0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan12 halaman

Manajemen Self Care Stroke dan Kualitas Hidup

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara manajemen self care stroke dan kualitas hidup pasien pasca stroke di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Hasil menunjukkan bahwa kepatuhan berobat, nutrisi, tingkat stres, dan dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien pasca stroke, dengan p-value masing-masing 0,000. Penelitian ini menekankan pentingnya manajemen self care dalam meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke.

Diunggah oleh

mely purnadianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan12 halaman

Manajemen Self Care Stroke dan Kualitas Hidup

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara manajemen self care stroke dan kualitas hidup pasien pasca stroke di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Hasil menunjukkan bahwa kepatuhan berobat, nutrisi, tingkat stres, dan dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien pasca stroke, dengan p-value masing-masing 0,000. Penelitian ini menekankan pentingnya manajemen self care dalam meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke.

Diunggah oleh

mely purnadianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Penelitian Perawat Profesional

Volume 6 Nomor 1, Februari 2024


e-ISSN 2715-6885; p-ISSN 2714-9757
[Link]

MANAGEMENT SELF CARE STROKE TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN


PASCA STROKE
Andini Juniarti*, Kgs. M. Faizal, Rizky Meilando
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan, Institut Citra Internasional, Jl. Pinus I, Kacang Pedang,
Gerunggang, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33125, Indonesia
*andinijuniarti2020@[Link]

ABSTRAK
Stroke adalah gangguan sistem syaraf, disebabkan oleh gangguan peredaran darah di otak yang
disebabkan pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah. Pada penderita stroke akan mengakibatkan
penurunan kualitas hidupnya. Kualitas hidup pasien pasca stroke mengalami gangguan, tetapi jika
melakukan self care dengan baik akan meningkatkan kualitas [Link] penelitian ini untuk
mengetahui management self care stroke terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di Rumah Sakit
Bakti Timah Pangkalpinang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross-
sectional untuk mengetahui sebab akibat hubungan antara variabel independet dan dependent.
Variabel independet kepatuhan berobat, nutrisi, tingkat stres, dan dukungan keluarga,sedangkan
variabel dependent kualitas hidup pasien pasca stroke. Jumlah sampel sebanyak 65 orang dengan
teknik purposive sampling. Menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% (a =0,05).
Hasil penelitian ini diketahui hasil statistik pada management self care stroke terhadap kualitas hidup
pasien pasca stroke yang terdiri dari Kepatuhan berobat didapatkan nilai p value = 0,000, Nutrisi
didapatkan nilai p value = 0,000, Tingkat stres didapatkan nilai p value = 0,000 dan Dukungan
keluarga didapatkan nilai p value = 0,000 yang bearti ada hubungan terhadap kualitas hidup pasien
pasca stroke.

Kata kunci: dukungan keluarga; kepatuhan berobat; nutrisi; stroke; tingkat stres

STROKE SELF CARE MANAGEMENT ON THE QUALITY OF LIFE OF POST


STROKE PATIENTS

ABSTRACT
Stroke is a disorder of the nervous system, caused by blood circulation disorders in the brain caused
by rupture or blockage of blood vessels. In stroke patients, it will result in a decrease in the quality of
life. The quality of life of post-stroke patients is impaired, but if self-care is carried out properly it will
improve the quality of life. The aim of this study was to determine stroke self-care management on the
quality of life of post-stroke patients at Bakti Timah Hospital Pangkalpinang. This research is a
quantitative study with a cross-sectional method to determine the causal relationship between the
independent and dependent variables. The independent variables were medication adherence,
nutrition, stress levels, and family support, while the dependent variable was the quality of life of post-
stroke patients. The number of samples is 65 people with purposive sampling technique. Using the chi
square test with a degree of confidence of 95% (a = 0.05). The results of this study show that the
statistical results of stroke self-care management on the quality of life of post-stroke patients
consisting of adherence to treatment obtained a p-value = 0.000, nutrition obtained a p-value =
0.000, stress level obtained a p-value = 0.000 and family support obtained a value p value = 0.000
which means there is a relationship to the quality of life of post-stroke patients.

Keywords: family support; medication adherence; nutrition; stroke; stres level

261
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 1, Februari 2024
Global Health Science Group

PENDAHULUAN
Stroke adalah gangguan sistem saraf yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah di otak
yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah atau tersumbatnya pembuluh darah di otak
(Maria, 2021). Stroke penyebab kematian kedua di dunia dan kematian keenam bagi
penyandang disabilitas, stroke disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah atau kegagalan
vaskularisasi jaringan otak, yang dapat mempengaruhi fungsi motorik, fungsi sensorik, saraf
kranial (Katan & Luft 2018). Prevalensi pasien pasca stroke di seluruh dunia menurut data
WHO (World Health Organization) mendata kejadian stroke sebanyak 13,7 juta kasus orang
di seluruh dunia, dan menyebabkan lebih dari 5 juta kematian. pada tahun 2020, sekitar 11%
dari total kematian atau sekitar 6 juta kasus dari 55,4 juta kematian diseluruh dunia. Dan
sekitar 70% stroke, 87% kematian dan kecacatan terkait stroke terjadi di negara
berpenghasilan rendah. dan di negara berpenghasilan menengah dibandingkan dengan negara
berpenghasilan tinggi, stroke di China mencapai 1,8% di pedesaan dan 9,4% di perkotaan.
Seluruh dunia, China merupakan negara dengan kejadian stroke yang tinggi, dengan 19,9%
dari seluruh kematian di China dan negara-negara di Afrika dan Amerika Utara (Mutiarasari,
2019).

Data berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian stroke di
Indonesia pada tahun 2013 berdasarkan diagnosis medis diperkirakan sebesar 7%, Sedangkan
angka kejadian stroke berdasarkan diagnosis medis pada tahun 2018 sebesar 12,4%. Data
stroke berdasarkan diagnosis medis pada tahun 2013 meningkat 5,4% pada tahun 2018.
Berdasarkan Data menurut usia stroke angka tertinggi adalah pada usia di atas 75 tahun
sebesar 50, 2%, pada usia 65-74 tahun sebesar 45,3%, pada usia 55-64 tahun sebesar 45,3%,
pada usia 45-54 tahun sebesar 14,2%, pada usia 35-44 tahun sebesar 3,7%, pada usia 25-34
sebesar 1,4%, pada usia 15-24 sebesar 0,6%. Selain itu, mayoritas penderita stroke tinggal di
perkotaan sebesar 63,9%, sedangkan 36,1% tinggal di pedesaan. Prevalensi stroke di Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung berada ke 9 di indonesia yaitu sebesar 12,6% ( Riskesdas, 2018).

Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung menunjukkan data sepuluh besar, dan data
tersebut menunjukkan bahwa stroke menempati urutan keenam, Pada tahun 2020 penderita
stroke iskemik sebanyak 171 orang, sedangkan penderita stroke hemoragik sebanyak 403
orang. Pada tahun 2021 pasien stroke iskemik menurun sebanyak 29 orang, sedangkan pasien
stroke hemoragik sebanyak 44 orang (Dinkes Provinsi Babel, 2021). Sedangkan data di
Pangkalpinang pada tahun 2020 penderita stroke iskemik 48 orang, sedangkan penderita
stroke hemoragik sebanyak 60 orang. Pada tahun 2021 penderita stroke iskemik menurun
sebanyak 3 orang, sedangkan penderita stroke hemoragik sebanyak 17 orang (Dinkes Provinsi
Babel, 2021). Data prevalensi Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang, pada tahun 2020
jumlah penderita stroke iskemik sebanyak 55 orang, sedangkan jumlah penderita stroke
hemoragik sebanyak 184 orang. Pada tahun 2021 jumlah penderita stroke iskemik bertambah
sebanyak 66 orang, sedangkan jumlah penderita stroke hemoragik menurun sebanyak 119
orang. Pada tahun 2022 stroke iskemik bertambah sebanyak 68 orang, sedangkan stroke
hemoragik menurun sebanyak 115 orang (Rekmed RSBT, 2022).

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan pada pasien stroke, sebagian besar disabilitas
stroke disebabkan oleh perubahan pada jaringan otak, yang membuat sulit untuk melakukan
aktivitas sehari-hari, menyebabkan gangguan mental dan emosional, menurunkan
produktivitas, dan menurunkan kualitas hidup (Carodartal dan Egido, 2014). Kualitas hidup
adalah persepsi seseorang tentang posisi hidupnya dalam kaitannya konteks budaya, sistem
nilai di mana individu hidup, sementara kaitannya dengan harapan, tujuan dan standar
ditetapkan oleh individu. Kualitas hidup yang berhubungan kesehatan seseorang terhadap

262
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 1, Februari 2024
Global Health Science Group

aktivitas dan persepsi kesehatan mereka di berbagai bidang kehidupan (Zhu & Jiang, 2018).
Menurut Hariandja (2013), Penderita stroke dapat membuat mereka bergantung satu sama lain
untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, mandi, berpakaian dan lainnya.
Hilangnya kemandirian dan mobilitas pada pasien stroke dapat mempengaruhi kualitas hidup
mereka.

Self care merupakan kemampuan seseorang untuk meningkatkan kualitas hidup dan
menurunkan kekambuhan, Tujuan dari management self care adalah mengubah kebiasaan
perilaku pasien untuk meningkatkan kualitas hidup. Kualitas hidup merupakan ukuran
konseptual dan dipergunakan pada penyakit kronis menjadi cara untuk mengevaluasi efek
pengobatan bagi individu (Pletcher, 2015). Menurut hasil survei awal yang telah dilakukan
peneliti pada hari senin tanggal 06 februari 2023 yang di lakukan di RSBT Pangkalpinang
melalui wawancara singkat terhadap perawat diruang Syofa, di dapatkan bahwa masih tinggi
yang mengalami pasca stroke terhadap pola makan yang tidak teratur, dan pasien mengalami
kesulitan dalam melakukan aktifitas tidak seperti biasanya terhadap penyakit stroke, yang
menyebabkan menurunnya kualitas hidup pasien pasca stroke. Berdasarkan latar belakang di
atas ,peneliti merumuskan masalah pene;itian yaitu “ Apakah ada hubungan management self
care stroke terhadapkualitas hidup pasien pasca stroke di rumah sakit bakti timah
pangkalpinang tahun 2023?”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan management self care stroke terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di rumah
sakit bakti timah pangkalpinang tahun 2023.

METODE
Jenis penelitian ini adalah penelitian yang di lakukan pada penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yaitu jenis penelitian yang cara pendekatan
dengan pengumpulan data sekaligus dalam suatu saat, artinya subjek penelitian hanya
diobservasi sekali saja (Nursalam, 2018). Variabel dependent kualitas hidup pasien pasca
stroke sedangkan variabel independent adalah tingkat kepatuhan berobat, nutrisi, tingkat stres
dan dukungan keluarga. Sehingga peneliti ingin melihat apakah ada hubungan dari kedua
variabel. Sampel yang digunakan yaitu pasien pasca stroke yang memenuhi kriteria untuk
dijadikan sampel, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 orang dengan menggunakan
Teknik penarikan sampel yaitu teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan
teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu oleh peneliti di rumah sakit bakti
timah pangkalpinang tahun 2023.

HASIL
Tabel 1.
Distribusi Frekuensi Karakteristik Demografi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin (n=65)
Jenis Kelamin f %
Laki-laki 31 47,7
Perempuan 34 52,3
Tabel 1 menunjukan bahwa responden berjenis kelamin perempuan berjumlah 34 orang
(52,3%) lebih banyak dibandingkan dengan pasien berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah
31 orang (47,7 %).
Tabel 2
Distribusi Frekuensi Karakteristik Demografi Responden Berdasarkan Usia (n=65)
Usia f %
Dewasa ( 15-45 tahun) 13 80,0
Lansia ( >45 tahun) 52 20,0

263
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 1, Februari 2024
Global Health Science Group

Tabel 2 menunjukan bahwa responden lansia berjumlah 52 orang (20,0%) lebih banyak
dibandingkan dengan dewasa berjumlah 13 orang (80,0%).

Tabel 3.
Distribusi Frekuensi responden berdasarkan kepatuhan berobat (n=65)
Kepatuhan Berobat f %
Tidak Patuh 35 53,8
Patuh 30 47,7
Tabel 3 menunjukan bahwa responden dengan kepatuhan berobat yang tidak patuh berjumlah
35 orang (53,8 %) lebih banyak dibandingkan dengan kepatuhan berobat yang patuh
berjumlah 30 orang (47,7%).

Tabel 4.
Distribusi Frekuensi responden berdasarkan nutrisi (n=65)
Nutrisi f %
Kurang Baik 34 52,3
Baik 31 47,7
Tabel 4 menunjukan bahwa responden dengan nutrisi yang kurang baik berjumlah 34 orang
(52,3 %) lebih banyak dibandingkan dengan nutrisi yang baik berjumlah 31 orang (47,7%).

Tabel 5.
Distribusi Frekuensi responden berdasarkan tingkat stres (n=65)
Tingkat Stres f %
Kurang Baik 34 52,3
Baik 31 47,7
Tabel 6 menunjukan bahwa responden dengan tingkat stres yang kurang baik berjumlah 34
orang (52,3 %) lebih banyak dibandingkan dengan tingkat stres yang baik berjumlah 31 orang
(47,7%).

Tabel 6.
Distribusi Frekuensi responden berdasarkan dukungan keluarga (n=65)
Dukungan Keluarga f %
Kurang Baik 37 56,9
Baik 28 43,1
Tabel 6 menunjukan bahwa responden dengan dukungan keluarga yang kurang baik
berjumlah 37 orang (56,9 %) lebih banyak dibandingkan dengan dukungan keluarga yang
baik berjumlah 28 orang (43,1%).

Tabel 7.
Distribusi Frekuensi responden berdasarkan dukungan keluarga (n=65)
Kualitas Hidup f %
Kurang Baik 37 56,9
Baik 28 43,1
Tabel 7 menunjukan bahwa responden dengan kualitas hidup yang kurang baik berjumlah 37
orang (56,9 %) lebih banyak dibandingkan dengan kualitas hidup yang baik berjumlah 28
orang (43,1%).

264
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 1, Februari 2024
Global Health Science Group

Tabel 8
Hubungan Antara Kepatuhan Berobat terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke (n=65)
Kualitas Hidup
Kepatuhan Kurang baik Baik Jumlah P POR
Berobat f % f % f % (95% CI)
Tidak Patuh 32 91,4 3 8,6 35 100 0,000 53,333(11,618-
Patuh 5 16,7 25 83,3 30 100 244,822)
Tabel 8 diketahui bahwa pada pasien pasca stroke yang memiliki kualitas hidup yang kurang
baik dengan kepatuhan berobat yang tidak patuh berjumlah 32 orang (91,4%), lebih banyak
dibandingkan dengan kepatuhan berobat yang patuh. Sedangkan pada pasien pasca stroke
yang memiliki kualitas hidup baik dengan kepatuhan berobat yang patuh berjumlah 25 orang
(83,3%), lebih banyak dibandingkan dengan kepatuhan berobat yang tidak patuh. Dari hasil
uji statistik Chi Square antara kepatuhan berobat dengan kualitas hidup pasien pasca stroke
didapatkan nilai p-value (0,000) < a (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara
kepatuhan berobat terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di rumah sakit bakti timah
Pangkalpinang tahun [Link] analisa lebih lanjut didapatkan hasil POR= 53,333 (95%CI=
11,618-244,822) yang bearti pasien pasca stroke dengan kepatuhan berobat yang tidak patuh
memiliki kecenderungan sebesar 53,333 kali memiliki kualitas hidup yang kurang baik
dibandingkan pasien pasca stroke dengan kepatuhan berobat yang patuh.

Tabel 9.
Hubungan antara nutrisi terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke (n=65)
Kualitas Hidup
Nutrisi Kurang baik Baik Jumlah P POR
f % f % f % (95% CI)
Kurang Baik 32 91,4 2 5,9 34 100 0,000 83,200(14,905-
Baik 5 16,7 26 83,9 31 100 464,419)
Tabel 9 diketahui bahwa pada pasien pasca stroke yang memiliki kualitas hidup yang kurang
baik dengan nutrisi yang kurang baik berjumlah 32 orang (94,1%), lebih banyak
dibandingkan dengan nutrisi yang baik. Sedangkan pada pasien pasca stroke yang memiliki
kualitas hidup baik dengan nutrisi yang baik berjumlah 26 orang (83,9%), lebih banyak
dibandingkan dengan nutrisi yang kurang baik. Dari hasil uji statistik Chi Square antara
nutrisi terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke didapatkan nilai p-value (0,000) < a (0,05),
sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara nutrisi terhadap kualitas hidup pasien pasca
stroke di rumah sakit bakti timah Pangkalpinang tahun 2023. Hasil analisa lebih lanjut
didapatkan hasil POR= 83,200 (95%CI= 14,905-464,419) yang bearti pasien pasca stroke
dengan nutrisi buruk memiliki kecenderungan sebesar 83,200 kali memiliki kualitas hidup
yang kurang baik dibandingkan pasien pasca stroke dengan nutrisi yang baik.

Tabel 10.
Hubungan antara tingkat stres terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di Rumah Sakit
Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2023 (n=65)
Kualitas Hidup
Tingkat stres Kurang baik Baik Jumlah P POR
f % f % f % (95% CI)
Kurang Baik 32 94,1 2 5,9 34 100 0,000 83,200(14,905
Baik 5 16,1 26 83,9 31 100 -464,419)
Tabel 10 Diketahui bahwa pada pasien pasca stroke yang memiliki kualitas hidup yang
kurang baik dengan tingkat stres yang kurang baik berjumlah 32 orang (94,1%), lebih banyak

265
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 1, Februari 2024
Global Health Science Group

dibandingkan dengan tingkat stres yang baik. Sedangkan pada pasien pasca stroke yang
memiliki kualitas hidup baik dengan tingkat stres yang baik berjumlah 26 orang (83,9%),
lebih banyak dibandingkan dengan tingkat stres yang kurang baik. Dari hasil uji statistik Chi
Square antara tingkat stres terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke didapatkan nilai p-
value (0,000) < a (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara tingkat stres
terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di rumah sakit bakti timah Pangkalpinang tahun
[Link] analisa lebih lanjut didapatkan hasil POR= 83,200 (95%CI= 14,905-464,419)
yang bearti pasien pasca stroke dengan tingkat stres kurang baik memiliki kecenderungan
sebesar 83,200 kali memiliki kualitas hidup yang kurang baik dibandingkan pasien pasca
stroke dengan tingkat stres yang baik.

Tabel 11.
Hubungan antara dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke (n=65)
Kualitas Hidup
Dukungan Kurang baik Baik Jumlah P POR
Keluarga f % f % f % (95% CI)
Kurang Baik 29 85,3 5 14,7 34 100 0,000 16,675(4,8
Baik 8 25,8 23 74,2 31 100 05-57,863)
Tabel 11 diketahui bahwa pada pasien pasca stroke yang memiliki kualitas hidup yang kurang
baik dengan dukungan keluarga yang kurang baik berjumlah 29 orang (85,3%), lebih banyak
dibandingkan dengan dukungan keluarga yang baik. Sedangkan pada pasien pasca stroke
yang memiliki kualitas hidup baik dengan dukungan keluarga yang baik berjumlah 23 orang
(74,2%), lebih banyak dibandingkan dengan dukungan keluarga yang kurang baik. Dari hasil
uji statistik Chi Square antara dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke
didapatkan nilai p-value (0,000) < a (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara
dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di rumah sakit bakti timah
Pangkalpinang tahun 2023. Hasil analisa lebih lanjut didapatkan hasil POR= 16,675 (95%CI=
4,805-57,863) yang bearti pasien pasca stroke dengan dukungan keluarga kurang baik
memiliki kecenderungan sebesar 16,675 kali memiliki kualitas hidup yang kurang baik
dibandingkan pasien pasca stroke dengan dukungan keluarga yang baik.

PEMBAHASAN
Hubungan Kepatuhan Berobat terhadap Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke
Kepatuhan berobat merupakan suatu hal yang penting agar dapat mengembangkan rutinitas
(kebiasaan) yang dapat membantu dalam mengikuti jadwal yang kadang kala rumit dalam
kegiatan sehari-hari. Kepatuhan membutuhkan dukungan agar menjadi biasa dengan
perubahan. Dengan mengatur, meluangkan waktu dan kesempatan yang dibutuhkan untuk
menyesuaikan diri. Kepatuhan terjadi bila aturan berobat yang telah dianjurkan diikuti dengan
baik (Siregar, 2016). Hubungan kepatuhan berobat terhadap kualitas hidup pasien pasca
stroke di rumah sakit bakti timah pangkalpinang didapatkan hasil penelitian menunjukkan
bahwa nilai p-value 0,000 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 53,333. Hasil ini
menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan berobat terhadap
kualitas hidup pasien pasca stroke di rumah sakit bakti timah pangkalpinang tahun 2023.
Hasil penelitian ini sejalan dengan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hidayati (2021)
yang menunjukkan adanya hubungan kepatuhan berobat terhadap kualitas hidup pasien pasca
stroke (p-value = 0,000). Hasil penelitian ini juga di dukung oleh penelitian yang dilakukan
oleh Cahyani (2018) dimana hasil yang di peroleh setelah di lakukan analisis adalah p value
0,000 yang mengatakan kepatuhan berobat menjadi hal penting bagi pasien pasca stroke

266
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 1, Februari 2024
Global Health Science Group

dalam proses pengobatan rehabilitas yang bertujuan untuk memaksimalkan kemandirian


fungsional padapasien pasca stroke yang menderita kecacatan akibat stroke.

Berdasarkan hasil penelitian dan teori-teori terkait,dapat disimpulkan bahwa kepatuhan


berobat faktor yang sangat penting terutama pada pengobatan dalam jangka panjang.
Kepatuhan pasien dalam berobat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan, memiliki
hubungan yang sangat penting terhadap kualitas hidup pasien stroke, bahwa kepatuhan
berobat merupakan salah satu faktor yang sangat dibutuhkan dalam mengontrol kesehatan.
Dalam hal pengobatan meliputi perlakuan mengenai gaya hidup seperti diet, istirahat, dan
olahraga serta mengkomsumsi obat yang harus dikomsumsi, jadwal waktu minum obat serta
kapan harus berkunjung untuk melakukan kontrol. Ketidakteraturan berobat pasien menjadi
salah satu faktor risiko terjadinya pasca stroke, sebagian besar penderita stroke yang telah
sembuh merasa puas dengan kesembuhan yang dirasakan. Sehingga penderita tidak
melakukan pengobatan secara teratur untuk mengontrol faktor risiko yang dimiliki yang dapat
menyebabkan terjadi serangan stroke berulang.

Hubungan Nutrisi terhadap Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke


Nutrisi adalah pengaturan pola makan atau sering disebut juga dengan terapi nutrisi yang
merupakan bagian penting dalam mengontrol tekanan darah, anjuran nutrisi bagi penderita
stroke hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum yaitu makanan yang
seimbang, dan memenuhi kebutuhan kalori dan gizi setiap individu yang bertujuan mengatur
metabolisme sehingga tekanan darah tetap normal (Rihiantoro, 2017). Nutrisi pada pasien
pasca stroke berkaitan dengan kadar kolesterol, peningkatan kadar kolesterol pada pasien
pasca stroke akan menyebabkan kerusakan dan pengerasan pada pembuluh darah sehingga
mengalami penyumbatan dalam darah sehingga terjadinya stroke (Kasron, 2015). Hubungan
nutrisi terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di rumah sakit bakti timah pangkalpinang
didapatkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value 0,000 dengan nilai koefisien
korelasi sebesar 83,200. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara
nutrisi terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di rumah sakit bakti timah pangkalpinang
tahun 2023.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ramadhani (2015) yang
menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,003< a 0,05 dapat disimpulkan adanya hubungan
signifikan antara nutrisi terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke. Nutrisi memegang peran
penting bagi penderita stroke,bagi pasien yang tidak bisa mengatur pola makan dengan baik.
Hasil penelitian ini juga di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Wulandari (2020)
hubungan nutrisi terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di RSUD Ahmad Yani Kota
Metro. Hasil analisa yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,004 < 0,05 dapat
disimpulkan ada hubungan signifikan antara nutrisi terhadap kualitas hidup pasien pasca. Hal
ini menunjukkan faktor makanan juga merupakan faktor utama yang bertanggung jawab
sebagai penyebab stroke, banyak makanan yang mengandung garam dalam bahan makanan
dapat memicu hipertensi. Selain itu, makanan yang kandungan lemak yang berlebihan dalam
darah dapat menyebabkan kolesterol pada dinding pembuluh darah.

Berdasarkan hasil penelitian dan teori-teori terkait,dapat disimpulkan bahwa nutrisi sangat
mempengaruhi seseorang yang mengalami stroke. Apabila seseorang yang tidak pernah
mengatur nutrisi terutama pada asupan garam maka dapat menyebabkan tekanan darah yang
tidak normal. Jika keadaan ini dibiarkan terus-menerus tanpa adanya tindakan yang dapat
menurunkan tekanan darah seperti mengurangi komsumsi garam yang berlebihan dan
menghindari makanan yang berlemak tinggi maka akan menyebabkan peningkatan tekanan

267
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 1, Februari 2024
Global Health Science Group

darah dan akhirnya akan terjadinya stroke. Nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan
sebaiknya mengkonsumsi protein dari ikan, dan konsumsi buah-buahan serta sayuran yang
berserat untuk meningkatkan metabolisme, hal ini berpengaruh besar terhadap kualitas hidup
pasien stroke.

Hubungan Tingkat Stres terhadap Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke


Tingkat stres merupakan gangguan emosi yang paling sering ditemukan pada pasien stroke,
selain gejala kelainan saraf ditemukan adanya gangguan mental emosional salah satunya
tingkat stres. Gejala tersebut sebagai akibat gangguan penyesuain karena ketidakmampuan
fisik dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hubungan tingkat stres terhadap kualitas hidup
pasien pasca stroke di rumah sakit bakti timah pangkalpinang didapatkan hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai p-value 0,000 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 83,200. Hasil
ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres terhadap kualitas
hidup pasien pasca stroke di rumah sakit bakti timah pangkalpinang tahun 2023. Hasil
penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yesi Arianti (2019) yang
menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,000< a 0,05 dapat disimpulkan adanya hubungan
signifikan antara tingkat stres terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke. Stres pada pasien
pasca stroke disebabkan karena kecemasan dan ketidakmampuan fisik dalam melakukan
aktivitas sehari-hari, hal ini menyebabkan pasien pasca stroke menjadi merasa dirinya tidak
berguna karena banyaknya keterbatasan yang ada dalam diri pasien pasca stroke akibat
penyakitnya sehingga terjadi stres dan mempengaruhi kualitas hidupnya.

Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hartanti (2018) tentang
hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hidup pasien stroke penelitian dilakukan di
wilayah kerja puskesmas wonopringgo. Hasil analisa yang diperoleh menunjukkan bahwa
nilai p-value = 0,001 < 0,05 dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara tingkat stres
terhadap kualitas hidup pasien pasca. Tingkat stres merupakan salah satu faktor yang
menyebabkan rendahnya kualitas hidup pasien pasca stroke, depresi pasca stroke
berhubungan dengan peningkatan kecacatan dan hasil fungsional dan kognitif yang buruk
sehingga memiliki dampak negatif pada proses rehabilitasi dan dapat mempengaruhi kualitas
hidup pasien pasca stroke. Berdasarkan hasil penelitian dan teori-teori terkait,dapat
disimpulkan bahwa tingkat stres sangat mempengaruhi kesehatan, dampak dari tingkat stres
pasien pasca stroke yang ditimbulkan menurunnya kualitas hidup karena merasa tidak
berguna dimana semua pemenuhan kebutuhan hidupnya tergantung pada orang lain. Pasien
pasca stroke mengalami stres akibat perburukan kondisi dan kecacatan yang dialami, sehingga
munculnya perasaan cemas, depresi terhadap kondisinya. Oleh karena itu,dengan adanya stres
pada diri pasien stroke bisa menurunkan kualitas hidup, pada penderita yang tidak mengalami
stres, pasien mengetahui cara manajemen stres sederhana, seperti istirahat yang cukup, sering
mengontrol tekanan darah. Hal ini cukup membantu pasien sroke dalam meningkatkan
kualitas hidupnya.

Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke


Dukungan keluarga adalah sikap penerimaan keluarga terhadap individu atau anggota lain.
Dukungan keluarga mempunyai dampak pada kesehatan dan mental individu. Dukungan yang
diberikan kepada anggota keluarga dalam keadaan sehat maupun sakit mempengaruhi kualitas
hidup karena timbul rasa dihargai dan [Link] keluarga berperan penting
dalam mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan untuk tindakan yang tepat bagi
keluarga. Dukungan keluarga yang minimum dalam kehidupan akan mengakibatkan
penurunan kesehatan dan mempengaruhi kualitas hidup (Mirza, 2017). Hubungan dukungan
keluarga terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di rumah sakit bakti timah

268
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 1, Februari 2024
Global Health Science Group

pangkalpinang didapatkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value 0,000 dengan
nilai koefisien korelasi sebesar 16,675. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang
signifikan antara dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di rumah
sakit bakti timah pangkalpinang tahun 2023.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Helmaging (2017) yang
menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,000< a 0,05 dapat disimpulkan adanya hubungan
signifikan antara dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke. Penelitian
ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ludiana (2020) tentang hubungan
dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di wilayah kerja puskesmas
banjarsari metro. Hasil analisa yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,000 <
0,05 hasil korelasi pearson didapatkan nilai sebesar 0,774 menggunakan uji person product
moment dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga terhadap
kualitas hidup pasien pasca stroke. Keluarga merupakan orang terdekat yang berinteraksi
dengan pasien pasca stroke sehingga dukungan keluarga sangat penting dalam upaya
memberikan berbagai dukungan untuk menciptakan rasa aman dalam aktivitas sehari-hari
dalam meningkatkan kualitas hidup.

Berdasarkan hasil penelitian dan teori-teori terkait,dapat disimpulkan bahwa dukungan


keluarga merupakan sebuah perjalanan kehidupan dalam memberikan manfaat upaya
meningkatkan kesehatan keluarga, berbagai gejala pasca stroke baik fisik maupun psikis
ketidakmampuan dalam beraktivitas sehari-hari. Kebutuhan akan dukungan keluarga jumlah
dari dukungan yang diterima pasien stroke menjadi perhatian penting, karena keluarga adalah
peran penting bagi pasien stroke dalam menentukan kesejahteraan dan keamanan, dukungan
keluarga memberikan empat dukungan bagi pasien stroke, yaitu dukungan emosional,
instrumental, penghargaan, dan informasional berhubungan dengan kualitas hidup pasien
pasca stroke.

SIMPULAN
Ada hubungan antara kepatuhan berobat, nutrisi, tingkat stres, dukungan keluarga terhadap
kualitas hidup pasca stroke dirumah sakit bakti timah Pangkalpinang tahun 2023

DAFTAR PUSTAKA
Ainal, M., & Junaidi Iskandar. (2019). Incidence And 10-Year Survival Of Intracerebral
Hemorrhage In A Population-Based Registry,Stroke.
Arwani dkk. (2015). Kualitas Hidup Penderita Strok Fase Rehabititasi di Semarang.
Http://[Link].
Afandi, A. T. & E. H. K. (2017). Efektivitas Self Efficacy Terhadap Kualitas Hidup Klien
dengan Diagnosa Penyakit Kronik. 23–30. Retrieved from
[Link]
Azizah, R., & Hartanti, R. D. (2016). Hubungan Antara Tingkat Stress dengan Kualitas Hidup
pasien stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Pekalongan. Jurnal
Universyty Reseach Coloquium, 261–278.
Amir, N (2017). Luaran (Outcome) Terapi pada Gangguan Depresi Mayor. CDK-190 Vol. 39
No.2:92- 96
Balitbangkes. (2018). Hasil Utama RIDKESDAS 2018. In Kementrian Kesehatan Republik

269
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 1, Februari 2024
Global Health Science Group

Indonesia (Vol. 1).


Bakara, M. D., & Warsito, S. (2016). Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif Terhadap
Rentang Sendi Pasien Pasca Stroke Exercise Range of Motion (ROM) Passive To
Increase Joint Range of Post-Stroke Patients. Idea Nursing Journal, VII(2), 12–18.
Brillianti, P. A. (2016). Hubungan Self- Management Dengan Kualitas Hidup Pasien
Pascastroke di Wilayah Puskesmas Pisangan Ciputat.
Boger, Emma Joanne. (2015). Self- Management Following Stroke: Concept and
Measurement. Disertasi Program Doktor Filosofi Universitas Southampton
Chalik, R., Ahmad, T., & Hidayati. (2021). Kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pada
pasien stroke rawat jalan di rumah sakit x kota makassar. Media Farmasi, XVII(1), 85–
89.
Cahyani, F. M. (2018). Hubungan Kepatuhan Rehabilitasi Terhadap Tercapainya Target
Terapi Pasien Stroke di Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta. Journal of Pharmaceutical
Science and Medical Reseaarch (PHARMED), 1(2), 10–16.
Dinkes BaBel. (2020). Data Profil Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Esti, Amira. (2020). Buku Ajar Keperawatan keluarga Askep Stroke. Padang:Pustaka Galeri
Mandiri
Fryer, C. E.,Luker , J. A.,McDonnell, M. N.,Hiller, S. L.(2016). Self
ManagementProgrammes for Quality of Life in People With Stroke (Review).Cochrane
Corner Stroke, 47(12), e266-e267
Friedman, M.M.,&Bowden, V.R. (2015). Buku Ajar Keperawatan Keluarga :Riset, Teori, &
Praktik. Jakarta :EGC
Handayani, F. (2018). Self Management Pada Pasien Stroke. In Prosiding Seminar Nasional
keperawatan 2018. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
[Link] [Link]
Hariandja, J. (2015). Identifikasi Kebutuhan Akan Sistem Rehabilitasi Berbasis Teknologi
Terjangkau Untuk Penderita Stroke di Indonesia. 0–31.
Hafdia, A. N. A., Arman, Alwi, M. K., & Asrina, A. (2018). Analisis Kualitas Hidup Pasien
Pasca Stroke Di Rsud Kabupaten Polewali Mandar. Sinergitas Multidisiplin Ilmu
Penggetahuan Dan Teknologi, 1(April), 111–118.
Helmading., dkk.(2017). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Quality Of life (QOL) Pada
Kejadian Stroke. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 7, (2), 147- 148.
Hawari. D. (2019). Management stres, cemas dan depresi terhadap pasien stroke Jakarta:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Ikawati, Zullies & Anurogo, Dito. (2018). Tata Laksana Terapi Penyakit Sistem Syaraf Pusat.
Yogyakarta : Bursa Ilmu.
Kumar, G., Majundar, A., & PAvitra,G. (2015). Quality of life (QOL) and its associated
faktor using WHOQOL - BREEF among elderly in Urban Poducherry,India. Original

270
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 1, Februari 2024
Global Health Science Group

Articel, 8 (1), 54-57.


Kristiyawati, S.P. (2019). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stroke di
Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum [Link] Keperawatan dan Kebidanan
1(1):1-7.
Karim, U. N., & Lubis, E. (2017). Kualitas Hidup Pasien Stroke dalam Perawatan Palliative
Homecare. Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, 5(1), 42.
[Link]
Katan, M., & Luft, A. (2018). Global Burden of Stroke. Seminars in Neurology, 38(2), 208–
Ludiana, & Supardi. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien
Pasca Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarsari Metro. Jurnal Wacana Kesehatan,
5, (1), 509
Marviana, E. (2020). Hubungan Self- Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca
Stroke Di RSUD Encik Mariyam Tahun 2020. Enhancement: Journal of Health Science
Awal Bros Batam, 2(1). [Link]
Maria, Insana. (2021). Asuhan keperawatan Diabete Mellitus dan Asuhan
[Link]: [Link]://[Link]/10.1055/s-0038-
1649503
Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: pendekatan Praktis. (P. P.
lestari,Ed.) (4th ed.).JAkarta:Salemba Medika.
Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: pendekatan Praktis. (P. P.
lestari,Ed.) (4th ed.).JAkarta:Salemba Medika.
Naziya, Suharyanto., Toto, Pratiwi., IA. (2019). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan
Kemampuan Perawatan Diri (Self care) Pasien Dengan Stroke Non Hemoragik Di
Ruang Rawat Inap RS Islam Jakarta Cempaka Putih Tahun [Link] Ilmu
Keperawatan Dan Kebidanan Nasional. Vol,1. No,1.
Purwanti, O. S. (2016). Rehabilitasi Klien Pasca Stroke Okti Sri Purwanti Arina Maliya
Abstract Keywords : post stroke client , earlier mobilization . Rehabilitasi Pasien Pasca
Stroke ( Okti Sri Purwanti dan Arina Maliya ). Berita Ilmu Keperawatan, 1 no 1, 46.
Pletcher. (2015). Stroke In Indonesia: A First Large Prospective Hospital-Based Study Of
Acute Stroke In 28 Hospitals In Indonesia
Rahmawati, D. (2019). Gambaran Self- Management Pada Pasien Stroke Yang Menjalani
Rawat Jalan. Jurnal Keperawatan Aisyiyah, 6(1). [Link]
[Link]/[Link]/jka/article/view /117 Ratna.
Rahmi, U. (2017). Pengaruh Discharge Planning Terstruktur Terhadap Kualitas Hidup Pasien
Stroke Iskemik di RSUD Al-Ihsan
Sulistiyowati, M. A. (2020). Hubungan Lama Menderita Stroke Dengan Kepatuhan Menjalani
Fisioterapi pada Pasien Stroke. Jurnal Smart Keperawatan, 7(2), 104.
[Link]
Steven K Galson. (2019). Self-Management Programs: One Way to Promote Healthy Aging.

271
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 1, Februari 2024
Global Health Science Group

Public Health Rep, 124(4), 478– 480.


Taher, Rusli. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Menjalani
Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke di Poliklinik Neurologi RSUD Labuang Baji
Makassar. JIKKHC, 02(02), 128–137.
World Health Organsation. (2019) Global Report Non Noncommunicable Diseases. Geneva:
WHO Press
WHO Health Information, I. W. (2019). No Title. Retrieved from
[Link]
Zhu, W., & Jiang, Y. (2018). Determinants of Quality of Life in Patients With Hemorrhagic
Stroke. MD Journal, 98(Supplement), S221.

272

Anda mungkin juga menyukai