0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan33 halaman

Alat Fiber Optik dan Fungsinya

Materi Pertemuan ke 3 sampai ke 7 mapel Teknologi Jaringan Berbasis Luas

Diunggah oleh

Mamad Rosad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan33 halaman

Alat Fiber Optik dan Fungsinya

Materi Pertemuan ke 3 sampai ke 7 mapel Teknologi Jaringan Berbasis Luas

Diunggah oleh

Mamad Rosad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertemuan Ke 3

Alat - Alat Fiber Optic dan Fungsinya

1. Fusion Splicer

Fusion splicer atau sering dikenal sebagai alat untuk menyambungkan


serat optik ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk
menyambungkan sebuah core serat optik, dimana serat tersebut terbuat /
berbasis kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah
dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser. Sinar laser tersebut
berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus pada core sehingga bisa
tersambung kembali dengan baik. Perlu kalian ketahui, bahwa fusion splicer
ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi, hal ini ditujukan
untuk menghasilkan hasil penyambungan yang sempurna, karena pada
saat penyambungan tersebut akan terjadi proses pengelasan media kaca
serta peleburan kaca yang akan menghasilkan suatu media, dimana media
tersebut akan tersambung dengan utuh tanpa adanya celah-celah, hal ini
dikarenakan media tersebut memiliki senyawa yang sama.

2. Stripper Atau Miller

Sama seperti kabel - kabel yang lain, salah satunya seperti kabel coaxial
dan UTP, kabel fiber optic juga memerlukan alat ini. Alat ini berfungsi
sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit dan daging kabel.

3. Cleaver
Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core yang kulit
kabel optic-nya sudah dikupas, perlu kalian ketahui juga bahwa
pemotongan core ini wajib menggunakan alat khusus ini, karena pada serat
kacanya akan terpotong dengan rapih. Jika proses ini berhasil dilakukan
dengan baik maka tahapan selanjutnya, kalian bisa teruskan ke tahap
Jointing

4. Optical Power Meter (OPM)

Alat yang satu ini nmemiliki fungsi untuk mengetahui seberapa kuat
daya dari signal cahaya yang sudah masuk, OPM ini juga mempunyai
interface FC yang langsung berhubungan dengan pathcore FC. Bagi kalian
yang belum mengetahui rumus yang digunakan untuk melakukan proses
ini, berikut adalah rumusnya (TX – RX =…dB dibagi jarak (Km)

5. Optical Time Domain Reflectometer (OTDR)

OTDR merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi


komunitas atau himpunan suatu kabel serat optik dalam jarak tempuh
tertentu, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mampu
menghasilkan jarak dari dua sisi yang merupakan ukuran gangguan yang
terjadi. Sehingga untuk melakukan troubleshooting dapat dilakukan dengan
baik, karena akan sangat mudah menentukan suatu letak lokasi gangguan
yang tengah terjadi. Alat OTDR ini sendiri biasanya digunakan untuk
melakukan pendeteksian Kabel Crack, Putusnya core yang belum diketahui
letaknya, Putusnya kabel atau juga untuk melakukan bending
6. Light Source

Pada dasarnya, alat yang satu ini mempunyai fungsi untuk memberikan
suatu signal untuk jalur yang akan dilaluinya, misalnya untuk mengukur
suatu redaman jalur atu end to end dimana Light Source ini akan berfungsi
sebagai media yang memberi signal-nya

7. Optical Fiber Identifier

Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk mengetahui arah signal dengan
penunjuk arah dan besar daya yang di laluinya.

8. Visual Fault Locator

Alat ini sering disebut juga Laser fiber optic atau senter fiber optic.
Fungsinya untuk melakukan pengetesan pada core fiber optic. Laser akan
mengikuti serat Optik pada Kabel Fiber Optik dari POP Sampai Ke User (end
to end) , bila core tidak bermasalah laser akan sampai pada titik tujuan.
9. Bit Error Rate Test

Alat ini berfungsi sebagai pengecek koneksi jaringan TDM (Time Divisio
Multipleksi) yang mana jaringan TDM aplikasinya yaitu layanan Clear
Channel yang sedang coba di uraikan penulis. Secara spesifiknya BER TES
untuk mengecek dan mengetahui TX atau RX yang error, melalui
pengiriman paket dan lup

10. Fiber Optic Adapter

Fiber Optik Adapter merupakan suatu komponen yang digunakan


untuk melakukan penyambungan/menghubungkan kabel fiber optik satu
dengan yang lain. jika penyambungan dilakukan terhadap kabel fiber optik
yang memiliki konektor berbeda maka fiber optik adapter disebut fiber
optik adapter hibrid atau Special Adapter.

Jenis - Jneis Fiber Optik Adapter


 FC Fiber optik Adapter
Jenis adapter fiber optik yang satu ini tersedia dalam jenis single
mode dan multimode, Ada tiga jenis bentuk/type fiber optik FC adapter,
tipe persegi, tunggal dan ganda tipe D, semua fiber optik FC adapter
dengan rumah (housing)logam dan Lengan (Sleeves) dari keramik.

 SC Adapter Fiber Optik

Jenis adaptor fiber optik ini tersedia dalam jenis single mode dan
multimode, serta Simplex dan duplex. SC adapter fiber optik dengan
perumahan (housing) plastik, mempunyai beberapa varian warna, seperti
:
1. biru untuk PC single mode
2. hijau untuk APC single mode dan multimode beige untuk PC.
Semua Fiber Optik SC adapter mempunyai jenis flange, sementara
itu untuk single mode adapter adalah dengan lengan zirkonia dan untuk
serat multimode adaptor dengan lengan perunggu.

 LC Fiber Optik Adapter

Adapter fiber optik LC semua rumah (housing) plastik; ada simpleks


LC adapter dan adapter LC duplex, fiber optik adapter LC warna sama
dengan fiber optik SC adapter: biru untuk PC single mode, warna beige
untuk PC modus multi dan hijau untuk APC single mode. fiber optik
adapter LC dengan lengan perunggu untuk multimode dan lengan
zirkonia untuk single mode.

 ST Fiber Optik Adapter


Fiber Optik ST adapter semua jenis ulir, dengan perumahan
(housing) logam, yang single mode dengan lengan zirkonia dan yang
multimode adalah dengan lengan perunggu.

11. Splitter Optic

Splitter merupakan komponen yang bersifat pasif dan dapat


memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output
serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab optimasi tidak dilakukan
terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda
dari node splitter, sehingga sifatnya idle dan cara kerjanya membagi daya
optic sama rata

Berikut ini adalah jenis-jenis splitter :


 1 : 2 (tanpa back up)
 1 : 4 (tanpa back up)
 1 : 8 (tanpa back up)
 1 : 16 (tanpa back up)
 1 : 32 (tanpa back up)
 2 : 2 (dengan back up)
 2 : 4 (dengan back up)
 2 : 8 (dengan back up)
 2 : 16 (dengan back up)
 2 : 32 (dengan back up)

12. Fiber Node


Fiber node merupakan suatu titik terminasi antara jaringan optik
dengan jaringan koaksial. Fiber nod eberupa perangkat opto elektronik
yang berfungsi untuk mengubah sinyal optik yang berasal dari distribution
hub menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan ke rumah rumah pelanggan
melalui kabel koaksial dan sebaliknya.

Fiber node sendiri adalah salah satu device yang berhubungan dengan
teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial) dan banyak diaplikasikan untuk sistem
jaringan TV Kabel.

13. Pigtail Fiber Optic

Pigtail fiber optic merupakan sepotong kabel yang hanya memiliki satu
buah konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber
yang belum memiliki konektor. Biasanya kabel pigtail di install di OTB
(Optical Distribution Box) dan disambung / splicing dengan tarikan kabel
Optic yang glondongan (Loose tube cable / Tight buffered cable).

14. Optical Termination Box (OTB)

Optical Termination Box, berfungsi sebagai pendistribusian fiber


seperti FDF yang menampung maksimum 72 core. Optical Terminal Box
juga digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik indoor maupun
outdoor dan patchcord. OTB dapat dipasang di dinding maupun tiang.

15. Joint Closure Optic


Joint Closure merupakan sebuah box atau tempat untuk menaruh hasil
sambungan dari fiber optic. Sebagai contoh : Jika ada kebel fiber optic
putus karena terpotong atau terbakar maka kabel tersebut di
sambung/splicing dan hasil splicingan di taruh di Closure.

Untuk Kapasitas Closure ber variasi mulai dari closure 6 core, Closure
12 core, closure 24 core, Closure 48 core hingga closure 256 core.
Pertemuan Ke 4

Penyambungan serat optik atau yang sering disebut dengan splicing serat
optik dilakukan pada saat serat putus yang dikarenakan oleh faktor dari luar
seperti terkena senar layangan, cangkul, jangkar, dan lain-lain atau untuk
menghubungkan ujung serat optik pada saat instalasi dengan jarak yang jauh.
Dengan melakukan splicing ini kita akan dapat mengurangi redaman. Hal ini
disebabkan bila kita menggunakan konektor biasa untuk menghubungkan
kedua ujung serat optik, maka kita akan mendapatkan redaman yang lebih
besar dibandingkan melakukan teknik splicing.

Peralatan dan Bahan


1. Splicer
2. Pemotong tube

3. Cutter
4. Tang logam
5. Tang pengupas serat (stripper)
6. Tang pemotong serat (stripper)
7. Kain bersih
8. Alkohol
9. Tissue
10. Selotip / solasi kecil
11. Spidol
12. Meteran
13. Thinner-B / alkohol
14. Pelindung serat / protection sleeve
Hal-Hal yang perlu diperhatikan dalam penyambungan Serat Optik

Dalam melakukan splicing ada hal-hal yang harus diperhatikan agar splicing
bisa berhasil dan juga untuk keselamatan kerja. Hal-hal tersebut antara lain:
1. Sebelum melakukan splicing usahakan agar semua peralatan dan bahan
serta tangan kita sebersih mungkin sebab adanya kotoran pada serat optik
dapat menyumbang redaman pada serat.
2. Selalu letakkan tangan di belakang cutter ketika sedang melakukan
pengupasan pelindung serat.
3. Jangan menginjak tube karena akan merusak core yang ada di dalamnya
sehingga bisa menyebabkan core pecah atau retak.
4. Sebaiknya jangan mendekatkan cairan alkohol ke mata kita sebab cairan
alkohol bisa menguap ke udara.
5. Jangan menggulung core dengan diameter yang sangat kecil karena bisa
membuat core putus.
6. Jangan membuang core sembarangan sebab bila menembus kulit
dikuatirkan bisa masuk ke aliran darah dan mengganggu kesehatan.
7. Selalu perhatikan perlindungan pada kaset agar air tidak dapat masuk
kedalam kaset dan bisa merusak serat tersebut.
8. Ikuti prosedur atau langkah-langkah yang ada.

Langkah-Langkah Instalasi

Dalam hal ini kita menggunakan kabel serat optik untuk udara. Berikut ini
adalah prosedur atau langkah-langkah dalam melakukan penyambungan atau
splicing serat optik :
1. Ukur dengan menggunakan meteran sepanjang +150cm (dalam keadaan
baik) dari ujung kabel lalu tandai dengan isolasi atau spidol.
+150 cm

Gambar Panjang kabel yang dikupas


2. Untuk kabel udara terlebih dahulu mengupas logam dalam kabel yang
berfungsi sebagai penopang kabel saat berada di udara dengan
menggunakan cutter sepanjang batas tersebut lalu potong dengan tang
logam.
3. Setelah itu mengupas pelindung tube yang berwarna hitam sepanjang
batas tersebut. Langkah-langkah untuk membuka pelindung :
a. Sebaiknya dilakukan secara sedikit demi sedikit sepanjang 25 cm
dengan cara digergaji dan jangan terlalu dalam karena akan mengenai
tube.
b. Patahkan sedikit dan memutar pada bekas gergaji dan sudut patah
tidak boleh 30o agar tube tidak ikut patah.
c. Lalu tarik sehingga yang terlihat hanya benang pelindung dan kupas
benang tersebut dengan cutter sehingga yang terlihat hanya tube yang
dilapisi jelly.
4. Bersihkan tube dari jelly dengan kain yang sudah dibasahi dengan thinner-
B sampai bersih.
5. Ukur tube tersebut dari batas isolasi sepanjang +50 cm beri tanda dengan
spidol. Lalu kupas tube pada batas tersebut dengan menggunakan
pemotong tube dan sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit sepanjang 25
cm dengan cara memutar pemotong tube searah jarum jam sebanyak 2 kali
lalu patahkan dan jangan lebih dari 30 o agar serat optik tidak ikut patah,
lalu tarik tube sehingga yang terlihat hanya serat optik saja yang dilindungi
oleh jelly. Lakukan berulang-ulang sampai sepanjang + 100 cm dari ujung
tube.
6. Bersihkan core tersebut dari jelly dengan kain yang sudah dibasahi dengan
thinner-B sampai bersih.

Gambar Panjang tube yang dikupas


7. Gulung serat optik dengan bentuk melingkar agar aman, tidak kotor dan
tidak mengenai tanah.
Langkah-Langkah Splicing
1. Terlebih dahulu masukkan plastik khusus untuk melindungi bagian core
yang telah di-splice satu persatu dengan diberi tanda dengan spidol.
2. Kupas core dari jaketnya menggunakan tang pengupas dengan cara
memposisikan tang agak miring, tahan lalu tarik ke ujung core secara
perlahan.
3. Setelah terkupas bersihkan core dengan tissue yang sudah dibasahi dengan
alkohol sampai gesekannya mengeluarkan bunyi. Lakukan sebanyak 3 kali
lalu keringkan dengan tissue.
4. Lalu masukkan ke dalam pemotong core dimana kita menempatkan ujung
jaket pada skala antara 15 dan 20, lalu potong. Pada saat memotong, pisau
harus dijalankan dengan kecepatan yang sesuai dan konstan.
5. Setelah itu kita masukkan ke dalam splicer yang berfungsi menyambung
core dengan teknik fusion. Jangan sampai ujung core menyentuh sesuatu
benda sebab akan menambah redaman.

6. Kemudian tekan tombol set maka secara otomatis splicer akan meleburkan
kedua core dan menyambungnya. Tunggu sampai layar menunjukkan
estimasi redaman lalu tekan reset maka layar akan kembali ke tampilan
awal.
7. Setelah itu keluarkan core tersebut lalu geser plastik khusus tadi ke sisi
core yang telah mengalami proses splice. Kemudian masukkan ke bagian
splicer yang berfungsi untuk memanaskan plastik tersebut. Tunggu sampai
splicer mengeluarkan bunyi lalu keluarkan.
8. Kemudian letakkan core kembali ke dalam kaset tadi seperti gambar di
bawah ini.

Kesalahan Penyambungan
Kesalahan penyambungan dapat terjadi karena :
1. Perbedan struktur serat optik antara lain:
– Diameter core tidak sama.
– Letak core tidak berada di tengah.
2. Kualitas penyambungan antara lain :
– Permukaan serat tidak rata.
– Sumbu serat tidak sejajar.
– Penyimpangan sudut.
– Serat masih basah.
– Ujung serat menyentuh sesuatu.

Kualitas Penyambungan
Untuk mendapatkan kualitas penyambungan yang baik harus diperhatikan :
– Kualitas kabel yang sesuai spesifikasi
– Alat sambung yang baik.
– Lingkungan harus bersih.
– Jointer harus berpengalaman.
Dengan melakukan penyambungan secara fusion, kita diharapkan bisa
memperoleh redaman yang sekecil mungkin.
Pertemuan Ke 5

Fiber To The Home (FTTH)


Fiber To The Home atau yang disebut dengan FTTH, adalah suatu jaringan
akses atau jaringan yang menghubungkan antara pusat layanan dengan
peralatan pelanggan atau Customer Premises Equipment (CPE) dengan
menggunakan Fiber Optik.
Alasan mengapa harus menggunakan Fiber Optik.
a. Dapat menyalurkan informasi dengan kecepatan yang sangat tinggi, atau
berpita lebar High Speed Data ( > 100 Mbps)
b. Dalam satu Fiber Optik dapat menyalurkan informasi dua arah ( transmit
dan receive), hal ini berbeda dengan saluran tembaga yang memerlukan
dua saluran yang berbeda untuk arah kirim dan arah terima.
c. Karena dapat menyalurkan High Speed Information, maka dalam satu fiber
dapat melayan Voice, Video dan Data atau yang disebut dengan layanan
Triple Play.
d. Mempunyai sifat redaman / attenuation yang relatif kecil, sehingga jarak
yang direkomendasi dari Pusat Layanan sampai dengan Pelanggan adalah
20 Kilometer, disamping itu noise maupun distorsi relatif kecil sekali.
e. Secara teknologi, sistem menggunakan spliter atau satu fiber dapat
dicabang ke beberapa pelanggan, sehingga sangat effesien dalam
pembangunan jaringan.
f. Sangat memungkinkan untuk pengembangan teknologi jaringan yang
memerlukan kecepatan tinggi, misal untuk Jaringan ke Base Station.

Arsitektur FTTH

Secara umum arsitektur jaringan FTTH mulai dari pusat layanan sampai
dengan pelanggan adalah sebagai berikut,
1. OLT = Optical Line Terminal , atau perangkat yang mempunyai fungsi;
a. Titik Hubung dengan provider layanan Telepon, Internet/Data dan TV/ IP
TV
b. Pusat penyambungan dan distribusi layanan yang dikirim ke pelanggan.
c. Pengaturan dan monitoring jaringan pelanggan.
d. Mengkonversi sinyal layanan ke dalam bentuk sinyal optik.
2. ODF = Optical Distribution Frame, atau Rak dan frame yang berfungsi ;
a. Tempat Spliter untuk mendistribusikan Fiber Optik ke ODC untuk
melayani beberapa area.
b. Tempat melakukan pengukuran dan monitoring Jaringan Fiber Optik.
c. Tempat terminasi fisik jaringan luar Fiber Optik.
3. Feeder Cables = Kabel Fiber Optik penghantar Layanan, yang mempunyai
fungsi
a. Kabel Fiber Optik Penghubung Utama dari ODF ke ODC
b. Ada tiga jenis kabel Fiber Optik yang digunakan, yaitu
1. Kabel Duct yang menggunakan pelindung pipa PVC dengan lapisan
cor beton
2. Kabel Tanah Tanam Langsung ( Burried Cables) dengan pelindung
pipa HDPE.
3. Kabel Udara atau aireal cable yang ditambatkan pada tiang besi
atau beton.
4. ODC = Optical Distribuion Cabinet atau perangkat Lemari Kabel Fiber Optik
dengan fungsi sebagai berikut ;
a. Titik sambung untuk penyebaran layanan ke beberapa area yang lebih
kecil
b. Tempat splitter untuk yaitu dari satu Fiber optik ke beberapa fiber optik.
c. Tempat koneksi dari Kabel Feeder ke Kabel Distribution

5. Kabel Distribution = Kabel Fiber Optik yang mendistribusikan layanan ke


area yang lebih kecil
a. Menggunakan kabel tipe Single Core Single Tube atau SCST
b. Sebagai penghubung antara ODC dengan ODP
6. ODP = Optical Distribution Point atau kotak distribusi layanan kepelanggan,
fungsinya adalah;
a. Sebagai titik terminasi kabel dropp optik ke arah pelanggan.
b. Sebagai titik distribusi kabel distribusi menjadi beberapa saluran dropp
optik dengan menggunakan splitter.
c. Ada 3 (tiga) jenis ODP , yaitu ;
1. ODP Pedestal ODP yang ditempatkan pada permukaan tanah
2. ODP Pole/ Wall ODP yang ditempatkan pada tembok atau tiang.

3. ODP Closure, ODP yang ditempatkan pada kabel diantara dua tiang
7. Dropp Optic = yaitu saluran penanggal atau penghubung instalasi rumah.
a. Penghubung antara ODP dengan instalasi Rumah.
b. Menggunakan jenis insensitive bending, atau tahan dengan tekukan.
c. Kapasitas 1, 2 dan 4 core.
d. Panjang maksimum 250 meter
e. Kedua ujungnya dipasang konektor
f. Antar kedua ujung konektor tidak boleh terdapat sambungan atau lecet.
8. OTP = Optical Termination Premises., yaitu perangkat pasive yang
ditempatkan pada instalasi rumah pelanggan. Fungsi dari OTP, adalah
sebagai berikut ;
a. Titik terminasi atau titik tambat akhir dropp optik di sisi pelanggan.
b. Tempat koneksi kabel dropp optik dengan kabel indooor optic
(patchcord)

9. Indoor Fiber Optic Cables,


Kabel Fiber Optik yang diinstalasi untuk dalam rumah, pada umumnya
disebut juga patchcord, dimana kedua ujungnya sudah tersambung dengan
konektor.
10. Roset Optic atau kotak tempat penghubung antara indoor optik cables
dengan kabel optik arah CPE ( Customer Premises Equipment dalam bentuk
ONT/ONU )
11. ONT/ONU = Optical Network Terminal atau Optical Network Unit. Fungsinya
adalah :
a. Melakukan konversi layanan dalam sinyal optik menjadi sinyal elektrik
b. Sebagai alat demultiplexer layanan
c. Output layanan ONT/ONU adalah Voice, Video/ IP TV dan Data Internet
Perbedaan antara ONT dan ONU, adalah sebagai berikut ;
- ONT hanya melayani satu pelanggan saja.

- ONU dapat melayani beberapa pelanggan dalam satu kluster, misal


untuk Pertokoan, Mall dan Apartemen.
Pertemuan Ke 6

Teknologi GPON

Teknologi G-PON adalah teknologi yang digunakan untuk mengatur trafik


layanan pada jaringan FTTH. Disebut dengan GPON karena mempunyai bitrate
informasi yang lebih dari 1 Giga bit perdetik, disamping itu sifat pendistribusian
layanan pada jaringan tidak memerlukan catuan daya listrik atau bersifat
passive, sehinggga disebut dengan Pasive Optical Network.
Tekologi ini merupakan penggabungan dari teknologi
a. Penyambugan / Switching
b. Penggabungan / Multiplexer
c. Pendistribusian akses pelanggan melalui FTTH
d. Jaringan IP

Secara konsep teknologi G-PON seperti pada gambar dibawah ini;


Arsitektur G-PON
Arsitektur G-PON sangat sederhana yaitu hanya terdiri komponen
a. OLT Optical Line Terminal yang ditempatkan pada pusat layanan
b. Splitter yang ditempatkan pada ODC maupun pada ODP.
c. ONT atau ONU yang ditempatkan pada sisi pelanggan.

1. OLT merupakan komponen pusat penggabungan layanan triple play dari


beberapa operator jaringan. Setiap layanan dapat dihubungkan dengan
bit rate 10 Gigabit perdetik sedangkan pada sisi distribusi pelanggan
mulai dari 1 Gbps - 2,5 Gbps

Fungsi dari OLT jika pada jaringan Internet adalah merupakan layer -2
yaitu Data Network yang berfungsi sebagai Switch, yang fungsinya
adalah untuk :
a. Penyambungan dengan Pusat Layanan ( Softswitch, ISP dan TV-
Server)
b. Titik Distribusi awal ke beberapa area pelanggan.
c. Tempat pengaturan bandwidth, pengontrolan, monitor dan kendali
jaringan pelanggan.

2. Splitter
Yaitu dapat dianalogikan dengan Multiplexer, yang berfungsi
mendistribusikan layanan dari satu fiber ke beberapa fiber dengan
kapasitas, 1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32 dan 1:64
Kelemahan dari Splitter ini adalah menimbulkan Loss dimana semakin
besar kapasitasnya loss yang timbul semakin besar
3. ONT Optical Network Terminal
ONT ditempatkan pada sisi pelanggan, dimana sebagai interface atau
titik penghubung dengan CPE (Customer Premises Equipment) yang
berupa :
a. PABX
b. Telepon
c. Faxmile
d. WIFI Internet
e. MODEM Internet
f. IP-TV

Cara Kerja G-PON


1. Teknologi GPON dalam menyalurkan trafik layanan ke pelanggan
menggunakan dua metode yaitu ;
a. WDM Wavelenght Division Multiplexer = atau penggabungan panjang
gelombang sinyal optik yang berbeda menjadi satu berkas sinyal optik.
untuk memisahkan jenis layanan dari OLT menuju ke ONT
b. TDM Time Division Multiplexer, yaitu setiap pelanggan arah up stream
dialokasikan time slot yang berbeda untuk memisahkan antar identitas
pelanggan dari ONT menuju ke OLT
Pada teknologi G-PON terdiri dari dua tipe perangkat, yaitu ;
a. Perangkat Aktive terdiri dari : OLT , ONT dan ONU
b. Perangkat Pasive terdiri dari Kabel Feeder , Kabel Distribution, Splitter,
Patch Cord

Keistimewaan teknologi G-PON;


a. Beroperasi dengan line rates pada 2.488 Gbps downstream dan 1.244 Gbps
upstream dengan menggunakan single fiber, G-PON system harus sesuai
dengan ITU-T G.984.x series (G.984.1/2/3/4).
b. Modul GPON dapat diekspansi, yang memungkinkan terbentuknya sistem
perangkat yang fleksible.
c. Sistem arsitektur GPON harus dalam satu rak yang terintegrasi untuk
semua layanan.
d. Semua layanan di-manage/dikontrol oleh sebuah EMS (Element
Management Services)
e. Interface backplane perangkat GPON harus berbasis arsitektur IP.
f. Kemampuan switching bersifat non-blocked matrix atau tidak terjadi
kegagalan hubungan.

Kelemahan G-PON.
a. Instalasi fisik Fiber Optik harus bebas dari tekukan dan gulungan pada Fiber
Optik. (tidak terjadi bending)
b. Teknisi harus menguasai teknologi jaringan IP.
c. Kapasitas Splitter yang semakin besar akan menimbulkan Loss dan
menurunnya kecepatan informasi pada User, oleh sebab itu perencanaan
QoS harus akurat.
Panjang Gelombang Downstream ada dua jenis yaitu
a. 1490 nm untuk menyalurkan informasi Internet dan VoIP
b. 1550 nm untuk menyalurkan IP TV

Panjang gelombang Up Stream yang digunakan adalah, 1.310 digunakan untuk


layanan Triple Play.

Trafik dari OLT ke ONT atau downstream semua dikirim keseluruh user yang
tersambung dengan port OLT. Namun user hanya akan menerima informasi
yang mempunyai IP address yang sama dan untuk layanan sesuai tag/ label.
Spesifikasi Interface OLT pada G-PON untuk 1 Gbps dan 10 Gbps
Spesifikasi Interface ONT pada G-PON

Jaringan G-PON
Hubungan antar OLT menggunakan topologi Ring, agar dapat dilakukan sistem
proteksi, yaitu jika salah satu ruas kabel optik terputus, maka dapat dilakukan
pengalihan trafik secara otomatis yang disebut dengan sistem SHR atau Self
Healing Ring. Pengalihan trafik secara otomatis dengan durasi waktu maksimal
50 milli detik.

Pada saat OLT-1 dengan OLT-2 kondisi recovery, maka jalur atau ruas OLT1
dengan OLT-2 dilakukan perbaikan. Berikut adalah contoh hubungan antar OLT
dalam kota Jakarta yang terdiri dari 5 ring utama.

Pertemuan ke 7
Pada Instalasi kali ini terjadi beberapa masalah, yaitu pada saat pengecekan
koneksi ternyata koneksi belum sepenuhnya berjalan dengan lancar, dan loss
yang dihasilkan sangat besar atau tidak memenuhi standar loss yang
direkomendasikan yaitu RX sensitivity-nya antara – 22 s/d – 24 dB, pada saat
dilakukan penghitungan ternyata loss yang dihasikan adalah – 38 dB, setelah
tim men-troubleshooting masalah ini mulai dari konstruksi kabel apakah ada
bending atau kabel yang patah, penggunaan attenuator yang tepat, setelah
beberapa tindakan tersebut dilakukan ternyata loss yang dihasilkan masih saja
besar. Tim instalasi sempat mengganti atau men-splice ulang patch cord
karena diasumsikan hasil splicingnya kurang maksimal, ternyata tindakan
tersebut juga tidak merubah hasil penghitungan loss yang direkomendasikan.
Setelah tim melakukan pengecekan ulang di OTB ternyata sumber masalah
ditemukan yaitu konektor FC yang masuk salah satu port di OTB tidak
tertancap sebagaimana mestinya, inner dari konektor tersebut tidak masuk
secara tepat. Hal inilah yang ternyata menyebabkan loss yang dihasilkan tidak
sesuai dengan yang direkomendasikan.
Dari problem pada saat instalasi kali ini dapat diambil beberapa kesimpulan
supaya hal yang sama tidak terjadi kembali, untuk meminimalisasikan
terjadinya problem tersebut, tim menyimpulkan berapa hal diantaranya :
Pastikan kabel fiber yang digunakan bersih dan tidak patah atau rusak.
 Pada saat splicing pastikan loss yang dihasilkan seminimal [Link]
mencapai RX sensitivity yang direkomendasikan yaitu -22 s/d – 24 dB.
 Pada saat memasukan konektor ke salah satu port di OTB pastikan inner-
nya masuk secara tepat.(jika hal ini tidak diteliti dengan baik maka pada
saat melakukan pengukuran dengan power meter, maka loss yang di
hasilkan akan besar).
 Pada saat pengukuran dengan power meter pastikan gelombang yang
digunakan sama.

Bila terjadi beberapa masalah, maka cek beberapa keterangan kofigurasi di


bawah ini diantaranya adalah :
 Failure of ONU to range
- Fiber yang kotor
- Sinyal degradasi
 Kabel fiber terlalu panjang
 Kabel fiber rusak
 Bad connections/fiber plant components
 Laser/receiver tidak berfungsi
- ONU ID# conflict
 Loss permanent pada frame/pattern di TDM
- Konfigurasi kabel yang salah
- Ports/Channels/Board tidak aktiv
 Tidak bisa telnet ke SCC management port (pada OLT)
- Konfigurasi yang salah pada SCC IP parameternya.
 No IP traffic
- VLAN membership yang salah
- Ports tidak di enabled
Dalam pengimplementasian dan juga pembentukan sebuah jaringan LAN,
maka bukan tidak mungkin akan terjadi beberapa macam masalah yang akan
muncul nantinya. Kebanyakan masalah itu berasal dari kondisi hardware
atau perangkat keras jaringan komputer yang digunakan.
Dari jenis-jenis jaringan komputer yang ada, jaringan LAN lebih banyak
digunakan orang dibanding jaringan MAN dan WAN. Mengapa? sebab jaringan
LAN merupakan jaringan yang fleksibel dan efektif untuk beberapa user
dengan keperluan menengah. Namun tidak sedikit perusahaan kecil yang
memang menggunakan jaringan LAN bukan dengan jaringan WAN disamping
itu harga yang dikeluarkan juga lebih rendah.
Apa saja masalah yang sering terjadi pada sebuah jaringan LAN? Apa
penyebabnya? Bagaimana mengatasinya? Berikut ini adalah masalah yang
sering terjadi pada jaringan LAN, penyebab dan juga cara mengatasinya:

1. Kerusakan pada Kabel dan Konektor Jaringan


Masalah pertama yang sering terjadi pada jaringan LAN adalah jaringan
LAN yang tidak dapat bekerja dengan baik dan juga optimal, yang
disebabkan gangguan dan kerusakan pada kabel dan juga konektor
jaringan.
Masalah pada kabel dan juga konektor sebenarnya merupakan masalah
yang cenderung simple dan jga sederhana. Akan tetapi hal ini malah akan
menyebabkan jaringan LAN menjadi tidak bekerja dengan baik, apalagi
jaringan LAN yang menggunakan topologi ring ataupun topologi bus.

Bagaimana mendeteksi kerusakan pada kabel dan konektor


jaringan?
Untuk dapat mendeteksi kerusakan pada kabel dan juga konektor jaringan,
yang harus dilakukan pertama kali adalah dengan cara melakukan
pengecekan dengan menggunakan LAN tester. Dengan menggunakan LAN
tester, maka kita akan dapat mengetahui apakah kerusakan memang
berasal dari kabel atau bukan.

Mengapa kabel bisa mengalami kerusakan?


Ada banyak hal yang dapat membuat kabel jaringan mengalmai kerusakan.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan kabel jarina
mengalami kerusakan:
 Kabel yang terjepit
 Kabel yang digigit oleh hewan pengerat
 Kondisi kabel yang sudah tidak baik kualitasnya
 Konektor yang telepas
 Kesalahan pada saat menyusun kabel

Bagaimana mengatasi kabel yang rusak?


Cara paling mudah dan juga simple untuk mengatasi hal ini adalah dengan
cara mengganti kabel yang megalami kerusakan, sehingga bisa bekerja
dengan lebih optimal lagi. Untuk itu user maupun teknisi perlu tau apa saja
jenis-jenis kabel jaringan komputer agar penggunaannya tepat dengan
jaringan yang digunakan sehingga tidak perlu merasakan kerusakan untuk
kesekian kalinya.

2. Kerusakan pada HUB dan Swtch


Pada sebuah jaringan LAN, hub dan juga switch merupakan perangkat
keras jaringan yang paling penting. HUB dan juga switch dapat membantu
memecah jaringan menjadi beberapa kanal dan menghubungkan setiap
komputer client dengan server. Kerusakan pada switch ataupun hub tentu
saja akan menyebabkan keseluruhan komputer client menjadi tidak dapat
bekerja dan mengakses informasi dari komputer server.
Akan tetapi kerusakan pada perangkat keras komputer yang satu ini sering
menjadi perdebatan karena fungsi dari keduanya merupakan supporting
untuk mendukung jaringan lebih optimal. Perbedaan hub dan switch akan
terlihat jelas pada jaringan yang digunakan, seperti pada topologi jaringan
komputer perangkat ini bertugas untuk memecah paket data dari server
menuju client.

Bagaimana mendeteksi kerusakan pada HUB?


Cara termudah untuk mendeteksi kerusakan pada hub dan juga switch
adalah dengan cara melihat lampu indikatornya. Apabila lampu
indikatornya tidak menyala, maka mungkin saja hub atau switch tesebut
mengalami kerusakan.

Bagaimana mengatasinya?
Ketika anda sudah mengetahui bahwa hub anda mengalami kerusakan,
maka cara paling baik untuk mengatasinya adalah dengan cara mengganti
dengan yang baru. Namun, apabila hub atau switch anda masih masuk ke
dalam masa garansi, anda bisa melakukan proses klaim garansi.

3. Local Area Connection yang Tidak Muncul


Masalah yang mungkin bisa terjadi pada sebuah komputer user adalah
Local Area Connection yang tidak muncul dan tidak terdeteksi pada
komputer user atau client. Karena jika hal ini tidak dapat bekerja atau
terjadi masalah, maka komputer atau laptop tidak bisa terkoneksi, yang
akan berdampak pada keruskan hardware tertentu yang menggangu
prinsip kerja jaringan komputer itu sendiri.

Apa penyebabnya?
Penyebab umum dari kondisi ini adalah network wireless adapter yang
tidak terpasang dengan baik, ataupun driver dari network wireless adapter
yang mungkin tidak terinstall dengan baik. Jika sudah begini tandanya
perangkat

Bagaimana Solusi untuk mengatasinya?


Untuk mengatasinya, anda bisa melakukan pembetulan dari proses
pemasangan network wireless adapter, ataupun melakukan penginstalan
ulang pada driver adapter network tersebut, agar LAN dan juga local area
connection bisa dijalankan dengan benar.

4. Icon LAN yang Tidak Berkedip


Masalah lainnya yang juga sering muncul pada konektivitas jaringan LAN
adalah icon LAN yang tidak berkedip dan tidak muncul. Apabila icon LAN
tidak mau berkedip, maka sudah pasti ada masalah pada bagian hardware
LAN nya. Penyebab utama dari hal ini adalah konektor LAN yang mungkin
tidak terpasang dengan sempurna, ataupun hub dan juga switch yang
mengalami malfungsi atau kerusakan.
Jika sudah seperti ini bukan tidak mungkin akan menghambat kerja
hardware lainnya seperti pada fungsi hub dan fungsi switch dalam
menyalurkan sinyal paket data pada setiap komputer client.

Bagaimana mengatasinya?
Untuk mengatasinya, cukup mudah untuk dilakukan. Yang anda perlukan
hanyalah mencoba untuk mencabut dan memasang kembali konektor LAN
anda dan juga melakukan pengecekan terhadap perangkat keras seperti
hub dan juga switch.

5. Proses Transmisi Data yang Lambat


Pada kondisi tertentu, seringkali ditemukan proses koneksi dan juga
autentifikasi yang lambat, serta proses transmisi data yang juga iklut
menjadi lambat. Hal ini tentu saja sangat mengganggu, karena kita sebagai
user akan memperoleh data secara lambat dan juga akan memakan waktu
lama.

Mengapa hal ini terjadi?


Secara umum, proses transfer dan juga transmisi data yang menjadi lambat
daripada biasanya terjadi karena kesibukan pada server. Pada satu waktu
tertentu, jaringan tersebut akan penuh dan juga sibuk, sehingga
menyebabkan arus data menjadi sangat padat. Hal ini akan menyebabkan
proses transfer data akan menjadi lambat.
Namun perlu diperhatikan juga pada perangkat yang ada dalam komputer
maupun laptop baik itu perangkat lunak maupun perangkat kerasnya.
Seperti contoh osi layer jaringan komputer yang menjadi lapisan dalam
transmisi data untuk menyalurkna paket data kepada komputer client.
Bagaimana mengatasi hal ini?
Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya sebagai user, kita dapat membatasi
waktu untuk melakukan akses informasi. Cara lain yang bisa digunakan
adalah melakukan upgrade pada server dan juga prangkat keras jarinan,
misalnya mengganti kabel jaringan biasa degnan menggunakan kabel
jaringan dengan serat optic.

6. Sering Mengalami Kegagalan Server


Kegagalan server merupakan kondisi dimana server tidak dapat melayani
client, meskipun koneksi LAN sedang berada pada status connected. Ketika
hal ini terjadi, maka tentu saja user tidak akan bisa mengakses informasi
yang dimiliki oleh server.

Mengapa hal ini bisa terjadi?


Kegagalan server bisa terjadi karena banyak hal. salah satunya adalah
sebagai berikut:
 Yang pertama, kegagalan server bisa terjadi karena server menjadi
terlalu sibuk, sehingga menyebabkan kapasitas server sudah melebihi
batas yang menyebabkan server megnalami kegagalan.
 Yang kedua adalah kondisi komputer server yang sedang tidak baik,
misalnya harddisk yang terserang bad sector, ataupun diserang oleh
virus-virus yang dapat menyebabkan server melambat dan menjadi off.

Bagaimana mengatasi hal ini?


Untuk mengatasi hal ini, anda bisa mematikan jaringan terlebih dahulu, lalu
melakukan pengecekan terhadap server anda. Bersihkan server anda dari
malware dan program lainnya yang mencurigakan, atau bisa juga merestar
koneksi dan juga server anda.

Anda mungkin juga menyukai