Al-Qur`an
D. mengajarkan ilmu kepada orang lain
E. mencintai dan membenci karena Allah Swt.

5) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah perbuatan
adalah….
A. mengurus perawatan jenazah
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. menunaikan dan membayar hutang
D. meluruskan muamalah dan menghindari riba
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran

6) Perhatikan pernyataan berikut ini!


A. Belajar dan menuntut ilmu
B. Membaca kitab suci Al-Qur`an
C. Mengajarkan ilmu kepada orang lain
D. Berbakti dan menunaikan hak orang tua
E. Menikah untuk menghindarkan diri dari perbuatan keji dan haram

7) Dari pernyataan tersebut, yang merupakan cabang iman dari ranah niat, hati
dan akidah adalah….
A. a) – b) – c)
B. a) – c) – d)
C. a) – d) – e)
D. b) – c) – d)
E. b) – d) – e)

94
8) Berikut ini yang bukan merupakan tanda-tanda orang yang beriman
adalah….
A. istiqamah dan tertib menjalankan salatnya
B. bila disebutkan nama Allah swt. hatinya bergetar
C. menafkahkan sebagian hartanya di jalan Allah swt.
D. berjihad di jalan Allah swt. dengan harta dan jiwanya
E. mempengaruhi orang lain untuk memerangi orang kafir

9) Orang yang beriman, tidak akan luput dari ujian dan godaan yang terhadap
keimanannya. Semakin beriman seseorang, semakin bersar pula ujian dari
Allah Swt. baginya. Berikut ini yang bukan merupakan ujian bagi seorang
mukmin adalah….
A. mukmin yang saling membenci satu sama lain
B. mukmin yang saling mendukung satu sama lain
C. datangnya orang munafik yang membenci kaum mukmin
D. godaan hawa nafsu dari dalam diri setiap mukmin itu sendiri
E. orang kafir yang memerangi kaum mukmin dengan tipu dayanya

10) Orang yang beriman secara kaffah, akan senantiasa berhati-hati dalam
kehidupannya. Ia akan menempatkan Allah Swt. sebagai tujuan utama dari
setiap aktivitasnya. Dengan demikian, hikmah iman bagi seorang mukmin
adalah….
A. membuat seseorang menjadi resah dan gelisah hidupnya
B. mudah terserang ujub, riya dan sum’ah dalam hidupnya
C. membuat seseorang hanya mengharap rida Allah swt.
D. membuat seseorang terhindar dari keberuntungan
E. membuat seseorang tergantung kepada makhluk

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!


1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan iman?
2) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah tashdiqun bil qalbi!
3) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah iqrarun bil lisan!
4) Sebutkan Enam cabang iman dari ranah ‘amalun bil arkan!
5) Apa manfaat kita mempelajari Syu’abul Iman, sebutkan!

95
Lampiran 3
Daftar Hadir Siswa Per Siklus
SIKLUS I
No Nama Cheklist

1 ANGGA SAPUTRA √
2 APRI ANSYAH √
3 AYU RAMADANI √
4 AZA DIA MAULIA √
5 BUNGA PUTRI LADILA √
6 CHELSI FEBRIANI √
7 CLARISTA OKTA VIANI √
8 DEVITA NURUL AINI √
9 DISKA PRATAMA √
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA √
11 FIONNA FEBIOLA √
12 GALEN FADIL ANGGARA √
13 KAILA RATNASARI √
14 LAYLA NUR SABRINA √
15 MEICHA SASKIA √
16 NELI GUSTINA √
17 NISA DWI PRADESTI √
18 NURHAMIDAH √
19 PUTRI MUTIASIH √
20 RAHAYU √
21 RAKA DAYONA √
22 RIDHO RAMA SAPUTRA √
23 TRYA PERTIWI √
24 YUSUF INOVA √

96
25 ZAENAL MUSTAQIM √
SIKLUS II
No Nama Cheklist

1 ANGGA SAPUTRA √
2 APRI ANSYAH √
3 AYU RAMADANI √
4 AZA DIA MAULIA √
5 BUNGA PUTRI LADILA √
6 CHELSI FEBRIANI √
7 CLARISTA OKTA VIANI √
8 DEVITA NURUL AINI √
9 DISKA PRATAMA √
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA √
11 FIONNA FEBIOLA √
12 GALEN FADIL ANGGARA I
13 KAILA RATNASARI √
14 LAYLA NUR SABRINA √
15 MEICHA SASKIA √
16 NELI GUSTINA √
17 NISA DWI PRADESTI √
18 NURHAMIDAH √
19 PUTRI MUTIASIH √
20 RAHAYU √
21 RAKA DAYONA √
22 RIDHO RAMA SAPUTRA √
23 TRYA PERTIWI √
24 YUSUF INOVA √
25 ZAENAL MUSTAQIM √

97
98
Lampiran 4
Lembar Observasi
Lembar Observasi Siswa
Hasil Pengamatan Aktivitas Peserta Didik Pada Tahap Siklus II

Aspek
Jumlah
No Nama Pengamatan
Score
A B C D E
1 ANGGA SAPUTRA √ √ √ √ √ 5
2 APRI ANSYAH √ √ √ √ √ 5
3 AYU RAMADANI √ √ √ √ 4
4 AZA DIA MAULIA √ √ √ √ √ 5
5 BUNGA PUTRI LADILA √ √ √ √ √ 5
6 CHELSI FEBRIANI √ √ √ √ √ 5
7 CLARISTA OKTA VIANI √ √ √ √ √ 5
8 DEVITA NURUL AINI √ √ √ √ √ 5
9 DISKA PRATAMA √ √ √ √ 4
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA √ √ √ √ 4
11 FIONNA FEBIOLA √ √ √ √ 4
12 GALEN FADIL ANGGARA √ √ √ 3
13 KAILA RATNASARI √ √ √ √ √ 5
14 LAYLA NUR SABRINA √ √ √ √ √ 5
15 MEICHA SASKIA √ √ √ √ √ 5
16 NELI GUSTINA √ √ √ √ √ 5
17 NISA DWI PRADESTI √ √ √ √ √ 5
18 NURHAMIDAH √ √ √ √ √ 5
19 PUTRI MUTIASIH √ √ √ √ 4
20 RAHAYU √ √ √ √ √ 5
21 RAKA DAYONA √ √ √ √ √ 5
22 RIDHO RAMA SAPUTRA √ √ √ √ √ 5
23 TRYA PERTIWI √ √ √ √ √ 5

99
24 YUSUF INOVA √ √ √ √ 4
25 ZAENAL MUSTAQIM √ √ √ √ 4
Jumlah 116

Keterangan aspek pengamatan:

A: Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta

menerapkan juga menjadi teladan untuk Peranan Syu’abul Iman dalam

menata Kehidupan dengan sangat baik dan benar.

B: Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta

menerapkan tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan

dengan baik dan benar.

C: Siswa memahami dan menjelaskan tentang Peranan Syu’abul

Iman dalam menata Kehidupan dengan benar

D: Siswa cukup memahami dan memjelaskan sebagian kajian

tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan dengan baik

E: Siswa belum dapat memahami tentang Peranan Syu’abul Iman

dalam menata Kehidupan dengan baik.

Karang Sari, 28 September 2024


Observer,

IDA ROYANI, [Link].I

100
Lampiran 5

PEDOMANA WAWACARA
Berikut adalah pedoman wawancara pelajaran PAI

1. Guru: Apakah Ananda sudah memahami tentang pengertian Iman?

Siswa: _______________________________________________________

2. Guru: Apakah Ananda sudah mengetahu makna Syu’abul Iman?

Siswa: _______________________________________________________

3. Apakah Ananda kesulitan dalam memahami pengertian Syu’abul Iman?

Siswa: _______________________________________________________

4. Kesulitan apa yang ananda alami dalam memahami pengertian Syu’abul Iman ?

Siswa: _______________________________________________________

5. Apakah Ananda senang belajar memahami peran syu’abul iman dalam menata
kehidupan?
Siswa: _______________________________________________________

101
Lampiran 6

YAYASAN PEMBINA LEMBAGA PENDIDIKAN


PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA PROVINSI SUMATERA SELATAN
SMK PGRI 2 BELITANG
STATUS: TERAKREDITASI, NDS: 4311060003, NSS: 322110806636, NPSN: 10606636
Jl. Raya Karangsari 64 BK. XI Belitang III OKU Timur Sumatera Selatan 32385
Telp/Fax. (0735) 450150 email : smk.pgri2blt@[Link]

SURAT IZIN MELAKUKAN PENELITIAN


Nomor : 420/085/SMK PGRI 2/BLT/VIII/2024

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : FERI SUMATOYO, [Link]
Jabatan : Kepala SMK PGRI 2 Belitang

Dengan ini memberikan izin kepada :

Nama : IDA ROYANI, [Link].I


Jenis Guru / Mata Pelajaran : Guru Mata Pelajaran Pendidikan
Agama Islam

Untuk melakukan penelitian di SMK PGRI 2 Belitang pada Bulan Agustus 2024
sampai dengan Bulan Oktober 2024.

Demikian surat izin penelitian ini diperbuat untuk dapat digunakan seperlunya.

Karang Sari, 2 Agustus 2024


Kepala Sekolah

FERI SUMATOYO, [Link]

102
Lampiran 7
Berita Acara Seminar
BERITA ACARA
PELAKSANAAN SEMINAR LAPORAN HASIL PENELITIAN
Pada hari ini : Senin
Tanggal : 14 Oktober 2024
Pukul : 08.00WIB s.d Selesai
Bertempat di ruang : SMK PGRI 2 Belitang
Pada Sekolah : SMK PGRI 2 Belitang
Telah diselenggarakan acara Seminar Hasil Penelitian:
Dengan Judul "PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI DENGAN METODE
PBL PADA SISWA KELAS X.4/MULTIMEDIA SMK PGRI 2 BELITANG
TAHUN PELAJARAN 2024/2025”
Hasil Karya : IDA ROYANI, [Link].I
Jabatan : Guru
Tempat Tugas : SMK PGRI 2 Belitang

Pada Acara Seminar tersebut :


Sebagai Penyaji : IDA ROYANI, [Link].I
Sebagai Pembahas : FERI SUMATOYO, [Link]
Susunan Acara Seminar :
(a) Pembukaan, (b) Sambutan Kepala Sekolah dan / atau Pengawas Sekolah, (c)
Pemaparan Singkat Laporan Hasil Penelitian Oleh Penyaji/ Penulis Laporan, (d)
Tanggapan, pertanyaan, kritik/ saran, masukan dari Peserta Seminar dan
Tanggapan dari Penyaji, (e) Penutup.
Jumlah Peserta yang Hadir : 38 Orang (Daftar Hadir Terlampir)
Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Sari, 15 Oktober 2024


Mengetahui,
Pembimbing Peneliti,

FERI SUMATOYO, [Link] IDA ROYANI, [Link].I

103
YAYASAN PEMBINA LEMBAGA PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA PROVINSI SUMATERA SELATAN
SMK PGRI 2 BELITANG
STATUS: TERAKREDITASI, NDS: 4311060003, NSS: 322110806636, NPSN: 10606636
Jl. Raya Karangsari 64 BK. XI Belitang III OKU Timur Sumatera Selatan 32385
Telp/Fax. (0735) 450150 email : smk.pgri2blt@[Link]

Nomor : 420/092/SMK PGRI 2/BLT/X/2024


Lampiran :-
Perihal : Undangan Seminar PTK

Kepada Yth.
Bapak/Ibu Guru …..................................
Di
Tempat

Dengan hormat,
Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu Guru untuk mengikuti Seminar PTK di
SMK PGRI 2 Belitang dengan judul “PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI
DENGAN METODE PBL PADA SISWA KELAS X.4/MULTIMEDIA SMK
PGRI 2 BELITANG TAHUN PELAJARAN 2024/2025”.Oleh IDA ROYANI,
[Link].I, yang akan dilaksanakan :
Hari/tanggal : Senin, 14 Oktober 2024
Pukul : 08.00 s.d Selesei
Tempat : SMK PGRI 2 Belitang
Acara : Seminar PTK
Demikian surat undangan ini kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya
yang baik ucapkan terima kasih.
Karang Sari, 12 Oktober 2024

Peneliti,

IDA ROYANI, [Link].I

104
Lampiran 8
Surat Keterangan Perpustakaan
SURAT KETERANGAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, Petugas Perpustakaan SMK PGRI 2 Belitang,
menerangkan dengan sebenarnya bahwa:
Karya tulis ilmiah yang berjudul:

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI DENGAN METODE PBL PADA


SISWA KELAS X.4/MULTIMEDIA SMK PGRI 2 BELITANG TAHUN
PELAJARAN 2024/2025

Benar telah didokumentasikan di Perpustakaan Sekolah sebanyak 1 (satu)


ekspemplar.

Demikian Surat Keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Karang Sari, 15 Oktober 2024

Mengetahui,
Kepala Sekolah Kepala Perpustakaan

FERI SUMATOYO, [Link] SEPTIANA, [Link]

105
Lampiran 9
Foto-foto Kegiatan

106
107
108

Anda mungkin juga menyukai