0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan157 halaman

Menggunakan fprintf untuk Vektor di MATLAB

Diunggah oleh

Rich Phan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan157 halaman

Menggunakan fprintf untuk Vektor di MATLAB

Diunggah oleh

Rich Phan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Antarmuka Pengguna atau User

Interface MATLAB

A. Antarmuka Pengguna MATLAB

User interface MATLAB termasuk familiar dengan pengguna. Berikut User


Interface dari MATLAB. Secara umum MATLAB mempunyai user interface seperti
gambar berikut.

Adapun design dari software MATLAB


1. Menu Bar

MATLAB mempunyai 3 menu yaitu:

1.1 Home

Home Bar berisi sub-menu yang berisi tool-tool dasar untuk


menggunakan MATLAB. Menu File berisi tool-tool untuk mengatur file-
file MATLAB seperti membuka dan membuat baru.
Menu Variable berisi tool-tool untuk mengatur variable matriks, menu
ini terintegrasi langsung dengan Workspace. Menu Code digunakan
untuk melakukan debugging code serta analisis waktu saat kode
dijalankan. Menu Simulink digunakan untuk manajemen Simulink
Library dalam berbagai kepentingan disiplin ilmu.
Menu Preferences digunakan untuk melakukan pengaturan software
MATLAB dan Menu Resource digunakan untuk manajemen apps,
seperti menambah dan menghapus apps/tool box.

Ketika anda membuat script dengan klik "New Script" Maka anda
akan membuka Editor Window.
1.2 Plots

Plots Bar berisi tool-tool untuk membuat plot dari variable-variable di


Workspace.

1.3 Apps

Apps
Bar berisi apps yang di-install pada MATLAB termasuk menambah dan
menghapus Apps.

2. Quick Access Toolbar

Quick Access Toolbar berisi perintah-perintah yang sering digunakan


pada MATLAB. Anda juga dapat menambah atau mengurangi perintah
yang ditampilkan Quick Access Toolbar. Adapun perintah default
berupa add new, save, cut, copy, paste, redo, undo, switch
window dan help.

3. Current Folder
Current Folder berfungsi sebagai file manager untuk menampilkan file-
file MATLAB yang anda buat. Anda dapat mengakses file dengan
mudah melalui current folder. Anda dapat memilih current folder
dengan cepat pada search bar di bawah menu bar. File MATLAB
menggunakan extension .m

4. Command Window
Command Window adalah jendela utama untuk melakukan eksekusi
perintah, membuka perintah, membuka jendela lain, menjalankan
program yang ditulis pengguna serta manajemen apps.

5. Workspace

Workspace menyediakan informasi mengenai variabel-variabel yang


digunakan. Anda dapat mengedit dengan mudah variabel-variabel
melalui Workspace.

6. Status Bar

Status bar menyediakan informasi apa yang dilakukan MATLAB


terhadap eksekusi yang dilakukan
Cara Menggunakan Command
Window MATLAB

A. Pengertian Command Window MATLAB

Command Window adalah jendela utama untuk melakukan eksekusi perintah,


membuka jendela baru, menjalankan Toolbox dan manajemen software pada
MATLAB. Pada tutorial ini dijelaskan cara menggunakan command window pada
MATLAB.
B. Langkah Dasar Menggunakan Command Window

Berikut langkah-langkah dasar yang perlu diketahui saat menggunakan program


dengan MATLAB.

1. Penunjuk Command Prompt ">>"

Untuk menulis kode MATLAB dimulai dengan klik pada penunjuk


command prompt ">>".

2. Tombol "Enter"

Setelah selesai menulis kode tekan "Enter" untuk menjalankan kode


(run).

3. Tanda Koma

Beberapa kode perintah dapat ditulis dalam satu baris kode dan
dipisahkan dengan tanda koma ( , ).
4. Koreksi Otomatis

MATLAB dapat melakukan koreksi kode saat terjadi kesalahan ketik dan
anda dapat mengulang eksekusi perintah tersebut.

5. Memanggil Kode Sebelumnya

Anda dapat mengambil ulang kode yang telah anda eksekusi


sebelumnya dengan menggunakan tombol arah ke atas ( ↑ ) atau ke
bawah ( ↓ ).
6. Memenggal Kode yang Panjang ( ... )

Jika kode perintah terlalu panjang anda dapat menulisnya di baris


setelahnya. Anda dapat melakukan dengan menulis 3 titik ( ... ) pada
baris sebelumnya.
C. Fundamental Penulisan Syntax MATLAB

Berikut syntax-syntax dasar yang perlu diketahui sebelum membuat kode


program dengan menggunakan MATLAB.

1. Semicolon ( ; )

Semicolon digunakan untuk menjalankan perintah tanpa menampilkan


output langsung di command window. Semicolon juga digunakan untuk
menjalankan banyak perintah. Semicolon tidak menampilkan output
langsung pada command window.

2. Persen ( % )

Persen digunakan untuk membuat komentar pada kode yang anda


tulis. Persen ditulis sebelum kode, ketika anda menekan Enter, kode
tidak akan dieksekusi.
3. clc

Perintah ini digunakan untuk membersihkan layar command window.


Perintah ini tidak berpengaruh terhadap variabel-variabel yang anda
eksekusi sebelumnya.

4. clear

Perintah clear digunakan untuk menghapus semua variabel-variabel


pada workspace.

5. ans

ans adalah kependekan dari answer, kata ini akan muncul ketika
menjalankan perintah dengan operasi tertentu.

6. help

Perintah help berfungsi memberikan bantuan mengenai syntax-syntax


pada MATLAB dan Simulink.

7. Command History
Command history berfungsi untuk memperlihatkan riwayat eksekusi
perintah yang anda lakukan walaupun anda telah melakukan
perintah "clc". Apabila anda tidak melihat Command History anda
dapat menampilkan dengan klik pada "Environment" > "Command
History" > "Docked" seperti gambar berikut

8. exit

Perintah exit digunakan untuk menutup software MATLAB


Menggunakan Operasi Aritmatika
pada MATLAB

Operasi Aritmatika MATLAB


Tutorial berikut mengenai cara menggunakan operasi aritmatika pada MATLAB
dengan skalar sebagai besaran. Operasi aritmatika atau operasi matematika
pada MATLAB selalu digunakan dalam membuat program. Berikut simbol dasar
yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika dengan MATLAB.

A. Operasi Aritmatika pada MATLAB

Berikut beberapa operasi aritmatika bahasa pemrograman MATLAB.

Operasi Syntax Contoh

Penjumlahan + 5+3

Pengurangan - 8-8

Perkalian * 7*3

Pembagian Kanan / 3/4

Pembagian Kiri \ 3\4=4/3

Pangkat ^ 9^2
Tanda Kurung (...) 2+(9^3)

Untuk menggunakan MATLAB sebagai kalkulator anda tidak perlu menulis tanda
sama dengan di akhir kode, langsung tekan tombol "Enter" untuk
memunculkan jawabannya.

Operasi
Aritmatika dengan MATLAB
Ketika anda menekan tombol "Enter" maka akan muncul "ans" yang
merupakan kependekan dari "answer".
B. Urutan Operasi Aritmatika MATLAB

MATLAB menggunakan urutan operasi Aritmatika sama halnya dengan ilmu


matematika. Berikut urutan operasi aritmatika MATLAB,

1. Tanda Kurung
2. Pangkat
3. Perkalian dan Pembagian
4. Penambahan dan Pengurangan

C. Mengubah Format Skalar MATLAB (Display


Format)

Anda dapat mengubah format skalar sehingga tampilan yang ditampilkan sesuai
dengan keperluan perhitungan anda. Anda dapat mengubahnya dengan
menggunakan perintah "format".Berikut beberapa perintah-perintah format
dalam MATLAB.

Syntax Deskripsi Contoh

format short Menampilkan format skalar dengan 4 digit desimal 12.1200

Menampilkan format skalar dengan 15 digit


format long 1.123456789012340
desimal

format short Menampilkan dengan scientific notation dengan 4


3.2421e+03
e digit desimal

format long Menampilkan dengan scientific notation dengan 15


3.242093742374892e+03
e digit desimal

format short Menampilkan desimal sampai 5 digits


3242.1
g (pembulatan)

format long Menampilkan desimal sampai 15 digits 3242.09374237489


g (pembulatan)

format bank Menampilkan skalar dengan 2 digit desimal 3242.09

Berikut ilustrasinya:

Anda juga dapat menampilkan bantuan di command window MATLAB dengan


menggunakan perintah "help format".
D. Tips & Trik

 format compact
Anda dapat mengeliminasi baris kosong "ans" sehingga command
windows lebih rapat dan hemat tempat.

 format loose

Anda juga dapat mengembalikan konfigurasi awal sehingga baris


kosong muncul lagi saat menampilkan "ans".
3 Jenis Fungsi Matematika pada
MATLAB

Fungsi Matematika MATLAB

Perangkat lunak MATLAB tidak hanya menyediakan operasi aritmatika, terdapat


juga fungsi matematika untuk penggunaan tingkat lanjut. Terdapat 3 jenis
fungsi matematika pada MATLAB yaitu: elementary math
function, trigonometric math function, dan rounding function.
A. Menggunakan Fungsi Matematika pada
MATLAB
Anda dapat menggunakan fungsi dasar matematika dengan mudah, cukup
dengan menggunakan command window. Selain itu fungsi ini juga dapat
digunakan secara luas seperti dalam script file hingga program yang lebih
kompleks.

B. Fungsi Matematika pada MATLAB


Berikut fungsi-fungsi dasar matematika yang ada pada library MATLAB.

1. Elementary Math Functions

Elementary Math Functions merupakan fungsi yang sering digunakan


dalam perhitungan matematika, berikut fungsi dalam MATLAB.

Fungsi Deskripsi Contoh

>> sqrt(16)

sqrt(x) Fungsi Akar kuadrat (Square root) ans =

>> nthroot(80,5)

nthroot(x,n) Fungsi Akar Bilangan Real ans =

2.4022

exp(x) Eksponensial Euler (e^x)


>> exp(1)
ans =

2.7183

>> abs(-9)

abs(x) Nilai Absolut ans =

>> log(1)

log(x) Logaritma Natural (ln) ans =

>> log10(100)

log10(x) Logaritma Basis 10 ans =

>> factorial(3)

factorial(x) Faktorial x! ans =

2. Trigonometric Math Functions


Fungsi Deskripsi Contoh

sin(x) sin x dalam π


>> sin(pi/2)
ans =

>> sind(90)

sind(x) sin x dalam derajat ans =

>> cos(pi)

cos(x) sin x dalam π ans =

-1

>> cosd(180)

cosd(x) cos x dalam derajat ans =

-1

>> tan(pi/4)

tan(x) tan x dalam π ans =

1.0000

>> tand(45)

tand(x) tan x dalam derajat ans =

1
>> cot(pi/6)

cot(x) cotangen x dalam π ans =

1.7321

>> cotd(30)

cotd(x) cotangen x dalam derajat ans =

1.7321

3. Selain itu anda juga dapat mencari invers trigonometri dengan


menggunakan fungsi asin(x), acos(x), atan(x) dan acot(x) untuk invers
trigonometri x dalam π. Anda juga dapat menggunakan asind(x),
acosd(x), atand(x) dan acotd(x) untuk invers trigonometri x dalam
derajat.
4. Untuk menghitung fungsi trigonometri hiperbolik gunakan sinh(x),
cosh(x), tanh(x) dan coth(x) untuk trigonometri hiperbolik x dalam π.

5. Rounding Functions (Fungsi Pembulatan)

Rounding Functions berfungsi untuk membulatkan suatu nilai, pada


tabel berikut x dapat berupa angka maupun operasi aritmatika .

Fungsi Deskripsi Contoh

>>
round(2.123+4.5*7)
round(x
Pembulatan ke bilangan bulat terdekat
) ans =

34

fix(x) Pembulatan ke bawah


>> fix(13/5)
ans =

>> ceil(2.1)

ceil(x) Pembulatan ke atas ans =

>> floor(-3.1)

floor(x) Ke minus tak hingga ans =

-4

>> rem(13,5)

rem(x,y) Menampilkan sisa pembagian x bagi y ans =

>> sign(0)

Signum Function, nilai 1 untuk x>0, nilai -1 untuk


sign(x) ans =
x<0 dan 0 untuk x=0

0
Cara Membuat Variabel pada
MATLAB

Variabel pada MATLAB adalah sebuah huruf atau beberapa huruf yang dapat
memuat nilai numerik atau operasi komputasi. Variabel yang sudah memuat
nilai numerik dapat digunakan untuk perhitungan baik operasi aritmatika,
fungsi, toolbox maupun syntax perintah MATLAB lainnya. Ketika variabel
didefinisikan, MATLAB menyimpannya pada alokasi memori kosong. MATLAB
secara otomatis melakukan konfigurasi pointer yang efektif dan efisien. Tutorial
berikut membahas cara membuat variabel pada MATLAB.

A. Cara Membuat Variabel

Untuk membuat dan memberikan nilai numerik atau operasi komputasi, anda
dapat menggunakan command window dengan menggunakan assignment
operator "=".

» x = 12

Pada sisi kiri assignment operator merupakan nama variabel dan sisi kanan
merupakan nilai numerik atau operasi komputasi. Untuk melakukan eksekusi
definisi variabel tekan ENTER. Sama seperti bahasa pemrograman lainnya, nilai
numerik pada variabel bersifat dinamis.

» x = 12
x = 12

» x = x + 7 %Nilai bersifat dinamis%


x = 19
Anda juga dapat mendefinisikan banyak variabel sekaligus dengan 1 perintah
eksekusi menggunakan tanda semicolon (;) tanpa penampilan nilai pada
command window dan tanda koma (,) penampilan nilai pada command window.

» a = 1, A = 2, aA =3

a = 1

A = 2

aA = 3

» x = 4; y = 5; %ketika Perintah dijalankan nilai tidak tampil%

B. Sistematika Penulisan Variabel

Terdapat beberapa peraturan penulisan variabel pada MATLAB

 Variabel harus dimulai dari huruf


 Maksimal penamaan variabel adalah 63 karakter
 Nama hanya dapat mengandung huruf, angka dan underscore
 Nama tidak dapat menggunakan karakter fungsi seperti , ; %
 Bersifat case sensitive misalkan aa ≠ aA ≠ Aa ≠AA
 Dilarang menggunakan nama variabel yang sama dengan nama fungsi standar yang ada
seperti mesh, sqrt, sin dll
Terdapat 20 kata secara fundamental tidak bisa digunakan untuk membuat
nama variabel.

break case catch classdef continue else elseif end for function
global if otherwise parfor persistent return spmd switch try while

Jika saat anda melakukan eksekusi definisi variabel muncul kata berwarna biru,
maka dapat diartikan, arti dari kata itu sebagai berikut.

Syntax Deskripsi

Pi Nilai pi dengan aproksimasi 22/7

Eps Nilai terkecil antara 2 angka dengan aproksimasi 2^(-52) atau 2.2204e–016

Inf Tak terhingga

I Bilangan imajiner, √-1 sama dengan 0 + 1i dalam bilangan kompleks

J Sama dengan i

NaN Not-a-Number atau tidak terdefinisi, misal untuk operasi 1/0

C. Manajemen Variabel MATLAB

Syntax untuk menghapus dan manajemen variabel MATLAB,

Syntax Deskripsi

Clear Menghapus semua variabel pada memory

clear a b c Menghapus variabel a b dan c pada memory


Who Menampilkan daftar variabel pada memory

Whos menampilkan daftar detail variabel pada memory

Menampilkan dan Menyelesaikan


Persamaan Matematika di MATLAB

MATLAB dapat menampilkan dan menyelesaikan rumus atau persamaan


matematika. Hal ini dapat anda lakukan untuk memastikan apakah kode yang
anda buat sesuai dengan rumus matematika yang ingin anda eksekusi
menggunakan MATLAB. Berikut artikel menampilkan dan menyelesaikan
persamaan matematika di MATLAB.

Cara menampilkan rumus matematika di MATLAB adalah dengan menggunakan


perintah "pretty". Sebelum anda menggunakan perintah "pretty" anda perlu
mendefinisikan variabel terlebih dahulu. Sedangkan untuk menyelesaikan
persamaan matematika anda dapat menggunakan perintah "solve"
Pengertian Array di MATLAB dan
Cara Membuat Array

Array di MATLAB adalah sekumpulan angka atau dapat juga berupa karakter,
diurutkan dalam baris dan kolom yang menyimpan data dan informasi dalam
tabel. Secara fundamental MATLAB menggunakan Array untuk menyimpan data
serta manipulasi data sehingga dapat dilakukan eksekusi untuk melakukan
suatu pekerjaan.

Array yang paling sederhana pada MATLAB merupakan Array yang hanya terdiri
dari satu baris dan satu kolom. Array jenis ini dapat membentuk vektor yaitu
Array yang hanya terdiri dari satu baris namun terdiri lebih dari satu kolom atau
sebaliknya. Array yang lebih komplek secara konsep sama dengan matriks di
dalam ilmu matematika.

Berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya anda tidak perlu mendefinisikan


tipe data dari array yang akan anda buat. Cukup mendefinisikan Array dengan
tanda kurung siku (square bracket) menggunakan MATLAB

nama_variabel = [nilai numerik]

1. Cara Membuat Array Berdimensi Satu atau Vektor

Array berdimensi satu adalah Array yang terdiri dari satu kolom dengan
beberapa baris atau terdiri dari satu baris dengan beberapa kolom.
Contoh Array berdimensi satu adalah vektor pada sumbu 3 dimensi.
Misalkan anda akan membuat array vektor
rA = 3i+7j+2k

Anda dapat membuat Array ini menggunakan 2 cara dari definisi vektor
di atas.

Array dengan 1 baris dan beberapa kolom


» A = [3 7 2]

A =

3 7 2

Array dengan 1 kolom dan beberapa baris


» A = [3; 7; 2;]

A =

Array dengan interval tertentu


Anda juga dapat membuat Array urut dengan interval tertentu.
Misalkan anda ingin membuat himpunan bilangan ganjil x ≤ 10 di mana
x ∈ bilangan genap positif. Dari soal dapat kita lihat beda bilangan
genap adalah 2 sehingga kode yang anda butuhkan adalah sebagai
berikut

» x = [2 : 2 : 10]

x =

2 4 6 8 10

Anda dapat membuat himpunan bilangan dengan interval diskret


dengan mudah menggunakan MATLAB. Misalkan y memenuhi -3 ≤ y ≤
3. Sehingga kode yang anda butuhkan,

» y = [-3:3]

y =

-3 -2 -1 0 1 2 3

Anda juga dapat membuat Array urut dari besar ke kecil. misalkan z
merupakan bilangan bulat 1 sampai dengan 10 yang diurutkan dari
besar ke kecil. Sehingga kode yang anda butuhkan adalah

» z = [10:-1:1]
z =

10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

Fungsi linspace untuk membuat Array

Membuat himpunan bulat dengan interval yang dapat membagi secara


rata banyaknya bilangan dari nilai minimum ke nilai maksimum. Anda
dapat membuatnya dengan perintah "linspace" secara fundamental
dapat dirumuskan sebagai berikut

a = linspace ( a1, a2, a3)

a = nama variabel, a1 = nilai angka sisi kiri, a2 = nilai angka sisi kanan
dan a3 = jumlah angka yang dihasilkan. Misalkan anda ingin membagi
dari 3 sampai 1 menjadi 4 bilangan maka kode yang anda perlukan
adalah sebagai berikut

» a = linspace(3,1,4)

a =

3.0000 2.3333 1.6667 1.0000

2. Cara Membuat Array Berdimensi Dua atau Matriks

Array Berdimensi Dua disebut dengan dengan matriks karena Array


berdimensi dua mempunyai ukuran yang dapat direpresentasikan
dengan panjang dan lebar. Secara fundamental untuk membuat
matriks dengan menggunakan MATLAB anda dapat menggunakan
syntax sebagai berikut

nama_variabel = [a11 a12 a13; a21 a22 a23; a31 a32 a33]

Pada a11 a12 a13 merupakan baris 1 matriks dan a11 a21 a31
merupakan kolom 1 dari matriks. Banyaknya baris dan kolom disebut
ukuran matriks yang dapat didefinisikan dengan mxn dimana m
banyaknya baris dan n banyak kolom.

Misalkan anda membuat matriks berukuran 3x3 dengan

Sehingga syntax MATLAB yang anda perlukan adalah sebagai berikut

» A = [1 2 3; 4 5 6; 7 8 9]

A =

1 2 3

4 5 6

7 8 9
Cara Membuat Matriks dengan
Menggunakan MATLAB

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, setiap data pada MATLAB menggunakan


dasar matriks. Matriks adalah kumpulan bilangan, simbol atau persamaan
matematika berbentuk persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom.
Matriks memberikan suatu konsep dalam pemrograman komputer pada MATLAB
untuk mempermudah menyelesaikan suatu permasalahan matematis dalam
berbagai aplikasi. Berikut Cara membuat matriks dengan Menggunakan
MATLAB.

A. Cara Mendefinisikan Matriks

Matriks juga disebut dengan array berdimensi dua dalam MATLAB. Secara
fundamental untuk membuat matriks dengan MATLAB anda dapat
menggunakan sistematika berikut

1. Diapit oleh tanda kurung siku []


2. Pembatas kolom masing-masing entri adalah spasi
3. Pembatas baris masing-masing entri adalah semicolon

Misalkan anda membuat matriks berukuran 3x2 sebagai berikut


Sehingga syntax MATLAB yang dibutuhkan adalah

» A =[1 2; 3 4; 5 6]

A =

1 2

3 4

5 6

Dari syntax di atas dapat dilihat untuk mendefinisikan matriks menggunakan


tanda kurung siku (square bracket) dan setiap elemen matriks pada kolom
dipisahkan dengan spasi antar kolom dan dipisahkan dengan semicolon (;) antar
baris.

B. Melakukan Operasi Matematika Pada Elemen Matriks

Anda dapat menggunakan operasi matematika sebagai anggota elemen matriks


yang akan didefinisikan.

Misalkan diketahui a = 1 , b = 2 , c = 3

Berapakah nilai matriks


Sehingga syntax yang anda perlukan untuk menyelesaikan perhitungan di atas
adalah

» a = 1; b = 2; c = 3;

» A = [a+b 2; 3 b+c; c+a 6]

A =

3 2

3 5

4 6

C. Membuat Matriks Nol, Matriks Satu dan Matriks Diagonal

Anda dapat mendefinisikan matriks-matriks dengan nilai khusus


menggunakan Syntax berikut

1. Membuat Matriks Nol

Untuk membuat matriks nol anda dapat menggunakan syntax zeros


(m,n). Dengan m merupakan banyaknya baris dan n merupakan
banyaknya kolom. Misalkan anda ingin membuat matriks nol berukuran
6x4
Anda dapat melakukannya dengan cepat dengan syntax berikut

» B = zeros (6,4)

B =

0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0 0

2. Membuat Matriks Satu

Untuk membuat matriks satu dengan cepat anda dapat menggunakan


syntax ones(m,n). Dengan m merupakan banyaknya baris dan n
merupakan banyaknya kolom. Misalkan anda ingin membuat matriks
satu berukuran 2x3

Anda dapat melakukannya dengan cepat menggunakan syntax berikut

» C = ones (2,3)
C =

1 1 1

1 1 1

3. Membuat Matriks Diagonal

Matriks diagonal adalah matriks yang semua elemen diagonal


utamanya bernilai satu dan elemen lainnya adalah nol. Matriks
Diagonal merupakan matriks persegi berukuran n. Anda dapat
menggunakan syntax eye(n) untuk membuat matriks diagonal dengan
cepat. Misalkan anda ingin membuat matriks diagonal berukuran 3x3

Anda dapat melakukannya dengan cepat menggunakan syntax berikut

» D = eye(3)

D =

1 0 0

0 1 0

0 0 1

D. Menentukan Transpose Matriks dengan MATLAB


Berdasarkan definisi Transpose matriks A berukuran m x n dapat disimbolkan
dengan , yang didefinisikan dengan matriks berukuran n x m yang
didapatkan dengan menukar baris-baris dan kolom-kolom dari A. Sehingga baris
pertama merupakan kolom pertama dari matriks A, kolom pertama merupakan
baris pertama dari A dan seterusnya.

Anda dapat menentukan transpose suatu matriks yang sudah didefinisikan


dengan menggunakan MATLAB. Misalkan anda ingin menentukan transpose
matriks A yang didefinisikan sebagai berikut

Dapat diselesaikan secara manual sebagai berikut

Dengan menggunakan MATLAB anda dapat menggunakan syntax berikut

» A = [1 2; 3 4; 5 6]

A =

1 2

3 4

5 6
» A'

ans =

1 3 5

2 4 6

Dari contoh di atas kita cukup menambah tanda (') pada matriks yang ingin
ditentukan transpose.
Array Addressing Untuk Membuat
dan Mengubah Matriks di MATLAB

Pada tutorial sebelumnya sudah dijelaskan mengenai cara membuat matriks


menggunakan MATLAB. Seperti bahasa pemrograman lainnya setiap elemen
matriks pada MATLAB bersifat dinamis. Ini berarti data yang tersimpan dalam
memory sewaktu-waktu dapat berubah baik karena eksekusi tertentu maupun
Array Addressing yang dilakukan pengguna. Pada tutorial kali ini akan dijelaskan
mengenai Array Addressing untuk membuat dan mengubah matriks di MATLAB.

Array Addressing adalah cara melakukan identifikasi setiap elemen matriks


menggunakan MATLAB. Array Addressing dapat didefinisikan untuk satu elemen
maupun untuk beberapa elemen dalam suatu eksekusi. Array addressing secara
manual diperlukan ketika anda akan mendefinisikan nilai suatu elemen pada
matriks yang telah ada dalam memory.

A. Dasar Array Addressing Pada Vektor dan Matriks

Misalkan didefinisikan suatu matriks 3 x 4 sebagai berikut,

Cara melakukan Array Addressing untuk mencari nilai suatu elemen matriks
dengan menggunakan Syntax A(m,n). Misalkan anda akan mencari elemen
matriks dengan index a(1,1) dan a(3,2).
» A = [1 1 2 3; 2 2 4 8; 3 7 7 8]

A =

1 1 2 3

2 2 4 8

3 7 7 8

» A(1,1)

ans =

» A(3,2)

ans =

7
Anda juga dapat mengubah nilai elemen matriks dengan mendefinisikan elemen
matriks menggunakan Array Addressing melalui command window. Misalkan
anda akan mengubah nilai elemen matriks a(1,1) menjadi 8. Sebagai berikut

>> A(1,1)= 8

A =

8 1 2 3

2 2 4 8

3 7 7 8

B. Array Addressing Menggunakan Colon (:)

Fundamental menggunakan colon dalam Array Addressing adalah indexing atau


memberi index elemen-elemen pada suatu matriks atau vektor yang ada dalam
memory.

Menggunakan Colon(:) pada Vektor

Misalkan diketahui suatu vektor B sebagai berikut

Untuk membuat vektor baru dari elemen b(1,2) sampai b(1,5) dapat dilakukan
dengan menggunakan syntax Array Addressing menggunakan colon (:) sebagai
berikut.

» B = [1 3 8 9 4 3]
B =

1 3 8 9 4 3

» b = B (2:5)

b =

3 8 9 4

Sehingga untuk membuat vektor baru dari vektor B anda dapat menggunakan
syntax nama_vektor = vektor_utama(a:b) dengan a,b merupakan rentang
index suatu vektor.

Menggunakan Colon(:) pada Matriks

Misalkan dari matriks A di bawah anda dapat menggunakan colon (:) untuk
membuat matriks atau vektor baru dengan elemen-elemen dari A.

 Membuat Vektor dari suatu matriks


Anda dapat membuat vektor baru dari suatu matriks dengan melakukan array addressing
di bagian kolom maupun baris sesuai jenis vektor yang ingin anda buat . Misalkan akan
dibuat vektor A1 yaitu vektor kolom kedua A dan vektor A2 yaitu vektor baris ketiga A.
 » A

 A =

 8 1 2 3

 2 2 4 8

 3 7 7 8

 » A1 = A(:,2)

 A1 =

 1

 2

 7

 » A2 = A(3,:)

 A2 =

3 7 7 8

 Membuat Vektor dari matriks dengan index tertentu

Misalkan anda akan membuat suatu vektor A3 dari baris ke-3 matriks A
dengan index kolom 2 sampai 4. Serta vektor A4 dari kolom ke-2
matriks A dengan index 2 sampai 3. Berikut Syntax Array Addressing
yang dapat memecahkan hal persoalan tersebut.

» A

A =

8 1 2 3

2 2 4 8

3 7 7 8

» A3 = A(3,2:4)

A3 =

7 7 8

» A4 = A(2:3,2)
A4 =

 Membuat Vektor dengan beberapa elemen yang telah didefinisikan

Misalkan anda akan membuat vektor baru dengan elemen-elemen di


awali dengan 0 dan dilanjutkan dengan elemen baris pertama matriks
A. Anda dapat menggunakan Syntax berikut

» A

A =

8 1 2 3

2 2 4 8

3 7 7 8

» X = [0 A(1,:)]

X =
0 8 1 2 3

 Membuat matriks baru dari suatu matriks

Misalkan anda akan membuat Matriks B yang elemen-elemen dari


matriks A yaitu dari a(1,2) sampai dengan a(3,4). Anda dapat
menggunakan syntax array addressing berikut,

» A

A =

8 1 2 3

2 2 4 8

3 7 7 8

» B = A(1:3,2:4)

B =

1 2 3

2 4 8

7 7 8
Sehingga dapat diketahui untuk membuat suatu vektor atau matriks
dari suatu matriks dapat dilakukan dengan rumusan Syntax

variabel_baru = A (a:b,c:d) dengan a,b rentang minimum dan


maksimum baris A dan c,d adalah rentang minimum dan maksimum
kolom A.

C. Menambah Elemen Pada Matriks

Anda dapat menambahkan elemen baru pada matriks baik berupa matriks
maupun vektor pada suatu matriks. Jika elemen yang ditambahkan sudah ada
maka elemen tersebut akan digantikan dengan elemen yang baru. Berikut
beberapa cara untuk menambahkan elemen pada matriks.

 Menambah elemen suatu vektor

Misalkan suatu vektor didefinisikan dengan C = [1 2 3 4 5 6]. Misalkan


anda akan menambahkan elemen vektor dengan index 7 sampai 12
dengan isi 6, 5, 4, 3, 2, 1. Anda dapat menggunakan syntax berikut
untuk menyelesaikan permasalahan tersebut

» C = [1:1:6]

C =

1 2 3 4 5 6

» C (7:12)=[6:-1:1]
C =

1 2 3 4 5 6 6 5 4 3 2 1

 Menambah elemen pada suatu matriks

Misalkan suatu matriks C didefinisikan sebagai matriks berukuran 3 x


3 sebagai berikut

Misalkan anda akan menambah baris ke-4 pada matriks C dengan


elemen [0 1 3]. Anda dapat menggunakan syntax berikut

» C = [1 2 3; 4 5 6; 7 8 9]

C =

1 2 3

4 5 6

7 8 9

» C(4,:)= [0 1 3]
C =

1 2 3

4 5 6

7 8 9

0 1 3

 Menambah elemen yang tidak sesuai dengan ukuran matriks

Dalam MATLAB anda dapat menambahkan elemen tanpa


memperhitungkan ukuran baris dan kolom matriks yang akan
ditambahkan. Ketika ini terjadi elemen-elemen lainnya yang tidak ada
akan didefinisikan menjadi elemen 0. Misalkan Pada Matriks C dengan
ukuran 3 x 3 akan menambahkan elemen matriks dengan
index C(4,4).

» C = [1 2 3; 4 5 6; 7 8 9]

C =

1 2 3

4 5 6

7 8 9

» C(4,4)= 7
C =

1 2 3 0

4 5 6 0

7 8 9 0

0 0 0 7

 Menghapus elemen vektor dan matriks

Dalam dimensi satu atau vektor anda dapat menghapus elemen


dengan index tertentu maupun dalam range tertentu. Sedangkan
dalam dimensi 2 atau matriks anda dapat menghapus semua elemen
dalam baris atau kolom sehingga ukuran matriks menjadi lebih
[Link] didefinisikan suatu vektor

Kemudian anda akan menghapus beberapa elemen dari vektor T. Anda


dapat menggunakan syntax berikut

» T = [1:1:8]

T =

1 2 3 4 5 6 7 8

» T(1)=[]
T =

2 3 4 5 6 7 8

» T(2:3)=[]

T =

2 5 6 7 8

Misalkan suatu matriks A dengan ukuran 3 x 3.

Anda akan mengubah ukuran matriks menjadi 2 x 3 dengan


menghapus baris ketiga. Anda dapat menggunakan syntax berikut.

» A = [1 2 3; 4 5 6; 7 8 9]

A =

1 2 3
4 5 6

7 8 9

» A(3,:)=[]

A =

1 2 3

4 5 6

D. Fungsi lain terkait Array Addressing pada MATLAB

Terdapat banyak fungsi di MATLAB untuk melakukan eksekusi Array. Berikut


fungsi-fungsi yang sering digunakan dalam komputasi matriks menggunakan
MATLAB.

Syntax Deskripsi

length(A) Menampilkan panjang vektor A

» A

A =

1 2 3
» length(A)

ans =

size (A) Menampilkan ukuran matriks A


» A = [1 2 3; 4 5 6]

A =

1 2 3

4 5 6

» size(A)

ans =

2 3

reshape(A,m,n Membuat matriks baru dengan ukuran m,n dengan syarat jumlah elemen
) yang dihasilkan harus sama
» A = [1 2 3; 4 5 6]

A =

1 2 3

4 5 6

» reshape (A,1,6)

ans =

1 4 2 5 3 6

diag(vektor) Melakukan transformasi vektor ke matriks diagonal


» A = [1 2 3]

A =

1 2 3

» diag(A)
ans =

1 0 0

0 2 0

0 0 3

diag(matriks) Membuat vektor dari elemen diagonal matriks


» A = [1 2 3; 4 5 6; 7 8 9]

A =

1 2 3

4 5 6

7 8 9

» diag(A)

ans =

1
5

9
String dan Variabel String pada
MATLAB

String pada MATLAB merupakan jenis array yang terdiri dari satu atau lebih
karakter. Sama dengan nilai numerik, string juga dapat didefinisikan dengan
variabel. Berikut tutorial String dan Variabel String Pada MATLAB.

A. Apa itu String Pada MATLAB?

String adalah array yang elemen-elemen berupa karakter yang dapat memuat
huruf, angka, simbol dan spasi. String pada MATLAB dapat didefinisikan diantara
tanda petik tunggal ('). Saat anda membuat tanda petik tunggal yang pertama
warna font berubah menjadi merah dan ketika anda menutup string warna font
menjadi ungu. Contoh string adalah 'a', 'ab cd', '3#1*', '{x|x>0}'. String pada
MATLAB biasanya digunakan untuk menampilkan tulisan sehingga output yang
ditampilkan lebih mudah untuk dibaca. Untuk melakukan hal ini string
digabungkan dengan syntax untuk menampilkan output hasil eksekusi.

B. Apa Itu Variabel String?

Variabel String adalah variabel MATLAB yang berupa array dengan elemen
matriks berupa string. Variabel String dapat digunakan untuk melakukan
eksekusi yang mendukung eksekusi operasi matematika maupun menjelaskan
output dalam suatu eksekusi baik dalam toolbox, command window maupun
plot.

C. Bagaimana Cara Membuat Variabel String?


Untuk membuat variabel string anda menggunakan tanda petik tunggal (') baik
melalui command window maupun script file yang anda buat. Misalkan anda
akan membuat variabel string A sebagai berikut

» A = 'Hello World!'

A =

Hello World!

Anda dapat membuat Variabel string dalam bentuk matriks. Misalkan anda akan
membuat Variabel string yang berisi nama-nama hari. Untuk melakukan hal ini
dapat menggunakan syntax char sebagai berikut

Nama_Variabel = char('String 1', 'String 2', ... 'String N')

» Hari = char('senin', 'selasa','rabu', 'kamis', 'jumat', 'sabtu',


'minggu')

Hari =

senin

selasa

rabu

kamis

jumat
sabtu

minggu

Array Addressing pada Variabel String sedikit berbeda dengan Variabel Numerik.
Variabel String melakukan index per karakter. Namun untuk format Addressing
sama dengan format Variabel Numerik.

Nama_variabel(a:b,c:d)

Misalkan anda akan menampilkan Array Addressing untuk menampilkan hari


rabu anda dapat melakukan address pada baris ketiga dan semua kolom, dapat
diilustrasikan sebagai berikut

» Hari(3,:)

ans =

rabu

Misalkan anda ingin menampilkan semua hari dengan alias 3 digits pertama.
Anda dapat melakukan Address di semua baris dan kolom 1 sampai 3, sebagai
berikut

>> Hari(:,1:3)

ans =

sen
sel

rab

kam

jum

sab

min

D. Perbedaan Angka Numerik dengan Angka String

Angka pada variabel MATLAB secara umum bernilai numerik, namun anda dapat
mendefinisikan angka dengan nilai string dengan menggunakan tanda petik.
Bedanya anda tidak dapat melakukan perhitungan operasi matematika dengan
Angka String. Angka string mempunyai nilai identitas yang berbeda dengan
angka numerik. Dapat diilustrasikan sebagai berikut

» a = '123'

a =

123

» b = 321

b =
321

» c=a+b

c =

370 371 372


Operasi Matriks Menggunakan
MATLAB

Seperti tutorial sebelumnya mengenai Operasi Aritmatika pada MATLAB yang


membahas skalar, pada tutorial ini membahas matriks sebagai objek utama.
Berbeda dengan skalar yang berukuran 1 x 1, pada Operasi Matriks
Menggunakan MATLAB sedikit berbeda. Anda juga perlu mengetahui dasar dari
Operasi Matriks dan Aljabar Linear serta cara melakukan Addressing Array untuk
mempermudah anda memahami lebih lanjut.

A. Penjumlahan (Addition) Matriks

Penjumlahan pada matriks dapat didefinisikan sebagai berikut,

Misalkan diketahui matriks A dan B, kemudian anda akan mencari nilai A+B

Anda dapat menggunakan syntax berikut

» A = [1 2; 3 4]; B = [5 6; 7 8];

» A+B
ans =

6 8

10 12

B. Pengurangan (Subtraction) Matriks

Pengurangan pada matriks dapat didefinisikan sebagai berikut

Misalkan diketahui matriks C dan D, kemudian anda akan mencari nilai C-D

Anda dapat menggunakan syntax berikut

» C = [7 29; 0 1]; D = [6 4; 11 9];

» C-D

ans =

1 25

-11 -8
ukuran matriks yang akan dioperasikan dengan penjumlahan dan pengurangan
harus sama.

C. Perkalian (Multiplication) Matriks

Matriks dapat dilakukan operasi perkalian baik dengan skalar maupun vektor

1. Perkalian matriks dengan skalar

Berdasarkan definisi perkalian matriks A dengan skalar c menghasilkan


(product) cA yang disebut kelipatan skalar (skalar
multiple) matriks A.

Misalkan diketahui suatu skalar dan matriks kemudian dihitung


kelipatan skalar matriks tersebut

Anda dapat menggunakan syntax berikut

» a = 7; B = [3 6; -3 8; 0 9];

» a*B

ans =
21 42

-21 56

0 63

2. Perkalian matriks dengan matriks

Berdasarkan definisi hasil perkalian matriks A berukuran m x r dengan


matriks B berukuran r x n adalah matriks AB berukuran m x n yang
entri-entri ditentukan dari hasil kali entri baris A dengan kolom B yang
bersesuaian lalu dijumlahkan. Dapat dirumuskan sebagai berikut

Misalkan diketahui matriks A dan B, yang kemudian dihitung hasil


kalinya

Anda dapat menggunakan syntax berikut untuk menghitungnya


dengan cepat

» A=[12 16 28; 43 78 45]; B=[72 67; 97 23; 12 45];

» A*B

ans =
2752 2432

11202 6700

Perlu diketahui untuk perkalian matriks A dengan B, ukuran baris A


harus sama dengan ukuran kolom B.

D. Pembagian Matriks (Array Division)

Pembagian Matriks pada MATLAB menggunakan fundamental dari aljabar linear.


Sebelum ke Array Division perlu diketahui tentang

1. Matriks Identitas

Matriks identitas adalah matriks persegi yang diagonal utamanya


adalah 1 dan elemen lainnya adalah 0. Untuk membuat matriks
diagonal pada MATLAB dapat dilihat pada tutorial Cara Membuat
Matriks dengan Menggunakan MATLAB. Dalam konsep aljabar linear
setiap matriks yang dikalikan matriks identitas hasilnya matriks itu
sendiri.

2. Invers Matriks

Invers matriks A dapat didefinisikan sebagai matriks bujur


sangkar B sedemikian hingga matriks A dioperasikan A x B = B x A =
I, dimana I adalah matriks Identitas. Sedemikian B disimbolkan
dengan
Anda dapat mencari invers suatu matriks menggunakan
syntax inv(variabel) menggunakan MATLAB. Misalkan anda akan
mencari invers matriks A yang didefinisikan sebagai berikut

» A=[3 5; 1 2]

A =

3 5

1 2

» B=inv(A)

B =

2.0000 -5.0000
-1.0000 3.0000

3. Determinan Matriks

Determinan matriks adalah fungsi khusus yang mengasosiasikan suatu


bilangan real dengan suatu matriks bujur sangkar. Determinan matriks
MATLAB menggunakan fundamental aljabar liner sebagai konsep
dasarnya. Untuk menghitung determinan suatu matriks berukuran mxn
anda dapat menggunakan syntax det(variabel). Misalkan anda akan
menghitung determinan matriks E yang berukuran 5 x 5

» E = [1 2 3 4 5; 6 7 8 9 1; 1 2 3 3 4; 1 2 6 7 8; 1 4 7 9
8]

E =

1 2 3 4 5

6 7 8 9 1

1 2 3 3 4

1 2 6 7 8

1 4 7 9 8

» det_E = det(E)

det_E =
114

MATLAB mempunyai 2 jenis pembagian yaitu right division (/) dan left
division(\).

Right Division

Misalkan anda mempunyai matriks A dibagi dengan matriks B menghasilkan


matriks C dapat dirumuskan sebagai berikut

Misalkan diketahui

Sehingga nilai C dapat dihitung dengan syntax berikut

» A=[1 2; 3 4];B = [6 7; 8 9];

» A/B

ans =

3.5000 -2.5000

2.5000 -1.5000
Left Division

Misalkan anda mempunyai matriks D dibagi dengan matriks E menghasilkan


matriks F dapat dirumuskan sebagai berikut

Misalkan diketahui

Sehingga nilai F adalah

» D = [1 1; 3 2]; E=[4 5; 7 8];

» D\E

ans =

-1 -2

5 7
Penyelesaian Sistem Persamaan
Linear dengan MATLAB

Seperti pada tutorial sebelumnya mengenai menampilkan dan menyelesaikan


persamaan matematika di MATLAB. Pada tutorial ini digunakan konsep
matriks array division untuk menyelesaikan persamaan linear dengan MATLAB.
Sistem Persamaan Linear Multivariabel digunakan berbagai ilmu dan aplikasinya
mudah untuk diterapkan. Seperti namanya sistem persamaan linear
multivariabel mempunyai lebih dari satu variabel. Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel (SPLDV) dan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel merupakan contoh
dari sistem persamaan linear multivariabel.

A. Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel

Diketahui sistem persamaan linear sebagai berikut

Hitunglah nilai x,y,z ?

Sebelum anda menyelesaikan persamaan linear dengan MATLAB anda perlu


mengubah bentuk persamaan itu dalam bentuk matriks. Ini menggunakan
konsep aljabar linear, sebagai berikut
Dengan menggunakan konsep array division pada MATLAB diperoleh solusi
matriks X dengan entri x,y,z sebagai berikut

Menggunakan left division

» A = [3 2 1; 2 7 2; 8 2 -7]

A =
3 2 1

2 7 2

8 2 -7

» B = [12; 28; 4]

B =

12

28

» X=A\B

X =

1.3245

3.0993

1.8278

menggunakan right division


» A = [3 2 8; 2 7 2; 1 2 -7]

A =

3 2 8

2 7 2

1 2 -7

» B = [12 28 4]

B =

12 28 4

» X =B/A

X =

1.3245 3.0993 1.8278


Jadi, nilai x = 1,3245 ; y = 3,0993 dan z = 1,8278

B. Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Empat Variabel


Diketahui sistem persamaan linear sebagai berikut

Hitunglah nilai a,b,c,d ?

Anda dapat menyelesaikan soal di atas dengan mudah sama dengan cara
sistem persamaan linear tiga variabel di atas.

Membentuk matriks sistem persamaan

Syntax yang diperlukan untuk menghitung soal di atas dengan solusi


penyelesaian X adalah sebagai berikut
» A = [1 2 3 1; 3 5 7 4; 4 1 1 3; 6 7 5 2]

A =

1 2 3 1

3 5 7 4

4 1 1 3

6 7 5 2

» B = [9; 12; 23; 0]

B =

12

23

» X = A\B

X =
11.8824

-17.5294

12.9412

-6.6471

Jadi, nilai a = 11,8824 ; b = -17,5294 ; c = 12,9412 dan d = -6,6471

Anda dapat menyelesaikan persamaan linear dengan MATLAB untuk jumlah


variabel yang lebih banyak, dengan membuat bentuk matriks persegi dari
sistem persamaan lalu menggunakan Array Division untuk menghitung
solusinya.
Operasi Element-by-Element Matriks
pada MATLAB

Operasi Element-by-Element matriks merupakan sebuah rule operasi MATLAB


untuk menghasilkan nilai dari operasi setiap entri-entri yang bersesuaian.
Operasi Element-by-Element hampir sama dengan operasi penjumlahan dan
pengurangan aljabar linear matriks pada tutorial Operasi Matriks Menggunakan
MATLAB. Setiap entri dioperasikan seperti fungsi sehingga setiap entri
mempunyai pasangan untuk dioperasikan.

Operasi Element-by-Element pada MATLAB dapat digunakan untuk keperluan


tertentu seperti membuat grafik. Terdapat tiga jenis operasi Element-by-
Element pada MATLAB sebagai berikut

A. Perkalian Element-by-Element

Operasi perkalian Element-by-Element disimbolkan dengan tanda dot-star (.*)


dan dapat dirumuskan sebagai berikut

B. Pangkat Element-by-Element

Pangkat Element-by-Element disimbolkan dengan dot-caret (.^) dan operasi ini


digunakan untuk matriks dan skalar. Formulasi syntax dot-caret sebagai berikut
C. Pembagian Element-by-Element

Terdapat dua jenis Pembagian Element-by-Element yaitu right division dan left
division Element-by-Element dengan konsep yang hampir sama dengan
pembagian matriks pada umumnya.

 Left Division Element-by-Element

Operasi Left Division Element-by-Element disimbolkan dengan dot-


backslash (.\) dan dapat dirumuskan dengan

 Right Division Element-by-Element

Operasi Right Division Element-by-Element disimbolkan dengan dot-


slash (./) dan dapat dirumuskan sebagai berikut

Contoh Soal:

Tentukan daerah penyelesaian dari persamaan berikut untuk x = 1, 2, 3, 4, 5, 6

Penyelesaian:
Untuk menyelesaikan soal di atas anda dapat menggunakan syntax Element-by-
Element sebagai berikut

» x = [1:6]

x =

1 2 3 4 5 6

» f_x = (x.^2+7)./(2*x.^3+3*x+6)

f_x =

Columns 1 through 4

0.7273 0.3929 0.2319 0.1575

Columns 5 through 6

0.1181 0.0943

Sehingga diperoleh range {0,7273; 0,3929; 0,2319; 0.1575; 0.1181; 0,0943}


Fungsi Statistika pada MATLAB dan
Contoh Penerapannya

Untuk menggunakan fungsi statistika pada MATLAB anda perlu mengetahui cara
menggunakan array dan matriks di MATLAB. Statistika deskriptif dengan
MATLAB tidak hanya digunakan untuk keperluan ilmu statistika saja. Namun
juga dapat digunakan untuk memenuhi disiplin ilmu lainnya dalam melakukan
komputasi matematika. Berikut beberapa fungsi statistik pada MATLAB
khususnya ukuran pemusatan data yang sering digunakan.

1. Menghitung Nilai Rata-Rata (mean)

Berdasarkan definisi suatu data dengan banyak data N


dapat dirumuskan nilai rata-rata data dengan simbol μ .

Misalkan diketahui nilai praktikum Biologi 10 mahasiswa Akbar, Agus,


Nary, Wikan, Sani, Nanda, Rosa, Emerald, Dian dan Hafiz adalah 60,
70, 86, 67, 54, 78, 77, 87, 70, 66. Hitunglah rataan hitung dari nilai
praktikum mahasiswa tersebut?

Untuk menyelesaikan soal di atas anda dapat menggunakan


syntax mean(variabel_matriks), sebagai berikut

» A = [60 70 86 67 54 78 77 87 70 66]
A =

60 70 86 67 54 78 77 87 70 66

» rataan = mean(A)

rataan =

71.5000

Jadi, nilai rata-rata praktikum biologi 10 mahasiswa tersebut adalah


71,5

2. Menghitung Nilai Maksimum Data (max)

Untuk menghitung nilai maksimum suatu data anda dapat


menggunakan syntax max(variabel), variabel yang anda definisikan
dapat berupa matriks ataupun vektor. Misalkan untuk persoalan di atas
dapat kita tentukan nilai maksimum menggunakan MATLAB sebagai
berikut

» A = [60 70 86 67 54 78 77 87 70 66]

A =
60 70 86 67 54 78 77 87 70 66

» nilai_tertinggi = max(A)

nilai_tertinggi =

87

Sehingga dapat diketahui nilai tertinggi praktikum biologi adalah


87. Anda juga dapat mengetahui siapa yang memperoleh nilai tertinggi
dengan syarat data merupakan data urut. Anda dapat menggunakan
syntax [a,b]=max(variabel) dengan a nilai tertinggi dan b urutan
data. Sehingga untuk persoalan di atas diperoleh

>> A = [60 70 86 67 54 78 77 87 70 66]

A =

60 70 86 67 54 78 77 87 70 66

>> [nilai,urutan]=max(A)

nilai =

87

urutan =
8

Dari perhitungan diperoleh nilai tertinggi berada pada urutan ke-8 yaitu
Emerald. Jadi, Nilai tertinggi praktikum biologi diperoleh oleh
Emerald.

3. Menghitung Nilai Minimum Data (min)

Untuk menghitung nilai minimum format syntax yang digunakan sama


dengan syntax nilai maksimum. Syntax untuk mencari nilai minimum
pada MATLAB adalah min. Sehingga diperoleh nilai minimum pada
persoalan di atas adalah sebagai berikut

» A = [60 70 86 67 54 78 77 87 70 66]

A =

60 70 86 67 54 78 77 87 70 66

» nilai_minimum = min(A)

nilai_minimum =

54
» [nilai,urutan]=min(A)

nilai =

54

urutan =

Sehingga diperoleh nilai minimum praktikum biologi adalah 54 yang


diperoleh Sani (urutan ke-5)

4. Menghitung Jumlah Nilai (sum)

Untuk menghitung jumlah nilai data keseluruhan anda dapat


menggunakan syntax sum(variabel), untuk persoalan di atas
diperoleh

» A = [60 70 86 67 54 78 77 87 70 66]

A =

60 70 86 67 54 78 77 87 70 66
» jumlah = sum(A)

jumlah =

715

Sehingga jumlah nilai keseluruhan 715.

5. Mengurutkan Data (sort)

Anda dapat mengurutkan data menggunakan syntax sort(variabel).


Untuk data di atas dapat diurutkan sebagai berikut

» A = [60 70 86 67 54 78 77 87 70 66]

A =

60 70 86 67 54 78 77 87 70 66

» urut = sort(A)

urut =

54 60 66 67 70 70 77 78 86 87
6. Menghitung Nilai Tengah Data (median)

Median data didefinisikan sebagai nilai tengah dari data yang telah urut
dari kecil ke besar. Dapat dirumuskan sebagai berikut

Untuk soal di atas dapat ditentukan nilai tengah data dengan


menggunakan syntax median(variabel) sebagai berikut

» A = [60 70 86 67 54 78 77 87 70 66]

A =

60 70 86 67 54 78 77 87 70 66

» nilai_tengah = median(A)

nilai_tengah =

70

Jadi, nilai tengah nilai praktikum biologi 10 mahasiswa tersebut adalah


70.
7. Menghitung Standar Deviasi Data (std)

Standar Deviasi atau Sebaran Baku Data adalah ukuran sebaran


statistika yang menghitung bagaimana nilai data tersebar. Pada
MATLAB dapat digunakan syntax std(variabel) untuk menghitung
standar deviasi dari entri-entri vektor pada variabel. Pada soal di atas
dapat anda tentukan standar deviasi adalah sebagai berikut

» A = [60 70 86 67 54 78 77 87 70 66]

A =

60 70 86 67 54 78 77 87 70 66

» standar_deviasi = std(A)

standar_deviasi =

10.6275

Jadi, standar deviasi nilai praktikum biologi 10 mahasiswa tersebut


adalah 10,6275.

8. Menghitung Dot Product Data (dot)

Dot product atau hasil kali titik dari 2 vektor u dan v didefinisikan
sebagai
Misalkan diketahui 2 vektor sebagai berikut

Untuk menghitung dot product dari kedua vektor tersebut anda dapat
menggunakan syntax dot(a,b) sebagai berikut

» a = [3 1 1]

a =

3 1 1

» b = [2 3 1]

b =

2 3 1

» dot_product = dot(a,b)

dot_product =
10

Jadi, dot product antara a dan b adalah 10.

9. Menghitung Cross Product Data (cross)

Berdasarkan definisi cross product atau hasil kali silang hanya berlaku
di Ruang Dimensi 3. Jika u dan v adalah vektor di dimensi 3 dapat
dirumuskan untuk cross product u x v adalah sebagai berikut

Dari vektor u dan v di atas dapat kita tentukan cross product dengan
syntax berikut

» a = [3 1 1]

a =

3 1 1

» b = [2 3 1]

b =

2 3 1
» hasil_kali_silang = cross(a,b)

hasil_kali_silang =

-2 -1 7
Bilangan Acak pada MATLAB (rand,
randn, dan randi)

Cara membangkitkan bilangan acak pada MATLAB dapat menggunakan


syntax rand, randn dan randi. Berikut tutorial membangkitkan bilangan acak
dengan MATLAB menggunakan 3 syntax tersebut.

Bilangan Acak atau bilangan random merupakan bilangan yang dibangkitkan


secara acak, namun sesungguhnya MATLAB menggunakan algoritma untuk
menampilkan hasil yang tetap independen maupun acak. Proses random
menggunakan fundamental pseudo-random dan pseudo-independent.

A. rand

Syntax rand digunakan untuk membangkitkan bilangan random yang tersebar


secara Uniform dengan rentang 0 sampai 1. Variabel random dapat berupa
vektor maupun matriks.

Berikut beberapa jenis penggunaan syntax rand:

Syntax Deskripsi Contoh

rand Untuk pembangkitan 1 variabel random » rand


ans =

0.8147

» A = rand
(1,3)

Untuk pembangkitan bilangan random


rand(1,n)
sebanyak n dalam rentang 0 sampai 1 A =

0.9058 0.1270
0.9134

» B = rand (2)

Untuk pembangkitan bilangan random B =


rand(n)
dalam bentuk matriks dengan ukuran nxn
0.6324 0.2785

0.0975 0.5469

» C = rand
(2,3)

C =
Untuk pembangkitan bilangan random
rand(m,n)
dalam bentuk matriks dengan ukuran mxn
0.9575 0.1576
0.9572

0.9649 0.9706
0.4854

randperm(n) Untuk pembangkitan n bilangan random >> D =


randperm(3)

yang entri-entri merupakan bilangan bulat


dari 1 sampai n D =

2 3 1

» D =
randperm(5,3)

randperm(b,a Untuk pembangkitan bilangan random


) dengan entri a sampai b, dengan b > a
D =

3 4 5

B. randi

Syntax randi digunakan untuk pembangkitan bilangan random dengan entri-


entri bilangan bulat dari 1 sampai n. Berikut cara pembangkitan bilangan
random menggunakan syntax randi.

Syntax Deskripsi Contoh

» randi(9)

Pembangkitan satu bilangan acak


randi(imax) dengan nilai antara 1 sampai i
max ans =

randi(imax,n) Pembangkitan matriks persegi » randi(6,3)


berukuran nxn dengan entri-entri
bilangan acak 1 sampai imax
ans =

1 2 3

5 6 3

5 1 5

» randi(6,3,2)

ans =
Pembangkitan matriks berukuran
randi(imax,m,n) mxn dengan entri-entri bilangan
acak 1 sampai imax 5 3

2 4

3 5

»
randi([6,12],3,2
)

Pembangkitan matriks berukuran ans =


randi([imin,imax],m,n) mxn dengan entri-entri bilangan
acak imin sampai imax
11 10

7 7

10 6

C. randn
Syntax randn digunakan untuk membangkitkan bilangan acak berdistribusi
normal dengan nilai rata-rata 0 dan standar deviasi 1. Dapat digunakan
syntax randn(m,n) dengan mxn adalah ukuran matriks yang akan
dibangkitkan.

misalkan pembangkitan bilangan acak dalam matriks 4x3 adalah sebagai


berikut

» A = randn(4,3)

A =

-1.4916 -0.6156 -0.7648

-0.7423 0.7481 -1.4023

-1.0616 -0.1924 -1.4224

2.3505 0.8886 0.4882

Anda dapat menentukan nilai rata-rata dan standar deviasi suatu data dengan
melakukan operasi matematika sebagai contoh akan dibuat 10 bilangan acak
dengan nilai rata-rata 78 dan standar deviasi 7 sebagai berikut

» A = 6*randn(1,10)+70

A =

70.6292 74.3335 85.5129 65.9987 71.1240 69.5050 58.4019 67.3662


59.2319 75.0423

» mean(A)

ans =

69.7146
» std(A)

ans =

7.8836
Cara Membuat Script File atau M-
File pada MATLAB

Script File atau M-File adalah kumpulan perintah yang ditulis menggunakan
bahasa pemrograman MATLAB yang dapat disimpan dan dijalankan berulang-
ulang. Script file dibuat dengan nama tanpa spasi dan dengan ekstensi dot m.
Pada tutorial kali ini dibahas mengenai apa itu script file dan cara membuat
script file atau m-file pada MATLAB.

Berikut hal-hal yang perlu anda ketahui mengenai script file.

 Script file adalah kumpulan perintah MATLAB, script file juga disebut
program.
 Script file dapat dijalankan (run) melalui command window.
 Ketika script file dijalankan, output akan ditampilkan pada command window.
 Dengan menggunakan script file, anda lebih mudah untuk modifikasi syntax
serta dapat menjalankannya berkali-kali.
 Script file dapat dibuat melalui berbagai text editor misalkan notepad.
 Script file disebut M-file karena ekstensi file yang digunakan berakhiran
dengan dot m (.m).

Berikut cara membuat script file atau M-File pada MATLAB.

1. Membuat Script File dengan Script Editor


Untuk membuat script file baru, klik New Script pada Home Bar
MATLAB atau tekan CTRL+N pada command window

New Script

Setelah itu script editor window akan tampil. Anda dapat undock script
editor window untuk menampilkan script editor lebih besar. dengan klik
(∨) pada pojok kanan script editor dan klik undock
2. Mengganti Current Folder (Opsional)

Current Folder adalah folder tempat penyimpanan script file maupun


GUI, di-index oleh MATLAB untuk menjalankan perintah pada command
window. Anda dapat membuat current folder khusus sesuai kebutuhan
anda. Berikut cara mengganti current folder.

o Buat dan ketahui direktori folder anda


o Klik set path pada home bar MATLAB bagian Environment,
kemudian klik Add Folder
Pilih direktori folder anda lalu pilih Select Folder

o Klik save lalu close set path window


o Kemudian pilih folder anda melalui current folder bar

3. Menulis Program Script File


Anda dapat menulis kode program anda di script editor. Fundamental
penulisan sama halnya ketika menulis kode di command window.
Seperti penggunaan koma (,) dan semicolon (;)

4. Menyimpan Kode Program

Sebelum anda dapat menjalankan kode program, anda perlu


menyimpan script file terlebih dahulu. Klik CTRL+S pada editor window
sehingga muncul jendela current folder anda, ubah nama program
anda tanpa spasi
Lalu klik Save

5. Eksekusi atau "Run" Script File

Sekarang anda dapat menjalankan Script File dengan klik Run


pada Editor Bar
Sehingga output ditampilkan melalui command window. Anda dapat
melakukan debugging serta menjalankan ulang script file yang anda buat.
Penggunaan dan Fungsi Workspace
pada MATLAB

Workspace pada MATLAB menyimpan seluruh data variabel yang telah


didefinisikan dalam memori komputer. Seperti yang diketahui pada
tutorial mendefinisikan variabel, variabel dapat didefinisikan baik secara
langsung maupun hasil dari operasi matematika atau operasi fungsi tertentu.
Workspace di MATLAB akan lebih banyak digunakan ketika menjalankan script
file untuk melakukan komputasi matematika dan bekerja dengan banyak data.

A. Apa Fungsi Workspace Pada MATLAB?

Workspace berfungsi untuk menyimpan seluruh variabel baik variabel secara


langsung maupun tidak langsung. Secara fundamental Workspace mencatat
seluruh data variabel MATLAB dalam setiap segmen memory. Untuk
menampilkan variabel yang tersimpan dalam memori anda juga dapat
menggunakan perintah who atau whos melalui command window.
Syntax who digunakan untuk menampilkan nama variabel yang tersimpan
dalam memori dan syntax whos digunakan untuk menampilkan detail variabel
yang tersimpan dalam memori. Berikut contoh penggunaan kedua syntax
tersebut

» who
Your variables are:

A B C

» whos

Name Size Bytes Class Attributes

A 1x3 24 double

B 1x10 80 double

C 4x3 96 double

B. Bagaimana Cara Menampilkan Workspace Pada MATLAB?

Sebelum anda menampilkan variabel menggunakan Workspace pada MATLAB,


anda perlu menampilkan Workspace Window pada Layout MATLAB untuk
mempermudah aksesibilitas. Untuk menampilkan Workspace
klik Layout pada Home Bar, kemudian centang Workspace dapat
diilustrasikan sebagai berikut
Layout Workspace

Ketika variabel tersimpan dalam memory secara langsung Workspace


menampilkan data dari variabel tersebut, seperti gambar berikut
C. Bagaimana Cara Menggunakan Workspace MATLAB?

Seperti pada gambar di atas, data variabel ditampilkan pada Workspace. Hal ini
hampir sama dengan spreadsheet pada microsoft excel. Berikut beberapa hal
yang dapat anda lakukan terhadap variabel menggunakan Workspace MATLAB.

 Manajemen Data Variabel Melalui Variabel Editor

Anda dapat melakukan manajemen data dengan klik 2x nama variabel pada
Workspace atau klik kanan kemudian pilih Open Selection.

Setelah itu akan muncul Variabel Editor seperti gambar berikut


Anda dapat melakukan Undock Variabel Editor sehingga lebih mudah
untuk melakukan manajemen data. Klik Undock seperti gambar di atas.
Maka Variabel Editor ditampilkan secara full window sebagai berikut

Variabel Editor Undocked


Melalui Variabel Editor anda dapat menambah data, mengubah ukuran
data, melakukan transpose, menghapus data, plot data dengan mudah.

 Membuat Variabel Baru dengan Workspace

Anda dapat membuat variabel baru menggunakan Workspace,


klik Panel (∇) Workspace kemudian pilih New

Setelah itu akan didefinisikan variabel baru dengan label unnamed,


ubah nama variabel tersebut dengan klik kanan variabel lalu
pilih Rename sebagai berikut
Ketik nama variabel baru, misalkan pada gambar di bawah dengan
nama B, lalu tekan Enter

Sehingga anda telah mendefinisikan Variabel baru, terlihat pada


gambar di atas entri data variabel B masih kosong (0). Anda dapat
mengisi entri data dengan menggunakan variabel editor dengan klik 2x
variabel baru sebagai berikut

Anda dapat melakukan eksekusi variabel melalui command window.

 Menghapus Variabel Melalui Workspace

Pada tutorial cara menggunakan command window variabel dapat


dihapus menggunakan syntax clear. Misalkan akan dilakukan eksekusi
menghapus variabel A dapat digunakan clear A melalui command
window. Anda juga dapat menghapus variabel dengan menggunakan
Workspace, misalkan akan dihapus variabel B, anda dapat klik kanan
variabel B pada Workspace lalu klik Delete seperti gambar berikut
Kemudian klik OK apabila notifikasi penghapusan muncul. Sampai
disini variabel sudah terhapus. Anda juga dapat menghapus variabel
sekaligus dengan tekan Ctrl saat akan memilih variabel mana saja
yang akan dihapus.

 Membuat Grafik Menggunakan Workspace

Anda dapat membuat grafik atau plot dari Workspace dengan mudah.
Grafik yang digambarkan akan terbentuk dalam bentuk fungsi
matematika. Anda dapat membuatnya dalam 2 dimensi maupun 3
dimensi dengan mudah. Klik kanan variabel, lalu pilih jenis grafik yang
ingin anda buat.
Pada contoh berikut akan dilakukan surf pada matriks A yang
merupakan matriks 4x3
Anda juga dapat memilih plot lain melalui plot catalog, seperti gambar
berikut
Perintah Input pada MATLAB
Menggunakan Script File

Perintah Input pada MATLAB digunakan untuk memberikan nilai suatu variabel
secara dinamis. Perintah input berfungsi untuk menghasilkan program yang
efisien. Program yang dibuat dalam bentuk script file dengan perintah input
atau fungsi masukan memungkinkan anda melakukan perhitungan matematika
yang sama untuk nilai variabel yang berbeda. Pada tutorial ini dijelaskan
perintah input output pada MATLAB.

Berikut 3 cara melakukan input variabel pada MATLAB menggunakan Script File.

A. Membuat Variabel di Script File

Dengan membuat variabel pada script file, anda dapat melakukan eksekusi
langsung menampilkan output final di command window. Namun saat anda
ingin menyelesaikan permasalahan yang berbeda dengan program tersebut,
anda harus mengubah nilai variabel lagi melalui script file editor.

Misalkan anda membuat program yang menghitung nilai faktorial, dengan


source code sebagai berikut

%Program Penghitung Nilai Faktorial

Bilangan = 7;
Faktorial = factorial(Bilangan)
Ketika script file dijalankan (run) dapat diilustrasikan sebagai berikut
B. Menggunakan Variabel Melalui Command Window

Anda dapat mendefinisikan variabel melalui command window untuk kemudian


digunakan oleh program script file anda. Anda hanya perlu menyamakan nama
variabel yang didefinisikan di command window dengan nama variabel yang
akan dioperasikan pada script file.

Misalkan anda akan membuat program yang dapat menghitung mean


sekelompok data, dimana data didefinisikan melalui command window. Dengan
source code sebagai berikut

%Program Menghitung Nilai Rata-Rata


%Variabel X harus terdefinisi melalui command window
Rataan_Hitung = mean(X)
Dapat diilustrasikan sebagai berikut

C. Menggunakan Fungsi Input Pada Script File

Dengan menggunakan fungsi input, anda perlu mendefinisikan variabel dengan


nilai sebagai fungsi input. Sehingga nilai variabel tersebut akan didefinisikan
melalui command windows setelah program script file anda dijalankan.

Fungsi Input dapat dibuat dengan syntax

nama_variabel = input ('komentar yang ditampilkan perintah input')


Misalkan anda membuat program yang dapat menghitung mean data dengan
fungsi masukan pada variabel di script file dengan source code sebagai berikut

%Program Menghitung Nilai Rata-Rata

x = input('Masukan Data yang akan dihitung = ');


Nilai_tengah = mean(x)
Dapat diilustrasikan sebagai berikut

Tutorial selanjutnya: Menampilkan Statement Output Pada MATLAB


Syntax disp dan fprintf |
Menampilkan Statement Output
pada MATLAB

Statement output pada MATLAB digunakan untuk memberikan informasi


tambahan pada output yang dihasilkan suatu eksekusi program atau syntax.
Sebagaimana kita ketahui pada tutorial perintah Input pada MATLAB, ketika
program atau syntax dijalankan MATLAB akan menampilkan output pada
command window, dan MATLAB tidak akan menampilkan output jika syntax
diakhiri dengan semicolon(;). Begitu juga berlaku terhadap statement output
pada MATLAB. Statement Output yang paling sering digunakan pada MATLAB
adalah disp dan fprintf.

A. Statement disp

Syntax disp adalah syntax sederhana yang digunakan untuk menampilkan


string dan output tanpa nama variabel yang mewakili output yang ditampilkan.
Adapun format penulisan syntax disp

disp(nama_variabel) atau disp('string yang akan ditampilkan')

1. Dasar Penggunaan Syntax disp


Misalkan anda akan menampilkan variabel x dengan syntax disp
dengan tambahan kalimat penjelasan, anda dapat menggunakan
separator koma (,)

» x = 7;

» disp ('nilai variabel x = '),disp(x)

nilai variabel x =

2. Membuat Output Tabel dengan Syntax disp

Anda dapat membuat output berupa tabel menggunakan syntax disp


sehingga data yang ditampilkan terlihat lebih baik. Misalkan akan
mengurutkan data penjualan tahunan, sehingga dibuat program
menggunakan script file sebagai berikut

%Program Menampilkan Data Dalam TABEL


%Variabel tabel merupakan matriks

tahun = [2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017];


terjual = [100 123 111 145 112 333 123 234];
tabel(:,1)= tahun';
tabel(:,2)= terjual';
disp (' LAPORAN PENJUALAN TAHUNAN')
disp (' TAHUN PENJUALAN')
disp (tabel)
Sayangnya anda harus membuat heading/judul laporan dengan
menggunakan spasi secara manual. Ketika program dijalankan (run)
dapat diilustrasikan sebagai berikut
B. Statement fprintf

Perintah output fprintf dapat digunakan untuk menampilkan output pada


command window ataupun menyimpan output dalam bentuk file. Selain itu
format output yang ditampilkan dengan syntax ini dapat disesuaikan. Berbeda
dengan syntax disp yang tidak dapat melakukan formatting output yang akan
ditampilkan. Dengan beragam opsi formatting yang disediakan fprintf, syntax ini
menjadi sangat kompleks. Berikut beberapa cara menggunakan syntax fprintf

1. Menampilkan Output di Command Window.


Untuk menampilkan output pada command window secara umum
format yang digunakan hampir sama dengan syntax disp, namun
dengan beberapa tambahan untuk melakukan formatting.

fprintf('teks yang akan ditampilkan')

Misalkan akan ditampilkan suatu string melalui command window


sebagai berikut

» fprintf('Jika hari ini hujan, maka saya tidak kuliah.')

Jika hari ini hujan, maka saya tidak kuliah.

Terlihat command prompt tidak ditampilkan dalam baris yang baru.


Untuk membuat baris baru anda perlu menggunakan karakter spasi
khusus pada syntax fprintf. Berikut karakter khusus yang dapat anda
gunakan pada syntax fprintf

Karakter Fungsi

\n karakter escape untuk memunculkan baris baru

\b karakter backspace untuk menghapus baris dibelakang

\t tab untuk membuat tabulasi horizontal

Contoh:

» fprintf('Jika hari ini hujan,\n maka saya tidak kuliah.\n')

Jika hari ini hujan,


maka saya tidak kuliah.

2. Menampilkan Output Gabungan String dan Variabel

Untuk menampilkan output gabungan anda dapat menggunakan


formulasi berikut

fprintf('........%g......%g.......%f',variabel1,variabel2,variabeln)

Berikut contohnya:

>> x = 2017; y = 300 ; z = 4.3;

>> fprintf('Pada tahun %g pengunjung maksimal mencapai %g


dengan perhari rerata %f menit\n',x,y,z)

Pada tahun 2017 pengunjung maksimal mencapai 300 perhari


dengan rerata 4.300000 menit

Pada contoh terlihat %f digunakan untuk menampilkan floating suatu


variabel.
Cara Menyimpan Output File
MATLAB

Output command window MATLAB dapat disimpan dalam bentuk file dokumen
untuk keperluan arsip. Sebagaimana kita ketahui pada tutorial sebelumnya
mengenai input dan output pada MATLAB, output suatu eksekusi dapat
disimpan dengan menggunakan perintah output fprintf dalam bentuk file.
sehingga data dapat dibaca menggunakan aplikasi lain seperti Notepad atau
Microsoft Office. Berikut cara menyimpan output file MATLAB

Untuk menulis dan menyimpan file pada MATLAB diperlukan setidaknya tiga
langkah yaitu

1. Memberikan akses file dengan perintah fopen


2. Menulis file dengan perintah fprintf
3. Menutup dan menyimpan file dengan perintah fclose

1. Langkah Pertama

Sebelum file dapat disimpan oleh MATLAB anda perlu memberikan izin akses
MATLAB untuk menulis file .txt di Current Folder aktif. Anda dapat
membaca tutorial terkait Current Folder lebih lanjut. Fungsi fopen dapat
dijalankan dengan syntax berikut dalam bentuk variabel.

membuka_file = fopen('nama_file','permission')
Adapun beberapa permission code yang dapat anda berikan kepada variabel,
sebagai berikut

Permission
Fungsi Permission Code
Code

r Membaca file

w Menulis ulang file, jika file tidak ada maka akan dibuat

Sama dengan code 'w' namun dengan prioritas system, jika file sudah ada maka output ditulis di
a
akhir teks yang sudah ada

r+ Untuk membaca dan menulis ulang file

Untuk menulis secara paksa. Jika file digunakan aplikasi lain maka dihapus dan jika tidak
w+
digunakan maka file dibuat ulang

Sama dengan 'w+' namun dengan prioritas system yang lebih tinggi dan output ditulis di akhir
a+
teks yang sudah ada.

Jika anda mendefinisikan perintah tanpa permission code, maka secara default
menggunakan permission code 'r' hanya membaca file saja.

Anda dapat menggunakan perintah fopen tanpa atau dengan membuat buat file
.txt pada current folder, karena jika file tidak ada maka file otomatis dibuat
MATLAB. Untuk membuat file .txt dapat diilustrasikan sebagai berikut. (klik
kanan pada direktori current folder pada windows explorer)

Opsional:
Kemudian ubah nama file txt anda
Wajib:

Untuk membangkitkan dan memberikan izin menulis file anda dapat


menggunakan syntax berikut

» buka = fopen('output_contoh.txt','w');

2. Langkah Kedua

Setelah anda berhasil memberikan izin akses file txt, anda dapat menulis file
dengan perintah fprintf. Penulisan file atau pembangkitan file
menggunakan fprintf dapat dijalankan dengan format variabel berikut

fprintf(variabel_fopen,'string...%g...%g...
%f',varibel1,variabel2,variabeln)

misalkan anda akan menulis dan membangkitkan file txt untuk menulis suatu
dokumen berikut

» file = fopen('[Link]','w');

» x = 1; y = 2;

» fprintf(file,'Nilai x adalah %g y adalah %g',x,y);

Sehingga dapat diilustrasikan sebagai berikut


3. Langkah Ketiga

Setelah anda berhasil menulis file anda dapat menutup file untuk mencegah
kerusakan kode binary pada file dan menghemat penggunaan RAM. Untuk
menutup file dapat menggunakan syntax fclose(nama_variabel_file)

» file = fopen('[Link]','w');

» x = 1; y = 2;

» fprintf(file,'Nilai x adalah %g y adalah %g',x,y);

» fclose(file)

Setelah itu anda dapat membuka file dengan aplikasi lain seperti Notepad atau
Microsoft Office.
Save and Load Command |
Menyimpan Variabel Workspace
MATLAB

Perintah save dan load / save and load command merupakan syntax yang
berfungsi untuk mempermudah manajemen data, anda dimungkinkan untuk
manajemen variabel-variabel suatu operasi matematis pada workspace untuk
menyimpannya dan menggunakan kembali variabel beserta nilainya.
Syntax save digunakan untuk menyimpan variabel pada workspace dan
syntax load digunakan untuk import variabel yang tersimpan.

A. Syntax save

Syntax save digunakan untuk menyimpan variabel pada workspace dalam


bentuk file. Variabel akan disimpan dalam bentuk .mat atau mat-file. Mat-File
adalah file yang ditulis menggunakan kode binary sehingga file tidak dapat
dibaca oleh aplikasi lain. Anda juga dapat menyimpannya dalam format
penulisan ASCII sehingga file dapat dibuka dengan aplikasi lain. Terdapat 2 cara
penulisan syntax save sebagai berikut.

save nama_file atau save 'nama_file'

 Cara Menyimpan Semua Variabel Workspace MATLAB Sekaligus

Contoh :
» x = 2; y = 3; z = 4;

» save 'contoh_save'

Dapat diilustrasikan sebagai


berikut

 Cara Menyimpan Variabel Khusus Workspace MATLAB

Anda dapat menyimpan variabel khusus dengan menggunakan formula


syntax berikut

save ('nama_file','variabel1','variabel2','variabeln') atau save


nama_file variabel1 variabel2 variabeln

Contoh:
» x = 2; y = 3; z = 4;

» save ('simpan_x_y','x','y')

Dapat diilustrasikan sebagai berikut

 Cara Menyimpan Variabel dalam Format ASCII

Untuk menyimpan variabel workspace dengan format ASCII anda dapat


menambahkan parameter -ascii setelah syntax save kemudian
dilanjutkan dengan nama file serta variabel jika perlu. File dengan
format ASCII akan dibuat dengan tanpa ekstensi file. Anda dapat
langsung mendefinisikan jenis file baik .txt atau .docx

>> x = 2; y = 3; z = 4;

>> save -ascii 'simpan_ascii.txt'


Dapat diilustrasikan sebagai
berikut

B. Syntax load

Syntax load digunakan untuk memuat kembali variabel yang tersimpan dengan
syntax save. Ketika syntax load dieksekusi, semua variabel dalam file akan di-
import ke Workspace MATLAB. Nama variabel yang sudah ada, nilai entri-entri
nya akan diganti.

 Import Variabel dalam Mat-File atau .mat

Untuk import variabel mat-file anda dapat menggunakan formula


berikut
load nama_variabel atau load('nama_variabel')

Contoh:

» load 'contoh_save'

Dapat diilustrasikan sebagai


berikut

 Import Variabel khusus

Anda dapat import hanya beberapa variabel saja dengan menggunakan


formulasi syntax berikut
load
('nama_file','variabel1','variabel2','variabeln') atau load nama_fil
e variabel1 variabel2 variabeln

Contoh:

» load ('contoh_save','x','y')

Dapat diilustrasikan sebagai


berikut

 Import Variabel dalam file ASCII

Formulasi syntax untuk import variabel pada file ASCII, hampir sama
dengan mat-file. Anda cukup menambahkan ekstensi file ASCII, contoh:
» load ('simpan_ascii.txt')

Dapat diilustrasikan sebagai


berikut

 Import data dan tampilkan pada Command Window

Untuk import sekaligus menampilkan data pada command window


anda cukup mendefinisikan fungsi load dalam bentuk variabel, contoh:

» tampil = load ('contoh_save')

tampil =
x: 2

y: 3

z: 4

Dapat diilustrasikan sebagai


berikut
Cara Export dan Import (Input) Data
Excel pada MATLAB

Perintah export import data MATLAB berfungsi untuk menganalisis data yang
dihasilkan aplikasi lain maupun untuk menganalisis data yang dihasilkan
MATLAB untuk dianalisis dengan aplikasi lain. Data import dan export dapat
berupa data numerik, gambar, audio, grafik maupun teks, hingga input data
Excel pada MATLAB. Pada tutorial ini akan digunakan data numerik excel untuk
import maupun export pada MATLAB. Karena Excel merupakan software
pengolah data yang paling populer, tentunya perintah import dan export file
excel sering digunakan pada MATLAB untuk membaca file tersebut.

A. Import File Excel MATLAB

Untuk import data pada MATLAB anda dapat menggunakan Import


Wizard dan command window. Import Wizard lebih mudah dilakukan jika
ekstensi file tidak anda ketahui, seperti ekstensi csv yang juga merupakan
standar excel. Namun dengan menggunakan command window, perintah import
pada MATLAB dapat menjadi lebih kompleks dengan menambah kode lain untuk
keperluan tertentu. Untuk menggunakan command window anda dapat import
file excel dengan ekstensi xls (Microsoft Office 2007 kebawah) dan xlsx
(Microsoft Office 2010 keatas). Anda juga dapat melakukan eksekusi perintah
import pada Script File.

1. Import File Excel dengan Command Window


Untuk import file excel anda dapat menggunakan syntax xlsread pada
command window dengan mendefinisikan suatu variabel yang dapat
diformulasikan sebagai berikut

nama_variabel = xlsread('nama_file')

File yang anda import harus berada pada current folder yang sedang
aktif. Anda juga dapat membaca tutorial terkait current folder.

o Perintah Import Dasar

Misalkan anda akan import file excel pada worksheet berikut

Sehingga syntax yang diperlukan untuk import file [Link]

» buka = xlsread('Book1')
buka =

1 2 3

4 5 6

7 8 9

Sehingga data dalam file excel [Link] terdapat dalam


variabel 'buka' sebagaimana ditampilkan pada gambar
berikut
o Perintah Import Sheet Tertentu pada Workbook File Excel

Anda dapat menambahkan nama sheet pada syntax xlsread


untuk import sheet tertentu pada workbook yang dapat
diformulasikan sebagai berikut

nama_variabel = xlsread('nama_file','nama_sheet')

Misalkan anda akan mengimport sheet2 pada file excel


[Link] berikut

Sehingga syntax yang digunakan adalah

» buka2 = xlsread('Book2','Sheet2')

buka2 =
1 4 7

2 5 8

3 6 9

Dapat diilustrasikan sebagai berikut

o Perintah Import Sheet dengan Range Data Tertentu

Import data excel dengan range tertentu, dapat membantu


anda apabila data excel anda dilengkapi string atau teks
tertentu yang tidak perlu digunakan saat analisis data
menggunakan MATLAB. Perintah import sheet dengan range
tertentu dapat diformulasikan dengan

nama_variabel =
readxls('nama_file','nama_sheet','range_data')

Misalkan dilakukan input data dari range C6:D15 berikut pada


sheet1 pada workbook [Link]

» buka3 = xlsread('Book3','Sheet1','C6:D15')
buka3 =

1 123

2 56

3 789

4 234

5 111

6 345

7 433

8 675

9 1424

10 2133

Dapat diilustrasikan sebagai berikut


2. Import File Excel dengan Import Wizard

Import Wizard memungkinkan anda import data dengan mudah. Anda


dapat menemukan Import Wizard pada Home Bar MATLAB. Klik Import
Data - Pilih Data - Open seperti gambar berikut (Anda juga dapat
menggunakan perintah uiimport melalui command window)
Kemudian jendela import Wizard akan terbuka untuk file Book3 seperti
berikut
Anda dapat memilih range data yang akan di-import, anda juga dapat
mengisi range secara manual dengan memasukkan range data pada
kolom Range. Terdapat pula opsi Variabel names row yang digunakan
untuk membentuk data jenis Column Vectors yaitu data dalam bentuk
vektor dengan setiap entri memiliki index kolom yang sama. Anda dapat
membentuk data berupa column vectors, matrix, cell array maupun
dataset. Pada contoh gambar di atas merupakan ilustrasi import data
matriks, setelah range data dipilih klik Import Selection (tanda centeng).
Data akan di-import dengan nama variabel sesuai nama file (untuk jenis
data matriks).

B. Export File MATLAB dalam bentuk Excel

Untuk melakukan export anda dapat menggunakan perintah xlswrite yang


dapat diformulasikan dengan

xlswrite('nama_file', nama_variabel)

Anda juga dapat menambah argumen tambahan sheet dan range data dalam
bentuk array addressing untuk melakukan export data yang spesifik dari suatu
variabel. Misalkan akan dilakukan import data pada variabel A dengan range
data a11 sampai a33. Yang dapat diilustrasikan sebagai berikut,
Sehingga syntax yang diperlukan adalah

» A = [1 2 3 4; 5 6 7 8; 9 8 7 5; 7 7 3 4]

A =

1 2 3 4

5 6 7 8

9 8 7 5

7 7 3 4
» xlswrite('dataA',A(1:3,1:3))

Setelah perintah xlswrite dieksekusi, file dengan nama [Link] akan dibuat
pada current folder aktif. Dapat diilustrasikan sebagai berikut

File Excel dapat digunakan oleh aplikasi lain misalnya Microsoft Excel seperti
gambar berikut

Anda mungkin juga menyukai