100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
59 tayangan8 halaman

RPP PAI Kelas IX: Rukhsah dalam Fikih

Dokumen ini adalah RPP Pendidikan Agama Islam untuk kelas IX yang membahas tentang rukhsah dalam perspektif mazhab fikih. Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan Problem-Based Learning, dengan tujuan agar siswa memahami konsep rukhsah, jenis-jenisnya, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat juga penekanan pada sikap toleran terhadap perbedaan pandangan dalam fikih dan kemampuan analisis siswa terhadap tantangan yang dihadapi dalam beribadah.

Diunggah oleh

Lutfi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
59 tayangan8 halaman

RPP PAI Kelas IX: Rukhsah dalam Fikih

Dokumen ini adalah RPP Pendidikan Agama Islam untuk kelas IX yang membahas tentang rukhsah dalam perspektif mazhab fikih. Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan Problem-Based Learning, dengan tujuan agar siswa memahami konsep rukhsah, jenis-jenisnya, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat juga penekanan pada sikap toleran terhadap perbedaan pandangan dalam fikih dan kemampuan analisis siswa terhadap tantangan yang dihadapi dalam beribadah.

Diunggah oleh

Lutfi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RPP PAI Kelas IX SMP - Pendekatan Deep Learning

Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti


Fase/Kelas: Fase D / IX (Sembilan)
Materi Pokok: Ketentuan tentang Rukhsah dalam Perspektif Mazhab Fikih
Alokasi Waktu: 6 x 40 menit (2 Pertemuan)

A. Informasi Umum

●​ Nama Sekolah: SMPN 06 Batu


●​ Guru Pengampu: M Misbachul Munir, [Link].I
●​ Tahun Pelajaran: 2025/2026
●​ Semester: Genap

B. Komponen Inti

1. Capaian Pembelajaran (CP) / Tujuan Pembelajaran (TP)


●​ Capaian Pembelajaran (Elemen Fikih): Peserta didik memahami hubungan konsep
ketentuan tentang rukhsah dalam perspektif mazhab fikih untuk menyelesaikan
tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan Fikih.
●​ Tujuan Pembelajaran:
○​ Kognitif (Pemahaman Mendalam): Melalui analisis studi kasus dan eksplorasi
sumber, peserta didik dapat menganalisis pengertian, dasar hukum, jenis-jenis, dan
syarat-syarat rukhsah dalam Islam, serta menjelaskan bagaimana rukhsah
memberikan kemudahan dalam menghadapi tantangan ibadah dan kehidupan
sehari-hari, termasuk memahami adanya keragaman pandangan dalam mazhab
fikih terkait penerapannya.
○​ Afektif (Pembentukan Karakter): Peserta didik menunjukkan sikap bertanggung
jawab dalam memilih dan menerapkan rukhsah sesuai syariat, toleran terhadap
perbedaan pandangan dalam fikih, serta bersyukur atas kemudahan yang diberikan
Allah SWT.
○​ Psikomotorik (Aplikasi): Peserta didik dapat mengidentifikasi tantangan dalam
skenario kehidupan sehari-hari, menentukan rukhsah yang relevan, dan
mengusulkan solusi berdasarkan prinsip fikih.

2. Indikator Keberhasilan Pembelajaran


●​ Peserta didik mampu menjelaskan pengertian rukhsah dan dasar hukumnya (Al-Qur'an
dan Hadis).
●​ Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga jenis rukhsah (misal: shalat
jamak/qasar, tayammum, berbuka puasa).
●​ Peserta didik mampu menganalisis syarat-syarat penerapan rukhsah pada kasus-kasus
tertentu.
●​ Peserta didik mampu mengidentifikasi adanya perbedaan pandangan antar mazhab
dalam penerapan rukhsah (secara umum, tanpa detail teknis).
●​ Peserta didik mampu menerapkan konsep rukhsah untuk menyelesaikan minimal dua
studi kasus yang diberikan.
●​ Peserta didik menunjukkan sikap kritis dalam menganalisis masalah dan fleksibel dalam
mencari solusi fikih.

3. Profil Pelajar Pancasila


●​ Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menghayati
kemudahan dalam beribadah sebagai bentuk kasih sayang Allah, serta bersyukur atas
ajaran Islam yang fleksibel.
●​ Bernalar Kritis: Menganalisis masalah, mengidentifikasi rukhsah yang tepat, dan
memahami perbedaan pandangan fikih.
●​ Mandiri: Mampu mencari informasi dan merumuskan pemahaman tentang rukhsah
secara mandiri.
●​ Bergotong Royong: Berkolaborasi dalam diskusi kelompok dan analisis studi kasus.
●​ Berkebinekaan Global: Menghargai keragaman pandangan dalam fikih sebagai
kekayaan Islam.

4. Pemahaman Bermakna
●​ Pembelajaran ini akan membantu peserta didik memahami bahwa Islam adalah agama
yang mudah dan tidak memberatkan, serta memiliki solusi fleksibel melalui konsep
rukhsah untuk setiap tantangan dalam kehidupan. Peserta didik akan menyadari bahwa
fikih bukan hanya kumpulan aturan kaku, tetapi panduan hidup yang adaptif, dan
adanya keragaman mazhab adalah rahmat yang memberikan banyak pilihan
kemudahan.

5. Pertanyaan Pemantik
●​ "Pernahkah kalian merasa kesulitan saat ingin beribadah, misalnya saat sakit, dalam
perjalanan jauh, atau tidak ada air untuk wudu? Bagaimana Islam memberikan solusi
untuk kondisi seperti itu?"
●​ "Mengapa ada beberapa cara yang berbeda dalam melakukan satu ibadah tertentu
menurut pandangan ulama? Apakah itu berarti Islam tidak satu?"
●​ "Bagaimana kita bisa tahu kapan kita boleh mengambil keringanan (rukhsah) dan kapan
tidak?"
6. Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Case Study Method untuk
mendorong analisis dan pemecahan masalah.

7. Media, Alat, dan Sumber Belajar


●​ Media: Video pendek tentang perjalanan/situasi darurat, infografis/diagram jenis-jenis
rukhsah, tayangan presentasi, kartu skenario kasus.
●​ Alat: Proyektor, laptop, papan tulis/spidol, alat tulis, kertas plano/karton.
●​ Sumber Belajar: Buku paket PAI Kelas IX Kurikulum Merdeka, Al-Qur'an dan Terjemah
(QS. Al-Baqarah: 185, An-Nisa: 101, dll.), Hadis terkait rukhsah, buku-buku fikih dasar,
artikel/jurnal online, kisah nyata/ilustrasi.

C. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1: Memahami Konsep, Jenis, dan Syarat Rukhsah (3 x 40 menit = 120 menit)

Pendahuluan (20 menit)


1.​ Pembukaan: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran.
2.​ Apersepsi (Diagnostik Kognitif Awal): Guru memutarkan video singkat atau
menampilkan gambar situasi yang menantang dalam beribadah (misal: orang shalat di
pesawat, orang bertayammum, orang sakit tidak puasa). Guru bertanya: "Apa yang kalian
lihat? Mengapa mereka melakukan itu? Apakah itu sesuai dengan ajaran Islam?"
3.​ Pertanyaan Pemantik: Guru melontarkan pertanyaan pemantik yang telah disiapkan
untuk memicu rasa ingin tahu tentang keringanan dalam Islam.
4.​ Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
memahami konsep rukhsah, jenis-jenis, dan syarat-syaratnya.

Kegiatan Inti (85 menit)


1.​ Orientasi Masalah (Fase 1 PBL): Guru menyajikan beberapa skenario singkat (tertulis di
kartu atau ditampilkan di slide) yang menggambarkan tantangan dalam menjalankan
ibadah.
○​ Skenario 1: "Ahmad sedang dalam perjalanan jauh (musafir) dan waktu shalat Zuhur
akan habis. Apakah ia harus tetap shalat empat rakaat atau ada cara lain?"
○​ Skenario 2: "Fatimah sedang sakit demam tinggi dan dokter melarangnya berpuasa.
Apakah ia tetap wajib berpuasa?"
○​ Skenario 3: "Di daerah terpencil, ada sekelompok orang yang tidak menemukan air
bersih untuk berwudu. Apa yang harus mereka lakukan untuk shalat?"
2.​ Pengorganisasian Peserta Didik (Fase 2 PBL): Peserta didik dibagi menjadi
kelompok-kelompok kecil (4-5 orang). Setiap kelompok menerima satu atau dua skenario
untuk dianalisis.
3.​ Pembimbingan Penyelidikan (Fase 3 PBL):
○​ Setiap kelompok diminta untuk:
■​ Mendiskusikan skenario yang diberikan.
■​ Mencari tahu apa itu rukhsah (pengertian, dasar hukum dari Al-Qur'an/Hadis)
dari buku paket atau sumber lain.
■​ Mengidentifikasi jenis rukhsah apa yang relevan dengan skenario mereka dan
apa syarat-syarat penerapannya.
■​ Guru berkeliling, membimbing, dan memfasilitasi diskusi, mendorong pemikiran
kritis tentang kondisi yang memperbolehkan rukhsah.
■​ Tambahan: Dengan waktu yang lebih panjang, guru dapat meminta siswa untuk
mencari lebih banyak dalil atau contoh jenis rukhsah lain di luar skenario yang
diberikan.
4.​ Pengembangan dan Penyajian Hasil (Fase 4 PBL):
○​ Setiap kelompok merumuskan jawaban atas skenario mereka, menjelaskan rukhsah
yang relevan, dan dasar hukumnya.
○​ Kelompok menyiapkan presentasi singkat (bisa dalam bentuk poin-poin di kertas
plano atau lisan) untuk memaparkan hasil analisis mereka.
5.​ Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah (Fase 5 PBL):
○​ Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis skenario mereka.
○​ Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
○​ Guru memberikan penguatan konsep tentang pengertian, dasar hukum, jenis, dan
syarat rukhsah.

Penutup (15 menit)


1.​ Refleksi (Deep Learning): Guru memfasilitasi refleksi:
○​ "Apa yang kalian pahami tentang rukhsah setelah pelajaran ini?"
○​ "Mengapa Allah memberikan rukhsah kepada kita?"
○​ "Adakah jenis rukhsah lain yang kalian ketahui?"
2.​ Penguatan Konsep: Guru merangkum bahwa rukhsah adalah bentuk kemudahan dari
Allah SWT untuk hamba-Nya.
3.​ Tindak Lanjut: Guru meminta siswa mencari contoh rukhsah lain di luar yang dibahas di
kelas untuk pertemuan berikutnya, dan mulai memikirkan mengapa bisa ada perbedaan
pandangan dalam Islam.
4.​ Doa dan Penutup: Guru menutup pelajaran.

Pertemuan 2: Rukhsah dalam Perspektif Mazhab Fikih dan Aplikasinya dalam


Kehidupan (3 x 40 menit = 120 menit)

Pendahuluan (20 menit)


1.​ Pembukaan: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran.
2.​ Apersepsi: Guru menanyakan kembali pemahaman siswa tentang rukhsah dari
pertemuan sebelumnya. Guru kemudian memantik diskusi: "Apakah kalian tahu bahwa
terkadang ada perbedaan cara dalam beribadah di antara umat Islam? Misalnya, cara
wudu atau shalat?"
3.​ Pertanyaan Pemantik: "Mengapa bisa ada perbedaan pandangan dalam fikih? Apakah
itu salah? Bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut, terutama dalam konteks
rukhsah?"
4.​ Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
memahami rukhsah dalam perspektif mazhab fikih dan menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.

Kegiatan Inti (85 menit)


1.​ Orientasi Masalah (Fase 1 PBL): Guru menyajikan skenario yang lebih kompleks atau
menunjukkan adanya perbedaan praktik rukhsah di masyarakat (misal: perbedaan shalat
jamak/qasar, atau tata cara tayammum).
○​ Skenario 4: "Budi dan kakaknya sedang dalam perjalanan. Budi shalat jamak qasar
Zuhur dan Ashar di waktu Zuhur, sedangkan kakaknya melakukan shalat jamak qasar
di waktu Ashar. Mengapa bisa berbeda? Mana yang benar?"
○​ Skenario 5: "Seorang temanmu sedang sakit dan tidak bisa berpuasa di bulan
Ramadhan. Temanmu yang lain menganggapnya tidak taat. Bagaimana kamu
menjelaskan situasi ini dari perspektif rukhsah dan fikih?"
2.​ Pengorganisasian Peserta Didik (Fase 2 PBL): Peserta didik tetap dalam kelompok
yang sama. Guru menjelaskan secara singkat (sangat sederhana) konsep mazhab fikih
sebagai "jalan/metode pemahaman ulama" yang berbeda namun tetap berlandaskan
Al-Qur'an dan Hadis, dan bagaimana ini bisa melahirkan berbagai pandangan tentang
rukhsah.
3.​ Pembimbingan Penyelidikan (Fase 3 PBL):
○​ Setiap kelompok menganalisis skenario yang diberikan, dengan fokus pada:
■​ Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi.
■​ Menentukan rukhsah yang relevan.
■​ Mencoba memahami bahwa ada lebih dari satu cara atau pandangan yang
sah dalam menerapkan rukhsah (tanpa perlu mendalami detail argumen mazhab,
cukup pada level pengenalan bahwa ada perbedaan yang diakui).
■​ Membahas bagaimana rukhsah ini memberikan kemudahan dan solusi.
■​ Tambahan: Dengan waktu yang lebih panjang, siswa dapat diminta untuk
membuat "peta konsep" sederhana yang menghubungkan jenis rukhsah dengan
kondisi/syaratnya, dan bagaimana prinsip kemudahan ini juga berlaku di luar
ibadah.
4.​ Pengembangan dan Penyajian Hasil (Fase 4 PBL):
○​ Setiap kelompok mempresentasikan analisis skenario mereka, termasuk solusi
rukhsah dan pemahaman mereka tentang adanya keragaman pandangan.
○​ Kelompok juga diminta untuk menyusun satu contoh tantangan kehidupan
sehari-hari di luar ibadah (misal: kesulitan belajar karena sakit, atau kondisi darurat
di rumah) dan mengusulkan bagaimana prinsip rukhsah (keringanan/kemudahan)
bisa diterapkan sebagai solusi.
5.​ Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah (Fase 5 PBL):
○​ Presentasi kelompok dan diskusi kelas.
○​ Guru memberikan penguatan tentang hikmah rukhsah, pentingnya fikih sebagai
panduan hidup, dan bagaimana keragaman mazhab adalah bentuk rahmat yang
memberikan pilihan kemudahan. Guru menekankan bahwa tujuan utama adalah
kemudahan dan ketaatan kepada Allah.

Penutup (15 menit)


1.​ Refleksi (Deep Learning): Guru memfasilitasi refleksi bersama:
○​ "Apa yang kalian pelajari tentang fleksibilitas Islam melalui konsep rukhsah dan
keragaman mazhab?"
○​ "Bagaimana pemahaman ini bisa membantu kalian menghadapi kesulitan dalam
hidup, tidak hanya dalam ibadah?"
○​ "Bagaimana kalian akan menyikapi jika melihat teman atau keluarga yang
menerapkan rukhsah atau beribadah dengan cara yang sedikit berbeda?"
2.​ Penguatan Konsep: Guru merangkum bahwa rukhsah adalah bukti kasih sayang Allah,
fikih adalah ilmu yang dinamis, dan keragaman pandangan (mazhab) adalah rahmat yang
memperkaya khazanah Islam, memberikan kemudahan bagi umat.
3.​ Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk mencari satu contoh berita atau
kejadian di masyarakat yang menunjukkan tantangan, lalu mengidentifikasi rukhsah atau
prinsip fikih yang bisa menjadi solusi.
4.​ Doa dan Penutup: Guru menutup pelajaran.

D. Asesmen (Penilaian)

●​ Asesmen Diagnostik (Non-kognitif dan Kognitif Awal):


○​ Non-kognitif: Pertanyaan lisan di awal (pengalaman kesulitan ibadah).
○​ Kognitif: Pertanyaan pemantik (menjaring pengetahuan awal tentang
keringanan/perbedaan praktik ibadah).
●​ Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran):
○​ Observasi: Pengamatan keaktifan, kolaborasi, sikap toleran, dan kemampuan
berpikir kritis siswa dalam diskusi kelompok dan analisis skenario. (Menilai aspek
Profil Pelajar Pancasila).
○​ Penilaian Diri/Antar Teman: Rubrik singkat untuk menilai partisipasi dan kontribusi
dalam kelompok.
○​ Presentasi Kelompok: Penilaian kemampuan menyampaikan gagasan, argumentasi,
ketepatan konsep, dan analisis kasus.
○​ Analisis Skenario/Kasus: Penilaian ketepatan identifikasi rukhsah dan solusi yang
diusulkan.
●​ Asesmen Sumatif (Setelah Pembelajaran/Pada Akhir Bab):
○​ Tes Tertulis (Esai/Uraian):
■​ "Jelaskan pengertian rukhsah dan berikan tiga contohnya beserta syarat
penerapannya!"
■​ "Analisis skenario berikut: 'Seorang siswa sedang mengikuti kemah di hutan dan
tidak menemukan air untuk berwudu, sementara waktu shalat akan habis.'
Bagaimana ia harus bersuci dan shalat? Jelaskan rukhsah apa yang ia gunakan
dan mengapa itu diperbolehkan dalam Islam!"
■​ "Mengapa adanya berbagai mazhab fikih dalam Islam justru menjadi rahmat bagi
umat? Bagaimana kita menyikapi perbedaan pandangan dalam penerapan
rukhsah?"

E. Pengayaan dan Remedial

●​ Pengayaan: Bagi siswa yang telah mencapai KKTP, berikan tugas untuk:
○​ Mencari dan membandingkan pandangan dua mazhab berbeda tentang satu jenis
rukhsah tertentu (misal: shalat jamak qasar).
○​ Membuat infografis digital yang lebih komprehensif tentang "Fleksibilitas Islam
Melalui Rukhsah".
○​ Menganalisis kasus-kasus kontemporer (misal: ibadah bagi astronot, shalat di kapal
selam) dan mencoba mengidentifikasi prinsip rukhsah yang relevan.
●​ Remedial: Bagi siswa yang belum mencapai KKTP, berikan bimbingan personal/kelompok
kecil, fokus pada pengertian dasar rukhsah, dalil, dan jenis-jenis yang paling umum.
Berikan latihan soal analisis skenario sederhana.

F. Refleksi Guru dan Peserta Didik

●​ Refleksi Guru:
○​ Apakah siswa menunjukkan pemahaman mendalam tentang rukhsah sebagai
kemudahan dan solusi, bukan hanya sekadar pengecualian?
○​ Apakah siswa mulai menghargai keragaman pandangan dalam fikih?
○​ Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif dalam memicu analisis
kritis dan aplikasi konsep?
○​ Apa yang perlu saya sesuaikan untuk pembelajaran fikih berikutnya agar siswa
semakin merasakan relevansi dan kemudahan Islam?
●​ Refleksi Peserta Didik:
○​ "Apa hal paling penting yang saya pelajari tentang rukhsah hari ini?"
○​ "Bagaimana pemahaman tentang rukhsah dan mazhab fikih ini mengubah
pandangan saya tentang Islam?"
○​ "Apakah saya sekarang merasa lebih mudah dalam menjalankan ibadah ketika
menghadapi kesulitan? Mengapa?"
○​ "Apa yang masih ingin saya ketahui lebih lanjut tentang fikih?"

Batu, 22 Juli 2025


Guru Pengampu

M. Misbachul Munir, [Link].I


NIP 19810824 200903 1 005

Anda mungkin juga menyukai