i
TESIS
PENGARUH PERMAINAN ULAR TANGGA BERBASIS BAHAN
BEKASTERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP
BILANGAN ANAK DIDIK DI TK PGRI BAERA KABUPATEN
BARRU
HASRIANI
210030301024
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK
USIA DINIFAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI
MAKASSAR2023
i
ii
ii
iii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TESIS
Saya yang bertanda tangan
dibawah iniNama : Hasriani
NIM 210030301024
Jurusan : Pendidikan Usia Dini
Judul : Pengaruh Permainan Ular Tangga Berbasis
Bahan Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak
Didik Di TK PGRI Baera Kabupaten Barru
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tesis yang saya tulis ini benar merupakan
hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau
pikiran orang lain yang saya akui sebagai pikiran sendiri. Apabila kemudian hari
terbukti atau dibuktikan bahwa tesis ini adalah hasil jiplakan atau mengandung
unsur plagiat , maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Barru, Juli 2023
Yang membuat Pernyataan
Hasriani
210030301024
iii
iv
MOTTO
Kebanyakan Kegagalan Karena Berasal dari Takut Gagal
Hasriani
Kuperuntukkan karya ini sebagai
tanda bakti kepada: Ayahanda dan
Ibunda tercinta yang telah
membesarkanku, mendidik dengan
penuh kasih sayang, motivasi yang
tiada hentinya diberikan untuk Saya,
serta pengorbanan yang tak bisa
diukur dengan apapun.
iv
v
ABSTRAK
Hasriani, 2023. Pengaruh Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan
Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Didik Di TK
PGRI Baera Kabupaten Barru. Tesis. Dibimbing oleh pembimbing I, Muharram,
dan pembimbing II, Azizah Amal. Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu
Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Studi ini mengkaji Tentang Pengaruh Permainan Ular Tangga Berbasis
Bahan Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Didik Di
TK PGRI Baera Kabupaten Barru. Fokus Masalah Penelitian yaitu : Bagaimana
pengaruh permainan ular tangga berbasis bahan bekas terhadap kemampuan
mengenal konsep bilangan anak didik di TK PGRI Baera kabupaten Barru.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh permainan ular tangga
berbasis bahan bekas terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan anak didik
di TK PGRI Baera kabupaten Barru. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif bersifat deskriptif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimen. Fokus
penelitian ini yaitu penggunaan permainan ular tangga berbasis bahan bekas.
Sasaran Penelitian mencakup : [Link] didik kelas B1 sebanyak 15 orang 2. Anak
didik kelas B2 sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
melalui pretest dan posttest. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan
analisis deskriptif, analisis data statistik infrensial dengan uji hipotesis. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa permainan ular tangga dari bahan bekas memiliki
pengaruh terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan anak didik di TK PGRI
Baera. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran anak pada pre-test dan post-
test yang menunjukkan perubahan yang signifikan, rata-rata hasil belajar kelas
eksperimen pada pre-test adalah 74, 33 dan pada post-test 86, 68 sedangkan pada
kelas kontrol rata- rata hasilbelajar pre-test 79, 48 dan post-test 78,16.
Kata Kunci : Bahan Bekas, Kemampuan Anak didik, Media Pembelajaran,
Mengenal Bilangan, Permainan Ular Tangga,
v
vi
ABSTRACT
Hasriani. 2023. The Influence of Used Material-Based Snakes and Ladders Game
on Students' Ability to Recognize Number Concepts at PGRI Baera Kindergarten,
Barru Regency. Thesis. Supervised by supervisor I, Muharram, and supervisor II,
Azizah Amal. Early Childhood Education, Faculty of Education, Makassar State
University.
This study reviewed the Effect of Used Material-Based Snakes and Ladders
Game on Students' Ability to Recognize Number Concepts at PGRI Baera
Kindergarten, Barru Regency. The focused of the research problem was: How does
the influence of the game of snakes and ladders based on used materials on the
ability to recognize the concept of numbers in Kindergarten PGRI Baera, Barru
district. This study aims to described the effect of the snake and ladder game based
on used materials on students' ability to recognize the concept of numbers at
Kindergarten PGRI Baera, Barru district. This research used a descriptive
quantitative approach with the type of quasi-experimental research. The focused of
this research was the use of a game of snakes and ladders based on scrap materials.
The research objectives included: 1. 15 students in class B1 2. 15 students in class
B2. The data collection technique used is through the pretest and posttest. The
collected data were analyzed used statistic analysis by Hypothesis testing,
inferential descriptive data analysis. The results showed that the game of snakes
and ladders made from used materials had an influence on students' ability to
recognize the concept of material at PGRI Baera Kindergarten. This can be seen
from the learning process of students in the pre-test and post-test which showed
significant changes, the average learningoutcomes of the experimental class in the
pre-test were 74.33 and in the post-test 86.68 while in the control class average
learning outcomes pre-test 79, 48 and post-test 78.16.
Keywords: Used Materials, Students' Ability, Learning Media, Recognizing
Numbers, Snakes and Ladders Game,
vi
vii
KATA PENGANTAR
Tiada kata yang patut penulis ucapkan selain puji syukur terhadap kehadirat
Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat, hidayah dan nikmat yang diberikan
kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini. Salam dan shalawat
tak lupa pula dihantarkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Tesis yang berjudul “Pengaruh Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan
Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Didik Di TK PGRI
Baera Kabupaten Barru” ini merupakan salah satu syarat guna memperoleh
gelar Pascasarjana di Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Makassar.
Didalam penyusunan tesis ini, penulis tidak luput dari berbagai hambatan dan
[Link] tetapi semua itu dapat diatasi berkat petunjuk dari Allah SWT
sertapertolongan dari berbagai pihak juga kerja keras dan rasa percaya diri dari
[Link] ini dapat diselesaikan berkat adanya bantuan dan motivasi dari
berbagai pihak yang turut memberikan bantuan baik berupa materi maupun moral.
Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan
banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, khususnya
kepada pembimping I, [Link],[Link] dan kepada pembimbing
II, Dr. Azizah Amal, S.S., [Link] yang penuh kesabaran, keterbukaan, dan
semangat senantiasa meluangkan waktu untuk memberikan arahan dan bimbingan
kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa tesis ini dapat selesai berkat dukungan dan
bantuan dari berbagai pihak yang secara langsung maupun tidak langsung
memberikan kontribusi pada penyusunan tesis ini. Selanjutnya saya ucapkan
vii
viii
terima kasih juga kepada :
1. Bapak [Link]. Husain Syam, [Link]., IPU., ASEAN Eng, sebagai Rektor
Universitas Negeri Makassar,. Prof Hasnawi Haris, [Link], sebagai Wakil
Rektor I Bidang Akademi Universitas Negeri Makassar, [Link]
Jayadi, [Link], Selaku Wakil Rektor II Bidang Umum Dan Keuangan
Universitas Negeri Makassar; Prof. [Link]. Andi Muhammad idkhan, S.T.,
M.T., IPM, Selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dan Alumni
Universitas Negeri Makassar; Dr. Ichsan Ali, M.T, selaku Wakil Rektor
Bidang Perencanaan Dan Kerjasama Universitas Negeri Makassar.
2. Bapak Prof. [Link] Gani., [Link] Sebagai Direktur Pascasarjan
Univeristas Negeri Makassar
3. Bapak Prof. Dr. Sulaiman Samad, [Link] sebagai Asisten Direktur I
PascasarjanaUniversitas Negeri Makassar
4. Bapak Prof. Dr. Baso Jabu, [Link], sebagai Asisten Direktur II
PascasarjanaUniveristas Negeri Makassar
5. Bapak Prof. Syukur Daud, [Link] sebagai Asisten Direktur III
PascasarjanaUniveristas Negeri Makassar
6. Bapak Prof. Dr. Ismail Tolla, [Link] sebagai Ketua Program Studi
Pendidikan Anak Usia Dini Program Pascasarjana Univeristas Negeri
Makassar sekaligus sebagai Penguji I
7. Dr. Herman H, [Link] sebagai penguji yang telah memberikan masukan dan
saran pada saat seminar proposal
8. Dr. Muh. Yusri Bachtiar [Link].,[Link] yang telah memberikan masukan dan
viii
ix
saran pada validasi angket
9. Bapak dan ibu dosen
10. Kepala TK PGRI Baera
Demikian pula, secara istimewa sampaikan kepada ayahanda Mustafa dan
ibunda Indare, suamiku Zainal Abidin, anak-anakku Anas Urbaningrum,Rayya
Faqih Abdan, Muhammad Khabib Kautsar, saudaraku Irwan yang selalu
mendoakan dan memberi bantuan serta motivasi kepada penulis sehingga
akhirnya dapat menyelesaikan tesis ini
Makassar, Juli 2023
Penulis
ix
x
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL i
HALAMAN PENGESAHAN ii
SURAT PERNYATAAN iii
MOTTO iv
ABSTRAK v
ABSTRACT vi
KATA PENGANTAR vii
DAFTAR ISI x
DAFTAR TABEL xiv
DAFTAR GAMBAR xv
DAFTAR LAMPIRAN xvi
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 5
C. Tujuan Penelitian 5
D. Manfaat Penelitian 6
1. Bagi Anak Didik 6
2. Bagi Guru 6
3. Bagi Peneliti 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Pustaka 7
x
xi
1. Media Pembelajaran 7
a. Pengertian Media Pembelajaran 7
b. Tujuam Media Pembelajaran 8
c. Macam-Macam Media Pembelajaran 8
d. Ciri-ciri Media Pembelajaran 9
2. Kegiatan Bermain dengan Benda-benda Konkrit 10
a. Pengertian Bermain 10
b. Karakteristik Bermain 11
c. Fungsi Bermain 13
3. Media Pembelajaran Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas 13
a. Pengertian Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas 13
b. Bentuk, Isi, Cara Bermain, Alat dan Bahan serta Manfaat Ular
Tangga Berbasis Bahan Bekas 14
c. Langkah-langkah Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas 16
d. Kelebihan dan Kekurangan Permainan Ular Tangga Berbasis
Bahan Bekas 18
4. Bahan Bekas 18
a. Pengertian dan Jenis-jenis Bahan Bekas 18
b. Manfaat dan Penggunaan Bahan Bekas 19
5. Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Usia Dini 21
a. Kemampuan 21
b. Konsep Bilangan di Taman Kanak-kanak 22
xi
xii
c. Tahapan Pembelajaran Mengenal Konsep Bilangan Anak di Taman
Kanak-kanak 22
d. Indikator Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan
Pada Kurikulum 2013 26
B. Kerangka Pikir 26
C. Hipotesis 29
BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian 30
B. Waktu dan Tempat Penelitian 30
C. Desain Penelitian 30
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 31
1. Variabel Penelitian 31
2. Definisi Operasional Variabel 31
E. Populasi dan Sampel
1. Populasi 32
2. Sampel 32
F. Prosedur Penelitian 32
1. Tahapan Persiapan 32
2. Tahap Pelaksanaan 33
G. Instrumen Penelitian 34
1. Tes Hasil Belajar 34
2. Lembar Observarsi Aktivitas Anak 34
xii
xiii
H. Teknik Pengumpulan Data 35
I. Teknik Analisis Data 35
1. Analisis Deskriptif 35
2. Analisis Data Statistik Inferensial 36
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 40
1. Gambaran Pelaksanaan Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan
Bekas 40
2. Gambaran Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan pada
kelompok eksperimen menggunakan permnainan ular tangga
berbasis bahan bekas 42
3. Kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok kontrol
menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru 44
4. Pengaruh Permainan Ular Tangga terhadap Kemampuan Anak
Didik dalam Mengenal Konsep Bilangan Menggunakan bahan bekas
di TK [Link] 45
B. Pembahasan 48
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan 52
B. Saran 54
DAFTAR PUSTAKA
xiii
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel Judul Halaman
3. 3 Distribusi Frekuensi Skor 31
4.1 Nilai Preteset kelas eksperimen 41
4.2 Nilai posttest kelas eksperimen 41
4.3 Gambaran Pretest kemampuan anak didik di kelas eksperimen
menggunakan ular tangga berbasis bahan bekas 42
4.4 Gambaran Posttest kemampuan anak didik di kelas eksperimen
menggunakanular tangga berbasis bahan bekas 43
4.5 Gambaran Pretest kemampuan anak didik di kelas kontrol
menggunakan kartu 44
4.6 gambaran Posttest kemampuan anak didik di kelas kontrol menggunakan
kartu 45
4.7 test normalitas 46
4.8 Hasil Uji Homegenitas kelas Eksperimen dan kelas Kontrol 46
4.9 Hasil dari Uji hipotesis 47
xiv
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar judul Halaman
2.1 Media Gambar Ular Tangga 12
2.2 Kerangka Pikir 23
4.1 Gambar untuk Gambaran Pelaksanaan permaiann ular tangga berbasis
bahan bekas 40
xv
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran judul halaman
A. Rencana Pembelajaran 55
B. Lembar observasi Guru 86
C. Nilai Peserta Didik 97
D. Hasil Olah Data 99
F. Hasil Observasi Aktivitas Peserta Didik 104
G. Foto Kegiatan 106
H. Persuratan 109
xvi
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan diharapkan aspek perkembangan pada anak dapat berkembang
sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Ada enam aspek yang harus
dikembangkan anak usia dini yaitu aspek perkembangan moral dan nilai agama,
perkembangan kognitif, perkembangan fisik motorik, perkembangan bahasa,
perkembangan sosial emosional dan perkembangan seni. Dengan mengembangkan
aspek-aspek tersebut dapat mempermudah anak untuk melanjutkan ke tahap
pendidikan selanjutnya.
Salah satu aspek yang harus dikembangkan adalah aspek perkembangan
kognitif, seperti yang tercantum dalam peraturan pemerintah nomor 58 tahun 2009
perkembangan kognitif anak usia dini dibagi menjadi tiga tahapan perkembangan
yaitu pengetahuan umum dan sains, konsep bentuk dan ukuran, pola, konsep
bilangan, lambang bilangan dan huruf. Oleh karena itu, pemahaman konsep bilangan
merupakan dasar dan pondasi yang kuat bagi anak untuk mengembangkan
matematika pada tahap selanjutnya yang kompleks.
Menurut Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengungkapkan
bahwa pengembangan kognitif adalah suatu proses berpikir berupa kemajuan untuk
menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu. Dapat juga dimaknai
sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah atau untuk menciptakan karya yang
dihargai dalam suatu kebudayaan. Perkembangan kognitif anak usia dini berada
1
2
pada tahap praoperasional. Pada tahap ini anak mulai menunjukkan proses
berpikir yang jelas serta anak mulai mengenali beberapa symbol, tanda, bahasa, dan
gambar.
Berdasarkan hasil laporan penilaian mingguan anak didik kelompok B di
TK PGRI BAERA Kabupaten Barru, peneliti menemukan permasalahan pada
anak didik kelompok B adalah kemampuan anak dalam memgenal konsep bilangan
masih rendah. Berdasarkan hasil observasi di kelompok B pada saat pembelajaran
menghitung angka 1-20 ketika anak diminta menghitung buah yang ada dalam
gambar lalu menuliskan lambang bilangannya di dalam lembar kerja anak.
Contohnya terdapat gambar buah apel berjumlah 5 dan anak diminta menghitung
jumlah buah apel kemudian menuliskan lambang bilangan dalam lembar kerja anak,
ternyata jumlah buah apel dan angka yang dituliskan di kertas masih salah.
Selanjutnya guru melakukan pembiasaan sebelum anak istirahat yaitu dengan
mengacak urutan angka 1-20 siapa yang menjawab dengan benar maka dialah yang
pertama keluar istirahat.
Contohnya guru mengangkat kartu angka gambar 9 dan menanyakan kepada
anak didik tersebut ini angka berapa nak, dimana masih banyak anak yang bingung
dalam menyebutkan angka 9 menjadi angka 6. Selain itu, metode pembelajaran yang
dipakai masih dengan metode konvensional Media yang digunakan dalam kelas
hanya menggunakan lembar kerja anak, kartu angka, bahkan menggunakan media
yang sama. Pembelajaran yang demikian akan menimbulkan rasa bosan pada anak,
sehingga anak tidak mau belajar dan tidak semangat untuk belajar.
Itulah permasalahan yang ditemukan oleh peneliti di Taman Kanak-kanak.
2
3
Permasalahan tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak,
jika tidak segera diatasi akan berdampak pada kehidupan sehari-hari anak. Sehingga
seorang guru perlu membuat media pembelajaran yang kreatif dan menarik bagi anak
untuk memunculkan rangsangan yang baik, agar anak merasa tertarik dan
bersemangat untuk belajar. Dunia belajar anak bukanlah dengan duduk di kelas dan
mendengarkan guru berbicara. Akan tetapi pembelajaran melalui kegiatan yang
sangat menyenangkan dan membuat anak bergairah. Kegiatan tersebut adalah
kegiatan bermain, kegiatan bermain sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan
dan pertumbuhan anak baik secara fisik maupun secara psikologis serta berpengaruh
pula terhadap perkembangan intelegensi anak. Bermain merupakan dunia anak yang
tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka. Melalui bermain dapat membuat anak
menjadi tenang. Anak - anak akan merasa senang dan tertarik saat mengikuti
pembelajaran karena dilakukan melalui kegiatan bermain. Sehingga secara tidak
langsung kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan akan semakin
meningkat.
Melihat permasalahan diatas maka pendidik dan peneliti merasa sangat perlu
untuk mengadakan perbaikan terhadap pembelajaran dalam mengenal konsep
bilangan. Dalam hal ini peneliti ingin menerapkan salah satu metode bermain.
Metode bermain adalah metode yang menerapkan permainan atau mainan tertentu
sebagai wadah pembelajaran anak, melalui permainan ular tangga dapat digunakan
salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada
anak. Hal tersebut karena permainan ular tangga memiliki beberapa kelebihan
(Satrianawati,2017:72) sebagai berikut : 1) termasuk dalam pembelajaran tematik. 2)
3
4
Menarik minat peserta didik untuk belajar, karena peserta didik menjadi bermain
dalam pembelajaran. 3) Anak dapat berpartisipasi dalam proses pembelajaran secara
langsung. 4) Media permainan ular tangga dapat dipergunakan untuk membantu
semua aspek perkembangan kecerdasan logika matematika. 5) Media permainan ular
tangga dapat merangsang anak belajar memecahkan masalah sederhana tanpa disadari
oleh anak. 6) Penggunaan media permainan ular tangga dapat dilakukan baik di
dalam kelas maupun di luar kelas.
Hal ini di dukung oleh penelitian Istiqomah Siti pada hari selasa tanggal 13
November tahun 2018 hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan melalui
penerapan metode bermain melalui permainan ular tangga dalam mengembangkan
kognitif anak usia 5-6 tahun di Paud Sriwijaya Lampung Timur. Dan penelitian
Raysia Tiara tahun 2015 hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan
penggunaan media ular tangga dalam kemampuan berhitung pada anak usia 5-6
tahun di TK Melati Bandar Lampung.
Maka untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak,
peneliti menggunakan metode bermain melalui media ular tangga dan melakukan
penelitian quasi eksperimental dengan judul “ Pengaruh Permainan Ular Tangga
Berbasis Bahan Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak
Didik di TK PGRI Baera Kabupaten Barru”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Bagaimana gambaran Pelaksanaan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
4
5
di TK PGRI Baera Kabupaten Barru?
b. Bagaimana gambaran kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok
eksperimen menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan bekas di TK
PGRI Baera Kabupaten Barru?
c. Bagaimana kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok kontrol
menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru?
d. Apakah ada pengaruh permainan ular tangga berbasis bahan bekas terhadap
kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak di TK PGRI Baera Kabupaten
Barru?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui Pelaksanaan permainan ular tangga berbasis bahan bekas di
TK PGRI Baera Kabupaten Barru
2. Untuk mengetahui gambaran kemampuan mengenal konsep bilangan pada
kelompok eksperimen menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan
bekas di TK PGRI Baera Kabupaten Barru
3. Untuk mengetahui kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok
kontrol menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru
4. Untuk mengetahui pengaruh permainan ular tangga berbasis bahan bekas
terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak di TK PGRI
Baera Kabupaten Barru.
5
6
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada beberapa pihak :
a. Bagi Anak didik
Penelitian ini diharapkan meningkatkan motivasi belajar anak,
sehingga lebih aktif, lebih persitipatif dan semangat dalam belajar.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk
meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak didik Taman
Kanak-kanak dengan menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan
bekas.
b. Bagi Guru
Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru untuk
memilih permainan alternatif dalam meningkatkan kemampuan mengenal
konsep bilangan anak didik Taman Kanak-kanak. Penelitian ini dapat
memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam menggunakan
permainan ular tangga berbasis bahan bekas untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran.
c. Bagi Peneliti
Peneliti dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang di dapatkan di
bangku kuliah serta menambah pengalaman, wawasan, dan ilmu
pengetahuan yang telah dimiliki peneliti.
BAB
6
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Pustaka
1. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran.
Gerlach & Ely dalam Arsyad (2017) mengatakan bahwa media adalah
baham materi, ketika membangun kondisi yang membuat siswa memperoleh
pengetahuan, keterampilan, atau pemahaman, guru, buku teks, dan
lingkungan sekolah mengadopsi media secara lebih spesifik, pengertian
media. dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat
untuk fotogram ingin elektronik untuk menangkap, memproses, dan
merekonstruksi informasi visual atau verbal.
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari
kata medium yang berarti perantara atau pengantar. Gagne dalam bukunya
Arif S Sadiman, dkk dalam (Mijayanti,2019) menyatakan bahwa media
adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsangnya untuk belajar. Media adalah segala alat fisik yang dapat
menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Pada dasarnya
media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru. Alat bantu yang
dipakai adalah alat bantu visual, misalanya gambar, model, objek dan alat-
alatlain yang dapat memberi pengalaman belajar salah satunya media barang
bekas yang dapat memberikan pengalaman langsung dalam proses belajar
mengajar.
7
8
Menurut Meril dalam Amiruddin (2016), media pembelajaran adalah
desain mengajar paling banyak,tujuan penting dari pembahasan ini adalah
untuk mengidentifikasi variabel-variabel kondisi pembelajaran yang
memiliki pengaruh utama terhadap ketiga variabel metode. Dalam hal ini
mengelompokkan variabel kondisi pembelajaran menjadi 3 (tiga) kelompok,
yaitu 1 Tujuan dan karakteristik bidang studi 2 Kendala dan karakteristik
bidang studi 3 Karakteristik bidang studi.
b. Tujuan Media Pembelajaran
Menurut Amiruddin (2016) tujuan media adalah sebagai berikut:
1) Menyederhanakan proses belajar-mengajar.
2) Meningkatkan efisiensi belajar mengajar
3) Menjaga relevansi dengan tujuan pembelajaran
4) Membantu konsentrasi siswa
c. Macam-Macam Media Pembelajaran
Menurut Yudi dalam Casrinia (2014) Macam-macam media
pembelajaran adalah sebagai berikut:
1) Media Visual Verbal
Media visual verbal adalah media yang hanya melibatkan
indera penglihatan. Termasuk media ini adalah media cetak,
media cetak-grafis, dan media visual non-cetak.
2) Media audio
Media audio adalah media yang hanya melibatkan indera
pendengaran dan hanya mampu memanipulasi kemampuan suara semata.
8
9
Dilihat dari sifat pesan yang diterimanya media audio ini menerima pesan
verbal dan non verbal.
3) Media audio visual
Media audio visual adalah media yang melibatkan indera
pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses. Sifat pesan yang
disalurkan dapat berupa pesan verbal dan non verbal yang terlihat layaknya
media visual audio diatas. Seperti film, video, dan juga televisi
4) Multimedia
Multimedia yaitu media yang melibatkan berbagai indera dalam
sebuah proses pembelajaran. Yang termasuk media ini adalah segala sesuatu
yang memberikan pengalaman secara langsung, bisa melalui komputer
maupun internet.
d. Ciri-ciri Media Pembelajaran
Ciri-ciri Media Pembelajaran Gerlach dan Ely dalam buku Arsyad
2017, mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa
media digunakan dan apa-apa saja yang dapat dilakukan media yang
mungkin guru tidak mampu (kurang efesien) melakukannya ada;ah sebagai
berikut :
1) Ciri fiksatif Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam,
menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atu objek.
Suatu peristiwa dapat diurut atau disusun kembali dengan media seperti
fotografi, video, tape, audio tape, disket komputer dan film. Cara ini amat
penting bagi guru karena kejadian-kejadian atau objek yang telah direkam
9
10
atau disimpan dengan format media yang dapat digunakan setiap saat.
2) Ciri manipulasi transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan
karena media memiliki ciri manipulasi. Manipulasi kejadian atau objek
dengan jalan mengedit hasil rekaman dapat menghemat waktu
3) Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian
ditransportasi melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut
disajikan kepada sebagian besar siswa dengan stimulus pengalaman yang
relatif sama mengenai kejadian itu.
2. Kegiatan Bermain dengan Benda -benda Konkrit
a. Pengertian Bermain
Para tokoh teori kognitif memberikan pandangan mengenai bermain,
yaitu: Menurut Piaget anak menjalani tahapan perkembangan kognitif sampai
akhirnya proses berpikir anak menyamai proses berpikir orang dewasa. Anak
tidak belajar sesuatu yang baru tetapi mereka belajar mempraktikkan
keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya. Menurut Vygotsky meyakini
bahwa bermain mempunyai peran langsung terhadap perkembangan kognitif
anak. Seorang anak tidak mampu berpikir secara abstrak tanpa melihat benda
yang sebenarnya karena makna dan objek berbaur menjadi satu. Menurut
Docker (Fadillah,2018) bermain merupakan kebutuhan bagi anak, karena
melalui bermain anak akan memperoleh pengetahuan yang dapat
mengembangkan kemampuan dirinya.
Menurut Browne (Moeslichatoen,2004)
10
11
Melalui bermain anak belajar mengendalikan diri sendiri, memahami
kehidupan, memahami dunianya. Jadi bermain merupakan cermin
perkembangan anak. Bermain merupakan cara belajar anak yang bersifat
alami. Anak dapat berlatih menggunakan kemampuan kognitifnya untuk
memecahkan berbagai masalah seperti mengukur, membandingkan,
mencarijawaban yang berbeda, berhitung dan sebagainya.
Bermain merupakan peangalaman penting dalam dunia anak. Dan
akan memperoleh kesempatan memilih kegiatan yang disukainya,
bereksperimen dengan bermacam bahan dan alat, berimajinasi, memecahkan
masalah dan bercakap-cakap secara bebas, berperan dalam kelompok,
bekerjasama dalam kelompok, dan memperoleh pengalaman yang
menyenangkan. Sebab bermain berfungsi sebagai sarana yang dapat
mengembangkan anak secara optimal. Melalui kegiatan bermain anak diajak
untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang berada
dekat dengan anak.
b. Karakteristik Bermain
Menurut Jeffree (Fadillah,2018) Karakteristik bermain pada anak yaitu:
1) Bermain muncul dari dalam diri anak.
2) Bermain harus bebas dari aturan yang mengikat dan kegiatan untuk
dinikmati.
3) Bermain adalah aktivitas nyata atau sesungguhnya.
4) Bermain harus didominasi oleh pemain.
5) Bermain harus melibatkan peran aktif dari pemain.
Dari uraian mengenai karakteristik bermain anak usia dini ini dapat
dipahami bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik
bermain dengan prinsip-prinsip bermain. Keduanya mempunyai peran
11
12
penting sebagai acuan utama dalam kegiatan bermain. Oleh karenanya antara
prinsip bermain dan karakteristik bermain wajib menjadi perhatian bagi siapa
pun yang menginginkan kegiatan bermain berjalan sesuai yang diharapkan,
yakni mampu memberikan stimulus bagi pertumbuhan dan perkembangan
anak. Bermain merupakan bagian terpenting dalam kehidupan anak karena
melalui bermain anak-anak tumbuh dan berkembang. Anak yang kebutuhan
bermainnya terpenuhi, makin tumbuh dengan keterampilan yang lebih tinggi
dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
c. Fungsi Bermain Bagi Anak di Taman Kanak-kanak
Menurut Frank (Meoslishatioan,2004) ada 8 fungsi bermain bagi anak
yaitu:
1) Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Contohnya, meniru
ibumasak di dapur, dokter mengobati orang sakit, dan sebagainya.
2) Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata
seperti guru mengajar dikelas, sopir mengendarai bus, petani menggarap
sawah, dan sebagainya.
3) Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup
yang nyata.
4) Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng,
menepuk-nepuk air.
5) Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima seperti
berperan sebagai pelanggar lalu lintas dan menjadi anak nakal.
6) Mencerminkan pertumbuhan seperti pertumbuhan misalnya semakin
12
13
bertambah tinggi tubuhnya.
7) Untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah.
3. Media Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas
a. Pengertian Media Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas
Permainan ular tangga juga termasuk permainan popular di kalangan
anak- anak. Ular tangga merupakan permainan anak-anak berbentuk papan
yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam
kotak-kotak kecil, sejumlah “tangga” atau “ular” digambar di beberapa kotak
yang menghubungkannya dengan kotak lain.
Menurut Francisca (Yuvitasari,2015) Permainan ular tangga adalah
permainan papan yang terbuat dua dimensi. Permainan ular tangga
merupakan permainan anak-anak yang berbentuk papan yang dimainkan oleh
dua orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak yang
menghubungkan dengan kotak yang lain.
Dapat disimpulkan bahwa ular tangga adalah permainan papan untuk
anak- anak yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Papan permainan dibagi
dalam kotak-kotak kecil dan dibeberapa kotak digambar sejumlah tangga dan
ular yang menghubungkan dengan kotak lain. Permainan ini diciptakan pada
tahun 1870. Tidak ada papan permainan standar dalam ular tangga, setiap
orang dapat menciptakan papan mereka sendiri dengan jumlah kotak, ular dan
tangga yang berlainan.
13
14
b. Bentuk, Isi, cara bermain, Alat dan Bahan serta Manfaat Ular Tangga
Berbasis Bahan Bekas
1) Bentuk dan Isi Ular Tangga
Permainan ular tangga memiliki bentuk khusus yaitu papan
permainan dibagi dalam kotak-kotak dan dibeberpa kotak digambar
sejumlah ular dan tangga yang menghubungkan dengan kotak yang lain.
Setiap pemain mulai dengan bidaknya di kotak pertama (biasanya kotak di
sudut kiri bawah) dan secara bergiliran melemparkan dadu, bidak
dijalankan sesuai dengan jumlah mata dadu yang muncul. Bila pemain
mendarat di ujung bawah sebuah tangga, mereka dapat langsung pergi ke
ujung tangga yang lain. Bila mendarat di kotak dengan ular, mereka harus
turun ke kotak di ujung bawah ular. Pemenang adalah pemain pertama
yang mencapai kotak terakhir (kotak nomor 20). Biasanya bila seorang
pemain mendapatkan angka 6 dari dadu, mereka mendapat giliran sekali
lagi. Bilatidak, maka giliran jatuh ke pemain selanjutnya.
Gambar 2.1 Media gambar ular tangga
Menurut Raisatun (Yuvitasari,2015) tata cara permainan ular tangga,
tujuan permainan ular tangga adalah melatih anak supaya lebih berkonsentrasi,
14
15
melatih ketelitian anak mencapai kotak terakhir tanpa dimakan oleh ular.
2) Alat dan bahan yang dibutuhkan
a) Spanduk Bekas ( untuk Papan Ular Tangga)
b) Spidol (untuk Menggambar)
c) Kardus ( untuk dijadikan dadu)
d) Gunting
e) Lem/ plaster
3) Cara Bermain Ular Tangga
a) Untuk memulai, setiap pemain mengocok dan melemparkan
dadu. Pemain yang melemparkan dadu dengan angka yang paling besar
akan mendapatkan giliran pertama.
b) Taruh pemain atau pion di kotak start. Lemparkan dadu dan hitung
jumlah angka yang ditunjukkan kedua dadu, lalu gerakkan pion ke
kotak berikutnya dijalur papan ular tangga sesuai jumlah angka pada
dadu.
c) Kalau pion tersebut berhenti pada kotak yang ada gambar ujung bawah
sebuah tangga, naik ke atas.
d) Kalau pion berhenti pada kotak yang ada gambar ekor ular, turun ke
bawah.
4) Manfaat Ular Tangga
Manfaat ular tangga yaitu dapat menunjang perkembangan otak
kanan dan kiri anak. Dengan permainan ini, anak berkenalan dengan
sebuah kemenangan dan kekalahan dalam hidup, dalam permainan ini
15
16
pula, anak belajar mengatasi ketegangan, akankah ia menang atau kalah.
Lewat permainan ini anak juga bisa mengetahui dan belajar cara
memecahkan masalah, serta anak juga akan menghitung jumlah mata dadu
yang muncul, sehingga kemampuan menghitung anak menjadi terangsang.
c. Langkah-langkah Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas
Berdasarkan cara bermain ular tangga dari Raisatun Nisak
(Yuvitasari, 2015) dalam penelitian ini mengembangkan langkah-
langkah permainan ular tangga sebagai berikut:
1) Anak dikondisikan duduk berkelompok di karpet sebanyak 5
orang dalam satukolompok
2) Anak diberi penjelasan tentang permainan yang akan
dilakukan, yaitupermainan ular tangga.
3) Anak diberi contoh cara bermain ular tangga yang akan dijelaskan sebagai
berikut:
a) Guru mengambil sebuah dadu dan pion, kemudian diperlihatkan pada
anak- anak.
b) Guru menaruh pion pada kolom star, kemudian melempar dadu, dan
menyebutkan angka yang tertera pada dadu tersebut.
c) Guru menggerakkan pion ke kotak berikutnya dijalur papan ular tangga
sesuai jumlah angka pada dadu, kemudian menyebutkan gambar dan
angkayang ada pada jalur papan ular tangga dimana pion berhenti.
d) Jika pion berhenti pada kotak yang ada gambar ujung bawah sebuah
tangga, maka naik ke atas. Jika pion berhenti pada kotak yang ada
16
17
gambar ekor ular, maka turun ke bawah.
e) Anak-anak diajak mempraktikkan permainan ular tangga secara
bersama- sama, dengan posisi anak masih duduk membentuk lingkaran,
permainan dimulai:
1) Empat anak sebagai pemain, urut berdasarkan kelompok yang
sudah dibagi.
2) Anak mengambil sebuah dadu dan pion, anak menaruh pion pada
kolom start, kemudian melempar dadu dan menyebutkan angka yang
tertera pada dadu tersebut.
3) Anak menggerakkan pion ke kotak berikutnya dijalur papan ular
tangga sesuai jumlah angka pada dadu, kemudian menyebutkan
angka yang ada pada jalur papan ular tangga dimana pion berhenti.
d. Kelebihan dan Kekurangan Permainan Ular Tangga
Berbasis BahanBekas
Penggunaan media permaian ular tangga berbasis bahan bekas dalam
proses pembelajaran merupakan cara yang cukup efektif apabila dilihat dari
beberapa keunggulan media. Media permainan ular tangga berbasis bahan
bekas sebagai berikut :
Menurut Satrianawati (2017:72)\
1) Termasuk dalam media pembelajaran tematik. 2) menarik minat
anak didik untuk belajar, karena anak didik menjadi bermain dalam
pembelajaran. 3) Anak dapat berpartisipasi dalam proses
pembelajaran secara lanngsung. 4) Media permainan ular tangga
dapat digunakan untuk membantu semua aspek perkembangan anak
salah satunya mengembangkan kecerdasan logika matematika. 5)
Media permainan ular tangga dapat merangsang anak belajar
memecahakan masalah sederhana tanpa disadari oleh anak. 6)
Penggunaan media permainan ular tangga dapat dilakukan baik di
17
18
dalam kelas maupun di luar [Link] kekurangan media ular
tangga berbasis bahan bekas sebagai berikut:
Menurut Satrianawati (2017:73)
Tidak dapat diselesaikan tepat waktu, karena dikhawatirkan anak
didik akan terjatuh bila menemui ekor ular. 2) Penggunaan media
permainan ular tangga memerlukan banyak waktu untuk menjelaskan
kepada anak. 3) Permainan ular tangga tidak dapat mengembangkan
semua materi pembelajaran. 4) Kurangnya pemahaman aturan
permainan oleh anak dapat menimbulkan kericuhan. 5) Bagi anak
yang tidak menguasai materi dengan baik akan mengalami kesulitan
dalam bermain.
Untuk itu peran guru dalam penggunaan media ular tangga berbasis
bahan bekas di Taman Kanak-kanak sangat penting sebagai fasilitator dalam
permainan ular tangga sehingga dapat memberikan kemudahan dan
keleluasaan terhadap anak dalam melakukan permainan ini dan sebagai
wasit dalam permainan ini sehingga permainan ular tangga berbasis bahan
bekas dapat berjalan dengan baik dan menyenangkan bagi setiap anak yang
bermain dalam permainan ular tangga ini.
4. Bahan Bekas
a. Pengertian Bahan Bekas dan Jenis-jenis bahan bekas
Bahan bekas merupakan segala jenis benda yang sudah tidak terpakai
kemudian dibuang benda yang sudah tidak terpakai kemudian dibuang sehingga
dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang tidak terkendali jika tidak ada
pengolahan tersebut. Jadi, barang bekas dapat diartikan sebagai benda-benda
yang pernah dipakai (sisa) yang kegunaannya tidak sama seperti benda yang
baru. Dengan memanfaatkan barang bekas bisa menjadi sebuah solusi
pengelolaan sampah lingkungan (Nur, 2018)
Menurut Nur (2018) Barang bekas memiliki kelebihan atau segi positif
18
19
yaitu tidak perlu membeli untuk mendapatkannya dan barang bekas mudah
didapatkan disekitar kita. Barang bekas yang dapat digunakan atau dimanfaatkan
sebagai media pembelajaran seperti botol air mineral bekas, kardus bekas, tutup
botol bekas, dus pasta gigi bekas, kaleng minuman bekas, piring kertas bekas,
dan dus kue bekas.
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa barang bekas
merupakan benda yang sudah tidak terpakai. Meskipun demikian barang bekas
masih memiliki nilai pakai sehingga dapat dimanfaatkan kembali.
b. Manfaat Penggunaan Media Menggunakan Bahan Bekas
Pemamfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk
belajar mereka yang terlibat dalam pemamfaatan mempunyai tanggung jawab
untuk mencocokkan pembelajaran dengan bahan dan aktivitas yang spesifik,
Sadiman dkk, Media Pendidikan, pembelajar agar dapat berinteraksi dengan
bahan dan aktivitas yang dipilih, memberikan bimbingan selama kegiatan,
memberikan penilaiaan atas hasil yang dicapai pembelajar, serta
memasukkanya kedalam prosedur organisasi yang berkelanjutan.
Fungsi pemanfaatan sangat penting membicarakan kaitan dengan
pembelajar dengan bahan atau sistem pembelajaran. Jelas fungsi ini sangat
kritis karena penggunaan oleh pembelajar merupakan satu-satunya raison
d’etre dari bahan pembelajaran. Mengapa harus bersusah payah dengan
pengadaan dan pembuatan apabila tidak digunakan, kawasan pemamfatan ini
mempunyai jangkauan aktivitas dan strategi yang luas. Dengan demikian,
pemamfaatan menurut adanya penggunaan, deseminasi, difusi, implementasi,
19
20
dan pelembagaan yang sistematis. Hal tersebut dihambat oleh kebijakan dan
peraturan. Fungsi pemamfaatan penting karena fungsi ini memperjelas
hubungan pembelajar dengan bahan dan sistem pembelajaran. Keempat
kategori dalam kawasan pemamfaatan, yaitu: pemamfaatan media, difusi
inovasi, implementasi dan institusionalisasi (pelembagaan), serta kebijakan dan
regulasi (Sadiman,dkk 2014).
Dalam pembuatan sebuah media untuk pembelajaran, hal terpenting
yang harus diperhatikan menurut Mukhtar (2016:158) adalah prinsip-prinsip
dalam pembuatan media pembelajaran yaitu :
1) Tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi anak didik. Aspek
keselamatan anak didik merupakan salah satu hal yang harus menjadi
perhatian guru sebagai pembuat media pembelajaran. Bahan-bahan
tertentu yang mengandung 25 bahan kimia berbahaya perlu dihindari
oleh guru.
2) Gunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh disekitar lingkungan
sekolah, tempat tinggal tutor dan anak didik.
3) Media pembelajaran yang dibuat hendaknya multiguna. Multiguna disini
maksudnya adalah bahwa media tersebut dapat digunakan untuk
pengembangan berbagai aspek kognitif atau pengetahuan anak didik.
4) Hendaknya media pembelajaran bisa bertahan lama dan sesuai tujuan
yang diinginkan, sesuai dengan kebutuhan dan tidak menghabiskan
ruangan.
Mengandung nilai pendidikan. Berdasarkan definisi di atas dapat
20
21
disimpulkan bahwa pemanfaatan barang bekas merupakan barang yang tidak
terpakai kemudian diolah kembali menjadi barang baru. Dalam bentuknya
media pembelajaran tidak harus bersumber dari teknologi yang canggih dan
mutahir tetapi bisa menggunakan barang bekas yang ada dalam kehidupan
sehari-hari. Banyak barang bekas yang mudah ditemukan kemudian dibuang
dan tidak dipedulikan orang tetapi bisa bermanfaat dalam kegiatan belajar
mengajar.
5. Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Usia Dini
a. Kemampuan
Kemampuan adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri
seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru setelah
mendapat pengalaman dan latihan (Hasiana dan Wirastania,(2007). Kemampuan
adalah sifat lahir yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan
pekerjaannya. Kemampuan merupakan suatu proses berpikir
untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu (Erlina,2018).
Lingkup perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun terbagi menjadi
tiga yaitu belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis serta berpikir
simbolik untuk anak usia 5-6 tahun yaitu anak mampu membilang banyak
benda satu sampai dua puluh, mengenal konsep bilangan dan mengenal
lambang bilangan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir atau kognitif anak
sudah mulai terbentuk sejak anak lahir dan berkembang sesuai tingkatan usia,
keberhasilan pemahaman anak dalam menerima informasi baru sangat
21
22
ditentukan dari segi kemampuan berpikirnya. Kemampuan kognitif sangat
penting untuk dikembangkan melalui rangsangan pembelajaran yang menarik
dan terbaru untuk meningkatkan kinerja otak anak dalam memperoleh
pengetahuan dalam proses pembelajaran.
b. Konsep Bilangan di Taman Kanak-kanak
Pemahaman Konsep bilangan pada anak perlu diberikan sedini
mungkin dengan menggunakan cara yang tepat. Menurut Sudaryanti (2006;1)
konsep bilangan merupakan konsep matematika yang sangat penting untuk
dikuasai anak, karena akan menjadi dasar bagi penguasaan konsep-konsep
matematika selanjutnya.
Dapat disimpulkan bahwa memahami konsep bilangan adalah konsep
matematika yang sangat penting untuk dikuasai oleh anak yang terdiri dari
menghitung bilangan, mengurutkan bilangan, mengenal lambang bilangan.
c. Tahapan Pembelajaran Mengenal Konsep Bilangan Anak di
Taman Kanak-kanak
Definisi pembelajaran menurut Sadiman dalam Kurniawan (2018)
“Belajar (learning) adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada
semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak ia masih bayi sampai ke
liang lahat nanti.” Belajar dapat terjadi di rumah, di sekolah, di tempat kerja,
di tempat ibadah, dan di masyarakat, serta berlangsung dengan cara apa saja,
dari apa, bagaimana, dan siapa saja. Salah satu tanda seseorang telah belajar
adalah adanya kegiatan, aktifitas, dan perubahan tingkah laku dalam dirinya.
Perubahan tingkah laku tersebut meliputi perubahan pengetahuan (kognitif),
22
23
keterampilan (psikomotor), dan perubahan sikap atau tingkah laku (afektif).
Dalam menyampaikan materi pembelajaran mengenal konsep
bilangan untuk anak taman kanak-kanak merupakan tahapan-tahapan dalam
menyampaikan dan dilakukan secara bertahap, pendekatan dengan
menggunakan materi kongkrit dan gambar harus secara intensif dilakukan
pada tingkat awal anak.
Reswita,2018 bahwa indikator mengenal konsep bilangan anak usia 5-
6 tahun adalah sebagai berikut : [Link]/menyebut urutan bilangan 1-20
(minimal), b. Membilang dengan benda-benda (mengenal konsep bilangan
dengan benda-benda) sampai 20,c. Membuat urutan bilangan 1-20 dengan
bendabenda,d. Menghubungkan/memasang lambang bilangan dengan benda-
benda sampai 20 Menurut Fatimah (Dhermawan 2018:10) tahapan
perkembangan konsep bilangan pada anak sebagai berikut :
a. Pengenalan kuantitas, anak-anak menghitung sejumlah benda yang telah
ditentukan dilakukan secara bertahap 1 sampai 10 kemudian 11 sampai 20.
b. Menghafal urutan nama bilangan, menyebutkan nama bilangan dalam
urutan yang benar.
c. Menghitung secara rasional, anak tersebut memahami bilangan bila dapat
menghitung benda sambil menyebut nama bilangan
d. Menghitung maju, menghitung dua kelompok benda yang digabungkan
denganmenghitung semua, dimulai dari yang pertama sampai terakhir.
e. Menghitung mundur, menyebutkan bilangan satu atau lebih kurangnya
dari bilangan sebelumnya. Dilakukan dalam operasi pengurangan angka
23
24
menggunakan angka kecil saja.
f. Berhitung melompat menyebutkan bilangan dengan cara melompat dengan
benda bilangan tertentu yang sama.
Seorang guru di Taman Kanak-kanak dalam memberikan
kegiatan pembelajaran harus memperhatikan tahap perkembangan anak
didik, alat peraga/alat permainan,metode yang digunakan, serta waktu, tempat
dan teman bermain anak. Kegiatan pembelajaran matematika di Taman
Kanak-kanak adalah sebagai berikut : 1). Mencocok, 2). Angka dan hitungan,
3). Mengelompokkan dan menggolongkan, 4). Perbandingan, bentuk, ruang
pembelajaran tentang pola, pengukuran, dan lambing bilangan.
Dalam memberikan kegiatan pembelajaran, anak diberikan pengertian
dan pemahaman tentang beberapa hal missal, kegiatan dalam mencocokkan
warna, ukuran, angka, seni dan objek. Dalam hal menghitung dan memberi
angka sebuah objek, anak diajak berhitung saat menaiki/menuruni tangga,
menghitung sejumlah benda, mengenali tulisan angka dan lainnya. Untuk
mengelompokkan dan menggolongkan, anak diberi pengertian dan
pemahaman tentang beberapa hal yang dikumpulkan bersama dan akan
menjadi suatu kelompok. Pembelajaran membilang di Taman Kanak-kanak
dapat dilaksanakan dengan cara salah satunya melalui kegiatan bermain.
Kegiatan bermain dilakukan secara menarik, bervariasi dan menyenangkan.
Guru mengenalkan angka 1-20 secara bertahap dengan memperhatikan
gambar yang jumlahnya sama dengan tulisan angka dibawahnya. Kemudian
guru mengajak anak untuk menghitung jumlah gambar. Kemudian anak
24
25
diajak menghitung 1-20 sambil menunjuk gambar. Anak diajak untuk
mengulangi apabila masih ada salah .jika anak sudah bisa, jumlah benda
boleh ditingkatkan.
Menurut Susanto (Rindha,2011:5) Penguasaan matematika anak usia
TK akan melalui tahapan sebagai berikut :
a) Tahap Konsep pada tahap konsep ini anak menghitung segala macam
benda yang dapat dihitung dan dilihat.
b) Tahap Transmisi/peralihan merupakan peralihan dari konkret ke lambang.
Pada tahap ini anak mulai sungguh-sungguh memahami. Tahapan
transmisi diberikan apabila tahap konsep sudah dipahami anak dengan
anak membilang benda sesuai bilangan yang diisebutkan
c) Tahap Lambang Pada tahap ini anak sudah diberi kesempatan untuk
mengenal dan menulis lambang bilangan, bentuk-bentuk, dan sebagainya.
d. Indikator Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Pada Kurikulum
2013
Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan
kerja operasional yang dapat diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan
keterampilan. Ini berarti indicator pencapaian kompetensi merupakan
rumusan kemampuan yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh anak didik
untuk menunjukkan ketercapaian kompertensi dasar (KD). menunjukkan
ketercapaian kompertensi dasar (KD).
Dalam rangka meningkatkan kemampuan mengenal konsep
bilangan pada anak kelompok B TK PGRI Baera Kabupaten Barru melalui
25
26
permainan ular tangga berbasis bahan bekas terhadap kemampuan mengenal
konsep bilangan. Pencapaian indikator kemampuan mengenal konsep
bilangan pada anak kelompok B (usiz 5-6 tahun) Peraturan Mentri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia no 146 tahun 2014
(Kemendikbud,2015) sebagai berikut:
a. Menyebut angka 1-20 dengan mengangkat jari sebagai pengetahuan
membilang.
b. Mengurutkan angka 1-20 sebagai pengetahuan mengenal konsep
[Link] lambang bilangan sebagai pengetahuan mengenal
lambang bilangan
Dengan demikian indikator pencapaian kompetensi merupakan tolak ukur
ketercapaian suatu kompetensi dasar. Hal ini sesuai dengan maksud bahwa
indikator pencapaian kompetensi menjadi acuan penilaian yang berbentuk
observasi, dokumentasi dan teks.
B. Kerangka Pikir
Berdasarkan kurikulum atau standar Paud perkembangan kognitif
merupakan salah satu perkembangan berisi tentang perkembangan dan
pertumbuhan anak usia dini sejak lahir sampai dengan usia enam tahun.
Tingkat perkembangan merupakan semua aspek perkembangan yang dapat
dicapai anak setiap tahap perkembangan. Tingkat pencapaian perkembangan
anak usia 5-6 tahun dalam perkembangan kognitif yaitu membilang banyak
benda 1-20, mengenal konsep bilangan, mengenal lambang bilangan,
26
27
mengetahui konsep banyak dan sedikit. Kemampuan membilang merupakan
salah satu kegiatan pembelajaran dalam meningkatkan perkembangan kognitif
anak. Pembelajaran yang selama ini dilaksanakan di TK PGRI Baera
Kabupaten Barru masih monoton dan kurang bervariasi dan anak masih
kesulitan dalam pembelajaran kegiatan mengenal konsep bilangan. Media
pembelajaran yang digunakan guru dalam kegiatan membilang masih terbatas
(minim) guru dalam kegiatan membilang langsung memberikan lembar kerja
anak didik. Metode yang digunakan guru masih belum menarik perhatian
anak, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan di kelas terasa membosankan
bagi anak. Akibatnya kemampuan anak di kelompok B TK PGRI Baera dalam
mengenal konsep bilangan masih rendah (belum optimal).
Kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan belum mencapai
tahap pada umumnya. Guru perlu menciptakan suasana pembelajaran yang
menarik dan menyenangkan bagi anak supaya anak mengikuti kegiatan
pembelajaran dan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan
meningkat. Pemilihan metode yang tepat dan media pembelajaran yang menarik
bagi anak dan harus sesuai dengan materi yang digunakan. Metode yang
digunakan dalam kegiatan mengenal konsep bilangan yaitu permainan ular
tangga berbasis bahan bekas.
Sedangkan media pembelajarannya menggunakan benda-benda konkret.
Hal ini berpengaruh pada suasana kegiatan pembelajaran dan dapat
meningkatkan pemahaman anak dalam membilang. Melalui bermain dengan
benda-benda konkrit anak-anak mempunyai kesempatan untuk
27
28
melihat/mengamati benda, memegang benda dan membilang ( menghitung )
benda tersebut secara langsung.
Anak dapat belajar mengingat benda, jumlah benda, dan ciri-cirinya
meskipun benda tersebut sudah tidak ada. Penggunaan benda-benda konkrit
merupakan strategi pembelajaran yang tepat untuk dapat meningkatkan
kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan serta anak dapat
membilang. Dengan kegiatan pembelajaran melalui kegiatan bermain dengan
menggunakan media permainan ular tangga diharapkan mampu meningkatkan
kemampuan anak. dalam mengenal konsep bilangan dan dapat membilang di
kelompok B TK PGRI Baera Kabupaten Barru tahun2022/[Link]
uraian tersebut, maka kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat dilihat pada
gambar di bawah ini
28
29
Kerangka Berpikir
Metode belajar
menggunakan
ceramah
Penerapannya
Kurang
Optimal
Solusi
Metode belajar
menggunakan bahan
bekas
Permainan ular
tangga
Bahan bekas
Harapan
Anak didik mampu Anak didik Anak didik
Anak Mampu menyebutkan, membilang sesuai mampu mampu
mengurutka, dan menunjukkan
angka dadu bekerja sama melangkah sesuai
lambangbilangan angka 1-20
angka dadu
Gambar 2.2 Kerangka Pikir
C. Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah, maka hipotesis penelitian yang dapat diajukan :
Ho: pembelajaran melalui kegiatan bermain dengan menggunakan permainan
ular tangga berbasis bahan bekas dapat meningkatkan kemampuan mengenal
konsep bilangan 1- 20 kelompok B di TK PGRI Baera KabupatenBarru.
H1 : pembelajaran melalui kegiatan bermain dengan menggunakan permainan
ular tangga berbasis bahan bekas tidak dapat meningkatkan kemampuan
mengenal konsep bilangan 1-20 kelompok B di TK PGRI Baera
Kabupaten Barru.
29
30
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu ( quasi experiment).
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh permainan ular tangga berbasis
bahan bekas terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan anak didik di TK
PGRI Baera Kabupten Barru.
B. Waktu Dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023
di TK PGRI Baera Kabupaten Barru. Proses pembelajaran dilaksanakan sebanyak
3 kali pertemuan masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta satu
kali pertemuan untuk hasil belajar.
C. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah quasi Eksperimen. Pada
penelitian ini melibatkan dua kelas yang dipilih secara random yaitu kelompok
kontrol dan kelompok eksperimen diberikan perlakuan quasi eksperimen berupa
pembelajaran dengan menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
sedangkan kelas kontrol tanpa menggunakan perlakuan apapun.
Desain penelitian adalah sebagai berikut:
Eksperimen Y1 X Y2
Kontrol Y1 - Y2
Sumber: Sugiyono, 2015
Gambar 2.3 desain Penelitian
30
31
Keterangan:
Eksperimen : Kelompok yang diberi perlakuan Kontrol :Kelompok tanpa diberi
perlakuanX : Perlakuan (Treatment)
- : Tanpa perlakuan
Y1 : Sebelum diberi perlakuan pada kelas eksperimen atau kelas kontrol Y2 :
Setelah diberi perlakuan pada kelas eksperimen atau kelas kontrol
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel
1. Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah terdiri dari variabelterikat
dan variabel bebas.
a. Variabel bebas pengaruh permainan ular tangga berbasis bahan bekas
b. Variabel terikat kemampuan mengenal konsep bilangan anak didik
di TK PGRI Baera
2. Definisi Operasional Variabel
Variabel yang dilibatkan dalam penelitian ini secara operasional
didefinisikan sebagai berikut:
a. Permainan ular tangga berbasis bahan bekas adalah salah satu metode
bermain yang memiliki peraturan sederhana sehingga anak- anak mudah
memainkannya.
b. Kemampuan mengenal konsep bilangan adalah suatu proses memperoleh
makna yang melibatkan pengetahuan yang dimiliki yang dihubungkan
dengan angka-angka
31
32
E. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah 42 anak didik TK PGRI Baera yang
terdaftar di tahun ajaran 2022/2023
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan teknik
random sederhana (purposive sample) yaitu pengambilan sampel
dari masing- masing populasi secara acak, sehingga yang terpilih
dua kelas masing- masing sebagai kelompok eksperimen dan
kontrol yaitu kelas B1 dengan jumlah peserta didik 15 sebagai
kelas control dan kelas B2 jumlah peserta didik 15 orang sebagai
kelas eksperimen
F. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahapan
persiapan,tahapan pelaksanaan dan tahap akhir.
1. Tahapan Persiapan
a. Meminta izin kepada kepala sekolah TK PGRI Baera Kabupaten Barru
b. Melakukan observasi dan wawancara dengan wali kelas anak didik
mengenai kemampuan anak terhadap materi berhitung.
c. Memberi solusi atas permasalahan yang dihadapi anak didik di TK PGRI
Baera Kabupaten Barru
d. Mengajukan Judul Penelitian kepada dosen
e. Menyusun proposal penelitian yang telah dipilih
32
33
f. Menyusun perangkat pembelajaran untuk setiap pertemuan meliputi RPH,
LKPD, Materi Ajar, Media Pembelajaran, dan lembar penilaian.
g. Menyusun Instrumen tes hasil belajar peserta didik
h. Menyusun Surat izin Pelaksanaan penelitian
i. Melaksanakan Validasi instrument (validasi isi dan validasi item) yang
dilakukan oleh pihak yang berkompeten.
2. Tahap Pelaksanaan
Langkah-langkah yang dilakukan di tahap pelaksanaan yaitu:
a. Melakukan pretest untuk melihat kemampuan anak didik sebelum
penerapan permainan ular tangga dengan menunjukkan angka-
angka bilanganpada anak didik.
b. Proses Pembelajaran pada kelompok eksperimen menggunakan
media pembelajaran permainan ular tangga berbasis bahan bekas
sedangkan pada kelompok kontrol diajar menggunakan model
discovery learning tanpa mediapembelajaram.
c. Melakukan proses pembelajaran sesuai dengan RPH yang telah
disusun.
d. memberikan posttest berupa hasil belajar dipertemuan terakhir
pada materibilangan.
3. Tahap Akhir
Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap akhir yaitu ;
a. Mengumpulkan data
b. Menganalisis data
33
34
c. Memberikan kesimpulan berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis
G. Instrumen Penelitian
Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Tes Hasil Belajar
Tes hasil belajar dengan jenis pretest dan posttest. pretest dilaksanakan
sebelum metode pembelajaran permainan ular tangga berbasis bahan bekas
diterapkan, sedangkan posttest dilaksanakan setelah anak mengikuti
pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran permainan ular tangga
berbasis bahan bekas.
Indikator capaian untuk anak
Indikator
a. Anak mampu bekerjasma dengan temannya
b. Menyebutkan angka 1-20 melalui papan permainan ular
tangga.
c. Mengurutkan lambang bilangan 1-20 pada papan permainan
ular tangga.
d. Menunjukkan lambang bilangan 1-20 pada papan permainan
ular tangga.
e. Membilang titik yang ada pada dadu.
f. Menghitung langkah pion sesuai dengan jumlah titik yang
ada pada dadu.
2. Lembar Observasi Aktivitas Anak
Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati aktivitas anak
dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran
permainan ular tangga. Lembar observasi merupakan gambaran
keseluruhan aspek yang berhubungan dengan kurikulum yang menjadi
34
35
pedoman dalam pembelajaran.
Lembar observasi ini berisi item-item yang akan diamati pada saat terjadi
proses Pembelajaran
H. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian eksperimen ini, peneliti mencari data-data yang
dibutuhkan dengan teknik pengumpulan data yaitu tes dan lembar observasi
aktivitas anak. Tes merupakan prosedur sistematik dimana individu yang dites
direpresentasikan dengan suatu set stimuli jawaban mereka yang dapat
menunjukkan ke dalam angka (Sukardi, 2015:138). Sedangkan menurut
Arikunto (2013:67) menjelaskan bahwa tes merupakan alat yang digunakan
untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dengan cara dan aturan yang telah
ditetapkan. Pretes digunakan untuk mengetahui kemampuan awal anak ,
sedangkan postes untuk mengetahui kemampuan anak setelah diberi perlakuan
menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan bekas. Bentuk tes dalam
penelitian ini menggunakan Tanya jawab dengan jumlah soal 10 nomor.
Lembar observasi yang digunakan adalah lembar observasi berupa aktivitas
anak yang digunakan untuk mengamati aktivitas anak dalam mengikuti
pembelajaran.
I. Teknik Analisis Data
1. Analisis Deskriptif
a) Lembar Observasi Aktivitas Belajar Anak Didik
Lembar observasi aktivitas belajar anak didik digunakan untuk
merekam data dan berapa banyak anak didik di suatu kelompok aktif
35
36
belajar dan merekam data kualitas belajar anak didik selama proses
pembelajaran berlangsung. Lembar observasi diberikan skor berdasarkan
rubrik penilaian yang telah dibuat.
b) Kemampuan Menghitung
Teknik statistik deskriptif bertujuan untuk mengolah data dan
mendeskripsikan data mentah ke dalam bentuk data yang lebih bermakna
dan mudah dipahami. Analisis deskriptif merupakan analisis statistik yang
digunakan dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul
sebagaimana adanya tanpa membuat suatu generalisasi. Jadi, deskripsi
kemampuan Menghitung anak didik bertujuan untuk memberikan
gambaran tentang karakteristik pencapaian kemampuan keaksaraan anak
didik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Tabel 3. 3 Distribusi Frekuensi Skor
No. Nilai Kategori
1. 90 – 100 Sangat Tinggi
2. 80 – 89 Tinggi
3. 70 – 79 Cukup
4. 60 – 69 Rendah
5. 0 – 59 Sangat Rendah
2. Analisis Data Statistik Inferensial
Analisis inferensial merupakan statistik yang menyediakan aturan atau
cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik
kesimpulan yang bersifat umum, dari sekumpulan data yang telah disusun dan
diolah. Sugiyono (2013:209) menyatakan bahwa “statistik inferensial adalah
teknik satistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya
diberikan untuk populasi”. Teknik ini dimaksudkan untuk pengujian hipotesis
36
37
penelitian. Dalam penggunaan statistik inferensial ini peneliti menggunakan
teknik statistik t (uji-t), dengan tahapan sebagai berikut:
a. Uji Prasyarat
1) Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data yang
diperoleh berasal dari populasi yang terdistribusi normal atau tidak.
Untuk uji normalitas inimenggunakan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
. = chi kuadrat (chi square) hitung
Oi = frekuensi observasi
Ei = frekuensi harapan
Kriteria pengujian normalitas dengan taraf Signifikan a = 0,05 dan dk = k-
2
1, yaitu jikaX
hitung < F tabel maka data dinyatakan berasal dari populasi yang
berdistribusi normal (Subana, 2005). Perhitungan juga akan dilakukan dengan
bantuan komputer melalui program SPSS Versi [Link]
2) Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas bertujuan untuk mengetahui data yang
diteliti berasal dari populasi yang homogen. Uji homogenitas dapat
dihitung denganmenggunakan rumus sebagai berikut:
Kriteria pengujian homogenitas dengan taraf signifikan a = 0,05 dan
37
38
dk =k-1yaitu, jika Fhitung< FTabel maka data bersifat homogen (Subana,
2005).
Perhitungan juga akan dilakukan dengan bantuan komputer melalui
programSPSS SPSS Versi [Link]
a. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh
PermainanUlar Tangga Berbasis Bahan Bekas Kabupaten Barru. Pengujian
yang dilakukan memperoleh data tidak terdistribusi normal maka
pengujian hipotesis menggunakan uji non-parametrik yaitu menggunakan
uji Mann-Whitney U. Adapun langkah-langkahnya yaitu:
1. Beri ranking pada semua nilai yang terdapat pada dua kelompok tanpa
memperhatikan kelompoknya. Jadi, seolah-olah kedua kelompok
digabung dibuat ranking dari semua nilainya sehingga kisaran
rankingnya adalah dari 1 sampai N = + . Penetapan peringkat
dimulai dari data terkecil sebagai peringkat pertama. Jika ada data
yang sama maka rankingnya adalah rata-rata dari ranking data yang
sama tersebut. Jumlah ranking untuk kelompok n1 = dan
jumlahranking untuk kelompok n2 =
2. Memisahkan kembali menurut kelompoknya dan menjumlahkan
urutan (rank) masing-masing kelompok
3. Menghitung nilai dengan menggunakan rumus :
38
39
Keterangan :
= banyaknya data kelas eksperimen
= banyaknya data kelas kontrol
= jumlah ranking data kelas eksperimen
= jumlah ranking data kelas kontrol
4. Jika >20 maka z hitunh di cari dengan rumus :
5. Jika ada data dengan ranking yang sama atau berulang sangat banyak
maka gunakan faktor koreksi untuk data sama.
Dimana,
Banyaknya data dari kedua sampel dengan nilai yang sama
39
40
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Sebelum melakukan penelitian, para anak didik terlebih dahulu memberikan
pretest yang di maksudkan agar peneliti mendapatkan gambaran awal mengenai
apakah ada perbedaan perkembangan antara kelompok eksperimen B1 dan
Kelompok Kontrol B2. Hal ini dilakukan supaya peneliti bisa mendapatkan
gambaran awal tentang penilaian yang akan dikembangkan mengenai pengenalan
angka pada anak didik terutama dalam menggunakan ular tangga yang berbasis
bahan bekas.
1. Gambaran Pelaksanaan Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan
Bekas
Guru membagi kelompok menjadi 3 kelompok yang berjumlah 5 orang
dalam 1 kelompok, setelah pembagian kelompok anak mengambil sebuah
dadu dan pion, anak menaruh pion pada kolom start, kemudian melempar
dadu dan menyebutkan angka yang tertera pada dadu tersebut lalu anak
menggerakkan pion ke kotak berikutnya dijalur papan ular tangga sesuai
jumlah angka padadadu, kemudian menyebutkan angka yang ada pada jalur
papan ular tangga dimana pion berhenti, seperti pada gambar dibawa ini:
.
Gambar 4.1 gambaran permainan ular tangga
40
41
Berdasarkan Gambar diatas melalui permainan ular tangga anak didik
lebih mudah untuk mengenal bilangan hal ini dibuktikan dengan nilai posttest
lebih tinggi disbanding nilai pretest untuk kelas eksperimen atau nilai anak
yang diberikan perlakuan dengan menggunakan permainan ular tangga
memiliki rata-rata diatas nilai standard. Berikut adalah nilai pretest dan
posttest permainan ular tangga.
Tabel 4.1 Nilai pretest permainan ular tangga
Nilai statistik
No. Statistik Kelas Eksperiment
(Permainan Ular Tangga)
1 Jumlah Peserta didik 15
2 Nilai tertinggi 84,75
3 Nilai terendah 65,00
4 Nilai rata-rata 74,33
5 Median (Me) 73,75
6 Modus (Mo) 75,00
7 Standar Deviasi 4,21
Tabel 4.2 Nilai posttest permainan ular tangga
Nilai statistik
No. Statistik Kelas Eksperiment
(Permainan Ular Tangga)
1 Jumlah Peserta didik 15
2 Nilai tertinggi 97,50
3 Nilai terendah 79,50
4 Nilai rata-rata 86,68
5 Median (Me) 85.00
6 Modus (Mo) 79,50
7 Standar Deviasi 4,86
41
42
2. Gambaran Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan pada
kelompok eksperimen menggunakan permnainan ular tangga
berbasis bahan bekas
Berikut adalah gambaran kemampuan mengenal konsep bilangan
pada kelompok eksperimen menggunakan permnainan ular tangga
berbasis bahanbekas menggunakan pretest dan posttest.
a. Pretest
Tabel 4.3 gambaran Pretest kemampuan anak didik di kelas
eksperimenmenggunakan ular tangga berbasis bahan bekas
Nama %
P1 P2 P3 Pre-test Skor Keterangan
Siswa
1 80 80 85 60 76 11,4 MB
2 60 65 70 70 66 9.9 BB
3 75 85 85 70 79 11,85 MB
4 85 85 85 80 84 12,6 BSB
5 60 65 70 65 65 9,75 BB
6 65 65 70 70 68 10,2 BB
7 85 90 90 80 86 12,9 BSB
8 70 75 75 70 73 10,9 BB
9 70 70 75 70 71 10,65 BB
10 60 70 70 65 66 9,9 BB
11 65 70 70 65 68 10,2 BB
12 80 80 80 70 78 11,7 MB
13 80 85 85 70 80 12 BSH
14 80 85 85 80 83 12,45 BSH
15 70 75 80 70 74 11,1 BB
Dari Tabel diatas terlihat bahwa anak yang memperoleh nilai dibawah
kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 8 anak sedangakan 2 anak
didik yang sangat berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak
didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau Mulai berkembang (MB)
yaitu 3 orang, sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau berkembang
42
43
sesuai harapan (BSH) yaitu sebanyak 2 anak didik. Dari data tersebut maka
anak didik masih perlu untuk diberikan bimbingan dan perlakuan untuk
meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan menggunakan
permainan ular tangga.
a. Posttest
Tabel 4.4 gambaran Posttest kemampuan anak didik di kelas
eksperimen menggunakan ular tangga berbasis bahan bekas
Nama
P1 P2 P3 Post-test Skor % Keterangan
siswa
1 80 80 80 80 80 12 BSH
2 85 87 87 80 85 12,75 BB
3 82 85 85 82 84 12,6 BB
4 83 83 83 83 83 12,45 BB
5 82 82 82 75 80 12 BSH
6 80 80 80 78 80 12 BSH
7 82 82 82 85 83 12,45 BB
8 90 90 90 95 93 13,95 BB
9 89 89 89 90 89 13,3 BB
10 90 90 95 95 93 13,95 BB
11 95 95 95 95 95 14,25 BB
12 88 88 89 85 88 13,2 BSH
13 90 90 87 87 89 13,3 BB
14 85 85 85 85 85 12,75 BB
15 97 98 98 97 98 14,7 BB
Dari Tabel diatas terlihat bahwa anak yang memperoleh nilai dibawah
kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak sedangakan 11 anak
didik yang sangat berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak
didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau mulai berkembang (MB)
yaitu 0 sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau berkembang sesuai
harapan (BSH) yaitu sebanyak 4 anak didik.
43
44
3. Kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok kontrol
menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru
Berikut adalah gambaran hasil pretest dan posttest kemampuan
mengenal konsepbilangan pada kelompok kontrol menggunakan kartu.
Tabel 4.5 gambaran Pretest kemampuan anak didik di kelas kontrol
menggunakan kartu
Nama
P1 P2 P3 Pre-test Skor % Keterangan
Siswa
1 70 70 70 65 67 10,5 BB
2 70 80 80 70 75 11,25 MB
3 75 80 80 80 79 11,85 MB
4 75 75 75 75 75 11,25 MB
5 80 80 80 75 79 11,85 MB
6 85 85 85 80 84 12,6 BSH
7 80 82 82 80 81 12,1 BSH
8 75 80 80 75 78 11,7 MB
9 80 80 80 80 80 12 BSH
10 85 87 87 80 85 12,75 BSB
11 82 85 85 82 84 12,6 BSH
12 83 83 83 83 83 12,45 BSH
13 82 82 82 75 80 12 BSH
14 80 80 80 78 80 12 BSH
15 82 82 82 85 83 12,45 BSH
Dari Tabel diatas terlihat bahwa anak yang memperoleh nilai dibawah
kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 1 anak, sedangakan 1 anak
didik yang sangat berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak
didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau mulai berkembang
(MB) yaitu 5 orang sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau
berkembang sesuai harapan(BSH) yaitu sebanyak 8 anak.
44
45
4. Pengaruh Permainan Ular Tangga terhadap Kemampuan Anak
Didik dalam Mengenal Konsep Bilangan Menggunakan bahan
bekas di TK [Link]
Untuk mengetahui pengaruh permainan ular tangga terhadap
kemampuan anak didik dalam mengenal konsep bilangan
menggunakan bahan bekas di TK PGRI Baera [Link]
menggunakan Analisis statistik inferensial digunakan menguji
hipotesis penelitian, yaitu pengaruh permainan ular tangga dari bahan
bekas terhadap kemampuan mengenal angka bilangan anak didik,
sebelum peneliti melakukan uji hipotesis, maka terlebih dahulu
peneliti melakukan uji prasyarat yakni uji normalitas dan uji
homogenitas.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dari hasil
penelitian yang diperoleh berasal dari populasi yang didistribusi merupakan
data normal atau tidak. Teknik pengujian normalitas data hasil belajar anak
didik dilakukan dengan menggunakan Chi-Square (X2) dengan kriteria
pengujian apabila X2 hitung ≤ X2 tabel pada taraf signifikasi (α) = 0,05 maka data
bisa dikategorikan dalam distribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan
data dari kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh masing-masing nilai
X2 hitung ≤ X2 tabel, maka dapat disimpulkan bahwa sampel pada kelas
eksperimen dan kelas kontrol terdistribusi normal. Hasil pengujian normalitas
45
46
dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut.
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
Posttest_Eksperimen_Perma
,147 15 ,200* ,907 15 ,120
inankartu
Posttest_Eksperimen_Ularta
,152 15 ,200* ,947 15 ,472
Ngga
Tabel 4.7 test normalitas
b. Uji Homogenitas
Uji Homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang
diteliti berasal dari varians yang homogen atau tidak. Kriteria pengujian
homogenitas yaitu jika Fhitung < Ftabel, maka varian kelas eksperimen dan
kelas kontrol berasal dari varian homogen. Hasil pengujian homogenitas
hasil belajar peserta didik kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut.
Tabel 4.8 Hasil Uji Homegenitas kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
Levene statistic df1 df2 Sig.
Based on Mean
Post_test ,647 1 28 ,428
Berdasarkan tabel diatas hasil uji homogenitas data diatas, diketahui
bahwa hasil dari posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol memilki
significant 0,428 sehingga dapat disimpulkan bahwa varian yang dimiliki
kelas eksperimen jauh berbeda dengan varian yang dimiliki oleh kelas
kontrol dan homohen karena 0,428>0.00
46
47
c. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan karena ingin mengetahui pengaruh ular tangga
menggunakan bahan bekas terhadap konsep mengenal bilangan anak didik di
TK PGRI Baera [Link]. Setelah melakukan uji prasyarat ( Uji normalitas
dan uji homogenitas), maka diketahui bahwa kelas eksperimen dan kelas
kontrol berasal dari populasi yang terdistribusi normal sehingga pengujian
yang dilakukan menggunakan (uji-t). Adapun hasil dari uji hipotesis dapat
dilihat pada tabel 4.9 berikut:
Tabel 4.9 Hasil dari Uji hipotesis
Kelompok Jumlah Dk Rata- T-Hitung T- Ket.
Rata Tabel
Eksperimen 15 8,6
H0
Kontrol 15 28 7,6 4,46 2,48
diterima
Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil dari uji hipotesis
diperoleh Thitung sebesar 4,46 dengan dk (derajat kebebasan) sebesar 28 yaitu
(15+15-2). Karena didapat hasil hitungan N-gain kelas Eksperimen dan kelas
Kontrol thitung > ttabel (4,46>2,48). Hal ini menjukkan bahwa terdapat
perbedaan yang signifikant antara kelas eksperimen dan kelas control
sehingga permainan ular tangga memiliki pengaruh terhadap kemampuan
mengenal konsep bilangan pada anak.
47
48
B. PEMBAHASAN
1. Gambaran Pelaksanaan Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas
Permainan ular tangga anak didik lebih mudah untuk mengenal bilangan
hal ini dibuktikan dengan nilai posttest untuk kelas eksperimen dengan
menggunakan permainan ular tangga memiliki rata-rata diatas nilai standar
yaitu dengan nilai rata-rata 86,68 % selain itu anak didik juga lebih antusias
dalam belajar menggunakan permainan ular tangga. Menurut Raisatun
(Yuvitasari,2015) tata cara permainan ular tangga, tujuan permainan ular
tangga adalah melatih anak supaya lebih berkonsentrasi, melatih ketelitian anak
mencapai kotak terakhir tanpa dimakan oleh ular dan adapun manfaat dari
permainan ini adalah dapat menunjang perkembangan otak kanan dan kiri
anak.
2. Gambaran Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan pada kelompok
eksperimen menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan bekas.
Pemahaman Konsep bilangan pada anak perlu diberikan sedini mungkin
dengan menggunakan cara yang tepat. Reswita,2018:44 bahwa indikator
mengenal konsep bilangan anak usia 5-6 tahun adalah sebagai berikut : a.
Membilang/menyebut urutan bilangan 1-20 (minimal), b. Membilang dengan
benda-benda (mengenal konsep bilangan dengan benda-benda) sampai 20,c.
Membuat urutan bilangan 1-20 dengan benda-benda,d.
Menghubungkan/memasang lambang bilangan dengan benda-benda sampai 20.
Berdasarkan dari penjelasan tersebut maka kemampuan Mengenal konsep
bilangan pada kelompok eksperimen menggunakan permainan ular tangga dari
48
49
nilai pretest adalah anak yang memperoleh nilai dibawah kategori atau belum
berkembang (BB) sebanyak 8 anak sedangakan 2 anak didik yang sangat
berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak didik yang mencapai
kategori yang diharapkan atau Mulai berkembang (MB) yaitu 3 orang,
sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau berkembang sesuai harapan
(BSH) yaitu sebanyak 2 anak didik dan anak yang memperoleh nilai dibawah
kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak sedangakan 11 anak
didik yang sangat berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak didik
yang mencapai kategori yang diharapkan atau mulai berkembang (MB) yaitu 0
sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau berkembang sesuai harapan
(BSH) yaitu sebanyak 4 anak didik,sehingga penilaian terhadap gambaran
kemampuan anak dalam kelas ekperimen mengalami peningkatan.
3. Kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok kontrol
menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru.
Kemampuan adalah sifat lahir yang memungkinkan seseorang dapat
menyelesaikan pekerjaannya. Kemampuan merupakan suatu proses berpikir
berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan
sesuatu sedangkan kemampuan mengenal bilangan yaitu kemampuan dalam
menilai suatu bilangan (Erlina,2018). Dari teori tersebut dapat dilihat bahwa
kemampuan anak didik dalam mengenal bilangan di kelas kontrol
menggunakan kartu angka pada nilai pretest anak yang memperoleh nilai
dibawah kategori sebanyak anak yang memperoleh nilai dibawah kategori atau
belum berkembang (BB) sebanyak 1 anak, sedangakan 1 anak didik yang
49
50
sangat berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak didik yang
mencapai kategori yang diharapkan atau mulai berkembang (MB) yaitu 5 orang
sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau berkembang sesuai
harapan(BSH) yaitu sebanyak 8 anak. dan nilai posttest anak yang memperoleh
nilai dibawah kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 5 anak
sedangakan 0 anak didik yang sangat berkembang atau berkembag sangat baik
(BSB) anak didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau mulai
berkembang (MB) yaitu 2 anak,sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau
berkembang sesuai harapan (BSH) yaitu sebanyak 8 anak didik, dapat dilihat
bahwa pada kelas kontrol mengalami penurunan pada hasil posttest.
4. Pengaruh Permainan Ular Tangga terhadap Kemampuan Anak Didik
dalam Mengenal Konsep Bilangan Menggunakan bahan bekas di TK
PGRI Baera [Link].
Dari Hasil dapat dilihat bahwa hasil dari uji hipotesis diperoleh Thitung
sebesar 4,46 dengan dk (derajat kebebasan) sebesar 28 yaitu (15+15-2). Karena
didapat hasil hitungan N-gain kelas Eksperimen dan kelas Kontrol thitung > ttabel
(4,46>2,48). Hal ini menjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikant
antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini di dukung oleh penelitian
Istiqomah Siti pada hari selasa tanggal 13 November tahun 2018 hasil
penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan melalui penerapan metode
bermain melalui permainan ular tangga dalam mengembangkan kognitif anak
usia 5-6 tahun di Paud Sriwijaya Lampung Timur. Dan menurut Dhermawan
2018 Seorang guru di Taman Kanak-kanak dalam memberikan kegiatan
50
51
pembelajaran harus memperhatikan tahap perkembangan anak didik, alat
peraga/alat permainan,metode yang digunakan, serta waktu, tempat dan teman
bermain anak, sama halnya dengan menggunakan metode permainan ular
tangga dari bahan bekas untuk meningkatkan kemampuan mengenal bilangan
anak didik dengan menggunakan metode bermain ular tangga memiliki
pengaruh terhadap kemampuan bilangan anak didik di TK PGRI Baera
Kabupaten Barru.
51
52
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut :
1. Gambaran Pelaksanaan Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas
Permainan ular tangga anak didik lebih mudah untuk mengenal bilangan hal
ini dibuktikan dengan nilai posttest untuk kelas eksperimen atau nilai anak yang
diberikan perlakuan dengan menggunakan permainan ular tangga memiliki rata-
rata diatas nilai standar yaitu dengan nilai rata-rata 86,68 % sehingga masuk
dalam kategori BSB selain itu anak didik juga lebih antusias dalam belajar
menggunakan permainan ular tangga.
2. Gambaran Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan pada kelompok
eksperimen menggunakan permnainan ular tangga berbasis bahan bekas.
Kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok eksperimen
menggunakan permainan ular tangga dari nilai pretest adalah anak yang
memperoleh nilai dibawah kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 8
anak sedangakan 2 anak didik yang sangat berkembang atau berkembang sangat
baik (BSB), anak didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau Mulai
berkembang (MB) yaitu 3 orang, sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau
berkembang sesuai harapan (BSH) yaitu sebanyak 2 anak didik dan anak yang
memperoleh nilai dibawah kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 0
anak sedangakan 11 anak didik yang sangat berkembang atau berkembang
52
53
sangat baik (BSB), anak didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau
mulai berkembang (MB) yaitu 0 sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau
berkembang sesuai harapan (BSH) yaitu sebanyak 4 anak didik.
3. Kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok kontrol
menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru. Kemampuan
anak didik dalam mengenal bilangan di kelas kontrol menggunakan kartu angka
pada nilai pretest anak yang memperoleh nilai dibawah kategori sebanyak anak
yang memperoleh nilai dibawah kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak
1 anak, sedangakan 1 anak didik yang sangat berkembang atau berkembang
sangat baik (BSB), anak didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau
mulai berkembang (MB) yaitu 5 orang sedangkan dalam kategori sesuai harapan
atau berkembang sesuai harapan(BSH) yaitu sebanyak 8 anak. dan nilai posttest
anak yang memperoleh nilai dibawah kategori atau belum berkembang (BB)
sebanyak 5 anak sedangakan 0 anak didik yang sangat berkembang atau
berkembag sangat baik (BSB) anak didik yang mencapai kategori yang
diharapkan atau mulai berkembang (MB) yaitu 2 orang,sedangkan dalam
kategori sesuai harapan atau berkembeang sesuai harapan (BSH) yaitu sebanyak
8 anak didik,dapat dilihat bahwa pada kelas kontrol mengalami penurunan pada
hasil posttest.
4. Pengaruh Permainan Ular Tangga terhadap Kemampuan Anak Didik dalam
Mengenal Konsep Bilangan Menggunakan bahan bekas di TK PGRI Baera Kab.
Dari Hasil dapat dilihat bahwa hasil dari uji hipotesis diperoleh Thitung sebesar
4,46 dengan dk (derajat kebebasan) sebesar 28 yaitu (15+15-2). Karena didapat
53
54
hasil hitungan N-gain kelas Eksperimen dan kelas Kontrol thitung > ttabel
(4,46>2,48), sehingga bisa dikatan bahwa permainan ukar tangga memiliki
pengaruh terhdap kemampuan mengenal bilangan anak didik
B. SARAN
Berdasarkan Hasil Penelitian yang dilakukan maka diperoleh saran saran
sebagai berikut :
1. Diharapkan kepada peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang
penggunaan metode penerapan ular tangga dari bahan bekas pada materi pokok
lain.
2. Diharapkan kepada guru untuk selalu mengulangi metode ular tangga untuk
memberikan stimulus kepada anak.
54
55
DAFTAR PUSTAKA
Amelia Lina (dkk).(2017). Pengaruh Modifikasi Permainan Ular Naga Dalam
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Pada Anak
Kelompok B2 Di Paud Save The Kids Banda [Link]
.([Link]
view&path%5B%5D=35?journal=home&page=article&op=view&path%5
B%5D=35) Di Unduh Pada Tanggal 15 September Tahun 2022 Pukul
10.00Wita
[Link] [Link] [Link] Ilmu Publishing
Arsyad,Ashar M.A.(2017).Media Pembelajaran. Twenty Edition. PT Raja
Grafindo Persada Publishing.
Cahyono, Agus. (2017). Meningkatkan Kemampuan Berhitung Menggunakan
Media Belajar Ular Tangga di Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita 2
Jragan Tembarak Temanggun. Jurnal Pendidikan. Yogyakarta. Universitas
Negeri Yogyakarta.
Casrinia.(2014). Pemenfaatan Media Visual Dalam Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam Di Sekolah Dasar Islam (SDI) Teladan YPKUI Kecematan
Kramat Jati Kota Jakarta Timur. Jurnal . Jakarta. Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. dikases pada bulan Juni 2023 Pukul
21.00WITA.
Dhermawan Asep. (2018). Tahapan Mengenal Konsep Bilangan Pada Anak Usia
Dini. Artikel.([Link]
na l- [Link]) Di Unduh Pada Tanggal 15 September
Tahun 2022 Pukul 10.23 Wita
Endrasthi Ratna (2014) Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan
Menggunakan Media Papan Raba Pada Anak Kelompok A Di TK
KKLKMD Sedyo Rukun Bambanglipuro Bantul. Skirpsi. Universitas
Negeri Yogyakarta. Satrianawi. (2017). Media dan Sumber Belajar.
Yogyakarta : Deepublish.
Fadillah, M. (2018). Bermain dan Permainan Anak Usia Dini. Jakarta :
PrenadamediaGroup.([Link]
Di Unduh Pada Tanggal 16Mei Tahun 2022 Pukul 15:36 Wita
Harfia Siti .(2018). Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Media Pembelarajan di
Kelompok Bermain Bawakaraeng II Kelurahan Sudiang Kota Makassar.
Makasssar. [Link] Negeri Makassar. Diakses pada tanggal 23
Juni 2023 Pukul22.00 Wita
Istiqomah Sitti.(2018). Penerapan Metode Bermain Melalui Permainan Ular
Tangga dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di Paud
Sriwijaya Lampung Timur. Jurnal. Bandar Lampung. Universitas Islam
55
56
Negeri Raden Intan Lampung.([Link] Di Unduh
Pada Tanggal 16 September Tahun 2022 Pukul 13:00 Wita
Kurniawan Dody, 2018. Pengaruh Media Pembelajaran Teknologi (Power Point)
Terhadap Motivasi Belajar Ppkn Siswa Kelas Viii.1 Smpn 1 Tamalatea
Kabupaten [Link]. Makassar: Universitas Muhammadiyah
Makassar.
Moeslichatoen. (2004). Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak. Jakarta : PT.
Rineka Cipta.
R. Lestari, Puji (2014). Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan
Melalui Penggunaan Media Kartu Angka Dan Kartu Bergambar Pada
Anak Kelompok A2 TK Masyithoh Ngasem Sewon Bantul Yogyakarta.
Jurnal Pendidikan. Fakulatas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri
Yogyakarta.
Rindha Kurniawati.(2011). Meningkatkan Kemampuan Berhitung Dengan
Permainan Ular Tangga Pada Anak Kelompok B Tk Yunior Surabaya.
[Link]. Universitas Negeri Surabaya.([Link]
d/[Link]/PAUD/article/download/14335/10411) Di Unduh Pada Tang
gal 16 Mei Tahun 2022 Pukul 15.00 Wita
Reswita (dkk). (2014). Efektivitas media pasir dalam meningkatkan kemampuan
konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun di tk aisyiyah bengkalis. Jurnal.
([Link]
DiUnduh Pada Tanggal 15 September Tahun 2022 Pukul 10:12 Wita.
Raysia, Tiara.(2015) Penggunaan Media Permainan Ular Tangga dalam
Meningkatkan Kemampuan Berhitung pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK
Tunas Melati Bandar Lampung. Jurnal. Bandar Lampung. Universitas
Lampung.([Link] Di Unduh Pada Tanggal 16Mei Tahun
2022 Pukul15:10Wita
Rahayu,Sri Lita (dkk).(2016) Meningkatkan Kemampuan Konsep dan lambing
Bilangan Anak Usia Dini Melalui Modifikasi Permainan Ular Tangga.
Jurnal. ([Link]
)Di Unduh Pada Tanggal 16Mei Tahun 2022 Pukul 20:00 Wita.
Sudaryanti. (2006). Pengenalan Matematika Anak Usia Dini. Yogyakarta : Fip Uny
Yuvitasari Intan. (2015) Peningkatan kemampuan mengenal kata melalui metode
permainan ular tangga kata pada anak kelompok a tk sinar melatih
seriharjo ngaglik sleman Yogyakarta. Thesis. Universitas negeri
Yogyakarta.([Link]
NIM.%2012111247010). Di Unduh Pada Tangga 16 Oktober Tahun
[Link] 20:12 Wita
56
LAMPIRAN
57
58
Lampiran A
RENCANA PEMBELAJARAN
RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Kelompok / Semester : B2 / II
Tema : Tanah airku
Sub Tema/Sub sub Tema : Lambang negara
Hari / tanggal : Maret 2023
Alokasi Waktu : 180 menit
Media : Kapur/Spidol/ Media Kartu
Komptensi Dasar : 3.1-4.1, 3.3-4.3, 2.2, 2.7
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Anak mengenal kegiatan beribadah sehari hari dengan tuntunan orang
dewasa (3.1-4.1)
2. Anak mampu melakukan kegiatan fisik (3.3-4.3)
3. Anak memiliki perilaku mencerminkan rasa ingin tahu (2.2)
4. Anak memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sabar (2.7)
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Tahap Nama Kegiatan Kegiatan Keterangan
Pembelajaran
7.30-08.00 Berbaris Berbaris / Ikrar /salam Observasi
08.00-09.00 Materi Pagi Materi Pagi :
Kegiatan Kegiatan Rutinitas - Berdoa Observasi
Awal Pagi hari - Membaca surah-surah Unjuk Kerja
pendek
09.00-0930 Pembahasan Tema - Apersepsi Mengamati
- Menjelaskan tema Menanyakan
kegiatan
09.30-10.30 Kegiatan Inti Mengamati cara Observasi
Kegiatan Main - Kegiatan kegiatan main dan
Motorik Kasar menjelaskan aturan Observasi
59
main
- Melakukan Ceklis
kegiatan
- Recalling permainan ular Ceklis
tangga berbasis Penilaian
bahan bekas
- Menanyakan
kembali kegiatan
yang sudah
dilakukan
10.30-11.30 Istirahat / makan Istirahat, cuci tangan, Observasi
Istirahat berdoa, makan
11.00-11.30 Kegiatan Akhir: - Menanyakan
Penutup kegiatan anak Observasi
selama satu hari
dan perasaan anak
selama bermain
- Bersyair judul:
Negaraku
- Berdoa sebelum
pulang
Kepala Sekolah Barru, Maret 2023
TK PGRI BAERA KABUPATEN Guru Kelas B2
BARRU
WAHIDA P, [Link]
SUHERA, [Link]
60
SKENARIO PEMBELAJARAN
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Tema / Sub Tema : Negaraku/Permainan Ular Tangga Berbasis bahan bekas
Hari /Tanggal :
Kelompok Usia : Klp B 2 / Usia 5-6 Tahun
Program Pengembangan: Bidang Pengembangan Motorik Kasar
Kompetensi Dasar : 2.7, 3.4-4.4
EKSPERIMEN KEGIATAN PERMAINAN ULAR TANGGA BERBASIS
BAHAN BEKAS
A. Tujuan Kegiatan
1. Anak mampu berhitung sesuai angka dadu
2. Anak mampu berjalan menyebut angka yang di injak
3. Anak mampu menyebut kembali angka yang ditemui selama permainan
B. Alat Dan Bahan
1. Kardus
2. Spanduk bekas
3. spidol warna
4. Gunting
5. Lem
6. Kertas warna
C. Langkah langkah pembelajaran;
Adapun langkah-langkah skenario pelaksanaan kegiatan permainan ular
tangga berbasis bahan bekas adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan Awal
a. Guru menyiapkan alat dan bahan yaitu kardus, spanduk spidol warna,
gunting dan lem serta plaster untuk digunakan menggambar permainan
ular tangga diatas spanduk bekas serta membuat dadu dari kardus
b. Guru menggambar permaian diatas spanduk bekas serta memberikan
angka dan warna pada spanduk bekas tersebut agar terlihat lebih
menarik
c. Guru mengucapkan salam kepada anak, dan berdoa sebelum kegiatan di
mulai
61
d. Guru menjelaskan kepada anak tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
pada kegiatan pembelajaran dan menekankan pentingnya kegiatan
gerak fisik motorik yang akan dipelajari, serta menyampaikan informasi
atau materi kepada anak dengan metode ceramah dan tanya jawab
kepada anak.
2. Kegiatan Inti
a. Guru memperkenalkan dan menjelaskan cara memainkan permainan
ular tangga secara bertahap, berikut cara bermain ular tangga :
1) Anak dikondisikan duduk berkelompok di karpet sebanyak 5 orang
dalam satu kolompok
2) Anak diberi penjelasan tentang permainan yang akan dilakukan, yaitu
permainan ular tangga.
3) Anak diberi contoh cara bermain ular tangga yang akan dijelaskan
sebagai berikut:
a) Guru mengambil sebuah dadu dan pion, kemudian diperlihatkan
pada anak-anak.
b) Guru menaruh pion pada kolom star, kemudian melempar dadu, dan
menyebutkan angka yang tertera pada dadu tersebut.
c) Guru menggerakkan pion ke kotak berikutnya dijalur papan ular
tangga sesuai jumlah angka pada dadu, kemudian menyebutkan
gambar dan angka yang ada pada jalur papan ular tangga dimana
pion berhenti.
d) Jika pion berhenti pada kotak yang ada gambar ujung bawah sebuah
tangga, maka naik ke atas. Jika pion berhenti pada kotak yang ada
gambar ekor ular, maka turun ke bawah.
e) Anak-anak diajak mempraktikkan permainan ular tangga secara
bersama-sama, dengan posisi anak masih duduk membentuk
lingkaran, permainan dimulai:
I. Empat anak sebagai pemain, urut berdasarkan kelompok yang sudah
dibagi.
62
II. Anak mengambil sebuah dadu dan pion, anak menaruh pion pada
kolom start, kemudian melempar dadu dan menyebutkan angka yang
tertera pada dadu tersebut.
III. Anak menggerakkan pion ke kotak berikutnya dijalur papan ular tangga
sesuai jumlah angka pada dadu, kemudian menyebutkan angka yang
ada pada jalur papan ular tangga dimana pion berhenti.
IV. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan
permainan
3. Kegiatan penutup
a. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan diskusi tentang ular tangga yang
telah dilakukan anak. Kemudian anak diberikan kesempatan
mengungkapkan perasaan saat melakukan kegiatan permainan
tradisional ular tangga dan setelah itu guru menarik kesimpulan
mengenaik kegiatan yang sudah dimainkan dan menanyakan perasaan
anak selama mengikuti kegiatan main.
b. Guru menutup kegiatan dengan mengucapkan salam lalu berdoa setelah
melakukan kegiatan bersama anak untuk mengakhiri kegiatan
63
LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : I (Satu)
A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan peserta didik berikut ini:
B. Deskriptif Indikator Penelitian
1. Anak mampu berhitung (kelompok main) dan bermain ular tangga
dengan memperhatikan angka pada dadu
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan belum mampu berjalan
sesuai dengan angka pada dadu
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai dengan angka pada
dadu dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu tanpa
bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
2. Anak mampu berjalan sesuai angka dadu dan mampu menyebutkan
angka yang tertera pada arena permainan ular tangga yang diinjak
BB = 1 : Anak belum mampu berhitung dan berjalan sesuai angka
dadu dan belum mampu menyebutkan angka yang tertera
pada arena permainan ular tangga yang diinjak.
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada arena permainan ular tangga yang diinjak dengan
bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada arena permainan ular tangga yang diinjak tanpa
bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada arena permainan ular tangga yang diinjak serta mampu
menjelaskan kepada orang lain atau temannya
64
3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan semua angka yang ditemui
pada saat bermain ular tangga
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
serta mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
65
Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik
Kegiatan Eksperimen Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas
Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga
dalam hal keseimbangan dan koordinasi
No. Nama Anak Anak mampu berhitung Anak mampu berjalan Anak mampu menyebut
Didik sesuai angka dadu menyebut angka yang kembali angka yang
di injak ditemui selama
permainan
BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB
1. ANDI HIKMA
2. ANDI HILMA
3. DZULKIFLY
4. FAIZ
5. INAYAH AZMI
6. MUH. SALEH
7. ALFIKAR
8. AWAL
9. FIRDANG
10. MA'RUF.S
11. RAZQA
12. RISALDI
13. NU'MAAISYA
14. IZZATI
15. SAKILA
Jumlah
Presentase
Komentar dan Saran Pengamat/Observer:
.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
Makassar, ……Maret 2023
Pengamat/ Observer
(Dr. Muh. Yusri Bachtiar, [Link].,[Link] )
66
RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Kelompok / Semester : B1 / II
Tema : Tanah Airku
Sub Tema/Sub sub Tema : Lambang negara
Hari / tanggal : Maret 2023
Alokasi Waktu : 180 menit
Media : Kapur/spidol
Komptensi Dasar : 3.1-4.1, 3.3-4.3, 3.8-4.8, 2.2
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Anak mengenal kegiatan beribadah sehari hari dengan tuntunan orang
dewasa (3.1-4.1)
2. Anak mampu melakukan kegiatan fisik (3.3-4.3)
3. Anak mampu melakukan kegiatan bermain dengan menggunakan bahan
alam (3.8-4.8)
4. Anak memiliki perilaku mencerminkan sikap rasa ingin tahu (2.2)
5. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Tahap Nama Kegiatan Kegiatan Keterangan
Pembelajaran
7.30-08.00 Berbaris Berbaris / Ikrar /salam Observasi
08.00-09.00 Materi Pagi Materi Pagi :
Kegiatan Kegiatan Rutinitas - Berdoa Observasi
Awal Pagi hari - Membaca surah-surah Unjuk Kerja
pendek
09.00-0930 Pembahasan Tema - Apersepsi Mengamati
- Menjelaskan tema Menanyakan
kegiatan
09.30-10.30 Kegiatan Inti Mengamati cara Observasi
Kegiatan Main - Kegiatan kegiatan main dan
Motorik Kasar menjelaskan aturan Observasi
main
67
- Melakukan Ceklis
kegiatan
- Recalling pembelaran dengan Ceklis
dengan Penilaian
menggunakan
gambar
- Menanyakan
kembali kegiatan
yang sudah
dilakukan
10.30-11.30 Istirahat / makan Istirahat, cuci tangan, Observasi
Istirahat berdoa, makan
11.00-11.30 Kegiatan Akhir: - Menanyakan
Penutup kegiatan anak Observasi
selama satu hari
dan perasaan anak
selama bermain
- Bersyair judul:
Negaraku
- Berdoa sebelum
pulang
Kepala Sekolah Barru, Maret 2023
TK PGRI BAERA KABUPATEN Guru Kelas B1
BARRU
SATRIAH, [Link]
SUHERA, [Link]
68
SKENARIO PEMBELAJARAN
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Tema / Sub Tema : Tanah Airku
Hari /Tanggal :
Kelompok Usia : Klp B 1 / Usia 5-6 Tahun
Program Pengembangan : Bidang Pengembangan Motorik Kasar
Kompetensi Dasar : 3.4-4.4,3.8-4.8
EKSPERIMEN KEGIATAN BERMAIN DENGAN MENYEBUT GAMBAR
ANGKA
A. Tujuan Kegiatan
1. Anak mampu menyebut gambar angka yang ditunjukan
2. Anak mampu menghitung dan menyebut dengan cepat angka yang
ditunjukkan oleh guru
3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan kembali angka yang
dipelajari sebelumnya
B. Alat Dan Bahan
Kayu/Ranting/Arang/Kapur /Spidol
C. Langkah langkah pembelajaran;
1. Guru menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu gambar angka
yang telah di print
2. Terlebih dahulu guru mebentuk siswa secara berkelompok. Setelah
membetuk kelompok guru mengatur gambar angka diatas meja
3. Guru menjelaskan aturan bermain Setelah itu diadakan pengundian, bisa
dengan hompimpah atau pingsut yang dilakukan oleh pemimpin tim.
Pengundian ini dilakukan untuk menetukan tim mana yang duluan
bermain.
4. Guru Memanggil satu persatu peserta didik secara bergantian untuk
mengambil gambar dan peserta didik yang berada di kelompok yang
69
ditunjuk untuk menyebut angka yang telah dipilih oleh anggota
kelompoknya.
5. Kemenangan akan menjadi milik tim yang mampu menyebut angka paling
banyak.
4. Guru menarik kesimpulan dengan kegiatan yang sudah dimainkan dan
menanyakan perasaan anak selama mengikuti kegiatan main.
70
LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : I (satu)
A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan anak didik berikut ini:
B. Deskriptif Indikator Penelitian
1. Anak mampu berhitung dan menyebut angka yang ditunjukkan oleh
guru
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru serta mampu menjelaskan kepada orang
lain atau temannya
2. Anak mampu menghitung dan menyebut dengan cepat angka yang
ditunjukkan oleh guru
BB = 1 : Anak belum mampu menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu melompat dengan satu kaki tepat
di tengah kotak bidang dende tanpa menginjak garis dengan
bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan
dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebut
dengan cepat angka yang ditunjukkan oleh guru serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya.
71
3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan kembali angka yang
dipelajari sebelumnya
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya dengan arahan
guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya tanpa arahan guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya serta menjelaskan
kepada orang lain atau temannya.
72
Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik
Kegiatan Eksperimen Permainan kartu
Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan Kartu dalam
hal keseimbangan dan koordinasi
No Nama Anak Didik Anak mampu berhitung Anak mampu Anak mampu
. dan menyebut angka menghitung dan menghitung dan
yang ditunjukkan oleh menyebut dengan menyebutkan kembali
guru cepat angka yang angka yang dipelajari
ditunjukkan oleh sebelumnya
guru
BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB
1. ADIBAH
2. ADIFA
3. AHMAD ZAKY
4. AKIL ALFARIZQI
5. ALESHA ALMAHY
6. SARA ZALZABILA
7. SITI ZALFA
8. ANDI
9. ANISAH JULIANA
10. ARSHYLA PUTRI
11. ASRIL
12. ASYIFA ABBAS
13. AULIA
14. DEANDA AYESHA
15. DWI SAKIYA
Jumlah
Presentase
Komentar dan Saran Pengamat/Observer:
.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
Makassar, …………
Pengamat/ Observer
(Dr. Muh. Yusri Bachtiar, [Link].,[Link])
73
LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : II (Dua)
A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ )
berdasarkan indikator kemampuan peserta didik berikut ini:
1. Deskriptif Indikator Penelitian
2. Anak mampu berhitung (kelompok main) dan bermain ular tangga
dengan memperhatikan angka pada dadu
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan belum mampu berjalan
sesuai dengan angka pada dadu
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai dengan angka pada
dadu dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu tanpa
bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
3. Anak mampu berjalan sesuai angka dadu dan mampu menyebutkan
angka yang tertera pada kardus ular tangga yang diinjak
BB = 1 : Anak belum mampu berhitung dan berjalan sesuai angka
dadu dan belum mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak.
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak dengan bimbingan dan
arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak tanpa bimbingan dan
arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak serta mampu
menjelaskan kepada orang lain atau temannya
74
4. Anak mampu menghitung dan menyebutkan semua angka yang ditemui
pada saat bermain ular tangga
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
serta mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
75
Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik
Kegiatan Eksperimen Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas
Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga
dalam hal keseimbangan dan koordinasi
No. Nama Anak Anak mampu berhitung Anak mampu berjalan Anak mampu menyebut
Didik sesuai angka dadu menyebut angka yang kembali angka yang
di injak ditemui selama
permainan
BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB
1. ANDI HIKMA
2. ANDI HILMA
3. DZULKIFLY
4. FAIZ
5. INAYAH AZMI
6. MUH. SALEH
7. ALFIKAR
8. AWAL
9. FIRDANG
10. MA'RUF.S
11. RAZQA
12. RISALDI
13. NU'MAAISYAH
14. IZZATI
15. SAKILA
Jumlah
Presentase
Komentar dan Saran Pengamat/Observer:
.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
Makassar, ……Maret 2023
Pengamat/ Observer
(Dr. Muh. Yusri Bachtiar,[Link].,[Link] )
76
LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : III (TIGA)
A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan peserta didik berikut ini:
B. Deskriptif Indikator Penelitian
1. Anak mampu berhitung (kelompok main) dan bermain ular tangga
dengan memperhatikan angka pada dadu
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan belum mampu berjalan
sesuai dengan angka pada dadu
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai dengan angka pada
dadu dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu tanpa
bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
2. Anak mampu berjalan sesuai angka dadu dan mampu menyebutkan
angka yang tertera pada kardus ular tangga yang diinjak
BB = 1 : Anak belum mampu berhitung dan berjalan sesuai angka
dadu dan belum mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak.
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak dengan bimbingan dan
arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak tanpa bimbingan dan
arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak serta mampu
menjelaskan kepada orang lain atau temannya
77
3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan semua angka yang ditemui
pada saat bermain ular tangga
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
serta mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
78
Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik
Kegiatan Eksperimen Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas
Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga
dalam hal keseimbangan dan koordinasi
No Nama Anak Didik Anak mampu berhitung Anak mampu berjalan Anak mampu menyebut
. sesuai angka dadu menyebut angka yang kembali angka yang
di injak ditemui selama
permainan
BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB
1. ANDI HIKMA
2. ANDI HILMA
3. DZULKIFLY
4. FAIZ
5. INAYAH AZMI
6. MUH. SALEH
7. ALFIKAR
8. AWAL
9. FIRDANG
10. MA'RUF.S
11. RAZQA
12. RISALDI
13. NU'MAAISYAH
14. IZZATI
15. SAKILA
Jumlah
Presentase
Komentar dan Saran Pengamat/Observer:
.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
Makassar, ……Maret 2023
Pengamat/ Observer
(Dr. Muh. Yusri Bachtiar, [Link].,[Link])
79
LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : II (DUA)
A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ )
berdasarkan indikator kemampuan anak didik berikut ini:
B. Deskriptif Indikator Penelitian
1. Anak mampu berhitung dan menyebut angka yang ditunjukkan oleh
guru
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru serta mampu menjelaskan kepada orang
lain atau temannya
2. Anak mampu menghitung dan menyebut dengan cepat angka yang
ditunjukkan oleh guru
BB = 1 : Anak belum mampu menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu melompat dengan satu kaki tepat
di tengah kotak bidang dende tanpa menginjak garis dengan
bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan
dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebut
dengan cepat angka yang ditunjukkan oleh guru serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
80
3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan kembali angka yang
dipelajari sebelumnya
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya dengan arahan
guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya tanpa arahan guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya serta menjelaskan
kepada orang lain atau temannya.
81
Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik
Kegiatan Eksperimen Permainan kartu
Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan Kartu dalam hal
keseimbangan dan koordinasi
No Nama Anak Didik Anak mampu berhitung Anak mampu Anak mampu
. dan menyebut angka menghitung dan menghitung dan
yang ditunjukkan oleh menyebut dengan menyebutkan kembali
guru cepat angka yang angka yang dipelajari
ditunjukkan oleh guru sebelumnya
BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB
1. ADIBAH
2. ADIFA
3. AHMAD ZAKY
4. AKIL ALFARIZQI
5. ALESHA ALMAHY
6. SARA ZALZABILA
7. SITI ZALFA
8. ANDI
9. ANISAH JULIANA
10. ARSHYLA PUTRI
11. ASRIL
12. ASYIFA ABBAS
13. AULIA
14. DEANDA AYESHA
15. DWI SAKIYA
Jumlah
Presentase
Komentar dan Saran Pengamat/Observer:
.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
Pengamat/ Observer
([Link]. Yusri Bachtiar, [Link].,[Link] )
82
LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : III (TIGA)
A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan anak didik berikut ini:
B. Deskriptif Indikator Penelitian
1. Anak mampu berhitung dan menyebut angka yang ditunjukkan
oleh guru
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru serta mampu menjelaskan kepada orang
lain atau temannya
2. Anak mampu menghitung dan menyebut dengan cepat angka yang
ditunjukkan oleh guru
BB = 1 : Anak belum mampu menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu melompat dengan satu kaki tepat
di tengah kotak bidang dende tanpa menginjak garis dengan
bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan
dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebut
dengan cepat angka yang ditunjukkan oleh guru serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
83
3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan kembali angka yang
dipelajari sebelumnya
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya dengan arahan
guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya tanpa arahan guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya serta menjelaskan
kepada orang lain atau temannya.
84
Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik
Kegiatan Eksperimen Permainan kartu Angka
Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan Kartu dalam
hal keseimbangan dan koordinasi
No. Nama Anak Didik Anak mampu berhitung Anak mampu Anak mampu
dan menyebut angka menghitung dan menghitung dan
yang ditunjukkan oleh menyebut dengan menyebutkan kembali
guru cepat angka yang angka yang dipelajari
ditunjukkan oleh sebelumnya
guru
BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB
1. ADIBAH
2. ADIFA
3. AHMAD ZAKY
4. AKIL ALFARIZQI
5. ALESHA ALMAHY
6. SARA ZALZABILA
7. SITI ZALFA
8. ANDI
9. ANISAH JULIANA
10. ARSHYLA PUTRI
11. ASRIL
12. ASYIFA ABBAS
13. AULIA
14. DEANDA AYESHA
15. DWI SAKIYA
Jumlah
Presentase
Komentar dan Saran Pengamat/Observer:
.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
Makassar, Maret 2023
Pengamat/ Observer
(Dr. [Link] Bachtiar, [Link]., [Link] )
85
LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK
PERMAINAN ULAR TANGGA BERBASIS BAHAN BEKAS
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Kelompok / Semester : B1 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : I (satu)
A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan anak didik berikut ini:
B. Deskriptif Indikator Penelitian
1. Anak mampu berhitung (kelompok main) dan bermain ular tangga
dengan memperhatikan angka pada dadu
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan belum mampu berjalan
sesuai dengan angka pada dadu
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai dengan angka pada
dadu dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu tanpa
bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
2. Anak mampu berjalan sesuai angka dadu dan mampu menyebutkan
angka yang tertera pada kardus ular tangga yang diinjak
BB = 1 : Anak belum mampu berhitung dan berjalan sesuai angka
dadu dan belum mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak.
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak dengan bimbingan dan
arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak tanpa bimbingan dan
arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak serta mampu
menjelaskan kepada orang lain atau temannya
3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan semua angka yang ditemui
pada saat bermain ular tangga
86
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
serta mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
87
LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK
DIDIK PERMAINAN TEBAK GAMBAR ANGKA
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : I (satu)
A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan anak didik berikut ini:
B . Deskriptif Indikator Penelitian
1. Anak mampu berhitung dan menyebut angka yang ditunjukkan oleh
guru
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru serta mampu menjelaskan kepada orang
lain atau temannya
2. Anak mampu menghitung dan menyebut dengan cepat angka yang
ditunjukkan oleh guru
BB = 1 : Anak belum mampu menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu melompat dengan satu kaki tepat
di tengah kotak bidang dende tanpa menginjak garis dengan
bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan
dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebut
dengan cepat angka yang ditunjukkan oleh guru serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
88
3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan kembali angka yang
dipelajari sebelumnya
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya dengan arahan
guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya tanpa arahan guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya serta menjelaskan
kepada orang lain atau temannya.
89
Lampiran B
Lembar Observasi Guru
Lembar Observasi Guru dalam Pelaksanaan Kegiatan Eksperimen
Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas
Nama Guru : Satriah, [Link]
Hari/Tanggal :
Keterlaksanaan
No. Uraian Kegiatan Yang Diamati B C K Ket
1. Kegiatan Awal
a. Persiapan guru (alat, bahan dan setting tempat
belajar)
b. Membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan
c. Menjelasan mengenai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan
2. Kegiatan Inti
a. Memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait
dengan kegiatan bermain sambil belajar
menggunakan gambar angka yang telah di print
b. Membagi anak menjadi berkelempok
c. Memberikan latihan awal atau langkah-langkah
dalam melakukan kegaiatan permainan
d. Memberikan kesempatan pada anak melakukan
kegiatan permainan sesuai dengan apa yang telah
disampaikan oleh guru sebelumnya
e. Membimbing dan memberikan arahan pada anak
dalam melakukan kegiatan permainan menyebut
angka
3. Penutup
a. Melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran
kegiatan permainan yang telah dilakukan
b. Memberikan kesempatan pada anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan perasaan
anak selama kegiatan
c. Menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
doa setelah melakuka kegiatan
Jumlah
Keterangan :
B : BAIK
C : CUKUP
K :KURANG
90
LEMBAR OBSERVASI GURU DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN
PERMAINAN MENYEBUT GAMBAR ANGKA
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Nama Guru : Satriah, [Link]
Hari / tanggal : Februari 2023
Pertemuan : I (satu)
A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap guru.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√) berdasarkan
indikator pelaksaan kegiatan ekperimen guru berikut ini:
B. Deskriptif Indikator Penelitian
1. Persiapan guru (alat,bahan dan setting tempat belajar)
B : Apabila dalam persiapan guru menyediakan semua (alat,bahan dan setting
tempat belajar) yang akan digunakan selama kegiatan permainan
menebak gambar angka
C : Apabila dalam persiapan guru menyediakan sebagian (alat,bahan dan
setting tempat belajar)yang akan digunakan selama kegiatan permaianan
menebak gambar angka
K : Apabila dalam persiapan guru tidak menyediakan (alat,bahan dan setting
tempat belajar) yang akan digunakan selama kegiatan permainan tgambar
angka
2. Keterampilan membuka kegiatan dengan salam dan berdoa sebelum
melakukan kegiatan
B : Apabila guru terampil membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan yang kegiatan permainan tebak gambar
angka
C : Apabila guru tidak mampu terampil membuka kegiatan dengan salam dan
berdoa sebelum melakukan kegiatan permainan tebak gambar angka
91
K : Apabila guru tidak terampil membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan permainan
tebak gambar angka
3. Menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan
kegiatan yang akan dilakukan
B : Apabila guru menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan berkaitan kegiatan permainan
tebak gambar angka dengan baik
C : Apabila guru menjelaskan sebagian mengenai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan kegiatan permainan
tebak gambar angka
K : Apabila guru tidak mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan
kegiatan yang akan dilakukan berkaitan kegiatan permainan tebak
gambar angka
4. Memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait dengan kegiatan
permainan tebak gambar angka
B : Apabila guru memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait dengan
kegiatan permainan tebak gambar angka
C : Apabila guru memperkenalkan dan memberikan penjelasan sebagian
terkait dengan kegiatan permainan tebak gambar angka
K : Apabila guru tidak memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait
dengan kegiatan permainan tebak gambar angka
5. Membagi anak ke dalam dua kelompok dalam melakukan kegaiatn
gerak dasar fisik motorik (lokomotor, non lokomotor dan manipulati
B : apabila guru Membagi anak ke dalam dua kelompok dalam melakukan
kegaiatn gerak dasar fisik motorik (lokomotor, non lokomotor dan
manipulatif)
C : Apabila guru membagi ke dalam dua kelompok pada sebagian anak dalam
melakukan kegiatan permainan tebak gambar angka
K : Apabila guru tidak membagi ke dalam dua kelompok pada anak dalam
melakukan tebak gambar angka
92
6. Memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam melakukan
kegaiatan permainan tebak gambar angka
B : Apabila guru memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam
melakukan tebak gambar angka dengan baik
C : Apabila guru memberikan latihan awal sebagian atau langkah-langkah
dalam melakukan tebak gambar angka
K : Apabila guru tidak memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam
melakukan tebak gambar angka
7. Memberikan kesempatan pada anak melakukan kegiatan permainan
tebak gambar angka sesuai dengan apa yang dilakukan guru
sebelumnya
B : Apabila guru memberikan kesempatan pada anak melakukan tebak
gambar angka sesuai dengan apa yang dilakukan guru sebelumnya
C : Apabila guru memberikan kesempatan pada sebagian anak melakukan
permianan tekait tebak gambar angka sesuai dengan apa yang dilakukan
guru sebelumnya
K : Apabila guru tidak memberikan kesempatan pada anak melakukan tebak
gambar angka sesuai dengan apa yang dilakukan guru sebelumnya
8. Membimbing dan memberikan arahan pada anak yang dalam
melakukan tebak gambar angka
B : Apabila guru membimbing dan memberikan arahan pada anak yang dalam
melakukan tebak gambar angka dengan baik
C : Apabila guru membimbing dan memberikan arahan pada sebagian anak
yang dalam melakukan terkait permaianan tebak gambar angka
K : Apabila guru tidak membimbing dan memberikan arahan pada anak yang
dalam melakukan kegiatan tebak gambar angka
9. Melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran kegiatan permainan
B : Apabila guru melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran tebak gambar
angka dengan baik
C : Apabila guru melakukan diskusi dan evaluasi terkait pembelajaran
sebagian tebak gambar angka.
93
K : Apabila guru tidak melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran kegiatan
tebak gambar angka.
10. Memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan perasaan
atau menanyakan perasaan anak selama kegiatan
B : Apabila guru memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan
perasaan atau menanyakan perasaan anak selama kegiatan
C : Apabila guru memberikan kesempatan pada sebagian anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan perasaan anak selama
kegiatan
K : Apabila guru tidak memberikan kesempatan pada anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan perasaan anak selama
kegiatan
11. Menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan doa setelah
melakukan kegiatan
B : Apabila guru menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan doa
setelah melakukan kegiatan dengan baik
C : Apabila guru menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
sebagian doa setelah melakukan kegiatan
K : Apabila guru tidak menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
doa setelah melakukan kegiatan
94
Lembar Observasi Guru dalam Pelaksanaan Kegiatan Eksperimen
Permainan Tradisional (Dende)
Nama Guru : Wahida P, [Link]
Hari/Tanggal :
Keterlaksanaan
No. Uraian Kegiatan Yang Diamati B C K Ket
1. Kegiatan Awal
a. Persiapan guru (alat, bahan dan setting lokasi)
b. Membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan
c. Menjelasan mengenai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan
2. Kegiatan Inti
a. Memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait
dengan kegiatan permainan ular tangga berbasis
bahan bekas
b. Membagi kelompok anak didik sebelum memulai
permaian ular tangga berbasis bahan bekas
c. Memberikan latihan awal atau langkah-langkah
dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga
berbasis bahan bekas
d. Memberikan kesempatan pada anak melakukan
kegiatan melakukan kegiatan permainan ular tangga
berbasis bahan bekas sesuai dengan apa yang
dilakukan guru sebelumnya
e. Membimbing dan memberikan arahan pada anak
dalam melakukan melakukan kegiatan permainan
ular tangga berbasis bahan bekas
3. Penutup
a. Melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran
melakukan kegiatan permainan ular tangga berbasis
bahan bekas
b. Memberikan kesempatan pada anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan
perasaan anak selama kegiatan
c. Menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
doa setelah melakuka kegiatan
Jumlah
Keterangan :
B : BAIK
C : CUKUP
K :KURANG
95
LEMBAR OBSERVASI GURU DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN
PERMAINAN ULAR TANGGA BERBASIS BAHAN BEKAS
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Nama Guru : Wahidah P, [Link]
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : I (satu)
A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap guru.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√) berdasarkan
indikator pelaksaan kegiatan ekperimen guru berikut ini:
B. Deskriptif Indikator Penelitian
1. Persiapan guru (alat,bahan dan setting lokasi)
B : Apabila dalam persiapan guru menyediakan semua (alat,bahan dan setting
lokasi) yang akan digunakan selama melakukan kegiatan permainan ular
tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila dalam persiapan guru menyediakan sebagian (alat,bahan dan
setting lokasi) yang akan digunakan selama kegiatan berkaitan permainan
ular tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila dalam persiapan guru tidak menyediakan (alat,bahan dan setting
lokasi) yang akan digunakan selama kegiatan permainan ular tangga
berbasis bahan bekas
Keterampilan membuka kegiatan dengan salam dan berdoa sebelum
melakukan kegiatan
B : Apabila guru terampil membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan permainan
tradisional dende dengan baik
C : Apabila guru tidak mampu terampil membuka kegiatan dengan salam dan
berdoa sebelum melakukan kegiatan yang berkaitan permainan ular
tangga berbasis bahan bekas
96
K : Apabila guru tidak terampil membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan permainan
ular tangga berbasis bahan bekas
2. Menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan
kegiatan yang akan dilakukan
B : Apabila guru menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan berkaitan kegiatan permainan
ular tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila guru menjelaskan sebagian mengenai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan berkaitan kegiatan ular
tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila guru tidak mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan
kegiatan yang akan dilakukan berkaitan kegiatan permainan ular tangga
berbasis bahan bekas
3. Memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait dengan kegiatan
permainan ular tangga berbasis bahan bekas
B : Apabila guru memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait dengan
kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila guru memperkenalkan dan memberikan penjelasan sebagian
terkait dengan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila guru tidak memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait
dengan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
4. Memberikan nomor urut pada anak sebagai tanda urutan dalam
melakukan ular tangga berbasis bahan bekas
B : apa bila guru memberikan nomor urut pada anak sebagai tanda urutan
dalam melakukan kegaiatan ular tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila guru memberikan nomor urut pada sebagian anak sebagai tanda
urutan dalam melakukan kegaiatan ular tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila guru tidak memberikan nomor urut pada anak sebagai tanda
urutan dalam melakukan kegaiatan ular tangga berbasis bahan bekas
97
5. Memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam melakukan
kegaiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
B : Apabila guru memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam
melakukan kegaiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila guru memberikan latihan awal sebagian atau langkah-langkah
dalam melakukan kegaiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila guru tidak memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam
melakukan kegaiatn permainan ular tangga berbasis bahan bekas
6. Memberikan kesempatan pada anak melakukan kegiatan permainan
tradisional dende sesuai dengan apa yang dilakukan guru sebelumnya
B : Apabila guru memberikan kesempatan pada anak melakukan kegiatan ular
tangga berbasis bahan bekas sesuai dengan apa yang dilakukan guru
sebelumnya
C : Apabila guru memberikan kesempatan pada sebagian anak melakukan
kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas sesuai dengan apa
yang dilakukan guru sebelumnya
K : Apabila guru tidak memberikan kesempatan pada anak melakukan
kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas dengan apa yang
dilakukan guru sebelumnya
7. Membimbing dan memberikan arahan pada anak yang dalam
melakukan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
B : Apabila guru membimbing dan memberikan arahan pada anak yang dalam
melakukan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila guru membimbing dan memberikan arahan pada sebagian anak
yang dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan
bekas
K : Apabila guru tidak membimbing dan memberikan arahan pada anak yang
dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas.
8. Melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran kegiatan permainan
98
B : Apabila guru melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran kegiatan
permainan ular tangga berbasis bahan bekas dengan baik
C : Apabila guru melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran sebagian
kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila guru tidak melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran kegiatan
permainan ular tangga berbasis bahan bekas
9. Memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan perasaan
atau menanyakan perasaan anak selama kegiatan
B : Apabila guru memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan
perasaan atau menanyakan perasaan anak selama kegiatan
C : Apabila guru memberikan kesempatan pada sebagian anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan perasaan anak selama
kegiatan
K : Apabila guru tidak memberikan kesempatan pada anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan perasaan anak selama
kegiatan
10. Menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan doa setelah
melakukan kegiatan
B : Apabila guru menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan doa
setelah melakukan kegiatan dengan baik
C : Apabila guru menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
sebagian doa setelah melakukan kegiatan
K : Apabila guru tidak menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
doa setelah melakukan kegiatan
99
Lampiran C
Nilai Peserta Didik
Kelompok Eksperimen Permainan Kartu Angka
No Nama siswa P1 P2 P3 Pre-test Rata-rata
1. ADIBAH ZAKIRA 70 70 70 65 67.
2. ADIFA ALFATHUNISSA 70 80 80 70 75
3. AHMAD ZAKY 75 80 80 80 79
4. AKIL ALFARIZQI 75 75 75 75 75
5. ALESHA ALMAHY 80 80 80 75 79
6. SARA ZALZABILA 85 85 85 80 84
7. SITI ZALFA 80 82 82 80 81
8. ANDI MUHAMMAD 75 80 80 75 78
9. ANISAH JULIANA 80 80 80 80 80
10. ARSHYLA PUTRI 85 87 87 80 85
11. ASRIL RAHANDIKA 82 85 85 82 84
12. ASYIFA ABBAS 83 83 83 83 83
13. AULIA 82 82 82 75 80
14. DEANDA AYESHA 80 80 80 78 80
15. DWI SAKIYA RAYSA 82 82 82 85 83
Kelompok Eksperimen Permainan Kartu Angka
No Nama siswa P1 P2 P3 Post-test Rata-rata
1. ADIBAH ZAKIRA 80 80 85 60 76
2. ADIFA ALFATHUNISSA 60 65 70 70 66
3. AHMAD ZAKY 75 85 85 70 79
4. AKIL ALFARIZQI 85 85 85 80 84
5. ALESHA ALMAHY 80 80 80 70 78
6. SARA ZALZABILA 80 85 85 70 80
7. SITI ZALFA 80 85 85 80 83
8. ANDI MUHAMMAD 70 75 80 70 74
9. ANISAH JULIANA 80 80 80 70 78
10. ARSHYLA PUTRI 85 85 85 80 84
11. ASRIL RAHANDIKA 80 85 85 80 83
12. ASYIFA ABBAS 70 75 80 70 74
13. AULIA 80 85 85 70 80
14. DEANDA AYESHA 80 85 85 80 83
15. DWI SAKIYA RAYSA 70 75 80 70 74
100
Kelompok Eksperimen Permainan Ular Tangga
No Nama siswa P1 P2 P3 Pre-test Rata-rata
1. ANDI HIKMA 80 80 85 60 76
2. ANDI HILMA 60 65 70 70 66
3. DZULKIFLY 75 85 85 70 79
4. FAIZ 85 85 85 80 84
5. INAYAH AZMI 60 65 70 65 65
6. MUH. SALEH 65 65 70 70 68
7. ALFIKAR 85 90 90 80 86
8. AWAL 70 75 75 70 73
9. FIRDANG 70 70 75 70 71
10. MA'RUF.S 60 70 70 65 66
11. RAZQA 65 70 70 65 68
12. RISALDI 80 80 80 70 78
13. NU'MAAISYAH 80 85 85 70 80
14. IZZATI 80 85 85 80 83
15. SAKILA 70 75 80 70 74
Kelompok Eksperimen Permainan Ular Tangga
No Nama siswa P1 P2 P3 Post- Rata-rata
test
1. ANDI HIKMA 80 80 80 80 80
2. ANDI HILMA 85 87 87 80 85
3. DZULKIFLY 82 85 85 82 84
4. FAIZ 83 83 83 83 83
5. INAYAH AZMI 82 82 82 75 80
6. MUH. SALEH 80 80 80 78 80
7. ALFIKAR 82 82 82 85 83
8. AWAL 90 90 90 95 93
9. FIRDANG 89 89 89 90 89
10. MA'RUF.S 90 90 95 95 93
11. RAZQA 95 95 95 95 95
12. RISALDI 88 88 89 85 88
13. NU'MAAISYAH 90 90 87 87 89
14. IZZATI 85 85 85 85 85
15. SAKILA 97 98 98 97 98
101
Lampiran D
Hasil Olah Data
a. Analisis Deskriptif
Statistics
Pretest_Esper Posttest_Eks Pretest_Eksp Posttest_Eks
imen_Permai perimen_Per erimen_Ularta perimen_Ulart
nankartu mainankartu ngga angga
N Valid 15 15 15 15
Missing 0 0 0 0
Mean 79,4833 78,1667 74,3333 86,6833
Median 80,0000 78,7500 73,7500 85,0000
a a a
Mode 75,00 73,75 66,25 79,50a
Std. Deviation 4,21463 4,86117 7,00553 5,57295
Variance 17,763 23,631 49,077 31,058
Range 16,00 17,50 21,25 18,00
Minimum 68,75 66,25 65,00 79,50
Maximum 84,75 83,75 86,25 97,50
Sum 1192,25 1172,50 1115,00 1300,25
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown
Pretest_Esperimen_Permainankartu
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 65,00 1 6,7 6,7 6,7
66,25 2 13,3 13,3 20,0
67,50 2 13,3 13,3 33,3
71,25 1 6,7 6,7 40,0
72,50 1 6,7 6,7 46,7
73,75 1 6,7 6,7 53,3
76,25 1 6,7 6,7 60,0
77,50 1 6,7 6,7 66,7
78,75 1 6,7 6,7 73,3
80,00 1 6,7 6,7 80,0
82,50 1 6,7 6,7 86,7
83,75 1 6,7 6,7 93,3
102
86,25 1 6,7 6,7 100,0
Total 15 100,0 100,0
Posttest_Eksperimen_Permainankartu
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 66,25 1 6,7 6,7 6,7
73,75 3 20,0 20,0 26,7
76,25 1 6,7 6,7 33,3
77,50 2 13,3 13,3 46,7
78,75 1 6,7 6,7 53,3
80,00 2 13,3 13,3 66,7
82,50 3 20,0 20,0 86,7
83,75 2 13,3 13,3 100,0
Total 15 100,0 100,0
Pretest_Eksperimen_Ulartangga
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 68,75 1 6,7 6,7 6,7
75,00 2 13,3 13,3 20,0
77,50 1 6,7 6,7 26,7
78,75 2 13,3 13,3 40,0
79,50 1 6,7 6,7 46,7
80,00 1 6,7 6,7 53,3
80,25 1 6,7 6,7 60,0
81,00 1 6,7 6,7 66,7
82,75 1 6,7 6,7 73,3
83,00 1 6,7 6,7 80,0
83,50 1 6,7 6,7 86,7
83,75 1 6,7 6,7 93,3
84,75 1 6,7 6,7 100,0
Total 15 100,0 100,0
103
Posttest_Eksperimen_Ulartangga
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 79,50 1 6,7 6,7 6,7
80,00 1 6,7 6,7 13,3
80,25 1 6,7 6,7 20,0
82,75 1 6,7 6,7 26,7
83,00 1 6,7 6,7 33,3
83,50 1 6,7 6,7 40,0
84,75 1 6,7 6,7 46,7
85,00 1 6,7 6,7 53,3
87,50 1 6,7 6,7 60,0
88,50 1 6,7 6,7 66,7
89,25 1 6,7 6,7 73,3
91,25 1 6,7 6,7 80,0
92,50 1 6,7 6,7 86,7
95,00 1 6,7 6,7 93,3
97,50 1 6,7 6,7 100,0
Total 15 100,0 100,0
b. Uji Normalitas
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Pretest_Esperimen_Permai
,169 15 ,200* ,937 15 ,341
nankartu
Posttest_Eksperimen_Perm
,147 15 ,200* ,907 15 ,120
ainankartu
Pretest_Eksperimen_Ularta
,164 15 ,200* ,912 15 ,144
ngga
Posttest_Eksperimen_Ularta
,152 15 ,200* ,947 15 ,472
ngga
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
104
c. Uji Homogenitas
Test of Homogeneity of Variance
Levene Statistic df1 df2 Sig.
Pre_Test Based on Mean 6,627 1 28 ,016
Based on Median 6,158 1 28 ,019
Based on Median and with
6,158 1 27,000 ,020
adjusted df
Based on trimmed mean 6,549 1 28 ,016
Post_Test Based on Mean ,647 1 28 ,428
Based on Median ,417 1 28 ,524
Based on Median and with
,417 1 27,332 ,524
adjusted df
Based on trimmed mean ,643 1 28 ,429
d. Uji Hipotesis
Menggunakan Uji Mann Whitney
Ranks
Kelas N Mean Rank Sum of Ranks
Post_Test Permainan Kartu 15 9,60 144,00
Permainan Ular Tangga 15 21,40 321,00
Total 30
Test Statisticsa
Post_Test
Mann-Whitney U 24,000
Wilcoxon W 144,000
Z -3,677
Asymp. Sig. (2-tailed) ,000
Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] ,000b
a. Grouping Variable: Kelas
b. Not corrected for ties.
105
Menggunakan Uji t
Independent Samples Test
Levene's Test
for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
95% Confidence Interval
Sig. (2- Mean Std. Error of the Difference
F Sig. T df tailed) Difference Difference Lower Upper
Post_Test Equal
variances ,647 ,428 -4,460 28 ,000 -8,51667 1,90943 -12,42795 -4,60538
assumed
Equal
27,
variances
-4,460 49 ,000 -8,51667 1,90943 -12,43120 -4,60213
not
3
assumed
106
Lampiran E
Hasil Observasi Aktivitas Peserta Didik
Hasil Observasi Aktivitas Peserta Didik Dikelas Eksperiment
Kegiatan Deskripsi Pertemuan Persentase
I II III Rata-rata
Awal Anak didik Berdoa
99% 98 % 98% 98%
sebelum Belajar
Anak didik
mendengarkan 99% 98% 99% 98%
Absen
Inti Anak didik
mengikuti arahan
99% 98 % 98% 98%
guru untuk
berkelompok
Anak didik
mengikuti instruksi
99% 98% 99% 98%
yang deberikan
oleh guru
Anak didik
mengikuti 99% 98 % 98% 98%
permaianan
Penutup Anak didik
mengikuti arahan
99% 98% 99% 98%
guru untuk bersiap
pulang
Anak didik
99% 98 % 98% 98%
membaca doa
107
Hasil Observasi Kelas Kontrol
Kegiatan Deskripsi Pertemuan Persentase
I II III Rata-rata
Awal Anak didik Berdoa
99% 93% 93% 95%
sebelum Belajar
Anak didik
mendengarkan 99% 93% 93% 95%
Absen
Inti Anak didik
mengikuti arahan
99% 93% 93% 95%
guru untuk
berkelompok
Anak didik
mengikuti instruksi
99% 93% 93% 95%
yang deberikan
oleh guru
Anak didik
mengikuti 99% 93% 93% 95%
permaianan
Penutup Anak didik
mengikuti arahan
99% 93% 93% 95%
guru untuk bersiap
pulang
Anak didik
99% 93% 93% 95%
membaca doa
108
Lampiran F
Foto Kegiatan
Gambar 1. Foto Permainan Ular Tangga dari Spanduk Bekas
Gambar 2. Pemasangan Atribut
109
Gambar 3. Berbaris sesuai Kelompok
Gambar 4 saat Bermain ular tangga
110
Lampiran H Persurata
111
112
113
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Hasriani, Lahir di Barru 07 Maret 1982. Penulis
merupakan anak ke dua dari dua bersaudara. Ayahanda
penulis bernama Mustafa dan ibunda bernama Indare.
Penulis berasal dari kabupaten Barru Sulawesi Selatan.
Penulis pertama kali menempuh pendidikan di SD
Inpres Lapao (tamat 1995), pada tahun yang sama
penulis melanjutkan di SLTP Negeri 2 Barru (tamat
1998), kemudian penulis lanjut di SMK Negeri 1 Barru jurusan Akuntansi (tamat
2001) Tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di STAI AL-GAZALI
Barru jurusan Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Islam (tamat 2003).
Kemudian mengisi formasi pendaftaran Guru kontrak nasional (lulus 2004) di
tempatkan di TK Kartini Madello kecamatan Balusu. Tahun 2006 kembali
melanjutkan pendidikan di STKIP Muhammadiyah Barru jurusan Bimbingan dan
Konseling (tamat 2008). Penulis memegang SK CPNS tahun 2007 di tempatkan di
TK ANNUR Labuange kecamatan Mallusetasi. Menikah dengan Zainal Abidin di
Barru pada tanggal 14 Juli 2008 dan telah di karuniai tiga orang putra. Putra
pertama Anas Urbaningrum lahir di Barru 17 Juli 2009, Putra kedua Rayya Faqih
Abdian Lahir di Barru 07 Maret 2015, Putra ke tiga Muhammad Khabib Kautsar
lahir di Barru 24 Oktober 2020. Pada tahun 2021 penulis kembali melanjutkan
pendidikan di bangku kuliah dan menjadi salah satu mahasiswi aktif di jurusan
Pendidikan Anak Usia Dini UNM. Berkat petunjuk dan pertolongan Allah SWT,
usaha dan doa dari kedua orang tua,suami dan anak-anakku dalam menjalani
aktivitas akademik di Perguruan Tinggi Universitas Negeri Makassar.
Alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “ Pengaruh
Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal
Konsep Bilangan Anak Didik di TK PGRI Baera Kabupaten Barru”.