Peningkatan Hasil Belajar PAI dengan PBL
Peningkatan Hasil Belajar PAI dengan PBL
PENDAHULUAN
sebelumnya. Dunia semakin cepat berubah maka anak didik di negeri ini pun
juga harus di didik sesuai zamannya. Apa lagi di sekolah kejuruan yang
sekolah. Salah satu kompetensi awal yang harus dikuasai peserta didik pada
pesan pokok tentang Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan dengan
baik.
masih merasa kesulitan pada materi Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan.
Dalam Kajian Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan peserta didik
cenderung tidak memiliki minat dan merasa jenuh dengan kegiatan tersebut.
Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan peserta didik; yaitu (1) minat belajar
peserta didik masih kurang dan cenderung bosan pada saat mengikuti kegiatan
(3) Peserta Didik tidak serius belajar, rasa ingin tahu tidak ada, kemandirian
dan ketekunan dalam proses pembelajaran terlihat sedikit sekali, (4) hasil
1
belajar PAI kajian tentang Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan
didik dalam materi Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan, peneliti
Rendahnya hasil belajar siswa pada Peran Syu’abul Iman dalam Menata
Kehidupan peserta didik telah dibuktikan dengan adanya perolehan hasil pre tes
pada materi Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan dari 25 peserta didik
didik, diperoleh nilai ketuntasan klasikal sebanyak 8 siswa atau 32% yang
berhasil mencapai nilai KKTP. Dan siswa yang belum mencapai target
ketuntasan secara klasikal sebanyak 17 siswa atau 56%. Adapun nilai KKTP
sebesar 70.
tertarik untuk meneliti dan menguji sejauh mana HASIL BELAJAR PAI materi
sejak zaman John Dewey. Menurut Dewey (dalam Trianto, 2009:91) belajar
2
masukan kepada peserta didik berupa bantuan dan masalah, sedangkan sistem
saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah
dengan baik.
Dari uraian latar belakang tersebut maka diambil judul penelitian sebagai
B. Identifikasi Masalah
2. hasil belajar PAI materi tentang Peran Syu’abul Iman dalam Menata
3. Siswa tidak serius belajar, rasa ingin tahu tidak ada, kemandirian dan
3
C. Perumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui hasil belajar PAI materi peran Syuabul Iman dalam
learning
learning dapat Meningkatkan Hasil Belajar PAI Materi peran Syuabul Iman
E. Manfaat Penelitian
4
Islam Kajian tentang Peran Syu’abul Iman dalam Menata Kehidupan.
membangkitkan motivasi, rasa ingin tahu dan keaktifan siswa dalam proses
5
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Kajian Teori
1) Hasil Belajar
belajar yang dialami siswa sebagai anak didik. Belajar pada hakikatnya
harian, tes tertulis dan sebagainya. Dengan begitu hasil belajar siswa dapat
dicapai oleh siswa dalam belajar. Menurut kamus besar bahasa Indonesia
(KBBI) (2002:895) hasil belajar adalah hasil pelajaran yang diperoleh dari
6
menjelaskan bahwa setiap kegiatan belajar yang menghasilkan suatu
Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai oleh siswa dalam kegiatan
belajar dengan mencapai nilai optimal. Yang dimaksud nilai optimal dalam
penelitian ini yaitu nilai diatas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).
7
yang mencakup: penerimaan, penanggapan, penilaian,
Winkel,2007:273).
Menurut Sudjana (2005: 22) hasil belajar dibagi dalam tiga ranah,
yaitu: (1) Ranah Kognitif, (2) Ranah Afektif, dan (3) Ranah Psikomotorik.
dapat di bagi dan diukur menjadi tiga ranah belajar,yaitu: (1) ranah kognitif
kematangan, latar belakang siswa, dan bakat siswa. Untuk mencapai hasil
beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar, antara lain: faktor intern,
dan faktor ekstern. Faktor intern itu merupakan faktor IPAs anak seperti
kecerdasan,bakat,minat,danmotivasi.
8
Faktor ekstern itu berasal dari luar diri anak seperti keluarga, sekolah,
1) Faktor Internal : Faktor internal adalah faktor yang timbul dari diri
a) Kecerdasan
faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajar.
b) Bakat
9
tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang sangat ditentukan oleh
c). Minat
subjek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu dan merasa senang
kebutuhansendiri.
d) Motivasi
Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut
10
cara mengatur agar motivasi dapat ditingkatkan. Demikianpula dalam
a) Keadaan keluarga
keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Dalam hal
11
lanjutan. Peralihan pendidikan informal ke lembaga formal memerlukan
kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sebagai pendidik dalam
b) Keadaan sekolah
baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Keadaan sekolah ini
guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, dan
memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar. Oleh sebab itu, guru
c) Keadaan Masyarakat
yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalam proses
Oleh karena itu, lingkungan juga bisa berpengaruh terhadap belajar anak.
Apabila lingkungan nyaman dan tenang maka seorang anak juga dapat
12
belajar dengan tenang dan tidak terganggu. Hasil belajarnya pun akan
meningkat.
faktor tersebut dibagi menjadi dua, yaitu (1) Faktor internal : faktor yang
muncul dari dalam diri seseorang atau karena faktor bawaan, seperti
kecerdasan, bakat, minat dan motivasi, (2) Faktor eksternal : faktor yang
lingkunganmasyarakat.
berlandaskan ajaran Islam, yang teori dan konsep digali dan dikembangkan
di dunia dan akhirat. Karena itu ayat yang diturun surat al-Baqarah/1 ayat 1-
pemisahan antara sains dengan agama, dan juga prinsipnya seimbang antara
13
dunia dan akhirat. Pendidikan seperti inilah yang perlu diwariskan kepada
Iman memiliki tujuh puluh tiga sampai tujuh puluh sembilan atau enam
puluh tiga sampai enam puluh sembilan cabang, dan yang paling tinggi
14
Pengajaran berdasarkan masalah ini telah dikenal sejak zaman John
realistik (nyata).
15
tantangan dalam kehidupan dan karier, dalam lingkungan yang
menyimpulkannya.
16
yang jelas.
dalam dunia nyata tidak dapat dijawab dengan jawaban yang sederhana.
17
a. Merumuskan masalah. Guru membimbing peserta didik untuk
masalah.
yang dikaji. Dalam hal ini guru meminta pendapat peserta didik tentang
18
masalah.
prioritas masalah.
19
B. Kerangka Berpikir
20
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
dipahami sebagai penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri
adalah sebuah bentuk refleksi diri yang melibatkan para guru sebagai
partisipasi atas proses pendidikan yang mereka lakukan dengan maksud untuk
tindakan kelas merupakan suatu tindakan yang secara khusus diamati terus
sampai pada upaya maksimal dalam bentuk tindakan yang paling tepat.
masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk
21
Penelitian tindakan kelas di lakukan secara kolaborasi antara Kepala
Sekolah, dan peneliti. Dalam prosesnya terbentuk siklus yang terdiri dari empat
B. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
hasil belajar Pendidikan Agama Islam masih rendah. Harapannya guru dapat
2. Waktu Penelitian
a. Tahap persiapan
b. Tahap Pelaksanaan
c. Menyusun Laporan
Tahapan ini meliputi analisis data yang telah terkumpul dan penyusunan
22
Untuk lebih jelasnya pelaksanaan penelitian ini dapat dilihat dalam tabel
berikut:
C. Subyek Penelitian
Dalam penelitian ini guru Pendidikan Agama Islam SMK PGRI 2 Belitang
sebagai peneliti.
23
Subjek penelitian adalah siswa kelas X.4/Multimedia SMK PGRI 2 Belitang
dalam penelitian ini semua siswa di kelas tersebut diambil sebagai subyek
penelitian.
memperoleh data yang diperlukan dalam sebuah penelitian. Terkait cara untuk
pada metode atau tehnik pengumpulan data yang dilakukan dan prosedur-
adalah:
1. Metode observasi
dan kemampuan.
24
2. Metode Interview (Wawancara)
peneliti untuk mengetahui informasi yang tidak dapat diperoleh pada saat
3. Metode Dokumentasi
atau wawancara akan lebih kredibel atau dapat dipercaya jika didukung oleh
apabila didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik dan seni yang
25
Data tersebut digunakan untuk memberi gambaran secara lebih
mendalam atau lebih detail sesuatu yang diteliti, yakni yang berkaitan
4. Metode Tes
pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur
dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes aktivitas belajar bertujuan untuk
pengurutan data ke dalam pola, kategori data satuan dasar sehingga dapat
ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan
26
diskriptif komparatif dan analisis interaktif. Statistik diskriptif komparatif
digunakan untuk data kuantitatif dan analisis interaktif digunakan untuk data
kualitatif. Jadi analisis data pada penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan
kualitatif.
Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini
adalah model analisis interaktif Milles dan Huberman yaitu dengan prosedur
a) Pengumpulan Data
lapangan dalam pengumpulan data itu. Catatan lapangan tidak lain daripada
Biklen, catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar,
dilihat, dialami dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data data refleksi
b) Reduksi Data
27
mengorganisasi data untuk disimpulkan dan diverifikasi (Muhammad
Data yang direduksi memberi gambaran yang lebih tajam tentang hasil
c) Penyajian data
data secara jelas dan singkat. Dalam hal ini, data hasil kegiatan reduksi
bentuk yang tersedia, dapat diakses, dan terpadu, sehingga para pembaca
dapat melihat dengan mudah apa yang terjadi tentang sesuatu berdasarkan
d) Penarikan Kesimpulan/Verifikasi
28
melakukan pengambilan kesimpulan dan verifikasi kesimpulan yang
dimaksud dalam tahap ini adalah memaknai terhadap data yang telah
aktivitas belajar.
Hasil belajar siswa dikatakan tuntas apabila nilai yang diperoleh > 70
70
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑡𝑖𝑎𝑛 X 100%
aktivitas belajar.
29
3. Menghitung selisih antara kedua persentase untuk mengetahui
keberhasilan tindakan.
F. Indikator Kinerja
macam masalah yang terjadi pada siswa. Permasalahan yang dihadapi biasanya
terletak pada kegiatan belajar siswa. Siswa sulit meraih aktivitas belajar yang
X.4/Multimedia.
30
BAB IV
A. Hasil Penelitian
1. Pra Tindakan
sebelum memulai siklus I dan II. Siswa diberikan tes dalam bentuk tes
Tabel 2
31
15 MEICHA SASKIA 60 Belum Tuntas
16 NELI GUSTINA 65 Belum Tuntas
17 NISA DWI PRADESTI 80 Tuntas
18 NURHAMIDAH 60 Belum Tuntas
19 PUTRI MUTIASIH 60 Belum Tuntas
20 RAHAYU 60 Belum Tuntas
21 RAKA DAYONA 65 Belum Tuntas
22 RIDHO RAMA SAPUTRA 60 Belum Tuntas
23 TRYA PERTIWI 78 Tuntas
24 YUSUF INOVA 50 Belum Tuntas
25 ZAENAL MUSTAQIM 55 Belum Tuntas
Nilai Rata-rata 66,08
Jumlah Siswa Tuntas 8
Persentase Ketuntasan 32 %
Keterangan :
𝜒 = Σ𝜒𝑖
𝑁
Rumus :
=1652
25
= 66,08.
𝑃 = Σ𝑛1 × 100 %
Σ𝑛
Rumus :
32
𝑃 = 8 x 100% = 32 %
25
dengan guru minta untuk tahap berikutnya yaitu tahap siklus I untuk
2. Siklus I
a. Perencanaan Tindakan
merancang Modul untuk dua kali pertemuan pada siklus I, tujuannya agar
Menganalisis
Berdasarkan hasil pre test di atas, maka pada tahap ini yang
33
Pendidikan Agama Islam tentang Peran Syu’abul Iman dalam
menata kehidupan.
c) Membuat format test hasil belajar siswa, untuk melihat hasil belajar
b. Pelaksanaan Tindakan
mengkondisikan kelas.
34
3. Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang
menata kehidupan.
35
7. Guru meminta peserta didik merumuskan masalah terkait dengan
iman.
36
termotivasi untuk memahami hadist tentang Syu’abul Iman dari
berbagai sumber
16. Siswa dan guru melakukan tanya jawab terkait materi yang
pembelajaran
berikutnya
37
4. Guru dan peserta didik menutup kegiatan pembelajaran dengan
membaca do’a.
memberikan tes hasil belajar pada setiap siswa, yang bertujuan untuk
melihat sejauhmana motivasi siswa pada siklus I dan motivasi siswa pada
Tabel 3
38
Hasil Pengamatan Aktivitas Peserta Didik Pada Tahap Siklus 1
39
A: Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta
Keterangan Skor :
Di cheklist : ya skor 1
Kriteria Penilaian:
siswa baik.
Dari hasil pengamatan aktifitas belajar peserta didik pada tahap siklus 1
40
Kajian tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan dengan model
“baik”. Hal ini menujukkan bahwa strategi yang diterapkan dapat membuat
siswa termotivasi dalam Proses Belajar Mengajar. Keaktifan siswa juga akan
mempengaruhi hasil belajar siswa, maka dari itu peneliti melakukan tes (post
Tabel 4
Nilai
No Nama Siswa Keterangan
Siklus I
1 ANGGA SAPUTRA 80 Tuntas
2 APRI ANSYAH 85 Tuntas
3 AYU RAMADANI 78 Tuntas
4 AZA DIA MAULIA 60 Belum Tuntas
5 BUNGA PUTRI LADILA 78 Tuntas
6 CHELSI FEBRIANI 75 Belum Tuntas
7 CLARISTA OKTA VIANI 80 Tuntas
8 DEVITA NURUL AINI 65 Belum Tuntas
9 DISKA PRATAMA 67 Belum Tuntas
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA 85 Tuntas
11 FIONNA FEBIOLA 85 Tuntas
12 GALEN FADIL ANGGARA 60 Belum Tuntas
13 KAILA RATNASARI 75 Tuntas
14 LAYLA NUR SABRINA 75 Tuntas
15 MEICHA SASKIA 65 Belum Tuntas
16 NELI GUSTINA 74 Tuntas
17 NISA DWI PRADESTI 82 Tuntas
41
18 NURHAMIDAH 65 Belum Tuntas
19 PUTRI MUTIASIH 65 Belum Tuntas
20 RAHAYU 60 Belum Tuntas
21 RAKA DAYONA 75 Tuntas
22 RIDHO RAMA SAPUTRA 65 Belum Tuntas
23 TRYA PERTIWI 80 Tuntas
24 YUSUF INOVA 60 Belum Tuntas
25 ZAENAL MUSTAQIM 70 Tuntas
Nilai Rata-rata 72,36
Keterangan :
𝜒 = Σ𝜒𝑖
𝑁
Rumus :
= 1809
25
= 72,36
𝑃 = 14 x 100 %
25
= 56 %
42
Berdasarkan tes hasil belajar klasikal memiliki persentase 56% dengan
kategori “tinggi”. Walaupun dengan kategori tersebut masih ada siswa yang
belum tuntas. Hal ini akan dilanjutkan dengan mengadakan siklus II. Dari hasil
butuh perbaikan, karena masih ada beberapa peserta didik yang belum
yang artinya masih ada beberapa peserta didik yang memiliki hasil belajar yang
rendah .
d. Refleksi
b) Guru memanfaatkan waktu secara optimal dengan masuk kelas tepat waktu
c) Peserta didik ditekankan lagi untuk lebih fokus dalam proses pembelajaran.
temannya.
43
b) Keterampilan masing–masing kelompok masih kurang, sehingga dalam
c) Ada sebagian peserta didik yang masih diam saja, karena masih
Dari hasil tes akhir siklus I ternyata ketuntasan belajar klasikal peserta didik
mencapai (56%) dengan nilai rata-rata (72,36) dengan melihat hasil ketuntasan
peserta didik tersebut maka perlu diadakan perbaikan pada siklus II.
3. Siklus II
a. Perencanaan Tindakan II
pembelajaran.
3. Guru menyusun format observasi hasil belajar siswa siklus II, untuk
b. Pelaksanaan Tindakan II
44
Pembelajaran yang dilakukan pada tindakan II ini dilaksanakan sebanyak
yang dilakukan.
hari ini.
didik
45
5. Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik untuk
tentang pesan pokok yang ada pada tentang Syu’abul Iman, yang
didik
masing-masing kelompok.
46
kolaboratif dengan pembelajaran aktif sehingga dapat menumbuhkan
presentasi nya.
47
menjawab soal dengan cepat dan tepat kemudian sebagai leader.
selanjutnya.
48
d). Siswa cukup memahami dan memjelaskan sebagian kajian tentang
Adapun keaktifan peserta didik pun diteliti. Seperti pada tabel berikut
ini:
Tabel 5
Aspek
Jumlah
No Nama Pengamatan
Score
A B C D E
1 ANGGA SAPUTRA √ √ √ √ √ 5
2 APRI ANSYAH √ √ √ √ √ 5
3 AYU RAMADANI √ √ √ √ 4
4 AZA DIA MAULIA √ √ √ √ √ 5
5 BUNGA PUTRI LADILA √ √ √ √ √ 5
6 CHELSI FEBRIANI √ √ √ √ √ 5
7 CLARISTA OKTA VIANI √ √ √ √ √ 5
8 DEVITA NURUL AINI √ √ √ √ √ 5
9 DISKA PRATAMA √ √ √ √ 4
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA √ √ √ √ 4
11 FIONNA FEBIOLA √ √ √ √ 4
12 GALEN FADIL ANGGARA √ √ √ 3
13 KAILA RATNASARI √ √ √ √ √ 5
14 LAYLA NUR SABRINA √ √ √ √ √ 5
15 MEICHA SASKIA √ √ √ √ √ 5
16 NELI GUSTINA √ √ √ √ √ 5
17 NISA DWI PRADESTI √ √ √ √ √ 5
49
18 NURHAMIDAH √ √ √ √ √ 5
19 PUTRI MUTIASIH √ √ √ √ 4
20 RAHAYU √ √ √ √ √ 5
21 RAKA DAYONA √ √ √ √ √ 5
22 RIDHO RAMA SAPUTRA √ √ √ √ √ 5
23 TRYA PERTIWI √ √ √ √ √ 5
24 YUSUF INOVA √ √ √ √ 4
25 ZAENAL MUSTAQIM √ √ √ √ 4
Jumlah 116
Keterangan Skor :
Di cheklist : ya skor 1
50
Tidak di cheklist : tidak skor 0
Kriteria Penilaian:
skor 116 dengan kategori “sangat baik”. Hal ini menunjukkan bahwa dengan
siswa. Maka dari itu hasil belajar materi Kajian tentang Syu’abul Iman juga
Tabel 6
Nilai
No Nama Siswa Keterangan
Siklus II
1 ANGGA SAPUTRA 90 Tuntas
2 APRI ANSYAH 90 Tuntas
3 AYU RAMADANI 90 Tuntas
4 AZA DIA MAULIA 85 Tuntas
5 BUNGA PUTRI LADILA 90 Tuntas
6 CHELSI FEBRIANI 80 Tuntas
7 CLARISTA OKTA VIANI 90 Tuntas
8 DEVITA NURUL AINI 85 Tuntas
9 DISKA PRATAMA 80 Tuntas
51
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA 90 Tuntas
11 FIONNA FEBIOLA 90 Tuntas
12 GALEN FADIL ANGGARA 78 Tuntas
13 KAILA RATNASARI 90 Tuntas
14 LAYLA NUR SABRINA 90 Tuntas
15 MEICHA SASKIA 80 Tuntas
16 NELI GUSTINA 90 Tuntas
17 NISA DWI PRADESTI 85 Tuntas
18 NURHAMIDAH 90 Tuntas
19 PUTRI MUTIASIH 90 Tuntas
20 RAHAYU 90 Tuntas
21 RAKA DAYONA 90 Tuntas
22 RIDHO RAMA SAPUTRA 85 Tuntas
23 TRYA PERTIWI 90 Tuntas
24 YUSUF INOVA 80 Tuntas
25 ZAENAL MUSTAQIM 85 Tuntas
Nilai Rata-rata 86,52
Jumlah Siswa Tuntas 25
Persentase Ketuntasan 100%
Keterangan :
𝜒 = Σ𝜒𝑖
𝑁
Rumus :
= 2163
25
= 86,52.
52
Rumus : 𝑃 = Σ𝑛1 × 100 %
Σ𝑛
𝑃 = 25 x 100%
25
= 100 %
d. Refleksi
4) Siklus II dipandang sudah cukup karena hasil belajar pada materi Kajian
B. Pembahasan
based learning dapat diterapkan pada materi Kajian tentang Syu’abul Iman.
53
1. Siswa dapat memahami dan menjelaskan secara rinci serta menerapkan juga
tentang Peranan Syu’abul Iman dalam menata Kehidupan dengan baik dan
benar.
5. Siswa belum dapat memahami materi Peran Syu’abul Iman dalam menata
Kehidupan.
menunjukkan hasil belajar siswa secara klasikal 32% dengan kategori “sangat
Pada siklus I siswa secara klasikal 56% dengan kategori “baik” dan pada
persentase keaktifan guru dan peserta didik, maka yang akan disimpulkan juga
Berikut adalah grafik peningkatan hasil belajar peserta didik dari pra
54
siklus, ke siklus I ke siklus II
Grafik 1 peningkatan Hasil belajar peserta didik dari pra siklus, ke siklus I ke
siklus II
terlihat pada tabel diatas, dalam penelitian juga terjadi peningkatan terhadap
hasil belajar peserta didik. Hasil evaluasi pada siklus II mengalami peningkatan
peserta didik mencapai (86,25) yang sebelumnya pada pra siklus diketahui
ketuntasan belajar klasikal mencapai (32% ) dengan rata-rata nilai tes akhir
peserta didik mencapai (66,08) dan pada siklus I ketuntasan belajar klasikal
mencapai (56%) dengan rata-rata nilai tes akhir peserta didik (72,36).
Dari analisis diatas, baik pada siklus I yang kemudian dilakukan refleksi
55
pada materi peranan Syu’abul Iman dalam menata kehidupan yang ditunjukkan
dengan meningkatnya hasil belajar peserta didik. Keaktifan peserta didik juga
mengalami peningkatan dari peserta didik yang kurang berani bertanya kepada
guru maupun teman sekelas menjadi berani bertanya, kurang berani menjawab
dapat terwujud dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai peserta didik.
problem based learning dapat diterapkan pada materi tentang peranan Syu’abul
Iman dalam menata kehidupan dan dapat meningkatkan hasil belajar di kelas
56
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
menyenangkan.
X.1/Akuntansi SMK PGRI 2 Belitang siswa lebih aktif dan antusias dalam
siswa pada masa pra tindakan (pre test) sebelum diterapkan model
57
Agama Islam materi Peran Syu’abul Iman dalam meata kehidupan di
Peran Syu’abul Iman dalam meata kehidupan dapat dilihat dari hasil
mencapai 32%.
dalam meata kehidupan dapat dilihat dari hasil belajar siswa, pada siklus I
rata-rata hasil belajar 76,32 dengan ketuntasan kelas mencapai 56%. Dan
mencapai 100%.
B. Saran
meningkatkan hasil belajar siswa dan apabila hasil belajar siswa tinggi
2. Kepada peneliti lain yang ingin melakukan penelitian yang sama hendaknya
58
lebih memperhatikan model pembelajaran yang akan digunakan agar
DAFTAR PUSTAKA
Syah, Muhibbin. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Slameto, 1998. Proses Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit Semester (SKS).
Jakarta: Bumi Aksara.
59
Trianto. (2009, hlm. 22). model pembelajaran terpadu. jakarta: kencana
prenadanmedia group
60
Lampiran 1
MODUL AJAR 1
PERAN SYU’ABUL IMAN DALAM MENATA KEHIDUPAN
INFORMASI UMUM
I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Ida Royani, [Link].I
Satuan Pendidikan : SMA
Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti
Prediksi Alokasi Waktu : 3 JP (3 x 45 Menit)
Tahun Penyusunan : 2024/2025
61
1. Laptop.
2. LCD Projector
3. Kitab Hadits
4. Buku Paket PAI Kurikulum Merdeka Kelas X Terbitan Erlangga..
KOMPONEN INTI
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan :
1. Mampu Menganalisis makna Syu’abul Iman, Pengertian, dan dalilnya.
2. Mampu Menjelaskan makana Syu’abul Iman, Pengertian, dan dalilnya.
3. Mampu Menjelaskan Nilai-nilai pendidikan dalam Syu’abul Iman Melalui
metode project-based learning dan mind map, peserta didik mampu
mempresentasikan makna syu’abul iman (cabang-cabang iman)
62
keyakinan dan amalan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal-hal kecil
sekali pun, bahkan hanya dengan masih memiliki rasa malu, menjaga
kebersihan dan bersabar ketika menghadapi musibah dan ujian kehidupan.
Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mencermati gambar terkait materi
dan menuliskan komentar atau pesan moral yang terkandung dalam gambar
tersebut (aktivitas 2.2).
63
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi
tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.
V. ASESMEN/PENILAIAN
a. Penilaian Sikap
Penilaian sikap berupa observasi yang berasal dari catatan kegiatan rutin
peserta didik, baik yang terkait dengan ibadah mahdhah (seperti shalat,
puasa sunah, membaca Al-Qur`an, dll) maupun ibadah sosial (seperti
membantu orang lain, dll), begitu pula perilaku yang terkait dengan materi,
yakni Peran Syuabul Iman dalam menata kehidupan. Kemudian peserta
didik diminta mengisi lembar penilaian diri dengan cara membubuhkan
tanda centang (√ ) pada kolom yang sesuai. Apabila peserta didik belum
menunjukkan sikap yang diharapkan maka dapat ditindak lanjuti dengan
melakukan pembinaan, baik oleh guru, wali kelas maupun guru BK.
b. Penilaian Pengetahuan
Peserta didik diminta mengerjakan 5 soal uraian.
c. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan pada bab ini adalah:
1) Peserta didik dapat menyusun pengelompokan cabang-cabang iman
dengan metode fish bone secara digital (atau manual jika sarana dan
prasarana tidak mendukung).
Contoh rubrik penilaian menyusun presentasi digital (manual)
Nama kelompok :
Anggota :
Kelas :
Nama proyek :
Skor dan kriteria skor
Aspek
3 2 1
Persiapan Jika memuat Jika memuat Jika memuat
program, tujuan, program, tujuan, program, tujuan,
topik dan alasan, topik dan alasan, topik dan alasan,
dengan lengkap kurang lengkap tidak lengkap
Pengumpulan Jika daftar Jika daftar Jika daftar
data pertanyaan pertanyaan pertanyaan
untuk untuk untuk
perencanaan perencanaan perencanaan
program dapat program dapat program tidak
dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan
semua dan data semua, tetapi semua, tetapi
tercatat dengan data tidak data tidak
64
rapi dan lengkap tercatat dengan tercatat dengan
rapi dan lengkap rapi dan lengkap
Pengolahan Jika Jika Jika sekadar
data pembahasan pembahasan melaporkan
data sesuai data kurang perencanaan
tujuan proyek menggambarkan program tanpa
tujuan proyek membahas data
Pelaporan Jika sistematika Jika sistematika Jika penulisan
tertulis penulisan benar penulisan benar kurang
dan namun bahasa sistematis dan
menggunakan kurang bahasa kurang
bahasa komunikatif komunikatif
komunikatif
65
semakin parah, praktik aborsi, dan tindakan melawan hukum yang lain
semakin meningkat. Dan yang lebih memprihatinkan, ternyata tidak sedikit
dari mereka yang beridentitas muslim.
2. Lakukan kajian dan analisis sederhana mengapa fenomena ini terjadi.
Adakah yang salah dengan praktik keberagamaan masyarakat kita?
Mengapa?
Mengetahui, i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i
Kepala iSMK iPGRI i2 iBelitang, i i i i i i i i i iGuru iMata iPelajaran iPAI
66
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
1. Penilaian Sikap
A. Buatlah tabel mingguan/bulanan berupa ceck list tentang aktivitas ibadah
harian kalian pada buku khusus untuk pemantauan individu! Mulailah dari
ibadah wajib seperti halnya shalat lima waktu dilanjutkan dengan ibadah
sunah harian misalnya tadarus Al-Qur`an, dzikir, shalawat, membantu
orangtua, membantu teman, aktif pada kegiatan sosial, aktif terlibat dalam
organisasi kepemudaan serta amaliah lainnya. Lakukan dengan rutin,
ikhlas dan penuh tanggungjawab kepada Allah Swt.!
B. Berilah tanda centang ( √ ) pada kolom berikut dan berikan alasannya!
No Pernyataan SS S R TS STS Alasan
1 Dengan memahami syu’abul
iman, maka saya tergerak untuk
melakukan amalan-amalan wajib
dan sunah yang terkait dengan
implementasi riil dari cabang-
cabang iman tersebut
2 Saya akan istiqamah untuk
shalat lima waktu, menjaga
perkataan dan menghindari
perbuatan tercela
3 Saya akan belajar dengan
sungguh-sungguh dan berjanji
untuk bisa menjadi anak yang
bisa dibanggakan kedua orang
tua saya
4 Saya berkomitmen selalu
berkata jujur dan
bertanggungjawab atas
kepercayaan orang tua dan guru
yang diberikan kepada saya
5 Saya akan rajin bersedekah,
mengeluarkan infaq dan ringan
memberikan bantuan kepada
orang yang membutuhkan
SS (sangat setuju); S (setuju); R (ragu-ragu); TS (tidak setuju); STS
67
(sangat tidak setuju)
2. Penilaian Pengetahuan
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada jawaban
yang paling tepat!
1) Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan yang
kemudian disebut dengan agama Islam. Berikut ini yang merupakan
pengertian dari iman adalah….
[Link] dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
B. mempercayai setengah hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
C. mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
[Link] dengan hati, menolak dengan ucapan dan membuktikan
dengan perbuatan
E. mempercayai dengan hati, menyangkal dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
3) Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu ma'rifatun bil qalbi,
iqrarun bil lisan dan amalun bil arkan. Dari contoh-contoh amalan di
bawah ini yang merupakan cabang iman dalam ranah ma'rifatun bil qalbi
adalah….
A. belajar dan menuntut ilmu
B. membaca kalimat thayyibah
C. membaca kitab suci Al-Qur`an
D. mengajarkan ilmu kepada orang lain
E. mencintai dan membenci karena Allah Swt.
4) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah perbuatan
68
adalah….
A. mengurus perawatan jenazah
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. menunaikan dan membayar hutang
D. meluruskan muamalah dan menghindari riba
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran
5) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah ikrar bilisan
adalah….
A. Berdo’a kepada Alloh SWT
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. Tadarus Al-Qur’an
D. Mengucap Syahadatain
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran
69
Lampiran 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
1. Setiap manusia dilahirkan dengan fitrah yang sama yaitu memiliki keyakinan
tentang zat Yang Maha Kuasa, yang dalam istilah agama disebut dengan iman.
2. Iman adalah suatu niat, ucapan dan perbuatan, di mana tidak sempurna iman itu
jika tidak bersama yang lain.
3. Pilar iman terdiri dari enam perkara yang disebut dengan rukun iman yaitu: 1)
iman kepada Allah Swt., 2) meyakini adanya rasul-rasul utusan Allah Swt., 3)
mengimani keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt., 4) meyakini dan
mengamalkan ajaran-ajaran suci dalam kitab-kitab-Nya, 5) meyakini akan
datangnya hari akhir dan 6) mempercayai qada dan qadar Allah Swt.
4. Iman yang terdiri dari enam pilar tersebut, memiliki beberapa bagian (unsur)
dan perilaku yang dapat menambah amal manusia jika dilakukan semuanya,
namun juga dapat mengurangi amal manusia apabila ditinggalkannya.
5. Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabang merupakan amalan atau
perbuatan yang harus dilakukan oleh seseorang yang mengaku beriman
(mukmin). Cabang yang 77 itulah yang disebut dengan syu’abul iman.
6. Untuk mempermudah memahami dan mempelajari Syu’abul iman, dibagi
menjadi 3 (tiga) bagian yang meliputi:
a. Niat, akidah dan hati terdiri dari 30 cabang iman
b. Lisan/ucapan terdiri dari 7 cabag iman
c. Seluruh anggota badan terdiri dari 40 cabang iman
7. Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara jika terbentuk dari
kumpulan orang-orang yang beriman, niscaya akan terbentuk masyarakat yang
aman, tenteram, damai, sejahtera dan berlimpah berkah dari Allah Swt.
70
Lampiran 3
GLOSARIUM
ahli kitab : orang-orang yg berpegang pada ajaran kitab suci selain Alquran
akhlak mahmudah : akhlak yang terpuji.
akhlak mazmumah : akhlak tercela.
aklamasi : pernyataan setuju secara lisan dari seluruh peserta rapat terhadap suatu
usul tanpa melalui pemungutan suara
amalun bil arkan : Ikrar Billisan ialah mengakui kebenaran seiringan dengan Hati
tentang ucapan kebenaran iman yang tidak perlu diragukan lagi dalam ucapan
animisme : kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda (pohon, batu,
sungai, gunung, dsb)
asuransi : pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak
satu berkewajiban membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak yang lainnya memiliki
kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/
premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya
sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat
autodidak : orang yang mendapat keahlian dengan belajar sendiri
bank : badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak
content creator : merupakan sebutan bagi seseorang yang melahirkan berbagai
materi konten baik berupa tulisan, gambar, video, suara, maupun gabungan dari
dua atau lebih materi.
dalil : suatu hal yang menunjuk pada apa yang dicari; berupa alasan, keterangan
dan pendapat yang merujuk pada pengertian, hukum dan hal-hal yang berkaitan
dengan apa yang dicari
dera : pukulan (dengan rotan, cemeti dan sebagainya) sebagai hukuman.
digital : berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu;
berhubungan dengan penomoran
dinamisme : kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan
yg dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam
mempertahankan hidup
egoisme : tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri
sendiri daripada untuk kesejahteraan orang lain
etnis : konsep yang diciptakan berdasarkan ciri khas sosial yang dimiliki
sekelompok masyarakat yang membedakannya dari kelompok yang lain
fitrah : asal kejadian, keadaan yang suci dan kembali ke asal.
Fondasi : dasar bangunan yang kuat
gaduh : rusuh dan gempar karena perkelahian (percekcokan dsb); ribut; huru-hara
71
ghadhab : marah. Orang yang memiliki sifat ini disebut pemarah.
gharar : suatu akad yang mengandung unsur penipuan karena tidak adanya
kepastian, baik mengenai ada atau tidaknya objek akad, besar kecilnya jumlah,
mahupun kemampuan menyerahkan objek yang disebutkan di dalam akad tersebut
had : menentukan batasnya supaya tidak melebihi jumlah, ukuran, dan
sebagainya; membatasi.
hati sanubari : perasaan batin
hawa nafsu desakan hati dan keinginan keras (untuk menurutkan hati,
melepaskan marah, dsb
hedonisme : pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi
sebagai tujuan utama dalam hidup
hidayah : petunjuk atau bimbingan dari Allah Swt
Hijrah : perpindahan Nabi Muhammad Saw. bersama sebagian pengikutnya dari
Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum
kafir Quraisy
hudud : memisahkan sesuatu agar tidak tercampur dengan yang lain, merupakan
bentuk tunggal dari kata ini, yakni had.
ihsan : seseorang yang menyembah Allah Swt. seolaholah ia melihat-Nya, dan
jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut
membayangkan bahwa sesungguhnya Allah Swt. melihat perbuatannya
ikhtiar : alat, syarat untuk mencapai maksud; daya upaya
iman : percaya atau membenarkan
import : pemasukan barang dan sebagainya dari luar negeri
instan : langsung (tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan
iqrarun bil lisan : mengakui kebenaran seiringan dengan hati tentang ucapan
kebenaran iman yang tidak perlu diragukan lagi dalam ucapan
islam : salah satu agama dari kelompok agama yang diterima oleh seorang nabi
(agama samawi) yang mengajarkan monoteisme tanpa kompromi, iman terhadap
wahyu, iman terhadap akhir zaman, dan tanggung jawab
islamisasi : pengislaman
karakteristik : mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu
khalifah : penguasa; pengelola
kodrat : kekuasaan Allah Swt.
kolektif : secara bersama; secara gabungan
kompetisi : persaingan
kontemporer : pada waktu yang sama; semasa; sewaktu; pada masa kini; dewasa
ini
koperasi : sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-
seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan
prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan
literasi : kemampuan menulis dan membaca
72
maslahat sesuatu yang mendatangkan kebaikan (keselamatan dan sebagainya)
materialisme : andangan hidup yang men-cari dasar segala sesuatu yang termasuk
kehidupan manusia di dl alam kebendaan semata-mata dng mengesampingkan
segala sesuatu yg mengatasi alam indra
pmetode : cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar
tercapai sesuai dengan yang dikehendaki
misi : perutusan yg dikirimkan oleh suatu negara ke negara lain untuk melakukan
tugas khusus dl bidang diplomatik, politik, perdagangan, kesenian
monopoli : situasi yang pengadaan barang dagangannya tertentu (di pasar lokal
atau nasional) sekurangkurangnya sepertiganya dikuasai oleh satu orang atau satu
kelompok, sehingga harganya dapat dikendalikan
mudharat : Bahaya, kerugian
mukimin : seseorang yang bermukim (bertempat tinggal disuatu tempat)
nasabah : orang yang mempercayakan pengurusan uangnya kepada bank untuk
digunakan dalam operasional bisnis perbankan yang dengan hal tersebut
mengharap imbalan berupa uang atas simpanan tersebut
niaga : kegiatan jual beli untuk memperoleh untung
optimis : orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam
menghadapi segala hal) otoritas hak melakukan tindakan atau hak membuat
peraturan untuk memerintah orang lain
platform : tempat untuk menjalankan perangkat lunak, merupakan dasar atau
tempat dimana sistem operasi bekerja
polis : sebuah bukti kontrak perjanjian yang tertulis antara kedua pihak dalam
asuransi yaitu pihak penanggung (perusahaan asuransi) dengan pihak tertanggung
(nasabah asuransi), yang berisi segala hak dan kewajiban antara masing-masing
pihak tersebut
premi : sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban
dari tertanggung atas keikutsertaannya di asuransi. Besarnya premi atas
keikutsertaan di asuransi yang harus dibayarkan telah ditetapkan oleh perusahaan
asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari tertanggung
revolusi : perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang
riba : penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian
berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan
kepada peminjam
rida : kelapangan jiwa dalam menerima takdir Allah Swt
santri : orang yang mendalami agama Islam, umumnya di pondok pesantren
selawat : doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan
sahabatnya.
Sentralisasi : penyatuan segala sesuatu ke suatu tempat yang dianggap sebagai
pusat; penyentralan; pemusatan
silaturahmi : tali persahabatan (persaudaraan)
syariah : hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat
73
manusia, baik muslim maupun non-muslim
syirik : menyekutukan Allah Swt
syu’abul iman : cabang-cabang iman
takaful : usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah
orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan /atau tabarru’ yang
memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad
(perikatan) yang sesuai syariah
talkshow : gelar wicara yaitu uatu jenis acara televisi atau radio yang berupa
perbincangan atau diskusi seorang atau sekelompok orang «tamu» tentang suatu
topik tertentu (atau beragam topik) dengan dipandu oleh pemandu gelar wicara.
tasdiqun bil qalbi : potensi dalam setiap jiwa manusia dalam pengakuan
kebenaran didalam hati
tasyakuran selamatan untuk bertasyakur
taubat sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan
berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan
tawakal pasrah diri kepada kehendak Allah; percaya dengan sepenuh hati kepada
Allah (dalam penderitaan, dsb)
toleran bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan,
membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan,
kelakuan, dsb) yang berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri
tradisi : adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih
dijalankan oleh masyarakat
ujub : sifat mengagumi serta senantiasa membanggakan dirinya sendiri
universal : umum (berlaku untuk semua orang atau untuk seluruh dunia); bersifat
(melingkupi) seluruh dunia;
wabah : penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah
besar orang di daerah yang luas (seperti wabah cacar, disentri, kolera, corona)
zina ghairu muhsan : zina yang dilakukan oleh orang yang sama-sama belum
menikah
zina muhsan : zina yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah dengan
dengan orang yang bukan pasangannya, baik orang tersebut sudah menikah atau
belum.
74
Lampiran 4
DAFTAR PUSTAKA
- Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati, Buku Guru dan Buku Siswa,
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X,
Jakarta: Kemdikbud RI, 2021
- Al-Quran dan Terjemahannya,oleh Kementerian Agama RI
75
MODUL AJAR 2
PERAN SYU’ABUL IMAN DALAM MENATA KEHIDUPAN
INFORMASI UMUM
I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Ida Royani, [Link].I
Satuan Pendidikan : SMK
Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti
Prediksi Alokasi Waktu : 3 JP (3 x 45 Menit)
Tahun Penyusunan : 2024/2025
76
pelajaran yang disampaikan dan diharapkan peserta didik dapat
mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.
KOMPONEN INTI
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan :
1. Mampu Menganalisis makna Syu’abul Iman, Pengertian, dalil, macam dan
manfaatnya.
2. Mampu Menjelaskan makna Syu’abul Iman, Pengertian, dalil, macam dan
manfaatnya.
3. Mampu Menjelaskan bahwa dalam Iman terdapat banyak cabang-
cabangnya
4. Mampu mengimplementasikan sikap disiplin, jujur dan bertanggung jawab
yang merupakan beberapa cabang iman dalam kehidupan
77
3. Kegiatan awal, peserta didik mengamati dan mempelajari infografis.
Tampilan menarik infografis akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan
memotivasi untuk mempelajari materi pelajaran. Sebaiknya guru
memberikan umpan balik dan penguatan terhadap komentar peserta didik
bahwa penanaman iman adalah hal yang paling mendasar yang harus
dilakukan sejak dini dari lingkungan keluarga. Pendidikan tentang tauhid,
yang harus diterima oleh seorang anak, tidak hanya berupa konsep teoritis
saja, namun harus termanifestasikan dalam 3 (tiga) cabang keimanan
antara lain ucapan, keyakinan dan amalan dalam kehidupan sehari-hari,
mulai dari hal-hal kecil sekali pun, bahkan hanya dengan masih memiliki
rasa malu, menjaga kebersihan dan bersabar ketika menghadapi musibah
dan ujian kehidupan.
4. Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mencermati gambar terkait
materi dan menuliskan komentar atau pesan moral yang terkandung dalam
gambar tersebut (aktivitas 2.2).
78
3. Guru menanya peserta didik tentang gambar yang ditampilkan, kemudian
meminta peserta didik untuk menjelaskan terkait materi tentang
memahami Syu’abul Iman.
4. Guru menunjuk peserta didik untuk menjelaskan secara bergantian.
5. Guru mengirimkan materi melalui Google Chrome dan menyuruh peserta
didik untuk mempelajarinya melalui akunnya masing-masing.
6. Guru melakukan pengawasan kepada peserta didik agar melaksanakan
kegiatan dengan benar dan sebagai proses guru melihat mana peserta didik
yang aktif dalam belajar.
7. Guru menjelaskan kepada pesrta didik mengenai aplikasi Quizizz sebagai
persiapan kegiatan Assesmen Formatif.
8. Guru menyuruh peserta didik untuk bergabung dalam Aplikasi Quizizz
menggunakan Emailnya masing-masing dan memasukan kode PIN yang
sudah dibagikan sebagai pertanda siap untuk melakukan Assesmen
formatif.
9. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal yang telah disediakan
pada Aplikasi Quizizz secara mandiri dengan kecepatan waktu dan
ketepatan dalam menjawab soal.
10. Guru akan memantau peserta didik selama proses assesmen
dilaksakan dan melihat hasilnya.
V. ASESMEN/PENILAIAN
1) Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan
pertanyaan:
Teknik Bentuk
Aspek Indikator Waktu
Penilaian Instrumen
Pengetahua Peserta didik mempunyai Wawancara / Tanya jawab / Quis
n awal pengetahuan tentang
79
Teknik Bentuk
Aspek Indikator Waktu
Penilaian Instrumen
siswa pengertian Syu’abul Iman.
Pengetahua Peserta didik mempunyai
n awal pengetahuan tentang Wawancara / Tanya jawab / Quis
siswa Cabang-cabang Iman.
Pengetahua Peserta didik mempunyai
n awal pengetahuan tentang Wawancara / Tanya jawab / Quis
siswa Manfaat Syu’abul Iman.
Peserta didik mempunyai
Pengetahua pengetahuan tentang
n awal pengertian Sikap Disiplin, Wawancara / Tanya jawab / Quis
siswa Jujur dan Bertanggung
Jawab.
Peserta didik apakah sudah
Pengetahua menerapkan tentang Sikap
n awal Disiplin, Jujur dan Wawancara / Tanya jawab / Quis
siswa Bertanggung Jawab dalam
kehidupan sehari-hari.
Essay
No Pertanyaan Jawaban
Ya Tidak
1 Apakah sudah terbiasa menerapkan
perilaku yang menunjukkan sikap disiplin ?
2 Apakah sudah terbiasa menerapkan
perilaku yang menunjukkan Sikap Jujur ?
3 Apakah sudah terbiasa menerapkan
perilaku yang menunjukkan sikap
Bertanggung Jawab ?
4 Apakah kalian sudah memahami materi
pelajaran tentang pembiasaan sikap
disiplin, Sikap Jujur dan Bertanggung
Jawab?
80
kegiatan pembelajaran dengan metode TPACK (Technological
Pedagogical Aplikasi Content Knowledge) dan menjawab pertanyaan pada
Quizizz.
No Pertanyaan Jawaban
Ya Tidak
1 Apakah sudah terbiasa menggunakan
Aplikasi Quizizz ?
2 Apakah sudah terbiasa menjawab pertanyaan
dengan Cepat dan tepat ?
3 Apakah dapat mengikuti kegiatan Assesmen
melalui Aplikasi Quizizz secara mandiri ?
4 Apakah mengalami kesulitan dalam
menjawab soal melalui Aplikasi Quizizz ?
5 Apakah pembelajaran dengan Aplikasi
Quizizz dirasa menyenangkan ?
81
[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK
1. Prosentase penduduk muslim adalah 87,2% dari jumlah seluruh penduduk
Indonesia. Merupakan populasi penduduk muslim terbesar dari Negara-
negara di dunia. Namun ternyata, besarnya prosentase populasi penduduk
muslim tersebut tidak berkorelasi positif dengan kehidupan dan praktik
keberagamaan yang baik. Angka kriminalitas tetap tinggi bahkan
82
cenderung naik setiap waktu, pergaulan bebas pada remaja dan pemuda
semakin parah, praktik aborsi, dan tindakan melawan hukum yang lain
semakin meningkat. Dan yang lebih memprihatinkan, ternyata tidak sedikit
dari mereka yang beridentitas muslim.
2. Lakukan kajian dan analisis sederhana mengapa fenomena ini terjadi.
Adakah yang salah dengan praktik keberagamaan masyarakat kita?
Mengapa?
Mengetahui, i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i
Kepala iSMK iPGRI i2 iBelitang, i i i i i i i iGuru iMata iPelajaran iPAI
iiiiiiiiiiiiiii
83
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
1. Penilaian Sikap
A. Buatlah tabel mingguan/bulanan berupa ceck list tentang aktivitas ibadah
harian kalian pada buku khusus untuk pemantauan individu! Mulailah dari
ibadah wajib seperti halnya shalat lima waktu dilanjutkan dengan ibadah
sunah harian misalnya tadarus Al-Qur`an, dzikir, shalawat, membantu
orangtua, membantu teman, aktif pada kegiatan sosial, aktif terlibat dalam
organisasi kepemudaan serta amaliah lainnya. Lakukan dengan rutin,
ikhlas dan penuh tanggungjawab kepada Allah Swt.!
B. Berilah tanda centang ( √ ) pada kolom berikut dan berikan alasannya!
No Pernyataan SS S R TS STS Alasan
1 Dengan memahami Sikap
Disiplin, maka saya
tergerak untuk membuat
jadwal aktivitas agar hidup
lebih se imbang
2 Saya akan istiqamah untuk
bersikap Disiplin, Jujur
dan bertanggung Jawab
3 Saya akan belajar dengan
sungguh sungguh dan
berjanji untuk bisa
menjadi anak yang bisa
dibanggakan kedua orang
tua saya
4 Saya berkomitmen selalu
berkata jujur dan
bertanggungjawab atas
kepercayaan orang tua dan
guru yang diberikan
kepada saya
5 Saya akan rajin beribadah
seperti sholat lima waktu
sebagai bentuk tanggung
jawab dari kedisiplinan.
SS (sangat setuju); S (setuju); R (ragu-ragu); TS (tidak setuju); STS
(sangat tidak setuju)
84
2. Penilaian Pengetahuan
I. Pililah jawaban yang paling tepat dan cepat pada Aplikasi Quizizz!
1) Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan yang
kemudian disebut dengan agama Islam. Berikut ini yang merupakan
pengertian dari iman adalah….
[Link] dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
B. mempercayai setengah hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
C. mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
[Link] dengan hati, menolak dengan ucapan dan membuktikan
dengan perbuatan
E. mempercayai dengan hati, menyangkal dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
4) Dari pernyataan tersebut, yang perilakunya selaras dengan iman, Islam dan
ihsan adalah….
A. Malik dan Maman
B. Mamad dan Malik
C. Maman dan Marwan
85
D. Mahmud dan Mamad
E. Marwan dan Mahmud
4) Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu ma'rifatun bil qalbi,
iqrarun bil lisan dan amalun bil arkan. Dari contoh-contoh amalan di
bawah ini yang merupakan cabang iman dalam ranah ma'rifatun bil qalbi
adalah….
A. belajar dan menuntut ilmu
B. membaca kalimat thayyibah
C. membaca kitab suci Al-Qur`an
D. mengajarkan ilmu kepada orang lain
E. mencintai dan membenci karena Allah Swt.
5) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah perbuatan
adalah….
A. mengurus perawatan jenazah
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. menunaikan dan membayar hutang
D. meluruskan muamalah dan menghindari riba
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran
7) Dari pernyataan tersebut, yang merupakan cabang iman dari ranah niat, hati
dan akidah adalah….
A. a) – b) – c)
B. a) – c) – d)
C. a) – d) – e)
D. b) – c) – d)
E. b) – d) – e)
86
B. bila disebutkan nama Allah swt. hatinya bergetar
C. menafkahkan sebagian hartanya di jalan Allah swt.
D. berjihad di jalan Allah swt. dengan harta dan jiwanya
E. mempengaruhi orang lain untuk memerangi orang kafir
9) Orang yang beriman, tidak akan luput dari ujian dan godaan yang terhadap
keimanannya. Semakin beriman seseorang, semakin bersar pula ujian dari
Allah Swt. baginya. Berikut ini yang bukan merupakan ujian bagi seorang
mukmin adalah….
A. mukmin yang saling membenci satu sama lain
B. mukmin yang saling mendukung satu sama lain
C. datangnya orang munafik yang membenci kaum mukmin
D. godaan hawa nafsu dari dalam diri setiap mukmin itu sendiri
E. orang kafir yang memerangi kaum mukmin dengan tipu dayanya
10) Orang yang beriman secara kaffah, akan senantiasa berhati-hati dalam
kehidupannya. Ia akan menempatkan Allah Swt. sebagai tujuan utama dari
setiap aktivitasnya. Dengan demikian, hikmah iman bagi seorang mukmin
adalah….
A. membuat seseorang menjadi resah dan gelisah hidupnya
B. mudah terserang ujub, riya dan sum’ah dalam hidupnya
C. membuat seseorang hanya mengharap rida Allah swt.
D. membuat seseorang terhindar dari keberuntungan
E. membuat seseorang tergantung kepada makhluk
87
Lampiran 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
1. Setiap manusia dilahirkan dengan fitrah yang sama yaitu memiliki keyakinan
tentang zat Yang Maha Kuasa, yang dalam istilah agama disebut dengan iman.
2. Iman adalah suatu niat, ucapan dan perbuatan, di mana tidak sempurna iman itu
jika tidak bersama yang lain.
3. Pilar iman terdiri dari enam perkara yang disebut dengan rukun iman yaitu: 1)
iman kepada Allah Swt., 2) meyakini adanya rasul-rasul utusan Allah Swt., 3)
mengimani keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt., 4) meyakini dan
mengamalkan ajaran-ajaran suci dalam kitab-kitab-Nya, 5) meyakini akan
datangnya hari akhir dan 6) mempercayai qada dan qadar Allah Swt.
4. Iman yang terdiri dari enam pilar tersebut, memiliki beberapa bagian (unsur)
dan perilaku yang dapat menambah amal manusia jika dilakukan semuanya,
namun juga dapat mengurangi amal manusia apabila ditinggalkannya.
5. Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabang merupakan amalan atau
perbuatan yang harus dilakukan oleh seseorang yang mengaku beriman
(mukmin). Cabang yang 77 itulah yang disebut dengan syu’abul iman.
6. Untuk mempermudah memahami dan mempelajari Syu’abul iman, dibagi
menjadi 3 (tiga) bagian yang meliputi:
a. Niat, akidah dan hati terdiri dari 30 cabang iman
b. Lisan/ucapan terdiri dari 7 cabag iman
c. Seluruh anggota badan terdiri dari 40 cabang iman
7. Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara jika terbentuk dari
kumpulan orang-orang yang beriman, niscaya akan terbentuk masyarakat yang
aman, tenteram, damai, sejahtera dan berlimpah berkah dari Allah Swt.
88
Lampiran 3
GLOSARIUM
autodidak : orang yang mendapat keahlian dengan belajar sendiri
content creator : merupakan sebutan bagi seseorang yang melahirkan berbagai
materi konten baik berupa tulisan, gambar, video, suara, maupun gabungan dari
dua atau lebih materi.
dalil : suatu hal yang menunjuk pada apa yang dicari; berupa alasan, keterangan
dan pendapat yang merujuk pada pengertian, hukum dan hal-hal yang berkaitan
dengan apa yang dicari
digital : berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu;
berhubungan dengan penomoran
dinamisme : kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan
yg dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam
mempertahankan hidup
egoisme : tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri
sendiri daripada untuk kesejahteraan orang lain
fitrah : asal kejadian, keadaan yang suci dan kembali ke asal.
Fondasi : dasar bangunan yang kuat
ihsan : seseorang yang menyembah Allah Swt. seolaholah ia melihat-Nya, dan
jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut
membayangkan bahwa sesungguhnya Allah Swt. melihat perbuatannya
ikhtiar : alat, syarat untuk mencapai maksud; daya upaya
iman : percaya atau membenarkan
iqrarun bil lisan : mengakui kebenaran seiringan dengan hati tentang ucapan
kebenaran iman yang tidak perlu diragukan lagi dalam ucapan
islam : salah satu agama dari kelompok agama yang diterima oleh seorang nabi
(agama samawi) yang mengajarkan monoteisme tanpa kompromi, iman terhadap
wahyu, iman terhadap akhir zaman, dan tanggung jawab
literasi : kemampuan menulis dan membaca
maslahat sesuatu yang mendatangkan kebaikan (keselamatan dan sebagainya)
metode : cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar
tercapai sesuai dengan yang dikehendaki
mudharat : Bahaya, kerugian
mukimin : seseorang yang bermukim (bertempat tinggal disuatu tempat)
optimis : orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam
menghadapi segala hal) otoritas hak melakukan tindakan atau hak membuat
peraturan untuk memerintah orang lain
platform : tempat untuk menjalankan perangkat lunak, merupakan dasar atau
tempat dimana sistem operasi bekerja
revolusi : perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang
riba : penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian
89
berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan
kepada peminjam
rida : kelapangan jiwa dalam menerima takdir Allah Swt
santri : orang yang mendalami agama Islam, umumnya di pondok pesantren
selawat : doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan
sahabatnya.
Sentralisasi : penyatuan segala sesuatu ke suatu tempat yang dianggap sebagai
pusat; penyentralan; pemusatan
silaturahmi : tali persahabatan (persaudaraan)
syariah : hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat
manusia, baik muslim maupun non-muslim
syirik : menyekutukan Allah Swt
syu’abul iman : cabang-cabang iman
takaful : usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah
orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan /atau tabarru’ yang
memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad
(perikatan) yang sesuai syariah
tasdiqun bil qalbi : potensi dalam setiap jiwa manusia dalam pengakuan
kebenaran didalam hati
tasyakuran selamatan untuk bertasyakur
taubat sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan
berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan
tawakal pasrah diri kepada kehendak Allah; percaya dengan sepenuh hati kepada
Allah (dalam penderitaan, dsb)
toleran bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan,
membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan,
kelakuan, dsb) yang berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri
tradisi : adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih
dijalankan oleh masyarakat
ujub : sifat mengagumi serta senantiasa membanggakan dirinya sendiri
universal : umum (berlaku untuk semua orang atau untuk seluruh dunia); bersifat
(melingkupi) seluruh dunia;
Lampiran 4
DAFTAR PUSTAKA
- Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati, Buku Guru dan Buku Siswa,
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X,
Jakarta: Kemdikbud RI, 2021
- Al-Quran dan Terjemahannya,oleh Kementerian Agama RI
90
Lampiran 2
Instrument Test
Siklus I
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada jawaban
yang paling tepat!
1) Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan yang
kemudian disebut dengan agama Islam. Berikut ini yang merupakan
pengertian dari iman adalah….
[Link] dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
B. mempercayai setengah hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
C. mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
[Link] dengan hati, menolak dengan ucapan dan membuktikan
dengan perbuatan
E. mempercayai dengan hati, menyangkal dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
3) Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu ma'rifatun bil qalbi,
iqrarun bil lisan dan amalun bil arkan. Dari contoh-contoh amalan di
bawah ini yang merupakan cabang iman dalam ranah ma'rifatun bil qalbi
adalah….
A. belajar dan menuntut ilmu
B. membaca kalimat thayyibah
C. membaca kitab suci Al-Qur`an
D. mengajarkan ilmu kepada orang lain
E. mencintai dan membenci karena Allah Swt.
91
4) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah perbuatan
adalah….
A. mengurus perawatan jenazah
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. menunaikan dan membayar hutang
D. meluruskan muamalah dan menghindari riba
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran
5) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah ikrar bilisan
adalah….
A. Berdo’a kepada Alloh SWT
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. Tadarus Al-Qur’an
D. Mengucap Syahadatain
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran
92
Siklus II
Jawablah soal berikut dengan jawaban yang benar!
I. Pililah jawaban yang paling tepat dan cepat pada Aplikasi Quizizz!
1) Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan yang
kemudian disebut dengan agama Islam. Berikut ini yang merupakan
pengertian dari iman adalah….
[Link] dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
B. mempercayai setengah hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan
dengan perbuatan
C. mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
[Link] dengan hati, menolak dengan ucapan dan membuktikan
dengan perbuatan
E. mempercayai dengan hati, menyangkal dengan lisan dan membuktikan
dengan perbuatan
4) Dari pernyataan tersebut, yang perilakunya selaras dengan iman, Islam dan
93
ihsan adalah….
A. Malik dan Maman
B. Mamad dan Malik
C. Maman dan Marwan
D. Mahmud dan Mamad
E. Marwan dan Mahmud
4) Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu ma'rifatun bil qalbi,
iqrarun bil lisan dan amalun bil arkan. Dari contoh-contoh amalan di
bawah ini yang merupakan cabang iman dalam ranah ma'rifatun bil qalbi
adalah….
A. belajar dan menuntut ilmu
B. membaca kalimat thayyibah
C. membaca kitab suci Al-Qur`an
D. mengajarkan ilmu kepada orang lain
E. mencintai dan membenci karena Allah Swt.
5) Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan.
Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah perbuatan
adalah….
A. mengurus perawatan jenazah
B. menghindari bacaan yang sia-sia
C. menunaikan dan membayar hutang
D. meluruskan muamalah dan menghindari riba
E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran
7) Dari pernyataan tersebut, yang merupakan cabang iman dari ranah niat, hati
dan akidah adalah….
A. a) – b) – c)
B. a) – c) – d)
C. a) – d) – e)
D. b) – c) – d)
E. b) – d) – e)
94
8) Berikut ini yang bukan merupakan tanda-tanda orang yang beriman
adalah….
A. istiqamah dan tertib menjalankan salatnya
B. bila disebutkan nama Allah swt. hatinya bergetar
C. menafkahkan sebagian hartanya di jalan Allah swt.
D. berjihad di jalan Allah swt. dengan harta dan jiwanya
E. mempengaruhi orang lain untuk memerangi orang kafir
9) Orang yang beriman, tidak akan luput dari ujian dan godaan yang terhadap
keimanannya. Semakin beriman seseorang, semakin bersar pula ujian dari
Allah Swt. baginya. Berikut ini yang bukan merupakan ujian bagi seorang
mukmin adalah….
A. mukmin yang saling membenci satu sama lain
B. mukmin yang saling mendukung satu sama lain
C. datangnya orang munafik yang membenci kaum mukmin
D. godaan hawa nafsu dari dalam diri setiap mukmin itu sendiri
E. orang kafir yang memerangi kaum mukmin dengan tipu dayanya
10) Orang yang beriman secara kaffah, akan senantiasa berhati-hati dalam
kehidupannya. Ia akan menempatkan Allah Swt. sebagai tujuan utama dari
setiap aktivitasnya. Dengan demikian, hikmah iman bagi seorang mukmin
adalah….
A. membuat seseorang menjadi resah dan gelisah hidupnya
B. mudah terserang ujub, riya dan sum’ah dalam hidupnya
C. membuat seseorang hanya mengharap rida Allah swt.
D. membuat seseorang terhindar dari keberuntungan
E. membuat seseorang tergantung kepada makhluk
95
Lampiran 3
Daftar Hadir Siswa Per Siklus
SIKLUS I
No Nama Cheklist
1 ANGGA SAPUTRA √
2 APRI ANSYAH √
3 AYU RAMADANI √
4 AZA DIA MAULIA √
5 BUNGA PUTRI LADILA √
6 CHELSI FEBRIANI √
7 CLARISTA OKTA VIANI √
8 DEVITA NURUL AINI √
9 DISKA PRATAMA √
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA √
11 FIONNA FEBIOLA √
12 GALEN FADIL ANGGARA √
13 KAILA RATNASARI √
14 LAYLA NUR SABRINA √
15 MEICHA SASKIA √
16 NELI GUSTINA √
17 NISA DWI PRADESTI √
18 NURHAMIDAH √
19 PUTRI MUTIASIH √
20 RAHAYU √
21 RAKA DAYONA √
22 RIDHO RAMA SAPUTRA √
23 TRYA PERTIWI √
24 YUSUF INOVA √
96
25 ZAENAL MUSTAQIM √
SIKLUS II
No Nama Cheklist
1 ANGGA SAPUTRA √
2 APRI ANSYAH √
3 AYU RAMADANI √
4 AZA DIA MAULIA √
5 BUNGA PUTRI LADILA √
6 CHELSI FEBRIANI √
7 CLARISTA OKTA VIANI √
8 DEVITA NURUL AINI √
9 DISKA PRATAMA √
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA √
11 FIONNA FEBIOLA √
12 GALEN FADIL ANGGARA I
13 KAILA RATNASARI √
14 LAYLA NUR SABRINA √
15 MEICHA SASKIA √
16 NELI GUSTINA √
17 NISA DWI PRADESTI √
18 NURHAMIDAH √
19 PUTRI MUTIASIH √
20 RAHAYU √
21 RAKA DAYONA √
22 RIDHO RAMA SAPUTRA √
23 TRYA PERTIWI √
24 YUSUF INOVA √
25 ZAENAL MUSTAQIM √
97
98
Lampiran 4
Lembar Observasi
Lembar Observasi Siswa
Hasil Pengamatan Aktivitas Peserta Didik Pada Tahap Siklus II
Aspek
Jumlah
No Nama Pengamatan
Score
A B C D E
1 ANGGA SAPUTRA √ √ √ √ √ 5
2 APRI ANSYAH √ √ √ √ √ 5
3 AYU RAMADANI √ √ √ √ 4
4 AZA DIA MAULIA √ √ √ √ √ 5
5 BUNGA PUTRI LADILA √ √ √ √ √ 5
6 CHELSI FEBRIANI √ √ √ √ √ 5
7 CLARISTA OKTA VIANI √ √ √ √ √ 5
8 DEVITA NURUL AINI √ √ √ √ √ 5
9 DISKA PRATAMA √ √ √ √ 4
10 ESTIN BRIAN SAPUTRA √ √ √ √ 4
11 FIONNA FEBIOLA √ √ √ √ 4
12 GALEN FADIL ANGGARA √ √ √ 3
13 KAILA RATNASARI √ √ √ √ √ 5
14 LAYLA NUR SABRINA √ √ √ √ √ 5
15 MEICHA SASKIA √ √ √ √ √ 5
16 NELI GUSTINA √ √ √ √ √ 5
17 NISA DWI PRADESTI √ √ √ √ √ 5
18 NURHAMIDAH √ √ √ √ √ 5
19 PUTRI MUTIASIH √ √ √ √ 4
20 RAHAYU √ √ √ √ √ 5
21 RAKA DAYONA √ √ √ √ √ 5
22 RIDHO RAMA SAPUTRA √ √ √ √ √ 5
23 TRYA PERTIWI √ √ √ √ √ 5
99
24 YUSUF INOVA √ √ √ √ 4
25 ZAENAL MUSTAQIM √ √ √ √ 4
Jumlah 116
100
Lampiran 5
PEDOMANA WAWACARA
Berikut adalah pedoman wawancara pelajaran PAI
Siswa: _______________________________________________________
Siswa: _______________________________________________________
Siswa: _______________________________________________________
4. Kesulitan apa yang ananda alami dalam memahami pengertian Syu’abul Iman ?
Siswa: _______________________________________________________
5. Apakah Ananda senang belajar memahami peran syu’abul iman dalam menata
kehidupan?
Siswa: _______________________________________________________
101
Lampiran 6
Untuk melakukan penelitian di SMK PGRI 2 Belitang pada Bulan Agustus 2024
sampai dengan Bulan Oktober 2024.
Demikian surat izin penelitian ini diperbuat untuk dapat digunakan seperlunya.
102
Lampiran 7
Berita Acara Seminar
BERITA ACARA
PELAKSANAAN SEMINAR LAPORAN HASIL PENELITIAN
Pada hari ini : Senin
Tanggal : 14 Oktober 2024
Pukul : 08.00WIB s.d Selesai
Bertempat di ruang : SMK PGRI 2 Belitang
Pada Sekolah : SMK PGRI 2 Belitang
Telah diselenggarakan acara Seminar Hasil Penelitian:
Dengan Judul "PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI DENGAN METODE
PBL PADA SISWA KELAS X.4/MULTIMEDIA SMK PGRI 2 BELITANG
TAHUN PELAJARAN 2024/2025”
Hasil Karya : IDA ROYANI, [Link].I
Jabatan : Guru
Tempat Tugas : SMK PGRI 2 Belitang
103
YAYASAN PEMBINA LEMBAGA PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA PROVINSI SUMATERA SELATAN
SMK PGRI 2 BELITANG
STATUS: TERAKREDITASI, NDS: 4311060003, NSS: 322110806636, NPSN: 10606636
Jl. Raya Karangsari 64 BK. XI Belitang III OKU Timur Sumatera Selatan 32385
Telp/Fax. (0735) 450150 email : smk.pgri2blt@[Link]
Kepada Yth.
Bapak/Ibu Guru …..................................
Di
Tempat
Dengan hormat,
Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu Guru untuk mengikuti Seminar PTK di
SMK PGRI 2 Belitang dengan judul “PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI
DENGAN METODE PBL PADA SISWA KELAS X.4/MULTIMEDIA SMK
PGRI 2 BELITANG TAHUN PELAJARAN 2024/2025”.Oleh IDA ROYANI,
[Link].I, yang akan dilaksanakan :
Hari/tanggal : Senin, 14 Oktober 2024
Pukul : 08.00 s.d Selesei
Tempat : SMK PGRI 2 Belitang
Acara : Seminar PTK
Demikian surat undangan ini kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya
yang baik ucapkan terima kasih.
Karang Sari, 12 Oktober 2024
Peneliti,
104
Lampiran 8
Surat Keterangan Perpustakaan
SURAT KETERANGAN
Yang bertanda tangan di bawah ini, Petugas Perpustakaan SMK PGRI 2 Belitang,
menerangkan dengan sebenarnya bahwa:
Karya tulis ilmiah yang berjudul:
Mengetahui,
Kepala Sekolah Kepala Perpustakaan
105
Lampiran 9
Foto-foto Kegiatan
106
107
108