100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
57 tayangan14 halaman

Analisis Arsitektur CISC dalam Komputer

Dokumen ini membahas tentang arsitektur Complex Instruction Set Computing (CISC), yang memiliki instruksi kompleks dan dirancang untuk menyelesaikan tugas dengan sedikit instruksi. CISC memungkinkan eksekusi operasi tingkat rendah dalam satu instruksi, mengurangi kebutuhan memori dan biaya pembuatan komputer. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan karakteristik, tujuan, fungsi, dan struktur dari arsitektur CISC.

Diunggah oleh

catherinesoenarjo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
57 tayangan14 halaman

Analisis Arsitektur CISC dalam Komputer

Dokumen ini membahas tentang arsitektur Complex Instruction Set Computing (CISC), yang memiliki instruksi kompleks dan dirancang untuk menyelesaikan tugas dengan sedikit instruksi. CISC memungkinkan eksekusi operasi tingkat rendah dalam satu instruksi, mengurangi kebutuhan memori dan biaya pembuatan komputer. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan karakteristik, tujuan, fungsi, dan struktur dari arsitektur CISC.

Diunggah oleh

catherinesoenarjo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAHAN PEMBELAJARAN KELOMPOK

ANALISIS COMPLEX INSTRUCTION SET COMPUTING (CISC)

Tugas kelompok ini disusun untuk memenuhi Sebagian tugas pada


Mata Kuliah Arsitektur dan Organisai Komputer

Dosen Pengampu: Anak Agung Adi Wiryya Putra, [Link]., [Link]., [Link].

Oleh Kelompok: 2
Anggota:
Catherine Soenarjo (42530026)
Gede Dika Mahendra Putra (42530027)
Ida Bagus Sugiharta Dharma Putra (42530028)
Gusti Ngurah Ardana Wijaya (42530029)
Rahmat Zaki Setiawan (42530030)
Diandra Maharani (42530031)
Ladhisya Izyafa Faiqatuzihni (42530032)
Friendly Riantha Dwi Pratama (42530033)
Gede Bagus Indra Tanaya (42530034)
Zintia Adella (42530036)
Maria Stefania Misa (42530037)
Adelia Surya Putri (42530038)
Komang Indra Wirawan (42530039)
I Gede Made Rama Purnama Diputra (42530040)
I Gede Mahesa Adinata (42530041)
Matthew Friarel Panjaitan (42530042)
I Gusti Agung Agatha Nanda Prayoga (42530044)
I Gede Swastika (42530046)
Sad Bagus Ketut Ak (42530047)
Ngakan Nyoman Rama Prawira Wiguna (42530048)
Sharon Rebecca Wijaya (42530060)
Elisabet Telik (42530062)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI


FAKULTAS TEKNIK DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN NASIONAL
2025
A. Pengertian dan Sejarah CISC (oleh Catherine 42530026 & Dika 42530027)
Complex Instruction Set Computing atau CISC adalah sebuah arsitektur komputer
dari set intruksi dimana set intruksi yang digunakan panjang dan lengkap, setiap intruksi
akan menjalakan operasi tingkat rendah seperti pengambilan dari memori, operasi
aritmatika dan penyimpanan ke dalam memori semuanya dikemas hanya di dalam sebuah
instruksi. CISC juga mendukung intruksi kompleks yang dapat dijalankan dalam beberapa
siklus clock. Filosofi desain dalam prosesor CISC adalah membangun kompleksitas ke
dalam CPU, Hal ini memungkinkan komputer untuk menjalankan proses komputasi yang
tidak terlalu membebani perangkat lunak dan lebih berfokus pada perangkat keras.
Prosesor CISC dapat menangani beban kerja kompleks dengan sangat cepat dan efisien
dengan memanfaatkan teknik yang dinamakan multithreading atau kemampuan komputer
untuk mengeksekusi beberapa tugas (thread) secara bersamaan. Selain itu, tujuan utama
dari CISC adalah menjalankan intruksi dengan baris bahasa mesin dengan sesedikit
mungkin sehingga meminimalisir penggunaan penyimpanan RAM untuk menyimpan
intruksi tersebut. Karakteristik CISC bisa dikatakan bertolak-belakang dengan RISC
karena memiliki aliran pemikiran yang berbeda, dimana CISC menghasilkan ukuran
program yang lebih kecil sehingga memakan memori lebih sedikit dan meminimalisir
jumlah intruksi yang diperlukan.
Arsitektur prosesor ini memiliki kapasitas untuk melakukan operasi multi-langkah
atau mode pengalamatan dalam satu set intruksi. Mode pengalamatan dari CISC yaitu,
Direct (alamat data yang dibutuhkan ditentukan dalam bidang alamat itu sendiri tanpa
perantara lain sehingga akses menjadi lebih cepat), Indirect (merujuk ke alamat di memori
yang berisi alamat data yang sebenarnya sehingga dapat mengakses data dimana saja di
memori), Register (Operand disimpan dalam register CPU sehingga akses data menjadi
lebih cepat karena tidak melalui memori eksternal), Indexed (menjumlahkan alamat dasar
yang ada dalam instruksi dengan nilai yang ada dalam sebuah register indeks), Stack
(Operand diakses dari tumpukan memori menggunakan pointer tumpukan untuk
manajemen panggilan fungsi dan interupsi). Salah satu contoh dari eksekusi arsitektur
CISC yaitu intruksi khusus yang diberi nama MULT yang akan dikenal sebagai “Complex
Instruction”. Saat dijalankan, intruksi akan membaca dua nilai dan menyimmpannya ke
dua register yang berbeda, melakukan perkalian operan di unit eksekusi lalu
mengembalikan hasil ke register yang benar. Jadi, intruksi akan bekerja secara langsung
melalui memori komputer dan tidak memerlukan instruksi lain seperti fungsi baca maupun
menyimpan. Beberapa prosesor yang menggunakan arsitektur CISC antara lain;
System/360, VAX, PDP-11, varian Motorola 68000, dan CPU AMD dan Intel x86.
Sejarah dari CISC ini sebelum proses RISC didesain untuk pertama kalinya, dan
banyak arsitek komputer yang mencoba untuk menjembatani celah semantik, yaitu
bagaimana cara untuk membuat set-set intruksi untuk mempermudah pemerograman yang
levelnya tinggi dengan menyediakan instruksi level tinggi seperti pemanggilan procedure,
proses pengulangan dan mode-mode pengalamatan kompleks sehingga struktur data dan
akses array dapat dikombinasikan dengan sebuah instruksi. Karena CISC ini untuk biaya
pembuatan komputer pada saat itu pada tahun 1960 menjadi jauh lebih hemat.
Tapi memang setelah itu banyak desain yang memberikan hasil yang lebih baik
dengan biaya yang lebih rendah, dan juga mengakibatkan salah satunya pemrograman level
tinggi menjadi lebih sederhana. Pada awal perkembangan prosesor, desain arsitektur yang
rumit sering menggunakan mikrokode untuk mengakses fungsi-fungsi perangkat keras.
Namun, instruksi yang terlalu kompleks justru membuat kinerja sulit ditingkatkan. Lebih
efektif jika instruksi tersebut diganti dengan rangkaian instruksi sederhana yang lebih
mudah dijalankan. Keterbatasan jumlah transistor pada masa itu juga menjadi hambatan,
karena sulit untuk merancang optimasi tambahan pada prosesor. Dari sinilah muncul
gagasan untuk membuat desain yang lebih sederhana dan efisien, yang kemudian dikenal
sebagai RISC, sekitar pertengahan tahun 1970 melalui proyek IBM 801 di Pusat Penelitian
Watson.
Istilah RISC dan CISC saat ini masih kurang dikenal, mulai jarang diperdebatkan
karena perkembangan teknologi membuat keduanya saling meminjam konsep. Contohnya,
prosesor Intel 486 dan generasi berikutnya tetap mendukung instruksi lama khas CISC,
tetapi efisiensi tertinggi justru dicapai saat menjalankan instruksi sederhana mirip RISC.
Prosesor x86 modern bahkan mengubah instruksi kompleks menjadi mikro-operasi kecil
di dalam chip, sehingga instruksi dapat dieksekusi paralel dan performa keseluruhan
meningkat.

B. Karakteristik CISC (oleh Gus Putra 42530028 & Wah Mang 42530029)
Berikut Adalah karakteristik dari CISC yaitu arsitektur komputer yang dirancang
untuk menyelesaikan suatu tugas dengan jumlah instruksi yang sedikit, meskipun instruksi
tersebut bersifat kompleks. Program yang dihasilkan biasanya lebih kecil dan hemat
memori, sehingga pada masa awal penggunaannya mampu menekan biaya pembuatan
komputer. Setiap instruksi CISC dapat memerlukan beberapa siklus clock untuk dieksekusi
karena kompleksitas operasinya, namun mampu mendukung operasi tingkat tinggi seperti
manipulasi string atau perkalian matriks hanya dengan satu perintah. Arsitektur ini
memiliki jumlah register yang terbatas sehingga lebih banyak mengandalkan akses ke
memori, serta menawarkan berbagai mode pengalamatan untuk fleksibilitas penggunaan
data. Selain itu, CISC juga dilengkapi instruksi bawaan yang kuat untuk mendukung sistem
operasi maupun aplikasi yang lebih rumit.

C. Ciri-Ciri Arsitektur CISC: (oleh Zaki 42530030 & Diandra 42530031)


1. Penekanan pada perangkat keras (hardware).
2. Instruksi kompleks, umumnya membutuhkan banyak siklus clock (multi-clock).
3. Instruksi berukuran bervariasi (1–15 byte).
4. Banyak mode pengalamatan data (lebih dari 10), termasuk pengalamatan tidak
langsung dan kompleks.
5. Mendukung operasi memori-ke-memori, misalnya instruksi LOAD dan STORE yang
saling bekerja sama.
6. Satu instruksi dapat mengakses beberapa lokasi memori sekaligus.
7. Memiliki operasi gabungan, contohnya ADD ke memori dalam satu instruksi.
8. Mendukung perataan data sembarang untuk operasi load/store.
9. Ukuran kode relatif kecil, tetapi kecepatan eksekusi lebih rendah.
10. Memori manajemen fleksibel dengan banyak mode akses.
11. Jumlah register terbatas (biasanya 8–16 register tujuan umum).
12. Transistor digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi kompleks.
13. Terdapat instruksi khusus untuk sistem operasi dan manajemen memori.

D. Tujuan CISC (oleh Ladhisya 42530032 & Riantha 42530033)


Tujuan utama dari arsitektur Complex Instruction Set Computing (CISC) adalah
untuk menyelesaikan suatu tugas dengan menggunakan instruksi yang relatif sedikit,
sehingga program dapat ditulis dalam baris bahasa mesin yang lebih pendek. Dengan
pendekatan ini, ukuran program menjadi lebih ringkas dan kebutuhan memori (RAM)
untuk menyimpan instruksi pun semakin kecil. Selain itu, CISC bertujuan untuk
menjembatani kesenjangan semantik antara bahasa pemrograman tingkat tinggi dengan
bahasa mesin, dengan cara menyediakan instruksi kompleks seperti pemanggilan
prosedur, perulangan, serta berbagai mode pengalamatan yang fleksibel. Arsitektur CISC
melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit
mungkin.
Untuk tujuan contoh kali ini, sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan
sebuah instruksi khusus, yang diberi nama MULT. Saat dijalankan, instruksi akan
membaca dua nilai dan menyimpannya ke dua register yag berbeda, melakukan perkalian
operan di unit eksekusi dan kemudian mengambalikan lagihasilnya ke register yang
benar. Filosofi dasar dari CISC adalah memindahkan kerumitan dari perangkat lunak ke
perangkat keras, sehingga beban compiler maupun programmer menjadi lebih ringan
karena banyak operasi kompleks dapat langsung ditangani oleh prosesor. Pada masa awal
kemunculannya, hal ini juga berimplikasi pada efisiensi biaya, karena dengan kode yang
lebih singkat dan hemat memori, kebutuhan perangkat keras tambahan dapat ditekan
sehingga pembuatan komputer menjadi lebih murah.

E. Fungsi CISC (oleh Indra 42530034 & Zintia 42530036)


CISC berfokus pada pengurangan jumlah instruksi per program melalui
kompleksitas yang lebih tinggi. Dalam arsitektur CISC, menghadapi tantangan yang lebih
kompleks dibandingkan RISC karena karakteristik instruksinya yang bervariasi. Berikut
fungsi fungsi CISC yaitu:
1. Menjalankan instruksi kompleks. CISC mampu menyelesaikan tugas-tugas yang lebih
kompleks dalam satu instruksi, karena instruksi-instruksi di CISC memiliki
kompleksitas yang lebih tinggi dibanding RISC. Misalnya memuat data dari memori,
melakukan operasi aritmatika, dan menyimpan kembali ke memori, sehingga
mempercepat penyelesaian tugas yang kompleks dengan instruksi lebih sedikit.
2. Cocok untuk aplikasi pengolahan data kompleks Karena kemampuannya dalam
menjalankan instruksi yang lebih kompleks, CISC lebih cocok untuk aplikasi seperti
pengolahan gambar dan video.
3. Mengurangi Jumlah Instruksi per Program. CISC dirancang agar jumlah instruksi yang
diperlukan untuk menyelesaikan sebuah program lebih sedikit. Instruksi kompleks
memungkinkan beberapa langkah (load, operasi, store) dilakukan dalam satu instruksi.
4. Instruksi Kompleks dan Variabel Panjang. Instruksi dalam CISC memiliki ukuran
(length) yang bervariasi dan sering kali lebih kompleks, dengan berbagai mode
pengalamatan (addressing modes) dan dukungan pengalamatan langsung ke memori.
5. Penggunaan Microcode. Instruksi kompleks dalam CISC sering dilaksanakan melalui
microcode, yaitu instruksi tingkat rendah dalam hardware yang menerjemahkan
instruksi besar menjadi micro-operasi kecil. Hal ini memungkinkan fleksibilitas dan
kompatibilitas ke belakang.
6. Penekanan pada Hardware. CISC menekankan kemampuan hardware dengan dekoder
instruksi yang lebih kompleks serta mendukung banyak mode pengalamatan. Fungsi
yang biasanya dikerjakan software pada RISC lebih banyak ditangani oleh hardware di
CISC.
7. Fokus pada Kerapatan Kode (Code Density). Instruksi yang mampu melakukan banyak
operasi dalam satu instruksi membuat ukuran program lebih kecil. Hal ini membantu
efisiensi memori dan menyederhanakan beberapa komponen software.

F. Arsitektur dan Konsep Pembuatan CISC (oleh Maria 42530037 & Adelia 42530038)
Arsitektur CISC digunakan untuk menjalankan tugas-tugas kompleks hanya
dengan satu perintah. Arsitektur ini berisi instruksi untuk beberapa langkah yang
diperlukan dalam suatu operasi agar dapat dieksekusi dalam suatu program. Oleh karena
itu, arsitektur CISC memiliki program yang relatif lebih kecil, sementara ukuran set
instruksinya besar dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan
keluaran. Dalam arsitektur CISC, berbagai langkah diambil untuk mengamankan setiap set
instruksi, yang berarti terdapat satu set perintah tambahan untuk setiap instruksi, yang akan
memperpanjang hasil keluaran. Tergantung pada ukuran instruksi, instruksi tersebut dapat
memerlukan dua siklus mesin atau lebih. Selain itu, arsitektur ini tidak menggunakan
proses pipelining seperti pada arsitektur RISC. Akronim CISC mengacu pada jenis
arsitektur set instruksi komputer tertentu di mana satu instruksi melakukan banyak tindakan
tingkat rendah, seperti membaca dari memori, melakukan perhitungan aritmatika, dan
menulis ke memori, semuanya sekaligus. Fokus utama arsitektur CISC adalah
meminimalkan jumlah baris bahasa mesin yang diperlukan untuk menjalankan suatu
perintah. Untuk melakukan hal ini, perangkat keras dalam prosesor harus mampu
memahami dan menjalankan banyak rangkaian operasi. Beberapa contoh prosesor tipe
CISC adalah Intel Core, Dual-core, Intel Pentium 4, dan Celeron.

Berikut ini adalah beberapa fitur penting dari arsitektur CISC dalam kerangka kerja
CPU:
1. Prosesor CISC dapat dengan cepat mengeksekusi keluaran perintah gabungan
dengan satu set instruksi yang kompleks
2. Dapat digunakan untuk kompiler.
3. Memiliki berbagai macam node pengalamatan.
4. CISC menggunakan berbagai tipe data untuk perangkat keras mesinnya dan dapat
menjalankan proses untuk perintah tingkat rendah.
5. Sifatnya kompleks.

Berikut merupakan karakteristik arsitektur CISC (Complex Instruction Set


Computer):
1. Multi-cycle Execution: Satu instruksi bisa memerlukan beberapa siklus clock.
2. Instruksi Kompleks: Mendukung operasi tingkat tinggi dalam satu instruksi.
3. Register Terbatas: Lebih sering mengakses memori daripada menggunakan
register.
4. Mode Pengalamatan Beragam: Mendukung berbagai cara untuk mengakses data.
5. Instruksi Built-in Powerful: Tersedia instruksi khusus untuk operasi kompleks
dan sistem.
6. Ukuran Instruksi Variatif: Panjang instruksi tidak tetap, tergantung
kompleksitasnya.
7. Efisiensi Pemrograman: Satu instruksi kompleks bisa menggantikan beberapa
instruksi sederhana.
8. Akses Memori Fleksibel: Operasi langsung ke memori dengan banyak mode
pengalamatan.
9. Penggunaan Mikrokode: Memungkinkan implementasi instruksi kompleks tanpa
ubah hardware.
10. Pipelining Kompleks: Sulit dioptimalkan karena variasi panjang dan kompleksitas
instruksi.

G. Struktur CISC (oleh Wira 42530039 & Rama 42530040)


Program Counter (PC):
- Program Counter (PC) pada arsitektur CISC berfungsi sebagai register yang
menunjuk alamat instruksi berikutnya yang akan diambil dari Program Memory. PC
mengatur urutan eksekusi instruksi dari memori.
Program Memory:
- Program Memory adalah tempat menyimpan instruksi yang kompleks dan beragam
dalam arsitektur CISC. Instruksi-instruksi ini memiliki panjang bervariasi dan
kompleksitas tinggi, memungkinkan satu instruksi melakukan beberapa operasi
tingkat tinggi sekaligus.
Microprogram Control (MPC):
- Microprogram Control (MPC) digunakan secara ekstensif dalam CISC untuk
menerjemahkan instruksi kompleks menjadi sinyal kontrol mikro yang mengatur
operasi internal CPU secara rinci.
Micro Program Memory (MPM):
- Penyimpanan untuk microinstructions yang digunakan dalam arsitektur CISC.
- Microinstructions adalah langkah-langkah kecil yang dibutuhkan untuk mengeksekusi
satu instruksi kompleks.
Control Word (CW):
- Sekumpulan bit biner yang digunakan untuk mengontrol berbagai komponen internal
prosesor selama eksekusi instruksi.
- Menentukan operasi apa yang harus dilakukan oleh jalur data (datapath), ALU, atau
register.
Data Memory:
- Menyimpan data dari perangkat input sampai dikirimkan ke arithmetic and logic unit.
Berfungsi juga menyimpan instruksi dari sebagian perangkat dan sebagai media
penyimpanan berkas penting yang berkaitan dengan operasi sistem.
- Komponen itu juga berfungsi untuk menyimpan data semua aplikasi serta cache dan
bisa kita gunakan untuk backup data. Selain itu memori ini juga berfungsi untuk
menyimpan data multimedia.
Data Path:
- Bagian dari prosesor yang bertanggung jawab atas transfer dan pemrosesan data antara
berbagai komponen (register, ALU, memori, dll).
(Gambaran Struktur CISC)

H. Kelebihan & Kekurangan dari CISC (oleh Matthew 42530042 & Mahesa 42530041)
Kelebihan:
1. CISC memindahkan kerumitan software ke dalam hardware sehingga
memungkinkan berbagai instruksi yang mendekati bahasa pemrograman tingkat
tinggi untuk memudahkan programmer dalam pembuatan program. Instruksi yang
lebih kompleks memungkinkan menyelesaikan tugas-tugas yang kompleks dalam
waktu singkat.
2. CISC dimaksudkan untuk meminimalkan jumlah perintah yang diperlukan, sehingga
jumlah instruksi sedikit tapi rumit. Hal ini menjadikan mesin lebih mudah diprogram
dalam bahasa rakitan dan menghemat memori dibandingkan RISC.
3. Instruksi kompleks pada CISC dapat menjalankan banyak operasi dalam satu
instruksi, mempercepat waktu eksekusi dan mengurangi jumlah instruksi
keseluruhan.
4. Prosesor CISC biasanya memiliki microcode atau firmware internal untuk
menerjemahkan instruksi makro menjadi instruksi mikro, yang bermanfaat untuk
aplikasi tertentu dengan kebutuhan singlechip komputer.
5. CISC lebih fleksibel dalam menjalankan berbagai jenis aplikasi tanpa perlu banyak
penyesuaian.
6. Dalam beberapa tugas yang kompleks, CISC lebih unggul karena mampu
menyelesaikan pekerjaan dengan jumlah instruksi yang lebih sedikit dibanding RISC

Kekurangan:
1. Dekoder Rumit & Overhead Decode
CISC menyediakan banyak instruksi yang kompleks. Untuk mengeksekusi
instruksi instruksi tersebut CPU memerlukan dekoder / microcode yang kompleks
yang dimana hal ini dapat menambah latensi pada front end dan menyulitkan
pipeline.
2. Instruksi Variabel-Length Menyulitkan Pipelining & Prefetch
Instruksi pada CISC punya ukuran yang berbeda-beda. Karena ukurannya tidak
tetap, komputer jadi lebih sulit mengambil dan membaca instruksi. Hal ini juga
membuat rancangan jalur pemrosesan dan pengambilan instruksi berikutnya jadi
lebih rumit. Akibatnya, aliran instruksi ke prosesor bisa melambat.
3. Instruksi MultiCycle & Efek Samping Memory
Banyak instruksi pada CISC yang melakukan beberapa tugas sekaligus (misalnya
membaca dari memori dan menghitung di ALU). Karena itu, satu instruksi bisa
memakan beberapa siklus waktu dan kadang mengakses memori secara tidak
disadari. Hal ini membuat prosesor lebih sulit menjalankan instruksi secara paralel
atau secara tidak berurutan, karena lebih sulit menebak hubungan antar instruksi dan
efek sampingnya. Penelitian arsitektur menunjukkan hal ini bisa memengaruhi
performa secara nyata.
4. Microcode / Legacy Features Menambah Komplesi
Untuk menjaga agar prosesor baru tetap bisa menjalankan program lama, CISC
sering memakai microcode untuk instruksi lama. Namun penggunaan microcode ini
membuat desain prosesor jadi lebih rumit, butuh ruang tambahan, jalur kontrol yang
makin panjang, dan proses pengecekan/testing juga lebih banyak. Akibatnya, biaya
pembuatan meningkat dan bisa muncul lebih banyak celah bug atau masalah
keamanan.
5. Efesiansi Ruang & Daya
Prosesor CISC biasanya membutuhkan bagian tambahan seperti decoder yang
lebih rumit dan microcode. Karena itu, chip CISC bisa memakai ruang silikon
(tempat di dalam prosesor) lebih banyak dan juga butuh daya listrik lebih besar
dibanding desain RISC yang lebih sederhana.

Cara Mengatasi Kekurangan Pada CISC:


1. Penggunaan Micro Ops
Dengan penggunaaan dari Micro Ops instruksi yang sebelumnya diproses oleh
prosesor cisc akan dipecahkan lagi menjadi instruksi yang lebih kecil yang di
nantinya akan di proses oleh Micro Ops tersebut Instruksi kecil ini lebih sederhana
dan mirip dengan gaya kerja prosesor RISC. Dengan cara ini, bagian dalam prosesor
bisa bekerja lebih efisien dalam mengatur dan menjalankan instruksi.
2. Micro Op Chace
Karena proses decode dari instruksi CISC itu berat dan juga butuh banyak sumber
daya, prosesor modern seperti Intel dan AMD mempinyai fitur khusus yang disebut
micro-op cache. fitur ini berfungsi untuk menyimpan hasil pecahan instruksi (uops)
yang sudah pernah diterjemahkan sebelumnya. Jadi, kalau instruksi yang sama
muncul lagi, prosesor bisa langsung mengambilnya dari cache tanpa harus
melakukan decode ulang. Ini membuat kerja CPU lebih cepat dan hemat energi.
3. Penerapan Out of Order Execution, Register Renaming, Dan Superscalar
Teknik-teknik ini membantu prosesor menjalankan lebih banyak instruksi secara
bersamaan. Dengan out of order execution, CPU tidak harus menunggu suatu
instruksi untuk selesai terlebih dulu, tapi bisa melompat mengerjakan instruksi lain
yang sudah siap. Register renaming dipakai untuk mencegah tabrakan antara data,
sehingga instruksi tetap bisa dijalankan secara paralel. Sementara superscalar berarti
CPU dapat mengirim beberapa instruksi sederhana sekaligus ke unit eksekusi yang
berbeda. Dengan gabungan teknik ini, dapat membuat prosesor berbasis CISC
modern bisa mengejar performa arsitektur RISC.
4. Penggunaan Compiler Optimizations & Micro Op Fusion
Dengan adanya konpiler, hal ini dalat menyusun instruksi supaya lebih mudah
dibaca dan dijalankan oleh CPU. Di sisi hardware, ada teknik yang bernama micro-
op fusion, yaitu menggabungkan beberapa instruksi kecil menjadi satu agar proses
eksekusi lebih cepat dan efisien.
5. Branch Prediction & Speculative Execution
CPU modern menggunakan branch prediction untuk menebak jalur instruksi yang
akan dijalankan selanjutnya, misalnya saat ada percabangan if-else. Dengan begitu,
CPU bisa tetap bekerja tanpa harus menunggu keputusan sebenarnya. Lalu ada
speculative execution, yaitu CPU mengeksekusi instruksi berdasarkan tebakan tadi.
Kalau tebakannya salah, hasilnya dibuang dan CPU kembali ke jalur yang benar.
Teknik ini membuat prosesor tetap cepat dan tidak kata “menganggur” saat ada
percabangan.

I. Cara kerja CICS (oleh Swastika 42530046 & Nanda 42530044)


CISC (Complex Instruction Set Computer) bekerja dengan memanfaatkan instruksi
yang kompleks dan powerful sehingga satu instruksi bisa melakukan banyak operasi.
Dengan hal ini dapat memudahkan pemrograman dan membuat program lebih ringkas,
meskipun ekseskusi setiap instruksi relatif lebih lambat dikarenakan membutuhkan lebih
banyak siklus clock dan control hardware yang lebih rumit, tujuan dari CISC adalah untuk
mengecilkan ukuran kode, memudahkan penulisan program, dan juga mengoptimalkan
pemakaian memori. Contoh cara kerja CISC seperti mengeksekusi instruksi kompleks
yang langsung mencakup beberapa tahapan kerja seperti mengambil data dari beberapa
memori, lalu akan dihitung, dan hasilnya akan disimpan. CISC memiliki instruksi lebih
pintar dikarenakan bisa langsung mengakses memori dan melakukan operasi “kompleks”
dalam 1 instruksi.

J. Alasan Pengembangan CISC (oleh Bagus 42530047 & Rama 42530048)


Arsitektur CISC mulai berkembang pada tahun 1960-an hingga 1970-an, ketika
memori komputer masih sangat mahal dan terbatas. Salah satu contoh awal penerapan
CISC adalah prosesor IBM System/360, yang memperkenalkan serangkaian instruksi
kompleks untuk meningkatkan efisiensi penggunaan memori. Pada tahun 1978, Intel
memperkenalkan prosesor 8086, yang juga mengadopsi prinsip CISC. Ini menjadi cikal
bakal dari arsitektur x86 yang kemudian mendominasi pasar komputer pribadi hingga saat
ini. Pengembangan CISC juga didorong oleh faktor-faktor berikut:
1. Pemrograman yang mudah: CISC memiliki sifat pemograman yang dikatagorikan
mudah, Karena satu instruksi dapat mencakup beberapa operasi, pemrograman
tingkat mesin menjadi lebih sederhana dan lebih dekat dengan bahasa manusia.
2. Hemat memori: CISC bersifat hemat memori, karena dengan instruksi yang lebih
kompleks, jumlah total instruksi dalam program menjadi lebih sedikit yang
menghemat ruang penyimpanan.
3. Kompatibilitas jangka Panjang: Banyak prosesor berbasis CISC, seperti keluarga
Intel x86, yang menjaga kompatibilitas ke belakang, memungkinkan perangkat
lunak lama tetap dapat berjalan di perangkat keras baru.
4. Keinginan untuk Mengurangi Jumlah Instruksi: Karena satu instruksi CISC bisa
melakukan tugas yang kompleks, jumlah total instruksi yang diperlukan untuk
menjalankan program menjadi lebih sedikit. Hal ini diharapkan bisa mempercepat
eksekusi program secara keseluruhan, meskipun dalam praktiknya, hal ini
tidak selalu benar.
5. Keterbatasan Teknologi Hardware Saat Itu: Di masa lalu, kompiler belum seefisien
sekarang, dan hardware seperti CPU belum terlalu cepat. Maka, memberikan
banyak fungsi langsung di tingkat hardware melalui instruksi kompleks dianggap
sebagai solusi yang lebih efisien.

K. Perbedaan CISC dan RISC (oleh Rebecca 42530060 & Elisabeth 42530062)
RISC (Reduced Instruction Set Computer):
1. Memiliki instruksi yang lebih sederhana.
2. Memiliki jumlah instruksi yang lebih sedikit dari CISC.
3. Bekerja dalam format instruksi tetap.
4. Mengkonsumsi daya yang lebih rendah karena instruksi di dalamnya lebih
sederhana.
5. Prosesor RISC memiliki jaringan pipa yang sangat luas karena sederhana instruksi
yang dihasilkan sehingga mudah untuk dibagi.
6. Mengoptimalkan kinerja dengan berfokus pada perangkat lunak.
7. Membutuhkan lebih banyak RAM.
8. Dalam menjalankan instruksinya akses ke dalam memori lebih sedikit.
9. Cocok untuk IoT yang memerlukan set instruksi yang lebih sederhana dan
singkat.
10. Cocok untuk sistem yang memerlukan efisiensi kerja yang cepat dan berulang.

CISC (Complex Instruction Set Computer):


1. CISC adalah seperangkat instruksi yang kompleks.
2. Jumlah instruksi CISC lebih banyak daripada RISC.
3. Bekerja dalam format instruksi variabel.
4. Mengkonsumsi daya lebih banyak dikarenakan instruksi yang dihasilkan lebih
kompleks.
5. Prosesor CISC memiliki jaringan pipa yang lebih sedikit karena kompleksitas
instruksi yang dihasilkan sehingga susah untuk dibagi.
6. Mengoptimalkan kinerja dengan berfokus pada perangkat keras.
7. Membutuhkan lebih sedikit RAM.
8. Dalam menjalankan instruksi akses ke dalam lebih sering.
9. Cocok untuk PC/Laptop yang memproses banyak instruksi kompleks.
10. Cocok untuk sistem yang memerlukan kinerja dengan kompleksitas tinggi.
Daftar Referensi

• [Link]. (2023, Maret). Pengertian dan penjelasan tentang CISC (Complex


Instruction Set Computing). Diakses dari [Link]
[Link]
• [Link]. (n.d.). Difference between RISC and CISC processor. Diakses dari
[Link]
processor/#:~:text=1.,dengan%20berfokus%20pada%20perangkat%20keras
• GIGABYTE. (n.d.). Glossary: CISC. Diakses dari
[Link]
• [Link]. (n.d.). Mengenal arsitektur prosesor CISC (Complex Instruction Set
Computing) dan perkembangannya. Diakses dari [Link]
prosesor-cisc-complex-instruction-set-computing-dan-perkembangannya/
• Stromasys. (n.d.). Decoding RISC vs. CISC architecture. Diakses dari
[Link]
• [Link]. (2023, Maret). Perbedaan RISC dan CISC. Diakses dari
[Link]
• AndersDX. (n.d.). CISC (Complex Instruction Set Computer). Diakses dari
[Link]
• Anwar, K., & Supriyatno, M. (n.d.). Modul RISC vs CISC. [Makalah]. [Link].
Diakses dari [Link]
• Bhandarkar, D., & Clark, D. W. (1991). Performance from architecture: A look at the MIPS
RISC and Intel CISC architectures. [Makalah]. University of Illinois at Urbana-
Champaign. Diakses dari
[Link]
• Hidayat, N. M. (2013). BAB 2: Arsitektur komputer. [Dokumen PDF]. Universitas
Brawijaya. Diakses dari
[Link]
• Hidayat, N. M. (2013). BAB 13: Arsitektur komputer. [Dokumen PDF]. Universitas
Brawijaya. Diakses dari
[Link]
• Ismoyo, A. T., & Wibowo, Y. E. (2022). Perbandingan studi set instruksi komputer CISC
dan RISC. Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika, 3(2), 52–59. Diakses
dari [Link]
• Lestari, A. E. (2019). Makalah RISC dan CISC. [Makalah]. Scribd. Diakses dari
[Link]
• Maulana, R. (2024). RISC dan CISC. [Makalah]. ResearchGate. Diakses dari
[Link]
• Patterson, D. A., & Hennessy, J. L. (2011). The RISC-V instruction set architecture.
[Arsip]. arXiv, 1–19. [Link]
• Scantelbury, J. (2020). Comparative study of instruction set computer (CISC) and RISC.
[Makalah]. ResearchGate. Diakses dari
[Link]
_Set_Computer_CISC_And_RISC
• ScienceDirect. (n.d.). Complex instruction set computer. Diakses dari
[Link]

Anda mungkin juga menyukai