BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Pustaka dan Penelitian Terdahulu
2.1.1 Prosedur
Prosedur secara umum adalah tindakan atau aksi yang
dilakukan secara spesifik dengan tatanan cara yang baku supaya
memperoleh hasil yang sesuai. Prosedur juga bentuk dari
serangkaian aktivitasm tugas, langkah-langkah, pehitungan
maupun proses yang dilakukan untuk menghasilkan suatu tujuan
tertentu. Biasanya prosedur melibatkan beberapa orang dalam
suatu divisi di perusahaan. Prosedur dilakukan agar memudahkan
dalam menentukan tahapan saat melakukan suatu pekerjaan.
Dengan adanya prosedur pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih
sederhana dan tidak dilakukan dengan berulang sehingga pekerjaan
bisa dilakukan dengan efektif dan efisien. Prosedur juga menjegah
terjadinya kesalahan dalam bekerja dan pekerjaan bisa dilakukan
secara terarah dan tidak menyimpang.
Prosedur menurut Mulyadi (2016) ialah sebuah tahapan
kegiatan yang dibuat untuk menseragamkan pekerjaan yang
berulang dan melibatkan beberapa orang dalam suatu divisi
perusahaan. Sama seperti pemahaman Ida Nuraida (2014) dimana
prosedur ialah beberapa urutan metode yang dibutuhkan guna
6
7
menangani aktivitas yang ada untuk mencapai tujuan yang
diinginkan. Sedangkan Rasto (2015) menyatakan bahwa prosedur
adalah seperangkan tindakan yang sudah dipatenkan yang akan
dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan. Rifka N.R (2017) juga
menyatakan apabila prosedur menjadi tahapan kerja atau kegiatan
yang direncanakan dengan baik untuk pencegahan pekerjaan
berulang dengan cara yang terpadu dan serempak.
Sama halnya dengan posedur yang ada di pelabuhan. Jasa
yang diberikan oleh pihak perusahaan atau negara yang ada di
pelabuhan, Dimana dilaksanakan langsung oleh pekerja yangada di
pelabuhan. Perusahaan tidak selalunya berkecimpung dengan
bisnis di pelabuhan, tetapi juga harus memperhatikan setiap
prosedur yang ada. Karena hal tersebut menjadi bentuk
keefektifkan produksi dalam perusahaan tersebut. Prosedur
perusahaan pelabuhan yang baik dan maksimal bisa membuat
aktivitas menjadi lebih lancar dan cepat, sehingga operasional
perusahaan dapat terus berjalan. Selain itu dalam menciptakan
prosedur kerja yang baik, perlu adanya optimalisasi pekerja. Agar
kinerja perusahaan dapat terus berjalan dan produksi perusahaan
terus meningkat. Sehingga bisa disimpulkan bahwa prosedur
merupakan serangkaian tahapan atau langkah-langkah yang sudah
ditetapkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan agar
8
hal tersebut tidak dilakukan secara berulang dan bisa mencapat
tujuan yang diinginkan dengan efektif dan efisien.
2.1.2 Pelayanan Jasa Bongkar Muat
Pelayanan jasa bongkar muat adalah kegiatan usaha yang
bergerak dalam bidang bongkar muat barang dari dan ke kapal di
pelabuhan. Pekerjaan bongkar muat adalah pekerjaan yang
menggunakan fisik untuk mengangkat dan mengangkut barang
(Hasibuan, Miftahul Husna:2019) Menurut Keputusan Menteri
Perhubungan No. KM 33 (2001:5), kegiatan bongkar muat adalah
kegiatan bongkar muat barang dari dan atau ke kapal meliputi
kegiatan pembongkaran barang dari palka ke atas dermaga di
lambung kapal atau sebaliknya (stevedoring), kegiatan pemindahan
barang dari dermaga di lambung kapal ke gudang lapangan
penumpukan atau sebaliknya (cargo doring) dan kegiatan
pengambilan barang dari gudang atau lapangan dibawa ke atas truk
atau sebaliknya (receiving/ delivery).
Menurut Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 35
Tahun 2007 Pasal 1 tentang pedoman perhitungan tarif pelayanan
jasa bongkar muat barang dari dan ke kapal di pelabuhan :
a. Stevedoring yaitu pekerjaan membongkar barang dari kapal ke
dermaga/ tongkang/ truk atau memuat barang dari dermaga/
tongkang/ truk ke dalam kapal sampai dengan tersusun dalam
palka kapal dengan menggunakan derek kapal atau derek darat.
9
b. Cargo doring yaitu pekerjaan melepaskan barang dari tali/ jala-
jala (eks tackle) di dermaga dan mengangkut dari dermaga ke
gudang/ lapangan penumpukan selanjutnya menyusun di
gudang lapangan atau sebaliknya.
c. Receiving/ delivery yaitu pekerjaan memindahkan barang dari
timbunan/ tempat penumpukan di gudang/ lapangan
penumpukan dan menyerahkan sampai tersusun di atas
kendaraan di pintu gudang/ lapangan penumpukan atau
sebaliknya.
Di dalam KM No. 25 Tahun 2002 ini juga menyebutkan
bahwa kegiatan bongkar muat dibedakan menjadi :
1) Bongkar muat direede/ tidak langsung Adalah pekerjaan
membongkar dari kapal yang tidak bersandar di dermaga ke
tongkang di lambung kapal selanjutnta mengeluarkan dari
tali/jala-jala dan menyusun di tongkang serta membongkar dari
tongkang ke dermaga atau sebaliknya (belum pernah
melakukan ini).
2) Bongkar muat langsung ke atau dari dermaga (truck
-losing/loading) Adalah pekerjaan membongkar muatan atau
barang dari kapal langsung ke dermaga dan selanjutnya
mengeluarkan tali/jala-jala serta menyusun di truk/tongkang
atau sebaliknya.
10
Mengacu pada beberapa pengertian diatas mengenai
bongkar muat, maka dapat disimpulkan bahwa bongkar muat
adalah suatu proses kegiatan pemindahan barang dari dan ke atas
kapal dengan menggunakan peralatan bongkar muat yang tersedia
di pelabuhan tempat kegiatan bongkar muat itu dilaksanakan.
2.1.3 Container
Peti kemas /container adalah alat angkut berbentuk peti
persegi panjang yang terbuat dari besi baja dengan ukuran tertentu
dan tahan cuaca. Digunakan untuk mengangkut & menyimpan
sejumlah unit muatan, paket atau barang curahan. Membatasi dan
melindungi isi dari kerusakan atau kehilangan. Dapat dipisahkan
dari alat angkut, dihandle sebagai 1 unit muatan serta dapat
dipindahkan tanpa membongkar isinya. . Berat maksimum peti
kemas muatan kering 20 kaki adalah 24.000 kg, dan untuk 40 kaki
(termasuk high cube container), adalah 30.480 kg. Sehingga
muatan berat/payload yang bisa diangkut adalah 21.800 kg untuk
20 kaki, 26.680 kg untuk 40 kaki. Yang memenuhi persyaratan
teknis sesuai dengan International Organization for Standardization
(ISO) sebagai alat atau perangkat pengangkutan barang yang bisa
digunakan diberbagai moda, mulai dari moda jalan dengan truk
peti kemas, kereta api dan kapal petikemas laut.
Container dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. General Cargo General
11
Cargo container adalah container yang digunakan untuk
memuat barang-barang dengan karakteristik umum dan tidak
memerlukan perlakuan khusus. Container yang termasuk
dalam general cargo adalah:
1) General purpose container
Container yang digunakan untuk mengangkut
muatan umum (general cargo) seperti barang-barang
elektronik, kertas, dan benda benda yang terbuat dari
plastik.
2) Open-side container
Container yang pada bagian panel kanan dan kirinya
dapat dibuka-tutup yang berguna untuk memasukkan dan
mengeluarkan barang atau muatan dari samping
container.
3) Open-top container
Container dengan bagian roof panel (bagian atas)
yang terbuka untuk memudahkan pemasukan dan
pengeluaran barang dari atas container. Container ini
ditujukan untuk muatan berat yang hanya bisa dimuat
oleh crane.
4) Ventilated container
Container yang memiliki lubang ventilasi pada sisi
panel nya yang berguna untuk mengurangi kadar
12
kelembapan isi container. Container ini biasanya
digunakan untuk memuat barang dengan memiliki kadar
air yang tinggi, berbau, dan resiko membusuk.
b. Thermal Container
Thermal Container adalah container yang dilengkapi dengan mesin
yang dapat mengatur suhu untuk muatan tertentu. Container yang
termasuk thermal container adalah:
1) Insulated container
Container yang memiliki suhu yang dingin pada bagian
dalamnya dan adanya isolasi pada bagian interior container dengan
tujuan mencegah udara dari dalam container merembes keluar.
2) Reefer container
Container yang memiliki mesin pendingin untuk
mendinginkan suhu interior container sesuai dengan kebutuhan
bagi barang yang mudah busuk seperti buah, sayur, dan hasil laut.
c. Tank Container
Tank Container adalah sebuah container dengan desain berbentuk
tangki dengan kerangka peti kemas diluarnya. Container ini digunakan
untuk mengangkut muatan berbentuk cair seperti minyak dan susu.
d. Dry Bulk Container
Dry Bulk Container adalah container yang digunakan untuk
memuat barang-barang curah. Container ini memiliki desain dengan
13
lubang dibagian atas untuk memasukkan muatan, dan lubang dibagian
bawah untuk mengeluarkan muatan.
e. Platform Container
Platform container adalah peti kemas yang terdiri dari lantai dasar.
Peti kemas yang termasuk jenis ini adalah:
1) Flat rack container Flat rack container adalah peti kemas yang
terdiri dari lantai dasar dengan dinding pada ujungnya. Flat rack
dapat dibagi tiga, yakni
a) Fixed end type
Container yang dilengkapi dengan dinding pada bagian
ujungnya namun tidak dapat dilipat.
b) Collapsible type
Memiliki dinding pada bagian ujung container dan dapat
dilipat, berguna untuk menghemat kapasitas ruangan pada saat
proses pengangkutan.
2) Platform based container
Platform based container adalah container yang hanya
memiliki lantai dasar saja, namun dapat dipasang dinding pada
kedua ujungnya apabila diperlukan. Platform based/flat rack
biasanya digunakan untuk muatan yang mempunyai lebar atau
tinggi melebihi ukuran peti kemas yang standar.
f. Special Container
14
Special container merupakan container yang didesain khusus untuk
memuat barang-barang tertentu seperti container dengan penambahan
penopang kayu pada bagian dalam container untuk pemuatan
kendaraan bermotor atau yang biasa disebut dengan rack container.
Penelitian Terdahulu
Dasar atau acuan yang berua teori-teori atau temuan-temuan
melalui hasil berbagai penelitian sebelumnya merupakan hal yang sangat
perlu dan dijadikan sebagai data pendukung. Peneliti mengangkat
beberapa penelitian sebagai referensi dalam memperkarya bahan kajian
pada penelitian. Berikut merupakan beberapa penelitian terdahulu berupa
beberapa jurnal atau tugas akhir terkait dengan penelitian yang di lakukan
peneliti.
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Nama Peneliti Judul Hasil
Penelitian
Sabila, F. H., Proses bongkar Penelitian ini menjelaskan bagaimana
& Bancin, S. muat container Proses Bongkar Muat muatan
B. (2024) di depo oleh kontainer oleh PT. Prima Indonesia
PT Prima Logistik. Proses pelayanan jasa
Indonesia pengangkutan kontainer pada PT.
Logistik Prima Indonesia Logistik sudah
Belawan berjalan dengan baik dimulai dengan
Proses Bongkar Muat bongkaran dari
kapal. Proses Bongkar Muat muatan
dari depo ke kapal, pengembalian
container empty ke depo. Dalam
15
menjalankan kegiatannya, pihak
perusahaan mengutamakan
keselamatan, kualitas, dan fokus pada
kebutuhan pelanggan (safety, quality
and customer focus). Metodologi
yang digunakan dalam pembuatan
penelitian adalah studi lapangan (field
study) Dalam Proses Bongkar Muat
muatan kontainer pada PT. Prima
Indonesia Logistik sudah berjalan
dengan baik.
Situngkir, F., Skema Penelitian ini dilakukan dengan
& Ginting, D. Penanganan maksud dan tujuan untuk mengetahui
(2023) Alur Kegiatan bagaimana skema penanganan alur
Petikemas di kegiatan petikemas di depo pada PT.
Depo pada PT. Prima Indonesia Logistik Belawan.
Prima Penulis memperoleh data dengan
Indonesia metode kualitatif melalui observasi
Logistik atau metode penelitian lapangan
Belawan (field research) dan metode penelitian
perpustakaan (library
research). Perusahaan penyedia jasa
logistik menyediakan tempat
penumpukan petikemas, sebagai
penyedia petikemas kosong (empty),
perbaikan (repairing), LOLO (lift
on/lift
off), trucking dan cleaning petikemas
. Namun PT. Prima Indonesia
Logistik dalam kegiatan skema
penanganan alur kegiatan petikemas
16
belum terlaksana secara efektif dan
efisien yang disebabkan kurangnya
fasilitas alat bongkar muat, pengisian
dokumen yang masih manual dan
kurannya tenaga kerja dalam
kegiatan cleaning petikemas.
2.2 Kerangka Pemikiran
Kerangka berfikir adalah alur pikir yang logis dan dibuat dalam
bentuk diagram bertujuan untuk menjelaskan secara garis besar pola
substansi penelitian yang akan dilaksanakan. Fungsi dari kerangka berfikir
adalah sebagai sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi
pondasi bagi setiap pemikiran atau suatu bentuk proses dari keseluruhan
penelitian yang akan dilakukan.
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
PROSEDUR KENDALA
BONGKAR MUAT
CONTAINER
PELAYANAN