LAPORAN SISTEM KONTROL TERPROGRAM
INSTRUMENTASI DAN OTOMATISASI PROSES
Disusun oleh:
Nama : Dimas Prasya
Kelas : XI IOP A
SISTEM KONTROL TERPROGRAM
INSTRUMENTASI DAN OTOMATISASI PROSES
SMK NEGERI 1 CIMAHI TAHUN AJARAN 2024/2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga Saya dapat menyelesaikan tugas yang berjudul
"Laporan Hasil praktikum Rangkaian Konverter ADC" ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari laporan ini adalah untuk memenuhi tugas pada
jurusan di SMK Negeri 1 Cimahi. Selain itu, laporan ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan tentang Rangkain Konverter ADC agar bisa terpakai untuk
menjadi sumber utama atau menjadi pembaca agar bisa belajar dan mau di
praktekkan. Terlebih dahulu, Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gita
Sahara, [Link]., selaku Guru SKT IOP dasar yang telah memberikan tugas ini
sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi
yang kami tekuni ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang tidak dapat disebutkan satupersatu, terima kasih atas bantuannya sehingga
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini. Kemudian, Saya menyadari bahwa
tugas yang ditulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun kami butuhkan demi kesempurnaan laporan ini.
Cimahi, 20 Mei 2025
DAFTAR ISI
ii
KATA PENGANTAR…………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………… iii
BAB 1 PENDAHULUAN ………………………………...………………… 1
1.1 Tujuan Percobaan………………………………………………… 1
1.2 Dasar Teori……………………………………………………….. 1
BAB II METODOLOGI……………………………………..……………… 4
2.1 Alat dan Bahan…………………………………………………… 4
2.2 Langkah Percobaan………………………………………………. 4
BAB III HASIL DAN ANALISIS………………..………………………… 5-6
3.1 Data Hasil Percobaan……………………………………………… 5
3.2 Analisis…………………………………………………………….. 6
BAB IV PENUTUP……………………………………………………………. 7
4.1 Kesimpulan…………………………………………………………. 7
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan
1. Siswa-Siswi bisa menambah wawasan mengenai Rangkaian Konverter
ADC.
2. Siswa-Siswi memahami cara kerja dan konsep pada Rangkain Konverter
ADC.
3. Siswa-Siswi menambah pengalaman dalam hal percobaan merangkai
Konverter ADC.
1.2 Dasar Teori
1. Konverter ADC
Gambar. 1
Analog-to-Digital Converter (ADC)
Analog-to-Digital Converter (ADC) merupakan sebuah rangkaian
elektronika yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi
sinyal digital . Sinyal analog yang bersifat kontinu dan tidak dapat
ditentukan secara numerik, diubah menjadi sinyal digital yang terdiri
dari nilai – nilai diskrit yang dapat diukur secara numerik. Dengan
demikian ADC memungkinkan sinyal analog, seperti suara, cahaya,
atau suhu untuk diolah oleh perangkat elektronika digital seperti
kumputer atau mikroprosesor.
Prinsip Kerja Analog – to Digital Converter (ADC)
Prinsip kerja Analog – to Digital Converter (ADC) adalah mengubah
sinyal analog menjadi sinyal digital. Proses ini melibatkan konversi
sinyal kontinu (analog) ke dalam bentuk digital yang diskrit dimana
nilai yang dihasilkan merupakan perbandingan antara sinyal input
1
dengan tegangan referensi. Sebagai contoh, bila tegangan referensi 5
volt, tegangan input 3 volt, rasio input terhadap referensi adalah 60%.
Jadi, jika menggunakan ADC 8 bit dengan skala maksimum 255, akan
didapatkan sinyal digital sebesar 60% x 255 = 153 (bentuk decimal)
atau 10011001 (bentuk biner). Analog – to Digital Converter (ADC)
memiliki peran yang penting dalam menghubungkan dunia analog dan
digital dalam berbagai aplikasi elektronik, mulai dari sistem
komunikasi hingga pengolahan data.
2. ADC 0804
Gambar. 2
ADC0804 adalah konverter CMOS 8-bit yang memanfaatkan metode
aproksimasi berurutan untuk mencapai konversi digital yang efektif.
Dirancang untuk komunikasi yang efisien dengan bus kontrol 8080A,
keluaran tiga statusnya menyederhanakan interaksi prosesor dengan
berfungsi sebagai lokasi memori atau port I/O, sehingga menghilangkan
kebutuhan akan perangkat keras antarmuka tambahan. Integrasinya dengan
mikrokontroler—misalnya Raspberry Pi—ditingkatkan dengan
pembangkitan jam internal yang mengurangi kebutuhan akan sinyal
pengaturan waktu eksternal. Menawarkan resolusi 8-bit, modul ini menjadi
serbaguna di berbagai aplikasi, seperti pemantauan suhu yang tepat, yang
menyoroti pengaruhnya yang substansial pada ekosistem teknologi
modern. Penggunaannya yang luas menekankan rasa keandalan dan
kemampuan yang mendalam.
Dalam kehidupan sehari-hari, hasil sering kali muncul sebagai nilai
matematika yang berkesinambungan, sehingga menghadirkan tantangan
bagi sistem yang dibuat dalam domain frekuensi diskret. ADC memainkan
peran utama dengan mengubah masukan analog menjadi sinyal digital
diskret yang dapat diproses dengan cepat oleh perangkat elektronik,
sehingga memperluas kegunaannya di berbagai sektor teknologi tinggi.
Keadaan sehari-hari memperkuat perlunya konversi ini, yang
memungkinkan sistem yang kompleks berfungsi tanpa hambatan.
2
3. VoltMeter
Voltmeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur beda
potensial listrik (tegangan) antara dua titik dalam rangkaian listrik. Satuan
yang digunakan oleh voltmeter adalah volt (V).
A. Cara Kerja Voltmeter:
Voltmeter bekerja dengan mengukur energi yang dibutuhkan untuk
memindahkan muatan listrik dari satu titik ke titik lainnya. Alat ini harus
dihubungkan secara paralel dengan komponen atau bagian rangkaian yang
ingin diukur tegangannya, agar dapat membandingkan potensial antara dua
titik tersebut.
B. Jenis-Jenis Voltmeter:
1. Voltmeter Analog:
Menampilkan hasil pengukuran menggunakan jarum penunjuk
pada skala.
Biasanya menggunakan prinsip kerja galvanometer.
2. Voltmeter Digital:
Menampilkan hasil dalam bentuk angka pada layar digital (LCD
atau LED).
Lebih akurat dan mudah dibaca dibanding analog.
C. Karakteristik Voltmeter:
Resistansi internal tinggi, agar tidak menarik arus dari rangkaian
dan tidak memengaruhi hasil pengukuran.
Skala tertentu, seperti 0–5V, 0–50V, atau 0–1000V tergantung
kegunaannya.
4. Logic Probe
Logic probe adalah alat elektronik yang digunakan untuk mendeteksi dan
menganalisis sinyal logika digital (tinggi atau rendah) pada sirkuit digital.
Alat ini sangat berguna bagi teknisi dan insinyur elektronik dalam
troubleshooting dan pengujian rangkaian logika, seperti mikrokontroler,
gerbang logika (AND, OR, NOT), dan sistem digital lainnya.
Fungsi Logic Probe:
Logic probe digunakan untuk:
Mengetahui apakah suatu titik pada rangkaian digital bernilai
logika tinggi (HIGH/1), logika rendah (LOW/0), atau berada dalam
keadaan berubah-ubah (pulsing).
Menguji jalur sinyal digital tanpa mengganggu kerja rangkaian.
Menemukan kesalahan pada sistem logika digital.
3
BAB II
METODOLOGI
2.1 Alat dan Bahan
1. Botton
2. Capasitor
3. Resistor
4. Potensio
5. Voltmeter
6. ADC 0804
7. Logic Probe
2.2 Langkah Percobaan
1) Menggunakan software Proteus sebagai pengaplikasian rangkaian.
2) Masukan komponen – komponen yang diperlukan.
3) Botton yang diberikan input ground, outputnya disambungkan ke kaki 5
dan 3 pada ADC 0804.
4) Ground sambungkan ke kapasitor lalu kaki satu lagi kapasitor
disambungkan ke resistor dan juga kaki ke 4 AD 0804.
5) Kaki resistor (outputnya) disambungkan ke kaki 19 ADC 0804.
6) Hubungkan polaritas potensio dan berikan tegangan 5V, output potensio
hubungkan ke kaki 6 ADC 0804 dan ke + Voltmeter.
7) Ground hubungkan ke – Voltmeter, lalu kaki ke 7, 10, 8, 2, dan 1 ADC
0804.
8) Output ADC 0804 (kaki 18, 17, 16, 15, 14, 13, 12, 11) hubungkan ke logic,
dan kaki 20 hubungkan ke tegangan 5V.
9) Lakukan uji coba.
4
BAB III
HASIL DAN ANALISIS
3.1 Data Hasil Percobaan
ANALOG
INPUT DIGITAL OUTPUT
POTEN
SIO Vin A B C D E F G H
0% 0V 0 0 0 0 0 0 0 0
0,2
5% 5V 1 0 1 1 0 0 0 0
0,5
10% V 1 0 0 1 1 0 0 0
0,7
15% 5V 0 1 1 0 0 1 0 0
20% 1V 1 1 0 0 1 1 0 0
1,2
25% 5V 0 0 0 0 0 0 1 0
1,5
30% V 0 0 1 1 0 0 1 0
1,7
35% 5V 1 0 0 1 1 0 1 0
40% 2V 0 1 1 0 0 1 1 0
2,2
45% 5V 1 1 0 0 1 1 1 0
2,5
50% V 1 1 1 1 1 1 1 0
2,7
55% 5V 0 0 1 1 0 0 0 1
60% 3V 1 0 0 1 1 0 0 1
3,2
65% 5V 0 1 1 0 0 1 0 1
70% 3,5 0 1 0 0 1 1 0 1
5
V
3,7
75% 5V 1 1 1 1 1 1 0 1
80% 4V 0 0 1 1 0 0 1 1
4,2
85% 5V 1 0 0 1 1 0 1 1
4,5
90% V 1 0 1 0 0 1 1 1
4,7
95% 5V 0 1 0 0 1 1 1 1
100% 5V 1 1 1 1 1 1 1 1
3.2 Analisis
Ketika rangkaian dijalankan, kita memasukan nilai digital melalui logic prob yang
nantinya akan berubah menjadi sinyal analog yang di indikator kan oleh
voltmeter. Namun ketika proses percobaan, berbeda dengan tabel pada ADC yang
telah dilakukan terlebih dahulu adanya perbedaan voltase yang cukup besar ketika
kita memasukan nilai digital yang sama.
6
BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Hasil percobaan dari saya, simulasi telah berjalan sesuai yang direncanakan,
namun hanya dipraktikan melalui software proteus. Perlu adanya pembuktian
bahwa nilai digital yang ditunjukan sudah benar dan sesuai dengan nilai analog
yang kita masukkan.