PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi yang sangat pesat di era globalisasi saat ini telah memberikan banyak
manfaat dalam kemajuan diberbagai aspek. Seluruh dunia dapat merasakan kemajuan teknologi yang
signifikan, begitu pula Indonesia. Pada era modern seperti saat ini, dalam waktu yang singkat
teknologi bisa mengalami perubahan. Dengan berkembangnya teknologi tersebut membuat sektor-
sektor juga menjadi maju, salah satunya adalah teknologi yang bergerak di bidang financial
(Firmansyah & Moeliono, 2020).
Saat ini, Indonesia sedang berusaha untuk mengimbangi negara-negara lain untuk
menyesuaikan majunya teknologi di bidang financial atau disebut juga dengan FinTech (Financial
Technology). Financial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan
teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya
dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan
transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja.
FinTech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini didominasi oleh
pengguna teknologi informasi tuntutan hidup yang serba cepat. Dengan FinTech, permasalahan dalam
transaksi jual-beli dan pembayaran seperti tidak sempat mencari barang ke tempat perbelanjaan, ke
bank/ATM untuk mentransfer dana, keengganan mengunjungi suatu tempat karena pelayanan yang
kurang menyenangkan dapat diminimalkan. Dengan kata lain, FinTech membantu transaksi jual beli
dan sistem pembayaran menjadi lebih efisien dan ekonomis namun tetap efektif.
PT Fintek Karya Nusantara adalah salah satu perusahaan yang menyelenggarakan jasa
pembayaran dan mempunyai aplikasi dompet digital yaitu LinkAja. LinkAja merupakan aplikasi yang
dibuat dengan tujuan untuk memberikan kemudahan ketika pengguna melakukan pembayaran,
transfer uang, dan pembayaran berbagai macam tagihan. Menurut survei yang dilakukan Ipsos,
penggunaan dompet digital LinkAja masih di bawah pesaing lainnya seperti ShopeePay, OVO,
GOPAY, dan DANA (Ipsos, 2020). Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat penggunaan
terhadap aplikasi tersebut. Peringkat itu didasarkan pada kesadaran merek yang diukur berdasarkan
kemudahan, promosi, pertumbuhan, real time atau jeda ketika melakukan pengisian saldo, kemudahan
penggunaan, dan waktu yang dipakai oleh pengguna (Ipsos, 2020).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sania (2020), beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi minat penggunaan sebuah aplikasi adalah kepercayaan (trust), sikap terhadap perilaku
(attitude towards behavior), dan norma subjektif (Subjective Norm). Sikap negatif dan rendahnya
persepsi keamanan para pengguna dapat terjadi apabila kondisi tersebut tidak ditangani dengan tepat
(Sania, 2020).
DAFTAR PUSTAKA
Firmansyah, & Moeliono, N. N. K. (2020). Identifikasi persepsi konsumen menggunakan
customer profile terhadap linkaja. Jurnal Manajemen, 12(2), 218– 226.
[Link]
Sania, A. A. (2020). Analisis Pengaruh Kepercayaan Terhadap Minat Pengguna Aplikasi
LinkAja dengan Metode Theory Of Reasoned Action (TRA). Analisis Sistem
Informasi, 73–74.
Ipsos. (2020). The Evolution of The Digital Wallet: Driving The Next Wave of Growth. The
Evolution of The Digital Wallet: Driving The Next Wave of Growth, 1–8.
[Link]
uang