ALOHA
SOFTWARE
Hazard modeling software program for the CAMEO software suite, which is used widely to plan for and respond to
chemical/hazardous materials emergencies.
Created by Elisia Janet (122280033)
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
ALOHA SOFTWARE [Link]
09/[Link]
ALOHA (Areal Locations of Hazardous Atmospheres) adalah perangkat
lunak yang digunakan untuk memodelkan potensi pelepasan bahan kimia
atau zat berbahaya ke lingkungan. Dengan ALOHA, dapat dilakukan
estimasi zona ancaman terhadap berbagai jenis bahaya.
1. Awan gas beracun
[Link] gas mudah terbakar
[Link] (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion)
[Link] fire
[Link] fire
“North Dakota town evacuated after multiple [Link] awan uap (Vapor Cloud Explosion)
explosions from train carrying soybeans
derailed and was struck by train carrying
crude oil”
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
JENIS-JENIS BAHAYA
Awan gas beracun terbentuk ketika bahan kimia beracun bocor ke udara dan
Awan gas beracun
menyebar, membentuk zona paparan berbahaya.
Awan gas yang mudah terbakar terjadi ketika bahan kimia dengan sifat
Awan gas mudah
flammable (seperti metana, hidrogen, atau LPG) bocor ke udara dan dapat
terbakar
terbakar jika bertemu dengan sumber api.
BLVE (Boiling Liquid
Ledakan akibat cairan yang menguap secara cepat ketika tangki bertekanan
Expanding Vapour
mengalami kegagalan akibat pemanasan.
Explosion)
Kebakaran yang terjadi akibat keluarnya gas atau cairan mudah terbakar dari
Jet fire
lubang dengan tekanan tinggi, membentuk semburan api mirip obor.
Terjadi ketika cairan mudah terbakar tumpah dan menyala di atas permukaan
Pool fire
tanah atau air, membentuk genangan api.
Ledakan awan uap Terjadi ketika awan gas mudah terbakar mencapai konsentrasi yang cukup
(Vapor Cloud Explosion) dalam udara dan kemudian menyala, menyebabkan ledakan besar.
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
BUILDING TYPE
Untuk memperkirakan laju infiltrasi ke dalam gedung, ALOHA
mengharuskan Anda menentukan jenis bangunan atau nilai
tukar udara. (Nilai tukar udara adalah berapa kali per jam
volume udara di dalam gedung benar-benar digantikan oleh
udara luar baru saat pintu dan jendela ditutup)
a. Pilih jenis bangunan: gedung perkantoran tertutup, gedung berlantai
tunggal, atau gedung berlantai ganda.
b. Masukkan nilai tukar udara (sebagai jumlah pertukaran udara per
jam). Nilai tukar udara harus antara 0,01 dan 60 pertukaran udara per
jam.
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
CHEMICAL
Pilihan "Solutions" mengacu pada zat kimia yang dilarutkan dalam pelarut tertentu, biasanya air (aqueous solution). Contohnya,
Amonia (NH₃) sering digunakan dalam bentuk larutan amonia air (Aqueous Ammonia) daripada gas murni. Banyak bahan kimia
digunakan dalam bentuk larutan untuk keamanan dan kemudahan penanganan.
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
WIND SPEED & GROUND ROUGHNESS
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
CLOUD COVER
Clicking the radio button corresponding to 10
(complete cover), 7, 5 (partly cloudy), 3, or 0
(clear) tenths. (When you click on a radio
button, the corresponding tenths value
appears in the field at right.)
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
STABILITY CLASS
Atmosfer bergejolak pada waktu tertentu, tergantung pada jumlah radiasi matahari yang masuk serta faktor-faktor
lainnya. Ahli meteorologi telah menetapkan enam kelas stabilitas atmosfer (A-F), yang masing-masing mewakili tingkat
turbulensi yang berbeda di atmosfer.
ALOHA biasanya memilih Stability Class secara otomatis berdasarkan
data kecepatan angin dan kondisi atmosfer. Namun, ada situasi di mana
pengguna mungkin ingin mengganti Stability Class tersebut.
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
INVERSION & HUMIDITY
99% (wet), 75%, 50% (medium), 25%, or 5% (dry)
Dalam meteorologi, inversi suhu Non-inversi berarti tidak ada
(temperature inversion) terjadi lapisan inversi suhu di
ketika udara di lapisan atas atmosfer, sehingga udara
lebih hangat dibandingkan dapat bercampur secara
dengan udara di bawahnya. vertikal tanpa hambatan. Ini
Biasanya, udara di dekat merupakan kondisi normal di
permukaan bumi lebih hangat mana udara di dekat
dan naik ke atas, tetapi dalam permukaan lebih panas
kondisi inversi, udara dingin daripada udara di atasnya,
terperangkap di bawah udara menyebabkan gas atau
hangat, sehingga membatasi polutan yang dilepaskan ke
pencampuran udara secara udara lebih mudah naik dan
vertikal. menyebar ke atas.
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
SET UP SIMULATION
3. Tank (Ctrl + T)
Digunakan jika bahan kimia bocor dari tangki atau wadah
penyimpanan.
Contoh:
Kebocoran dari tangki penyimpanan klorin di laboratorium.
Katup pada tangki gas rusak dan melepaskan isinya ke udara.
Cocok untuk skenario kebocoran dari wadah yang memiliki
2. Puddle (Ctrl + U) tekanan internal.
1. Direct Release (Ctrl + D)
Digunakan jika bahan kimia
Digunakan jika bahan kimia 4. Gas Pipeline (Ctrl + I)
dalam bentuk cairan tumpah di
langsung dilepaskan ke udara Digunakan jika bahan kimia bocor dari pipa gas.
tanah atau permukaan lain.
tanpa hambatan. Contoh:
Contoh:
Contoh: Pipa gas LPG industri yang mengalami kebocoran di salah
Tumpahan amonia cair di lantai
Kebocoran gas langsung dari satu sambungan.
laboratorium.
pipa yang terputus. Cocok untuk skenario kebocoran dari sistem perpipaan gas
Bahan kimia cair yang bocor dari
Gas bertekanan tinggi yang bertekanan.
drum atau tangki, lalu menguap
langsung keluar tanpa wadah
secara perlahan.
penahan.
Cocok untuk bahan kimia yang
Cocok untuk simulasi pelepasan
menguap dari permukaan cairan
instan dengan volume besar.
yang terbuka.
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
TANK SIZE ORIENTATION & CHEMICAL STATE
Untuk menunjukkan kondisi bahan kimia
dalam tangki, pilih salah satu opsi berikut:
1. Tangki berisi cairan: Ada cairan dalam
tangki, meskipun hanya sedikit.
2. Tangki hanya berisi gas: Tangki hanya
berisi gas, tanpa ada cairan.
3. Tidak diketahui: Pilih opsi ini jika Anda
tidak mengetahui kondisi bahan kimia.
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
CASE STUDY
Pada hari Senin, 31 Maret 2025, pukul 13.00 WIB, mahasiswa Teknik Kimia sedang melakukan praktikum di
Laboratorium Teknik 2, Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Salah satu bahan kimia yang digunakan adalah gas
klorin (Cl₂) dalam bentuk gas yang disimpan dalam tangki bertekanan. Ketika mahasiswa melakukan prosedur
pengambilan sampel, terjadi kegagalan katup pengaman pada tangki akibat korosi yang tidak terdeteksi
sebelumnya. Akibatnya, gas klorin bocor melalui lubang kecil dengan diameter 0.5 cm dan mulai menyebar ke
lingkungan laboratorium. Klorin yang bocor berada dalam kondisi gas bertekanan dengan tekanan internal tangki
sebesar 6 atm dan suhu internal 28°C. Tangki penyimpanan memiliki volume 0.2 m³ dengan diameter 0.4 meter
dan panjang 1.5 meter. Menurut data dari BMKG, pada hari itu cuaca berawan dengan kelembaban udara sekitar
80%. Suhu udara tercatat sebesar 28°C dengan kecepatan angin mencapai 1.2 km/jam (≈ 0.33 m/s), bertiup dari
arah utara. Dengan kondisi ini, lingkungan sekitar laboratorium dikategorikan sebagai area urban dengan kondisi
stabilitas atmosfer kelas B, yang menunjukkan kondisi atmosfer yang relatif stabil dengan sedikit turbulensi.
Ketika gas klorin bocor, mahasiswa yang berada di sekitar lokasi mulai mengalami gejala seperti batuk, iritasi
mata, dan kesulitan bernapas. Dosen dan asisten laboratorium segera mengevakuasi mahasiswa serta
menghubungi tim keselamatan kampus. Dimanakah posisi perbatasan zona aman dan zona bahaya dari ledakan
bahan kimia tersebut? dan apa dampaknya
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 1 : MASUKKAN INFORMASI LOKASI
1. MENCARI & MEMASUKAN DATA LOKASI
klik toolbar location
Mencari letak astronomis lokasi kejadian
Mencari elevasi atau ketinggian diatas
permukaan laut yaitu pada 109 m Input data astronomis dan elevasi
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 1 : MEMASUKAN SITE DATA
2. MEMILIH BUILDING PARAMETER
Labtek 2 cenderung lebih dekat
ke kategori "unsheltered" dalam
simulasi ALOHA, sebab
beberapa penghalang (pohon
dan bangunan lain) tidak cukup
rapat untuk secara signifikan
menghambat aliran angin.
klik tool building type
3. MENGISI DATE & TIME “set a constant time” ALOHA
akan menganggap waktu tidak
berubah sepanjang simulasi.
“use internal clock” ALOHA
akan menggunakan jam
internal komputer untuk
mensimulasikan kejadian
klik tool Date & Time dalam waktu nyata.
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 1 : MEMASUKAN SITE DATA
4. CEK TEXT SUMMARY SITE DATA
Memastikan bahwa site data telah memenuhi, maka bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 2: LAKUKAN SET UP
1. ISI DATA CHEMICAL 2. ISI DATA ATMOSPHERIC
Klik user input
Memilih komponen yang akan disimulasikan
yaitu CHLORINE
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 2: LAKUKAN SET UP
*Tanda merah wajib di isi
Berdasarkan data dari BMKG, kecepatan angin yaitu berada di 0.63 m/s, serta angin datang dari Utara atau North. Vegetasi
alam yang termasuk ke dalam “urban or forest” serta berawan atau”5". Option 2 menyesuaikan dengan kondisi operasi
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 2: LAKUKAN SET UP
Hasil Summary Sementara
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 2: LAKUKAN SET UP
3. Set-Up Source Strenght
klik tool source lalu Tank
Masukan temperatur anggap chemical stored
nya pada ambient temperatur
Input diameter dan
lenght dari tanki
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 2: LAKUKAN SET UP
3. Set-Up Source Strenght
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 2: LAKUKAN SET UP
3. Set-Up Source Strenght
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 3: DISPLAY
1. klik tool threat zone pada tab display
Toxic Level of Concern (TLC) digunakan untuk
menentukan batas konsentrasi zat beracun di udara
berdasarkan Acute Exposure Guideline Levels (AEGLs).
AEGL (Acute Exposure Guideline Levels)
AEGL adalah pedoman untuk tingkat paparan akut
terhadap bahan kimia di udara dalam jangka waktu
tertentu (misalnya, 60 menit). Nilainya ditetapkan dalam
tiga tingkatan:
[Link]-1: Efek ringan dan reversibel (misalnya iritasi
→
Red Threat Zone (Zona Merah) AEGL-3 (60 min): 20 ppm
ringan).
→ Konsentrasi 20 ppm selama 60 menit bisa mematikan atau menyebabkan cedera serius.
[Link]-2: Efek serius yang bisa mengganggu
→
Orange Threat Zone (Zona Oranye) AEGL-2 (60 min): 2 ppm
kesehatan tetapi tidak menyebabkan kematian.
→ Konsentrasi 2 ppm selama 60 menit bisa menyebabkan efek serius tapi tidak fatal.
[Link]-3: Efek yang dapat menyebabkan kematian
→
Yellow Threat Zone (Zona Kuning) AEGL-1 (60 min): 0.5 ppm
atau cedera permanen.
→ Konsentrasi 0.5 ppm selama 60 menit bisa menyebabkan iritasi ringan.
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
AEGLS
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 3: DISPLAY
Penyebaran gas tampak terkonsentrasi ke arah
kanan, sesuai dengan arah angin (ditunjukkan
dengan panah).
Zona paling berbahaya (merah) memiliki cakupan
yang lebih kecil dibandingkan zona oranye dan
kuning, menunjukkan bahwa konsentrasi tinggi gas
hanya terjadi dekat dengan sumber bocoran.
Zona kuning (paling luas) menunjukkan bagaimana
gas menyebar dalam konsentrasi lebih rendah
namun masih bisa berdampak ringan pada
kesehatan.
Mari kita cek menggunakan MARPLOT...
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 4: SHARING
1. klik tool MARPLOT pada tab sharing
Klick MARPLOT dan Go To Map
Berikut Tampilan dari MARPLOT, untuk memunculkan mapsnya
secara online maka gunakan Basecamp berupa OpenStreetMap
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 4 : SHARING
Set Threat Point at click
Point
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 4 : SHARING
Set Source Point at click Point
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
LANGKAH 4 : SHARING
Titik pusat kebocoran (ditandai dengan simbol ungu berbentuk target) terjadi di dalam area Institut Teknologi
Sumatera (ITERA), dekat dengan bangunan utama.
Model Penyebaran
1. Warna merah yang mencakup LABTEK 2 menunjukkan zona paling berbahaya, dengan konsentrasi zat yang
cukup tinggi untuk menyebabkan efek langsung seperti gangguan pernapasan serius atau bahaya kebakaran.
2. Warna oranye mencakup LABTEK OZT dan sebagian kawasan kebun raya yang menunjukkan zona
berbahaya, di mana orang masih bisa mengalami efek kesehatan yang signifikan. Evakuasi masih
direkomendasikan, terutama bagi orang dengan gangguan pernapasan. Terdapat garis tipis yang mengapit
zona ancaman menunjukkan perkiraan variasi arah penyebaran gas akibat perubahan arah angin.
3. Warna kuning menunjukkan zona waspada, di mana tingkat zat berbahaya mulai menurun, tetapi masih dapat
menimbulkan efek ringan atau risiko jangka panjang. Dampak menyebar ke arah barat daya kampus,
mendekati perumahan warga. Wilayah terdampak meliputi jalan utama dalam kampus ITERA, area sekitar
embung di selatan ITERA, dan sebagian kecil pemukiman di barat daya kampus (Jalan Nangka & Gang
Makmur).
4. Lingkaran kuning besar mewakili batas luar dampak, yang masih memiliki potensi paparan dalam jumlah
kecil. Wilayah yang termasuk dalam lingkaran ini yaitu Jalan Mayor Jenderal Haji M. Ryacudu, Pemukiman
sekitar Jalan Nangka, Jalan Alian, dan Gang Makmur, Sebagian wilayah Kota Baru di bagian timur.
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]
THANKS
FOR ATTENTION
Institut Teknologi Sumatera Teknik Kimia [Link] [Link]