Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas XII
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas XII
BAHASA
Mata pelajaran : XII / Gasal
Alokasi waktu : Bahasa Indonesia
Jumlah siswa : 6 JP
INDONESIA Fase : 36
:F
KOMPETENSI AWAL
Pengetahuan dan/atau Keterampilan atau Kompetensi Prasyarat
Peserta didik memahami kalimat fakta dan opini
SARANA PRASARANA
Fasilitas
Teks prosedur kompleks
Komputer/laptop
LCD
Presentasi teks prosedur kompleks
Laman di internet
Google form penugasan
Lingkungan Belajar
Kelas
MODEL PEMBELAJARAN
Discoveri Learning
TUJUAN PEMBELAJARAN
Pemahaman konseptual dan penalaran Keterampilan
Melalui media presentasi dan video, peserta didik dapat
12.17 Peserta didik mampu mengevaluasi dan merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan
kaidah logika berpikir dari membaca teks prosedur komplekas
12.18 Peserta didik mampu mengaitkan isi teks prosedur komplekas dengan hal lain di luar
teks.
12.19 Peserta didik mampu mengkreasi teks prosedur komplekas sesuai dengan norma
kesopanan dan budaya Indonesia.
12.20 Peserta didik mampu menulis teks prosedur komplekas gagasan, pikiran, pandangan,
pengetahuan metakognisi untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Manfaat yang diperoleh peserta didik
Manusia yang mandiri, kritis, dan kreatif berkolaborasi untuk mengevaluasi, mengkreasi,
mengapresiasi, menyajikan, dan menulis teks prosedur kompleks
PERTANYAAN PEMANTIK
1. Bagaimana menurut pedaoatmu tentang peraturan yang ada di SMAN 4 saat ini?
2. Adakah peraturan yang menurutmu sudah baik atau belum baik? Jelaskan jawabanmu!
3. Bagaimana peraturan yang baik menurut pendapatmu?
4. Pernahkah kamu menyampaikan pendapat sebelumya?
5. Bagaimana proses pengambilan keputusan setelah kamu menyampaikan pendapat selama ini?
6. Bagaimanakah menyampaikan teks prosedur kompleks yang baik?
PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan piranti perangkat lunak (Laptop /computer dan sejenisnya) dengan internet
2. Guru menyediakan teks prosedur kompleks dari media cetak atau buku pengetahuan umum
3. Guru menyapa peserta didik
4. Guru melakukan apersepsi pembelajaran
5. Guru memberikan asesmen diagnostik awal dengan membagikan tautan di google form
6. Guru memberikan teks prosedur kompleks berupa teks, infografis, atau video
7. Guru memberikan Lembar Kerja pada peserta didik
8. Guru memfasilitasi peserta didik ketika membaca teks prosedur kompleks
9. Guru membimbing peserta didik dalam mengevaluasi, mengkreasi, mengapresiasi, menyajikan, dan
menulis teks prosedur kompleks
10. Guru menyiapkan lembar kerja peserta didik untuk pembelajaran teks prosedur kompleks
KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN 1
A. Pendahuluan
1. Guru menyapa peserta didik
2. Guru memberikan asesmen diagnostik awal dengan membagikan tautan di google form
3. Guru melakukan apersepsi pembelajaran
Siswa diajak melakukan sebuah adegan seakan-akan di luar kelas
Ada 3 anak duduk di depan kelas, kemudian seorang guru berjalan di depannya. (kesadaran
sosial)
Guru melihat apa yang dilakukan 3 anak tersebut pada guru yang lewat
Guru meminta murid lain merefleksikan kejadian tersebut
Guru menanyakan pada murid nilai moral yang ada dalam sketsa tersebut <berempati pada
sesama dan orang yang lebih tua>
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
B. Inti
- Meminta izin jika akan memegang atau meminjam barang milik orang lain (manajemen diri
1. Peserta didik bersama guru membuat kesepakatan kelas sebelum pembelajaran dimulai
- Megacungkan tangan sebelum bertanya atau menyampaikan pendapat (manajemen diri dan
dan kesadaran sosial)
- Menghargai orang yang sedang berbicara dengan mendengarkannya (manajemen diri dan
kesadaran sosial)
- Masing-masing kelompok memberikan tanggapan atau umpan balik dengan bahasa yang santun
kesadaran sosial)
2
kompleks
Peserta didik diizinkan membuat identifikasi dalam bentuk bagan, teks, infpgrafis, gambar, atau
video (deferensiasi produk)
Peserta didik dengan kemampuan identifikasi lambat diberi penjelasan lebih oleh teman atau guru
(deferensiasi proses)
8. Peserta didik bersama guru berdiskusi tentang informasi penting, ciri, dan bagian teks prosedur
kompleks
9. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari guru tentang informasi penting, ciri, dan bagian dalam
teks prosedur kompleks
10. Peserta didik disiapkan untuk penugasan
11. Peserta didik mengumpulkan hasil identifikasi informasi, ciri, evaluasi, dan bagian teks prosedur
kompleks
C. Penutup
1. Guru dan peserta didik menyimpulkan isi informasi, ciri, dan bagian teks prosedur kompleks
2. Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyampaikan konklusi dan refleksi pembelajaran
3. Guru mengakhiri pembelajaran
PERTEMUAN 2
A. Pendahuluan
1. Guru menyapa peserta didik
2. Guru melakukan apersepsi pembelajaran
Siswa diajak melakukan sebuah adegan seakan-akan di luar kelas
Ada 3 anak duduk di depan kelas, kemudian seorang guru berjalan di depannya. (kesadaran
sosial)
Guru melihat apa yang dilakukan 3 anak tersebut pada guru yang lewat
Guru meminta murid lain merefleksikan kejadian tersebut
Guru menanyakan pada murid nilai moral yang ada dalam sketsa tersebut <berempati pada
sesama dan orang yang lebih tua>
3. Guru melakukan apersepsi pembelajaran
B. Inti
- Meminta izin jika akan memegang atau meminjam barang milik orang lain (manajemen diri
1. Peserta didik bersama guru membuat kesepakatan kelas sebelum pembelajaran dimulai
- Megacungkan tangan sebelum bertanya atau menyampaikan pendapat (manajemen diri dan
dan kesadaran sosial)
- Menghargai orang yang sedang berbicara dengan mendengarkannya (manajemen diri dan
kesadaran sosial)
- Masing-masing kelompok memberikan tanggapan atau umpan balik dengan bahasa yang santun
kesadaran sosial)
3
PERTEMUAN 3
A. Pendahuluan
1. Guru menyapa peserta didik
2. Guru melakukan apersepsi pembelajaran
Siswa diajak melakukan sebuah adegan seakan-akan di luar kelas
Ada 3 anak duduk di depan kelas, kemudian seorang guru berjalan di depannya. (kesadaran
sosial)
Guru melihat apa yang dilakukan 3 anak tersebut pada guru yang lewat
Guru meminta murid lain merefleksikan kejadian tersebut
Guru menanyakan pada murid nilai moral yang ada dalam sketsa tersebut <berempati pada
sesama dan orang yang lebih tua>
3. Guru melakukan apersepsi pembelajaran
B. Inti
- Meminta izin jika akan memegang atau meminjam barang milik orang lain (manajemen diri
1. Peserta didik bersama guru membuat kesepakatan kelas sebelum pembelajaran dimulai
- Megacungkan tangan sebelum bertanya atau menyampaikan pendapat (manajemen diri dan
dan kesadaran sosial)
- Menghargai orang yang sedang berbicara dengan mendengarkannya (manajemen diri dan
kesadaran sosial)
- Masing-masing kelompok memberikan tanggapan atau umpan balik dengan bahasa yang santun
kesadaran sosial)
ASESMEN
Diagnostik
Lembar observasi dengan instrumen angket daring di Microsoft form
Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi siswa
Aktivitas siswa selama belajar sebelumnya
Kondisi keluarga siswa dan pergaulan siswa
Gaya belajar, karakter, serta minat siswa
Formatif
1. Pengetahuan
Bentuk : tes lisan, dan refleksi
2. Keterampilan
Bentuk : unjuk kerja
3. Sikap Profil Pelajar Pancasila
Bentuk : observasi
Sumatif
Tes tulis
Tes unjuk kerjai
Bentuk asesmen
Tes lisan dan refleksi
Esai
Unjuk kerja
4
PENGAYAAN DAN REMIDIAL
PENGAYAAN
Peserta didik dengan pencapaian tinggi diberikan pengayaan berupa kegiatan tambahan membaca
teks prosedur kompleks
REMIDIAL
Peserta didik yang menemukan kesulitan/sulit memahami konsep dapat diberikan materi tambahan berupa
latihan mandiri dengan guru (dilakukan ketika guru melakukan formatif asesmen, dan peserta didik lainnya
sedang beraktivitas)
Peserta didik diberikan kutipan sebuah teks prosedur kompleks dan diidentifikasi isi, ciri, dan bagian
untuk berlatih di luar jam pelajaran
Peserta didik diberikan waktu khusus sebelum masuk kelas pelajaran Bahasa Indonesia untuk
mengeksplorasi teks prosedur kompleks
GLOSARIUM
Esai : karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi
penulisnya
fakta : sesuatu hal yang benar-benar ada dan terjadi, fakta sering juga disebut dengan kenyataan
opini : pendapat atau pikiran seseorang yang belum tentu benar karena tidak/ belum ada bukti
kebenarannya
teks prosedur kompleks : digunakan untuk menuangkan ide-ide atau gagasan-gagasan dari penulis
DAFTAR PUSTAKA
Buku Panduan Guru Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas XII
Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas XII
Mengetahui, Bojonegoro
Kepala Sekolah Guru Mapel
5
DAFTAR LAMPIRAN
1. Teks prosedur kompleks
2. Lembar Materi Ajar
3. LK PD
4. Lembar Observasi Sikap
5. Lembar Asesmen Diagnostik
6. Lembar Asesmen Formatif
7. Lembar Asesmen Sumatif
8. Lembar Rubrik Penilaian Formatif
9. Lembar Rubrik Penilaian Sumatif
10. Lembar Refleksi Pertemuan I
6
LAMPIRAN 1
Teks fungsional
dunia kerja dan
Opini Radar Bojonegoro tanggal 4 Desember 2022
Guru di Era Post-truth
Fenny Yulinanita, [Link].
Guru Bahasa Indonesia SMAN 4 Bojonegoro
7
dalam pembelajaran. Ketika siswa menyampaikan hasil pencariannya, baru kita refleksikan kebenarannya. Di
sinilah letak guru dalam era post truth. Menjadi penunjuk arah bagi siswa memilah informasi yang benar dan
bohong.
Siswa yang tidak pernah merasa dibohongi media sosial, tidak akan pernah mencari tahu
kebenarannya. Mereka akan cenderung menerima saja semua informasi dari media sosial. Diangap saja
informasi itu benar. Namun, ketika mereka merasakan kebohongan di media sosial, muncullah sikap skeptis.
Sikap tidak mudah percaya pada semua hal yang mereka baca di media sosial. Sikap skeptis adalah salah satu
benteng meminimalisasi post truth.
Seperti kata Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada
anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai
manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Kodrat di sini ada dua macam yaitu kodrat alam dan kodrat
zaman. Kodrat alam adalah bakat yang dimiliki siswa. Sedangkan kodrat zaman adalah era di mana siswa
hidup dan berkehidupan.
Era siswa saat ini berbeda dengan zaman guru sekolah dulu. Ketika guru menjadi siswa, buku dan
guru adalah satu-satunya informasi. Sedangkan sekarang, guru justru menjadi informasi kesekian setelah
media sosial dan lingkungan. Tak jarang informasi guru dibanding-bandingkan dengan informasi di media
sosial. Jika informasi guru berbeda, siswa cederung percaya pada media sosial.
Oleh karena itu, sebagai guru kita harus mampu menyesuaikan diri dengan kodrat zaman. Era post
truth harus kita hadapi dengan kejernihan rasionalitas dan kematangan emosi. Guru yang hebat adalah guru
yang mampu membawa siswanya menjalani hari ini dan menata masa depan lebih baik dari hari ini. Mari
menjadi jembatan bagi siswa dari era post truth menuju era kebenaran. Membawa era kebenaran di tengah
kebohongan berbalut kebenaran.
8
LAMPIRAN 2
Lembar Materi
9
keahlian tertentu.
Kesaksian
Teks ini ditulis berdasarkan kesaksian seseorang terkait dengan isu yang diangkat dan ditulis secara
deskriptif. Saksi merupakan orang yang merasakan, melihat dan mengalami suatu kejadian dan
sifatnya tidak bisa disangkal.
10
LAMPIRAN 3
Lembar Kerja Peserta
11
dalam pembelajaran. Ketika siswa menyampaikan hasil pencariannya, baru kita refleksikan kebenarannya. Di
sinilah letak guru dalam era post truth. Menjadi penunjuk arah bagi siswa memilah informasi yang benar dan
bohong.
Siswa yang tidak pernah merasa dibohongi media sosial, tidak akan pernah mencari tahu
kebenarannya. Mereka akan cenderung menerima saja semua informasi dari media sosial. Diangap saja
informasi itu benar. Namun, ketika mereka merasakan kebohongan di media sosial, muncullah sikap skeptis.
Sikap tidak mudah percaya pada semua hal yang mereka baca di media sosial. Sikap skeptis adalah salah satu
benteng meminimalisasi post truth.
Seperti kata Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada
anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai
manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Kodrat di sini ada dua macam yaitu kodrat alam dan kodrat
zaman. Kodrat alam adalah bakat yang dimiliki siswa. Sedangkan kodrat zaman adalah era di mana siswa
hidup dan berkehidupan.
Era siswa saat ini berbeda dengan zaman guru sekolah dulu. Ketika guru menjadi siswa, buku dan
guru adalah satu-satunya informasi. Sedangkan sekarang, guru justru menjadi informasi kesekian setelah
media sosial dan lingkungan. Tak jarang informasi guru dibanding-bandingkan dengan informasi di media
sosial. Jika informasi guru berbeda, siswa cederung percaya pada media sosial.
Oleh karena itu, sebagai guru kita harus mampu menyesuaikan diri dengan kodrat zaman. Era post
truth harus kita hadapi dengan kejernihan rasionalitas dan kematangan emosi. Guru yang hebat
adalah guru yang mampu membawa siswanya menjalani hari ini dan menata masa depan lebih baik
dari hari ini. Mari menjadi jembatan bagi siswa dari era post truth menuju era kebenaran.
Membawa era kebenaran di tengah kebohongan berbalut kebenaran.
TUGAS PERTEMUAN 1
1. Identifikasilah ide pokok setiap paragraf dalam teks tersebut!
2. Tulislah 5 kalimat fakta dan 5 kalimat opini yang terdapat dalam teks!
12
3. Tulislah kalimat yang menandakan struktur dalam teks prosedur kompleks tersebut!
Pendahuluan
Badan argumen
Simpulan
13
LAMPIRAN 4
Lembar Observasi
14
LAMPIRAN 5
Lembar Asesmen
15
LAMPIRAN 6
Lembar Asesmen
16
Satu-satunya cara mengubah post truth adalah bersahabat dengan gawai. Kita biarkan siswa
berselancar mencari informasi di media sosial. Kemudian kita berikan kesempatan menyampaikan hasilnya
dalam pembelajaran. Ketika siswa menyampaikan hasil pencariannya, baru kita refleksikan kebenarannya. Di
sinilah letak guru dalam era post truth. Menjadi penunjuk arah bagi siswa memilah informasi yang benar dan
bohong.
Siswa yang tidak pernah merasa dibohongi media sosial, tidak akan pernah mencari tahu
kebenarannya. Mereka akan cenderung menerima saja semua informasi dari media sosial. Diangap saja
informasi itu benar. Namun, ketika mereka merasakan kebohongan di media sosial, muncullah sikap skeptis.
Sikap tidak mudah percaya pada semua hal yang mereka baca di media sosial. Sikap skeptis adalah salah satu
benteng meminimalisasi post truth.
Seperti kata Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada
anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai
manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Kodrat di sini ada dua macam yaitu kodrat alam dan kodrat
zaman. Kodrat alam adalah bakat yang dimiliki siswa. Sedangkan kodrat zaman adalah era di mana siswa
hidup dan berkehidupan.
Era siswa saat ini berbeda dengan zaman guru sekolah dulu. Ketika guru menjadi siswa, buku dan
guru adalah satu-satunya informasi. Sedangkan sekarang, guru justru menjadi informasi kesekian setelah
media sosial dan lingkungan. Tak jarang informasi guru dibanding-bandingkan dengan informasi di media
sosial. Jika informasi guru berbeda, siswa cederung percaya pada media sosial.
Oleh karena itu, sebagai guru kita harus mampu menyesuaikan diri dengan kodrat zaman. Era post
truth harus kita hadapi dengan kejernihan rasionalitas dan kematangan emosi. Guru yang hebat
adalah guru yang mampu membawa siswanya menjalani hari ini dan menata masa depan lebih baik
dari hari ini. Mari menjadi jembatan bagi siswa dari era post truth menuju era kebenaran.
Membawa era kebenaran di tengah kebohongan berbalut kebenaran.
TUGAS PERTEMUAN 1
1. Identifikasilah ide pokok setiap paragraf dalam teks tersebut!
2. Tulislah 5 kalimat fakta dan 5 kalimat opini yang terdapat dalam teks!
17
3. Tulislah kalimat yang menandakan struktur dalam teks prosedur kompleks tersebut!
Pendahuluan
Badan argumen
Simpulan
18
LAMPIRAN 7
Lembar Asesmen Sumatif
19
LAMPIRAN 8
Lembar Rubrik Penilaian
PERTEMUAN 1
Nmr Deskripsi Skor Bobot
1 Indetifikasi ide pokok dalam teks prosedur kompleks 2,5
Lengkap
Kurang lengkap 3
Tidak lengkap 2
1
2 Indetifikasi kalimat utama dalam teks prosedur kompleks 2,5
Lengkap
Kurang lengkap 3
Tidak lengkap 2
1
3 Identifikasi struktur teks prosedur kompleks 2,5
Tepat
Kurang tepat 3
Tidak tepat 2
1
PERTEMUAN 2 DAN 3
Nmr Deskripsi Skor Bobot
1 Membuat topik teks prosedur kompleks 5
Lengkap
Kurang lengkap 3
Tidak lengkap 2
1
2 Membuat ide pokok 5
Lengkap 3
Kurang lengkap 2
Tidak lengkap 1
3 Mengembangkan ide pokok 5
Lengkap 3
Kurang lengkap 2
Tidak lengkap 1
4 Mengembangkan data dan fakta penunjang teks prosedur kompleks 5
Lengkap
Kurang lengkap 3
Tidak lengkap 2
1
20
LAMPIRAN 9
Lembar Rubrik Sumatif
21
LAMPIRAN 10
Lembar
22