0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan129 halaman

Pengaruh Permainan Ular Tangga pada Anak

rev

Diunggah oleh

marlika lika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan129 halaman

Pengaruh Permainan Ular Tangga pada Anak

rev

Diunggah oleh

marlika lika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

i

TESIS

PENGARUH PERMAINAN ULAR TANGGA BERBASIS BAHAN


BEKASTERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP
BILANGAN ANAK DIDIK DI TK PGRI BAERA KABUPATEN
BARRU

HASRIANI

210030301024

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK


USIA DINIFAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI
MAKASSAR2023

i
ii

ii
iii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TESIS

Saya yang bertanda tangan

dibawah iniNama : Hasriani

NIM 210030301024

Jurusan : Pendidikan Usia Dini

Judul : Pengaruh Permainan Ular Tangga Berbasis

Bahan Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak

Didik Di TK PGRI Baera Kabupaten Barru

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tesis yang saya tulis ini benar merupakan

hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau

pikiran orang lain yang saya akui sebagai pikiran sendiri. Apabila kemudian hari

terbukti atau dibuktikan bahwa tesis ini adalah hasil jiplakan atau mengandung

unsur plagiat , maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut

sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Barru, Juli 2023


Yang membuat Pernyataan

Hasriani

210030301024

iii
iv

MOTTO

Kebanyakan Kegagalan Karena Berasal dari Takut Gagal

Hasriani

Kuperuntukkan karya ini sebagai

tanda bakti kepada: Ayahanda dan

Ibunda tercinta yang telah

membesarkanku, mendidik dengan

penuh kasih sayang, motivasi yang

tiada hentinya diberikan untuk Saya,

serta pengorbanan yang tak bisa

diukur dengan apapun.

iv
v

ABSTRAK

Hasriani, 2023. Pengaruh Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan


Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Didik Di TK
PGRI Baera Kabupaten Barru. Tesis. Dibimbing oleh pembimbing I, Muharram,
dan pembimbing II, Azizah Amal. Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu
Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Studi ini mengkaji Tentang Pengaruh Permainan Ular Tangga Berbasis
Bahan Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Didik Di
TK PGRI Baera Kabupaten Barru. Fokus Masalah Penelitian yaitu : Bagaimana
pengaruh permainan ular tangga berbasis bahan bekas terhadap kemampuan
mengenal konsep bilangan anak didik di TK PGRI Baera kabupaten Barru.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh permainan ular tangga
berbasis bahan bekas terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan anak didik
di TK PGRI Baera kabupaten Barru. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif bersifat deskriptif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimen. Fokus
penelitian ini yaitu penggunaan permainan ular tangga berbasis bahan bekas.
Sasaran Penelitian mencakup : [Link] didik kelas B1 sebanyak 15 orang 2. Anak
didik kelas B2 sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
melalui pretest dan posttest. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan
analisis deskriptif, analisis data statistik infrensial dengan uji hipotesis. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa permainan ular tangga dari bahan bekas memiliki
pengaruh terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan anak didik di TK PGRI
Baera. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran anak pada pre-test dan post-
test yang menunjukkan perubahan yang signifikan, rata-rata hasil belajar kelas
eksperimen pada pre-test adalah 74, 33 dan pada post-test 86, 68 sedangkan pada
kelas kontrol rata- rata hasilbelajar pre-test 79, 48 dan post-test 78,16.

Kata Kunci : Bahan Bekas, Kemampuan Anak didik, Media Pembelajaran,


Mengenal Bilangan, Permainan Ular Tangga,

v
vi

ABSTRACT

Hasriani. 2023. The Influence of Used Material-Based Snakes and Ladders Game
on Students' Ability to Recognize Number Concepts at PGRI Baera Kindergarten,
Barru Regency. Thesis. Supervised by supervisor I, Muharram, and supervisor II,
Azizah Amal. Early Childhood Education, Faculty of Education, Makassar State
University.
This study reviewed the Effect of Used Material-Based Snakes and Ladders
Game on Students' Ability to Recognize Number Concepts at PGRI Baera
Kindergarten, Barru Regency. The focused of the research problem was: How does
the influence of the game of snakes and ladders based on used materials on the
ability to recognize the concept of numbers in Kindergarten PGRI Baera, Barru
district. This study aims to described the effect of the snake and ladder game based
on used materials on students' ability to recognize the concept of numbers at
Kindergarten PGRI Baera, Barru district. This research used a descriptive
quantitative approach with the type of quasi-experimental research. The focused of
this research was the use of a game of snakes and ladders based on scrap materials.
The research objectives included: 1. 15 students in class B1 2. 15 students in class
B2. The data collection technique used is through the pretest and posttest. The
collected data were analyzed used statistic analysis by Hypothesis testing,
inferential descriptive data analysis. The results showed that the game of snakes
and ladders made from used materials had an influence on students' ability to
recognize the concept of material at PGRI Baera Kindergarten. This can be seen
from the learning process of students in the pre-test and post-test which showed
significant changes, the average learningoutcomes of the experimental class in the
pre-test were 74.33 and in the post-test 86.68 while in the control class average
learning outcomes pre-test 79, 48 and post-test 78.16.

Keywords: Used Materials, Students' Ability, Learning Media, Recognizing


Numbers, Snakes and Ladders Game,

vi
vii

KATA PENGANTAR

Tiada kata yang patut penulis ucapkan selain puji syukur terhadap kehadirat

Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat, hidayah dan nikmat yang diberikan

kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini. Salam dan shalawat

tak lupa pula dihantarkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tesis yang berjudul “Pengaruh Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan

Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Didik Di TK PGRI

Baera Kabupaten Barru” ini merupakan salah satu syarat guna memperoleh

gelar Pascasarjana di Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Makassar.

Didalam penyusunan tesis ini, penulis tidak luput dari berbagai hambatan dan

[Link] tetapi semua itu dapat diatasi berkat petunjuk dari Allah SWT

sertapertolongan dari berbagai pihak juga kerja keras dan rasa percaya diri dari

[Link] ini dapat diselesaikan berkat adanya bantuan dan motivasi dari

berbagai pihak yang turut memberikan bantuan baik berupa materi maupun moral.

Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan

banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, khususnya

kepada pembimping I, [Link],[Link] dan kepada pembimbing

II, Dr. Azizah Amal, S.S., [Link] yang penuh kesabaran, keterbukaan, dan

semangat senantiasa meluangkan waktu untuk memberikan arahan dan bimbingan

kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa tesis ini dapat selesai berkat dukungan dan

bantuan dari berbagai pihak yang secara langsung maupun tidak langsung

memberikan kontribusi pada penyusunan tesis ini. Selanjutnya saya ucapkan

vii
viii

terima kasih juga kepada :

1. Bapak [Link]. Husain Syam, [Link]., IPU., ASEAN Eng, sebagai Rektor

Universitas Negeri Makassar,. Prof Hasnawi Haris, [Link], sebagai Wakil

Rektor I Bidang Akademi Universitas Negeri Makassar, [Link]

Jayadi, [Link], Selaku Wakil Rektor II Bidang Umum Dan Keuangan

Universitas Negeri Makassar; Prof. [Link]. Andi Muhammad idkhan, S.T.,

M.T., IPM, Selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dan Alumni

Universitas Negeri Makassar; Dr. Ichsan Ali, M.T, selaku Wakil Rektor

Bidang Perencanaan Dan Kerjasama Universitas Negeri Makassar.

2. Bapak Prof. [Link] Gani., [Link] Sebagai Direktur Pascasarjan

Univeristas Negeri Makassar

3. Bapak Prof. Dr. Sulaiman Samad, [Link] sebagai Asisten Direktur I

PascasarjanaUniversitas Negeri Makassar

4. Bapak Prof. Dr. Baso Jabu, [Link], sebagai Asisten Direktur II

PascasarjanaUniveristas Negeri Makassar

5. Bapak Prof. Syukur Daud, [Link] sebagai Asisten Direktur III

PascasarjanaUniveristas Negeri Makassar

6. Bapak Prof. Dr. Ismail Tolla, [Link] sebagai Ketua Program Studi

Pendidikan Anak Usia Dini Program Pascasarjana Univeristas Negeri

Makassar sekaligus sebagai Penguji I

7. Dr. Herman H, [Link] sebagai penguji yang telah memberikan masukan dan

saran pada saat seminar proposal

8. Dr. Muh. Yusri Bachtiar [Link].,[Link] yang telah memberikan masukan dan

viii
ix

saran pada validasi angket

9. Bapak dan ibu dosen

10. Kepala TK PGRI Baera

Demikian pula, secara istimewa sampaikan kepada ayahanda Mustafa dan

ibunda Indare, suamiku Zainal Abidin, anak-anakku Anas Urbaningrum,Rayya

Faqih Abdan, Muhammad Khabib Kautsar, saudaraku Irwan yang selalu

mendoakan dan memberi bantuan serta motivasi kepada penulis sehingga

akhirnya dapat menyelesaikan tesis ini

Makassar, Juli 2023

Penulis

ix
x

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL i

HALAMAN PENGESAHAN ii

SURAT PERNYATAAN iii

MOTTO iv

ABSTRAK v

ABSTRACT vi

KATA PENGANTAR vii

DAFTAR ISI x

DAFTAR TABEL xiv

DAFTAR GAMBAR xv

DAFTAR LAMPIRAN xvi

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 5

C. Tujuan Penelitian 5

D. Manfaat Penelitian 6

1. Bagi Anak Didik 6

2. Bagi Guru 6

3. Bagi Peneliti 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka 7

x
xi

1. Media Pembelajaran 7

a. Pengertian Media Pembelajaran 7

b. Tujuam Media Pembelajaran 8

c. Macam-Macam Media Pembelajaran 8

d. Ciri-ciri Media Pembelajaran 9

2. Kegiatan Bermain dengan Benda-benda Konkrit 10

a. Pengertian Bermain 10

b. Karakteristik Bermain 11

c. Fungsi Bermain 13

3. Media Pembelajaran Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas 13

a. Pengertian Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas 13

b. Bentuk, Isi, Cara Bermain, Alat dan Bahan serta Manfaat Ular

Tangga Berbasis Bahan Bekas 14

c. Langkah-langkah Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas 16

d. Kelebihan dan Kekurangan Permainan Ular Tangga Berbasis

Bahan Bekas 18

4. Bahan Bekas 18

a. Pengertian dan Jenis-jenis Bahan Bekas 18

b. Manfaat dan Penggunaan Bahan Bekas 19

5. Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Usia Dini 21

a. Kemampuan 21

b. Konsep Bilangan di Taman Kanak-kanak 22

xi
xii

c. Tahapan Pembelajaran Mengenal Konsep Bilangan Anak di Taman

Kanak-kanak 22

d. Indikator Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan

Pada Kurikulum 2013 26

B. Kerangka Pikir 26

C. Hipotesis 29

BAB III METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian 30

B. Waktu dan Tempat Penelitian 30

C. Desain Penelitian 30

D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 31

1. Variabel Penelitian 31

2. Definisi Operasional Variabel 31

E. Populasi dan Sampel

1. Populasi 32

2. Sampel 32

F. Prosedur Penelitian 32

1. Tahapan Persiapan 32

2. Tahap Pelaksanaan 33

G. Instrumen Penelitian 34

1. Tes Hasil Belajar 34

2. Lembar Observarsi Aktivitas Anak 34

xii
xiii

H. Teknik Pengumpulan Data 35

I. Teknik Analisis Data 35

1. Analisis Deskriptif 35

2. Analisis Data Statistik Inferensial 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian 40

1. Gambaran Pelaksanaan Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan

Bekas 40

2. Gambaran Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan pada

kelompok eksperimen menggunakan permnainan ular tangga

berbasis bahan bekas 42

3. Kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok kontrol

menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru 44

4. Pengaruh Permainan Ular Tangga terhadap Kemampuan Anak

Didik dalam Mengenal Konsep Bilangan Menggunakan bahan bekas

di TK [Link] 45

B. Pembahasan 48

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan 52

B. Saran 54

DAFTAR PUSTAKA

xiii
xiv

DAFTAR TABEL

Tabel Judul Halaman

3. 3 Distribusi Frekuensi Skor 31

4.1 Nilai Preteset kelas eksperimen 41

4.2 Nilai posttest kelas eksperimen 41

4.3 Gambaran Pretest kemampuan anak didik di kelas eksperimen


menggunakan ular tangga berbasis bahan bekas 42

4.4 Gambaran Posttest kemampuan anak didik di kelas eksperimen


menggunakanular tangga berbasis bahan bekas 43

4.5 Gambaran Pretest kemampuan anak didik di kelas kontrol


menggunakan kartu 44

4.6 gambaran Posttest kemampuan anak didik di kelas kontrol menggunakan


kartu 45

4.7 test normalitas 46

4.8 Hasil Uji Homegenitas kelas Eksperimen dan kelas Kontrol 46

4.9 Hasil dari Uji hipotesis 47

xiv
xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar judul Halaman

2.1 Media Gambar Ular Tangga 12

2.2 Kerangka Pikir 23

4.1 Gambar untuk Gambaran Pelaksanaan permaiann ular tangga berbasis

bahan bekas 40

xv
xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran judul halaman

A. Rencana Pembelajaran 55

B. Lembar observasi Guru 86

C. Nilai Peserta Didik 97

D. Hasil Olah Data 99

F. Hasil Observasi Aktivitas Peserta Didik 104

G. Foto Kegiatan 106

H. Persuratan 109

xvi
1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan diharapkan aspek perkembangan pada anak dapat berkembang

sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Ada enam aspek yang harus

dikembangkan anak usia dini yaitu aspek perkembangan moral dan nilai agama,

perkembangan kognitif, perkembangan fisik motorik, perkembangan bahasa,

perkembangan sosial emosional dan perkembangan seni. Dengan mengembangkan

aspek-aspek tersebut dapat mempermudah anak untuk melanjutkan ke tahap

pendidikan selanjutnya.

Salah satu aspek yang harus dikembangkan adalah aspek perkembangan

kognitif, seperti yang tercantum dalam peraturan pemerintah nomor 58 tahun 2009

perkembangan kognitif anak usia dini dibagi menjadi tiga tahapan perkembangan

yaitu pengetahuan umum dan sains, konsep bentuk dan ukuran, pola, konsep

bilangan, lambang bilangan dan huruf. Oleh karena itu, pemahaman konsep bilangan

merupakan dasar dan pondasi yang kuat bagi anak untuk mengembangkan

matematika pada tahap selanjutnya yang kompleks.

Menurut Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengungkapkan

bahwa pengembangan kognitif adalah suatu proses berpikir berupa kemajuan untuk

menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu. Dapat juga dimaknai

sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah atau untuk menciptakan karya yang

dihargai dalam suatu kebudayaan. Perkembangan kognitif anak usia dini berada

1
2

pada tahap praoperasional. Pada tahap ini anak mulai menunjukkan proses

berpikir yang jelas serta anak mulai mengenali beberapa symbol, tanda, bahasa, dan

gambar.

Berdasarkan hasil laporan penilaian mingguan anak didik kelompok B di

TK PGRI BAERA Kabupaten Barru, peneliti menemukan permasalahan pada

anak didik kelompok B adalah kemampuan anak dalam memgenal konsep bilangan

masih rendah. Berdasarkan hasil observasi di kelompok B pada saat pembelajaran

menghitung angka 1-20 ketika anak diminta menghitung buah yang ada dalam

gambar lalu menuliskan lambang bilangannya di dalam lembar kerja anak.

Contohnya terdapat gambar buah apel berjumlah 5 dan anak diminta menghitung

jumlah buah apel kemudian menuliskan lambang bilangan dalam lembar kerja anak,

ternyata jumlah buah apel dan angka yang dituliskan di kertas masih salah.

Selanjutnya guru melakukan pembiasaan sebelum anak istirahat yaitu dengan

mengacak urutan angka 1-20 siapa yang menjawab dengan benar maka dialah yang

pertama keluar istirahat.

Contohnya guru mengangkat kartu angka gambar 9 dan menanyakan kepada

anak didik tersebut ini angka berapa nak, dimana masih banyak anak yang bingung

dalam menyebutkan angka 9 menjadi angka 6. Selain itu, metode pembelajaran yang

dipakai masih dengan metode konvensional Media yang digunakan dalam kelas

hanya menggunakan lembar kerja anak, kartu angka, bahkan menggunakan media

yang sama. Pembelajaran yang demikian akan menimbulkan rasa bosan pada anak,

sehingga anak tidak mau belajar dan tidak semangat untuk belajar.

Itulah permasalahan yang ditemukan oleh peneliti di Taman Kanak-kanak.

2
3

Permasalahan tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak,

jika tidak segera diatasi akan berdampak pada kehidupan sehari-hari anak. Sehingga

seorang guru perlu membuat media pembelajaran yang kreatif dan menarik bagi anak

untuk memunculkan rangsangan yang baik, agar anak merasa tertarik dan

bersemangat untuk belajar. Dunia belajar anak bukanlah dengan duduk di kelas dan

mendengarkan guru berbicara. Akan tetapi pembelajaran melalui kegiatan yang

sangat menyenangkan dan membuat anak bergairah. Kegiatan tersebut adalah

kegiatan bermain, kegiatan bermain sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan

dan pertumbuhan anak baik secara fisik maupun secara psikologis serta berpengaruh

pula terhadap perkembangan intelegensi anak. Bermain merupakan dunia anak yang

tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka. Melalui bermain dapat membuat anak

menjadi tenang. Anak - anak akan merasa senang dan tertarik saat mengikuti

pembelajaran karena dilakukan melalui kegiatan bermain. Sehingga secara tidak

langsung kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan akan semakin

meningkat.

Melihat permasalahan diatas maka pendidik dan peneliti merasa sangat perlu

untuk mengadakan perbaikan terhadap pembelajaran dalam mengenal konsep

bilangan. Dalam hal ini peneliti ingin menerapkan salah satu metode bermain.

Metode bermain adalah metode yang menerapkan permainan atau mainan tertentu

sebagai wadah pembelajaran anak, melalui permainan ular tangga dapat digunakan

salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada

anak. Hal tersebut karena permainan ular tangga memiliki beberapa kelebihan

(Satrianawati,2017:72) sebagai berikut : 1) termasuk dalam pembelajaran tematik. 2)

3
4

Menarik minat peserta didik untuk belajar, karena peserta didik menjadi bermain

dalam pembelajaran. 3) Anak dapat berpartisipasi dalam proses pembelajaran secara

langsung. 4) Media permainan ular tangga dapat dipergunakan untuk membantu

semua aspek perkembangan kecerdasan logika matematika. 5) Media permainan ular

tangga dapat merangsang anak belajar memecahkan masalah sederhana tanpa disadari

oleh anak. 6) Penggunaan media permainan ular tangga dapat dilakukan baik di

dalam kelas maupun di luar kelas.

Hal ini di dukung oleh penelitian Istiqomah Siti pada hari selasa tanggal 13

November tahun 2018 hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan melalui

penerapan metode bermain melalui permainan ular tangga dalam mengembangkan

kognitif anak usia 5-6 tahun di Paud Sriwijaya Lampung Timur. Dan penelitian

Raysia Tiara tahun 2015 hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan

penggunaan media ular tangga dalam kemampuan berhitung pada anak usia 5-6

tahun di TK Melati Bandar Lampung.

Maka untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak,

peneliti menggunakan metode bermain melalui media ular tangga dan melakukan

penelitian quasi eksperimental dengan judul “ Pengaruh Permainan Ular Tangga

Berbasis Bahan Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak

Didik di TK PGRI Baera Kabupaten Barru”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan

masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Bagaimana gambaran Pelaksanaan permainan ular tangga berbasis bahan bekas

4
5

di TK PGRI Baera Kabupaten Barru?

b. Bagaimana gambaran kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok

eksperimen menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan bekas di TK

PGRI Baera Kabupaten Barru?

c. Bagaimana kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok kontrol

menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru?

d. Apakah ada pengaruh permainan ular tangga berbasis bahan bekas terhadap

kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak di TK PGRI Baera Kabupaten

Barru?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui Pelaksanaan permainan ular tangga berbasis bahan bekas di

TK PGRI Baera Kabupaten Barru

2. Untuk mengetahui gambaran kemampuan mengenal konsep bilangan pada

kelompok eksperimen menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan

bekas di TK PGRI Baera Kabupaten Barru

3. Untuk mengetahui kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok

kontrol menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru

4. Untuk mengetahui pengaruh permainan ular tangga berbasis bahan bekas

terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak di TK PGRI

Baera Kabupaten Barru.

5
6

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada beberapa pihak :

a. Bagi Anak didik

Penelitian ini diharapkan meningkatkan motivasi belajar anak,

sehingga lebih aktif, lebih persitipatif dan semangat dalam belajar.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk

meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak didik Taman

Kanak-kanak dengan menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan

bekas.

b. Bagi Guru

Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru untuk

memilih permainan alternatif dalam meningkatkan kemampuan mengenal

konsep bilangan anak didik Taman Kanak-kanak. Penelitian ini dapat

memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam menggunakan

permainan ular tangga berbasis bahan bekas untuk meningkatkan kualitas

pembelajaran.

c. Bagi Peneliti

Peneliti dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang di dapatkan di

bangku kuliah serta menambah pengalaman, wawasan, dan ilmu

pengetahuan yang telah dimiliki peneliti.

BAB

6
7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

1. Media Pembelajaran

a. Pengertian Media Pembelajaran.

Gerlach & Ely dalam Arsyad (2017) mengatakan bahwa media adalah

baham materi, ketika membangun kondisi yang membuat siswa memperoleh

pengetahuan, keterampilan, atau pemahaman, guru, buku teks, dan

lingkungan sekolah mengadopsi media secara lebih spesifik, pengertian

media. dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat

untuk fotogram ingin elektronik untuk menangkap, memproses, dan

merekonstruksi informasi visual atau verbal.

Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari

kata medium yang berarti perantara atau pengantar. Gagne dalam bukunya

Arif S Sadiman, dkk dalam (Mijayanti,2019) menyatakan bahwa media

adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat

merangsangnya untuk belajar. Media adalah segala alat fisik yang dapat

menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Pada dasarnya

media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru. Alat bantu yang

dipakai adalah alat bantu visual, misalanya gambar, model, objek dan alat-

alatlain yang dapat memberi pengalaman belajar salah satunya media barang

bekas yang dapat memberikan pengalaman langsung dalam proses belajar

mengajar.

7
8

Menurut Meril dalam Amiruddin (2016), media pembelajaran adalah

desain mengajar paling banyak,tujuan penting dari pembahasan ini adalah

untuk mengidentifikasi variabel-variabel kondisi pembelajaran yang

memiliki pengaruh utama terhadap ketiga variabel metode. Dalam hal ini

mengelompokkan variabel kondisi pembelajaran menjadi 3 (tiga) kelompok,

yaitu 1 Tujuan dan karakteristik bidang studi 2 Kendala dan karakteristik

bidang studi 3 Karakteristik bidang studi.

b. Tujuan Media Pembelajaran

Menurut Amiruddin (2016) tujuan media adalah sebagai berikut:

1) Menyederhanakan proses belajar-mengajar.

2) Meningkatkan efisiensi belajar mengajar

3) Menjaga relevansi dengan tujuan pembelajaran

4) Membantu konsentrasi siswa

c. Macam-Macam Media Pembelajaran

Menurut Yudi dalam Casrinia (2014) Macam-macam media

pembelajaran adalah sebagai berikut:

1) Media Visual Verbal

Media visual verbal adalah media yang hanya melibatkan

indera penglihatan. Termasuk media ini adalah media cetak,

media cetak-grafis, dan media visual non-cetak.

2) Media audio

Media audio adalah media yang hanya melibatkan indera

pendengaran dan hanya mampu memanipulasi kemampuan suara semata.

8
9

Dilihat dari sifat pesan yang diterimanya media audio ini menerima pesan

verbal dan non verbal.

3) Media audio visual

Media audio visual adalah media yang melibatkan indera

pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses. Sifat pesan yang

disalurkan dapat berupa pesan verbal dan non verbal yang terlihat layaknya

media visual audio diatas. Seperti film, video, dan juga televisi

4) Multimedia

Multimedia yaitu media yang melibatkan berbagai indera dalam

sebuah proses pembelajaran. Yang termasuk media ini adalah segala sesuatu

yang memberikan pengalaman secara langsung, bisa melalui komputer

maupun internet.

d. Ciri-ciri Media Pembelajaran

Ciri-ciri Media Pembelajaran Gerlach dan Ely dalam buku Arsyad

2017, mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa

media digunakan dan apa-apa saja yang dapat dilakukan media yang

mungkin guru tidak mampu (kurang efesien) melakukannya ada;ah sebagai

berikut :

1) Ciri fiksatif Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam,

menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atu objek.

Suatu peristiwa dapat diurut atau disusun kembali dengan media seperti

fotografi, video, tape, audio tape, disket komputer dan film. Cara ini amat

penting bagi guru karena kejadian-kejadian atau objek yang telah direkam

9
10

atau disimpan dengan format media yang dapat digunakan setiap saat.

2) Ciri manipulasi transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan

karena media memiliki ciri manipulasi. Manipulasi kejadian atau objek

dengan jalan mengedit hasil rekaman dapat menghemat waktu

3) Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian

ditransportasi melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut

disajikan kepada sebagian besar siswa dengan stimulus pengalaman yang

relatif sama mengenai kejadian itu.

2. Kegiatan Bermain dengan Benda -benda Konkrit

a. Pengertian Bermain

Para tokoh teori kognitif memberikan pandangan mengenai bermain,

yaitu: Menurut Piaget anak menjalani tahapan perkembangan kognitif sampai

akhirnya proses berpikir anak menyamai proses berpikir orang dewasa. Anak

tidak belajar sesuatu yang baru tetapi mereka belajar mempraktikkan

keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya. Menurut Vygotsky meyakini

bahwa bermain mempunyai peran langsung terhadap perkembangan kognitif

anak. Seorang anak tidak mampu berpikir secara abstrak tanpa melihat benda

yang sebenarnya karena makna dan objek berbaur menjadi satu. Menurut

Docker (Fadillah,2018) bermain merupakan kebutuhan bagi anak, karena

melalui bermain anak akan memperoleh pengetahuan yang dapat

mengembangkan kemampuan dirinya.

Menurut Browne (Moeslichatoen,2004)

10
11

Melalui bermain anak belajar mengendalikan diri sendiri, memahami


kehidupan, memahami dunianya. Jadi bermain merupakan cermin
perkembangan anak. Bermain merupakan cara belajar anak yang bersifat
alami. Anak dapat berlatih menggunakan kemampuan kognitifnya untuk
memecahkan berbagai masalah seperti mengukur, membandingkan,
mencarijawaban yang berbeda, berhitung dan sebagainya.

Bermain merupakan peangalaman penting dalam dunia anak. Dan

akan memperoleh kesempatan memilih kegiatan yang disukainya,

bereksperimen dengan bermacam bahan dan alat, berimajinasi, memecahkan

masalah dan bercakap-cakap secara bebas, berperan dalam kelompok,

bekerjasama dalam kelompok, dan memperoleh pengalaman yang

menyenangkan. Sebab bermain berfungsi sebagai sarana yang dapat

mengembangkan anak secara optimal. Melalui kegiatan bermain anak diajak

untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang berada

dekat dengan anak.

b. Karakteristik Bermain

Menurut Jeffree (Fadillah,2018) Karakteristik bermain pada anak yaitu:

1) Bermain muncul dari dalam diri anak.

2) Bermain harus bebas dari aturan yang mengikat dan kegiatan untuk

dinikmati.

3) Bermain adalah aktivitas nyata atau sesungguhnya.

4) Bermain harus didominasi oleh pemain.

5) Bermain harus melibatkan peran aktif dari pemain.

Dari uraian mengenai karakteristik bermain anak usia dini ini dapat

dipahami bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik

bermain dengan prinsip-prinsip bermain. Keduanya mempunyai peran

11
12

penting sebagai acuan utama dalam kegiatan bermain. Oleh karenanya antara

prinsip bermain dan karakteristik bermain wajib menjadi perhatian bagi siapa

pun yang menginginkan kegiatan bermain berjalan sesuai yang diharapkan,

yakni mampu memberikan stimulus bagi pertumbuhan dan perkembangan

anak. Bermain merupakan bagian terpenting dalam kehidupan anak karena

melalui bermain anak-anak tumbuh dan berkembang. Anak yang kebutuhan

bermainnya terpenuhi, makin tumbuh dengan keterampilan yang lebih tinggi

dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

c. Fungsi Bermain Bagi Anak di Taman Kanak-kanak

Menurut Frank (Meoslishatioan,2004) ada 8 fungsi bermain bagi anak


yaitu:

1) Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Contohnya, meniru

ibumasak di dapur, dokter mengobati orang sakit, dan sebagainya.

2) Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata

seperti guru mengajar dikelas, sopir mengendarai bus, petani menggarap

sawah, dan sebagainya.

3) Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup

yang nyata.

4) Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng,

menepuk-nepuk air.

5) Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima seperti

berperan sebagai pelanggar lalu lintas dan menjadi anak nakal.

6) Mencerminkan pertumbuhan seperti pertumbuhan misalnya semakin

12
13

bertambah tinggi tubuhnya.

7) Untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah.

3. Media Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas

a. Pengertian Media Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas

Permainan ular tangga juga termasuk permainan popular di kalangan

anak- anak. Ular tangga merupakan permainan anak-anak berbentuk papan

yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam

kotak-kotak kecil, sejumlah “tangga” atau “ular” digambar di beberapa kotak

yang menghubungkannya dengan kotak lain.

Menurut Francisca (Yuvitasari,2015) Permainan ular tangga adalah

permainan papan yang terbuat dua dimensi. Permainan ular tangga

merupakan permainan anak-anak yang berbentuk papan yang dimainkan oleh

dua orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak yang

menghubungkan dengan kotak yang lain.

Dapat disimpulkan bahwa ular tangga adalah permainan papan untuk

anak- anak yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Papan permainan dibagi

dalam kotak-kotak kecil dan dibeberapa kotak digambar sejumlah tangga dan

ular yang menghubungkan dengan kotak lain. Permainan ini diciptakan pada

tahun 1870. Tidak ada papan permainan standar dalam ular tangga, setiap

orang dapat menciptakan papan mereka sendiri dengan jumlah kotak, ular dan

tangga yang berlainan.

13
14

b. Bentuk, Isi, cara bermain, Alat dan Bahan serta Manfaat Ular Tangga

Berbasis Bahan Bekas

1) Bentuk dan Isi Ular Tangga

Permainan ular tangga memiliki bentuk khusus yaitu papan

permainan dibagi dalam kotak-kotak dan dibeberpa kotak digambar

sejumlah ular dan tangga yang menghubungkan dengan kotak yang lain.

Setiap pemain mulai dengan bidaknya di kotak pertama (biasanya kotak di

sudut kiri bawah) dan secara bergiliran melemparkan dadu, bidak

dijalankan sesuai dengan jumlah mata dadu yang muncul. Bila pemain

mendarat di ujung bawah sebuah tangga, mereka dapat langsung pergi ke

ujung tangga yang lain. Bila mendarat di kotak dengan ular, mereka harus

turun ke kotak di ujung bawah ular. Pemenang adalah pemain pertama

yang mencapai kotak terakhir (kotak nomor 20). Biasanya bila seorang

pemain mendapatkan angka 6 dari dadu, mereka mendapat giliran sekali

lagi. Bilatidak, maka giliran jatuh ke pemain selanjutnya.

Gambar 2.1 Media gambar ular tangga

Menurut Raisatun (Yuvitasari,2015) tata cara permainan ular tangga,

tujuan permainan ular tangga adalah melatih anak supaya lebih berkonsentrasi,

14
15

melatih ketelitian anak mencapai kotak terakhir tanpa dimakan oleh ular.

2) Alat dan bahan yang dibutuhkan

a) Spanduk Bekas ( untuk Papan Ular Tangga)

b) Spidol (untuk Menggambar)

c) Kardus ( untuk dijadikan dadu)

d) Gunting

e) Lem/ plaster

3) Cara Bermain Ular Tangga

a) Untuk memulai, setiap pemain mengocok dan melemparkan

dadu. Pemain yang melemparkan dadu dengan angka yang paling besar

akan mendapatkan giliran pertama.

b) Taruh pemain atau pion di kotak start. Lemparkan dadu dan hitung

jumlah angka yang ditunjukkan kedua dadu, lalu gerakkan pion ke

kotak berikutnya dijalur papan ular tangga sesuai jumlah angka pada

dadu.

c) Kalau pion tersebut berhenti pada kotak yang ada gambar ujung bawah

sebuah tangga, naik ke atas.

d) Kalau pion berhenti pada kotak yang ada gambar ekor ular, turun ke

bawah.

4) Manfaat Ular Tangga

Manfaat ular tangga yaitu dapat menunjang perkembangan otak

kanan dan kiri anak. Dengan permainan ini, anak berkenalan dengan

sebuah kemenangan dan kekalahan dalam hidup, dalam permainan ini

15
16

pula, anak belajar mengatasi ketegangan, akankah ia menang atau kalah.

Lewat permainan ini anak juga bisa mengetahui dan belajar cara

memecahkan masalah, serta anak juga akan menghitung jumlah mata dadu

yang muncul, sehingga kemampuan menghitung anak menjadi terangsang.

c. Langkah-langkah Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas

Berdasarkan cara bermain ular tangga dari Raisatun Nisak

(Yuvitasari, 2015) dalam penelitian ini mengembangkan langkah-

langkah permainan ular tangga sebagai berikut:

1) Anak dikondisikan duduk berkelompok di karpet sebanyak 5

orang dalam satukolompok

2) Anak diberi penjelasan tentang permainan yang akan

dilakukan, yaitupermainan ular tangga.

3) Anak diberi contoh cara bermain ular tangga yang akan dijelaskan sebagai

berikut:

a) Guru mengambil sebuah dadu dan pion, kemudian diperlihatkan pada

anak- anak.

b) Guru menaruh pion pada kolom star, kemudian melempar dadu, dan

menyebutkan angka yang tertera pada dadu tersebut.

c) Guru menggerakkan pion ke kotak berikutnya dijalur papan ular tangga

sesuai jumlah angka pada dadu, kemudian menyebutkan gambar dan

angkayang ada pada jalur papan ular tangga dimana pion berhenti.

d) Jika pion berhenti pada kotak yang ada gambar ujung bawah sebuah

tangga, maka naik ke atas. Jika pion berhenti pada kotak yang ada

16
17

gambar ekor ular, maka turun ke bawah.

e) Anak-anak diajak mempraktikkan permainan ular tangga secara

bersama- sama, dengan posisi anak masih duduk membentuk lingkaran,

permainan dimulai:

1) Empat anak sebagai pemain, urut berdasarkan kelompok yang

sudah dibagi.

2) Anak mengambil sebuah dadu dan pion, anak menaruh pion pada

kolom start, kemudian melempar dadu dan menyebutkan angka yang

tertera pada dadu tersebut.

3) Anak menggerakkan pion ke kotak berikutnya dijalur papan ular

tangga sesuai jumlah angka pada dadu, kemudian menyebutkan

angka yang ada pada jalur papan ular tangga dimana pion berhenti.

d. Kelebihan dan Kekurangan Permainan Ular Tangga

Berbasis BahanBekas

Penggunaan media permaian ular tangga berbasis bahan bekas dalam

proses pembelajaran merupakan cara yang cukup efektif apabila dilihat dari

beberapa keunggulan media. Media permainan ular tangga berbasis bahan

bekas sebagai berikut :

Menurut Satrianawati (2017:72)\


1) Termasuk dalam media pembelajaran tematik. 2) menarik minat
anak didik untuk belajar, karena anak didik menjadi bermain dalam
pembelajaran. 3) Anak dapat berpartisipasi dalam proses
pembelajaran secara lanngsung. 4) Media permainan ular tangga
dapat digunakan untuk membantu semua aspek perkembangan anak
salah satunya mengembangkan kecerdasan logika matematika. 5)
Media permainan ular tangga dapat merangsang anak belajar
memecahakan masalah sederhana tanpa disadari oleh anak. 6)
Penggunaan media permainan ular tangga dapat dilakukan baik di

17
18

dalam kelas maupun di luar [Link] kekurangan media ular


tangga berbasis bahan bekas sebagai berikut:
Menurut Satrianawati (2017:73)

Tidak dapat diselesaikan tepat waktu, karena dikhawatirkan anak


didik akan terjatuh bila menemui ekor ular. 2) Penggunaan media
permainan ular tangga memerlukan banyak waktu untuk menjelaskan
kepada anak. 3) Permainan ular tangga tidak dapat mengembangkan
semua materi pembelajaran. 4) Kurangnya pemahaman aturan
permainan oleh anak dapat menimbulkan kericuhan. 5) Bagi anak
yang tidak menguasai materi dengan baik akan mengalami kesulitan
dalam bermain.
Untuk itu peran guru dalam penggunaan media ular tangga berbasis

bahan bekas di Taman Kanak-kanak sangat penting sebagai fasilitator dalam

permainan ular tangga sehingga dapat memberikan kemudahan dan

keleluasaan terhadap anak dalam melakukan permainan ini dan sebagai

wasit dalam permainan ini sehingga permainan ular tangga berbasis bahan

bekas dapat berjalan dengan baik dan menyenangkan bagi setiap anak yang

bermain dalam permainan ular tangga ini.

4. Bahan Bekas

a. Pengertian Bahan Bekas dan Jenis-jenis bahan bekas

Bahan bekas merupakan segala jenis benda yang sudah tidak terpakai

kemudian dibuang benda yang sudah tidak terpakai kemudian dibuang sehingga

dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang tidak terkendali jika tidak ada

pengolahan tersebut. Jadi, barang bekas dapat diartikan sebagai benda-benda

yang pernah dipakai (sisa) yang kegunaannya tidak sama seperti benda yang

baru. Dengan memanfaatkan barang bekas bisa menjadi sebuah solusi

pengelolaan sampah lingkungan (Nur, 2018)

Menurut Nur (2018) Barang bekas memiliki kelebihan atau segi positif

18
19

yaitu tidak perlu membeli untuk mendapatkannya dan barang bekas mudah

didapatkan disekitar kita. Barang bekas yang dapat digunakan atau dimanfaatkan

sebagai media pembelajaran seperti botol air mineral bekas, kardus bekas, tutup

botol bekas, dus pasta gigi bekas, kaleng minuman bekas, piring kertas bekas,

dan dus kue bekas.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa barang bekas

merupakan benda yang sudah tidak terpakai. Meskipun demikian barang bekas

masih memiliki nilai pakai sehingga dapat dimanfaatkan kembali.

b. Manfaat Penggunaan Media Menggunakan Bahan Bekas

Pemamfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk

belajar mereka yang terlibat dalam pemamfaatan mempunyai tanggung jawab

untuk mencocokkan pembelajaran dengan bahan dan aktivitas yang spesifik,

Sadiman dkk, Media Pendidikan, pembelajar agar dapat berinteraksi dengan

bahan dan aktivitas yang dipilih, memberikan bimbingan selama kegiatan,

memberikan penilaiaan atas hasil yang dicapai pembelajar, serta

memasukkanya kedalam prosedur organisasi yang berkelanjutan.

Fungsi pemanfaatan sangat penting membicarakan kaitan dengan

pembelajar dengan bahan atau sistem pembelajaran. Jelas fungsi ini sangat

kritis karena penggunaan oleh pembelajar merupakan satu-satunya raison

d’etre dari bahan pembelajaran. Mengapa harus bersusah payah dengan

pengadaan dan pembuatan apabila tidak digunakan, kawasan pemamfatan ini

mempunyai jangkauan aktivitas dan strategi yang luas. Dengan demikian,

pemamfaatan menurut adanya penggunaan, deseminasi, difusi, implementasi,

19
20

dan pelembagaan yang sistematis. Hal tersebut dihambat oleh kebijakan dan

peraturan. Fungsi pemamfaatan penting karena fungsi ini memperjelas

hubungan pembelajar dengan bahan dan sistem pembelajaran. Keempat

kategori dalam kawasan pemamfaatan, yaitu: pemamfaatan media, difusi

inovasi, implementasi dan institusionalisasi (pelembagaan), serta kebijakan dan

regulasi (Sadiman,dkk 2014).

Dalam pembuatan sebuah media untuk pembelajaran, hal terpenting

yang harus diperhatikan menurut Mukhtar (2016:158) adalah prinsip-prinsip

dalam pembuatan media pembelajaran yaitu :

1) Tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi anak didik. Aspek

keselamatan anak didik merupakan salah satu hal yang harus menjadi

perhatian guru sebagai pembuat media pembelajaran. Bahan-bahan

tertentu yang mengandung 25 bahan kimia berbahaya perlu dihindari

oleh guru.

2) Gunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh disekitar lingkungan

sekolah, tempat tinggal tutor dan anak didik.

3) Media pembelajaran yang dibuat hendaknya multiguna. Multiguna disini

maksudnya adalah bahwa media tersebut dapat digunakan untuk

pengembangan berbagai aspek kognitif atau pengetahuan anak didik.

4) Hendaknya media pembelajaran bisa bertahan lama dan sesuai tujuan

yang diinginkan, sesuai dengan kebutuhan dan tidak menghabiskan

ruangan.

Mengandung nilai pendidikan. Berdasarkan definisi di atas dapat

20
21

disimpulkan bahwa pemanfaatan barang bekas merupakan barang yang tidak

terpakai kemudian diolah kembali menjadi barang baru. Dalam bentuknya

media pembelajaran tidak harus bersumber dari teknologi yang canggih dan

mutahir tetapi bisa menggunakan barang bekas yang ada dalam kehidupan

sehari-hari. Banyak barang bekas yang mudah ditemukan kemudian dibuang

dan tidak dipedulikan orang tetapi bisa bermanfaat dalam kegiatan belajar

mengajar.

5. Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Usia Dini

a. Kemampuan

Kemampuan adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri

seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru setelah

mendapat pengalaman dan latihan (Hasiana dan Wirastania,(2007). Kemampuan

adalah sifat lahir yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan

pekerjaannya. Kemampuan merupakan suatu proses berpikir

untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu (Erlina,2018).

Lingkup perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun terbagi menjadi

tiga yaitu belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis serta berpikir

simbolik untuk anak usia 5-6 tahun yaitu anak mampu membilang banyak

benda satu sampai dua puluh, mengenal konsep bilangan dan mengenal

lambang bilangan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir atau kognitif anak

sudah mulai terbentuk sejak anak lahir dan berkembang sesuai tingkatan usia,

keberhasilan pemahaman anak dalam menerima informasi baru sangat

21
22

ditentukan dari segi kemampuan berpikirnya. Kemampuan kognitif sangat

penting untuk dikembangkan melalui rangsangan pembelajaran yang menarik

dan terbaru untuk meningkatkan kinerja otak anak dalam memperoleh

pengetahuan dalam proses pembelajaran.

b. Konsep Bilangan di Taman Kanak-kanak

Pemahaman Konsep bilangan pada anak perlu diberikan sedini

mungkin dengan menggunakan cara yang tepat. Menurut Sudaryanti (2006;1)

konsep bilangan merupakan konsep matematika yang sangat penting untuk

dikuasai anak, karena akan menjadi dasar bagi penguasaan konsep-konsep

matematika selanjutnya.

Dapat disimpulkan bahwa memahami konsep bilangan adalah konsep

matematika yang sangat penting untuk dikuasai oleh anak yang terdiri dari

menghitung bilangan, mengurutkan bilangan, mengenal lambang bilangan.

c. Tahapan Pembelajaran Mengenal Konsep Bilangan Anak di

Taman Kanak-kanak

Definisi pembelajaran menurut Sadiman dalam Kurniawan (2018)

“Belajar (learning) adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada

semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak ia masih bayi sampai ke

liang lahat nanti.” Belajar dapat terjadi di rumah, di sekolah, di tempat kerja,

di tempat ibadah, dan di masyarakat, serta berlangsung dengan cara apa saja,

dari apa, bagaimana, dan siapa saja. Salah satu tanda seseorang telah belajar

adalah adanya kegiatan, aktifitas, dan perubahan tingkah laku dalam dirinya.

Perubahan tingkah laku tersebut meliputi perubahan pengetahuan (kognitif),

22
23

keterampilan (psikomotor), dan perubahan sikap atau tingkah laku (afektif).

Dalam menyampaikan materi pembelajaran mengenal konsep

bilangan untuk anak taman kanak-kanak merupakan tahapan-tahapan dalam

menyampaikan dan dilakukan secara bertahap, pendekatan dengan

menggunakan materi kongkrit dan gambar harus secara intensif dilakukan

pada tingkat awal anak.

Reswita,2018 bahwa indikator mengenal konsep bilangan anak usia 5-

6 tahun adalah sebagai berikut : [Link]/menyebut urutan bilangan 1-20

(minimal), b. Membilang dengan benda-benda (mengenal konsep bilangan

dengan benda-benda) sampai 20,c. Membuat urutan bilangan 1-20 dengan

bendabenda,d. Menghubungkan/memasang lambang bilangan dengan benda-

benda sampai 20 Menurut Fatimah (Dhermawan 2018:10) tahapan

perkembangan konsep bilangan pada anak sebagai berikut :

a. Pengenalan kuantitas, anak-anak menghitung sejumlah benda yang telah

ditentukan dilakukan secara bertahap 1 sampai 10 kemudian 11 sampai 20.

b. Menghafal urutan nama bilangan, menyebutkan nama bilangan dalam

urutan yang benar.

c. Menghitung secara rasional, anak tersebut memahami bilangan bila dapat

menghitung benda sambil menyebut nama bilangan

d. Menghitung maju, menghitung dua kelompok benda yang digabungkan

denganmenghitung semua, dimulai dari yang pertama sampai terakhir.

e. Menghitung mundur, menyebutkan bilangan satu atau lebih kurangnya

dari bilangan sebelumnya. Dilakukan dalam operasi pengurangan angka

23
24

menggunakan angka kecil saja.

f. Berhitung melompat menyebutkan bilangan dengan cara melompat dengan

benda bilangan tertentu yang sama.

Seorang guru di Taman Kanak-kanak dalam memberikan

kegiatan pembelajaran harus memperhatikan tahap perkembangan anak

didik, alat peraga/alat permainan,metode yang digunakan, serta waktu, tempat

dan teman bermain anak. Kegiatan pembelajaran matematika di Taman

Kanak-kanak adalah sebagai berikut : 1). Mencocok, 2). Angka dan hitungan,

3). Mengelompokkan dan menggolongkan, 4). Perbandingan, bentuk, ruang

pembelajaran tentang pola, pengukuran, dan lambing bilangan.

Dalam memberikan kegiatan pembelajaran, anak diberikan pengertian

dan pemahaman tentang beberapa hal missal, kegiatan dalam mencocokkan

warna, ukuran, angka, seni dan objek. Dalam hal menghitung dan memberi

angka sebuah objek, anak diajak berhitung saat menaiki/menuruni tangga,

menghitung sejumlah benda, mengenali tulisan angka dan lainnya. Untuk

mengelompokkan dan menggolongkan, anak diberi pengertian dan

pemahaman tentang beberapa hal yang dikumpulkan bersama dan akan

menjadi suatu kelompok. Pembelajaran membilang di Taman Kanak-kanak

dapat dilaksanakan dengan cara salah satunya melalui kegiatan bermain.

Kegiatan bermain dilakukan secara menarik, bervariasi dan menyenangkan.

Guru mengenalkan angka 1-20 secara bertahap dengan memperhatikan

gambar yang jumlahnya sama dengan tulisan angka dibawahnya. Kemudian

guru mengajak anak untuk menghitung jumlah gambar. Kemudian anak

24
25

diajak menghitung 1-20 sambil menunjuk gambar. Anak diajak untuk

mengulangi apabila masih ada salah .jika anak sudah bisa, jumlah benda

boleh ditingkatkan.

Menurut Susanto (Rindha,2011:5) Penguasaan matematika anak usia

TK akan melalui tahapan sebagai berikut :

a) Tahap Konsep pada tahap konsep ini anak menghitung segala macam

benda yang dapat dihitung dan dilihat.

b) Tahap Transmisi/peralihan merupakan peralihan dari konkret ke lambang.

Pada tahap ini anak mulai sungguh-sungguh memahami. Tahapan

transmisi diberikan apabila tahap konsep sudah dipahami anak dengan

anak membilang benda sesuai bilangan yang diisebutkan

c) Tahap Lambang Pada tahap ini anak sudah diberi kesempatan untuk

mengenal dan menulis lambang bilangan, bentuk-bentuk, dan sebagainya.

d. Indikator Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Pada Kurikulum


2013

Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan

kerja operasional yang dapat diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan

keterampilan. Ini berarti indicator pencapaian kompetensi merupakan

rumusan kemampuan yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh anak didik

untuk menunjukkan ketercapaian kompertensi dasar (KD). menunjukkan

ketercapaian kompertensi dasar (KD).

Dalam rangka meningkatkan kemampuan mengenal konsep

bilangan pada anak kelompok B TK PGRI Baera Kabupaten Barru melalui

25
26

permainan ular tangga berbasis bahan bekas terhadap kemampuan mengenal

konsep bilangan. Pencapaian indikator kemampuan mengenal konsep

bilangan pada anak kelompok B (usiz 5-6 tahun) Peraturan Mentri

Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia no 146 tahun 2014

(Kemendikbud,2015) sebagai berikut:

a. Menyebut angka 1-20 dengan mengangkat jari sebagai pengetahuan

membilang.

b. Mengurutkan angka 1-20 sebagai pengetahuan mengenal konsep

[Link] lambang bilangan sebagai pengetahuan mengenal

lambang bilangan

Dengan demikian indikator pencapaian kompetensi merupakan tolak ukur

ketercapaian suatu kompetensi dasar. Hal ini sesuai dengan maksud bahwa

indikator pencapaian kompetensi menjadi acuan penilaian yang berbentuk

observasi, dokumentasi dan teks.

B. Kerangka Pikir

Berdasarkan kurikulum atau standar Paud perkembangan kognitif

merupakan salah satu perkembangan berisi tentang perkembangan dan

pertumbuhan anak usia dini sejak lahir sampai dengan usia enam tahun.

Tingkat perkembangan merupakan semua aspek perkembangan yang dapat

dicapai anak setiap tahap perkembangan. Tingkat pencapaian perkembangan

anak usia 5-6 tahun dalam perkembangan kognitif yaitu membilang banyak

benda 1-20, mengenal konsep bilangan, mengenal lambang bilangan,

26
27

mengetahui konsep banyak dan sedikit. Kemampuan membilang merupakan

salah satu kegiatan pembelajaran dalam meningkatkan perkembangan kognitif

anak. Pembelajaran yang selama ini dilaksanakan di TK PGRI Baera

Kabupaten Barru masih monoton dan kurang bervariasi dan anak masih

kesulitan dalam pembelajaran kegiatan mengenal konsep bilangan. Media

pembelajaran yang digunakan guru dalam kegiatan membilang masih terbatas

(minim) guru dalam kegiatan membilang langsung memberikan lembar kerja

anak didik. Metode yang digunakan guru masih belum menarik perhatian

anak, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan di kelas terasa membosankan

bagi anak. Akibatnya kemampuan anak di kelompok B TK PGRI Baera dalam

mengenal konsep bilangan masih rendah (belum optimal).

Kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan belum mencapai

tahap pada umumnya. Guru perlu menciptakan suasana pembelajaran yang

menarik dan menyenangkan bagi anak supaya anak mengikuti kegiatan

pembelajaran dan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan

meningkat. Pemilihan metode yang tepat dan media pembelajaran yang menarik

bagi anak dan harus sesuai dengan materi yang digunakan. Metode yang

digunakan dalam kegiatan mengenal konsep bilangan yaitu permainan ular

tangga berbasis bahan bekas.

Sedangkan media pembelajarannya menggunakan benda-benda konkret.

Hal ini berpengaruh pada suasana kegiatan pembelajaran dan dapat

meningkatkan pemahaman anak dalam membilang. Melalui bermain dengan

benda-benda konkrit anak-anak mempunyai kesempatan untuk

27
28

melihat/mengamati benda, memegang benda dan membilang ( menghitung )

benda tersebut secara langsung.

Anak dapat belajar mengingat benda, jumlah benda, dan ciri-cirinya

meskipun benda tersebut sudah tidak ada. Penggunaan benda-benda konkrit

merupakan strategi pembelajaran yang tepat untuk dapat meningkatkan

kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan serta anak dapat

membilang. Dengan kegiatan pembelajaran melalui kegiatan bermain dengan

menggunakan media permainan ular tangga diharapkan mampu meningkatkan

kemampuan anak. dalam mengenal konsep bilangan dan dapat membilang di

kelompok B TK PGRI Baera Kabupaten Barru tahun2022/[Link]

uraian tersebut, maka kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat dilihat pada

gambar di bawah ini

28
29

Kerangka Berpikir

Metode belajar
menggunakan
ceramah
Penerapannya
Kurang
Optimal
Solusi
Metode belajar
menggunakan bahan
bekas

Permainan ular
tangga
Bahan bekas

Harapan

Anak didik mampu Anak didik Anak didik


Anak Mampu menyebutkan, membilang sesuai mampu mampu
mengurutka, dan menunjukkan
angka dadu bekerja sama melangkah sesuai
lambangbilangan angka 1-20
angka dadu
Gambar 2.2 Kerangka Pikir

C. Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah, maka hipotesis penelitian yang dapat diajukan :

Ho: pembelajaran melalui kegiatan bermain dengan menggunakan permainan

ular tangga berbasis bahan bekas dapat meningkatkan kemampuan mengenal

konsep bilangan 1- 20 kelompok B di TK PGRI Baera KabupatenBarru.

H1 : pembelajaran melalui kegiatan bermain dengan menggunakan permainan

ular tangga berbasis bahan bekas tidak dapat meningkatkan kemampuan

mengenal konsep bilangan 1-20 kelompok B di TK PGRI Baera

Kabupaten Barru.

29
30

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu ( quasi experiment).

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh permainan ular tangga berbasis

bahan bekas terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan anak didik di TK

PGRI Baera Kabupten Barru.

B. Waktu Dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023

di TK PGRI Baera Kabupaten Barru. Proses pembelajaran dilaksanakan sebanyak

3 kali pertemuan masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta satu

kali pertemuan untuk hasil belajar.

C. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah quasi Eksperimen. Pada

penelitian ini melibatkan dua kelas yang dipilih secara random yaitu kelompok

kontrol dan kelompok eksperimen diberikan perlakuan quasi eksperimen berupa

pembelajaran dengan menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan bekas

sedangkan kelas kontrol tanpa menggunakan perlakuan apapun.

Desain penelitian adalah sebagai berikut:


Eksperimen Y1 X Y2
Kontrol Y1 - Y2

Sumber: Sugiyono, 2015


Gambar 2.3 desain Penelitian

30
31

Keterangan:

Eksperimen : Kelompok yang diberi perlakuan Kontrol :Kelompok tanpa diberi

perlakuanX : Perlakuan (Treatment)

- : Tanpa perlakuan
Y1 : Sebelum diberi perlakuan pada kelas eksperimen atau kelas kontrol Y2 :

Setelah diberi perlakuan pada kelas eksperimen atau kelas kontrol

D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

1. Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah terdiri dari variabelterikat

dan variabel bebas.

a. Variabel bebas pengaruh permainan ular tangga berbasis bahan bekas

b. Variabel terikat kemampuan mengenal konsep bilangan anak didik

di TK PGRI Baera

2. Definisi Operasional Variabel

Variabel yang dilibatkan dalam penelitian ini secara operasional

didefinisikan sebagai berikut:

a. Permainan ular tangga berbasis bahan bekas adalah salah satu metode

bermain yang memiliki peraturan sederhana sehingga anak- anak mudah

memainkannya.

b. Kemampuan mengenal konsep bilangan adalah suatu proses memperoleh

makna yang melibatkan pengetahuan yang dimiliki yang dihubungkan

dengan angka-angka

31
32

E. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah 42 anak didik TK PGRI Baera yang

terdaftar di tahun ajaran 2022/2023

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan teknik

random sederhana (purposive sample) yaitu pengambilan sampel

dari masing- masing populasi secara acak, sehingga yang terpilih

dua kelas masing- masing sebagai kelompok eksperimen dan

kontrol yaitu kelas B1 dengan jumlah peserta didik 15 sebagai

kelas control dan kelas B2 jumlah peserta didik 15 orang sebagai

kelas eksperimen

F. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahapan

persiapan,tahapan pelaksanaan dan tahap akhir.

1. Tahapan Persiapan

a. Meminta izin kepada kepala sekolah TK PGRI Baera Kabupaten Barru

b. Melakukan observasi dan wawancara dengan wali kelas anak didik

mengenai kemampuan anak terhadap materi berhitung.

c. Memberi solusi atas permasalahan yang dihadapi anak didik di TK PGRI

Baera Kabupaten Barru

d. Mengajukan Judul Penelitian kepada dosen

e. Menyusun proposal penelitian yang telah dipilih

32
33

f. Menyusun perangkat pembelajaran untuk setiap pertemuan meliputi RPH,

LKPD, Materi Ajar, Media Pembelajaran, dan lembar penilaian.

g. Menyusun Instrumen tes hasil belajar peserta didik

h. Menyusun Surat izin Pelaksanaan penelitian

i. Melaksanakan Validasi instrument (validasi isi dan validasi item) yang

dilakukan oleh pihak yang berkompeten.

2. Tahap Pelaksanaan

Langkah-langkah yang dilakukan di tahap pelaksanaan yaitu:

a. Melakukan pretest untuk melihat kemampuan anak didik sebelum

penerapan permainan ular tangga dengan menunjukkan angka-

angka bilanganpada anak didik.

b. Proses Pembelajaran pada kelompok eksperimen menggunakan

media pembelajaran permainan ular tangga berbasis bahan bekas

sedangkan pada kelompok kontrol diajar menggunakan model

discovery learning tanpa mediapembelajaram.

c. Melakukan proses pembelajaran sesuai dengan RPH yang telah

disusun.

d. memberikan posttest berupa hasil belajar dipertemuan terakhir

pada materibilangan.

3. Tahap Akhir

Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap akhir yaitu ;

a. Mengumpulkan data

b. Menganalisis data

33
34

c. Memberikan kesimpulan berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis

G. Instrumen Penelitian

Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Tes Hasil Belajar

Tes hasil belajar dengan jenis pretest dan posttest. pretest dilaksanakan

sebelum metode pembelajaran permainan ular tangga berbasis bahan bekas

diterapkan, sedangkan posttest dilaksanakan setelah anak mengikuti

pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran permainan ular tangga

berbasis bahan bekas.

Indikator capaian untuk anak


Indikator

a. Anak mampu bekerjasma dengan temannya


b. Menyebutkan angka 1-20 melalui papan permainan ular
tangga.
c. Mengurutkan lambang bilangan 1-20 pada papan permainan
ular tangga.
d. Menunjukkan lambang bilangan 1-20 pada papan permainan
ular tangga.
e. Membilang titik yang ada pada dadu.
f. Menghitung langkah pion sesuai dengan jumlah titik yang
ada pada dadu.

2. Lembar Observasi Aktivitas Anak

Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati aktivitas anak

dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran

permainan ular tangga. Lembar observasi merupakan gambaran

keseluruhan aspek yang berhubungan dengan kurikulum yang menjadi

34
35

pedoman dalam pembelajaran.

Lembar observasi ini berisi item-item yang akan diamati pada saat terjadi

proses Pembelajaran

H. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian eksperimen ini, peneliti mencari data-data yang

dibutuhkan dengan teknik pengumpulan data yaitu tes dan lembar observasi

aktivitas anak. Tes merupakan prosedur sistematik dimana individu yang dites

direpresentasikan dengan suatu set stimuli jawaban mereka yang dapat

menunjukkan ke dalam angka (Sukardi, 2015:138). Sedangkan menurut

Arikunto (2013:67) menjelaskan bahwa tes merupakan alat yang digunakan

untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dengan cara dan aturan yang telah

ditetapkan. Pretes digunakan untuk mengetahui kemampuan awal anak ,

sedangkan postes untuk mengetahui kemampuan anak setelah diberi perlakuan

menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan bekas. Bentuk tes dalam

penelitian ini menggunakan Tanya jawab dengan jumlah soal 10 nomor.

Lembar observasi yang digunakan adalah lembar observasi berupa aktivitas

anak yang digunakan untuk mengamati aktivitas anak dalam mengikuti

pembelajaran.

I. Teknik Analisis Data

1. Analisis Deskriptif

a) Lembar Observasi Aktivitas Belajar Anak Didik

Lembar observasi aktivitas belajar anak didik digunakan untuk

merekam data dan berapa banyak anak didik di suatu kelompok aktif

35
36

belajar dan merekam data kualitas belajar anak didik selama proses

pembelajaran berlangsung. Lembar observasi diberikan skor berdasarkan

rubrik penilaian yang telah dibuat.

b) Kemampuan Menghitung

Teknik statistik deskriptif bertujuan untuk mengolah data dan

mendeskripsikan data mentah ke dalam bentuk data yang lebih bermakna

dan mudah dipahami. Analisis deskriptif merupakan analisis statistik yang

digunakan dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul

sebagaimana adanya tanpa membuat suatu generalisasi. Jadi, deskripsi

kemampuan Menghitung anak didik bertujuan untuk memberikan

gambaran tentang karakteristik pencapaian kemampuan keaksaraan anak

didik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Tabel 3. 3 Distribusi Frekuensi Skor


No. Nilai Kategori
1. 90 – 100 Sangat Tinggi
2. 80 – 89 Tinggi
3. 70 – 79 Cukup
4. 60 – 69 Rendah
5. 0 – 59 Sangat Rendah

2. Analisis Data Statistik Inferensial

Analisis inferensial merupakan statistik yang menyediakan aturan atau

cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik

kesimpulan yang bersifat umum, dari sekumpulan data yang telah disusun dan

diolah. Sugiyono (2013:209) menyatakan bahwa “statistik inferensial adalah

teknik satistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya

diberikan untuk populasi”. Teknik ini dimaksudkan untuk pengujian hipotesis

36
37

penelitian. Dalam penggunaan statistik inferensial ini peneliti menggunakan

teknik statistik t (uji-t), dengan tahapan sebagai berikut:

a. Uji Prasyarat

1) Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data yang

diperoleh berasal dari populasi yang terdistribusi normal atau tidak.

Untuk uji normalitas inimenggunakan rumus sebagai berikut :

Keterangan :
. = chi kuadrat (chi square) hitung

Oi = frekuensi observasi
Ei = frekuensi harapan

Kriteria pengujian normalitas dengan taraf Signifikan a = 0,05 dan dk = k-


2
1, yaitu jikaX
hitung < F tabel maka data dinyatakan berasal dari populasi yang

berdistribusi normal (Subana, 2005). Perhitungan juga akan dilakukan dengan

bantuan komputer melalui program SPSS Versi [Link]

2) Uji Homogenitas

Pengujian homogenitas bertujuan untuk mengetahui data yang

diteliti berasal dari populasi yang homogen. Uji homogenitas dapat

dihitung denganmenggunakan rumus sebagai berikut:

Kriteria pengujian homogenitas dengan taraf signifikan a = 0,05 dan

37
38

dk =k-1yaitu, jika Fhitung< FTabel maka data bersifat homogen (Subana,

2005).

Perhitungan juga akan dilakukan dengan bantuan komputer melalui

programSPSS SPSS Versi [Link]

a. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh

PermainanUlar Tangga Berbasis Bahan Bekas Kabupaten Barru. Pengujian

yang dilakukan memperoleh data tidak terdistribusi normal maka

pengujian hipotesis menggunakan uji non-parametrik yaitu menggunakan

uji Mann-Whitney U. Adapun langkah-langkahnya yaitu:

1. Beri ranking pada semua nilai yang terdapat pada dua kelompok tanpa

memperhatikan kelompoknya. Jadi, seolah-olah kedua kelompok

digabung dibuat ranking dari semua nilainya sehingga kisaran

rankingnya adalah dari 1 sampai N = + . Penetapan peringkat

dimulai dari data terkecil sebagai peringkat pertama. Jika ada data

yang sama maka rankingnya adalah rata-rata dari ranking data yang

sama tersebut. Jumlah ranking untuk kelompok n1 = dan

jumlahranking untuk kelompok n2 =

2. Memisahkan kembali menurut kelompoknya dan menjumlahkan

urutan (rank) masing-masing kelompok

3. Menghitung nilai dengan menggunakan rumus :

38
39

Keterangan :
= banyaknya data kelas eksperimen

= banyaknya data kelas kontrol

= jumlah ranking data kelas eksperimen

= jumlah ranking data kelas kontrol

4. Jika >20 maka z hitunh di cari dengan rumus :

5. Jika ada data dengan ranking yang sama atau berulang sangat banyak

maka gunakan faktor koreksi untuk data sama.

Dimana,

Banyaknya data dari kedua sampel dengan nilai yang sama

39
40

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Sebelum melakukan penelitian, para anak didik terlebih dahulu memberikan

pretest yang di maksudkan agar peneliti mendapatkan gambaran awal mengenai

apakah ada perbedaan perkembangan antara kelompok eksperimen B1 dan

Kelompok Kontrol B2. Hal ini dilakukan supaya peneliti bisa mendapatkan

gambaran awal tentang penilaian yang akan dikembangkan mengenai pengenalan

angka pada anak didik terutama dalam menggunakan ular tangga yang berbasis

bahan bekas.

1. Gambaran Pelaksanaan Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan

Bekas

Guru membagi kelompok menjadi 3 kelompok yang berjumlah 5 orang

dalam 1 kelompok, setelah pembagian kelompok anak mengambil sebuah

dadu dan pion, anak menaruh pion pada kolom start, kemudian melempar

dadu dan menyebutkan angka yang tertera pada dadu tersebut lalu anak

menggerakkan pion ke kotak berikutnya dijalur papan ular tangga sesuai

jumlah angka padadadu, kemudian menyebutkan angka yang ada pada jalur

papan ular tangga dimana pion berhenti, seperti pada gambar dibawa ini:

.
Gambar 4.1 gambaran permainan ular tangga

40
41

Berdasarkan Gambar diatas melalui permainan ular tangga anak didik

lebih mudah untuk mengenal bilangan hal ini dibuktikan dengan nilai posttest

lebih tinggi disbanding nilai pretest untuk kelas eksperimen atau nilai anak

yang diberikan perlakuan dengan menggunakan permainan ular tangga

memiliki rata-rata diatas nilai standard. Berikut adalah nilai pretest dan

posttest permainan ular tangga.

Tabel 4.1 Nilai pretest permainan ular tangga


Nilai statistik
No. Statistik Kelas Eksperiment
(Permainan Ular Tangga)
1 Jumlah Peserta didik 15
2 Nilai tertinggi 84,75
3 Nilai terendah 65,00
4 Nilai rata-rata 74,33
5 Median (Me) 73,75
6 Modus (Mo) 75,00
7 Standar Deviasi 4,21

Tabel 4.2 Nilai posttest permainan ular tangga


Nilai statistik
No. Statistik Kelas Eksperiment
(Permainan Ular Tangga)
1 Jumlah Peserta didik 15
2 Nilai tertinggi 97,50
3 Nilai terendah 79,50
4 Nilai rata-rata 86,68
5 Median (Me) 85.00
6 Modus (Mo) 79,50
7 Standar Deviasi 4,86

41
42

2. Gambaran Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan pada

kelompok eksperimen menggunakan permnainan ular tangga

berbasis bahan bekas

Berikut adalah gambaran kemampuan mengenal konsep bilangan

pada kelompok eksperimen menggunakan permnainan ular tangga

berbasis bahanbekas menggunakan pretest dan posttest.

a. Pretest

Tabel 4.3 gambaran Pretest kemampuan anak didik di kelas


eksperimenmenggunakan ular tangga berbasis bahan bekas
Nama %
P1 P2 P3 Pre-test Skor Keterangan
Siswa
1 80 80 85 60 76 11,4 MB
2 60 65 70 70 66 9.9 BB
3 75 85 85 70 79 11,85 MB
4 85 85 85 80 84 12,6 BSB
5 60 65 70 65 65 9,75 BB
6 65 65 70 70 68 10,2 BB
7 85 90 90 80 86 12,9 BSB
8 70 75 75 70 73 10,9 BB
9 70 70 75 70 71 10,65 BB
10 60 70 70 65 66 9,9 BB
11 65 70 70 65 68 10,2 BB
12 80 80 80 70 78 11,7 MB
13 80 85 85 70 80 12 BSH
14 80 85 85 80 83 12,45 BSH
15 70 75 80 70 74 11,1 BB

Dari Tabel diatas terlihat bahwa anak yang memperoleh nilai dibawah

kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 8 anak sedangakan 2 anak

didik yang sangat berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak

didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau Mulai berkembang (MB)

yaitu 3 orang, sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau berkembang

42
43

sesuai harapan (BSH) yaitu sebanyak 2 anak didik. Dari data tersebut maka

anak didik masih perlu untuk diberikan bimbingan dan perlakuan untuk

meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan menggunakan

permainan ular tangga.

a. Posttest
Tabel 4.4 gambaran Posttest kemampuan anak didik di kelas
eksperimen menggunakan ular tangga berbasis bahan bekas
Nama
P1 P2 P3 Post-test Skor % Keterangan
siswa
1 80 80 80 80 80 12 BSH
2 85 87 87 80 85 12,75 BB
3 82 85 85 82 84 12,6 BB
4 83 83 83 83 83 12,45 BB
5 82 82 82 75 80 12 BSH
6 80 80 80 78 80 12 BSH
7 82 82 82 85 83 12,45 BB
8 90 90 90 95 93 13,95 BB
9 89 89 89 90 89 13,3 BB
10 90 90 95 95 93 13,95 BB
11 95 95 95 95 95 14,25 BB
12 88 88 89 85 88 13,2 BSH
13 90 90 87 87 89 13,3 BB
14 85 85 85 85 85 12,75 BB
15 97 98 98 97 98 14,7 BB

Dari Tabel diatas terlihat bahwa anak yang memperoleh nilai dibawah

kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak sedangakan 11 anak

didik yang sangat berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak

didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau mulai berkembang (MB)

yaitu 0 sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau berkembang sesuai

harapan (BSH) yaitu sebanyak 4 anak didik.

43
44

3. Kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok kontrol

menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru

Berikut adalah gambaran hasil pretest dan posttest kemampuan

mengenal konsepbilangan pada kelompok kontrol menggunakan kartu.

Tabel 4.5 gambaran Pretest kemampuan anak didik di kelas kontrol


menggunakan kartu
Nama
P1 P2 P3 Pre-test Skor % Keterangan
Siswa
1 70 70 70 65 67 10,5 BB
2 70 80 80 70 75 11,25 MB
3 75 80 80 80 79 11,85 MB
4 75 75 75 75 75 11,25 MB
5 80 80 80 75 79 11,85 MB
6 85 85 85 80 84 12,6 BSH
7 80 82 82 80 81 12,1 BSH
8 75 80 80 75 78 11,7 MB
9 80 80 80 80 80 12 BSH
10 85 87 87 80 85 12,75 BSB
11 82 85 85 82 84 12,6 BSH
12 83 83 83 83 83 12,45 BSH
13 82 82 82 75 80 12 BSH
14 80 80 80 78 80 12 BSH
15 82 82 82 85 83 12,45 BSH

Dari Tabel diatas terlihat bahwa anak yang memperoleh nilai dibawah

kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 1 anak, sedangakan 1 anak

didik yang sangat berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak

didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau mulai berkembang

(MB) yaitu 5 orang sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau

berkembang sesuai harapan(BSH) yaitu sebanyak 8 anak.

44
45

4. Pengaruh Permainan Ular Tangga terhadap Kemampuan Anak

Didik dalam Mengenal Konsep Bilangan Menggunakan bahan

bekas di TK [Link]

Untuk mengetahui pengaruh permainan ular tangga terhadap

kemampuan anak didik dalam mengenal konsep bilangan

menggunakan bahan bekas di TK PGRI Baera [Link]

menggunakan Analisis statistik inferensial digunakan menguji

hipotesis penelitian, yaitu pengaruh permainan ular tangga dari bahan

bekas terhadap kemampuan mengenal angka bilangan anak didik,

sebelum peneliti melakukan uji hipotesis, maka terlebih dahulu

peneliti melakukan uji prasyarat yakni uji normalitas dan uji

homogenitas.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dari hasil

penelitian yang diperoleh berasal dari populasi yang didistribusi merupakan

data normal atau tidak. Teknik pengujian normalitas data hasil belajar anak

didik dilakukan dengan menggunakan Chi-Square (X2) dengan kriteria

pengujian apabila X2 hitung ≤ X2 tabel pada taraf signifikasi (α) = 0,05 maka data

bisa dikategorikan dalam distribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan

data dari kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh masing-masing nilai

X2 hitung ≤ X2 tabel, maka dapat disimpulkan bahwa sampel pada kelas

eksperimen dan kelas kontrol terdistribusi normal. Hasil pengujian normalitas

45
46

dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut.

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

Posttest_Eksperimen_Perma
,147 15 ,200* ,907 15 ,120
inankartu
Posttest_Eksperimen_Ularta
,152 15 ,200* ,947 15 ,472
Ngga

Tabel 4.7 test normalitas

b. Uji Homogenitas

Uji Homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang

diteliti berasal dari varians yang homogen atau tidak. Kriteria pengujian

homogenitas yaitu jika Fhitung < Ftabel, maka varian kelas eksperimen dan

kelas kontrol berasal dari varian homogen. Hasil pengujian homogenitas

hasil belajar peserta didik kelompok eksperimen dan kelompok kontrol

dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut.

Tabel 4.8 Hasil Uji Homegenitas kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
Levene statistic df1 df2 Sig.
Based on Mean
Post_test ,647 1 28 ,428

Berdasarkan tabel diatas hasil uji homogenitas data diatas, diketahui

bahwa hasil dari posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol memilki

significant 0,428 sehingga dapat disimpulkan bahwa varian yang dimiliki

kelas eksperimen jauh berbeda dengan varian yang dimiliki oleh kelas

kontrol dan homohen karena 0,428>0.00

46
47

c. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan karena ingin mengetahui pengaruh ular tangga

menggunakan bahan bekas terhadap konsep mengenal bilangan anak didik di

TK PGRI Baera [Link]. Setelah melakukan uji prasyarat ( Uji normalitas

dan uji homogenitas), maka diketahui bahwa kelas eksperimen dan kelas

kontrol berasal dari populasi yang terdistribusi normal sehingga pengujian

yang dilakukan menggunakan (uji-t). Adapun hasil dari uji hipotesis dapat

dilihat pada tabel 4.9 berikut:

Tabel 4.9 Hasil dari Uji hipotesis


Kelompok Jumlah Dk Rata- T-Hitung T- Ket.
Rata Tabel
Eksperimen 15 8,6
H0
Kontrol 15 28 7,6 4,46 2,48
diterima

Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil dari uji hipotesis

diperoleh Thitung sebesar 4,46 dengan dk (derajat kebebasan) sebesar 28 yaitu

(15+15-2). Karena didapat hasil hitungan N-gain kelas Eksperimen dan kelas

Kontrol thitung > ttabel (4,46>2,48). Hal ini menjukkan bahwa terdapat

perbedaan yang signifikant antara kelas eksperimen dan kelas control

sehingga permainan ular tangga memiliki pengaruh terhadap kemampuan

mengenal konsep bilangan pada anak.

47
48

B. PEMBAHASAN

1. Gambaran Pelaksanaan Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas

Permainan ular tangga anak didik lebih mudah untuk mengenal bilangan

hal ini dibuktikan dengan nilai posttest untuk kelas eksperimen dengan

menggunakan permainan ular tangga memiliki rata-rata diatas nilai standar

yaitu dengan nilai rata-rata 86,68 % selain itu anak didik juga lebih antusias

dalam belajar menggunakan permainan ular tangga. Menurut Raisatun

(Yuvitasari,2015) tata cara permainan ular tangga, tujuan permainan ular

tangga adalah melatih anak supaya lebih berkonsentrasi, melatih ketelitian anak

mencapai kotak terakhir tanpa dimakan oleh ular dan adapun manfaat dari

permainan ini adalah dapat menunjang perkembangan otak kanan dan kiri

anak.

2. Gambaran Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan pada kelompok

eksperimen menggunakan permainan ular tangga berbasis bahan bekas.

Pemahaman Konsep bilangan pada anak perlu diberikan sedini mungkin

dengan menggunakan cara yang tepat. Reswita,2018:44 bahwa indikator

mengenal konsep bilangan anak usia 5-6 tahun adalah sebagai berikut : a.

Membilang/menyebut urutan bilangan 1-20 (minimal), b. Membilang dengan

benda-benda (mengenal konsep bilangan dengan benda-benda) sampai 20,c.

Membuat urutan bilangan 1-20 dengan benda-benda,d.

Menghubungkan/memasang lambang bilangan dengan benda-benda sampai 20.

Berdasarkan dari penjelasan tersebut maka kemampuan Mengenal konsep

bilangan pada kelompok eksperimen menggunakan permainan ular tangga dari

48
49

nilai pretest adalah anak yang memperoleh nilai dibawah kategori atau belum

berkembang (BB) sebanyak 8 anak sedangakan 2 anak didik yang sangat

berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak didik yang mencapai

kategori yang diharapkan atau Mulai berkembang (MB) yaitu 3 orang,

sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau berkembang sesuai harapan

(BSH) yaitu sebanyak 2 anak didik dan anak yang memperoleh nilai dibawah

kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak sedangakan 11 anak

didik yang sangat berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak didik

yang mencapai kategori yang diharapkan atau mulai berkembang (MB) yaitu 0

sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau berkembang sesuai harapan

(BSH) yaitu sebanyak 4 anak didik,sehingga penilaian terhadap gambaran

kemampuan anak dalam kelas ekperimen mengalami peningkatan.

3. Kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok kontrol

menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru.

Kemampuan adalah sifat lahir yang memungkinkan seseorang dapat

menyelesaikan pekerjaannya. Kemampuan merupakan suatu proses berpikir

berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan

sesuatu sedangkan kemampuan mengenal bilangan yaitu kemampuan dalam

menilai suatu bilangan (Erlina,2018). Dari teori tersebut dapat dilihat bahwa

kemampuan anak didik dalam mengenal bilangan di kelas kontrol

menggunakan kartu angka pada nilai pretest anak yang memperoleh nilai

dibawah kategori sebanyak anak yang memperoleh nilai dibawah kategori atau

belum berkembang (BB) sebanyak 1 anak, sedangakan 1 anak didik yang

49
50

sangat berkembang atau berkembang sangat baik (BSB), anak didik yang

mencapai kategori yang diharapkan atau mulai berkembang (MB) yaitu 5 orang

sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau berkembang sesuai

harapan(BSH) yaitu sebanyak 8 anak. dan nilai posttest anak yang memperoleh

nilai dibawah kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 5 anak

sedangakan 0 anak didik yang sangat berkembang atau berkembag sangat baik

(BSB) anak didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau mulai

berkembang (MB) yaitu 2 anak,sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau

berkembang sesuai harapan (BSH) yaitu sebanyak 8 anak didik, dapat dilihat

bahwa pada kelas kontrol mengalami penurunan pada hasil posttest.

4. Pengaruh Permainan Ular Tangga terhadap Kemampuan Anak Didik

dalam Mengenal Konsep Bilangan Menggunakan bahan bekas di TK

PGRI Baera [Link].

Dari Hasil dapat dilihat bahwa hasil dari uji hipotesis diperoleh Thitung

sebesar 4,46 dengan dk (derajat kebebasan) sebesar 28 yaitu (15+15-2). Karena

didapat hasil hitungan N-gain kelas Eksperimen dan kelas Kontrol thitung > ttabel

(4,46>2,48). Hal ini menjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikant

antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini di dukung oleh penelitian

Istiqomah Siti pada hari selasa tanggal 13 November tahun 2018 hasil

penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan melalui penerapan metode

bermain melalui permainan ular tangga dalam mengembangkan kognitif anak

usia 5-6 tahun di Paud Sriwijaya Lampung Timur. Dan menurut Dhermawan

2018 Seorang guru di Taman Kanak-kanak dalam memberikan kegiatan

50
51

pembelajaran harus memperhatikan tahap perkembangan anak didik, alat

peraga/alat permainan,metode yang digunakan, serta waktu, tempat dan teman

bermain anak, sama halnya dengan menggunakan metode permainan ular

tangga dari bahan bekas untuk meningkatkan kemampuan mengenal bilangan

anak didik dengan menggunakan metode bermain ular tangga memiliki

pengaruh terhadap kemampuan bilangan anak didik di TK PGRI Baera

Kabupaten Barru.

51
52

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat ditarik kesimpulan

sebagai berikut :

1. Gambaran Pelaksanaan Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas

Permainan ular tangga anak didik lebih mudah untuk mengenal bilangan hal

ini dibuktikan dengan nilai posttest untuk kelas eksperimen atau nilai anak yang

diberikan perlakuan dengan menggunakan permainan ular tangga memiliki rata-

rata diatas nilai standar yaitu dengan nilai rata-rata 86,68 % sehingga masuk

dalam kategori BSB selain itu anak didik juga lebih antusias dalam belajar

menggunakan permainan ular tangga.

2. Gambaran Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan pada kelompok

eksperimen menggunakan permnainan ular tangga berbasis bahan bekas.

Kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok eksperimen

menggunakan permainan ular tangga dari nilai pretest adalah anak yang

memperoleh nilai dibawah kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 8

anak sedangakan 2 anak didik yang sangat berkembang atau berkembang sangat

baik (BSB), anak didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau Mulai

berkembang (MB) yaitu 3 orang, sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau

berkembang sesuai harapan (BSH) yaitu sebanyak 2 anak didik dan anak yang

memperoleh nilai dibawah kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak 0

anak sedangakan 11 anak didik yang sangat berkembang atau berkembang

52
53

sangat baik (BSB), anak didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau

mulai berkembang (MB) yaitu 0 sedangkan dalam kategori sesuai harapan atau

berkembang sesuai harapan (BSH) yaitu sebanyak 4 anak didik.

3. Kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok kontrol

menggunakan kartu angka di TK PGRI Baera Kabupaten Barru. Kemampuan

anak didik dalam mengenal bilangan di kelas kontrol menggunakan kartu angka

pada nilai pretest anak yang memperoleh nilai dibawah kategori sebanyak anak

yang memperoleh nilai dibawah kategori atau belum berkembang (BB) sebanyak

1 anak, sedangakan 1 anak didik yang sangat berkembang atau berkembang

sangat baik (BSB), anak didik yang mencapai kategori yang diharapkan atau

mulai berkembang (MB) yaitu 5 orang sedangkan dalam kategori sesuai harapan

atau berkembang sesuai harapan(BSH) yaitu sebanyak 8 anak. dan nilai posttest

anak yang memperoleh nilai dibawah kategori atau belum berkembang (BB)

sebanyak 5 anak sedangakan 0 anak didik yang sangat berkembang atau

berkembag sangat baik (BSB) anak didik yang mencapai kategori yang

diharapkan atau mulai berkembang (MB) yaitu 2 orang,sedangkan dalam

kategori sesuai harapan atau berkembeang sesuai harapan (BSH) yaitu sebanyak

8 anak didik,dapat dilihat bahwa pada kelas kontrol mengalami penurunan pada

hasil posttest.

4. Pengaruh Permainan Ular Tangga terhadap Kemampuan Anak Didik dalam

Mengenal Konsep Bilangan Menggunakan bahan bekas di TK PGRI Baera Kab.

Dari Hasil dapat dilihat bahwa hasil dari uji hipotesis diperoleh Thitung sebesar

4,46 dengan dk (derajat kebebasan) sebesar 28 yaitu (15+15-2). Karena didapat

53
54

hasil hitungan N-gain kelas Eksperimen dan kelas Kontrol thitung > ttabel

(4,46>2,48), sehingga bisa dikatan bahwa permainan ukar tangga memiliki

pengaruh terhdap kemampuan mengenal bilangan anak didik

B. SARAN

Berdasarkan Hasil Penelitian yang dilakukan maka diperoleh saran saran

sebagai berikut :

1. Diharapkan kepada peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang

penggunaan metode penerapan ular tangga dari bahan bekas pada materi pokok

lain.

2. Diharapkan kepada guru untuk selalu mengulangi metode ular tangga untuk

memberikan stimulus kepada anak.

54
55

DAFTAR PUSTAKA

Amelia Lina (dkk).(2017). Pengaruh Modifikasi Permainan Ular Naga Dalam


Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Pada Anak
Kelompok B2 Di Paud Save The Kids Banda [Link]
.([Link]
view&path%5B%5D=35?journal=home&page=article&op=view&path%5
B%5D=35) Di Unduh Pada Tanggal 15 September Tahun 2022 Pukul
10.00Wita
[Link] [Link] [Link] Ilmu Publishing
Arsyad,Ashar M.A.(2017).Media Pembelajaran. Twenty Edition. PT Raja
Grafindo Persada Publishing.
Cahyono, Agus. (2017). Meningkatkan Kemampuan Berhitung Menggunakan
Media Belajar Ular Tangga di Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita 2
Jragan Tembarak Temanggun. Jurnal Pendidikan. Yogyakarta. Universitas
Negeri Yogyakarta.
Casrinia.(2014). Pemenfaatan Media Visual Dalam Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam Di Sekolah Dasar Islam (SDI) Teladan YPKUI Kecematan
Kramat Jati Kota Jakarta Timur. Jurnal . Jakarta. Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. dikases pada bulan Juni 2023 Pukul
21.00WITA.
Dhermawan Asep. (2018). Tahapan Mengenal Konsep Bilangan Pada Anak Usia
Dini. Artikel.([Link]
na l- [Link]) Di Unduh Pada Tanggal 15 September
Tahun 2022 Pukul 10.23 Wita
Endrasthi Ratna (2014) Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan
Menggunakan Media Papan Raba Pada Anak Kelompok A Di TK
KKLKMD Sedyo Rukun Bambanglipuro Bantul. Skirpsi. Universitas
Negeri Yogyakarta. Satrianawi. (2017). Media dan Sumber Belajar.
Yogyakarta : Deepublish.
Fadillah, M. (2018). Bermain dan Permainan Anak Usia Dini. Jakarta :
PrenadamediaGroup.([Link]
Di Unduh Pada Tanggal 16Mei Tahun 2022 Pukul 15:36 Wita
Harfia Siti .(2018). Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Media Pembelarajan di
Kelompok Bermain Bawakaraeng II Kelurahan Sudiang Kota Makassar.
Makasssar. [Link] Negeri Makassar. Diakses pada tanggal 23
Juni 2023 Pukul22.00 Wita
Istiqomah Sitti.(2018). Penerapan Metode Bermain Melalui Permainan Ular
Tangga dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di Paud
Sriwijaya Lampung Timur. Jurnal. Bandar Lampung. Universitas Islam

55
56

Negeri Raden Intan Lampung.([Link] Di Unduh


Pada Tanggal 16 September Tahun 2022 Pukul 13:00 Wita
Kurniawan Dody, 2018. Pengaruh Media Pembelajaran Teknologi (Power Point)
Terhadap Motivasi Belajar Ppkn Siswa Kelas Viii.1 Smpn 1 Tamalatea
Kabupaten [Link]. Makassar: Universitas Muhammadiyah
Makassar.
Moeslichatoen. (2004). Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak. Jakarta : PT.
Rineka Cipta.
R. Lestari, Puji (2014). Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan
Melalui Penggunaan Media Kartu Angka Dan Kartu Bergambar Pada
Anak Kelompok A2 TK Masyithoh Ngasem Sewon Bantul Yogyakarta.
Jurnal Pendidikan. Fakulatas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri
Yogyakarta.
Rindha Kurniawati.(2011). Meningkatkan Kemampuan Berhitung Dengan
Permainan Ular Tangga Pada Anak Kelompok B Tk Yunior Surabaya.
[Link]. Universitas Negeri Surabaya.([Link]
d/[Link]/PAUD/article/download/14335/10411) Di Unduh Pada Tang
gal 16 Mei Tahun 2022 Pukul 15.00 Wita
Reswita (dkk). (2014). Efektivitas media pasir dalam meningkatkan kemampuan
konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun di tk aisyiyah bengkalis. Jurnal.
([Link]
DiUnduh Pada Tanggal 15 September Tahun 2022 Pukul 10:12 Wita.
Raysia, Tiara.(2015) Penggunaan Media Permainan Ular Tangga dalam
Meningkatkan Kemampuan Berhitung pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK
Tunas Melati Bandar Lampung. Jurnal. Bandar Lampung. Universitas
Lampung.([Link] Di Unduh Pada Tanggal 16Mei Tahun
2022 Pukul15:10Wita
Rahayu,Sri Lita (dkk).(2016) Meningkatkan Kemampuan Konsep dan lambing
Bilangan Anak Usia Dini Melalui Modifikasi Permainan Ular Tangga.
Jurnal. ([Link]
)Di Unduh Pada Tanggal 16Mei Tahun 2022 Pukul 20:00 Wita.
Sudaryanti. (2006). Pengenalan Matematika Anak Usia Dini. Yogyakarta : Fip Uny
Yuvitasari Intan. (2015) Peningkatan kemampuan mengenal kata melalui metode
permainan ular tangga kata pada anak kelompok a tk sinar melatih
seriharjo ngaglik sleman Yogyakarta. Thesis. Universitas negeri
Yogyakarta.([Link]
NIM.%2012111247010). Di Unduh Pada Tangga 16 Oktober Tahun
[Link] 20:12 Wita

56
LAMPIRAN

57
58

Lampiran A

RENCANA PEMBELAJARAN

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU


Kelompok / Semester : B2 / II
Tema : Tanah airku
Sub Tema/Sub sub Tema : Lambang negara
Hari / tanggal : Maret 2023
Alokasi Waktu : 180 menit
Media : Kapur/Spidol/ Media Kartu
Komptensi Dasar : 3.1-4.1, 3.3-4.3, 2.2, 2.7

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Anak mengenal kegiatan beribadah sehari hari dengan tuntunan orang

dewasa (3.1-4.1)

2. Anak mampu melakukan kegiatan fisik (3.3-4.3)

3. Anak memiliki perilaku mencerminkan rasa ingin tahu (2.2)

4. Anak memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sabar (2.7)

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tahap Nama Kegiatan Kegiatan Keterangan


Pembelajaran
7.30-08.00 Berbaris Berbaris / Ikrar /salam Observasi
08.00-09.00 Materi Pagi Materi Pagi :
Kegiatan Kegiatan Rutinitas - Berdoa Observasi
Awal Pagi hari - Membaca surah-surah Unjuk Kerja
pendek
09.00-0930 Pembahasan Tema - Apersepsi Mengamati
- Menjelaskan tema Menanyakan
kegiatan
09.30-10.30 Kegiatan Inti Mengamati cara Observasi
Kegiatan Main - Kegiatan kegiatan main dan
Motorik Kasar menjelaskan aturan Observasi
59

main
- Melakukan Ceklis
kegiatan
- Recalling permainan ular Ceklis
tangga berbasis Penilaian
bahan bekas
- Menanyakan
kembali kegiatan
yang sudah
dilakukan
10.30-11.30 Istirahat / makan Istirahat, cuci tangan, Observasi
Istirahat berdoa, makan
11.00-11.30 Kegiatan Akhir: - Menanyakan
Penutup kegiatan anak Observasi
selama satu hari
dan perasaan anak
selama bermain
- Bersyair judul:
Negaraku
- Berdoa sebelum
pulang

Kepala Sekolah Barru, Maret 2023


TK PGRI BAERA KABUPATEN Guru Kelas B2
BARRU

WAHIDA P, [Link]
SUHERA, [Link]
60

SKENARIO PEMBELAJARAN
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU

Tema / Sub Tema : Negaraku/Permainan Ular Tangga Berbasis bahan bekas


Hari /Tanggal :
Kelompok Usia : Klp B 2 / Usia 5-6 Tahun
Program Pengembangan: Bidang Pengembangan Motorik Kasar
Kompetensi Dasar : 2.7, 3.4-4.4
EKSPERIMEN KEGIATAN PERMAINAN ULAR TANGGA BERBASIS
BAHAN BEKAS
A. Tujuan Kegiatan
1. Anak mampu berhitung sesuai angka dadu
2. Anak mampu berjalan menyebut angka yang di injak
3. Anak mampu menyebut kembali angka yang ditemui selama permainan
B. Alat Dan Bahan
1. Kardus
2. Spanduk bekas
3. spidol warna
4. Gunting
5. Lem
6. Kertas warna
C. Langkah langkah pembelajaran;
Adapun langkah-langkah skenario pelaksanaan kegiatan permainan ular
tangga berbasis bahan bekas adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan Awal
a. Guru menyiapkan alat dan bahan yaitu kardus, spanduk spidol warna,
gunting dan lem serta plaster untuk digunakan menggambar permainan
ular tangga diatas spanduk bekas serta membuat dadu dari kardus
b. Guru menggambar permaian diatas spanduk bekas serta memberikan
angka dan warna pada spanduk bekas tersebut agar terlihat lebih
menarik
c. Guru mengucapkan salam kepada anak, dan berdoa sebelum kegiatan di
mulai
61

d. Guru menjelaskan kepada anak tujuan pembelajaran yang ingin dicapai


pada kegiatan pembelajaran dan menekankan pentingnya kegiatan
gerak fisik motorik yang akan dipelajari, serta menyampaikan informasi
atau materi kepada anak dengan metode ceramah dan tanya jawab
kepada anak.

2. Kegiatan Inti
a. Guru memperkenalkan dan menjelaskan cara memainkan permainan
ular tangga secara bertahap, berikut cara bermain ular tangga :
1) Anak dikondisikan duduk berkelompok di karpet sebanyak 5 orang
dalam satu kolompok
2) Anak diberi penjelasan tentang permainan yang akan dilakukan, yaitu
permainan ular tangga.
3) Anak diberi contoh cara bermain ular tangga yang akan dijelaskan
sebagai berikut:
a) Guru mengambil sebuah dadu dan pion, kemudian diperlihatkan
pada anak-anak.
b) Guru menaruh pion pada kolom star, kemudian melempar dadu, dan
menyebutkan angka yang tertera pada dadu tersebut.
c) Guru menggerakkan pion ke kotak berikutnya dijalur papan ular
tangga sesuai jumlah angka pada dadu, kemudian menyebutkan
gambar dan angka yang ada pada jalur papan ular tangga dimana
pion berhenti.
d) Jika pion berhenti pada kotak yang ada gambar ujung bawah sebuah
tangga, maka naik ke atas. Jika pion berhenti pada kotak yang ada
gambar ekor ular, maka turun ke bawah.
e) Anak-anak diajak mempraktikkan permainan ular tangga secara
bersama-sama, dengan posisi anak masih duduk membentuk
lingkaran, permainan dimulai:
I. Empat anak sebagai pemain, urut berdasarkan kelompok yang sudah
dibagi.
62

II. Anak mengambil sebuah dadu dan pion, anak menaruh pion pada
kolom start, kemudian melempar dadu dan menyebutkan angka yang
tertera pada dadu tersebut.
III. Anak menggerakkan pion ke kotak berikutnya dijalur papan ular tangga
sesuai jumlah angka pada dadu, kemudian menyebutkan angka yang
ada pada jalur papan ular tangga dimana pion berhenti.
IV. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan
permainan
3. Kegiatan penutup

a. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan diskusi tentang ular tangga yang


telah dilakukan anak. Kemudian anak diberikan kesempatan
mengungkapkan perasaan saat melakukan kegiatan permainan
tradisional ular tangga dan setelah itu guru menarik kesimpulan
mengenaik kegiatan yang sudah dimainkan dan menanyakan perasaan
anak selama mengikuti kegiatan main.
b. Guru menutup kegiatan dengan mengucapkan salam lalu berdoa setelah
melakukan kegiatan bersama anak untuk mengakhiri kegiatan
63

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK


TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU

Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU


Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : I (Satu)

A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan peserta didik berikut ini:

B. Deskriptif Indikator Penelitian


1. Anak mampu berhitung (kelompok main) dan bermain ular tangga
dengan memperhatikan angka pada dadu
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan belum mampu berjalan
sesuai dengan angka pada dadu
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai dengan angka pada
dadu dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu tanpa
bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
2. Anak mampu berjalan sesuai angka dadu dan mampu menyebutkan
angka yang tertera pada arena permainan ular tangga yang diinjak
BB = 1 : Anak belum mampu berhitung dan berjalan sesuai angka
dadu dan belum mampu menyebutkan angka yang tertera
pada arena permainan ular tangga yang diinjak.
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada arena permainan ular tangga yang diinjak dengan
bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada arena permainan ular tangga yang diinjak tanpa
bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada arena permainan ular tangga yang diinjak serta mampu
menjelaskan kepada orang lain atau temannya
64

3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan semua angka yang ditemui


pada saat bermain ular tangga
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
serta mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
65

Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik


Kegiatan Eksperimen Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas

Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga


dalam hal keseimbangan dan koordinasi
No. Nama Anak Anak mampu berhitung Anak mampu berjalan Anak mampu menyebut
Didik sesuai angka dadu menyebut angka yang kembali angka yang
di injak ditemui selama
permainan

BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB


1. ANDI HIKMA
2. ANDI HILMA
3. DZULKIFLY
4. FAIZ
5. INAYAH AZMI
6. MUH. SALEH
7. ALFIKAR
8. AWAL
9. FIRDANG
10. MA'RUF.S
11. RAZQA
12. RISALDI
13. NU'MAAISYA
14. IZZATI
15. SAKILA
Jumlah
Presentase

Komentar dan Saran Pengamat/Observer:


.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................

Makassar, ……Maret 2023


Pengamat/ Observer

(Dr. Muh. Yusri Bachtiar, [Link].,[Link] )


66

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU


Kelompok / Semester : B1 / II
Tema : Tanah Airku
Sub Tema/Sub sub Tema : Lambang negara
Hari / tanggal : Maret 2023
Alokasi Waktu : 180 menit
Media : Kapur/spidol
Komptensi Dasar : 3.1-4.1, 3.3-4.3, 3.8-4.8, 2.2

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Anak mengenal kegiatan beribadah sehari hari dengan tuntunan orang

dewasa (3.1-4.1)

2. Anak mampu melakukan kegiatan fisik (3.3-4.3)

3. Anak mampu melakukan kegiatan bermain dengan menggunakan bahan

alam (3.8-4.8)

4. Anak memiliki perilaku mencerminkan sikap rasa ingin tahu (2.2)

5. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tahap Nama Kegiatan Kegiatan Keterangan


Pembelajaran
7.30-08.00 Berbaris Berbaris / Ikrar /salam Observasi
08.00-09.00 Materi Pagi Materi Pagi :
Kegiatan Kegiatan Rutinitas - Berdoa Observasi
Awal Pagi hari - Membaca surah-surah Unjuk Kerja
pendek
09.00-0930 Pembahasan Tema - Apersepsi Mengamati
- Menjelaskan tema Menanyakan
kegiatan
09.30-10.30 Kegiatan Inti Mengamati cara Observasi
Kegiatan Main - Kegiatan kegiatan main dan
Motorik Kasar menjelaskan aturan Observasi
main
67

- Melakukan Ceklis
kegiatan
- Recalling pembelaran dengan Ceklis
dengan Penilaian
menggunakan
gambar
- Menanyakan
kembali kegiatan
yang sudah
dilakukan
10.30-11.30 Istirahat / makan Istirahat, cuci tangan, Observasi
Istirahat berdoa, makan
11.00-11.30 Kegiatan Akhir: - Menanyakan
Penutup kegiatan anak Observasi
selama satu hari
dan perasaan anak
selama bermain
- Bersyair judul:
Negaraku
- Berdoa sebelum
pulang

Kepala Sekolah Barru, Maret 2023


TK PGRI BAERA KABUPATEN Guru Kelas B1
BARRU

SATRIAH, [Link]
SUHERA, [Link]
68

SKENARIO PEMBELAJARAN
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU

Tema / Sub Tema : Tanah Airku


Hari /Tanggal :
Kelompok Usia : Klp B 1 / Usia 5-6 Tahun
Program Pengembangan : Bidang Pengembangan Motorik Kasar
Kompetensi Dasar : 3.4-4.4,3.8-4.8

EKSPERIMEN KEGIATAN BERMAIN DENGAN MENYEBUT GAMBAR


ANGKA
A. Tujuan Kegiatan
1. Anak mampu menyebut gambar angka yang ditunjukan
2. Anak mampu menghitung dan menyebut dengan cepat angka yang
ditunjukkan oleh guru
3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan kembali angka yang
dipelajari sebelumnya
B. Alat Dan Bahan
Kayu/Ranting/Arang/Kapur /Spidol

C. Langkah langkah pembelajaran;


1. Guru menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu gambar angka

yang telah di print

2. Terlebih dahulu guru mebentuk siswa secara berkelompok. Setelah

membetuk kelompok guru mengatur gambar angka diatas meja

3. Guru menjelaskan aturan bermain Setelah itu diadakan pengundian, bisa

dengan hompimpah atau pingsut yang dilakukan oleh pemimpin tim.

Pengundian ini dilakukan untuk menetukan tim mana yang duluan

bermain.

4. Guru Memanggil satu persatu peserta didik secara bergantian untuk

mengambil gambar dan peserta didik yang berada di kelompok yang


69

ditunjuk untuk menyebut angka yang telah dipilih oleh anggota

kelompoknya.

5. Kemenangan akan menjadi milik tim yang mampu menyebut angka paling

banyak.

4. Guru menarik kesimpulan dengan kegiatan yang sudah dimainkan dan

menanyakan perasaan anak selama mengikuti kegiatan main.


70

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK

TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU

Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU


Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : I (satu)

A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan anak didik berikut ini:

B. Deskriptif Indikator Penelitian


1. Anak mampu berhitung dan menyebut angka yang ditunjukkan oleh
guru
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru serta mampu menjelaskan kepada orang
lain atau temannya
2. Anak mampu menghitung dan menyebut dengan cepat angka yang
ditunjukkan oleh guru
BB = 1 : Anak belum mampu menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru

MB = 2 : Anak didik sudah mampu melompat dengan satu kaki tepat


di tengah kotak bidang dende tanpa menginjak garis dengan
bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan
dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebut
dengan cepat angka yang ditunjukkan oleh guru serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya.
71

3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan kembali angka yang


dipelajari sebelumnya
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya

MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan


kembali angka yang dipelajari sebelumnya dengan arahan
guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya tanpa arahan guru

BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan


kembali angka yang dipelajari sebelumnya serta menjelaskan
kepada orang lain atau temannya.
72

Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik


Kegiatan Eksperimen Permainan kartu
Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan Kartu dalam
hal keseimbangan dan koordinasi
No Nama Anak Didik Anak mampu berhitung Anak mampu Anak mampu
. dan menyebut angka menghitung dan menghitung dan
yang ditunjukkan oleh menyebut dengan menyebutkan kembali
guru cepat angka yang angka yang dipelajari
ditunjukkan oleh sebelumnya
guru
BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB
1. ADIBAH
2. ADIFA
3. AHMAD ZAKY
4. AKIL ALFARIZQI
5. ALESHA ALMAHY
6. SARA ZALZABILA
7. SITI ZALFA
8. ANDI
9. ANISAH JULIANA
10. ARSHYLA PUTRI
11. ASRIL
12. ASYIFA ABBAS
13. AULIA
14. DEANDA AYESHA
15. DWI SAKIYA
Jumlah
Presentase

Komentar dan Saran Pengamat/Observer:


.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................

Makassar, …………
Pengamat/ Observer

(Dr. Muh. Yusri Bachtiar, [Link].,[Link])


73

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK


TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU

Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU


Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : II (Dua)

A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ )
berdasarkan indikator kemampuan peserta didik berikut ini:

1. Deskriptif Indikator Penelitian


2. Anak mampu berhitung (kelompok main) dan bermain ular tangga
dengan memperhatikan angka pada dadu
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan belum mampu berjalan
sesuai dengan angka pada dadu
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai dengan angka pada
dadu dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu tanpa
bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
3. Anak mampu berjalan sesuai angka dadu dan mampu menyebutkan
angka yang tertera pada kardus ular tangga yang diinjak
BB = 1 : Anak belum mampu berhitung dan berjalan sesuai angka
dadu dan belum mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak.
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak dengan bimbingan dan
arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak tanpa bimbingan dan
arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak serta mampu
menjelaskan kepada orang lain atau temannya
74

4. Anak mampu menghitung dan menyebutkan semua angka yang ditemui


pada saat bermain ular tangga
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
serta mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
75

Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik


Kegiatan Eksperimen Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas

Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga


dalam hal keseimbangan dan koordinasi
No. Nama Anak Anak mampu berhitung Anak mampu berjalan Anak mampu menyebut
Didik sesuai angka dadu menyebut angka yang kembali angka yang
di injak ditemui selama
permainan

BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB


1. ANDI HIKMA
2. ANDI HILMA
3. DZULKIFLY
4. FAIZ
5. INAYAH AZMI
6. MUH. SALEH
7. ALFIKAR
8. AWAL
9. FIRDANG
10. MA'RUF.S
11. RAZQA
12. RISALDI
13. NU'MAAISYAH
14. IZZATI
15. SAKILA
Jumlah
Presentase

Komentar dan Saran Pengamat/Observer:


.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................

Makassar, ……Maret 2023


Pengamat/ Observer

(Dr. Muh. Yusri Bachtiar,[Link].,[Link] )


76

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK


TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU

Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU


Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : III (TIGA)

A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan peserta didik berikut ini:

B. Deskriptif Indikator Penelitian


1. Anak mampu berhitung (kelompok main) dan bermain ular tangga
dengan memperhatikan angka pada dadu
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan belum mampu berjalan
sesuai dengan angka pada dadu
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai dengan angka pada
dadu dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu tanpa
bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
2. Anak mampu berjalan sesuai angka dadu dan mampu menyebutkan
angka yang tertera pada kardus ular tangga yang diinjak
BB = 1 : Anak belum mampu berhitung dan berjalan sesuai angka
dadu dan belum mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak.
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak dengan bimbingan dan
arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak tanpa bimbingan dan
arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak serta mampu
menjelaskan kepada orang lain atau temannya
77

3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan semua angka yang ditemui


pada saat bermain ular tangga
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
serta mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
78

Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik


Kegiatan Eksperimen Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas

Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga


dalam hal keseimbangan dan koordinasi
No Nama Anak Didik Anak mampu berhitung Anak mampu berjalan Anak mampu menyebut
. sesuai angka dadu menyebut angka yang kembali angka yang
di injak ditemui selama
permainan

BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB


1. ANDI HIKMA
2. ANDI HILMA
3. DZULKIFLY
4. FAIZ
5. INAYAH AZMI
6. MUH. SALEH
7. ALFIKAR
8. AWAL
9. FIRDANG
10. MA'RUF.S
11. RAZQA
12. RISALDI
13. NU'MAAISYAH
14. IZZATI
15. SAKILA
Jumlah
Presentase

Komentar dan Saran Pengamat/Observer:


.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................

Makassar, ……Maret 2023


Pengamat/ Observer

(Dr. Muh. Yusri Bachtiar, [Link].,[Link])


79

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK


TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU

Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU


Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : II (DUA)

A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ )
berdasarkan indikator kemampuan anak didik berikut ini:

B. Deskriptif Indikator Penelitian


1. Anak mampu berhitung dan menyebut angka yang ditunjukkan oleh
guru
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru serta mampu menjelaskan kepada orang
lain atau temannya
2. Anak mampu menghitung dan menyebut dengan cepat angka yang
ditunjukkan oleh guru
BB = 1 : Anak belum mampu menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru

MB = 2 : Anak didik sudah mampu melompat dengan satu kaki tepat


di tengah kotak bidang dende tanpa menginjak garis dengan
bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan
dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebut
dengan cepat angka yang ditunjukkan oleh guru serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
80

3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan kembali angka yang


dipelajari sebelumnya
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya

MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan


kembali angka yang dipelajari sebelumnya dengan arahan
guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya tanpa arahan guru

BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan


kembali angka yang dipelajari sebelumnya serta menjelaskan
kepada orang lain atau temannya.
81

Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik


Kegiatan Eksperimen Permainan kartu

Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan Kartu dalam hal
keseimbangan dan koordinasi
No Nama Anak Didik Anak mampu berhitung Anak mampu Anak mampu
. dan menyebut angka menghitung dan menghitung dan
yang ditunjukkan oleh menyebut dengan menyebutkan kembali
guru cepat angka yang angka yang dipelajari
ditunjukkan oleh guru sebelumnya
BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB
1. ADIBAH
2. ADIFA
3. AHMAD ZAKY
4. AKIL ALFARIZQI
5. ALESHA ALMAHY
6. SARA ZALZABILA
7. SITI ZALFA
8. ANDI
9. ANISAH JULIANA
10. ARSHYLA PUTRI
11. ASRIL
12. ASYIFA ABBAS
13. AULIA
14. DEANDA AYESHA
15. DWI SAKIYA
Jumlah
Presentase

Komentar dan Saran Pengamat/Observer:


.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
Pengamat/ Observer

([Link]. Yusri Bachtiar, [Link].,[Link] )


82

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK


TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU

Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU


Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : III (TIGA)

A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan anak didik berikut ini:

B. Deskriptif Indikator Penelitian


1. Anak mampu berhitung dan menyebut angka yang ditunjukkan
oleh guru
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru serta mampu menjelaskan kepada orang
lain atau temannya
2. Anak mampu menghitung dan menyebut dengan cepat angka yang
ditunjukkan oleh guru
BB = 1 : Anak belum mampu menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru

MB = 2 : Anak didik sudah mampu melompat dengan satu kaki tepat


di tengah kotak bidang dende tanpa menginjak garis dengan
bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan
dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebut
dengan cepat angka yang ditunjukkan oleh guru serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
83

3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan kembali angka yang


dipelajari sebelumnya
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya

MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan


kembali angka yang dipelajari sebelumnya dengan arahan
guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya tanpa arahan guru

BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan


kembali angka yang dipelajari sebelumnya serta menjelaskan
kepada orang lain atau temannya.
84

Tabel Pengamatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Didik


Kegiatan Eksperimen Permainan kartu Angka

Kemampuan anak didik dalam melakukan kegiatan permainan Kartu dalam


hal keseimbangan dan koordinasi
No. Nama Anak Didik Anak mampu berhitung Anak mampu Anak mampu
dan menyebut angka menghitung dan menghitung dan
yang ditunjukkan oleh menyebut dengan menyebutkan kembali
guru cepat angka yang angka yang dipelajari
ditunjukkan oleh sebelumnya
guru
BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB BB MB BSH BSB
1. ADIBAH
2. ADIFA
3. AHMAD ZAKY
4. AKIL ALFARIZQI
5. ALESHA ALMAHY
6. SARA ZALZABILA
7. SITI ZALFA
8. ANDI
9. ANISAH JULIANA
10. ARSHYLA PUTRI
11. ASRIL
12. ASYIFA ABBAS
13. AULIA
14. DEANDA AYESHA
15. DWI SAKIYA
Jumlah
Presentase

Komentar dan Saran Pengamat/Observer:


.......................................................................................................................
......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................

Makassar, Maret 2023


Pengamat/ Observer

(Dr. [Link] Bachtiar, [Link]., [Link] )


85

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DIDIK


PERMAINAN ULAR TANGGA BERBASIS BAHAN BEKAS
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU

Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU


Kelompok / Semester : B1 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : I (satu)

A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan anak didik berikut ini:
B. Deskriptif Indikator Penelitian
1. Anak mampu berhitung (kelompok main) dan bermain ular tangga
dengan memperhatikan angka pada dadu
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan belum mampu berjalan
sesuai dengan angka pada dadu
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai dengan angka pada
dadu dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu tanpa
bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berjalan sesuai angka dadu serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya

2. Anak mampu berjalan sesuai angka dadu dan mampu menyebutkan


angka yang tertera pada kardus ular tangga yang diinjak
BB = 1 : Anak belum mampu berhitung dan berjalan sesuai angka
dadu dan belum mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak.
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak dengan bimbingan dan
arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak tanpa bimbingan dan
arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan berjalan sesuai
angka dadu dan mampu menyebutkan angka yang tertera
pada kardus ular tangga yang diinjak serta mampu
menjelaskan kepada orang lain atau temannya
3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan semua angka yang ditemui
pada saat bermain ular tangga
86

BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan


semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
dengan bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
semua angka yang ditemui pada saat bermain ular tangga
serta mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
87

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK


DIDIK PERMAINAN TEBAK GAMBAR ANGKA
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU

Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU


Kelompok / Semester : B2 / II
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : I (satu)

A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap peserta didik.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√ ) berdasarkan
indikator kemampuan anak didik berikut ini:

B . Deskriptif Indikator Penelitian


1. Anak mampu berhitung dan menyebut angka yang ditunjukkan oleh
guru
BB = 1 : Anak didik belum mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
MB = 2 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu berhitung dan menyebut angka yang
ditunjukkan oleh guru serta mampu menjelaskan kepada orang
lain atau temannya
2. Anak mampu menghitung dan menyebut dengan cepat angka yang
ditunjukkan oleh guru
BB = 1 : Anak belum mampu menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru

MB = 2 : Anak didik sudah mampu melompat dengan satu kaki tepat


di tengah kotak bidang dende tanpa menginjak garis dengan
bimbingan dan arahan dari guru
BSH = 3 : Anak didik sudah menghitung dan menyebut dengan
cepat angka yang ditunjukkan oleh guru tanpa bimbingan
dan arahan dari guru
BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebut
dengan cepat angka yang ditunjukkan oleh guru serta
mampu menjelaskan kepada orang lain atau temannya
88

3. Anak mampu menghitung dan menyebutkan kembali angka yang


dipelajari sebelumnya
BB = 1 : Anak didik belum mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya

MB = 2 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan


kembali angka yang dipelajari sebelumnya dengan arahan
guru
BSH = 3 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan
kembali angka yang dipelajari sebelumnya tanpa arahan guru

BSB = 4 : Anak didik sudah mampu menghitung dan menyebutkan


kembali angka yang dipelajari sebelumnya serta menjelaskan
kepada orang lain atau temannya.
89

Lampiran B
Lembar Observasi Guru
Lembar Observasi Guru dalam Pelaksanaan Kegiatan Eksperimen
Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas
Nama Guru : Satriah, [Link]
Hari/Tanggal :
Keterlaksanaan
No. Uraian Kegiatan Yang Diamati B C K Ket
1. Kegiatan Awal
a. Persiapan guru (alat, bahan dan setting tempat
belajar)
b. Membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan
c. Menjelasan mengenai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan
2. Kegiatan Inti
a. Memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait
dengan kegiatan bermain sambil belajar
menggunakan gambar angka yang telah di print
b. Membagi anak menjadi berkelempok
c. Memberikan latihan awal atau langkah-langkah
dalam melakukan kegaiatan permainan
d. Memberikan kesempatan pada anak melakukan
kegiatan permainan sesuai dengan apa yang telah
disampaikan oleh guru sebelumnya
e. Membimbing dan memberikan arahan pada anak
dalam melakukan kegiatan permainan menyebut
angka
3. Penutup
a. Melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran
kegiatan permainan yang telah dilakukan
b. Memberikan kesempatan pada anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan perasaan
anak selama kegiatan
c. Menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
doa setelah melakuka kegiatan
Jumlah
Keterangan :
B : BAIK
C : CUKUP
K :KURANG
90

LEMBAR OBSERVASI GURU DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN


PERMAINAN MENYEBUT GAMBAR ANGKA
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Nama Guru : Satriah, [Link]
Hari / tanggal : Februari 2023
Pertemuan : I (satu)

A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap guru.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√) berdasarkan
indikator pelaksaan kegiatan ekperimen guru berikut ini:

B. Deskriptif Indikator Penelitian


1. Persiapan guru (alat,bahan dan setting tempat belajar)
B : Apabila dalam persiapan guru menyediakan semua (alat,bahan dan setting
tempat belajar) yang akan digunakan selama kegiatan permainan
menebak gambar angka
C : Apabila dalam persiapan guru menyediakan sebagian (alat,bahan dan
setting tempat belajar)yang akan digunakan selama kegiatan permaianan
menebak gambar angka
K : Apabila dalam persiapan guru tidak menyediakan (alat,bahan dan setting
tempat belajar) yang akan digunakan selama kegiatan permainan tgambar
angka
2. Keterampilan membuka kegiatan dengan salam dan berdoa sebelum
melakukan kegiatan
B : Apabila guru terampil membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan yang kegiatan permainan tebak gambar
angka
C : Apabila guru tidak mampu terampil membuka kegiatan dengan salam dan
berdoa sebelum melakukan kegiatan permainan tebak gambar angka
91

K : Apabila guru tidak terampil membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan permainan
tebak gambar angka
3. Menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan
kegiatan yang akan dilakukan
B : Apabila guru menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan berkaitan kegiatan permainan
tebak gambar angka dengan baik
C : Apabila guru menjelaskan sebagian mengenai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan kegiatan permainan
tebak gambar angka
K : Apabila guru tidak mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan
kegiatan yang akan dilakukan berkaitan kegiatan permainan tebak
gambar angka
4. Memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait dengan kegiatan
permainan tebak gambar angka
B : Apabila guru memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait dengan
kegiatan permainan tebak gambar angka
C : Apabila guru memperkenalkan dan memberikan penjelasan sebagian
terkait dengan kegiatan permainan tebak gambar angka
K : Apabila guru tidak memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait
dengan kegiatan permainan tebak gambar angka
5. Membagi anak ke dalam dua kelompok dalam melakukan kegaiatn
gerak dasar fisik motorik (lokomotor, non lokomotor dan manipulati
B : apabila guru Membagi anak ke dalam dua kelompok dalam melakukan
kegaiatn gerak dasar fisik motorik (lokomotor, non lokomotor dan
manipulatif)
C : Apabila guru membagi ke dalam dua kelompok pada sebagian anak dalam
melakukan kegiatan permainan tebak gambar angka
K : Apabila guru tidak membagi ke dalam dua kelompok pada anak dalam
melakukan tebak gambar angka
92

6. Memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam melakukan


kegaiatan permainan tebak gambar angka
B : Apabila guru memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam
melakukan tebak gambar angka dengan baik
C : Apabila guru memberikan latihan awal sebagian atau langkah-langkah
dalam melakukan tebak gambar angka
K : Apabila guru tidak memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam
melakukan tebak gambar angka
7. Memberikan kesempatan pada anak melakukan kegiatan permainan
tebak gambar angka sesuai dengan apa yang dilakukan guru
sebelumnya
B : Apabila guru memberikan kesempatan pada anak melakukan tebak
gambar angka sesuai dengan apa yang dilakukan guru sebelumnya
C : Apabila guru memberikan kesempatan pada sebagian anak melakukan
permianan tekait tebak gambar angka sesuai dengan apa yang dilakukan
guru sebelumnya
K : Apabila guru tidak memberikan kesempatan pada anak melakukan tebak
gambar angka sesuai dengan apa yang dilakukan guru sebelumnya
8. Membimbing dan memberikan arahan pada anak yang dalam
melakukan tebak gambar angka
B : Apabila guru membimbing dan memberikan arahan pada anak yang dalam
melakukan tebak gambar angka dengan baik
C : Apabila guru membimbing dan memberikan arahan pada sebagian anak
yang dalam melakukan terkait permaianan tebak gambar angka
K : Apabila guru tidak membimbing dan memberikan arahan pada anak yang
dalam melakukan kegiatan tebak gambar angka
9. Melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran kegiatan permainan
B : Apabila guru melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran tebak gambar
angka dengan baik
C : Apabila guru melakukan diskusi dan evaluasi terkait pembelajaran
sebagian tebak gambar angka.
93

K : Apabila guru tidak melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran kegiatan


tebak gambar angka.
10. Memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan perasaan
atau menanyakan perasaan anak selama kegiatan
B : Apabila guru memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan
perasaan atau menanyakan perasaan anak selama kegiatan
C : Apabila guru memberikan kesempatan pada sebagian anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan perasaan anak selama
kegiatan
K : Apabila guru tidak memberikan kesempatan pada anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan perasaan anak selama
kegiatan
11. Menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan doa setelah
melakukan kegiatan
B : Apabila guru menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan doa
setelah melakukan kegiatan dengan baik
C : Apabila guru menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
sebagian doa setelah melakukan kegiatan
K : Apabila guru tidak menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
doa setelah melakukan kegiatan
94

Lembar Observasi Guru dalam Pelaksanaan Kegiatan Eksperimen


Permainan Tradisional (Dende)
Nama Guru : Wahida P, [Link]
Hari/Tanggal :
Keterlaksanaan
No. Uraian Kegiatan Yang Diamati B C K Ket
1. Kegiatan Awal
a. Persiapan guru (alat, bahan dan setting lokasi)
b. Membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan
c. Menjelasan mengenai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan
2. Kegiatan Inti
a. Memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait
dengan kegiatan permainan ular tangga berbasis
bahan bekas
b. Membagi kelompok anak didik sebelum memulai
permaian ular tangga berbasis bahan bekas
c. Memberikan latihan awal atau langkah-langkah
dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga
berbasis bahan bekas
d. Memberikan kesempatan pada anak melakukan
kegiatan melakukan kegiatan permainan ular tangga
berbasis bahan bekas sesuai dengan apa yang
dilakukan guru sebelumnya
e. Membimbing dan memberikan arahan pada anak
dalam melakukan melakukan kegiatan permainan
ular tangga berbasis bahan bekas
3. Penutup
a. Melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran
melakukan kegiatan permainan ular tangga berbasis
bahan bekas
b. Memberikan kesempatan pada anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan
perasaan anak selama kegiatan
c. Menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
doa setelah melakuka kegiatan
Jumlah
Keterangan :
B : BAIK
C : CUKUP
K :KURANG
95

LEMBAR OBSERVASI GURU DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN


PERMAINAN ULAR TANGGA BERBASIS BAHAN BEKAS
TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Satuan Pendidikan : TK PGRI BAERA KABUPATEN BARRU
Nama Guru : Wahidah P, [Link]
Hari / tanggal : Maret 2023
Pertemuan : I (satu)

A. Petunjuk:
1. Amatilah dengan cermat aktivitas setiap guru.
2. Isilah tabel pengamatan dengan memberikan tanda cheklist (√) berdasarkan
indikator pelaksaan kegiatan ekperimen guru berikut ini:
B. Deskriptif Indikator Penelitian
1. Persiapan guru (alat,bahan dan setting lokasi)
B : Apabila dalam persiapan guru menyediakan semua (alat,bahan dan setting
lokasi) yang akan digunakan selama melakukan kegiatan permainan ular
tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila dalam persiapan guru menyediakan sebagian (alat,bahan dan
setting lokasi) yang akan digunakan selama kegiatan berkaitan permainan
ular tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila dalam persiapan guru tidak menyediakan (alat,bahan dan setting
lokasi) yang akan digunakan selama kegiatan permainan ular tangga
berbasis bahan bekas
Keterampilan membuka kegiatan dengan salam dan berdoa sebelum
melakukan kegiatan
B : Apabila guru terampil membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan permainan
tradisional dende dengan baik
C : Apabila guru tidak mampu terampil membuka kegiatan dengan salam dan
berdoa sebelum melakukan kegiatan yang berkaitan permainan ular
tangga berbasis bahan bekas
96

K : Apabila guru tidak terampil membuka kegiatan dengan salam dan berdoa
sebelum melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan permainan
ular tangga berbasis bahan bekas
2. Menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan
kegiatan yang akan dilakukan
B : Apabila guru menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan berkaitan kegiatan permainan
ular tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila guru menjelaskan sebagian mengenai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai dan kegiatan yang akan dilakukan berkaitan kegiatan ular
tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila guru tidak mengenai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan
kegiatan yang akan dilakukan berkaitan kegiatan permainan ular tangga
berbasis bahan bekas
3. Memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait dengan kegiatan
permainan ular tangga berbasis bahan bekas
B : Apabila guru memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait dengan
kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila guru memperkenalkan dan memberikan penjelasan sebagian
terkait dengan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila guru tidak memperkenalkan dan memberikan penjelasan terkait
dengan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
4. Memberikan nomor urut pada anak sebagai tanda urutan dalam
melakukan ular tangga berbasis bahan bekas
B : apa bila guru memberikan nomor urut pada anak sebagai tanda urutan
dalam melakukan kegaiatan ular tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila guru memberikan nomor urut pada sebagian anak sebagai tanda
urutan dalam melakukan kegaiatan ular tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila guru tidak memberikan nomor urut pada anak sebagai tanda
urutan dalam melakukan kegaiatan ular tangga berbasis bahan bekas
97

5. Memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam melakukan


kegaiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
B : Apabila guru memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam
melakukan kegaiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila guru memberikan latihan awal sebagian atau langkah-langkah
dalam melakukan kegaiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila guru tidak memberikan latihan awal atau langkah-langkah dalam
melakukan kegaiatn permainan ular tangga berbasis bahan bekas
6. Memberikan kesempatan pada anak melakukan kegiatan permainan
tradisional dende sesuai dengan apa yang dilakukan guru sebelumnya
B : Apabila guru memberikan kesempatan pada anak melakukan kegiatan ular
tangga berbasis bahan bekas sesuai dengan apa yang dilakukan guru
sebelumnya
C : Apabila guru memberikan kesempatan pada sebagian anak melakukan
kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas sesuai dengan apa
yang dilakukan guru sebelumnya
K : Apabila guru tidak memberikan kesempatan pada anak melakukan
kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas dengan apa yang
dilakukan guru sebelumnya
7. Membimbing dan memberikan arahan pada anak yang dalam
melakukan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
B : Apabila guru membimbing dan memberikan arahan pada anak yang dalam
melakukan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
C : Apabila guru membimbing dan memberikan arahan pada sebagian anak
yang dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan
bekas
K : Apabila guru tidak membimbing dan memberikan arahan pada anak yang
dalam melakukan kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas.

8. Melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran kegiatan permainan


98

B : Apabila guru melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran kegiatan


permainan ular tangga berbasis bahan bekas dengan baik
C : Apabila guru melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran sebagian
kegiatan permainan ular tangga berbasis bahan bekas
K : Apabila guru tidak melakukan diskusi dan evaluasi pembelajaran kegiatan
permainan ular tangga berbasis bahan bekas
9. Memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan perasaan
atau menanyakan perasaan anak selama kegiatan
B : Apabila guru memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan
perasaan atau menanyakan perasaan anak selama kegiatan
C : Apabila guru memberikan kesempatan pada sebagian anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan perasaan anak selama
kegiatan
K : Apabila guru tidak memberikan kesempatan pada anak untuk
mengungkapkan perasaan atau menanyakan perasaan anak selama
kegiatan
10. Menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan doa setelah
melakukan kegiatan
B : Apabila guru menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan doa
setelah melakukan kegiatan dengan baik
C : Apabila guru menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
sebagian doa setelah melakukan kegiatan
K : Apabila guru tidak menutup kegiatan dengan mengucapkan salam dan
doa setelah melakukan kegiatan
99

Lampiran C
Nilai Peserta Didik

Kelompok Eksperimen Permainan Kartu Angka


No Nama siswa P1 P2 P3 Pre-test Rata-rata
1. ADIBAH ZAKIRA 70 70 70 65 67.
2. ADIFA ALFATHUNISSA 70 80 80 70 75
3. AHMAD ZAKY 75 80 80 80 79
4. AKIL ALFARIZQI 75 75 75 75 75
5. ALESHA ALMAHY 80 80 80 75 79
6. SARA ZALZABILA 85 85 85 80 84
7. SITI ZALFA 80 82 82 80 81
8. ANDI MUHAMMAD 75 80 80 75 78
9. ANISAH JULIANA 80 80 80 80 80
10. ARSHYLA PUTRI 85 87 87 80 85
11. ASRIL RAHANDIKA 82 85 85 82 84
12. ASYIFA ABBAS 83 83 83 83 83
13. AULIA 82 82 82 75 80
14. DEANDA AYESHA 80 80 80 78 80
15. DWI SAKIYA RAYSA 82 82 82 85 83

Kelompok Eksperimen Permainan Kartu Angka


No Nama siswa P1 P2 P3 Post-test Rata-rata
1. ADIBAH ZAKIRA 80 80 85 60 76
2. ADIFA ALFATHUNISSA 60 65 70 70 66
3. AHMAD ZAKY 75 85 85 70 79
4. AKIL ALFARIZQI 85 85 85 80 84
5. ALESHA ALMAHY 80 80 80 70 78
6. SARA ZALZABILA 80 85 85 70 80
7. SITI ZALFA 80 85 85 80 83
8. ANDI MUHAMMAD 70 75 80 70 74
9. ANISAH JULIANA 80 80 80 70 78
10. ARSHYLA PUTRI 85 85 85 80 84
11. ASRIL RAHANDIKA 80 85 85 80 83
12. ASYIFA ABBAS 70 75 80 70 74
13. AULIA 80 85 85 70 80
14. DEANDA AYESHA 80 85 85 80 83
15. DWI SAKIYA RAYSA 70 75 80 70 74
100

Kelompok Eksperimen Permainan Ular Tangga


No Nama siswa P1 P2 P3 Pre-test Rata-rata
1. ANDI HIKMA 80 80 85 60 76
2. ANDI HILMA 60 65 70 70 66
3. DZULKIFLY 75 85 85 70 79
4. FAIZ 85 85 85 80 84
5. INAYAH AZMI 60 65 70 65 65
6. MUH. SALEH 65 65 70 70 68
7. ALFIKAR 85 90 90 80 86
8. AWAL 70 75 75 70 73
9. FIRDANG 70 70 75 70 71
10. MA'RUF.S 60 70 70 65 66
11. RAZQA 65 70 70 65 68
12. RISALDI 80 80 80 70 78
13. NU'MAAISYAH 80 85 85 70 80
14. IZZATI 80 85 85 80 83
15. SAKILA 70 75 80 70 74

Kelompok Eksperimen Permainan Ular Tangga


No Nama siswa P1 P2 P3 Post- Rata-rata
test
1. ANDI HIKMA 80 80 80 80 80
2. ANDI HILMA 85 87 87 80 85
3. DZULKIFLY 82 85 85 82 84
4. FAIZ 83 83 83 83 83
5. INAYAH AZMI 82 82 82 75 80
6. MUH. SALEH 80 80 80 78 80
7. ALFIKAR 82 82 82 85 83
8. AWAL 90 90 90 95 93
9. FIRDANG 89 89 89 90 89
10. MA'RUF.S 90 90 95 95 93
11. RAZQA 95 95 95 95 95
12. RISALDI 88 88 89 85 88
13. NU'MAAISYAH 90 90 87 87 89
14. IZZATI 85 85 85 85 85
15. SAKILA 97 98 98 97 98
101

Lampiran D
Hasil Olah Data
a. Analisis Deskriptif
Statistics
Pretest_Esper Posttest_Eks Pretest_Eksp Posttest_Eks
imen_Permai perimen_Per erimen_Ularta perimen_Ulart
nankartu mainankartu ngga angga
N Valid 15 15 15 15
Missing 0 0 0 0
Mean 79,4833 78,1667 74,3333 86,6833
Median 80,0000 78,7500 73,7500 85,0000
a a a
Mode 75,00 73,75 66,25 79,50a
Std. Deviation 4,21463 4,86117 7,00553 5,57295
Variance 17,763 23,631 49,077 31,058
Range 16,00 17,50 21,25 18,00
Minimum 68,75 66,25 65,00 79,50
Maximum 84,75 83,75 86,25 97,50
Sum 1192,25 1172,50 1115,00 1300,25
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pretest_Esperimen_Permainankartu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 65,00 1 6,7 6,7 6,7

66,25 2 13,3 13,3 20,0

67,50 2 13,3 13,3 33,3

71,25 1 6,7 6,7 40,0

72,50 1 6,7 6,7 46,7

73,75 1 6,7 6,7 53,3

76,25 1 6,7 6,7 60,0

77,50 1 6,7 6,7 66,7

78,75 1 6,7 6,7 73,3

80,00 1 6,7 6,7 80,0

82,50 1 6,7 6,7 86,7

83,75 1 6,7 6,7 93,3


102

86,25 1 6,7 6,7 100,0

Total 15 100,0 100,0

Posttest_Eksperimen_Permainankartu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 66,25 1 6,7 6,7 6,7

73,75 3 20,0 20,0 26,7

76,25 1 6,7 6,7 33,3

77,50 2 13,3 13,3 46,7

78,75 1 6,7 6,7 53,3

80,00 2 13,3 13,3 66,7

82,50 3 20,0 20,0 86,7

83,75 2 13,3 13,3 100,0

Total 15 100,0 100,0

Pretest_Eksperimen_Ulartangga

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 68,75 1 6,7 6,7 6,7

75,00 2 13,3 13,3 20,0

77,50 1 6,7 6,7 26,7

78,75 2 13,3 13,3 40,0

79,50 1 6,7 6,7 46,7

80,00 1 6,7 6,7 53,3

80,25 1 6,7 6,7 60,0

81,00 1 6,7 6,7 66,7

82,75 1 6,7 6,7 73,3

83,00 1 6,7 6,7 80,0

83,50 1 6,7 6,7 86,7

83,75 1 6,7 6,7 93,3

84,75 1 6,7 6,7 100,0

Total 15 100,0 100,0


103

Posttest_Eksperimen_Ulartangga

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 79,50 1 6,7 6,7 6,7

80,00 1 6,7 6,7 13,3

80,25 1 6,7 6,7 20,0

82,75 1 6,7 6,7 26,7

83,00 1 6,7 6,7 33,3

83,50 1 6,7 6,7 40,0

84,75 1 6,7 6,7 46,7

85,00 1 6,7 6,7 53,3

87,50 1 6,7 6,7 60,0

88,50 1 6,7 6,7 66,7

89,25 1 6,7 6,7 73,3

91,25 1 6,7 6,7 80,0

92,50 1 6,7 6,7 86,7

95,00 1 6,7 6,7 93,3

97,50 1 6,7 6,7 100,0

Total 15 100,0 100,0

b. Uji Normalitas

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Pretest_Esperimen_Permai
,169 15 ,200* ,937 15 ,341
nankartu
Posttest_Eksperimen_Perm
,147 15 ,200* ,907 15 ,120
ainankartu
Pretest_Eksperimen_Ularta
,164 15 ,200* ,912 15 ,144
ngga
Posttest_Eksperimen_Ularta
,152 15 ,200* ,947 15 ,472
ngga

*. This is a lower bound of the true significance.


a. Lilliefors Significance Correction
104

c. Uji Homogenitas

Test of Homogeneity of Variance

Levene Statistic df1 df2 Sig.

Pre_Test Based on Mean 6,627 1 28 ,016

Based on Median 6,158 1 28 ,019

Based on Median and with


6,158 1 27,000 ,020
adjusted df

Based on trimmed mean 6,549 1 28 ,016


Post_Test Based on Mean ,647 1 28 ,428

Based on Median ,417 1 28 ,524

Based on Median and with


,417 1 27,332 ,524
adjusted df

Based on trimmed mean ,643 1 28 ,429

d. Uji Hipotesis
Menggunakan Uji Mann Whitney

Ranks

Kelas N Mean Rank Sum of Ranks

Post_Test Permainan Kartu 15 9,60 144,00

Permainan Ular Tangga 15 21,40 321,00

Total 30

Test Statisticsa

Post_Test

Mann-Whitney U 24,000
Wilcoxon W 144,000
Z -3,677
Asymp. Sig. (2-tailed) ,000
Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] ,000b

a. Grouping Variable: Kelas


b. Not corrected for ties.
105

Menggunakan Uji t

Independent Samples Test

Levene's Test
for Equality of
Variances t-test for Equality of Means

95% Confidence Interval

Sig. (2- Mean Std. Error of the Difference

F Sig. T df tailed) Difference Difference Lower Upper

Post_Test Equal
variances ,647 ,428 -4,460 28 ,000 -8,51667 1,90943 -12,42795 -4,60538
assumed

Equal
27,
variances
-4,460 49 ,000 -8,51667 1,90943 -12,43120 -4,60213
not
3
assumed
106

Lampiran E

Hasil Observasi Aktivitas Peserta Didik

Hasil Observasi Aktivitas Peserta Didik Dikelas Eksperiment

Kegiatan Deskripsi Pertemuan Persentase


I II III Rata-rata
Awal Anak didik Berdoa
99% 98 % 98% 98%
sebelum Belajar
Anak didik
mendengarkan 99% 98% 99% 98%
Absen
Inti Anak didik
mengikuti arahan
99% 98 % 98% 98%
guru untuk
berkelompok
Anak didik
mengikuti instruksi
99% 98% 99% 98%
yang deberikan
oleh guru
Anak didik
mengikuti 99% 98 % 98% 98%
permaianan
Penutup Anak didik
mengikuti arahan
99% 98% 99% 98%
guru untuk bersiap
pulang
Anak didik
99% 98 % 98% 98%
membaca doa
107

Hasil Observasi Kelas Kontrol

Kegiatan Deskripsi Pertemuan Persentase


I II III Rata-rata
Awal Anak didik Berdoa
99% 93% 93% 95%
sebelum Belajar
Anak didik
mendengarkan 99% 93% 93% 95%
Absen
Inti Anak didik
mengikuti arahan
99% 93% 93% 95%
guru untuk
berkelompok
Anak didik
mengikuti instruksi
99% 93% 93% 95%
yang deberikan
oleh guru
Anak didik
mengikuti 99% 93% 93% 95%
permaianan
Penutup Anak didik
mengikuti arahan
99% 93% 93% 95%
guru untuk bersiap
pulang
Anak didik
99% 93% 93% 95%
membaca doa
108

Lampiran F

Foto Kegiatan

Gambar 1. Foto Permainan Ular Tangga dari Spanduk Bekas

Gambar 2. Pemasangan Atribut


109

Gambar 3. Berbaris sesuai Kelompok

Gambar 4 saat Bermain ular tangga


110

Lampiran H Persurata
111
112
113

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Hasriani, Lahir di Barru 07 Maret 1982. Penulis


merupakan anak ke dua dari dua bersaudara. Ayahanda
penulis bernama Mustafa dan ibunda bernama Indare.
Penulis berasal dari kabupaten Barru Sulawesi Selatan.
Penulis pertama kali menempuh pendidikan di SD
Inpres Lapao (tamat 1995), pada tahun yang sama
penulis melanjutkan di SLTP Negeri 2 Barru (tamat
1998), kemudian penulis lanjut di SMK Negeri 1 Barru jurusan Akuntansi (tamat
2001) Tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di STAI AL-GAZALI
Barru jurusan Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Islam (tamat 2003).
Kemudian mengisi formasi pendaftaran Guru kontrak nasional (lulus 2004) di
tempatkan di TK Kartini Madello kecamatan Balusu. Tahun 2006 kembali
melanjutkan pendidikan di STKIP Muhammadiyah Barru jurusan Bimbingan dan
Konseling (tamat 2008). Penulis memegang SK CPNS tahun 2007 di tempatkan di
TK ANNUR Labuange kecamatan Mallusetasi. Menikah dengan Zainal Abidin di
Barru pada tanggal 14 Juli 2008 dan telah di karuniai tiga orang putra. Putra
pertama Anas Urbaningrum lahir di Barru 17 Juli 2009, Putra kedua Rayya Faqih
Abdian Lahir di Barru 07 Maret 2015, Putra ke tiga Muhammad Khabib Kautsar
lahir di Barru 24 Oktober 2020. Pada tahun 2021 penulis kembali melanjutkan
pendidikan di bangku kuliah dan menjadi salah satu mahasiswi aktif di jurusan
Pendidikan Anak Usia Dini UNM. Berkat petunjuk dan pertolongan Allah SWT,
usaha dan doa dari kedua orang tua,suami dan anak-anakku dalam menjalani
aktivitas akademik di Perguruan Tinggi Universitas Negeri Makassar.
Alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “ Pengaruh
Permainan Ular Tangga Berbasis Bahan Bekas Terhadap Kemampuan Mengenal
Konsep Bilangan Anak Didik di TK PGRI Baera Kabupaten Barru”.

Anda mungkin juga menyukai