Purchasing KPI
1. Ketepatan Waktu Pembelian (On-Time Purchasing)
KPI : Persentase PO yang dibuat tepat waktu sebelum kebutuhan produksi.
Target : ≥ 95%
Rumus : (Jumlah PO tepat waktu / Total PO)×100%
Tujuan : Memastikan produksi tidak terganggu karena keterlambatan pembelian.
2. Efisiensi Biaya Pembelian (Cost Saving)
KPI : Jumlah penghematan dari negosiasi harga atau alternatif vendor.
Target : Sesuai dengan nilai pengadaan (misal: 3–5% penghematan dari total
pembelian per bulan).
Contoh : Negosiasi potongan harga atau menemukan vendor dengan kualitas serupa
tapi harga lebih murah.
3. Kualitas Vendor/Supplier
KPI: Persentase pengiriman vendor yang sesuai (tanpa retur atau cacat).
Target: ≥ 98%
Rumus:
(Jumlah pengiriman tanpa komplain / Total pengiriman)×100%
Tujuan: Menjaga kualitas bahan baku dan meminimalkan pemborosan.
4. Ketepatan Dokumen & Administrasi
KPI : Akurasi dokumen pembelian (PO, invoice, delivery note, fakur pajak dll).
Target : ≥ 99%
Tujuan : Menghindari selisih data antara purchasing, finance, dan gudang.
5. Lead Time Pembelian
KPI : Rata-rata waktu dari permintaan (PR) sampai PO dibuat.
Target : Misal ≤ 2 hari kerja.
Tujuan : Menilai kecepatan respons purchasing terhadap permintaan user/produksi.
6. Jumlah Vendor Aktif & Terverifikasi
KPI : Jumlah vendor berkualitas dalam daftar supplier aktif.
Target : Minimal 3 vendor aktif untuk setiap item kritikal.
Tujuan : Mengurangi ketergantungan pada 1 vendor (supplier risk management).
7. Jumlah Keterlambatan Produksi akibat Purchasing
KPI : Jumlah kejadian produksi berhenti karena keterlambatan barang masuk.
Target : 0 (idealnya).
Tujuan : Menjaga kelancaran proses produksi.