- PAGE
13 -
CAPAIAN PEMBELAJARAN
KURIKULUM MERDEKA
Nama Sekolah : SMP Pasundan 8 Bandung
Nama penyusun : Mochamad Riefky Sudarmanto, [Link].
NIP/NIK : ______________________________
Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Fase D, Kelas / Semester : VII (Tujuh) / I (Ganjil) & II (Genap)
- PAGE
13 -
CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA
PPKn FASE D KELAS VII
II. CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
A. Rasional Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP/MTs/ Program Paket
B
Indonesia merupakan bangsa dengan sumber daya manusia yang besar dan sumber daya
alam yang melimpah, kaya dengan budaya, suku bangsa, bahasa, serta terdiri dari berbagai
agama dan kepercayaan. Secara geografis letak Indonesia sangat strategis, sehingga
menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang sangat diperhitungkan secara geopolitik dalam
kancah internasional.
Indonesia di tahun-tahun mendatang akan mengalami bonus demografi, yaitu jumlah
penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia
tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Keadaan ini membutuhkan
solusi rasional serta terukur secara ilmiah, sehingga bonus demografi akan menjadi sumber
kekuatan bangsa. Sumber daya manusia Indonesia terutama yang berusia produktif perlu
memiliki kemampuan- kemampuan yang mendukungnya berkontribusi di masyarakat.
Indonesia perlu menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengelola dan menjaga
sumber daya alam untuk kesejahteraan bangsa berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi
dan prinsip keadilan sosial.
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran penting dalam hal ini. Akan
tetapi, selama ini proses pembelajaran IPS lebih menekankan kepada dimensi pengetahuan.
Kurang perhatian kepada dimensi keterampilan berpikir. Oleh karena itu dalam
pembelajaran dengan paradigma baru diharapkan dimensi keterampilan berpikir lebih digali.
Dengan pendekatan pembelajaran keterampilan proses yang berpusat pada peserta didik.
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran penting dalam hal ini. Dengan
pendekatan pembelajaran inkuiri yang berpusat pada peserta didik, Pendidikan IPS menjadi
sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait kehidupan masyarakat
dengan lingkungannya. Termasuk di dalamnya membangun komitmen dan kesadaran
terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang akan menjadi modal
- PAGE
13 -
untuk berkolaborasi dalam masyarakat yang majemuk, baik di tingkat lokal, nasional
maupun global dengan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai Pancasila sebagai
kepribadian bangsa. Pendidikan IPS merupakan perpaduan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial
dan humaniora termasuk di dalamnya agama, filsafat, dan pendidikan. IPS juga dapat
mengambil aspek-aspek tertentu dan ilmu-ilmu kealaman serta teknologi.
B. Tujuan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
SMP/MTs/Program Paket B
Tujuan pembelajaran IPS adalah agar peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami
konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat serta memiliki keterampilan
penting di tengah perkembangan dunia untuk bisa berkontribusi menciptakan kondisi
kehidupan yang lebih baik. Secara rinci tujuan pelajaran IPS adalah:
1. Memahami dan menganalisis konsep-konsep yang berkaitan dengan pola dan
persebaran keruangan, interaksi sosial, pemenuhan kebutuhan, dan kesejarahan
perkembangan kehidupan masyarakat;
2. Memiliki keterampilan dalam berpikir kritis, berkomunikasi, berkreativitas, dan
berkolaborasi dalam kerangka perkembangan teknologi terkini;
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial kemanusiaan dan
lingkungan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara
sehingga mampu merefleksikan peran diri di tengah lingkungan sosialnya.
4. Menunjukkan hasil pemahaman konsep pengetahuan dan pengasahan
keterampilannya dengan membuat karya atau melakukan aksi sosial.
C. Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
SMP/MTs/Program Paket B
Karakteristik IPS adalah perilaku sosial, ekonomi, dan budaya manusia di masyarakat dalam
konteks ruang dan waktu yang mengalami perubahan. Oleh karena itu, masyarakat menjadi
sumber
- PAGE
13 -
utama IPS. Perlu ditekankan bahwa materi-materi pembelajaran hanya kendaraan menuju
capaian pembelajaran. Artinya proses pembelajaran tidak berfokus utama pada penyelesaian
materi, tapi lebih kepada ketercapaian kompetensi. Penyelenggara pendidikan mempunyai
peluang untuk mengembangkan materi secara mandiri.
Pembahasan materi pembelajaran tidak disampaikan secara terpisah antara Geografi,
Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, namun harus terintegrasi sehingga pelajar mendapatkan
pemahaman dan keterampilan yang utuh yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran
abad ke-21. Adapun elemen serta ruang lingkup mata pelajaran IPS di SMP sebagai berikut:
Elemen Deskripsi
Pemahaman Mata pelajaran IPS terkait dengan pandangan bahwa IPS sebagai
materi pembelajaran yang berkaitan dengan fakta, konsep,
prosedur, dan metakognisi, maka cakupan materi dalam elemen
ini adalah:
1. Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu;
materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi
sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks
lokal dan regional, nasional, hingga global. Selain itu,
materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi
geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas
sosial, ekonomi, dan politik. Mempelajari konektivitas dan
interaksi tersebut mengasah kemampuan berpikir kritis
pelajar memahami efek sebab dan akibat.
2. Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara,
kerajaan, kolonial, awal kemerdekaan sampai dengan
sekarang;
Selain pengetahuan mengenai perkembangan kehidupan
masyarakat Indonesia, bagian ini menjadi sarana untuk
merefleksikan kondisi kehidupan masyarakat dari masa pra
aksara, Hindu, Budha, Islam, kolonialisme hingga
kemerdekaan untuk memunculkan semangat kebangsaan.
Materi ini juga menjadi sarana mengasah kesadaran untuk
berpikir dari berbagai perspektif berdasarkan perbedaan
historis, geografis, ekonomi, sosial dan budaya, serta
menggunakan pengetahuan tersebut untuk kehidupan masa
depan yang berkelanjutan.
3. Interaksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial;
materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas
- PAGE
13 -
Elemen Deskripsi
diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman
dan kelompok yang berbeda-beda, serta mempelajari dan
menjalankan peran sebagai warga Indonesia dan bagian dari
warga dunia ditinjau secara sosiologis, historis, geografis,
maupun sebagai pelaku ekonomi. Peserta didik mempelajari
tentang interaksi dan institusi sosial, peluang dan
tantangannya untuk mewujudkan pembangunan
keberlanjutan bagi kemaslahatan manusia dan bumi
4. Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya dan
berteknologi di era global;
materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta
negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik
menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya. Menganalisis faktor-faktor penyebab kelangkaan,
permintaan, penawaran, harga pasar, serta inflasi.
Mengidentifikasi peran lembaga keuangan, nilai, serta
fungsi uang. Mendeskripsikan pengelolaan, sumber-sumber
pendapatan dan pengeluaran keuangan keluarga, perusahaan
serta negara. Mengidentifikasi hak dan kewajiban dalam
jasa keuangan. Ruang lingkup ini menjadi salah satu ruang
untuk peserta berlatih membangun kesadaran dan
memberikan kontribusi ke masyarakat untuk memenuhi
kebutuhan hidup di tingkat lokal namun dalam perspektif
global.
Keterampilan Keterampilan Proses merupakan keseluruhan keterampilan
Proses ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang
dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep, prinsip, atau
teori untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya,
ataupun untuk melakukan penyangkalan terhadap suatu
penemuan (Indrawati dalam Trianto, 2008:72). Menurut
Mulyasa (2007:99), Pendekatan Keterampilan Proses merupakan
pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses belajar,
aktivitas, dan kreativitas peserta didik dalam memperoleh
pengetahuan, nilai dan sikap, serta menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Peserta didik perlu mengasah keterampilan berpikirnya sehingga
pembelajaran yang dialaminya bermakna. Hal ini hanya bisa
terjadi ketika peserta didik terlibat penuh dalam
pembelajarannya. Oleh karena itu, penting bagi peserta didik
untuk memiliki keterampilan inkuiri, yang menekankan
penyelidikan dan penemuan oleh peserta didik dalam
mempelajari IPS, sehingga ia bisa mencari tahu dan menemukan
solusi secara aktif
terkait perilaku sosial, ekonomi, dan budaya manusia
- PAGE
13 -
Elemen Deskripsi
di masyarakat dalam konteks ruang dan waktu yang mengalami
perubahan. Guru
perlu mempertimbangkan hal yang peserta
didik harap dapat ia pahami lebih dalam, pengetahuan yang
perlu ia miliki untuk mencapai hal tersebut, keterampilan apa
yang dapat diasah, karya atau aksi apa yang dapat dilakukan
peserta didik, serta karakter positif apa yang dapat diperkuat
dalam melakukan pembelajaran inkuiri. Hal ini untuk
mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang
berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat yang
berkebhinekaan global. Keterampilan berpikir inkuiri dimulai
dari mengajukan pertanyaan dan mengidentifikasi
masalah, mengumpulkan dan
mengelolainformasi, merencanakan dan
mengembangkan ide solusi, mengambil kesimpulan dan
merumuskan aksi, mencipta dan melaksanakan aksi,
mengomunikasikan dan merefleksikan. Siklus keterampilan
proses dijabarkan di bawah ini : Mengamati: Peserta didik
melakukan kegiatan yang dilaksanakan secara sengaja dan
terencana dengan maksud untuk mendapat informasi dari hasil
pengamatan. Pengamatan bisa dilakukan langsung atau
menggunakan instrumen lain.
1. Menanya: Peserta didik menyusun pertanyaan tentang hal-
hal yang ingin diketahuinya dan masalah apa yang
ditemukan. Pada tahap ini ia juga menghubungkan
pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang
akan dipelajari sehingga bisa menjelaskan permasalahan
yang sedang diselidiki dengan rumus 5W 1H (apa, siapa,
kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana), dan
memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban
atas pertanyaan.
2. Mengumpulkan Informasi: Peserta didik penyusunan
langkah-langkah
untuk mengumpulkan informasi
melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara,
observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi
lainnya.
3. Mengorganisasikan Informasi: Peserta didik memilih,
mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh.
Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
4. Menarik Kesimpulan: Peserta didik menjawab, mengukur
dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang
ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang
ditetapkan.
5. Mengomunikasikan: Peserta didik mengungkapkan seluruh
hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil
temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam
bentuk presentasi digital dan atau non
- PAGE
13 -
Elemen Deskripsi
digital, dan sebagainya.
6. Merefleksikan dan Merencanakan Proyek Lanjutan Secara
Kolaboratif
7. Peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang
telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara
kolaboratif.
D. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
SMP/MTs/Program Paket B Setiap Fase
Fase D (Umumnya untuk kelas VII - IX SMP/MTs/Program Paket B)
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan
memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan. Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap
pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling
berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik
juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang
terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara
maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah
isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H.
Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-jawaban
yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka,
studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan
- PAGE
13 -
penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan
menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara
verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan
seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-
digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan
hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan
dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara
kolaboratif.
Fase D berdasarkan elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman Konsep Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan
memiliki kesadaran akan keberadaan diri serta mampu
berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan
karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya
alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling
berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga
mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia
dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi
Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai
bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan
kontribusi yang positif.
Keterampilan Proses Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami dan
menerapkan materi
pembelajaran melalui pendekatan keterampilan
- PAGE
13 -
Elemen Capaian Pembelajaran
proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan
rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang
akan terjadi berdasarkan jawaban-jawaban yang ditemukan.
Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi,
kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan
mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan
menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan
permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan
seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam
bentuk media digital dan non- digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan
hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non
digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan
melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka
PPKn SMP Fase D Kelas 7