0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan10 halaman

Sumber Energi: Terbarukan vs Tak Terbarukan

Dokumen ini membahas sumber energi terbarukan dan tak terbarukan, serta penggunaannya dalam berbagai sektor seperti industri, rumah tangga, transportasi, dan komersial. Selain itu, dijelaskan tentang krisis energi yang disebabkan oleh konsumsi berlebihan, over populasi, dan infrastruktur yang buruk, serta solusi untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk peralihan ke sumber daya terbarukan dan peningkatan efisiensi energi. Pembangkit listrik juga diuraikan, termasuk berbagai jenis pembangkit yang menggunakan sumber energi berbeda untuk menghasilkan listrik.

Diunggah oleh

nesyamaharani4669
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan10 halaman

Sumber Energi: Terbarukan vs Tak Terbarukan

Dokumen ini membahas sumber energi terbarukan dan tak terbarukan, serta penggunaannya dalam berbagai sektor seperti industri, rumah tangga, transportasi, dan komersial. Selain itu, dijelaskan tentang krisis energi yang disebabkan oleh konsumsi berlebihan, over populasi, dan infrastruktur yang buruk, serta solusi untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk peralihan ke sumber daya terbarukan dan peningkatan efisiensi energi. Pembangkit listrik juga diuraikan, termasuk berbagai jenis pembangkit yang menggunakan sumber energi berbeda untuk menghasilkan listrik.

Diunggah oleh

nesyamaharani4669
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 2

PEMBAHASAN

A. Sumber Energi Penggunaannya


1. Sumber Energi
Menurut UU RI No. 30 Tahun 2007 Bab I Pasal 1, sumber energi adalah
sesuatu yang dapat menghasilkan energi, baik secara langsung maupun melalui
proses konversi. Adapun sumber daya energi adalah sumber daya alam yang dapat
dimanfaatkan baik sebagai sumber energi maupun sebagai energi.
Berdasarkan ketersediaannya, sumber energi diklasifikasikan menjadi dua
macam, yaitu energi terbarukan (reneweble energy) dan energi tak terbarukan
(nonreneweble energy). Berikut akan diuraikan pengertian dan perbedaan antara
sumber energi terbarukan dan sumber energi tak terbarukan.
a. Energi Terbarukan
Energi terbarukan merupakan sumber energi alam yang dapat langsung
dimanfaatkan dengan bebas. Selain itu, ketersediaan energi terbarukan ini
tak terbatas dan bisa dimanfaatkan secara terus-menerus. Adapun contoh
dari sumber energi terbarukan sebagai berikut.
1) Energi matahari
Sinar matahari yang mencapai bumi merupakan sumber yang paling
penting di bumi. Matahari melepaskan sumber energi dalam jumlah
yang sangat besar dari hasil reaksi fusi nuklir bahan-bahan
penyusunnya. Matahari menyalurkan energi dalam bentuk panas yang
bersih, tanpa bahan pencemar lingkungan. Energi matahari dapat
digunakan untuk memanaskan rumah dan menghasilkan listrik dalam
sel surya. Daerah cerah menerima banyak sinar matahari untuk
menghasilkan listrik.

2) Energi angin (tenaga angin)


Angin merupakan udara yang bergerak sehingga memiliki energi
mekanik yang dapat melakukan usaha. Kincir angin kuno adalah salah
satu alat yang dapat menggunakan energi angin. Turbin angin adalah
cara yang jauh lebih baru dalam menggunakan energi angin. Mereka
mengubah energi kinetik angin menjadi energi listrik.

3) Energi air (tenaga air)


Energi mekanik yang mengalir cepat dari air dapat memutar turbin dan
menghasilkan listrik. Listrik yang dihasilkan dengan cara ini disebut
pembangkit listrik tenaga air. Air dapat mengalir di atas air terjun atau
melalui bendungan.
4) Energi ombak (tenaga ombak)
Listrik dapat dihasilkan dari gelombang air laut. Massa air tidak kut
terhanyut bersama gelombang ombak, melainkan hanya bergerak naik-
furun. Gerak seperti ini dapat dipakai untuk memutar generator.

5) Energi geotermal (panas bumi)


Energi geotermal adalah energi yang memanfaatkan panas dari dalam
bumi. Inti bumi kita sangat panas dengan estimasi saat ini adalah
5.000°C. Energi ini hampir tidak menimbulkan pencemaran ataupun
emisi gas rumah kaca.

6) Energi pasang surut air laut


Energi pasang surut adalah energi yang dihasilkan dari pasang surut air
laut dan menjadikannya energi dalam bentuk lain, terutama listrik.
Energi ini merupakan Interaksi gravitasi bulan dan matahari dan rotasi
bumi yang membuatnya menjadi sumber tenaga listrik yang hampir
tidak ada habisnya.

7) Energi biomassa
Energi kimia yang tersimpan dalam bahan organik atau limbah disebut
energi biomassa. Bahan organik mungkin pohon atau tanaman lain,
atau mungkin limbah dari rumah dan industri. Ketika biomassa dibakar
menghasilkan energi panas yang dapat digunakan untuk pemanasan
rumah, memasak, atau pembangkit listrik.

8) Energi nuklir
Partikel nuklir seperti proton dan neuron tidak terpecah di dalam
proses reaksi fisi dan fusi, tapi kumpulan dari mereka memiliki massa
lebih rendah daripada jika mereka berada dalam posisi terpisah/sendiri-
sendiri. Adanya perbedaan massa ini dibebaskan dalam bentuk panas
dan radiasi di reaksi nuklir (panas dan radiasinya mempunyai massa
yang hilang, tapi terkadang terlepas ke sistem, di mana tidak terukur
intensitasnya).

b. Energi Tak Terbarukan


1) Batu bara
Batu bara dihasilkan dari sisa tumbuhan dan pohon purba yang telah
terpendam dan sudah melalui berbagai proses alamiah sehingga
terbentuk padatan. Dari semua negara, Tiongkok memproduksi batu
bara paling banyak. Menurut International Energy Agency (IEA)
sepanjang 2022 Tiongkok memproduksi 4,2 miliar ton batu bara,
terdiri dari 3,6 miliar ton batu bara termal/lignit, ditambah 676 juta ton
batu bara metalurgi Negara penghasil batubara terbesar berikutnya
adalah India, Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Rusia, dan Uni
Eropa.
Batu bara paling banyak digunakan dalam pemanasan rumah dan
menjalankan pembangkit listrik.

2) Bahan bakar fosil


Bahan bakar fosil berasal dari bahan organik yang telah terperangkap
antara lapisan sedimen dalam bumi selama jutaan tahun. Bahan
organik, biasanya tanaman yang telah membusuk dan dikompresi dari
waktu ke waktu, meninggalkan apa yang dikenal sebagai timbunan
bahan bakar fosil. Timbunan dan bahan yang dihasilkan tersebut
cenderung sangat mudah terbakar, membuat bahan bakar fosil sumber
energi yang ideal. Bahan bakar fosil sulit untuk didapatkan, karena
bahan bakar fosil biasanya diambil melalui pengeboran atau
pertambangan, namun jumlah bahan bakar fosil yang dihasilkan
sepadan dengan usaha yang dikeluarkan dan juga energi yang mereka
hasilkan.

3) Gas alam
Gas alam berkumpul di bawah kerak bumi dan seperti minyak mentah,
harus dibor dan dipompa keluar. Metana dan etana adalah jenis yang
paling umum dari gas yang diperoleh melalui proses ini. Gas ini yang
paling sering digunakan dalam pemanasan rumah serta oven gas dan
pemanggang. Rusia, Iran, dan Qatar adalah negara-negara yang
memiliki cadangan gas alam terbesar.

2. Penggunaan Sumber Energi


Penggunaan sumber energi secara umum baik itu energi terbarukan ataupun
non-terbarukan sebagai berikut.
a. Penggunaan Energi untuk Keperluan Industri
Penggunaan sumber energi dalam sektor industri digunakan untuk
proses produksi seperti menggerakkan peralatan atau mesin, memindahkan
barang, memanaskan dan mengeringkan bahan, serta mengatur suhu
ruangan penyimpanan. Sumber energi yang digunakan adalah batu bara,
produk minyak, gas, dan biomassa. Kebutuhan listrik dipenuhi dari PLN
atau pembangkit sendiri menggunakan bahan bakar minyak, gas, atau batu
bara. Sebagian industri seperti industri pengolahan kelapa sawit
menggunakan limbah biomassa untuk pembangkit tenaga listrik.

b. Penggunaan Energi untuk Keperluan Rumah Tangga


Skala rumah tangga juga memerlukan bahan bakar dalam kegiatan
sehari-hari. Untuk sekarang ini pemanfaatan energi dalam rumah tangga
antara lain energi listrik dan gas untuk memasak.
c. Penggunaan Energi untuk Keperluan Transportasi
Sektor transportasi juga salah satu sektor yang memanfaatkan banyak
energi tak terbarukan. Hal ini karena bahan bakar untuk kendaraan di
Indonesia masih didominasi oleh bahan bakar minyak (BBM). Penggunaan
untuk sektor transportasi juga menimbulkan beberapa masalah, yaitu
menimbulkan pencemaran udara.

d. Penggunaan Energi untuk Keperluan Komersial


Penggunaan energi untuk komersial seperti sektor perhotelan, rumah
sakit, ataupun rumah makan antara lain listrik, elpiji, BBM, dan gas bumi.

3. Pembangkit Tenaga Listrik


Pembangkit tenaga listrik adalah suatu alat yang bisa memproduksi atau
menghasilkan energi listrik. Energi listrik tersebut dihasilkan dengan cara
mengubah suatu energi tertentu menjadi energi listrik.
a. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah pembangkit listrik yang
menggunakan tenaga panas yang dihasilkan oleh reaktor nuklir untuk
memutarkan turbin uap. Dari turbin inilah energi mekanis diubah menjadi
energi listrik.

b. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit listrik yang


mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan
listrik. PLTA digunakan untuk memutar generator, putaran tersebut
mengubah energi mekanis menjadi energi listrik.

c. Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) adalah hembusan angin


digunakan untuk memutar baling-baling. Kemudian putaran tersebut untuk
memutarkan generator yang merubahnya menjadi energi listrik.

d. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) menggunakan sumur


dengan kedalaman 1,5 km atau lebih untuk mencapai cadangan panas
bumi yang sangat panas. Pembangkit listrik paling baru menggunakan air
panas dari tanah untuk memanaskan cairan lain yang dipanaskan pada
temperatur yang lebih rendah dari air. Ketika cairan tersebut menguap dan
mengembang, maka akan menggerakkan turbin.

e. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah uap yang terjadi dari hasil
pemanasan boiler/ketel uap pada pusat listrik tenaga uap digunakan untuk
memutar turbin yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Energi yang
digunakan dapat berwujud padat, cair, dan gas.
B. Krisis Energi
Krisis energi dapat melanda seluruh belahan dunia, baik negara maju maupun
negara berkembang. Tingginya konsumsi energi ditambah dengan sumber daya yang
semakin berkurang menyumbang pengaruh besar dalam krisis energi di dunia. Krisis
energi adalah kekurangan atau gangguan pada penyediaan pasokan energi. Krisis
energi juga dapat diartikan sebagai kurangnya persediaan sumber daya energi atau
peningkatan terhadap harga sumber daya, seperti minyak bumi. Berikut beberapa hal
yang menyebabkan krisis energi.

1. Konsumsi Energi Berlebihan


Krisis energi adalah akibat dari berbagai tekanan pada berbagai sumber
daya alam. Ada tekanan pada bahan bakar fosil seperti minyak, gas, dan batu
bara karena konsumsi berlebihan yang kemudian dapat membebani sumber
daya air dan oksigen kita dengan menyebabkan polusi. Model konsumsi saat
ini sebagian besar bergantung pada sumber daya yang dapat dikonsumsi dan
terbatas seperti batu bara, minyak, dan gas alam yang semakin lama akan
habis. Menurut proyeksi saat ini, cadangan minyak cukup untuk 40-60 tahun,
minyak konvensional sekitar 60 tahun, dan cadangan batu bara sekitar 1 abad.

2. Over Populasi
Penyebab lain dari krisis adalah peningkatan yang stabil dalam populasi
dunia dan permintaannya akan energi Permintaan energi akan diperkuat oleh
ledakan demografis dan ekonomi di daerah-daerah yang sedang berkembang.
Diperkirakan bahwa populasi dunia akan mencapai hampir 10 miliar orang
pada tahun 2050. Menurut Badan Energi Internasional (IEA), permintaan
energi global dapat meningkat lebih dari 50% pada tahun 2030 tanpa adanya
kebijakan publik di bidang ini.

3. Pemborosan Energi
Pentingnya menghemat energi cukup sering diremehkan. Pemborosan
energi menggambarkan pemborosan sumber energi, khususnya bahan bakar
dan listrik. Akibatnya, pengurangan limbah menjadi sumber penghematan
energi yang sangat besar, yang membutuhkan tindakan baik pada tingkat
individu maupun kolektif.

4. Energi Terbarukan yang Kurang Dimanfaatkan


Energi terbarukan masih tetap tidak digunakan atau kurang dimanfaatkan di
sebagian besar negara. Sebagian besar energi berasal dari sumber yang tidak
terbarukan seperti batu bara. Ini berarti ada cukup banyak ruang untuk
perbaikan di area ini. Jika kita tidak fokus serius pada energi terbarukan,
masalah krisis energi dunia tidak dapat diselesaikan. Sumber energi terbarukan
dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan juga membantu
mengurangi emisi gas rumah kaca.

5. Insfrastruktur yang Buruk


Penuaan infrastruktur peralatan pembangkit listrik dapat menjadi alasan
lain akan krisis energi global. Beberapa negara menggunakan peralatan usang
yang membatasi produksi energi yang efisien dan efektif. Meskipun
pembaruan infrastruktur membutuhkan banyak biaya dan menggunakan
sejumlah besar sumber daya tambahan, namun hal tersebut dapat menciptakan
standar kinerja tinggi dan membantu mencegah krisis energi.
C. Solusi Krisis
Krisis energi dan berbagai pencemaran berdampak sangat negatif bagi lingkungan
dan kehidupan manusia. Dari permasalahan tersebut, mengharuskan kita untuk
mencari solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Secara umum, solusi untuk
mengatasi permasalahan akibat energi sebagai berikut.

1. Berpindah ke Sumber Daya Terbarukan


Solusi terbaik yang memungkinkan adalah mengurangi ketergantungan
dunia pada sumber daya tak terbarukan dan meningkatkan upaya konservasi
secara keseluruhan. Sebagian besar zaman industri diciptakan dengan
menggunakan bahan bakar fosil, tetapi ada juga teknologi yang dikenal dan
teruji dengan baik yang menggunakan energi terbarukan seperti energi air,
energi matahari, dan energi angin.

Salah satu kekhawatiran dunia adalah akan kehabisan gas atau minyak.
Namun, menawatiran yang lebih besar sebenarnya adalah penggunaan batu
bara akaproses mencemari atmosfer dan menghancurkan adalah lainnya dalam
proses penambangan batu bara. Jadi, penting untuk berpindah pada energi
terbarukan sebagai sumber energi pengganti batu bara,

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi energi


terbarukan yang sangat melimpah. Namun, pada kenyataannya potensi sumber
energi terbarukan masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini
disebabkan karena saat ini Indonesia masih bergantung pada sumber energi
fosil yang sudah jelas menyajikan masalah besar. Sumber energi fosil yang
ketersediaannya di alam sangat terbatas juga dapat menyebabkan polusi udara,
air dan tanah, serta menghasilkan gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap
pemanasan global.

Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional


menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah juga masih kurang mendukung
terhadap pemanfaatan energi alternatif atau terbarukan untuk tahun 2025 yang
hanya sekitar 15%. Hal ini dapat dilihat dalam bab II Pasal 2 Peraturan
Pemerintah bahwa target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada
tahun 2025 sebagai berikut.
a. Minyak bumi kurang dari 20%.
b. Gas bumi lebih dari 33%.
c. Batu bara lebih dari 5%.
d. Biofuel lebih dari 5%.
e. Panas bumi lebih dari 5%.
f. Energi baru terbarukan lainnya, khususnya biomassa, nuklir,
tenaga air skala kecil, tenaga surya dan angin lebih dari 5%.
g. Bahan bakar lain yang berasal dari pencarian batu bara lebih
dari 2%.

2. Tingkatkan Fokus pada Teknologi Penyimpanan


Bekerja secara paralel dalam gerakan menuju penggunaan sumber
terbarukan yang lebih luas perlu adanya upaya kolektif dalam meningkatkan
teknologi penyimpanan. Seperti baterai atau penyimpanan energi hidro yang
dipompa dan lebih mudah diakses serta hemat biaya. Meningkatkan
ketersediaan, keefektifan, dan biayanya akan mendukung langkah menuju
sumber terbarukan dan membuatnya lebih mudah diakses, lebih andal, dan
pada akhirnya lebih efektif.

3. Meningkatkan Inisiatif Efisiensi Energi


Kesadaran untuk menggunakan energi secara efisien perlu ditingkatkan.
Beberapa hal sederhana yang dapat membantu untuk menghemat energi antara
lain mematikan kipas dan lampu saat tidak digunakan, berhati-hati saat
menggunakan peralatan, membatasi penggunaan pemanas dan pendingin,
berjalan kaki, dan kegiatan kecil tapi berdampak besar lainnya.

4. Lakukan Audit Energi


Audit energi adalah proses yang membantu untuk mengidentifikasi area di
mana rumah atau kantor kehilangan energi dan langkah apa yang bisa dapat
diambil untuk meningkatkan efisiensi energi. Audit energi secara umum lebih
memperhatikan penggunaan energi dapat membantu mengurangi jejak karbon,
menghemat energi, dan membantu mencegah dampak lebih lanjut pada krisis
energi.

5. Bersama Peduli terhadap Perubahan Iklim


Baik negara maju maupun negara berkembang harus memiliki kepedulian
yang sama tentang perubahan iklim. Mereka harus fokus pada pengurangan
emisi gas rumah kaca melalui mekanisme lintas batas yang efektif. Dengan
pertumbuhan populasi saat ini dan konsumsi sumber daya yang berlebihan,
konsekuensi dari pemanasan global dan perubahan iklim tidak dapat
dikesampingkan. Baik negara maju maupun berkembang harus fokus pada
pengurangan separuh emisi gas rumah kaca dari tingkat saat ini pada tahun
2050.
D. Manfaat Energi Terbarukan
Energi terbarukan memiliki banyak manfaat, di antaranya:
1. Ramah lingkungan: Energi terbarukan mengurangi polusi udara dan emisi
gas rumah kaca.
2. Berkelanjutan: Energi terbarukan dapat diperbarui secara alami dan tidak
akan habis.
3. Mengurangi ketergantungan pada energi fosil: Energi terbarukan dapat
mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil yang terbatas dan tidak
dapat diperbarui.
4. Menciptakan lapangan kerja: Industri energi terbarukan menciptakan
lapangan kerja baru.
5. Keamanan energi: Mengurangi risiko geopolitik yang terkait dengan impor
energi fosil.
6. Memperluas akses energi: Energi terbarukan dapat memperluas akses energi
bagi masyarakat yang belum terlayani.
7. Meningkatkan kesehatan manusia: Polusi yang semakin rendah dapat
meningkatkan kesehatan masyarakat.
8. Meningkatkan kemajuan ekonomi: Pertumbuhan ekonomi akan maju secara
signifikan.

Anda mungkin juga menyukai